logo ppid

 

Moskow, 16 Maret 2017. Selama satu minggu, dari tanggal 8-13 Maret 2017, Perhimpunan Mahasiswa Indonesia di Rusia (PERMIRA) telah sukses melakukan aksi sosial serempak di tujuh kota Rusia yang berbeda. Kegiatan dengan nama Aksi Sosial PERMIRA merupakan kegiatan aksi sosial pertama dan terbesar bagi Mahasiswa Indonesia di Rusia.

Aksi Sosial PERMIRA ini merupakan hasil kerja sama mahasiswa Indonesia dari berbagai Universitas yang berbeda, aksi ini di inisiasi oleh PERMIRA Rusia dengan diawali oleh kegiatan Aksi Sosial PERMIRA Cabang Kota Irkutsk, kemudian berlanjut di kota Vladivostok, Kazan, Moskow, Arkhangelsk, Rostov-on-Don dan ditutup oleh Aksi Sosial PERMIRA Cabang Kota Saint Petersburg, pada Senin 13 Maret 2017.

Aksi Sosial PERMIRA ini di-laksanakan untuk mempromosikan Identitas indonesia yang ramah dan bersahabat. Bergerak dari keadaan sebagai mahasiswa internasional di luar negeri yang cukup sibuk dengan kegiatan kuliah, dan terkadang lupa melihat kepada anak-anak yatim piatu, orang-orang jompo, atau tunawisma di sekitarnya. Secara bersama-sama mahasiswa Indonesia di Rusia berkomitmen untuk melakukan aksi sosial serempak dengan memberikan bantuan berupa pakaian layak pakai, alat mandi, uang dan lain sebagainya ke lembaga sosial di kota masing-masing.

Pembukaan Aksi Sosial dilakukan oleh Mahasiswa Indonesia di Kota Irkutsk, pada Rabu, 8 Maret 2017, kegiatan ini terlaksana dengan ikut serta membantu kerja bakti di salah satu gereja dalam peringatan hari perempuan internasional disana.

Aksi sosial berikutnya dilakukan oleh Mahasiswa Indonesia di Kota Vladivostok dengan memberikan bantuan makanan dan promosi budaya di salah satu panti jompo.

“pada aksi sosial ini, kita membawa makanan untuk orang-orang yang ada di panti jompo, kemudian bergantian masuk kesana untuk bersosialisasi dengan penghuni panti jompo tersebut ” Ujar Rona Widya, inisiator dari Aksi Sosial di Kota Vladivostok

Aksi sosial lainnya dilakukan oleh Mahasiswa Indonesia di Kota Kazan melalui cara yang sama dengan target salah satu yayasan amal Masjid di Kota tepian Sungai Volga itu.

 

Secara serempak pada Minggu, 12 Maret 2017, Kegiatan-kegiatan serupa juga dilakukan di Kota Moscow, Arkhangelsk dan Rostov-on-Don yang mengadakan kegiatan aksi sosial untuk panti asuhan, panti jompo dan panti sosial yang berada di kota masing-masing.

Sebagai penutup, Aksi Sosial PERMIRA ditutup oleh Mahasiswa Indonesia di Kota Saint Petersburg pada Senin, 13 Maret 2017. PERMIRA Cabang Kota Saint Petersburg sukses berkontribusi dengan membagikan alat tulis, permainan anak-anak, dan promosi budaya di salah satu tempat penitipan anak di Saint Petersburg.

“di Rusia itu ada tiga jenis tempat anak-anak, yang pertama detski dom (panti asuhan), detski sad (taman bermain), dan detski center (tempat penitipan anak). Bagus, detski center ini mereka menitipkan dari jam 9 pagi sampai jam 6 sore, lalu mereka ada pelajaran musik, kerohanian dan sebagainya, bagus !” ujar Steven Guntur, Ketua PERMIRA 2015, yang menjadi salah satu volunteer di di Saint Petersburg.

“Semoga berlanjut terus ya secara rutin! Bravoo kawan-kawan” ujar Steven Guntur menutup pendapatnya. Mengomentari hal ini, Koordinator PPI Dunia, Intan Irani juga mengomentari positif kegiatan Aksi Sosial PERMIRA “kegiatan kalian bravaa banget!’’.

Saat ini Mahasiswa Indonesia di Rusia berjumlah sekitar 300 orang yang tersebar di 20 Kota. Kota Moskow dan Saint Petersburg merupakan kota dengan mahasiswa Indonesia terbanyak dengan masing-masing berjumlah hampir 100 orang.

 

Mengenai PERMIRA

Perhimpunan Mahasiswa Indonesia di Rusia berdiri sejak Oktober 1998 di Moskow dan berkedudukan di kota Moskow. Seiring berjalan baiknya hubungan antara Indonesia dan Rusia, maka jumlah mahasiswa Indonesia yang belajar di Rusia pun semakin meningkat dan menyebar hampir di seluruh kota yang ada di Rusia. http://ppi-rusia.org/

 

Info Lebih Lanjut

Azmi Muharom,

Koordinator budaya, sosial dan agama PERMIRA RusiaMahasiswa S2 Studi Kawasan Asia, HSE Moscow

Tel +7 9856637432

azmi.muharrom@mail.ru

(AASN)

Antusias masyarakat Rusia terhadap Indonesia yang semakin tinggi bisa dilihat dengan suksesnya acara-acara yang dilaksanakan oleh PERMIRA (Perhimpunan Mahasiswa Indonesia di Rusia) ataupun KBRI Rusia. Oleh karena itu, Persatuan Pelajar Indonesia di Rusia, atau yang lebih di kenal dengan nama PERMIRA, akan menyelenggarakan "Wonderful Indonesia" yang ke-empat kalinya di kota Saint Petersburg, Rusia pada Hari Jumat, 28 April 2017 mulai pukul 15.00 di Petrogradskovo region Bolshaya Monetnaya, 19 .

Kota Saint Petersburg merupakan kota tujuan wisata terbesar ke dua di Rusia setelah Moskow. PERMIRA bekerja sama dengan Kementrian Pariwisata Indonesia dan Kedutaan Besar Republik Indonesia di Rusia berencana untuk terus melaksanakan kegiatan Wonderful Indonesia setiap tahun agar nama Indonesia lebih terkenal di kancah internasional.

Acara ini akan dibuka oleh Duta Besar Republik Indonesia untuk Rusia, Bapak Wahid Supriyadi, dan juga akan menghadirkan beberapa tamu penting di bidang akademik, pemerintahan, ataupun cendekiawan. Wonderful Indonesia 2017 di Saint Petersburg akan menampilkan keberagaman Indonesia melalui tarian, seni musik, maupun pameran budaya. Keanekaragaman budaya Indonesia akan dipersembahkan tidak hanya melalui penampilan di atas panggung, melainkan juga melalui gerai-gerai unik dan menarik yang menampilkan ciri khas budaya dari setiap pulau di Indonesia, salah satunya dalam bidangn seni pada budaya cipta rasa, seni kreatif (tarian-tarian adat, pesta adat) dan seni pada budaya karsa (batik, furniture, serta kerajinan tangan). Dalam kegiatan ini, akan ditampilkan pentas pagelaran seni yang dibawakan oleh mahasiswa yang sedang menuntut ilmu di Rusia, ditambahkan dengan hadirnya berbagai macam kuliner, souvenir, pakaian adat, karya seni, batik, serta permainan adat Indonesia.

Wonderful Indonesia 2016

Selain itu, akan diadakan juga kegiatan lain seperti Fashion Show. Pada sesi ini, pengunjung acara akan mengenakan pakaian adat Indonesia yang disediakan oleh panitia dan mengikuti kompetisi. Peserta terbaik akan mendapatkan hadiah. Tujuan sesi ini adalah untuk memperkenalkan pakaian adat yang dimiliki oleh Indonesia. Ada juga hal menarik lainnya seperti photo booth untuk pengunjung Wonderful Indonesia ini. Panitia akan menyediakan photo booth dan baju adat khas Indonesia untuk para pengunjung berfoto dengan baju adat ini. Hali ini bertujuan untuk mengenalkan baju-baju adat asli Indonesia. Panitia acara juga akan mengadakan kompetisi foto melalui Instagram kepada seluruh pengunjung. Foto terbaik yang dipilih oleh juri akan mendapatkan hadiah.

Kesuksesan acara-acara yang diadakan oleh KBRI Rusia maupun PERMIRA bisa di lihat dengan meningkatkannya turis Rusia yang berkunjung ke Indonesia setiap tahunnya. Dengan ini, Panitia acara berharap untuk bidang pariwisata Indonesia semakin di kenal di dunia mancanegara.

Wonderful Indonesia 2016

Itulah kegiatan-kegiatan yang akan di selenggarakan di Wonderful Indonesia 2017. Acara diharapkan berlangsung dengan sukses tanpa ada kendala-kendala tertentu. Dan juga tentunya misi untuk bisa mempromosikan budaya dan kuliner Indonesia berhasil serta diterima masyarakat Rusia.

Tunggu liputan keseruan acara Wonderful Indonesia 2017 di ppidunia.org!

 

(Wanda Umagapi/NZ)

Setelah laporan survei bagian pertama yang fokus kepada nuklir bidang energi dipublikasikan pada tanggal 06 Februari 2017, Tim Kajian Nuklir PPI Dunia kembali memaparkan survei bagian kedua, yaitu mengenai pandangan dan wawasan pelajar Indonesia yang sedang menempuh pendidikan di luar negeri terhadap pemanfaatan teknologi nuklir di bidang non-energi. Survei tersebut dilakukan oleh 566 perwakilan pelajar Indonesia yang tersebar di 48 Negara sejak 10 Oktober 2016 hingga 13 November 2016.

Yang menarik, 88% responden tidak mengetahui bahwa beras Si Dedikasi Nuklir atau lebih dikenal sebagai beras sidenuk, merupakan hasil pemanfaatan teknologi nuklir yang sudah dirasakan oleh masyarakat luas di Indonesia. Disisi lain juga, 58% resonden tidak mengetahui bahwa merokok memiliki efek radiasi yang cukup membahayakan. Dan 55% responden juga belum mengetahui bahwa berpergian menggunakan pesawat terbang juga berisiko terpapar radiasi. Dua hal tersebut menegaskan bahwa radiasi tidak selalu berhubungan dengan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN), senjata nuklir atau limbah nuklir saja. Tetapi tanpa kita sadari, ternyata radiasi ada disekitar kita. Paparan radiasi selama tidak melebihi ambang batas, maka radiasi tersebut aman untuk manusia.

Selain pemanfaatan teknologi nuklir sebagai sumber energi (Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir), responden juga menunjukkan dukungan terhadap pemanfaatan teknologi nuklir di bidang non-energi, misalnya untuk keperluan medis,industri dan pertanian.

Oleh : Dwi Rahayu (PERMIRA Rusia) dan Bryan Bramaskara (PPI Singapura)

Tim Kajian Nuklir-PPI Dunia

(AASN)

Hari Pekerja Indonesia mulai diperingati setiap tanggal 20 Februari dengan dikeluarkannya Keppres Nomor 9 Tahun 1991 tentang Hari Pekerja Indonesia. Dalam kesempatan ini, PPI menghadirkan, Juniar Laraswanda Umagapi (MA Political Analysis and Public Policy di National Research University Higher School of Economics, Russia) dan Rio Augusto Gunawan (ELP di Cascadia College, USA), masing-masing dalam program RRI Voice of Indonesia Youth Forum dan Kami Yang Muda pada tanggal 20 Februari 2017.

Dalam program Youth Forum, Juniar berkata bahwa “hari pekerja biasanya erat kaitannya dengan demonstrasi yang dilakukan. Memang kesenjangan antara penghasilan seorang buruh kerap kali tidak dapat memenuhi tingginya harga barang yang terdapat di pasaran. Salah satu hal yang diperhatikan adalah dana pensiun dan kesehatan. Hendaknya perusahaan mengikutkan pekerja dalam program kesehatan, seperti BPJS, tanpa mengurangi gaji yang mereka terima.”

“Pekerja wanita menjadi salah satu sorotan dalam jaminan kesejahteraannya. Mereka berhak mendapat cuti pada kehamilan seperti 3 bulan dan seharusnya mendapat gaji yang penuh. Untuk cuti menstruasi, memang masih kontroversial karena tidak terlalu penting,” lanjut mahasiswi yang sedang menempuh pendidikan di Rusia tersebut.

Dalam program Kami Yang Muda, Rio mengatakan, “gaji adalah masalah utama yang menjadi sorotan bahasan antara para pekerja, terutama dalam Hari Pekerja. Batasan gaji minimum masih kurang dan tidak dapat mengimbangi inflasi harga sandang dan pangan yang terus naik.”

“Juga perlu diperhatikan mengenai nasib pekerja Indonesia yang berada di luar negeri. Mereka kerap kali kurang diperhatikan oleh pemerintah dalam hal kesejahteraannya,” ujar mahasiswa yang sedang menempuh pendidikan di Amerika Serikat tersebut.

Menurut Wanda dan Rio, harapan ke depan adalah perusahaan lebih memperhatikan hak yang seharusnya diterima oleh para pekerja. Pemerintah diharapkan juga lebih memperhatikan kelayakan dalam pembayaran dan hak pekerja. Pemuda diharapkan lebih berani dalam memulai usaha baru dan menciptakan lapangan pekerjaan yang lebih luas.

 

(CA/F)

Komunitas Sahabat Beasiswa chapter Malang bersinergi dengan Radio PPI Dunia menggelar Kopi Darat bertajuk “Nongkrong Asyik bareng Sobat Siar Radio PPI Dunia” pada hari Jumat, 3 Februari 2017. Tujuan acara ini tidak hanya merupakan agenda rutin bulanan, namun juga sebagai salah satu wadah untuk memfasilitasi teman-teman di kota Malang mengenai pengetahuan beasiswa dan kuliah ke luar negeri.

Acara ini dihadiri oleh Direktur Radio PPI Dunia, Sobat Siar dan Kru Radio PPI Dunia serta 35 mahasiswa dari beberapa universitas di Kota Malang yang bertempat di Kafe Food Factory, Jl Bendungan Sutami, Kota Malang. Acara ini terbagi menjadi dua sesi. Dimulai dengan sesi audiensi Radio PPI Dunia yang dijelaskan langsung oleh Direktur Radio PPI Dunia, Nouval Rezka. Radio PPI Dunia sendiri resmi mengudara pada 18 Mei 2009 ditandai dengan dilakukannya siaran langsung berantai dari Sobat Siar (SS) di Jerman, Mesir, Belanda, Rusia, Korea Selatan, Malaysia, Inggris, dan Australia. Saat ini, Radio PPI Dunia telah didukung lebih dari 300 pelajar Indonesia di seluruh dunia dengan durasi siaran 24 jam online non-stop.

Dilanjutkan dengan sesi kedua yang membahas tentang kuliah dan beasiswa di Australia, Tiongkok dan Pakistan. Narasumbernya adalah anggota Radio PPI Dunia yang tentunya tengah belajar di Negara-negara tersebut. Berdasarkan informasi dari tim penyelenggara yang mewawancarai beberapa peserta dan narasumber, salah satu peserta Dinda Tantry, mengaku begitu tertarik dengan negara Tiongkok. Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang ini menuturkan “Kan ini sesuai dengan kalimat Tuntutlah Ilmu sampai ke negeri Cina”.

Nouval Rezka, Direktur Radio PPI Dunia mengaku senang dengan acara Kopdar ini, selain sarana untuk audiensi kepada teman-teman mahasiswa tentang Radio PPI Dunia, juga sebagai sarana menularkan semangat dan berbagi informasi luar negeri dari mereka yang telah berjuang di luar negeri kepada mereka yang tengah berjuang di Indonesia. “Terimakasih sudah disambut dengan baik oleh Sahabat Beasiswa Chapter Malang, semoga terus berjalan gerakan seperti ini di Kota Malang dan kota lainnya di Indonesia”, tuturnya. (Farah, Tim Festival Luar Negeri)

 

 

Liputan PPI Dunia – "Manfaatkan gadget untuk membuat video reportase," adalah poin penting yang ditegaskan oleh Thomas Herda, Senior Producer NET Citizen Jurnalist melalui acara Pelatihan Jurnalistik 2 PPI Dunia 2016/2017. Acara ini diadakan melalui Google Hangout di PPI TV Channel pada tanggal 28 Januari 2017 lalu pada pukul 14:00-16:00 WIB.

Pelatihan yang merupakan hasil kerja sama antara PPI Dunia, PPI TV, dan NET. ini dimoderatori oleh Wanda Umagapi, Wakil Ketua PPI Rusia (PERMIRA). Acara berlangsung selama 2 jam berjalan dengan sukses dilihat dari tingginya antusiasme dan partisipasi pelajar Indonesia yang tersebar di seluruh kawasan dunia. Para peserta sangat antusias untuk bertanya pada sesi tanya jawab melalui live chat, hal ini didukung oleh narasumber yang dapat memberikan suasana pelatihan yang santai dan menarik.

Pada awal pelatihan, narasumber mempresentasikan cara membuat video reportase yang baik. Penjelasan ini berlangsung selama satu jam, kemudian dilanjutkan dengan sesi tanya jawab. Pada sesi tanya jawab ini banyak sekali pertanyaan yang diajukan oleh peserta di live chat. Pertanyaan tersebut tidak hanya berasal dari Indonesia, tapi juga dari berbagai negara di dunia.

Pelatihan Jurnalistik 2 ini merupakan agenda rutin Divisi Biro Pers PPI Dunia yang dilakukan setiap 4 bulan sekali dengan narasumber yang berbeda-beda. Pelatihan Jurnalistik 1 yang lalu dipaparkan oleh Dewi Anggrayni, S3 Media dan Komunikasi, Universiti Kebangsaan Malaysia. Sedangkan Pelatihan Jurnalistik pada periode sebelumnya diisi oleh Produser Metro TV Amanda Valani dan Redaktur Media Indonesia Jajang Sumantri. (Red, pw)

Liputan India - Kamis, 26 Januari 2017, Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) India Komisariat New Delhi perkenalkan kuliner khas Indonesia dalam food festival yang diselenggarakan oleh International Students Association (ISA) Jawaharlal Nehru University di Gedung School of International Studies. Acara yang berlangsung dari pukul 18.00 IST sampai 23.00 IST sukses menarik banyak pengunjung meski sempat terkendala hujan dan mendung.

Dalam festival ini, PPI New Delhi menyajikan lima kuliner khas Indonesia, yaitu sate ayam, cenil, bala-bala, martabak, dan wedang bajigur. Stall (stan) PPI New Delhi yang memasang tagline “Emerald of Equator; Indonesia” ini ramai dibanjiri pengunjung yang penasaran ingin merasakan kuliner khas Indonesia. Kuliner dari berbagai negara seperti Armenia, Jepang, Korea Selatan, Thailand, Jerman, Afganistan, Uzbekistan, Ethiopia, Bangladesh, Suriah, Nepal, Tibet, Rusia, Mauritius, Kazakhstan, Turki, dan Turkmenistan juga disajikan dalam festival tahunan ini.

Nur Sa’adah, Ketua PPI Komisariat New Delhi, mengatakan, partisipasi mereka dalam ajang JNU Food Festival tahun ini merupakan pengalaman yang luar biasa dan membanggakan. “ JNU Food Festival tahun ini menjadi pengalaman yang sangat berharga dan membanggakan bagi saya pribadi dan juga PPI New Delhi. Kami menampilkan kuliner yang berbeda dari tahun kemarin yaitu cenil dan martabak. Acara ini juga mengasah kretifitas kami dalam hal memasak. Kami benar-benar mempersiapkannya sebaik mungkin, kami lakukan uji coba memasak berulang kali agar bisa menghidangkan menu Indonesia yang nikmat bagi pengunjung dari berbagai negara,“ jelas Sa’adah.

Sementara M. Rusdy Namsa, Wakil Ketua PPI India, mengomentari bahwa acara ini sangat bagus untul melatih jiwa kewirausahaan bagi teman-teman PPI New Delhi. "Acara ini sangat menarik karena selain mampu mempererat ikatan persaudaraan antarbangsa melalui promosi kuliner, juga sangat bagus untuk melatih jiwa kewirausahaan teman-teman PPI. Alhamdulillah tahun ini acara berjalan lancar atas kerja keras teman-teman ISA JNU. Stall kami juga laris diserbu pengunjung. Perjuangan dari teman-teman PPI New Delhi dan juga dukungan dari Atase Pendidikan KBRI New Delhi yang tentunya membuat semua ini terwujud," paparnya.

Acara food festival ini adalah agenda tahunan ISA yang mengakomodir perwakilan berbagai negara untuk memperkenalkan kuliner khas masing-masing sekaligus sebagai ajang mempererat persahabatan antarnegara. Tahun ini, JNU Food Festival diselenggarakan tepat pada peringatan Republic day India.

(FR/F)

Energi nuklir digunakan untuk membangkitkan listrik dan terhubung ke jaringan listrik komersial pertama kali pada tahun 1954 di Obninsk, Rusia (dulu Uni Soviet). Kemudian, pada tahun 1956, Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) komersial pertama di Calder Hall, Inggris terhubung ke jaringan listrik nasional. Berdasarkan data dari International Atomic Energy Agency (IAEA) sampai pada tanggal 4 Februari 2016, PLTN yang sedang beroperasi di seluruh dunia adalah sebanyak 442 unit, terletak di 31 negara dengan kapasitas terpasang 383.513 MW. Sementara itu, 66 PLTN masih dalam tahap pembangunan dan direncanakan akan menambah daya terpasang hingga 65.028 MW

Dalam sejarah pengoperasian PLTN sejak tahun 1954 hingga saat ini, tercatat beberapa insiden terkait keselamatan operasional PLTN. Sebagian besar insiden tersebut termasuk dalam Design Basis Accident (DBA) dan dapat ditanggulangi secara efisien sehingga tidak berkembang menjadi kecelakaan yang fatal (severe accident). Meskipun demikian, tercatat ada dua kecelakaan fatal yang membuat PLTN diragukan sistem keselamatannya. Dua kecelakaan tersebut terjadi pada PLTN Chernobyl unit 4 pada tahun 1986 di Chernobyl, Ukraina (waktu itu masih dikuasai Uni Soviet) dan PLTN Fukushima I (Daiichi) pada tahun 2011 di Jepang.

 

Kecelakaan PLTN Chernobyl, 1986

PLTN berjenis RBMK (Reaktor Bolshoy Moshchnosty Kanalny, reaktor kanal berdaya tinggi) di Chernobyl ini sebenarnya beroperasi tanpa masalah sejak awal komisioningnya pada tahun 1983. Pada pagi hari, tanggal 26 April 1986, sebuah pecobaan dilakukan pada unit 4 (dari 6 unit reaktor). Tujuannya untuk mencoba menggunakan energi dari turbin setelah reaktor dimatikan secara tibatiba sebagai sumber energi listrik darurat untuk mendinginkan reaktor. Ironisnya, percobaan yang bertujuan meningkatkan keselamatan reaktor ini malah berakhir dengan kecelakaan nuklir terburuk sepanjang sejarah.

Kecelakaan ini berawal dari ditariknya semua batang kendali reaktor dan dibloknya semua sinyal yang dapat mengaktifkan fitur-fitur keselamatan reaktor untuk kepentingan percobaan. Hal tersebut diperburuk oleh desain reaktor (graphite moderated pressure tube type reactor) yang memang kurang memenuhi standar keselamatan. Desain RBMK memiliki koefisien reaktivitas umpan balik void positif, sehingga ketika muncul gelembung udara akibat aliran pendingin yang berkurang, daya termal reaktor akan naik.

Penarikan batang kendali reaktor untuk meningkatkan daya reaktor hingga mencapai level yang diinginkan untuk kepentingan percobaan berdampak pada meningkatnya penguapan air pendingin (void formation) di bagian bawah reaktor. Hal ini kemudian menyebabkan daya reactor terus meningkat akibat koefisien reaktivitas umpan balik void positif. Hanya dalam waktu 4 detik, daya reaktor mencapai 100 kali daya maksimal dari desain, kemudian turun beberapa saat dan naik kembali sampai 500 kali lipat. Akibatnya, bahan bakar pecah, memanaskan pendingin air di sekitarnya dan menyebabkan ledakan uap yang menghancurkan tembok beton pengungkung reactor serta melepaskan material radioaktif ke lingkungan.

Penyebab kecelakaan PLTN Chernobyl adalah desain reaktor yang tidak memiliki fitur keselamatan memadai. Koefisien reaktivitas void positif menyebabkan kenaikan daya termal yang dihasilkan reaktor apabila muncul gelembung udara akibat penurunan kecepatan aliran pendingin. Desain batang kendali juga turut berperan dalam terjadinya kecelakaan karena memiliki waktu turun yang lambat. Kombinasi dari dua kelemahan desain itu menyebabkan reaktor menjadi tidak stabil ketika dimatikan dan dapat melelehkan bahan bakar karena panas yang terlalu tinggi. Kelemahan desain tersebut diperparah dengan budaya keselamatan staf dan operator PLTN Chernobyl yang kala itu masih rendah sehingga banyak aturan keselamatan yang diabaikan[3]. Sistem kendali saat terjadi kecelakaan atau malfungsi yang masih sepenuhnya dilakukan oleh manusia juga terbukti dapat mengubah kecelakaan nuklir menjadi bencana.

 

Kecelakaan PLTN Fukushima Daiichi, 2011

Enam unit reaktor di PLTN Fukushima Daiichi berjenis BWR (Boiling Water Reactor, reaktor air mendidih), dengan pengungkung primer berjenis Mark-I untuk unit 1 sampai 5 dan Mark-II untuk unit 6. Keenam unit ini beroperasi dengan normal semenjak komisioningnya pada tahun 1971-1979. Pada tanggal 11 Maret 2011, Jepang diguncang gempa terbesar yang pernah tercatat di Negara tersebut, mencapai skala 9. Saat gempa terjadi, hanya unit 1-3 yang sedang beroperasi, sementara unit 4-6 sedang dimatikan untuk dilakukan inspeksi rutin. Setelah terjadinya gempa, semua unit yang beroperasi di PLTN Fukushima Daiichi telah berhasil dimatikan secara otomatis dengan selamat, tetapi seluruh fasilitas kehilangan sumber daya listrik eksternal karena kerusakan jaringan yang diakibatkan gempa bumi. Walaupun reaktor telah berhasil dimatikan, air pendingin tetap harus dialirkan untuk menghilangkan panas sisa (decay heat) reactor. Listrik yang dibutuhkan untuk memompa air pendingin reaktor kemudian disuplai dari generator diesel darurat, sehingga masalah kehilangan daya listrik ini dapat segera teratasi.

Beberapa saat setelah gempa bumi terjadi, tsunami dengan ketinggian lebih dari 13 meter melanda, membanjiri fasilitas PLTN Fukushima Daiichi yang hanya didesain untuk menahan tsunami dengan ketinggian 10 meter. Tsunami ini mengakibatkan generator diesel darurat yang mensuplai air pendingin (kecuali untuk unit 6) terendam dan mati, mengakibatkan total blackout. Imbasnya, semua pompa air pendingin tidak dapat beroperasi.

Usaha alternatif untuk mendinginkan reaktor dilakukan dengan menginjeksikan air menggunakan mesin-mesin pemadam kebakaran. Namun, untuk unit 1 sampai 3 terjadi situasi yang mana air tidak dapat langsung diinjeksikan ke dalam pengungkung reaktor (Reactor Pressure Vessel, RPV). Sehingga, selama beberapa saat, bahan bakar dalam lapisan kelongsong tidak terendam air pendingin. Akibatnya, lapisan kelongsong rusak dan material radioaktif pun keluar ke RPV. Gambar 1. Skema PLTN dengan reaktor berjenis BWR dan pengungkung Mark-I seperti yang digunakan oleh PLTN Fukushima Daiichi unit 1 sampai 5.

Selain itu, reaksi kimia antara zirkonium (yang merupakan lapisan kelongsong bakar) dengan uap air pada suhu tinggi akan menghasilkan gas hidrogen. Kemudian, material radioaktif dan gas hidrogen bersama uap air keluar dari RPV ke pengungkung primer reaktor (Primary Containment Vessel, PCV) melalui katup uap keselamatan (Safety Relief Valves, SRVs) yang berfungsi mengurangi tekanan pada RPV. Hal tersebut membuat tekanan di dalam PCV meningkat sehingga harus dilakukan venting untuk mengurangi tekanan. Akan tetapi, meskipun venting telah dilakukan, karena adanya akumulasi gas hidrogen, terjadi hydrogen explosion di service level unit 1 dan 3 PLTN Fukushima Daiichi, disusul oleh unit 4 yang pada waktu itu kosong karena sedang diinspeksi. Ledakan di unit 4 diduga karena mendapatkan aliran gas hidrogen dari unit 3. Ketiga ledakan tersebut menghancurkan struktur atas dari bangunan reaktor unit 1, 3 dan 4, mengakibatkan terlepasnya material radioaktif volátil ke lingkungan.

Secara desain, reaktor PLTN Fukushima Daiichi dapat dikatakan memenuhi standar keselamatan karena dapat dimatikan secara otomatis ketika terjadi gempa bumi tanpa menggunakan daya listrik eksternal. Selain itu, desain struktur bangunan reaktor juga dapat menahan gempa bumi sebesar itu tanpa ada kebocoran material radioaktif. Sehingga, dapat dikatakan bahwa kecelakaan PLTN Fukushima Daiichi disebabkan oleh terjangan tsunami yang membanjiri fasilitas dan merendam generator listrik darurat sehingga tidak dapat beroperasi untuk mendinginkan reaktor. Hal ini menunjukkan adanya kesalahan pada penempatan generator listrik darurat, yang seharusnya dihindarkan dari banjir, terutama jika dibangun di kawasan rawan gempa bumi dan tsunami.

Yang perlu diketahui, PLTN Fukushima Daiichi bukanlah satu-satunya PLTN di Jepang yang diterjang tsunami. Ada setidaknya empat PLTN yang paling dekat dengan episentrum gempa bumi, yaitu PLTN Onagawa yang dioperasikan oleh Tohoko Electric Power Company, PLTN Fukushima I (Daiichi) dan Fukushima II (Daini) yang dioperasikan oleh TEPCO (Tokyo Electric Power Company), serta PLTN Tokai yang dioperasikan oleh Japan Atomic Power Company. PLTN di Onagawa, Fukushima Daini dan Tokai dapat langsung dimatikan dengan selamat setelah gempa bumi dan tsunami terjadi.

Sebuah contoh yang sangat positif tentang keselamatan PLTN saat terjadi gempa bumi dan tsunami diberikan oleh PLTN Onagawa. PLTN ini memiliki jarak 60 km lebih dekat dengan episentrum gempa bumi dibandingkan PLTN Fukushima Daiichi, sehingga tsunami yang menerjang juga sedikit lebih tinggi. Desain PLTN Onagawa yang lebih baru dan lebih mempertimbangkan adanya bencana gempa bumi dan tsunami di kawasan pembangunannya terbukti dapat mengatasi bencana alam tersebut tanpa ada masalah berarti [5]. Bahkan, sebuah situs berita internasional memberitakan bahwa setelah tsunami terjadi, gedung olahraga di fasilitas PLTN Onagawa digunakan sebagai tempat pengungsian warga di sekitar Onagawa yang kehilangan rumah mereka karena diterjang tsunami. Hal itu terjadi karena fasilitas PLTN Onagawa dianggap sebagai tempat yang paling aman. Terlebih lagi, tersedia listrik yang tidak didapatkan di tempat mereka tinggal karena kerusakan jaringan listrik. Keberhasilan Tohoko Electric Power Company dalam mengatasi masalah bencana ini menjadi contoh yang dapat ditiru dalam pembangunan PLTN baru di seluruh dunia.

 

Kesimpulannya, PLTN merupakan pembangkit listrik dengan rekam jejak keselamatan terbaik di dunia. Sepanjang sejarahnya, insiden dalam pengoperasian PLTN hampir semuanya dapat ditanggulangi secara efektif sehingga tidak sampai menyebabkan kecelakaan yang fatal. Meskipun demikian, ada dua kecelakan fatal yang terjadi dalam sejarah pengoperasian PLTN yaitu Chernobyl dan Fukushima. Dari dua kecelakaan fatal ini, banyak pelajaran yang dapat diambil untuk meningkatkan system keselamatan PLTN agar kejadian serupa tidak terulang lagi. Standar keselamatan yang lebih tinggi telah diterapkan dalam desain reactor Generasi III ke atas.

 

Ditulis oleh Abednego Kristanto

Andhika Putra Dwijayanto, Feri Wibisono, Dwi Rahayu

Tim Kajian Nuklir –PPI Dunia

Artikel selengkapnya: https://drive.google.com/file/d/0B9N1McYG6RwVQmhFYWNMdHdVTE0/view

Energi nuklir telah digunakan untuk membangkitkan energi listrik dan terhubung ke jaringan listrik komersial pertama kali pada tahun 1954 di Obninsk, Rusia (dulu masih Uni Soviet). Kemudian pada tahun 1956, Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) komersial pertama di Calder Hall, Inggris terhubung ke jaringan listrik komersial nasional. Berdasarkan data dari International Atomic Energy Agency (IAEA) sampai pada tanggal 4 Februari 2016, PLTN yang sedang beroperasi di seluruh dunia adalah sebanyak 442, di 31 negara yang menghasilkan 383.513 MW listrik. Sementara itu, 66 PLTN juga masih dalam tahap pembangunan dan direncanakan akan menambah sampai 65.028 MW energi listrik.

Akan tetapi, dari sekian banyak PLTN yang beroperasi dengan selamat di seluruh dunia, ada dua kecelakaan besar yang dialami PLTN yang membuat PLTN diragukan sistem keselamatannya. Dua kecelakaan besar tersebut terjadi pada PLTN Chernobyl berjenis RBMK (Reaktor Bolshoy Moshchnosty Kanalny, reaktor kanal berdaya tinggi) pada tahun 1986 di Ukraina (waktu itu masih dikuasai Uni Soviet) dan PLTN Fukushima I (Daiichi) berjenis BWR (Boiling Water Reactor, reaktor air mendidih) pada tahun 2011 di Jepang.

Tim Kajian Nuklir PPI Dunia menganalisa pelajaran berharga yang didapatkan dari kejadian di Chernobyl dan Fukushima Daiichi untuk peningkatan keselamatan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir generasi baru.

Artikel selengkapnya di: https://drive.google.com/file/d/0B9N1McYG6RwVQmhFYWNMdHdVTE0/view

Kehadiran Tim FLN PPI Dunia dalam Latihan Dasar Kepemimpinan SMA 93 Jakarta memberikan warna baru. Acara yang berlangsung pada hari Jumat, pukul 16.00 s/d 21.00 di Aula SMAN 93 Jakarta ini dihadiri sekitar 250 Mahasiswa.

Kepemimpinan adalah hal dasar yang harus dimiliki oleh segenap manusia. Hal ini terucap berdasarkan fakta bahwa, terpaksa atau tidak terpaksa, manusia diciptakan untuk menjadi pemimpin baik itu untuk memimpin dirinya sendiri ataupun orang lain. Berbicara tentang kepemimpinan, cara alamiah untuk melatih mental kepemimpinan adalah dengan langsung melakukan praktek. Hal inilah yang dilakukan oleh siswa - siswi SMA 93 Jakarta dalam Latihan Dasar Kepemimpinan (LDKS).

Mengusung Tema "Character Building"

Jumat, 21 Oktober 2016 SMAN 93 Jakarta mengadakan sebuah Latihan Dasar Kepemimpinan bersama Tim FLN PPI Dunia. Dengan mengusung tema "Character Building", acara ini dilakukan di Aula SMAN 93 Jakarta. Tujuan dari acara ini diantaranya adalah untuk meningkatkan pola pikir yang positif dan kreatif serta membangun kualitas diri yang efektif. Perlu diketahui, jumlah siswa yang mengikuti kegiatan ini berkisar 250 orang. Jumlah yang tidak sedikit, bukan?

Berbagi cerita tentang pengalaman di Luar Negeri.

Pada acara ini, Tim FLN PPI Dunia yang diwakili oleh Kak Dhafi Iskandar dan Kak Ade Irma Elvira memberikan sebuah ilmu dan pengalaman mereka selama menempuh pendidikan di luar negeri. Ade Irma, sebagai pemateri pertama, menceritakan tentang pengalaman beliau ketika berada di Rusia. Kisah Ade Irma ini pun dituliskan dalam sebuah buku yang berjudul Beruang Merah. Tak kalah menarik dengan materi pertama, Dhafi Iskandar sebagai pemateri kedua yang merupakan mantan ketua PPI Perancis ini memberikan motivasi bagaimana pemuda-pemudi Indonesia harus bersikap terhadap bangsanya dengan memiliki karakter yang kuat.

Kesan Peserta dan Penyelenggara

“Terima kasih buat kakak mentor semua yang telah memberikan materi, kami jadi tahu tips kuliah di luar negeri dan bagaiamana pengalaman kuliah di luar negeri” ucap peserta LDKS. Senada dengan para peserta LDKS, Wakil Kepala Sekolah SMAN 93 Jakarta Bapak Sono Aji mengucapkan banyak terima kasih kepada Alumni PPI Dunia, PPI Dunia, dan pembicara lainnya yang telah membuka wawasan yang lebih luas kepada para peserta LDKS di SMA 93 Jakarta. “Harapan sekolah adalah supaya siswa-siswa SMAN 93 Jakarta memiliki semangat menuntut ilmu dan memiliki bekal kepemimpinan untuk membangun masa depan Indonesia”.

Latihan Dasar Kepemimpinan SMA 93 Jakarta dan Tim FLN PPI Dunia

Latihan Dasar Kepemimpinan SMA 93 Jakarta dan Tim FLN PPI Dunia

Mari bangun Indonesia, dengan menjadi Pemuda yang selalu bergerak menuju arah yang lebih baik. Sebarkan semangat positif dan jangan pernah menyerah!

 

Tim Festival Luar Negeri PPI Dunia

Ayo, ikuti kabar mengenai tim FLN PPI Dunia di:

Facebook

Instagram

Copyright © 2021 PPI Dunia
All rights reserved
Mayapada Tower 1, Lt.19, Jl. Jend. Sudirman, Kav. 28
Jakarta Selatan 12920