logo ppid

Tanggapi Maraknya Cybercrime, PPI Dunia Adakan Webinar Cybersecurity dan Re-Launch Website Resmi

Posted By 
Asyraf Muntazhar
 On 
December 23, 2021

Perhimpunan Pelajar Indonesia Dunia (PPI Dunia) kembali menyuguhkan webinar ilmiahnya, kali ini sebagai bentuk tanggapan terkini mengenai Cybercrime, sekaligus memperlihatkan perubahan website terbaru milik PPI Dunia. Website terbaru ini merupakan upgrading dari segi tampilan, akses, maupun keamanan.

Mengangkat tema “Cyber Resilience For Digital Society”, PPI Dunia hadirkan 2 pemateri handal di bidang terkait. Adalah Deyanbunayya, seorang Microblogger Security & Co-Founder OrangSiber dan Muhammad Fauzi, Deputi Bidang Pengembangan Riset Terapan, Inovasi, dan Teknik Pengelola Nama Domain Internet Indonesia (PANDI). Fauzi hadir menggantikan Muhammad Shidiq Purnama selaku Chief Registry Operator (CRO) yang berhalangan hadir saat itu.

Dalam webinar kali ini, dijelaskan banyak mengenai keamanan, penanganan, hingga tren serangan siber serta penangkal serangan siber. Sebagai bentuk usaha pencegahan meningkatnya kejahatan data yang mana Indonesia termasuk rawan dalam hal ini.

“Indonesia masih menduduki peringkat tertinggi sebagai target serangan di kawasan Asia Tenggara” tegas Fauzi, berdasarkan Data Serangan Ransomware di Asia Tenggara Tahun 2020.

Dalam paparannya, Fauzi menyebutkan beberapa tren serangan siber yang dikutip dari Assesment yang dibuat oleh Interpol. Salah satu tren yang sangat fenomenal adalah Ransomware, sebuah tren serangan yang menuntut tebusan finansial dari korbannya.

Webinar ini juga menjadi perhatian khusus bagi para mahasiswa. Dengan materi yang disampaikan oleh Deyanbunayya mengenai cyber attack on campus, diharapkan mampu mencegah kejahatan data. Perlu diingat bahwa kebocoran data itu permanen sifatnya, dan bisa diperjualbelikan, sebab jejak digital sulit dihilangkan” ungkapnya.

Deyan juga menyuguhkan beberapa contoh pencurian data pribadi hingga kebocoran data Universitas di Indonesia maupun dunia, yang berhasil diperjualbelikan.

Di akhir sesi, para pemateri memberikan awareness mengenai perlindungan data yang bisa dicover dengan aplikasi penunjang. Dan beberapa langkah yang harus dilakukan jika terjadi kebocoran data.

Redaktur: Fina Septia (Anggota Sub Bidang Redaktur Berita Kegiatan PPI Dunia)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copyright © 2021 PPI Dunia
All rights reserved
Mayapada Tower 1, Lt.19, Jl. Jend. Sudirman, Kav. 28
Jakarta Selatan 12920