logo ppid

Liputan Jakarta, Perwakilan Perhimpunan Pelajar Indonesia se-Dunia (PPI Dunia) berpartisipasi dalam Diplomatic Forum: The Role of Media in Creating Peaceful World (Peran Media Menciptakan Dunia yang Damai) yang diadakan oleh Radio Republic Indonesia (RRI) World Service of Indonesia pada tanggal 7 September 2016. Acara yang membahas isu internasional tersebut bertempat di salah satu ruangan gedung RRI Jakarta, yaitu di Auditorium Yusuf Ronodipuro LPP RRI.

Perwakilan PPI Dunia yang turut hadir adalah Intan Irani Puspita Santi yang merupakan koordinator PPI Dunia. Selain itu juga hadir perwakilan mahasiswa Indonesia yang belajar di luar negeri yaitu Muammar Kadafi dari Tunisia, Adam Dwi Baskoro dari Mesir, dan Imam Khairul Annas dari Saudi Arabia.

Talk Show berbahasa Inggris ini membahas mengenai banyaknya konflik di luar maupun dalam negeri dan melibatkan kalangan diplomat, pemerintah, lembaga masyarakat serta berbagai kalangan terkait. Berdasarkan laporan Indeks Perdamaian Dunia 2016, diketahui bahwa perdamaian dunia memburuk selama satu dekade belakangan. Penyebab utamanya ialah meningkatnya terorisme dan tingkat ketidakstabilan politik yang tinggi.

20160906_125714RRI World Service of Indonesia selaku lembaga penyiaran publik mengangkat tema bahwa peran media sangat penting dalam menciptakan perdamaian dunia. Kepala Stasiun Siaran Luar Negeri LPP RRI Eddy Sukmana menjelaskan bahwa menyuarakan perdamaian ke seluruh pelosok dunia merupakan salah satu upaya yang dapat dilakukan media penyiaran untuk menekan terjadinya konflik. “Media penyiaran juga bertanggung jawab untuk menjadi jembatan penengah dan mengakhiri konflik terjadi,” jelas Eddy Sukmana.

Acara yang berlangsung dari jam 11.00-13.30 WIB ini dihadir oleh pembicara dari berbagai kalangan khususnya diplomat dan penyiaran. Diantaranya Duta Besar Rusia untuk Indonesia Mikhail Galuzin, Pemred Harian Republika Irfan Junaidi, Ketua Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia Mayong Suryo Laksono, Ketua Federasi Jurnalis ASEAN Bob Iskandar.

Setelah acara selesai, perwakilan PPI Dunia melakukan pertemuan dengan pihak RRI. Selama ini PPI Dunia memiliki kerjasama dengan RRI di bidang siaran, yaitu siaran Youth Forum oleh RRI Voice of Indonesia dan siaran Kampung Halaman oleh RRI Pro3. Pertemuan kali ini membahas mengenai tema, teknis siaran, komunikasi, serta publikasi. "Kami harap RRI dapat menjadi wadah bagi PPI Dunia untuk memublikasikan kegiatan serta prestasi pelajar Indonesia yang berada di luar negara," kata Intan. (Red, adam / Ed, pw)

FullSizeRender

Jakarta, Minggu 26/6/16 lalu PPI Dunia sukses menggelar acara silaturahmi dan buka puasa di kantor Radio Republik Indonesia (RRI) Jakarta. Acara ini dihadiri oleh mantan koordinator PPI Dunia Ahmad Almaududy Amri periode 2014 - 2015, Ketua PPI rkrki, Ketua PPMI Saudi Arabia, Ketua PPI Italia, Koordinator Biro Pers PPI Dunia, Alumni PPI dunia dari berbagai kawasan dan Perwakilan BEM di Indonesia.

Acara Silaturahmi ini diawali dengan kata sambutan yang disampaikan oleh Koordinator Biro Pers PPI Dunia 2015 - 2016 Dewi Anggrayni. Menurutnya, acara ini digelar bertujuan untuk menguatkan silahturahmi PPI Dunia dengan PPI Negara, alumni dan juga Dewan Presidium yang selama ini melakukan komunikasi dan koordinasi melalui media sosial saja.

"Silaturahmi ini bertujuan untuk menguatkan hubungan PPI Dunia dengan PPI negara, alumni dan juga Dewan Presidium. Selama ini komunikasi dan koordinasi dilakukan by online dan saat inilah moment yang pas untuk berkumpul untuk lebih mengenal satu sama lain, dan kenapa di RRI, karena RRI telah menjadi mitra selama beberapa tahun terakhir memublikasikan aktifitas PPI Negara anggota PPI Dunia," ucap Dewi.

Rangkaian kegiatan silahturahmi dimulai dengan sosialisasi simposium internasional yang akan berlangsung juli mendatang oleh perwakilan panitia SI Cairo, Ahmad Bayhaki.

"Pertemuan yang sangat bermanfaat dan mendambah ilmu. Acara seperti ini dipertahankan dan lebih diaktifkan lagi forum diskusinya," Ucap Bayhaki.

Live ON AIR

Acara buka puasa ini juga disiarkan langsung melalui siaran Kampung Halaman RRI yang diisi oleh perwakilan Dewan Presidum periode 2015-2016 Imam Khairul Annas dan Dewi Anggrayni, Dhafi Iskandar Alumni PPI Dunia dan perwakilan PPI Negara Intan Irani PPI Italia, Padma Nabhan PPI India, Ahmad Bayhaqi Maskum PPMI Mesir.

Selanjutnya perwakilan alumni mengisi acara dengan bedah buku yang berjudul “Dari Kami untuk Negeri”. Buku karya Dewan Presidium PPI Dunia periode 2014 - 2015 ini dipaparkan singkat oleh Ahmad AlMaududy Amri.

"Buku ini berawal dari simposium di Jepang pada tahun 2014, kami dari perwakilan PPI Dunia berinisiatif untuk menuliskan kisah kami selama berkuliah di luar negeri sebagai kontribusi untuk bangsa untuk menyemangati teman-teman di Indonesia yang ingin berkuliah di luar negeri," jelas Dudy.

Dudy juga memaparkan dengan singkat isi dari buku "Dari Kami untuk Negeri" yang mengisahkan pengalaman mahasiswa Indonesia yang berkuliah di luar negeri dan juga berorganisasi di waktu yang bersamaan.

"Kami mengisahkan pengalaman organisasi, tantangan kehidupan di luar, kejadian-kejadian mahasiwa indonesia di luar negeri juga tantangan perkuliahan," tutur Dudy.

Setelah pemaparan singkat oleh Dudy, acara dilanjutkan dengan bedah buku dari salah satu teman alumni PPI Dunia yang berjudul “Merangkul Beruang Merah.”

Buku Merangkul Beruang Merah mengisahkan perjalanan hidup penulis, Ade Irma Elvira tentang proses perkuliahan beliau di Rusia dimulai dari memohon restu orang tua hingga tantangan ekonomi juga akademiknya di Rusia.

"Buku ini menceritakan tentang pengalaman saya selama di Rusia, di kota Moskow yang penuh tantangan. Harapannya semoga buku ini nantinya bisa di-film kan agar dapat memotivasi dan menyemangati pemuda Indonesia untuk melanjutkan studinya," jelas Ade.

Penulis juga menambahkan kata mutiara yang ia sampaikan untuk pembaca

"Halangan dan rintangan bukanlah hal yang membatasi diri kita untuk maju"

1

Acara dilanjutkan dengan tausiah dari perwakilan PPMI Saudi Arabia , Abudzar Mandaili hingga azdan Maghrib berkumandang. Kemudian, perkenalan dari setiap peserta dan diskusi mengenai situasi terkini di Turki pasca ledakan bom di Turki. Azwir juga menggambarkan situasi singkat kehidupan mahasiswa Indonesia di Turki. Azwir, ketua PPI turki menyampaikan harapannya mengenai situasi yang sedang terjadi di sana.

"Kami memohon doa kepada teman-teman PPI Dunia, agar situasi Turki tetap stabil dan aman. Juga teman kita yang tempo hari ditangkap cepat selesai proses hukumnya," jelas Azwir.

Acara ini ditutup dengan pembahasan singkat Simposium Internasional yang akan dilaksanakan di Cairo pada tanggal 24 – 28 Juli mendatang. Besar harapan peserta juga agar acara seperti ini dapat terus dilaksanakan. (Red, Nazla, Editor, dw/df)

*Siaran tersebut bisa langsung didengarkan melalui media player di bawah ini:

⁠⁠⁠⁠

Estonia, Teknologi advanced manufacture forming merupakan teknologi perangkat kemiliteran yang mulai berkembang semenjak zaman revolusi industri sampai era-milenium. Berkembangnya teknologi memberikan peluang untuk meningkatnya kwalitas perangkat kemiliteran.

Agus Pramono Pelajar asal Indonesia di Tallinn Institute of Technology Estonia saat ini sedang fokus melakukan kajian pengembangan teknologi kemiliteran ini. Candidate PhD mechanical enginering ini berpendapat, pengembangan teknologi perangkat kemiliteran mulai berevolusi ketika ditemukanya teknologi tekanan tinggi oleh ilmuwan Russia Vladimir Segal pada tahun 1980-an yang dikenal dengan Equal Channel Angular Extrusion (ECAE).

Pada tahun 1990-an Ilmuwan Russia lainnya, Ruslan Z. Valiev menyempurnakan dan menerapkannya pada industri dengan nama Equal Channel Angular Pressing (ECAP) hingga menjadi produk perangkat militer dari senjata maupun peralatan kendaraan tempur.

Teknologi ini merupakan revolusi teknologi yang telah menyempurnakan teknologi konvensional seperti proses tempa, rolling, ekstrusi maupun drawing. Sedangkan teknologi lain Self-propagating High-temperature synthesis (SHS) yang dikembangkan oleh Alexander Merzhanov untuk melengkapi teknologi pada aplikasi yang mengarah ke aplikasi senjata dan mesiu.

Military Application

Military Application

Selain untuk Aplikasi perangkat kemiliteran di Eropa perusahaan seperti Metallicum telah mengkhususkan diri dalam logam berstruktur nano. Saat ini teridentifikasi lebih dari 100 pasar khusus untuk nano-metals dalam bidang aerospace, transportasi, peralatan medis, pengolahan produk olahraga, makanan dan bahan kimia serta bahan bahan piranti elektronik.

Menurut Agus, pada penghujung akhir tahun 1999 ilmuwan Jepang Nobuhiro Tsuji mengembangkan teknologi advanced manufacture forming serupa yaitu metode Accumulative Roll Bonding (ARB), Teknologi ini lebih efektif dan efisien karena tidak membutuhkan perangkat dan cetakan yang mahal.

“Aplikasi dari teknologi ARB lebih mengarah pada spare part body tank, pesawat tempur maupun kendaraan lapis baja berkekuatan tinggi, pada eksperimen terakhirnya,” jelas Agus yang juga merupakan ketua Persatuan Pelajar Indonesia (PPI) di negara tempat Ia belajar.

Dalam temuannya Tsuji telah menggunakan bahan aluminium dan baja, hanya saja teknologi ini masih memiliki keterbatasan. Untuk menghasilkan kekuatan tinggi maka proses harus dilakukan berulang bahkan sampai puluhan kali.

Penemuan teknologi perangkat kemiliteran oleh Tsuji masih menggunakan bahan logam aluminium dan sejenisnya. Cara kerjanya dengan pengulangan roll mencapai 10 kali sedangkan untuk bahan baja industri pengulangan mencapai 16 kali.

Pada tahun 2015 Agus melalui research-nya dengan metode Repetitive Press-Roll Forming (RPRF). Cara kerja metode RPRF tidak memerlukan pengulangan hingga berulang kali.

Agus yang juga merupakan Staf Pengajar di Fakultas Teknik Metalurgi Universitas Tirtayasa Banten ini sudah banyak melakukan eksperimen tentang pengembangan teknologi mulai dari ECAE, ECAP, SHS maupun ARB.

Application of SPD

“Ide RPRF diawali dari keterbatasan proses pada eksperimen ECAP, ARB dan SHS. Untuk menghasilkan kekuatan tinggi diperlukan penekanan maupun laluan siklus ekstrusi ataupun rolling berkali-kali, dengan menggunakan multiple aksial-pressing, perangkat mesin RPRF mampu mensintesa bahan logam dan komposit,” jelas pria yang hobi bermain musik ini.

Hasil dari Rancangan alat RPRF ini telah dipresentasikan di beberapa kegiatan Persatuan Pelajar Indonesia di Eropa dan Russia, diantaranya; di Helsinki pada 24 Januari 2015 dalam Forum Berbagi Ilmu yang ditayangkan secara on-line oleh PPI Finlandia, Simposium PPI Kawasan Amerika dan Eropa di Moscow, Rusia.

Menurut Agus, Indonesia perlu menetapkan secara jelas standarisasi, spesifikasi, dan perangkat kemiliteran sesuai dengan sektor pertahanan (darat, laut dan udara). Selain itu, kecakapan personil TNI berupa keahlian dalam perangkat kemiliteran perlu dimaksimalkan lagi.

Gus Pram sapaan ketua PPI Estonia ini tidak asing bagi rekan-rekan Perhimpunan Mahasiswa Indonesia di Rusia (PERMIRA) karena disela sela kesibukannya sebagai mahasiswa doktoral dan sebagai ketua PPI di Estonia, Gus Pram cukup aktif mengisi kegiatan-kegiatan PERMIRA.

Nordic-Baltic Simposium

Nordic-Baltic Simposium

Materi terkait teknologi hasil inovasi teknologi RPRF juga pernah disampaikan pada Konferensi Persatuan Pelajar Indonesia Nordik Baltik di Stockholm yang diselenggarakan oleh PPI Swedia pada 5 Desember 2015 lalu.

Dalam pemaparannya Gus Pram berharap agar Indonesia juga menerapkan metode RPRF untuk perangkat kemiliteran di semua sektor fabrikasi pembuatan perangkat kemiliteran.

Menurutnya hasil rekomendasi yang pernah dituangkan dalam kesepakatan pelajar-pelajar Amerika-Eropa yang berupa manivesto moskow, dalam penelusuran literaturnya teknologi Advenced Manufacture Forming akan diterapkan oleh Russia dan Negara-negara anggota NATO pada perangkat ALUTSISTA yang mulai diproduksi pada tahun 2020.

“Saya berharap Indonesia bisa menjadi negara pertama yang akan menerapkan teknologi advanced manufacture forming ini,” tutup Agus. (Red.AP, Editor Dewi)

Liputan Rusia, Sabtu (21/05/2016) PERMIRA Moscow sukses menggelar perhelatan budaya terbesar di Moscow yang bertajuk “Pelita Cinta Nusantara”. Acara yang diselenggarakan di salah satu kampus terbaik di Rusia ini disambut hangat oleh para hadirin.

Para hadirin dan tamu undangan yang hadir bukan hanya dari masyarakat Indonesia ataupun Rusia itu sendiri akan tetapi dari berbagai negara turut hadir untuk memeriahkan acara tersebut seperti negara-negara ASEAN seperti Malaysia,Thailand, Myanmar, Vietnam. Sedangkan negra-negara lain di Afrika juga banyak yang hadir seperti Morocco, Ghana, Nigeria, Kenya serta negara-negara di Amerika Latin juga seperti Meksiko, Brazil dan lain-lain.

Tujuan dari acara ini untuk meningkatkan solidaritas di dalam lingkup pelajar Indonesia sendiri sekaligus mengenalkan budaya Indonesia ke penjuru dunia juga meningkatkan solidaritas para pelajar dari berbagai negara yang sedang menempuh studi nya di Rusia untuk bisa menghargai dan meningkatkan pengetahuan masing-masing negara.

Diawali dengan kata sambutan dari Ketua Persatuan Mahasiswa Indonesia di Moscow saudara Garin Yudha Primaditya untuk membuka acara ini dan dilanjut dengan kata sambutan yang disampaikan oleh Bapak Wahid Supriyadi sebagai duta besar Indonesia untuk Rusia.

Bapak Wahid Supriyadi sebagai duta besar Indonesia untuk Rusia

"Saya sangat berterima kasih kepada panitia karena telah menyelenggarakan acara ini dan respon yang diterima juga sangat positif. Acara ini akan lebih sangat berdampak akan hubungan Indonesia dan Rusia itu sendiri dan tentunya negara lainnya. Saya harap kedepannya acara seperti ini akan tetap dilaksanakan di berbagai kota di Rusia,” Ucap Bapak Wahid Supriyadi selaku duta besar Indonesia untuk Rusia.

Acara ini juga ingin menunjukkan kepada semua orang jika Indonesia memang negara yang kaya akan budaya dan memang kental dengan ciri khasnya bahkan tiap kota memiliki budayanya masing-masing, selain daripada itu acara ini turut menampilkan berbagai tarian dari negara-negara lain seperti Turkey, Peru, Sri Lanka dan Cina.

13221150_502303886641507_1298295670090875869_o

Dari berbagai macam tanggapan yang ada salah satunya dari Brenda Eleblu asal Ghana "saya melihat banyak budaya yang berbeda di asia khususnya di Indonesia, itu sangat indah dan acara yg beraneka ragam saya juga memiliki kesempatan untuk memakai baju adat Indonesia dan itu sangat tidak terlupakan,” ucapnya dengan penuh antusias.

Momen bersejarah ini tepat dirayakan setelah diselenggarakannya ASEAN-Russia summit di Sochi Russia pada 19 - 20 Mei kemarin. Pada momen tersebut Indonesia dan Rusia menandatangani 5 kerja sama di ASEAN-Russia summit di berbagai bidang seperti minyak, pariwisata, perkeretaapian, teknologi dan pertahanan. Jadi antusiasme orang-orang juga masih tentang hasil kerja sama kedua pihak dan merupakan salah satu pertemuan terbesar di Rusia juga pada tahun 2016.

13220949_501915983346964_9175927536997276888_n

13221329_502309919974237_7018196680360420985_o

 

 

 

 

 

Acara ini juga dihadiri oleh rombongan pejabat dari provinsi Kalimantan Timur dan Bapak Awang Faroek Ishak selaku gubernur Kalimantan Timur ini memberikan kata sambutannya yang cukup menarik tentang bagaimana hubungan Rusia dan Indonesia. Beliau menekankan tentang hubungan provinsi kalimantan dengan Rusia yang setiap tahun pemerintah Kalimantan memberikan beasiswa sekitar 50 orang per tahun untuk belajar teknik railway agar bisa dijadikan sumber daya manusia yang kompeten dan dapat bersaing jika pulang balik ke kampung halaman.

Bapak Awang Faroek Ishak, Gubernur Kalimantan Timur

“Provinsi Kalimantan dan Rusia akan tetap menjalin kerja sama di bidang pendidikan dan tahun ini Kalimantan berencana mengirim 50 orang lagi untuk belajar teknik railway construction dan acara ini akan lebih memperkenalkan budaya Indonesia di dunia,” Ucap Bapak Awang selaku gubernur Kalimantan Timur.

Project kereta api yang rencana akan selesai pada tahun 2019 di Kalimantan yang merupakan hasil kerja sama kedua negara merupakan alasan pengiriman mahasiswa Indonesia setiap tahunnya untuk belajar bidang tersebut. Tarian dari Ambon, Jawa, Kalimantan, Nusa Tenggara Timur semua ditampilkan dalam acara yang berlangsung selama hampir 9 jam ini. Acara ini berjalan sukses dan merupakan pencapaian terbaik para pelajar Indonesia yang sedang menempuh studi nya di Rusia. (Red. JLU, Editor. Dafi)

Liputan Italia, Cosenza, 11 Mei 2016 – Indonesia patut berbangga karna putra putri terbaiknya mampu bersaing dalam kompetisi musik Filadelfia tahun ini. Indonesia diwakili oleh 6 mahasiswa yang keseluruhannya berpartisipasi dalam kategori gitar klasik.

Mereka adalah Roby Handoyo, Adi Suprayogi, Vaizal Andrians, dan Gita Puspita Asri, tergabung dalam kelompok gitar kuartet “Nocturnal”, sedangkan kelompok berikutnya, “Duo Poeticos”, terdiri dari dua mahasiswa Indonesia lain, yakni Birul Walidaini dan Bagus Mardian, yang saat ini sedang menyelesaikan studinya di Università della Calabria (UNICAL) Italia.

Dari keenam partisipan yang ikut serta dalam kompetisi yang diikuti oleh 27 negara ini, Indonesia berhasil menguasai perlombaan di kelas Chamber Music kategori D dengan membawa dua prestasi membanggakan. Juara pertama kategori ini diraih tim guitar kuartet “Nocturnal" asal Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), sedangkan peringkat ketiga, di kategori yang sama, juga berhasil diperoleh duet “Due Poeticos”. Tambahan pencapaian tim Indonesia juga disempurnakan oleh Roby Handoyo yang turun di kelas Classical Guitar kategori Solo, dengan menyabet peringkat kedua di kategori tersebut.

CALABRIA 4

Septian Hadi, selaku perwakilan delegasi, mengaku sangat puas dengan pencapaian tim Indonesia secara keseluruhan. “Dengan kondisi bahwa seluruh anggota tim hanya terdiri dari mahasiswa, dan fasilitas serta instrumen peserta dari negara lain yang jauh lebih mumpuni, prestasi delegasi tahun ini kami dapat katakan melebihi harapan. Apresiasi atas keikutsertaan dan prestasi tim Indonesia datang dari pengunjung serta para peserta lainnya. Sebagai satu – satunya tim dari Asia Tenggara, Indonesia telah menunjukkan kepiawaian dan potensinya di kancah musik klasik mancanegara,” terang koordinator hubungan eksternal & internasional Perhimpunan Pelajar Indonesia di Calabria (PPI Calabria), tersebut.

Concorso Musicale Europeo tahun ini merupakan kompetisi kali kedelapan yang diselenggarakan oleh Associazione Musicale Melody bekerja sama pemerintah Città di Filadelfia. Selain Indonesia dan Italia sebagai tuan rumah, delegasi dari Meksiko, Finlandia, Polandia, Rusia, Amerika Serikat, Serbia, Bosnia, Lituania, Latvia, Spanyol. Belanda, Prancis, Jerman, Swiss, Belgia, Jepang, Korea Selatan, Republik Rakyat Tiongkok, Ukraina, Belarusia, Yunani, Norwegia, Estonia, Kroasia, dan Slovakia juga turut ikut berpartisipasi dalam kejuaraan ini.

CALABRIA 6

Keikutsertaan Indonesia di kompetisi musik dunia selanjutnya diharapkan akan semakin serius dengan persiapan yang lebih matang. Berikut penjelasan salah seorang peserta dalam format tanya-jawab yang telah kami rangkum beserta hasil lengkap dari keikutsertaan tim Indonesia dalam Concorso Musicale Europeo 2016 :

Bagaimana kamu bisa mengikuti perlombaan ini?

Pada dasarnya kami sudah mengikuti kompetisi ini pada tahun 2013 bersama Quartet Guitar “Sforzando,” dan meraih juara yang sama yaitu juara 3 kategori Chamber Musica “Stanislao Giacomantonio” di Cosenza, Italia

Sebagai pelajar Indonesia di Italia bisa menang pertandingan internasional seperti ini bagaimana perasaan kamu?

Kami senang sekali, di sela-sela padatnya jadwal perkuliahan, kami bisa menyempatkan waktu untuk berlatih bersama. Pada hari pelaksanaan kompetisi dengan persiapan yang ada, kami dapat menyelesaikan dan mendapatkan juara 3 kategori D Chamber Music, sesuatu hal yang menurut kami "di luar ekspektasi" mengingat peserta dari berbagai negara memiliki kapasitas yang luar biasa. Kami menyambut Ini adalah "hadiah" dari jerih payah kami, karena tidak ada kata-kata yang bisa mewakili seberapa besar rasa puas dan kegembiraan kita saat itu.

Apa rencana kamu selanjutnya setelah kemenangan ini?

Kami akan tetap berlatih untuk lebih mematangkan materi dan repertoar kami, untuk lebih baik kedepannya.

Di Indonesia asal dari mana dan sudah berapa lama belajar musik di Italia? Beasiswa atau biaya sendiri? Di kampus mana?

Saat ini kami mengambil dua gelar master pada 2 institusi, yaitu :

Birul Walidaini, asal Kediri Jawa Timur. Mahasiswa tahun kedua magistrale di Universita della Calabria jurusan "History of Art" (beasiswa), selain itu juga tercatat sebagai mahasiswa tahun kedua magistrale di conservatorio di musica "Stanislao Giacomantonio" di Cosenza, Italia Jurusan Classical guitar performance (non beasiswa).

Mardian Bagus Prakosa, asal Temanggung Jawa Tengah. Mahasiswa tahun pertama magistrale di Universita della Calabria jurusan "History of Art" (Beasiswa), selain itu juga tercatat sebagai mahasiswa tahun pertama magistrale di conservatorio di musica "Stanislao Giacomantonio" di Cosenza, Italia Jurusan Classical guitar performance (non beasiswa).

Pertanyaan Panitia

1. Dari mana ide pertandingan ini muncul? apakah sudah sering di Italia membuat event pertandingan musik internasional?

Kompetisi ini adalah kali ketujuh yang rutin diadakan setiap tahun dengan dukungan dari komisi eropa. Sebagai parameter perkembangan musik klasik di dunia.

2. Ada berapa peserta yang ikut dan background peserta apakah ada yg non mahasiswa?

Tahun ini tercatat 26 negara. Tidak hanya mahasiswa musik, Melainkan juga dosen dan profesor musik.

3. Bagaimana pandangan anda tentang pelajar Indonesia di Italia khususnya palajar musik?

Luar biasa, kami kagum orang asia bisa membawakan musik eropa dengan baik dan maksimal.

CALABRIA

Hasil lengkap dari keikutsertaan tim Indonesia dalam Concorso Musicale Europeo 2016:

1. Nocturnal Guitar Quartet (UNY) - Roby Handoyo, Adi Suprayogi, Vaizal Andrians, dan Gita Puspita Asri: Juara 1 kelas Chamber Music kategori D.

2. Due Poeticos (UNICAL) – Birul Walidaini dan Bagus Mardian: Peringkat 3 kelas Chamber Music kategori D.

3. Roby Handoyo (UNY) – Peringkat 2 kelas Classical Guitar kategori Solo. (Red. IMA, Editor. Dafi)

Liputan Rusia, Senin (25/4/2016) Departemen Luar Negeri Perhimpunan Mahasiswa Indonesia di Rusia (Permira) bekerja sama dengan Moscow State Institute of Relations (MGIMO) menggelar acara ASEAN Day, di MGIMO, Moskow, Rusia.

Pada acara yang menarik perhatian para mahasiswa dan akademisi ini ditampilkan pagelaran kebudayan negara-negara ASEAN, seminar seputar hubungan negara ASEAN dengan Rusia, dan ditutup dengan panel diskusi dengan
menghadirkan presentasi dari mahasiswa negara-negara perwakilan ASEAN dan Russia dengan topik “Masa Depan hubungan ASEAN-Russia”. Event dibuka secara resmi oleh penjabat fungsi PENSOSBUD KBRI Moskow, Nanang Fadila dan Koordinator acara ASEAN Day Wanda Umagapi Mahasiswi Master Politikal Analisis dan Kebijakan Publik HSE.

13119921_10206334337699692_6176406456671129733_o

 

"Diharapkan dengan acara ini mahasiswa dari negara ASEAN bisa saling tukar informasi dalam geo-politic saat ini antara negara ASEAN dengan Rusia," ujar Nanang di depan sekitar 300 mahasiswa yang hadir dalam acara tersebut.

Acara ASEAN Day yang pertama kali diselengarakan di Rusia ini bertujuan menjaga hubungan antara mahasiswa dari negara-negara ASEAN serta Rusia, sehingga mampu mencuri perhatian mahasiswa dan akademisi untuk menghadiri kegiatan tersebut. Acara ini juga untuk menyambut ASEAN-Russia summit Mei mendatang.

“Terima kasih atas partisipasi dari teman-teman mahasiswa asing, khususnya dari negara-negara ASEAN yang hadir dalam acara ini. Saya berharap acara ini bisa terlaksana setiap tahun. Tahun ini kami mahasiswa Indonesia yang jadi tuan rumah. Mungkin tahun depan bisa mahasiswa dari Malaysia atau Filipina yang jadi tuan rumah. Intinya acara ini harus diadakan tiap tahun," ucap Ketua Pelaksana ASEAN Day 2016, Wanda Umagapi.

13064565_10206334372580564_1668592223951776255_o

Acara ini juga terdapat penampilan dari mahasiswa Rusia yang membawakan lagu tradisional Vietnam yang menunjukkan kalau banyak orang Rusia yang memang belajar budaya negara-negara di ASEAN dan ini merupakan bukti nyata hubungan baik kedua negara. Bapak Victor Sumsky (Director dari ASEAN center MGIMO) juga menyambut baik etikad mahasiswa Indonesia ini karena memang tujuannya sangat bagus, selain memperkenalkan ASEAN di depan banyak orang yang merupakan mahasiswa yang bukan dari negara ASEAN di bidang budaya dan pendidikan tetapi dalam acara tersebut pengetahuan kita juga bertambah karena memang terdapat diskusi dan debat tentang bagaimana hubungan kedua pihak dapat memberikan dampak yang positif terhadap perkembangan kemajuan kedua negara. (Red. JLU)

asean2

PERMIRA, bekerja sama dengan ASEAN Center MGIMO, mempersembahakan :
ASEAN Day
“Masa Depan Hubungan ASEAN-Rusia"
Tanggal : 25 April 2016
Waktu : 15.00 - selesai
Place : Auditorium Baru MGIMO

Ayo datang dan bergabung dengan kita di acara yang meriah dan asyik ini di mana semua mahasiswa/i Asia Tenggara di Rusia akan bertemu. Kamu dapat mendengarkan presentasi dari pembicara ASEAN dan Rusia yang akan membawakan topik “Masa Depan Hubungan ASEAN-Russia”. Bersama dengan itu, kamu juga memiliki kesempatan untuk mengikuti debat dan diskusi, menyaksikan pertunjukan budaya, mencicipi makanan dari negara ASEAN lainnya dan kesenian dan masih banyak lagi kegiatan yang tidak kalah serunya.

Sampai saat ini, telah dikonfirmasi pertunjukan dan pagelaran budaya dari Indonesia, Vietnam, Filipina dan Malaysia.

Bagi yang ingin bergabung, silahkan mendaftarkan diri Anda (nama sesuai dengan paspor) dan nama Universitas ke:

CP : Wanda Umagapi
Tel/whatsapp : +79850764439
email : laraswanda17@gmail.com

Ps. Diwajibkan membawa paspor sebagai bukti identitas untuk pass masuk MGIMO.

Ayo semuanya!
Ini adalah kesempatan emas untuk memperluas jaringan kita diantara mahasiswa-mahasiswi ASEAN ataupun Rusia.
---------------------------------------
Пермира в сотрудничестве с центром АСЕАН в МГИМО представляет:
День АСЕАН в МГИМО
"Будущее отношений Ассоциации государств Юго-Восточной Азии с Россией"
Присоединяйтесь к нашему незабываемому мероприятию.
-Высупления с докладами по основной тему "Отношения АСЕАН с Россией"
Дебаты и дискуссии
Знакомство с различными культурами
Народные кухни и искусство.
Для участия необходимо зарегистрировать свое имя (по паспорту) и ваш университет у нашего представителя.

Представитель:
Wanda Umagapi (Ванда Умагапи)
Tel/whatsapp : +79850764439
Email : laraswanda17@gmail.com

Для подветрждения личности необходимо иметь паспорт.
---------------------------------------
PERMIRA, in collaboration with ASEAN Center MGIMO, presents :

ASEAN Day
“The Future of ASEAN-Russia Relationship”
Celebrate the Two Main Stakeholders of Global Integration Relationship

Date : 25 April 2016
Time : 15.00 - end
Place: New Auditorium MGIMO

Come and join us in a fun-filled event where all South East Asian students in Russia will meet.

You will have the opportunity to listen to our Keynote Speakers. Along with it, you'll also have the chance to enjoy:
- Debate and Discussion
- Cultural Performances
- ASEAN culinary and arts
- and many unexpected things!

Up to this moment, students from Indonesia, Vietnam, the Philippines and Malaysia have confirmed to surprise all of you with something cultural!

If you would like to join, do register your full name (as written in your passport) and your university to:

CP : Wanda Umagapi
Phone/Whatsapp : +79850764439
E-mail : laraswanda17@gmail.com

Ps. You are obliged to bring your passport to confirm your identity for entrance pass in MGIMO (Room number is to be updated).

Come on people! This is a golden chance to mingle and expand our network among ASEAN students in Russia.

Copyright © 2021 PPI Dunia
All rights reserved
Mayapada Tower 1, Lt.19, Jl. Jend. Sudirman, Kav. 28
Jakarta Selatan 12920