logo ppid

Istanbul, Minggu 19 Desember 2021. Untuk pertama kalinya seluruh pelajar maupun mahasiswa Indonesia yang terhimpun dalam Perhimpunan Pelajar Indonesia Istanbul (PPI Istanbul) bekerja sama dengan Turk Youth Foundatioan (Yayasan Kepemudaaan Turki) sukses menyelenggarakan sebuah pentas budaya Indonesia yang di beri nama “Endonezya Gunu” (Hari Indoensia) dengan tema “The Wonderful Indonesia”.

Kegiatan ini diinisiasi oleh para pelajar maupun mahasiswa Indonesia yang sedang menempuh Pendidikan di Istanbul, Turki. Adapaun tujuan dari kegiatan ini adalah untuk mengenalkan budaya Indonesia kepada masyarakat International khususnya masyarakat Turki itu sendiri. Mengingat sedikitnya masyarakat Turki yang tahu tentang budaya Indonesia, para pelajar ini terdorong untuk menyelenggarakan “Endonezya Gunu” demi untuk mengenalkan budaya mereka kepada masyarakat luar.

Selain dari itu, kegiatan tersebut juga bertujuan untuk mempererat hubungan sosiokultural antar kedua Negara Indonesia dan Turki. Indonesia dan Turki merupakan dua Negara yang termasuk kedalam anggota G20 dan D8. Oleh karenanya hubungan sosiokultural antar kedua Negara tersebut perlu di pererat. Sebagaimana yang telah disampaikan oleh Bagas (Ketua PPI Istanbul 2020/2021) ketika memberi sambutan pada acara tersebut.

“Kegiatan ini kita selenggarakan sebagai bentuk terimakasih kita kepada TUGVA yang telah banyak berkontribusi terhadap program-program kita. Selain dari itu juga bertujuan untuk memperkenalkan budaya Indonesia, dan untuk mempererat hubungan sosiokultural Indonesia Turki sebagai 2 Negara anggota G20 dan D8 juga sebagai 2 Negara muslim terbesar di Dunia”. Ucap Bagas.

Acara yang dihadiri oleh 150 orang lebih partisipan baik Indonesia, Turki maupun partisipan internasional lainnya dinilai sangat sukses meskipun kegiatan tersebut dipersiapkan hanya dalam waktu 1 minggu.  Namun tetap berjalan dengan baik dan dapat memukau seluruh peserta yang hadir.

Pada acara tersebut mahasiswa Indonesia mempersembahkan beberapa penampilan seperti persentasi tentang Indonesia, tari saman, penampilan musik dan penampilan silat yang menambah kekaguman para peserta terlebih masyarakat Turki yang pertama kali dapat menyaksikan penampilan tersebut. Pada acara tersebut juga, selain menunjukkan budaya Indonesia, para pelajar/mahasiswa Indonesia menyajikan makanan khas Indonesia kepada para seluruh peserta.

Kegiatan yang diselenggarakan di Kantor pusat TUGVA, Istanbul tersebut juga, dihadiri oleh Koordinator Asia TUGVA Taha Fehmi. Ia menyampaikan terimakasih kepada para pelajar Indonesia atas terselenggaranyan kegiatan tersebut. Ia juga menyampaikan bahwa pintu TUGVA selalu terbuka untuk teman-teman Indonesia.

“Saya berterimakasih banyak kepada teman-teman Indoensia. Pintu kita selalu terbuka untuk kalian. Kita bersaudara karena Islam. Maka kita akan selalu ada untuk kalian”. Ucap Taha.

Kegiatan tersebut juga dihadiri oleh wakil ketua umum TUGVA (Turk Youth Foundation) Esra KARABAL ARDA. Selaku wakil ketua umum TUGVA Esra menyampaikan kegembiraanya pada acara tersebut dan juga berterimakasih kepada seluruh pelajar Indonesia Ketika memberi saambutan.

“Saya sangat berterimakasih kepada seluruh pelajar Indonesia. Kalian datang kesini bukan hanya sebagai turis tapi sebagai pelajar yang juga mempelajari budaya kita. saya berharap dalam waktu dekat ini dapat mengunjugi Indonesia ditemani oleh kalian. Sebagai bentuk terimakasih kita, kita selalu ada untuk teman-teman Indonesia dan pintu kita selalu terbuka untuk kalian”. Kata Esra.

“Saya juga berharap kedapannya, TUGVA dapat terus menyelenggarakan kegiatan-kegiatan lainnya Bersama para pelajar/mahasiswa Indonesia sebagai langkah awal kita untuk saling bertukar informasi dan budaya antara Turki dan Indonesia Karena saya melihat potensi yang besar antara Indonesia dan Turki sebagai 2 Negara muslim Terbesar di Dunia”. Tambah Esra.

Acara yang dimulai dengan menyanyikan lagu kebangsaan kedua Negara Indonesia dan Turki tersebut sukses diselenggrakan dan diakhiri dengan pemberian cendramata dari PPI Istanbul yang diwakili oleh Bagas (ketua PPI Istanbul 2020/2021) kepada Esra KARABAL ARDA (wakil ketua umum TUGVA).

Acara yang meriah tersebut dilanjut ramah tamah dengan jamuan makanan Indonesia yang dibuat oleh tangan para pelajar/mahasiswa itu sendiri. Untuk memerpesembahkan citra rasa Indonesia kepada masyarakat Turki. Tentunya program tersebut juga didukung oleh para donatur dermawan yang memiiliki visi yang sama dengan para pelajar/mahasiswa yaitu mengenalkan budaya Indonesia kepada masyarakat luar.

Ankara, Turki – Senin, 6 Desember 2021 PPI Turki memerhatikan intensitas kunjungan kerja anggota DPR RI ke Republik Turki begitu tinggi. Saat ini, PPI Turki terus berupaya mencari informasi mengenai jadwal dan agenda kunjungan komisi DPR RI tersebut.

Berkaitan dengan kunjungan kerja DPR RI ini, PPI Turki memiliki dua sudut pandang. Pertama, agenda kunjungan kerja ini menjadi kesempatan bagi pelajar Indonesia di Turki untuk menyampaikan aspirasi dan inisiasi kerja sama strategis demi kebaikan Indonesia, termasuk pelajar Indonesia di Turki.

Kedua, PPI Turki melihat kesempatan untuk meningkatkan kepercayaan masyarakat Indonesia terhadap DPR RI melalui agenda kunjungan kerja ini. Hal tersebut akan terwujud apabila komisi DPR RI lebih transparan memberi informasi yang berkaitan dengan pencapaian selepas kunjungan kerja terlaksana sebagai bentuk akuntabilitas DPR RI. Apabila anggota DPR RI tidak mampu memberikan kejelasan informasi, dikhawatirkan timbul pertanyaan dan asumsi negatif dari masyarakat Indonesia.  

Dalam rangka mendukung inisiasi kerja sama, PPI Turki akan berusaha dalam menyiapkan sumber daya manusia dan infrastruktur pendukung demi terlaksananya pertemuan antara pelajar Indonesia di Turki dengan anggota DPR RI. Pertemuan semacam ini menjadi momentum berharga sekaligus sebuah kehormatan bagi para diaspora pelajar Indonesia karena dapat berbicara langsung dengan anggota DPR RI.

Di sisi lain, alangkah lebih baik jika komisi DPR RI memberikan informasi terlebih dahulu mengenai jadwal, maksud dan tujuan utama dari setiap kunjungan kerja ke Republik Turki melalui media informasi resmi DPR RI. Informasi tersebut diperlukan sebab menjadi bukti profesionalitas anggota DPR RI. Lebih lagi, sebagai kesempatan sosialisasi kepada masyarakat Indonesia, baik di dalam negeri maupun masyarakat Indonesia yang tinggal di Republik Turki. Masyarakat dapat memberikan kontrol atas setiap agenda kunjungan dan mampu mengukur kinerja serta tingkat kemanfaatan dari agenda kunjungan kerja anggota DPR RI tersebut.

Kami harap, press release yang dipublikasikan oleh PPI Turki ini menjadi pembuka jalan bagi pelajar Indonesia di Turki dalam menyampaikan aspirasi. Selain itu, diharapkan agenda kunjungan kerja DPR RI ke Turki menjadi lebih optimal, bermanfaat, transparan, terukur, dan berdampak konkrit kepada masyarakat Indonesia. Begitu pun sebaliknya, semoga tulisan ini dapat mengawal para anggota DPR RI untuk dapat memberikan kinerja konstruktif dan efek positif bagi Indonesia.

Penulis; Hilmy Prilliadi

Editor; Hilda Farida, Naufa Hanif.

Sesi foto bersama para peserta daring

Pandemi memang masih ada, namun berbuat kebaikan harus tetap terjalan. Kegiatan PRUSA telah sukses dilaksanakan selama dua hari berturut-turut, Pada kali ini, PRUSA memakai konsep hybrid, yaitu terjalan secara online ataupun offline. Setelah melakukan survei, Desa Sarwodadi lah yang terpilih menjadi desa binaan kali ini.

Pada Webinar PRUSA 3.0 juga telah sukses dilaksanakan selama 2 hari berturut-turut dengan mengangkat 2 topik yang berbeda yaitu Prospek Investasi Pertanian 4.0 antara Indonesia dan Turki pada hari pertama dan Menuju Desa Mandiri Kreatif dengan Bank sampah pada hari kedua.

Pada hari pertama acara dimulai dengan pembukaan oleh MC dan dilanjutkan dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an dan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya dan lagu Istiklal Marsi. Dilanjutkan dengan sambutan ketua pelaksana, ketua PPI Bursa, dan yang tidak dilupakan sambutan oleh Bapak Lalu Muhammad Iqbal selaku duta besar Indonesia di Turki. Setelah sambutan-sambutan dilontarkan, telah ditampilkan juga penampilan seni budaya Turki yang dibawakan oleh Dursun Bedel, lalu setelah itu dilanjutkan dengan sedikit pengenalan tentang PRUSA dan mulai memasuki sesi pertama yaitu penyampaian materi oleh Erol Öztamur selaku staf Menteri Pertanian dan Kehutanan di Turki dan Budi Sarwono selaku Bupati Kabupaten Banjarnegara. Penyampaian materi dilanjut dengan diskusi dua arah dengan penonton juga yang turut bertanya mengenai topik yang dibahas. Setelah dilaksanakannya sesi diskusi, diadakan foto bersama sekaligus penutupan untuk hari pertama.

Pada hari kedua acara kembali dibuka dengan sambutan oleh MC, pembacaan ayat suci Al- Qur’an dan dilanjutkan dengan menyanyikan Indonesia Raya. Lalu acara dibuka juga dengan sambutan oleh Deliya Rizki Athifah selaku ketua pelaksana, Bapak Imam As’ari selaku Konsulat Jenderal RI di Turki dan Bapak Budi Sampurno selaku Kepala Desa Sarwodadi, Banjarnegara. Sebelum memasuki sesi pemateri, para audiens dibuat kagum oleh Savra Panca yang tampil membawakan seni budaya Angklung, lalu memasuki topik hari kedua yaitu Menuju Desa Mandiri Kreatif dengan Bank Sampah oleh Ibu Nina Nuraniyah selaku pembicara. Di sesi kali ini kita membahas bagaimana cara mengolah sampah daur ulang dan dilanjutkan dengan sesi tanya jawab dengan audiens. Hari kedua ditutup dengan penampilan video aftermovie PRUSA dan sesi foto bersama.

Beberapa minggu setelah kegiatan online selesai, kami tim PRUSA beserta tim dari pembicara bank sampah, Ibu Nina Nuraniyah juga berkunjung kembali ke Desa Sarwodadi untuk memberikan hasil donasi yang telah dikumpulkan dan memberikan edukasi kepada warga seputar bank sampah yang diharapkan dapat dipraktekan kedepannya.

Sudah lewat sebulan dari acara PRUSA 3.0, hasil donasi sudah diserahkan kepada desa, bank sampah pun turut berjalan sesuai harapan, yaitu BASADI atau Bank Sampah Sarwodadi. Semoga PRUSA kedepannya akan tetap membantu dalam memberikan manfaat kepada desa- desa yang ada di Indonesia.

(PRUSA)

-

Untuk informasi lebih lanjut, silakan hubungi Deliya Rizki Athifah (+62 856 9445 4312)

Raga Awandayu Prakasa V.G (+62 812 8089 6066)

Ketua Permira Pusat 2020/2021, Teguh Imanullah secara simbolis melakukan serah terima jabatan kepada Muhammad Zidni Ilman Noor ebagai Ketua Permira Pusat 2021/2022.

Selasa (16/11) Pada tanggal 13 November 2021 di Saint Petersburg, Perhimpunan Mahasiswa Indonesia di Rusia (Permira) menggelar Kongres Permira XX 2021 dengan mengangkat tema, “Reaktualisasi Peran Generasi Muda Dalam Konsolidasi Kesadaran Energi, Pendidikan, dan Ekonomi Indonesia – Rusia Pasca Pandemi COVID-19". Kegiatan kongres tahun ini dilaksanakan di kota Saint Petersburg dan dihadiri oleh para delegasi Permira Perwakilan, Dewan Perwakilan Anggota (DPA), Pengurus Permira Pusat dan Perwakilan KBRI Moskow.

Adapun agenda Kongres Permira tahun ini adalah:

1. Pemaparan hasil kajian Permira Pusat di bidang pendidikan, ekonomi, dan energi.

2. Pemaparan laporan pertanggungjawaban Permira Pusat dan Dewan Perwakilan Anggota (DPA) 2020/2021.

3. Penetapan Garis Besar Program Kerja Permira (GBPK Permira) tahun 2021-2024.

4. Pemilihan dan pelantikan anggota DPA 2021/2022.

5. Pelantikan Ketua dan Wakil Ketua Permira Pusat 2021/2022.

Kegiatan kongres dibuka dengan menyanyikan lagu ‘Indonesia Raya’ bersama, penampilan pembacaan puisi, dan sambutan-sambutan. Turut hadir pula untuk memberi sambutan Atase Pendidikan KBRI Moskow, Adi Nuryanto. Beliau menyampaikan rasa terima kasihnya terhadap kepengurusan Permira Pusat 2020/2021 dan harapan-harapan terhadap kepengurusan Permira Pusat selanjutnya terutama dalam bersinergi dengan KBRI Moskow untuk memaksimalkan fungsi pelayanan kepada para mahasiswa Indonesia di Rusia.

Setelah pembukaan berlangsung, acara disambung dengan pemaparan hasil kajian strategis oleh Departemen Pendidikan, Penelitian dan Pengembangan Permira Pusat 2020/2021 di bidang pendidikan, ekonomi, dan energi. Kajian yang dibahas adalah:

1. Education system in Russia.

2. Comparative study of start-up policy between Russia and Indonesia.

3. Perkembangan reaktor nuklir Indonesia dan reaktor VVER-1100 Rusia sebagai metode perbandingan dan permanfaatan energi nuklir sebagai energi baru dan terbarukan (EBT).

Hasil dari tiap kajian tersebut diharapkan dapat meningkatkan kesadaran para mahasiswa Indonesia di Rusia untuk menjadi agen-agen perubahan khususnya dalam bidang pendidikan, ekonomi, dan energi yang memainkan peran vital terhadap perkembangan bangsa. Misalnya dalam hal energi, kita mengetahui bahwa Rusia saat ini telah mengoperasikan 38 reaktor nuklir yang menjadi penyokong dari 20,7% produksi energi listrik nasional. Sementara itu, di Indonesia sendiri masih terdapat persepsi bahwa nuklir bukanlah pilihan sumber energi yang tepat, padahal selain nuklir menghasilkan emisi karbon paling rendah dibandingkan dengan batu bara, minyak bumi, dan gas, Indonesia juga memiliki cadangan uranium dan thorium berlimpah yang menjadikan nuklir sebagai potensi energi baru dan terbarukan (EBT) yang tepat bagi Indonesia. Oleh karena itu, sangat penting sekali peran dari para mahasiswa untuk menginisiasi perubahan-perubahan persepsi tersebut.

Nantinya, hasil kajian yang dikemas dalam bentuk special report dan policy brief tersebut akan diteruskan kepada Pemerintah Republik Indonesia melalui KBRI Moskow sebagai acuan dalam pembuatan kebijakan strategis Indonesia di bidang pendidikan, ekonomi, dan energi kedepannya.

Kegiatan kongres dilanjutkan dengan sidang internal untuk membahas laporan pertanggungjawaban kepengurusan Permira Pusat dan Dewan Perwakilan Anggota (DPA) 2020/2021. Setelah diadakannya diskusi cukup panjang, para delegasi Permira Perwakilan sepakat untuk menerima dan menyetujui laporan pertanggungjawaban kinerja selama 1 periode kepengurusan tersebut.

Dalam kongres kali ini, untuk pertama kalinya dilakukan penetapan Garis Besar Program Kerja Permira (GBPK Permira) yang sebelumnya telah dibahas dan disetujui bersama dengan 15 Permira Perwakilan. GBPK Permira ini nantinya memiliki peran strategis dalam pengembangan organisasi Permira yang lebih terpadu, sinergis, dan berkelanjutan sehingga kepengurusan antara satu periode ke periode selanjutnya berjalan sesuai dengan tujuan organisasi.

Kegiatan Kongres Permira XX diakhiri dengan pemilihan Dewan Perwakilan Anggota (DPA) 2021/2022 dan pelantikan Ketua dan Wakil Ketua Permira Pusat 2021/2022 terpilih berdasarkan hasil Pemilihan Raya 2021. Ketua Permira Pusat 2020/2021, Teguh Imanullah secara simbolis melakukan serah terima jabatan kepada Muhammad Zidni Ilman Noor dan Fath Ausi Aldikamil Ibrahim sebagai Ketua dan Wakil Ketua Permira Pusat 2021/2022.

Tahap kedua visitasi akreditasi PKBM PPI Taiwan di KDEI Taipei [Dok: Humas PPI Taiwan]

Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) PPI Taiwan adalah lembaga yang memfasilitasi Program Kejar Paket Program Paket A, Program Paket B, Program Paket C serta Kelompok Belajar atau Kejar. Lembaga ini merupakan lembaga pendidikan nonformal yang difasilitasi oleh Pemerintah Indonesia untuk siswa yang ingin menempuh pendidikan, namun tidak melalui jalur sekolah di Taiwan.

Proses ini dimulai dengan persiapan borang akreditasi dengan mengikuti standar Badan Akreditasi Nasional Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Non Formal (BAN PAUD PNF) selama dua hari pada tanggal 13-14 Oktober 2018. Selanjutnya, PKBM PPI Taiwan menjalani proses visitasi, baik secara dokumen maupun observasi lapangan oleh asesor BAN PAUD PNF.

Dua asesor, Dr. Firman dan Bahrudin, melaksanakan proses visitasi melalui dua tahap yaitu pemeriksaan dokumen dengan meneliti seluruh butir-butir instrumen akreditasi PKBM dan bukti fisiknya serta melakukan wawancara dengan pimpinan, dan staff manajemen.

Tahap kedua yang dilaksanakan ditempat belajar-mengajar, yaitu di Kantor Dagang dan Ekonomi Indonesia (KDEI) Taipei. Asesor melakukan obsevarsi terhadap proses belajar-menjagar siswa, wawancara guru dan siswa, serta diskusi dengan pihak pimpinan KDEI yang memfasilitasi proses belajar-mengajar PKBM PPI Taiwan.

Menurut Ketua BP PKBM PPI Taiwan, Rekyan Regasari Mardi Putri, S.T., M.T., ada 8 standar yang dinilai dalam proses akreditasi ini. Dia berharap dari proses akreditasi pertama ini, PKBM PPI Taiwan mampu mendapatkan hasil terbaik. Dia juga menyampaikan bahwa seluruh elemen yayasan dan BP PKBM telah menyiapkan yang terbaik, dan apa yang telah dilakukan selama ini oleh PKBM PPI telah tercantum dalam dokumen akreditasi.

Di lain pihak, ketua yayasan pendidikan PPI Taiwan, Hasan Ismail, S.Pd., M.Sc., mengatakan bahwa ada harapan besar agar proses akreditasi ini menjadi momentum untuk perbaikan secara berkelanjutan dari seluruh proses dan manajemen PKBM PPI. Dengan senantiasa menjadikan standar-standar yang ada di borang sebagai acuan manajemen dan proses belajar mengajar maka PKBM PPI akan memiliki kepastian dalam jaminan mutu lulusan dan kredibilitas lembaga.

Ketua PPI Taiwan, Sutarsis, yang selama dua hari proses visitasi senantiasa mendampingi, mengatakan bahwa walaupun PKBM PPI Taiwan adalah pengabdian masyarakat bagi mahasiswa indonesia yang studi di Taiwan, namun pengabdian ini harus tetap mengikuti standar pendidikan Kementrian Pendidikan RI, agar PPI dapat menjamin kualitas pengabdiannya kepada Pekerja Migran Indonesia di Taiwan (PMI). Serta juga mengajak seluruh PMI di Taiwan memanfaatkan layanan pendidikan PPI Taiwan ini demi kehidupan yang lebih baik. [Humas PPI Taiwan]

Badan Pengurus PKBM PPI Taiwan setelah selesai proses akreditasi [Dok. Humas PPI Taiwan]

Dalam rangka memeriahkan Simposium Internasional PPI Dunia pada tanggal 22-27 Juli 2018 di Moskow, PERMIRA Rusia merilis booklet 'Guideline Travel in Russia' sebagai panduan saat mengunjungi negara yang menjadi tuan rumah event tersebut. Di booklet ini membahas banyak tempat wisata di kota Moskow dan Saint-Peterburg yang merupakan kota terbesar kedua di Rusia. Selain itu ada juga info kuliner khas Rusia serta tips penting lainnya.

 

Selengkapnya dapat diunduh di sini.

 

Kemeriahan Piala Dunia 2018 mendorong saya untuk berbagi pengalaman ‘football traveling’ di museum-museum sepak bola di Spanyol. Siapa tahu rekan-rekan sekalian berminat untuk berkunjung dan menikmati sejarah sepak bola di negeri Raja Felipe ini.

Salah satu klub sepak bola terkaya, tersukses, paling terkenal dan ter- ter- lainnya di dunia adalah FC Barcelona. Anda mungkin menikmati kota ini dengan mengunjungi Sagrada Familia, katedral mahakarya arsitek terkenal, Antoni Gaudi. Juga dengan menikmati berjalan-jalan di Passeig de Gracia atau Plaza Catalunya sekaligus berbelanja produk-produk bermerk ternama. Namun, Anda wajib berkunjung ke museum FC Barcelona meskipun tidak terlalu ngefans dengan sepak bola.

Pengunjung berfoto di sudut Camp Nou

Di museum Barcelona, yang paling membuat kagum adalah betapa pintarnya manajemen klub sepak bola Barcelona mengemas passion manusia terhadap sepak bola menjadi sebuah experience yang luar biasa. Begitu menjejakkan kaki di ruangan pertama museum, nuansa heroik para legenda hidup Barça sudah terasa. Ratusan trofi yang pernah dimenangi klub Catalan tersebut sejak tahun 1900-an tersimpan rapi di susunan rak-rak dengan pintu kaca. Enam trofi yang dimenangi sekaligus pada tahun 2009 disimpan terpisah, menandakan betapa spesialnya tahun tersebut karena merupakan prestasi monumental yang sukar diulangi oleh klub sepak bola mana pun.

Dengan tur berlabel ‘The Camp Nou Experience’ seharga 25 euro, Anda juga bisa melihat-lihat ke dalam ruang ganti Lionel Messi dan kawan-kawan, berfoto di pinggir hijaunya rumput lapangan atau bahkan duduk-duduk di tribun Camp Nou. Singkatnya, Anda bisa membayangkan sensasi berada di 90.000 ribu lebih penonton di stadion ini sendiri yang merupakan stadion dengan kapasitas terbanyak di Eropa.

Museum FC Barcelona bukan satu-satunya arena pertunjukan sepak bola akbar di Spanyol. Tentu saja kita tak boleh melupakan Real Madrid, klub penguasa Eropa dalam tiga tahun terakhir. Di Stadion Santiago Bernabéu, harga untuk tiket museum klub terbesar di dunia tersebut juga mirip-mirip dengan Barcelona, sekitar 20-25 euro.

Stadion Santiago Bernabéu di Madrid

Real Madrid dan Barcelona memang bersaing dalam urusan sport-tourism mereka. Museum Real Madrid juga merupakan tempat yang wajib dikunjungi oleh penggila sepak bola, terutama karena sejarah panjang klub sepak bola nomor satu Spanyol tersebut.

Selama berpuluh-puluh tahun, Real Madrid memenangi trofi demi trofi bergengsi dan menguasai dunia dengan para jugador zaman dulu mereka, seperti Alfredo di Stefano dan Ferenc Puskas.

Isi lemari Real Madrid sudah penuh sesak dengan gelar juara domestik plus 5 trofi Piala Champions yang mereka dominasi dari tahun 1956 sampai 1960. Maka, jika berkeliling di dalam museum Real Madrid, yang terlihat adalah parade kesuksesan selama bertahun-tahun. Piala dari tahun 1950-an sampai abad ke-21 menghiasi seluruh ruangan.

Real Madrid juga selalu menjadi salah satu pelaku utama gemerlapnya panggung sepak bola Eropa zaman modern dengan gelimang harta dan pemain-pemain kelas dunia yang seolah sangat gampangnya mereka gaet. Stadion Santiago Bernabéu selalu dipenuhi pemain-pemain sekaliber Ronaldo Luis Nazario da Lima, Luis Figo, Zinedine Zidane, David Beckham, Ruud Van Nistelrooy, hingga nama-nama beken masa kini seperti Cristiano Ronaldo, Kaka, dan Mesut Oezil.

Ruang ganti pemain di stadion Mestalla

Jika Anda bosan dengan dua klub tersebut, museum klub-klub seperti Atletico Madrid, Valencia dan Sevilla bisa menjadi alternatif. Saya cukup terkesan dengan museum di stadion Mestalla, Valencia dan Ramon Sanchez Pizjuan, Sevilla. Harga tiket masuknya pun tak semahal dua klub raksasa di atas. Harga tiket ‘Mestalla Forever’ hanya 11 euro, sangat murah untuk sebuah tur yang sudah tersertifikasi ‘recommended’ oleh Trip Advisor. Harga ini kurang lebih sama dengan tur stadion Ramon Sanchez Pizjuan milik Sevilla (10 Euro).

Stadion Ramon Sanchez Pizjuan di Sevilla

Sedangkan tur Atletico Madrid cukup berambisi bisa menyaingi pelayanan tur Real Madrid, klub sekotanya. Setelah diambil alih investor dari Cina, Wanda Group, derajat Atletico Madrid jauh terangkat jika melihat kandang baru mereka. Stadion berkapasitas 67 ribu penonton yang diberi nama Wanda Metropolitano ini telah memperoleh predikat bergengsi sebagai stadion berbintang empat UEFA. Predikat ini setara dengan beberapa stadion terkenal lain, seperti Allianz Arena di Muenchen dan Amsterdam Arena.

Singkat kata, berkunjung ke museum sepak bola di Spanyol adalah salah satu cara pas untuk memahami kultur masyarakat negara tersebut. Kapan-kapan, saya akan berbagi pengalaman menonton langsung laga sepak bola di negeri ini.

 

Profil Penulis:

Mahir Pradana adalah wakil ketua PPI Spanyol 2018/2019 yang juga penulis buku memoir sepak bola berjudul ‘Home & Away’ dan kolumnis di Football Tribe Indonesia. Mahir bisa disapa di akun Instagramnya @maheerprad.

Sebagian besar (calon) mahasiswa yang berkeinginan untuk melanjutkan sekolah di Arab Saudi bisa dibilang mempunyai cita-cita yang sama, yakni bisa beribadah di dua kota suci umat Islam (Makkah & Madinah). Pun begitu dengan yang terjadi di sebuah kampus di Provinsi Timur (Eastern Province) yang bernama King Fahd University of Petroleum and Minerals (KFUPM). Terletak di bagian paling timur Arab Saudi, menjadi cerita tersendiri jika ingin menunaikan umrah. Prosesi pelaksanaan umrah dilakukan di Makkah yang terletak di bagian barat Arab Saudi. Kurang lebih 1300 km jarak yang membentang dari kota Dammam/Khobar yang menjadi titik keberangkatan mahasiswa KFUPM jika ingin melakukan umrah ke kota Makkah.

Untuk mencapai kota Makkah dalam hal ini untuk berumrah bisa ditempuh dengan beberapa cara. Pertama, yang sering digunakan adalah mengikuti jadwal travel umrah yang disebut hamla. Biasanya umrah dilakukan akhir pekan, berangkat Kamis sore (sekitar jam 5 sore) tiba di Makkah sekitar jam 8-9 pagi, dan berangkat kembali ke Khobar Sabtu siang, dengan biaya kisaran 100-150 riyal tergantung paket yang dipilih (Makkah saja atau dengan Madinah, dan dengan atau tanpa penginapan).

Kedua, adalah menggunakan bus, seperti SAPTCO, sebuah perusahaan transportasi antar kota dari pemerintah Arab Saudi. Jadwal bus dari Dammam ke kota Makkah adalah 3x sehari dengan waktu tempuh mencapai 20 jam. Keuntungan yang bisa digunakan oleh pelajar/mahasiswa di Arab Saudi ialah bisa mendapatkan potongan harga tiket, yakni sebesar 50%, jadi beli tiket pulang-pergi dengan harga tiket sekali berangkat, yakni untuk rute Dammam-Makkah sebesar 210 riyal, dengan cukup menunjukkan surat keterangan mahasiswa aktif dari kampus.

Sujud menghadap Kabah

Adapun cara ketiga adalah dengan menggunakan moda transportasi pesawat terbang yang lebih cepat waktu perjalanan ditempuh sekitar 2-2.5 jam dari King Fahd International Airport (KFIA), Dammam ke King Abdulaziz Internasional Airport (KAIA), Jeddah. Lalu dari Jeddah bisa menggunakan taksi ke terminal bus Makkah, atau bisa langsung naik taksi omprengan yang bisa mengantarkan langsung ke dekat Masjidil Haram. Biaya tiket pesawat biasanya berkisar antara 300-500 riyal, dan untuk taksi kisaran 50-100 riyal dan bus dari Jeddah ke Makkah 20 riyal, dengan waktu tempuh perjalanan 1-1.5 jam.

Untuk akomodasi sendiri bisa memilih banyak opsi, seperti yang lebih ramah di kantong mahasiswa adalah mencari penginapan yang digunakan untuk mandi, bertukar pakaian, dan menaruh barang sementara, dengan tarif 50-100 riyal yang bisa digunakan untuk 3-5 orang. Opsi lain yang bisa diambil jika bepergian dengan hamla, adalah dengan menaruh tas di dalam bagasi bis dan cukup membawa tas kecil berisi pakaian ganti, dan selebihnya menunggu di sekitaran area Masjidil Haram saja, sehingga tidak mengeluarkan biaya akomodasi.

Urusan makanan, tiap cari bepergian, tentu saja berbeda biaya yang harus dikeluarkan, karena bergantung lama waktu perjalanan. Jika menggunakan hamla atau bus, biasanya ada 2 kali pemberhentian, tergantung waktu keberangkatan yang dipilih (pagi/siang/sore/malam). Bus akan berhenti di setiap waktu sholat dan juga saat tiba di daerah miqat untuk melakukan ihram. Miqat dari arah Timur Arab Saudi adalah Qarnul Manazil atau As-Sail yang berjarak sekitar 85 km dari Masjidil Haram. Untuk biaya makan selama perjalanan maupun di Makkah, kisaran 15-25 riyal untuk porsi yang bisa dihabiskan oleh 2-4 orang.

Jadi, jika dikalkulasikan kisaran biaya yang dihabiskan dalam sekali perjalanan umrah dari Provinsi Timur Arab Saudi (dalam hal ini dengan menggunakan bus atau hamla) adalah 150-250 riyal atau setara dengan 550 ribu-900 ribu rupiah tergantung kebutuhan dan gaya hidup saat perjalanan (pilihan makanan, porsi makan).

 

Profil Penulis:

Rama Rizana adalah mahasiswa magister untuk konsentrasi Transportation Engineering King Fahd University of Petroleum and Minerals (KFUPM), Dhahran, Arab Saudi. Saat ini menjabat sebagai wakil koordinator Pusat Kajian Gerakan PPI Dunia periode 2017/2018. Rama dapat disapa di akun Instagramnya @ramarizana.

 

 

Negara Islam dengan Kesultanan sebagai ciri khasnya. Kedamaian dan ketentraman yang dijanjikan kepada masyarakatnya menjadikan negara ini sebagai inspirasi bagi negara-negara lainnya dalam pembentukan masyarakat negara. Negara yang tidak luas namun besar kecintaannya pada sang Khalik ini mempunyai masjid-masjid yang dibangun megah nan indah dan termasuk simbol utama negara ini, simbol umat muslim yang juga menjadi seni nyata dalam pembangunan Islam di zaman modern saat ini. Salah satu masjid tersebut adalah Masjid Sultan Omar Ali Saifuddin.

Negara yang masih berumpun satu dengan negara Indonesia juga Malaysia ini mempunyai banyak kesamaan dengan negara-negara tetanggan kita yang mana masih bisa menemukan musim panas yang terik juga musim hujan yang terkadang membuat genangan air meluap. Masyarakat yang ada juga tidak jauh berbeda dari segi rupa dan fisik dibanding negara-negara Asia lainnya. Hanya saja mungkin terdapat beberapa perbedaan bahasa dan dialek yang digunakan. Dari segi budaya pun hampir sama. Hanya saja negara ini masih kental dan lekat dengan budaya-budaya lokal yang ada.

Masjid Sultan Omar Ali Saifuddin

Dikenal dengan nama Masjid SOAS (Masjid Sultan Omar Ali Saifuddin), bertempat di pusat ibukota Brunei Darussalam, Bandar Seri Begawan. Masjid ini tidak pernah sepi dari pengunjung, baik dari orang Brunei sendiri maupun orang luar negara, bahkan pengunjung non-muslim. Mereka berbondong-bondong datang dengan tujuan yang berbeda-beda. Baik itu untuk sekedar melihat pemandangan sekeliling masjid, berfoto bersama maupun sengaja datang untuk beri'tikaf. Terkhusus bagi mereka yang non-muslim, dikehendaki menutup pakaian mereka dengan pakaian yang telah disediakan didalam masjid.

Letaknya yang sangat strategis, dan adanya transportasi yang tidak sedikit juga berbagai jenis penginapan dan makanan khas negara-negara terkenal sudah tersedia di sekitarnya merupakan alasan terkuat bagi para wisatawan luar negara yang dtang berkunjung.

Ditambah lagi dengan adanya halaman luas yang dihias dengan berbagai macam pepohonan juga bunga-bunga indah sekeliling masjid ini. Siapa yang tidak terpana dibuatnya, ketika kita dapat menikmati dua keindahan alam dalam satu waktu?! Bukan hanya itu, masjid yang namanya diambil dari nama Sultan ke-3 yang pernah memimpin ini juga dibuat dari lapisan emas asli pada kubah utamanya serta dikelilingi dengan menara-menara masjid yang bahan bakunya tidak biasa, yaitu batu marmer asli. Di bagian belakang masjid juga dibangun jembatan yang bersambung langsung dengan Sungai Kampong Ayer yang ada di negara ini. Replika perahu (Barj Mahligai Sultan) yang bersambung dengan masjid tersebut juga merupakan keunikan sendiri bagi masjid ini. Dimana yang dahulu hanya bisa dinikmati keindahannya ketika dalam pementasan tilawah qur'an saja, saat ini setiap orang dalam keadan apapun bisa menikmatinya.

Ketua PPI Brunei berlatar Masjid SOAS.

Saya, sebagai pelajar Indonesia yang berada di negara ini dibuatnya tidak pernah merasa bosan untuk terus berkunjung ke masjid yang letaknya tidak terlalu jauh dari tempat dimana saya tinggal saat ini. Baik karena ingin sekedar datang untuk menikmati keindahan masjid ini, maupun karena tuntutan. Apakah tuntutan yang saya maksud disini? Apakah ini sesuatu yang negatif? Tidak tentunya. Tuntutan ini bermaksud sebagai tempat awal pengenalan orang-orang luar seperti saya tentang Negara ini, karena terkadang sayapun ikut mengajak orang-orang baru berkunjung kesana. Karena bagi saya, dia yang datang ke Negara ini belum sempurna rasanya jika ia belum mengunjungi masjid ini dan Masjid Jami' Asr' Haji Hassanal Bolkiah. Dan tidak sedikit orang yang telah pergi bersama saya untuk menikmati keindahan Masjid Omar Ali Saifuddin ini bersama, baik orang itu merupakan pelajar baru Indonesia atau dari negara-negara lain juga wisatawan asing yang sengaja hendak berkunjung.

Salah satu proker PPI Brunei

Dari karenanya untuk mempermudah jalannya kunjungan daripada orang luar, dibentuk sebuah aktivitas kunjungan di bawah naungan PPI (Perhimpunan Pelajar Indonesia) yang saat ini langsung di bawah tanggung jawab organisasi. Karena itu bagi siapa yang mungkin berminat untuk mengunjungi masjid ini juga tempat-tempat wisata lainnya bisa menghubungi langsung di Instagram @ppibruneidarussalam.

Profil Penulis:

Siti Bilqis Firdausy adalah mahasiswa tahun keempat jurusan Bahasa Arab di University Islam Sultan Syarif Ali. Bilqis juga aktif di PPI Brunei Darussalam sebagai Koordinator Departemen Pendidikan dan Keilmuan. Bilqis bisa disapa di akun Instagram @firdausy_bilqis

 

 

Mungkin sebagian dari kalian sudah tidak asing lagi jika menghabiskan bulan penuh berkah Ramadhan di Kota Madinah atau Mekkah, Tetapi apakah kalian sudah pernah menghabiskan Ramadhan di negeri para mula lainnya seperti Iran? Letak geografisnya memang sama-sama di Timur Tengah akan tetapi kenyataannya budaya dan tradisi di Iran cukup berbeda.

Iran terletak di Asia Barat Daya, berdekatan dengan Teluk Oman, Teluk Persia, dan Laut Kaspian antara Pakistan dan Irak. Sistem pemerintahan di Iran menerapkan kedaulatan Islam. Karena itulah sebagian besar penduduk Iran menganut agama Islam serta Iran juga masuk urutan ke-17 di dunia sebagai salah satu saksi atas perubahan dan dimulainya peradaban dunia dan penyebaran agama. Kemahiran masyarakat Persia dalam berperang di zaman itu tidak diragukan lagi hingga menyisakan banyak kisah kolosal, tempat, serta kerajinan budaya yang tertinggal sebagai saksi dan jejak sejarah yang dijadikan kebanggaan masyarakat sekitar. Hal ini juga sebagai salah satu daya tarik tersendiri bagi wisatawan asing untuk berkunjung ke negara Iran hingga saat ini.

Memulai suasana puasa di Mashhad, Iran. Sebelumnya, Mashhad merupakan salah satu kota pariwisata urutan keempat di Iran setelah urutan pertama sampai urutan ketiga di tempati oleh Isfahan, Tabriz dan Shiraz. Berbeda dengan ketiga kota teratas yang menawarkan budaya serta arsitektur tempat peninggalan bersejarah, Mashhad menawarkan suasana yang tak kalah menarik dengan hal di atas. Mashhad terkenal dengan perjalanan dan pengalaman spiritual dengan adanya tempat beribadah Imam Reza Holy Shrine sebagai satu icon kota Mashhad. Biasanya setiap tahun di Imam Reza Holy Shrine diadakan berbagai macam kegiatan spiritual di bulan Ramadhan yang diikuti baik penduduk sekitar maupun luar, seperti itikaf, buka puasa bersama, serta tadarusan Qur’an dan tafsir Qur’an.

Suasana itikaf

Itikaf adalah ritual ibadah yang mengharuskan seseorang untuk berdiam diri atau bertafakkur di masjid agung selama tiga hari atau lebih dalam keadaan berpuasa. Ritual ini sering dilakukan di bulan Rajab, Sya’ban, dan Ramadhan. Memasuki bulan Ramadhan, masjid-mesjid agung di Iran salah satunya di kota Mashhad yaitu Masjid Goharshad, Imam Reza Holy Shrine, mengadakan itikaf. Selama itikaf berjalan mereka sudah disediakan fasilitas seperti Qur’an dan buku-buku doa, makanan sahur dan iftar, serta ada kegiatan muhasabah diri yang diisi oleh seorang syeikh.

Zulbiyah dan Bumiyeh

Tak jauh berbeda dengan budaya Indonesia yang menyediakan takjil di berbagai masjid, di Iran pun melakukan hal yang sama, ditambah lagi puasa di Iran terbilang cukup lama dengan durasi 18 jam menahan haus dan lapar belum lagi di musim panas, dikarenakan itu Iran menawarkan makanan seperti, kurma, bamiyeh, zoolbiyah, shir berenj, teh, gulab, dan buah-buahan. Takjil yang sekiranya membuat tubuh kita selalu stabil. Ada yang menarik dari menu buka puasa di Iran salah satunya zulbiyah dan bumiyeh, manisan ini merupakan salah satu ciri khas dari negara Iran. Biasanya dikeluarkan hanya pada saat bulan puasa. Bentuknya bulat manis terbuat dari tepung gandum dan tepung beras.

Al-Qur’an diturunkan di malam Lailatul qadr maka di bulan suci Ramadhan ini penduduk mengadakan tadarusan bersama, biasanya dilakukan di malam hari dari jam 10 malam hingga menjelang sahur jam 3 pagi tetapi sebagian tempat ada juga yang mengadakan di pagi hari. Namun, tidak terasa Irannya jika tidak mencoba tadarus di Masjid Goharshad yang tidak hanya membaca Al-Qur’an saja namun ada berupa munajat-munajat di tengah-tengahnya.

Tadarusan di Masjid Goharshad

Masjid Goharshad

Choi Sholawati

Satu lagi yang tak kalah menarik di bulan puasa yang berbeda di negara-negara lain, yang cuma bisa di dapatkan di Iran dan sekitarnya. Namanya Choi Sholawati. Choi yang berarti teh dan Sholawat yang bermakna bershalawat. Tradisi ini sudah lama dan ada sejak beberapa tahun silam, ini sangat menarik, mereka menawarkan teh secara cuma-cuma dan biasanya bisa kita temui di jalan-jalan raya atau di tempat keramaian lainnya. Kenapa dinamakan Choi Shalawati karena kita hanya perlu membayarnya dengan bershalawat. Biasanya stand-stand ini ada pada hari peringatan tertentu saja, seperti wiladah, syahadah dan bulan puasa.

Itulah beberapa pengalaman dan kegiatan yang bermanfaat yang bisa kita lakukan selama berada di negara Iran. Selain bisa mendapatkan makna spiritualnya, kita juga bisa mendapatkan pengalaman menarik lainnya.

 

Profil Penulis:

Abidah Pulana adalah mahasiswi S1 Kalam Almustafa International University, Maktab Narges Mashhad, yang juga merupakan staff Departemen Humas dan Broadcasting IPI Iran. Abidah dapat disapa di akun Instagram @pulanabidah

 

Copyright © 2021 PPI Dunia
All rights reserved
Mayapada Tower 1, Lt.19, Jl. Jend. Sudirman, Kav. 28
Jakarta Selatan 12920