logo ppid

Ingin tau seperti apa Tenaga Kerja Indonesia di luar negeri..Simak siaran PPI Dunia bersama Radio PPI Dunia dengan tema "Refleksi Masa Lalu untuk Membangun Kini dan Masa Depan Indonesia".

Yuk! Ikutan gabung on air dan diskusi online bersama pada Jumat malam (26 Februari 2016) pukul 18.00-21.00 WIB.

Narasumber spesial kali ini datang dari para ketua PPI dan aktivis pekerja Indonesia dari 3 negara.

Taiwan (PPI Taiwan):
1. Pitut Pramuji (Ketua PPI Taiwan)
2. Hasan Ismail (Dosen Univ. Negeri Malang) - Koordinator Program Pendidikan Kesetaraan, Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) PPI Taiwan

Korea (Perpika - Persatuan Pelajar Indonesia di Korea):
1. Muhammad Hilmy Alfaruqi (Ketua Perpika)
2. Muhamad 'Diko' Shodiq (Ketua Indonesia Community Center) - Pekerja dan MahasiswaUniversitas Terbuka Korsel jurusan Sastra Inggris.

Malaysia (Media Center PPI Malaysia):
1. Agus Purwanto (Pengurus Harian PPI Malaysia) - Mahasiswa Universitas Terbuka Kuala Lumpur yang juga menjadi Ketua MyWNI Peduli
2. Mahfudz Tejani (Pengurus Harian PPI Malaysia) - Mahasiswa Universitas Terbuka Kuala Lumpur yang juga menjadi kontributor Kompasiana dan Caraka (Buletin KBRI Kuala Lumpur), aktif menyarakan pendapat dan pergerakan TKI melaluiwww.mahfudztejani.com

Semoga sharing dari berbagai narasumber keren di Asia-Oseania ini menghasilkan pencerahan dan ilmu baru bagi kita semua.

Stay tuned Sobat PPI!
Radio PPI Dunia!
SUARA ANAK BANGSA-SATU CINTA-SATU INDONESIA

 

Liputan Malaysia, Untuk kedua kalinya PPI Dunia berencana akan memberikan dukungan kepada Festival Studi Luar Negeri (FSLN) 2016 yang direncankan akan berlangsung pada 17-18 Februari 2016 di Universitas Negeri Jakarta ( UNJ). Adapun tema yang diangkat dalam FSLN kali ini adalah “Be a World-wide Minded Student for better Future”.

Dr Steven Guntur Kordinator PPI Dunia 2015-2016 menjelaskan, pihaknya mengupayakan agar jumlah PPI Negara yang ikut serta dalam FSLN 2016 lebih banyak dari tahun sebelumnya. Diharapkan banyaknya jumlah PPI Negara yang ikut serta akan menambah semangat pelajar di Indonesia untuk melanjutkan studi di luar negeri.

“ Pada prinsipnya semakin banyak PPI yang ikut serta akan semakin banyak mahasiswa di Indonesia yang mendapatkan informasi mengenai geliat pelajar Indonesia yang belajar di luar negeri,” Ungkap Steve yang juga penerima beasiswa dari pemerintah Rusia.

Suasana FSLN PPI Dunia dan UNJ 2016 ( Foto : Panitia FSLN 2016)

Suasana FSLN PPI Dunia dan UNJ 2016 ( Foto : Panitia FSLN 2016)

Steven juga menambahkan, tidak semua orang memiliki kesempatan belajar di luar negari, FSLN merupakan salah satu cara untuk dapat informasi dan merencanakan dengan baik persyaratan, finansial, peluang, dan mental untuk dapat kuliah di luar negeri. Sehingga dapat mempersiapkan diri semaksimal mungkin ketika kelak berada di luar negeri.

“ Kuliah di luar negeri tidak saja mendapatkan ilmu secara akademis, tetapi juga non akademis seperti wawasan serta culture di negara tempat kita belajar, dengan harapan kapability kita meningkat untuk memecahkan persoalan yang terjadi di tanah Indonesia,” jelas pria asal Medan ini.

Sementara itu Imam Bukhori sebagai ketua pelaksana FSLN 2016 menjelaskan, Pihaknya telah mempersiapkan sebaik mungkin jalannya pelaksanaan FSLN. Menurut rencana kegiatan yang berlangsung selama dua hari ini akan diisi oleh berbagai pemateri dari dalam dan luar negeri.

“ Pihak kami akan mengundang perwakilan dari PPI Dunia dan Pihak LPDP serta sejumlah lembaga pendidikan lainnya. Selain itu akan dibuka juga sejumlah stand yang akan diisi oleh perwakilan PPI Dunia yang nantinya akan memberikan informasi mengenai bagaimana kuliah di negara tersebut. Untuk open registration peserta yang akan dibuka pada tanggal 25 Desember 2015,” jelas Imam.

Panitia FSLN 2016 memprediksi jumlah peserta yang akan hadir sekitar 2700 orang dari berbagai lembaga dan calon peserta yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia. Selain talkshow, menurut rencana panitia juga akan menggelar workshop dengan pemateri Dr. Haryo Kuncoro, M.Si Dosen Universitas Negeri Jakarta (UNJ) yang juga sebagai interview calon penerima beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP).

Seterusnya FSLN juga akan menyelenggarakan free test International English Language Testing System (IELTS) yag merupakan salah satu syarat bagi peserta yang ingin mendaftar belajar di luar negeri.

“Talkshow nantinya akan mengusung tema “Study Abroad: How to Survive”, yang akan di isi oleh perwakilan PPI se-Dunia Singapura, Jepang, Mesir, Rusia dan Australia,” Jelas Imam lebih lanjut.

FSLN PPI Dunia dan UNJ 2016 ( Foto : Panitia FSLN 2016)

FSLN PPI Dunia dan UNJ 2016 ( Foto : Panitia FSLN 2016)

Dengan popularitas dan kredibilitas organisasi PPI Dunia maka diharapkan sesi talkshow ini dapat menarik animo serta antusias yang tinggi dari kalangan pelajar khususnya mahasiswa.

Untuk workshop nantinya FSLN akan mengundang LPDP akan menjadi narasumber. Untuk tema yang dipilih adalah “Get Scholarship: Writing Motivation Letter and Interview Preparation”.

Dalam sesi seminar hari kedua peserta akan diajak untuk berinteraksi dengan perwakilan PPI Dunia dengan tema “Strive for Scholarship”. Dalam kegiatan diharapkan nantinya PPI Dunia dapat memberikan shering informasi pengalaman belajar di luar negeri.

FSLN PPI Dunia dan UNJ 2016 ( Foto : Panitia FSLN 2016)

FSLN PPI Dunia dan UNJ 2016 ( Foto : Panitia FSLN 2016)

“ Untuk memfasilitasi calon mahasiswa yang akan studi di luar negeri, FSLN nantinya akan memilih 20 peserta untuk mendapatkan mentoring online secara intensif dengan para penerima beasiswa luar negeri dengan tujuan untuk mendukung kesuksesan peserta terpilih untuk mendapatkan beasiswa studi ke luar negeri,” tutup Imam.(Dw)

Liputan Malaysia, Untuk kedua kalinya PPI Dunia berencana akan memberikan dukungan kepada Festival StudiLuarNegeri(FSLN) 2016 yangdirencankanakanberlangsungpada17-18 Februari 2016 di Universitas Negeri Jakarta ( UNJ).Adapuntema yang diangkat dalam FSLN kali ini adalah“Be a World-wide Minded Student for better Future”.

9d2af8cd4a96341423b550ea4889c714

Dr Steven Guntur Kordinator PPI Dunia 2015-2016 menjelaskan, pihaknya mengupayakan agar jumlah PPI Negara yang ikut serta dalam FSLN 2016 lebih banyak dari tahun sebelumnya. Diharapkan banyaknya jumlah PPI Negara yang ikut serta akan menambah semangat pelajar di Indonesia untuk melanjutkan studi di luar negeri.

“ Pada prinsipnya semakinbanyak PPI yang ikut serta akan semakin banyak mahasiswa di Indonesia yang mendapatkan informasi mengenai geliat pelajar Indonesia yang belajar di luar negeri,” Ungkap Steve yang juga penerima beasiswa dari pemerintah Rusia.

Steven juga menambahkan, tidak semua orang memiliki kesempatan belajar di luar negari, FSLN merupakan salah satu cara untuk dapat informasi dan merencanakan dengan baik persyaratan, finansial, peluang, dan mental untuk dapat kuliah di luar negeri. Sehingga dapat mempersiapkan diri semaksimal mungkin ketika kelak berada di luar negeri.

“ Kuliah diluar negeri tidak saja mendapatkan i

31b573647160468655349770872d7d79lmu secara akademis, tetapi juga non akademis seperti wawasan serta culture di negara tempat kita belajar, dengan harapan kapability kita meningkat untuk memecahkan persoalan yang terjadi di tanah Indonesia,” jelas pria asal Medan ini.

Sementara itu Imam Bukhori sebagai ketua pelaksana FSLN 2016 menjelaskan, Pihaknya telah mempersiapkan sebaik mungkin jalannya pelaksanaan FSLN. Menurut rencana kegiatan yang berlangsung selama dua hari ini akan diisi oleh berbagai pemateri dari dalam dan luar negeri.

“ Pihak kami akan mengundang perwakilan dari PPI Dunia dan Pihak LPDP serta sejumlah lembaga pendidikan lainnya. Selain itu akan dibuka juga sejumlah stand yang akan diisi oleh perwakilan PPI Dunia yang nantinya akan memberikan informasi mengenai bagaimana kuliah di negara tersebut. Untuk open registrationpeserta yang akandibukapadatanggal 25 Desember 2015,” jelas Imam.

PanitiaFSLN 2016memprediksi jumlah peserta yang akan hadir sekitar 2700 orang dari berbagai lembaga dan calon peserta yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia.Selaintalkshow, menurut rencana panitia juga akan menggelar workshopdenganpemateriDr. Haryo Kuncoro, M.Si Dosen Universitas Negeri Jakarta (UNJ) yang juga sebagai interviewcalon penerima beasiswa LembagaPengelola Dana Pendidikan(LPDP).

Seterusnya FSLN juga akan menyelenggarakan free test International English Language Testing System (IELTS) yag merupakan salah satu syarat bagi peserta yang ingin mendaftar belajar di luar negeri.

Talkshownantinyaakanmengusungtema“Study Abroad: How to Survive”, yang akan di isi oleh perwakilan PPI se-Dunia Singapura, Jepang, Mesir, Rusia dan Australia,” Jelas Imam lebih lanjut.

Denganpopularitasdankredibilitasorganisasi PPI Duniamakadiharapkansesitalkshowinidapatmenarikanimosertaantusias yang tinggidarikalanganpelajarkhususnyamahasiswa.

Untuk workshop nantinya FSLN akan mengundang LPDP akan menjadi narasumber. Untuk tema yang dipilih adalah “Get Scholarship: Writing Motivation Letter and Interview Preparation”

Dalam sesi seminarhari kedua peserta akan diajak untuk berinteraksi dengan perwakilan PPI Dunia dengan tema“Strive for Scholarship”. Dalamkegiatandiharapkannantinya PPI Duniadapatmemberikansheringinformasipengalamanbelajar di luarnegeri.

“ Untuk memfasilitasicalonmahasiswa yang akanstudi di luarnegeri, FSLN nantinyaakanmemilih20 pesertauntukmendapatkanmentoring onlinesecaraintensifdengan para penerimabeasiswaluarnegeridengantujuanuntukmendukungkesuksesanpesertaterpilihuntukmendapatkanbeasiswastudikeluarnegeri,” tutup Imam.(Dw)

bbe0cc7588b15c46fc3e625bc6e1cf36

Liputan Kuala Lumpur, Pramuka Indonesia Gugus Depan (Gudep) 001/002 KBRI Kuala Lumpur kembali menyeleggarakan perkemahan pada 19-21 Desember 2015 kemarin. Kegiatan perkemahan yang diikuti oleh pelajar Indonesia yang ada di Malaysia ini berlangsung di Alang Sedayu, Batu 12 Gombak Selangor.

IMG_0507

Joko Satria, pimpinan Gudep 001/002 Kuala Lumpur menjelaskan, kegiatan kepramukaan merupakan salah satu wujud menumbuhkan rasa nasionalisme putra-putri Indonesia melalui azas dasa darma pramuka yang ditanamkan kepada seluruh anggota.

Menurut Joko, dalam kegiatan kepramukaan kali ini, pelajar Indonesia dibagi dalam tiga regu. Masing-masing regu terdiri dari Penggalang dan Penegak, mereka merupakan regu yang telah mendapatkan materi kepramukaan dalam latihan mingguan yang diselenggarakan Gudep 001/002 selama satu tahun terakhir.

IMG_0523

“Dalam perkemahan kali ini pelajar Sekolah Indonesia Kuala Lumpur (SIK) akan melakukan praktek dari latihan mingguan yang telah dilaksanakan dalam latihan mingguan. Anak-anak akan mempraktekkan kebolehannya dalam mengamalkan sandi dan morse yang ada dalam buku saku pramuka,” Ungkap Joko.

Perkemahan ini juga diikuti oleh Mahasiswa Indonesia yang belajar di Universitas Islam Internasional (UIA) dan Universiti Kebangsaan Malaysia (UKM) serta beberapa universitas lainnya.

Nurul salah seorang mahasiswa Indonesia asal Riau mengaku telah mengikuti kegiatan pramuka di Gudep 001/002 sejak 2 tahun terakhir. Menurutnya pramuka merupakan salah satu cara untuk mengamalkan pancasila sebagai dasar negara ketika kita berada jauh dari tanah air.

“ Dengan pramuka kita akan semakin mencintai bangsa kita, kegiatan kepramukaan merupakan praktek bagi seorang anak bangsa dalam mengamalkan pancasila melalui dasa dharma pramuka,” Ungkap Nurul.

Hal serupa juga dirasakan oleh David siswa SIK yang telah mengikuti kegiatan pramuka selama beberapa tahun terakhir. Menurutnya, sangat banyak ilmu yang Ia dapatkan ketika bergabung dalam kegiatan pramuka.

“ Kemandirian adalah salah satu dari sekian banyak manfaat kepramukaan, dan yang paling penting adalah rasa cinta akan merah putih semakin besar dirasakan, ada sebuah kebanggaan menjadi anak Indonesia saat menyanyikan lagu kebangsaan ataupun Hymne Pramuka,” Ungkap David.

IMG_1076

Dalam pembukaan kegiatan kepramukaan kemarin Atase Pendidikan KBRI Kuala Lumpur Prof.Dr.H.Ir Ari Purbayanto, M.Sc menjelaskan, pihaknya sangat mendukung kegiatan kepramukaan. Diharapkan pramuka dapat menjadi salah satu cara untuk menjaga semangat nasionalisme anak bangsa di Luar Negara.

“ Kami akan mendukung penuh kegiatan pramuka, diharapkan adik-adik dapat mengamalkan nilai-nilai yang terkandung dalam dasa dharma pramuka dengan baik, dengan begitu kalian akan mampu menjaga citra bangsa Indonesia ketika berada jauh dari tanah air,” Ungkap Prof Ari.

IMG_1074

Dalam kegiatan pramuka yang berlangsung selama 3 hari di Alang Sedayu, pelajar Indonesia belajar bagaimana bekerja dalam satu team. Selain itu pelajar juga dilatih kemandirian saat jauh dari keluarga dan berada di medan yang jauh dari fasilitas yang biasa di dapatkan.

Anak-anak juga diajak menyusuri hutan dengan menyusuri sungai dan menempuh perjalanan berkilo-kilo meter. Tentunya aktifitas ini sangat menguji nyali mereka bagaimana agar dapat melewati semua rintangan dengan baik dengan segala keterbatasan yang dimiliki.(Dw)

 

Liputan Malaysia, Banyak orang memperingati Hari Ibu setiap 22 Desember. Di tahun ini, hampir seluruh laman sosial media dipenuhi dengan ucapan selamat hari ibu. Hal serupa juga dilakukan sejumlah pelajar Indonesia yang belajar di luar negara. Pesatuan Pelajar Indonesia (PPI Dunia) juga ikut mengapresiasikan rasa kasih mereka kepada ibu.

Juara 2 Fotografi PPI Dunia
dr. Steven Guntur, koordinator PPI Dunia periode 2015-2016 adalah salah seorang dokter anak yang saat ini melanjutkan studi Spesialis Pediatri di St. Petersburg, Rusia. Sebagai spesialis pediatri, tentunya banyak hal yang ia temukan saat menjalani praktek di rumah sakit.
Ia mengaku kasih ibu tidak akan pernah bisa habis dikenang masa, hal tersebut sudah Ia rasakan saat bertugas menjadi dokter anak disebuah rumah sakit di Rusia. Menurutnya, kekhawatiran seorang ibu ketika buah hatinya harus dibawa kerumah sakit sangatlah besar.
“Saya pernah diberitahu seorang ibu, katanya mengalami sakit saat melahirkan, dan sakit ketika terjatuh dan dijahit belum berarti apa-apa ketika harus melihat anaknya terbaring sakit di rumah sakit. Dia mengatakan, orang yang belum menjadi serorang ibu tidak akan sanggup mebayangkan bagaimana rasa sakitnya dan khwatirnya seorang ibu kepada buah hatinya yang terbaring sakit.
Fakta ini dari masa ke masa selalu menjadi kisah betapa kasih indah untuk dikenang ketika seorang anak telah pergi jauh meninggalkan ibunya. Banyak cara yang dilakukan untuk menyatakan kerinduan seorang pelajar pada ibu.
Tsuraya, pelajar Indonesia di International University of Africa (IUA), Sudan, mengaku telah mengirimkan puisi pada hari ibu. Menurutnya saat kerinduan sudah tidak terbendung lagi ketika harus berjauhan dari rumah, meluapkan rasa rindu melalui tulisan merupakan pilihan yang tepat.
“ Kalau sudah home sick tentunya obatnya ya telepon ke Indonesia. Hari ibu ini adalah momen yang pas untuk membuat ibu tersenyum dengan kejutan indah dari saya, termasuk berkirim puisi,” ungkap Tsuraya yang berjanji untuk memberikan hadiah kepada ibunya dengan menyelesaikan studi tepat waktu.

Juara 3 Fotografi PPI India

Lain lagi dengan Ardi, pelajar Indonesia asal Czechoslovakia. Hari ibu merupakan hari yang spesial baginya dan Ardi menyempatkan untuk memesan bunga dengan online payment untuk bisa mengungkapkan rasa sayangnya kepada sang ibu.
“Dengan harapan kiriman bunga ini dapat membuat ibu bahagia, dan merasakan, meskipun berjauhan, betapa anaknya sangat mengasihinya,” ungkap Ardi.
Lain halnya dengan pelajar Indonesia di India yang merayakan hari ibu dengan membuat lomba fotografi di Instagram PPI India dengan tema “Ibu”. Lomba ini bertujuan untuk menunjukkan betapa besarnya keinginan pelajar Indonesia di India untuk membuat ibu mereka di tanah air menjadi bangga dengan prestasi anaknya yang belajar di luar negara.
Masih banyak orang yang malu mengakui rindu pada ibunya. Seharusnya wujud kasih kepada ibu bukan saja diungkapkan pada hari ibu. Ketika berjauhan dengan ibu tentunya rasa rindu akan semakin besar. Meluangkan waktu berkirim kabar melalui pesan teks setiap hari tentunya akan sangat membuat ibu bahagia.

Ibu adalah sosok yang sangat berarti dan punya peran besar dalam perjuangan Indonesia. Soekarno menetapkan hari ini, tanggal 22 Desember sebagai Hari Ibu karena para ibu dan para perempuan memiliki peranan besar dalam perjuangan memperbaiki kualitas bangsa.

11855881_1681065212129760_3120309280087816717_n

Los Angeles, Sehubungan dengan insiden penembakan di San Bernardino dan Pasadena, dihimbau kepada seluruh masyarakat dan diaspora Indonesia di Los Angeles (LA)dan sekitarnya untuk senantiasa berhati-hati dan meningkatkan kewaspadaan.

Penembakan massal yang terjadi 4 Desember 2015 di San Bernardino pagi hari waktu LA kebetulan berdedekatan dengan tempat tinggal dan lokasi kampus sejumlah pelajar Indonesia yang belajar di LA.

Nadi Guna Khairi Sekjen Persatuan Mahasiswa Indonesia Amerika Serikat (PERMIAS) menjelaskan saat ini belum Ada kabar adanya Mahasiswa atau warga negara Indonesia yang menjadi Korban.

‘Saya Akan selalu update. Mohon teman teman untuk menjaga diri dan selalu waspada dimanapun kalian berada, dan diharapkan untuk tidak melakukan kegiatan diluar selain perkuliahan,” demikian himbauan disampaikan Nadi kepada pelajar Indonesia di LA terkait isiden tersebut.

Lebih lanjut Nadi menghimbau, sekiranya terdapat informasi penting, terutama jika terdapat masyarakat/pelajar/mahasiswa Indonesia yang membutuhkan bantuan dan pertolongan, dapat menghubungi KJRI Los Angeles di nomor +1 (213) 383-5126 (landline) dan +1 (213) 590-8095 (hotline).

Apabila masyarakat Indonesia mengetahui adanya warga/mahasiswa Malaysia yang membutuhkan bantuan dan perlindungan, dapat pula diinformasikan kepada KJRI Los Angeles.

“ Pihak KJRI LA baru saja mengunjungi saya untuk memastikan pelajar Indonesia tidak ada yang menjadi korban dalam insiden penembakan tersebut, mereka khawatir ke selamatan Mahasiswa Indonesia di San Bernadino paska pemnembakan massal,” jelas Nadi.

Nadi bersyukur tidak Ada Mahasiswa yang menjadi korban. Untuk pelajar Indonesia yang sedang kuliah di Amerika, tapi belum mendaftarkan diri ke Konsulat atau ke Dubes Indonesia pihak PERMIAS menghimbau untuk segera mendaftarkan diri.

“ Hal ini penting agar saat terjadi musibah yangt tidak kita inginkan terjadi, mereka dapat menghubungi dan memberi perlindungan. Kejadian seperti ini bisa terjadi kapan saja dan dimana saja, Please be safe everyone,” Ungkap Nadi lebih lanjut. (http://www.embassyofindonesia.org/wordpress/?p=5570)

 

Daftar alamat KBRI dan KJRI" di Amerika Serikat:

 

Permanent Mission of the Republic of Indonesia to the United Nations

325 East 38th Street, New York, NY 10016, United States of America

Email: ptri@indonesiamission-ny.org

Website: www.newyork-un.kemlu.go.id

Phone: (1- 212) 972-8333

Fax:(1-212) 972-9780

 

Embassy of Indonesia in Washington D.C.

2020 Massachusetts Avenue, N.W. Washington D.C. 20036, United States of America

Email: informasi@embassyofindonesia.org

Website: www.embassyofindonesia.org

Phone: (1-202) 775-5200

Fax:(1-202) 775-5365

 

Consulate General of the Republic of Indonesia in Houston

10900 Richmond Avenue, Houston, Texas 77042, United States of America

Email: kjrihouston@prodigy.net

Website: www.houston.kemlu.go.id/www.indonesiahouston.net.

Phone: (1-713) 785-1691

Fax: (1-713) 780-9644

 

Consulate General of the Republic of Indonesia in Los Angeles

3457 Wilshire Boulevard, Los Angeles, C.A. 90010, United States of America

Email: kjri@kjri-la.net

Website: www.losangeles.kemlu.go.id

Phone: (1-213) 383-5126

Fax:(1-213) 487-3971

 

Consulate General of the Republic of Indonesia in New York

5, East 68th Street, New York, NY 10065 USA, United States of America

Email: information@indonesianewyork.org

Website: www.newyork.kemlu.go.id

Phone: (1-212) 879-0600 to 15

Fax:(1-212) 570-6206

 

Consulate General of the Republic of Indonesia in San Fransisco

1111 Columbus Avenue, San Francisco, CA 94133-1707, United States of America

Email: consulate@indonesia-sanfrancisco.net

Website: www.indonesia-sanfrancisco.net / www.sanfrancisco.kemlu.go.id

Phone: (1-415) 474-9571

Fax: (1-415) 441-4320

 

Honorary Consulate of the Republic of Indonesia in Hawaii

1001 Bishop Street, ASB Tower, Suite 2970, Honolulu, HI 96813, United States of America

Email: --

Website: --

Phone: (1-808) 531-3017br/> Fax:(1-808) 531-317

 

Consulate General of the Republic of Indonesia in Chicago

211 West Wacker Drive, 8th Floor, Chicago, Illinois 60606, United States of America

Email: www.indonesiachicago.org / www.chicago.kemlu.go.id

Website: www.embassyofindonesia.org

Phone: (1-312) 920-188

Fax: (1-312) 920-1881

 

Courtesy of permiasnasional.org

IMG_4255

Tarim – Kamis (22/10), Diresmikannya 22 Oktober sebagai Hari Santri Nasional disambut semangat meriah oleh umat islam di tanah air. Berbagai acara ditampilkan dalam merayakan Hari Kaum Sarungan itu. Tidak terkecuali di Hadhramaut, digawangi oleh organisasi terkemuka antara lain PPI, PCI NU, AMI Al-Ahgaff, FLP dan didukung oleh sekitar 8 Organisasi Daerah, acara dengan tajuk “Menggelorakan Kembali Semangat Resolusi Jihad Dan Patriotisme Santri Untuk Negeri”.

Dihadiri sejumlah pelajar yang mengenyam pendidikan di Kota Tarim antara lain Universitas Al-Ahgaff, Perguruan Darul Musthafa dan Ribat Tarim, perayaan Hari Santri ini menggelar Indonesia Santri Club (ISC) pada Rabu (21/10) bertempat di Auditorium Universitas Al-Ahgaff, merupakan sebuah forum santai yang mendiskusikan permasalahan seputar Resolusi Jihad serta menguak peran penting para ulama dengan anak didiknya dalam mempertahankan kemerdekaan NKRI.

"Resolusi Jihad beserta para ulama yang turut berkecimpung dalam peristiwa ini, misalnya Kiyai Abbas Buntet yang membentuk Laskar Santri telah dilupakan oleh sejarah sehingga pelajar tak mengetahuinya" sesal Thohirin dari kubu Ormas yang menjadi panelis saat itu.

Sedangkan di malam puncak, Kamis Malam (22/10), kemeriahan acara diisi dengan menampilkan Drama Teatrikal bertajuk "Resolusi Jihad" dimainkan sekitar 25 aktor meceritakan kembali peran Ulama dan Santri dalam memeperebutkan NKRI yang termaktub dalam pesan mulia Resolusi Jihad di bawah komando KH. Hasyim Asy'ari, selain itu acara juga diramaikan oleh Bazar Masakan ala santri dengan menu Nusantara.

Tidak diragukan, bahwa perjuangan para Kaum Sarungan dalam menjaga keutuhan kemerdekaan NKRI sangatlah besar. Namun, banyak dari kalangan pelajar Indonesia tidak pernah mengetahuinya. Hal ini dikarenakan peristiwa-peristiwa tersebut lenyap dari pantauan sejarah. Berangkat dari inilah, Drama Treatikal Resolusi Jihad berdurasi 1,5 Jam adalah penampilan aksi peranan penting para ulama bersama umara dalam mempertahankan NKRI berhasil menghipnotis para penonton yang hadir di malam itu. Bukan hanya pelajar Indonesia, acara ini juga dihadiri pelajar-pelajar luar Indonesia, seperti Thailand, Malaysia, Tanzania, Somalia, serta pelajar Yaman.

Aksi-aksi yang diperagakan membuat decak kagum para penonton yang berpartisipasi mensukseskan acara tersebut. Sorakan serta tepukan tangan penontonpun membuat suasana semakin memanas hingga jam menunjukkan pukul 23:00 KSA.

Sementara itu, Ketua Pelaksana, Izzudin Mufian mengungkapkan rasa terima kasih sebanyak-banyaknya kepada seluruh pihak yang telah membantu mensukseskan jalannya perayaan itu serta berharap dengan adanya drama tersebut menjadi pemicu semangat para santri dalam mengikuti jejak-jejak pendahulunya.

Perayaan Hari Santri, Dari Santri Hadhramaut Untuk Negeri !!!. (Red. Aidil/Abda)

LPDP 1

Pada hari Rabu tanggal 29 Juli 2015 bertempat di Gedung Maramis, Kementerian Keuangan Republik Indonesia di Jakarta, Perhimpunan Pelajar Indonesia se-Dunia (PPI Dunia) telah melangsungkan audiensi dengan Direktur Utama, Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) Bapak Eko Prasetyo. PPI Dunia yang diwakili oleh 7 negara yang berasal dari PPI Australia, PPI Malaysia, PPI Taiwan, PPMI Arab Saudi, PPI Filipina, PPI Turki dan PERMIRA Rusia telah menyampaikan beberapa agenda kerja sama serta meminta klarifikasi terkait beberapa hal antara lain pengalihan beasiswa DIKTI ke LPDP dan daftar Universitas yang diterima oleh beasiswa LPDP. Agenda kerja sama yang sempat dibahas antara lain LPDP roadshow atau world tour, pertimbangan aktivis PPI meraih beasiswa LPDP, program TOP UP, Beasiswa 3T untuk program strata satu (S1) dan lain sebagainya.

LPDP 2

LPDP 3

LPDP 4

Pada prinsipnya LPDP menyambut baik usulan PPI Dunia dan berupaya untuk semaksimal mungkin berkontribusi bagi kebaikan pelajar Indonesia (informasi lebih lanjut dapat melihat press release). Terima kasih Bapak Dirut atas sambutan hangatnya dan semoga pertemuan tersebut dapat menjadi pintu pembuka kerja sama PPI Dunia bersama dengan LPDP.

Salam Perhimpunan!

Ahmad Almaududy Amri
Koordinator PPI Dunia
2014-2015

11813430_1015468448493388_4501081213510816873_n

Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) Dunia mengusulkan perlunya aturan baku mengenai standar konversi nilai mahasiswa lulusan luar negeri. Hal itu untuk mencegah kerugian bagi mahasiswa yang telah kembali ke Indonesia.

Upaya memperjuangkan lahirnya aturan dan pedoman tersebut dilakukan sembilan perwakilan PPI dari berbagai negara yang tergabung dalam PPI Dunia.

Mereka berasal dari PPI Australia, PPI Taiwan, PPI Belanda, PPI Malaysia, PPMI Arab Saudi, PPI Turki, PPI Filipina, PERMIRA Rusia, dan PPI Italia.

Pada Selasa (28/7/2015) mereka menemui Dirjen Pembelajaran dan Kemahasiswaan Kementerian Ristek dan DIKTI (Belmawa DIKTI) Intan Ahmad didampingi Direktur Pembelajaran Paristiyanti Nurwardani serta staf Belmawa DIKTI lainnya.

Salah seorang di antaranya adalah Ahmad Almaududy Amri, Koordinator PPI Dunia periode 2014-2015, yang juga merupakan Ketua PPI Australia di periode yang sama.

Menurut Dudy, panggilan Ahmad Almaududy Amri kepada wartawan ABC L. Sastra Wijaya, masalah konversi nilai penting dilakukan karena nilai ijazah yang didapatkan dari luar negeri disalahartikan oleh instansi-instansi pemerintah atau rekruter dalam melamar kerja.

Ini disebabkan karena sistem penilaian di berbagai negara sebagai tujuan tempat belajar mahasiswa asal Indonesia berbeda-beda.

"Sebagai contoh di Indonesia memakai sistem nilai 0 sampai 4,0, sedangkan di Belanda sistem 1-10, Malaysia dan Taiwan 0 - 100 dengan standar universitas yang berbeda-beda," jelasnya.

"Bahkan di Turki ada 2 model penilaian 0-4 dan 0-100," tambah Dudy yang sedang menempuh pendidikan doktoral di Universitas Wollongong.

11745740_1015468495160050_5180461512896696216_n

Standar nilai tidak dapat dikonversi secara linear matematis, katanya, karena standar nilai di masing-masing negara unik dan mempunyai formula serta kriteria masing-masing.

"Di beberapa negara, apabila nilai dikonversi secara linear matematis, maka mahasiswa dapat dinilai kurang kompeten di dalam negeri sendiri padahal sudah sangat kompeten di luar negeri tersebut," tambah Dudy lagi.

Dudy menyampaikan bahwa SK Menteri Ristek dan DIKTI sangat diperlukan guna memberikan landasan hukum dalam mengeluarkan pedoman konversi nilai.

"Agar pedoman yang dikeluarkan oleh Ditjen Pembelajaran dan Kemahasiswaan efektif dan dapat dijadikan acuan oleh instansi lainnya, maka dibutuhkan sebuah endorsement dari pemerintah dalam hal ini melalui SK Menteri," ujar Dudy.

PPI Dunia, katanya, berkeinginan menuntaskan isu ini pada tahun 2015. Mereka akan membahas isu ini pada Simposium PPI Dunia yang diharapkan bisa dihadiri perwakilan pemerintah.

Menurut Dudy, dalam kesempatan itu Dirjen Intan Ahmad menjelaskan bahwa pihaknya mengapresiasi langkah PPI Dunia tersebut.

"Pihak Belmawa menyambut baik rencana untuk mendukung upaya konversi nilai. Namun pemerintah harus berhati-hati akan masalah kewenangan dalam mengonversi nilai. Jangan sampai kewenangan mengonversi tersebut dilakukan secara tidak semestinya," kata Dudy mengutip pernyataan Intan Ahmad.

Dirjen Intan menyarankan bahwa sebaiknya dibuatkan saja pedoman mengonversi nilai untuk umum maupun untuk instansi-instansi rekruter.

Sumber berita: Australia Plus, Radio Australia, TribunNews, VIVA, Metro TV News

konversi nilai

Jakarta, Januari 2015. Bertempat di Gedung DIKTI Lantai 7 pada tanggal 13 Januari 2015 yang lalu, Perwakilan PPI Dunia mengadakan audiensi kepada Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan (Belmawa) DIKTI. Audiensi dilakukan oleh 5 orang mahasiswa dari PPI Belanda, PPI Australia, PPI Taiwan, dan PPI Malaysia, yang merupakan perwakilan Dewan Presidium PPI Dunia 2014/2015 juga mewakili tim AdHoc konversi nilai PPI Dunia 2014/2015. Audiensi ini terutama membahas permasalahan penyetaraan nilai lulusan lulusan luar negeri menyambung Tim AdHoc konversi nilai tahun sebelumnya, yang dapat dilihat dari artikel http://news.detik.com/read/2014/05/06/130936/2574536/10/hadapi-kendala-nilai-ppi-dunia-upayakan-standar-konversi

 

Acara dibuka setelah para peserta audiensi melakukan sholat Maghrib di mushola kantor Direktorat Belmawa DIKTI lantai 7 tersebut. Meluangkan waktu di luar jam kerjanya, Direktur Belmawa DIKTI, Ibu Illah Sailah, beserta Ibu Darnita, Kasubdit Penyelarasan, dan Ibu Retno, Kasubdit analisa kebutuhan dunia kerja, memperkenalkan diri sambil menyantap hidangan makan malam bersama-sama. Koordinator Penyetaraan Nilai, Pak Son Kuswadi pun turut menyusul untuk bergabung di tengah-tengah acara.

 

Setelah selesai menyantap hidangan makan malam, acara dilanjutkan dalam sesi pemaparan mengenai permasalahan penyetaraan Ijazah maupun penyetaraan nilai oleh Bu Illah. Memang saat ini pihak DIKTI sudah melayani Penyetaraan Ijazah bagi lulusan luar negeri, seperti dapat dilihat pada website Belmawa DIKTI di http://dikti.go.id/profil-dikti/struktur-organisasi/direktorat-belmawa/ . Tetapi saat ini DIKTI tidak berhak melakukan Penyetaraan Nilai Ijazah Luar Negeri.

 

Memang perlu dibedakan, mengenai penyetaraan ijazah luar negeri dan penyetaraan nilai ijazah luar negeri. Hanya berbeda satu kata, yaitu nilai. Karena perbedaan jenjang pendidikan dan perbedaan standar nilai di setiap negara yang diakibatkan perbedaan National Qualification Framework di setiap negara, maka muncullah isu penyetaraan ijazah luar negeri dan penyetaraan nilai ijazah luar negeri ini. Saat ini, lulusan luar negeri dapat menyetarakan ijazahnya sesuai dengan jenjang tertentu di Indonesia dengan mendapatkan pengakuan penyetaraan ijazah dari DIKTI. Penyetaraan ijazah ini dapat digunakan untuk melamar ke perusahaan, instansi, maupun melanjutkan pendidikan, terutama untuk aplikasi dalam negeri.

 

Namun, saat ini, DIKTI belum memiliki wewenang untuk melakukan penyetaraan nilai ijazah luar negeri. Per Januari 2015 ini, DIKTI masih sibuk dalam upaya restrukturisasi pemindahan kementerian, dari di bawah Kementerian Pendidikan menjadi di bawah Kementerian Riset dan Teknologi. Meskipun demikian ada secercah harapan yang muncul dari audiensi PPI Dunia kepada Pihak DIKTI ini, yaitu pihak DIKTI pun saat ini sedang dalam upaya mengajukan SK untuk Penyetaraan Nilai ke pihak Kementerian. SK Menteri ini akan memberi wewenang pada DIKTI untuk membuat SK Penyetaraan nilai ijazah sehingga, di bawah kewenangan DIKTI, data-data mengenai konversi nilai antar negara dapat selalu ditambahkan dan direvisi tanpa harus merevisi kembali SK Menteri.

 

Setelah pemaparan singkat dari Bu Illah, saatnya PPI Dunia memaparkan apa yang mereka ingin diskusikan dengan pihak DIKTI. Tim PPI Dunia terdiri dari 5 mahasiswa yaitu koordinator PPI Dunia dari PPI Australia Ahmad Almaududy Amri, Sekretaris PPI Dunia dari PPI Taiwan Retno Widyastuti, Hariadi Aji dari PPI Belanda, yang akrab dipanggil Jejey, selaku wakil koordinator Tim AdHoc Konversi Nilai PPI Dunia 2014/2015, Dewi Anggrayni sebagai koordinator kawasan Asia Oseania, juga Subkhan Ngalimun Elwardi dari PPI Malaysia. Pemaparan audiensi diberikan Jejey dalam bentuk presentasi. Dalam presentasi tersebut, dipaparkan hasil diskusi tim AdHoc konversi Nilai PPI Dunia 2014/2015 yang telah disusun bersama. Sebagai informasi, Tim AdHoc konversi Nilai PPI Dunia ini terdiri dari 9 PPI Negara, yaitu diketuai Ardhi Putra Pratama dari m PPI Belanda, sekretaris oleh Asni Furaida dari KERIS Serbia, FX Teddy Badai Samudra dari Perpika Korea, dari Putri Wulandari dari PPI Brunei, Muhammad Faiz Aziz dari PPI Malaysia, Iman Adipurnama dari PPI Taiwan, Ardi Pramana, Sugianto Amir, dan Muammar Kadafi dari PPI Tunisia, Muhammad Rady Ardhi dari PERMIRA Rusia, Wiprasworo Jihwamuni dari PPMI Pakistan.
Hasil diskusi tim AdHoc konversi nilai itu terutama memaparkan kondisi standar nilai ijazah lulusan luar negeri yang berbeda dengan standar Indonesia. Beberapa PPI Negara mengeluhkan kurangnya pemahaman sebagian besar perusahaan, instansi tentang berbagai standar nilai di berbagai negara. Sebagai contoh di Belanda. Nilai 1-10 tidak bisa dikonversikan secara matematis menjadi nilai 1-4. Karena nilai 7,5 berskala 10 di Belanda tidak sama dengan nilai 3 berskala 4 di Indonesia, walaupun secara matematis, akan menjadi sama. Semua konversi nilai ke sistem Indonesia harus melalui tabel konversi yang disediakan oleh instansi pendidikan masing-masing negara atau masing-masing universitas. Bahkan nilai 7,5 berskala 10 di Belanda dapat dikonversikan menjadi nilai 3,5 berskala 4 di Indonesia apabila mengacu kepada tabel konversi nilai yang dikeluarkan oleh organisasi pendidikan tinggi internasional Belanda yang bernama Nuffic, dengan acuan konversi nilai antara Belanda ke Amerika Serikat.

 

Permasalahan konversi nilai ke Indonesia yang dirasakan PPI Belanda ini dialami juga oleh negara-negara lainnya, misalnya PPI Tunisia, PPI Prancis, PPI Maroko, PPI Sudan, PPMI Mesir, dan PPI Portugal. Maka hal ini dinilai sangat penting oleh PPI Dunia, sehingga dalam audiensi PPI Dunia kepada DIKTI Januari lalu, PPI Dunia menyarankan bahwa konversi nilai harus melalui tabel dokumen konversi nilai dari negara atau universitasnya masing-masing, tidak hanya melalui perhitungan matematis.

 

Pihak DIKTI pun memberikan tanggapan yang sangat baik. Perbedaan nilai dari berbagai universitas di luar negeri itu, ternyata saat ini dalam rencana disetarakan oleh pihak DIKTI melalui SK Penyetaraan Nilai yang sedang dalam proses pengajuan ke Kementerian. DIKTI mengajukan SK Mengenai Penyetaraan Nilai ke Pihak Menteri, agar mekanisme Penyetaraan Nilai ini dapat diatur di dalam SK DIRJEN sehingga memudahkan dalam perubahan data-data yang berkembang.
PPI Dunia bersama DIKTI akan terus berkolaborasi dalam menyesuaikan data-data mengenai tabel konversi nilai dari berbagai sumber yaitu negara atau universitas tempat studi mahasiswa tersebut. Sehingga finalnya, hasil konversi nilai akan sesuai dengan standar yang sesuai dengan standar universitas di negaranya masing-masing.

 

Banyak sekali dampak dari kesalahan mengonversi nilai yang selama ini terasa. Seperti beberapa instansi pemerintah, perusahaan, universitas yang tidak dapat menerima nilai dari negara tempat studi asal karena mereka membuat sangkaan bahwa nilai yang didapatkan tidak begitu bagus, padahal di negara asal studi, nilai tersebut sudahlah sangat baik. PPI Dunia berharap dengan penyetaraan nilai ini, tidak ada mahasiswa lulusan luar negeri yang dirugikan akibat salahnya cara mengonversi nilai.

Dalam kesempatan audiensi PPI Dunia bersama Belmawa DIKTI ini, Pihak PPI Dunia diwakili koordinator, Ahmad Almaududy Amri pun bertanya mengenai permasalahan dalam pengelolaan beasiswa Dikti yang telah berdampak cukup serius terhadap keberlangsungan studi para mahasiswa Indonesia di luar negeri. beberapa bulan lalu (baca : http://news.detik.com/read/2014/09/25/140009/2701040/1513/ppi-dunia-desak-dikti-perbaiki-manajemen-beasiswa-luar-negeri). Sebagai jawaban, pihak DIKTI saat ini sedang terus memperbaiki sistem pengelolaan beasiswa tersebut dan akan menyampaikan perkembangan terkait hal tersebut kepada PPI Dunia. Juga pihak DIKTI menyampaikan informasi mengenai beasiswa DIKTI, bahwa DIKTI belum membuka kesempatan beasiswa DIKTI untuk gelombang yang baru, masih berencana menghabiskan beasiswa DIKTI yang telah berjalan.

 

 

Jejey

embed issuu : http://issuu.com/ppidunia/docs/dokumen_penjelasan_penyetaraan_nila/1

 

 

Copyright © 2021 PPI Dunia
All rights reserved
Mayapada Tower 1, Lt.19, Jl. Jend. Sudirman, Kav. 28
Jakarta Selatan 12920