logo ppid

Diabetes atau yang juga dikenal sebagai kencing manis merupakan penyakit yang semakin umum di masyarakat modern ini. Berbagai faktor, termasuk gaya hidup, dapat menjadi penyebab penyakit yang satu ini. Lalu bagaimanakah pola hidup yang baik agar dapat terhindar dari diabetes? Temukan jawabannya pada siaran PPI Dunia bertema "World Diabetes Day: Healthy Life Style" dalam program Youth Forum dan KAMU (Kami yang Muda) RRI pada hari Senin, 14 November 2016 bersama Citra Aryanti (Permias Chicago) dan Adryan Fristiohady Lubis (PPI Austria).

img-20161112-wa0000

Dalam rangka memperingati Hari Batik Nasional dan Hari Kesaktian Pancasila, PPI Austria bersama dengan KBRI Wina akan menyelenggarkan Bincang Rame Komunitas Doktor + (BRKD+). Pemberian tanda + (plus) pada BRKD bermakna bahwa adanya Pembicara Tamu, yakni pakar, peneliti, ilmuwan, politikus, ataupun narasumber yang mempunyai kompetensi yang bersedia untuk menjadi pembicara pada acara ini!

BRKD+ akan dilaksanakan pada hari Minggu, 2 Oktober 2016 di KBRI wina mulai pukul 10.00 sampai dengan 16.00 CET.

 

ppi

 

Liputan Italia, Venice Biennale adalah salah satu organisasi budaya paling bergengsi semenjak 1895. Venice Biennale selalu terdepan dalam penelitian, pengembangan, dan penyebaran tren kesenian kontemporer terbaru dengan mengadakan berbagai pameran dan penelitian di berbagai bidang yang spesifik, seperti : Arts, Architecture, Cinema, Dance, Music, dan Theatre.

Menurut Intan Irani Ketua PPI Italia, tahun ini menyambut 15th International Architecture Exhibition Venice Biennale, sebanyak 23 orang arsitek Indonesia ikut ambil bagian dalam event ini.

“Tema Venice Biennale kali ini adalah Reporting From The Front dan dikepalai oleh Alejandro Aravena yang merupakan arsitek Chile, pemenang Pritzker Price 2016. Pritzker Prize sering disebut-sebut sebagai ekuivalen Nobel Prize dalam dunia arsitektur,” ujar Intan.

Arsitek asal Indonesia Budi Pradono yang merupakan leader Arsitek Indonesia dalam event ini menjelaskan, proyek ini mengangkat tema Fortress of Light. Tema ini mengilustrasikan isu pengungsi di Eropa. Karena ketidakstabilan negara asalnya, banyak pengungsi yang berjuang untuk memasuki perbatasan-perbatasan Eropa walaupun harus menantang maut.

Budi menjelaskan bahwa pendekatan design ini menghasilkan solusi organik yang dapat mengakomodasi para pengungsi dengan berbagai kebutuhan uniknya tanpa mengabaikan keteraturan dan peraturan dari sebuah design instalasi.

“ Tema inilah yang digunakan dalam setiap element instalasi arsitektur secara visual dalam event ini, untuk itu pihak kami perlu melibatkan PPI Italia khususnya pelajar Indonesia yang belajar arsitek untuk suksesnya event besar ini,” ungkap Budi.

Sementara itu Intan Irani, Ketua PPI Italia membenarkan keterlibatan PPI Italia dalam event besar yang melibatkan 23 arsitek asal Indonesia ini.

Menurutnya keterlibatan pelajar Indonesia dalam event ini lebih kepada suport secara teknikal saja. Bagaimanapun ada satu kebanggaan ketika arsitek Indonesia ambil bagian dalam event besar ini.

WhatsApp-Image-20160607 (2)

“PPI Italia dilibatkan 17-28 Mei saja, dan sejumlah pelajar Indonesia terlibat langsung secara pembuatan instalasi-nya dilapangan, mulai dari persiapan di Milan sampai turut dibawa oleh 4 pelajar Indonesia dalam rangka membantu Budi Pradono secara langsung di Venice” jelas Intan yang juga merupakan pelajar Master Arsitektur di Politecnico di Milano.

Lebih lanjut Intan menjelaskan, seluruh perakitan instalasi dikerjakan di Politecnico Milano, setelah proses perakitan selesai barulah hasil instalasi dipasang di venice Biennale.

Dua minggu sebelum event berlangsung di Venice, Florian Grossmayer, seorang pelajar Indonesia dari Wina, Austria datang sebagai person in charge untuk pelajar Indonesia yang terlibat sebagai volunteer, keseluruhan instalasi dan penanggung jawab kontak dengan pihak Budi Pradono.

Sementara itu, Apriani Sarashayu sebagai person in charge dari pihak pelajar menjelaskan, pengerjaan instalasi Pavilion Indonesia di Milan bertugas untuk persiapan material dan pemotongan material EPS (expanded polysterene).

Empat pelajar Indonesia di Italia yang bertugas sebagai volunteer berupaya untuk mendapatkan supplier yang mampu mengakomodasi kebutuhan material dengan cepat.

FullSizeRender

“Dari sekian banyak supplier akhirnya ditemukan satu supplier yang menyanggupi pesanan dengan waktu yang singkat. Setelah bahan baku didapat, dilakukan pemotongan modul bahan baku sesuai dengan blueprint dari pihak Budi Pradono,” ungkap Apriani.

Apriani menambahkan, pemotongan bahan baku dan pengemasan modul dilakukan selama tiga hari saja. Dengan bermodalkan tiga wire cutter dan kemampuan memotong yang presisi dan mumpuni, akhirnya modul-modul terkumpul semua dan siap untuk diboyong ke Venezia pada hari ke empat.

Pengerjaan Pavilion Indonesia di Venice fokus pada pembangunan instalasi. Dua pelajar Indonesia yang berasal dari kota Rimini; Eko Saputra dan Della Prita Nuary juga terlibat sebagai Volunteer. Mereka melakukan pengukuran terhadap ruang Pavilion Indonesia dengan menggunakan benang untuk persiapan pemasangan modul-modul EPS.

4 pelajar Indonesia di Italia akhirnya berhasil membantu menyelesaikan pembangunan instalasi dengan mengatur modul-modul EPS.

Pada pembukaan 28 Mei 2016 Pavilion Indonesia Fortress of Light di Palazzo Mora, Venice berdiri dengan anggunnya. Tamu-tamu undangan berdatangan ramai silih berganti untuk mengagumi pavilion nusantara ini dengan instalasi dan karya-karya yang di pamerkan. Pavilion Indonesia Fortress of Light dapat dikunjungi di Palazzo Mora, Venezia hingga 27 November 2016 mendatang. (Red.Dina, Editor. Dewi)

ppid

 

 

Moskow, Mei 2015. Kolaborasi PPI Kawasan Amerika Eropa dengan tuan rumah Permira Rusia telah berhasil menyelenggarakan Simposium PPI Amerika Eropa dengan tema "Persatuan dan Kesatuan Bangsa dalam menghadapi ASEAN Community 2015” pada tanggal 6-8 Mei 2015 yang lalu. Simposium ini diselenggarakan oleh para panitia di bawah komando tuan rumah Permira (Perhimpunan Mahasiswa Indonesia di Rusia). Berangkat ke Rusia, sebanyak 12 delegasi dari PPI kawasan Amerika - Eropa berangkat untuk menghadiri acara di bawah kepanitiaan Permira Rusia di Moskow dari negaranya masing-masing. Delegasi-delegasi tersebut adalah delegasi dari PPI Austria, PPI Belanda, PPI Belgia, PPI Republik Ceko, PPI Denmark, PPI Estonia, PPI Jerman, PPI Italia, Permika Kanada, PPI Prancis, PPI Portugal, dan PPI United Kingdom.

Kegiatan ini diselenggarakan mengingat Indonesia adalah salah satu founding father ASEAN. ASEAN Community akan memasuki tahap percepatan pada 31 Desember 2015 ini. Hitungan bulan adalah waktu yang sangat sempit namun persiapan Indonesia untuk menghadapinya kurang sebaik beberapa negara ASEAN lainnya. Hal ini harus segera dibenahi, mengingat Indonesia sebagai founding father ASEAN harus mempersiapkan diri dalam menghadapi tantangan tersebut khususnya dari sisi sumber daya manusia dan regulasi pemerintah terkait dalam melindungi dan menjaga daya saing masyarakatnya agar tidak kalah bersaing dengan masyarakat negara ASEAN lainnya.

Simposium ini terbagi menjadi 3 hari. Rangkaian kegiatan terdiri dari hari pertama yang merupakan seminar kebangsaan, hari kedua merupakan sidang, dan hari ketiga adalah kunjungan budaya. Seminar kebangsaan hari pertama bertempat di MGIMO (Moscow State Institute of International Relations).Simposium ini menghadirkan sejumlah narasumber dari praktisi, akademisi, dan pemerintah seperti Dubes Djauhari Oratmangun, Dubes Ngurah Swajaya, Connie Rahakundini Bakrie, Victor Sumsky, Fadhil Hasan, Victor Tarushin, dan Dessy Irawati-Rutten. Serta sejumlah narasumber yang berbicara melalui telekonferensi dengan para mahasiswa peserta Simposium PPI Amerika-Eropa, yaitu Menteri Luar Negeri RI dan Sesmenpora RI. Pada hari pertama ini, peserta dan pembicara dibuat terkejut akan kemampuan mahasiswi dan mahasiswa Rusia dalam melestarikan budaya Indonesia dengan tarian-tarian.

Hari kedua adalah saat-saat di mana para delegasi mendapat kesempatan untuk menumpahkan pikiran dan merumuskan apa yang dapat direkomendasikan kepada pemerintahan Jokowi. Sidang berlangsung dengan lancar dengan diskusi membangun. Memang tidak mudah untuk menyatukan pendapat dari berbagai ke dalam poin-poin rekomendasi yang dikatakan “Manifesto Moskow”. Berikut ini adalah isi dari Manifesto Moskow :

Manifesto Moskow ini ditanda tangani oleh para ketua dan perwakilan delegasi PPI se-Amerika Eropa, dan disampaikan untuk Presiden Jokowi yang diserahkan melalui pihak KBRI Moskow dan berbagai pihak lainnya. Sebagai mahasiswa yang tengah belajar di luar negeri, mahasiswa di luar negeri pun turut berusaha mengasah soft skill dalam acara ini dan merumuskan hal-hal penting untuk Indonesia menghadapi ASEAN Community dari kaca mata kami melalui Manifesto Moskow hasil pemikiran kami bersama ini. Salam perhimpunan !

 

http://news.detik.com/read/2015/05/07/110519/2908449/10/simposium-mahasiswa-indonesia-dibuka-di-moskow

http://www.rmol.co/read/2015/05/08/201840/Kecintaan-Mahasiswa-Rusia-pada-Indonesia-Mengharukan-Peserta-Simposium-PPI-

https://mobile.twitter.com/Portal_Kemlu_RI/status/596552382147768320

http://news.detik.com/read/2015/05/05/084911/2905646/10/ketika-moskow-bergairah-menyambut-mahasiswa-indonesia

http://m.metrotvnews.com/read/2015/05/08/123844/mahasiswa-rusia-kembangkan-diri-dengan-kesenian-indonesia

http://news.detik.com/read/2015/05/08/142110/2909838/10/mahasiswa-rusia-unjuk-kebolehan-dalam-simposium-ppi-amerika-eropa

https://mobile.twitter.com/Portal_Kemlu_RI/status/596552382147768320

Sumber: KERIS Serbia

Sumber: KERIS Serbia

[Istanbul, Turki] Simposium PPI Eropa Amerika yang berlangsung dari tanggal 17-19 Mei 2013 di Fatih University, Istanbul, mengambil tema “ Mengoptimalkan Peran Demokrasi dan Kemajuan Ekonomi Indonesia Sebagai Modal Menjadi Bangsa yang Besar”, menjadi awal dari gerakan Pelajar Indonesia yang sedang menempuh pendidikan di Eropa dan Amerika untuk menyumbangkan pemikiran dan kerja nyatanya demi kemajuan bangsa Indonesia.

Pada hari pertama, hadir Bapak Mentri Pemberdayaan Aparatur Negara, Ir. H. Azwar Abubakar, MM yang tampil sebagai keynote speaker dalam pembukaan simposium kali ini. Dengan retorikanya yang sangat menggugah menambah semangat para peserta untuk tidak melewatkan jalannya simposium hingga akhir penutup.

Setelah pembukaan acara dilanjutkan dengan Rapat Delegasi dari seluruh PPI Eropa dan Amerika. Kali ini dihadiri oleh PPI Swedia, PPI Austria, PPI UK, PPI Prancis, PPI Serbia, PPI Spanyol, PPI Portugal dan tentunya PPI Turki sebagai penyelenggara acara. Selain itu, hadir juga tamu kita dari PPI Oman.

Keseluruhan acara ini membahas tentang hal apakah sebenarnya yang bisa diberikan untuk Indonesia dalam bentuk nyata. Selama ini sudah terlalu banyak aspirasi-aspirasi dari seluruh mahasiswa Indonesia baik yang bersekolah didalam maupun luar negeri, hanya terbungkus rapi sebagai sebuah aspirasi tanpa bisa teraplikasi.

Di sinilah dibahas tentang rancangan kerja yang dibagi menjadi tiga komisi, yaitu:

  1. Komisi Demokrasi dan Kepemimpinan.
  2. Komisi Sains dan Teknologi dan
  3. Komisi Ekonomi dan Kewirausahaan.

Simposium tersebut diikuti dengan penuh antusias oleh setiap peserta dan berlangsung secara tertib, mulai dari Sidang Pendahuluan, sidang pemembahasan tata tertib dan pemilihan dewan sidang, Sidang Pleno serta Sidang Komisi, sidang pembahasan rancangan kerja nyata dan aplikasi berdasarkan komisi-komisi yang telah dibagi. Acara berlanjut ke pembacaan hasil dari Sidang Komisi yang nantinya akan menjadi Road Map PPI Eropa Amerika. Hingga pada malam harinya acara diakhiri dengan Sidang Paripurna, sidang penentu kemanakah kegiatan ini akan berlanjut.

Atas kesepakatan Dewan Sidang dan Delegasi, rencana awal yang tadinya akan melahirkan Piagam Istanbul, diubah menjadi Draft Istanbul dengan pertimbangan banyaknya Delegasi dari PPI Negara Eropa Amerika yang tidak hadir.

Hari kedua, simposium dilanjutkan dengan kuliah umum yang dibagi menjadi 2 sesi. Sesi petama diawali dengan Sesi Demokrasi dan Kepemimpinan yang di sampaikan oleh Bapak Menteri Pemberdayagunaan Aparatur Negara, Ir. H. Azwar Abubakar, MM. yang betema State Running Governmen ke Society Running Government Menuju Indonesia 2025 : Peran Kementrian PAN-RB dalam Menata RB.

Selanjutnya sesi kedua adalah Sesi Sains dan Teknologi dari Perwakilan Menpora Prof. Richardus Eko Indrajit dengan tema: “Youth, Technology and Nation” Balancing the Competitive Advantage of Indonesia. Sesi Ekonomi dan Kewirausahaan dari Direktur Utama Penerbit PT. Yudhisthira bapak Edfian Noerdin, SE.MM dan ditutup oleh bapak Asmoro Hadiyanto dari perwakilan Dompet Duafa.

Pada hari kedua ini juga, dibacakan isi dari Draft Istanbul yang ditandatangani oleh seluruh delegasi. Berikut isi dari Draft Istanbul tersebut:

Draft Istanbul

Berkat rahmat Tuhan Yang Maha Esa, kami perwakilan PPI Kawasan Eropa dan Amerika,
berkumpul di Istanbul, Turki untuk menyumbangkan pemikiran dan peranan bagi bangsa
Menerapkan praktik demokrasi dan kepemimpinan yang bertanggung jawab untuk
menciptakan bangsa yang lebih maju, berintegritas, dan bermartabat.

Meningkatkan peran bangsa Indonesia di dalam pergaulan internasional melalui pemanfaatan
Ilmu pengetahuan dan teknologi serta sumber daya manusia yang berkualitas untuk
Mencerdaskan dan meningkatkan daya saing bangsa Indonesia.

Mempersiapkan Indonesia menuju kemandirian ekonomi bangsa yang bersaing dan berdaya
Dengan itikad baik, siap mendukung dan mewujudkan kemajuan bangsa Indonesia melalui
roadmap PPI Kawasan Eropa & Amerika sebagaimana terlampir.

Dibuat di Istanbul, Turki, pada tanggal 18 Mei 2013.

Atas nama perwakilan PPI Kawasan Eropa & Amerika, PPI Prancis, PPI United Kingdom, PPI Austria, PPI Swedia, PPI Turki, PPI Serbia, PPI Spanyol dan PPI Portugal.

ROADMAP KOMISI DEMOKRASI DAN KEPEMIMPINAN

  1. Membuat video/tulisan mengenai isu kepemimpinan dan demokrasi di Negara Eropa Amerika dan membagikannya kepada pelajar dan guru di Indonesia (bekerja sama dengan Indonesia mengajar)
  2. Menyelenggarakan teleconference terkait dengan isu demokrasi dan kepemimpinan dengan tokoh pemimpin, baik di Indonesia maupun Eropa Amerika.
  3. Menyusun acuan pembuatan PPI baru.

ROADMAP KOMISI EKONOMI DAN KEWIRAUSAHAAN

1. Membuat Platform Knowledge Management (website, twitter/ media social)
2. Menyusun Paduan Berbisnis di Luar Negeri

3. Membuat Resume dan Profil Pengusaha Indonesia di Eropa Amerika
4. Menyediakan Data Mengenai Usaha di Negara X Terkait di Bidang Kewirausahaan
5. Menyusun Business Directory Indonesia
6. Membangun dan Mensinergikan Hubungan Antar Berbagai Pihak dalam Bidang Kewirausahaan dengan PPI Eropa Amerika ( Misalkan hubungan investor dengan calon wirausaha, hubungan antara pengusaha-pengusaha Indonesia di Negara-negara)
7. Membuat Forum Kajian Bidang Ekonomi dan Kewirausahaan.

ROADMAP KOMISI SAINS DAN TEKNOLOGI

  1. Membuat Website Intergerasi dengan Komisi Lain
  2. Membuat Repository Karya Ilmiah dan di Publish di Website
  3. Meningkatkan Kerja Sama dalam Penyebaran Informasi Kegiatan Bidang Sains dan Teknologi PPI Eropa Amerika
  4. Menulis Artikel / Video Sains dan Teknologi (Populer)
  5. Menyediakan Dana Hibah Bagi Aplikasi Sains dan Teknologi di Indonesia yang Bertujuan Untuk Pemberdayaan Masyarakat Indonesia.

Pada akhirnya harus diakui bahwa, kegiatan Simposium seperti ini adalah ajang yang sangat baik untuk mengerahkan seluruh potensi Pelajar Indonesia dalam membahas sumbangan-sumbangan nyata untuk menciptakan Indonesia yang mandiri disetiap bidang. Sebagaimana kita ketahui bahwa faktor penggerak kemamajuan sebuah bangsa berada di tangan para pemudanya. Kini saatnya kita sebagai pemuda Bangsa Indonesia harus turut serta memajukkan Negara Pertiwi dengan kerja-kerja yang nyata dan berkelanjutan. Hidup Indonesia.

Sumber: Adhari, PPI Adana - Turki dan Laporan PPI Prancis

SI 2012 - Kuala Lumpur

ISWS 2012 merupakan kongres Persatuan Pelajar Indonesia Dunia yang dihadiri oleh perwakilan PPI dari berbagai negara di dunia. ISWS 2012 diselenggarakan oleh PPI Malaysia di Kuala Lumpur pada tanggal 16 -19 Februari 2012. ISWS 2012 diselenggarakan dengan tema ‘Think Global Act Nasional’. Acara Kongres PPI Dunia 2012 ini diikuti oleh 28 negara perwakilan PPI, yaitu: Malaysia, Singapura, Thailand, Philipina, Jepang, Inggris, Australia, Selandia Baru, Portugal, Austria, Arab Saudi, Sudan, Lebanon, Turki, Swedia, Jerman, Korea Selatan, Jordania, Maroko, Pakistan, Mesir, Yaman, Norwegia, Belanda, Rusia, India, Perancis dan Indonesia yang diwakili oleh beberapa BEM Airlangga, UGM, UNRI, Lancang Kuning, dan Trisakti.

Di sela-sela Kongres PPI Dunia 2012 yang dibuka Menteri Kordinator Perekonomian Hatta Rajasa, juga digelar seminar sehari. Seminar ini membincangkan berbagai permasalahan bangsa Indonesia yang dilihat dari aspek perekonomian, politik, hukum dan sosial budaya.

Sejumlah tokoh nasional hadir sebagai pembicara yang antara lain mantan Ketua DPR Akbar Tanjung, anggota Komisi I DPR Muhammad Najib, Vice President World Assembly Youth Ahmad Dolly Kurnia, Wakil Ketua Komisi III DPR Tjatur Sapto Edy, Direktur Analisa Strategis Kementerian Pertahanan Brig Jend. TNI Paryanto, mantan Menko Perekonomian Rizal Ramli dan Menteri Negara Pemuda dan Olah Raga Andi Mallarangeng.

Dalam kesempatan tersebut, PPI Malaysia terpilih sebagai koordinator PPI Dunia mengantikan PPI Australia, dan PPI India ditetapkan sebagai tuan rumah untuk pertemuan PPI Dunia yang berikutnya.

Beberapa hasil dari Kongres PPI Dunia 2012 di Kuala Lumpur adalah:

  1. Penyempurnaan AD/ART PPI Dunia dengan menambahkan bahwa anggota luar biasa adalah BEM yang telah mendaftarkan diri kepada PPI Dunia.
  2. PPI Dunia membentuk Lembaga Kajian Stratejik. Lembaga ini nantinya mengkaji segala permasalahan bangsa dan nantinya wadah ini juga dijadikan saran seluruh masyarakat Indonesia untuk mendapatkan solusi dari permasalahannya.
  3. PPI Dunia menetapkan jargon PPI Dunia ke depan yaitu PPI untuk Indonesia, PPI Dunia siap mengabdikan seluruh potensinya untuk bangsa Indonesia.

Hasil kongres berupa rekomendasi untuk PPI negara dan PPI dunia dapat diunduh: SK Hasil Rekomendasi Kongres

Sumber: PERMITHA - Thailand

Copyright © 2021 PPI Dunia
All rights reserved
Mayapada Tower 1, Lt.19, Jl. Jend. Sudirman, Kav. 28
Jakarta Selatan 12920