logo ppid
Gusti Kanjeng Ratu Bendara (Ketua BPD AKU DIY/Pemateri I) dan Faris Apriyadi (PPI Malaysia/Moderator) dalam sesi foto bersama

Jakarta- Sektor pariwisata menjadi kekuatan roda ekonomi Indonesia, baik ekonomi berskala kecil maupun besar. Namun, jumlah wisatawan di Indonesia mengalami penurunan setelah pandemi Covid-19 melanda Indonesia. Berangkat dari sana, PPI Dunia melalui Direktorat Festival Luar Negeri (FELARI) mengadakan webinar bertajuk “Revitalisasi Ekonomi Pasca Pandemi melalui Sektor Pariwisata di Indonesia” pada hari Sabtu (15/1/2022).

“Webinar ini bertujuan untuk melihat seberapa besar potensi Pariwisata Indonesia dalam merevitalisasi ekonomi pasca pandemi Covid-19, setelah adanya penurunan 50% dari jumlah wisatawan di sektor Pariwisata Indonesia.” ujar Faruq Ibnul Haqi dalam sambutannya.

Selain itu, ia pun menambahkan bahwa PPI Dunia berupaya untuk aktif membantu kebangkitan sektor ekonomi di Indonesia, “Inovasi, adaptasi dan kolaborasi adalah kunci utama dalam bertahan dan bangkit dari kondisi keterpurukan akibat covid-19. Maka bidang pariwisata juga perlu untuk ikut beradaptasi di bidang terkait,” tambah Faruq.

Selaku narasumber, Gusti Kanjeng Ratu Bendara, Ketua Badan Promosi Pariwisata Daerah Istimewa Yogyakarta (BPD DIY) menyampaikan, ekonomi dalam negeri, khususnya UMKM, mengalami penurunan drastis imbas turunnya angka wisatawan di sektor pariwisata.

“UMKM merupakan salah satu sektor yang mengalami dampak terbesar dari turunnya angka wisatawan. Jika sektor pariwisata mengalami penurunan sebanyak 50%, sektor UMKM mengalami penurunan sebesar 70%. Penguatan ekonomi di daerah oleh pemerintah, khususnya pada desa wisata merupakan salah satu kunci untuk terjadinya revitalisasi ekonomi di Indonesia pasca pandemi covid-19,” imbuh Ketua BPD DIY.

Ia menyebut, salah satu faktor terbesar dalam penurunan angka wisatawan adalah regulasi yang belum efektif dari pemerintah. Belum lagi, pemerintah belum mampu memberikan solusi yang sesuai dengan kondisi yang terjadi di daerah. “Regulasi yang diberlakukan dalam skala nasional masih melihat kondisi yang terjadi di Jakarta, padahal regulasi yang diberlakukan belum tentu sesuai dengan apa yang dibutuhkan untuk menangani masalah yang terjadi di daerah” jelas Ratu.

Kendati demikian, DIY sudah mengalami peningkatan sebanyak 60% dari jumlah wisatawan sebelum pandemi. Kenaikan ini karena adanya pelonggaran regulasi sehingga wisatawan domestik mulai berkunjung kembali ke Yogyakarta.

Pada sesi berikutnya, Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Diponegoro (FEB UNDIP) Prof. Dr. Suharnomo, S.E., M.Si. bertindak sebagai narasumber kedua webinar ini. Ia menjelaskan bagaimana peran pariwisata dalam pembangunan ekonomi di Indonesia. Mencakup korelasi antara pariwisata dan perekonomian, ekonomi pariwisata dan efektifitasnya jika diterapkan di era pasca pandemi, dampak pandemi pada perekonomian di sektor pariwisata, dan revitalisasi ekonomi pasca pandemi dalam peninjauan dari sektor pariwisata.

“Ekonomi dan pariwisata itu membutuhkan pergerakan dan adaptasi. Selama ini, pemerintah telah menerapkan beberapa regulasi yang mulai menjadi kebiasaan baru selama pandemi. Namun, tetap harus terus melihat kondisi yang terjadi dalam negeri, khususnya dalam segi pariwisata. Kebijakan yang diterapkan pemerintah selain terus bergerak dan beradaptasi, tentu harus memperhatikan dan mengedepankan desain yang less-economy dan less-contact untuk mengurangi kemungkinan terburuk yang akan terjadi,” ujar Prof. Suharmono.

Setiap kebijakan pemerintah akan berdampak dalam perkembangan ekonomi, khususnya di sektor pariwisata. Menurut Prof. Suharmono, perubahan sektor pariwisata memerlukan peran pemerintah dalam menjaga dan memfasilitasi perubahan sektor pariwisata agar dapat bertahan. Dukungan tersebut berupa perbaikan infrastruktur pendukung dan kemudahan berusaha dalam bentuk insentif.

Berlanjut ke sesi ketiga. Wakil Presiden Indonesian Islamic Business Forum (IIBF), Sutrisno   membahas UMKM Pariwisata. Ia menjelaskan, UMKM adalah tulang punggung perekonomian Indonesia. “Pelaku UMKM di negara kita menyumbang 61,07% dari PDP Indonesia dan jumlahnya sangat besar, yaitu 64,2 juta atau 97% dari pelaku usaha yang ada di Indonesia.” ujar Sutrisno.

Sutrisno berharap pemerintah memberlakukan regulasi yang jelas dan berpihak kepada UMKM. Terlebih, dalam situasi pandemi sekarang ini, dengan regulasi ketat dan rumitnya prosedur untuk bepergian ke luar negeri, akan berimbas meningkatnya jumlah pengunjung domestik ke objek wisata tanah air. “Tentunya pariwisata dalam negeri akan terus tumbuh selama pemerintah terus berpihak kepada UMKM dan membuat aturan baku yang jelas.” terang Sutrisno.

Dalam kesempatan ini Sutrisno turut menyampaikan apresiasi kepada PPI Dunia, khususnya Direktorat FELARI yang berinisiatif mengadakan webinar ini. “Saya salut kepada teman-teman PPI Dunia yang mengadakan acara ini. Saya yakin melalui acara ini akan mampu meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap dunia pariwisata Indonesia,” tutupnya. (Asyraf Muntazhar/BPMI PPID)

Pangkal Pinang – Peningkatan kasus penyebaran Covid-19 di beberapa negara menjadikan pandemi semakin berkepanjangan. Di Indonesia sendiri, kasus penyebaran Covid-19 meningkat drastis sejak pertengahan bulan Juli 2021. Hal tersebut yang memaksa pemerintah untuk melakukan Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di sejumlah wilayah khususnya Jawa-Bali.

Satgas PT BIMA juga meningkatkan kewaspadaan dan memaksimalkan pantauan kesehatan pada seluruh karyawan di kantor pusat dan 17 site cabang dengan membagikan vitamin juga suplemen kesehatan. Tidak hanya itu, untuk bisa berkontribusi dalam pencegahan penyebaran Covid-19 secara luas, PT BIMA menggandeng Perhimpunan Pelajar Indonesia Dunia (PPI Dunia) untuk dapat menyalurkan 350 paket isoman berupa obat-obatan dan vitamin kepada pasien isoman kota Pangkal Pinang, Bangka Belitung, Indonesia.

Pembagian paket isoman didistribusikan secara langsung melalui Dinas Kesehatan kota Pangkal Pinang kepada 9 puskesmas yang ada di kota Pangkal Pinang, selebihnya telah tercatat oleh Dinas Kesehatan setempat bahwa lebih dari 500 pasien positif Covid-19 sedang menjalani isoman di wilayah Pangkal Pinang.

PPI Dunia telah menggandeng organisasi setempat, yaitu HMI, GMKI, PMII. Selain itu, PPI Dunia menjalin kerja sama dengan Dinas Kesehatan untuk memastikan paket tersebut dapat terdistribusi tepat sasaran.

“Dinas Kesehatan menyambut kegiatan ini dengan antusias dan menyalurkan data warga Pangkal Pinang yang sedang dalam masa isolasi mandiri,”  ujar Azka selaku sekretaris program PARAMA PPI Dunia dalam saluran komunikasi. Kepala Biro Tata Kelola PT BIMA berharap kegiatan ini dapat diterima dan memberikan dampak yang baik pada sistem imunitas warga di masa pandemi. Juga peningkatan kolaborasi yang baik dari berbagai sisi sosial, pendidikan dan masyarakat, mengingat implementasi nilai inti AKHLAK yang harus selalu diterapkan agar tercipta sinergi harmonis dengan seluruh stakeholder.

“Kerja sama ini dilakukan sebagai bentuk dukungan atas upaya penekanan terhadap tingginya kasus positif Covid-19 juga komitmen perusahaan untuk dapat memberikan manfaat terhadap lingkungan,” jelas Donny Arif Kurniawan, Kepala Biro Tata Kelola Perusahaan PT BIMA. Kegiatan ini tentunya mengacu pada nilai Harmonis dalam nilai inti AKHLAK Kementerian BUMN. (AN/BTKP)

Perhimpunan Pelajar Indonesia Dunia (PPI Dunia) kembali menyuguhkan webinar ilmiahnya, kali ini sebagai bentuk tanggapan terkini mengenai Cybercrime, sekaligus memperlihatkan perubahan website terbaru milik PPI Dunia. Website terbaru ini merupakan upgrading dari segi tampilan, akses, maupun keamanan.

Mengangkat tema “Cyber Resilience For Digital Society”, PPI Dunia hadirkan 2 pemateri handal di bidang terkait. Adalah Deyanbunayya, seorang Microblogger Security & Co-Founder OrangSiber dan Muhammad Fauzi, Deputi Bidang Pengembangan Riset Terapan, Inovasi, dan Teknik Pengelola Nama Domain Internet Indonesia (PANDI). Fauzi hadir menggantikan Muhammad Shidiq Purnama selaku Chief Registry Operator (CRO) yang berhalangan hadir saat itu.

Dalam webinar kali ini, dijelaskan banyak mengenai keamanan, penanganan, hingga tren serangan siber serta penangkal serangan siber. Sebagai bentuk usaha pencegahan meningkatnya kejahatan data yang mana Indonesia termasuk rawan dalam hal ini.

“Indonesia masih menduduki peringkat tertinggi sebagai target serangan di kawasan Asia Tenggara” tegas Fauzi, berdasarkan Data Serangan Ransomware di Asia Tenggara Tahun 2020.

Dalam paparannya, Fauzi menyebutkan beberapa tren serangan siber yang dikutip dari Assesment yang dibuat oleh Interpol. Salah satu tren yang sangat fenomenal adalah Ransomware, sebuah tren serangan yang menuntut tebusan finansial dari korbannya.

Webinar ini juga menjadi perhatian khusus bagi para mahasiswa. Dengan materi yang disampaikan oleh Deyanbunayya mengenai cyber attack on campus, diharapkan mampu mencegah kejahatan data. Perlu diingat bahwa kebocoran data itu permanen sifatnya, dan bisa diperjualbelikan, sebab jejak digital sulit dihilangkan” ungkapnya.

Deyan juga menyuguhkan beberapa contoh pencurian data pribadi hingga kebocoran data Universitas di Indonesia maupun dunia, yang berhasil diperjualbelikan.

Di akhir sesi, para pemateri memberikan awareness mengenai perlindungan data yang bisa dicover dengan aplikasi penunjang. Dan beberapa langkah yang harus dilakukan jika terjadi kebocoran data.

Redaktur: Fina Septia (Anggota Sub Bidang Redaktur Berita Kegiatan PPI Dunia)

Istanbul, Minggu 19 Desember 2021. Untuk pertama kalinya seluruh pelajar maupun mahasiswa Indonesia yang terhimpun dalam Perhimpunan Pelajar Indonesia Istanbul (PPI Istanbul) bekerja sama dengan Turk Youth Foundatioan (Yayasan Kepemudaaan Turki) sukses menyelenggarakan sebuah pentas budaya Indonesia yang di beri nama “Endonezya Gunu” (Hari Indoensia) dengan tema “The Wonderful Indonesia”.

Kegiatan ini diinisiasi oleh para pelajar maupun mahasiswa Indonesia yang sedang menempuh Pendidikan di Istanbul, Turki. Adapaun tujuan dari kegiatan ini adalah untuk mengenalkan budaya Indonesia kepada masyarakat International khususnya masyarakat Turki itu sendiri. Mengingat sedikitnya masyarakat Turki yang tahu tentang budaya Indonesia, para pelajar ini terdorong untuk menyelenggarakan “Endonezya Gunu” demi untuk mengenalkan budaya mereka kepada masyarakat luar.

Selain dari itu, kegiatan tersebut juga bertujuan untuk mempererat hubungan sosiokultural antar kedua Negara Indonesia dan Turki. Indonesia dan Turki merupakan dua Negara yang termasuk kedalam anggota G20 dan D8. Oleh karenanya hubungan sosiokultural antar kedua Negara tersebut perlu di pererat. Sebagaimana yang telah disampaikan oleh Bagas (Ketua PPI Istanbul 2020/2021) ketika memberi sambutan pada acara tersebut.

“Kegiatan ini kita selenggarakan sebagai bentuk terimakasih kita kepada TUGVA yang telah banyak berkontribusi terhadap program-program kita. Selain dari itu juga bertujuan untuk memperkenalkan budaya Indonesia, dan untuk mempererat hubungan sosiokultural Indonesia Turki sebagai 2 Negara anggota G20 dan D8 juga sebagai 2 Negara muslim terbesar di Dunia”. Ucap Bagas.

Acara yang dihadiri oleh 150 orang lebih partisipan baik Indonesia, Turki maupun partisipan internasional lainnya dinilai sangat sukses meskipun kegiatan tersebut dipersiapkan hanya dalam waktu 1 minggu.  Namun tetap berjalan dengan baik dan dapat memukau seluruh peserta yang hadir.

Pada acara tersebut mahasiswa Indonesia mempersembahkan beberapa penampilan seperti persentasi tentang Indonesia, tari saman, penampilan musik dan penampilan silat yang menambah kekaguman para peserta terlebih masyarakat Turki yang pertama kali dapat menyaksikan penampilan tersebut. Pada acara tersebut juga, selain menunjukkan budaya Indonesia, para pelajar/mahasiswa Indonesia menyajikan makanan khas Indonesia kepada para seluruh peserta.

Kegiatan yang diselenggarakan di Kantor pusat TUGVA, Istanbul tersebut juga, dihadiri oleh Koordinator Asia TUGVA Taha Fehmi. Ia menyampaikan terimakasih kepada para pelajar Indonesia atas terselenggaranyan kegiatan tersebut. Ia juga menyampaikan bahwa pintu TUGVA selalu terbuka untuk teman-teman Indonesia.

“Saya berterimakasih banyak kepada teman-teman Indoensia. Pintu kita selalu terbuka untuk kalian. Kita bersaudara karena Islam. Maka kita akan selalu ada untuk kalian”. Ucap Taha.

Kegiatan tersebut juga dihadiri oleh wakil ketua umum TUGVA (Turk Youth Foundation) Esra KARABAL ARDA. Selaku wakil ketua umum TUGVA Esra menyampaikan kegembiraanya pada acara tersebut dan juga berterimakasih kepada seluruh pelajar Indonesia Ketika memberi saambutan.

“Saya sangat berterimakasih kepada seluruh pelajar Indonesia. Kalian datang kesini bukan hanya sebagai turis tapi sebagai pelajar yang juga mempelajari budaya kita. saya berharap dalam waktu dekat ini dapat mengunjugi Indonesia ditemani oleh kalian. Sebagai bentuk terimakasih kita, kita selalu ada untuk teman-teman Indonesia dan pintu kita selalu terbuka untuk kalian”. Kata Esra.

“Saya juga berharap kedapannya, TUGVA dapat terus menyelenggarakan kegiatan-kegiatan lainnya Bersama para pelajar/mahasiswa Indonesia sebagai langkah awal kita untuk saling bertukar informasi dan budaya antara Turki dan Indonesia Karena saya melihat potensi yang besar antara Indonesia dan Turki sebagai 2 Negara muslim Terbesar di Dunia”. Tambah Esra.

Acara yang dimulai dengan menyanyikan lagu kebangsaan kedua Negara Indonesia dan Turki tersebut sukses diselenggrakan dan diakhiri dengan pemberian cendramata dari PPI Istanbul yang diwakili oleh Bagas (ketua PPI Istanbul 2020/2021) kepada Esra KARABAL ARDA (wakil ketua umum TUGVA).

Acara yang meriah tersebut dilanjut ramah tamah dengan jamuan makanan Indonesia yang dibuat oleh tangan para pelajar/mahasiswa itu sendiri. Untuk memerpesembahkan citra rasa Indonesia kepada masyarakat Turki. Tentunya program tersebut juga didukung oleh para donatur dermawan yang memiiliki visi yang sama dengan para pelajar/mahasiswa yaitu mengenalkan budaya Indonesia kepada masyarakat luar.

Sesi foto bersama peserta webinar (PPID)

Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) Dunia menggelar webinar yang mengangkat tema “Pelatihan Seputar Kesekretariatan : Mandiri, Aktif, dan Dinamis (Pesan Manis 2.0)” sebagai bentuk upaya peningkatan SDM bagi seluruh anggota KSK, maupun delegasi PPI Negara dan delegasi BEM universitas di Indonesia.

Webinar ini diadakan selama 2 hari lamanya, yaitu pada tanggal 11-12 Desember 2021. Dengan menghadirkan 2 pemateri di hari pertama, yaitu Noerhaliza Putri F selaku KaBid Kesekretariatan Eksternal PPI Dunia 2021-2022 dan Fakhridho SBP Susilo, S.H., MPP selaku Dewan Pengawas PPI Dunia 2021-2022.

Pembekalan materi di hari pertama tentang “Sistematisasi Kesekretariatan PPI Dunia” mencangkup Alur Produk & Pedoman Kesekretariatan PPID 2021-2022 yang dipaparkan secara jelas dan merinci oleh Noerhaliza. ” Data Awareness” termasuk Management pengelolaan data disampaikan oleh Fakhridho.  Juga disampaikan didalamnya, mengenai aspek penting dalam keorganisasian. “Dalam lingkup PPID atau PPI Negara ada 3 aspek yang saling berkaitan, yaitu Internal, Eksternal, dan Hukum,” tegas Fakhridho.

Pada sesi selanjutnya di hari kedua, pihak panitia membuka peluang audiensi kepada pendengar yang lebih luas. Setelah hanya mengikutsertakan anggota kepengurusan PPI Dunia dan para delegasi PPI Negara pada sesi pertama, webinar sesi kedua turut mengikutsertakan peserta lainnya yang berasal dari BEM universitas se-Indonesia.

Webinar sesi kedua ini diisi oleh 3 narasumber dengan 2 materi yang berbeda. Materi pertama mengangkat tema “How to be an Effective (and attractive) Secretary” dengan pembahasan tentang berbagai hal di dunia kesekretariatan profesional. Wadir Bidang Non-Akademik, Akademik Sekretaris dan Manajemen Don Bosco, Veronica Mieke Marini, dan Head of Market Development Bursa Efek Indonesia, Nur Rachma Handayanie didapuk untuk menjadi narasumber materi pertama ini. Secara spesifik dan gamblang, kedua narasumber berpengalaman ini menerangkan berbagai poin penting berkenaan dengan tema yang diusung di webinar hari kedua ini.

Pada paparannya, kedua narasumber ini banyak membagikan ilmu dan pengalaman mereka dalam dunia kesekretariatan. Di antara poin penting yang disampaikan adalah meliputi tips dan trik menjadi sekretaris profesional, bagaimana menulis notulasi dengan cepat, manajemen pengelolaan waktu, manajemen format data, efektifitas penulisan baku berdasarkan EYD dan KBBI, dan sebagainya.

Webinar kemudian dilanjutkan dengan kuis berhadiah bagi para peserta sebelum dilanjutkan kepada pembahasan materi kedua. Materi kedua pada sesi ini mengambil tema “Pelatihan Penggunaan Vlookup untuk Pengerjaan Data Besar yang Lebih Efisien dan Efektif”. Bendahara Umum PPI Dunia 2021-2022, Khoirul Umam Hasbiy bertindak sebagai narasumber di sesi ini.

Dalam paparannya, selain menjelaskan materi pokok yang berkenaan dengan teori penggunaan vlookup dalam pengerjaan data, Khoirul Umam juga mengadakan demo penggunaan vlookup dan disimak oleh seluruh peserta webinar.

Penulis: Fina Septia, Asyraf Muntazhar (anggota sub-bidang redaktur berita kegiatan PPI Dunia)

Foto bersama Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir dan Jajaran bersama dengan Koordinator PPI Dunia Cendikia Apik 2021-2022, Faruq Ibnul Haqi.

Jakarta - Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) Dunia  berkolaborasi dengan Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan Forum Human Capital Indonesia (FHCI) meluncurkan program Indonesia Global Talent Internship (IGTI) 2021. Program ini merupakan bentuk inisiatif kolaborasi dan pintu gerbang bagi para pelajar Indonesia di luar negeri khususnya yang sedang menempuh S2 dan S3 untuk berkesempatan berkontribusi langsung di 44 proyek strategis yang tersebar di 7 perusahaan BUMN.

“Mewakili seluruh pelajar Indonesia di luar negeri sangat mengapresiasi Kementerian BUMN yang telah mendengarkan aspirasi para pelajar untuk diberikan kesempatan magang di perusahaan BUMN,” ujar Faruq Ibnul Haqi selaku Koordinator PPI Dunia periode 2021/2022 dalam pidato sambutannya.

“PPI Dunia pada periode ini juga berfokus pada Human Capital Development yang nantinya diharapkan turut serta dalam pembangunan bangsa melalui Kementerian BUMN,” jelas Faruq.

“Program IGTI ini adalah yang pertama kali dalam sejarah PPI Dunia. Ini adalah wujud kerjasama pentahelix antara PPI Dunia dengan Kementerian BUMN untuk memaksimalkan talenta-talenta muda yang ada di luar negeri untuk turut serta dalam membangun bangsa” ujar Kandidat Doktor dari University of South Australia, Adelaide.

Koordinator PPI Dunia ke-11 ini juga menambahkan bahwa program IGTI ini sebagai wujud link and match potensi pengembangan riset di luar negeri agar bisa dikontribusikan bagi Indonesia dalam rangka membersamai Indonesia Emas 2045.

Menteri BUMN Erick Thohir juga mengajak para pelajar di mancangera untu mengambil kesempatan emas ini. “Semoga dengan program ini, dapat meningkatkan minat para pelajar Indonesia di luar negeri untuk kembali dan berkontribusi ke Indonesia setelah menyelesaikan studinya,” ungkap Erick.

“Saya menyambut baik program ini, karena program ini sangat baik dan relevan karena perlu kita sadari, bahwa disrupsi yang sekarang ini terjadi disebabkan oleh digitalisasi dan anak muda. Ibarat kita ingin menang perang, kita harus memiliki tim yang mengerti apa yang kita hadapi. Inilah pentingnya keberpihakan untuk memberikan kesempatan kepada kepemimpinan muda,” ujar Menteri BUMN, Erick Thohir.

Erick Thohir juga menambahkan, ada dua hal yang krusial yaitu optimisme yang luar biasa dan kegundahan pada generasi muda. Oleh karena itu diperlukan kapabilitas, bekerja dengan sungguh-sungguh dan terus belajar. Dengan bonus demografi mengingatkan BUMN untuk terus berkembang dan melakukan tranformasi serta menyiapkan future leadership dan melakukan perbaikan distrupsi, ungkap Erick Thohir.

Erick Thohir menegaskan diakhir keynote-nya, agar program ini berlanjut dan berkesinambungan agar kita tidak mengulangi kesalahan yang dilakukan oleh negara-negara di Amerika Latin, yang lupa berinvestasi ada anak muda dan research and development. Selain itu, juga lupa merubah business model untuk menghadapi distrupsi.

Forum Human Capital Indonesia (FHCI) sebagai mitra Kementrian BUMN juga menyampaikan apresiasi tinggi kepada Kementrian BUMN dan PPI Dunia. “Momentum ini merupakan kesempatan untuk memperluas pengalaman berkarya dan mengenal budaya lingkungan kerja di BUMN dengan talenta global yang dimiliki oleh para pelajar Indonesia di luar negeri.” ujar Alexandra Askandar selaku Ketua Umum FHCI.

Selain itu, perwakilan dari PPI Negara dan PPI Dunia Kawasan pun telah berbincang langsung dengan Ketua FHCI dan Deputi BUMN mengenai tanggapan para pelajar mengenai program ini. “Para pelajar Indonesia di Taiwan sangat mengapresiasi program ini dan menunjukkan ketertarikan yang luar biasa untuk berkontribusi langsung dalam perusahaan BUMN sesuai dengan displin ilmu yang dimiliki,” jelas Adi perwakilan dari PPI Dunia Kawasan Asia-Oseania.

Di akhir acara, perwakilan dari beberapa perusahaan BUMN melakukan mentoring dan menjelaskan beberapa proyek dan bidang ilmu yang dibutuhkan agar para pelajar Indonesia luar negeri yang tertarik mengikuti program ini dapat memilih proyek dan riset yang sesuai dengan bidang ilmu yang dimiliki dan kebutuhan perusahaan BUMN saat ini. Adapun 7 perusahaan tersebut adalah PT Pertamina, PT Telkom Indonesia, PT PLN, PT Biofarma, PT Bank Tabungan Negara, PT Perkebunan Nusantara III, dan MIND ID.

Oleh: Ahsana Nur Amalia, Kepala Sub-Bidang Redaktur Berita Kegiatan PPI Dunia

Penandatanganan MoU IGTI antara Kementerian BUMN RI dan PPI Dunia.

Ankara, Turki – Senin, 6 Desember 2021 PPI Turki memerhatikan intensitas kunjungan kerja anggota DPR RI ke Republik Turki begitu tinggi. Saat ini, PPI Turki terus berupaya mencari informasi mengenai jadwal dan agenda kunjungan komisi DPR RI tersebut.

Berkaitan dengan kunjungan kerja DPR RI ini, PPI Turki memiliki dua sudut pandang. Pertama, agenda kunjungan kerja ini menjadi kesempatan bagi pelajar Indonesia di Turki untuk menyampaikan aspirasi dan inisiasi kerja sama strategis demi kebaikan Indonesia, termasuk pelajar Indonesia di Turki.

Kedua, PPI Turki melihat kesempatan untuk meningkatkan kepercayaan masyarakat Indonesia terhadap DPR RI melalui agenda kunjungan kerja ini. Hal tersebut akan terwujud apabila komisi DPR RI lebih transparan memberi informasi yang berkaitan dengan pencapaian selepas kunjungan kerja terlaksana sebagai bentuk akuntabilitas DPR RI. Apabila anggota DPR RI tidak mampu memberikan kejelasan informasi, dikhawatirkan timbul pertanyaan dan asumsi negatif dari masyarakat Indonesia.  

Dalam rangka mendukung inisiasi kerja sama, PPI Turki akan berusaha dalam menyiapkan sumber daya manusia dan infrastruktur pendukung demi terlaksananya pertemuan antara pelajar Indonesia di Turki dengan anggota DPR RI. Pertemuan semacam ini menjadi momentum berharga sekaligus sebuah kehormatan bagi para diaspora pelajar Indonesia karena dapat berbicara langsung dengan anggota DPR RI.

Di sisi lain, alangkah lebih baik jika komisi DPR RI memberikan informasi terlebih dahulu mengenai jadwal, maksud dan tujuan utama dari setiap kunjungan kerja ke Republik Turki melalui media informasi resmi DPR RI. Informasi tersebut diperlukan sebab menjadi bukti profesionalitas anggota DPR RI. Lebih lagi, sebagai kesempatan sosialisasi kepada masyarakat Indonesia, baik di dalam negeri maupun masyarakat Indonesia yang tinggal di Republik Turki. Masyarakat dapat memberikan kontrol atas setiap agenda kunjungan dan mampu mengukur kinerja serta tingkat kemanfaatan dari agenda kunjungan kerja anggota DPR RI tersebut.

Kami harap, press release yang dipublikasikan oleh PPI Turki ini menjadi pembuka jalan bagi pelajar Indonesia di Turki dalam menyampaikan aspirasi. Selain itu, diharapkan agenda kunjungan kerja DPR RI ke Turki menjadi lebih optimal, bermanfaat, transparan, terukur, dan berdampak konkrit kepada masyarakat Indonesia. Begitu pun sebaliknya, semoga tulisan ini dapat mengawal para anggota DPR RI untuk dapat memberikan kinerja konstruktif dan efek positif bagi Indonesia.

Penulis; Hilmy Prilliadi

Editor; Hilda Farida, Naufa Hanif.

Sesi foto bersama para peserta daring

Pandemi memang masih ada, namun berbuat kebaikan harus tetap terjalan. Kegiatan PRUSA telah sukses dilaksanakan selama dua hari berturut-turut, Pada kali ini, PRUSA memakai konsep hybrid, yaitu terjalan secara online ataupun offline. Setelah melakukan survei, Desa Sarwodadi lah yang terpilih menjadi desa binaan kali ini.

Pada Webinar PRUSA 3.0 juga telah sukses dilaksanakan selama 2 hari berturut-turut dengan mengangkat 2 topik yang berbeda yaitu Prospek Investasi Pertanian 4.0 antara Indonesia dan Turki pada hari pertama dan Menuju Desa Mandiri Kreatif dengan Bank sampah pada hari kedua.

Pada hari pertama acara dimulai dengan pembukaan oleh MC dan dilanjutkan dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an dan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya dan lagu Istiklal Marsi. Dilanjutkan dengan sambutan ketua pelaksana, ketua PPI Bursa, dan yang tidak dilupakan sambutan oleh Bapak Lalu Muhammad Iqbal selaku duta besar Indonesia di Turki. Setelah sambutan-sambutan dilontarkan, telah ditampilkan juga penampilan seni budaya Turki yang dibawakan oleh Dursun Bedel, lalu setelah itu dilanjutkan dengan sedikit pengenalan tentang PRUSA dan mulai memasuki sesi pertama yaitu penyampaian materi oleh Erol Öztamur selaku staf Menteri Pertanian dan Kehutanan di Turki dan Budi Sarwono selaku Bupati Kabupaten Banjarnegara. Penyampaian materi dilanjut dengan diskusi dua arah dengan penonton juga yang turut bertanya mengenai topik yang dibahas. Setelah dilaksanakannya sesi diskusi, diadakan foto bersama sekaligus penutupan untuk hari pertama.

Pada hari kedua acara kembali dibuka dengan sambutan oleh MC, pembacaan ayat suci Al- Qur’an dan dilanjutkan dengan menyanyikan Indonesia Raya. Lalu acara dibuka juga dengan sambutan oleh Deliya Rizki Athifah selaku ketua pelaksana, Bapak Imam As’ari selaku Konsulat Jenderal RI di Turki dan Bapak Budi Sampurno selaku Kepala Desa Sarwodadi, Banjarnegara. Sebelum memasuki sesi pemateri, para audiens dibuat kagum oleh Savra Panca yang tampil membawakan seni budaya Angklung, lalu memasuki topik hari kedua yaitu Menuju Desa Mandiri Kreatif dengan Bank Sampah oleh Ibu Nina Nuraniyah selaku pembicara. Di sesi kali ini kita membahas bagaimana cara mengolah sampah daur ulang dan dilanjutkan dengan sesi tanya jawab dengan audiens. Hari kedua ditutup dengan penampilan video aftermovie PRUSA dan sesi foto bersama.

Beberapa minggu setelah kegiatan online selesai, kami tim PRUSA beserta tim dari pembicara bank sampah, Ibu Nina Nuraniyah juga berkunjung kembali ke Desa Sarwodadi untuk memberikan hasil donasi yang telah dikumpulkan dan memberikan edukasi kepada warga seputar bank sampah yang diharapkan dapat dipraktekan kedepannya.

Sudah lewat sebulan dari acara PRUSA 3.0, hasil donasi sudah diserahkan kepada desa, bank sampah pun turut berjalan sesuai harapan, yaitu BASADI atau Bank Sampah Sarwodadi. Semoga PRUSA kedepannya akan tetap membantu dalam memberikan manfaat kepada desa- desa yang ada di Indonesia.

(PRUSA)

-

Untuk informasi lebih lanjut, silakan hubungi Deliya Rizki Athifah (+62 856 9445 4312)

Raga Awandayu Prakasa V.G (+62 812 8089 6066)

Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) Dunia Cendikia Apik sebagai badan koordinasi para Pelajar Indonesia dari 60 Negara terus berupaya dan berusaha untuk menebar manfaat bagi seluruh pihak. Selain dengan terus berinovasi dengan program-program baru dalam setiap kesempatannya, PPI Dunia Cendikia Apik juga turut mengadopsi dan mengembangkan program produktif berkelanjutan yang telah dicanangkan sejak kepengurusan sebelumnya. 

Pada kepengurusan sebelumnya, Direktorat Pergerakan dan Pengabdian Masyarakat (PPM) PPI Dunia telah meluncurkan program Bisindo Asik (BISIK) sebagai platform inklusif peduli teman tuli dan teman dengar, dengan mengadakan kelas intensif pembelajaran bahasa isyarat.

Dalam peluncuran kegiatan pertamanya pada periode 2021-2022, BISIK PPI Dunia kali ini mendapat dukungan penuh dan juga kerjasama aktif dari Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Komunitas Mahasiswa Terapi (KOMITE) Politeknik Kesejahteraan Sosial Bandung. 

Poster Talkshow "Disabilitas Berdaya Tanpa Batas" PPI Dunia pada tanggal 4 Desember 2021.

Turut serta memperingati hari disabilitas internasional yang jatuh pada tanggal 3 Desember 2021 mendatang, BISIK PPI Dunia berkolaborasi bersama Poltekesos Bandung akan mengadakan acara 'Online Campaign dan Talkshow: Disabilitas Berdaya Tanpa Batas' pada awal Desember 2021 di media sosial.

Acara Talkshow sebagai puncak kegiatan yang akan dilaksanakan pada 4 Desember 2021 secara daring memakai sistem diskusi interaktif antara narasumber dan peserta.

Tak kalah menarik, tiga narasumber yang turut meramaikan acara Talkshow ini pun berasal dari kalangan disabilitas yang telah mencapai kesuksesan mereka, seperti Jaka Anom Ahmad Yusuf / Blindman Jack (stand up comedian), Dian David Mickael Jacobs (atlet para tenis meja Indonesia), Mochamad Nur Ramadhani, drg., M.Sc. (dokter gigi dan byonic dentist difabel), ditambah dengan kehadiran Rini Hartini Rinda Andayani, M.Pd, Ph.D sebagai pekerja sosial kajian disabilitas.

Harapannya, acara Online Campaign dan Talkshow yang gratis dan terbuka untuk umum ini dapat menjadi salah satu pintu relasi berkepanjangan antara PPI Dunia dan Poltekesos Bandung, juga dapat membangkitkan kesadaran kolektif terkait pentingnya perhatian masyarakat kepada penyandang disabilitas.

Gerakan peduli disabilitas serta pembangkitan masyarakat inklusif merupakan salah satu tujuan program kerja PPI Dunia periode ini, terkhusus di sub bidang Masyarakat Inklusif Direktorat PPM PPI Dunia. Berbagai acara yang tak kalah menarik untuk ditunggu diantaranya; kelas bahasa isyarat BISIK, Inclusive Infographics, PPI Edufest X PPM, dan Career Counselling Teman Difabel.

Informasi mengenai kegiatan menarik Direktorat PPM secara keseluruhan dapat diakses di akun instagram: @ppm_ppid.

Oleh: Faramuthya Syifaussyauqiyya.

Ketua Permira Pusat 2020/2021, Teguh Imanullah secara simbolis melakukan serah terima jabatan kepada Muhammad Zidni Ilman Noor ebagai Ketua Permira Pusat 2021/2022.

Selasa (16/11) Pada tanggal 13 November 2021 di Saint Petersburg, Perhimpunan Mahasiswa Indonesia di Rusia (Permira) menggelar Kongres Permira XX 2021 dengan mengangkat tema, “Reaktualisasi Peran Generasi Muda Dalam Konsolidasi Kesadaran Energi, Pendidikan, dan Ekonomi Indonesia – Rusia Pasca Pandemi COVID-19". Kegiatan kongres tahun ini dilaksanakan di kota Saint Petersburg dan dihadiri oleh para delegasi Permira Perwakilan, Dewan Perwakilan Anggota (DPA), Pengurus Permira Pusat dan Perwakilan KBRI Moskow.

Adapun agenda Kongres Permira tahun ini adalah:

1. Pemaparan hasil kajian Permira Pusat di bidang pendidikan, ekonomi, dan energi.

2. Pemaparan laporan pertanggungjawaban Permira Pusat dan Dewan Perwakilan Anggota (DPA) 2020/2021.

3. Penetapan Garis Besar Program Kerja Permira (GBPK Permira) tahun 2021-2024.

4. Pemilihan dan pelantikan anggota DPA 2021/2022.

5. Pelantikan Ketua dan Wakil Ketua Permira Pusat 2021/2022.

Kegiatan kongres dibuka dengan menyanyikan lagu ‘Indonesia Raya’ bersama, penampilan pembacaan puisi, dan sambutan-sambutan. Turut hadir pula untuk memberi sambutan Atase Pendidikan KBRI Moskow, Adi Nuryanto. Beliau menyampaikan rasa terima kasihnya terhadap kepengurusan Permira Pusat 2020/2021 dan harapan-harapan terhadap kepengurusan Permira Pusat selanjutnya terutama dalam bersinergi dengan KBRI Moskow untuk memaksimalkan fungsi pelayanan kepada para mahasiswa Indonesia di Rusia.

Setelah pembukaan berlangsung, acara disambung dengan pemaparan hasil kajian strategis oleh Departemen Pendidikan, Penelitian dan Pengembangan Permira Pusat 2020/2021 di bidang pendidikan, ekonomi, dan energi. Kajian yang dibahas adalah:

1. Education system in Russia.

2. Comparative study of start-up policy between Russia and Indonesia.

3. Perkembangan reaktor nuklir Indonesia dan reaktor VVER-1100 Rusia sebagai metode perbandingan dan permanfaatan energi nuklir sebagai energi baru dan terbarukan (EBT).

Hasil dari tiap kajian tersebut diharapkan dapat meningkatkan kesadaran para mahasiswa Indonesia di Rusia untuk menjadi agen-agen perubahan khususnya dalam bidang pendidikan, ekonomi, dan energi yang memainkan peran vital terhadap perkembangan bangsa. Misalnya dalam hal energi, kita mengetahui bahwa Rusia saat ini telah mengoperasikan 38 reaktor nuklir yang menjadi penyokong dari 20,7% produksi energi listrik nasional. Sementara itu, di Indonesia sendiri masih terdapat persepsi bahwa nuklir bukanlah pilihan sumber energi yang tepat, padahal selain nuklir menghasilkan emisi karbon paling rendah dibandingkan dengan batu bara, minyak bumi, dan gas, Indonesia juga memiliki cadangan uranium dan thorium berlimpah yang menjadikan nuklir sebagai potensi energi baru dan terbarukan (EBT) yang tepat bagi Indonesia. Oleh karena itu, sangat penting sekali peran dari para mahasiswa untuk menginisiasi perubahan-perubahan persepsi tersebut.

Nantinya, hasil kajian yang dikemas dalam bentuk special report dan policy brief tersebut akan diteruskan kepada Pemerintah Republik Indonesia melalui KBRI Moskow sebagai acuan dalam pembuatan kebijakan strategis Indonesia di bidang pendidikan, ekonomi, dan energi kedepannya.

Kegiatan kongres dilanjutkan dengan sidang internal untuk membahas laporan pertanggungjawaban kepengurusan Permira Pusat dan Dewan Perwakilan Anggota (DPA) 2020/2021. Setelah diadakannya diskusi cukup panjang, para delegasi Permira Perwakilan sepakat untuk menerima dan menyetujui laporan pertanggungjawaban kinerja selama 1 periode kepengurusan tersebut.

Dalam kongres kali ini, untuk pertama kalinya dilakukan penetapan Garis Besar Program Kerja Permira (GBPK Permira) yang sebelumnya telah dibahas dan disetujui bersama dengan 15 Permira Perwakilan. GBPK Permira ini nantinya memiliki peran strategis dalam pengembangan organisasi Permira yang lebih terpadu, sinergis, dan berkelanjutan sehingga kepengurusan antara satu periode ke periode selanjutnya berjalan sesuai dengan tujuan organisasi.

Kegiatan Kongres Permira XX diakhiri dengan pemilihan Dewan Perwakilan Anggota (DPA) 2021/2022 dan pelantikan Ketua dan Wakil Ketua Permira Pusat 2021/2022 terpilih berdasarkan hasil Pemilihan Raya 2021. Ketua Permira Pusat 2020/2021, Teguh Imanullah secara simbolis melakukan serah terima jabatan kepada Muhammad Zidni Ilman Noor dan Fath Ausi Aldikamil Ibrahim sebagai Ketua dan Wakil Ketua Permira Pusat 2021/2022.

Copyright © 2021 PPI Dunia
All rights reserved
Mayapada Tower 1, Lt.19, Jl. Jend. Sudirman, Kav. 28
Jakarta Selatan 12920