logo ppid

Liputan Sudan, Persatuan Pelajar Indonesia di Sudan (PPI Sudan) bekerja sama dengan KBRI Khartoum-Sudan, mengadakan orientasi mahasiswa baru dan sosialisasi kekonsuleran serta pengenalan KBRI dan PPI pada hari Minggu, 11 Desember 2016. Orientasi yang bertajuk "Menjadi Pelajar Sukses dan Berprestasi" ini diselenggarakan di aula KH. Agus Salim KBRI Khartoum-Sudan. Acara turut dihadiri oleh bapak Burhanuddin Badruzzaman selaku dubes RI untuk Sudan dan Eritrea, para staff KBRI Khartoum, bapak sekretaris Kompolnas yang sedang berkunjung ke Sudan, bapak Bekto Suprapto, para pengurus PPI Sudan serta seluruh mahasiswa baru angkatan 2016.

Orientasi dimulai pada pukul 10.00 EAT dan dipandu oleh M. Hakim Al-Anshary sebagai MC. Lalu diawali dengan tilawah ayat suci Al-Qur'an yang dibacakan oleh saudara Indrawan. Setelah itu dilanjutkan dengan bersama melantunkan lagu Indonesia Raya.

Acara kemudian berlanjut dengan rentetan inti agenda orientasi mahasiswa baru. Dimulai dengan sambutan-sambutan yang terdiri dari ketua PPI Sudan, bapak Duta Besar RI untuk Sudan dan Eritrea, serta dari bapak sekretaris Kompolnas. Lalu agenda dilanjutkan dengan beberapa talkshow ringan serta perbincangan seputar kekonsuleran (pengenalan KBRI), ke-Sudanan dan ke-PPI-an.

Sambutan pertama dari ketua PPI Sudan yang disampaikan oleh saudara Saleh Aldjufri. Dalam sambutannya, ia menjelaskan tujuan utama dan pentingnya penyelenggaraan orientasi bagi mahasiswa, khususnya mahasiswa baru. Menurutnya, acara ini penting diselenggarakan untuk membantu mahasiswa secara umumnya dalam pengenalan fungsi dan peran KBRI dalam kelangsungan belajar di Sudan. Serta sekaligus sebagai wadah pembaharuan niat agar kelak dapat menjadi mahasiswa yang sukses dan berprestasi.

"Penyelenggaraan orientasi ini bertujuan untuk membantu para mahasiswa pada umumnya dan mahasiswa baru pada khususnya, agar mereka dapat menjadi mahasiswa yang berprestasi dan sukses. Serta dapat lebih mengenal hal-hal yang berkenaan dengan ke-KBRI-an," papar Saleh dalam sambutannya.

img-20161213-wa0009-1Sambutan selanjutnya disampaikan oleh Bapak Dubes, Drs. Burhanuddin Badruzzaman. Beliau mengucapkan selamat atas kedatangan mahasiswa baru di bumi Sudan. Beliau juga berpesan untuk senantiasa menjaga diri dan bersungguh-sungguh dalam menuntut ilmu.

"Selamat datang di negeri Sudan, saya kagum dengan (jumlah) kedatangan kalian di Sudan ini. Jaga diri baik-baik terutama masalah keamanan. Jangan lupa untuk pintar-pintar dalam membagi waktu dan belajar, agar kelak menjadi mahasiswa yang cerdas dan berprestasi. Negara kita membutuhkan kalian untuk pulang ke tanah air dan turut membangun Indonesia. Jangan lama-lama disini, (kalau bisa) cepat pulang," terang Bapak Dubes.

Beliau juga mengibaratkan negeri Sudan ini bagaikan intan yang belum digosok. Karena sejatinya banyak potensi yang dimiliki negara bantaran dua Nil ini yang belum dimaksimalkan oleh pemerintah setempat. "Sudan yang musimnya panas dan panas sekali ini sejatinya bagaikan intan yang belum digosok. Ternyata negeri ini jauh lebih indah dari yang kalian bayangkan sebelum ke Sudan," ujarnya kembali dengan diiringi candaan khas beliau.

Usai sambutan dari Bapak Dubes, sambutan terakhir disampaikan oleh bapak sekretaris Kompolnas, Bapak Bekto Suprapto. Beliau menyampaikan kesan ketika pertama kali berada di Suda serta menjelaskan tugas beliau di bumi dua Nil ini. Beliau juga berpesan kepada para mahasiswa untuk tidak menelan mentah-mentah berita dari media. Melainkan dipastikan dahulu kebenarannya. "Kesan pertama saya bagi Sudan, penduduknya sangatlah ramah dan pemaaf. Tugas kami disini adalah untuk melindungi WNI yang berada disini dengan segala profesinya," terang beliau.

"Pesan saya, ketika membaca berita dari medsos jangan langsung ditelan, karena tidak semuanya benar. Maka jadi mahasiswa haruslah kritis," pesan Pak Bekto.

img-20161213-wa0013-1Acara kemudian dilanjutkan dengan break sejenak dengan salat dhuhur dan makan. Usai break, orientasi kembali dilanjutkan dengan talkshow sosialisasi ke-KBRI-an yang dinarasumberi oleh Home Staff KBRI Khartoum, bapak Djumara dan bapak Asraruddin Salam. Dalam talkshow ini dikupas semua hal yang berkaitan dengan tugas, fungsi dan peran KBRI. Di penghujung talkshow disediakan forum tanya-jawab bagi para mahasiswa.

Kemudian acara berlanjut dengan talkshow tentang ke-Sudanan yang dimoderatori oleh saudara Fahrurrozi dan dinarasumberi oleh saudara Saleh Aldjufri dan Reza Azhari. Dan dilanjutkan sosialisasi seputar ke-PPIan yang dinarasumberi oleh saudara Kiagus Ahmad Firdaus. Dalam kesempatan ini, ia menjelaskan semua hal seputar keorganisasian, fungsi dan peran PPI bagi para mahasiswa.

Orientasi kali ini diakhiri dengan pemilihan ketua mahasiswa baru angkatan 2016. Saudara Dehya Alqalbi Merupakan ketua terpilih. Usai pemilihan ketua angkatan, kemudian acara ditutup pada pukul 17.00 EAT. (Red, faiz / Ed, pw)

img-20161213-wa0007

PPI Sudan - Departemen Olahraga Persatuan Pelajar Indonesia di Sudan (DEPORA PPI Sudan) berhasil mengadakan Indonesian Futsal Cup (IFC) 2016 yang berlangsung selama 10 hari. Kegiatan ini digelar di Khartoum, Sudan.

Kegiatan yang dibuka sejak (11/11) dan berakhir pada tanggal 20 November 2016 ini dilaksanakan tidak bertepatan dengan waktu kuliah. Hal tersebut ditujukan agar aktifitas studi warga negara Indonesia di Sudan yang sebagian besarnya merupakan mahasiswa tidak terganggu.

10 tim ikut berpartisipasi dalam ajang kali ini. Warung Bambu FC keluar sebagai juara pertandingan dengan hasil sengit melalui drama adu pinalti melawan Saboora FC.

Ghiffari Arridlo selaku ketua pelaksana mengaku gembira dapat mengadakan IFC di Sudan. Selain bertujuan untuk mempererat silaturrahim antar warga negara Indonesia di Sudan, ajang ini juga mewadahi minat dan kratifitas warga negara Indonesia yang ada di Sudan.

"Alhamdulillah, kami merasa senang bisa mengadakan acara seperti ini, meski terdapat banyak kendala dalam pelaksanaanya. Semoga acara ini bisa terus diadakan PPI setiap tahunnya," papar mahasiswa International University of Africa itu. (FA/AA)


Galeri:

img-20161121-wa0021 img-20161121-wa0022 img-20161121-wa0023 img-20161121-wa0024 img-20161121-wa0025 img-20161121-wa0026 img-20161121-wa0027 img-20161121-wa0028 img-20161121-wa0029 img-20161121-wa0030 img-20161121-wa0031

Liputan Sudan, Ikatan Mahasiswa Indonesia International University of Africa (IMI IUA) bekerja sama dengan Persatuan Pelajar Indonesia di Sudan (PPI Sudan) beserta Panitia Peringatan 50 tahun IUA bagian tsaqofah mengadakan acara "Indonesian Cultural Night" yang diadakan di Africa Conference Hall IUA, Sabtu 29/10/2016.

Event yang berisikan performance dari berbagai adat khas Indonesia ini ditampilkan oleh para mahasiswa Indonesia di Sudan. Selain dalam rangka mempromosikan budaya Indonesia, event ini juga diselenggarakan untuk memeriahkan peringatan 50 tahun berdirinya International University of Africa, salah satu universitas di Sudan.

Dimulai tepat pada pukul 21.00 EAT, acara yang dibawakan oleh saudara Muhammad Ruhiyat Haririe dan Rif'at Mubarak ini diawali dengan tilawah Al-Qur'an yang dilantunkan oleh Muhammad Vega Satria kemudian dilanjutkan dengan sambutan-sambutan. Sambutan pertama dari ketua IMI IUA yang disampaikan oleh Abidurrahman Shibghatullah. Ia menyampaikan apresiasi atas dukungan pihak universitas untuk memfasilitasi jalannya acara. Ia juga bangga akan progres dan usaha universitas untuk terus memajukan mutu pendidikan dan SDM para mahasiswanya.

Penyerahan plakat.

Penyerahan plakat.

"Ini menjadi awal yang baik bagi kita untuk membuktikan bahwa universitas kita ini terus berusaha untuk memajukan mutu akademis dan skill kita. Maka marilah kita dukung terus progres ini dan kita majukan bersama universitas kita ini," kata Abid dalam sambutannya.

Sambutan selanjutnya disampaikan oleh Duta Besar RI, Drs. Burhanuddin Badruzzaman. Pada kesempatan kali ini, ia kembali mengungkapkan rasa bangganya akan dinamika mahasiswa Indonesia di Sudan. Beliau sangat mengapresiasi semangat dan usaha para mahasiswa, karena meskipun terlilit keterbatasan fasilitas, mereka tetap dapat menyelenggarakan event yang edukatif dan bermanfaat. Selain itu, Burhanuddin juga mengapresiasi pihak universitas atas bimbingan serta pembinaan yang telah diberikan universitas kepada para mahasiswa.

"Kami sebagai pribadi dan perwakilan pemerintahan Indonesia berterima kasih atas usaha yang dilakukan pihak universitas dalam mengayomi anak-anak kami. Kami juga menitipkan para mahasiswa agar tetap dibimbing dan dibina," ujar pria asli Yogyakarta ini.

 

Pembukaan acara secara simbolis melalui pemotongan nasi tumpeng.

Pembukaan acara secara simbolis melalui pemotongan nasi tumpeng.

Acara lalu dilanjutkan dengan pembukaan secara simbolis lewat prosesi pemotongan nasi tumpeng yang diserahkan kepada Direktur Islamic Center dan Dekan Kemahasiswaan. Didampingi oleh ketua Departemen kegiatan, ketua IMI dan ketua PPI Sudan.

Penampilan Acapella.

Penampilan Acapella.

Dalam kesempatan kali ini, para mahasiswa menampilkan berbagai macam performance seperti Tari Ya Saman, pengenalan pakaian-pakaian adat Indonesia, Drama, Puisi oleh Usyaqqi, Acapella, Solo Angklung oleh Kiagus Ahmad Firdaus, Pencak Silat dan juga Hadroh yang ditampilkan oleh tim hadroh PCINU Sudan.

Drama

Drama tentang toleransi dan keberagamaan.

Adapun pengenalan pakaian-pakaian adat, para mahasiswa dalam kesempatan ini mengenalkan pakaian-pakaian adat milik beberapa provinsi besar di Indonesia, seperti Aceh, Sumatera Utara, Riau, Sumatera Selatan, Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah dan Sulawesi Selatan. Sedangkan penampilan drama, para mahasiswa memeragakan drama tentang toleransi dan keberagaman latar belakang agama penduduk Indonesia.

Peragaan busana adat nusantara.

Peragaan busana adat nusantara.

Disela-sela penampilan, panggung eksibisi juga diisi dengan penayangan video "Wonderful Indonesia" yang juga bertujuan untuk mempromosikan destinasi-destinasi wisata di Indonesia yang terkenal endemik serta eksotik. Lalu diisi dengan pidato yang disampaikan oleh Direktur Islamic Center, Dr. Ahmad Zein. Ia mengucapkan terimakasih kepada para mahasiswa dan pihak pemerintah Indonesia atas inovasi ini. Ahmad juga berharap semoga penampilan kultural dari berbagai negara semacam ini dapat disiarkan media nasional atau internasional.

Penampilan alat musik angklung.

Penampilan alat musik angklung.

Acara kemudian kembali berlanjut dengan penampilan angklung dari Kiagus Ahmad Firdaus dan Reza Azhari. Mereka menampilkan lantunan lagu My Heart Will Go On milik Celine Dion lewat nada-nada angklung. Pada penampilan angklung, yang memang merupakan alat musik asli Indonesia ini para penonton terlihat begitu antusias. Terlebih setelah penampilan angklung, acara dilanjutkan dengan penampilan tim pencak silat tapak suci Sudan. Penonton dibuat berdecak kagum dengan atraksi-atraksi, demo jurus tangan kosong dan menggunakan alat serta praktek pernafasan. Aula terasa ramai ketika penonton dalam beberapa momen berteriak histeris ketika adegan pecah belah dan sparing terikat (duel).

Penampilan pencak silat oleh

Penampilan tim Pencak Silat Tapak Suci, Sudan.

Para penonton dalam acara

Para penonton dalam acara Indonesia Cultural Night.

Di penghujung acara, Dr. Ahmad Rayyah selaku Ketua Dekan Kemahasiswaan yang bertanggung jawab atas segala kegiatan mahasiswa menyampaikan pidatonya dan menyampaikan ucapan terima kasih kepada warga Indonesia. Ia senang karena mahasiswa Indonesia telah membuktikan bahwa mereka dapat menjadi yang terbaik dalam segi akademis dan akhlak. Rayyah berharap agar para mahasiswa Indonesia dapat menjadi perekat umat Indonesia dan dapat bersatu meski dengan keberagaman yang majemuk. Pidato beliau sekaligus menutup rentetan acara Indonesian Cultural Night ini.

Acara usai pada pukul 23.20 EAT dan diakhiri dengan foto bersama yang diikuti oleh Duta Besar, Dekan Kemahasiswaan, Direktur Islamic Center, ketua departemen kegiatan, Dewan Pembimbing IMI, local dan home staff KBRI, Ketua IMI dan Ketua PPI Sudan.

(FA/F)

Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Sebelas Maret (BEM UNS) bekerjasama dengan Perhimpunan Pelajar Indonesia se-dunia (PPI Dunia) mengadakan Sebelas Maret Education Fair (SEF UNS) pada tanggal 23 Oktober 2016 di Aula Fakultas Hukum UNS, Surakarta.

Acara ini dimulai sejak pukul 09.00 WIB pagi yang terdiri dari rangkaian talkshow menarik dan expo beasiswa. Talkshow ini dihadiri oleh 3 nara sumber yang luar biasa yaitu Intan Irani (Ketua PPI Dunia 2016/2017), Andy Setiawan, dan Aditya Very Cleverina. Diwaktu yang bersamaan, acara expo beasiswa ini juga dimeriahkan oleh beberapa lembaga dan organiasi yang bergerak dibidang bantuan pendanaan pendidikan, seperti LPDP, Sahabat Beasiswa chapter Solo, Inspira, PPI Dunia, Djarum, beasiswa Bank Indonesia, Dll.

img-20161023-wa0013

Sdri. Intan Irani, Ketua PPI Dunia, (dua dari kanan) sebagai nara sumber SEF UNS 2016

Di acara SEF UNS 2016 kali ini, PPI Dunia diwakili langsung oleh ketua PPI Dunia sdri. Intan Irani, PPI Filiphina, PPI Sudan, PPI Jerman, dan PPI Tiongkok. Hal ini juga merupakan realisasi program terbaru yang sedang digalakkan oleh PPI Dunia, yaitu Festival Luar Negeri. Sebelumnya, PPI Dunia juga bekerjasama dengan BEM UNSOED mengadakan Festival of Study Abroad (FOSA) pada 8 Oktober yang lalu.

Dengan mengusung tema "Inspirasi anak negeri untuk mimpi nyata Indonesia", diharapkan para peserta yang hadir di acara SEF UNS 2016 bisa termotivasi untuk menjadi mahasiswa yang berprestasi dan bisa melanjutkan pendidikan S2-nya di luar negeri sesuai dengan mimpi kebanyakan mahasiswa Indonesia.

(Red: Faiz/ Ed: Amir)

Sudan (12/09), PPI Sudan menyelenggarakan 'Kurban Berkah' dalam rangka memperingati Hari Raya Idul Adha tahun ini. Acara ini diselenggarakan selama dua hari (12-13/09) di Sekretariat PPI Sudan, Khourtoum.

Acara yang dimulai pukul 11.30 EAT ini dihadiri langsung oleh Bapak Duta Besar RI untuk Sudan dan Eritrea, Bapak Drs. Burhanuddin Badruzzaman beserta istri dan keluarga. Pada hari raya qurban tahun ini, beliau ikut menyemarkaannya dengan turut serta menyumbangkan seekor sapi kepada PPI Sudan.

img-20160913-wa0021

Melihat tingginya tingkat antusias masyarakat Indonesia dalam berqurban, Bapak Duta Besar RI untuk Sudan dan Eritrea, Bapak Drs. Burhanuddin Badruzzaman ikut menanggapi dan mengapresiasi kegiatan tahunan ini dengan penuh rasa antusias dan kebahagiaan.

"Saya sangat berbahagia melihat perkembangan PPI Sudan semakin tahun semakin baik sehingga masyarakat Indonesia di Sudan maupun di luar Sudan semakin percaya untuk menyalurkan hewan kurbannya melalui PPI Sudan. Semoga PPI Sudan dapat terus menebarkan maslahat bagi seluruh elemen masyarakat Indonesia di Sudan maupun masyakarat lainnya di seluruh penjuru dunia".

Total hewan kurban yang diterima oleh panitia pada tahun ini sebanyak enam ekor sapi dan 10 ekor kambing. Seekor sapi dari Bapak
Duta Besar yang merupakan sapi terbesar dengan bobot 700 kg, seekor sapi untuk mahasiswa Indonesia yang merupakan dari Petronas, dan seekor sapi dari KNRP (Komite Nasional Untuk Rakyat Palestina).

Setelah prosesi penyembelihan, Panitia mendistribusikan daging hasil qurban kepada seluruh mahasiswa Indonesia yang ada di Sudan, seluruh elemen masyarakat Indonesia yang ada di Sudan, serta fakir miskin Sudan yang bermukim di sekitar wilayah Khartoum.

sudan

"Kami berharap qurban ini betul-betul menjadi ajang pemersatu umat sekalihus silaturrahmi antara masyarakat Indonesia, mahasiswa Indonesia dan warga Sudan. Hal ini terlihat dari bagaimana partisipasi masyarakat dan teman-teman mahasiswa Indonesia dalam kegiatan pemotongan hewan qurban kali ini", ujar Fahrurrozi, ketua pelaksana kegiatan Qurban berkah tahun ini.

Tak lupa Fahrurrozi pun mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah menyukseskan acara qurban kali ini. Atas nama panitia, ia berterima kasih pula kepada seluruh pihak yang telah memberikan kepercayaannya kepada PPI Sudan sebagai tempat untuk menyalurkan hewan qurban mereka pada tahun ini. Dan beliau pun mendoakan semoga para peserta qurban diterima kurbannya dan dijadikan sebagai tunggangan terbaik kelak di hari akhir. (FA/AJU)

Liputan Bogor, Ini merupakan kali ke dua PPI Kawasan Timur Tengah dan Afrika menyelenggarakan kegiatan orientasi Perguruan Tinggi di pesantren yang ada di Indonesia. Orientasi perdana yang mengusung tema "Orientasi Perguruan Tinggi Arab Saudi, Tunisia dan Timur Tengah" ini diselenggarakan di Pondok Pesantren Darunnajah 2 Cipining, 9 Dzulhijjah 1437 H/10 September 2016.

Acara dimulai dengan pembukaan dan sambutan oleh Kepala Biro Sumber Daya Manusia Pesantren Darunnajah 2 Cipining, Al-Ustadz Mustafa Zahir, Lc, yang kemudian dilanjutkan dengan pemaparan tentang tema diatas oleh kedua narasumber yang telah diundang yaitu Muammar Kadafi, Lc, PPI Tunisia dan Imam Khairul Annas, PPMI Arab Saudi. Peserta dan para tamu undangan dalam acara ini adalah santriwan dan santriwati kelas 4, 5, 6 TMI (kelas 10, 11, 12) beserta guru pengabdian tahun pertama dan tahun kedua, dengan jumlah keseluruhan peserta orientasi mencapai 700 orang.

 

Pemberian materi

Pemberian materi

Pada kesempatan tersebut, ketua umum PPMI Arab Saudi 2015/2016, Imam Khairul Annas bertindak sebagai narasumber pertama mempresentasikan tentang perkuliahan di Arab Saudi dan sistem perkuliahan di beberapa negara yang ada di kawasan Timur Tengah dan Afrika.

"PPI Kawasan Timur Tengah dan Afrika ini sendiri terdiri dari 14 PPI Negara yaitu PPMI Pakistan, IPI Iran, PPI Uni Emirat Arab, PPMI Arab Saudi, PPI Yaman, HPMI Yordania, PPI Lebanon, PPI Damaskus, PPMI Mesir, PPI Sudan, KKMI Libya, PPI Tunisia, PPI Maroko dan PPI Afrika Selatan. Masing-masing PPI memberikan informasi tentang sistem perkuliahan, beasiswa yang tersedia, dan kegiatan mahasiswa Indonesia yang tergabung dalam PPI melalui website dan media sosialnya masing-masing" papar Imam.

"Sedangkan beberapa keuntungan melanjutkan studi di Arab Saudi sendiri adalah tersedianya beasiswa penuh bagi beberapa mahasiswa asing dan lokal, situasi yang aman dan kondusif serta kesempatan untuk menunaikan ibadah haji dan umrah", ujar Imam yang saat ini sedang melanjutkan studinya di Universitas Islam Madinah, Arab Saudi.

Selain itu Imam yang telah menyelesaikan tugasnya sebagai Koordinator PPI Kawasan Timur Tengah dan Afrika pada Juli lalu juga menambahkan bahwasannya belajar di kawasan Timur Tengah dan Afrika memiliki tradisi yang unik di masing-masing negara. Sebagai contoh adalah Pakistan yang terkenal akan Bahasa Urdunya yang kental. Sehingga jika mahasiswa asing belajar di Pakistan maka mereka juga diharuskan belajar Bahasa Urdu selain Bahasa Inggris.

Peserta Seminar

Peserta Seminar

Selanjutnya seminar kedua dilanjutkan oleh Muammar Kadafi, Lc, Ketua PPI Tunisia 2015/2016. Muammar menjelaskan tentang tiga point penting ketika belajar di Tunisia, yaitu Cara, Tantangan, dan Keuntungan. Cara mendaftar menjadi mahasiswa baru di Tunisia sendiri tidak jauh berbeda dengan negara-negara lain pada umumnya. Di Tunisia sendiri juga memiliki standard nilai minimum yang harus dipenuhi oleh masing-masing calon mahasiswa beserta beberapa dokumen penting yang harus dilengkapi untuk dapat diproses di bagian admission.

"Seperti halnya mendaftarkan ke universitas pada umumnya berkas yang dibutuhkan juga tidak jauh berbeda, dan adik-adik bisa langsung membaca panduan studi di Tunisia yang sudah tersedia dalam website kami www.ppitunisia.org," ungkapnya mengawali point pertama.

Berlanjut ke point kedua, Muammar menjelaskan tentang beberapa tantangan yang akan dihadapi oleh mahasiswa asing di Tunisia serta solusi menghadapinya. Disesi ini, banyak sekali hal-hal teknis yang tidak terdapat dalam buku panduan kuliah di Luar Negeri. Sehingga sesi ini merupakan sesi yang paling penting kaitannya dengan tantangan dan rintangan selama belajar di negeri orang.

Kemudian point ketiga, Muammar juga menjelaskan tentang beberapa keuntungan kuliah di Tunisia. Salah satunya adalah bahasa. "Bahasa adalah keuntungan yang pertama, selain adik-adik bisa mempraktekkan bahasa Arab yang sudah lebih dahulu dipelajari di pesantren, juga bisa menambah satu bahasa lain yaitu Bahasa Perancis jika memang memiliki kecintaan dalam bahasa," tuturnya dengan lugas.

Ia juga menambahkan bahwa Bahasa adalah signal pertama bagi seseorang itu berilmu pengetahuan yang tinggi dan merupakan salah satu ilmu para Nabi. "Keuntungan yang kedua adalah bisa melihat langsung Sejarah Peradaban Islam yang ada di Tunisia, seperti halnya Jami' Uqbah ibn Nafi', Jami' Az-Zaytunah, jejak sejarah Pakar Sosiolog ternama Ibnu Khaldun dll," ucap Kadafi.

Sedangkan keuntungan yang ketiga yaitu dapat merasakan sistem pendidikan yang sangat baik, muai dari metodologi penulisan, penelitian, dan lingkungan yang mendukung untuk belajar.

Setelah sekian jam pemaparan dari kedua nara sumber diatas maka acara pun dilanjutkan dengan sesi tanya jawab baik dari para peserta dan tamu undangan. Pada akhir acara tersebut, cindera mata diberikan kepada narasumber dan diakhiri dengan foto bersama. (Red, Muammar&Imam/Ed, Amir)

WhatsApp Image 2016-08-25 at 15.41.45Liputan Jakarta, Perwakilan Perhimpunan Pelajar Indonesia Sedunia (PPI Dunia) mendatangi kantor NET TV pada hari Rabu 24 Agustus 2016 lalu. Para pelajar Indonesia yang datang dari berbagai negara ini mengadakan pertemuan ekslusif dengan pihak NET TV dengan tujuan mempererat hubungan antara PPI Dunia dengan NET TV.

Acara yang berlangsung selama 4.5 jam ini dihadiri oleh dua puluh satu pelajar PPI dari 10 perwakilan PPI Negara yaitu Italia, Russia, Jerman, Sudan, Maroko, Yordania, Saudi Arabia, Turki, Pakistan, Tunisia. NET TV manghadirkan dua belas personilnya yang tergabung dalam tim NET CJ (Citizen Journalist) beserta CEO dari pihak NET TV sendiri yaitu bapak Wishnutama.
WhatsApp Image 2016-08-25 at 18.10.49

Harapan dari diskusi kali ini adalah supaya PPI Negara ikut berkontribusi untuk memajukan PPI Dunia, turut membantu
dalam hal apapun untuk kemajuan negara serta memberikan semangat yang positif sebagai pelajar Indonesia yang belajar di luar negeri.
Dalam pertemuan yang penting ini para pelajar tersebut juga mendapatkan beberapa masukan dari Bapak Wishnutama. "Pelajar Indonesia harus menjadi pribadi yang selalu terbuka dan menghormati budaya di negara orang agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan ke depannya," tegas Bapak Wishnutama.

WhatsApp Image 2016-08-25 at 18.10.33NET TV akan selalu mensupport PPI Dunia dalam bidang siaran dan video. PPI Negara dapat memanfaatkan siaran dan video sebagai platform untuk publikasi. Selain itu PPI Negara juga dapat menyampaikan aspirasinya melalui platform tersebut. "Pelajar Indonesia harus memanfaatkan hubungan yang baik ini melalui PPI Dunia karena akan berguna untuk masa depan," jelas bapak Wishnutama. (Red, Wanda, Ed, PW)

 

Khartoum, pada hari Sabtu 6 Agustus 2016 PPI Sudan mengadakan Grand Opening Nusantara Games 2016. Acara ini merupakan perhelatan olahraga akbar seluruh elemen masyarakat Indonesia yang berada di Sudan. Bertempat di GOR Naja Shaleh Khartoum, acara ini dihadiri oleh sebagian besar WNI yang terdiri dari TKI dan TNI yang sedang berdinas di Khartoum serta segenap staff KBRI Sudan bersama mayoritas mahasiswa Indonesia yang belajar di Sudan.

Pada pukul 09.00 EAT acara diawali dengan tilawah ayat suci Al-Qur'an oleh Aginanjar Wahyunijaya sebagai perwakilan dari PPI Sudan. Kemudian acara lalu dilanjutkan dengan sambutan dari ketua panitia Nusantara Games 2016, penanggung jawab sementara PPI Sudan, serta Duta Besar RI untuk Sudan dan Eritrea yaitu Drs. Burhanuddin Badruzzaman.

IMG-20160807-WA0000Firman Hadiansyah selaku ketua panitia Nusantara Games 2016 melaporkan seluruh detail konsep kegiatan dalam sambutannya. Ia berharap agar NG2016 ini tidak hanya sebagai sarana olahraga, tetapi juga sebagai sarana pemersatu dan silaturrahim antar WNI di Sudan.

"Olahraga bukan hanya menyangkut jasmani, namun juga sebagai benang yang dapat menyambungkan satu dengan yang lainnya. Semoga dengan kegiatan ini silaturrahim dapat terwujud dan kita mampu membangun negeri bersama-sama," ujar Firman.

IMG-20160807-WA0003Kemudian acara dilanjutkan dengan sambutan dari wakil ketua PPI Sudan yaitu Kiagus Ahmad Firdaus. Mahasiswa yang baru saja terpilih sebagai koordinator PPI regional Afrika dan Timur Tengah ini memberikan apresiasi penuh atas kontribusi panitia yang mayoritas justru berstatus sebagai mahasiswa baru di Sudan.

"Saya bangga karena panitia yang merupakan mahasiswa-mahasiswa baru di Sudan ini justru memiliki spirit dan ide-ide yang fresh untuk menyukseskan NG2016. Semoga dengan ini bisa lebih mendongkrak prestasi PPI Sudan yang saat ini telah menjadi salah satu PPI teraktif. Selamat berkontribusi!" jelas Kiagus dalam sambutannya.

Sambutan terakhir dari Duta Besar RI untuk Sudan dan Eritrea, bapak Drs. Burhanuddin Badruzzaman. Beliau mengapresiasi prestasi dan kegiatan PPI yang semakin berkembang dan bermanfaat dari waktu ke waktu. Beliau sangat bangga dan terharu dengan laporan panitia dan sambutan dari wakil ketua PPI Sudan. "Saya tidak dapat menyembunyikan perasaan bangga," ujar Pak Burhan.

IMG-20160807-WA0002

"Hari ini kita mulai kegiatan kita dengan olah raga, olah hati dan olah otak. Karena ketika semuanya dijadikan satu, akan muncul sebuah produk. Untuk memiliki jiwa, mental, karakter dan hati yang sehat dibutuhkan jasmani yang prima. Niat silaturrahim harus didukung dengan kreasi dan inovasi. Dalam momen ini, selain fisik, kita tingkatkan juga kualitas pikiran, moralitas dan mental kita. Dan jangan lupa sebagai muslim, mari kita luruskan niat agar segala hal bernilai ibadah di mata Allah Ta'ala," tutup Pak Burhan.

Setelah sambutan, kemudian acara dilanjutkan dengan pembukaan Nusantara Games secara simbolis yang dipimpin langsung oleh Pak Burhan. Setelah itu semua foto bersama. Dengan ini acara Grand Opening Nusantara Games 2016 ditutup. (Red, Faiz, Editor, PW)

GBR

Liputan Sudan, Jumat (27/05/2015) Telah diselenggarakan pelantikan pengurus baru Persatuan Pelajar Indonesia (PPI) Sudan masa bakti 2016-2017 yang bertempat di Aula KH. Agus Salim KBRI Khartoum.

Acara dibuka dengan pembacaan ayat suci al-Quran oleh Yahya Ayyas mahasiswa Universitas al-Quran al-Karim, kemudian disusul dengan sambutan-sambutan yang disampaikan oleh Ahmad Mujahid ketua MPA, Bapak Erwin Siddiq ketua Pensosbud KBRI Khartoum dan Bapak Burhanuddin Badruzzaman Duta Besar Republik Indonesia untuk Sudan dan Eritrea.

Dalam sambutannya, Bapak Burhanuddin Badruzzaman sangat mengapresiasi PPI Sudan yang mengalami progres dari waktu ke waktu. Beliau juga menegaskan bahwa KBRI akan berdiri sebagai ayah atau sebagai partner bagi mahasiswa Indonesia di sudan.

Pelantikan dewan Pengurus PPI Sudan dipimpin oleh ketua Majelis Musyawarah Anggota (MPA PPI Sudan) Ahmad Mujahid dan pembacaan sumpah oleh Hudzaifah Al-Hazmi yang diikuti puluhan pengurus baru. Selanjutnya Saleh AldJufri Ketua PPI 2016-2017 melantik Badan Otonom PPI Sudan yang terdiri dari El-Nilein,Badan Koperasi dan Usaha (BKU), Kepala Rumah Tangga(KRT) dan Persatuan Pelajar Putri Indonesia (PPPI) Sudan yang dikoordinatori oleh Farah Laa Ghibah.

IMG-20160528-WA0020

Setelah pelantikan, ketua PPI Sudan Saleh Aldjufri maju memberikan sambutannya, dalam sambutannya, Saleh menyampaikan apresiasi setinggi tingginya kepada pengurus baru yang mayoritasnya masuk ke dalam kepengurusan tahun ini atas dorongan pribadi melalui Open Recruitment. Semoga kita memiliki itikad baik untuk kemajuan PPI Sudan sebagai representasi pelajar Indonesia yang ada di Sudan, agar lebih bermanfaat , menjadi solusi, dan figur yang teladan bagi kita semua.

Saleh juga menegaskan visi misnya yaitu terbentuknya PPI yang Religius, Berkualitas, Berkarakter, dan mengayomi seluruh anggota PPI Sudan atas dasar ikhlas beramal karena Allah. Mari bersama kita bawa PPI ke arah yang lebih baik sebagai ladang abdi diri kepada tanah air tercinta Indonesia. Dengan motto One Team, One Goal, One Spirit bersama kita buka lembaran baru untuk PPI Sudan yang lebih berjaya dan mandiri.

Pengurus baru yang dipimpin oleh Saleh Aldjufri dan Kiagus Ahmad Firdaus sebagai wakil ketua ini memiliki departemen baru yaitu Departemen Seni dan Budaya yang diamanahkan kepada Reza Azhari.

Di akhir acara, Chairil Amal selaku pembawa acara mempersilahkan Ketua PPI Sudan 2015-2016 (Demisoner) Kausar Afdhal Ismail untuk memberikan pesan dan nasehat sekaligus membacakan doa sebagai penutup acara pelantikan. (Red. AS)

Copyright © 2021 PPI Dunia
All rights reserved
Mayapada Tower 1, Lt.19, Jl. Jend. Sudirman, Kav. 28
Jakarta Selatan 12920