Categories
Asia dan Oseania PPI Negara

Indonesian Scholar Scientific Summit 2018: Kontribusi Pelajar Indonesia di Taiwan dalam Menghadapi Era Revolusi Industri 4.0

Perkembangan pesat teknologi informasi, khususnya teknologi otomasi, artificial intelligence (AI), robotic, teknologi sensor, maupun Internet of Things (IoT) mendorong perubahan iklim industri menjadi semakin kompetitif dan dikenal sebagai revolusi industri 4.0. Kondisi tersebut menciptakan dampak positif maupun negatif. Dampak positif berupa terciptanya lapangan pekerjaan dan keterampilan baru,  namun di sisi lain menimbulkan  dampak negatif berupa hilangnya peluang pekerjaan tertentu. Oleh karena itu, mahasiswa dituntut meningkatkan kapasitasnya sehingga mampu beradaptasi dan menjadi aktor dalam revolusi industri 4.0 serta pada akhirnya dapat mengurangi jumlah pengangguran terdidik.

Menjawab tantangan tersebut, Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) di Taiwan menggelar Indonesian   Scholar   Scientific   Summit   (I3S)   yang   bertajuk   “Membangun   Techno-creative Entrepreneur Ecosystem di Era Industri 4.0” yang diselenggarakan pada Sabtu, 17 November 2018. Bertempat di Conference Hall, College of Law, Tunghai University, kegiatan ini diikuti oleh kurang lebih 200 mahasiswa Indonesia yang sedang melanjutkan studi di Taiwan yang tersebar dari wilayah selatan sampai dengan utara, sebagaimana yang disampaikan oleh Adi Kusmayadi, Ketua Panitia I3S  2018 yang juga mahasiswa program  master  pada  Department of Chemical and Materials Engineering, Tung Hai University. Tingginya antusias mahasiswa Indonesia yang datang dari berbagai universitas di seluruh penjuru Taiwan tentunya tak lepas dari dukungan penuh Tung Hai University sebagai tuan rumah penyelenggara, khususnya Prof. Chen-Jui Huang selaku kepala Taiwan Education Center Indonesia sekaligus wakil direktur Office of International Relations, Tunghai University.

Keynote speech pertama disampaikan oleh Prof. Chin-Yin Huang, Chairman Department of Industrial Engineering and Enterprise Information, Tunghai University yang terangkum dalam presentasi berjudul “What can Indonesia get from Industry 4.0”. Prof. Huang menyampaikan bahwa Indonesia memiliki sumber daya alam yang cukup melimpah dan itu merupakan sebuah potensi yang dapat dikembangkan untuk mendukung kegiatan produksi industri. Selain itu, Prof. Huang menyampaikan berbagai pemanfaatan yang dapat dimaksimalkan dalam perkembangan revolusi industri 4.0 ini. Selanjutnya, sesi keynote speech kedua disampaikan oleh Dr. Warsito Purwo Taruno, M. Eng, CEO CTECH Labs EdWar Technology dengan materi berjudul “Toward Indonesian Knowledge Based Economy in the Era of Industry 4.0”. Dr. Warsito berbagi strategi inovasi dan pengalaman membangun perusahaan teknologi di Indonesia yang digunakannya sebagai salah satu upaya untuk mendongkrak daya saing industri nasional. Tak kalah menariknya dengan pembicara sebelumnya, keynote speaker ketiga Eka Sastra, M.Si, yang merupakan anggota Komisi VI Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR-RI) sekaligus Bendahara Umum HIPMI (Himpunan Pengusaha Muda Indonesia) memberikan  gambaran  tentang  peranan  pengusaha  muda dalam  menggerakkan  perekonomian nasional yang dikemas dalam materi berjudul “The Role of HIPMI for Growing the Enterpreneurial Techno-Innovation in Indonesia”. Di akhir sesinya, aparatur pemerintahan tersebut memotivasi peserta untuk mempelajari penerapan teknologi di Taiwan dan membangun jejaring internasional dalam rangka membangun dan mengembangkan bisnis sebagai sumbangsih terhadap tanah air pada masa mendatang.

Rangkaian simposium telah selesai dengan tersampaikannya tiga materi dari para ahli di bidangnya, namun kegiatan I3S masih belum berakhir. Kegiatan I3S dilanjukan dengan sesi khusus berupa diskusi grup tentang perkembangan ilmu dan teknologi sebagai upaya untuk memberikan kontribusi dalam menjawab tantangan revolusi industi 4.0. Kegiatan diskusi grup ini menjadi ajang pencarian inovasi yang mungkin bisa diterapkan untuk menjadi solusi. Sebanyak 20 makalah ilmiah dipresentasikan dan enam reviewer disiapkan untuk menilai potensinya. Karya terbaik dipilih dengan penilaian berupa keterkaitan topik dengan tema, cara penyampaian dan hasil dari karya ilmiah. Sehingga terpilihlah empat karya ilmiah terbaik yang topiknya berhubungan dengan bidang rancang bangun, kesehatan, teknologi dan pola tingkah manusia terhadap sebuah fenomena.

Di akhir acara, Sutarsis, mahasiswa Ph.D. di Material Sciences and Engineering, National Central University selaku Ketua PPI Taiwan berpendapat bahwa kegiatan ini dapat menjadi salah satu agenda rutin tahunan PPI Taiwan yang berfungsi sebagai ajang komunikasi dan wahana bertukar gagasan ilmiah dalam rangka mengembangkan keahlian dan keilmuan lintas disiplin, dari pemuda untuk Indonesia.

Indonesian Scholars, Let’s be a part of Industrial Revolution 4.0

Categories
Asia dan Oseania Berita PPI Negara

Diakreditasi DIKNAS RI, PKBM PPI Taiwan Siap Tingkatkan Kualitas Pendidikan bagi PMI

Tahap kedua visitasi akreditasi PKBM PPI Taiwan di KDEI Taipei [Dok: Humas PPI Taiwan]
Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) PPI Taiwan adalah lembaga yang memfasilitasi Program Kejar Paket Program Paket A, Program Paket B, Program Paket C serta Kelompok Belajar atau Kejar. Lembaga ini merupakan lembaga pendidikan nonformal yang difasilitasi oleh Pemerintah Indonesia untuk siswa yang ingin menempuh pendidikan, namun tidak melalui jalur sekolah di Taiwan.

Proses ini dimulai dengan persiapan borang akreditasi dengan mengikuti standar Badan Akreditasi Nasional Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Non Formal (BAN PAUD PNF) selama dua hari pada tanggal 13-14 Oktober 2018. Selanjutnya, PKBM PPI Taiwan menjalani proses visitasi, baik secara dokumen maupun observasi lapangan oleh asesor BAN PAUD PNF.

Dua asesor, Dr. Firman dan Bahrudin, melaksanakan proses visitasi melalui dua tahap yaitu pemeriksaan dokumen dengan meneliti seluruh butir-butir instrumen akreditasi PKBM dan bukti fisiknya serta melakukan wawancara dengan pimpinan, dan staff manajemen.

Tahap kedua yang dilaksanakan ditempat belajar-mengajar, yaitu di Kantor Dagang dan Ekonomi Indonesia (KDEI) Taipei. Asesor melakukan obsevarsi terhadap proses belajar-menjagar siswa, wawancara guru dan siswa, serta diskusi dengan pihak pimpinan KDEI yang memfasilitasi proses belajar-mengajar PKBM PPI Taiwan.

Menurut Ketua BP PKBM PPI Taiwan, Rekyan Regasari Mardi Putri, S.T., M.T., ada 8 standar yang dinilai dalam proses akreditasi ini. Dia berharap dari proses akreditasi pertama ini, PKBM PPI Taiwan mampu mendapatkan hasil terbaik. Dia juga menyampaikan bahwa seluruh elemen yayasan dan BP PKBM telah menyiapkan yang terbaik, dan apa yang telah dilakukan selama ini oleh PKBM PPI telah tercantum dalam dokumen akreditasi.

Di lain pihak, ketua yayasan pendidikan PPI Taiwan, Hasan Ismail, S.Pd., M.Sc., mengatakan bahwa ada harapan besar agar proses akreditasi ini menjadi momentum untuk perbaikan secara berkelanjutan dari seluruh proses dan manajemen PKBM PPI. Dengan senantiasa menjadikan standar-standar yang ada di borang sebagai acuan manajemen dan proses belajar mengajar maka PKBM PPI akan memiliki kepastian dalam jaminan mutu lulusan dan kredibilitas lembaga.

Ketua PPI Taiwan, Sutarsis, yang selama dua hari proses visitasi senantiasa mendampingi, mengatakan bahwa walaupun PKBM PPI Taiwan adalah pengabdian masyarakat bagi mahasiswa indonesia yang studi di Taiwan, namun pengabdian ini harus tetap mengikuti standar pendidikan Kementrian Pendidikan RI, agar PPI dapat menjamin kualitas pengabdiannya kepada Pekerja Migran Indonesia di Taiwan (PMI). Serta juga mengajak seluruh PMI di Taiwan memanfaatkan layanan pendidikan PPI Taiwan ini demi kehidupan yang lebih baik. [Humas PPI Taiwan]

Badan Pengurus PKBM PPI Taiwan setelah selesai proses akreditasi [Dok. Humas PPI Taiwan]

Categories
Pojok Opini Suara Anak Bangsa Wawasan Dunia

Mengenal Sudut Pandang Filsafat Pengobatan Cina

Sejarah kemunculan falsafah Cina merupakan refleksi dari konflik politik yang tidak berkesudahan. Sama seperti sejarah negaranya, falsafah Cina merupakan cerminan konflik politis dan perang saudara. Konflik yang panjang disertai depresi terhadap pengelolaan negara melahirkan tokoh-tokoh berpengaruh yang terkenal hingga di kancah dunia. Contohnya, mulai dari Kong-Ze atau Konfusius (Kong Hu Chu), Lao Tze (Taoisme) sampai pada ilmu pengobatan Zhu Xi.

Dalam sejarah ilmu pengobatan, Ibnu Sina dari dataran Arab mengawali lebih dahulu pengobatan-pengobatan dunia melalui bukunya The Canon (al-Qonun Fi’l-Tibb). Terlepas dari ilmu pengobatan Timur lain, ilmu pengobatan Ibnu Sina banyak diadopsi oleh bangsa Barat, bahkan dinisbatkan sebagai peletak dasar pengobatan medis modern.[i] Ibnu Sina selain dikenal sebagai ahli pengobatan juga dikenal sebagai filsuf muslim dengan gagasan-gagasan naturalis bernafaskan Islam yang memberikan pengaruh kepada berbagai tokoh dunia lainnya. Thomas Aquinas misalnya, menyatakan dirinya banyak terpengaruh pemikiran Ibnu Sina dalam memandang “eksistensi diri” dan hubungannya dengan “dunia yang tidak menentu.”

Di sisi lain, sampai akhir masa modern, pengobatan yang berlandaskan tradisi sama sekali tidak dilirik dan tidak diminati masyarakat Barat. Pengobatan tradisional dinilai banyak melakukan khayalan (atau disebut sebagai metafisika) dibanding dengan melakukan identifikasi secara logis. Akibatnya, pada masa modern terjadi banyak penurunan mulai dari degradasi moral, atheisme, anti-spiritual sampai Agnostisme. Sebenarnya, hal ini tidak bisa dinilai hanya sebagai efek saja, namun sudah menggejala dan menjadi penyakit modern. Hasilnya, spiritualitas dan batin manusia terasa kosong dan hampa.

Ilmu kesehatan tradisional, khususnya Cina, memberikan wawasan baru terhadap pertemuan antara dunia natural (alam) dan metafisika, serta menawarkan berbagai konsep, teori dan aplikasinya pada kesehatan. Ilmu ini muncul akibat pandangan filsuf Cina dalam memandang alam sebagai sebuah keseimbangan yang hakiki. Lambat laun, ilmu ini banyak digunakan sebagai cara mengatasi berbagai penyakit yang disebabkan oleh batin manusia.

 

Memahami Alam dan Manusia

Perkembangan ilmu kesehatan di Cina telah dimulai sejak masa klasik, yaitu pada kekuasaan Dinasti Song-Ming (960-1628 CE). Perkembangan ini dipelopori oleh Zhu Xi (Chu Hsi). Ia merupakan seorang pemikir analitis dan sintesis. Filsafatnya mengalami perjalanan yang cukup panjang. Kebanyakan karyanya dipengaruhi oleh Konfusius dan Mencius.

Ia memaknai kembali pemahaman tentang ajaran Konfusius dan Mencius dalam pandangan yang lebih luas dan baru. Aliran filosofisnya lebih mengarah kepada Neo-konfusianisme. Nilai-nilai yang diajarkan, sebagai contoh, adalah pemulihan kembali penguatan moral dan penerapannya pada birokrasi pemerintahan yang berpijak pada Konfusianisme di masa awal Dinasty Han dan Tang (206 BCE-905 CE).

Zhu Xi lahir pada Oktober 1130 di Youqi, provinsi Fujian, Cina. Pada usia 19 tahun, ia ditinggal ayahnya Zhu Song (109-1143). Zhu memulai memilih dan mempelajari berbagai sumber tentang ilmu kehidupan, termasuk Budhisme. Keilmuannya diawali dari minatnya terhadap Budisme dan Taoisme sampai ia menjadi murid dari Master Li Tong (1093-1163). Ayah Zhu menyarankan ia berguru pada Master Li, namun Zhu tidak menghiraukannya sampai ia berumur 30 tahun, pada saat ia mengalami keraguan spiritual.  Zhu mengkritisi polemik kebijakan pemerintah di masanya serta praktik-praktik keagamaan yang pada saat itu amat populer. Seperti para filsuf pendahulunya, ia juga mengajarkan ilmu pengobatan dan filsafat secara intensif. Titik fokus dalam filsafatnya ialah pemurnian pikiran dan implikasinya terhadap penelaahan ‘pikiran dan dunia’ menjadi sebuah drama bagi manusia.

 

Perkenalan dengan Moral ‘Kosmos’

 Zhu Xi mengartikulasikan dan mensistematisasi pemikiran ideal konfusianisme untuk memandang kemanusiaan 人(baca: rén) dalam kaitannya dengan kosmos dan sudut pandang manusia. Kemanusiaan menurut Zhu Xi merupakan keterkaitan manusia dengan “kreatifitas kosmos”. Misalnya adalah “Surga dan Bumi” (Kosmos) dalam memunculkan berbagai pandangan. Keterlibatan kosmos ini memberikan berbagai sudut pandang yang amat penting dalam memahami manusia sekaligus menjadikan ia sebagai perantara akan adanya manusia itu sendiri. Meski corak filsafat Zhu Xi adalah “Human Nature” atau alamiah yang berarti ke-Alam-an, namun ia juga menjelaskan berbagai hal yang bersifat metafisis, seperti tentang jalan langit (takdir) dan kekuatan diluar manusia yang kemudian mengilhaminya menjadi sebuah konsep tentang keseimbangan segala sesuatu. Moral kosmos dalam pandangan Zhu Xi merupakan refleksi dirinya dari pemikiran pendahulunya seperti Konfusianisme dan Taoisme. Konsep naturalisme merupakan produk dirinya yang berasal dari Budhisme yang ia pelajari dimasa mudanya.

 

Moral Kosmos dan Konsep Pikiran

Pemikirannya semakin membesar karena didukung dengan pemikiran metafisiknya. Metafisika yang ia maksud adalah tentang segala hal yang bisa dirasakan meskipun itu tidak nampak, seperti udara dan energi yang menggerakkan manusia secara total.

Konsep Zhu Xi yang paling terkenal adalah “Dinamika Realitas” atau sebuah kenyataan yang dinamis, selalu berubah dan berkembang. Dinamika realitas yang dikonsepsikannya ditunjukkan dalam “sketsa pertentangan tertinggi” (Taiji tu) atau yang sering kita kenal dengan Taichi. Taichi dapat dimaknai sebagai ilmu tentang energi. Lebih luas, Zhu Xi menjelaskan tentang bagaimana dinamika realitas ini terhubung dengan segala hal yang mendasari sifat-sifat kemanusiaan yang ada. Taiji tu Shou merupakan “The Holistic System”. Pada perkembangannya, sebuah sistem tersebut mencapai tingkat bentukan dunia yang terbentuk dari ‘yang tidak terbentuk’ sampai pada Yin dan Yang pada 5 tahapan, Bumi, Kayu, Api, dan Logam dan terakhir ke surga. Ide pemikiran Zhu dikombinasikan dengan pemahaman dari “Book of Change” sebagai pemikiran filsafat yang menyeluruh antara kosmos dan kreatifitas manusia.

Seiring berkembangnya peradaban modern, kualitas pemahaman tentang 5 elemen menjadi lebih aplikatif. Misalnya saja dalam pengobatan akupunktur dan pengelolaan keseimbangan nafas. Sebagai gambaran, Refleksologi merupakan hasil dari pemikiran Zhu. Dalam tahap refleksologi, ia menggabungkan kelima elemen yang dosebut model dinamis system biologi. Sekaligus sebagai kombinsai dari sistem keseimbangan Yin-yang. [ii]

Refleksiologi

Keseimbangan dinyatakan dengan adanya alam mikrokosmos dalam tubuh manusia. Konsep Yin-Yang diaplikasikan pada hampir setiap aspek kehidupan. Misalnya saja dalam konsep etika, setiap hal yang dilakukan tidak boleh berlebihan. Hal serupa juga berlaku pada tindakan makan, minum juga bekerja. Selain itu konsep keseimbangan juga diaplikasikan untuk mengelola kondisi pikiran, hati dan jiwa manusia.

Simbol Tai-Chi (A) dan Segitiga Sierpinski (B)

Catatan Akhir

Dalam perkembangan pemikirannya, Zhu Xi memulai dengan memahami alam sebagai daya penggerak manusia dan senantiasa bergerak sendiri. Zhu Xi sangat menyukai cara berfikir abstrak dan metafisis disbanding logis, karena banginya alam lebih banyak tidak menggunakan logika untuk menjadikan dirinnya senantiasa bergerak.

Pemikiran Zhu Xi banyak digunakan sebagai basis teori pengobatan tradisional China, yang sampai sekarang dikenal dengan konsep keseimbangan Yin dan Yang. Prinsip tersebut menjelaskan keseimbangan antara manusia dan alam.

Tulisan ini merupakan pengantar tentang peran filsafat dalam perkembangan ilmu kesehatan paling awal di China. Sangat senang jika bisa berdiskusi dan mendalami akar-akar pemikiran filsafat dari Timur.

 

Penulis:  Afifudin Alfarisi, Graduate Institute of Philosophy, National Central University, Taiwan.

Editor: Nadhirariani

 

[i] Sakatani, Kaoru, Concept of Mind and Brain in Traditional Chinese Medicine, Data Science Journal, Volume 6, Supplement, 7 April 2007.

[ii] http://www.iep.utm.edu/avicenna/ diakses pada tanggal 20 September 2017

Categories
Asia dan Oseania Eropa dan Amerika PPI Dunia Upcoming Event

Hari Perhubungan Nasional – Siaran RRI bersama PPI Dunia

Jangan lewatkan diskusi mengenai Hari Perhubungan Nasional di RRI VOI Senin, 18 September 2017!

Categories
Upcoming Event

Voice of Indonesia: “Hari Kebangkitan Teknologi Nasional”

Voice of Indonesia: PPI Dunia bersama Radio Republik Indonesia Proudly present:

“Hari Kebangkkitan Teknologi Nasional”

Hari Kebangkitan Teknologi Nasional, disingkat Hakteknas merupakan salah satu hari bersejarah nasional yang diperingati setiap tanggal 10 Agustus. Hakteknas merupakan tonggak sejarah kebangkitan teknologi di Indonesia, yang diawali dengan penerbangan perdana  pesawat terbang  N-250 Gatotkaca pada tanggal 10 Agustus 1995 di Bandung. Ingin tahu lebih lanjut apa itu Hari Kebangkitan Teknologi Nasional?

Simak perbincangan menarik ini bersama perwakilan PPI Dunia di Voice of Indonesia:

Hari/ Tanggal      : Senin, 7 Agustus 2017

Narasumber 1      : Rahmandhika Firdauzha

University             : Material Science and Engineering, National Central University Taiwan

Tema                      : Youth Forum (English Based)

Pukul                     : 10.30 WIB (3.30 UTC)

 

Narasumber 2      : Farah Adrienne

University             : Water Conser and Hydro-power Engineering, Zhengzhou University

Tema                      : KAMU (Kami Yang Muda) (Bahasa Indonesia Based)

Pukul                     : 11.30 WIB (4.30 UTC)

Hari Kebangkitan Teknologi Nasional

Red: Citra/ Ed: Amir

Categories
Asia dan Oseania Berita PPI Negara

Sate dan Tempe Indonesia Juara di International Food Festival

Liputan Taipei, Taiwan. Rabu, 23/11/2016 International Food Festival di Taipei Medical University (TMU) kembali dilaksanakan. Sekitar 23 perwakilan negara mengikuti kegiatan ini dan bersaing menyajikan masakan khas dari negara masing-masing, termasuk mahasiswa Indonesia. Sebanyak 30 orang mahasiswa yang tergabung dalam Perhimpunan Pelajar Indonesia di TMU menyajikan tiga macam menu masakan andalan, yaitu sate ayam, tempe mendoan, dan teh serai yang diolah menjadi jelly.

Sate ayam tersebut dijual seharga Rp 20.000 (50 NTD) per dua tusuknya, tempe mendoan dijual seharga Rp 6000 (15 NTD) per potongnya dan teh serai yang diolah menjadi jelly (15 NTD) habis terjual dalam waktu satu jam saja. Antrian di depan stand Indonesia bahkan sudah mengular sebelum jam makan siang dan waktu berjualan dimulai. 1.300 tusuk sate, 250 potong tempe mendoan dan 100 cup jelly berhasil membawa Indonesia kembali menjadi juara dan meraih gelar masakan terfavorit dalam acara ini. Keuntungan bersih yang didapatkan dalam satu jam berjualan bahkan mencapai lebih dari 10 juta rupiah (setara 25.656 NTD).

Perolehan voting makanan Indonesia dalam food festival di TMU.
Perolehan voting makanan Indonesia dalam food festival di TMU.

Kegiatan yang diselenggarakan oleh International Office Taipei Medical University tersebut merupakan kegiatan tahunan yang amat ditunggu, karena mahasiswa Indonesia dapat memperkenalkan masakan khas Indonesia dan budaya serta tradisi lokal melalui pakaian tradisional Indonesia ke tingkat internasional. Kegiatan ini juga merupakan ajang latihan bisnis dan entrepreneurship bagi mahasiswa Indonesia di tengah kesibukan kuliah dan aktivitas laboratorium.

Mahasiswa sedang memasak sate ayam.
Mahasiswa sedang memasak sate ayam.
Menggoreng tempe mendoan.
Menggoreng tempe mendoan.

“Kegiatan food festival ini secara umum berjalan baik dan lancar, selain sate yang sudah cukup dikenal baik, PPI-TMU juga cukup sukses memperkenalkan tempe dan teh serai sebagai makanan tradisional dan ternyata sangat di gemari. Tempe mendoan yang baru diangkat dari wajan juga langsung ludes, padahal orang lokal tidak banyak mengetahui tempe mendoan sehingga kami harus sampai menyediakan tester mendoan untuk menarik banyak pembeli. Kegiatan ini juga melatih kerja sama dan manajemen waktu kami, karena harus benar-benar meluangkan waktu di sela kesibukan kampus. Alhamdulillah, hasil yang kami capai ternyata sangat memuaskan,” kata Kristia Hermawan, koordinator mahasiswa Indonesia dalam kegiatan ini.

Suasana food festival di TMU Taiwan.
Suasana food festival di TMU Taiwan.

Harapan PPI-TMU untuk food festival tahun selanjutnya adalah kembali dapat menyajikan sate dan tempe mendoan sebagai masakan tradisional Indonesia yang memiliki cita rasa dan diminati masyarakat internasional. Selamat untuk PPI-TMU!

(Hilda Mazarina/F)

Categories
Upcoming Event

“World TV Day: Konten dan Peran TV”

Halo sobat PPI Dunia dimanapun berada!

Dalam rangka perayaan WORLD TV DAY, PPI Dunia bekerjasama dengan RRI Voice of Indonesia akan melangsungkan siaran lagi nih besok Senin, 21 November 2016.

Dalam segmen youth forum, akan hadir bersama kita Rikza Azriyan, mahasiswa Master of Computer Engineering di Jerman, yang merupakan Founder dan CEO dari PPI TV.

Dan dalam segment KAMU, akan ditemani oleh narasumber kita, Muhammad Ainul Yaqin, mahasiswa S1 Computer Science of Multimedia Design di Taiwan.
Jangan sampai kelewatan ya teman-teman, catat waktunya! 🙂

Info selengakpnya dibawah ini.

 

s__93683759

Categories
Asia dan Oseania Berita PPI Negara

Kunjungan Anggota DPR dan DPD RI di Kota Kaohsiung Taiwan: PPI Taiwan Mendesak Hadirnya Perwakilan Bidang Pendidikan KDEI di Taiwan

Kaohsiung, 5 November 2016. Delegasi anggota DPR dan DPD RI yang tergabung dalam kaukus parlemen Indonesia dan Taiwan mengadakan silaturahmi dengan masyarakat Indonesia di Kota Kaohsiung.

Delegasi yang hadir dalam acara tersebut diantaranya Mayjen (Purn) Asril Hamzah Tanjung, Parlindungan Purba selaku DPD RI Sumatera Utara, Bahar Ngitung selaku DPRD RI Sulawesi Selatan, Miryam S. Haryani selaku DPR RI Fraksi Hanura, Amirul Tamim selaku DPR RI Fraksi PPP, dan Daniel Johan selaku DPR RI Fraksi PKB. Selain itu, turut serta rombongan dari pihak Kantor Dagang dan Ekonomi Indonesia (KDEI) yakni Siswadi (Wakil Kepala) dan beberapa staf yang hadir mulai Muhammad Faisal (inventasi), Paul Peng (Ketenagakerjaan), hingga Tania Ross.  Hadir pula Kendra, Yung-Shoa  Chen selaku Deputy Director Taipei Economic and Trade Office (TETO).

Peserta yang hadir dalam kegiatan ini diantaranya berasal dari beberapa perwakilan mulai dari perwakilan mahasiswa yang dihadiri oleh Pengurus (PPI) Taiwan, PPI Kaohsiung, dan empat utusan kampus di Kota Kaohsiung yakni National Kaohsiung University Of Applied Sciences (NKUAS), National Sun Yat Sen University (NSYSU) , Kaohsiung Medical University (KMU) dan National Kaohsiung First University of Science and Technology (NKFUS). Selain perwakilan mahasiswa, juga hadir perwakilan dari  Tenaga Kerja Indonesia (TKI), Ikatan Warga Muslim Indonesia Taiwan (IWAMIT) dan Diaspora

Mayjen (Purn) Asril menjelaskan bahwa maksud kunjungan ke Taiwan kali ini adalah untuk mempererat hubungan antar kedua pemerintah. Selain bertemu dengan pejabat pemerintah dan parlemen Taiwan, delegasi juga berkunjung ke beberapa kota untuk mengetahui perkembangan terakhir kondisi WNI di Taiwan. Selanjutnya sesi diskusi dipimpin oleh Parlindungan Purba. Anggota DPD RI dari Sumatera Utara ini memberikan kesempatan kepada peserta untuk menyampaikan beberapa pertanyaannya.

Muhammad Farid (Wakil Ketua PPI Taiwan) menyampaikan aspirasi
Foto Pengurus PPI Taiwan yang hadir pada kegiatan tersebut (dari kiri Nelly Pasaribu, Muhammad farid, dan Yusril Mukav)

PPI Taiwan Mendesak Hadirnya Perwakilan  Bidang Pendidikan KDEI di Taiwan

Muhammad Farid selaku Wakil Ketua PPI Taiwan menyampaikan bahwa jumlah pelajar/mahasiswa yang berkisar 4.394 orang ini memerlukan perhatian khusus dalam komunikasi dan koordinasi dengan perwakilan Indonesia (KDEI) di Taiwan. Namun hingga saat ini belum ada secara khusus penanggung jawab di bidang pendidikan. Oleh karena itu, sesuai dengan rekomendasi, prioritas pengurus PPI Taiwan saat ini adalah untuk menghadirkan penanggungjawab bidang pendidikan dalam struktur KDEI Taipei.

Selanjutnya PPI Taiwan juga meminta pemerintah melalui DPR/DPD RI untuk memberi dukungan kegiatan simposium PPI Asia-Oseania yang dilaksanakan di Taipei pada bulan Maret 2017.  Selain itu diharapkan juga pemerintah mempertahankan dan meningkatkan kuota program beasiswa ke Taiwan. Terakhir, Farid mengharapkan agar pemerintah membekali kompetensi TKI sebelum kontrak berakhir khususnya dalam bidang entrepreneurship, agar setelah kembali ke Indonesia  mereka dapat mandiri, berwirausaha dan membuka lapangan pekerjaan.

PPI Kaohsiung yang diwakili oleh Sujito (Ketua) menyampaikan aspirasi antara lain agar jumlah nominal beasiswa mahasiswa di Taiwan perlu ditingkatkan, selanjutnya beberapa hal yang berhubungan dengan masalah TKI yaitu pengadaan Shelter yang representatif bagi TKI di Kota Kaohsiung dan perhatian bagi pelaut yang hanya mengandalkan LG (letter of guarantee) yang terkadang menghadapi kendala saat bekerja di luar negeri.

Wardoyo, perwakilan TKI yang juga sebagai wakil Ketua IWAMIT menyampaikan agar pihak pemerintah memperhatikan kondisi TKI yang terkadang mengalami kendala tidak mendapatkan libur dalam sebulan. Selanjutnya, besarnya biaya yang harus dikeluarkan TKI sebelum pemberangkatan dari Indonesia ke Taiwan perlu direvisi ulang. Untuk memenuhi kebutuhan spritual TKI, diharapkan secara berkala pemerintah memfasiltasi diadakannya pengajian dengan menghadirkan penceramah dari Indonesia.

Pimpinan diskusi ini juga memberikan kesempatan kepada Siswadi selaku wakil kepala KDEI untuk memberikan tanggapan terhadap aspirasi atau pertanyaan yang diajukan dengan menjelaskan kondisi kekinian di Taiwan sesuai pertanyaan yang disampaikan peserta. Khusus permintaan adanya bidang Pendidikan di KDEI Taipei, pihak KDEI telah bersurat ke pemerintah pusat namun hingga kini belum ada realisasi.

Muhammad Farid (Wakil Ketua PPI Taiwan) menyampaikan aspirasi
Muhammad Farid (Wakil Ketua PPI Taiwan) menyampaikan aspirasi

Peningkatan Kualitas dan Kompetensi TKI

Selanjutnya setiap anggota delegasi memberi komentar terkait aspirasi setiap perwakilan akan dibicarakan di komisi terkait dan ditindak lanjuti pada kementerian terkait.

Amirul Tamim selaku DPR RI Fraksi PPP mengatakan bahwa agar mahasiswa, TKI, dan Diaspora dapat menjadi agen untuk mengkomunikasikan peluang-peluang investasi yang menguntungkan bagi kedua belah pihak. Bahar Ngitung, DPD RI asal Sulawesi Selatan menyampaikan bahwa peserta dapat menginventarisir masalah-masalah yang dihadapi dan usulan solusi, peningkatan kompetensi dan kualifikasi TKI, dan jadilah duta bangsa di Taiwan.

Miryam S. Haryani selaku anggota DPR RI Fraksi Hanura menginformasikan agar para TKI bisa menyampaikan ke teman-teman mereka yang akan berangkat untuk tidak memalsukan dokumen bila ingin menjadi TKI. Peningkatan keterampilan TKI yang akan diberangkatkan akan juga perlu untuk mendorong daya saing dalam berkompetisi dengan TKA lainnya.

Anggota DPR RI dari Fraksi PKB, Daniel Johan mengatakan bahwa kami akan menindaklanjuti hadirnya bidang pendidikan di KDEI. Selanjutnya Parlindungan Purba juga memberi dukungan dengan adanya kegiatan simposium yang akan diadakan oleh PPI Taiwan. Anggota delegasi akan bersedia hadir sebagai narasumber dan berharap pengurus dapat segera mengirim proposal.

Diakhir diskusi, Asril Tanjung selaku DPR RI dari Fraksi Gerindra sekaligus selaku ketua delegasi menyampaikan harapan kepada peserta untuk tetap menjaga nama baik bangsa. Sebelum kembali ke tanah air, peserta silaturahmi dan diskusi menyempatkan foto bersama dan menyantap hidangan khas Indonesia yang disediakan oleh panitia. (Red: PPI Taiwan/ Ed: Amir)

Categories
Berita PPI Negara

Bersatu dalam Kompetisi, Pelajar Indonesia se-Taiwan Antusias Ikuti Ajang PPI CUP 2016

Seperti tahun-tahun sebelumnya, Perhimpunan Pelajar Indonesia di Taiwan (PPI Taiwan) menggelar kompetisi olahraga PPI CUP yang diikuti oleh pelajar-pelajar Indonesia di seluruh Taiwan. Kompetisi olahraga ini diadakan sejak tahun 2014. Tahun ini, PPI Cup dilaksanakan di kampus National Taiwan Ocean University (國立臺灣海洋大學), Keelung, Taiwan Utara pada hari Minggu, 30 Oktober 2016.

PPI Cup merupakan program kerja divisi Sosial, Budaya, dan Kreativitas PPI Taiwan. Ada beberapa kompetisi pada kegiatan ini, yaitu kompetisi pada cabang olahraga futsal, basket (putra dan putri), badminton (tunggal putra dan putri, ganda putra dan putri, serta ganda campuran), mini marathon, dan voli campuran.

Lapangan rumput sintesis yang luas dan hijau, ditambah panorama yang menghadap langsung ke samudera, menjadi daya tarik tersendiri pada PPI Cup III ini. Karena banyaknya cabang olahraga yang dilombakan, kompetisi ini dikemas dalam jadwal yang cukup padat.

PPI Cup III dibuka pada pukul 08.00 waktu Taiwan oleh Zaenal Arifin (Wakil Ketua I PPI Taiwan). Setelah itu, seluruh peserta diarahkan menuju tempat pertandingan masing-masing. Cuaca yang berangin dan sedikit gerimis rupanya tidak mengurangi antusiasme peserta kegiatan ini.

Pembukaan PPI CUP 2016 oleh Wakil Ketua PPI Taiwan, Zaenal Arifin (Foto: Dok. PPI Taiwan)
Pembukaan PPI CUP 2016 oleh Wakil Ketua PPI Taiwan, Zaenal Arifin (Foto: Dok. PPI Taiwan)
“Ada sebanyak 63 peserta yang mengikuti PPI Cup kali ini dengan semangat. Sampai ada yang menginap di sini, seperti peserta dari Tainan, yaitu dari Taiwan Shoufu University dan dari Hualien, National Dong Hwa University (yang lokasinya jauh dari Keelung-red),” ujar Rifar Erif Lukman, Ketua Pelaksana PPI CUP 2016.

Pertandingan yang berlangsung meriah ini sempat pula menghadapi kendala karena adanya peserta yang ikut beberapa cabang olahraga. Ada pula peserta yang sempat cedera di beberapa pertandingan seperti voli dan futsal. Namun, panitia PPI Cup bisa mengendalikan kendala-kendala tersebut dengan baik sehingga PPI Cup tetap berjalan lancar.

Pengumuman pemenang masing-masing cabang olahraga serta Juara Umum ditentukan hari itu juga. Setelah kompetisi-kompetisi PPI Cup III selesai, diadakan upacara penutupan yang diikuti penyerahan piala dan ucapan tertulis oleh Ketua PPI NTOU (tuan rumah), dan segenap pengurus PPI Taiwan kepada para pemenang.

Kompetisi olahraga PPI Taiwan tahun ini mengambil Juara I, II dan III untuk masing-masing cabang olahraga kecuali Badminton Tunggal Putri hanya Juara I dan II. Universitas yang mendapatkan juara terbanyak akan menjadi Juara Umum dan menerima piala bergilir PPI Cup. Pada PPI Cup tahun ini, National Taiwan University of Science and Technology (NTUST) berhasil mengumpulkan juara terbanyak, yakni 3 juara I, 1 juara II, dan 3 juara III pada kompetisi ini, sehingga menjadi Juara Umum PPI Cup 2016.

Penyerahan gelar juara setiap cabang olahraga di PPI CUP 2016. Cabang olahraga basket putri oleh Wahyuni Puji Astiyani - perwakilan PPI Taiwan divisi Sosial, Budaya, dan Kreativitas (kiri atas), cabang olahraga Rifar Erif Lukman - ketua pelaksana PPI Cup 2016 (tengah atas), Ardilla Putri - Sekretaris PPI Taiwan (kanan atas), cabang badminton putra oleh Yusril Mukav - Sekretaris III PPI Taiwan (kiri tengah), cabang olahraga voli oleh Daniel Pasaribu (tengah), cabang olahraga mini marathon oleh Julia Veranita Sembiring - ketua PPI NTOU (kanan tengah), cabang olahraga badminton ganda campuran oleh Achmad Maulidin - PPI Taiwan divisi Sosial, Budaya, dan Kreativitas (kiri bawah), dan cabang olahraga futsal oleh Robertmi J Pinem – Sekjen PPI Taiwan (kanan bawah). (Foto: Dok. PPI Taiwan)
Penyerahan gelar juara setiap cabang olahraga di PPI CUP 2016. Cabang olahraga basket putri oleh Wahyuni Puji Astiyani – perwakilan PPI Taiwan divisi Sosial, Budaya, dan Kreativitas (kiri atas), cabang olahraga Rifar Erif Lukman – ketua pelaksana PPI Cup 2016 (tengah atas), Ardilla Putri – Sekretaris PPI Taiwan (kanan atas), cabang badminton putra oleh Yusril Mukav – Sekretaris III PPI Taiwan (kiri tengah), cabang olahraga voli oleh Daniel Pasaribu (tengah), cabang olahraga mini marathon oleh Julia Veranita Sembiring – ketua PPI NTOU (kanan tengah), cabang olahraga badminton ganda campuran oleh Achmad Maulidin – PPI Taiwan divisi Sosial, Budaya, dan Kreativitas (kiri bawah), dan cabang olahraga futsal oleh Robertmi J Pinem – Sekjen PPI Taiwan (kanan bawah). (Foto: Dok. PPI Taiwan)
Tentu saja kegiatan ini tidak mungkin dapat terlaksana dengan baik tanpa dukungan dari rekan-rekan pelajar Indonesia di Taiwan. Terima kasih kepada PPI NTOU 2016, PPI Taiwan, dan semua PPI kampus beserta pelajar Indonesia yang berpartisipasi dalam kegiatan ini, dan selamat kepada para pemenang! Sampai bertemu di PPI CUP 2017! (dwi/NZ)

 

HASIL REKAPITULASI DARI PPI CUP 2016:

Juara Umum        : National Taiwan University of Science and Technology (NTUST)

 

FUTSAL

Juara I               : National Overseas Chinese Experimental Senior High School (NOCSH)

Juara II             : PCCU

Juara III            : National Taiwan University (NTU)

 

BASKET PUTRA

Juara I               : National Taiwan University (NTU)

Juara II             : MTC

Juara III            : National Taiwan University of Science and Technology (NTUST)

 

BASKET PUTRI

Juara I               : National Taiwan University of Science and Technology (NTUST)

Juara II             : WOLVES

Juara III            : Tamkang University (TKU) ISA

 

MINI MARATON

Juara I               : National Dong Hwa University (NDHU)

Juara II             : National Taiwan University of Science and Technology (NTUST)

Juara III            : Taipei Medical University (TMU)

 

VOLI

Juara I               : National Central University (NCU)

Juara II             : National Overseas Chinese Experimental Senior High School (NOCSH)

Juara III            : National Taiwan University of Science and Technology (NTUST)

 

BADMINTON Tunggal Putra

Juara I               : National Taiwan University of Science and Technology (NTUST)

Juara II             : National Taiwan Ocean University (NTOU)

Juara III            : National Dong Hwa University (NDHU)

 

BADMINTON Tunggal Putri

Juara I               : National Dong Hwa University (NDHU)

Juara II             : Taipei Medical University (TMU)

 

BADMINTON Ganda Putra

Juara I               : Tamkang University (TKU)

Juara II             : Chung Yuan Christian University (CYCU)

Juara III            : National Taiwan University of Science and Technology (NTUST)

 

BADMINTON Ganda Putri

Juara I               : National Taiwan University of Science and Technology (NTUST)

Juara II             : Tamkang University (TKU) ISA

Juara II             : National Dong Hwa University (NDHU)

Categories
Asia dan Oseania Pojok Opini Suara Anak Bangsa

Kesaktian Pancasila : Kesenjangan Sosial dan Ekonomi Harus Dihentikan

Gerakan 30 September (G30S/PKI) adalah sebuah usaha kudeta yang dilancarkan oleh Partai Komunis Indonesia pada tanggal 1 Oktober dini hari tahun 1965 yang mengarah kepada tujuh jenderal angkatan darat yang menjadi oposisi dan kekuatan politik.

Ke tujuh jenderal itu ialah Letjen Ahmad Yani, Mayjen Raden Suprapto, Mayjen Mas Tirtodarmo Haryanto, Mayjen Siswondo Parman, Brigjen Donald Isaac Panjaitan, dan Brigjen Sutoyo Siswomiharjo, sedangkan Jenderal TNI Abdul Haris Nasution yang juga menjadi sasaran utama berhasil selamat dari upaya pembunuhan tersebut. Namun, putrinya, Ade Irma Suryani Nasution dan ajudannya, Lettu CZI Pierre Andreas Tendean tewas dalam percobaan pembunuhan itu.

Menurut Pitut Pramuji, mahasiswa National Chengchi University Taipei ini, tujuh jenderal yang menjadi korban dari partai komunis melalui gerakan penculikan kemudian pembunuhan menjadi titik sejarah penting bagi perlawanan kaum nasionalis Indonesia dan agamis yang menolak munculnya suatu gerakan komunis yang mencengkram Indonesia di masa itu.

Kemudian melalui surat perintah 11 Maret, Presiden Soekarno akhirnya memastikan dan menginstruksikan agar pergerakan partai komunis di Indonesia untuk ditumpas oleh angkatan darat melalui Jenderal Soeharto.

“Perhatian bangsa kita saat ini adalah kekhawatiran akan budaya laten komunis di Indonesia. Saya kira yang menarik adalah apa yang menyebabkan paham komunis mampu berkembang dan menarik banyak simpatisan,” ujar Pitut.

Menurutnya, isu kesenjangan sosial yang semakin melebar di tahun 1960-an hingga terjadinya usaha kudeta dari partai komunis Indonesia itu menjadi pintu masuk bagi gerakan dan paham komunisme diberbagai belahan dunia.

“Namun, yang harus diperhatikan saat ini adalah bagaimana pemerintah Indonesia menjaga agar kesenjangan sosial dan ekonomi tidak mengarah kepada munculnya gerakan komunisme baru,” pesan Pitut.

(PP/SH/F)

Page 1 of 3
1 2 3