Categories
PPI Negara Timur Tengah dan Afrika Travel & Kuliner Wawasan Dunia

Berumrah dari Timur Arab Saudi

Sebagian besar (calon) mahasiswa yang berkeinginan untuk melanjutkan sekolah di Arab Saudi bisa dibilang mempunyai cita-cita yang sama, yakni bisa beribadah di dua kota suci umat Islam (Makkah & Madinah). Pun begitu dengan yang terjadi di sebuah kampus di Provinsi Timur (Eastern Province) yang bernama King Fahd University of Petroleum and Minerals (KFUPM). Terletak di bagian paling timur Arab Saudi, menjadi cerita tersendiri jika ingin menunaikan umrah. Prosesi pelaksanaan umrah dilakukan di Makkah yang terletak di bagian barat Arab Saudi. Kurang lebih 1300 km jarak yang membentang dari kota Dammam/Khobar yang menjadi titik keberangkatan mahasiswa KFUPM jika ingin melakukan umrah ke kota Makkah.

Untuk mencapai kota Makkah dalam hal ini untuk berumrah bisa ditempuh dengan beberapa cara. Pertama, yang sering digunakan adalah mengikuti jadwal travel umrah yang disebut hamla. Biasanya umrah dilakukan akhir pekan, berangkat Kamis sore (sekitar jam 5 sore) tiba di Makkah sekitar jam 8-9 pagi, dan berangkat kembali ke Khobar Sabtu siang, dengan biaya kisaran 100-150 riyal tergantung paket yang dipilih (Makkah saja atau dengan Madinah, dan dengan atau tanpa penginapan).

Kedua, adalah menggunakan bus, seperti SAPTCO, sebuah perusahaan transportasi antar kota dari pemerintah Arab Saudi. Jadwal bus dari Dammam ke kota Makkah adalah 3x sehari dengan waktu tempuh mencapai 20 jam. Keuntungan yang bisa digunakan oleh pelajar/mahasiswa di Arab Saudi ialah bisa mendapatkan potongan harga tiket, yakni sebesar 50%, jadi beli tiket pulang-pergi dengan harga tiket sekali berangkat, yakni untuk rute Dammam-Makkah sebesar 210 riyal, dengan cukup menunjukkan surat keterangan mahasiswa aktif dari kampus.

Sujud menghadap Kabah

Adapun cara ketiga adalah dengan menggunakan moda transportasi pesawat terbang yang lebih cepat waktu perjalanan ditempuh sekitar 2-2.5 jam dari King Fahd International Airport (KFIA), Dammam ke King Abdulaziz Internasional Airport (KAIA), Jeddah. Lalu dari Jeddah bisa menggunakan taksi ke terminal bus Makkah, atau bisa langsung naik taksi omprengan yang bisa mengantarkan langsung ke dekat Masjidil Haram. Biaya tiket pesawat biasanya berkisar antara 300-500 riyal, dan untuk taksi kisaran 50-100 riyal dan bus dari Jeddah ke Makkah 20 riyal, dengan waktu tempuh perjalanan 1-1.5 jam.

Untuk akomodasi sendiri bisa memilih banyak opsi, seperti yang lebih ramah di kantong mahasiswa adalah mencari penginapan yang digunakan untuk mandi, bertukar pakaian, dan menaruh barang sementara, dengan tarif 50-100 riyal yang bisa digunakan untuk 3-5 orang. Opsi lain yang bisa diambil jika bepergian dengan hamla, adalah dengan menaruh tas di dalam bagasi bis dan cukup membawa tas kecil berisi pakaian ganti, dan selebihnya menunggu di sekitaran area Masjidil Haram saja, sehingga tidak mengeluarkan biaya akomodasi.

Urusan makanan, tiap cari bepergian, tentu saja berbeda biaya yang harus dikeluarkan, karena bergantung lama waktu perjalanan. Jika menggunakan hamla atau bus, biasanya ada 2 kali pemberhentian, tergantung waktu keberangkatan yang dipilih (pagi/siang/sore/malam). Bus akan berhenti di setiap waktu sholat dan juga saat tiba di daerah miqat untuk melakukan ihram. Miqat dari arah Timur Arab Saudi adalah Qarnul Manazil atau As-Sail yang berjarak sekitar 85 km dari Masjidil Haram. Untuk biaya makan selama perjalanan maupun di Makkah, kisaran 15-25 riyal untuk porsi yang bisa dihabiskan oleh 2-4 orang.

Jadi, jika dikalkulasikan kisaran biaya yang dihabiskan dalam sekali perjalanan umrah dari Provinsi Timur Arab Saudi (dalam hal ini dengan menggunakan bus atau hamla) adalah 150-250 riyal atau setara dengan 550 ribu-900 ribu rupiah tergantung kebutuhan dan gaya hidup saat perjalanan (pilihan makanan, porsi makan).

 

Profil Penulis:

Rama Rizana adalah mahasiswa magister untuk konsentrasi Transportation Engineering King Fahd University of Petroleum and Minerals (KFUPM), Dhahran, Arab Saudi. Saat ini menjabat sebagai wakil koordinator Pusat Kajian Gerakan PPI Dunia periode 2017/2018. Rama dapat disapa di akun Instagramnya @ramarizana.

 

 

Categories
Berita PPI Negara Prestasi Anak Bangsa Timur Tengah dan Afrika

Mendulang Prestasi Internasional melalui Kajian Tulisan terkait Terapi Stem Cell

Penghargaan sebagai pemenang kompetisi research paper

SAUDI ARABIA – Prestasi  demi prestasi kembali ditorehkan oleh putra bangsa Indonesia di kancah internasional. Wahyu Choirur Rizky, salah satu mahasiswa program ilmu kedokteran dan bedah di Sulaiman Al Rajhi Colleges (SRC) – Saudi Arabia yang telah berhasil menempati posisi runner-up pada kompetisi penulisan karya ilmiah di bidang topik ulasan kritis (Critical Appraisal Topic) seputar ilmu medis. Kompetisi tersebut ditujukan untuk mahasiswa kedokteran  di Saudi Arabia dan merupakan bagian dari rangkaian acara SRC Annual Research Symposium yang dihelat pada hari Kamis, 19 April 2018 di Sulaiman Al Rajhi Colleges, Qassim, Saudi Arabia. Judul tulisan yang dijadikan topik utama dalam karya Wahyu yaitu “Endhotelial Progenitor Stem Cells Transplantation for Post-Myocardial Infarction”. Topik tersebut berisikan ulasan terkait pemanfaatan sel punca (stem cells) pada terapi infark miokardium ditinjau dari segi keamanan klinis dan kemungkinan adanya beberapa perubahan klinis pasca-terapi.

Wahyu bersama dengan profesor pembimbing risetnya

Topik seputar sel punca (stem cells) dipilih Wahyu karena menurut dia dalam dekade terakhir teknologi pengembangan sel punca sangat meningkat pesat di berbagai negara termasuk di Indonesia dan memiliki potensi besar untuk dijadikan terapi alternatif pada kasus infark miokardium. Infark miokardium (myocardial infarction) atau sering disebut sebagai serangan jantung yaitu kondisi dimana suplai darah yang menuju sel-sel otot jantung terhenti secara tiba-tiba dan berakibat pula berkurangnya kadar oksigen di area tersebut sehingga memicu kematian sel-sel otot jantung. Konsekuensinya, darah yang seharusnya dipompa dari jantung ke seluruh tubuh akan berhenti seketika karena otot jantung tidak bekerja. Wahyu juga menuliskan dalam ulasan topiknya bahwa perbaikan jantung berbasis sel merupakan pendekatan yang menarik untuk melakukan regenerasi otot jantung yang rusak pada kasus infark miokardium. Dinyatakan pula dalam tulisannya, beberapa sumber sel punca yang memiliki potensi dalam perbaikan fungsi jantung di antaranya sel punca atau sel progenitor, sel punca cardiac, sel punca sumsum tulang, sel punca embrionik, progenitor endothelial. Namun berdasarkan hasil tinjauan dalam karya tulisnya, di antara beberapa jenis sumber sel punca, yang memiliki tingkat keefektifan tinggi dan perbaikan fungsional yang baik adalah sel punca sumsum tulang dan progenitor endothelial.

Selain mengulas tentang alasan utama terkait keunggulan sel progenitor endothelial dalam terapi infark miokard, Wahyu juga menuliskan tentang posibilitas beberapa metode transplantasi sel punca tersebut dan ulasan tentang percobaan klinis dari beberapa penelitian yang telah dilakukan oleh para peneliti terdahulu. Ulasan mengenai percobaan klinis yang dituangkan dalam karyanya hanya difokuskan pada fase percobaan klinis tingkat 2 dan 3 (Phase II/III). Fase 2 dan 3 merupakan fase lanjutan dari tingkat 1 yang khusus meneliti keefektifan terapi sel punca ditinjau dari segi kemungkinan efek yang ditimbulkan dan cara menanganinya, dosis atau rezim terbaik yang harus digunakan, perbandingan efektifitasnya dengan terapi standar, serta melibatkan relawan pasien dalam jumlah yang besar (misal lebih dari 100 orang relawan).

Wahyu bersama profesor pembimbing riset dan publikasi poster ilmiah

“Menulis sebuah karya ilmiah tentang ilmu medis bukanlah suatu hal yang mudah, setiap data dan fakta yang digunakan harus diuji validitasnya, karena ini berkaitan dengan keberlangsungan penelitian berikutnya dan keselamatan jiwa pasien”, tutur Wahyu seusai menerima penghargaan dari Kepala Dekan Sulaiman Al Rajhi Colleges atas keberhasilannya. Untuk mengikuti kompetisi ini Wahyu harus melalui beberapa tahapan, tahap awal adalah seleksi ide yang diseleksi berdasarkan ikhtisar singkat terkait rancangan ide yang akan ditulis. Dari sekian banyak ide yang masuk, Wahyu berhasil lolos ke tahap 50 besar ide terpilih untuk kemudian menuju tahap selanjutnya yakni bimbingan penulisan dan revisi dengan dosen pengajar di masing-masing department/intitusi. Beruntunglah pada saat itu Wahyu berkesempatan memperoleh pembimbing ahli di bidang stem cell, Prof. Khawaja Husnain Haider, M. Pharm. PhD. Beliau adalah seorang guru besar yang menggeluti riset teknologi dan terapi stem cell selama lebih dari 30 tahun, serta memiliki jam terbang tinggi untuk riset dan klinis di Ohio, Amerika Serikat. Di samping partisipasinya dalam kompetisi tersebut, Wahyu juga turut mempresentasikan dua karya poster hasil penelitian bersama pembimbingnya. Poster yang pertama berjudul “A Critical Appraisal of Bone Marrow-Derived Mesenchymal Stem Cells and Mononuclear Cells for Post-Myocardial Infarction Management of the Heart in Clinical Perspective”. Kemudian poster kedua berjudul “Perpetual Smoking Compromise the Osmotic Fragility of Red Blood Cells”.

Tantangan yang dihadapi Wahyu dalam penulisan karya ilmiahnya yaitu waktu yang sangat terbatas. Komite kompetisi hanya menyediakan waktu tidak lebih dari satu bulan (selama bulan Maret 2018) untuk menyelesaikan satu karya tulis utuh, sedangkan Wahyu juga harus pandai membagi waktu dengan usahanya untuk membuat poster ilmiah, padatnya jadwal kuliah dan praktikum pada momen itu. Hal ini tak lantas membuat dia menyerah. Alhasil, berkat kerja keras, kegigihan, doa dan semangat dari keluarga serta teman-temannya dia berhasil mendulang prestasi terbaik yang dipersembahkan untuk bangsa tercinta, Indonesia. Berkat prestasinya, Wahyu juga berhak menerima hadiah sejumlah uang tunai dan sertifikat CME hours (Continuing Medical Education) dari Saudi Commission of Health Specialties. Di akhir wawancara dengannya, Wahyu menyampaikan harapan semoga karya tulisnya bisa dikembangkan lebih baik lagi dan banyak evaluasi yang harus ditempuh kedepannya supaya benar-benar menjadi karya yang layak untuk dikaji oleh praktisi medis serta membuka peluang penelitian yang lebih bermanfaat. Selain itu, Wahyu juga berpesan untuk semua generasi muda Indonesia untuk terus semangat membangun negeri sesuai dengan keahlian masing-masing serta jangan pernah menyerah untuk terus menuntut ilmu dimana pun dan kapan pun kita berada.

Penulis: Adam Prabowo

Fotografer: Muhammad Candragupta Jihwaprani

Categories
Berita PPI Negara Timur Tengah dan Afrika

Anggota DPR RI Mengunjungi Riyadh

 RIYADH – Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI), melakukan kunjungan kerja ke Riyadh, Arab Saudi. Kunjungan itu diwakili oleh Fahri Hamzah (Wakil Ketua DPR RI), Henry Yosodiningrat (F-PDIP), M Safrudin Nurhasan Zaidi (F-PKS), Taufiqulhadi (F-Nasdem), dan Lukman Edy (F-PKB).

Setibanya di Bandara King Khalid, Selasa (19/12), rombongan delegasi DPR RI langsung disambut oleh Duta Besar RI untuk Kerajaan Arab Saudi, Agus Maftuh Abegebril. Adapun agenda selama di Riyadh di antaranya pertemuan dengan Majelis Syuro (Parlemen) Arab Saudi, KBRI, pekerja migran, mahasiswa, dan masyarakat Indonesia.

Pertemuan dengan Pekerja Migran Indonesia di Ruhama (Rumah Harapan Mandiri) dan silaturrahim bersama masyarakat Indonesia di KBRI Riyadh menjadi agenda mereka pada Rabu (20/12). Fahri Hamzah menjelaskan bahwa kedatangannya ke Riyadh, Arab Saudi, guna menyosialisasikan Undang-Undang Perlindungan Pekerja Migran Indonesia yang baru saja disahkan oleh DPR RI pada Oktober 2017 melalui Rapat Paripurna DPR RI. Menurut Fahri, Undang-undang itu sebagai bagian dari perjuangan negara dalam memberikan perlindungan dan kepastian Buruh Migran Indonesia ketika ditempatkan di luar negeri.

 

Kamis (21/12), Fahri Hamzah beserta rombongan melakukan pertemuan dengan Wakil Ketua Parlemen (Majelis Syuro) Kerajaan Arab Saudi di Kompleks Istana Yamamah, Riyadh. Pertemuan itu merupakan kunjungan balasan setelah sebelumnya Ketua Parlemen Arab Saudi melakukan kunjungan resmi ke Parlemen Indonesia, beberapa saat sebelum Raja Salman tiba, Maret 2017.

Malam harinya, Delegasi DPR RI melakukan silaturrahim dengan mahasiswa Indonesia di asrama King Saud University. Fahri Hamzah memberikan beberapa wejangan kepada mahasiswa, di antaranya untuk tidak memikirkan persoalan-persoalan provokatif, tetapi sebaiknya fokus sebagai pelajar yaitu menekuni apa yang sedang dipelajarinya secara mendalam. Byan Aqila Ramadhan sebagai Ketua PPMI Arab Saudi pun tidak mau ketinggalan mengambil kesempatan diskusi itu untuk menyampaikan aspirasi teman-teman dari PPI Timur Tengah mengenai Tenaga Musiman (Temus) Haji yang koutanya dikurangi untuk kalangan mahasiswa.

Diskusi itu diakhiri dengan sesi foto bersama. Sebelum berpamitan, para anggota dewan meminta doa agar Negara Indonesia terus menjadi lebih baik dan bisa menjadi guru bagi negara-negara lain di dunia. Pertemuan dengan mahasiswa menjadi agenda terakhir mereka di Riyadh, sebelum keeseokan harinya melakukan perjalanan ke Mekkah untuk melaksanakan ibadah umroh dan pulang ke Indonesia dari Jeddah.**

Penulis: Ridho Sastrawijaya 

                  Departemen Media PPMI Riyadh
Editor: Kartika Restu Susilo

Categories
Berita Festival Luar Negeri PPI Negara Timur Tengah dan Afrika

Festival Lomba dan Kreativitas Siswa SILN di Kerajaan Arab Saudi

RIYADH, 16–17 November 2017 – Atase Pendidikan dan Kebudayaan KBRI Riyadh menyelenggarakan Festival Lomba dan Kreativitas Siswa Sekolah Indonesia Luar Negeri (FLOKS SILN), Arab Saudi. Kegiatan itu dimaksudkan sebagai ajang untuk memfasilitasi dan memberikan motivasi, minat, prestasi dan daya kreativitas Sekolah Indonesia Luar Negeri (SILN) yang berada di wilayah Arab Saudi.

Kegiatan FLOKS SILN 2017 itu diikuti oleh siswa-siswi Sekolah Indonesia di Arab Saudi yang terdiri dari tingkat SD, SMP, dan SMA dari Sekolah Indonesia Riyadh (SIR), Sekolah Indonesia Jeddah (SIJ), Sekolah Indonesia Makkah (SIM), Indonesian Islamic Internasional School Jeddah serta Kelompok Kejar Paket A, B, dan C Madinah.

Adapun kategori yang dilombakan adalah Olimpiade Matematika dan IPA tingkat SD-SMA, Hafalan Qur’an tingkat SD-SMA, Cerdas-Cermat tingkat SD-SMA, Pidato Tiga Bahasa tingkat SD (Indonesia), SMP (Inggris), SMA (Arab), Story Telling tingkat SMP-SMA, Seni Tari Daerah, dan Menyanyi Solo tingkat SD-SMA.

Acara dibuka pada Jumat 17 November 2017 di dua tempat, yaitu Sekolah Indonesia Riyadh (SIR) dan KBRI Riyadh dan Festival Lomba dan Kreatifitas Siswa. Olimpiade matematika dan IPA, Hafalan Quran, Cerdas-Cermat, dan Lomba Pidato Tiga Bahasa, berlokasi di SIR. Sedangkan menari, menyanyi dan story telling, berlokasi di KBRI. Perlombaan serentak dimulai pada pukul 09.00 dan berakhir pada pukul 18.00.

Setelah semua perlombaan selesai dan didapatkan para pemenang, maka pada Sabtu, 18 November 2017, dilakukan penutupan FLOKS SILN Arab Saudi 2017 di KBRI Riyadh. Selain pembagian hadiah, pada penutupan itu juga diberikan kesempatan bagi para pemenang lomba menari, menyanyi dan story telling untuk menampilkan kreasinya.

Sekolah Indonesia Mekkah (SIM) berhasil menjadi Juara Umum setelah mendominasi hampir di semua kategori perlombaan. Pengumuman pemenang menutup Festival Lomba dan Kreativitas Siswa SILN Arab Saudi yang digelar untuk pertama kalinya. Semoga perlombaan itu terus berlanjut setiap tahunnya agar selalu terjalin kerja sama dan silaturahmi serta semakin meningkatkan mutu Sekolah Indonesia Indonesia Luar Negeri yang berada di Kerajaan Arab Saudi.**

 

Penulis: Ridho Sastrawijaya

Departemen Media PPMI Riyadh

 

Editor: Kartika Restu Susilo

Categories
Berita PPI Negara Prestasi Anak Bangsa Suara Anak Bangsa Timur Tengah dan Afrika

Mahasiswa Indonesia Ikut Kompetisi Renang antar Universitas se-Arab Saudi

Luthfi Ihsanudin (kedua dari kiri, duduk) perenang Indonesia di ajang Kompetisi Olahraga antar Universitas se-Arab Saudi

 

ARAB SAUDI, 19 November 2017 – Untuk kali ke-8 Kompetisi Olahraga antar Universitas se-Arab Saudi Tahunan diselenggarakan. Tahun ini, Universitas Imam Abdurrahman bin Faisal, Dammam, didaulat sebagai tuan rumah pertemuan pertama pada kompetisi ke-8 yang berlangsung pada hari Kamis–Sabtu, 16–18 November 2017 bertepatan dengan 27–29 Shafar 1439 H. Sebanyak 12 cabang olahraga dipertandingkan pada kompetisi yang dibagi menjadi 6 pertemuan itu, yakni: sepak bola, basket, tenis, tenis meja, karate, renang, atletik, lari lintas negara, voli pantai, paralimpiade dan futsal. Kompetisi itu terlaksana di bawah naungan Menteri Pendidikan Arab Saudi, Ketua Dewan Federasi Olahraga Universitas se-Arab Saudi, Dr. Ahmad bin Muhammad al-Isa.

Pada pertemuan pertama itu, sebanyak 100 atlet karate mewakili 18 Universitas se-Arab Saudi dan 180 atlet renang yang mewakili 20 Universitas se-Arab Saudi. “Ke-20 universitas tersebut terdiri dari universitas negeri dan swasta di Arab Saudi, yaitu Prince Sattam University, King Abdulaziz University Jeddah, King Faisal University Al-Ahsa, Taiba University Madinah, University of Business and Technology Jeddah, Islamic University in Madinah, Taif University, Imam Abdurrahman bin Faisal University Dammam, Imam Muhammad bin Saud Islamic University Riyadh, King Saud University Riyadh, Jeddah University, Umm al-Qura University Makkah, King Saud bin Abdulaziz University for Health Sciences Riyadh, Shaqra University, King Fahd University of Petroleum and Minerals University Dhahran, Northern Borders University, Ibnu Sina National College for Medical Studies Jeddah, Al-Jawf University, Al-Bahah University dan Prince Muhammad bin Fahd University Tabuk,” tutur Dr. Salah as-Saqa, Sekretaris Jenderal Federasi Olahraga Universitas se-Arab Saudi kutip dari Kantor Berita Nasional Saudi.

Komite Perlombaan membatasi 2 atlet per universitas per cabang renang, satu atlet diperbolehkan untuk mengikuti dua nomor cabang gaya bebas dan gaya campuran, serta pada setiap final dibatasi maksimal 8 peserta. Nomor cabang tersebut adalah gaya bebas 400 m, gaya punggung 200 m, gaya bebas 50 m, gaya katak 100 m, gaya dada 200 m, gaya bebas 200 m, maraton gaya dada 100 m x 4, gaya dada 100 m, gaya katak 200 m, gaya punggung 50 m, gaya bebas 100 m, gaya bebas 800 m, gaya katak 50 m, gaya dada 50 m, gaya punggung 100 m, gaya campuran 200 m, maraton campuran 100 m x4. Sedangkan kompetisi karate menggunakan pertandingan Kata yang terbagi menjadi sejumlah nomor cabang; 55 kg, 67 kg, 60 kg, 70 kg, 75 kg dan 84 kg. Pertandingan karate menggunakan sistem satu grup terdiri dari 4 peserta, pemenang dari tiap grup akan maju ke final, setiap universitas hanya diperbolehkan mengirim satu peserta per nomor cabang, dan yang diperbolehkan mengikuti pertandingan hanya atlet yang telah memiliki sabuk oranye ke atas.

Kontingen Universitas Islam Madinah terdiri dari 9 atlet, yaitu 5 atlet renang dan 4 atlet karate. Dari 5 atlet renang tersebut, salah satunya adalah Luthfi Ihsanudin, mahasiswa Fakultas Hadis dan Studi Islam UIM Semester 7 asal Magelang, Indonesia. Luthfi telah lulus seleksi kompetisi renang untuk mewakili Universitas Islam Madinah pada kompetisi antar Universitas se-Arab Saudi. Luthfi bertanding pada cabang gaya dada 50 m dan 100 m. “Karena ini kali pertama saya ikut, jadi harapannya ya tambah pengalaman dan semoga bisa ikut lagi pada tahun depan,” ujar Luthfi yang juga memperkuat Tim Nasional Indonesia pada Piala Dunia Universitas Islam Madinah tahun 2017. Hasil dari Pertemuan Pertama Kompetisi itu, tuan rumah Universitas Imam Abdurrahman bin Faisal Dammam meraih sebagai Juara Umum, Imam Muhammad bin Saud Islamic University Riyadh berada di peringkat kedua dan King Abdulaziz University Jeddah berada di peringkat ketiga. Semoga prestasi Luthfi mewakili UIM pada kompetisi itu dapat memberikan motivasi kepada seluruh pelajar Indonesia di seluruh dunia, khususnya di Madinah dan Arab Saudi.**

 

Penulis: Imam Khairul Annas

Mahasiswa Fakultas Dakwah dan Ushuluddin, Universitas Islam Madinah

 

Editor: Kartika Restu Susilo

Categories
Berita PPI Negara Prestasi Anak Bangsa Suara Anak Bangsa Timur Tengah dan Afrika

Universitas Islam Madinah Cetak Ahli Ushul Fiqh Untuk Indonesia

SAUDI ARABIA, 21 OKTOBER 2017 – Kamis, 12 Oktober 2017 menjadi hari istimewa bagi Musyaffa’. Bagaimana tidak, kandidat doktor ushul fiqh Universitas Islam Madinah pertama dari Indonesia bahkan Asia Tenggara ini berhasil menamatkan studi doktoralnya dengan predikat summa cum laude.

Disertasinya yang berjudul “Metodologi Ulama Syafi’iyah dalam Mengklasifikan Dalil, dan Cara Mentarjih Dalil-Dalil Yang Bertentangan” -studi teori dan penerapannya- berhasil ia pertahankan pada sidang yang berlangsung di Auditorium Munaqosyah Fakultas Hadist UIM.

“Setelah melaksanakan sidang yang berlangsung dari pukul 09.00 hingga pukul 11.30 siang. Lajnah Munaqosyah memutuskan untuk menerima disertasi yang diajukan serta memberikannya gelar doktor dengan predikat mumtaz ma’a martabati syarofil ‘ula (summa cum laude),” ujar Syaikh Prof. Dr. Tarhib Ad-Duwaisiry.

Musyaffa’ atau yang lebih dikenal dengan nama Musyaffa’ Ad-Dariny, pria kelahiran Jepara, 29 Juni 1982 itu menamatkan SMA-nya di tahun 2000. Setamat SMA ia melanjutkan studinya di UNISMA Malang, hanya bertahan dua semester di sana karena namanya masuk ke dalam daftar mahasisawa yang diterima di Universitas Islam Madinah.

Mahasiswa asal Jepara, Jawa Tengah ini memulai studinya di Universitas Islam Madinah dari jenjang persiapan bahasa selama dua semester. Selanjutnya ia memilih kuliah Syariah di jenjang S-1nya. Dan di S-2 ia masuk di jurusan ushul fiqh fakultas syariah UIM. Gelar magister ia dapatkan dengan predikat summa cum laude. Sedangkan untuk S-3, bapak 4 anak itu memilih untuk tetap mengambil jurusan yang sama.

Dan hari ini, Musyaffa’ resmi menyandang gelar doktor di depan namanya. Semoga ilmunya bermanfaat bagi kaum muslimin terkhusus di Bumi Pertiwi.**

 

Penulis: Hemzaa

       PPMI Madinah

 

Editor: Kartika Restu Susilo

Categories
Berita PPI Negara Timur Tengah dan Afrika Travel & Kuliner

Wisata Singkat PPMI Madinah di Istanbul

Pemutusan hubungan diplomatik antara Arab Saudi dan Qatar berdampak luas, hingga para mahasiswa Indonesia yang berkuliah di Universitas Islam Madinah pun terkena dampaknya. Tiket pulang-pergi maskapai Qatar Airways yang seyogyanya ditempuh dengan rute Madinah-Doha-Jakarta terpaksa harus diubah dengan beberapa pilihan rute, antara lain:

☆ Jakarta-Doha-Muscat-Madinah

☆ Jakarta-Doha-Kuwait-Madinah

☆ Jakarta-Doha-Istanbul-Madinah

Adanya opsi transit di Istanbul memunculkan inisiatif dari beberapa mahasiswa untuk masuk ke dalam kota Istanbul jika waktu memungkinkan.

Atas berkat rahmat Allah disepakatilah untuk memilih penerbangan Qatar Airways Kamis, 14 September 2017 pukul 00:20 dini hari dari Jakarta menuju ke Doha, Qatar dengan transit selama 4 setengah jam. Selama di Doha, dilakukan pengarahan (briefing) oleh salah satu mahasiswa yang sebelumnya sudah pernah berkunjung ke Turki terkait hal-hal yang perlu diperhatikan dan dilakukan setiba di Istanbul nantinya.

Dari Doha penerbangan dilanjutkan ke Istanbul dengan transit selama 9 jam 20 menit. Tiba di Bandara Internasional Sabiha Gökçen sekitar pukul 13:30, sesuai pengarahan ketika di Doha, 21 mahasiswa yang tergabung bersama grup PPMI Madinah langsung menarik uang melalui m
esin ATM bandara, mengantri imigrasi, menukar uang melalui money changer, membeli kartu transportasi (Istanbulkart), lalu menunggu bus Havataş dengan tujuan pelabuhan Kadıköy. Perjalanan darat Sabiha-Kadıköy ditempuh dengan waktu selama 1 jam 11 menit.

Sampai di Kadıköy, rombongan menuju dermaga kapal fery dengan tujuan pelabuhan Eminönü. Perjalanan laut ini ditempuh kurang lebih 25 menit. Di Eminönü dapat terlihat Galata Tower dan Jembatan Bosphorus yang menghubungkan Istanbul wilayah Asia dan Eropa. Dari Eminönü rombongan menaiki Tramvay (kereta listrik) menuju stasiun Sultanahmet.

Dikarenakan terbatasnya waktu, rombongan PPMI Madinah hanya sempat mengunjungi Basilica Cistern, Hagia Sophia, sholat di Blue Mosque, berfoto di area Hippodrome dan taman di depan Blue Mosque.

Dikhawatirkan tak dapat bertemu dengan mahasiswa Indonesia yang berkuliah di Istanbul, beberapa hari sebelum keberangkatan, salah satu anggota Departemen Publikasi dan Dokumentasi PPMI Madinah sudah lebih dahulu memberi kabar dan memohon maaf kepada PPI Istanbul jika nantinya tidak sempat silah-ukhuwwah. Benar saja, ternyata waktu memang tidak memungkinkan untuk berjumpa saudara seperjuangan di Istanbul.

Menjelang waktu magrib rombongan kembali ke bandara dengan rute sebaliknya dengan alat transportasi yang sama. Tiba di Bandara Internasional Sabiha Gökçen langsung mengantri imigrasi lalu melaksanakan sholat di musholla bandara. Selesai sholat, panggilan untuk masuk pesawat Turkish Airlines tujuan Madinah pun terdengar.

Setelah menempuh perjalanan udara sekitar 3 jam 25 menit rombonganpun tiba di Madinah Al-Munawwarah dengan selamat dengan membawa kenangan singkat selama di dalam kota Istanbul. Tak hanya kenangan, semangat Sahabat Rasulullah; Abu Ayyub Al-Anshori dan Sultan Muhammad Al-Fatih pun terpatri di hati. [] (Red. Ahmad Bilal Almagribi/PPMI Madinah)

Categories
Berita

Program Pengabdian Masyarakat dan Safari Dakwah di Raja Ampat, Papua Barat

Liputan Raja Ampat – Bertempat di Pulau Misool dan Pulau Waigeo, Kab. Raja Ampat, Prov. Papua Barat, 4 mahasiswa Indonesia di Arab Saudi, yang terdiri dari Musthofal Fitri, Abdul Hamid Raharjo, Afif Fauzi dan Fathi Robbani berkesempatan ikut serta dalam program pengabdian masyarakat dan safari dakwah pada 30 Juni-17 Juli 2017. Program ini terlaksana atas kerjasama Tim Kajian Papua PPI Dunia dengan Markaz Inayah. Keempat mahasiswa dibagi menjadi 2 tim, Mustofal Fitri dan Abdul Hamid Raharjo ditugaskan di Pulau Misool sedangkan Afif Fauzi dan Fathi Robbani ditugaskan di Pulau Waigeo. Program ini bertujuan untuk memberikan dampak positif bagi masyarakat sekitar dengan harapan masyarakat setempat lebih maju dari segi potensi dan SDM nya.

Diantara kegiatan yang mereka lakukan adalah mengajar anak-anak al-Qur’an dan fikih serta mengadakan perlombaan, selain itu juga bersosialisasi dengan masyarakat setempat, ikut serta dalam kerja bakti membersihkan Masjid. Keempat peserta program ini mendapatkan kesan baik yang berbeda-beda.

“Terjun langsung ke kehidupan masyarakat, ikut merasakan kehidupan mereka sehari-harinya sambil berdakwah,” ujar Fathi yang juga merupakan mahasiswa Fakultas Syari’ah Universitas Islam Madinah. “Betah sekali, paling indah yang pernah saya lihat, masyarakatnya baik sekali, sempat ingin menetap disana meskipun tidak ada sinyal dan listrik,” cerita Hamid yang berasal dari Gresik, Jawa Timur.

Masyarakat setempat juga mendukung kegiatan ini, bahkan meminta agar durasinya lebih lama. “Masyarakat sangat mendukung penuh, dan berharap program ini bisa diadakan setiap tahunnya. Bahkan jika memungkinkan ada yang menerap satu tahun fokus mengajar disana. Karena memang sangat minim pelajar” tutur Afif yang saat ini menyelesaikan studi di Fakultas Dakwah dan Ushuluddin Universitas Islam Madinah. Adapun diantara kendala seperti tidak adanya listrik di siang hari dan lainnya malah menjadi pengalaman unik yang mereka rasakan. “Tentunya mengajar anak-anak dari berbeda suku dan bahasa itu sesuatu banget, kita harus memahami mereka, dan paling berkesan meskipun listrik di siang hari tidak ada, dan kalau malam pakai genset sampai jam 12 malam lebih itu sesuatu rasanya mengingatkan kita kembali tentang hidup dulu di kampung sebelum masuk listrik,” ujar Musthofal.

Para peserta berharap jika kegiatan ini diadakan lagi, maka persiapan dan mental peserta harus lebih baik. “Agar para peserta program ini lebih mempersiapkan lebih matang dari segi materi dakwah dan juga mental, juga durasi yang diperpanjang agar lebih mengena dan efektif ke masyarakat,” pesan Fathi. “Ditambah lagi anggotanya karena banyak sekali tempat-tempat yang membutuhkan Pendidikan, serta di program yang akan datang semoga ada kegiatan pembagian sembako untuk masyarakat,” pesan Afif.

Categories
Inspirasi Dunia

PPMI Madinah Mengadakan Safari Dakwah dan Bakti Sosial di Cianjur dan Sukabumi

Liputan Cianjur dan Sukabumi – Dalam mengisi liburan musim panas, sejumlah mahasiswa Indonesia di Universitas Islam Madinah yang tergabung dalam PPMI Madinah mengadakan Safda (Safari Dakwah) dan Bakti Sosial di 5 titik di Cianjur dan Sukabumi. Kegiatan yang diikuti oleh 11 mahasiswa ini berlangsung pada 8-17 Syawwal 1438 H yang bertepatan dengan 2-12 Juli 2017.

Kelima titik acara ini diselenggarakan di Desa Salamnunggal, Kec. Cibeber, Kab. Cianjur sejumlah 3 lokasi dan Kampung Cinangka, Desa Neglasari, Kec. Purabaya, Kab. Sukabumi sejumlah 2 lokasi. Diantara kegiatan para peserta safda adalah sosialisasi kepada warga desa, silaturrahim kepada tetua-tetua di desa, serta memberikan santunan kepada anak-anak yatim, jompo dan fakir miskin.

Safari Dakwah PPMI Madinah
Anak-anak Cianjur dan Sukabumi sedang belajar bersama PPMI Madinah

Masyarakat desa setempat pun antusias dalam menyambut kegiatan ini. “Alhamdulillah, sangat antusias, dibuktikan dengan keramah-tamahan mereka yang menjamu tiap da’i (peserta) untuk makan di rumah mereka serta mengajak jalan-jalan ke wisata yang ada di kampung” ujar Affan Muhammad Hamzah, Ketua Panitia Safda dan Bakti Sosial yang juga Wakil Ketua PPMI Madinah.

Kegiatan ini dapat berjalan atas kerjasama PPMI Madinah dengan Pondok Pesantren Wisata Madinatul Qur’an Jonggol, Cinta Sedekah, Bimbingan Islam dan Yayasan Qiblat. Safda dan Baksos ini diharapkan bisa diselenggarakan kembali di tahun-tahun yang akan datang, “Insya Allah, karena memang tujuan kita untuk menjadi pelopor dan Alhamdulillah, (kami) telah menyiapkan kader-kader untuk selanjutnya, juga semua pihak yang terkait pun sangat meminta ke PPMI Madinah khususnya untuk selalu mengadakan acara ini”, tutup Affan. (Red: imam/ Ed: Amir)

Categories
PPI Negara Timur Tengah dan Afrika

Mengenal UIM Lebih Dekat di Pesantren Al-Ma’tuq Sukabumi

Liputan Sukabumi – Bertempat di Masjid Pesantren Al-Ma’tuq, Sukabumi, Sabtu, 8 Ramadan 1438 H/3 Juni 2017, telah berlangsung dauroh dengan tema “Mengenal Lebih Dekat Universitas Islam Madinah” dengan pemateri Mumuh Mukhtaruddin, mahasiswa di Universitas Islam Madinah (UIM) yang juga Divisi Publikasi dan Dokumentasi Perhimpunan Pelajar Mahasiswa Indonesia (PPMI) Madinah.

Pesantren Al-Ma’tuq Sukabumi yang baru-baru ini resmi terakreditasi oleh Universitas Islam Madinah, dauroh yang dihadiri oleh seluruh santri al-Ma’tuq ini disambut dengan penuh antusias, selain mengenalkan universitas serta pemberkasan, diakhir dauroh ini pemateri melakukan simulasi  pendaftaran online di website Universitas Islam Madinah agar para santri mampu mendaftarkan dirinya masing-masing kelak jika sudah lulus pesantren.

Peserta tampak antusias mengikuti dauroh di Pesantren Al-Ma’tuq Sukabumi.

Dauroh yang berlangsung selama 3 jam ini diakhiri dengan sesi tanya jawab dan pemutaran video pengenalan universitas. “Alhamdulillah acara berjalan lancar, dari awal sampai akhir acara sangat terlihat antusias para santri pesantren al-Ma’tuq dan acara ini juga dihadiri oleh camaba (calon mahasiswa baru, red) UIM tahun 2017,” tutur Muhammad Sidqi Abdurrahman, Ketua PPMI Madinah.

“Semoga dengan diadakan acara tersebut menjadikan pendorong  untuk lebih banyak calon mahasiswa yang lebih siap menuntut ilmu di kota nabi,” lanjut Sidqi.

 

(Red, PPMI Madinah/Ed, F)

Page 1 of 3
1 2 3