logo ppid

“Indonesia berada tepat ditengah-tengah proses perubahan strategis itu, baik secara geografis, geopolitik, maupun geo-ekonomi. Oleh karena itu kami menegaskan diri sebagai poros maritim dunia, sebagai kekuatan yang berada di antara Samudera Hindia dan Samudera Pasifik. Posisi sebagai poros maritim dunia membuka peluang bagi Indonesia untuk membangun kerjasama regional dan internasional bagi kemakmuran rakyat,” – Joko Widodo (Presiden RI)

Hal ini lah yang menjadi landasan dan pondasi kuat bagi mahasiswa Indonesia di kawasan Asia dan Oceania untuk menyelenggarakan Simposium Asiania 2016 di Hongkong 8-10 April 2016 mendatang. Adapun Tema yang diangkat adalah “Membangun Poros Maritim Indonesia”.

“Harus kita sadari, lautlah yang mempersatukan nusantara Indonesia, sehingga wajar jika Jalesveva Jayamahe dikenal sebagai semboyan Angkatan Laut Indonesia,” Ungkap Gregorius Rionugroho, Koordinator PPI Asiania yang mengumpamakan pentingnya menjaga sumber daya laut Indonesia menjadi lebih baik.

Sementara itu, sejumlah delegasi PPI Negara yang memberikan dukungan penuh dalam agenda Simposium PPI Asia Oseania adalah PPI Thailand (Permitha), PPI Malaysia, PPI Australia, PPI Korea, PPI Jepang, PPI Singapura, PPI Filipina, PPI Srilanka, PPI New Zealand, PPI Taiwan, PPI Tiongkok, dan PPI India.

Indonesia tidak hanya daratan, tetapi juga lautan. Inilah yang menjadi simbol dari kalimat tanah air, sehingga kemaritiman yang berdaulat dalam wilayah dan pengelolaan sumber daya perlu diwujudkan.

Ungkapan tersebut disampaikan Bayu dan Candra, perwakilan dari Permitha dan PPI Jepang sebagai bentuk dukungan wujudnya Simposium PPI Asia Oseania dalam upaya kepedulian pelajar Indonesia terhadap persoalan kemaritiman Indonesia. Hal senada disampaikan PPI Korea, Taiwan, Hongkong dan Filipina, Indonesia perlu bersatu untuk dapat mengoptimalkan potensi laut yang ada sehingga menjadi armada niaga yang hebat. Sudah saatnya kemaritiman Indonesia bangkit dari tidurnya yang panjang.
Indonesia sebagai bangsa pelaut harus unggul dalam teknologi kelautan dan mampu mengelola seluruh potensi kelautan dan tentunya dengan sumberdaya manusia yang memadai, terutama armada militer untuk menjaga ketahanan wilayah laut Indonesia yang sangat luas.

“Simposium PPI Asia Oseania wujud dalam upaya kepedulian pelajar Indonesia terhadap kepulauan Indonesia yang luas. Bangsa yang kuat adalah yang jaya mengurus sumber daya lautnya. Karena laut jaya, Indonesia jaya,” ungkap Reza dan Clara sebagai perwakilan pelajar Indonesia di India dan New Zealand.
Fafan, Perwakilan PPI Sri Lanka mengungkapkan fakta bahwa 70% atau 2/3 wilayah Indonesia adalah laut, menjadikan Indonesia sebagai negara maritim terbesar sedunia. Seharusnya ini adalah potensi besar untuk menjadikan laut sebagai sumber kesejahteraan masyarakat Indonesia.

Akita PPI Malaysia mengumpamakan menghitung kekayaan laut Indonesia bagaikan menghitung jumlah bintang di langit, tak terbatas. Kekayaan dan keberagaman hayati bukan untuk diekploitasi tapi juga untuk terus dijaga dan dikelola ditangan yang tepat.
“Jangan jadikan luasnya laut Indonesia sebagai celah untuk dicurangi tetapi untuk memperkokoh ketahanan dan kekuatan Indonesia di setiap jengkalnya,” jelas Akita.

Marcel PPI Singapura dan Mutia PPI Australia juga menjelaskan, meskipun negara Indonesia terpisah antara pulau-pulau, lautlah yang menyatukannya menjadi Negara Kesatuan. Majapahit di masa lalu juga berjaya dalam kekuatan kemaritimannya. Sudah sepantasnya bangsa Indonesia yang hidup di negara kepulauan menjadi ahli-ahli handal kelautan internasional.
“Masih banyak yang belum sadar akan potensi kelautan di negara kita. Wujudnya Simposium PPI Asia Oseania dengan tema Membangun Poros Maritim Indonesia adalah waktu yang tepat untuk menunjukkan kita bangkit dan menguatkan potensi maritim Indonesia kedepannya,” ungkap Mutia.

Akhirnya, tuan rumah Simposium PPI Asia Oseania diwakili ketua PPI Tiongkok Grace Fiona Alethea berharap Simposium PPI Asia Oseania dapat menjadi salah satu langkah yang akan melahirkan sebuah kontribusi besar untuk pembangunan maritim Indonesia menjadi lebih baik kedepannya. Sudah saatnya kemaritiman Indonesia bangkit dari tidurnya yang panjang.

Menurut Professor Ari Purbayanto, pakar maritim dari IPB yang nantinya menjadi panel pada April mendatang turut mendukung terlaksananya Kegiatan Simposium Asiania. Ia menyatakan setidaknya pelajar dan mahasiswa sudah tumbuh kesadaran dan semangatnya untuk turut berkontribusi dalam mewujudkan Indonesia sebagai poros maritim dunia. Prof Ari berharap agar rumusan hasil simposium april mendatang dapat disampaikan ke Presiden dan menteri terkait, untuk kemudian dijadikan acuan terhadap percepatan pembangunan poros maritim Indonesia kedepannya.

Persatuan Pelajar Indonesia (PPI) Asiania sendiri adalah bagian dari kawasan PPI Dunia yang terdiri dari 14 negara di kawasan Asia dan Oseania yang beranggotakan sebanyak 49.292 orang pelajar Indonesia dengan berbagai latar belakang ilmu yang berbeda. Pada Periode kepengurusan 2015/2016, Gregorius Rionugroho Harvianto, pelajar PhD dari Yeungnam University Korea ditunjuk sebagai koordinator kawasan Asiania dalam Simposium PPI Dunia di Singapura Agustus 2015 lalu

Thailand, Tahun 2015 akan menjadi tahun bersejarah bagi seluruh mahasiswa dan masyarakat indonesia yang menuntut ilmu di negeri gajah putih. Perhimpunan Mahasiswa Indonesia di Thailand(PERMITHA) akhirnya berhasil menerbitkan buku "Merah Putih di Negeri Gajah Putih" yang berisikan kisah-kisah inspiratif pemuda Indonesia yang pernah berjuang di Thailand.

2015-12-04_0-08-54

Buku ini merupkana kumpulan kisah-kisah inpsiratif selama satu dekade terakhir dari mahasiswa, alumni, staff, peneliti hingga dosen asal Indonesia yang pernah berjuang di Thailand. Sejumlah kisah menarik yang menceritakan pengalaman serata kesan-kesan mereka dalam menjalani kehidupan dan menempuh pendidikan di Thailand di tulis lengkap dibuku ini.

Buku ini juga memberikan banyak inspirasi, pelajaran dan hikmah bagi siapa saja yang menimba ilmu di Thailand. Kisah inspiratif ini akan menjadi daya tarik tersendiri mengenai bagaimana suasana kehidupan di Thailand. Dan pastinya akan dapat menjadi pengobat rindu bagi mereka yang pernah berkunjung ke negeri gajah putih ini.

Saat peluncuran buku ini pada oktober lalu di Thailand, sejumlah penulis diundang langsung untuk dapat berbagi pengalaman selama hidup di Thailand, diantara penulis yang hadir adalah Hamam Supriyadi yang merupakan staf pengajar di Research Institue of Language and Culture of Asia, Mahidol University Thailand.

Dalam tulisannya Hamam bercerita tentang budaya dan kehidupan masyarakat Thailand dan bagaimana penulis menyesuaikan diri selama hidup di Thailand. "Culture Thailand sangat berbeda dengan Indonesia, tetapi ini menjadi sebuah tantangan bagi saya pribadi selama hidup di Thailand." Ungkap Hamam.

Penulis lainnya yang juga menuliskan kisahnya adalaha Sopian Hadi, yang merupakan salah seorang pelajar Ph.D candidate dari Chulalongkorn University Thailand, Ia bercerita tentang konflik yang pernah dialaminya dengan staf pengajar saat berjuang menyelesaikan kuliahnya.

Penerbitan buku ini juga dibarengi dengan launching Mars PERMITHA yang dinyanyikan bersama Duta Besar RI untuk Kerajaan Thailand, Lutfi Rauf, Atase pendidikan KBRI Bangkok Dr. Yunardi, pengurus PERMITHA beserata seluruh tamu undangan. Mars ini, diciptakan oleh salah satu penulis dalam buku Merah Putih di Negeri Gajah Putih. Dalam acara ini, lebih dari 100 eksamplar buku dibagikan secara gratis kepada tamu undangan. (Akrim)


2015-12-04_0-09-13

IMG_4255

Tarim – Kamis (22/10), Diresmikannya 22 Oktober sebagai Hari Santri Nasional disambut semangat meriah oleh umat islam di tanah air. Berbagai acara ditampilkan dalam merayakan Hari Kaum Sarungan itu. Tidak terkecuali di Hadhramaut, digawangi oleh organisasi terkemuka antara lain PPI, PCI NU, AMI Al-Ahgaff, FLP dan didukung oleh sekitar 8 Organisasi Daerah, acara dengan tajuk “Menggelorakan Kembali Semangat Resolusi Jihad Dan Patriotisme Santri Untuk Negeri”.

Dihadiri sejumlah pelajar yang mengenyam pendidikan di Kota Tarim antara lain Universitas Al-Ahgaff, Perguruan Darul Musthafa dan Ribat Tarim, perayaan Hari Santri ini menggelar Indonesia Santri Club (ISC) pada Rabu (21/10) bertempat di Auditorium Universitas Al-Ahgaff, merupakan sebuah forum santai yang mendiskusikan permasalahan seputar Resolusi Jihad serta menguak peran penting para ulama dengan anak didiknya dalam mempertahankan kemerdekaan NKRI.

"Resolusi Jihad beserta para ulama yang turut berkecimpung dalam peristiwa ini, misalnya Kiyai Abbas Buntet yang membentuk Laskar Santri telah dilupakan oleh sejarah sehingga pelajar tak mengetahuinya" sesal Thohirin dari kubu Ormas yang menjadi panelis saat itu.

Sedangkan di malam puncak, Kamis Malam (22/10), kemeriahan acara diisi dengan menampilkan Drama Teatrikal bertajuk "Resolusi Jihad" dimainkan sekitar 25 aktor meceritakan kembali peran Ulama dan Santri dalam memeperebutkan NKRI yang termaktub dalam pesan mulia Resolusi Jihad di bawah komando KH. Hasyim Asy'ari, selain itu acara juga diramaikan oleh Bazar Masakan ala santri dengan menu Nusantara.

Tidak diragukan, bahwa perjuangan para Kaum Sarungan dalam menjaga keutuhan kemerdekaan NKRI sangatlah besar. Namun, banyak dari kalangan pelajar Indonesia tidak pernah mengetahuinya. Hal ini dikarenakan peristiwa-peristiwa tersebut lenyap dari pantauan sejarah. Berangkat dari inilah, Drama Treatikal Resolusi Jihad berdurasi 1,5 Jam adalah penampilan aksi peranan penting para ulama bersama umara dalam mempertahankan NKRI berhasil menghipnotis para penonton yang hadir di malam itu. Bukan hanya pelajar Indonesia, acara ini juga dihadiri pelajar-pelajar luar Indonesia, seperti Thailand, Malaysia, Tanzania, Somalia, serta pelajar Yaman.

Aksi-aksi yang diperagakan membuat decak kagum para penonton yang berpartisipasi mensukseskan acara tersebut. Sorakan serta tepukan tangan penontonpun membuat suasana semakin memanas hingga jam menunjukkan pukul 23:00 KSA.

Sementara itu, Ketua Pelaksana, Izzudin Mufian mengungkapkan rasa terima kasih sebanyak-banyaknya kepada seluruh pihak yang telah membantu mensukseskan jalannya perayaan itu serta berharap dengan adanya drama tersebut menjadi pemicu semangat para santri dalam mengikuti jejak-jejak pendahulunya.

Perayaan Hari Santri, Dari Santri Hadhramaut Untuk Negeri !!!. (Red. Aidil/Abda)

SURAT KEPUTUSAN DEWAN PRESIDIUM
PERHIMPUNAN PELAJAR INDONESIA SE-DUNIA
Nomor: 06/SK/Presidium/PPI-Dunia/X/2014

Tentang

PEMBENTUKAN TIM AD‐HOC PENYEMPURNAAN AD/ART PPI DUNIA
(“TIM AD HOC AD/ART PPI DUNIA”)

DEWAN PRESIDIUM PPI SE-DUNIA,

MENIMBANG

  1. Bahwa PPI Dunia merupakan wadah untuk mengakomodasi dan mengoordinasikan seluruh potensi organisasi perhimpunan pelajar Indonesia di berbagai negara yang memiliki tujuan untuk meningkatkan kontribusi dan peran organisasi perhimpunan pelajar Indonesia di luar negeri dalam mendukung pembangunan Indonesia yang berkelanjutan;
  2. Bahwa berdasarkan rekomendasi dan hasil Simposium Internasional di Tokyo pada September 2014, diperlukan pembentukan Tim Ad Hoc AD/ART PPI Dunia guna harmonisasi dan penyempurnaan AD/ART PPI Dunia.

MENGINGAT

  1. Pasal 3, Pasal 4, dan Pasal 9 Anggaran Dasar PPI Dunia;
  2. Pasal 1, Pasal 2, dan Pasal 17 Anggaran Rumah Tangga PPI Dunia;
  3. Ketetapan Dewan Presidium Sidang Simposium Internasional PPI Dunia Nomor: 04/SK/Presidium Sidang/SI PPI Dunia/IX/2014 tanggal 22 September 2014.

MEMUTUSKAN

Menetapkan:
KESATU: Mendukung sepenuhnya proses pembahasan, harmonisasi dan penyempurnaan AD/ART PPI Dunia sesuai dengan rekomendasi dan hasil Simposium Internasional di Tokyo pada September 2014.

KEDUA: Menugaskan PPI Filipina untuk menjadi koordinator merangkap anggota Tim Ad-Hoc AD/ART PPI Dunia dalam mengkaji, mengharmonisasi dan menindaklanjuti rekomendasi tersebut bersama dengan perwakilan dari PPI Prancis, PPI Brunei Darussalam, PPI Belanda, PERMITHA, PPI Filipina, PPI Belgia, PPMI Mesir, PPI India, PERPIKA dan PPI Spanyol sebagai anggota.

KETIGA: Surat Keputusan in berlaku sejak ditandatangani sampai dengan selesainya kepengurusan Dewan Presidium PPI Dunia periode 2014 – 2015. Apabila di kemudian hari terdapat kekeliruan dalam Surat Keputusan ini, maka akan diadakan perbaikan sebagaimana mestinya.

Ditetapkan di Wollongong, Australia

Pada tanggal 24 Oktober 2014

-------------------

SUSUNAN TIM AD HOC
PENYEMPURNAAN AD/ART PPI DUNIA

Koordinator :

Nila Titis Asrining Tyas (PPI Filipina)

Anggota :

  1. Abram Mahon Mahalai (PPI Prancis)
  2. Arip Perbawa (PPI Brunei Darussalam)
  3. Dhiratara Widhya (PPI Belanda)
  4. Fahrizal Adnan (PERMITHA - Thailand)
  5. Heri Ridwan (PPI Filipina)
  6. Ihshan Gumilar (PPI Belgia)
  7. Mariana Oktavia (PPI Filipina)
  8. Moh. Hadi Bakri Raharjo (PPMI Mesir)
  9. Muhammad Bahrul Ulum (PPI India)
  10. Wahyono (PERPIKA – Korea Selatan)
  11. Wawan Kurniawan (PPI Spanyol)

SI 2014

[PPI Jepang, Tokyo] Perhimpunan Pelajar Indonesia atau biasa disingkat dengan PPI merupakan wadah perkumpulan pelajar Indonesia yang sedang menuntut ilmu di luar Indonesia. Bentuk kolaborasi antar PPI yang ada di berbagai negara ini dihimpun dalam satu organisasi besar bernama PPI Dunia. PPI Dunia sendiri memiliki agenda tahunan yang dikemas dalam bentuk Simposium Internasional (SI) PPI Dunia yang bertujuan untuk membahas keorganisasian dan evaluasi kegiatan PPI Dunia, berbagi ide, serta merumuskan solusi baik berupa gagasan maupun tindakan konkrit untuk Indonesia. Setelah tahun lalu SI PPI Dunia diselenggarakan di Thailand, tahun ini PPI Jepang berkesempatan menjadi tuan rumah SI PPI Dunia yang akan diselenggarakan pada bulan September di Tokyo. Untuk merealisasikan kegiatan ini, telah dibentuk kepanitiaan khusus SI PPI Dunia yang secara struktural berada langsung di bawah kepengurusan PPI Jepang.

Pertemuan perdana dan ramah tamah seluruh panitia SI PPI Dunia 2014 telah dilaksanakan pada tanggal 21 Maret 2014 lalu di gedung Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Tokyo. Pertemuan ini dihadiri pula oleh Atase Pendidikan KBRI Tokyo Dr. Iqbal Djawad dan Ketua Umum PPI Jepang, Teuku Muhammad Roffi yang berbagi pengalamannya sebagai peserta SI PPI Dunia sebelumnya di India dan Thailand.

Di awal pertemuan Dr. Iqbal Djawad memberikan motivasi terkait peran pelajar Indonesia bagi dunia. Salah satu poin penting yang beliau sampaikan adalah peran penting mahasiswa Indonesia di luar negeri yang sering dilupakan, yaitu kontribusi dari mahasiswa Indonesia untuk dunia. Dalam pertemuan ini juga panitia sepakat untuk menggelar SI PPI Dunia 2014 dengan memperkenalkan budaya dan kearifan lokal negara Jepang guna menularkan nilai-nilai positif yang dapat dipadukan dengan nilai-nilai luhur nusantara. Berkaitan dengan tema yang akan diusung pada SI PPI Dunia 2014 ini yaitu “Menggagas Kontribusi Generasi Muda Indonesia untuk Dunia”, diharapkan SI PPI Dunia 2014 ini dapat menghasilkan produk konkrit baik berupa rekomendasi, gagasan, ataupun karya yang dapat menjadikan Indonesia lebih bermartabat di mata dunia.

Kepanitiaan ini sendiri merupakan momentum penting bagi PPI Jepang sebagai ajang untuk mensinergikan anggota-anggota PPI Jepang yang tersebar di berbagai universitas dan berbagai daerah di Jepang dalam satu kepanitiaan besar. Berkumpulnya para pelajar Indonesia dalam ajang SI PPI Dunia 2014 diharapkan nantinya dapat memberikan sumbangsih bagi kemajuan Indonesia pada khususnya, dunia pada umumnya, baik merujuk pada kearifan lokal negara studi masing-masing, bidang keilmuan, soft skill, dan lainnya serta menyampaikan gagasan-gagasan solutif bagi kemajuan Indonesia dan dunia. [PPI Jepang]

Sumber: Website PPI Jepang

Simposium Internasional PPI Dunia 2013 (SI PPI Dunia 2013) yang diadakan pada 28 - 30 November 2013 di Thammasat University, Bangkok (Thailand), merupakan simposium internasional ke-8 yang diadakan oleh Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) Dunia bekerjasama dengan Perhimpunan Mahasiswa Indonesia di Thailand (PERMITHA). Acara ini mengambil tema Peran Pelajar Indonesia dalam Membangun Keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

5

Hari pertama merupakan acara simposium dengan pembahasan mengenai 3 hal yaitu pendidikan dan penelitian, ekonomi dan politik, serta sosial dan budaya di dalam negeri. Adapun para pembicara yang hadir, antara lain: Anies Baswedan (Rektor Paramadina), Teguh Santosa (Media Partner), Prabowo Subianto (Ketua Umum Ikatan Pencak Silat Seluruh Indonesia), Ahyudin (President of ACT), Abraham Samad (KPK); KMRT Roy Suryo Notodiprojo (MENPORA); Bambang Hary Iswanto Tanoesoedibjo (Direktur MNC); Marsekal TNI (Purn), dan Joko Suyanto (Menkopolhukam).

SI PPI Dunia Acara dihadiri oleh perwakilan delegasi mahasiswa dari 46 negara, perwakilan badan otonom PPI Dunia, perwakilan BEM, mahasiswa internasional Thailand dan MITI Klaster Mahasiswa.

PPI

SI 2012 - Kuala Lumpur

ISWS 2012 merupakan kongres Persatuan Pelajar Indonesia Dunia yang dihadiri oleh perwakilan PPI dari berbagai negara di dunia. ISWS 2012 diselenggarakan oleh PPI Malaysia di Kuala Lumpur pada tanggal 16 -19 Februari 2012. ISWS 2012 diselenggarakan dengan tema ‘Think Global Act Nasional’. Acara Kongres PPI Dunia 2012 ini diikuti oleh 28 negara perwakilan PPI, yaitu: Malaysia, Singapura, Thailand, Philipina, Jepang, Inggris, Australia, Selandia Baru, Portugal, Austria, Arab Saudi, Sudan, Lebanon, Turki, Swedia, Jerman, Korea Selatan, Jordania, Maroko, Pakistan, Mesir, Yaman, Norwegia, Belanda, Rusia, India, Perancis dan Indonesia yang diwakili oleh beberapa BEM Airlangga, UGM, UNRI, Lancang Kuning, dan Trisakti.

Di sela-sela Kongres PPI Dunia 2012 yang dibuka Menteri Kordinator Perekonomian Hatta Rajasa, juga digelar seminar sehari. Seminar ini membincangkan berbagai permasalahan bangsa Indonesia yang dilihat dari aspek perekonomian, politik, hukum dan sosial budaya.

Sejumlah tokoh nasional hadir sebagai pembicara yang antara lain mantan Ketua DPR Akbar Tanjung, anggota Komisi I DPR Muhammad Najib, Vice President World Assembly Youth Ahmad Dolly Kurnia, Wakil Ketua Komisi III DPR Tjatur Sapto Edy, Direktur Analisa Strategis Kementerian Pertahanan Brig Jend. TNI Paryanto, mantan Menko Perekonomian Rizal Ramli dan Menteri Negara Pemuda dan Olah Raga Andi Mallarangeng.

Dalam kesempatan tersebut, PPI Malaysia terpilih sebagai koordinator PPI Dunia mengantikan PPI Australia, dan PPI India ditetapkan sebagai tuan rumah untuk pertemuan PPI Dunia yang berikutnya.

Beberapa hasil dari Kongres PPI Dunia 2012 di Kuala Lumpur adalah:

  1. Penyempurnaan AD/ART PPI Dunia dengan menambahkan bahwa anggota luar biasa adalah BEM yang telah mendaftarkan diri kepada PPI Dunia.
  2. PPI Dunia membentuk Lembaga Kajian Stratejik. Lembaga ini nantinya mengkaji segala permasalahan bangsa dan nantinya wadah ini juga dijadikan saran seluruh masyarakat Indonesia untuk mendapatkan solusi dari permasalahannya.
  3. PPI Dunia menetapkan jargon PPI Dunia ke depan yaitu PPI untuk Indonesia, PPI Dunia siap mengabdikan seluruh potensinya untuk bangsa Indonesia.

Hasil kongres berupa rekomendasi untuk PPI negara dan PPI dunia dapat diunduh: SK Hasil Rekomendasi Kongres

Sumber: PERMITHA - Thailand

Copyright © 2021 PPI Dunia
All rights reserved
Mayapada Tower 1, Lt.19, Jl. Jend. Sudirman, Kav. 28
Jakarta Selatan 12920