logo ppid

Festival Luar Negeri (FLN) PPI Dunia 2016-2017 , apa yang terlintas dari pikiran sahabat bangsa saat membaca judul ini? Pameran Pendidikan? Talkshow?

Festival Luar Negeri merupakan salah satu program kerja teranyar dari PPI Dunia. Di sini, sahabat PPI Dunia akan mendapatkan tambahan wawasan mengenai kehidupan, organisasi dan informasi-informasi terkait para pelajar Indonesia di luar negeri. Dalam menjalani aktivitas ini, PPI Dunia berkolaborasi dengan universitas-universitas di Indonesia untuk menyelenggarakan seminar pendidikan, pelatihan.

Setelah sukses melakukan program perdana di Universitas Jendral Soedirman, (artikel lengkap bisa dibaca dengan mengklik link ini.) untuk memperluas sayap perjuangan memberi informasi ke seluruh negeri, dibentuklah tim khusus yang dikomandoi oleh Muhammad Ubaidillah Al Mustofa dari PPI UNI EMIRAT ARAB (PPI UEA) untuk menangani Festival Luar Negeri PPI Dunia. Tim ini beranggotakan pelajar Indonesia yang berada di berbagai negara. Mulai dari Jepang, Arab saudi, Tiongkok , Taiwan, Mesir, Korea Selatan, dan Malaysia.

 

Rapat perdana Tim FESTIVAL LUAR NEGERI PPI DUNIA, 12 Oktober 2016. Dipimpin langsung oleh Kordinator PPI Dunia 2016-2017. Rapat perdana ini membahas langsung mengenai visi dan misi PPI Dunia yang akan mengadakan road show dibeberapa Universitas di Indonesia dan memberikan informasi langsung mengenai study abroad. Road show ini akan dihadiri langsung oleh delegasi dari beberapa negara dan alumni dari PPI Dunia. . . #ppidunia #flnppidunia #felarippidunia

A post shared by Festival Luar Negeri PPI Dunia (@felarippidunia) on

 

Pelaksanaan FESTIVAL LUAR NEGERI PPI DUNIA pertama yang diselenggarakan oleh FOSA @fosa2016 di Universitas Jendral Soedirman, 8 Oktober 2016. Road show yang bertemakan "Reinforcing Brighter Future With Study Abroad" ini dihadiri oleh delegasi PPI Dunia dari 20 negara. Yuk kita pelajari dan pahami bersama bagaimana pentingnya pendidikan diluar negeri sebagai wadah yang tepat untuk membangun bangsa dan menciptakan generasi berwawasan dunia. . #ppidunia #flnppidunia #felarippidunia #ppiduniafunworld #fosaunsoed2016

A post shared by Festival Luar Negeri PPI Dunia (@felarippidunia) on

Foto bersama 20 delegasi yang hadir di FESTIVAL LUAR NEGERI PPI DUNIA yang diselenggarakan oleh FOSA @fosa2016 di Universitas Jendral Soedirman, 8 Oktober 2016. Ada beberapa both dari negara perwakilan masing-masing yang dapat dikunjungi untuk bertanya langsung atau mencari informasi mengenai study abroad. . . Bagi kalian yang melewatkan acara perdana FESTIVAL LUAR NEGERI PPI DUNIA ini, tidak perlu khawatir karena akan ada banyak acara berikutnya yang akan diadakan dibeberapa Universitas di Indonesia. . . Mari bersama bangun mimpi, bangun negeri dan ciptakan generasi yang mendunia untuk negeri. #ppidunia #flnppidunia #felarippidunia #ppiduniafunworld #fosaunsoed2016 #sahabatppi #bagimunegeri

A post shared by Festival Luar Negeri PPI Dunia (@felarippidunia) on

 

Penasaran dengan program -program kami?

Simak terus Website PPI Dunia dan Akun Instagram Resmi milik Festival Luar Negeri PPI Dunia di: https://www.instagram.com/felarippidunia/

 

Salam Perhimpunan!

Liputan Jakarta, satu langkah baru yang dilakukan oleh Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) se-Dunia adalah berdiskusi dengan perwakilan Komisi X DPR RI pada Selasa, 11 Oktober 2016 lalu. Representasi PPI Dunia diwakili oleh Koordinator PPI Dunia Intan Irani, Aulia Rifada alumni PPI Pakistan, Devi Rizal alumni PPI Finlandia, Ary Bolu alumni PPI Jerman, Pitut Pramuji Ketua PPI Taiwan, dan Ayub Anggadireja PPI Taiwan.

Mereka diterima oleh Wakil Ketua Komisi X Ferdiansyah. Lingkup Komisi X sendiri meliputi bidang pendidikan, olahraga, dan sejarah dengan rekan kerja di enam kementerian, yaitu Kementerian Pendidikan dan Kebudayaaan, Kementerian Pariwisata, Kementerian Pemuda dan Olahraga, Perpustakaan Nasional, Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Bidang Pendidikan Tinggi), serta Badan Ekonomi Kreatif. Intan sendiri menyampaikan rencana aksi PPI Dunia selama setahun ke depan. ’’Berdasarkan hasil diskusi sidang komisi pada simposium Internasional Kairo tahun ini, kami membaginya dalam tujuh rencana aksi PPI Dunia,’’ ujar Intan.

Suasana diskusi antara perwakilan PPI Dunia dengan Komisi X DPR RI.

Suasana diskusi antara perwakilan PPI Dunia dengan Komisi X DPR RI.

Tujuh aksi tersebut dibagi dalam empat komisi yang akan mengkoordinir berjalannya aksi itu. Pertama adalah Komisi Pendidikan yang di-breakdown dalam empat isu, yakni revitalisasi pembangunan 100 Sekolah Dasar (SD) di Indonesia akan bekerja sama dengan sebuah LSM di Indonesia, donasi pengumpulan koin dari seluruh PPI Dunia untuk guru di Indonesia, gerakan kelas inspirasi, dan gerakan literasi (perpustakaan) yang akan bekerja sama dengan Indonesia Mengajar (IM). Kedua dalam Komisi Ekonomi, programnya adalah peningkatan perekonomian masyarakat Indonesia di level grass root, wujudnya melalui Desa Binaan untuk petani. Saat ini masih tahap survei lokasi yang akan dijadikan desa binaan, dan nantinya akan mengajarkan e-commerce kepada para petani.

Ketiga adalah Komisi Politik yang bertahan dengan Tim kajian Papua Barat sejak 2015. ’’Proses rekrutmen anggota tambahan untuk Tim Kajian Papua Barat ini baru saja ditutup,’’ imbuhnya. Keempat adalah Komisi Agama yang menarget kajian strategis mengenai isu ekstrimisme dan radikalisme yang sedang marak terjadi di Indonesia dan juga pembentukkan tim media kerohanian dari para mahasiswa dari Timur Tengah dan Afrika Selatan. Intan juga menambahkan rencana simposium PPI Dunia setahun ke depan. ’’Ada empat simposium utama, yaitu di Taiwan untuk kawasan Asia dan Oseania, di Jeddah untuk kawasan Timur Tengah dan Afrika Selatan, dan di Italia untuk kawasan Amerika Eropa,’’ ucap Intan.

Koordinator PPI Dunia, Intan Irani (tengah) sedang menyampaikan tanggapannya.

Koordinator PPI Dunia, Intan Irani (tengah) sedang menyampaikan tanggapannya.

Satu lagi yang menjadi puncak dari kepengurusannya nanti adalah Simposium Internasional PPI Dunia yang akan digelar di Inggris tahun depan. Dalam kesempatan face to face dengan perwakilan Komisi X DPR RI ini, PPI Dunia berharap pemerintah bisa mendukung rencana aksi PPI Dunia tersebut dan juga kerjasama dengan perwakilan diaspora yang tersebar di seluruh dunia. Sebab sejauh ini, PPI kerap mengalami kendala dalam bekerja sama dengan lembaga-lembaga pemerintah atau kementerian karena minimnya akses.

Foto bersama perwakilan PPI Dunia di gedung Nusantara III, DPR RI, pada tanggal 11 Oktober lalu.

Foto bersama perwakilan PPI Dunia di gedung Nusantara III, DPR RI, pada tanggal 11 Oktober lalu.

Ferdiansyah sendiri menyampaikan beberapa saran berkaitan dengan rencana aksi PPI Dunia. Misalnya, dalam simposium 2017 nanti PPI memasukkan unsur Asean Promotion agar mendapat dukungan dari Kementerian Pariwisata. Selain itu, untuk pembangunan 100 SD sebaiknya dijelaskan lebih detail mengenai peran PPI. “Nanti kita masukkan rencana aksi kalian dalam rapat POKSI dibantu Pak Bambang Sutrisno selaku sekretaris kelompok fraksi di FPG,” ujar Ferdiansyah.

(DLA/F)

Liputan Purwokerto, 9 Oktober 2016. Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Jenderal Soedirman (BEM UNSOED) yang bekerja sama dengan PPI Dunia mengadakan acara Festival of Study Abroad (FOSA) di Graha Widyatama, Purwokerto, Jawa Tengah. Acara yang bertajuk “Reinforcing Brighter Future with Study Abroad” ini bertujuan untuk memberikan informasi perihal sekolah lanjut di luar negeri dengan beberapa informan seperti delegasi dari PPI Negara, pihak beasiswa yaitu LPDP serta diskusi mengenai studi di luar negeri dengan para alumnus dan Kementrian Luar Negeri yaitu Isman Pasha.

Acara yang berlangsung selama dua hari ini diisi oleh delapan belas delegasi negara dari PPI Italia, PPI Taiwan, PPI Perancis, PPMI Pakistan, PPI Jerman, PPI Hongaria, PPI Yaman, PPMI Mesir, PPI Britania Raya, PERMIRA Rusia, PPI Brunei Darussalam, PPI Sudan, PPI Polandia, PPI Filipina, HPMI Jordania, PERMITHA Thailand, PPI Finlandia dan PPI Estonia. Setiap peserta dari delegasi memberikan presentasi selama 15 menit mengenai negara asal mereka belajar, tips dan trik kuliah di negara asal dan mengenai beasiswa di negara tersebut. Selain itu, setiap delegasi negara mendapatkan booth untuk memperkenalkan dan memberikan informasi lebih lanjut mengenai kuliah di luar negri.

Ketua panitia dari FOSA, Putri Bilqis Oktaviani mengharapkan, peserta dari acara ini, yaitu mahasiswa dan berbagai kalangan lainnya dapat memanfaatkan kesempatan ini untuk mencari informasi tentang beasiswa terkait secara gratis. Beliau juga berharap agar peserta tidak malu bertanya untuk mendapatkan informasi mengenai kuliah di luar negeri, serta mereka dapat mempersiapkan segala kebutuhan dari jauh hari.

Peserta dari acara ini tampak antusias untuk mencari informasi mengenai kuliah di luar negeri. Ajang ini juga memperkenalkan mereka tentang negara yang tidak familiar dengan mereka namun memiliki beberapa potensi beasiswa untuk mahasiswa Indonesia melanjutkan studi baik jenjang magister ataupun doktoral.

(FA,NL/F)

Ingin tau seperti apa Tenaga Kerja Indonesia di luar negeri..Simak siaran PPI Dunia bersama Radio PPI Dunia dengan tema "Refleksi Masa Lalu untuk Membangun Kini dan Masa Depan Indonesia".

Yuk! Ikutan gabung on air dan diskusi online bersama pada Jumat malam (26 Februari 2016) pukul 18.00-21.00 WIB.

Narasumber spesial kali ini datang dari para ketua PPI dan aktivis pekerja Indonesia dari 3 negara.

Taiwan (PPI Taiwan):
1. Pitut Pramuji (Ketua PPI Taiwan)
2. Hasan Ismail (Dosen Univ. Negeri Malang) - Koordinator Program Pendidikan Kesetaraan, Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) PPI Taiwan

Korea (Perpika - Persatuan Pelajar Indonesia di Korea):
1. Muhammad Hilmy Alfaruqi (Ketua Perpika)
2. Muhamad 'Diko' Shodiq (Ketua Indonesia Community Center) - Pekerja dan MahasiswaUniversitas Terbuka Korsel jurusan Sastra Inggris.

Malaysia (Media Center PPI Malaysia):
1. Agus Purwanto (Pengurus Harian PPI Malaysia) - Mahasiswa Universitas Terbuka Kuala Lumpur yang juga menjadi Ketua MyWNI Peduli
2. Mahfudz Tejani (Pengurus Harian PPI Malaysia) - Mahasiswa Universitas Terbuka Kuala Lumpur yang juga menjadi kontributor Kompasiana dan Caraka (Buletin KBRI Kuala Lumpur), aktif menyarakan pendapat dan pergerakan TKI melaluiwww.mahfudztejani.com

Semoga sharing dari berbagai narasumber keren di Asia-Oseania ini menghasilkan pencerahan dan ilmu baru bagi kita semua.

Stay tuned Sobat PPI!
Radio PPI Dunia!
SUARA ANAK BANGSA-SATU CINTA-SATU INDONESIA

 

Copyright © 2021 PPI Dunia
All rights reserved
Mayapada Tower 1, Lt.19, Jl. Jend. Sudirman, Kav. 28
Jakarta Selatan 12920