Categories
Berita PPI Negara Timur Tengah dan Afrika

Pelantikan Pengurus Baru PPI Yaman Periode 2017/2018

TARIM – PPI Yaman telah resmi dilantik pada Kamis 8 Februari 2018. Pelantikan tersebut terletak di Auditorium Universitas Al-Ahgaff, Tarim, Yaman.  Tepat pukul 21.00 waktu setempat, acara pelantikan dimulai. Secara bersamaan juga dilantiklah keanggotaan baru PPI Hadhramaut 2018. Ketua terpilih untuk masa bakti 2017-2018 adalah  H. Izzudin Mufian. Lc. menggantikan Jihadul Muluk. Sdangkan  wakilnya adalah Taufan Azhari Mujahid menggantikan Sdr. Reza Abdul Fattah.

Beberapa wajah baru juga mewarnai kepengurusan era baru kali ini. Di bagian sekretaris ada Luqman Hakim dan bendahara  Yunalis Abdul Ghani. Tiga divisi juga diperkenalkan sekaligus dan diresmikan. Pertama Divisi Pendidikan dan Budaya yang diketuai oleh  Habib Syauqi Al-Muhdor B.sc dan Ricky Faisol. Kedua Divisi Infokom (informasi & Komunikasi) dengan ketua Nur Huda Hilda,  Ismail Zayyadi Haliman dan Ziyadii. AdapulaDivisi Dansos (Dana & Sosial) yang dikomandoi  Afton Asykurullah & Sdr. Muhammad Junaidi.

Dalam sambutan perdananya, Sekretaris Jenderal berpesan dan mengapresiasi kepada seluruh kepengurusan tahun ini dalam berkhidmah kepada agama dan negara. “Karena memenuhi hajat seorang muslim lebih Nabi sukai daripada beri’tikaf satu bulan penuh,” ucapnya.

Acara berlangsung selama dua jam, kemudian ditutup doa oleh H. Abd. Muhith.

Semoga kepengurusan baru ini menjadi lebih baik dan semakin bermanfaat untuk semua khususnya para pelajar Indonesia yang berada di Yaman. Amien.

 

Penulis: INFOKOM_PPIY

Editor: Kartika Restu Susilo

Categories
Berita PPI Negara Timur Tengah dan Afrika

Institut Darul Ghuraba Tarim Wisuda Puluhan Pelajar Asal Indonesia

  
TARIM, 4 November 2017 – Lembaga pendidikan Ilmu Hadits Institut Darul Ghuraba mewisuda lebih dari 20 pelajar asal Indonesia pada Sabtu malam (4/11). Acara prosesi wisuda itu dipimpin langsung oleh pimpinan tertinggi (Mudir Aam) lembaga Dr. Habib Abu Bakar Al-Adeni bin Ali Al-Masyhur beserta pimpinan institut (Amid Ma’had) Sayyid Dr. Mohammad bin Abdul Qader Alaydrus.
Acara itu dihadiri juga oleh para tamu kehormatan seperti: Sayyid Abdullah Awadh bin Sumaith, Dekan Fakultas Syariah dan Hukum Universitas Al-Ahgaff; Habib Thohir Al-Haddar, guru senior Darul Musthofa; serta tokoh pakar hadits Sayyid Dr. Alawi Syihab dan ulama lain.
Kurikulum Institut Darul Ghuraba lebih memfokuskan pada kajian Ilmu Hadits, baik secara dirayah maupun riwayah, juga kajian Shahih Muslim maupun Shahih Bukhari dengan sanad guru yang menyambung sampai Rasulullah Saw. Ilmu-ilmu hadits itu disinergikan pula dengan mata kuliah Fiqih Transformasi (kitab Nubdzah Sughra) agar pelajar mampu menghadapi problematika kontemporer umat Islam zaman sekarang.
Di lembaga itu, mayoritas para peserta didik yang mendominasi adalah mahasiswa Universitas Al-Ahgaff Tarim. Memang salah satu keistimewaan Al-Ahgaff Tarim adalah memberi kesempatan dan kebebasan mahasiswanya untuk kuliah atau belajar tambahan di lembaga lain. Maka tak heran, banyak dari mahasiswa Al-Ahgaff yang tidak hanya kuliah di Al-Ahgaff saja, tetapi juga kuliah dan belajar di lembaga lain seperti Institut Darul Ghuraba dalam ilmu Hadits, Institut Al-Aydrus dalam Qiraat Sab’ah, dan Ribat Tarim dalam Fiqih.
Nasihat Ulama
Habib Abubakar Al-Adeni dalam sambutannya menegaskan bahwa sungguh beruntung para pelajar yang ada di lembaga itu. Mereka dididik langsung oleh guru pengajar yang tidak hanya memiliki gelar akademik saja, tapi juga memiliki sirr nubuwah (berkah kenabian) dengan sanad yang menyambung langsung sampai Rasulullah Saw.
“Pencuri (atau pencopet) itu para pelajar yang mengambil ilmu hanya secara zahirnya saja, tanpa menggubris ruhnya. Padahal Islam datang membawa ruh ilmu itu. Kalau hanya ilmu secara zahirnya saja orang munafiq juga punya,” ujar Habib Abubakar dengan bahasa Arab di sela-sela sambutannya.
Beliau merupakan pimpinan dari 9 lembaga pendidikan yang tersebar di berbagai kota di provinsi Hadhramaut, seperti Universitas Al-Wasathiyah, Institut Darul Ghuraba dan Ribat Imam Al-Muhajir Husaisah. Beliau juga merupakan peletak pertama ilmu Fiqih Transformasi yang dikenal dengan Fiqih Tahawwulat. Selain sosok seorang pemikir Islam, beliau juga merupakan penulis produktif sekaligus penyair handal. Hampir setiap hari beliau mencipta beberapa bait syair yang setiap bulan dikumpulkan menjadi satu buku Diwan (kitab kumpulan syair).
Usai berjalannya rangkaian acara dan prosesi wisuda, para hadirin beserta tamu kehormatan dihidangkan menu ramah tamah, lalu didendangkan beberapa qasidah syair khas Hadhramaut. Acara yang dimulai pukul 19.00 KSA hingga pukul 22.30 KSA itu berjalan lancar dan ditutup dengan doa akhir majelis di penghujung acara.**
Penulis: Azro
Editor: Kartika Restu Susilo

Categories
Berita PPI Negara Timur Tengah dan Afrika

Doa Bersama Dan Penggalangan Dana Pelajar Yaman Untuk Rohingya

Yaman – Minggu (17/09) pelajar Indonesia di Yaman menggelar istighatsah bersama untuk keselamatan dan kemenangan kaum muslimin di Burma, Myanmar bertempat di Auditorium Fak. Syariah dan Hukum, Universitas Al Ahgaff, kota Tarim.

Acara yang diprakarsai oleh Ppi Yaman bekerjasama dengan seluruh organisasi yang berbasis di Bumi Balqis ini turut dihadiri Syeikh Abdul Qadir Muhammad Alaydrus, bersama putranya yang sekaligus Direktur Madrasah Alaydrus lil Qiraat, Dr. Abdullah Abdul Qadir Alaydrus.

Acara dimulai pukul 21.05 KSA yang diawali dengan khataman Al Quran. Dalam hal ini, pembacaan kalam mulia itu dipandu langsung oleh Sekretaris Ppi Hadhramaut, Syarifuddin Turmudzi. Kemudian, acara berlanjut dengan pembacaan doa bersama; doa Syeikh Abdul Qadir Al Jailani dan Hizib Nash Al Habib Abdullah Alwi Al Haddad.

Berlanjut ke kata sambutan, Dr. Abdullah menuturkan bahwa segala kemenangan di dunia ini datangnya hanyalah dari Allah swt. Begitu juga kemenangan kaum muslim di negara Myammar. Meski begitu, namun, berdoa dan beristighatsah merupakan salah satu gerbang menuju kemenangan itu. Tak sekedar itu, berdoa juga merupakan pangkal segala ibadah untuk mendekatkan diri kepada Allah swt.

“Ad-dua’ mukkhul ‘ibadah. Karena disana disebutkan nama-nama Allah swt yang Maha Agung. Dan yang sangat penting itu adanya keyakinan di hati kita bahwa Allah akan mengabulkan permintaan hamba-hambaNya,” ujar dosen Al Ahgaff itu.

Beliau juga menegaskan bahwa tak selamanya doa itu cepat dikabulkan. Contoh krongkritnya seperti Nabi Musa alaihisalam, yang mana doanya baru dikabulkan oleh Allah swt setelah 40 tahun lamanya. Selain, itu untuk cepat dikabulkan doa juga perlu didukung oleh beberapa faktor eksternal, diantaranya yaitu memilih waktu dan tempat yang pantas untuk berdoa.

Sementara itu, Sekjen Ppi Yaman, Jihad El-Mulk Benthaleb dalam sambutannya berterimakasih kepada para hadirin, serta meminta maaf atas segala kekurangan. Majelis ditutup dengan pembacaan doa oleh Syeikh Abdul Qadir Alaydrus. (AR)

Categories
Berita

Wisudawan Indonesia mendominasi di Universitas Al-Ahgaff, Yaman.

Yaman, kamis (20/4/2017) merupakan hari yang sangat membanggakan bagi pelajar Indonesia di Hadhramaut, Yaman. Sebab pada hari itu Universitas Al-Ahgaff kembali melantik wisudawan Fakultas Syari’ah dan Hukum yang didominasi oleh pelajar Indonesia.

Para wisudawan asal Indonesia telah membuat harum nama bangsa di kancah internasional. Tercatat dari 79  Wisudawan yang berasal dari berbagai Negara seperti Yaman,Indonesia, Somalia, Pakistan dll, 60 dari mereka berasal dari Indonesia dan beberapa Wisudawan lulus dengan predikat “mumtaz” (cumlaude).

Pelantikan wisuda yang dimulai pukul 18:30 KSA di Auditorium Universitas Al-Ahgaff kali ini terasa penuh hikmat dan meriah. Terbukti dengan begitu banyaknya undangan dan non undangan yang hadir untuk berlebur dan berlarut dalam suka cita bersama para wisudawan sekaligus mengucapkan selamat dan sukses kepada mereka.

“Saya ucapkan selamat kepada seluruh wisudawan khususnya mahasiswa Indonesia.  Kami semua bangga dengan jerih payah dan perjuangan kalian sampai di titik ini. Semoga mendapatkan ilmu yang bermanfaat bagi agama, bangsa dan negara tercinta Indonesia” papar sekjen PPI Yaman Jihadul Mulk.

Guru mulia Rektor Universitas Al- Ahgaff Sayyid Prof. Abdullah bin Muhammad Baharun yang berhalangan hadir diwakili oleh wakilnya Dr. Shadiq Umar Makmun yang didampingi oleh Dekan Al-Ustadz Abdullah Awadh bin Smith MA, kendati berhalangan hadir beliau memberikan pesan dan nasehat terkhusus untuk Pelajar Indonesia melalu rekaman Singkat agar para wisudawan senantiasa beristiqamah dalam mengulang pelajaran agar tidak terbengkalai dan kembali kepada tradisi akademik yang telah lahir sejak turunnya Wahyu pertama “Iqra” dengan membaca, belajar, dan mengulangnya.

Turut hadir pada acara tersebut Dr. Muhammad Abdul Qadir Al-Aydrus selaku mantan dekan, Syeikh Muhammad Al-Khatib Mufti Tarim, Dr. Abdurrahman As-Segaf ketua dibidang ushul dan fiqh, Dr. Alwy Abdul Qadir Al-Aydrus ketua dibidang observasi dan fatwa, Al-Ustadz Abdullah Husain Al-Aydrus ketua dibidang bahasa,  Al-Ustadz Arafat Al-Maqdy MA ketua dibidang Hukum, segenap civitas Universitas, sejumlah tamu undangan, mahasiswa dan pelajar dari berbagai Negara.

Berbeda dengan upacara pelantikan wisuda sebelumnya, kali ini secara simbolis para wisudawan yang diwakili oleh salah seorang wisudawan asal Indonesia sdr. Mahmud Salim menyerahkan kenang-kenangan berupa papan reklame kaligrafi yang berisikan sejarah singkat tentang universitas tercinta ini. Sontak membuat para hadirin bertepuk tangan Yang menjadi bertambah meriahnya upacara pelantikan wisudawan itu.

Dalam pidatonya dekan Fakultas Syari’ah, Dr. Abdullah Awadh bin Smith mengucapkan selamat kepada wisudawan dan berharap agar apa yang didapat oleh para wisudawan tidak berorientasi pada diri sendiri dan keuntungan semata, akan tetapi supaya bermanfaat bagi agama, bangsa dan Negara. Sementara itu Wakil rektor Universitas Al-Ahgaff mendoakan semoga para wisudawan dari berbagai negara mendapatkan seluruh kebaikan yang ada di universitas ini. “Setelah perjalanan panjang yang kalian tempuh kesabaran kalian benar benar telah teruji” tuturnya.

Acara ini juga membawa dampak positif kepada para mahasiswa maupun pelajar Indonesia yang lain, mereka termotivasi dengan apa yang telah dicapai para wisudawan. Dan acara yang berjalan dengan hikmat dan meriah ini ditutup dengan foto bersama para wisudawan,segenap jajaran dosen, dan pembesar ulama tarim. Dan ramah tamah sekitar pukul 23:00 KSA

(Red:Ahmad Rizki/AASN)

Categories
Berita PPI Negara Timur Tengah dan Afrika

Kukuhkan Fungsi PPI, Pelajar Yaman Gelar Mubes Ke-15

Liputan Yaman – Hadhramaut, Persatuan Pelajar Indonesia di Yaman (PPI Yaman) sukses gelar Musyawarah Besar (Mubes) PPI Yaman dan Musyawarah Wilayah PPI Hadhramaut ke-15. Dengan mengangkat tema “Mengukuhkan Fungsi PPI dengan Semangat Profesionalitas, Spiritualitas dan Intelektualitas.” Acara ini digelar di Convention Hall Al-Habib Abdul Qadir As-Segaff distrik Husaisah Hadhramaut pada Kamis (15/12) dengan dihadiri oleh 250 pelajar dan tamu undangan. Ada 2 agenda besar dalam Mubes, yaitu Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) PPI Yaman, PPI Hadhramaut serta pemilihan Ketua PPI.

“Persatuan (PPI) di era sekarang sangatlah urgen untuk mengatur kemaslahatan umat,” tutur Dr. Hasan bin Abdullah Al-Hadi yang hadir saat itu sebagai Wakil Umum Persatuan Lembaga Pendidikan Islam dan Riset Keilmuan Hadhramaut.

Di antara yang hadir adalah perwakilan PPI dari Darul Musthafa, Rubat Tarim, Universitas Al-Ahgaff, Madrasah Al-Aydrus, Rubat Muhajir Husaisah, Rubat  Fath Sewun, Rubat Fath Wal Imdad Hautoh serta organisasi lainnya seperti PCI NU Yaman, FMI Yaman, FLP Hadhramaut, AMI Al-Ahgaf, OPISI Sumatera, Pajajaran Jawa Barat, PPJJ Jawa Tengah, Keramat Jatim, Fosmaya Madura, Raudlatul Banjariyyin Banjar, P3L Lombok dan organisasi lainnya. Ada sekitar 16 negara PPI Dunia yang mengirimkan video ucapan salam perhimpunan untuk PPI Yaman yang diputar saat acara tersebut menambah kemeriahan acara malam itu.

dsc_0553-original-size c

dsc_1153-original-size

“PPI Yaman harus tetap bersinergi dengan segala keterbatasan yang ada karenanya kita perlu menjaga persaudaran dan persatuan,” sambut Sekretaris Jenderal PPI Yaman M. Abdul Muhith, Lc dalam awal sambutannya.

LPJ Dewan Presidium PPI Yaman dan PPI Hadhramaut disahkan dan diterima oleh peserta sidang tanpa ada catatan maupun revisi dan LPJ ini mendapat apresiasi dari peserta Mubes telah melaksanakan tugas PPI dengan baik. Sesuai hasil musyawarah mufakat menunjuk Jihadul Muluk Khalwat sebagai Sekjen PPI Yaman yang baru menggantikan M. Abdul Muhith, Lc menunjuk Taufan Azhari Mujahid sebagai Ketua PPI Hadhramaut menggantikan Jihadul Muluk Khalwat, dan mengangkat Najmuddin Roikhan sebagai Ketua MPA PPI Hadhramaut menggantikan Izzudin Mufian, Lc.

Acara ini juga dimerihakan hiburan budaya seperti Zavin, Rebana, Akapela dan pengumuman lomba memperingati HUT PPI ke 15 serta pengumuman lomba Olimpiade Karya Tulis Ilmiah ke IX se Timur Tengah dan Afrika. Acara pun ditutup dengan doa oleh Al-Habib Muhammad bin Salim As-Segaff dan foto bersama pada pukul 23.30 KSA (Abda/F)

Categories
Berita Timur Tengah dan Afrika

PPI Yaman Luncurkan Antologi Inspiratif “Risalah Negeri Saba”

PPI Yaman – Ketua PPI Yaman M. Abdul Muhith resmi meluncurkan Antologi Inspiratif  “Risalah Negeri Saba” di Qastil Fales kota Sewun. Antologi ini merupakan kumpulan 50 naskah terbaik hasil Sayembara Cerita Mini (SCM) se-Timur Tengah dan Afrika yang diadakan oleh Persatuan Pelajar Indonesia di Yaman dari tanggal 15 April sampai 15 Juni lalu. Sayembara ini diiukit oleh 7 negara Timur Tengah diantaranya: Yaman, Mesir, Yordania, Maroko, Lebanon, Libya dan Turki. “Memperteguh Moralitas Bangsa Melalui Sastra” adalah tema yang diangkat pada sayembara ini dengan Pipiet Senja yang didaulat sebagai dewan juri.

Konflik yang ada di negara Timur Tengah & Afrika (Arab Spring)  khususnya Yaman, tidak dapat menyusutkan semangat para pelajar untuk menulis. Antologi Inspiratif ini merupakan salah satu  kontribusi dalam dunia literasi dan sastra. Antologi ini diharapkan mampu melecutkan inspirasi anak bangsa yang kini mengalami degradasi oleh perkembangan globlal.

“Hadirnya antologi “Risalah Negeri Saba” bak oase segar di tengah-tengah dahaga gurun pasir yang mana setiap harinya dijejali berita politik, konflik, kekerasan, dan berbagai macam kriminalitas serta berita yang tidak mendidik lainnya. Risalah Negeri Saba’ juga akan kita sebarluaskan ke PPI sedunia dengan harapan besar bisa menjadi inspirasi mereka yang masih belum berkarya,” tutur Ketua PPI Yaman.

Acara peluncuran ini merupakan rentetan dari kegiatan rihlah ilmiah yang digawangi oleh Departemen Seni dan Budaya PPI Hadhramaut dengan destinasi terakhir adalah  Kastil Fales. Setelah sebelumnya sekitar 60 peserta rihlah diajak berpetualang ke Istana al-Katiri dan Qubah al-Habsy pengarang maulid Simtud Durar. (A-PPIY/AA)

 

Galeri:

dsc_1045-lebar-max-2400-tinggi-max-1800-1 dsc_1002-lebar-max-2400-tinggi-max-1800 dsc_0982-lebar-max-2400-tinggi-max-1800 1-1-lebar-max-2400-tinggi-max-1800

Categories
Upcoming Event

Olimpiade Karya Tulis Ilmiah (OKTI) Yaman se-Timteng Afrika 2016

YAMAN – Dalam rangka memeriahkan Hari Santri Nasional 22 Oktober & Hari Pahlawan 10 November 2016, PPI Hadhramaut bekerjasama dengan PCI-NU Yaman gelar Olimpiade Karya Tulis Ilmiah (OKTI) IX se Timur Tengah – Afrika.

okti

Lomba itu resmi dilaunching mulai tanggal 01 Oktober sampai 15 November 2016 dengan sub tema berikut ini:

1.) Meneladani semangat jihad para pendahulu
2.) Islam dan Nasionalisme
3.) Implementasi Syari’at Islam dalam membangun ekonomi Negara

Adapun Syarat & Ketentuan Lomba sebagaimana berikut:

1.) Peserta OKTI IX adalah pelajar/mahasiswa Indonesia di Timur Tengah atau Afrika.
2.) Memilih salah satu sub tema yang sudah ditentukan panitia.
3.) Setiap peserta hanya boleh mengirimkan maksimal 2 (dua) naskah dengan tema yang berbeda.
4.) Naskah ditulis dengan bahasa Indonesia sesuai standar EYD, menggunakan font Times News Roman, size font 12, space 1.15 dengan ukuran kertas A4 dan margin top, bottom, left dan right semuanya 3 cm.
5.) Naskah memuat 1 halaman judul (disertai nama asli peserta dan tempat berdomisili), 1 halaman pendahuluan, 4-8 halaman isi, 1 halaman kesimpulan dan saran dan 1 halaman daftar pusaka.
6.) Naskah asli karya peserta, bukan plagiat, saduran, atau terjemahan dan tidak pernah dipublikasikan di media apapun dan tidak sedang diikuti dalam lomba lain.
7.) Peserta mengirimkan naskah melalui email dengan subjek “OKTI/(judul naskah/nama penulis/Negara tinggal), contoh : OKTI/Islam dan Nasionalisme/Ahmad Anas/Yaman).
8.) Naskah yang dikirimkan dilampirkan dalam 2 file, satu file berisi OKTI yang dilombakan (tanpa mencantumkan nama penulis) dan satu file berisi biodata penulis, no hp dan alamat tinggal.
9.) File yang dikirimkan dilampirkan di attachment, bukan di badan email.
10.) Naskah yang dikirim ke panitia OKTI IX menjadi hak milik panitia.
11.) Naskah peserta harus sudah diserahkan kepada panitia paling lambat Selasa, 15 November 2016 melalui email ke alamat : oktiyaman2016@gmail.com
12.) Keputusan dewan juri mutlak dan tidak dapat diganggu gugat.

KRITERIA PENILAIAN:
Isi/materi mendapatkan 70 poin.
Metodologi penulisan mendapatkan 30 poin.

DEWAN JURI:
KH. Yahya Cholil Staquf
Dr. Arwani Sayrozi, MA

TIME LINE:
Pengumpulan Naskah : 01 Oktober s/d 15 November 2016
Penjurian : 16 – 25 November 2016
Pengumuman Pemenang : 30 November 2016.

APRESIASI:
Juara I : Rp. 1.500.000
Juara II : Rp. 1.000.000
Juara III : Rp. 750.000
Harapan I : Rp. 450.000
Harapan II : Rp. 350.000

CONTACT PERSON:
Ahmad Sadid : +967 737 173 421 (WA)
Ahmad Anas : +967 770 172 378 (WA)
M. Irfan Basori (Mochammad Irfan Basori) : +967 738 504 454 (WA)

Diselenggarakan oleh:
1.) PPI Hadhramaut, Yaman
2.) PCI-NU Yaman

Oleh karena itu, untuk Anda yang berdomisili di TImur-Tengah atau Afrika, tuangkan ide Anda melalui olimpiade ini untuk menuju kebangkitan dan kejayaan NKRI. Ikuti dan sukseskan serta raih hadiahnya!.

Categories
Berita PPI Negara Timur Tengah dan Afrika

Orientasi Studi di Timur Tengah dan Afrika

Liputan Bogor, Ini merupakan kali ke dua PPI Kawasan Timur Tengah dan Afrika menyelenggarakan kegiatan orientasi Perguruan Tinggi di pesantren yang ada di Indonesia. Orientasi perdana yang mengusung tema “Orientasi Perguruan Tinggi Arab Saudi, Tunisia dan Timur Tengah” ini diselenggarakan di Pondok Pesantren Darunnajah 2 Cipining, 9 Dzulhijjah 1437 H/10 September 2016.

Acara dimulai dengan pembukaan dan sambutan oleh Kepala Biro Sumber Daya Manusia Pesantren Darunnajah 2 Cipining, Al-Ustadz Mustafa Zahir, Lc, yang kemudian dilanjutkan dengan pemaparan tentang tema diatas oleh kedua narasumber yang telah diundang yaitu Muammar Kadafi, Lc, PPI Tunisia dan Imam Khairul Annas, PPMI Arab Saudi. Peserta dan para tamu undangan dalam acara ini adalah santriwan dan santriwati kelas 4, 5, 6 TMI (kelas 10, 11, 12) beserta guru pengabdian tahun pertama dan tahun kedua, dengan jumlah keseluruhan peserta orientasi mencapai 700 orang.

 

Pemberian materi
Pemberian materi

Pada kesempatan tersebut, ketua umum PPMI Arab Saudi 2015/2016, Imam Khairul Annas bertindak sebagai narasumber pertama mempresentasikan tentang perkuliahan di Arab Saudi dan sistem perkuliahan di beberapa negara yang ada di kawasan Timur Tengah dan Afrika.

“PPI Kawasan Timur Tengah dan Afrika ini sendiri terdiri dari 14 PPI Negara yaitu PPMI Pakistan, IPI Iran, PPI Uni Emirat Arab, PPMI Arab Saudi, PPI Yaman, HPMI Yordania, PPI Lebanon, PPI Damaskus, PPMI Mesir, PPI Sudan, KKMI Libya, PPI Tunisia, PPI Maroko dan PPI Afrika Selatan. Masing-masing PPI memberikan informasi tentang sistem perkuliahan, beasiswa yang tersedia, dan kegiatan mahasiswa Indonesia yang tergabung dalam PPI melalui website dan media sosialnya masing-masing” papar Imam.

“Sedangkan beberapa keuntungan melanjutkan studi di Arab Saudi sendiri adalah tersedianya beasiswa penuh bagi beberapa mahasiswa asing dan lokal, situasi yang aman dan kondusif serta kesempatan untuk menunaikan ibadah haji dan umrah”, ujar Imam yang saat ini sedang  melanjutkan studinya di Universitas Islam Madinah, Arab Saudi.

Selain itu  Imam yang telah menyelesaikan tugasnya sebagai Koordinator PPI Kawasan Timur Tengah dan Afrika pada Juli lalu juga menambahkan bahwasannya belajar di kawasan Timur Tengah dan Afrika memiliki tradisi yang unik di masing-masing negara. Sebagai contoh adalah Pakistan yang terkenal akan Bahasa Urdunya yang kental. Sehingga jika mahasiswa asing belajar di Pakistan maka mereka juga diharuskan belajar Bahasa Urdu selain Bahasa Inggris.

Peserta Seminar
Peserta Seminar

Selanjutnya seminar kedua dilanjutkan oleh Muammar Kadafi, Lc, Ketua PPI Tunisia 2015/2016. Muammar menjelaskan tentang tiga point penting ketika belajar di Tunisia, yaitu Cara, Tantangan, dan Keuntungan. Cara mendaftar menjadi mahasiswa baru di Tunisia sendiri tidak jauh berbeda dengan negara-negara lain pada umumnya. Di Tunisia sendiri juga memiliki standard nilai minimum yang harus dipenuhi oleh masing-masing calon mahasiswa beserta beberapa dokumen penting yang harus dilengkapi untuk dapat diproses di bagian admission.

“Seperti halnya mendaftarkan ke universitas pada umumnya berkas yang dibutuhkan juga tidak jauh berbeda, dan adik-adik bisa langsung membaca panduan studi di Tunisia yang sudah tersedia dalam website kami www.ppitunisia.org,” ungkapnya mengawali point pertama.

Berlanjut ke point kedua, Muammar menjelaskan tentang beberapa tantangan yang akan dihadapi oleh mahasiswa asing di Tunisia serta solusi menghadapinya. Disesi ini, banyak sekali hal-hal teknis yang tidak terdapat dalam buku panduan kuliah di Luar Negeri. Sehingga sesi ini merupakan sesi yang paling penting kaitannya dengan tantangan dan rintangan selama belajar di negeri orang.

Kemudian point ketiga, Muammar juga menjelaskan tentang beberapa keuntungan kuliah di Tunisia. Salah satunya adalah bahasa. “Bahasa adalah keuntungan yang pertama, selain adik-adik bisa mempraktekkan bahasa Arab yang sudah lebih dahulu dipelajari di pesantren, juga bisa menambah satu bahasa lain yaitu Bahasa Perancis jika memang memiliki kecintaan dalam bahasa,” tuturnya dengan lugas.

Ia juga menambahkan bahwa Bahasa adalah signal pertama bagi seseorang itu berilmu pengetahuan yang tinggi dan merupakan salah satu ilmu para Nabi. “Keuntungan yang kedua adalah bisa melihat langsung Sejarah Peradaban Islam yang ada di Tunisia, seperti halnya Jami’ Uqbah ibn Nafi’, Jami’ Az-Zaytunah, jejak sejarah Pakar Sosiolog ternama Ibnu Khaldun dll,” ucap Kadafi.

Sedangkan keuntungan yang ketiga yaitu dapat merasakan sistem pendidikan yang sangat baik, muai dari metodologi penulisan, penelitian, dan lingkungan yang mendukung untuk belajar.

Setelah sekian jam pemaparan dari kedua nara sumber diatas maka acara pun dilanjutkan dengan sesi tanya jawab baik dari para peserta dan tamu undangan. Pada akhir acara tersebut, cindera mata diberikan kepada narasumber dan diakhiri dengan foto bersama. (Red, Muammar&Imam/Ed, Amir)

Categories
Berita Timur Tengah dan Afrika

Berbagi Kisah Pelajar di Tarim, Yaman Bersama RRI Pro 3

Categories
Berita Timur Tengah dan Afrika

Universitas al-Ahgaff Gelar Wisuda Angkatan ke-17

Liputan Yaman, Universitas al-Ahgaff kembali menggelar wisuda mahasiswa Fakultas Syariah dan Hukum pada kamis (28/4). Acara yang berlangsung meriah dari jam 18.30 KSA di auditorium Universitas al-Ahgaff Tarim ini, dihadiri oleh Dekan Fakultas baru al-Ustadz Abdullah Awadh bin Smith, MA dan segenap civitas universitas.

Hadir di sana Dr. Muhammad Abdul Qadir al-Aydrus dekan lama,  Syekh Muhammad al-Khatib, DR. Abdurrahman As-Seggaf kepala bidang ushul dan fiqh, DR. Alawy Abdul Qadir al-Aydrus kepala bidang Observasi dan Fatwa, al-Ustadz Abdullah Husain al-Aydrus kepala bidang Bahasa, al-Ustadz Arafat al-Maqdi, MA kepala bidang Hukum, sejumlah tamu undangan dan seluruh mahasiswa dari berbagai negara.

“Ini merupakan wisuda angkatan ke-17 mahasiswa Syariah dan Hukum di al-Ahgaff, dan mahasiswa Indonesia yang paling mendominasi” tutur Sekjen PPI Yaman M. Abdul Muhith.

IMG_9759

Ada sekitar 69 mahasiswa di antaranya 50 mahasiswa Indonesia, 1 mahasiswa Malaysia, 1 mahasiswa Thailand, dan sisanya adalah 8 mahasiswa  Yaman dan 9 Somalia.

Sebelum sambutan Dekan, secara simbolis mahasiswa angkatan 17 juga memberikan kenang-kenangan berupa podium berlambang al-Ahgaff yang juga merupakan sebuah kejutan untuk para hadirin pada malam itu.

“Masa depan di pundak kalian, setelah keluar dari sini, peranan apa yang kalian bawa untuk perubahan ummat?, selalu tebarkanlah rasa kasih sayang di antara sesama” tegas Dekan Fakultas Ustadz Abdullah Awadh, MA.

Selain prosesi wisuda, acara ini juga menjadi malam penghargaan Dekan lama Fakultas Syariah dan Hukum DR. Muhammad Abdul Qadir Al-Aydrus yang telah banyak bersumbangsih untuk al-Ahgaff. “Bawalah Islam yang moderat, walaupun dengan sekte yang berbeda.” Ujar DR. Muhammad dalam sambutannya.

“Penting untuk diingat, yang menjadikan al-Ahgaff masih konsisten menjadi Universitas unggulan ini tidak lepas dari jasa besar Bidang Administrasi , yang bersikukuh menjaga ketertiban kemahasiswaan dari dulu sampai sekarang.” Tambahnya.

IMG_9590

Karena berhalangan untuk hadir, melalui rekaman singkat berdurasi sekitar 5 menit, Prof. DR. Abdullah Muhammad Baharun rektor Universitas al-Ahgaff mengatakan  ”sungguh kalian telah ditakdirkan belajar di bumi Tarim yang berkah, untuk belajar adab, akhlak dan ilmu syariah”.

Beliau juga memberikan 3 pesan  “Bersyukurlah karena Rasulullah bersabda : Barangsiapa yang tidak bersyukur kepada manusia, maka dia tidak bersyukur kepada Allah, wisuda bukan akhir kalian dari membaca dan belajar tapi ulangi apa yang kalian pelajari, sambung terus silaturrahmi diantara kalian.”

Akhirnya acara yang cukup meriah ini ditutup dengan foto bersama wisudawan dan segenap jajaran dosen pengajar dan ramah tamah sampai sekitar jam 23.30 KSA. (Red. AA)

 

Page 1 of 2
1 2