logo ppid

Suasana Oktoberfest

Oktoberfest, atau yang dalam bahasa lokal disebut Wiesn, merupakan festival rakyat tahunan yang orisinilnya diadakan di kota Munich, atau München (bahas Jerman) atau Minga (bahasa Bavaria). Sekarang, banyak kota lain di dunia, bukan Jerman saja, yang mengadakan acara serupa, tapi tidak sebesar dan semeriah acara aslinya. Lebih dari enam juta orang dari seluruh dunia setiap tahunnya menyambangi festival yang sudah diadakan untuk ke-184 kalinya tahun ini. Omong-omong, walaupun namanya Oktoberfest, festival yang dikunjungi sekitar lima juta pengunjung tiap tahunnya ini sebenarnya dimulai dari kisaran pertengahan September sampai awal Oktober. Jadi, kalau mau berkunjung, jangan salah tanggal ya..

 

Sejarah festival ini bermula dari pesta pernikahan pangeran Bavaria Ludwig dan putri Theresia pada tahun 1810, raja pun mengundang seluruh rakyat di Munich untuk merayakan pesta pernikahan mereka di sebuah padang rumput luas yang diberi nama seperti sang permaisuri Thereseienwiese (padang rumput Theresia). Dari situ lah kata Wiesn berasal. Sampai sekarang, festival ini masih diadakan di lokasi tersebut. Jadi, bukan seluruh kota Munich.

 

Tipikal dari Oktoberfest adalah banyak tenda bir lokal, dimana pengunjung bisa menikmati makanan khas Bavaria (Schweinhaxe, Kaiserschmarrn, Schweinebraten, dll.) dan juga bir Bavaria yang terkenal, atau disebut Helles. Berhubungan tentang bir, harga bir di Oktoberfest itu biasanya lebih mahal dari bir di bar-bar lokal, kisaran 12€ atau seratus delapan puluh ribu rupiah untuk satu liter, dan biasanya bir di Oktoberfest sedikit lebih keras dari biasanya.

 

Terus, kenapa kalau lebih mahal, orang-orang masih ke Oktoberfest dibanding ke bar-bar lokal? Karena atmosfir di dalam tenda bir itu yang unik. Suasana yang seperti itu cuma ada waktu Oktoberfest. Orang-orang dari berbagai negara bisa bernyanyi dan menari, ada band lokal yang memainkan lagu lokal atau tradisional Bavaria, para pengunjung menggunakan pakaian daerah Lederhose (celana kulit untuk pria dan wanita) atau Dirndl (gaun tradisional untuk wanita). Tapi untuk bisa merasakan itu semua, pengunjung harus rela mengantri super pagi atau berharap ada tempat kosong di tenda, karena festival ini super penuh. Menurut para pekerja disana, para pengunjung yang datang pagi-pagi ini mau mengikuti ’Oktoberfest Marathon’, alias berlari-lari mengejar bir.

Pakaian tradisional Bavaria

Kalau di dalam tenda tidak ada tempat, pengunjung bisa ke Biergarten dari lokal yang bersangkutan. Itu merupakan tempat terbuka, tidak harus taman, dimana orang juga bisa duduk-duduk santai sambil ngobrol dan minum bir. Alternatif dari itu, ada namanya Oide Wiesn. Itu merupakan suatu daerah kecil di dalam Oktoberfest, yang biasanya tidak seramai daerah lain. Harga bir juga lebih murah, tapi pengunjung butuh tiket khusus untuk masuk ke Oide Wiesn.

 

Selain minum bir bersama teman-teman dan pengunjung lain, banyak jajanan khas, serta wahana permainan yang bisa dicoba. Ada merry-go-round, Ferris wheel, roller coaster, dll. Ada kios-kios yang menjual snack ringan, kue, boneka, souvenir, dan pakaian khas tradisional Bavaria. Kalau teman-teman tertarik membeli, harganya bervariasi dari puluhan hingga ratusan Euro.

Suasana malam Oktoberfest

Festival yang lamanya dua minggu ini punya tema tiap harinya. Tergantung hari, pengunjung bisa dapat korting harga, konser, perarakan, atraksi, dll. Omong‑omong kalau kalian berpikir, semuanya harus tentang bir sewaktu Oktoberfest, semua pengunjung sebenarnya juga bisa memesan minuman non-alkohol di setiap tenda seperti softdrink, jus, dll. Jadi, kalau pergi ke Oktoberfest, tidak berart harus pulang dalam keadaan mabuk.

 

Berminat untuk mengunjungi Oktoberfest? Ada beberapa informasi penting yang harus kalian perhatikan. Yang pertama, bagaimana cara pergi ke Munich? Karena Munich adalah salah satu kota besar di Jerman dan juga jadi tujuan banyak turis, transportasi menuju ke Munich sangat gampang. Pertama, bagi kalian yang berasal dari luar Jerman atau luar Eropa, pakai pesawat adalah solusinya. Via laman pencari tiket termurah ke Munich bisa langsung kalian genggam. Kedua, bagi kalian yang berasal dari dalam Jerman atau negara dekat Jerman seperti Austria, Italia, Ceko, Polandia, Swiss dan sekitarnya, bis dan kereta bisa jadi pilihan. Kunjungi laman penyedia jasa bus seperti flixbus.com atau goeuro.com dan laman penyedia jasa kereta seperti bahn.de atau ltur.de untuk mendapatkan tiket menuju ke Munich dengan harga lebih terjangkau daripada sang burung besi. Terakhir, sebuah moda transportasi yang jarang dilirik ataupun diketahui kawan di luar Jerman, mitfahren (nebeng). Melalui laman blablacar.de kita bisa menemukan orang yang menuju ke Munich pada tanggal tertentu dengan tarif tertentu lalu tinggal kontak orang tersebut untuk nebeng. Opsi ini akan sangat baik untuk kalian yang ingin merasakan sensasi lewat Autobahn tanpa batas kecepatan dan kesempatan ngobrol langsung dengan orang lokal, walau kebanyakan harus berbahasa Jerman.

 

Setelah sampai Munich, bingung mau tinggal di mana? Jangan takut, hostel maupun hotel bertebaran di Munich, mulai dari kelas melati sampai bintang lima semua ada sesuai budget kalian. Kunjungi laman aohostels.com dan jugendherberge.de untuk menemukan penawaran tempat tinggal murah di Munich, atau hubungi kawan kawan di Munich siapa tahu bisa memberikan penginapan secara murah.

 

Sudah sampai Munich, sudah dapat tempat tinggal tapi sekarang lapar? Banyak restoran dengan berbagai jenis masakan serta harga di Munich, sesuai dengan selera kalian. Mau makanan khas Bavaria lengkap dengan birnya? Kunjungi Lowenbräukeller di Stiglmaierplatz. Mau makanan halal? Kunjungi Antep Sofrasi atau Sara Restaurant di sekitaran Hauptbahnhof. Sayang Munich tidak punya kebab yang bisa dibanggakan seperti Berlin, tapi kami punya Currywurst halal di PommesFreunde, tersedia di Karlsplatz dan Pasing, cukup bilang saja mau Wurst halal, mereka pasti mengerti. Sudah kenyang? Waktunya keliling Munich dan menikmati perjalanan menggunakan sistem transportasi umum terbaik se-Jerman. Jangan lupa, rencanakan keberangkatan sedari jauh-jauh hari karena masa Oktoberfest merupakan masa paling susah mencari tiket ke dan penginapan di Munich. Tilik laman muenchen.de untuk informasi lebih lanjut tentang Munich, dan apabila ada pertanyaan bisa kontak PPI München di facebook.com/PPI.Muenchen.

Teman-teman PPI München di event Oktoberfest

Profil Penulis:
Rifki Surya adalah seorang mahasiswa Master Chemical Engineering di TU München, yang menjadi Ketua Divisi Hubungan Masyarakat PPI München periode 2017.

Zulfikar Adlan Nadzir adalah seorang mahasiswa Master ESPACE di TU München, sedang menjadi Ketua PPI München periode 2017.

Simposium Internasional Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) Dunia tahun ini dihelat di University of Warwick, United Kingdom. Simposium tahunan PPI Dunia tersebut berlangsung dari tanggal 24 Juli hingga 26 Juli 2017. Simposium kali ini mengusung sebuah tema “Accelerating Indonesia’s National Potential Towards 2030”.

 

Pembukaan

Perhelatan ini dibuka dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan sambutan dari Prof. Christine Ennew, Alanda Kariza sebagai Ketua PPI UK, dan Intan Irani sebagai Koordinator PPI Dunia 2016/2017. Acara kemudian dilanjutkan dengan Keynote Speech oleh Richard Graham MP (UK Trade Envoy to Indonesia and Chairman of Indonesia All Party Parliamentary Group) yang dapat dibaca lebih lanjut di sini. Setelah pembukaan dan kata sambutan, acara dilanjutkan dengan diskusi panel.

 

Diskusi Panel

Pada hari pertama terdapat tiga sesi panel diskusi yang diawali oleh panel diskusi utama dengan tema “How can Indonesia's budding creative industry & entrepreneurship solidify Indonesia's creative economy?” Panel diskusi ini dibawakan oleh Prof. Dr. T.A Fauzi Soleiman, Didiet Maulana, dan Dian Pelangi.

Kemudian dilanjutkan dengan 3 panel diskusi secara paralel, yaitu mengenai:

  1. Entrepreneurship oleh Handry Satriago, Kusumo Martanto, dan Nancy Margried
  2. Development oleh Tri Rismaharini, Hiramsyah S. Thaib, dan Budiman Sudjatmiko
  3. Literature & Publishing oleh Andrea Hirata, Khairani Barokka, dan Dewi Laila

Terakhir adalah 4 panel diskusi secara paralel yang membahas mengenai:

  1. Fashion oleh Dian Pelangi, Ria Miranda, dan Elidawati
  2. Government & Politics oleh Yanuar Nugroho, Adam Tyson, dan Arief Zulkifli
  3. Education oleh Eka Simanjuntak, George Saa, Najelaa Shihab, dan Analisa Widyaningrum
  4. Financial Services oleh Endy Dwi Tjahjono, Destry Damayanti, dan Professor Mohammed Abdel-Haq

Seminar Indonesian Scholar International Convention (ISIC)

Seluruh peserta menghadiri seminar yang dibawakan oleh public figure serta pemerintah Indonesia. Sudirman Said yang merupakan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral menyampaikan topik “Indonesia’s Demographic Boost in 2030.” Kemudian acara dilanjutkan dengan panel diskusi utama dengan topik “How to best prepare Indonesia’s Young Generation for 2030 Demographic Boost?” yang dibawakan oleh Handry Satriago (CEO daari GE Indonesia), Dr. TGH. Muhammad Zainul Majdi, M.A (Gubernur Nusa Tenggara Barat), Dr. David Johnson (Reader in Comparative and International Education University of Oxford).

Rapat Tahunan PPI Dunia

Sebagai permusyawaratan tertinggi PPI Dunia, Simposium Internasional ini tidak hanya menjadi wadah berkumpulnya anggota delegasi dari berbagai PPI Negara untuk bersilaturahmi dan menghadiri diskusi-diskusi panel. Tetapi juga merupakan tempat untuk mahasiswa-mahasiswi Indonesia tersebut bertukar pikiran dan mengkontribusikan pengetahuan mereka untuk menghasilkan butir-butir rekomendasi Simposium Internasional PPI Dunia.

Sidang internal yang merupakan agenda utama Simposium Internasional PPI Dunia berlangsung pada tanggal 25 hingga 26 Juli 2017. Sidang yang dilaksanakan pada pukul 09.30 – 00.00 ini dihadiri oleh 27 PPI Negara. Sidang ini dibagi menjadi 8 pleno dan dipimpin oleh 3 orang pimpinan sidang, yaitu Nazlatan Ukhra Kasuba (PPI Malaysia), Muhammad Iksan Kiat (PERMIRA Rusia), dan Bahesty Zahra (PPI Iran).

Dalam sidang tersebut, telah dilakukan pengesahan amandemen AD/ART PPI Dunia yang selama ini dirancang oleh Tim Ad Hoc AD/ART PPI Dunia. Laporan Pertanggungjawaban Dewan Presidium PPI Dunia 2016/2017 juga diterima oleh para delegasi PPI Negara tanpa syarat. Setelah itu, sidang dilanjutkan dengan pembahasan rekomendasi program kerja untuk kepengurusan PPI Dunia periode selanjutnya. Para anggota delegasi PPI Negara dibagi menjadi 4 komisi dan melakukan diskusi per kelompok. Komisi-komisi tersebut adalah:

  1. Komisi Pendidikan, dipimpin oleh Pandu Utama Manggala (PPI Jepang);
  2. Komisi Sosial dan budaya, dipimpin oleh Muhammad Dhafi Iskandar (PPI Perancis);
  3. Komisi Ekonomi, dipimpin oleh Dianna Priscyla Kusuma Dewi (PPI Swiss); dan
  4. Komisi Teknologi Digital, dipimpin oleh Masduki Khamdan Muchamad (PPI Malaysia).

Setelah selesai dengan diskusi komisi, sidang pada tanggal 25 Juli 2017 tersebut ditutup. Sidang kemudian dilanjutkan pada hari selanjutnya yang membahas tentang pemilihan Dewan Presidium PPI Dunia untuk periode selanjutnya, 2017/2018. Setelah diskusi yang intens, akhirnya terpilih susunan Dewan Presidium 2017/2018 sebagai berikut:

 

Dan Tuan Rumah Penyelenggara Simposium PPI Dunia Periode 2017/2018 sebagai berikut:

Terakhir, sidang diakhiri dengan pengesahan hasil diskusi komisi yang dilakukan pada hari sebelumnya. PPI Dunia melahirkan gagasan untuk Indonesia.

Diskusi per komisi tersebut menghasilkan Rekomendasi Simposium Internasional PPI Dunia sebagai berikut:

 

KOMISI PENDIDIKAN

  1. Memfokuskan pada kajian isu perbaikan kualitas dan profesionalisme guru serta manajemen tata kelola pendidikan.
  2. Program konkret yang dapat dilakukan Antara lain adalah dengan mengadakan kegiatan studi banding dan pelatihan guru serta kepala sekolah dari daerah di Indonesia ke luar negeri. Mitra utama yang dapat dirangkul untuk program ini antara lain adalah Cerdas Digital, Ruang Guru dan dapat menggunakan platform Pesta Pendidikan.

KOMISI SOSIAL BUDAYA

  1. Mendukung program pengembangan destinasi wisata dari Kementrian Pariwisata RI, dan bekerjasama dengan sebaik-baiknya untuk memperkenalkan destinasi pariwisata di daerah-daerah Indonesia.
  2. Bekerja sama dengan Kementerian Pariwisata RI dalam penyediaan konten, jaringan promosi, serta hal-hal lainnya untuk meningkatkan kualitas acara-acara budaya yang akan dilaksanakan oleh masing-masing PPI Kota, Negara dan/atau kawasan.
  3. Bersinergi dengan komunitas lokal untuk mengadakan kegiatan budaya yang menonjolkan karakteristik dan kearifan budaya setempat. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk menjangkau komunitas lokal tersebut adalah dengan menyebarkan angket dan sayembara. PPI Dunia berkomitmen untuk menjadi mentor bagi para komunitas lokal ini mengembangkan keterampilannya.
  4. Membuat kajian advokasi isu kemanusiaan baik di tanah air maupun isu HAM di luar negeri seperti Palestina dan negara lain yang dianggap perlu, dengan merangkul berbagai kalangan dan pakar.

 

KOMISI EKONOMI

  1. Rencana aksi yang bersifat internal
    • PPI Dunia menjadi Duta pariwisata Indonesia di masing masing Negara.
    • PPI Dunia menjadi Duta ekonomi kreatif di masing masing Negara
    • PPI Dunia berusaha membangun kerjasama multidisiplin untuk mengembangkan perekonomian kreatif Indonesia
  1. Rencana aksi yang bersifat eksternal
    • Pengembangan ekonomi pariwisata di Indonesia
    • Pengembangan ekonomi syariah di Indonesia
    • Kajian terkait pembangkit listrik dan pengembangan energi terbarukan
    • Kajian terkait diversifikasi industri agar Indonesia tidak terlalu tergantung kepada ekspor sumber daya alam
    • Peningkatan kapasitas SDM Indonesia sebagai salah satu upaya optimalisasi penggunaan minyak, gas dan hasil tambang nasional

 

KOMISI TEKNOLOGI DAN DIGITAL

  1. Mengkaji kebijakan pemerintah dan komparasi studi dengan negara lain yang lebih unggul dalam pengguaan fintech, kajian ini akan dikaji dalam beberapa sub topik:
    • Regulasi E-Commerce: Kajian regulasi e-commerce sehingga dapat membangun lingkungan yang kondusif bagi para pemuda penggiat start up.
    • Security: Kajian mengenai cyber security sangat penting, terutama bagaimana cara meningkatkan kesadaran diri akan pentingnya privacy dan information security
    • Digital Currency: Penggunaan mata uang digital (bitcoin) akan semakin masif, sehingga dibutuhkan kajian untuk dapat membangun lingkungan yang sesuai dengan karakteristiknya sekaligus mencegah penyalahgunaannya.

 

Respected Professors/Students/Scholars,

 

International Conference on Multidisciplinary Academic (ICMA 2017) will be held in Malaysia on 13 May 2017. This conference organized by PPI Univeristi Kebangsaan Malaysia.
We welcome various disciplines' papers from academies, NGOs, and researcher. This occasion as opportunity to share and enhance the knowledge among speaker and participants.

 

Submit your abstract soon to participate in this international, interdisciplinary and inter cultural event.
**Location: Swiss garden Hotel, Kuala Lumpur

**Dates: Saturday, May 13 2017

**Initial Abstract Submission Deadline: March 18, 2017

**Early Bird Registration Deadline: March 18, 2017
To find out about conference events and more, please visit the conference website: http://www.icma2017.ppiukm.org/
The selected papers have a possibility to publish in journals (subject for additional fee):
** IJASEIT, for Advanced Science, Engineering and Information Technology, Indexed by Scopus,http://ijaseit.insightsociety.org/

** JEBAT, for History, Politics & Strategic Studies,http://ejournal.ukm.my/jebat/, Indexed by EBSO, DOAJ
We are in progress to approach some journals to cover other disciplines.

Kajian online ke-2 Forum Tim Kajian Papua (FTKP) yang berlangsung pada hari minggu, 19 Februari 2017 dari pukul 20.00-22.00 WIB membahas mengenai peranan dan pengembangan transportasi di Bumi Cendrawasih. Kajian online ini dibawakan oleh Yanuar Muhammad Najih yang merupakan wakil kepala Bidang Media Center & IT TKP PPI Dunia.

Yanuar Muhammad Najih sedang menempuh pendidikan master di bidang Railway System Engineering. Yanuar Muhammad Najih didampingi oleh moderator yang juga berasal dari bidang Media Center & IT yaitu Yogi Lasril, seorang mahasiswa Teknik Perencanaan Wilayah Kota. Notulen berasal dari bidang Pengkajian dan Penelitian yaitu Eni Iswati, seorang mahasiswa Kesehatan Masyarakat. Berikut ini adalah penjelasan dari isi kajian online tersebut.

Penduduk Papua sebagian besar tinggal di daerah pegunungan. Daerah pegunungan merupakan daerah dengan kesenjangan yang paling tinggi khususnya dalam hal harga komoditas sehingga kesejahteraan di Papua masih belum terwujud. Kesejahteraan di Papua salah satunya dipengaruhi oleh transportasi. Transportasi yang tersedia di Papua hanya berupa transportasi jalan dan pesawat. Kondisi transportasi jalan di Papua pun kurang baik akibat drainase yang tidak dibagun secara baik. Sementara itu, pesawat merupakan transportasi yang dianggap sudah biasa di Papua. Distribusi barang yang sering dilakukan menggunakan pesawat menyebabkan tingginya harga barang. Oleh karena itu, diperlukan transportasi yang efektif dan efisien dalam pendistribusian barang.

Pemerintah memiliki 3 rencana dalam pembangunan transportasi di Papua yaitu pembangunan pelabuhan sebagai turunan dari tol laut, jalan Trans Papua dan Kereta. Berdasarkan karakteristik wilayah Papua maka transportasi yang paling sesuai adalah kereta barang. Kontur yang berbukit tidak selamanya menjadi tantangan karena di negara lain seperti UK, India dan Swiss dapat dibangun transportasi kereta barang dan bukan tidak mungkin nantinya Pupua akan memiliki transportasi kereta barang yang akan menjangkau ke seluruh wilayah dan terintegrasi dengan tol laut dan Trans Papua.

Notulensi selengkapnya dapat diunduh pada tautan berikut: Notulensi Kajian Online ke-2 TKP

Liputan Italia, Cosenza, 11 Mei 2016 – Indonesia patut berbangga karna putra putri terbaiknya mampu bersaing dalam kompetisi musik Filadelfia tahun ini. Indonesia diwakili oleh 6 mahasiswa yang keseluruhannya berpartisipasi dalam kategori gitar klasik.

Mereka adalah Roby Handoyo, Adi Suprayogi, Vaizal Andrians, dan Gita Puspita Asri, tergabung dalam kelompok gitar kuartet “Nocturnal”, sedangkan kelompok berikutnya, “Duo Poeticos”, terdiri dari dua mahasiswa Indonesia lain, yakni Birul Walidaini dan Bagus Mardian, yang saat ini sedang menyelesaikan studinya di Università della Calabria (UNICAL) Italia.

Dari keenam partisipan yang ikut serta dalam kompetisi yang diikuti oleh 27 negara ini, Indonesia berhasil menguasai perlombaan di kelas Chamber Music kategori D dengan membawa dua prestasi membanggakan. Juara pertama kategori ini diraih tim guitar kuartet “Nocturnal" asal Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), sedangkan peringkat ketiga, di kategori yang sama, juga berhasil diperoleh duet “Due Poeticos”. Tambahan pencapaian tim Indonesia juga disempurnakan oleh Roby Handoyo yang turun di kelas Classical Guitar kategori Solo, dengan menyabet peringkat kedua di kategori tersebut.

CALABRIA 4

Septian Hadi, selaku perwakilan delegasi, mengaku sangat puas dengan pencapaian tim Indonesia secara keseluruhan. “Dengan kondisi bahwa seluruh anggota tim hanya terdiri dari mahasiswa, dan fasilitas serta instrumen peserta dari negara lain yang jauh lebih mumpuni, prestasi delegasi tahun ini kami dapat katakan melebihi harapan. Apresiasi atas keikutsertaan dan prestasi tim Indonesia datang dari pengunjung serta para peserta lainnya. Sebagai satu – satunya tim dari Asia Tenggara, Indonesia telah menunjukkan kepiawaian dan potensinya di kancah musik klasik mancanegara,” terang koordinator hubungan eksternal & internasional Perhimpunan Pelajar Indonesia di Calabria (PPI Calabria), tersebut.

Concorso Musicale Europeo tahun ini merupakan kompetisi kali kedelapan yang diselenggarakan oleh Associazione Musicale Melody bekerja sama pemerintah Città di Filadelfia. Selain Indonesia dan Italia sebagai tuan rumah, delegasi dari Meksiko, Finlandia, Polandia, Rusia, Amerika Serikat, Serbia, Bosnia, Lituania, Latvia, Spanyol. Belanda, Prancis, Jerman, Swiss, Belgia, Jepang, Korea Selatan, Republik Rakyat Tiongkok, Ukraina, Belarusia, Yunani, Norwegia, Estonia, Kroasia, dan Slovakia juga turut ikut berpartisipasi dalam kejuaraan ini.

CALABRIA 6

Keikutsertaan Indonesia di kompetisi musik dunia selanjutnya diharapkan akan semakin serius dengan persiapan yang lebih matang. Berikut penjelasan salah seorang peserta dalam format tanya-jawab yang telah kami rangkum beserta hasil lengkap dari keikutsertaan tim Indonesia dalam Concorso Musicale Europeo 2016 :

Bagaimana kamu bisa mengikuti perlombaan ini?

Pada dasarnya kami sudah mengikuti kompetisi ini pada tahun 2013 bersama Quartet Guitar “Sforzando,” dan meraih juara yang sama yaitu juara 3 kategori Chamber Musica “Stanislao Giacomantonio” di Cosenza, Italia

Sebagai pelajar Indonesia di Italia bisa menang pertandingan internasional seperti ini bagaimana perasaan kamu?

Kami senang sekali, di sela-sela padatnya jadwal perkuliahan, kami bisa menyempatkan waktu untuk berlatih bersama. Pada hari pelaksanaan kompetisi dengan persiapan yang ada, kami dapat menyelesaikan dan mendapatkan juara 3 kategori D Chamber Music, sesuatu hal yang menurut kami "di luar ekspektasi" mengingat peserta dari berbagai negara memiliki kapasitas yang luar biasa. Kami menyambut Ini adalah "hadiah" dari jerih payah kami, karena tidak ada kata-kata yang bisa mewakili seberapa besar rasa puas dan kegembiraan kita saat itu.

Apa rencana kamu selanjutnya setelah kemenangan ini?

Kami akan tetap berlatih untuk lebih mematangkan materi dan repertoar kami, untuk lebih baik kedepannya.

Di Indonesia asal dari mana dan sudah berapa lama belajar musik di Italia? Beasiswa atau biaya sendiri? Di kampus mana?

Saat ini kami mengambil dua gelar master pada 2 institusi, yaitu :

Birul Walidaini, asal Kediri Jawa Timur. Mahasiswa tahun kedua magistrale di Universita della Calabria jurusan "History of Art" (beasiswa), selain itu juga tercatat sebagai mahasiswa tahun kedua magistrale di conservatorio di musica "Stanislao Giacomantonio" di Cosenza, Italia Jurusan Classical guitar performance (non beasiswa).

Mardian Bagus Prakosa, asal Temanggung Jawa Tengah. Mahasiswa tahun pertama magistrale di Universita della Calabria jurusan "History of Art" (Beasiswa), selain itu juga tercatat sebagai mahasiswa tahun pertama magistrale di conservatorio di musica "Stanislao Giacomantonio" di Cosenza, Italia Jurusan Classical guitar performance (non beasiswa).

Pertanyaan Panitia

1. Dari mana ide pertandingan ini muncul? apakah sudah sering di Italia membuat event pertandingan musik internasional?

Kompetisi ini adalah kali ketujuh yang rutin diadakan setiap tahun dengan dukungan dari komisi eropa. Sebagai parameter perkembangan musik klasik di dunia.

2. Ada berapa peserta yang ikut dan background peserta apakah ada yg non mahasiswa?

Tahun ini tercatat 26 negara. Tidak hanya mahasiswa musik, Melainkan juga dosen dan profesor musik.

3. Bagaimana pandangan anda tentang pelajar Indonesia di Italia khususnya palajar musik?

Luar biasa, kami kagum orang asia bisa membawakan musik eropa dengan baik dan maksimal.

CALABRIA

Hasil lengkap dari keikutsertaan tim Indonesia dalam Concorso Musicale Europeo 2016:

1. Nocturnal Guitar Quartet (UNY) - Roby Handoyo, Adi Suprayogi, Vaizal Andrians, dan Gita Puspita Asri: Juara 1 kelas Chamber Music kategori D.

2. Due Poeticos (UNICAL) – Birul Walidaini dan Bagus Mardian: Peringkat 3 kelas Chamber Music kategori D.

3. Roby Handoyo (UNY) – Peringkat 2 kelas Classical Guitar kategori Solo. (Red. IMA, Editor. Dafi)

Copyright © 2021 PPI Dunia
All rights reserved
Mayapada Tower 1, Lt.19, Jl. Jend. Sudirman, Kav. 28
Jakarta Selatan 12920