logo ppid

Simposium Internasional Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) Dunia tahun ini dihelat di Kairo, Mesir. Event tahunan PPI Dunia tersebut berlangsung dari tanggal 24 Juli hingga 28 Juli 2016. Simposium kali ini mengusung sebuah tema “Memperteguh Identitas Bangsa Indonesia”, dan diisi beberapa seminar dialog kebangsaan, diskusi komisi, rapat tahunan dan sidang kongres PPI Dunia. Dalam acara ini Menteri Agama Republik Indonesia, Lukman Hakim Saifuddin beserta Deputi Grand Syekh Azhar turut hadir dan sekaligus membuka jalannya acara.

Dalam sesi dialog interaktif bersama Menteri Agama, Lukman Hakim menyampaikan bahwa masyarakat Indonesia memiliki cirikhas dalam tata cara berbangsa dan beragama. Hal ini terhimpun dalam pancasila sebagai simbol keberagaman agama. Menurutnya keberagaman ini (pluralitas) mestinya mendorong kita untuk saling melengkapi, bukan bertengkar dan bermusuhan.

Diskusi panel

Rangkaian kegiatan simposium pun dilanjut dengan diskusi panel. Dalam sesi ini terbagi ke dalam empat panel diantaranya: politik, ekonomi, agama, pendidikan dan budaya. Dalam sesi ini juga panitia menghadirkan sejumlah pakar dan tokoh nasional, seperti Prof. Mahfud MD, Prof. Joseph Kristiadi, Prof. Nasaruddin Umar, Prof. Amsal Bakhtiar, Faisal Basri, S.E, M.A., Yudi Latif, Ph.D, Dr. J.B Heru Prakosa, Sabeth Abilawa, M.E, Tubagus Mansur, Ak., M.Acc., Dr. Muchlis Hanafi dan Muhammad Danial Nafis.

Sesuai tema yang diangkat, empat diskusi panel diatas membahas persoalan-persoalan terbaru di Indonesia yang menyangkut keutuhan identitas bangsa. Namun secara umum diskusi-diskusi panel tersebut dibahas untuk menjadi tawaran solusi bagaimana memperteguh identitas bangsa Indonesia, yang kemudian solusi tersebut diramu dalam bentuk rekomendasi atau rencana aksi.

Dalam panel politik misalnya, ditekankan bahwa pilar identitas bangsa adalah pancasila. Maka sejatinya nilai-nilai pancasila harus diturunkan ke dalam berbagai dimensi. Namun persoalannya adalah ketidakmampuan kita dalam membumikan pancasila, sehingga dalam praktik politik itu semuanya bergeser. Akan tetapi bagaimanapun pancasila adalah representatif dari masyarakat Indonesia, yang artinya memiliki nilai kebersatuan dalam keberagaman (Unity in diversity).

Adapun dalam panel pendidikan sendiri, ditegaskan bahwa identitas merupakan suatu hal yang bukan dibicarakan tetapi digerakkan sehingga menghasilkan sebuah perubahan. Semua pergerakan dan perubahan sebagian besar berasal dari mahasiswa.

Sementara dalam kacamata ekonomi, narasumber mengutarakan bahwa Indonesia menempati posisi ketujuh terbesar sedunia yang menunjukkan bahwa 2,3 % dari masyarakatnya yang kaya adalah mereka yang dekat dengan penguasa. Sehingga banyak para politikus adalah orang yang punya kuasa terhadap uang. Meskipun demikian sistem perekonomian yang dibangun di Indonesia memang tidak terarah. Sehingga pertumbuhan ekonomi Indonesia melambat. Maka boleh jadi dengan hadirnya sistem ekonomi syariah dapat memacu pertumbuhan ekonomi Indonesia semakin meningkat. Sebab tak bisa dipungkiri perkembangan ekonomi syariah sangat pesat dan telah digunakan di berbagai negara.

Sedangkan dalam panel agama sendiri, narasumber menegaskan secara gamblang bahwa terorisme tidak mengenal agama. Penyebab munculnya paham terorisme tidak tunggal, ia bahkan akumulasi dari berbagai persoalan, yang kemudian dibalut dengan dalil-dalil keagamaan. Maka tugas pemuka agama adalah memberikan klarifikasi yang menyeluruh terhadap tafsir-tafsir keagamaan yang selama ini dipahami secara menyimpang.

Diskusi Komisi: Tujuh Butir Rencana Aksi untuk Indonesia

Diskusi komisi yang diselenggarakan pada tanggal 26 Juli 2016 merupakan bagian dari rangkaian kegiatan penting simposium. Berbeda dengan tahun sebelumnya, pada tahun ini untuk pertama kalinya PPI Dunia melahirkan gagasan bukan dalam bentuk Deklarasi ataupun Rekomendasi, melainkan Rencana Aksi untuk Indonesia.

Steven Guntur selaku Koordinator PPI Dunia 2015-2016 mengungkapkan bahwa tugas membangun bangsa bukan hanya menjadi tugas pemerintah semata, lebih dari itu juga adalah tugas setiap rakyatnya. Maka pada tahun ini PPI Dunia melibatkan seluruh elemen yang terdiri dari kurang lebih 51 PPI Negara dan 20 BEM kampus di Indonesia untuk merumuskan sebuah gerakan dimana dapat memberikan manfaat langsung kepada masyarakat Indonesia. Berikut ini adalah tujuh butir Rencana Aksi:

Komisi Agama

  1. Radikalisme dan ekstremisme yang semakin marak di Indonesia. Hal ini disebabkan oleh banyaknya pemikiran yang melenceng dari ajaran agama yang dianut masyarakat Indonesia dewasa ini. Kemudian mengakibatkan terorisme yang semakin meningkat dan banyaknya aksi kekerasan yang mengatasnamakan agama. Atas dasar itu, PPI Dunia mencoba membentuk sebuah tim kajian sebagai wadah diskusi online secara rutin. Tim kajian ini akan menjalin kerjasama dengan instansi pemerintahan terkait, diantaranya Kementrian Agama, Kementrian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) dan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT). Selain itu akan dibentuk pula sebuah tim media kerohanian di PPI Dunia.
  1. Kasus pelecehan agama antar umat beragama di Indonesia yang berdampak pada pengikisan rasa persatuan rakyat Indonesia, dan hal ini bertentangan dengan asas pancasila dan UUD. Atas dasar itu dibentuklah tim media kerohanian di PPI Dunia untuk mengatasi isu tersebut. Tim ini diharapkan mampu menghasilkan karya berupa tulisan, foto dan video tentang isu-isu agama yang dikemas dengan cara yang menarik dan mudah dipahami.

Komisi Politik

  1. Gerakan Separatis Papua Barat. Sebagaimna diketahui gerakan tersebut mencoba membentuk opini internasional bahwa kemerdekaan Papua merupakan hal yang patut didukung oleh dunia. Menanggapi isu tersebut, PPI Dunia tergerak untuk memberikan pandangan dan gagasan serentak bahwa Papua harus tetap menjadi bagian dari Indonesia. Untuk menindaklanjuti isu tersebut, tim kajian Papua yang dihimpun oleh PPI Dunia terus bersinergi dan memperkuat gerakannya untuk menyelesaikan tugas sesuai dengan yang sudah direncanakan. Kegiatan tersebut dapat melahirkan opini alternatif di dunia internasional tentang harapan kondisi Papua sesungguhnya (masih dalam NKRI). Dalam hal ini, diawali dengan memperkuat tim kajian Papua PPI Dunia serta mengirimkan tulisan hasil kajian mengenai Papua ke setiap media di Negara masing-masing PPI Negara.
  1. Munculnya gerakan anti demokrasi di berbagai negara, seperti terjadinya banyak kudeta hasil pemilihan umum yang demokratis. Indonesia sebagai salah satu negara demokrasi terbesar di dunia, berkewajiban mempromosikan nilai demokrasi yang sudah dilaksanakan di Indonesia ke negara-negara tersebut. Atas dasar itu, setiap PPI di seluruh Negara akan mengadakan kegiatan lintas budaya dengan bertemakan demokrasi di Indonesia.

Komisi Pendidikan dan Budaya

  1. Kesejahteraan guru dan pendidikan daerah terpencil. Isu ini diangkat karena terdapat kesehjateraan guru yang memprihatinkan. Selain itu standar pendidikan yang kurang merata merupakan isu yang harus diperhatikan. Berangkat dari hal itu, PPI Dunia menghimpun gerakan pengumpulan dana dan dapat digunakan untuk melaksanakan gerakan pembangunan 100 sekolah dasar. Selain itu gerakan pengumpulan koin untuk kenaikan gaji guru di Indonesia juga menjadi target utama PPI Dunia.
  1. Isu tentang media dan sistem informasi. Sedikitnya informasi yang diterima oleh siswa SMA dan universitas di sekolah di wilayah marginal menjadi poros gerakan pelajar Indonesia di luar negeri untuk membentuk sebuah wadah yang inspiratif di sejumlah kota di Indonesia, baik dalam bentuk online (video, web, atau aplikasi) maupun offline (datang langsung ke SMA, Universitas dan masyarakat umum di daerah tertinggal).

Komisi Ekonomi

 

  1. Peningkatan perekonomian masyarakat Indonesia di level grass root, dalam ranah penguatan dan perluasan sistem informasi perdagangan dari petani ke konsumen. Berangkat dari isu ini, PPI Dunia mencanangkan beberapa langkah strategis. Pertama, PPI Dunia akan memilih desa binaan bekerjasama dengan LPPM IPB, UIN Jakarta, UIN Palembang, UNPAD, UGM. Kedua, pelaksanaanSummer Vacation, yaitu kolaborasi antara PPI Dunia Dan BEM yang nantinya akan memberi kontribusi nyata dalam program Bina Desa. Selain itu PPI Dunia akan menjalin kerjasama dengan para pemangku kebijakan/stakeholder yang terdiri dari kelompok tani, perangkat desa, pelaku usaha terkait, dan juga pemuka agama setempat.

Liputan Kairo, Simposium Internasional PPI Dunia ke-8 digelar di Kairo pada tanggal 24 sampai dengan 29 Juli 2016. Beberapa acara yang termasuk dalam rangkaian Simposium Internasional ini antara lain diskusi panel, sidang komisi, serta rapat tahunan. Pada hari pertama simposium pada tanggal 24 Juli 2016, terdapat tiga buah acara diskusi yang dibawakan oleh menteri dan pakar.

Diskusi pertama merupakan diskusi interaktif yang dibawakan oleh Bapak Lukman Hakim Saifuddin yang merupakan Menteri Agama. Beliau membahas mengenai demoralisasi bangsa Indonesia. Saat ini demoralisasi terjadi pada generasi muda sehingga perlu adanya penanganan yang tepat. Selain itu beliau juga membahas mengenai pemahaman agama yang kurang benar, contohnya tidak memanusiakan manusia sehingga berkurangnya rasa toleransi. Di sinilah tugas Menteri Agama untuk mengarahkan mereka ke pemahaman yang lebih baik. Bapak Lukman Hakim juga sangat menyayangkan rasa optimisme rakyat kepada Indonesia yang sudah memudar dikarenakan media yang mempublikasikan berita sensasional dan tidak wajar. “Banyak masyarakat yang pesimis dengan negara sendiri. Saya ingin bangkitkan rasa optimisme kembali, karena masih banyak hal-hal positif yang tidak terekspose di media,” harap Bapak Lukman Hakim.

Kemudian acara dilanjutkan dengan dua buah panel diskusi. Pada panel diskusi pertama yang dimoderatori oleh Ali Abdillah dibawakan oleh Prof. Dr. Moh. Mahfud MD., S.H yang membahas mengenai mengembalikan identitas bangsa. Selain itu diskusi selanjutnya dibawakan oleh Yudi Lathief dan Jay Kristiadi mengenai kedaulatan rakyat, kemajemukan, dan peran TNI.

_MG_0044Mantan ketua Mahkamah Konstitusi, Mahmud MD sangat menyayangkan identitas bangsa yang mulai hilang secara perlahan. Hal ini dikarenakan adanya permasalahan ekonomi, budaya, hukum, pendidikan, serta agama. Selain itu juga membahas mengenai hak asasi. “Hak asasi bersifat partikular, yaitu sesuai dengan kebutuhan budaya. Hal ini menjadi pro dan kontra dalam masyarakat,” jelas Mahmud MD.

Pakar Politik, Yudi Lathief memaparkan mengenai sejarah Kairo yang dulunya merupakan poros pendukung peradapan dunia. Beliau menyatakan bahwa Indonesia juga memiliki kaitan sejarah dengan Mesir, tidak hanya dengan Belanda. Selain itu beliau juga membahas pancasila yang merupakan common value, di mana nilai pancasila tersebut lahir jauh sebelum jaman Soekarno. Identitas bangsa Indonesia juga merupakan common value. “Setiap kebijakan harus turun dari pancasila, tetapi sayangnya banyak yang tidak melakukan itu,” sesal Yudi Lathief.

Jay Kristiadi yang merupakan pengamat politik menjelaskan bahwa mahasiswa yang berkuliah di luar negeri adalah menjadi social society. “Semua mahasiswa ini memiliki peran yang sangat penting di masyarakat,” jelas Jay Kristiadi.

Selanjutnya panel diskusi terakhir dibawakan oleh Prof. Dr. Amtsal Bachtiar, MA. Setelah itu dibawakan oleh Muhammad Danial Nafis.

Dirjen Diktis Dr. Amtsal Bachtiar, MA menjelaskan bahwa kemajuan bangsa tergantung pada tiga hal pokok utama, antara lain ilmu dan teknologi, ekonomi, dan militer. Ilmu dan teknologi harus maju. “Semua orang harus menuntut ilmu sebanyak-banyaknya dan setinggi-tingginya supaya bisa menjadi orang yang excellent. Pendidikan sangat penting karena itu merupakan kunci utama menuju kesuksesan bangsa,” jelas Amtsal Bachtiar.

Muhammad Danial Nafis yang m_MG_0100erupakan CEO Aktual Media Negeri menjelaskan bahwa media juga berperan penting dalam memperteguh identitas bangsa. Pendidikan karakter bangsa bisa terbentuk karena media. “Media ikut berperan dalam menciptakan pendidikan yang berkualitas dan berbudaya,” tegas Muhammad Dania. (Red. PW)

 

Liputan Mesir, Simposium Internasional PPI Dunia ke-8 digelar di Kairo pada tanggal 24 sampai dengan 29 Juli 2016. Acara ini diawali dengan sama-sama menyanyikan lagu Indonesia Raya kemudian dilanjut dengan sambutan dari Ketua Simposium Internasional 2016, Presiden PPMI Mesir, Koordinator PPI Dunia, Duta Besar Mesir, Deputi Grand Syeikh Al Azhar, serta Menteri Agama Republik Indonesia. Dalam sambutan Ketua Simposium tersebut, Imdad Azizy menjelaskan bahwa Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Kairo turut mendukung acara ini sehingga simposium yang sudah dipersiapkan sejak enam bulan sebelumnya dapat berjalan lancar. “Acara ini diadakan dengan harapan dapat merubah Indonesia menjadi lebih baik,” jelas Imdad. Imdad Presiden PPMI Mesir, Abdul Gofur Mahmudin membangkitkan semangat para delegasi dan tamu yang hadir dalam pembukaan simposium ini dengan menjelaskan bahwa dalam program kerjanya, PPMI Mesir berkontribusi dalam bidang pendidikan, sosial, dan budaya. “Harapan kami adalah agar muncul ide untuk menyejahterakan bangsa Indonesia karena kami sangat peduli terhadap nasib bangsa Indonesia,” papar Abdul Gofur. Dalam sambutan koordinator PPI Dunia, Steven Guntur memberi paparan singkat mengenai PPI Dunia, serta program kerja yang sudah dilaksanakan. Steven juga memberikan semangat kepada seluruh hadirin bahwa semua orang harus mempunyai mimpi. “Mimpi mengantarkan kita menjadi seseorang,” menurut Steven. Dubes Duta Besar LBBP KBRI Cairo Helmy Fauzy menjelaskan bahwa simposium yang memiliki tema Memperteguh Identitas Bangsa Indonesia ini bertujuan untuk masa depan bangsa Indonesia. “Kami sangat mendukung acara ini dari awal karena kami peduli dengan Indonesia, serta Mesir adalah tempat yang tepat karena peradaban manusia dimulai dari sini,” jelas Helmi Fauzy, selaku Dubes KBRI Cairo. Steven Deputi Grand Syeikh Al Azhar, Dr. Abbas Syauman sangat mengapresiasi mahasiswa Indonesia yang mengadakan Simposium Internasional di Kairo. Menurut Dr. Abbas Syauman, acara ini merupakan hal yang sangat positif karena semua hadirin yang datang termasuk mahasiswa yang menuntut ilmu dari berbagai macam cabang bertujuan untuk membangun bangsa Indonesia. Terutama mahasiswa mahasiswi yang berkuliah di Al Azhar. “Mahasiswa dan mahasiswi adalah amanah yang kami emban, sehingga kami membekali mereka dalam hal-hal kemanusiaan dengan tujuan agar dapat menyelesaikan permasalahan di dalam masyarakat,” papar Dr. Abbas Syauman. Menteri Agama Republik Indonesia, Lukman Hakim Saifuddin menjelaskan bahwa seluruh mahasiswa Indonesia yang belajar di luar negara memiliki tugas utama untuk memperdalam ilmu. Diharapkan ilmu ini dapat membangun Indonesia menjadi lebih baik ke depannya. "Mesir sangat berbahagia menyambut kedatangan mahasiswa Indonesia yang kuliah di berbagai negara, berharap kegiatan ini dapat memberikan manfaat untuk bangsa Indonesia menjadi lebih baik lagi ke depan," jelas Lukman Hakim Saifuddin. (Red. PW)

Jakarta, Minggu 26/6/16 lalu PPI Dunia sukses menggelar acara silaturahmi dan buka puasa di kantor Radio Republik Indonesia (RRI) Jakarta. Acara ini dihadiri oleh mantan koordinator PPI Dunia Ahmad Almaududy Amri periode 2014 - 2015, Ketua PPI rkrki, Ketua PPMI Saudi Arabia, Ketua PPI Italia, Koordinator Biro Pers PPI Dunia, Alumni PPI dunia dari berbagai kawasan dan Perwakilan BEM di Indonesia.

Acara Silaturahmi ini diawali dengan kata sambutan yang disampaikan oleh Koordinator Biro Pers PPI Dunia 2015 - 2016 Dewi Anggrayni. Menurutnya, acara ini digelar bertujuan untuk menguatkan silahturahmi PPI Dunia dengan PPI Negara, alumni dan juga Dewan Presidium yang selama ini melakukan komunikasi dan koordinasi melalui media sosial saja.

"Silaturahmi ini bertujuan untuk menguatkan hubungan PPI Dunia dengan PPI negara, alumni dan juga Dewan Presidium. Selama ini komunikasi dan koordinasi dilakukan by online dan saat inilah moment yang pas untuk berkumpul untuk lebih mengenal satu sama lain, dan kenapa di RRI, karena RRI telah menjadi mitra selama beberapa tahun terakhir memublikasikan aktifitas PPI Negara anggota PPI Dunia," ucap Dewi.

Rangkaian kegiatan silahturahmi dimulai dengan sosialisasi simposium internasional yang akan berlangsung juli mendatang oleh perwakilan panitia SI Cairo, Ahmad Bayhaki.

"Pertemuan yang sangat bermanfaat dan mendambah ilmu. Acara seperti ini dipertahankan dan lebih diaktifkan lagi forum diskusinya," Ucap Bayhaki.

Live ON AIR

Acara buka puasa ini juga disiarkan langsung melalui siaran Kampung Halaman RRI yang diisi oleh perwakilan Dewan Presidum periode 2015-2016 Imam Khairul Annas dan Dewi Anggrayni, Dhafi Iskandar Alumni PPI Dunia dan perwakilan PPI Negara Intan Irani PPI Italia, Padma Nabhan PPI India, Ahmad Bayhaqi Maskum PPMI Mesir.

Selanjutnya perwakilan alumni mengisi acara dengan bedah buku yang berjudul “Dari Kami untuk Negeri”. Buku karya Dewan Presidium PPI Dunia periode 2014 - 2015 ini dipaparkan singkat oleh Ahmad AlMaududy Amri.

"Buku ini berawal dari simposium di Jepang pada tahun 2014, kami dari perwakilan PPI Dunia berinisiatif untuk menuliskan kisah kami selama berkuliah di luar negeri sebagai kontribusi untuk bangsa untuk menyemangati teman-teman di Indonesia yang ingin berkuliah di luar negeri," jelas Dudy.

Dudy juga memaparkan dengan singkat isi dari buku "Dari Kami untuk Negeri" yang mengisahkan pengalaman mahasiswa Indonesia yang berkuliah di luar negeri dan juga berorganisasi di waktu yang bersamaan.

"Kami mengisahkan pengalaman organisasi, tantangan kehidupan di luar, kejadian-kejadian mahasiwa indonesia di luar negeri juga tantangan perkuliahan," tutur Dudy.

Setelah pemaparan singkat oleh Dudy, acara dilanjutkan dengan bedah buku dari salah satu teman alumni PPI Dunia yang berjudul “Merangkul Beruang Merah.”

Buku Merangkul Beruang Merah mengisahkan perjalanan hidup penulis, Ade Irma Elvira tentang proses perkuliahan beliau di Rusia dimulai dari memohon restu orang tua hingga tantangan ekonomi juga akademiknya di Rusia.

"Buku ini menceritakan tentang pengalaman saya selama di Rusia, di kota Moskow yang penuh tantangan. Harapannya semoga buku ini nantinya bisa di-film kan agar dapat memotivasi dan menyemangati pemuda Indonesia untuk melanjutkan studinya," jelas Ade.

Penulis juga menambahkan kata mutiara yang ia sampaikan untuk pembaca

"Halangan dan rintangan bukanlah hal yang membatasi diri kita untuk maju"

1

Acara dilanjutkan dengan tausiah dari perwakilan PPMI Saudi Arabia , Abudzar Mandaili hingga azdan Maghrib berkumandang. Kemudian, perkenalan dari setiap peserta dan diskusi mengenai situasi terkini di Turki pasca ledakan bom di Turki. Azwir juga menggambarkan situasi singkat kehidupan mahasiswa Indonesia di Turki. Azwir, ketua PPI turki menyampaikan harapannya mengenai situasi yang sedang terjadi di sana.

"Kami memohon doa kepada teman-teman PPI Dunia, agar situasi Turki tetap stabil dan aman. Juga teman kita yang tempo hari ditangkap cepat selesai proses hukumnya," jelas Azwir.

Acara ini ditutup dengan pembahasan singkat Simposium Internasional yang akan dilaksanakan di Cairo pada tanggal 24 – 28 Juli mendatang. Besar harapan peserta juga agar acara seperti ini dapat terus dilaksanakan. (Red, Nazla, Editor, dw/df)

*Siaran tersebut bisa langsung didengarkan melalui media player di bawah ini:

⁠⁠⁠⁠

Madinah - (PPMI Arab Saudi) Festival Budaya dan Bangsa, yang merupakan acara tahunan bergengsi di Universitas Islam Madinah, telah ditutup pada hari Sabtu, tanggal 2 April yang lalu.

Namun acara pengumuman juara baru diselenggarakan pada hari Kamis, 7 April 2016 di Auditorium Raja Saud bin Abdul Aziz Al Saud, Universitas Islam Madinah selepas isya.

Acara yang diadakan bersamaan dengan pemberian hadiah bagi UKM (Unit Kegiatan Mahasiswa) dan pembagian hadiah bagi pemenang World Cup se-UIM ini dihadiri oleh Plt Rektor Universitas Islam Madinah, Fadhilatusy Syaikh Prof. Dr. Ibrahim bin 'Ali al-'Ubaid, Kepala Biro Kemahasiswaan UIM, Fadhilatusy Syaikh Dr. Husain bin Syarif al-'Abdali, beserta para dekan, staf, pengajar serta para mahasiswa tentunya.

Indonesia meraih penghargaan dua kali, yaitu sebagai pemenang peringkat ke-9 pada festival budaya dan pemenang pada peringkat ke-5 untuk hari perempuan.

IMG_5675

"Festival tahun ini lebih meriah dari tahun kemarin, persiapan yang dilakukan oleh penyelenggara festival juga lebih matang. Koordinasi antara panitia penyelenggara dan peserta (63 negara) pada tahun ini sangat baik dan pada tahun ini, Indonesia dapat meraih posisi ke-9 pada festival budaya. Serta pada posisi ke-5 untuk yaumunnisa (hari khusus perempuan). Sedangkan pada tahun kemarin Indonesia berada di posisi ke 23 dari 50 negara. Semua berkat usaha dari teman-teman panitia indonesia dan PPMI, serta dukungan dari KBRI Riyadh dan KJRI Jeddah", ujar Nazeh, Ketua Panitia.

"Tahun ini, kami juga membentuk panitia dari Ummahat (istri-istri mahasiswa Indonesia di Madinah), mereka sangat membantu dalam bidang sajian kuliner, kami mengapresiasi kerja keras dan bantuan mereka", tambah Nazeh.

Menurut Kepala Biro Kemahasiswaan UIM, Fadhilatusy Syaikh Dr. Husain bin Syarif al-'Abdali, Tujuan diselenggarakan acara ini yaitu untuk lebih mempererat ikatan kekeluargaan dan kecintaan antar negara serta pertukaran kreatifitas dan kebudayaan antar negara.

"Semoga Indonesia bisa terus berpartisipasi setiap tahunnya dan naik peringkat di festival yang akan datang" tutur Imam Khairul Annas, Ketua PPMI Arab Saudi.

Para pemenang menurut peringkat sebagai berikut:

1. Tajikistan
2. Bangladesh - Aljazair -Afghanistan
3. Mali - Yaman
4. Palestina
5. Maghrib - Bosnia
6. Bahrain
7. Mauritania
8. Yunani - Myanmar
9. Indonesia
10. Pakistan
11. Albania
12. Mesir
13. Madagaskar
14. Chad
15. Comoro

Liputan Malaysia, Untuk kedua kalinya PPI Dunia berencana akan memberikan dukungan kepada Festival Studi Luar Negeri (FSLN) 2016 yang direncankan akan berlangsung pada 17-18 Februari 2016 di Universitas Negeri Jakarta ( UNJ). Adapun tema yang diangkat dalam FSLN kali ini adalah “Be a World-wide Minded Student for better Future”.

Dr Steven Guntur Kordinator PPI Dunia 2015-2016 menjelaskan, pihaknya mengupayakan agar jumlah PPI Negara yang ikut serta dalam FSLN 2016 lebih banyak dari tahun sebelumnya. Diharapkan banyaknya jumlah PPI Negara yang ikut serta akan menambah semangat pelajar di Indonesia untuk melanjutkan studi di luar negeri.

“ Pada prinsipnya semakin banyak PPI yang ikut serta akan semakin banyak mahasiswa di Indonesia yang mendapatkan informasi mengenai geliat pelajar Indonesia yang belajar di luar negeri,” Ungkap Steve yang juga penerima beasiswa dari pemerintah Rusia.

Suasana FSLN PPI Dunia dan UNJ 2016 ( Foto : Panitia FSLN 2016)

Suasana FSLN PPI Dunia dan UNJ 2016 ( Foto : Panitia FSLN 2016)

Steven juga menambahkan, tidak semua orang memiliki kesempatan belajar di luar negari, FSLN merupakan salah satu cara untuk dapat informasi dan merencanakan dengan baik persyaratan, finansial, peluang, dan mental untuk dapat kuliah di luar negeri. Sehingga dapat mempersiapkan diri semaksimal mungkin ketika kelak berada di luar negeri.

“ Kuliah di luar negeri tidak saja mendapatkan ilmu secara akademis, tetapi juga non akademis seperti wawasan serta culture di negara tempat kita belajar, dengan harapan kapability kita meningkat untuk memecahkan persoalan yang terjadi di tanah Indonesia,” jelas pria asal Medan ini.

Sementara itu Imam Bukhori sebagai ketua pelaksana FSLN 2016 menjelaskan, Pihaknya telah mempersiapkan sebaik mungkin jalannya pelaksanaan FSLN. Menurut rencana kegiatan yang berlangsung selama dua hari ini akan diisi oleh berbagai pemateri dari dalam dan luar negeri.

“ Pihak kami akan mengundang perwakilan dari PPI Dunia dan Pihak LPDP serta sejumlah lembaga pendidikan lainnya. Selain itu akan dibuka juga sejumlah stand yang akan diisi oleh perwakilan PPI Dunia yang nantinya akan memberikan informasi mengenai bagaimana kuliah di negara tersebut. Untuk open registration peserta yang akan dibuka pada tanggal 25 Desember 2015,” jelas Imam.

Panitia FSLN 2016 memprediksi jumlah peserta yang akan hadir sekitar 2700 orang dari berbagai lembaga dan calon peserta yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia. Selain talkshow, menurut rencana panitia juga akan menggelar workshop dengan pemateri Dr. Haryo Kuncoro, M.Si Dosen Universitas Negeri Jakarta (UNJ) yang juga sebagai interview calon penerima beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP).

Seterusnya FSLN juga akan menyelenggarakan free test International English Language Testing System (IELTS) yag merupakan salah satu syarat bagi peserta yang ingin mendaftar belajar di luar negeri.

“Talkshow nantinya akan mengusung tema “Study Abroad: How to Survive”, yang akan di isi oleh perwakilan PPI se-Dunia Singapura, Jepang, Mesir, Rusia dan Australia,” Jelas Imam lebih lanjut.

FSLN PPI Dunia dan UNJ 2016 ( Foto : Panitia FSLN 2016)

FSLN PPI Dunia dan UNJ 2016 ( Foto : Panitia FSLN 2016)

Dengan popularitas dan kredibilitas organisasi PPI Dunia maka diharapkan sesi talkshow ini dapat menarik animo serta antusias yang tinggi dari kalangan pelajar khususnya mahasiswa.

Untuk workshop nantinya FSLN akan mengundang LPDP akan menjadi narasumber. Untuk tema yang dipilih adalah “Get Scholarship: Writing Motivation Letter and Interview Preparation”.

Dalam sesi seminar hari kedua peserta akan diajak untuk berinteraksi dengan perwakilan PPI Dunia dengan tema “Strive for Scholarship”. Dalam kegiatan diharapkan nantinya PPI Dunia dapat memberikan shering informasi pengalaman belajar di luar negeri.

FSLN PPI Dunia dan UNJ 2016 ( Foto : Panitia FSLN 2016)

FSLN PPI Dunia dan UNJ 2016 ( Foto : Panitia FSLN 2016)

“ Untuk memfasilitasi calon mahasiswa yang akan studi di luar negeri, FSLN nantinya akan memilih 20 peserta untuk mendapatkan mentoring online secara intensif dengan para penerima beasiswa luar negeri dengan tujuan untuk mendukung kesuksesan peserta terpilih untuk mendapatkan beasiswa studi ke luar negeri,” tutup Imam.(Dw)

Liputan Malaysia, Untuk kedua kalinya PPI Dunia berencana akan memberikan dukungan kepada Festival StudiLuarNegeri(FSLN) 2016 yangdirencankanakanberlangsungpada17-18 Februari 2016 di Universitas Negeri Jakarta ( UNJ).Adapuntema yang diangkat dalam FSLN kali ini adalah“Be a World-wide Minded Student for better Future”.

9d2af8cd4a96341423b550ea4889c714

Dr Steven Guntur Kordinator PPI Dunia 2015-2016 menjelaskan, pihaknya mengupayakan agar jumlah PPI Negara yang ikut serta dalam FSLN 2016 lebih banyak dari tahun sebelumnya. Diharapkan banyaknya jumlah PPI Negara yang ikut serta akan menambah semangat pelajar di Indonesia untuk melanjutkan studi di luar negeri.

“ Pada prinsipnya semakinbanyak PPI yang ikut serta akan semakin banyak mahasiswa di Indonesia yang mendapatkan informasi mengenai geliat pelajar Indonesia yang belajar di luar negeri,” Ungkap Steve yang juga penerima beasiswa dari pemerintah Rusia.

Steven juga menambahkan, tidak semua orang memiliki kesempatan belajar di luar negari, FSLN merupakan salah satu cara untuk dapat informasi dan merencanakan dengan baik persyaratan, finansial, peluang, dan mental untuk dapat kuliah di luar negeri. Sehingga dapat mempersiapkan diri semaksimal mungkin ketika kelak berada di luar negeri.

“ Kuliah diluar negeri tidak saja mendapatkan i

31b573647160468655349770872d7d79lmu secara akademis, tetapi juga non akademis seperti wawasan serta culture di negara tempat kita belajar, dengan harapan kapability kita meningkat untuk memecahkan persoalan yang terjadi di tanah Indonesia,” jelas pria asal Medan ini.

Sementara itu Imam Bukhori sebagai ketua pelaksana FSLN 2016 menjelaskan, Pihaknya telah mempersiapkan sebaik mungkin jalannya pelaksanaan FSLN. Menurut rencana kegiatan yang berlangsung selama dua hari ini akan diisi oleh berbagai pemateri dari dalam dan luar negeri.

“ Pihak kami akan mengundang perwakilan dari PPI Dunia dan Pihak LPDP serta sejumlah lembaga pendidikan lainnya. Selain itu akan dibuka juga sejumlah stand yang akan diisi oleh perwakilan PPI Dunia yang nantinya akan memberikan informasi mengenai bagaimana kuliah di negara tersebut. Untuk open registrationpeserta yang akandibukapadatanggal 25 Desember 2015,” jelas Imam.

PanitiaFSLN 2016memprediksi jumlah peserta yang akan hadir sekitar 2700 orang dari berbagai lembaga dan calon peserta yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia.Selaintalkshow, menurut rencana panitia juga akan menggelar workshopdenganpemateriDr. Haryo Kuncoro, M.Si Dosen Universitas Negeri Jakarta (UNJ) yang juga sebagai interviewcalon penerima beasiswa LembagaPengelola Dana Pendidikan(LPDP).

Seterusnya FSLN juga akan menyelenggarakan free test International English Language Testing System (IELTS) yag merupakan salah satu syarat bagi peserta yang ingin mendaftar belajar di luar negeri.

Talkshownantinyaakanmengusungtema“Study Abroad: How to Survive”, yang akan di isi oleh perwakilan PPI se-Dunia Singapura, Jepang, Mesir, Rusia dan Australia,” Jelas Imam lebih lanjut.

Denganpopularitasdankredibilitasorganisasi PPI Duniamakadiharapkansesitalkshowinidapatmenarikanimosertaantusias yang tinggidarikalanganpelajarkhususnyamahasiswa.

Untuk workshop nantinya FSLN akan mengundang LPDP akan menjadi narasumber. Untuk tema yang dipilih adalah “Get Scholarship: Writing Motivation Letter and Interview Preparation”

Dalam sesi seminarhari kedua peserta akan diajak untuk berinteraksi dengan perwakilan PPI Dunia dengan tema“Strive for Scholarship”. Dalamkegiatandiharapkannantinya PPI Duniadapatmemberikansheringinformasipengalamanbelajar di luarnegeri.

“ Untuk memfasilitasicalonmahasiswa yang akanstudi di luarnegeri, FSLN nantinyaakanmemilih20 pesertauntukmendapatkanmentoring onlinesecaraintensifdengan para penerimabeasiswaluarnegeridengantujuanuntukmendukungkesuksesanpesertaterpilihuntukmendapatkanbeasiswastudikeluarnegeri,” tutup Imam.(Dw)

bbe0cc7588b15c46fc3e625bc6e1cf36

DEWAN PRESIDIUM PPI DUNIA

92712182433377886

Koordinator: Steven Guntur (PERMIRA)

IMG-20151209-WA0000

Sekretaris 1 & Bendahara : Nila Titis Asrining Tyas (PPI Filipina)

422561624799538201

Sekretaris 2 : Monica Jonan (PPI Ceko)

KAWASAN ASIA DAN OSEANIA

11898578_10204925668767430_2309000812350926336_n

Koordinator: Gregorius Rionughroho Harvianto (PERPIKA Korsel)

IMG-20151212-WA0005

Sekretaris Kawasan: Grace Fiona Alethea (PPI Tiongkok)

KAWASAN AMERIKA DAN EROPA

Koordinator: Puput Anggraini Cibro (PPI Ceko)

IMG-20151212-WA0000

Sekretaris Kawasan: Tika Diagnestya (PERMIAS)

KAWASAN TIMUR TENGAH DAN AFRIKA

IMG-20151111-WA0000

Koordinator: Imam Khairul Annas (PPMI Arab Saudi)

IMG-20151211-WA0001

Sekretaris Kawasan: Zakiah Rahmah (PPMI Mesir)

KBRN, Yordania : Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) Kawasan Timur Tengah & Afrika menyatakan prihatin atas Tragedi Kemanusiaan di Tolikara, Papua.

Dalam keterangan pers yang diterima RRI, Minggu (26/07/2015) ber-Nomor: 01/PS/1-PPI-TTA/VII/2015 dan ditandatangani oleh Imam Khairul Annas selaku Ketua Umum PPMI Arab Saudi ,PPI menyatakan sikap serrta sangat menyesalkan yang sedalam-dalamnya dengan terjadinya Insiden Tolikara, yang meretakkan kerukunan Umat Beragama di Indonesia.

PPI juga mengutuk keras kelompok penyerang yang telah melanggar hukum dan prinsip-prinsip toleransi di negeri ini. Apalagi dengan semakin besarnya toleransi yang diberikan oleh kaum muslimin serta mengimbau para tokoh muslim dan ketua organisasi Pelajar Muslim agar menenangkan umat dan mengontrol anggotanya untuk tidak melakukan tindakan pembalasan.

"Kami menuntut pemerintah (POLRI) menghukum para pelaku yang memprovokasi masyarakat melakukan penyerangan secepat-cepatnya.
serta menuntut pemerintah pusat, pemprov Papua dan pemda Tolikara segera melakukan renovasi, rehabilitasi dan rekontruksi kehidupan sosial dan keagamaan masyarakat yang menjadi korban kerusuhan," ujar Imam Khairul Annas dalam tulisannya itu.

Terakhir PPI menyeru agar tokoh-tokoh Islam serta tokoh-tokoh kristen dan agama-agama lain, agar mengedepankan kerukunan antar umat beragama dan menjaga toleransi beragama, dalam rangka untuk menjaga keutuhan bangsa Indonesia yang beradab dan berkemanusiaan.

Surat Pernyataan sikap itu ditandatangai oleh 15 perwakilan PPI kawasan timur tengah dan afrika diantaranya :

1.Miftah Nafid Firdaus (Koordinator PPI kawasan Timur Tengah dan Afrika)
2. Choiriah Ikrima Sofyan (Sekjen PPI kawasan Timur Tengah dan Afrika)
3. Agususanto Choirul Anwar (Presiden PPMI Mesir)
4. Imam Khairul Annas (Ketua Umum PPMI Arab Saudi)
5. Izzudin Al Qossam MK (Ketua HPMI Yordania)
6. Kautsar Afdhol (Ketua PPI Sudan)
7. Ade Yofi (Sekjen PPI Yaman)
8. Hasanudin Tosimpak (Ketua PPMI Pakistan)
9. Syarif Hidayatullah (Ketua IPI Iran)
10.Ahmad Fuadi Fauzi (Ketua PPI Syiria)
11. Abdurrahman Vikri (Ketua PPI Lebanon)
12. Muammar Kadafi (Ketua PPI Tunisia)
13. Hilmi Haizun ( Ketua KKMI Libya)
14. Afif Husen (Ketua PPI Maroko)
15. Alief Ilham Akbar (Ketua PPI UAE)

Surat pernyataan sikap PPI juga ditebuskan kepada sejumlah pihak untuk jadi perhatian.
1. Presiden Republik Indonesia
2. Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia
3. Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia
4. Kementerian Agama Republik Indonesia
5. Majlis Ulama Indonesia
6. Lembaga Pers di Indonesia
7. Lembaga Mahasiswa di Indonesia (BCS/realase)

Sumber berita: RRI

Cairo,Mesir. Pesta olahraga sepak bola tahunan antar pulau nusantara di negeri Mesir kembali digelar. Kini Riau kembali menyabet gelar juara 1 untuk ketiga kalinya dalam ajang Sumatra Cup XI ini. Sedangkan Jakarta yang menjuarai ajang Jawa Cup XI merupakan yang pertama sejak pergelaran pesta sepak bola ini diadakan.

Tim-tim terbaik pulau Sumatra menyajikan pertandingan sengit dalam Sumatra Cup XI ini. Saling menyerang adu ketangkasan dalam bermain antar tim nampak terlihat. 8 tim antar provinsi Sumatra menampilkan squad dan skill terbaik mereka masing-masing untuk melumpuhkan lawan-lawan mereka. Namun pada akhirnya, yang kuatlah yang mampu bertahan sampai ke final, Lancang Kuning FC dari persatuan kekeluargaan Riau melawan Iskandar Muda FC dari persatuan pelajar Aceh.

Sedangkan di kubu pulau seberang, tidak kalah menarik pertandingan antar provinsi pelajar Jawa ini berlangsung. Di ikuti oleh 6 tim bintang di pulau jawa dalam pesta olahraga sepakbola ini. Persatuan pelajar Jakarta (The Jack FC), persatuan pelajar Jawa Barat (Siliwangi FC), persatuan pelajar Banten ( Krakatau FC), persatuan pelajar Jawa tengah (Walisongo FC), persatuan pelajar Jawa timur ( Airlangga Fc), dan persatuan pelajar Madura (Pasher FC).

Pada partai final The Jack FC (Jakarta) harus bertetmu yim tuan rumah Siliwangi FC (Jawa Barat).

10405422_930370226982730_2234575051681094136_n 11020217_930383350314751_2056478507706841115_n 11062693_930364140316672_6042240007303875807_n

1 11016723_10203836838505430_5769724561956428109_n 11026007_946682182016936_4091831921530063160_n 11028191_922553721097714_1745577834_o IMG_0377

Copyright © 2021 PPI Dunia
All rights reserved
Mayapada Tower 1, Lt.19, Jl. Jend. Sudirman, Kav. 28
Jakarta Selatan 12920