logo ppid

Buraidah - PPMI (Persatuan Pelajar dan Mahasiswa Indonesia) di Arab Saudi Meresmikan Cabang ke-6, yaitu PPMI Qassim, setelah sebelumnya telah memiliki 5 cabang, yaitu; PPMI Riyadh, PPMI Jeddah, PPMI Makkah, PPMI Madinah dan PPMI Dhahran.

Qassim sendiri merupakan provinsi yang terletak di antara Provinsi Madinah dan Provinsi Riyadh, beribu kota di Buraidah, 500 km dari Madinah, 350 km dari Riyadh. Wilayah Qassim sudah dikenal sejak zaman Abbasiyah, pada masa pemerintahan Khalifah Harun ar-Rasyid, Qassim merupakan jalur bagi jamaah haji asal Irak untuk menuju ke Makkah.

Qassim terkenal dengan kurmanya, terlebih lagi, Buraidah menjadi tuan rumah Festival Kurma, acara tahunan yang merupakan festival kurma terbesar di dunia, selain itu, di Buraidah juga terdapat pasar unta terbesar di dunia, dan peternakan ayam terbesar di Timur Tengah, dengan hasil produksi setengah juta potong ayam per hari ditambah dengan 1 juta telur ayam per hari.

IMG_0511

Peresmian PPMI Qassim yang diselenggarakan pada hari Sabtu (12/3) ini bertempat di asrama mahasiswa Universitas Qassim, Distrik ar-Rayyan, kota Buraidah, dan berlangsung hangat, acara dimulai dari perkenalan antara Pengurus PPMI Arab Saudi dengan Pengurus PPMI Qassim, dilanjutkan dengan sharing kegiatan kemahasiswaan di pusat dan di cabang, dilanjutkan dengan peresmian berupa penyerahan AD/ART PPMI Arab Saudi dari Ketua Umum PPMI Arab Saudi kepada Ketua PPMI Qassim dan diakhiri dengan makan malam dan ramah tamah.

Saat ini, Sdr Abdullah bin Umar, Mahasiswa S1 Jurusan Qira'at Universitas Qassim, mendapatkan amanah untuk menjadi Ketua PPMI Qassim. Jumlah mahasiswa Indonesia di Universitas Qassim mencapai 49 orang, dengan rincian 44 orang mengambil program Ma'had Lughah (Preparatory Class) dan Sarjana serta 5 orang mengambil program Magister, 2 orang di Jurusan Aqidah, 1 orang di Jurusan Ushul Fiqh, 1 orang di Jurusan al-Qur'an dan 1 orang di Jurusan Teknik Sipil.

PPMI Qasim

Hari kedua (13/3) di Buraidah, Pengurus PPMI Arab Saudi berkesempatan mengunjungi Universitas Qassim di Mulaida, kemudian ke Yayasan Syaikh Muhammad bin Shalih al-Ustaimin dan Masjid Syaikh Muhammad bin Shalih al-'Utsaimin di 'Unaizah, juga melewati Buraidah Water Tower, yang merupakan landmark kota Buraidah dan menunaikan salat di Masjid ar-Rajhi, masjid terbesar di kota Buraidah.

-------------------

Madinah - 3 hari setelah meresmikan PPMI Cabang ke-6, Pengurus PPMI Arab Saudi langsung meresmikan PPMI Cabang ke-7, yakni PPMI Jazan. Acara makan siang yang dikemas berupa silaturrahim dan sharing dengan mahasiswa Indonesia yang sedang menyelesaikan studinya di Universitas Jazan dan Universitas Tabuk, dengan rincian 6 orang di Universitas Jazan, dan 2 orang di Universitas Tabuk, yang keduanya saat ini sedang menyelesaikan Program Institut Bahasa Arab di KAU (King Abdulaziz University), Jeddah.

IMG_0490

Acara berlangsung di RM Turki dan dihadiri oleh Ketua Umum PPMI Arab Saudi, Sdr. Imam Khairul Annas, Sekretaris PPMI Arab Saudi, Sdr. R. Azri Alhaq, Ketua PPMI Madinah, Sdr. Arif Usman Anugraha dan Ketua PPMI Madinah Demisioner, Sdr. Sufyan Tsauri Muhammad Elyas.

Jazan merupakan salah satu provinsi di Arab Saudi yang terletak di selatan negara, dan berbatasan langsung dengan negara Yaman, adapun Tabuk, merupakan provinsi yang berbatasan dengan negara Yordania.

PPMI Cabang ke-7 dari PPMI Arab Saudi dipimpin oleh Ketuanya Sdr. Muhammad Hanifan Musliman Maas, Mahasiswa Semester 1, Fakultas Syari'ah Universitas Jazan.

DSC_0129

Semoga kedepannya, PPMI Qassim dan PPMI Jazan dapat terus aktif menjadi wadah silaturrahim dan perekat ukhuwwah antara pelajar dan mahasiswa Indonesia di Qassim dan Jazan, menjalin hubungan baik dengan Masyarakat Indonesia di Qassim dan Jazan, menjalin kerjasama dengan PPMI Pusat, PPMI Cabang dan PPI-PPI Negara lain, serta memberikan kontribusi dan senantiasa menyebarkan manfaat untuk agama, bangsa dan negara.

Selamat untuk PPMI Qassim dan PPMI Jazan!
Barakallah...

Selasa, 6 Jumada ats-Tsaniyyah 1437 H/15 Maret 2016 M

Press Release

Pernyataan Sikap Terkait Bom Ankara

Sehubungan dengan serangan bom bunuh diri yang terjadi di Pusat Kota Ankara, Kizilay pada Minggu (13/3) waktu Turki dan konfirmasi atas berbagai pertanyaan, kami menyampaikan beberapa hal.

1. Serangan bom terjadi pada pukul 18.45 di distrik Kizilay, jantung kota Ankara. Kizilay adalah area pusat transportasi yang menghubungkan metro bawah tanah dengan distrik lain di Ankara.

2. Laporan media NTV, Senin (14/2) pukul 09.30 pagi mengutip pernyataan Menteri Kesehatan Mehmet Müezzinoğlu Turki, terdapat 37 orang tewas, 15 kritis dan 71 luka. 27 orang tewas ditempat saat kejadian. Sementara 1 orang pelaku sudah teridentifikasi. Pemerintah Turki menyebut pelaku adalah organisasi teroris PKK ( Kurdistan Worker Party).

3. Sejak Oktober 2015 sudah terjadi 3 (tiga) serangan bom di Ankara. Pertama 10 Oktober 2015 yang dilakukan ISIS dan menewaskan 103 orang. Kemudian pada 17 Februari 2016 menewaskan 29 orang yang menyerang mobil militer. Sementara yang kemarin, Minggu (13/3) bom mobil menyerang bus transportasi publik. Sejauh ini tidak ada laporan ada WNI yang menjadi korban.

4. Melihat eskalasi serangan teror yang terjadi, WNI (pelajar) bukan menjadi target sarangan teroris, namun meskipun demikian WNI (pelajar) bisa saja menjadi korban salah sasaran. Untuk itu diharapkan terutama kepada seluruh pelajar di di Turki yang berjumlah 769 orang dan tersebar lebih di 20 kota untuk selalu waspada, berhati hati dan senantiasa menjaga komunikasi dengan sesama pelajar. Termasuk menjauh dari tempat keramaian.

5. Berdasarkan tren yang ada dengan peta geopolitik Turki serta stabilitas keamanan kawasan serangan teror semacam ini bisa jadi bukan yang terakhir. Untuk itu diharapkan terutama kepada seluruh elemen (Pelajar, KBRI dan Pemerintah RI) memberi perhatian lebih besar dalam mengantisipasi kemungkinan terburuk yang bisa saja menimpa pelajar atau WNI.

6. PPI Turki sebagai representasi organisasi Pelajar Indonesia akan mengambil langkah strategis untuk meningkatkan komunikasi dan koordinasi dengan seluruh PPI Wilayah dan Organisasi Kemitraan dengan membentuk Jaringan komunikasi bersama. Selain terus mengintensifkan komunikasi dengan KBRI Ankara serta otoritas terkait di Turki.

Demikian pernyataan ini kami sampaikan. Semoga dapat dimaklumi dan terima kasih atas segala perhatian.

Ankara, Senin 14 Maret 2016

Pengurus Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) Turki
Periode 2016-2017

Ketua Umum
Azwir Nazar, M.Si

Sekretaris Umum
Ongky Duta Pratama

Kontak Person: +905535533814 (Azwir Nazar)

LPDP 1

Pada hari Rabu tanggal 29 Juli 2015 bertempat di Gedung Maramis, Kementerian Keuangan Republik Indonesia di Jakarta, Perhimpunan Pelajar Indonesia se-Dunia (PPI Dunia) telah melangsungkan audiensi dengan Direktur Utama, Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) Bapak Eko Prasetyo. PPI Dunia yang diwakili oleh 7 negara yang berasal dari PPI Australia, PPI Malaysia, PPI Taiwan, PPMI Arab Saudi, PPI Filipina, PPI Turki dan PERMIRA Rusia telah menyampaikan beberapa agenda kerja sama serta meminta klarifikasi terkait beberapa hal antara lain pengalihan beasiswa DIKTI ke LPDP dan daftar Universitas yang diterima oleh beasiswa LPDP. Agenda kerja sama yang sempat dibahas antara lain LPDP roadshow atau world tour, pertimbangan aktivis PPI meraih beasiswa LPDP, program TOP UP, Beasiswa 3T untuk program strata satu (S1) dan lain sebagainya.

LPDP 2

LPDP 3

LPDP 4

Pada prinsipnya LPDP menyambut baik usulan PPI Dunia dan berupaya untuk semaksimal mungkin berkontribusi bagi kebaikan pelajar Indonesia (informasi lebih lanjut dapat melihat press release). Terima kasih Bapak Dirut atas sambutan hangatnya dan semoga pertemuan tersebut dapat menjadi pintu pembuka kerja sama PPI Dunia bersama dengan LPDP.

Salam Perhimpunan!

Ahmad Almaududy Amri
Koordinator PPI Dunia
2014-2015

11813430_1015468448493388_4501081213510816873_n

Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) Dunia mengusulkan perlunya aturan baku mengenai standar konversi nilai mahasiswa lulusan luar negeri. Hal itu untuk mencegah kerugian bagi mahasiswa yang telah kembali ke Indonesia.

Upaya memperjuangkan lahirnya aturan dan pedoman tersebut dilakukan sembilan perwakilan PPI dari berbagai negara yang tergabung dalam PPI Dunia.

Mereka berasal dari PPI Australia, PPI Taiwan, PPI Belanda, PPI Malaysia, PPMI Arab Saudi, PPI Turki, PPI Filipina, PERMIRA Rusia, dan PPI Italia.

Pada Selasa (28/7/2015) mereka menemui Dirjen Pembelajaran dan Kemahasiswaan Kementerian Ristek dan DIKTI (Belmawa DIKTI) Intan Ahmad didampingi Direktur Pembelajaran Paristiyanti Nurwardani serta staf Belmawa DIKTI lainnya.

Salah seorang di antaranya adalah Ahmad Almaududy Amri, Koordinator PPI Dunia periode 2014-2015, yang juga merupakan Ketua PPI Australia di periode yang sama.

Menurut Dudy, panggilan Ahmad Almaududy Amri kepada wartawan ABC L. Sastra Wijaya, masalah konversi nilai penting dilakukan karena nilai ijazah yang didapatkan dari luar negeri disalahartikan oleh instansi-instansi pemerintah atau rekruter dalam melamar kerja.

Ini disebabkan karena sistem penilaian di berbagai negara sebagai tujuan tempat belajar mahasiswa asal Indonesia berbeda-beda.

"Sebagai contoh di Indonesia memakai sistem nilai 0 sampai 4,0, sedangkan di Belanda sistem 1-10, Malaysia dan Taiwan 0 - 100 dengan standar universitas yang berbeda-beda," jelasnya.

"Bahkan di Turki ada 2 model penilaian 0-4 dan 0-100," tambah Dudy yang sedang menempuh pendidikan doktoral di Universitas Wollongong.

11745740_1015468495160050_5180461512896696216_n

Standar nilai tidak dapat dikonversi secara linear matematis, katanya, karena standar nilai di masing-masing negara unik dan mempunyai formula serta kriteria masing-masing.

"Di beberapa negara, apabila nilai dikonversi secara linear matematis, maka mahasiswa dapat dinilai kurang kompeten di dalam negeri sendiri padahal sudah sangat kompeten di luar negeri tersebut," tambah Dudy lagi.

Dudy menyampaikan bahwa SK Menteri Ristek dan DIKTI sangat diperlukan guna memberikan landasan hukum dalam mengeluarkan pedoman konversi nilai.

"Agar pedoman yang dikeluarkan oleh Ditjen Pembelajaran dan Kemahasiswaan efektif dan dapat dijadikan acuan oleh instansi lainnya, maka dibutuhkan sebuah endorsement dari pemerintah dalam hal ini melalui SK Menteri," ujar Dudy.

PPI Dunia, katanya, berkeinginan menuntaskan isu ini pada tahun 2015. Mereka akan membahas isu ini pada Simposium PPI Dunia yang diharapkan bisa dihadiri perwakilan pemerintah.

Menurut Dudy, dalam kesempatan itu Dirjen Intan Ahmad menjelaskan bahwa pihaknya mengapresiasi langkah PPI Dunia tersebut.

"Pihak Belmawa menyambut baik rencana untuk mendukung upaya konversi nilai. Namun pemerintah harus berhati-hati akan masalah kewenangan dalam mengonversi nilai. Jangan sampai kewenangan mengonversi tersebut dilakukan secara tidak semestinya," kata Dudy mengutip pernyataan Intan Ahmad.

Dirjen Intan menyarankan bahwa sebaiknya dibuatkan saja pedoman mengonversi nilai untuk umum maupun untuk instansi-instansi rekruter.

Sumber berita: Australia Plus, Radio Australia, TribunNews, VIVA, Metro TV News

sinabung 2

 

REPUBLIKA.CO.ID, KABANJAHE -- Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) sedunia telah dan sedang melakukan penggalangan bantuan untuk korban bencana erupsi Gunung Sinabung. Jumat (21/3) lalu, Direktur Lembaga Sosial PPI Dunia, Muhammad Dhiya, Direktur Lembaga Pers PPI Dunia, Mustaqim Effendi, crew media pers PPI Dunia Nurul Chasanah, beserta relawan Kabanjahe datang ke tujuh lokasi posko bencana erupsi Gunung Sinabung.

Adapun kegiatan yang dilakukan adalah menyalurkan bantuan berupa sandang yang diberikan pada tujuh posko, diantaranya : posko mesjid agung jl mariam ginting, posko Lap Futsal, posko Gereja Advent, posko Islamic Center, posko GBKP (Gereja Batak Karo Protestan), posko GBKP cabang, posko GPDI dan perbaikan seng untuk di Desa Namanteran.

Bantuan yang diberikan merupakan kontribusi dari Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) negara. diantaranya PPI Tunisia, PPMI Sudan, PPI Turki, PPI Maroko, PPI Rusia / PERMIRA, dan PPI Australia. Dalam siaran pernya yang diterima ROL, Ahad (23/3), bantuan yang lain akan menyusul dari PPI negara di seluruh Dunia.

Menurut Muhammad Dhiya, kondisi korban Sinabung harus mendapat perhatian yang serius. Sampai hari ini para korban bencana masih berada di pengungsian. Sekitar 15 ribu jiwa masih berada di 32 titik pengungsian. Untuk masyarakat yang berada dibawah radius 3 K.M. sangat memerlukan relokasi. Karena sampai hari ini belum ada kejelasan tentang relokasi mereka.

Perlu diketahui, bencana erupsi Gunung Sinabung dimulai sejak September 2013 dan sampai hari ini masih berstatus level empat (awas). Lembaga sosial PPI Dunia mengimbau partisipasi seluruh element masyarakat Indonesia baik dalam dan luar negeri untuk peduli terhadap kondisi bencana Indonesia. Lembaga sosial PPI Dunia akan terus menjalankan peran dan fungsinya untuk peduli terhadap permasalahan kemanusiaan dan salah satunya adalah bencana.

Sumber: Republika Online

Dewan Presidium PPI Dunia (Periode Tahun 2013 - 2014)

Sumber: KERIS Serbia

Sumber: KERIS Serbia

[Istanbul, Turki] Simposium PPI Eropa Amerika yang berlangsung dari tanggal 17-19 Mei 2013 di Fatih University, Istanbul, mengambil tema “ Mengoptimalkan Peran Demokrasi dan Kemajuan Ekonomi Indonesia Sebagai Modal Menjadi Bangsa yang Besar”, menjadi awal dari gerakan Pelajar Indonesia yang sedang menempuh pendidikan di Eropa dan Amerika untuk menyumbangkan pemikiran dan kerja nyatanya demi kemajuan bangsa Indonesia.

Pada hari pertama, hadir Bapak Mentri Pemberdayaan Aparatur Negara, Ir. H. Azwar Abubakar, MM yang tampil sebagai keynote speaker dalam pembukaan simposium kali ini. Dengan retorikanya yang sangat menggugah menambah semangat para peserta untuk tidak melewatkan jalannya simposium hingga akhir penutup.

Setelah pembukaan acara dilanjutkan dengan Rapat Delegasi dari seluruh PPI Eropa dan Amerika. Kali ini dihadiri oleh PPI Swedia, PPI Austria, PPI UK, PPI Prancis, PPI Serbia, PPI Spanyol, PPI Portugal dan tentunya PPI Turki sebagai penyelenggara acara. Selain itu, hadir juga tamu kita dari PPI Oman.

Keseluruhan acara ini membahas tentang hal apakah sebenarnya yang bisa diberikan untuk Indonesia dalam bentuk nyata. Selama ini sudah terlalu banyak aspirasi-aspirasi dari seluruh mahasiswa Indonesia baik yang bersekolah didalam maupun luar negeri, hanya terbungkus rapi sebagai sebuah aspirasi tanpa bisa teraplikasi.

Di sinilah dibahas tentang rancangan kerja yang dibagi menjadi tiga komisi, yaitu:

  1. Komisi Demokrasi dan Kepemimpinan.
  2. Komisi Sains dan Teknologi dan
  3. Komisi Ekonomi dan Kewirausahaan.

Simposium tersebut diikuti dengan penuh antusias oleh setiap peserta dan berlangsung secara tertib, mulai dari Sidang Pendahuluan, sidang pemembahasan tata tertib dan pemilihan dewan sidang, Sidang Pleno serta Sidang Komisi, sidang pembahasan rancangan kerja nyata dan aplikasi berdasarkan komisi-komisi yang telah dibagi. Acara berlanjut ke pembacaan hasil dari Sidang Komisi yang nantinya akan menjadi Road Map PPI Eropa Amerika. Hingga pada malam harinya acara diakhiri dengan Sidang Paripurna, sidang penentu kemanakah kegiatan ini akan berlanjut.

Atas kesepakatan Dewan Sidang dan Delegasi, rencana awal yang tadinya akan melahirkan Piagam Istanbul, diubah menjadi Draft Istanbul dengan pertimbangan banyaknya Delegasi dari PPI Negara Eropa Amerika yang tidak hadir.

Hari kedua, simposium dilanjutkan dengan kuliah umum yang dibagi menjadi 2 sesi. Sesi petama diawali dengan Sesi Demokrasi dan Kepemimpinan yang di sampaikan oleh Bapak Menteri Pemberdayagunaan Aparatur Negara, Ir. H. Azwar Abubakar, MM. yang betema State Running Governmen ke Society Running Government Menuju Indonesia 2025 : Peran Kementrian PAN-RB dalam Menata RB.

Selanjutnya sesi kedua adalah Sesi Sains dan Teknologi dari Perwakilan Menpora Prof. Richardus Eko Indrajit dengan tema: “Youth, Technology and Nation” Balancing the Competitive Advantage of Indonesia. Sesi Ekonomi dan Kewirausahaan dari Direktur Utama Penerbit PT. Yudhisthira bapak Edfian Noerdin, SE.MM dan ditutup oleh bapak Asmoro Hadiyanto dari perwakilan Dompet Duafa.

Pada hari kedua ini juga, dibacakan isi dari Draft Istanbul yang ditandatangani oleh seluruh delegasi. Berikut isi dari Draft Istanbul tersebut:

Draft Istanbul

Berkat rahmat Tuhan Yang Maha Esa, kami perwakilan PPI Kawasan Eropa dan Amerika,
berkumpul di Istanbul, Turki untuk menyumbangkan pemikiran dan peranan bagi bangsa
Menerapkan praktik demokrasi dan kepemimpinan yang bertanggung jawab untuk
menciptakan bangsa yang lebih maju, berintegritas, dan bermartabat.

Meningkatkan peran bangsa Indonesia di dalam pergaulan internasional melalui pemanfaatan
Ilmu pengetahuan dan teknologi serta sumber daya manusia yang berkualitas untuk
Mencerdaskan dan meningkatkan daya saing bangsa Indonesia.

Mempersiapkan Indonesia menuju kemandirian ekonomi bangsa yang bersaing dan berdaya
Dengan itikad baik, siap mendukung dan mewujudkan kemajuan bangsa Indonesia melalui
roadmap PPI Kawasan Eropa & Amerika sebagaimana terlampir.

Dibuat di Istanbul, Turki, pada tanggal 18 Mei 2013.

Atas nama perwakilan PPI Kawasan Eropa & Amerika, PPI Prancis, PPI United Kingdom, PPI Austria, PPI Swedia, PPI Turki, PPI Serbia, PPI Spanyol dan PPI Portugal.

ROADMAP KOMISI DEMOKRASI DAN KEPEMIMPINAN

  1. Membuat video/tulisan mengenai isu kepemimpinan dan demokrasi di Negara Eropa Amerika dan membagikannya kepada pelajar dan guru di Indonesia (bekerja sama dengan Indonesia mengajar)
  2. Menyelenggarakan teleconference terkait dengan isu demokrasi dan kepemimpinan dengan tokoh pemimpin, baik di Indonesia maupun Eropa Amerika.
  3. Menyusun acuan pembuatan PPI baru.

ROADMAP KOMISI EKONOMI DAN KEWIRAUSAHAAN

1. Membuat Platform Knowledge Management (website, twitter/ media social)
2. Menyusun Paduan Berbisnis di Luar Negeri

3. Membuat Resume dan Profil Pengusaha Indonesia di Eropa Amerika
4. Menyediakan Data Mengenai Usaha di Negara X Terkait di Bidang Kewirausahaan
5. Menyusun Business Directory Indonesia
6. Membangun dan Mensinergikan Hubungan Antar Berbagai Pihak dalam Bidang Kewirausahaan dengan PPI Eropa Amerika ( Misalkan hubungan investor dengan calon wirausaha, hubungan antara pengusaha-pengusaha Indonesia di Negara-negara)
7. Membuat Forum Kajian Bidang Ekonomi dan Kewirausahaan.

ROADMAP KOMISI SAINS DAN TEKNOLOGI

  1. Membuat Website Intergerasi dengan Komisi Lain
  2. Membuat Repository Karya Ilmiah dan di Publish di Website
  3. Meningkatkan Kerja Sama dalam Penyebaran Informasi Kegiatan Bidang Sains dan Teknologi PPI Eropa Amerika
  4. Menulis Artikel / Video Sains dan Teknologi (Populer)
  5. Menyediakan Dana Hibah Bagi Aplikasi Sains dan Teknologi di Indonesia yang Bertujuan Untuk Pemberdayaan Masyarakat Indonesia.

Pada akhirnya harus diakui bahwa, kegiatan Simposium seperti ini adalah ajang yang sangat baik untuk mengerahkan seluruh potensi Pelajar Indonesia dalam membahas sumbangan-sumbangan nyata untuk menciptakan Indonesia yang mandiri disetiap bidang. Sebagaimana kita ketahui bahwa faktor penggerak kemamajuan sebuah bangsa berada di tangan para pemudanya. Kini saatnya kita sebagai pemuda Bangsa Indonesia harus turut serta memajukkan Negara Pertiwi dengan kerja-kerja yang nyata dan berkelanjutan. Hidup Indonesia.

Sumber: Adhari, PPI Adana - Turki dan Laporan PPI Prancis

SI 2012 - Kuala Lumpur

ISWS 2012 merupakan kongres Persatuan Pelajar Indonesia Dunia yang dihadiri oleh perwakilan PPI dari berbagai negara di dunia. ISWS 2012 diselenggarakan oleh PPI Malaysia di Kuala Lumpur pada tanggal 16 -19 Februari 2012. ISWS 2012 diselenggarakan dengan tema ‘Think Global Act Nasional’. Acara Kongres PPI Dunia 2012 ini diikuti oleh 28 negara perwakilan PPI, yaitu: Malaysia, Singapura, Thailand, Philipina, Jepang, Inggris, Australia, Selandia Baru, Portugal, Austria, Arab Saudi, Sudan, Lebanon, Turki, Swedia, Jerman, Korea Selatan, Jordania, Maroko, Pakistan, Mesir, Yaman, Norwegia, Belanda, Rusia, India, Perancis dan Indonesia yang diwakili oleh beberapa BEM Airlangga, UGM, UNRI, Lancang Kuning, dan Trisakti.

Di sela-sela Kongres PPI Dunia 2012 yang dibuka Menteri Kordinator Perekonomian Hatta Rajasa, juga digelar seminar sehari. Seminar ini membincangkan berbagai permasalahan bangsa Indonesia yang dilihat dari aspek perekonomian, politik, hukum dan sosial budaya.

Sejumlah tokoh nasional hadir sebagai pembicara yang antara lain mantan Ketua DPR Akbar Tanjung, anggota Komisi I DPR Muhammad Najib, Vice President World Assembly Youth Ahmad Dolly Kurnia, Wakil Ketua Komisi III DPR Tjatur Sapto Edy, Direktur Analisa Strategis Kementerian Pertahanan Brig Jend. TNI Paryanto, mantan Menko Perekonomian Rizal Ramli dan Menteri Negara Pemuda dan Olah Raga Andi Mallarangeng.

Dalam kesempatan tersebut, PPI Malaysia terpilih sebagai koordinator PPI Dunia mengantikan PPI Australia, dan PPI India ditetapkan sebagai tuan rumah untuk pertemuan PPI Dunia yang berikutnya.

Beberapa hasil dari Kongres PPI Dunia 2012 di Kuala Lumpur adalah:

  1. Penyempurnaan AD/ART PPI Dunia dengan menambahkan bahwa anggota luar biasa adalah BEM yang telah mendaftarkan diri kepada PPI Dunia.
  2. PPI Dunia membentuk Lembaga Kajian Stratejik. Lembaga ini nantinya mengkaji segala permasalahan bangsa dan nantinya wadah ini juga dijadikan saran seluruh masyarakat Indonesia untuk mendapatkan solusi dari permasalahannya.
  3. PPI Dunia menetapkan jargon PPI Dunia ke depan yaitu PPI untuk Indonesia, PPI Dunia siap mengabdikan seluruh potensinya untuk bangsa Indonesia.

Hasil kongres berupa rekomendasi untuk PPI negara dan PPI dunia dapat diunduh: SK Hasil Rekomendasi Kongres

Sumber: PERMITHA - Thailand

Copyright © 2021 PPI Dunia
All rights reserved
Mayapada Tower 1, Lt.19, Jl. Jend. Sudirman, Kav. 28
Jakarta Selatan 12920