Categories
Eropa dan Amerika PPI Negara

Atase Perdagangan Indonesia untuk Spanyol Novita Sari Berharap Pelajar dan Diaspora Menjadi Mesin Ekspor Nasional

Webinar PPI Spanyol dengan Atase Perdagangan Novita Sari
Peserta Webinar PPI Spanyol bersama Atase Perdagangan Indonesia untuk Spanyol Novita Sari

Spanyol, 30 September 2020 – Ditengah tengah ketidak pastian kondisi ekonomi dunia, KBRI Madrid dan PPI Spanyol menggelar Webinar bertajuk Menjadi Pengusaha di Spanyol untuk mendorong pelajar dan diaspora Indonesia agar bisa menjadi duta promosi produk Indonesia. 

Atase Perdagangan Indonesia untuk Spanyol, Novita Sari, mengaku bangga terhadap antusias warga untuk menumbuhkan bibit bibit entrepreneurship sekaligus berharap untuk menaikan kapasitas dan neraca ekspor Indonesia ke Spanyol.

Selain itu, lanjut Novita Sari, produk makanan justru mengalami peningkatan yang sangat signifikan dengan pertumbuhan 600%, termasuk diantaranya kopi. Momen ini seharusnya bisa dioptimalkan lebih lanjut, terutama bagi para pelaku usaha kecil dan menengah.

Tak cuma dari Novita Sari, hadir juga Kepala Indonesian Trade Promotional Centre (ITPC), Puri Listiyani dan perwakilan dari Centre for the Promotion of Imports from developing countries (CBI) Belanda, Dika Rinakuki. Dalam presentasi nya, Puri Listiyani mengatakan bahwa pihaknya akan terus membantu dan memfasilitasi pengusaha muda dalam bentuk market intelligence. Lebih lajut, Dika Rinakuki mengatakan bahwa CBI Belanda akan terus berupaya agar produk Indonesia dapat bersaing dengan produk dari negara lain.

Apresiasi terhadap acara ini juga disampaikan ketua komisi Pendidikan PPI Spanyol, Rizky Lasabuda. Sebagai pelajar Indonesia di Spanyol, dia mengaku merasa senang karena support yang diberikan KBRI Madrid kepada WNI di Spanyol sangat besar. “Semoga kedepan nya akan ada lebih banyak pengusaha muda Indonesia di Spanyol” tuturnya.

Categories
Berita Festival Luar Negeri

Dilema Studi atau kerja?

Rabu, 16 November 2016-  Korps Mahasiswa Hubungan Internasional Universitas Jenderal Soedirman (Komahi Unsoed) dan tim Festival Luar Negeri PPI Dunia (FLN PPI Dunia) telah menyelenggarakan Seminar Beasiswa S2 dan Interview Kerja dengan tema yang bertajuk; Lanjut Studi atau Kerja?

Tiga narasumber yang telah memiliki pengalaman dibidangnya masing-masing,  yakni Niken Larasati (Awardee Erasmus Mundus MSc in Marketing Corvinus University of Budapest ), Ugung Dwi Ario Wibowo ( Lecturer of psychology in Purwokerto Muhammadyah University ) dan Azizah Syiami Mutik (Head of Monitoring and Evaluation in ACWAY Project) yang juga merupakan alumni dari Hubungan Internasional Fisip Unsoed membagi pengalamannya di depan 150 peserta seminar.

1480221095799
Suasana Seminar yang diselenggarakan oleh Komahi Unsoed dan tim FLN PPI Dunia

Dalam acara ini, Niken Larasati atau yang biasa dipanggil Niken, telah menjadi narasumber perwakilan dari PPI Dunia sebanyak dua kali. Ketika ditanyakan, bagaimana kesan setelah menjadi narasumber perwakilan PPI Dunia untuk kedua kalinya, beliau berkata:

“Aku amazed  karena pesertanya fokus mendengarkan ketika kami melakukan presentasi, ketika kita membagikan kisah kitamereka terlihat  excited gitu”

Niken, ketika melakukan presentasi di depan peserta
Niken, ketika melakukan presentasi di depan peserta

kemudian beliau melanjutkan:

“yang paling berkesan adalah ketika aku melihat mereka senang, semangat datang ke acara, aktif bertanya karena mereka punya keinginan untuk kuliah keluar dan ketika aku tahu semua yang aku bagikan itu berguna untuk mereka”

Saat ini, Niken mengabdikan dirinya untuk Indonesia dengan terlibat di beberapa projek penelitian dan pelatihan koperasi di Jawa Barat. Ketika ditanyakan, tentang pertanyaan apa yang paling berkesan yang telah dilontarkan oleh peserta, beliau berkata :

“Pertanyaan paling menarik, salah satunya adalah bagaimana cara setting goals di tengah-tengah kesibukan sekolah? apalagi ketika masih ditingkat awal. Aku jawabnya, harus punya keinginan dulu untuk lanjut s2, lalu buat goals mau kuliah dimana dan jurusan apa. Dari sekarang buat strateginya. Selain itu kita juga harus tau apa saja requirements yang diminta, pelan-pelan dicicil dari sekarang dan skill  apa yang harus dimiliki. Gak cuma dari akadems, bisa juga dari pengalaman organisasi sebagai, siapa tau nanti pihak universitas/beasiswa mencari pengalaman  organisasi sebagai salah satu requirements… intinya, tambah kan lah value  buat diri kita sendiri sedini mungkin biar self-branding kita bagus.”  (dilla)

Tim Festival Luar Negeri (FLN) PPI Dunia

#FLNNovember

Galeri Kegiatan :