logo ppid

Mungkin sebagian dari kalian sudah tidak asing lagi jika menghabiskan bulan penuh berkah Ramadhan di Kota Madinah atau Mekkah, Tetapi apakah kalian sudah pernah menghabiskan Ramadhan di negeri para mula lainnya seperti Iran? Letak geografisnya memang sama-sama di Timur Tengah akan tetapi kenyataannya budaya dan tradisi di Iran cukup berbeda.

Iran terletak di Asia Barat Daya, berdekatan dengan Teluk Oman, Teluk Persia, dan Laut Kaspian antara Pakistan dan Irak. Sistem pemerintahan di Iran menerapkan kedaulatan Islam. Karena itulah sebagian besar penduduk Iran menganut agama Islam serta Iran juga masuk urutan ke-17 di dunia sebagai salah satu saksi atas perubahan dan dimulainya peradaban dunia dan penyebaran agama. Kemahiran masyarakat Persia dalam berperang di zaman itu tidak diragukan lagi hingga menyisakan banyak kisah kolosal, tempat, serta kerajinan budaya yang tertinggal sebagai saksi dan jejak sejarah yang dijadikan kebanggaan masyarakat sekitar. Hal ini juga sebagai salah satu daya tarik tersendiri bagi wisatawan asing untuk berkunjung ke negara Iran hingga saat ini.

Memulai suasana puasa di Mashhad, Iran. Sebelumnya, Mashhad merupakan salah satu kota pariwisata urutan keempat di Iran setelah urutan pertama sampai urutan ketiga di tempati oleh Isfahan, Tabriz dan Shiraz. Berbeda dengan ketiga kota teratas yang menawarkan budaya serta arsitektur tempat peninggalan bersejarah, Mashhad menawarkan suasana yang tak kalah menarik dengan hal di atas. Mashhad terkenal dengan perjalanan dan pengalaman spiritual dengan adanya tempat beribadah Imam Reza Holy Shrine sebagai satu icon kota Mashhad. Biasanya setiap tahun di Imam Reza Holy Shrine diadakan berbagai macam kegiatan spiritual di bulan Ramadhan yang diikuti baik penduduk sekitar maupun luar, seperti itikaf, buka puasa bersama, serta tadarusan Qur’an dan tafsir Qur’an.

Suasana itikaf

Itikaf adalah ritual ibadah yang mengharuskan seseorang untuk berdiam diri atau bertafakkur di masjid agung selama tiga hari atau lebih dalam keadaan berpuasa. Ritual ini sering dilakukan di bulan Rajab, Sya’ban, dan Ramadhan. Memasuki bulan Ramadhan, masjid-mesjid agung di Iran salah satunya di kota Mashhad yaitu Masjid Goharshad, Imam Reza Holy Shrine, mengadakan itikaf. Selama itikaf berjalan mereka sudah disediakan fasilitas seperti Qur’an dan buku-buku doa, makanan sahur dan iftar, serta ada kegiatan muhasabah diri yang diisi oleh seorang syeikh.

Zulbiyah dan Bumiyeh

Tak jauh berbeda dengan budaya Indonesia yang menyediakan takjil di berbagai masjid, di Iran pun melakukan hal yang sama, ditambah lagi puasa di Iran terbilang cukup lama dengan durasi 18 jam menahan haus dan lapar belum lagi di musim panas, dikarenakan itu Iran menawarkan makanan seperti, kurma, bamiyeh, zoolbiyah, shir berenj, teh, gulab, dan buah-buahan. Takjil yang sekiranya membuat tubuh kita selalu stabil. Ada yang menarik dari menu buka puasa di Iran salah satunya zulbiyah dan bumiyeh, manisan ini merupakan salah satu ciri khas dari negara Iran. Biasanya dikeluarkan hanya pada saat bulan puasa. Bentuknya bulat manis terbuat dari tepung gandum dan tepung beras.

Al-Qur’an diturunkan di malam Lailatul qadr maka di bulan suci Ramadhan ini penduduk mengadakan tadarusan bersama, biasanya dilakukan di malam hari dari jam 10 malam hingga menjelang sahur jam 3 pagi tetapi sebagian tempat ada juga yang mengadakan di pagi hari. Namun, tidak terasa Irannya jika tidak mencoba tadarus di Masjid Goharshad yang tidak hanya membaca Al-Qur’an saja namun ada berupa munajat-munajat di tengah-tengahnya.

Tadarusan di Masjid Goharshad

Masjid Goharshad

Choi Sholawati

Satu lagi yang tak kalah menarik di bulan puasa yang berbeda di negara-negara lain, yang cuma bisa di dapatkan di Iran dan sekitarnya. Namanya Choi Sholawati. Choi yang berarti teh dan Sholawat yang bermakna bershalawat. Tradisi ini sudah lama dan ada sejak beberapa tahun silam, ini sangat menarik, mereka menawarkan teh secara cuma-cuma dan biasanya bisa kita temui di jalan-jalan raya atau di tempat keramaian lainnya. Kenapa dinamakan Choi Shalawati karena kita hanya perlu membayarnya dengan bershalawat. Biasanya stand-stand ini ada pada hari peringatan tertentu saja, seperti wiladah, syahadah dan bulan puasa.

Itulah beberapa pengalaman dan kegiatan yang bermanfaat yang bisa kita lakukan selama berada di negara Iran. Selain bisa mendapatkan makna spiritualnya, kita juga bisa mendapatkan pengalaman menarik lainnya.

 

Profil Penulis:

Abidah Pulana adalah mahasiswi S1 Kalam Almustafa International University, Maktab Narges Mashhad, yang juga merupakan staff Departemen Humas dan Broadcasting IPI Iran. Abidah dapat disapa di akun Instagram @pulanabidah

 

Liputan Bogor, Ini merupakan kali ke dua PPI Kawasan Timur Tengah dan Afrika menyelenggarakan kegiatan orientasi Perguruan Tinggi di pesantren yang ada di Indonesia. Orientasi perdana yang mengusung tema "Orientasi Perguruan Tinggi Arab Saudi, Tunisia dan Timur Tengah" ini diselenggarakan di Pondok Pesantren Darunnajah 2 Cipining, 9 Dzulhijjah 1437 H/10 September 2016.

Acara dimulai dengan pembukaan dan sambutan oleh Kepala Biro Sumber Daya Manusia Pesantren Darunnajah 2 Cipining, Al-Ustadz Mustafa Zahir, Lc, yang kemudian dilanjutkan dengan pemaparan tentang tema diatas oleh kedua narasumber yang telah diundang yaitu Muammar Kadafi, Lc, PPI Tunisia dan Imam Khairul Annas, PPMI Arab Saudi. Peserta dan para tamu undangan dalam acara ini adalah santriwan dan santriwati kelas 4, 5, 6 TMI (kelas 10, 11, 12) beserta guru pengabdian tahun pertama dan tahun kedua, dengan jumlah keseluruhan peserta orientasi mencapai 700 orang.

 

Pemberian materi

Pemberian materi

Pada kesempatan tersebut, ketua umum PPMI Arab Saudi 2015/2016, Imam Khairul Annas bertindak sebagai narasumber pertama mempresentasikan tentang perkuliahan di Arab Saudi dan sistem perkuliahan di beberapa negara yang ada di kawasan Timur Tengah dan Afrika.

"PPI Kawasan Timur Tengah dan Afrika ini sendiri terdiri dari 14 PPI Negara yaitu PPMI Pakistan, IPI Iran, PPI Uni Emirat Arab, PPMI Arab Saudi, PPI Yaman, HPMI Yordania, PPI Lebanon, PPI Damaskus, PPMI Mesir, PPI Sudan, KKMI Libya, PPI Tunisia, PPI Maroko dan PPI Afrika Selatan. Masing-masing PPI memberikan informasi tentang sistem perkuliahan, beasiswa yang tersedia, dan kegiatan mahasiswa Indonesia yang tergabung dalam PPI melalui website dan media sosialnya masing-masing" papar Imam.

"Sedangkan beberapa keuntungan melanjutkan studi di Arab Saudi sendiri adalah tersedianya beasiswa penuh bagi beberapa mahasiswa asing dan lokal, situasi yang aman dan kondusif serta kesempatan untuk menunaikan ibadah haji dan umrah", ujar Imam yang saat ini sedang melanjutkan studinya di Universitas Islam Madinah, Arab Saudi.

Selain itu Imam yang telah menyelesaikan tugasnya sebagai Koordinator PPI Kawasan Timur Tengah dan Afrika pada Juli lalu juga menambahkan bahwasannya belajar di kawasan Timur Tengah dan Afrika memiliki tradisi yang unik di masing-masing negara. Sebagai contoh adalah Pakistan yang terkenal akan Bahasa Urdunya yang kental. Sehingga jika mahasiswa asing belajar di Pakistan maka mereka juga diharuskan belajar Bahasa Urdu selain Bahasa Inggris.

Peserta Seminar

Peserta Seminar

Selanjutnya seminar kedua dilanjutkan oleh Muammar Kadafi, Lc, Ketua PPI Tunisia 2015/2016. Muammar menjelaskan tentang tiga point penting ketika belajar di Tunisia, yaitu Cara, Tantangan, dan Keuntungan. Cara mendaftar menjadi mahasiswa baru di Tunisia sendiri tidak jauh berbeda dengan negara-negara lain pada umumnya. Di Tunisia sendiri juga memiliki standard nilai minimum yang harus dipenuhi oleh masing-masing calon mahasiswa beserta beberapa dokumen penting yang harus dilengkapi untuk dapat diproses di bagian admission.

"Seperti halnya mendaftarkan ke universitas pada umumnya berkas yang dibutuhkan juga tidak jauh berbeda, dan adik-adik bisa langsung membaca panduan studi di Tunisia yang sudah tersedia dalam website kami www.ppitunisia.org," ungkapnya mengawali point pertama.

Berlanjut ke point kedua, Muammar menjelaskan tentang beberapa tantangan yang akan dihadapi oleh mahasiswa asing di Tunisia serta solusi menghadapinya. Disesi ini, banyak sekali hal-hal teknis yang tidak terdapat dalam buku panduan kuliah di Luar Negeri. Sehingga sesi ini merupakan sesi yang paling penting kaitannya dengan tantangan dan rintangan selama belajar di negeri orang.

Kemudian point ketiga, Muammar juga menjelaskan tentang beberapa keuntungan kuliah di Tunisia. Salah satunya adalah bahasa. "Bahasa adalah keuntungan yang pertama, selain adik-adik bisa mempraktekkan bahasa Arab yang sudah lebih dahulu dipelajari di pesantren, juga bisa menambah satu bahasa lain yaitu Bahasa Perancis jika memang memiliki kecintaan dalam bahasa," tuturnya dengan lugas.

Ia juga menambahkan bahwa Bahasa adalah signal pertama bagi seseorang itu berilmu pengetahuan yang tinggi dan merupakan salah satu ilmu para Nabi. "Keuntungan yang kedua adalah bisa melihat langsung Sejarah Peradaban Islam yang ada di Tunisia, seperti halnya Jami' Uqbah ibn Nafi', Jami' Az-Zaytunah, jejak sejarah Pakar Sosiolog ternama Ibnu Khaldun dll," ucap Kadafi.

Sedangkan keuntungan yang ketiga yaitu dapat merasakan sistem pendidikan yang sangat baik, muai dari metodologi penulisan, penelitian, dan lingkungan yang mendukung untuk belajar.

Setelah sekian jam pemaparan dari kedua nara sumber diatas maka acara pun dilanjutkan dengan sesi tanya jawab baik dari para peserta dan tamu undangan. Pada akhir acara tersebut, cindera mata diberikan kepada narasumber dan diakhiri dengan foto bersama. (Red, Muammar&Imam/Ed, Amir)

Liputan Iran, Universitas Tehran menyelenggarakan Festival dan Pameran Internasional ke-6 yang berlangsung di Chamran Hall, Fakultas Seni kampus pusat Universitas Tehran, Iran Senin sampai Rabu kemarin (23-25/5). Acara yang bertujuan untuk mengenalkan budaya dari berbagai negara serta memberikan informasi baik mengenai pendidikan maupun pariwisata tersebut, pada tahun ini mengangkat tema "a Rainbow of the cultures".

Beberapa negara yang ikut serta pada festival ini, mulai dari Afganistan, Irak, Pakistan, Jepang, Tiongkok, Palestina, Indonesia, Nigeria, Lebanon, Tajikistan, Rusia, dan lain-lain. Selain stand pameran, para peserta yang merupakan mahasiswa Iran dan mahasiswa asing dari berbagai negara menampilkan pertunjukan seni pada upacara penutupan yang diselenggarakan di hari terakhir (25/5). Mahasiswa Indonesia menampilkan Angklung, menyanyikan lagu Iran dengan judul Sulthan e Qalbam dan lagu Indonesia Naik-naik ke puncak gunung.

IMG-20160528-WA006

Pada upacara penutupan yang dihadiri oleh Acting Rektor Universitas Tehran, Dr. Nili, Wakil Menteri Pendidikan Iran, Dr. Mujtaba Sadiqi, serta Pensosbud KBRI Tehran, Cahya Pamengku Aji, serta para diplomat dari berbagai negara yang ikut serta, Indonesia mendapatkan penghargaan sebagai stand terbaik tahun 2016.

"Alhamdulillah dengan adanya pameran ini kita mampu mengenalkan Indonesia ke seluruh dunia, Alhamdulillah juga semoga penghargaan yang kita dapat ini dapat mengharumkan indonesia di mata dunia, karena yang hadir pada acara ini bukan hanya orang Iran, tapi mahasiswa dari berbagai negara. Ini semua berkat kerjasama KBRI dengan IPI Iran, saya ucapkan terima kasih banyak kepada KBRI dan mahasiswa Indonesia di Iran, semoga tahun depan kita bisa tampilkan yang lebih baik lagi," ujar Syarif Hidayatullah, Ketua Ikatan Pelajar Indonesia (IPI) di Iran.

IMG-20160528-WA002IMG-20160528-WA007

 

 

 

 

 

Selain itu, Pensosbud KBRI Tehran berharap agar sinergi ini terus dipertahankan untuk menguatkan kerjasama lintas komponen mahasiswa, masyarakat dan KBRI.

"Kesannya pameran Tehran University merupakan wujud adanya sinergi dan kerjasama lintas komponen mahasiswa, masyarakat dan KBRI sehingga berhasil meraih yang terbaik pada festival dimaksud. Harapannya sinergi ini dapat terus dipertahankan bahkan ditingkatkan," tutur Cahya Pamengku Aji, Pensosbud KBRI Teheran. (Red, SH, IKA)

KBRN, Yordania : Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) Kawasan Timur Tengah & Afrika menyatakan prihatin atas Tragedi Kemanusiaan di Tolikara, Papua.

Dalam keterangan pers yang diterima RRI, Minggu (26/07/2015) ber-Nomor: 01/PS/1-PPI-TTA/VII/2015 dan ditandatangani oleh Imam Khairul Annas selaku Ketua Umum PPMI Arab Saudi ,PPI menyatakan sikap serrta sangat menyesalkan yang sedalam-dalamnya dengan terjadinya Insiden Tolikara, yang meretakkan kerukunan Umat Beragama di Indonesia.

PPI juga mengutuk keras kelompok penyerang yang telah melanggar hukum dan prinsip-prinsip toleransi di negeri ini. Apalagi dengan semakin besarnya toleransi yang diberikan oleh kaum muslimin serta mengimbau para tokoh muslim dan ketua organisasi Pelajar Muslim agar menenangkan umat dan mengontrol anggotanya untuk tidak melakukan tindakan pembalasan.

"Kami menuntut pemerintah (POLRI) menghukum para pelaku yang memprovokasi masyarakat melakukan penyerangan secepat-cepatnya.
serta menuntut pemerintah pusat, pemprov Papua dan pemda Tolikara segera melakukan renovasi, rehabilitasi dan rekontruksi kehidupan sosial dan keagamaan masyarakat yang menjadi korban kerusuhan," ujar Imam Khairul Annas dalam tulisannya itu.

Terakhir PPI menyeru agar tokoh-tokoh Islam serta tokoh-tokoh kristen dan agama-agama lain, agar mengedepankan kerukunan antar umat beragama dan menjaga toleransi beragama, dalam rangka untuk menjaga keutuhan bangsa Indonesia yang beradab dan berkemanusiaan.

Surat Pernyataan sikap itu ditandatangai oleh 15 perwakilan PPI kawasan timur tengah dan afrika diantaranya :

1.Miftah Nafid Firdaus (Koordinator PPI kawasan Timur Tengah dan Afrika)
2. Choiriah Ikrima Sofyan (Sekjen PPI kawasan Timur Tengah dan Afrika)
3. Agususanto Choirul Anwar (Presiden PPMI Mesir)
4. Imam Khairul Annas (Ketua Umum PPMI Arab Saudi)
5. Izzudin Al Qossam MK (Ketua HPMI Yordania)
6. Kautsar Afdhol (Ketua PPI Sudan)
7. Ade Yofi (Sekjen PPI Yaman)
8. Hasanudin Tosimpak (Ketua PPMI Pakistan)
9. Syarif Hidayatullah (Ketua IPI Iran)
10.Ahmad Fuadi Fauzi (Ketua PPI Syiria)
11. Abdurrahman Vikri (Ketua PPI Lebanon)
12. Muammar Kadafi (Ketua PPI Tunisia)
13. Hilmi Haizun ( Ketua KKMI Libya)
14. Afif Husen (Ketua PPI Maroko)
15. Alief Ilham Akbar (Ketua PPI UAE)

Surat pernyataan sikap PPI juga ditebuskan kepada sejumlah pihak untuk jadi perhatian.
1. Presiden Republik Indonesia
2. Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia
3. Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia
4. Kementerian Agama Republik Indonesia
5. Majlis Ulama Indonesia
6. Lembaga Pers di Indonesia
7. Lembaga Mahasiswa di Indonesia (BCS/realase)

Sumber berita: RRI

Copyright © 2021 PPI Dunia
All rights reserved
Mayapada Tower 1, Lt.19, Jl. Jend. Sudirman, Kav. 28
Jakarta Selatan 12920