logo ppid

Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Sebelas Maret (BEM UNS) bekerjasama dengan Perhimpunan Pelajar Indonesia se-dunia (PPI Dunia) mengadakan Sebelas Maret Education Fair (SEF UNS) pada tanggal 23 Oktober 2016 di Aula Fakultas Hukum UNS, Surakarta.

Acara ini dimulai sejak pukul 09.00 WIB pagi yang terdiri dari rangkaian talkshow menarik dan expo beasiswa. Talkshow ini dihadiri oleh 3 nara sumber yang luar biasa yaitu Intan Irani (Ketua PPI Dunia 2016/2017), Andy Setiawan, dan Aditya Very Cleverina. Diwaktu yang bersamaan, acara expo beasiswa ini juga dimeriahkan oleh beberapa lembaga dan organiasi yang bergerak dibidang bantuan pendanaan pendidikan, seperti LPDP, Sahabat Beasiswa chapter Solo, Inspira, PPI Dunia, Djarum, beasiswa Bank Indonesia, Dll.

img-20161023-wa0013

Sdri. Intan Irani, Ketua PPI Dunia, (dua dari kanan) sebagai nara sumber SEF UNS 2016

Di acara SEF UNS 2016 kali ini, PPI Dunia diwakili langsung oleh ketua PPI Dunia sdri. Intan Irani, PPI Filiphina, PPI Sudan, PPI Jerman, dan PPI Tiongkok. Hal ini juga merupakan realisasi program terbaru yang sedang digalakkan oleh PPI Dunia, yaitu Festival Luar Negeri. Sebelumnya, PPI Dunia juga bekerjasama dengan BEM UNSOED mengadakan Festival of Study Abroad (FOSA) pada 8 Oktober yang lalu.

Dengan mengusung tema "Inspirasi anak negeri untuk mimpi nyata Indonesia", diharapkan para peserta yang hadir di acara SEF UNS 2016 bisa termotivasi untuk menjadi mahasiswa yang berprestasi dan bisa melanjutkan pendidikan S2-nya di luar negeri sesuai dengan mimpi kebanyakan mahasiswa Indonesia.

(Red: Faiz/ Ed: Amir)

Poster AADC2 (versi 2)-page-001-2

 

Dalam rangka mempromosikan film dan sastra Indonesia di Eropa, PPI Belgia, PPI Swiss, dan PPI Jerman bekerja sama dengan Miles Films akan mengadakan penayangan perdana Ada Apa Dengan Cinta? 2 (AADC 2) di 3 negara di Eropa.

Tidak hanya mengadakan pemutaran film, akan ada juga Nicholas Saputra (Rangga), Adinia Wirasti (Karmen), dan Aan Mansyur (penyair) yang akan datang langsung untuk memeriahkan kegiatan ini.

Kegiatan ini akan dilaksanakan di:

Untuk pemesanan dan informasi lebih lanjut, hubungi (SMS/WhatsApp):

CP Jerman, Steven: +49 152 549 767 58
CP Swiss, Hani: +41 788 256 970
CP Belgia, Nadhira: +32 485 113 678

dan klik: https://www.facebook.com/aadc2goestoeurope/?fref=ts

Ayo beli tiketnya sebelum kehabisan!

Terima kasih dan info ini boleh disebarluaskan! ????

Salam film Indonesia!
PPI Belgia, PPI Jerman, dan PPI Swiss

 

WhatsApp Image 2016-08-25 at 15.41.45Liputan Jakarta, Perwakilan Perhimpunan Pelajar Indonesia Sedunia (PPI Dunia) mendatangi kantor NET TV pada hari Rabu 24 Agustus 2016 lalu. Para pelajar Indonesia yang datang dari berbagai negara ini mengadakan pertemuan ekslusif dengan pihak NET TV dengan tujuan mempererat hubungan antara PPI Dunia dengan NET TV.

Acara yang berlangsung selama 4.5 jam ini dihadiri oleh dua puluh satu pelajar PPI dari 10 perwakilan PPI Negara yaitu Italia, Russia, Jerman, Sudan, Maroko, Yordania, Saudi Arabia, Turki, Pakistan, Tunisia. NET TV manghadirkan dua belas personilnya yang tergabung dalam tim NET CJ (Citizen Journalist) beserta CEO dari pihak NET TV sendiri yaitu bapak Wishnutama.
WhatsApp Image 2016-08-25 at 18.10.49

Harapan dari diskusi kali ini adalah supaya PPI Negara ikut berkontribusi untuk memajukan PPI Dunia, turut membantu
dalam hal apapun untuk kemajuan negara serta memberikan semangat yang positif sebagai pelajar Indonesia yang belajar di luar negeri.
Dalam pertemuan yang penting ini para pelajar tersebut juga mendapatkan beberapa masukan dari Bapak Wishnutama. "Pelajar Indonesia harus menjadi pribadi yang selalu terbuka dan menghormati budaya di negara orang agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan ke depannya," tegas Bapak Wishnutama.

WhatsApp Image 2016-08-25 at 18.10.33NET TV akan selalu mensupport PPI Dunia dalam bidang siaran dan video. PPI Negara dapat memanfaatkan siaran dan video sebagai platform untuk publikasi. Selain itu PPI Negara juga dapat menyampaikan aspirasinya melalui platform tersebut. "Pelajar Indonesia harus memanfaatkan hubungan yang baik ini melalui PPI Dunia karena akan berguna untuk masa depan," jelas bapak Wishnutama. (Red, Wanda, Ed, PW)

 

Liputan Belanda, Simposium PPI Dunia Kawasan Amerika dan Eropa kembali digelar di Rijswijk, Belanda dari tanggal 24 April 2016 sampai dengan Selasa 26 April 2016. Simposium kali ini mengusung tema “Memaknai Kembali Identitas Bangsa dalam Rangka Menghadapi Komunitas Asean.” Pada Simposium ini juga telah dihasilkan Rekomendasi Rijswijk yang terdiri dari 7 point penting untuk Indonesia.

Acara ini dihadiri oleh para delegasi yang terdiri dari 27 orang representatif dari beberapa PPI di kawasan Amerika Eropa, yaitu PPI Belanda, PPI Belgia, PPI Hongaria, PPI Jerman, PPI Italia, PPI Polandia, PPI Britania Raya, PPI Ceko, PPI Turki, PPI Portugal, PPI Prancis, PPI Rusia, PPI Estonia dan PPI Swedia mengikuti serangkaian acara yang dirancang oleh PPI Belanda, sebagai tuan rumah pada tahun ini.

Untuk meresapi kembali identitas bangsa, pada hari pertama para delegasi menyusuri kembali sejarah perjuangan Indonesia dalam acara Napak Tilas di Kota Leiden. Di kota Leiden, beberapa pahlawan Indonesia menetap dan berkarya untuk bangsa, serta mengenyam pendidikan di Universitas Leiden, yaitu Ahmad Soebardjo dengan pendidikan master dan Hussein Djayadiningrat yang berhasil meraih gelar doctor dengan predikat cumlaude.

Menurut panitia Simposium PPI Amerika Eropa 2016, kegiatan ini bertujuan untuk memperkaya khazanah sejarah dan menumbuhkan rasa nasionalisme dalam diri peserta. Kota Leiden juga merupakan kota di mana Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) pertama pada tahun 1922 dibentuk.

Acara pada hari pertama kemudian dilanjutkan dengan pembukaan Simposium oleh Duta Besar Republik Indonesia untuk Kerajaan Belanda, yaitu H.E. I Gusti Agung Wesaka Puja. Dalam pidato nya beliau menyerukan semangat untuk bahu-membahu membuat Indonesia yang baru. “Mari bahu-membahu untuk membuat Indonesia baru, seperti pada kutipan lagu ASEAN, we dare to dream, we care to share.” ujarnya seraya membangkitkan semangat mahasiswa.

S AMEROP

Pada hari kedua, acara dilanjutkan dengan seminar untuk menggali secara dalam mengenai Identitas Bangsa. Menurut Ali Abdillah selaku ketua PPI Belanda, mengatakan bahwa identitas bangsa merupakan hal yang penting dan jangan sampai identitas bangsa harus dikorbankan.

Ary Adryansyah Samsura PhD sebagai salah satu keynote speaker menjelaskan kembali mengenai identitas bangsa. “Identitas bangsa yaitu perasaan atau pandangan subjektif tentang suatu bangsa yang dimiliki bersama oleh sekelompok orang yang terintegrasi secara kultural dan geographis.” Ucap Ary Adryansyah.

Untuk mempertahankan identitas bangsa, salah satu pembicara yaitu Ebed Litaay dari Indonesian Diaspora Network beliau mengatakan untuk tetap menjaga nilai-nilai yang ada di Indonesia, open minded dan buang jauh-jauh kebiasaan buruk.

Selain memandang dari segi identitas bangsa, seminar juga membahas tentang ASEAN, Globalisasi dan Masa depan Indonesia. Hengky Kurniawan, salah satu pembicara dalam tema ini berfokus pada Spatial Economics.

“Indonesia perlu melakukan agglomerasi, di mana perusahaan berkumpul dan cost akan berkurang.” ungkap Hengky.

Masyarakat Ekonomi Asean yang telah dimulai pada akhir tahun 2015 tersebut merupakan suatu kesempatan bagi Indonesia. Matthijs Van Den Broek selaku Managing Director Further East Consult berpendapat bahwa Indonesia memiliki kesempatan yang besar di era MEA ini.

“Kesempatan MEA bagi Indonesia yaitu adanya cross-border investment melalui perusahaan multi-nasional dan UKM, tech-savy entreuprener muda serta adanya cross border supply chain untuk perusahaan di Indonesia.” ujar Van Den Broek.

Di samping sisi globalisasi, Agung Wahyudi PhD Candidate mengemukakan bahwa untuk menghadapi ASEAN, Indonesia dapat berfokus pada pengembangan dan peningkatan infrastruktur, kesiapan terhadap teknologi serta inovasi.

Puput Cibro selaku Koordinator PPI kawasan Amerika dan Eropa menyatakan pemetaan di Indonesia sangat diperlukan untuk meningkatkan ekonomi di setiap daerah yang ada.

“Indonesia perlu melakukan pemetaan akan potensi ekonomi daerah dari setiap kota/kabupaten yang akan menjadi suatu keunggulan bersaing dari daerah tersebut.” ucap Puput.

Simposium PPI Dunia kawasan Amerika dan Eropa ini diakhiri oleh kegiatan diskusi dari para delegasi yang dibagi ke dalam empat komisi yaitu Politik & Hukum, Ekonomi, Sosial Budaya dan Teknologi. Hasil dari diskusi tersebut yaitu berupa Rekomendasi Rijswijk yang diresmikan pada tanggal 26 April 2016 pukul 16:49 ECT. Berikut point-point yang tertera dalam rekomendasi tersebut:

POLITIK DAN HUKUM

  1. Mendorong peran Indonesia sebagai mediator dalam konflik Laut Tiongkok Selatan.

EKONOMI

  1. Melakukan ‘integrated geographical socio-economic information system’ untuk mengidentifikasi potensi ekonomi kabupaten/kota dan regional.
  2. Menguatkan kapasitas ekonomi domestik baik lokal, regional, maupun skala nasional dalam menghadapi pasar bebas ASEAN melalui ekosistem bisnis inklusif dengan prioritas di sektor pertanian dan pariwisata.

SOSIAL BUDAYA

  1. Melakukan penyuluhan untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya sertifikasi keahlian profesi yang diadakan pemerintah pada lingkup terkecil dan terfokus secara berkala (min. Satu kali dalam tiga bulan) dan berkelanjutan.

TEKNOLOGI

  1. Memastikan seluruh rumah tangga Indonesia mendapat akses listrik sebelum Juli 2019.
  2. Merevisi PP No. 79 tahun 2014 tentang Kebijakan Energi Nasional dengan memasukkan klausa nuklir sebagai salah satu opsi pembangkit listrik.
  3. Merealisasikan pembangunan reaktor PLTN sebagai wujud optimalisasi bauran energi baru dan terbarukan di Indonesia. (Red. NL)

Liputan Paris, Persatuan Pelajar Indonesia (PPI) Prancis Paris 9-10 April 2016 lalu di Université Paris Sud, sukses menyelenggarakan kompetisi olahraga terbesar di Benua Eropa.

Kegiatan ini diselenggarakan setiap dua tahun sekali untuk pelajar Indonesia di Benua Eropa dengan tajuk Eurolympique 2016. Ratusan pelajar Indonesia yang berlajar di sekitar benua Eropa ikut serta dalam berbagai pertandingan yang diselenggarakan pihak panitia.

Dewa Federika sebagai Ketua PPI Perancis menjelaskan tujuan utama penyelenggaraan acara Eurolympique adalah sebgai wadah bagi para pelajar Indonesia di Eropa untuk menyalurkan minat dan bakatnya dalam bidang olahraga, seni dan budaya.

Selain itu Dewa juga menjelaskan tujuan lainnya adalah untuk memupuk dan mempererat rasa persaudaraan, sportivitas, soliditas dan kreativitas antar pelajar Indonesia di Eropa.

Eurolympique 3

“Kompetisi ini diharapkan dapat menjadi ajang untuk meningkatkan konektivitas (networking) antar mahasiswa Indonesia di Eropa untuk kepentingan akademis maupun non akademis,” ungkapnya.

Terdapat beberapa cabang olahraga yang diperlombakan meliputi satu team futsal Putera, dua team futsal Puteri, tiga team basket 3 on 3 putera, empat team basket 3 on 3 puteri, lima team badminton tunggal putera, enam team badminton tunggal puteri, tujuh team badminton ganda putera, delapam team badminton ganda puteri, sembilan team lari estafet.

“Jumlah peserta kontingen yang hadir sebanyak lebih dari 300 pelajar Indonesia yang berasal dari beberapa kota di negara Prancis, Jerman, Belanda dan Turki,” jelas Dewa lebih lanjut.

Selain lomba olahraga, panitia acara juga menyelenggarakan lomba seni tari Saman yang diikuti oleh peserta dari PPI Paris, PPI Lyon, PPI Strasbourg, PPI Marseille PACA, PPI Alsace dan PPI Frankfurt.

Lomba tari saman ini diadakan bertujuan untuk melestarikan seni dan budaya Indonesia serta dalam rangka menyambut tahun kelima Tari Saman yang telah ditetapkan sebagai salah satu daftar Representatif Budaya Takbenda Warisan Manusia oleh UNESCO.

Eurolympiqu 2

PPI Jerman ditetapkan sebagai juara umum Eurolympique 2016. Hal ini karena kontingen dari PPI Jerman memenangkan sejumlah pertandingan dengan menempati posisi juara satu dalam pertandingan tersebut dibandingkan kontingen dari negara lainnya yang ikut serta dalam pertandingan tersebut.

Acara ini dapat terselenggara berkat dukungan penuh KBRI Paris, khususnya Atase Pendidikan Republik Indonesia di KBRI Paris, Prof. Dr. Surya Rosa Putera, MS. Menurutnya, kegiatan ini merupakan salah satu wujud dari semangat kekeluargaan pelajar Indonesia yang ada di Eropa.

“Semoga saja dengan terselenggaranya kegiatan ini dapat memperkuat persaudaraan pelajar Indonesia yang ada di Eropa, dan tentunya rasa nasionalisme sebagai anak bangsa,” tuturnya.

PPI Perancis mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada berbagai pihak yang mendukung suksesnya kegiatan ini. Khususnya sponsor dan sejumlah donatur yang terlibat memberikan dukungan.

“Ungkapan terima kasih saya sampaikan juga kepada Atase Pertahanan Republik Indonesia di KBRI Paris, Delegasi Indonesia di UNESCO Paris, Université Paris Sud, PPI Dunia dan PPI Amerika - Eropa yang membantu acara ini sehingga bisa berjalan dengan lancar dan sukses,” tutup Dewa.( DW)

Greetings from Germany,
Hereby, PPI Jerman (Indonesian Student Union in Germany) and PPI Hamburg are officially organizing an international scientific conference, namely International Conference of Indonesian Intellectual Community (ICONIC) with the theme of this year “INDUSTRIAL REVIVAL : OPTIMIZING STRATEGY ON BUSINESS, GOVERNMENT AND EDUCATION”. This event will be held on 28th - 31st October 2016 at Universität Hamburg (location is still to be confirmed), Germany. This conference is targeted not only to Indonesians but also international communities with specific concern on reviving the industry in Indonesia in academics, business, and the government sector which are the basis for the revival of the Indonesian Industry.
The followings are the sub-themes that will serve as the scope of discussion in this conference:

- Education and Governmental policy
- Business and Economy
- Energy, Technology, and Industry
- Medicine
- Infrastructure Development
- Agriculture, Food Industry and Maritime
- Natural Science
- Tourism
- Social and Culture
- Environment

Through this scientific conference, we give you, fellow academics and scholars, the opportunity to get your papers reviewed. Those who receive approval of the submitted abstract paper can present their work during the conference on 28th - 31st October 2016.

Abstract submission has been opened from 1st February to 30th April 2016. Please visit our official website (http://iconic.ppi-jerman.de/) and/or contact us via Facebook (https://www.facebook.com/iconicppij) to get further information. Follow our official twitter @iconicppijerman to stay updated.
Present your ideas and join us in ICONIC 2016!!

ppid

 

 

Moskow, Mei 2015. Kolaborasi PPI Kawasan Amerika Eropa dengan tuan rumah Permira Rusia telah berhasil menyelenggarakan Simposium PPI Amerika Eropa dengan tema "Persatuan dan Kesatuan Bangsa dalam menghadapi ASEAN Community 2015” pada tanggal 6-8 Mei 2015 yang lalu. Simposium ini diselenggarakan oleh para panitia di bawah komando tuan rumah Permira (Perhimpunan Mahasiswa Indonesia di Rusia). Berangkat ke Rusia, sebanyak 12 delegasi dari PPI kawasan Amerika - Eropa berangkat untuk menghadiri acara di bawah kepanitiaan Permira Rusia di Moskow dari negaranya masing-masing. Delegasi-delegasi tersebut adalah delegasi dari PPI Austria, PPI Belanda, PPI Belgia, PPI Republik Ceko, PPI Denmark, PPI Estonia, PPI Jerman, PPI Italia, Permika Kanada, PPI Prancis, PPI Portugal, dan PPI United Kingdom.

Kegiatan ini diselenggarakan mengingat Indonesia adalah salah satu founding father ASEAN. ASEAN Community akan memasuki tahap percepatan pada 31 Desember 2015 ini. Hitungan bulan adalah waktu yang sangat sempit namun persiapan Indonesia untuk menghadapinya kurang sebaik beberapa negara ASEAN lainnya. Hal ini harus segera dibenahi, mengingat Indonesia sebagai founding father ASEAN harus mempersiapkan diri dalam menghadapi tantangan tersebut khususnya dari sisi sumber daya manusia dan regulasi pemerintah terkait dalam melindungi dan menjaga daya saing masyarakatnya agar tidak kalah bersaing dengan masyarakat negara ASEAN lainnya.

Simposium ini terbagi menjadi 3 hari. Rangkaian kegiatan terdiri dari hari pertama yang merupakan seminar kebangsaan, hari kedua merupakan sidang, dan hari ketiga adalah kunjungan budaya. Seminar kebangsaan hari pertama bertempat di MGIMO (Moscow State Institute of International Relations).Simposium ini menghadirkan sejumlah narasumber dari praktisi, akademisi, dan pemerintah seperti Dubes Djauhari Oratmangun, Dubes Ngurah Swajaya, Connie Rahakundini Bakrie, Victor Sumsky, Fadhil Hasan, Victor Tarushin, dan Dessy Irawati-Rutten. Serta sejumlah narasumber yang berbicara melalui telekonferensi dengan para mahasiswa peserta Simposium PPI Amerika-Eropa, yaitu Menteri Luar Negeri RI dan Sesmenpora RI. Pada hari pertama ini, peserta dan pembicara dibuat terkejut akan kemampuan mahasiswi dan mahasiswa Rusia dalam melestarikan budaya Indonesia dengan tarian-tarian.

Hari kedua adalah saat-saat di mana para delegasi mendapat kesempatan untuk menumpahkan pikiran dan merumuskan apa yang dapat direkomendasikan kepada pemerintahan Jokowi. Sidang berlangsung dengan lancar dengan diskusi membangun. Memang tidak mudah untuk menyatukan pendapat dari berbagai ke dalam poin-poin rekomendasi yang dikatakan “Manifesto Moskow”. Berikut ini adalah isi dari Manifesto Moskow :

Manifesto Moskow ini ditanda tangani oleh para ketua dan perwakilan delegasi PPI se-Amerika Eropa, dan disampaikan untuk Presiden Jokowi yang diserahkan melalui pihak KBRI Moskow dan berbagai pihak lainnya. Sebagai mahasiswa yang tengah belajar di luar negeri, mahasiswa di luar negeri pun turut berusaha mengasah soft skill dalam acara ini dan merumuskan hal-hal penting untuk Indonesia menghadapi ASEAN Community dari kaca mata kami melalui Manifesto Moskow hasil pemikiran kami bersama ini. Salam perhimpunan !

 

http://news.detik.com/read/2015/05/07/110519/2908449/10/simposium-mahasiswa-indonesia-dibuka-di-moskow

http://www.rmol.co/read/2015/05/08/201840/Kecintaan-Mahasiswa-Rusia-pada-Indonesia-Mengharukan-Peserta-Simposium-PPI-

https://mobile.twitter.com/Portal_Kemlu_RI/status/596552382147768320

http://news.detik.com/read/2015/05/05/084911/2905646/10/ketika-moskow-bergairah-menyambut-mahasiswa-indonesia

http://m.metrotvnews.com/read/2015/05/08/123844/mahasiswa-rusia-kembangkan-diri-dengan-kesenian-indonesia

http://news.detik.com/read/2015/05/08/142110/2909838/10/mahasiswa-rusia-unjuk-kebolehan-dalam-simposium-ppi-amerika-eropa

https://mobile.twitter.com/Portal_Kemlu_RI/status/596552382147768320

rpd

Radio PPI Dunia merupakan sebuah radio online streaming yang disiarkan lewat internet dan dapat didengarkan melalui situs http://www.radioppidunia.org. Radio PPI Dunia merupakan radio yang didirikan atas gagasan aliansi perhimpunan pelajar Indonesia (PPI) seluruh dunia yang do dalam Simposium International Perhimpunan Pelajar Indonesia pada tahun 2009 di Den Haag, Belanda. Penyiar Radio PPI Dunia adalah para pelajar atau mahasiswa Indonesia yang sedang menjalani studi di berbagai negara di seluruh dunia.

Salah satu hal yang dilakukan dalam masa persiapan adalah melakukan siaran uji coba dari tanggal 26 April 2009. Akhirnya berkat kerja keras tim dan support dari seluruh pelajar Indonesia di seluruh dunia maka pada hari Senin tanggal 18 Mei 2009 pukul 00.00 WIB, Radio PPI Dunia pun resmi mengudara. Hal ini ditandai dengan siaran berantai dari berbagai negara diantaranya Mesir, Belanda, Jerman, Rusia, Korea Selatan, Inggris, Malaysia, dan Australia.

Pada awalnya, Radio PPI Dunia didirikan sebagai media informasi dan sosialisasi kegiatan Simposium Internasional PPI se-Dunia, akan tetapi dalam perjalanannya Radio PPI Dunia berkembang menjadi pusat informasi dari para pelajar Indonesia di seluruh dunia. Pasca kegiatan SI PPI Dunia 2009, melalui rapat manajemen yang dipimpin oleh Koordinator Radio PPI Dunia saat itu, Ade Darwadi (Rusia), memutuskan untuk melanjutkan aktivitas siaran dengan tetap memegang nilai awal terbentuknya Radio PPI Dunia yaitu sebagai media pemersatu para pelajar Indonesia di seluruh dunia.

Berkat kerja keras secara sukarela dari pemuda pemudi Indonesia yang sedang menuntut ilmu di luar negeri, Radio PPI Dunia berhasil menghimpun jejaring kekuatan pemuda melalui online radio berdurasi 24 jam non-stop dari para penyiar (DJ/Sobat Siar) dan kru (Crew/Sobat Kru). Mereka adalah para mahasiswa serta mahasiswi yang tersebar di seluruh dunia.

fav

Melalui perbaikan di berbagai sistem, sarana serta prasarana, Radio PPI Dunia memiliki beberapa program siar bermutu dengan muatan utama di bidang edukasi, informasi, dan hiburan. Ratusan program wawancara dengan menghadirkan berbagai tokoh masyarakat dari berbagai profesi, bidang akademi termasuk selebriti telah dilakukan dengan sukses oleh Radio PPI Dunia. Termasuk juga beberapa acara seminar, diskusi maupun kuliah online.

Keanekaragaman para penyiar dan kru yang merupakan para pelajar Indonesia yang tersebar di mancanegara membuat Radio PPI Dunia menjadi media yang unik, berwarna dan beragam yang dapat mewakili para pelajar Indonesia. Para penyiar dan kru yang hanya bermodalkan jaringan internet serta mikrofon, mampu menarik perhatian dan menghibur para pelajar dan mahasiswa Indonesia baik yang sedang menuntut ilmu di dalam negeri maupun di luar negeri.

Dengan mengusung tagline, “Suara Anak Bangsa, Satu Cinta, Satu Indonesia”, keberadaan Radio PPI Dunia hingga saaat ini menjadi bukti seluruh insan yang terlibat di dalam Radio PPI Dunia dalam mewujudkan kepeduliaannya terhadap bangsa Indonesia.

Semenjak berdirinya Radio PPI Dunia, tercatat telah terbentuknya Manajemen Radio PPI Dunia sebagai berikut:

  1. Direktur periode 2009-2010: Andy Tirta (PERPIKA – Korea)
  2. Direktur Periode 2010-2011: Ayman Husni kamal (Mesir)
  3. Direktur Periode 2011-2012: Deni Danial Kesa (PPI Taiwan)
  4. Direktur Periode 2012-2013: Norman Adhy Maulana (PPI Australia)
  5. Direktur Periode 2013-sekarang: Dina Hanggraini (PPI Swiss)

Berikut ini adalah tautan Website dan Social Media yang dimiliki oleh Radio PPI Dunia:

Berikut ini adalah rekaman untuk Sesi ke-3 Dialog Kepemimpinan Jogja Leadership Forum dengan empat orang narasumber, antara lain:

  1. Suharli (PPI Tunisia) dengan topik Pendidikan (kontroversi anggaran 20% vs realitas empiris pendidikan di pelosok negeri)
  2. Anton Sumarpo (PPI Jepang) dengan topik Kesehatan (ancaman MERS, gizi buruk, layanan RS)
  3. Fedri Rinawan (PPI Jepang) dengan topik Perempuan dan anak (KDRT, child abuse)
  4. Sugih Abraham (PPI Jerman) dengan topik Demografi (MDG”s, bonus demografi)

Dalam rangka memperingati lahirnya Pancasila tanggal 1 Juni, Jogja Leadership Forum (JLF) bekerjasama dengan Perhimpunan Pelajar Indonesia se-Dunia (PPI Dunia) mempersembahkan dialog kepemimpinan interaktif lewat Google Hangout. Dialog ini dilaksanakan pada:

Hari, tanggal : Minggu, 1 Juni 2014
Waktu : 10.00 – 14.00 WIB
Tema : Dari Dunia untuk Indonesia

Dengan menghadirkan 11 Pembicara dari Perwakilan PPI di 10 Negara (Australia, India, Jepang, Jerman, Korea Selatan, Malaysia, Pakistan, Taiwan, Tiongkok dan Tunisia)

Moderator: I Made Andi Arsana

Topik Diskusi: Pendidikan, Kesehatan, Perempuan dan anak, Demografi, Ketenagakerjaan, Politik, Pluralisme, Perekonomian, Perkembangan Teknologi Informasi, dan Kawasan Perdagangan Bebas

Copyright © 2021 PPI Dunia
All rights reserved
Mayapada Tower 1, Lt.19, Jl. Jend. Sudirman, Kav. 28
Jakarta Selatan 12920