Categories
Eropa dan Amerika PPI Negara

Atase Perdagangan Indonesia untuk Spanyol Novita Sari Berharap Pelajar dan Diaspora Menjadi Mesin Ekspor Nasional

Webinar PPI Spanyol dengan Atase Perdagangan Novita Sari
Peserta Webinar PPI Spanyol bersama Atase Perdagangan Indonesia untuk Spanyol Novita Sari

Spanyol, 30 September 2020 – Ditengah tengah ketidak pastian kondisi ekonomi dunia, KBRI Madrid dan PPI Spanyol menggelar Webinar bertajuk Menjadi Pengusaha di Spanyol untuk mendorong pelajar dan diaspora Indonesia agar bisa menjadi duta promosi produk Indonesia. 

Atase Perdagangan Indonesia untuk Spanyol, Novita Sari, mengaku bangga terhadap antusias warga untuk menumbuhkan bibit bibit entrepreneurship sekaligus berharap untuk menaikan kapasitas dan neraca ekspor Indonesia ke Spanyol.

Selain itu, lanjut Novita Sari, produk makanan justru mengalami peningkatan yang sangat signifikan dengan pertumbuhan 600%, termasuk diantaranya kopi. Momen ini seharusnya bisa dioptimalkan lebih lanjut, terutama bagi para pelaku usaha kecil dan menengah.

Tak cuma dari Novita Sari, hadir juga Kepala Indonesian Trade Promotional Centre (ITPC), Puri Listiyani dan perwakilan dari Centre for the Promotion of Imports from developing countries (CBI) Belanda, Dika Rinakuki. Dalam presentasi nya, Puri Listiyani mengatakan bahwa pihaknya akan terus membantu dan memfasilitasi pengusaha muda dalam bentuk market intelligence. Lebih lajut, Dika Rinakuki mengatakan bahwa CBI Belanda akan terus berupaya agar produk Indonesia dapat bersaing dengan produk dari negara lain.

Apresiasi terhadap acara ini juga disampaikan ketua komisi Pendidikan PPI Spanyol, Rizky Lasabuda. Sebagai pelajar Indonesia di Spanyol, dia mengaku merasa senang karena support yang diberikan KBRI Madrid kepada WNI di Spanyol sangat besar. “Semoga kedepan nya akan ada lebih banyak pengusaha muda Indonesia di Spanyol” tuturnya.

Categories
Eropa dan Amerika PPI Dunia PPI Negara Seni & Olahraga Travel & Kuliner Wawasan Dunia

Menikmati Museum-Museum Sepak Bola di Spanyol

Kemeriahan Piala Dunia 2018 mendorong saya untuk berbagi pengalaman ‘football traveling’ di museum-museum sepak bola di Spanyol. Siapa tahu rekan-rekan sekalian berminat untuk berkunjung dan menikmati sejarah sepak bola di negeri Raja Felipe ini.

Salah satu klub sepak bola terkaya, tersukses, paling terkenal dan ter- ter- lainnya di dunia adalah FC Barcelona. Anda mungkin menikmati kota ini dengan mengunjungi Sagrada Familia, katedral mahakarya arsitek terkenal, Antoni Gaudi. Juga dengan menikmati berjalan-jalan di Passeig de Gracia atau Plaza Catalunya sekaligus berbelanja produk-produk bermerk ternama. Namun, Anda wajib berkunjung ke museum FC Barcelona meskipun tidak terlalu ngefans dengan sepak bola.

Pengunjung berfoto di sudut Camp Nou

Di museum Barcelona, yang paling membuat kagum adalah betapa pintarnya manajemen klub sepak bola Barcelona mengemas passion manusia terhadap sepak bola menjadi sebuah experience yang luar biasa. Begitu menjejakkan kaki di ruangan pertama museum, nuansa heroik para legenda hidup Barça sudah terasa. Ratusan trofi yang pernah dimenangi klub Catalan tersebut sejak tahun 1900-an tersimpan rapi di susunan rak-rak dengan pintu kaca. Enam trofi yang dimenangi sekaligus pada tahun 2009 disimpan terpisah, menandakan betapa spesialnya tahun tersebut karena merupakan prestasi monumental yang sukar diulangi oleh klub sepak bola mana pun.

Dengan tur berlabel ‘The Camp Nou Experience’ seharga 25 euro, Anda juga bisa melihat-lihat ke dalam ruang ganti Lionel Messi dan kawan-kawan, berfoto di pinggir hijaunya rumput lapangan atau bahkan duduk-duduk di tribun Camp Nou. Singkatnya, Anda bisa membayangkan sensasi berada di 90.000 ribu lebih penonton di stadion ini sendiri yang merupakan stadion dengan kapasitas terbanyak di Eropa.

Museum FC Barcelona bukan satu-satunya arena pertunjukan sepak bola akbar di Spanyol. Tentu saja kita tak boleh melupakan Real Madrid, klub penguasa Eropa dalam tiga tahun terakhir. Di Stadion Santiago Bernabéu, harga  untuk tiket museum klub terbesar di dunia tersebut juga mirip-mirip dengan Barcelona, sekitar 20-25 euro.

Stadion Santiago Bernabéu di Madrid

Real Madrid dan Barcelona memang bersaing dalam urusan sport-tourism mereka. Museum Real Madrid juga merupakan tempat yang wajib dikunjungi oleh penggila sepak bola, terutama karena sejarah panjang klub sepak bola nomor satu Spanyol tersebut.

Selama berpuluh-puluh tahun, Real Madrid memenangi trofi demi trofi bergengsi dan menguasai dunia dengan para jugador  zaman dulu mereka, seperti Alfredo di Stefano dan Ferenc Puskas.

Isi lemari Real Madrid sudah penuh sesak dengan gelar juara domestik plus 5 trofi Piala Champions yang mereka dominasi dari tahun 1956 sampai 1960. Maka, jika berkeliling di dalam museum Real Madrid, yang terlihat adalah parade kesuksesan selama bertahun-tahun. Piala dari tahun 1950-an sampai abad ke-21 menghiasi seluruh ruangan.

Real Madrid juga selalu menjadi salah satu pelaku utama gemerlapnya panggung sepak bola Eropa zaman modern dengan gelimang harta dan pemain-pemain kelas dunia yang seolah sangat gampangnya mereka gaet. Stadion Santiago Bernabéu selalu dipenuhi pemain-pemain sekaliber Ronaldo Luis Nazario da Lima, Luis Figo, Zinedine Zidane, David Beckham, Ruud Van Nistelrooy, hingga nama-nama beken masa kini seperti Cristiano Ronaldo, Kaka, dan Mesut Oezil.

Ruang ganti pemain di stadion Mestalla

Jika Anda bosan dengan dua klub tersebut, museum klub-klub seperti Atletico Madrid, Valencia dan Sevilla bisa menjadi alternatif. Saya cukup terkesan dengan museum di stadion Mestalla, Valencia dan Ramon Sanchez Pizjuan, Sevilla. Harga tiket masuknya pun tak semahal dua klub raksasa di atas. Harga tiket ‘Mestalla Forever’ hanya 11 euro, sangat murah untuk sebuah tur yang sudah tersertifikasi ‘recommended’ oleh Trip Advisor. Harga ini kurang lebih sama dengan tur stadion Ramon Sanchez Pizjuan milik Sevilla (10 Euro).

Stadion Ramon Sanchez Pizjuan di Sevilla

Sedangkan tur Atletico Madrid cukup berambisi bisa menyaingi pelayanan tur Real Madrid, klub sekotanya. Setelah diambil alih investor dari Cina, Wanda Group, derajat Atletico Madrid jauh terangkat jika melihat kandang baru mereka. Stadion berkapasitas 67 ribu penonton yang diberi nama Wanda Metropolitano ini telah memperoleh predikat bergengsi sebagai stadion berbintang empat UEFA. Predikat ini setara dengan beberapa stadion terkenal lain, seperti Allianz Arena di Muenchen dan Amsterdam Arena.

Singkat kata, berkunjung ke museum sepak bola di Spanyol adalah salah satu cara pas untuk memahami kultur masyarakat negara tersebut. Kapan-kapan, saya akan berbagi pengalaman menonton langsung laga sepak bola di negeri ini.

 

Profil Penulis:

Mahir Pradana adalah wakil ketua PPI Spanyol 2018/2019 yang juga penulis buku memoir sepak bola berjudul ‘Home & Away’ dan kolumnis di Football Tribe Indonesia. Mahir bisa disapa di akun Instagramnya @maheerprad.

Categories
Berita Eropa dan Amerika PPI Negara

Hasta Luego, Ibu Yuli Mumpuni Widarso, Dubes Indonesia Untuk Spanyol (2014-2017)

Rombongan pelajar dan masyarakat Indonesia mengiringi kepulangan Ibu Yuli ke tanah air

 

SPANYOL – Energik, Egaliter dan Terbuka. Itulah kesan kami terhadap Ibu Yuli Mumpuni Widarso yang telah menyelesaikan masa baktinya sebagai Duta Besar Indonesia untuk Spanyol tahun ini. Beramai-ramai warga negara Indonesia di Madrid, mulai dari pegawai Kedutaan Besar Indonesia (KBRI), Duta Besar negara-negara ASEAN, tenaga kerja Indonesia, sampai pelajar Indonesia di Madrid ikut melepas kepergian beliau di Bandara Internasional Barajas – Madrid pada Kamis siang pukul 13.00 waktu setempat. Tangis haru dan syahdu tak lagi terbendung dan menyelimuti suasana perpisahan dengan beliau di area check in bernomor 155-160.

Sebelumnya, acara perpisahan juga diselenggarakan oleh Kuasa Usaha AD Interim Sementara, Bapak Adi Priyanto satu hari sebelum keberangkatan Ibu Yuli.  di Ruang Satya Loka, KBRI Madrid. Pada acara tersebut, semua perwakilan menyampaikan pesan dan kesan kepada Ibu Yuli selama bertugas menjadi Duta Besar Indonesia di Madrid. Idham Badruzaman yang merupakan perwakilan dari Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) di Spanyol menyampaikan 3 pokok penting dalam sambutannya, yaitu PPI Bernaung, PPI Berkarya dan PPI Berjaya. Di awal kedatangan Ibu Yuli ke Madrid, dukungan luar biasa terus diberikan meskipun jumlah PPI tidak banyak. Hal itu memberikan dampak yang luar biasa terhadap keberlangsungan organisasi PPI dalam naungan beliau di Tanah Matador. Kemudian, dalam setiap kesempatan, PPI selalu dilibatkan sehingga tidak jarang Ibu Yuli memberikan inspirasi bagi pelajar Indonesia untuk berkarya dan berkontribusi untuk Indonesia di perantauan. PPI bisa berjaya terlepas dari keterbatasan dan kekurangan, di antaranya adalah: anggota PPI Spanyol turut aktif dalam organisasi induk PPI, yaitu PPI Amerika dan Eropa dan PPI Dunia. Selain itu, PPI Spanyol akan mencatat sejarah pada Maret 2018 dengan menyelenggarakan Konferensi Internasional pertama (setelah pendiriannya di tahun 2004) yang dihadiri oleh peserta dari lima benua dan ratusan institusi di dunia.

Pukul 13.15 waktu setempat, tampak lima Duta Besar negara-negara ASEAN telah lengkap berkumpul di bandara. Satu persatu menyalami dan memeluk Bu Yuli beberapa saat sebelum pesawat Saudi Arabia Airlines membawanya ke Jakarta. Kelima Duta Besar ini menjadi sangat dekat satu sama lain karena ASEAN Committee Madrid (ACM) di mana Ibu Yuli merupakan salah satu inisiatornya pada tahun 2014. Pasca ACM terbentuk, kelimanya sering kali mengadakan acara bersama untuk bahu-membahu mengenalkan ASEAN secara serentak. Ini barangkali satu dari banyak pencapaian Ibu Yuli sebagai Duta Besar di Spanyol.

Terkesan sangat energik, karena networking yang beliau bangun tidak hanya dalam lingkup ASEAN, mempersatukan negara-negara dengan penduduk mayoritas Muslim juga dilakukannya. Hal ini tentu senada dengan kebijakan pemerintah Indonesia secara umum, selain menjalin hubungan dengan negara-negara di Asia Tenggara dalam wadah ASEAN, Indonesia juga menjalin hubungan yang baik dengan negara-negara bermayoritas penduduk Muslim dalam wadah Organisasi Kerjasama Islam (OKI).

Sebagai seorang Duta Besar, beliau terkenal egaliter dan terbuka di mata masyarakat Indonesia di Spanyol. Tidak jarang warga negara Indonesia di Spanyol diundang dan dijamu baik di KBRI maupun di Wisma Duta Indonesia, rumah dinas beliau sebagai Duta Besar. Hal ini tentu memberikan dampak positif bagi warga negara Indonesia secara khusus, dan Keluarga Cinta Indonesia yang merupakan paguyuban warga negara Indonesia di Spanyol dapat berkembang dengan sangat baik dengan dukungan beliau.

Kami tidak berkata Adios (selamat jalan) karena kami yakin akan kembali bertemu dalam kesempatan berikutnya baik di Indonesia maupun di negara lain. Oleh karena itu, kami memilih berujar Hasta Luego (sampai jumpa lagi) Ibu Yuli. Pengabdianmu selama ini akan terus menginspirasi, memberikan manfaat dan dikenang. Hasta Luego, Ibu Yuli.**

 

Penulis: 

Idham Badruzaman adalah mahasiswa doktoral bidang Hubungan Internasional di Universitat Autónoma de Madrid, Penerima Beasiswa LPDP dan ketua PPI Spanyol periode 2012-2014.

Editor: Kartika Restu Susilo

Categories
Berita Eropa dan Amerika PPI Negara

Terciduk Berada di Barcelona, Ibu Risma ‘Diculik’ Untuk Bicara!


Bahwa keberhasilan dan kesuksesan itu hak semua orang
Kalian tidak usah berpikir dari mana asal kalian
Siapa orang tua kalian
Orang tua kalian tukang becak, orang tua kalian buruh cuci
Kalian berhak untuk berhasil, karena Tuhan itu adil…

BARCELONA, 15 November 2017 – Pemimpin yang satu itu dikenal dengan gayanya yang ceplas-ceplos, lugas dan bekerja keras. Saat menemukan ketidakberesan di lapangan, tidak jarang dia menunjukan ketegasannya dengan sikap yang emosional.

Hasil kerja kerasnya tidak sia-sia. Sudah tujuh tahun membereskan Surabaya, walikota perempuan pertama di Kota Pahlawan itu meraih banyak penghargaan, di antaranya menjadi walikota terbaik ketiga di dunia versi The World Mayor Prize pada Februari 2014, dua penghargaan tingkat Asia Pasifik pada ajang Future Government Award 2013, dan nominasi 10 wanita paling inspiratif versi majalah Forbes 2013. Lebih dari 50 penghargaan dan prestasi yang ia raih sebagai walikota, bahkan bulan Maret 2015 beliau mendapatkan gelar kehormatan Doctor Honoris Causa bidang manajemen pembangunan kota dari ITS Surabaya. Di balik sosoknya yang tegas dan berbagai pencapaian yang telah diraih,perempuan kelahiran Kediri tahun 1961 yang akrab disapa Bu Risma itu tetaplah figur yang sederhana.

Setelah ‘terciduk’ menghadiri SmartCity EXPO World Congress di Barcelona, sejumlah pelajar dan diaspora Indonesia di Barcelona meminta beliau untuk berbagi pengalaman dan berbagi ilmu pemerintahan selama satu jam. Beruntung, wanita idola kalangan remaja dan anak-anak itu dapat meluangkan waktu di antara jadwal super padatnya untuk berbincang dengan para pelajar dan diaspora Indonesia di Barcelona  pada 15 November 2017, bertempat di Restoran Betawi, Barcelona, Spanyol. Acara yang dipandu oleh mas Abie, mahasiwa doktoral di Universitat de Barcelona bidang Drug Delivery System & Cáncer Nanomedicine itu membuat acara tampak riuh dengan gelegak tawa dan canda serta padatnya informasi yang diberikan oleh Bu Risma.

Acara berlangsung selama satu jam dilanjutkan santap makan malam. Beberapa pertanyaan timbul seputar kinerja Bu Risma yang mengagumkan di tengah kegersangan para pejabat publik yang justru menjadikan kursi politik untuk menimbun kekayaan pribadi. Sosok Bu Risma yang tidak tergoda bermain golf menjadi sesuatu yang unik. Tidak jarang dia pun naik ojek untuk mencapai suatu lokasi yang baginya sesuatu tidak perlu dibesar-besarkan karena itu semua tidak dibawa mati. Sosoknya yang menjadi ibu bagi semua anak dan remaja Surabaya menjadikan ia sangat dekat dengan warganya.

Ia bercerita tentang tantangan menjadi walikota Surabaya: pengubahan citra gang Dolly yang kini berubah menjadi titik wisata dengan menghadirkan pelbagai kerajinan produk rumah tangga, pangan dan wisata rekreasi di mana sebelumnya daerah itu terlihat suram dan hina.

Bu Risma juga menghimbau kepada para generasi muda untuk selalu bekerja secara profesional dan total dan jangan pernah meminta jabatan. Pasalnya sejatinya jabatan itu ialah sebuah tanggung jawab di mana sidangnya tidak hanya di dunia tetapi juga di akhirat. Sosok inspiratif itu juga mengagumi sosok Umar bin Khattab, Khulafaurrassyidin kedua yang sangat tegas tetapi lembut hati dan mementingkan kepentingan warganya.

Acara ditutup dengan foto bersama. Segenap pelajar dan diaspora Indonesia di Barcelona mengucapkan terima kasih karena Bu Risma telah menjadi sosok inspiratif, membagi kebahagiaan, dan menebar kebaikan di tengah kehausan akan figur pelayan publik yang melekat di hati rakyat.**

Penulis: Kurniawan
Mantan Ketua PPI Spanyol 1516

 

Editor: Kartika Restu Susilo

Categories
Eropa dan Amerika PPI Dunia

Hasil Siaran RRI Hari Bela Negara: Perspektif Sejarah untuk Membangun Negara

Tanggal 19 Desember setiap tahunnya diperingati sebagai salah satu hari yang bersejarah, yaitu Hari Bela Negara. Tepat pada tanggal yang sama di tahun 1948, Indonesia berjuang lagi dengan membentuk Pemerintahan Darurat untuk melawan ancaman dari penjajah. Pada tahun ini, tugas berat yang harus diatasi bukanlah dari berperang melawan penjajah, tetapi berperang mengatasi kemiskinan. Sayangnya, hingga saat ini peringatan Hari Bela Negara tidak terlalu populer seperti hari-hari besar lainnya. Pemerintah diharapkan dapat berperan lebih dalam mempromosikan hari bersejarah ini, khususnya kepada pelajar sejak dari bangku sekolah dasar.

Pada hari Senin (19/12/16), PPI Dunia menghadirkan dua pelajar Indonesia dalam dua siaran RRI Voice of Indonesia mengenai Hari Bela Negara. Egtheasilva (Tessa) Artella (Master of Work, Organization, and Personnel Psychology di Universidad de Valencia, Spanyol) menjadi narasumber dalam program Youth Forum sedangkan Gustika Jusuf-Hatta (B.A. War Studies di King’s College London, UK) menjadi pembicara dalam program KAMU (KAmi yang Muda).

“Hari Bela Negara adalah suatu hari yang sangat penting untuk diperingati dan diaplikasikan dalam kehidupan sekarang. Makna bela negara tidak hanya berbicara mengenai militer, tetapi lebih daripada itu, khususnya bagi pemuda, dapat berkontribusi dengan ilmu pengetahuan yang dimiliki,” terang Tessa, mahasiswi yang melanjutkan studinya di Spanyol tersebut.

whatsapp-image-2016-10-02-at-22-52-14

“Sebagai pelajar Indonesia yang menempuh pendidikan di luar negeri, partisipasi terhadap penyelenggaran acara kultural Indonesia juga merupakan bentuk pertahanan negara. Begitu juga partisipasi sebagai mentor atau motivator dalam organisasi seperti PPI atau Sahabat Beasiswa. Selain itu, pengembangan aplikasi kuis mengenai pahlawan dan sejarah dapat menjadi salah satu bentuk unik dalam menyediakan pengetahuan terhadap generasi muda,” lanjut Tessa.

Sementara itu dalam program Kami yang Muda, Gustika memaparkan, “perjuangan di Hari Bela Negara memiliki nilai memorial yang sangat sakral bagi bangsa Indonesia. Tidak benar bahwa tidak ada semangat bela negara dalam hati setiap pemuda Indonesia, hanya saja perlu lebih digali lagi.”

Bela negara tidak hanya dapat dilakukan dengan berada di Indonesia. Walaupun menempuh studi di luar negeri, dengan menjadi representatif Indonesia di organisasi dunia juga merupakan suatu hal yang bernilai tinggi,” tambah mahasiswi yang sedang berkuliah di Inggris ini.

“Pemberlakuan wajib militer tentunya memiliki banyak sisi positif. Selain memberikan pengetahuan yang lebih mengenai sistem militer. Sistem ini lebih baik diberlakukan dengan sistem sukarela, bukan dalam konteks wajib. Diharapkan juga sukarela militer ini diperkenalkan secara dini sehingga maknanya dapat lebih dipahami,” lanjutnya.

Baik Tessa maupun Gustika menyatakan bahwa semangat bela negara dan nasionalisme harus dimulai dari diri sendiri. Sejarah dapat menjadi ilmu dalam mengembangkan Indonesia dari berbagai sisi ke arah yang lebih baik lagi.

(CA/Ed )

Categories
PPI Dunia Upcoming Event

Siaran RRI Hari Bela Negara

Tanggal 19 Desember merupakan peringatan salah satu hari yang bersejarah yaitu Hari Bela Negara. Tepat pada tanggal yang sama di tahun 1948, para pahlawan berjuang lagi dengan membentuk Pemerintahan Darurat melawan ancaman dari negara lain setelah kemerdekaan. Jangan lewatkan diskusi menarik mengenai topik ini pada hari senin, 19 Desember 2016 hanya di RRI VOI!

hari-bela-negara

 

Categories
Berita Eropa dan Amerika PPI Negara Travel & Kuliner Wawasan Dunia

Buku Panduan Spanyol dari PPI Spanyol

Spanyol sudah sejak lama menjadi salah satu tujuan wisata di Eropa. Berbagai atraksi negeri matador ini menjadi daya tarik tersendiri yang susah ditolak wisatawan mancanegara, termasuk dari Indonesia. Kebutuhan akan buku panduan pun menjadi hal yang sangat diperlukan.

Berkenaan dengan hal tersebut, Divisi Budaya PPI Spanyol telah merilis panduan wisata di Spanyol dalam bentuk buku elektronik. E-book ini pun dapat diunduh secara gratis di laman website PPI Spanyol atau melalui link https://ppispanyol.wordpress.com/panduan-wisata-di-spanyol/. Panduan wisata ini pun diharap dapat mempermudah warga Indonesia yang sedang berwisata di Spanyol.

buku-panduan-wisata-spanyol

Categories
Eropa dan Amerika PPI Negara

Berbagi Kisah PPI Spanyol bersama RRI Pro3

WhatsApp Image 2016-09-03 at 7.56.33 AM

Categories
Berita Uncategorized

Daniel Sanjaya: Beasiswa Erasmus Mundus Kuliah di Madrid, Spanyol!

Berkuliah.com

Perkenalkan, saya Daniel Sanjaya, asal dari Jakarta. Saya kuliah di Madrid, Spayol melalui beasiswa Erasmus Mundus. Apa hal yang membuat saya memilih Spanyol? Ini karena Program Erasmus Mundus yang saya pilih memiliki 3 universitas pilihan studi selama 2 tahun program, yaitu: di Madrid (Spanyol), Milan (Italia), dan Edinburgh (Scotland). Oleh karena itu, semester 1 saya harus dilewatkan di Madrid, Spanyol di mana saya belajar mengenai General Management Skills seperti Strategy, Marketing, Finance, dan IT

Apakah ada lembaga khusus Spanyol di Indonesia yang bisa membantu kita untuk mendaftar kuliah di Spanyol?

Untuk saat ini tidak ada lembaga khusus Spanyol di Indonesia.

Bagaima kita bisa beradaptasi dengan perbedaan sistem perkuliahan disana? Apakah ada yang bisa kita persiapkan?

Menurut saya, untuk perkuliahan sedikit sekali perbedaan dengan perkuliahan di Indonesia, karena kuliah di luar sama saja dengan kuliah di Indonesia di mana kita juga akan dihadapkan dengan banyaknya tugas dan ujian yang harus dilakukan.

Perbedaan yang paling mencolok adalah penggunaan Bahasa Inggris sebagai bahasa pengantar di kampus. Oleh karena itu, persiapan yang dapat dilakukan adalah ikut lembaga-lembaga yang mengajarkan bahasa Inggris dalam public speaking seperti Toastmasters International. Mengikuti lembaga ini akan sangat membantu dalam perkuliahan, karena kita terbiasa untuk mengutarakan pendapat dalam bahasa Inggris.

Apa konsekuensinya bagi mahasiswa yang tidak bisa menyelesaikan tugas tepat waktu?

Konsekuensinya adalah biasanya ada pengurangan nilai dari tugas tersebut, sehingga mahasiswa tidak akan memperoleh nilai yang sempurna.

Bagaimana cara menentukan KRS (Kartu Rencana Studi) di Spanyol?

Di Spanyol kita tidak menentukan KRS karena sudah ditentukan oleh sendiri oleh Program Studi.

Apa pengeluaran terbesar kamu selama tinggal di Spanyol? Apakah ada trik untuk mengatasinya?

Pengeluaran terbesar selama di Spanyol adalah pengeluaran untuk makanan atau jajan. Trik untuk mengatasinya adalah dengan cara memasak sendiri makanan yang akan kita makan dan mengurangi jajan di luar.

Apa hal-hal yang tidak boleh kita lakukan selama tinggal di Spanyol ?

Hal-hal yang tidak boleh dilakukan selama tinggal di Spanyol adalah memelihara binatang peliharaan seperti anjing atau kucing di dalam apartement.

Pengalaman menarik apa yang tidak pernah bisa kamu lupakan selama di Spanyol?

Pengalaman menarik yang tidak pernah bisa dilupakan di Spanyol adalah kehangatan dan keramah-tamahan dari orang-orang Spanyol. Kalau boleh saya tekankan, mereka justru lebih ramah dari orang-orang Indonesia. Jadi, kita harus patut mencontoh kehangatan dan keramah-tamahan dari orang Spanyol. Selain itu, Spanyol juga dianugerahi oleh keindahan alam yang luar biasa sehingga banyak objek wisata di Spanyol yang sangat menarik untuk dikunjungi.

Apakah ada pengalaman atau saran organisasi/ komunitas apa yang sebaiknya diikuti oleh mahasiswa Indonesia di Spanyol?

Komunitas yang sebaiknya diikuti oleh mahasiswa Indonesia di Spanyol adalah persekutuan agama baik Islam maupun Kristen yang sering diadakan oleh KBRI di Madrid. Di samping itu, komunitas lain yang cukup aktif adalah PPI di Spanyol.

Adakah tips spesial dari Daniel untuk teman-teman kita yang hendak kuliah di Spanyol? Tentang bagaimana cara survive, menghadapi kuliah, bermasyarakat, dan lain-lain.

Tips dari saya untuk teman-teman yang hendak kuliah di Spanyol adalah seraplah baik ilmu maupun budaya Spanyol yang positif dan cocok dengan negara kita yaitu Indonesia, karena nilai-nilai tersebut sangat bagus untuk dibawa dan diaplikasikan di Indonesia. Selain itu, tips saya yang terakhir adalah nikmati perkuliahan dan kehidupan di Spanyol, serta pertahankan semangat belajar seperti semangat belajar kuliah dulu di Indonesia. Saya percaya bahwa mahasiswa Indonesia adalah mahasiswa yang sangat pintar sehingga dapat beradaptasi dan bersaing dengan mahasiswa dari negara lain. Sukses untuk kita semua! God Bless You.

Sumber: Berkuliah.com

Categories
Berita Uncategorized

Tim Ad Hoc AD/ART PPI Dunia

SURAT KEPUTUSAN DEWAN PRESIDIUM
PERHIMPUNAN PELAJAR INDONESIA SE-DUNIA
Nomor: 06/SK/Presidium/PPI-Dunia/X/2014

Tentang

PEMBENTUKAN TIM AD‐HOC PENYEMPURNAAN AD/ART PPI DUNIA
(“TIM AD HOC AD/ART PPI DUNIA”)

DEWAN PRESIDIUM PPI SE-DUNIA,

MENIMBANG

  1. Bahwa PPI Dunia merupakan wadah untuk mengakomodasi dan mengoordinasikan seluruh potensi organisasi perhimpunan pelajar Indonesia di berbagai negara yang memiliki tujuan untuk meningkatkan kontribusi dan peran organisasi perhimpunan pelajar Indonesia di luar negeri dalam mendukung pembangunan Indonesia yang berkelanjutan;
  2. Bahwa berdasarkan rekomendasi dan hasil Simposium Internasional di Tokyo pada September 2014, diperlukan pembentukan Tim Ad Hoc AD/ART PPI Dunia guna harmonisasi dan penyempurnaan AD/ART PPI Dunia.

MENGINGAT

  1. Pasal 3, Pasal 4, dan Pasal 9 Anggaran Dasar PPI Dunia;
  2. Pasal 1, Pasal 2, dan Pasal 17 Anggaran Rumah Tangga PPI Dunia;
  3. Ketetapan Dewan Presidium Sidang Simposium Internasional PPI Dunia Nomor: 04/SK/Presidium Sidang/SI PPI Dunia/IX/2014 tanggal 22 September 2014.

MEMUTUSKAN

Menetapkan:
KESATU: Mendukung sepenuhnya proses pembahasan, harmonisasi dan penyempurnaan AD/ART PPI Dunia sesuai dengan rekomendasi dan hasil Simposium Internasional di Tokyo pada September 2014.

KEDUA: Menugaskan PPI Filipina untuk menjadi koordinator merangkap anggota Tim Ad-Hoc AD/ART PPI Dunia dalam mengkaji, mengharmonisasi dan menindaklanjuti rekomendasi tersebut bersama dengan perwakilan dari PPI Prancis, PPI Brunei Darussalam, PPI Belanda, PERMITHA, PPI Filipina, PPI Belgia, PPMI Mesir, PPI India, PERPIKA dan PPI Spanyol sebagai anggota.

KETIGA: Surat Keputusan in berlaku sejak ditandatangani sampai dengan selesainya kepengurusan Dewan Presidium PPI Dunia periode 2014 – 2015. Apabila di kemudian hari terdapat kekeliruan dalam Surat Keputusan ini, maka akan diadakan perbaikan sebagaimana mestinya.

Ditetapkan di Wollongong, Australia

Pada tanggal 24 Oktober 2014

  • Koordinator Dewan Presidium PPI Dunia: Ahmad Almaududy Amri
  • Koordinator Kawasan Asia & Oseania: Dewi Anggrayni (PPI Malaysia)
  • Koordinator Kawasan Eropa & Amerika: Hariadi Aji (PPI Belanda)
  • Koordinator Kawasan Timur Tengah & Afrika: Miftah Nafid Firdaus (HPMI Yordania)

——————-

SUSUNAN TIM AD HOC
PENYEMPURNAAN AD/ART PPI DUNIA

Koordinator :

Nila Titis Asrining Tyas (PPI Filipina)

Anggota :

  1. Abram Mahon Mahalai (PPI Prancis)
  2. Arip Perbawa (PPI Brunei Darussalam)
  3. Dhiratara Widhya (PPI Belanda)
  4. Fahrizal Adnan (PERMITHA – Thailand)
  5. Heri Ridwan (PPI Filipina)
  6. Ihshan Gumilar (PPI Belgia)
  7. Mariana Oktavia (PPI Filipina)
  8. Moh. Hadi Bakri Raharjo (PPMI Mesir)
  9. Muhammad Bahrul Ulum (PPI India)
  10. Wahyono (PERPIKA – Korea Selatan)
  11. Wawan Kurniawan (PPI Spanyol)

Page 1 of 2
1 2