Categories
Asia dan Oseania PPI Negara

Perhimpunan Pelajar Indonesia Tiongkok meraih Rekor MURI Postcard 1001 Senyum untuk IndonesiaKu

Fadlan Muzakki – Ketua PPI Tiongkok, menerima piagam Rekor MURI

Perhimpunan Pelajar Indonesia Tiongkok (PPIT) Departemen Sosial dan Pengabdian Masyarakat kembali memberikan kontribusi kepada masyarakat Indonesia dengan suksesnya kegiatan bertajuk postcard (kartu pos) 1001 senyum buat para pelajar Sekolah Dasar (SD) di beberapa pelosok tanah air.

Suksesnya kegiatan ini ditandai dengan tanggapan positif dari para pelajar SD yang mendapatkan kartu pos, dan beberapa SD diantaranya berkeinginan untuk mengirim pesan balasan. Bahkan kegiatan ini mendapat apresiasi dari Rekor MURIdari Museum MURI dengan kategori “Pengiriman Kartu Post Terbanyak dari Alamat Luar Negeri ke Sekolah di Indonesia”. Dan piagam ini diterima langsung oleh Ketua Umum PPI Tiongkok, Fadlan Muzakki pada tanggal 4 Februari 2019 di Kantor MURI, Jakarta. Saudara Fadlan langsung membawa kabar gembira ini ke Tiongkok untuk menjadi hadiah besar dari hasil kerja keras para pelajar dari tingkat pusat, cabang, hingga ranting.

PostCard 1001 Senyum” merupakan kegiatan dengan membagikan kartu pos yang ditulis oleh berbagai kalangan pelajar bahkan tenaga kerja di Tiongkok dan Indonesia untuk memotivasi pentingnya pendidikan serta semangat dalam bercita-cita kepada pelajar Sekolah Dasar di 23 sekolah dan 1 lokasi pedalaman Indonesia dari Sumatera hingga Papua. Melalui proses yang panjang hingga mengumpulkan kartu pos dari berbagai wilayah di Tiongkok. Setelah dikompilasi, kemudian surat ini dikirim ke Indonesia dan mendapat bantuan langsung dari para Pengajar Muda Indonesia, salah satunya Valentin Danuwirya yang turut membantu menampung hingga mendistribusikan kartu pos dari awal kegiatan hingga pengambilan dokumentasi di lokasi tujuan. Sejumlah 19 Pengajar Muda Indonesia turut membantu di beberapa lokasi seperti Pegunungan Bintang Papua, Natuna, Bima, Jambi, Lombok, dan Makassar.

Keikutsertaan dari berbagai pihak hingga melibatkan 19 Cabang dan 7 Ranting PPIT, beberapa organisasi keagamaan seperti Organisasi di Xiamen OMK (Orang Muda Katolik Xiamen), KBMK (Keluarga Buddhis Manggala), Garuda Choir Club, Garuda 印尼师资班, KeluargaOBM Guangzhou Istaqwa Guangzhou, serta pelajar Indonesia yang juga tergabung dalam PPIT memberi respon aktif untuk turut menuliskan kartu pos ini. Dan hasil kartu pos yang didapatkan melampaui target sebanyak 2018 kartu pos dari total 1001 lembar kartu pos yang dicanangkan.

Beberapa tanggapan para pengajar muda yang menerima kartu pos sangat beragam, salah satunya Ojan di Bima, mengabarkan bahwa “kartu posnya lucu-lucu dan pasti anak-anak akan suka”. Adanya dokumentasi para pelajar yang bergiliran membaca kartu pos menjadi bukti bahwa kegiatan ini mendapat respon yang baik di mata para pelajar Sekolah Dasar yang dituju. Juga tanggapan dari Rahmat dan Julyestri mengatakan, “kartu posnya sudah sampai, terimakasih”. Dan masih banyak tanggapan positif lainnya. Ini merupakan sebuah kerja keras dan kolaborasi para pelajar Indonesia di Tiongkok, dan pencapaian yang sangat luar biasa PPIT menjadi salah satu dari Perhimpunan Pelajar Indonesia di 56 Negara lainnya yang berhasil mendapat penghargaan Rekor MURI.

Berikut lampiran informasi wilayah pembagian kartu pos 1001 senyum

  1. Wilayah Indonesia Barat:

• Natuna, Kepulauan Riau

  • SDN 002 Kelarik, 148 siswa
  • SDN 003 Gunung Putri, 125 siswa
  • SDN 004 Pian Tengah, 64 siswa
  • SDN 003 Setumuk, 43 siswa
  • SDN Air Nusa 118 siswa
  • SDN Batu Berian 100 siswa
  • SDN 005 Kerdau, 27 siswa
  • SDN 003 Pengadah, 74 siswa

Total = 699 kartu pos • Jambi
Suku Pedalaman Jambi = 40 anak Total = 40 kartu pos

Wilayah Indonesia Timur:

• Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua

1. SD INPRES Aboding : 100 siswa

  • SD INPRES PEPERA : 100 siswa 

  • SD INPRES ABIRIP : 100 siswa 

  • SD INPRES MIMIN : 100 siswa 

  • SD INPRES BUMBAKON : 100 siswa 

  • SD INPRES ARGAPILONG : 100 siswa 


Total = 600 kartu pos
Wilayah Indonesia Tengah:

• Lombok: KABUPATEN LOMBOK UTARA

  1. SDN 1 Mumbul sari 

  2. SDN 2 nyar 

  3. SDN 4 Tegal Maja 

  4. SDN 8 Sokong 

  5. SDN 2 Medana 

  6. MI Tarbiatul Islamiyah 

  7. SDN 1 Tanjung 


Total akan dikirim 50pcs setiap sd di Lombok.

• UMA LENGGE MENGAJAR, kecamatan Wawo, Bima : 250 siswa Total = 250 kartu pos

• The Floating School – Makassar = 79 Anak Total = 79 kartu pos

Penulis: Achmad Syafii A.B – Pusmedkom PPI Tiongkok 2018/2019

Categories
Asia dan Oseania PPI Negara

PPI Tiongkok Terbitkan Majalah Kajian Strategis Kawasan

Beijing (13/11/2018) Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) Tiongkok berhasil menerbitkan majalah kajian dengan tema strategis kawasan. Hasil tulisan Pusat Kajian Strategis Perhimpunan Pelajar Indonesia Tiongkok ini merupakan majalah kajian pertama yang diterbitkan oleh PPIT. Dua belas judul yang terdapat di dalamnya merupakan hasil pemikiran, analasis, maupun penelitian dari para penulisnya.

Beberapa diantaranya membahas mengenai kebijakan China dalam melaksanakan Belt and Road Initiative. Penulis membahas kesungguhan China dalam menjalankan proyek tersebut, serta tantangan dan pengaruhnya di Indonesia. Pembebasan lahan, kurangnya koordinasi, skeptis masyarakat Indonesia terhadap Tiongkok, dan hal-hal lainnya diungkapkan penulis sebagai tantangan dalam menjalankan proyek tersebut di Indonesia. Selain itu, penulis juga menjelaskan lebih jauh mengenai upaya yang dapat dilakukan untuk mengatasi tantangan yang dapat menghambat tujuan optimalisasi proyek OBOR ini.

Kompetisi dagang antara China dan Amerika Serikat juga merupakan salah satu topik yang disajikan penulis dalam majalah kajian ini. Sejumlah indikator seperti meningkatnya GDP, ekspansi pasar internasional, meningkatkatnya konsumsi energi, dan meluasnya proyek infrastuktur membuat China dianggap sebagai ancaman bagi dominasi global Amerika Serikat. Dalam tulisannya, penulis mengingatkan bahwa kondisi ini menuntut Indonesia untuk memainkan peran kunci dengan baik dalam menjaga keseimbangan kekuatan kawasan. Doktrin politik luar negeri yang telah dirumuskan membuat Indonesia diperhitungkan dalam perhelatan politik Internasional.

Kembali ke dalam negeri, topik mengenai parisiwata di desa global juga menjadi salah satu judul hasil tulisan dalam majalah ini. Penulis mengatakan bahwa kesadaran masyarakat dunia akan isu-isu iklim, pemanasan global, hingga go green telah membawa mereka pada keinginan berwisata yang berbasis perdesaan dan kembali ke alam. Hal tersebut yang menjadikan desa-desa kini dipenuhi turis asing. Keberhasilan Kota Batu, Kabupaten Banyuwangi, dan Pulau Madura dalam mendatangkan wisatawan ke wilayah mereka bukanlah kerja yang mudah. Tantangan yang harus dihadapasi demi memaksimalkan potensi wilayah menarik kunjungan wisawatan harus membutuhkan ketekunan dan ketelatenan.

Beberapa topik mengenai budaya nusantara di Negeri China, kebijakan politik China, Kemerdekaan Indonesia, dan topik lainnya juga turut mewarnai keberagaman topik di dalam majalah ini. Harapannya, para pembaca dapat memperoleh ilmu serta informasi yang dibagikan para penulis melalui tulisan-tulisan tersebut.

Nadya Mara (Pengurus Pusat PPI Tiongkok)

Untuk mendownload majalah ini, bisa melalui link berikut:

Majalah-Ilmiah

Categories
Asia dan Oseania Berita PPI Negara

PPI Tiongkok Gelar Webinar “Hari Lahir Pancasila” bersama Prof. Mahfud MD

Webminar dengan pembicara Prof. Mahfud MD

Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) Tiongkok, menggelar acara webinar yang bertemakan “Menjalankan Nilai-Nilai Pancasila di Era Milleal” pada hari Sabtu, 9 Juni 2018. Pembicara pada webinar kali ini adalah Prof. Dr. Mahfud MD, SH.SU selaku Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP). Antusiasme para peserta yang sangat tinggi membuat webinar ini tidak hanya berlangsung menggunakan aplikasi Zoom seperti biasanya, namun juga disiarkan secara online melalui Youtube.

Dalam penyampaian materinya, Prof. Mahfud membahas tentang sejarah kemerdekaan Indonesia 17 Agustus 1945 yang bertepatan pada 9 Ramadhan 1364 H. Pada bulan Februari 1945, Radjiman Wedyodiningrat, selaku ketua Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) mengatakan bahwa kita harus menyiapkan dasar-dasar negara terlebih dahulu untuk menjadi negara yang merdeka. Hal tersebut yang melahirkan Pancasila sebagai dasar negara pada tanggal 1 Juni 1945.

Prof. Mahfud MD saat menyampaikan webminar

Dalam paparannya, Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi ini juga mengatakan bahwa negara Indonesia terbentuk dari Proklamasi bukan Deklarasi yang memiliki makna bahwa kemerdekaan Indonesia diraih dengan kekuatan sendiri bukan merupakan hadiah dari negara penjajah. Indonesia adalah satu-satunya negara di Dunia yang berhasil memperoleh kemerdekaannya dengan cara tersebut.

Pancasila yang diusulkan oleh Bung Karno pada saat itu berbeda dengan Pancasila yang berlaku saat ini, namun substansinya tetap sama. Pada saat itu, Bung Karno dan para pejuang berhasil menghasilkan Piagam Jakarta dimana isinya sama dengan Pancasila. Setelah pembentukan Pancasila, lahirlah UUD yang didalamnya terdapat Pancasila yang mengalami perubahaan khususnya kata yang menjurus kepada agama seperti kata “Mukadimah” diubah menjadi “Pembukaan”, dan isi dari sila pertama diubah menjadi Ketuhanan yang Maha Esa.

Beliau juga menjelaskan bahwa Indonesia adalah negara yang berkeTuhanan bukan negara Islam, yaitu meyakini adanya Tuhan yang tercermin di dalam berbagai macam agama. Hal tersebut yang menghasilkan adanya toleransi diantara masyarakat Indonesia. “Silahkan menjalankan agama masing-masing tapi ketika berpakaian Indonesia maka kita tetap sama sebagai warga negara Indonesia, apapun agama Anda dan patuh terhadap ajaran-ajaran agamamu maka semua akan menjadi baik” jelasnya.

Salah satu nilai Pancasila yang penting adalah mengajarkan kemanusiaan. Tentu nilai kemanusiaan tersebut hanya dimiliki oleh bangsa yang merdeka. Seluruh masyarakat Indonesia wajib menghargai satu sama lain dan memiliki rasa kebersatuan dalam banyaknya perbedaan. Hal tersebut yang disebut sebagai ‘Bhineka Tunggal Ika’.

Bangsa Indonesia memerlukan dasar Pancasila untuk menghubungkan berbagai ikatan primordial yang sangat beragam dikalangan bangsa. Dengan ribuan suku dan perbedaan agama, hal ini harus diatur berdasarkan demokrasi dan sosial yang berkeadilan. Pancasila berarti keadilan sosial yakni bagaimana membangun terciptanya pemerataan hingga mempersempit kesenjangan ekonomi.

Di akhir materi, Prof. Mahfud mengingatkan seluruh Mahasiswa Indonesia di Tiongkok untuk tetap menjaga persatuan. “Tunjukkan kita masyarakat Indonesia yang punya sifat-sifat kepancasilaan yg selalu tawadhu, berkemanusiaan / manusiawi, mau bermusyawarah, jaga nama bangsa Indonesia” tutupnya.

Setelah acara ini, Fadlan Muzakki, Ketua Umum PPI Tiongkok mengatakan bahwa Palajar Indonesia tetap bisa menjalankan nilai-nilai Pancasila selama belajar disana. Kegiatan webinar juga sebagai jawaban terkait berita hoax yang beredar beberapa waktu yang lalu terkait Pelajar Indonesia. “Kegiatan Webinar Ini sekaligus dapat dipandang sebagai counter issue terhadap berita miring yang mengatakan Pelajar Indonesia belajar ideologi tertentu” ujarnya.

Webinar ini merupakan kegiatan rutin PPI Tiongkok yang diselenggarakan sebagai media untuk berbagi pengetahuan, menambah wawasan dan forum untuk membahas isu-isu yang sedang hangat baik di dalam negeri maupun di luar negeri.

Bravo PPI Tiongkok.

 

Penulis:  Nadya Mara Adelina, Pengurus Pusat PPI Tiongkok (Dept. Pendidikan)

Editor: Nadhirariani

Categories
Asia dan Oseania Berita PPI Negara Seni & Olahraga

Ratusan Penonton Takjub Menyaksikan Pentas ‘Majapahit’ di Harbin, China

Pertunjukan Drama Majapahit di Harbin

Harbin (27/5/18)– Kelompok Mahasiswa Indonesia dan Internasional berhasil menampilkan pertunjukan teater yang sangat menakjubkan. Opera berdurasi selama 90 menit yang bertajukMajapahit: The Golden Age of Archipelago ini berhasil memikat sekitar 500 penonton yang memadati gedung Activity Center, Harbin Institute of Technology, China.

Pementasan Drama Majapahit merupakan pertunjukan serial tiga para pelajar dari Indonesia di Harbin, China. Pertunjukan ini sejatinya merupakan hasil karya mahasiswa Indonesia dan dibantu mahasiswa asing yang berada di lingkungan Harbin. Sejak publikasi acara ini dilakukan, antusiasme penonton untuk menyaksikan pentas tahunan ini terbilang sangat besar.

Puluhan pelajar asal Indonesia dan pelajar asing (China, Korea Selatan, Rusia, Kazakhstan, India, Pakistan, Suriname, dan Bolivia.) terlibat di dalam pentas. Para aktor berhasil memerankan setiap karakter yang dimainkan pada cerita klosal ini dengan baik . Alur cerita, koreografi, musik dan tarian berpadu menghasilkan pertujukan drama yang kontemporer dan elegan.

Adegan dalam drama Majapahit

Tercatat dalam dua tahun berturut-turut, pelajar Indonesia yang tergabung dalam PPIT Harbin ini telah berhasil mementaskan lakon Rara Jonggrang (2016) dan Ken Arok (2017). “Ini merupakan pementasan ketiga para pelajar dari Indonesia di Harbin,” kata Samuel Gilbert, Ketua Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) Tiongkok Cabang Harbin.

Persiapan acara ini sudah dilakukan sejak beberapa bulan sebelumnya, seluruh panitia bekerja maraton siang hingga malam selama persiapan akhir acara ini. Hasilnya, pentas akbar yang diselengarakan di gedung teater HIT bisa berjalan dengan baik hingga mendapatkan standing ovation dari sekitar 500 penonon yang hadir pada saat acara.

Atase Pendidikan KBRI Beijing Priyanto Wibowo memberikan apresiasi kepada para pelajar Indonesia yang telah menampilkan pentas opera modern yang menunjukkan kekayaan seni dan budaya Nusantara selama tiga tahun berturut-turut. “Mudah-mudahan mereka bisa terus berkreasi untuk menyebarluaskan keanekaragaman budaya kita kepada dunia,” katanya.

Adegan dalam drama Majapahit

Penonton yang menyaksikan pementasan opera ini memberikan kesan sangat baik terhadap para pemeran pada drama Nusantara yang menceritakan sejarah Kerajaan Majapahit dan pengaruh besarnya atas lahirnya Indonesia.

“That’s really great performance” Ujar Machun (22) salah seorang penonton asal Kazakhstan setelah  festival ini. Bahkan, dia mengaku sangat terinspirasi dengan cerita pada malam itu.

Pada rangkaian Festival Seni kali ini, PPIT Harbin juga menyelenggarakan pameran Produk, Budaya dan Seni Indonesia. Sebelum dan pasca acara teater, antuasiame penonton terus berlanjut ke ruang eksibisi untuk mengunjungi lokasi pameran pakaian tradisional dan kuliner Nusantara.

Selain KBRI Beijing dan PPI Tiongkok, pementasan tersebut juga didukung oleh HIT, Kementerian Pariwisata RI, dan BLCI. Kegiatan ini merupakan media promosi pariwisata  untuk Indonesia khususnya di kawasan China, “Semoga setelah kegiatan ini, masyarakat semakin mengenal Nusantara dan semakin banyak yang berwisata ke Indonesia” Ujar Bapak Chandra, salah satu Pejabat Kementrian Pariwisata RI yang hadir pada kegiatan tersebut.

Foto bersama seluruh pemeran dan panitia

Setelah pementasan opera berakhir, seluruh aktor dan panitia melakukan sesi foto bersama di atas panggung drama untuk mengabadikan momen penting ini. Tahun depan, PPIT Harbin berharap bisa menyelenggarakan acara yang lebih bagus dan spektakuler dengan konsep dan tema yang berbeda. Bravo PPIT Harbin.

 

Penulis: Putra Wanda, Mahasiswa Ph.D asal Indonesia, Kota Harbin, China

Editor: Nadhirariani

Categories
Asia dan Oseania Berita PPI Negara

Pemuda dalam Tahun Inovasi dan Teknologi Tiongkok-ASEAN

Delegasi ACYF 2018 (Dokumentasi Panitia)

The 3rd ASEAN-China Youth Forum 2018 diselenggarakan pada Senin 24 April 2018 di Jinan, Shandong, Tiongkok. Turut hadir dalam kegiatan tersebut mahasiswa dan mahasiswi asal ASEAN-Tiongkok dan tentunya asal Indonesia yang sedang berkuliah di negeri tirai bambu. Pembahasan dalam forum pemuda kali ini bertema inovasi dan teknologi. Pertukaran ide antara pemuda se-regional Asia Tenggara ini membangun harapan positif di tahun inovasi dan teknologi.

Shandong, sebuah provinsi tempat lahirnya banyak filsuf oriental dan sejarah peradaban, menjadi pilihan lokasi penyelenggaraan The 3rd ASEAN-China Youth Forum 2018. Kegiatan ini diharapkan menjadi ajang pertukaran ide dan kontribusi untuk dunia global. Nita Ongko, wakil dari Mahasiswa ASEAN, dalam forum ini menyatakan bahwa pemuda di Negara ASEAN tak hanya bisa berkontribusi untuk negaranya sendiri, tapi juga bisa berkontribusi dan bertanggung jawab untuk negara di berbagai belahan dunia. “One vision, one idea, one community for the whole word”, tutur mahasiswa asal Shandong University ini dalam pidato pembukaan ACYF 2018.

Acara yang berlangsung selama tiga hari ini  dihadiri oleh sekitar 150 delegasi. Pemuda Indonesia dari berbagai Universitas di Tiongkok seperti dari Shandong University, Beijing Jiaotong University, Harbin University, Anhui University, dan lainnya pun turut berpartisipasi dalam forum ini.

Pembahasan dalam forum kali ini terpusat pada tiga topik topik utama, yaitu terkait Innovation and Sustainable Development, Innovation and Regional Collaboration, dan Innovation and Quality of Life. Setelah pemaparan penutupan yang disampaikan oleh Prof. Xing Jiangpin menyoal ide dan inovasi, presentasi dan tanya jawab dipersilahkan.

Delegasi Indonesia pada ASEAN-China Youth Forum

Adanya forum pertukaran ide dan diskusi seperti ini, khususnya bagi para pemuda, dinilai dapat membuka pola pikir mereka dengan menghadirkan berbagai perspektif dari bidang studi yang berbeda. “Pemuda, khususnya mahasiswa Indonesia perlu terlibat aktif dalam setiap inovasi global yang ada, karena kan dari berbagai pendidikan yang berbeda bisa saling tukar ide, informasi, dan relasi” ujar Chisilia Mayangsari, Ketua PPIT (Perhimpunan Pelajar Indonesia Tiongkok) cabang Shandong 2017/2018. 

Rangkaian kegiatan ACYF diakhiri oleh festival budaya. Setelah presentasi dan diskusi terkait Teknologi dan Inovasi dilaksanakan, pada sorenya semua pemuda dan peserta menikmati kegiatan Shandong University International Cultural Festival Gala. Kegiatan ini merupakan ajang penampilan budaya dari berbagai negara serta ajang networking dan sosialisasi antar peserta.

 

 

Indonesia dan Tahun Inovasi dan Teknologi

Tahun 2018 ditetapkan sebagai tahun teknologi dan Inovasi. Agenda ini memberikan motivasi tersendiri bagi akademisi, peneliti dan teknopreneur ASEAN, khususnya Indonesia. China-ASEAN Innovation Forum yang belum lama ini diadakan di Beijing dan dihadiri oleh Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan tinggi (Menristeik), Bapak Prof. Mohamad Nasir, menjadi agenda utama keseluruhan tahun Inotek, yang mana ACYF menjadi bagian yang dikhusukan untuk pemuda dalam dalam membahas isu inovasi dan teknologi.

Penulis, Annisa Dewanti Putri

Indonesia, sebagai salah satu anggota ASEAN mengambil peran yang penting sebagai Negara dalam pemanfaatan Inovasi teknologi. Salah seorang Mahasiswa asal Harbin University of Science and Technology, Putra Wanda, menyampaikan presentasinya mengenai Teknologi Inovasi untuk meningkatkan kerjasama regional. Mahasiswa doktoral jurusan Sains Komputer yang murah senyum itu menyoal pentingnya kerjasama dalam teknologi dan pengembangan ekonomi untuk meningkatkan kerjasama mutual, yaitu dengan pemanfaatan sains dan teknologi untuk mengoptimalisasikan sektor trasnportasi, energi, manufaktur, teknik informatika, dan pelayanan.

 

Penulis: Annisa Dewanti Putri (IG: @a_dewanti_p)

Mahasiswa Master of Civil Engineering, Beijing Jiaotong University, Beijing, Tiongkok. Komisi Pendidikan, PPI Dunia.

 

Editor: Nadhirariani

Categories
Asia dan Oseania Berita Festival Luar Negeri PPI Negara Seni & Olahraga

Melihat Meriahnya Pameran Budaya Indonesia di Harbin, China

PPI Tiongkong, Harbin (9/17) – Perhimpunan Mahasiswa Indonesia Tiongkok (PPIT) Harbin kembali ikut serta dalam acara mahasiswa yang bertajuk Festival Budaya Internasional. Pagelaran itu diselenggarakan di kampus Harbin Engineering University (HEU), Harbin, China.

Sejak pagi panitia sudah mempersiapkan materi yang akan ditampilkan saat acara, mulai dari properti, bahan makan, kain hingga snack khas Indonesia yang siap disuguhkan kepada pengunjung yang hadir.

Acara yang dimulai sekitar pukul 10.00 pagi (waktu Harbin) itu mendapat sambutan yang sangat meriah dari pengunjung yang hadir. Begitu pula dengan stand negara Indonesia yang sangat ramai dikunjungi. Sejak stand baru dibuka, para pengunjung antusias mencoba makanan khas Indonesia, bermain alat musik seperti angklung dan bertanya mengenai Indonesia.

Pada acara itu, setiap negara seperti Indonesia, Inggris, US, Korea, Jepang, Thailand, Vietnam, Mongolia, Rusia dan beberapa negara lainnya diberikan kesempatan untuk menyuguhkan tarian khas negaranya diiringi alunan musik yang menambah kemeriahan festival tahun ini.

Acara Festival Budaya Internasional dihadiri lebih dari 1.000 pengunjung yang datang sejak pagi hingga selesai acara.  Ini merupakan salah satu kegiatan yang diikuti PPIT Harbin yang secara rutin diadakan di beberapa kampus besar Harbin. Hal ini menjadi wadah yang bagus untuk mengenalkan seni dan budaya Indonesia kepada masyarakat di luar negeri, sekaligus promosi pariwisata Indonesia di mata masyarakat internasional.

Selain itu juga, melalui kepanitiaan,  kegiatan itu juga sebagai wadah untuk merekatkan solidaritas mahasiswa Indonesia yang sedang belajar di Harbin.

 

Penulis : Putra Wanda (Pengurus Pusat PPI Tiongkok)

Mahasiswa Doctoral di HUST, Harbin, China

 

Editor: Kartika Restu Susilo

 

 

 

 

Categories
Inspirasi Dunia

Mau Lanjut Study di China dengan Scholarship, Ini tipsnya….

Tahukah anda, China menjadi salah satu tujuan utama study bagi mahasiswa Indonesia dan bahkan negara-negara maju di dunia seperti South Korea, USA, Japan and European Countries. Tercatat jumlah mahasiswa International di China sekitar 442,773 di 2016, dan meningkat 11.4% setiap tahunnya.

Halaman Depan Tsinghua University, Beijing

Saat ini banyak perguruan tinggi di China yang sudah memiliki reputasi dunia seperti Tsinghua University, Peking University hingga Shanghai Jiaotong University. Mahasiswa yang belajar di China kebanyakan mengambil jurusan Science, Engineering, Medicine, Chinese Language and Economy untuk strata Master and Ph.D.

Sebuah study yang dilakukan oleh USNEWS menunjukkan ranking perguruan tinggi dunia berdasarkan bidang ilmu menunjukkan Perguruan Tnggi di Negeri Tirai Bambu mendominasi ranking 1-100 Dunia. Ini tidak lepas dari kualitas pendidikan dan research yang dihasilkan Universitas.

Best Global Universities for Engineering

 

Chinese Government Scholarships merupakan beasiswa bagi mahasiswa internasional untuk strata S2 dan S3 yang akan melanjutkan studi di China. Setiap tahunnya beasiswa CGS dibuka pada awal tahun dan seleksinya diikuti oleh calon mahasiswa yang berasal dari seluruh penjuru Dunia.

Melalui artikel ini kami akan memberikan info-info penting yang sering ditanyakan oleh calon-calon peserta pengajuan beasiswa Chinese Governemnt Scholarships.

 

Beberapa hal yang sering ditanyakan yang sering kali ditanyakan oleh caon-calon pelamar beasiswa CGS.

1.Apa saja persyaratan dan persiapan untuk mendapatkan beasiswa CGS

Jawaban.

Persyaratan yang mesti diperhatikan yang biasanya tidak tampak tapi sangat dibutuhkan dalam apply beasiswa CGS yaitu. Pertama siapkan niat dan mental yang kuat. Karena kalian akan melamar beasiswa ke luar negeri . So, hal pertama yang perlu disiapkan mental yang kuat. Kedua, kesabaran yang ekstra. Ketiga, yang gak kalah penting siapkan motivasi yang kuat untuk menuntut ilmu ke luar negeri yang notabene bakalan mandiri semandiri mandirinya tanpa ada sanak saudara dan teman-teman lama. Dan lagi siapkan motivasi kalian untuk bener-bener siap menuntut ilmu sesuai jurusan atau disiplin ilmu yang kalian pilih. Motivasi ini juga diwujudkan dengan menulis motivation letter di dalam study plan kalian. Ok, next. Persyaratan yang paling penting yaitu sehat wal afiat yang dibuktikan dengan surat dokter dan bukti hasil lab medical check up yang telah di laporkan di dalam foreign physical examination form.

2.Apa saja berkas-berkas yang dibutuhkan untuk apply beasiswa CGS

Jawaban.

Berkas-berkas persyaratan itu meliputi:

  • 2 (satu) fotocopy application form. Form dapat diunduh dari http://www.csc.edu.cn  Laihua/noticeen.html  atau http://www.campuschina.org/noticeen.html
  • 2 (satu) fotocopy surat rekomendasi dari pimpinan atau professor di Indonesia (Important)..
  • 1 (satu) ijasah dan transkrip akademis yang dilegalisir dan di terjemahkan (sworn Translator).
  • Tulis sebuah Strong Study Plan di Tiongkok (Important).
  • 1 (satu) fotocopy surat kesehatan yang dikeluarkan oleh rumah sakit pemerintah (asli harus dibawa oleh peserta apabila lulus) dengan format sesuai foreign physical examination form.
  • Fotokopi passport yang masih aktif
  • TOEFL/IELTS yang masih berlaku
  1. Apakah diperlukan tes kemampuan bahasa sepertiHSK, TOEFL baik IBT / ITP, IELTS, TOEIC, dll. untuk apply beasisaa CGS?

Jawaban!

Persyaratan yang paling dibutuhkan yaitu untuk kelas tujuan berbahasa pengantar mandarin yaitu hasil tes HSK level 4 untuk S1/S2/S3 namun beberapa kampus mengisyaratkan untuk HSK 5. Tetapi hal itu tidak mutlak dibutuhkan yaa, karena jika kalian belum menguasai bahasa mandarin atau belum memiliki sertifikat HSK maka kalian diharuskan menjalani kelas persiapan bahasa mandarin selama satu tahun diluar masa study kalian. Hal itu tidak berlaku bagi yang mengambil kelas dengan English taught. Untuk itu ada sebagian universitas yang menekankan adanya tes bahasa seperti TOEFL/TOEIC dan IELTS. Untuk itu persiapkan saja siapkan sertifikat tersebut

 

4.Biaya apa saja yang tercover oleh beasiswa CGS?

Jawaban.

Biaya biaya yg tercover oleh beasiswa CGS yaitu meliputi.

  • Biaya study (tuition).
  • Biaya tempat tinggal (lodging).
  • Asuransi kesehatan (health insurance)
  • Biaya hidup (living allowance) yang besarannya terggantung jenjang study. Untuk S1 = 2.500 RMB, S2 = 3.000 RMB, dan S3 = 3.500 RMB/month.

5.Biaya apa saja yang tidak tercover oleh beasiswa CGS?

Jawaban.

Sedangkan biaya-biaya yang mesti dipersipan jika peserta lulus yaitu meliputi:

  • Biaya pembuatan visa China untuk pelajar.
  • Biaya tiket penerbangan ke kota tujuan di China.
  • Biaya medical check up.
    Medical Check Up, untuk medical check up yang diperlukan meliputi ECG, sifilis, tes bebas HIV, scan thorax, mata, dan telinga. EKG biasanya biayanya Rp. 60.000,00. Tes Sifilis, HIV dan general body check up RP 159.000,00. Untuk Mata Rp 20.000,00, terakhir biaya untuk scan thorax RP 60.000,00. Total sekitar Rp. 299.000,00.

6.Bagaimana tempat tinggal selama study disana?

Jawaban.

Biasanya universitas telah menyipkan asrama tersendiri yang dikhususkan untuk internasional students yang terpisah dengan asrama/dorm untuk pelajar/mahasiswa dari China. Jika kamu tidak mau tinggal di dorm/asrama maka pihak kampus akan memberikan biaya untuk menyewa apartment.

7.Bagi yang muslim, apakah mudah menemukan makanan yang halal?

Jawaban.

Tidak sulit untuk mencari restoran-restoran halal di China, restoran tersebut biasanya dikelolah oleh Muslim Hui dari Xinjiang yang mayoritas beragama muslim. Dan, setiap universitas pasti menyediakan kantin-kantin halal yang juga di kelola oleh Muslim Hui asal Xinjiang.

8.Jurusan kuliah apa saja yang tersedia untuk apply beasiswa CGS?

Jawaban.

Semua disiplin ilmu dan semua major tersedia di China, namun agak sulit untuk menemukan kelas yang berbasis English taught, maka harus bisa menilik website kampus tujuan terlebih dahulu, atau bisa di cek di http://www.csc.edu.cn/studyinchina/universitysearchen.aspx .

9.Bagaimana proses seleksi penyaringannya?

Jawaban.

Proses penyaringannya yaitu melalui proses seleksi administrasi. Dan beberapa kali proses penyaringan yang semuanya dilakukan oleh DIKTI selaku penyeleksi peserta beasiswa CGS untuk jalur kedutaan dan DIKTI, untuk jalur MOFCOM, AUN, dan Universitas ditujukan ke agency/institusi masing-masing sesuai kode Agency.

10.Bagaimana penggunaan bahasa di China, terlebih untuk kamu yang belom/tidak bisa berbahasa mandarin?

Jawaban.

Kamu akan kuliah dan hidup di China untuk waktu yang tidak sebentar, maka bahasa yang digunakan adalah mandarin. Sangat sedikit sekali orang-orang China yang bisa berbahasa Inggris dengan fluently, kecuali di bandara yaa, so, setidaknya kalian harus mempersiapkan kemampuan berbahasa mandarin kalian seenggak-enggaknya untuk hal bargain dan untuk tanya arah. Bagi kalian yang harus memasuki kelas dengan berbasis Chinese taught, dan kalian belum memiliki sertifikat HSK dengan level-level yang sudah ditentuka maka kalian diharuskan mengikuti kelas persipan bahasa. Kelas persiapan bahasa ini berlangsung selama 1 tahun diluar masa study kalian. So, 1 tahun periapan bahasa ditambah 3 atau 4 tahun masa study tergantung jenjang yang kalian ambil. Jika di tahun pertama kalian belom/tidak lolos tes HSK dengan level yang sudah ditentukan tersebut kalian wajib mengulangi lagi kelas persiapan bahasa satu tahun lagi dan mengakibatkan kalian harus mengambil masa study 2 tahun untuk jenjang S2, begitu seterusnya.

 

11.Jika lulus, apa sajakah yang perlu dipersiapkan?

Jawaban.

Jika kalian dinyatakan lolos (Menerima Letter of Offer dan form JW) yang perlu dipersiapkan:

  • Tiket pesawat dari Indonesia ke China untuk menuju universitas tujuan yang tersebar di seluruh kota-kota besar di China.
  • Biaya pengurusan residance permit per tahunnya biayanya 400 RMB.
  • Biaya medical check up ulang di China. Untuk ini ada kampus yang menekankan medical check up ulang secara keseluruhan atau hanya sebagian tergantung ketentuan masing-masing kampus. Siapkan saja biaya sebesar 800 RMB.
  • Biaya deposit untuk asrama, biasanya diutuhkan 200-500 RMB, dan akan dikembalikan nanti setelah lulus.
  • Obat-obatan dan P3K.
  • Makanan-makanan dan bumbu-bumbu khas Indonesia, persiapan jika lidah kalian tidak cocok dengan makanan China.

12.Jika lulus, perlengkapan apa yang perlu dibawa ke China, mengingat daerah China bagian utara sangat berbeda dengan China bagian selatan.

Jawaban.

Negara China itu luas sekali, jangan tertipu dengan peta China. Iklim China bagian utara sangat dingin sekali jika dipandingkan dengan China bagian selatan. Di China bagian selatan malah masih beriklim tropis yang sangat panas seperti iklim di Indonesia pada umumnya panas dan kering. Hal ini bertolak belakang untuk China bagian utara, di China bagian utara seperti Harbin di musim dingin suhu bisa jeblok hinga -30, dan di musim panas hanya berkisar 15 derajad celcius. Jadi kika kalian mendapatkan univeritas di China bagian utara, admin sarankan bawa beberapa jaket musim dingin yang tebal dan beberapa baju yang hangat untuk menjaga tubuh tetap hangat. Jika kalian mendapat universitas di China bagian selatan seperti kota Guangzhou kalian tidak perlu repot mempersiapkan pakaian khusus. Karena kota Gunagzhou beriklim tropis seperti Indonesia.

 

13.Bahasa apa yang digunakan sebagai pengantar Kuliah?

Jawaban

Bahasa pengantar selama kuliah bisa dipilih menggunakan English atau Mandarin (Bisa dipilih pada saat register dan disesuaikan dengan kampusnya). Pemilihan Bahasa akan menentukan waktu perkuliahan misalnya jika menggunakan pengantar English maka Master selama 3 tahun, jika menggunakan bahasa Mandarin Master akan dambil selama 4 tahun (1 tahun pertama belajar bahasa)

Selama kuliah, PhD Students di China diwajibkan menulis Jurnal dengan High International Reputation (in English) yang terindex SCI (Science CItation Index) dan Index of Engineering atau jurnal yang masuk dalam index Thomson-Reuters (Pemeringkat jurnal dunia paling credible), Jumlah papernya tergantung Universitas (2-3 International Journal) sebelum menyelesaikan PhD. jadi kemampuan Writing English yang baik sangat diperlukan selama kuliah.

Parade mahasiswa international di China

(Red: Putra, Putri, Annisa/ Ed: Amir)

Categories
Upcoming Event

Voice of Indonesia: “Hari Kebangkitan Teknologi Nasional”

Voice of Indonesia: PPI Dunia bersama Radio Republik Indonesia Proudly present:

“Hari Kebangkkitan Teknologi Nasional”

Hari Kebangkitan Teknologi Nasional, disingkat Hakteknas merupakan salah satu hari bersejarah nasional yang diperingati setiap tanggal 10 Agustus. Hakteknas merupakan tonggak sejarah kebangkitan teknologi di Indonesia, yang diawali dengan penerbangan perdana  pesawat terbang  N-250 Gatotkaca pada tanggal 10 Agustus 1995 di Bandung. Ingin tahu lebih lanjut apa itu Hari Kebangkitan Teknologi Nasional?

Simak perbincangan menarik ini bersama perwakilan PPI Dunia di Voice of Indonesia:

Hari/ Tanggal      : Senin, 7 Agustus 2017

Narasumber 1      : Rahmandhika Firdauzha

University             : Material Science and Engineering, National Central University Taiwan

Tema                      : Youth Forum (English Based)

Pukul                     : 10.30 WIB (3.30 UTC)

 

Narasumber 2      : Farah Adrienne

University             : Water Conser and Hydro-power Engineering, Zhengzhou University

Tema                      : KAMU (Kami Yang Muda) (Bahasa Indonesia Based)

Pukul                     : 11.30 WIB (4.30 UTC)

Hari Kebangkitan Teknologi Nasional

Red: Citra/ Ed: Amir

Categories
Asia dan Oseania Berita PPI Negara

Diskusi Santai Pengurus PPIT Harbin dengan Dubes RI untuk China

Liputan Harbin – Disela kegiatan PPIT Harbin yang cukup padat, beberapa waktu yang lalu, bertempat di Hotel Kempinski, Kota Harbin, Provinsi Heilongjiang, China, PPIT Harbin menggelar diskusi bersama dengan Soegeng Rahardjo, Duta Besar (Dubes) Indonesia untuk Republik Rakyat China dan merangkap Mongolia.

Diskusi terbatas ini dibuka dengan sambutan dari Soegeng. Ia tampak ramah dan bersahabat serta aktif berkomunikasi dengan mahasiwa/i Indonesia yang tergabung dalam Perhimpunan Pelajar Indonesia di Harbin, Tiongkok (PPIT Harbin). Percakapan yang dibahas pada kesempatan tersebut, antara lain pentingnya pelajar Indonesia untuk menuntut ilmu dan pendidikan setinggi-tingginya di Negeri Tirai Bambu ini sebagai bentuk upaya bela negara.

Saat ini banyak perguruan tinggi di China yang sudah bertaraf dunia, seperti Tshinghua University, Fudan, Shanghai Jiaotong dan lain-lain. Sehingga mahasiswa Indonesia perlu memanfaatkan pendidikan di China dengan sebaik-baiknya guna memajukan tanah air di masa yang akan datang.

Ia juga menjelaskan, perwujudan bela negara sendiri bukan hanya terbatas dalam tugas baris-berbaris dan angkat senjata saja tapi juga termasuk dalam bentuk belajar serius, ikut serta dalam bidang kegiatan olahraga dan seni maupun menjaga nama baik bangsa di kancah internasional.

Acara makan siang bersama setelah diskusi PPIT dengan Dubes RI.

Soegeng menekankan peran penting belajar di luar negeri khususnya di China untuk mempelajari bahasa mandarin dan kebudayaan setempat yang kemudian dapat diterapkan secara langsung dalam segi kehidupan untuk memberikan kemanfaatan bagi masyarakat di Indonesia.

Sepeti yang kita ketahui, pelajar Indonesia yang berprestasi tinggi saat ini banyak yang memutuskan untuk menempuh pendidikan di luar negeri . Sayangnya, mereka yang sudah memiliki pengetahuan yang tinggi banyak digunakan untuk kemajuan bangsa lain daripada memajukan tanah air sendiri.

“Mahasiswa Indonesia selayakanya selalu memberikan kontribusi bagi pembangunan bangsa dan negara di manapun mereka berada, baik sedang sebagai mahasiswa maupun sudah berkarir di dunia internasional,” sambungnya.

Di sela-sela kegiatan tersebut, para perwakilan mahasiswa Harbin juga berkesempatan untuk makan siang bersama Dubes RI untuk China.

Adapun Perwakilan Mahasiswa yang hadir yaitu, Joshua Mulyanto (Ketua PPIT Harbin, Harbin Institute of Technology), Albert W (Mahasiswa Harbin Institute of Technology), Herline (Mahasiswa Harbin Institute of Technology), Gilbert  (Mahasiswa Harbin Institute of Technology), Nikodemus H  (Mahasiswa Harbin Institute of Technology), Filananda A. (Mahasiswa Harbin Institute of Technology), Kevin  (Mahasiswa Harbin Institute of Technology), M. Qodir  (Mahasiswa Harbin Normal University), Andi Syahputra  (Mahasiswa Harbin Northeast Forestry University), Annisa D  (Mahasiswa Harbin Engineering University), Putra Wanda (Mahasiswa Harbin University of Science and Technology)

(Red, Putra Wanda/Ed, F)

Categories
Asia dan Oseania Berita

Pameran Budaya Indonesia di Harbin University of Science and Technology (HUST), China

(20/17) Harbin, China –  Beberapa waktu yang lalu PPI Tiongkok (Harbin) turut serta pada acara Festival Budaya International yang diikuti oleh berbagai negara di dunia. Acara yang dihadiri oleh ratusan mahasiswa lokal dan internasional tersebut dijadikan ajang untuk mempromosikan Seni dan Pariwisata Indonesia di China.

Acara diadakan untuk memperkenalkan budaya dan tradisi suatu negara yang dibawakan oleh setiap pelajar internasional. Acara ini diikuti oleh berbagai pelajar mancanegara seperti Rusia, Korea, Vietnam, Pakistan, Afghanistan, Ukraina, Thailand, Vietnam dan juga Indonesia yang berada di Harbin.

Acara dilaksanakan di HUST bagian selatan dan dimulai pada pukul 13.00 waktu setempat, pengenalan budaya ini dimulai dengan membawakan sebuah presentasi berisi budaya daerah dari negara tersebut, seperti baju tradisional, makanan daerah, dan juga kebiasaan negara mereka. Kemudian dilanjutkan dengan penampilan pentas seni dari tiap negara.

Dari pelajar Indonesia, presentasi publik Indonesia dibawakan oleh Natalinda Nainggolan.  Presentasi ini berisi lokasi geografis Indonesia, dan juga ragam budaya yang dimiliki Indonesia, keragaman satwa liar, pariwisata, dan hubungan bilateral antara Indonesia dan Tiongkok. Banyak audiens yang terpukau melihat kekayaan seni, budaya dan alam Indonesia, banyak diantara mereka sangat tertarik untuk berkunjung ke Indonesia di masa yang akan datang.

Pada pentas budaya antar negara, pelajar Indonesia membawakan lagu daerah, seperti Manuk Dadali, Ampar-Ampar Pisang, dan Yamko Rambe Yamko. Pentas ini dibawakan oleh Clara Tabitha, Jeremia William Chandra, dan Albert Witopo. Ratusan peserta yang hadir di Hall Acara memberikan sambutan yang meriah pada saat lagu ini dinyanyikan.

Acara ini membuat kita saling mengenal budaya negara luar yang dibawakan dengan cara menarik, sehingga kita menjadi lebih tertarik untuk mengetahui budaya negara lain, tidak hanya budaya Tiongkok dan Indonesia.

Acara yang mengusung konsep “Wonderful Indonesia Campaign” ini telah berhasil mendekatkan Indonesia di kalangan mahasiswa China dan Internasional ujar Putra Wanda selaku Koordinator Acara bagi Indonesia.

(Red, hengky / Ed pw)

Galeri Foto:

Page 1 of 4
1 2 3 4