logo ppid

DUNİA MEMBACAMU
( Catatan: Salam cinta untuk PPI Turki)

Pintu hati tlah terbuka
Silah masuk lewat cela mana saja
Tlah kumasuki inti jiwanya
Tlah kulewati nuraninya
Tlah kulintasi buku-buku filasafat manusia
Tlah kuhabiskan pena untuk sebuah kata-kata
Tlah kutulis berlembar-lembar untuk membicarakanya

Oh. Dia yang tlah kupilih
Pintu hati tlah terbuka
Siapa yang membebaskan siapa
Siapa yang memenjarakan siapa
Wanita tetap wanita, tak ada kuasa untuk bicara
Pria tetap pria, diatas bumi ia mahluk pandai berdialetika

Oh. Dia yang tlah kupilih
Pintu hati tlah terbuka
Dan masa sulit, cemas, takut tlah habis waktunya
Siapakah yang menyambutnya?
Kebenaran…!

Yang lama meninggalkan sebuah pertengkaran
Dan kini muncul untuk menghapus impian cemas
Yang terlepas…!

Oh. Dia yang tlah kupilih
Pintu hati tlah terbuka, Kawan !
Kutundukan dalam-dalam wajahku yang kering
Menatapi sepasang sepatu sekolahku yang kepanasan
Kuajak berkata-kata
Tanpa bicara

Oh. Dia yang tlah kupilih
“Kau ingin memadamkan karunia Allah,berupa cahaya lilin dihatinya
Dengan mulut manusia yang suka mencibir dan sumbang,ingin kau tiup “
Pintu hati tlah terbuka,Kawan !
lintasi saja jalan lurus itu
jika ingin pokus
rahmat Allah akan datang lehih serius
Dengan terang tak bisa padam.

Penyair Kayseri,
Khifdi Ridho

Kayseri 2016

#ppiduniafunworld

Liputan Turki, kemarin sore (25/8) dua pelajar Indonesia YU dari Aceh dan DP dari Demak yang ditangkap dua pekan lalu (12/8) berhasil dibebaskan dan sampai di Wisma KBRI Ankara pada pukul 23.00 waktu Turki.

"Kita pantas bersyukur dan menyampaikan apresiasi yang luar biasa kepada pemerintah, terutama İbu Menlu yang sangat cepat merespon tiap laporan kita dan mengambil langkah-langkah membebaskan kedua mahasiswi kita. Termasuk menelpon Menlu Turki dan terus meminta akses kekonseleran," sebut Azwir Nazar, Ketua PPI Turki.

Setiap Ketua PPI Turki tersebut menghubungi Ibu Retno, Menteri Luar Negeri RI, beliau selalu merespon dengan tindakan nyata. Peran Kemenlu di sini tidak hanya sebagai Direktur perlindungan WNI tetapi juga sebagai orang tua di KBRI/KJRI. Teman pelajar, alumni, orang tua dan semua pihak turut membantu proses ini.

Sejak awal mengetahui berita penangkapan YU dan DP, PPI Turki terus mendesak pemerintah untuk cepat menangani kedua pelajar. Selain itu juga membangun komunikasi dengan Pemerintah Pusat dan Daerah serta para pihak terkait, demi bergandengan tangan dalam mengusahakan langkah terbaik.

"Kita belajar dari kasus HL yang kini masih ditahan. Maka untuk YU dan DP kita minta Pemerintah lebih serius. Alhamdulillah hari ini sudah ada hasilnya," tambah alumni Komunikasi Politik UI tersebut.

PPI Turki juga menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Turki yang telah membebaskan YU dan DP, dan berharap juga segera ada kabar baik terhadap HL yang ditangkap di kota Gaziantep, 3 Juni lalu .

"Terima kasih juga untuk teman media yang secara konsisten memberitakan dan bersama mengawal proses ini. Juga kepada publik yang bersimpati secara luar biasa. Mari terus kita kawal dan bekerjasama lebih baik. Supaya tantangan kedepan dapat kita hadapi bersama. Kita juga doakan Turki cepat pulih," pungkas Azwir Nazar.

Sementara untuk membantu meringankan beban para pelajar yang bermasalah beasiswa di Turki, PPI Turki hari ini meluncurkan gerakan #DonaturAnakBangsa sebagai bentuk kepedulian bersama dengan mengajak semua pihak ikut berperan.

"Banyak generasi bangsa Pelajar Indonesia di Turki kini mengalami musibah dan ujian. Beasiswa mereka terputus, tapi tekad melanjutkan pendidikan mereka begitu besar. Mari ulurkan tangan kita meringankan beban mereka dengan menjadi Donatur Anak Bangsa." tutur Azwir Nazar. (pw)

Sampaikan donasi Anda melalui BCA KCP Riau 0860561191 a.n Meida Adlina (Bendum PPI Turki).

Demikian pernyataan ini untuk menjawab berbagai pertanyaan teman media.
Terima Kasih.

Pengurus PPI Turki

Azwir Nazar (Ketua Umum)
+905535533814 (WA/+6282166319820

Ongky Duta Pratama (Sekretaris Umum)
+90 541 847 6254

#PPITurkiPeduli #DonaturAnakBangsa

WhatsApp Image 2016-08-25 at 15.41.45Liputan Jakarta, Perwakilan Perhimpunan Pelajar Indonesia Sedunia (PPI Dunia) mendatangi kantor NET TV pada hari Rabu 24 Agustus 2016 lalu. Para pelajar Indonesia yang datang dari berbagai negara ini mengadakan pertemuan ekslusif dengan pihak NET TV dengan tujuan mempererat hubungan antara PPI Dunia dengan NET TV.

Acara yang berlangsung selama 4.5 jam ini dihadiri oleh dua puluh satu pelajar PPI dari 10 perwakilan PPI Negara yaitu Italia, Russia, Jerman, Sudan, Maroko, Yordania, Saudi Arabia, Turki, Pakistan, Tunisia. NET TV manghadirkan dua belas personilnya yang tergabung dalam tim NET CJ (Citizen Journalist) beserta CEO dari pihak NET TV sendiri yaitu bapak Wishnutama.
WhatsApp Image 2016-08-25 at 18.10.49

Harapan dari diskusi kali ini adalah supaya PPI Negara ikut berkontribusi untuk memajukan PPI Dunia, turut membantu
dalam hal apapun untuk kemajuan negara serta memberikan semangat yang positif sebagai pelajar Indonesia yang belajar di luar negeri.
Dalam pertemuan yang penting ini para pelajar tersebut juga mendapatkan beberapa masukan dari Bapak Wishnutama. "Pelajar Indonesia harus menjadi pribadi yang selalu terbuka dan menghormati budaya di negara orang agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan ke depannya," tegas Bapak Wishnutama.

WhatsApp Image 2016-08-25 at 18.10.33NET TV akan selalu mensupport PPI Dunia dalam bidang siaran dan video. PPI Negara dapat memanfaatkan siaran dan video sebagai platform untuk publikasi. Selain itu PPI Negara juga dapat menyampaikan aspirasinya melalui platform tersebut. "Pelajar Indonesia harus memanfaatkan hubungan yang baik ini melalui PPI Dunia karena akan berguna untuk masa depan," jelas bapak Wishnutama. (Red, Wanda, Ed, PW)

 

Liputan Turki, Bom bunuh diri kembali terjadi di Istanbul, Selasa 28/06/16 pukul 21.40 waktu setempat, Kali ini sasarannya adalah bandara terbesar di Turki yaitu Ataturk Airport. Media setempat melaporkan bom beruntun tersebut terjadi di 3 titik, yaitu di terminal internasional keberangkatan, terminal internasional kedatangan, dan di parkiran bandara.

Sebelumnya juga sempat terjadi baku tembak antara polisi dengan pelaku yang menerobos lewat pintu kedatangan yang mendekati X-Ray lalu meledakkan diri.

Pihak berwenang menyebutkan sedikitnya 38 orang meninggal dan 88 terluka, 2 di antaranya adalah polisi. Belum ada pihak yang mengklaim bertanggung jawab atas teror mematikan tersebut.

Sementara ini semua penerbangan dibatalkan dan akses ke bandara ditutup. Untuk kedatangan (arrival) dialihkan ke bandara Sabiha Gohcen, di Istanbul bagian Asia, Izmir, maupun Ankara.

Kondisi pelajar Indonesia memang dua minggu ini banyak yang pulang liburan dan mudik lebaran ke Indonesia. Pada Selasa, (28/6) ada yang pulang via Royal Jordan pukul 20.30, Qatar Airlines pukul 19.35 dan Turkish Airlines pukul 02.00 (29 Juni 2016).

"Saat terjadi bom Alhamdulillah info yang kami himpun teman sudah di pesawat baik yang menggunakan Royal Jordan maupun Qatar Airlines. Sementara ada 2 pelajar yang menuju bandara via Turkish Airlines tertahan di durak (stasiun) Yeni Bosna, sekitar 2 stasiun sebelum bandara. Karena metro bawah tanah menuju airport ditutup. Kini penerbangannya di cancel," Kedua pelajar dari Ankara ini bertahan di rumah temannya di kawasan Yeni Bosna, Istanbul.

“Sejauh ini belum ada informasi adanya korban pelajar Indonesia maupun WNI. Kita terus berkomunikasi dengan teman yang berada di Turki untuk update informasi. Sebagian besar pelajar sudah berada di Indonesia karena summer break. Ada juga teman pelajar dari negara lain katanya yang sedang dan akan transit di bandara Istanbul hari ini (29/6). Kita terus berkomunikasi dan update,” tutur Azwir Nazar. (dw/df)

Mohon doa semoga teman kita aman dan dalam lindungan Tuhan yang maha kuasa. Amin.

Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) Turki

Azwir Nazar (Ketua Umum)

Ongki Duta Pratama (Sekretaris Umum)

+905535533814 (Turki)

+6281932030149 (Indonesia)

Jakarta, Minggu 26/6/16 lalu PPI Dunia sukses menggelar acara silaturahmi dan buka puasa di kantor Radio Republik Indonesia (RRI) Jakarta. Acara ini dihadiri oleh mantan koordinator PPI Dunia Ahmad Almaududy Amri periode 2014 - 2015, Ketua PPI rkrki, Ketua PPMI Saudi Arabia, Ketua PPI Italia, Koordinator Biro Pers PPI Dunia, Alumni PPI dunia dari berbagai kawasan dan Perwakilan BEM di Indonesia.

Acara Silaturahmi ini diawali dengan kata sambutan yang disampaikan oleh Koordinator Biro Pers PPI Dunia 2015 - 2016 Dewi Anggrayni. Menurutnya, acara ini digelar bertujuan untuk menguatkan silahturahmi PPI Dunia dengan PPI Negara, alumni dan juga Dewan Presidium yang selama ini melakukan komunikasi dan koordinasi melalui media sosial saja.

"Silaturahmi ini bertujuan untuk menguatkan hubungan PPI Dunia dengan PPI negara, alumni dan juga Dewan Presidium. Selama ini komunikasi dan koordinasi dilakukan by online dan saat inilah moment yang pas untuk berkumpul untuk lebih mengenal satu sama lain, dan kenapa di RRI, karena RRI telah menjadi mitra selama beberapa tahun terakhir memublikasikan aktifitas PPI Negara anggota PPI Dunia," ucap Dewi.

Rangkaian kegiatan silahturahmi dimulai dengan sosialisasi simposium internasional yang akan berlangsung juli mendatang oleh perwakilan panitia SI Cairo, Ahmad Bayhaki.

"Pertemuan yang sangat bermanfaat dan mendambah ilmu. Acara seperti ini dipertahankan dan lebih diaktifkan lagi forum diskusinya," Ucap Bayhaki.

Live ON AIR

Acara buka puasa ini juga disiarkan langsung melalui siaran Kampung Halaman RRI yang diisi oleh perwakilan Dewan Presidum periode 2015-2016 Imam Khairul Annas dan Dewi Anggrayni, Dhafi Iskandar Alumni PPI Dunia dan perwakilan PPI Negara Intan Irani PPI Italia, Padma Nabhan PPI India, Ahmad Bayhaqi Maskum PPMI Mesir.

Selanjutnya perwakilan alumni mengisi acara dengan bedah buku yang berjudul “Dari Kami untuk Negeri”. Buku karya Dewan Presidium PPI Dunia periode 2014 - 2015 ini dipaparkan singkat oleh Ahmad AlMaududy Amri.

"Buku ini berawal dari simposium di Jepang pada tahun 2014, kami dari perwakilan PPI Dunia berinisiatif untuk menuliskan kisah kami selama berkuliah di luar negeri sebagai kontribusi untuk bangsa untuk menyemangati teman-teman di Indonesia yang ingin berkuliah di luar negeri," jelas Dudy.

Dudy juga memaparkan dengan singkat isi dari buku "Dari Kami untuk Negeri" yang mengisahkan pengalaman mahasiswa Indonesia yang berkuliah di luar negeri dan juga berorganisasi di waktu yang bersamaan.

"Kami mengisahkan pengalaman organisasi, tantangan kehidupan di luar, kejadian-kejadian mahasiwa indonesia di luar negeri juga tantangan perkuliahan," tutur Dudy.

Setelah pemaparan singkat oleh Dudy, acara dilanjutkan dengan bedah buku dari salah satu teman alumni PPI Dunia yang berjudul “Merangkul Beruang Merah.”

Buku Merangkul Beruang Merah mengisahkan perjalanan hidup penulis, Ade Irma Elvira tentang proses perkuliahan beliau di Rusia dimulai dari memohon restu orang tua hingga tantangan ekonomi juga akademiknya di Rusia.

"Buku ini menceritakan tentang pengalaman saya selama di Rusia, di kota Moskow yang penuh tantangan. Harapannya semoga buku ini nantinya bisa di-film kan agar dapat memotivasi dan menyemangati pemuda Indonesia untuk melanjutkan studinya," jelas Ade.

Penulis juga menambahkan kata mutiara yang ia sampaikan untuk pembaca

"Halangan dan rintangan bukanlah hal yang membatasi diri kita untuk maju"

1

Acara dilanjutkan dengan tausiah dari perwakilan PPMI Saudi Arabia , Abudzar Mandaili hingga azdan Maghrib berkumandang. Kemudian, perkenalan dari setiap peserta dan diskusi mengenai situasi terkini di Turki pasca ledakan bom di Turki. Azwir juga menggambarkan situasi singkat kehidupan mahasiswa Indonesia di Turki. Azwir, ketua PPI turki menyampaikan harapannya mengenai situasi yang sedang terjadi di sana.

"Kami memohon doa kepada teman-teman PPI Dunia, agar situasi Turki tetap stabil dan aman. Juga teman kita yang tempo hari ditangkap cepat selesai proses hukumnya," jelas Azwir.

Acara ini ditutup dengan pembahasan singkat Simposium Internasional yang akan dilaksanakan di Cairo pada tanggal 24 – 28 Juli mendatang. Besar harapan peserta juga agar acara seperti ini dapat terus dilaksanakan. (Red, Nazla, Editor, dw/df)

*Siaran tersebut bisa langsung didengarkan melalui media player di bawah ini:

⁠⁠⁠⁠

Liputan Belanda, Simposium PPI Dunia Kawasan Amerika dan Eropa kembali digelar di Rijswijk, Belanda dari tanggal 24 April 2016 sampai dengan Selasa 26 April 2016. Simposium kali ini mengusung tema “Memaknai Kembali Identitas Bangsa dalam Rangka Menghadapi Komunitas Asean.” Pada Simposium ini juga telah dihasilkan Rekomendasi Rijswijk yang terdiri dari 7 point penting untuk Indonesia.

Acara ini dihadiri oleh para delegasi yang terdiri dari 27 orang representatif dari beberapa PPI di kawasan Amerika Eropa, yaitu PPI Belanda, PPI Belgia, PPI Hongaria, PPI Jerman, PPI Italia, PPI Polandia, PPI Britania Raya, PPI Ceko, PPI Turki, PPI Portugal, PPI Prancis, PPI Rusia, PPI Estonia dan PPI Swedia mengikuti serangkaian acara yang dirancang oleh PPI Belanda, sebagai tuan rumah pada tahun ini.

Untuk meresapi kembali identitas bangsa, pada hari pertama para delegasi menyusuri kembali sejarah perjuangan Indonesia dalam acara Napak Tilas di Kota Leiden. Di kota Leiden, beberapa pahlawan Indonesia menetap dan berkarya untuk bangsa, serta mengenyam pendidikan di Universitas Leiden, yaitu Ahmad Soebardjo dengan pendidikan master dan Hussein Djayadiningrat yang berhasil meraih gelar doctor dengan predikat cumlaude.

Menurut panitia Simposium PPI Amerika Eropa 2016, kegiatan ini bertujuan untuk memperkaya khazanah sejarah dan menumbuhkan rasa nasionalisme dalam diri peserta. Kota Leiden juga merupakan kota di mana Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) pertama pada tahun 1922 dibentuk.

Acara pada hari pertama kemudian dilanjutkan dengan pembukaan Simposium oleh Duta Besar Republik Indonesia untuk Kerajaan Belanda, yaitu H.E. I Gusti Agung Wesaka Puja. Dalam pidato nya beliau menyerukan semangat untuk bahu-membahu membuat Indonesia yang baru. “Mari bahu-membahu untuk membuat Indonesia baru, seperti pada kutipan lagu ASEAN, we dare to dream, we care to share.” ujarnya seraya membangkitkan semangat mahasiswa.

S AMEROP

Pada hari kedua, acara dilanjutkan dengan seminar untuk menggali secara dalam mengenai Identitas Bangsa. Menurut Ali Abdillah selaku ketua PPI Belanda, mengatakan bahwa identitas bangsa merupakan hal yang penting dan jangan sampai identitas bangsa harus dikorbankan.

Ary Adryansyah Samsura PhD sebagai salah satu keynote speaker menjelaskan kembali mengenai identitas bangsa. “Identitas bangsa yaitu perasaan atau pandangan subjektif tentang suatu bangsa yang dimiliki bersama oleh sekelompok orang yang terintegrasi secara kultural dan geographis.” Ucap Ary Adryansyah.

Untuk mempertahankan identitas bangsa, salah satu pembicara yaitu Ebed Litaay dari Indonesian Diaspora Network beliau mengatakan untuk tetap menjaga nilai-nilai yang ada di Indonesia, open minded dan buang jauh-jauh kebiasaan buruk.

Selain memandang dari segi identitas bangsa, seminar juga membahas tentang ASEAN, Globalisasi dan Masa depan Indonesia. Hengky Kurniawan, salah satu pembicara dalam tema ini berfokus pada Spatial Economics.

“Indonesia perlu melakukan agglomerasi, di mana perusahaan berkumpul dan cost akan berkurang.” ungkap Hengky.

Masyarakat Ekonomi Asean yang telah dimulai pada akhir tahun 2015 tersebut merupakan suatu kesempatan bagi Indonesia. Matthijs Van Den Broek selaku Managing Director Further East Consult berpendapat bahwa Indonesia memiliki kesempatan yang besar di era MEA ini.

“Kesempatan MEA bagi Indonesia yaitu adanya cross-border investment melalui perusahaan multi-nasional dan UKM, tech-savy entreuprener muda serta adanya cross border supply chain untuk perusahaan di Indonesia.” ujar Van Den Broek.

Di samping sisi globalisasi, Agung Wahyudi PhD Candidate mengemukakan bahwa untuk menghadapi ASEAN, Indonesia dapat berfokus pada pengembangan dan peningkatan infrastruktur, kesiapan terhadap teknologi serta inovasi.

Puput Cibro selaku Koordinator PPI kawasan Amerika dan Eropa menyatakan pemetaan di Indonesia sangat diperlukan untuk meningkatkan ekonomi di setiap daerah yang ada.

“Indonesia perlu melakukan pemetaan akan potensi ekonomi daerah dari setiap kota/kabupaten yang akan menjadi suatu keunggulan bersaing dari daerah tersebut.” ucap Puput.

Simposium PPI Dunia kawasan Amerika dan Eropa ini diakhiri oleh kegiatan diskusi dari para delegasi yang dibagi ke dalam empat komisi yaitu Politik & Hukum, Ekonomi, Sosial Budaya dan Teknologi. Hasil dari diskusi tersebut yaitu berupa Rekomendasi Rijswijk yang diresmikan pada tanggal 26 April 2016 pukul 16:49 ECT. Berikut point-point yang tertera dalam rekomendasi tersebut:

POLITIK DAN HUKUM

  1. Mendorong peran Indonesia sebagai mediator dalam konflik Laut Tiongkok Selatan.

EKONOMI

  1. Melakukan ‘integrated geographical socio-economic information system’ untuk mengidentifikasi potensi ekonomi kabupaten/kota dan regional.
  2. Menguatkan kapasitas ekonomi domestik baik lokal, regional, maupun skala nasional dalam menghadapi pasar bebas ASEAN melalui ekosistem bisnis inklusif dengan prioritas di sektor pertanian dan pariwisata.

SOSIAL BUDAYA

  1. Melakukan penyuluhan untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya sertifikasi keahlian profesi yang diadakan pemerintah pada lingkup terkecil dan terfokus secara berkala (min. Satu kali dalam tiga bulan) dan berkelanjutan.

TEKNOLOGI

  1. Memastikan seluruh rumah tangga Indonesia mendapat akses listrik sebelum Juli 2019.
  2. Merevisi PP No. 79 tahun 2014 tentang Kebijakan Energi Nasional dengan memasukkan klausa nuklir sebagai salah satu opsi pembangkit listrik.
  3. Merealisasikan pembangunan reaktor PLTN sebagai wujud optimalisasi bauran energi baru dan terbarukan di Indonesia. (Red. NL)

Liputan Paris, Persatuan Pelajar Indonesia (PPI) Prancis Paris 9-10 April 2016 lalu di Université Paris Sud, sukses menyelenggarakan kompetisi olahraga terbesar di Benua Eropa.

Kegiatan ini diselenggarakan setiap dua tahun sekali untuk pelajar Indonesia di Benua Eropa dengan tajuk Eurolympique 2016. Ratusan pelajar Indonesia yang berlajar di sekitar benua Eropa ikut serta dalam berbagai pertandingan yang diselenggarakan pihak panitia.

Dewa Federika sebagai Ketua PPI Perancis menjelaskan tujuan utama penyelenggaraan acara Eurolympique adalah sebgai wadah bagi para pelajar Indonesia di Eropa untuk menyalurkan minat dan bakatnya dalam bidang olahraga, seni dan budaya.

Selain itu Dewa juga menjelaskan tujuan lainnya adalah untuk memupuk dan mempererat rasa persaudaraan, sportivitas, soliditas dan kreativitas antar pelajar Indonesia di Eropa.

Eurolympique 3

“Kompetisi ini diharapkan dapat menjadi ajang untuk meningkatkan konektivitas (networking) antar mahasiswa Indonesia di Eropa untuk kepentingan akademis maupun non akademis,” ungkapnya.

Terdapat beberapa cabang olahraga yang diperlombakan meliputi satu team futsal Putera, dua team futsal Puteri, tiga team basket 3 on 3 putera, empat team basket 3 on 3 puteri, lima team badminton tunggal putera, enam team badminton tunggal puteri, tujuh team badminton ganda putera, delapam team badminton ganda puteri, sembilan team lari estafet.

“Jumlah peserta kontingen yang hadir sebanyak lebih dari 300 pelajar Indonesia yang berasal dari beberapa kota di negara Prancis, Jerman, Belanda dan Turki,” jelas Dewa lebih lanjut.

Selain lomba olahraga, panitia acara juga menyelenggarakan lomba seni tari Saman yang diikuti oleh peserta dari PPI Paris, PPI Lyon, PPI Strasbourg, PPI Marseille PACA, PPI Alsace dan PPI Frankfurt.

Lomba tari saman ini diadakan bertujuan untuk melestarikan seni dan budaya Indonesia serta dalam rangka menyambut tahun kelima Tari Saman yang telah ditetapkan sebagai salah satu daftar Representatif Budaya Takbenda Warisan Manusia oleh UNESCO.

Eurolympiqu 2

PPI Jerman ditetapkan sebagai juara umum Eurolympique 2016. Hal ini karena kontingen dari PPI Jerman memenangkan sejumlah pertandingan dengan menempati posisi juara satu dalam pertandingan tersebut dibandingkan kontingen dari negara lainnya yang ikut serta dalam pertandingan tersebut.

Acara ini dapat terselenggara berkat dukungan penuh KBRI Paris, khususnya Atase Pendidikan Republik Indonesia di KBRI Paris, Prof. Dr. Surya Rosa Putera, MS. Menurutnya, kegiatan ini merupakan salah satu wujud dari semangat kekeluargaan pelajar Indonesia yang ada di Eropa.

“Semoga saja dengan terselenggaranya kegiatan ini dapat memperkuat persaudaraan pelajar Indonesia yang ada di Eropa, dan tentunya rasa nasionalisme sebagai anak bangsa,” tuturnya.

PPI Perancis mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada berbagai pihak yang mendukung suksesnya kegiatan ini. Khususnya sponsor dan sejumlah donatur yang terlibat memberikan dukungan.

“Ungkapan terima kasih saya sampaikan juga kepada Atase Pertahanan Republik Indonesia di KBRI Paris, Delegasi Indonesia di UNESCO Paris, Université Paris Sud, PPI Dunia dan PPI Amerika - Eropa yang membantu acara ini sehingga bisa berjalan dengan lancar dan sukses,” tutup Dewa.( DW)

Peristiwa menyedihkan ini telah terjadi ke tiga kalinya di Turki. PPI Dunia mengecam keras peristiwa ini. Semoga peristiwa ini tidak terjadi lagi dan berharap seluruh pelajar Indonesia di Turki diselamatkan dari musibah ini.

Link Press release oleh PPI Turki

Copyright © 2021 PPI Dunia
All rights reserved
Mayapada Tower 1, Lt.19, Jl. Jend. Sudirman, Kav. 28
Jakarta Selatan 12920