Categories
Eropa dan Amerika PPI Negara

Press Release Indonesian Scholars International Convention (ISIC) 2019: Embracing Indonesia Resilience 2045

Para Peserta dan Pembicara ISIC 19th

Indonesian Scholars International Convention (ISIC) 2019 mengusung tema utama Embracing Indonesia Resilience 2045: A triple-helix approach of economic, social and infrastructure developments from Indonesia-UK perspective”. ISIC sendiri merupakan kegiatan tahunan yang diselenggarakan oleh Perhimpunan Pelajar Indonesia di Inggris (PPI UK). ISIC menjadi kesempatan bagi akademisi, kalangan praktisi dan profesional Indonesia di  kancah internasional untuk berbagi ide dan membangun kolaborasi. Tahun ini, 19th ISIC diselenggarakan tanggal 22 – 23 Juni 2019 di University of Nottingham. Acara dibuka oleh Duta Besar Indonesia untuk Britania Raya dan Irlandia, Dr. Rizal Sukma, dan Vice Chancellor University of Nottingham, Prof. Shearer West. Dr. Rizal Sukma menjabarkan bahwa ISIC merupakan kegiatan besar yang memberikan manfaat kepada segenap pelajar Indonesia di Inggris dan negara lainnya. Prof. Shearer West menekankan bahwa kerjasama University of Nottingham dengan 19th ISIC dari PPI UK merupakan salah satu bentuk dukungan dan kerjasama antara Inggris dan Indonesia dalam membangun resiliensi Indonesia 2045 melalui pendekatan triple-helix. Sebagai student-led-activity, kepanitiaan ISIC beranggotakan para pelajar dan peneliti dari berbagai universitas se-Inggris Raya. Lury Sofyan, selaku ketua Panitia dari 19th ISIC menjelaskan bahwa 19th ISIC merupakan kesempatan untuk menyongsong momentum Indonesia emas, sehingga seluruh komponen bangsa terutama pemerintah, akademisi dan industri perlu meningkatkan kolaborasi untuk mendorong inovasi dan kerja nyata bagi Indonesia.

Pembukaan ISIC 19th oleh Dubes RI untuk Inggris, Dr. Rizal Sukma

Pada 19th ISIC, lebih dari 100 peserta dari beberapa universitas di Indonesia dan Inggris menghadiri beragam sesi selama dua hari. 27 pembicara yang berasal dari beragam latar belakang dan bidang keahlian mengisi dua sesi plenary dan 12 sesi paralel. Komite tim ilmiah yang diketuai oleh Wahyudin P. Syam melalui peer-review telah memilih 76 tulisan ilmiah terbaik dari 235 jumlah total yang diterima tim panitia Call for Paper. Dari 18 tulisan terbaik, ada delapan yang dipresentasikan dan jumlah peserta poster presentation mencapai 40. Angga Fauzan, Koordinator tim Eksternal menyampaikan bahwa antusiasme peserta ISIC tahun ini sangat tinggi. Pendaftar general participant dan submission paper meningkat tiga kali lipat dari tahun sebelumnya. Panitia menerima 235 paper dari delapan  negara. 225 paper berasal dari lembaga universitas dan sepuluh lainnya berasal dari industri perusahaan, institusi  pemerintahan maupun lembaga riset. Tidak hanya peserta Call for Paper yang menunjukkan animo tinggi, panitia sempat membuat skema waiting list untuk pihak yang mendaftar sebagai general participants.

Persembahan tari Paduppa dari Makassar pada sesi Gala Dinner oleh PPI Nottingham

Kegiatan tanggal 22 Juni dimulai dengan sesi plenary oleh beberapa pembicara kunci mengenai berbagai perspektif landasan dari tema utama, seperti Prof. Dr. Ali Ghufron Mukti yang memaparkan mengenai rencana jangka panjang pendidikan tinggi. Beliau mengatakan bahwa pendidikan tinggi merupakan salah satu pondasi penting dalam mempersiapkan sumber daya manusia sehingga mereka mampu beradaptasi dengan rencana pembangunan Indonesia demi mencapai resilien 2045. Beliau menyatakan bahwa, “…the role of education is to escape middle income…by improving competitiveness and increasing people’s prosperity through higher education”. Lely Pelitasari Soebekty SP., ME., Wakil Ketua Ombudsman RI pun menyampaikan topik mengenai peran pemerintah dan governance urgency dalam mempersiapkan 2045 bagi Indonesia, terutama dari sisi aspek penyedia public services atau pelayanan publik yang berintegritas. Ombudsman ada untuk mengawasi bahwa good governance dilaksanakan dengan baik oleh pihak-pihak yang terlibat, “to achieve good governance and good public service in Indonesia, we need to start now, we need to start from ourselves,…. Integrity is all”.

Salah satu sesi Parallel Session pada 19th ISIC tentang Science Acceleration and Translation

Rangkaian ISIC pun memiliki 12 parallel session dengan tema yang meliputi  pendidikan dasar, perkembangan ilmu pengetahuan, keberlanjutan lingkungan, korupsi dan kemiskinan, sistem kesehatan, manajemen bencana alam, transportasi, ekonomi kreatif, hingga Big Data. Seluruh tema penting tersebut menjadi lebih menarik dengan pemaparan dari para pembicara yang berasal dari berbagai sektor. Dalam sesi ini, para peserta dapat mendengarkan penjelasan para narasumber sekaligus berdiskusi secara langsung dengan mereka, seperti diskusi dalam sesi kesehatan bersama Prof. Ali Ghufron Mukti dan Dr. Dono Widiatmoko, yang membahas mengenai perbandingan sistem asuransi kesehatan di Inggris dan Indonesia, “NHS yang telah mapan secara sistem pun tidak lepas dari perubahan dan adaptasi, sehingga BPJS pun perlu dipandang sebagai proses perubahan dan adaptasi menuju sistem yang dapat meningkatkan aksesibilitas kesehatan yang lebih merata”. Di setiap sesi paralel, peserta oral presentation yang merupakan peneliti dari bermacam-macam latar belakang, baik pelajar, akademisi, maupun kaum professional mendapat masukan yang berguna bagi perkembangan riset mereka dari pembicara utama di masing-masing sesi. Mengingat pentingnya acara ini, Revian Wirabuana, General Secretary dari 19th ISIC mempersiapkan student convention ini dengan sebaik-baiknya sejak akhir tahun 2018.

Pada acara penutupan yang merupakan kegiatan terakhir dalam rangkaian ISIC 19th dan dihadiri oleh Atase Pendidikan dan Kebudayaan, Prof. Aminudin Aziz, dilakukan pemberian penghargaan kepada dua peserta terbaik di tiap kategori oral dan poster Presentation. Pemenang kategori Best Oral Presentation adalah tim yang beranggotakan Yoni Atma, Hanifah Nurul Lioe, Endang Prangdimurti, Hermawan Seftiono, Moh. Taufik, Dita Fitriani, dan Apon Zaenal Mustopa dengan penelitian berjudul “Gelatin Hydrolysate from Bone of Indonesian Pangasius Catfish (Pangasius Sutchl) as Dipeptidyl Peptidase IV (DPP-IV) inhibitor for Anti-diabetes”; dan tim I Nyoman Gede Maha Putra dan Ida Bagus Gede Parama Putra dengan “Reinventing Place-Identity and Embracing New Economic Opportunities”. Kategori Best Poster Presentation dimenangkan oleh tim Muhammad Riyansyah, Pratama Budi Wijayanto, Bambang Riyanto Trilaksono, Seno Adi Putra, Dina Shona Laila dengan “Real-time Bridge dynamic Response: Bridge Condition Assessment and Early Warning System”. Pemenang lain di kategori ini adalah Amaliyah dengan “Analysing Fraud Causes: Individual or organization Culture”. Head of Operational dari 19th ISIC, Teguh Adinugroho,  mengatakan bahwa dukungan dari University of Nottingham memegang peranan penting dalam kegiatan ini, misalnya untuk memfasilitasi berbagai ruangan hingga konsumsi selama berlangsungnya penyelenggaraan acara. Ekawati Sudjono, Head of Program of 19th ISIC menyebutkan beberapa elemen penting yang turut mendukung suksesnya kegiatan ini selain KBRI dan PPI UK adalah Persatuan Pelajar Indonesia Nottingham (PPI Nottingham), Keluarga Islam Indonesia Britania Raya (KIBAR), Lingkar Studi Papua (LSP), Ikatan Ilmuwan Indonesia Internasional (I-4), dan Nusantara Innovation Forum (NIF). Selain itu kolaborasi antara Dr Bagus Muljadi selaku Director of the Indonesia Doctoral Training Partnership (IDTP), University of Nottingham dan Jason Feehily selaku Director of Knowledge Exchange Asia, University of Nottingham dalam mendukung penyelenggaran the 19th ISIC sangat patut untuk diberi apresiasi yang tinggi. Hal lain yang sangat penting untuk digarisbawahi dan selayaknya diteruskan dalam penyelenggaraan ISIC berikutnya adalah 19th ISIC menggandeng beberapa jurnal yang sudah memiliki indeks scopus untuk menerbitkan tulisan ilmiah terbaik dalam ajang ini dan menerbitkan e-prosiding yang memiliki ISSN.

Lury Sofyan,
Ketua Panitia 19th ISIC PPI-UK

Categories
Eropa dan Amerika PPI Dunia PPI Negara Travel & Kuliner Wawasan Dunia

Winter is Coming! Berkunjung ke Northern Ireland – Surga Penggemar Game of Thrones

Follow the three-eyed raven through Northern Ireland, where crumbling castles and ancient landscapes become key Seven Kingdoms filming locations in Game of Thrones. (ireland.com)

Untuk penggila serial Game of Thrones, Irlandia Utara akan menjadi salah satu ultimate bucket list for traveling destination. Bagaimana tidak? Sembilan puluh persen lokasi syuting GoT ada di negara ini. Tempat iconic seperti Winterfell, Riverrun, Iron island atau King’s Road yang hanya ada dalam cerita bisa dikunjungi dan kita bandingkan langsung. Sebagian besar filming GoT dilakukan di Studio Paint Hall – Belfast – Northern Ireland. Di sinilah set interior untuk beberapa lokasi seperti Red Keep, The Iron Throne atau Great Sept of Baelor dan lainnya digarap secara epik sehingga tampak megah seperti yang kita lihat dalam series. Selain itu, Belfast mempunyai pemandangan alam khas Irlandia yang luar biasa bagus. Tak heran hampir semua latar alam di series GoT berada di sini.

Berfoto ala Stark Family

Awalnya, author George Martin memilih Scotland – Edinburgh sebagai lokasi utama GoT, namun ketika itu pemerintah Edinburgh menolak dan meremehkan rencana sang penulis. Alhasil, tim memilih Irlandia Utara dikarenakan kemiripan alam yang dimiliki oleh Scotland, serta banyaknya spot peninggalan bersejarah yang cocok untuk penggambilan gambar dalam cerita. Kesuksesan Game of Thrones membawa Irlandia Utara menjadi salah satu negara dengan industri perfilman yang termaju di dunia dengan jumlah investasi sebanyak 110,7 juta poundsterling. Game of Thrones juga sukses menghidupkan sektor pariwisata Northern Ireland khususnya Belfast yang saat ini menjadi tujuan wisata dunia.

George Martin berhasil membuat Game of Thrones begitu hidup termasuk bagaimana ia menggambarkan pentingnya lokasi dan teritori dalam alur cerita GoT. Karena hal ini, penggemar sejati GoT akan merasakan excitement dan goosebumps ketika menginjakkan kaki di beberapa lokasi karena akan terbayang semua scene yang terjadi disana. Sebagai contoh, Tolleymore Forest Park Belfast yang merupakan The Haunted Forest dimana White Walkers pertama kali muncul di Season 1 akan memunculkan suasana angker dan mencekam. Beberapa latar hutan dalam GoT diambil di sini termasuk ditemukannya Baby Direwolves oleh Keluarga Stark. Sedikit ke utara Belfast, terdapat jalan dengan barisan Pohon Unik menyerupai tunnel panjang – The Dark Hedges yang merupakan lokasi King’s Road yang legendaris. Latar untuk Iron Islands – House of Greyjoy diambil di Murlogh Bay, Propinsi Antrim, menunjukkan pesisir pantai berbatu yang terisolir, persis seperti di dalam cerita. Atau jika ada yang ingat scene dimana Lady Melisandre melahirkan Shadow Baby di dalam sebuah gua, tempat itu juga nyata, tepatnya di daerah Cushendun, tidak jauh dari The Dark Hedges.

Tolleymore Forest Park Belfast yang merupakan The Haunted Forest

 

Which Stark Family member are you?

Training memanah ala Brandon Stark

GoT lovers, belum afdol ke Northern Ireland kalau belum ke Winterfell.  Lokasi ini dapat dijangkau hanya dengan 75 menit menggunakan mobil ke arah selatan Belfast dan merupakan atraksi utama kota Belfast. Meskipun sebagai besar gambar yang kita lihat di dalam series merupakan hasil komputerisasi (begitupun lokasi filming yang lain), hal ini tidak mengurangi excitement para turis ketika menginjakkan kaki di tempat ini. Kastil tua dengan pintu gerbang yang besar serta menara pengintai musuh yang tinggi secara tidak langsung membuat turis sepakat bahwa lokasi ini sangat tepat untuk merepresentasikan The North, tempat Stark Family tinggal. Castle Ward-Winterfell Tours ini dikelola dengan sangat menarik. Turis akan diberikan kesempatan menggunakan kostum Ksatria Castle Black dan diberikan training memanah layaknya Brandon Stark di Season 1. Castle Ward yang merupakan lokasi Winterfell ini memiliki kawasan yang luas dan beberapa area di sekitarnya juga dimanfaatkan sebagai lokasi pengambilan adegan-adegan penting seperti, pernikahan rahasia Rob Stark, pemberontakan Theon Greyjoy, sambutan kedatangan Robert Baratheon, The Twins (Red Wedding), dan lain sebagainya. Bagi yang hobi bersepeda, pengelola menyiadakan Bicycle Tour untuk mengeksplorasi semua lokasi di sekitar Castle Ward. Cukup membuat excited bukan?

Pemerintah Belfast memanfaatkan GoT dengan serius dan menggarap industri pariwisatanya sedemikian rupa. Banyaknya pilihan paket wisata yang bisa disesuaikan dengan budget dan berbagai preferesi lainnya seperti menggunakan bus ataupun kendaraan lain untuk akses transportasi ke lokasi akan sangat memudahkan turis. Untuk informasi paket wisata tersebut bisa didapatkan via online dengan melakukan searching di Google atau bahkan bisa datang langsung ke Belfast’s Tourism Center di City Center Belfast untuk memesan paket yang diinginkan. Kisaran harga untuk paket tour GoT adalah 30 hingga 50 poundsterling, tergantung jumlah tempat yang dikunjungi dan fasilitas perjalanan. Trust me, it’s really worth your money! Biasanya, paket tour GoT di-bundle dengan destinasi wisata lain khas Irlandia Utara. Well, sebenarnya tempat-tempat tersebut masih ada kaitannya dengan GoT karena beberapa adegan juga diambil disana. Bahkan dalam perjalanan, pemandu wisata akan memberikan informasi ketika bus akan melewati tempat- tertentu terkait lokasi syuting GoT. Ketika di lokasi, tak lupa tour guide tersebut menayangkan video cuplikan adegan dalam GoT supaya turis dapat mengingat kembali kejadian – kejadian di dalam cerita untuk memunculkan imajinasi terhadap lokasi yang sedang di kunjungi.

Bagi yang ingin berpergian secara mandiri tanpa menggunakan jasa tur, informasi mengenai lokasi perfilman maupun objek wisata yang lain sudah banyak tersedia. Hanya modal googling saja, itinerary 2-3 hari bisa langsung dibuat. Bagi traveler mandiri, untuk explorasi yang maksimal, disarankan untuk menyewa mobil karena beberapa lokasi tidak terjamah transportasi umum. Informasi mengenai rental mobil bisa didapatkan via online dengan harga 20-50 poundsterling/hari, sangat cocok untuk yang ingin berpergian secara grup beranggotakan 4-5 orang. Penyedia rental juga menyediakan meeting point di airport sehingga traveler yang baru tiba di bandara bisa langsung bertamasya ria.

Carick-a-Rede Rope Bridge

Bukan penggemar GoT? Tidak usah khawatir. Meskipun sebagian besar lokasi wisata erat kaitannya dengan GoT, alam Irlandia Utara sangatlah cantik untuk dinikmati. Masih banyak pilihan tur dengan destinasi unik seperti kunjungan ke pabrik bir terkenal Guinness, melihat isi kapal Titanic di Titanic Museum, memacu adrenalin dengan melewati dua pulau yang hanya dijembatani oleh susunan untaian tali (Carick-a-Rede Rope Bridge), atau ke Giant Causeway yang merupakan pantai dengan tatanan batu unik berbentuk heksagonal, hasil letusan gunung berapi di zaman purbakala. Lelah bertamasya mengunjungi tempat wisata alam, turis dapat menikmati suasana kota Belfast dengan mengelilingi city center yang pada Desember ini sedang ada Christmast Market, semacam ‘pasar kaget’ khas UK yang hanya ada dibulan November hingga Januari. Penginapan di Belfast cukup terjangkau asalkan booking jauh-jauh hari. Portal seperti booking.com, hostelworld.com atau airbnb.com dapat memberikan banyak pilihan dalam akomodasi. Transportasi dalam kota juga sangat mendukung. Turist dapat membeli one-day bus pass seharga 6,50 poundsterling walaupun sebenarnya tidak begitu diperlukan karena atraksi di dalam city center adalah within walking distance. Mencari tempat makan halal juga cukup mudah. Salah satu contohnya adalah Chopstix yang berada persis di kawasan city center atau beberapa restoran lain yang bertemakan Timur Tengah atau India.

Giant Causeaway

So, bagi pecinta series Game of Thrones yang ingin menginjakkan kaki di Westeros, datanglah ke Northern Ireland dan rasakan ambience Seven Kingdoms yang sebenarnya. Winter is Coming!!!!

 

Profil Penulis:

Krishna Nawacandra adalah mahasiswa program MSc of Engineering, Technology, and Business Management di University of Leeds yang juga merupakan anggota PPI Leeds. Krishna bisa disapa di Instagramnya @krishnanono.

Categories
Berita PPI Dunia PPI Negara

Perginya Dua Putra Bangsa

Innalillahi wa innailaihi raajiun. Kabar duka datang dari belahan bumi Eropa. Telah meninggal dunia sahabat kita Syahrie Anggara pada usia 24 tahun. Mahasiswa pascasarjana University of Leicester, Inggris itu mengalami kecelakaan fatal di Courmayeur dalam perjalanannya menuju Mont Blanc, Italia pada 14 September 2017. Saat ditemukan oleh regu penyelamat, Syahrie mengalami hipotermia parah dengan suhu tubuh 24 °C. Almarhum menerima perawatan intensif di rumah sakit Molinette, Turin, Italia sebelum akhirnya meninggal dunia pada 22 September 2017. Rencananya, jenazah akan dikebumikan di tanah kelahirannya, Bengkulu.

Categories
PPI Dunia Upcoming Event

Hari Aksara – Siaran RRI bersama PPI Dunia

Jangan lewatkan diskusi mengenai Hari Aksara Indonesia dalam program Youth Forum dan KAMU pada hari Senin, 4 September 2017. Hanya di RRI Voice of Indonesia!

Categories
Berita PPI Dunia Upcoming Event

World Population Day-Siaran RRI bersama PPI Dunia

Hingga saat ini, jumlah manusia di bumi ini telah mencapai tujuh setengah milyar jiwa. Jumlah yang fantastis ini tentu tidak terlepas dari pertumbuhan penduduk yang sangat pesat dalam beberapa dekade terakhir. Hal ini tentu menyisakan berbagai permasalahan dan tantangan yang harus dihadapi umat manusia. Apa sajakah tantangan-tantangan tersebut? Lalu bagaimana perkembangan populasi dunia ke depannya? Jangan lewatkan siaran radio RRI bersama PPI Dunia tanggal 10 Juli 2017 mengenai World Population Day bersama Hestutomo Restu Kuncoro dari PPI UK dalam Youth Forum dan Imawati Harun Ruhyana dari PPI Jepang dalam KAMU (Kami Yang Muda).

Categories
Travel & Kuliner Wawasan Dunia

Balada Ramadan di UK: Puasa 18 Jam, Toleransi dan Status Waspada

Lancaster – Tak terasa bulan Ramadan telah memasuki minggu kedua. Menjalankan ibadah puasa sambil menempuh pendidikan di United Kingdom merupakan pengalaman yang luar biasa. Selain karena di United Kingdom bulan puasa jatuh pada musim panas yang mana waktu siangnya lebih panjang daripada malam (waktu siang = 18 jam).

Kalender akademik di United Kingdom pun menjadi tantangan tambahan bagi para pelajar muslim dalam menjalani ibadah puasa, karena di term ini, kami sedang menjalani exam, project company, penelitian laboratorium, dan disertasi. Pengerjaan project company dan disertasi pun ada yang memerlukan travelling ke luar kota atau bahkan luar negeri untuk pencarian data.

Waktu malam yang relatif singkat juga membuat kami belajar mengatur waktu secara efisien. Pasalnya waktu Magrib di sini jatuh pada pukul 21.40, lalu Isya pada pukul 22.57, dilanjutkan dengan tarawih yang selesai pada pukul 00.00, kemudian Subuh jatuh pada pukul 02.45.

Buka bersama PPI Lancaster (Marsya Mutmainah Handayani)

Untuk mengakali hal ini kami berusaha untuk tidak terlelap di antara waktu setelah tarawih sampai Subuh dan mengakali waktu tidur kami. Tak jarang pula kami melanjutkan belajar di perpustakaan yang buka selama 24 jam sembari menunggu waktu sahur sampai Subuh tiba. Jarak prayer room yang notabene lebih dekat ke perpustakaan daripada ke rumah pun juga menjadi alasan.

Alhamdulillah, kampus kami (Lancaster University) memiliki prayer room/musala bagi perempuan dan laki-laki, yang memberikan iftar secara gratis setiap hari dan memfasilitasi salat Magrib – Isya – tarawih – Subuh berjemaah. Hal ini merupakan suatu keistimewaan tersendiri bagi muslimah di Lancaster karena belum tentu muslimah di kota lain dapat menikmati salat berjemaah di prayer room/musala/masjid. Muslimah yang pergi sendiri ke masjid bukanlah hal yang biasa di sini.

Selain itu, berbuka bersama teman-teman Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) juga dapat mengobati rindu nuansa berpuasa di Indonesia dengan hidangan khas Indonesia tentunya. Ditambah lagi, udara di United Kingdom terbilang sejuk saat musim panas sekitar 16-20oC dengan semilir angin. Teman-teman non-muslim juga menghormati dan menyemangati kami yang berpuasa.

Buka bersama PPI Lancaster (Marsya Mutmainah Handayani)

Namun demikian, tak ada yang mengalahkan rindunya berbuka puasa bersama atau sahur bersama keluarga dengan hidangan favorit masakan ibu di rumah. Perbedaan waktu antara United Kingdom dan Indonesia yang seharusnya hanya 6 jam pun jadi terasa 12 jam karena perbedaan pergerakan matahari. Ketika di sini (United Kingdom) berbuka puasa, keluarga di Indonesia sedang sahur.

Lebih jauh lagi, pelajar muslim di United Kingdom harus waspada karena sejak kejadian bom di konser Ariana Grande di Manchester dan aksi terorisme di London beberapa waktu lalu, status kewaspadaan United Kingdom meningkat menjadi level tertinggi, ‘critical’. Terakhir dikabarkan Sabtu pekan lalu, terjadi serangan teror kembali di London. Sampai Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) memberikan imbauan untuk selalu berhati-hati.

Hal ini juga berdampak pada peningkatan terjadinya kasus hate crime terhadap muslim, mengingat pelaku teror adalah muslim. Seorang teman ada yang pernah diteriaki dan ada pula yang menjadi takut untuk keluar rumah. Merupakan suatu ironi ketika mendengar atau membaca berita bahwa di Indonesia justru terjadi hal-hal sebaliknya bahwa sedang banyak terjadi hate crime kepada saudara-saudara non-muslim atau bahkan perpecahan di antara muslim itu sendiri.

Bulan Ramadan sejatinya menjadi momen refleksi untuk memperbaiki diri, mempererat persaudaran dengan saling berbagi dan memaafkan. Semoga kita semua dapat meraih kemenangan dan kembali kepada fitrah pada tahun ini.

Penulis: Marsya Mutmainah Handayani, mahasiswa LLM Environment and Law di Lancaster University, United Kingdom. Penulis tergabung dalam Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) Lancaster.

) Artikel ini terselenggara atas kerja sama antara Perhimpunan Pelajar Indonesia se-Dunia (PPI Dunia) dan detikcom.

Categories
Eropa dan Amerika PPI Dunia Upcoming Event

Hari Buku Nasional – Siaran PPI Dunia bersama RRI

Buku adalah jendela dunia. Tentu kalimat ini sudah tidak asing lagi terdengar di telinga kita semua. Ya, buku memang memiliki peran besar dalam kehidupan, tidak terkecuali dalam pembangunan nasional. Bahkan, pemerintah telah menetapkan 18 Mei sebagai Hari Buku Nasional. Sahabat PPI Dunia sekalian tentu penasaran kan apa saja makna Hari Buku Nasional serta serba-serbinya? Jangan lewatkan siaran PPI Dunia Senin, 8 Mei 2017 bersama Gusti Chysta Sarah Islami (PPI Finlandia) dalam Youth Forum pada pukul 10.30 WIB dan Alanda Kariza (PPI UK) dalam KAMU (Kami yang Muda) pada pukul 11.30 WIB. Tentunya hanya di Radio RRI, Voice of Indonesia!

 

Categories
Berita Eropa dan Amerika PPI Negara

PPI Oxford – Sarasehan Pendidikan Indonesia di Oxford

“Menyambut Hari Pendidikan Nasional, puluhan pelajar Indonesia dari berbagai kota di Inggris Raya berkumpul di Oxford untuk membahas isu yang sedang dihadapi pendidikan Indonesia dan merumuskan berbagai solusi jangka pendek, menengah, dan panjang untuk penyelesaian masalah yang diangkat”

 

Oxford, 1 Mei 2017 – Di bawah langit kota Oxford yang cerah di Inggris, kota yang terkenal dengan Universitas Oxford tersebut menjadi tempat berkumpul berbagai penggiat dan pemerhati pendidikan Indonesia yang datang dari seluruh penjuru daerah di Inggris. Dalam rangka menyambut Hari Pendidikan Nasional, PPI Oxford bekerjasama dengan Indonesian Scholars Forum Pendidikan (ISF Pendidikan), yang berada di bawah naungan Departemen Riset dan Kajian Strategis PPI UK, menyelenggarakan acara diskusi terarah membahas berbagai isu pendidikan Indonesia.

 

Acara yang dinamakan Sarasehan Pendidikan Indonesia ini dibuka secara resmi oleh Sandoko Kosen selaku Ketua PPI Oxford dan Eric Daniel Tenda selaku Wakil Ketua PPI UK.  Sekitar 40 pelajar dan praktisi pendidikan Indonesia di Inggris turut berpartisipasi dalam sarasehan ini. Berbeda dari format acara seminar biasanya, acara sarasehan ini berfokus kepada diskusi terarah yang mengupas permasalahan pendidikan yang berhubungan dengan 5 aspek pendidikan Indonesia: literasi, pendidikan bahasa, pendidikan tinggi, pendidikan kejuruan, dan pendidikan inklusif.

Selama 2 jam, para peserta yang sudah dibagi berdasarkan keahlian, pengalaman kerja dan riset mengeksplorasi permasalahan yang ada dan mencari strategi jangka pendek, menengah, dan panjang untuk mengatasi berbagai isu yang ada. Para peserta yang sedang menempuh studi S2 dan S3 ini terlihat sangat antusias dalam mengikuti diskusi ini.

Tracey Yani Harjatanaya, Koordinator ISF Pendidikan PPI UK dan project manager acara Sarasehan Pendidikan, mengatakan, tujuan diselenggarakannya acara ini adalah agar para penggiat dan pemerhati pendidikan ini dapat saling bertukar ilmu serta memperluas perspektif dan jaringan mereka sehingga dapat berkolaborasi di kemudian hari.

“Harapannya acara seperti ini dapat membuka kesempatan kolaborasi antar generasi muda Indonesia. Terlalu sering kita dipersiapkan untuk saling berkompetisi tetapi lupa didorong untuk berkolaborasi. Walaupun tidak berada di Indonesia saat ini, kami berharap bisa tetap berkontribusi bersama-sama untuk kemajuan pendidikan Indonesia”, sambung Tracey yang merupakan mahasiswi S3 dari Departemen Pendidikan, University of Oxford dan penerima beasiswa LPDP ini.

Disamping itu, Samuel Leonardo Putra selaku Ketua Departemen Riset dan Kajian Strategis PPI UK menambahkan, bahwa hasil diskusi yang sudah dilangsungkan akan dimuat dalam bentuk rekomendasi tertulis bagi pemerintah Indonesia yang akan dipaparkan pada acara Indonesian Scholars International Convention (ISIC) 2017, yang merupakan acara tahunan PPI UK di bulan Juli mendatang.

“ISF Group Pendidikan bertugas untuk melaksanakan penelitian tentang sistem pendidikan di Indonesia. Nantinya hasil penelitian tersebut akan dirangkum dalam bentuk policy brief yang akan diberikan kepada pemerintah Indonesia”, papar Samuel yang juga menjabat sebagai ketua panitia ISIC 2017.

Acara ini diakhiri dengan tur kota Oxford dan makan malam ala film Harry Potter di dining hall Trinity College, University of Oxford.

 

Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi :

Tracey Harjatanaya

Mahasiswi S3 Departemen Pendidikan, University of Oxford

tracey.harjatanaya@education.ox.ac.uk

 

Categories
Berita Eropa dan Amerika PPI Negara

PPI Leeds – Strategic Contribution for Indonesia 2017

Partisipasi Masyarakat menjadi Kunci Sukses Pengelolaan Kota dan Komunitas yang Berkelanjutan

Leeds, 25 April 2017 – Seminar interaktif Strategic Contribution for Indonesia (SCI 2017) yang telah memasuki tahun kelimanya sukses diadakan di Gedung Michael Sadler, University of Leeds pada tanggal 22 April 2017 sebagai bentuk kontribusi nyata Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) di Leeds untuk Indonesia.

Tujuan utama penyelengaraan acara ini adalah merumuskan rekomendasi kebijakan mengenai pengelolaan kota dan komunitas yang berkelanjutan yang akan diberikan kepada pemerintah dan pihak- pihak terkait.

“Indonesia sedang berkembang dan kalian adalah bagian dari perkembangan tersebut. Keberadaan kalian di Inggris serta inisiasi mengadakan acara ini merupakan peran dan kontribusi anak muda yang sangat penting. Segeralah menyelesaikan studi kalian, Indonesia telah memanggil”, ujar Prof. E. Aminudin Aziz, M.A., Ph.D selaku Atase Bidang Pendidikan dan Kebudayaan Kedutaan Besar Indonesia di London yang membuka acara seminar SCI 2017.

Hadir sebagai pembicara adalah Dr. H. Ahmad Heryawan, Lc., M.Si sebagai Gubernur Provinsi Jawa Barat serta Dimas Wisnu Adrianto dari University of Manchester yang sedang melakukan Program Doktoral di bidang pengelolaan kota dan komunitas yang berkelanjutan. Keduanya secara khusus memberikan paparan mengenai perspektif mereka terhadap topik ini.

“Saya percaya konsep Kertajati Aerotopolis di daerah Kertajati dengan luas area 3.200 ha bisa membantu Provinsi Jawa Barat untuk bisa memperkuat ekonomi dengan berbagai infrastruktur,” ujar Dr. H. Ahmad Heryawan, Lc., M.Si saat memberikan paparannya.

Beliau pun juga menyempatkan diri untuk menjawab pertanyaan dari beberapa peserta mengenai strategi yang sudah dijalankan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat dalam mewujudkan pengelolaan kota serta komunitas yang berkelanjutan serta sejauh apa peran pemerintahan provinsial dalam mengawasi impelementasi program-program tersebut.

Selanjutnya, Dimas Wisnu Adrianto memberikan paparan dari segi riset dan akademis mengenai bagaimana sebuah kota yang berkelanjutan dapat diukur menggunakan indeks livable city. Indeks ini kemudian dapat diterbitkan untuk mengundang investor dan meningkatkan mobilisasi turis, pelajar, hingga ekspatriat. Dan yang paling penting adalah, indeks ini dapat digunakan sebagai landasan arah perkembangan kota yang digunakan oleh para pengambil kebijakan dan konsultan. Indeks Livable city mengukur empat sektor yakni: sektor lingkungan, sosial, ekonomi dan regulasi atau politik. Menurut Dimas, perkembangan kota berkelanjutan saat ini telah bergeser dari awalnya hanya fokus pada penjagaan kerusakan lingkungan, menjadi bagaimana sebuah kota juga dapat memberi kehidupan dan aktifitas ekonomi serta sosial yang lebih baik untuk warganya, yang merupakan prinsip mendasar dari kota dan komunitas yang berkelanjutan.

Ibu Tri Rismaharini selaku Walikota Surabaya turut menyampaikan paparan melalui video yang khusus direkam untuk SCI 2017 karena beliau mendadak berhalangan hadir. Beliau memaparkan secara komprehensif mengenai program kerja Pemerintah Kota Surabaya dalam mewujudkan kota yang berbasis berkelanjutan.

“Dalam mewujudkan kota yang dapat memfasilitasi dari semua kalangan, Pemerintah Kota Surabaya menggunakan basis – basis di Sustainable Development Goals. Kami meningkatkan segala fasilitas untuk penghijauan, ruang terbuka untuk aktifitas masyarakat dan intensifikasi penggunaan teknologi untuk melayani masyarakat. Misalnya saja, warga Surabaya tidak harus membawa medical records saat berkunjung ke rumah sakit karena semua sudah terdaftar secara elektronik yang dihubungkan lewat internet,” ujar Ibu Tri Rismaharini lewat video.

Dalam videonya, Ibu Tri Rismaharini menjelaskan peran warga dan komunitas dalam membangun kota dengan basis berkelanjutan. Selain itu, beliau melanjutkan dengan memaparkan program – program kerjanya yang berfokus pada pengembangan komunitas seperti program bahasa, perpustakaan mini dan taman membaca, area olahraga gratis dan beragam kegiatan yang kebanyakan diinisiasi oleh anak muda yang kebanyakan adalah sukarelawan, lalu difasilitasi oleh pemerintah kota Surabaya dan disambut baik serta antusias oleh warga.

(kiri ke kanan) Maya Rachma selaku moderator sedang memandu sesi tanya jawab bersama partisipan acara Seminar interaktif Strategic Contribution for Indonesia (SCI 2017) bersama Dr. H. Ahmad Heryawan, Lc., M.Si sebagai Gubernur Provinsi Jawa Barat dan Dimas Wisnu Adrianto dari University of Manchester (22/4)

Menjelang akhir acara, para peserta mendapatkan kesempatan untuk memberikan kontribusi gagasannya ke dalam rekomendasi kebijakan bertajuk pengelolaan kota dan komunitas yang berkelanjutan.

Empat fokus pembahasan yang dibawakan saat acara yaitu: (a) minimalisir dampak negatif pembangunan Aerotopolis di Indonesia, (b) upaya konkret peningkatan pemahaman dan partisipasi warga dan komunitas dalam membangun kota berbasis berkelanjutan di Indonesia, (c) peran pedesaan agar tetap relevan dan tidak terpinggirkan dalam kerangka besar pembangunan kota berkelanjutan, dan (d) menciptakan sinergi dalam berbagai bidang antara kawasan perkotaan dengan kawasan sekitarnya.

“Dalam penyelenggaraan seminar ini, tema kota dan komunitas berkelanjutan membuat kami belajar banyak hal dan kami ingin kalian juga membawa pulang pelajaran yang berharga. Di SCI, ide peserta dari bermacam latar belakang itu sangat penting dan kami ingin menampungnya”, ujar Annisa Hasbi selaku ketua pelaksana SCI 2017.

Kontak Media:

Hamzah Ramadhan (WhatsApp: +6287777242319)

Mayumi Kartika Sari (WhatsApp: +447599652106)

Categories
Eropa dan Amerika PPI Negara Upcoming Event

PPI Leeds – 5th Strategic Contribution for Indonesia (SCI) 2017

Pengelolaan Kota dan Komunitas yang Berkelanjutan menjadi Ide Utama Seminar SCI 2017

Leeds, 20 Maret 2017 – Seminar 5th Strategic Contribution for Indonesia (SCI) yang merupakan bagian dari rangkaian kegiatan dari Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) Leeds di Inggris akan kembali diselenggarakan pada Sabtu, 22 April 2017 di Gedung Michael Sadler University of Leeds.

“Memasuki tahun kelimanya, SCI 2017 akan mengangkat tema Sustainable Cities and Communities: The Nexus of Community, Research, Government in Reforming Cities dengan tujuan utama ialah menghasilkan dokumen rekomendasi dari diskusi interaktif antar pembicara dengan peserta acara yang nantinya diberikan kepada pihak – pihak terkait di Indonesia,” ujar Annisa Hasbi selaku Ketua Pelaksana acara SCI 2017.

Pembicara yang dinilai sebagai pakar di bidang sustainability seperti Ibu Tri Rismaharini selaku Walikota Surabaya dan Bapak Ahmad Herwayan sebagai Gubernur Provinsi Jawa Barat akan hadir. Selain itu, Ibu Lucinda Yeadon selaku Deputy Leader and Executive Member for Environment and Sustainability of Leeds City Council menjadi pakar yang akan memberikan pengalamannya dalam strategi pengelolaan kota serta komunitas yang berkelanjutan dan Dimas Wisnu Adrianto sebagai mahasiswa asal Indonesia yang memfokuskan riset doktoratnya di bidang pengelolaan kota berbasis berkelanjutan.

“Mereka telah mengkonfirmasi kedatangannya untuk hadir di acara SCI 2017 mendatang. Kredibilitas mereka yang nyata menjadi nilai tambah acara sehingga dapat memberikan inspirasi mengenai strategi yang tepat dalam pengelolaan kota serta komunitas yang berkelanjutan,” tambah Anissa Hasbi.

Animo mahasiswa Indonesia serta masyarakat yang berada di Inggris menjadi salah satu motivasi utama untuk acara SCI 2017 rutin diadakan. Setelah berhasil mengangkat tema ekonomi kreatif pada tahun sebelumnya, panitia berniat untuk terus bisa memberikan kontribusi nyata yang bisa diaplikasikan oleh pihak-pihak terkait.

Diharapkan SCI 2017 bisa dijadikan wadah diskusi interaktif agar dokumen rekomendasi yang dihasilkan kaya akan masukan yang bisa diaplikasikan di Indonesia,” tambah Raka Tantra Pamungkas sebagai penanggung jawab bidang Eksternal SCI 2017.

Untuk Informasi lebih lanjut, hubungi:

Hamzah Ramadhan (Media and Marketing Supervisor)
WhatsApp: +6287777242319
Email: me16hr@leeds.ac.uk

Mayumi Kartika Sari (Media and Marketing Supervisor)
WhatsApp: +447599652106
Email: bn16mks@leeds.ac.uk

Page 1 of 2
1 2