logo ppid

Liputan Purwokerto, 9 Oktober 2016. Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Jenderal Soedirman (BEM UNSOED) yang bekerja sama dengan PPI Dunia mengadakan acara Festival of Study Abroad (FOSA) di Graha Widyatama, Purwokerto, Jawa Tengah. Acara yang bertajuk “Reinforcing Brighter Future with Study Abroad” ini bertujuan untuk memberikan informasi perihal sekolah lanjut di luar negeri dengan beberapa informan seperti delegasi dari PPI Negara, pihak beasiswa yaitu LPDP serta diskusi mengenai studi di luar negeri dengan para alumnus dan Kementrian Luar Negeri yaitu Isman Pasha.

Acara yang berlangsung selama dua hari ini diisi oleh delapan belas delegasi negara dari PPI Italia, PPI Taiwan, PPI Perancis, PPMI Pakistan, PPI Jerman, PPI Hongaria, PPI Yaman, PPMI Mesir, PPI Britania Raya, PERMIRA Rusia, PPI Brunei Darussalam, PPI Sudan, PPI Polandia, PPI Filipina, HPMI Jordania, PERMITHA Thailand, PPI Finlandia dan PPI Estonia. Setiap peserta dari delegasi memberikan presentasi selama 15 menit mengenai negara asal mereka belajar, tips dan trik kuliah di negara asal dan mengenai beasiswa di negara tersebut. Selain itu, setiap delegasi negara mendapatkan booth untuk memperkenalkan dan memberikan informasi lebih lanjut mengenai kuliah di luar negri.

Ketua panitia dari FOSA, Putri Bilqis Oktaviani mengharapkan, peserta dari acara ini, yaitu mahasiswa dan berbagai kalangan lainnya dapat memanfaatkan kesempatan ini untuk mencari informasi tentang beasiswa terkait secara gratis. Beliau juga berharap agar peserta tidak malu bertanya untuk mendapatkan informasi mengenai kuliah di luar negeri, serta mereka dapat mempersiapkan segala kebutuhan dari jauh hari.

Peserta dari acara ini tampak antusias untuk mencari informasi mengenai kuliah di luar negeri. Ajang ini juga memperkenalkan mereka tentang negara yang tidak familiar dengan mereka namun memiliki beberapa potensi beasiswa untuk mahasiswa Indonesia melanjutkan studi baik jenjang magister ataupun doktoral.

(FA,NL/F)

Edwin Akbar Lubis

Master of International and European Tax Law, Maastricht University

Di dunia perpajakan, tax amnesty bukanlah hal yang baru, sebagai contoh negara tetangga seperti Malaysia dan Thailand sudah memperkenalkan tax amnesty sebelumnya. Di Indonesia, ketentuan mengenai tax amnesty diatur di UU no 11 tahun 2016 dimana di dalam UU tersebut tax amnesty didefinisikan sebagai pengampunan pajak atas pengungkapan asset dengan membayarkan uang tebusan oleh wajib pajak, dengan kata lain tax amnesty merupakan insentif yang diberikan oleh pemerintah Indonesia kepada wajib pajak dengan membayar uang tebusan yang relatif rendah atas aset-aset yang belum dilaporkan sebelumnya. Insentif tersebut dapat berupa pembebasan dari pajak yang harusnya dihutang, pembebasan sangsi administrasi seperti sangsi bunga dan sangsi denda dan juga pembebasan atas sangsi pidana. Sebagai contoh program tax amnesty periode pertama, wajib pajak hanya cukup membayar tebusan sebesar 2% dari harta bersih. Sementara apabila wajib pajak dikenakan pemeriksaan atas aset yang belum pernah dilaporkan maka aset tersebut dianggap sebagai penghasilan dan dikenakan pajak yang seharusnya dibayar serta sangsi maksimum 24%

Tujuan pemerintah sendiri dalam menerapkan tax amnesty adalah karena keterbatasan kedaulatan bagi pemerintah Indonesia untuk memeriksa aset-aset warga Indonesia yang ditempatkan di luar negeri dengan demikian pemerintah mengundang wajib pajak yang mempunyai aset di luar negeri dengan sukarela untuk menanamkan asetnya kembali ke Indonesia dengan insentif uang tebusan yang sangat rendah. Tujuan lainnya adalah untuk pertumbuhan ekonomi dengan investasi kembali aset wajib pajak Indonesia yang ditempatkan di luar negeri ke dalam wilayah Indonesia maka diharapkan pertumbuhan ekonomi Indonesia akan meningkat. Selain itu, tax amnesty dapat memperluas basis perpajakkan. Tax amnesty bukanlah tujuan akhir melainkan kebijakan yang menjembatani untuk dilakukannya tax reform. Selain itu, tax amnesty dapat meningkatkan penerimaan negara, penerimaan negara sendiri dibagi 2, yang pertama adalah penerimaan jangka pendek yaitu dengan penerimaan melalui tebusan dan yang kedua adalah penerimaan jangka panjang yaitu dengan basis data yang baru dengan pengungkapan aset maka diharapkan data yang dimiliki pemerintah lebih akurat dan lebih handal

Mekanisme untuk mengikuti tax amnesty cukup mudah karena wajib pajak cukup mengisi formulir tax amnesty yang disesdiakan oleh kantor pajak dan membayar uang tebusan. Satu hal yang harus dipahami bahwa tax amnesty bukanlah suatu program yang harus diikuti oleh seluruh wajib pajak. Yang perlu diperhatikan adalah apakah selama ini kewajiban perpajakan kita sesuai dengan ketentuan yang berlaku, apabila dirasa belum sesuai terutama dalam pos pengungkapan harta dan penghasilan maka ikut serta tax amnesty merupakan hal yang menguntungkan. Selain itu, data pengampunan pajak dijamin kerahasiaannya dan tidak dapat dijadikan dasar untuk pemeriksaan apapun dan juga diberikan pembebasan PPh atas balik nama aset yang diungkapan

Sangsi pada tax amnesty dapat dibagi menjadi dua. Pertama, sangsi kepada wajib pajak yang mengikuti tax amnesty namun tidak sepenuhnya mengungkapkan seluruh asetnya. Dalam hal ini wajib pajak dikenakan PPh atas aset yang belum diungkapkan serta sanksi 200% dari PPh atas penghasilan tersebut. Yang kedua adalah sangsi kepada wajib pajak yang tidak mengikuti tax amnesty akan dikenakan sangsi apabila ditemukan aset yang belum dilaporkan sebelumnya Maka aset tersebut akan dianggap sebagai penghasilan yang terutang PPh dan dikenakan sanksi sesuai dengan undang-undang yang berlaku. Selain itu resiko lainnya adalah pemerintah akan lebih fokus kepada wajib pajak yang tidak mengikuti tax amnesty

Yang perlu sangat diperhatikan bagi tax amnesty untuk wajib pajak Indonesia yang tinggal di luar negeri adalah perlu memperhatikan kembali apakah kewajiban perpajakan selama ini sudah sesuai dengan ketentuan yang ada terutama pada pos penghasilan dan harta. Selain itu perlu diperhatikan kembali apakah penghasilan yang diterima untuk memperoleh harta-harta tersebut apakah terutang pajak di Indonesia. Apabila hal tersebut dirasa belum sesuai dengan ketentuan undang-undang yang ada maka ikut serta dalam program tax amnesty adalah hal yang menguntungkan

Jika kamu ada pertanyaan, silakan tinggalkan komentar di bawah ini

 

 

Sejak 30 tahun yang lalu, World Tourism Day ditetapkan oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk dirayakan setiap tanggal 27 September. Pariwisata terus berkembang dan menurut PBB terdapat lebih dari 1 miliar turis yang bepergian baik internasional maupun domestik setiap tahunnya. World Tourism Day dapat menjadi pengingat yang baik bagi seluruh negara, terutama Indonesia, untuk menjadikan aspek pariwisata prioritas.

Sektor pariwisata sendiri berada di pasar yang semakin mengglobal dan menantang. Standar baru dari pengembangan pariwisata sedang bergerak ke arah isu-isu kritis baru seperti kualitas, keberlanjutan, inovasi, aksesibilitas, dan ekologi.

Pada, Senin (26/9/16), PPI Dunia menghadirkan dua mahasiswi Indonesia, masing-masing dalam diskusi dua siaran RRI Voice of Indonesia mengenai World Tourism Day. Dua mahasiswi tersebut adalah Uli Amelia Septriani (Double Degree B.BA Jurusan International Hotel & Tourism di Burapha University Thailand) dalam program Youth Forum dan Deni Endriani (S3 Jurusan Anthrophologie & Tourism di Ehess (Ecole des hautes des sciences socialies Prancis) dalam program KAMU (KAmi yang Muda).

World Tourism Day adalah hari yang sangat bermakna untuk meningkatkan kesadaran mengenai pentingnya pengaruh turisme dalam kehidupan. Pada tahun 2016 ini, Thailand ditunjuk menjadi penyelenggara World Tourism Day. Terdapat banyak sekali acara baik seminar, workshop, maupun field trip yang dilaksanakan sejak tanggal 26-29 September 2016,” jelas Uli. “Di sini juga hadir perwakilan dari berbagai negara di dunia, termasuk Indonesia, untuk mempelajari bagaimana pariwisata Thailand dapat maju dengan pesatnya,” terang mahasiswi yang melanjutkan studinya di Thailand tersebut.

Uli menyatakan bahwa terdapat 3 aspek penting yang harus dikembangkan agar pariwisata Indonesia semakin maju. Pertama, sektor transportasi, Indonesia dapat memperbanyak penerbangan dan connecting flight agar Indonesia semakin dikenal oleh dunia luas. Kedua, keamanan, para turisme harus dijamin kemanannya, terutama solo backpacker. Ketiga, akomodasi kota lain harus lebih ditingkatkan lagi seperti yang sudah ada di Jakarta dan Bali.

“Tidak harus pemerintah yang langsung campur tangan dalam meningkatkan sektor pariwisata, tetapi bisa dimulai dari diri kita dan masyarakat pada umumnya untuk lebih berperan terbuka. Sebagai pelajar Indonesia, kita seharusnya tidak terbatas mempromosikan pariwisata Indonesia tetapi dapat melakukan hal-hal yang dapat membuat pariwisata Indonesia diperhitungkan di mata dunia. Penguasaan bahasa Inggris dan keberanian komunikasi dengan orang asing adalah kunci utama untuk memperkenalkan pariwisata Indonesia yang tidak terbatas dalam pemandangan dan pantai yang indah, tetapi juga penduduknya yang ramah dan open minded. Seperti Thailand, dikenal dengan istilah land of smile,” jelas Uli.

“Kita harus tetap optimis dalam pariwisata Indonesia. Seperti kita ketahui bahwa pemerintah telah peka terhadap pentingnya sektor pariwisata dalam suatu negara. Program kerja bidang pariwisata Indonesia untuk periode 2011-2020 memiliki orientasi pada destinasi, pemasaran, industri, dan kelembagaan pariwisata. Namun, masih ada satu pilar yang kurang yaitu tourism for all dalam makna aksesibilitas pariwisata untuk seluruh kalangan,”ungkap Deni.

“Kesempatan berpariwisata hendaknya dapat dinikmati oleh semua kalangan baik yang tidak mampu sampai kalangan yang mampu. Sudah saatnya pariwisata dijadikan suatu kebutuhan manusia dan sudah saatnya juga pemerintah lebih peka terhadap kondisi ini. Dengan pariwisata, kita dapat menghilangakan penat dalam kegiatan sehari-hari, stres, bahkan menemukan ide baru,” jelas Deni. “Dana seharusnya tidak menjadi halangan bagi kebutuhan pariwisata. Seperti di Prancis, bagi kalangan yang kurang mampu, pemerintah menitikberatkan kepedulian bagi kepentingan pariwisata dengan memberikan dana reimburse 60% dari biaya perjalanan dengan maksimal 750 euro dan 4 malam wisata. Indonesia dapat mulai dengan membuat program seperti “Kartu Pintar Wisata”dengan program seperti yang dilakukan Prancis agar pariwisata dapat dinikmati oleh semua pihak,” terang Deni.

Deni menyatakan bahwa aksesibilitas pariwisata juga harus dapat dinikmati oleh kelompok disabilitas. Salah satu fasilitas yang paling mendukung adalah ketersediaan kursi roda otomatis sehingga mereka dapat mandiri. Transportasi juga harus mendukung seperti bus di Prancis, menyediakan jalur khusus bagi kelompok dengan kursi roda.

Baik Uli maupun Deni menyatakan bahwa infrastruktur memang sektor utama yang masih harus dibenahi di Indonesia. Indonesia tidak hanya Bali dan Jakarta, tetapi masih banyak provinsi lain yang memiliki potensi wisata yang tidak kalah bagusnya. Titik berat lainnya adalah kemananan dan aksesibilitas pariwisata yang masih menjadi tantangan tersendiri bagi Indonesia. Harapan kedua mahasiswi tersebut adalah agar pariwisata di Indonesia semakin maju dengan negara Indonesia yang aman, ramah, indah, dan accesible.

(CA/F)

Liputan Bandar Seri Begawan, PPI Brunei Darussalam menyelenggarakan Seminar dan Pergantian Ketua pada hari Sabtu malam, 27 Agustus 2016 di Asrama Mahasiswa UBD (University of Brunei Darussalam).

Seminar ini mengusung tema Al-Jarnuzi’s Concept of Knowledge (‘Ilm) dengan pemateri Ketua PPI Brunei Darussalam 2015-2016, Miftachul Huda, yang merupakan lulusan Master in Islamic Education di UBD. Seminar yang membahas mengenai buku Ta'lim Muta'alim serta pendidikan Islam di Indonesia ini dihadiri juga oleh sejumlah mahasiswa dari negara Malaysia, Filipina, Thailand, Yaman dan Sudan.

Seusai seminar, para peserta dipersilakan untuk makan malam bersama yang kemudian dilanjutkan dengan pemilihan Ketua PPI Brunei Darussalam 2016-2017. Perlu diketahui bahwa pelajar Indonesia di Brunei berjumlah 24 orang dan tersebar di 4 Perguruan tinggi di Brunei Darussalam, antara lain UBD, UTB (Universiti Technology of Brunei), UNISSA (Universit Islam Sultan Sharif Ali), dan KUPU SB (Kolej Universiti Perguruan Ugama Seri Begawan). Pemilihan berlangsung hangat melalui sistem voting dan Ketua Umum PPMI Arab Saudi, Imam Khairul Annas, menjadi saksi penghitungan suara. Hasil pemilihan ini, Syarif Hidayat yang merupakan mahasiswa Master bidang Kimia di UBD terpilih sebagai Ketua PPI Brunei Darussalam Periode 2016-2017.

WhatsApp Image 2016-08-28 at 9.25.08 PM

“Sebagai dampak dari penurunan harga minyak dunia, terjadi penurunan jumlah mahasiswa yang masuk ke Brunei. Akan tetapi jangan sampai menurunkan semangat untuk mengkaji dan meningkatkan kapasitas kita. Saya terpilih sebagai ketua tidak menganggap sebagai ketua, pada dasarnya organisasi mahasiswa sifatnya kolektif kolegial yakni tidak ada hirarki atau strata di dalamnya. Untuk kedepannya sangat memerlukan langkah-langkah kebersamaan untuk menjalankannya.” tutur Syarif pada sambutan perdananya. (Red, Imam, Ed, pw)

Liputan Rusia, Sabtu (21/05/2016) PERMIRA Moscow sukses menggelar perhelatan budaya terbesar di Moscow yang bertajuk “Pelita Cinta Nusantara”. Acara yang diselenggarakan di salah satu kampus terbaik di Rusia ini disambut hangat oleh para hadirin.

Para hadirin dan tamu undangan yang hadir bukan hanya dari masyarakat Indonesia ataupun Rusia itu sendiri akan tetapi dari berbagai negara turut hadir untuk memeriahkan acara tersebut seperti negara-negara ASEAN seperti Malaysia,Thailand, Myanmar, Vietnam. Sedangkan negra-negara lain di Afrika juga banyak yang hadir seperti Morocco, Ghana, Nigeria, Kenya serta negara-negara di Amerika Latin juga seperti Meksiko, Brazil dan lain-lain.

Tujuan dari acara ini untuk meningkatkan solidaritas di dalam lingkup pelajar Indonesia sendiri sekaligus mengenalkan budaya Indonesia ke penjuru dunia juga meningkatkan solidaritas para pelajar dari berbagai negara yang sedang menempuh studi nya di Rusia untuk bisa menghargai dan meningkatkan pengetahuan masing-masing negara.

Diawali dengan kata sambutan dari Ketua Persatuan Mahasiswa Indonesia di Moscow saudara Garin Yudha Primaditya untuk membuka acara ini dan dilanjut dengan kata sambutan yang disampaikan oleh Bapak Wahid Supriyadi sebagai duta besar Indonesia untuk Rusia.

Bapak Wahid Supriyadi sebagai duta besar Indonesia untuk Rusia

"Saya sangat berterima kasih kepada panitia karena telah menyelenggarakan acara ini dan respon yang diterima juga sangat positif. Acara ini akan lebih sangat berdampak akan hubungan Indonesia dan Rusia itu sendiri dan tentunya negara lainnya. Saya harap kedepannya acara seperti ini akan tetap dilaksanakan di berbagai kota di Rusia,” Ucap Bapak Wahid Supriyadi selaku duta besar Indonesia untuk Rusia.

Acara ini juga ingin menunjukkan kepada semua orang jika Indonesia memang negara yang kaya akan budaya dan memang kental dengan ciri khasnya bahkan tiap kota memiliki budayanya masing-masing, selain daripada itu acara ini turut menampilkan berbagai tarian dari negara-negara lain seperti Turkey, Peru, Sri Lanka dan Cina.

13221150_502303886641507_1298295670090875869_o

Dari berbagai macam tanggapan yang ada salah satunya dari Brenda Eleblu asal Ghana "saya melihat banyak budaya yang berbeda di asia khususnya di Indonesia, itu sangat indah dan acara yg beraneka ragam saya juga memiliki kesempatan untuk memakai baju adat Indonesia dan itu sangat tidak terlupakan,” ucapnya dengan penuh antusias.

Momen bersejarah ini tepat dirayakan setelah diselenggarakannya ASEAN-Russia summit di Sochi Russia pada 19 - 20 Mei kemarin. Pada momen tersebut Indonesia dan Rusia menandatangani 5 kerja sama di ASEAN-Russia summit di berbagai bidang seperti minyak, pariwisata, perkeretaapian, teknologi dan pertahanan. Jadi antusiasme orang-orang juga masih tentang hasil kerja sama kedua pihak dan merupakan salah satu pertemuan terbesar di Rusia juga pada tahun 2016.

13220949_501915983346964_9175927536997276888_n

13221329_502309919974237_7018196680360420985_o

 

 

 

 

 

Acara ini juga dihadiri oleh rombongan pejabat dari provinsi Kalimantan Timur dan Bapak Awang Faroek Ishak selaku gubernur Kalimantan Timur ini memberikan kata sambutannya yang cukup menarik tentang bagaimana hubungan Rusia dan Indonesia. Beliau menekankan tentang hubungan provinsi kalimantan dengan Rusia yang setiap tahun pemerintah Kalimantan memberikan beasiswa sekitar 50 orang per tahun untuk belajar teknik railway agar bisa dijadikan sumber daya manusia yang kompeten dan dapat bersaing jika pulang balik ke kampung halaman.

Bapak Awang Faroek Ishak, Gubernur Kalimantan Timur

“Provinsi Kalimantan dan Rusia akan tetap menjalin kerja sama di bidang pendidikan dan tahun ini Kalimantan berencana mengirim 50 orang lagi untuk belajar teknik railway construction dan acara ini akan lebih memperkenalkan budaya Indonesia di dunia,” Ucap Bapak Awang selaku gubernur Kalimantan Timur.

Project kereta api yang rencana akan selesai pada tahun 2019 di Kalimantan yang merupakan hasil kerja sama kedua negara merupakan alasan pengiriman mahasiswa Indonesia setiap tahunnya untuk belajar bidang tersebut. Tarian dari Ambon, Jawa, Kalimantan, Nusa Tenggara Timur semua ditampilkan dalam acara yang berlangsung selama hampir 9 jam ini. Acara ini berjalan sukses dan merupakan pencapaian terbaik para pelajar Indonesia yang sedang menempuh studi nya di Rusia. (Red. JLU, Editor. Dafi)

Liputan Yaman, Universitas al-Ahgaff kembali menggelar wisuda mahasiswa Fakultas Syariah dan Hukum pada kamis (28/4). Acara yang berlangsung meriah dari jam 18.30 KSA di auditorium Universitas al-Ahgaff Tarim ini, dihadiri oleh Dekan Fakultas baru al-Ustadz Abdullah Awadh bin Smith, MA dan segenap civitas universitas.

Hadir di sana Dr. Muhammad Abdul Qadir al-Aydrus dekan lama, Syekh Muhammad al-Khatib, DR. Abdurrahman As-Seggaf kepala bidang ushul dan fiqh, DR. Alawy Abdul Qadir al-Aydrus kepala bidang Observasi dan Fatwa, al-Ustadz Abdullah Husain al-Aydrus kepala bidang Bahasa, al-Ustadz Arafat al-Maqdi, MA kepala bidang Hukum, sejumlah tamu undangan dan seluruh mahasiswa dari berbagai negara.

“Ini merupakan wisuda angkatan ke-17 mahasiswa Syariah dan Hukum di al-Ahgaff, dan mahasiswa Indonesia yang paling mendominasi” tutur Sekjen PPI Yaman M. Abdul Muhith.

IMG_9759

Ada sekitar 69 mahasiswa di antaranya 50 mahasiswa Indonesia, 1 mahasiswa Malaysia, 1 mahasiswa Thailand, dan sisanya adalah 8 mahasiswa Yaman dan 9 Somalia.

Sebelum sambutan Dekan, secara simbolis mahasiswa angkatan 17 juga memberikan kenang-kenangan berupa podium berlambang al-Ahgaff yang juga merupakan sebuah kejutan untuk para hadirin pada malam itu.

“Masa depan di pundak kalian, setelah keluar dari sini, peranan apa yang kalian bawa untuk perubahan ummat?, selalu tebarkanlah rasa kasih sayang di antara sesama” tegas Dekan Fakultas Ustadz Abdullah Awadh, MA.

Selain prosesi wisuda, acara ini juga menjadi malam penghargaan Dekan lama Fakultas Syariah dan Hukum DR. Muhammad Abdul Qadir Al-Aydrus yang telah banyak bersumbangsih untuk al-Ahgaff. “Bawalah Islam yang moderat, walaupun dengan sekte yang berbeda.” Ujar DR. Muhammad dalam sambutannya.

“Penting untuk diingat, yang menjadikan al-Ahgaff masih konsisten menjadi Universitas unggulan ini tidak lepas dari jasa besar Bidang Administrasi , yang bersikukuh menjaga ketertiban kemahasiswaan dari dulu sampai sekarang.” Tambahnya.

IMG_9590

Karena berhalangan untuk hadir, melalui rekaman singkat berdurasi sekitar 5 menit, Prof. DR. Abdullah Muhammad Baharun rektor Universitas al-Ahgaff mengatakan ”sungguh kalian telah ditakdirkan belajar di bumi Tarim yang berkah, untuk belajar adab, akhlak dan ilmu syariah”.

Beliau juga memberikan 3 pesan “Bersyukurlah karena Rasulullah bersabda : Barangsiapa yang tidak bersyukur kepada manusia, maka dia tidak bersyukur kepada Allah, wisuda bukan akhir kalian dari membaca dan belajar tapi ulangi apa yang kalian pelajari, sambung terus silaturrahmi diantara kalian.”

Akhirnya acara yang cukup meriah ini ditutup dengan foto bersama wisudawan dan segenap jajaran dosen pengajar dan ramah tamah sampai sekitar jam 23.30 KSA. (Red. AA)

 

Dalam rangka International Culture Festival 2016 di Madinah, Islamic University in Madinah menyelenggarakan Mini World Cup

Sabtu, 19 Maret

- Malawi vs Burundi (ashar)
- Nigeria vs Mozambique (maghrib)
- Cambodia vs Ghana (isya1)
- Mali vs Bosnia (isya2)

Ahad, 20 Maret

- Chad vs Mauritania (ashar)
- Indonesia vs Gambia (maghrib)
- Madagascar vs Pantai Gading (isya1)
- Senegal vs Albania (isya2)

Senin, 21 Maret

- Malaysia vs Guinea (ashar)
- Afsel vs Bangladesh (maghrib)
- Mauritius vs Maroko (isya1)
- Comoros vs Thailand (isya2)

Copyright © 2021 PPI Dunia
All rights reserved
Mayapada Tower 1, Lt.19, Jl. Jend. Sudirman, Kav. 28
Jakarta Selatan 12920