Categories
Asia dan Oseania Berita PPI Negara

Pemuda dalam Tahun Inovasi dan Teknologi Tiongkok-ASEAN

Delegasi ACYF 2018 (Dokumentasi Panitia)

The 3rd ASEAN-China Youth Forum 2018 diselenggarakan pada Senin 24 April 2018 di Jinan, Shandong, Tiongkok. Turut hadir dalam kegiatan tersebut mahasiswa dan mahasiswi asal ASEAN-Tiongkok dan tentunya asal Indonesia yang sedang berkuliah di negeri tirai bambu. Pembahasan dalam forum pemuda kali ini bertema inovasi dan teknologi. Pertukaran ide antara pemuda se-regional Asia Tenggara ini membangun harapan positif di tahun inovasi dan teknologi.

Shandong, sebuah provinsi tempat lahirnya banyak filsuf oriental dan sejarah peradaban, menjadi pilihan lokasi penyelenggaraan The 3rd ASEAN-China Youth Forum 2018. Kegiatan ini diharapkan menjadi ajang pertukaran ide dan kontribusi untuk dunia global. Nita Ongko, wakil dari Mahasiswa ASEAN, dalam forum ini menyatakan bahwa pemuda di Negara ASEAN tak hanya bisa berkontribusi untuk negaranya sendiri, tapi juga bisa berkontribusi dan bertanggung jawab untuk negara di berbagai belahan dunia. “One vision, one idea, one community for the whole word”, tutur mahasiswa asal Shandong University ini dalam pidato pembukaan ACYF 2018.

Acara yang berlangsung selama tiga hari ini  dihadiri oleh sekitar 150 delegasi. Pemuda Indonesia dari berbagai Universitas di Tiongkok seperti dari Shandong University, Beijing Jiaotong University, Harbin University, Anhui University, dan lainnya pun turut berpartisipasi dalam forum ini.

Pembahasan dalam forum kali ini terpusat pada tiga topik topik utama, yaitu terkait Innovation and Sustainable Development, Innovation and Regional Collaboration, dan Innovation and Quality of Life. Setelah pemaparan penutupan yang disampaikan oleh Prof. Xing Jiangpin menyoal ide dan inovasi, presentasi dan tanya jawab dipersilahkan.

Delegasi Indonesia pada ASEAN-China Youth Forum

Adanya forum pertukaran ide dan diskusi seperti ini, khususnya bagi para pemuda, dinilai dapat membuka pola pikir mereka dengan menghadirkan berbagai perspektif dari bidang studi yang berbeda. “Pemuda, khususnya mahasiswa Indonesia perlu terlibat aktif dalam setiap inovasi global yang ada, karena kan dari berbagai pendidikan yang berbeda bisa saling tukar ide, informasi, dan relasi” ujar Chisilia Mayangsari, Ketua PPIT (Perhimpunan Pelajar Indonesia Tiongkok) cabang Shandong 2017/2018. 

Rangkaian kegiatan ACYF diakhiri oleh festival budaya. Setelah presentasi dan diskusi terkait Teknologi dan Inovasi dilaksanakan, pada sorenya semua pemuda dan peserta menikmati kegiatan Shandong University International Cultural Festival Gala. Kegiatan ini merupakan ajang penampilan budaya dari berbagai negara serta ajang networking dan sosialisasi antar peserta.

 

 

Indonesia dan Tahun Inovasi dan Teknologi

Tahun 2018 ditetapkan sebagai tahun teknologi dan Inovasi. Agenda ini memberikan motivasi tersendiri bagi akademisi, peneliti dan teknopreneur ASEAN, khususnya Indonesia. China-ASEAN Innovation Forum yang belum lama ini diadakan di Beijing dan dihadiri oleh Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan tinggi (Menristeik), Bapak Prof. Mohamad Nasir, menjadi agenda utama keseluruhan tahun Inotek, yang mana ACYF menjadi bagian yang dikhusukan untuk pemuda dalam dalam membahas isu inovasi dan teknologi.

Penulis, Annisa Dewanti Putri

Indonesia, sebagai salah satu anggota ASEAN mengambil peran yang penting sebagai Negara dalam pemanfaatan Inovasi teknologi. Salah seorang Mahasiswa asal Harbin University of Science and Technology, Putra Wanda, menyampaikan presentasinya mengenai Teknologi Inovasi untuk meningkatkan kerjasama regional. Mahasiswa doktoral jurusan Sains Komputer yang murah senyum itu menyoal pentingnya kerjasama dalam teknologi dan pengembangan ekonomi untuk meningkatkan kerjasama mutual, yaitu dengan pemanfaatan sains dan teknologi untuk mengoptimalisasikan sektor trasnportasi, energi, manufaktur, teknik informatika, dan pelayanan.

 

Penulis: Annisa Dewanti Putri (IG: @a_dewanti_p)

Mahasiswa Master of Civil Engineering, Beijing Jiaotong University, Beijing, Tiongkok. Komisi Pendidikan, PPI Dunia.

 

Editor: Nadhirariani

Categories
Asia dan Oseania Berita Upcoming Event Wawasan Dunia

Webinar Pendidikan PPI Dunia

Dalam rangka mempersiapkan bahan white paper pembangunan pendidikan Indonesia, Divisi Kajian Komisi Pendidikan PPI Dunia menyelenggarakan Web Seminar (webinar) dengan tema “Mengenal Pendidikan Literasi di Asia Timur” pada:

Hari/ Tanggal : Minggu, 5 November 2017
Waktu : Pukul 18:00 WIB

Pembicara:
* Pembicara Utama: Andy Bangkit Setiawan, Ph.D, Associate Professor (designated) Graduate School of Education and Human Development Nagoya University;
* Pembicara Pertama: Eka Koesuma Wardhany, S.S, Mahasiswi Master of Disability Science, Department of Human Comprehensive Science, University of Tsukuba, Jepang;
* Pembicara Kedua: Yudil Chatim, M.Ed, Pegawai Direktorat Jenderal PAUD dan Dikmas, Kemendikbud RI; Mahasiswa Doktoral, Department of Education di Huanzhong Normal University, Wuhan – Tiongkok.

Moderator: Tracey Yani Harjatanaya, M.Sc
* Kepala Divisi Kajian Komisi Pendidikan PPI Dunia Periode 2017-2018; Mahasiswi Doktoral, Department of Education, University of Oxford.

 

Saksikan secara live di Channel YouTube PPI TV @ppitvchannel atau tinggal klik link live streaming berikut ini:

 

 

• Jika ingin memberikan pertanyaan bisa disampaikan lewat:
✅ Kolom komentar di bawah ini
✅ Kontak moderator @traceyyani
✅ Live chat saat webinar berlangsung

Salam perhimpunan!

Categories
Berita Inspirasi Dunia PPI Dunia Prestasi Anak Bangsa Suara Anak Bangsa Wawasan Dunia

Kuliah di Luar Negeri Memang Tidak Mudah, Tetapi Kata Menyerah Bukan Jalan Keluarnya

Menuntut ilmu di luar negeri merupakan keinginan banyak orang, berbagai macam alasan dan tujuan menjadi motivasi para pelajar Indonesia untuk menuntut ilmu di negeri orang. Hal tersebut bukanlah tidak mungkin, buktinya saja terdapat sekitar 86.420 mahasiswa Indonesia yang tersebar di 53 negara. Dengan jumlah yang sangat banyak ini, lima peringkat negara dengan jumlah terbanyak pelajar Indonesia adalah Australia, Tiongkok, Kanada, Malaysia, dan Britania Raya. Perjalanan yang ditempuh oleh para mahasiswa yang merantau di negara orang tentu tidak mudah, berbagai macam jenis kegagalan juga dihadapi, dan semua itu mereka ceritakan dalam satu buku.

Buku bertajuk 20 Kisah Perantau Ilmu yang ditulis oleh tim Perhimpunan Pelajar Indonesia di seluruh dunia menyajikan 20 kisah inspiratif pilihan dari para mahasiswa Indonesia yang menempuh pendidikan di berbagai negara. Beragam kisah dan perjuangan yang dikemas dengan menarik dapat menjadi referensi serta panduan bagi para mahasiswa dan pelajar yang bercita-cita untuk melanjutkan studi di luar negeri.

Setelah perilisan buku 20 Kisah Perantau Ilmu pada 2 Oktober 2017 yang lalu, peluncuran buku secara resmi baru dilaksanakan pada 20 Oktober 2017 di Gramedia Depok. Acara ini mendatangkan 4 narasumber yang merupakan penulis buku ini dan perwakilan BPH PPI Dunia, yaitu Ali Abdillah, Zakiyah Eke, Adi Hersuni, dan Ulfa Ryn. Hatta Bagus Himawan menjadi moderator acara tersebut.

Acara dibuka dengan kata sambutan dari Elexmedia selaku penerbit buku 20 Kisah Perantau Ilmu, lalu Adi Hersuni sebagai perwakilan BPH PPI Dunia, kemudian dilanjutkan oleh Ali Abdillah selaku perwakilan dari 20 penulis. Aninta, Adi dan Ali sepakat bahwa buku ini memberikan perspektif baru bagi pemburu kuliah ke luar negeri yang selalu menghadapi hambatan saat memperjuangkan mimpinya untuk kuliah di luar negeri. Selama ini, buku yang berada di pasaran cenderung lebih menonjolkan kisah sukses kuliah di luar negeri. Sebaliknya buku ini lebih menyoroti bagaimana kegagalan-kegagalan yang dihadapi oleh para penulis saat berburu kuliah ke luar negeri dan proses menjalaninya. Mereka juga menyampaikan bahwa kegagalan bukanlah hal yang luar biasa, untuk bisa kuliah ke luar negeri membutuhkan kerja keras, disiplin dan pantang menyerah dalam menghadapi masalah yang ada. Bahkan pada satu titik, kegagalan adalah kawan baik mereka. Mereka juga menambahkan, saat setelah lulus nanti jangan pernah lupakan negara Indonesia yang telah membesarkan kita.

Setelah itu, acara dilanjutkan dengan talkshow dan tanya jawab. Disini moderator, Hatta, memberikan beberapa pertanyaan kepada narasumber seputar proses mendapatkan beasiswa dan sekolah di luar negeri, dan proses menjalaninya. Beragam cerita disampaikan oleh para narasumber. Sebagai contoh Zakiyah Eke atau biasa dipanggil Eke, untuk dapat bisa meraih mimpinya Eke harus melalui jalan terjal dan berliku. Penolakan-penolakan dan kegagalan sudah menjadi makanan ia selama 3 tahun memperjuangkan mimpinya. Saat itu, Eke juga sedang bekerja saat proses mendaftar beasiswa sekolah ke luar negeri, sehingga ia harus putar otak dan membagi waktu untuk belajar dan mempersiapkan persyaratan kuliah di luar negeri seperti IELTS dan surat-surat lainnya. Khusus untuk
IELTS, Eke menyiapkan waktu tersendiri. Eke sengaja datang ke kantor 2 jam sebelum jam masuk kantor agar bisa belajar IELTS dan juga sepulang kerja Eke meluangkan waktu untuk belajar minimal 2 jam. Tetapi, ternyata kedisiplinan belajar tidaklah cukup, butuh dedikasi dan di sinilah kekuatan mimpi diuji. Tidak serta-merta Eke mendapatkan nilai IELTS yang cukup memenuhi syarat untuk mendaftarkan diri pada beasiswa atau sekolah yang diinginkan. Eke harus mengalami kegagalan 5 kali tes IELTS hingga tes ke 6 dapat membawanya kuliah ke luar negeri dengan beasiswa penuh dari pemerintah Belanda.

Lain lagi cerita dari Adi Hersuni, Adi harus menerima bahwa IPK S1 dia dibawah 3 (tiga). Tetapi hal tersebut belumlah cukup untuk memaksa Adi mengatakan kata menyerah dan mengubur asa kuliah di luar negeri. Adi berjuang dengan berbagai cara hingga harus menyiapkan waktu khusus setiap hari menyiapkan persyaratan ke luar negeri. Adi bercerita, setiap rehat kerja, dia selalu membuka buku persiapan IELTS bahkan tidak jarang Adi pergi ke mushola untuk bisa fokus belajar. Bahkan di tengah proses itu, Adi harus menghadapi kenyataan anak yang masih di dalam kandungan istrinya meninggal dunia. Tetapi lagi-lagi, hal itu tidaklah cukup kuat memendam asa Adi untuk dapat kuliah di luar negeri. Di akhir cerita, Birmingham University menjadi saksi perjuangan Adi yang tanpa kenal kata menyerah. Dan tahun ini, Adi telah pulang dari perantauan di tanah Britania Raya dengan membawa ijazah master-nya.

Kisah selanjutnya adalah tentang Ulfa, yang dihadapi Ulfa berbeda dengan yang lainnya. Izin orang tua yang menjadi kendala utamanya. Tetapi Ulfa bukanlah orang yang gampang mengibarkan bendera putih tanda menyerah. Seribu satu cara telah difikirkan matang-matang olehnya. Alhasil summer course, conference dan exchange program telah membawanya menjejakkan kaki di universitas-universitas di luar eropa tanpa harus melanggar janji terhadap orang tua-nya.

Kisah terakhir dari Ali Abdillah, untuk menggapai mimpinya Ali harus menghadapi kenyaatan bahwa dialah sekarang yang menjadi kepala keluarga setelah ayahnya meninggalkan ia dan keluarganya 2 tahun sebelumnya. Praktis urusan pemasukan rumah tangga berada di pundak Ali. Disini mimpi Ali diuji dalam merealisasikan mimpi ayahnya untuk kuliah di luar negeri. Masalah boleh datang tapi ikhtiar tidak akan pernah bisa mengkhianati orang yang telah berusaha mati-matian. Sekarang, dia telah membuktikan diri, Leiden University telah ditaklukkannnya dan tentu mimpi-mimpi selanjutnya siap untuk ditaklukkannya.

Di akhir sesi, para narasumber berpesan bahwa saat kita sudah di luar negeri nanti dan sudah meraih mimpi kita nanti, jangan lupakan negeri ini. Banyak hal yang butuh diperbaiki. Memang negeri orang lain akan menawarkan beribu janji untuk perbaikan kehidupan. Tetapi, negeri sendiri selalu layak untuk diperjuangkan.

Narasumber :

– Ali Abdillah (Master – European Union law at Leiden Law School (Belanda), Sekjen PPI Belanda 2015, Ketua BEM UI 2013, Ketua BEM FHUI 2012).

– Zakiyah Eke (Master – Nutrition Epidemiology at Wageningen University & Research (Belanda), Ketua Divisi Humas PPI Belanda 2015).

– Adi Hersuni (Master – Materials Science & Engineering at University of Birmingham (Inggris), Ketua Kantor Komunikasi PPI Dunia 2017, Ketua BEM FTUI 2008, Ketua Ikatan Mahasiswa Metalurgi & Material FTUI 2007).

– Ulfa Ryn (Mobility- Software Engineering, UTeM (Malaysia)).

Moderator
Hatta Bagus Himawan (Master – Innovation management at TU Eindhoven (Belanda))

 

 

Categories
Asia dan Oseania Berita PPI Negara Upcoming Event

Peringati Hari Sumpah Pemuda, PPI Tiongkok akan selenggarakan Webinar “Kepemudaan Indonesia”

Setelah sukses pada acara webinar sebelumnya, Departemen Pendidikan PPI Tiongkok kembali menyelenggarakan kegatan Seminar Online (WEBINAR) ke-3 tahun ini dengan Tema Kepemudaan Indonesia.

Webinar Edisi Sumpah Pemuda Minggu kedua akan dilaksanakan pada:

Hari/Tanggal: Minggu, 15 Oktober 2017
Waktu: 19:00 WIB ( 20:00 Waktu Tiongkok)
Platform: melalui aplikasi zoom (silahkan download di www.zoom.us)
Sub Tema: “Peran Pemuda dalam Politik, Pancasila dan Legislatif Indonesia”

Pada Webinar kali ini, beberapa pembicara dari kalangan legislatif dan pengamat dihadirkan untuk memberikan materi tentang kepemudaan antara lain:

Pembicara:
*Dave Laksono, Anggota DPR RI*
Didi Rahmadi, Dosen Universitas Andalas*
Jona Wighagdo Putri, Penerjemah Presiden RI, Tim Khusus Menko Maritim RI untuk Tiongkok, Consulting Committee INACHAM, Dewan Pendiri PERHATI (Perhimpunan Alumni Tiongkok)

Bagi yang sudah pernah mendaftar, silakan langsung scan barcode yang tersedia untuk bergabung ke group webinar ini.

Bagi kalian yang belum pernah mendaftar, silakan daftarkan diri kalian ke  Formulir Pendaftaran Webinar PPI Tiongkok Oktober 2017

Untuk keperluan pendataan Sertifikat silakan scan barcode yang tersedia.

* Peserta yang tidak mendaftar dalam google form, tidak dapat diproses untuk pemberian sertifikat*

Sertifikat akan diberikan bagi peserta yang berpartisipasi mengikuti webinar minimal 2 sesi.

NB : (Bagi mahasiswa di Tiongkok, Jangan lupa VPN nya diaktifkan dahulu sebelum membuka link pendaftarannya)
Narahubung: Marilyn Janice (Wechat)+85251299318

 

(dok.PPID/nurjaeni)

Categories
Asia dan Oseania Berita Festival Luar Negeri PPI Negara Seni & Olahraga

Melihat Meriahnya Pameran Budaya Indonesia di Harbin, China

PPI Tiongkong, Harbin (9/17) – Perhimpunan Mahasiswa Indonesia Tiongkok (PPIT) Harbin kembali ikut serta dalam acara mahasiswa yang bertajuk Festival Budaya Internasional. Pagelaran itu diselenggarakan di kampus Harbin Engineering University (HEU), Harbin, China.

Sejak pagi panitia sudah mempersiapkan materi yang akan ditampilkan saat acara, mulai dari properti, bahan makan, kain hingga snack khas Indonesia yang siap disuguhkan kepada pengunjung yang hadir.

Acara yang dimulai sekitar pukul 10.00 pagi (waktu Harbin) itu mendapat sambutan yang sangat meriah dari pengunjung yang hadir. Begitu pula dengan stand negara Indonesia yang sangat ramai dikunjungi. Sejak stand baru dibuka, para pengunjung antusias mencoba makanan khas Indonesia, bermain alat musik seperti angklung dan bertanya mengenai Indonesia.

Pada acara itu, setiap negara seperti Indonesia, Inggris, US, Korea, Jepang, Thailand, Vietnam, Mongolia, Rusia dan beberapa negara lainnya diberikan kesempatan untuk menyuguhkan tarian khas negaranya diiringi alunan musik yang menambah kemeriahan festival tahun ini.

Acara Festival Budaya Internasional dihadiri lebih dari 1.000 pengunjung yang datang sejak pagi hingga selesai acara.  Ini merupakan salah satu kegiatan yang diikuti PPIT Harbin yang secara rutin diadakan di beberapa kampus besar Harbin. Hal ini menjadi wadah yang bagus untuk mengenalkan seni dan budaya Indonesia kepada masyarakat di luar negeri, sekaligus promosi pariwisata Indonesia di mata masyarakat internasional.

Selain itu juga, melalui kepanitiaan,  kegiatan itu juga sebagai wadah untuk merekatkan solidaritas mahasiswa Indonesia yang sedang belajar di Harbin.

 

Penulis : Putra Wanda (Pengurus Pusat PPI Tiongkok)

Mahasiswa Doctoral di HUST, Harbin, China

 

Editor: Kartika Restu Susilo

 

 

 

 

Categories
Asia dan Oseania Berita Festival Luar Negeri PPI Negara Wawasan Dunia

Kabar Gembira: PPI Tiongkok Terbitkan Buku Panduan Kuliah di China

Untuk menjawab kegelisahan teman-teman pelajar Indonesia baik yang baru datang ke Tiongkok maupun yang baru akan memulai kuliah di Tiongkok, Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) Tiongkok melalui Departemen Pendidikan dan Pengembangan Organisasi menerbitkan buku Panduan Kuliah di China. Hal ini untuk memudahkan mahasiswa baru untuk kuliah dan bertahan hidup di negeri Tirai Bambu ini.

Buku dengan 137 halaman ini berisi mengenai sistem pendidikan Tiongkok, tips dan trik kuliah di Tiongkok, daftar universitas di Tiongkok dan lain sebagainya. Nurul Juliati, koordinator penulisan buku, menyampaikan bahwa buku ini akan bermanfaat bagi mereka yang kuliah di Tiongkok maupun yang baru berencana untuk kuliah di Tiongkok. Buku ini dilengkapi juga dengan bagaimana kiat mendaftar beasiswa di Tiongkok.

Fadlan Muzakki, koordinator Tim Editor sekaligus Ketua Departemen Pendidikan dan Pengembangan Organisasi PPI Tiongkok menyampaikan bahwa semoga dengan adanya buku ini dapat menjadi jembatan bagi para mahasiswa baru dengan Perhimpunan Pelajar Indonesia di Tiongkok. Walaupun agak telat diterbitkan, namun diharapkan mahasiswa baru dapat merasakan kehadiran PPI Tiongkok saat mereka tiba di kampusnya, ungkap pria yang sedang menempuh S2 di Zhejiang University ini.

Ketua Umum PPI Tiongkok, Raynaldo Aprilio mengapresiasi penerbitan buku ini. Ray menyatakan bahwa walaupun masih banyak kekurangan dalam buku tersebut, tetapi hal ini sebagai sebuah terobosan yang akseleratif bagi organisasi PPIT, sehingga kita dapat menyamakan posisi kita dengan PPI negara lain yang juga telah menerbitkan buku panduan.

Buku panduan tersebut dapat diunduh melalui link sebagai berikut: Buku Panduan Kuliah di China

Bravo Pelajar Indonesia…

Penulis : Fadlan Muzakki (Koordinator Pengurus Pusat PPI Tiongkok )

 

(dok.PPID/nurjaeni)

Categories
Pojok Opini PPI Dunia

Hari Guru Sedunia: Refleksi Pendidikan Indonesia dan Kesukarelawanan

Hari ini, 5 Oktober 2017, adalah Hari Guru Sedunia atau World Teacher’s Day yang sudah diperingati sejak tahun 1994. UNESCO menginisiasi Hari Guru Sedunia dengan tujuan utama untuk memberikan dukungan kepada guru-guru sedunia dan menekankan bahwa keberlangsungan masa depan ada di tangan mereka untuk mendidik generasi penerus.

Hari Guru Sedunia digagas secara global dengan dasar bahwa setiap guru di setiap negara adalah agen pendidikan bagi warga dunia. Oleh karena itu, dinilai penting untuk membuat satu hari khusus untuk merefleksi, mengapresiasi, dan mendorong peningkatan kualitas guru di dunia.

Categories
Inspirasi Dunia

Mau Lanjut Study di China dengan Scholarship, Ini tipsnya….

Tahukah anda, China menjadi salah satu tujuan utama study bagi mahasiswa Indonesia dan bahkan negara-negara maju di dunia seperti South Korea, USA, Japan and European Countries. Tercatat jumlah mahasiswa International di China sekitar 442,773 di 2016, dan meningkat 11.4% setiap tahunnya.

Halaman Depan Tsinghua University, Beijing

Saat ini banyak perguruan tinggi di China yang sudah memiliki reputasi dunia seperti Tsinghua University, Peking University hingga Shanghai Jiaotong University. Mahasiswa yang belajar di China kebanyakan mengambil jurusan Science, Engineering, Medicine, Chinese Language and Economy untuk strata Master and Ph.D.

Sebuah study yang dilakukan oleh USNEWS menunjukkan ranking perguruan tinggi dunia berdasarkan bidang ilmu menunjukkan Perguruan Tnggi di Negeri Tirai Bambu mendominasi ranking 1-100 Dunia. Ini tidak lepas dari kualitas pendidikan dan research yang dihasilkan Universitas.

Best Global Universities for Engineering

 

Chinese Government Scholarships merupakan beasiswa bagi mahasiswa internasional untuk strata S2 dan S3 yang akan melanjutkan studi di China. Setiap tahunnya beasiswa CGS dibuka pada awal tahun dan seleksinya diikuti oleh calon mahasiswa yang berasal dari seluruh penjuru Dunia.

Melalui artikel ini kami akan memberikan info-info penting yang sering ditanyakan oleh calon-calon peserta pengajuan beasiswa Chinese Governemnt Scholarships.

 

Beberapa hal yang sering ditanyakan yang sering kali ditanyakan oleh caon-calon pelamar beasiswa CGS.

1.Apa saja persyaratan dan persiapan untuk mendapatkan beasiswa CGS

Jawaban.

Persyaratan yang mesti diperhatikan yang biasanya tidak tampak tapi sangat dibutuhkan dalam apply beasiswa CGS yaitu. Pertama siapkan niat dan mental yang kuat. Karena kalian akan melamar beasiswa ke luar negeri . So, hal pertama yang perlu disiapkan mental yang kuat. Kedua, kesabaran yang ekstra. Ketiga, yang gak kalah penting siapkan motivasi yang kuat untuk menuntut ilmu ke luar negeri yang notabene bakalan mandiri semandiri mandirinya tanpa ada sanak saudara dan teman-teman lama. Dan lagi siapkan motivasi kalian untuk bener-bener siap menuntut ilmu sesuai jurusan atau disiplin ilmu yang kalian pilih. Motivasi ini juga diwujudkan dengan menulis motivation letter di dalam study plan kalian. Ok, next. Persyaratan yang paling penting yaitu sehat wal afiat yang dibuktikan dengan surat dokter dan bukti hasil lab medical check up yang telah di laporkan di dalam foreign physical examination form.

2.Apa saja berkas-berkas yang dibutuhkan untuk apply beasiswa CGS

Jawaban.

Berkas-berkas persyaratan itu meliputi:

  • 2 (satu) fotocopy application form. Form dapat diunduh dari http://www.csc.edu.cn  Laihua/noticeen.html  atau http://www.campuschina.org/noticeen.html
  • 2 (satu) fotocopy surat rekomendasi dari pimpinan atau professor di Indonesia (Important)..
  • 1 (satu) ijasah dan transkrip akademis yang dilegalisir dan di terjemahkan (sworn Translator).
  • Tulis sebuah Strong Study Plan di Tiongkok (Important).
  • 1 (satu) fotocopy surat kesehatan yang dikeluarkan oleh rumah sakit pemerintah (asli harus dibawa oleh peserta apabila lulus) dengan format sesuai foreign physical examination form.
  • Fotokopi passport yang masih aktif
  • TOEFL/IELTS yang masih berlaku
  1. Apakah diperlukan tes kemampuan bahasa sepertiHSK, TOEFL baik IBT / ITP, IELTS, TOEIC, dll. untuk apply beasisaa CGS?

Jawaban!

Persyaratan yang paling dibutuhkan yaitu untuk kelas tujuan berbahasa pengantar mandarin yaitu hasil tes HSK level 4 untuk S1/S2/S3 namun beberapa kampus mengisyaratkan untuk HSK 5. Tetapi hal itu tidak mutlak dibutuhkan yaa, karena jika kalian belum menguasai bahasa mandarin atau belum memiliki sertifikat HSK maka kalian diharuskan menjalani kelas persiapan bahasa mandarin selama satu tahun diluar masa study kalian. Hal itu tidak berlaku bagi yang mengambil kelas dengan English taught. Untuk itu ada sebagian universitas yang menekankan adanya tes bahasa seperti TOEFL/TOEIC dan IELTS. Untuk itu persiapkan saja siapkan sertifikat tersebut

 

4.Biaya apa saja yang tercover oleh beasiswa CGS?

Jawaban.

Biaya biaya yg tercover oleh beasiswa CGS yaitu meliputi.

  • Biaya study (tuition).
  • Biaya tempat tinggal (lodging).
  • Asuransi kesehatan (health insurance)
  • Biaya hidup (living allowance) yang besarannya terggantung jenjang study. Untuk S1 = 2.500 RMB, S2 = 3.000 RMB, dan S3 = 3.500 RMB/month.

5.Biaya apa saja yang tidak tercover oleh beasiswa CGS?

Jawaban.

Sedangkan biaya-biaya yang mesti dipersipan jika peserta lulus yaitu meliputi:

  • Biaya pembuatan visa China untuk pelajar.
  • Biaya tiket penerbangan ke kota tujuan di China.
  • Biaya medical check up.
    Medical Check Up, untuk medical check up yang diperlukan meliputi ECG, sifilis, tes bebas HIV, scan thorax, mata, dan telinga. EKG biasanya biayanya Rp. 60.000,00. Tes Sifilis, HIV dan general body check up RP 159.000,00. Untuk Mata Rp 20.000,00, terakhir biaya untuk scan thorax RP 60.000,00. Total sekitar Rp. 299.000,00.

6.Bagaimana tempat tinggal selama study disana?

Jawaban.

Biasanya universitas telah menyipkan asrama tersendiri yang dikhususkan untuk internasional students yang terpisah dengan asrama/dorm untuk pelajar/mahasiswa dari China. Jika kamu tidak mau tinggal di dorm/asrama maka pihak kampus akan memberikan biaya untuk menyewa apartment.

7.Bagi yang muslim, apakah mudah menemukan makanan yang halal?

Jawaban.

Tidak sulit untuk mencari restoran-restoran halal di China, restoran tersebut biasanya dikelolah oleh Muslim Hui dari Xinjiang yang mayoritas beragama muslim. Dan, setiap universitas pasti menyediakan kantin-kantin halal yang juga di kelola oleh Muslim Hui asal Xinjiang.

8.Jurusan kuliah apa saja yang tersedia untuk apply beasiswa CGS?

Jawaban.

Semua disiplin ilmu dan semua major tersedia di China, namun agak sulit untuk menemukan kelas yang berbasis English taught, maka harus bisa menilik website kampus tujuan terlebih dahulu, atau bisa di cek di http://www.csc.edu.cn/studyinchina/universitysearchen.aspx .

9.Bagaimana proses seleksi penyaringannya?

Jawaban.

Proses penyaringannya yaitu melalui proses seleksi administrasi. Dan beberapa kali proses penyaringan yang semuanya dilakukan oleh DIKTI selaku penyeleksi peserta beasiswa CGS untuk jalur kedutaan dan DIKTI, untuk jalur MOFCOM, AUN, dan Universitas ditujukan ke agency/institusi masing-masing sesuai kode Agency.

10.Bagaimana penggunaan bahasa di China, terlebih untuk kamu yang belom/tidak bisa berbahasa mandarin?

Jawaban.

Kamu akan kuliah dan hidup di China untuk waktu yang tidak sebentar, maka bahasa yang digunakan adalah mandarin. Sangat sedikit sekali orang-orang China yang bisa berbahasa Inggris dengan fluently, kecuali di bandara yaa, so, setidaknya kalian harus mempersiapkan kemampuan berbahasa mandarin kalian seenggak-enggaknya untuk hal bargain dan untuk tanya arah. Bagi kalian yang harus memasuki kelas dengan berbasis Chinese taught, dan kalian belum memiliki sertifikat HSK dengan level-level yang sudah ditentuka maka kalian diharuskan mengikuti kelas persipan bahasa. Kelas persiapan bahasa ini berlangsung selama 1 tahun diluar masa study kalian. So, 1 tahun periapan bahasa ditambah 3 atau 4 tahun masa study tergantung jenjang yang kalian ambil. Jika di tahun pertama kalian belom/tidak lolos tes HSK dengan level yang sudah ditentukan tersebut kalian wajib mengulangi lagi kelas persiapan bahasa satu tahun lagi dan mengakibatkan kalian harus mengambil masa study 2 tahun untuk jenjang S2, begitu seterusnya.

 

11.Jika lulus, apa sajakah yang perlu dipersiapkan?

Jawaban.

Jika kalian dinyatakan lolos (Menerima Letter of Offer dan form JW) yang perlu dipersiapkan:

  • Tiket pesawat dari Indonesia ke China untuk menuju universitas tujuan yang tersebar di seluruh kota-kota besar di China.
  • Biaya pengurusan residance permit per tahunnya biayanya 400 RMB.
  • Biaya medical check up ulang di China. Untuk ini ada kampus yang menekankan medical check up ulang secara keseluruhan atau hanya sebagian tergantung ketentuan masing-masing kampus. Siapkan saja biaya sebesar 800 RMB.
  • Biaya deposit untuk asrama, biasanya diutuhkan 200-500 RMB, dan akan dikembalikan nanti setelah lulus.
  • Obat-obatan dan P3K.
  • Makanan-makanan dan bumbu-bumbu khas Indonesia, persiapan jika lidah kalian tidak cocok dengan makanan China.

12.Jika lulus, perlengkapan apa yang perlu dibawa ke China, mengingat daerah China bagian utara sangat berbeda dengan China bagian selatan.

Jawaban.

Negara China itu luas sekali, jangan tertipu dengan peta China. Iklim China bagian utara sangat dingin sekali jika dipandingkan dengan China bagian selatan. Di China bagian selatan malah masih beriklim tropis yang sangat panas seperti iklim di Indonesia pada umumnya panas dan kering. Hal ini bertolak belakang untuk China bagian utara, di China bagian utara seperti Harbin di musim dingin suhu bisa jeblok hinga -30, dan di musim panas hanya berkisar 15 derajad celcius. Jadi kika kalian mendapatkan univeritas di China bagian utara, admin sarankan bawa beberapa jaket musim dingin yang tebal dan beberapa baju yang hangat untuk menjaga tubuh tetap hangat. Jika kalian mendapat universitas di China bagian selatan seperti kota Guangzhou kalian tidak perlu repot mempersiapkan pakaian khusus. Karena kota Gunagzhou beriklim tropis seperti Indonesia.

 

13.Bahasa apa yang digunakan sebagai pengantar Kuliah?

Jawaban

Bahasa pengantar selama kuliah bisa dipilih menggunakan English atau Mandarin (Bisa dipilih pada saat register dan disesuaikan dengan kampusnya). Pemilihan Bahasa akan menentukan waktu perkuliahan misalnya jika menggunakan pengantar English maka Master selama 3 tahun, jika menggunakan bahasa Mandarin Master akan dambil selama 4 tahun (1 tahun pertama belajar bahasa)

Selama kuliah, PhD Students di China diwajibkan menulis Jurnal dengan High International Reputation (in English) yang terindex SCI (Science CItation Index) dan Index of Engineering atau jurnal yang masuk dalam index Thomson-Reuters (Pemeringkat jurnal dunia paling credible), Jumlah papernya tergantung Universitas (2-3 International Journal) sebelum menyelesaikan PhD. jadi kemampuan Writing English yang baik sangat diperlukan selama kuliah.

Parade mahasiswa international di China

(Red: Putra, Putri, Annisa/ Ed: Amir)

Categories
Berita PPI Dunia

Hasil Rekomendasi Simposium Internasional ke-9 PPI Dunia

Simposium Internasional Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) Dunia tahun ini dihelat di University of Warwick, United Kingdom. Simposium tahunan PPI Dunia tersebut berlangsung dari tanggal 24 Juli hingga 26 Juli 2017. Simposium kali ini mengusung sebuah tema “Accelerating Indonesia’s National Potential Towards 2030”.

 

Pembukaan

Perhelatan ini dibuka dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan sambutan dari Prof. Christine Ennew, Alanda Kariza sebagai Ketua PPI UK, dan Intan Irani sebagai Koordinator PPI Dunia 2016/2017. Acara kemudian dilanjutkan dengan Keynote Speech oleh Richard Graham MP (UK Trade Envoy to Indonesia and Chairman of Indonesia All Party Parliamentary Group) yang dapat dibaca lebih lanjut di sini. Setelah pembukaan dan kata sambutan, acara dilanjutkan dengan diskusi panel.

 

Diskusi Panel

Pada hari pertama terdapat tiga sesi panel diskusi yang diawali oleh panel diskusi utama  dengan tema “How can Indonesia’s budding creative industry & entrepreneurship solidify Indonesia’s creative economy?” Panel diskusi ini dibawakan oleh Prof. Dr. T.A Fauzi Soleiman, Didiet Maulana, dan Dian Pelangi.

Kemudian dilanjutkan dengan 3 panel diskusi secara paralel, yaitu mengenai:

  1. Entrepreneurship oleh Handry Satriago, Kusumo Martanto, dan Nancy Margried
  2. Development oleh Tri Rismaharini, Hiramsyah S. Thaib, dan Budiman Sudjatmiko
  3. Literature & Publishing oleh Andrea Hirata, Khairani Barokka, dan Dewi Laila

Terakhir adalah 4 panel diskusi secara paralel yang membahas mengenai:

  1. Fashion oleh Dian Pelangi, Ria Miranda, dan Elidawati
  2. Government & Politics oleh Yanuar Nugroho, Adam Tyson, dan Arief Zulkifli
  3. Education oleh Eka Simanjuntak, George Saa, Najelaa Shihab, dan Analisa Widyaningrum
  4. Financial Services oleh Endy Dwi Tjahjono, Destry Damayanti, dan Professor Mohammed Abdel-Haq

Seminar Indonesian Scholar International Convention (ISIC)

Seluruh peserta menghadiri seminar yang dibawakan oleh public figure serta pemerintah Indonesia. Sudirman Said  yang merupakan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral menyampaikan topik “Indonesia’s Demographic Boost in 2030.” Kemudian acara dilanjutkan dengan panel diskusi utama dengan topik “How to best prepare Indonesia’s Young Generation for 2030 Demographic Boost?” yang dibawakan oleh Handry Satriago (CEO daari GE Indonesia), Dr. TGH. Muhammad Zainul Majdi, M.A (Gubernur Nusa Tenggara Barat), Dr. David Johnson (Reader in Comparative and International Education University of Oxford).

Rapat Tahunan PPI Dunia

Sebagai permusyawaratan tertinggi PPI Dunia, Simposium Internasional ini tidak hanya menjadi wadah berkumpulnya anggota delegasi dari berbagai PPI Negara untuk bersilaturahmi dan menghadiri diskusi-diskusi panel. Tetapi juga merupakan tempat untuk mahasiswa-mahasiswi Indonesia tersebut bertukar pikiran dan mengkontribusikan pengetahuan mereka untuk menghasilkan butir-butir rekomendasi Simposium Internasional PPI Dunia.

Sidang internal yang merupakan agenda utama Simposium Internasional PPI Dunia berlangsung pada tanggal 25 hingga 26 Juli 2017. Sidang yang dilaksanakan pada pukul 09.30 – 00.00 ini dihadiri oleh 27 PPI Negara. Sidang ini dibagi menjadi 8 pleno dan dipimpin oleh 3 orang pimpinan sidang, yaitu Nazlatan Ukhra Kasuba (PPI Malaysia), Muhammad Iksan Kiat (PERMIRA Rusia), dan Bahesty Zahra (PPI Iran).

Dalam sidang tersebut, telah dilakukan pengesahan amandemen AD/ART PPI Dunia yang selama ini dirancang oleh Tim Ad Hoc AD/ART PPI Dunia. Laporan Pertanggungjawaban Dewan Presidium PPI Dunia 2016/2017 juga diterima oleh para delegasi PPI Negara tanpa syarat. Setelah itu, sidang dilanjutkan dengan pembahasan rekomendasi program kerja untuk kepengurusan PPI Dunia periode selanjutnya. Para anggota delegasi PPI Negara dibagi menjadi 4 komisi dan melakukan diskusi per kelompok. Komisi-komisi tersebut adalah:

  1. Komisi Pendidikan, dipimpin oleh Pandu Utama Manggala (PPI Jepang);
  2. Komisi Sosial dan budaya, dipimpin oleh Muhammad Dhafi Iskandar (PPI Perancis);
  3. Komisi Ekonomi, dipimpin oleh Dianna Priscyla Kusuma Dewi (PPI Swiss); dan
  4. Komisi Teknologi Digital, dipimpin oleh Masduki Khamdan Muchamad (PPI Malaysia).

Setelah selesai dengan diskusi komisi, sidang pada tanggal 25 Juli 2017 tersebut ditutup. Sidang kemudian dilanjutkan pada hari selanjutnya yang membahas tentang pemilihan Dewan Presidium PPI Dunia untuk periode selanjutnya, 2017/2018. Setelah diskusi yang intens, akhirnya terpilih susunan Dewan Presidium 2017/2018 sebagai berikut:

  • Koordinator PPI Dunia 2017/2018: Pandu Utama Manggala (PPI Jepang)
  • Koordinator kawasan Amerika Eropa 2017/2018: Muhammad Iksan Kiat (PERMIRA)
  • Sekretaris kawasan Amerika Eropa 2017/2018 : Muhammad Syukron (PPI Polandia)
  • Koordinator kawasan Asia-Oceania 2017/2018 : Zulfadli (PPI Malaysia)
  • Sekretaris kawasan Asia-Oceania 2017/2018 : Ester Liana (PPI Tiongkok)
  • Koordinator kawasan Timur Tengah dan Afrika 2017/2018 : Ikhwan Ramputi (PPI Mesir)
  • Sekretaris kawasan Timur Tengah dan Afrika 2017/2018 : Bahesty Zahra (PPI Iran)

 

Dan Tuan Rumah Penyelenggara Simposium PPI Dunia Periode 2017/2018 sebagai berikut:

  • Simposium Internasional PPI Dunia 2018: PERMIRA Rusia
  • Simposium kawasan Amerika-Eropa 2018: PPI Jerman
  • Simposium kawasan Asia-Oceania 2018: PERMITHA Thailand
  • Simposium kawasan Timur Tengah-Afrika 2018: PPI Pakistan

Terakhir, sidang diakhiri dengan pengesahan hasil diskusi komisi yang dilakukan pada hari sebelumnya. PPI Dunia melahirkan gagasan untuk Indonesia.

Diskusi per komisi tersebut menghasilkan Rekomendasi Simposium Internasional PPI Dunia sebagai berikut:

 

KOMISI PENDIDIKAN

  1. Memfokuskan pada kajian isu perbaikan kualitas dan profesionalisme guru serta manajemen tata kelola pendidikan.
  2. Program konkret yang dapat dilakukan Antara lain adalah dengan mengadakan kegiatan studi banding dan pelatihan guru serta kepala sekolah dari daerah di Indonesia ke luar negeri. Mitra utama yang dapat dirangkul untuk program ini antara lain adalah Cerdas Digital, Ruang Guru dan dapat menggunakan platform Pesta Pendidikan.

 

KOMISI SOSIAL BUDAYA

  1. Mendukung program pengembangan destinasi wisata dari Kementrian Pariwisata RI, dan bekerjasama dengan sebaik-baiknya untuk memperkenalkan destinasi pariwisata di daerah-daerah Indonesia.
  2. Bekerja sama dengan Kementerian Pariwisata RI dalam penyediaan konten, jaringan promosi, serta hal-hal lainnya untuk meningkatkan kualitas acara-acara budaya yang akan dilaksanakan oleh masing-masing PPI Kota, Negara dan/atau kawasan.
  3. Bersinergi dengan komunitas lokal untuk mengadakan kegiatan budaya yang menonjolkan karakteristik dan kearifan budaya setempat. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk menjangkau komunitas lokal tersebut adalah dengan menyebarkan angket dan sayembara. PPI Dunia berkomitmen untuk menjadi mentor bagi para komunitas lokal ini mengembangkan keterampilannya.
  4. Membuat kajian advokasi isu kemanusiaan baik di tanah air maupun isu HAM di luar negeri seperti Palestina dan negara lain yang dianggap perlu, dengan merangkul berbagai kalangan dan pakar.

 

KOMISI EKONOMI

  1. Rencana aksi yang bersifat internal
    • PPI Dunia menjadi Duta pariwisata Indonesia di masing masing Negara.
    • PPI Dunia menjadi Duta ekonomi kreatif di masing masing Negara
    • PPI Dunia berusaha membangun kerjasama multidisiplin untuk mengembangkan perekonomian kreatif Indonesia
  1. Rencana aksi yang bersifat eksternal
    • Pengembangan ekonomi pariwisata di Indonesia
    • Pengembangan ekonomi syariah di Indonesia
    • Kajian terkait pembangkit listrik dan pengembangan energi terbarukan
    • Kajian terkait diversifikasi industri agar Indonesia tidak terlalu tergantung kepada ekspor sumber daya alam
    • Peningkatan kapasitas SDM Indonesia sebagai salah satu upaya optimalisasi penggunaan minyak, gas dan hasil tambang nasional

 

KOMISI TEKNOLOGI DAN DIGITAL

  1. Mengkaji kebijakan pemerintah dan komparasi studi dengan negara lain yang lebih unggul dalam pengguaan fintech, kajian ini akan dikaji dalam beberapa sub topik:
    • Regulasi E-Commerce: Kajian regulasi e-commerce sehingga dapat membangun lingkungan yang kondusif bagi para pemuda penggiat start up.
    • Security: Kajian mengenai cyber security sangat penting, terutama bagaimana cara meningkatkan kesadaran diri akan pentingnya privacy dan information security
    • Digital Currency: Penggunaan mata uang digital (bitcoin) akan semakin masif, sehingga dibutuhkan kajian untuk dapat membangun lingkungan yang sesuai dengan karakteristiknya sekaligus mencegah penyalahgunaannya.

 

Categories
Berita PPI Dunia

Konvensi dan Simposium Perhimpunan Pelajar Indonesia Dunia dibuka Dubes RI Untuk Inggris Raya

Pada hari Senin, 24 Juli 2017, Duta Besar Indonesia untuk Inggris, Republik Irlandia, dan IMO Dr. Rizal Sukma telah meresmikan acara gabungan Konvensi Internasional Sarjana Indonesia (Indonesian Scholars International Convention/ISIC) dari Perhimpunan Pelajar Indonesia-Inggris Raya (PPI-UK) dan Simposium Internasional (SI) ke-9 dari PPI-Dunia.

ISIC merupakan acara tahunan PPI-UK yang sudah berjalan selama lebih dari 15 tahun. Tahun ini, PPI-UK juga terpilih menjadi tuan rumah Simposium Internasional PPI Dunia ke sembilan yang merupakan permusyawaratan tertinggi dari organisasi mahasiswa Indonesia terbesar di luar negeri, PPI Dunia.

Dr. Rizal yang hadir di lokasi penyelenggaraan acara ISIC – Simposium Internasional PPI Dunia (ISIC-SI) 2017 di Warwick Arts Centre, University of Warwick juga mengawali kegiatan yang berlangsung hingga 27 Juli 2017. Tahun ini, PPI-UK menggabungkan dua acara besar PPI-UK dan PPI Dunia menjadi prakarsa akbar ISIC-SI 2017.

Dubes Rizal Sukma dalam sambutannya mengatakan dirinya turut bersemangat selain dia pernah menjadi bagian dari komunitas ini, juga karena sangat terkesan dengan daftar nama para pembicaranya dan topik yang dirancang dengan sangat baik. Menurutnya, mahasiswa dan sarjana PPI kini jauh lebih cekatan dan jeli dalam menggelar acara se-kaliber ini.

Penyelenggaraan ISIC-SI 2017 memulai diskusi bertema “Memacu Potensi Nasional Indonesia Menuju Tahun 2030” yang diusung dengan harapan agar dapat memberikan bekal wawasan kepada pelajar, mahasiswa serta sarjana Indonesia yang nantinya dapat membantu mereka bertarung di wilayah ilmu yang mereka geluti di kancah Internasional.

Ketua Penyelenggara ISIC-SI 2017 Samuel Leonardo yang menyandang predikat Summa Cum Laude – First class honour dari University of Oxford tahun lalu dan saat ini sedang menempuh PhD di bidang teknik kimia pada universitas yang sama ini mengatakan, “tema tersebut diangkat dalam rangka mempersiapkan diri kita menghadapi tantangan bonus demografi di tahun 2030 di mana jumlah penduduk usia produktif mencapai tingkat 70% dibanding jumlah penduduk usia non produktif.”

Panitia pelaksana ISIC-SI 2017 menyediakan berbagai kegiatan, seperti diskusi panel, workshop, konser kesenian, serta kegiatan budaya lainnya. Upaya ini diharapkan dapat membuka wawasan para mahasiswa serta sarjana Indonesia dalam memahami beragam topik seperti Wirausaha dan Awal Usaha, Kota yang Berkelanjutan, Seni dan Budaya, Politik Indonesia, Masa Depan Indonesia Sisi Finansial, dan Pembelajaran ke Depan. Gala Cultural Night yang diadakan pada hari pertama untuk mempromosikan budaya Indonesia juga mengundang soloist Indonesia, Tulus, sebagai salah satu bintang tamunya.

Anggota parlemen Inggris sebagai Utusan Inggris untuk Urusan Perdagangan dengan Indonesia dan Ketua Kelompok Lintas Partai Parlementer Inggris tentang Indonesia Richard Graham MP, hadir sebagai pembicara kunci pada hari pertama dengan menyampaikan tentang kesiapan Indonesia menjelang 2030 dalam menghadapi peningkatan demografi usia produktif.

Pada kesempatan ini, Richard mengajak agar Inggris yang merupakan negara paling global di dunia ini dan dengan London sebagai pusatnya digunakan sebagai etalase bagi Indonesia untuk menceritakan tentang Indonesia kepada dunia, “Gunakan kami,” katanya, “Kesempatan bagi para mahasiswa dan sarjana lulusan universitas di sini merupakan momen mereka, kesempatan mereka serta peluang mereka karena dunia kini lebih terbuka dibanding sebelumnya.”

Sebenarnya Indonesia memiliki banyak hal yang bisa ditawarkan dibanding sebelumnya. Mereka yang memiliki kemampuan berbahasa asing serta terampil akan mampu sukses dalam kehidupan mereka yang pada waktunya membawa Indonesia berada di panggung global, – untuk menunjukkan apa yang bisa dilakukan. Imbuhnya, “Saya sudah mengetahuinya, tetapi dunia perlu
mengetahuinya juga.”

Sementara itu, Duta Besar dan Utusan Tetap RI untuk UNESCO: Prof. Dr. T.A. Fauzi Soelaiman memberikan masukan kepada mahasiswa dan sarjana Indonesia untuk magang di Sekretariat UNESCO karena Indonesia masih kurang terwakili di sana.

Pada Breakout Sessions Simposium Internasional PPI Dunia, para pakar di bidangnya tampil sebagai pembicara di antaranya Walikota Surabaya: Tri Rismaharini pada Sesi Pembangunan, sedangkan pada Sesi Kewirausahaan tampil CEO GE Indonesia: Handry Satriago dan penulis buku ‘Laskar Pelangi,’ Andrea Hirata berbagi serba-serbi dunia Sastra.

Presiden PPI-UK, Alanda Kariza, sebagai tuan rumah mengatakan jika selama ini dunia internasional banyak mendengar soal kesenian tradisional Indonesia, kami rasa sudah saatnya untuk kita menunjukkan sisi budaya kontemporer Indonesia, apalagi di negara seperti Inggris Raya yang dikenal dengan industri kreatifnya.

Dalam sambutannya, Koordinator PPI Dunia 2016/2017, Intan Irani, juga menambahkan bahwa simposium ini memberikan peluang besar bagi mahasiswa Indonesia untuk aktif terlibat dalam proses pembangunan negara kita tercinta. Melalui acara ini, para pelajar Indonesia dapat belajar, berpikir, dan memetakan apa yang bisa mereka lakukan untuk membuat perbedaan untuk Indonesia.

Selain pemaparan materi dari 30 pembicara yang sangat kaliber, Simposium Internasional PPI Dunia juga menjadi ajang bertemunya perwakilan PPI Negara dari seluruh dunia. Dalam sidang internal PPI Dunia, telah diputuskan bahwa:

1. Laporan Pertanggungjawaban Dewan Presidium 2016/2017 diterima tanpa syarat.

2. Susunan Dewan Presidium 2017/2018:
– Koordinator PPI Dunia: Pandu Utama Manggala (PPI Jepang)

– Koordinator PPI Kawasan Amerika-Eropa: Muhammad Iksan Kiat (PERMIRA Rusia)
– Sekretaris PPI Kawasan Amerika-Eropa: Muhammad Syukron (PPI Polandia)

– Koordinator PPI Kawasan Asia-Oseania: Zulfadli (PPI Malaysia)
– Sekretaris PPI Kawasan Asia-Oseania: Ester Liana (PPI Tiongkok)

– Koordinator PPI Kawasan Timur Tengah-Afrika: Ikhwan Ramputi (PPMI Mesir)
– Sekretaris PPI Kawasan Timur Tengah-Afrika: Bahesty Zahra (PPI Iran)

Serah terima jabatan antara Koordinator PPI Dunia 2016/2017, Intan Irani, dan Koordinator PPI Dunia 2017/2018, Pandu Utama Manggala

Konvensi ISIC-SI 2017 yang berjalan selama 4 hari dari tanggal 24-27 Juli 2017 ini telah berlangsung sangat sukses. Konvensi ini diikuti lebih dari 500 mahasiswa dan sarjana Indonesia yang merepresentasi lebih dari 100 negara serta 1.500 mahasiswa dan sarjana yang sedang menuntut ilmu di seluruh pelosok dunia.

 

(PPI-UK/NZ)

Page 1 of 4
1 2 3 4