Categories
Eropa dan Amerika PPI Dunia PPI Negara Travel & Kuliner Wawasan Dunia

Russia Travel Guide: Jelang Simposium Internasional PPI Dunia 2018

Dalam rangka memeriahkan Simposium Internasional PPI Dunia pada tanggal 22-27 Juli 2018 di Moskow, PERMIRA Rusia merilis booklet ‘Guideline Travel in Russia’ sebagai panduan saat mengunjungi negara yang menjadi tuan rumah event tersebut. Di booklet ini membahas banyak tempat wisata di kota Moskow dan Saint-Peterburg yang merupakan kota terbesar kedua di Rusia. Selain itu ada juga info kuliner khas Rusia serta tips penting lainnya.

 

Selengkapnya dapat diunduh di sini.

 

Categories
Berita

Mahasiswa Indonesia di Rusia melakukan aksi sosial serempak, Aksi Sosial PERMIRA yang pertama telah sukses diadakan di Tujuh Kota.

 

Moskow, 16 Maret 2017. Selama satu minggu, dari tanggal 8-13 Maret 2017, Perhimpunan Mahasiswa Indonesia di Rusia (PERMIRA) telah sukses melakukan aksi sosial serempak di tujuh kota Rusia yang berbeda. Kegiatan dengan nama Aksi Sosial PERMIRA merupakan kegiatan aksi sosial pertama dan terbesar bagi Mahasiswa Indonesia di Rusia.

Aksi Sosial PERMIRA ini merupakan hasil kerja sama mahasiswa Indonesia dari berbagai Universitas yang berbeda, aksi ini di inisiasi oleh PERMIRA Rusia dengan diawali oleh kegiatan Aksi Sosial PERMIRA Cabang Kota Irkutsk, kemudian berlanjut di kota Vladivostok, Kazan, Moskow, Arkhangelsk, Rostov-on-Don dan ditutup oleh Aksi Sosial PERMIRA Cabang Kota Saint Petersburg, pada Senin 13 Maret 2017.

Aksi Sosial PERMIRA ini di-laksanakan untuk mempromosikan Identitas indonesia yang ramah dan bersahabat. Bergerak dari keadaan sebagai mahasiswa internasional di luar negeri yang cukup sibuk dengan kegiatan kuliah, dan terkadang lupa melihat kepada anak-anak yatim piatu, orang-orang jompo, atau tunawisma di sekitarnya. Secara bersama-sama mahasiswa Indonesia di Rusia berkomitmen untuk melakukan aksi sosial serempak dengan memberikan bantuan berupa pakaian layak pakai, alat mandi, uang dan lain sebagainya ke lembaga sosial di kota masing-masing.

Pembukaan Aksi Sosial dilakukan oleh Mahasiswa Indonesia di Kota Irkutsk, pada Rabu, 8 Maret 2017, kegiatan ini terlaksana dengan ikut serta membantu kerja bakti di salah satu gereja dalam peringatan hari perempuan internasional disana.

Aksi sosial berikutnya dilakukan oleh Mahasiswa Indonesia di Kota Vladivostok dengan memberikan bantuan makanan dan promosi budaya di salah satu panti jompo.

“pada aksi sosial ini, kita membawa makanan untuk orang-orang yang ada di panti jompo, kemudian bergantian masuk kesana untuk bersosialisasi dengan penghuni panti jompo tersebut ” Ujar Rona Widya, inisiator dari Aksi Sosial di Kota Vladivostok

Aksi sosial lainnya dilakukan oleh Mahasiswa Indonesia di Kota Kazan melalui cara yang sama dengan target salah satu yayasan amal Masjid di Kota tepian Sungai Volga itu.

 

Secara serempak pada Minggu, 12 Maret 2017, Kegiatan-kegiatan serupa juga dilakukan di Kota Moscow, Arkhangelsk dan Rostov-on-Don yang mengadakan kegiatan aksi sosial untuk panti asuhan, panti jompo dan panti sosial yang berada di kota masing-masing.

Sebagai penutup, Aksi Sosial PERMIRA ditutup oleh Mahasiswa Indonesia di Kota Saint Petersburg pada Senin, 13 Maret 2017. PERMIRA Cabang Kota Saint Petersburg sukses berkontribusi dengan membagikan alat tulis, permainan anak-anak, dan promosi budaya di salah satu tempat penitipan anak di Saint Petersburg.

“di Rusia itu ada tiga jenis tempat anak-anak, yang pertama detski dom (panti asuhan), detski sad (taman bermain), dan detski center (tempat penitipan anak). Bagus, detski center ini mereka menitipkan dari jam 9 pagi sampai jam 6 sore, lalu mereka ada pelajaran musik, kerohanian dan sebagainya, bagus !” ujar Steven Guntur, Ketua PERMIRA 2015, yang menjadi salah satu volunteer di di Saint Petersburg.

“Semoga berlanjut terus ya secara rutin! Bravoo kawan-kawan” ujar Steven Guntur menutup pendapatnya. Mengomentari hal ini, Koordinator PPI Dunia, Intan Irani juga mengomentari positif kegiatan Aksi Sosial PERMIRA “kegiatan kalian bravaa banget!’’.

Saat ini Mahasiswa Indonesia di Rusia berjumlah sekitar 300 orang yang tersebar di 20 Kota. Kota Moskow dan Saint Petersburg merupakan kota dengan mahasiswa Indonesia terbanyak dengan masing-masing berjumlah hampir 100 orang.

 

Mengenai PERMIRA

Perhimpunan Mahasiswa Indonesia di Rusia berdiri sejak Oktober 1998 di Moskow dan berkedudukan di kota Moskow. Seiring berjalan baiknya hubungan antara Indonesia dan Rusia, maka jumlah mahasiswa Indonesia yang belajar di Rusia pun semakin meningkat dan menyebar hampir di seluruh kota yang ada di Rusia. http://ppi-rusia.org/

 

Info Lebih Lanjut

Azmi Muharom,

Koordinator budaya, sosial dan agama PERMIRA RusiaMahasiswa S2 Studi Kawasan Asia, HSE Moscow

Tel +7 9856637432

azmi.muharrom@mail.ru

(AASN)

Categories
Eropa dan Amerika PPI Dunia PPI Negara Upcoming Event

Wonderful Indonesia di Kazan, Rusia.

Bangga. Itulah satu kata yang mungkin cukup menggambarkan perasaan para mahasiswa Indonesia di Rusia terhadap tanah air tercinta, Indonesia. Sebagai wujud dari rasa bangga dan cinta terhadap ibu pertiwi, PERMIRA dengan bangga mempersembahkan Wonderful Indonesia di Kazan-Rusia yang bertemakan Taste of Indonesia. Masih sama dengan acara Wonderful Indonesia sebelumnya yang juga diadakan di Rusia, tujuan utama dari acara ini adalah untuk memperkenalkan keanekaragaman budaya Indonesia, juga menjadi ajang promosi pariwisata Indonesia. Adapun yang lebih ditonjolkan dalam Wonderful Indonesia tahun 2016 ini adalah kuliner Indonesia, sebagaimana yang kita telah ketahui bahwa cita rasa makanan Indonesia sudah  sangat digandrungi oleh orang asing sekalipun. So, save the date! Jangan sampai ketingalan:)

Informasi lebih lanjut dibawah ini,

60557

(AASN)

Categories
Berita PPI Dunia

Koordinator PPI Dunia Menjadi Pembicara dalam Konferensi Kebijakan Luar Negeri Indonesia 2016

Liputan Jakarta, Perwakilan PPI Dunia ikut berkontribusi dalam sebuah konferensi kebijakan internasional berjudul “Conference on Indonesian Foreign Policy 2016: Finding Indonesia’s Place in The Brave New World”, pada Sabtu lalu (17/9). Acara yang bertempat di The Kasablanka Hall, lantai 3 Mal Kota Kasablanka, Tebet, Jakarta Selatan ini  diselenggarakan oleh Foreign Policy Community of Indonesia (FPCI) besutan Dr. Dino Patti Djalal, Wakil Menteri Luar Negeri Republik Indonesia Ke-5.

“Saya berharap, setelah mengikuti CIFP 2016, semoga kita semakin sadar bahwa bangsa Indonesia akan semakin maju dan kuat jika kita terus menjaga sikap nasionalisme yang disertai pula dengan semangat internasionalisme,” ungkap Dino Patti Djalal dalam sambutannya.

Konferensi ini membahas pengaruh globalisasi terhadap dinamika perkembangan dan percepatan interaksi negara-negara di dunia sehingga berimplikasi terhadap persaingan internasional. Kegiatan yang dimulai pukul 09.00 WIB ini berisikan 20 sesi paralel dalam ruangan yang berbeda dengan menghadirkan 70 pembicara ternama baik dari dalam maupun luar negeri. Sesi yang digelar membahas kebijakan luar negeri Indonesia dalam berbagai aspek: geopolitik, maritim, perdagangan, keamanan, diaspora, pendidikan, teknologi, dan lain-lain.

Pembicara pada sesi “Connecting Indonesia’s Development Needs with Global Resources”. Diantaranya, Koordinator PPI Dunia Intan Irani (bangku kedua dari kiri). Sumber: Adam Dwi Baskoro

Di antara pembicaranya adalah Dr. H. Susilo Bambang Yudhoyono (Presiden Republik Indonesia ke-6), Xanana Gusmao (Presiden Timor Leste), Jend. (Purn.) Luhut Binsar Panjaitan (Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman RI ke-5), Ir. Airlangga Hartanto (Ketua Umum Asosiasi Emiten Indonesia 2005-2014), dan Rudiantara (Menteri Komunikasi dan Informatika). Prof. H. Nasarudin Umar, Imam Besar Masjid Istiqlal juga turut menjadi pembicara dalam pembahasan keagamaan. Sedangkan dalam sektor usaha yang duduk menjadi pembicara diantaranya adalah Sandiaga Uno, Shunamek (Garuda Food), Erik Meijer (Telkom/Telstra), Wishnutama (Net Mediatama), Noni Purnomo (Blue Bird Group), Nadiem Makarim (Gojek Indonesia). Para diplomat dari USA, EU, Korea Selatan, Polandia, Hungaria, RRC, dan Australia juga dilibatkan untuk menyampaikan materi politik dan hubungan internasional.

Intan Irani, Koordinator Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) Dunia  menjadi salah satu pembicara pada sesi yang bertemakan “Connecting Indonesia’s Development Needs with Global Resources: The World of FDI, Creative economy, Education, Technology, and Innovation”. Sesi ini membahas perlunya koneksi antara pengembangan ekonomi, pendidikan, teknologi, dan inovasi Indonesia lewat globalisasi.

Ia mengungkapkan bahwa PPI Dunia merupakan sebuah perhimpunan yang menaungi 51 PPI Negara dengan visi untuk meningkatkan kualitas dan potensi diri yang berguna seutuhnya bagi Indonesia. PPI Dunia bergerak dalam tiga bidang utama: pertama, Creative Economy dengan meningkatkan human capital sebagai aset bangsa; kedua, Tourism yang mendidik duta bangsa agar bangga untuk mempromosikan dan memperkenalkan seni dan budaya Indonesia kepada dunia internasional; ketiga, Innovation and Technology yang bergerak di era informasi digital berupa online meeting, web based-seminar, dan e-education. “PPI Dunia melibatkan seluruh basis edukasi pelajar Indonesia yang tersebar di tiap negara,” tegas Intan.

Perwakilan PPI Dunia yang hadir dalam kenferensi tersebut adalah koordinator PPI Dunia Intan Irani dari PPI Italia, anggota Biro Pers Adam Dwi Baskoro dari PPMI Mesir, dan alumni Permira Rusia, Subahagia Rendy. (AD/AA)

 

Galeri Kegiatan:

Presiden Republik Indonesia ke-5 Susilo Bambang Yudhoyono menjadi pembicara saat penutupan kegiatan konferensi.
Presiden Republik Indonesia ke-5 Susilo Bambang Yudhoyono menjadi pembicara saat penutupan kegiatan konferensi.
Koordinator PPI Dunia Intan Irani bersama pembicara konferensi.
Koordinator PPI Dunia Intan Irani bersama pembicara konferensi lainnya.
Perwakilan PPI Dunia yang menghadiri Konferensi Kebijakan Luar Negeri Indonesia 2016
Perwakilan PPI Dunia yang menghadiri Konferensi Kebijakan Luar Negeri Indonesia 2016.
Peserta Konferensi.
Peserta Konferensi saat pembukaan kegiatan.
Peserta konferensi pada sesi "Connecting Indonesia's Development Needs with Global Resources", salah satu pembicaranya adalah Intan Irani, Koordinator PPI Dunia.
Peserta konferensi pada sesi “Connecting Indonesia’s Development Needs with Global Resources”, salah satu pembicaranya adalah Intan Irani, Koordinator PPI Dunia.

Sumber gambar: Adam Dwi Baskoro

Categories
Berita

Pengarahan Penerima Beasiswa Rusia 2016 di Pusat Kebudayaan Rusia

Liputan Jakarta, PERMIRA (Perhimpunan Mahasiswa Indonesia di Rusia) bekerja sama dengan Pusat Kebudayaan Rusia (PKR) mengadakan pengarahan penerima beasiswa Rusia 2016 pada hari Sabtu 27, Agustus 2016.

Acara yang diadakan di Pusat Kebudaan Rusia di Jakarta bertujuan untuk memberikan pembekalan moril, gambaran umum kehidupan dan perkuliahan di Rusia serta penjelasan hal-hal administratif yang harus disiapkan sebelum kedatangan ke Rusia. Acara yang dihadiri oleh 50 calon mahasiswa baru ini bertujuan untuk mengenalkan sepak terjang Rusia di bidang ekonomi, sosial politik, militer dan kesehatan. Selain itu juga membahas mengenai hubungan enam puluh tahun antara Rusia dan Indonesia.

WhatsApp Image 2016-08-29 at 5.57.53 PMPengarahan penerima beasiswa Rusia ini dihadiri oleh Prof. Dr. Ir. KH. Mohammad Nuh, DEA yang pernah menjabat sebagai Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia, serta Dr. Dino Patti Djalal M.A. sebagai Dewan Pakar PERMIRA dan Vitaly GLinkin yang merupakan Direktur Pusat Kebudayaan Rusia. Selain itu juga turut hadir Intan Irani (Ketua PPI Dunia), Muhammad iksan Kiat (Ketua Umum PERMIRA), Muhammad Ramadhan (Sekretaris 2 PPI DUnia), Dian Kusumaningtiyas (Administrator PKR), perwakilan alumni (Ade Irma, Adri Arlan Sinaga, Yona Risman, Della Ginting), serta tiga mahasiswa Indonesia yang berkuliah di Rusia.

Mohammad Nuh turut memberikan pembekalan kepada calon mahasiswa Indonesia sebelum mereka memulai kuliah di Rusia. Beliau mengatakan bahwa mahasiswa harus tahan banting, haru terus bangkit dan mau melangkah maju walau jatuh berulang kali. “Kita harus setia terhadap NKRI di tengah godaan kehidupan luar negeri seperti kata Fatin – Aku memilih setia,” jelas beliau.

14137691_1375193822509874_846616834_nDino Patti Djalal menghimbau bahwa mahasiswa harus selalu menerapkan forward analysis di setiap pergerakan dan pembelajarannya. “Mahasiswa harus memilih the best supervisor serta menggunakan intellectual honesty dalam proses penulisan thesis,” tegas beliau.
Ketua PPI Dunia, Intan Irani beserta sekretarisnya Muhammad Ramadhan menyampaikan tentang pentingnya eksistensi PPI Dunia dan PPI Negara di kalangan mahasiswa luar negeri. Selain itu juga mengundang penerima beasiswa untuk ikut terlibat dalam kegiatan PPI Dunia yang didasarkan pada hasil Simposisum Cairo (7 Rencana Aksi).

14182547_1375194265843163_1854828416_nKetua umum PERMIRA, Muhammad iksan Kiat, memperkenalkan PERMIRA dan menceritakan pengalaman-pengalaman belajar dan beraktifitas selama di Rusia. Selain itu juga mengundang calon mahasiswa baru untuk aktif di kegiatan PERMIRA. Beberapa alumni juga turut memberikan gambaran umum terkait kehidupan pasca lulus dari Rusia berdasarkan pengalaman mereka masing-masing. Dian Kusumaningtiyas yang merupakan Administrator PKR menjawab pertanyaan-pertanyaan calon mahasiswa baru Rusia terkait dengan syarat-syarat dan mekanisme keberangkatan serta pendaftaran di Kampus Rusia.

Acara yang rutin diadakan setiap tahun ini memiliki tujuan memberikan ilmu kepada calon mahasiswa baru sebelum keberangkatan dan diharapkan semua administrasi lancar setelah mereka tiba di Rusia. (Red, Wanda, Ed, pw)

14169513_1375193735843216_156574756_n

 

Categories
Berita Eropa dan Amerika Pojok Opini Suara Anak Bangsa

Pentingnya Merancang Teknologi Perangkat Militer Masa depan

Estonia, Teknologi advanced manufacture forming merupakan teknologi perangkat kemiliteran yang mulai berkembang semenjak zaman revolusi industri sampai era-milenium. Berkembangnya teknologi memberikan peluang untuk meningkatnya kwalitas perangkat kemiliteran.

Agus Pramono Pelajar asal Indonesia di Tallinn Institute of Technology Estonia saat ini sedang fokus melakukan kajian pengembangan teknologi kemiliteran ini. Candidate PhD mechanical enginering ini berpendapat, pengembangan teknologi perangkat kemiliteran mulai berevolusi ketika ditemukanya teknologi tekanan tinggi oleh ilmuwan Russia Vladimir Segal pada tahun 1980-an yang dikenal dengan Equal Channel Angular Extrusion (ECAE).

Pada tahun 1990-an Ilmuwan Russia lainnya, Ruslan Z. Valiev menyempurnakan dan menerapkannya pada industri dengan nama Equal Channel Angular Pressing (ECAP) hingga menjadi produk perangkat militer dari senjata maupun peralatan kendaraan tempur.

Teknologi ini merupakan revolusi teknologi yang telah menyempurnakan teknologi konvensional seperti proses tempa, rolling, ekstrusi maupun drawing. Sedangkan teknologi lain Self-propagating High-temperature synthesis (SHS) yang dikembangkan oleh Alexander Merzhanov untuk melengkapi teknologi pada aplikasi yang mengarah ke aplikasi senjata dan mesiu.

Military Application
Military Application

Selain untuk Aplikasi perangkat kemiliteran di Eropa perusahaan seperti Metallicum telah mengkhususkan diri dalam logam berstruktur nano. Saat ini teridentifikasi lebih dari 100 pasar khusus untuk nano-metals dalam bidang aerospace, transportasi, peralatan medis, pengolahan produk olahraga, makanan dan bahan kimia serta bahan bahan piranti elektronik.

Menurut Agus, pada penghujung akhir tahun 1999 ilmuwan Jepang Nobuhiro Tsuji mengembangkan teknologi advanced manufacture forming serupa yaitu metode Accumulative Roll Bonding (ARB), Teknologi ini lebih efektif dan efisien karena tidak membutuhkan perangkat dan cetakan yang mahal.

“Aplikasi dari teknologi ARB lebih mengarah pada spare part body tank, pesawat tempur maupun kendaraan lapis baja berkekuatan tinggi, pada eksperimen terakhirnya,” jelas Agus yang juga merupakan ketua Persatuan Pelajar Indonesia (PPI) di negara tempat Ia belajar.

Dalam temuannya Tsuji telah menggunakan bahan aluminium dan baja, hanya saja teknologi ini masih memiliki keterbatasan. Untuk menghasilkan kekuatan tinggi maka proses harus dilakukan berulang bahkan sampai puluhan kali.

Penemuan teknologi perangkat kemiliteran oleh Tsuji masih menggunakan bahan logam aluminium dan sejenisnya. Cara kerjanya dengan pengulangan roll mencapai 10 kali sedangkan untuk bahan baja industri pengulangan mencapai 16 kali.

Pada tahun 2015 Agus melalui research-nya dengan metode Repetitive Press-Roll Forming (RPRF). Cara kerja metode RPRF tidak memerlukan pengulangan hingga berulang kali.

Agus yang juga merupakan Staf Pengajar di Fakultas Teknik Metalurgi Universitas Tirtayasa Banten ini sudah banyak melakukan eksperimen tentang pengembangan teknologi mulai dari ECAE, ECAP, SHS maupun ARB.

Application of SPD
Application of SPD

“Ide RPRF diawali dari keterbatasan proses pada eksperimen ECAP, ARB dan SHS. Untuk menghasilkan kekuatan tinggi diperlukan penekanan maupun laluan siklus ekstrusi ataupun rolling berkali-kali, dengan menggunakan multiple aksial-pressing, perangkat mesin RPRF mampu mensintesa bahan logam dan komposit,” jelas pria yang hobi bermain musik ini.

Hasil dari Rancangan alat RPRF ini telah dipresentasikan di beberapa kegiatan Persatuan Pelajar Indonesia di Eropa dan Russia, diantaranya; di Helsinki pada 24 Januari 2015 dalam Forum Berbagi Ilmu yang ditayangkan secara on-line oleh PPI Finlandia, Simposium PPI Kawasan Amerika dan Eropa di Moscow, Rusia.

Menurut Agus, Indonesia perlu menetapkan secara jelas standarisasi, spesifikasi, dan perangkat kemiliteran sesuai dengan sektor pertahanan (darat, laut dan udara). Selain itu, kecakapan personil TNI berupa keahlian dalam perangkat kemiliteran perlu dimaksimalkan lagi.

Gus Pram sapaan ketua PPI Estonia ini tidak asing bagi rekan-rekan Perhimpunan Mahasiswa Indonesia di Rusia (PERMIRA) karena disela sela kesibukannya sebagai mahasiswa doktoral dan sebagai ketua PPI di Estonia, Gus Pram cukup aktif mengisi kegiatan-kegiatan PERMIRA.

Nordic-Baltic Simposium
Nordic-Baltic Simposium

Materi terkait teknologi hasil inovasi teknologi RPRF juga pernah disampaikan pada Konferensi Persatuan Pelajar Indonesia Nordik Baltik di Stockholm yang diselenggarakan oleh PPI Swedia pada 5 Desember 2015 lalu.

Dalam pemaparannya Gus Pram berharap agar Indonesia juga menerapkan metode RPRF untuk perangkat kemiliteran di semua sektor fabrikasi pembuatan perangkat kemiliteran.

Menurutnya hasil rekomendasi yang pernah dituangkan dalam kesepakatan pelajar-pelajar Amerika-Eropa yang berupa manivesto moskow, dalam penelusuran literaturnya teknologi Advenced Manufacture Forming akan diterapkan oleh Russia dan Negara-negara anggota NATO pada perangkat ALUTSISTA yang mulai diproduksi pada tahun 2020.

“Saya berharap Indonesia bisa menjadi negara pertama yang akan menerapkan teknologi advanced manufacture forming ini,” tutup Agus. (Red.AP, Editor Dewi)

Categories
Eropa dan Amerika

Berbagi Kisah Pelajar di Moscow, Rusia Bersama RRI Pro 3

KampungHalaman Rusia

Categories
Berita Timur Tengah dan Afrika

Indonesia Raih Stand Terbaik pada Festival dan Pameran di Universitas Tehran, Iran

Liputan Iran, Universitas Tehran menyelenggarakan Festival dan Pameran Internasional ke-6 yang berlangsung di Chamran Hall, Fakultas Seni kampus pusat Universitas Tehran, Iran Senin sampai Rabu kemarin (23-25/5). Acara yang bertujuan untuk mengenalkan budaya dari berbagai negara serta memberikan informasi baik mengenai pendidikan maupun pariwisata tersebut, pada tahun ini mengangkat tema “a Rainbow of the cultures”.

Beberapa negara yang ikut serta pada festival ini, mulai dari Afganistan, Irak, Pakistan, Jepang, Tiongkok, Palestina, Indonesia, Nigeria, Lebanon, Tajikistan, Rusia, dan lain-lain. Selain stand pameran, para peserta yang merupakan mahasiswa Iran dan mahasiswa asing dari berbagai negara menampilkan pertunjukan seni pada upacara penutupan yang diselenggarakan di hari terakhir (25/5). Mahasiswa Indonesia menampilkan Angklung, menyanyikan lagu Iran dengan judul Sulthan e Qalbam dan lagu Indonesia Naik-naik ke puncak gunung.

IMG-20160528-WA006

Pada upacara penutupan yang dihadiri oleh Acting Rektor Universitas Tehran, Dr. Nili, Wakil Menteri Pendidikan Iran, Dr. Mujtaba Sadiqi, serta Pensosbud KBRI Tehran, Cahya Pamengku Aji, serta para diplomat dari berbagai negara yang ikut serta, Indonesia mendapatkan penghargaan sebagai stand terbaik tahun 2016.

“Alhamdulillah dengan adanya pameran ini kita mampu mengenalkan Indonesia ke seluruh dunia, Alhamdulillah juga semoga penghargaan yang kita dapat ini dapat mengharumkan indonesia di mata dunia, karena yang hadir pada acara ini bukan hanya orang Iran, tapi mahasiswa dari berbagai negara. Ini semua berkat kerjasama KBRI dengan IPI Iran, saya ucapkan terima kasih banyak kepada KBRI dan mahasiswa Indonesia di Iran, semoga tahun depan kita bisa tampilkan yang lebih baik lagi,” ujar Syarif Hidayatullah, Ketua Ikatan Pelajar Indonesia (IPI) di Iran.

IMG-20160528-WA002IMG-20160528-WA007

 

 

 

 

 

Selain itu, Pensosbud KBRI Tehran berharap agar sinergi ini terus dipertahankan untuk menguatkan kerjasama lintas komponen mahasiswa, masyarakat dan KBRI.

“Kesannya pameran Tehran University merupakan wujud adanya sinergi dan kerjasama lintas komponen mahasiswa, masyarakat dan KBRI sehingga berhasil meraih yang terbaik pada festival dimaksud. Harapannya sinergi ini dapat terus dipertahankan bahkan ditingkatkan,” tutur Cahya Pamengku Aji, Pensosbud KBRI Teheran. (Red, SH, IKA)

Categories
Berita Eropa dan Amerika

PPI Dunia Kawasan Amerika Eropa Gelar Simposium di Rijswijk, Belanda

Liputan Belanda, Simposium PPI Dunia Kawasan Amerika dan Eropa kembali digelar di Rijswijk, Belanda dari tanggal  24 April 2016 sampai dengan Selasa 26 April 2016. Simposium kali ini mengusung tema “Memaknai Kembali Identitas Bangsa dalam Rangka Menghadapi Komunitas Asean.” Pada Simposium ini juga telah dihasilkan Rekomendasi Rijswijk yang terdiri dari 7 point penting untuk Indonesia.

Acara ini dihadiri oleh para delegasi yang terdiri dari 27 orang representatif dari beberapa PPI di kawasan Amerika Eropa, yaitu PPI Belanda, PPI Belgia, PPI Hongaria, PPI Jerman, PPI Italia, PPI Polandia, PPI Britania Raya, PPI Ceko, PPI Turki, PPI Portugal, PPI Prancis, PPI Rusia, PPI Estonia dan PPI Swedia mengikuti serangkaian acara yang dirancang oleh PPI Belanda, sebagai tuan rumah pada tahun ini.

Untuk meresapi kembali identitas bangsa, pada hari pertama para delegasi menyusuri kembali sejarah perjuangan Indonesia dalam acara Napak Tilas di Kota Leiden. Di kota Leiden, beberapa pahlawan Indonesia menetap dan berkarya untuk bangsa, serta mengenyam pendidikan di Universitas Leiden, yaitu Ahmad Soebardjo dengan pendidikan master dan Hussein Djayadiningrat yang berhasil meraih gelar doctor dengan predikat cumlaude.

Menurut panitia Simposium PPI Amerika Eropa 2016, kegiatan ini bertujuan untuk memperkaya khazanah sejarah dan menumbuhkan rasa nasionalisme dalam diri peserta. Kota Leiden juga merupakan kota di mana Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) pertama pada tahun 1922 dibentuk.

Acara pada hari pertama kemudian dilanjutkan dengan pembukaan Simposium oleh Duta Besar Republik Indonesia untuk Kerajaan Belanda, yaitu H.E. I Gusti Agung Wesaka Puja. Dalam pidato nya beliau menyerukan semangat untuk bahu-membahu membuat Indonesia yang baru. “Mari bahu-membahu untuk membuat Indonesia baru, seperti pada kutipan lagu ASEAN, we dare to dream, we care to share.” ujarnya seraya membangkitkan semangat mahasiswa.

S AMEROP

Pada hari kedua, acara dilanjutkan dengan seminar untuk menggali secara dalam mengenai Identitas Bangsa. Menurut Ali Abdillah selaku ketua PPI Belanda, mengatakan bahwa identitas bangsa merupakan hal yang penting dan jangan sampai identitas bangsa harus dikorbankan.

Ary Adryansyah Samsura PhD sebagai salah satu keynote speaker menjelaskan kembali mengenai identitas bangsa. “Identitas bangsa yaitu perasaan atau pandangan subjektif tentang suatu bangsa yang dimiliki bersama oleh sekelompok orang yang terintegrasi secara kultural dan geographis.” Ucap Ary Adryansyah.

Untuk mempertahankan identitas bangsa, salah satu pembicara yaitu Ebed Litaay dari Indonesian Diaspora Network beliau mengatakan untuk tetap menjaga nilai-nilai yang ada di Indonesia, open minded dan buang jauh-jauh kebiasaan buruk.

Selain memandang dari segi identitas bangsa, seminar juga membahas tentang ASEAN, Globalisasi dan Masa depan Indonesia. Hengky Kurniawan, salah satu pembicara dalam tema ini berfokus pada Spatial Economics.

“Indonesia perlu melakukan agglomerasi, di mana perusahaan berkumpul dan cost akan berkurang.” ungkap Hengky.

Masyarakat Ekonomi Asean yang telah dimulai pada akhir tahun 2015 tersebut merupakan suatu kesempatan bagi Indonesia. Matthijs Van Den Broek selaku Managing Director Further East Consult berpendapat bahwa Indonesia memiliki kesempatan yang besar di era MEA ini.

“Kesempatan MEA bagi Indonesia yaitu adanya cross-border investment melalui perusahaan multi-nasional dan UKM, tech-savy entreuprener muda serta adanya cross border supply chain untuk perusahaan di Indonesia.” ujar Van Den Broek.

Di samping sisi globalisasi, Agung Wahyudi PhD Candidate mengemukakan bahwa untuk menghadapi ASEAN, Indonesia dapat berfokus pada pengembangan dan peningkatan infrastruktur, kesiapan terhadap teknologi serta inovasi.

Puput Cibro selaku Koordinator PPI kawasan Amerika dan Eropa menyatakan pemetaan di Indonesia sangat diperlukan untuk meningkatkan ekonomi di setiap daerah yang ada.

“Indonesia perlu melakukan pemetaan akan potensi ekonomi daerah dari setiap kota/kabupaten yang akan menjadi suatu keunggulan bersaing dari daerah tersebut.” ucap Puput.

Simposium PPI Dunia kawasan Amerika dan Eropa ini diakhiri oleh kegiatan diskusi dari para delegasi yang dibagi ke dalam empat komisi yaitu Politik & Hukum, Ekonomi, Sosial Budaya dan Teknologi. Hasil dari diskusi tersebut yaitu berupa Rekomendasi Rijswijk yang diresmikan pada tanggal 26 April 2016 pukul 16:49 ECT. Berikut point-point yang tertera dalam rekomendasi tersebut:

POLITIK DAN HUKUM

  1.       Mendorong peran Indonesia sebagai mediator dalam konflik Laut Tiongkok Selatan.

EKONOMI

  1.       Melakukan ‘integrated geographical socio-economic information system’ untuk mengidentifikasi potensi ekonomi kabupaten/kota dan regional.
  2.       Menguatkan kapasitas ekonomi domestik baik lokal, regional, maupun skala nasional dalam menghadapi pasar bebas ASEAN melalui ekosistem bisnis inklusif dengan prioritas di sektor pertanian dan pariwisata.

SOSIAL BUDAYA

  1.       Melakukan penyuluhan untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya sertifikasi keahlian profesi yang diadakan pemerintah pada lingkup terkecil dan terfokus secara berkala (min. Satu kali dalam tiga bulan) dan berkelanjutan.

TEKNOLOGI

  1.       Memastikan seluruh rumah tangga Indonesia mendapat akses listrik sebelum Juli 2019.
  2.       Merevisi PP No. 79 tahun 2014 tentang Kebijakan Energi Nasional dengan memasukkan klausa nuklir sebagai salah satu opsi pembangkit listrik.
  3.       Merealisasikan pembangunan reaktor PLTN sebagai wujud optimalisasi bauran energi baru dan terbarukan di Indonesia. (Red. NL)

Categories
Asia dan Oseania Berita

PPI Dunia Kawasan Asia Oseania Gelar Simposium Maritim di Hongkong

Liputan Hongkong, Ratusan pelajar Indonesia di kawasan Asia Osenia menghadiri Simposium PPI Dunia Kawasan Asia Oseania. Persoalan maritim menjadi topik dalam simposium yang diselenggarakan di Hongkong 9-10 April 2016.

Simposium yang dibuka langsung oleh Sugeng Rahardjo sebagai duta besar Indonesia di Republik Rakyat Tiongkok dan Mongolia di Hongkong University, dihadiri 11 perwakilan delegasi PPI Negara di kawasan Asia dan Oseania.

Dalam sambutannya Duta Besar menyampaikan dukungannya terkait tema “Ketahanan dan Pemberdayaan Kemaritiman Indonesia Menuju Poros Kekuatan Maritim Dunia”.

Menurutnya, mengingat fokus Pemerintah RI saat ini dalam mengembangkan kapasitas kemaritiman negara, pihaknya meyakini bahwa penyelenggaraan simposium ini sangat tepat.

Apresiasi duta besar juga disampaikan kepada Chalief Akbar, KJRI Hongkong yang bersedia menjadi tuan rumah dalam agenda PPI Dunia khususnya PPI Kawasan Asia-Oseania bersama PPI Tiongkok dalam simposium ini.

“Inisiatif Pelajar Indonesia di kawasan Asia Oseania untuk mengumpulkan mahasiswa Indonesia dari berbagai negara di kawasan Asia Pasifik untuk berdialog mengenai topik penting ini diharapkan dapat memberi pencerahan kepada dunia maritim Indonesia kedepannya,” jelasnya lebih lanjut .

IMG_0024

Gregorius Rionugroho Harvianto, Koordinator kawasan PPI Dunia Asia Oseania dalam sambutannya menyampaikan bahwa simposium ini adalah wujud kecintaan pelajar Indonesia yang belajar di luar negeri khususnya kawasan asia oseania.

“Berharap hasil dari simposium ini dapat dirumuskan dan dijadikan acuan untuk pembangunan maritim Indonesia lebih baik di dunia,” jelasnya.

“Steven Guntur sebagai kordinator PPI Dunia melihat bahwa tema maritim adalah tema yang tepat dipilih PPI Kawasan Asia Oseania. Keterlibatan pemuda untuk membangun maritim Indonesia adalah salah satu wujud kepedulian anak bangsa untuk negaranya.“ Saat bertemu dengan menteri kelautan tahun lalu di Rusia.

Sejumlah Speakers hadir dalam simposium tersebut. Arif Havas Oegroseno, Deputi Menko Kemaritiman dan Sumber Daya, Prof. Jamaludin Jompa Dekan fakultas kelautan UNHAS Makassar, serta sejumlah speakers lainnya.

Materi-materi menarik terkait maritim dibahas mendalam dari segala aspek, mulai dari ekonomi sosial politik dan ekonomi kelautan. (dw)

Page 1 of 3
1 2 3