logo ppid

LPDP 1

Pada hari Rabu tanggal 29 Juli 2015 bertempat di Gedung Maramis, Kementerian Keuangan Republik Indonesia di Jakarta, Perhimpunan Pelajar Indonesia se-Dunia (PPI Dunia) telah melangsungkan audiensi dengan Direktur Utama, Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) Bapak Eko Prasetyo. PPI Dunia yang diwakili oleh 7 negara yang berasal dari PPI Australia, PPI Malaysia, PPI Taiwan, PPMI Arab Saudi, PPI Filipina, PPI Turki dan PERMIRA Rusia telah menyampaikan beberapa agenda kerja sama serta meminta klarifikasi terkait beberapa hal antara lain pengalihan beasiswa DIKTI ke LPDP dan daftar Universitas yang diterima oleh beasiswa LPDP. Agenda kerja sama yang sempat dibahas antara lain LPDP roadshow atau world tour, pertimbangan aktivis PPI meraih beasiswa LPDP, program TOP UP, Beasiswa 3T untuk program strata satu (S1) dan lain sebagainya.

LPDP 2

LPDP 3

LPDP 4

Pada prinsipnya LPDP menyambut baik usulan PPI Dunia dan berupaya untuk semaksimal mungkin berkontribusi bagi kebaikan pelajar Indonesia (informasi lebih lanjut dapat melihat press release). Terima kasih Bapak Dirut atas sambutan hangatnya dan semoga pertemuan tersebut dapat menjadi pintu pembuka kerja sama PPI Dunia bersama dengan LPDP.

Salam Perhimpunan!

Ahmad Almaududy Amri
Koordinator PPI Dunia
2014-2015

11813430_1015468448493388_4501081213510816873_n

Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) Dunia mengusulkan perlunya aturan baku mengenai standar konversi nilai mahasiswa lulusan luar negeri. Hal itu untuk mencegah kerugian bagi mahasiswa yang telah kembali ke Indonesia.

Upaya memperjuangkan lahirnya aturan dan pedoman tersebut dilakukan sembilan perwakilan PPI dari berbagai negara yang tergabung dalam PPI Dunia.

Mereka berasal dari PPI Australia, PPI Taiwan, PPI Belanda, PPI Malaysia, PPMI Arab Saudi, PPI Turki, PPI Filipina, PERMIRA Rusia, dan PPI Italia.

Pada Selasa (28/7/2015) mereka menemui Dirjen Pembelajaran dan Kemahasiswaan Kementerian Ristek dan DIKTI (Belmawa DIKTI) Intan Ahmad didampingi Direktur Pembelajaran Paristiyanti Nurwardani serta staf Belmawa DIKTI lainnya.

Salah seorang di antaranya adalah Ahmad Almaududy Amri, Koordinator PPI Dunia periode 2014-2015, yang juga merupakan Ketua PPI Australia di periode yang sama.

Menurut Dudy, panggilan Ahmad Almaududy Amri kepada wartawan ABC L. Sastra Wijaya, masalah konversi nilai penting dilakukan karena nilai ijazah yang didapatkan dari luar negeri disalahartikan oleh instansi-instansi pemerintah atau rekruter dalam melamar kerja.

Ini disebabkan karena sistem penilaian di berbagai negara sebagai tujuan tempat belajar mahasiswa asal Indonesia berbeda-beda.

"Sebagai contoh di Indonesia memakai sistem nilai 0 sampai 4,0, sedangkan di Belanda sistem 1-10, Malaysia dan Taiwan 0 - 100 dengan standar universitas yang berbeda-beda," jelasnya.

"Bahkan di Turki ada 2 model penilaian 0-4 dan 0-100," tambah Dudy yang sedang menempuh pendidikan doktoral di Universitas Wollongong.

11745740_1015468495160050_5180461512896696216_n

Standar nilai tidak dapat dikonversi secara linear matematis, katanya, karena standar nilai di masing-masing negara unik dan mempunyai formula serta kriteria masing-masing.

"Di beberapa negara, apabila nilai dikonversi secara linear matematis, maka mahasiswa dapat dinilai kurang kompeten di dalam negeri sendiri padahal sudah sangat kompeten di luar negeri tersebut," tambah Dudy lagi.

Dudy menyampaikan bahwa SK Menteri Ristek dan DIKTI sangat diperlukan guna memberikan landasan hukum dalam mengeluarkan pedoman konversi nilai.

"Agar pedoman yang dikeluarkan oleh Ditjen Pembelajaran dan Kemahasiswaan efektif dan dapat dijadikan acuan oleh instansi lainnya, maka dibutuhkan sebuah endorsement dari pemerintah dalam hal ini melalui SK Menteri," ujar Dudy.

PPI Dunia, katanya, berkeinginan menuntaskan isu ini pada tahun 2015. Mereka akan membahas isu ini pada Simposium PPI Dunia yang diharapkan bisa dihadiri perwakilan pemerintah.

Menurut Dudy, dalam kesempatan itu Dirjen Intan Ahmad menjelaskan bahwa pihaknya mengapresiasi langkah PPI Dunia tersebut.

"Pihak Belmawa menyambut baik rencana untuk mendukung upaya konversi nilai. Namun pemerintah harus berhati-hati akan masalah kewenangan dalam mengonversi nilai. Jangan sampai kewenangan mengonversi tersebut dilakukan secara tidak semestinya," kata Dudy mengutip pernyataan Intan Ahmad.

Dirjen Intan menyarankan bahwa sebaiknya dibuatkan saja pedoman mengonversi nilai untuk umum maupun untuk instansi-instansi rekruter.

Sumber berita: Australia Plus, Radio Australia, TribunNews, VIVA, Metro TV News

OLIMPIADE PPIA 2015 akan menampilkan 2 jenis pertandingan dengan kategori Lomba menyanyi lagu tradisioanl, Photografi, dan Tarian tradisional Indonesia. Pertandingan akan dilaksankan 11-12 April di Sydney 2015. melalui Olimpiade ini PPI Australia ingin memperkenalkan kebudayaan Indonesia lebih luas lagi "

konversi nilai

Jakarta, Januari 2015. Bertempat di Gedung DIKTI Lantai 7 pada tanggal 13 Januari 2015 yang lalu, Perwakilan PPI Dunia mengadakan audiensi kepada Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan (Belmawa) DIKTI. Audiensi dilakukan oleh 5 orang mahasiswa dari PPI Belanda, PPI Australia, PPI Taiwan, dan PPI Malaysia, yang merupakan perwakilan Dewan Presidium PPI Dunia 2014/2015 juga mewakili tim AdHoc konversi nilai PPI Dunia 2014/2015. Audiensi ini terutama membahas permasalahan penyetaraan nilai lulusan lulusan luar negeri menyambung Tim AdHoc konversi nilai tahun sebelumnya, yang dapat dilihat dari artikel http://news.detik.com/read/2014/05/06/130936/2574536/10/hadapi-kendala-nilai-ppi-dunia-upayakan-standar-konversi

 

Acara dibuka setelah para peserta audiensi melakukan sholat Maghrib di mushola kantor Direktorat Belmawa DIKTI lantai 7 tersebut. Meluangkan waktu di luar jam kerjanya, Direktur Belmawa DIKTI, Ibu Illah Sailah, beserta Ibu Darnita, Kasubdit Penyelarasan, dan Ibu Retno, Kasubdit analisa kebutuhan dunia kerja, memperkenalkan diri sambil menyantap hidangan makan malam bersama-sama. Koordinator Penyetaraan Nilai, Pak Son Kuswadi pun turut menyusul untuk bergabung di tengah-tengah acara.

 

Setelah selesai menyantap hidangan makan malam, acara dilanjutkan dalam sesi pemaparan mengenai permasalahan penyetaraan Ijazah maupun penyetaraan nilai oleh Bu Illah. Memang saat ini pihak DIKTI sudah melayani Penyetaraan Ijazah bagi lulusan luar negeri, seperti dapat dilihat pada website Belmawa DIKTI di http://dikti.go.id/profil-dikti/struktur-organisasi/direktorat-belmawa/ . Tetapi saat ini DIKTI tidak berhak melakukan Penyetaraan Nilai Ijazah Luar Negeri.

 

Memang perlu dibedakan, mengenai penyetaraan ijazah luar negeri dan penyetaraan nilai ijazah luar negeri. Hanya berbeda satu kata, yaitu nilai. Karena perbedaan jenjang pendidikan dan perbedaan standar nilai di setiap negara yang diakibatkan perbedaan National Qualification Framework di setiap negara, maka muncullah isu penyetaraan ijazah luar negeri dan penyetaraan nilai ijazah luar negeri ini. Saat ini, lulusan luar negeri dapat menyetarakan ijazahnya sesuai dengan jenjang tertentu di Indonesia dengan mendapatkan pengakuan penyetaraan ijazah dari DIKTI. Penyetaraan ijazah ini dapat digunakan untuk melamar ke perusahaan, instansi, maupun melanjutkan pendidikan, terutama untuk aplikasi dalam negeri.

 

Namun, saat ini, DIKTI belum memiliki wewenang untuk melakukan penyetaraan nilai ijazah luar negeri. Per Januari 2015 ini, DIKTI masih sibuk dalam upaya restrukturisasi pemindahan kementerian, dari di bawah Kementerian Pendidikan menjadi di bawah Kementerian Riset dan Teknologi. Meskipun demikian ada secercah harapan yang muncul dari audiensi PPI Dunia kepada Pihak DIKTI ini, yaitu pihak DIKTI pun saat ini sedang dalam upaya mengajukan SK untuk Penyetaraan Nilai ke pihak Kementerian. SK Menteri ini akan memberi wewenang pada DIKTI untuk membuat SK Penyetaraan nilai ijazah sehingga, di bawah kewenangan DIKTI, data-data mengenai konversi nilai antar negara dapat selalu ditambahkan dan direvisi tanpa harus merevisi kembali SK Menteri.

 

Setelah pemaparan singkat dari Bu Illah, saatnya PPI Dunia memaparkan apa yang mereka ingin diskusikan dengan pihak DIKTI. Tim PPI Dunia terdiri dari 5 mahasiswa yaitu koordinator PPI Dunia dari PPI Australia Ahmad Almaududy Amri, Sekretaris PPI Dunia dari PPI Taiwan Retno Widyastuti, Hariadi Aji dari PPI Belanda, yang akrab dipanggil Jejey, selaku wakil koordinator Tim AdHoc Konversi Nilai PPI Dunia 2014/2015, Dewi Anggrayni sebagai koordinator kawasan Asia Oseania, juga Subkhan Ngalimun Elwardi dari PPI Malaysia. Pemaparan audiensi diberikan Jejey dalam bentuk presentasi. Dalam presentasi tersebut, dipaparkan hasil diskusi tim AdHoc konversi Nilai PPI Dunia 2014/2015 yang telah disusun bersama. Sebagai informasi, Tim AdHoc konversi Nilai PPI Dunia ini terdiri dari 9 PPI Negara, yaitu diketuai Ardhi Putra Pratama dari m PPI Belanda, sekretaris oleh Asni Furaida dari KERIS Serbia, FX Teddy Badai Samudra dari Perpika Korea, dari Putri Wulandari dari PPI Brunei, Muhammad Faiz Aziz dari PPI Malaysia, Iman Adipurnama dari PPI Taiwan, Ardi Pramana, Sugianto Amir, dan Muammar Kadafi dari PPI Tunisia, Muhammad Rady Ardhi dari PERMIRA Rusia, Wiprasworo Jihwamuni dari PPMI Pakistan.
Hasil diskusi tim AdHoc konversi nilai itu terutama memaparkan kondisi standar nilai ijazah lulusan luar negeri yang berbeda dengan standar Indonesia. Beberapa PPI Negara mengeluhkan kurangnya pemahaman sebagian besar perusahaan, instansi tentang berbagai standar nilai di berbagai negara. Sebagai contoh di Belanda. Nilai 1-10 tidak bisa dikonversikan secara matematis menjadi nilai 1-4. Karena nilai 7,5 berskala 10 di Belanda tidak sama dengan nilai 3 berskala 4 di Indonesia, walaupun secara matematis, akan menjadi sama. Semua konversi nilai ke sistem Indonesia harus melalui tabel konversi yang disediakan oleh instansi pendidikan masing-masing negara atau masing-masing universitas. Bahkan nilai 7,5 berskala 10 di Belanda dapat dikonversikan menjadi nilai 3,5 berskala 4 di Indonesia apabila mengacu kepada tabel konversi nilai yang dikeluarkan oleh organisasi pendidikan tinggi internasional Belanda yang bernama Nuffic, dengan acuan konversi nilai antara Belanda ke Amerika Serikat.

 

Permasalahan konversi nilai ke Indonesia yang dirasakan PPI Belanda ini dialami juga oleh negara-negara lainnya, misalnya PPI Tunisia, PPI Prancis, PPI Maroko, PPI Sudan, PPMI Mesir, dan PPI Portugal. Maka hal ini dinilai sangat penting oleh PPI Dunia, sehingga dalam audiensi PPI Dunia kepada DIKTI Januari lalu, PPI Dunia menyarankan bahwa konversi nilai harus melalui tabel dokumen konversi nilai dari negara atau universitasnya masing-masing, tidak hanya melalui perhitungan matematis.

 

Pihak DIKTI pun memberikan tanggapan yang sangat baik. Perbedaan nilai dari berbagai universitas di luar negeri itu, ternyata saat ini dalam rencana disetarakan oleh pihak DIKTI melalui SK Penyetaraan Nilai yang sedang dalam proses pengajuan ke Kementerian. DIKTI mengajukan SK Mengenai Penyetaraan Nilai ke Pihak Menteri, agar mekanisme Penyetaraan Nilai ini dapat diatur di dalam SK DIRJEN sehingga memudahkan dalam perubahan data-data yang berkembang.
PPI Dunia bersama DIKTI akan terus berkolaborasi dalam menyesuaikan data-data mengenai tabel konversi nilai dari berbagai sumber yaitu negara atau universitas tempat studi mahasiswa tersebut. Sehingga finalnya, hasil konversi nilai akan sesuai dengan standar yang sesuai dengan standar universitas di negaranya masing-masing.

 

Banyak sekali dampak dari kesalahan mengonversi nilai yang selama ini terasa. Seperti beberapa instansi pemerintah, perusahaan, universitas yang tidak dapat menerima nilai dari negara tempat studi asal karena mereka membuat sangkaan bahwa nilai yang didapatkan tidak begitu bagus, padahal di negara asal studi, nilai tersebut sudahlah sangat baik. PPI Dunia berharap dengan penyetaraan nilai ini, tidak ada mahasiswa lulusan luar negeri yang dirugikan akibat salahnya cara mengonversi nilai.

Dalam kesempatan audiensi PPI Dunia bersama Belmawa DIKTI ini, Pihak PPI Dunia diwakili koordinator, Ahmad Almaududy Amri pun bertanya mengenai permasalahan dalam pengelolaan beasiswa Dikti yang telah berdampak cukup serius terhadap keberlangsungan studi para mahasiswa Indonesia di luar negeri. beberapa bulan lalu (baca : http://news.detik.com/read/2014/09/25/140009/2701040/1513/ppi-dunia-desak-dikti-perbaiki-manajemen-beasiswa-luar-negeri). Sebagai jawaban, pihak DIKTI saat ini sedang terus memperbaiki sistem pengelolaan beasiswa tersebut dan akan menyampaikan perkembangan terkait hal tersebut kepada PPI Dunia. Juga pihak DIKTI menyampaikan informasi mengenai beasiswa DIKTI, bahwa DIKTI belum membuka kesempatan beasiswa DIKTI untuk gelombang yang baru, masih berencana menghabiskan beasiswa DIKTI yang telah berjalan.

 

 

Jejey

embed issuu : http://issuu.com/ppidunia/docs/dokumen_penjelasan_penyetaraan_nila/1

 

 

Jakarta - Rabu, 14 Januari 2015 yang lalu, PPI Dunia dan 8 perwakilan PPI Negara (PPI Australia, PPI Malaysia, PERPIKA - Korea Selatan, KERIS - Serbia, HPMI Yordania, PPMI Mesir, PPI Finlandia, dan PPI Taiwan) berkunjung ke kantor NET TV yang berada di lantai 27 Gedung The East - Mega Kuningan, Jakarta. Dalam kesempatan ini PPI Dunia berdiskusi dengan Citizen Journalist (CJ) Division dan kedua belah pihak saling bertukar gagasan dan masukan untuk kerjasama yang lebih erat ke depannya.

 

Diskusi Bersama

Diskusi Bersama

Hingga saat ini, para mahasiswa Indonesia di luar negeri dan PPI Negara aktif mengirimkan berbagai video singkat melalui CJ tentang kehidupan mahasiswa dan masyarakat Indonesia di berbagai belahan dunia. Diharapkan melalui video tersebut, masyarakat di tanah air mendapat informasi dan pengetahuan. Untuk melihat video kiriman dari rekan-rekan PPI Dunia, dapat dilihat di bagian video.

10900103_898742453499322_132671964035913143_o

Festival Studi Luar Negeri

Liputan Jakarta, Ratusan pelajar pagi ini memenuhi gedung sertifikasi guru Universitas Negeri Jakarta (UNJ) untuk mendapatkan informasi belajar di luar negara. Kegiatan yang di inisiasi oleh Persatuan Pelajar Indonesia se Dunia dan di fasilitasi oleh Lingkar Inspirasi salah satu organisasi pelajar UNJ yang menyediakan informasi beasiswa dan belajar di luar negara.

Visya sebagai ketua Lingkar Inspirasi menjelaskan kegiatan ini sudah dipersiapkan semenjak satu bulan sebelumnya. Pihak Lingkar Inspirasi setelah berkoordinasi dengan PPI Dunia memutuskan untuk menyelenggarakan kegiatan tersebut di UNJ.

“ Pihak kami melakukan promosi melalui sejumlah jejaring sosial seperti Facebook, Fanpage, Twiter dan sejumlah media komunikasi lainnya, antusias pelajar sangat bagus bahkan ada sejumlah peserta yang sengaja datang dari luar daerah,” jelasnya.

Sementara itu Ahmad Almaududy Amri selaku koordinator PPI se Dunia menjelaskan, kegiatan Festival Studi Luar Negeri yang diselenggarakan PPI Dunia merupakan sebuah bentuk partisipasi pelajar PPI Dunia untuk Bangsa.

“ Melalui kegiatan ini kami berharap agar pelajar di Indonesia lebih meningkatkan minat untuk melanjutkan study baik di luar negara ataupun di dalam negeri, dan tentunya PPI akan senang hati memberikan informasi tersebut kepada seluruh pelajar yang memerlukan informasi tersebut, termasuk informasi beasiswa,” jelas Dudy.

Dudy menambahkan, antusias pelajar Indonesia yang datang hari ini sangat diluar dugaannya, bahkan terdapat sejumlah pelajar yang berasal dari sejumlah daerah lain yang cukup jauh dari Jakarta seperti Yogyakarta dan Surabaya.

Fidelia salah seorang mahasiswa yang berasal dari Surabaya menjelaskan, keikutsertaannya dalam kegiatan Festival Studi Luar Negeri merupakan keinginan pribadi untuk bisa mendapatkan informasi mengenai belajar di luar negara. Dan menurutnya kegiatan ini sangat membantunya untuk mendapatkan informasi mengenai study di luar negara.

“ Ga sia-sia jauh-jauh datang dari Surabaya untuk kegiatan ini, paling tidak selesai S1 tahun ini saya sudah tau harus lanjut Master kenegara mana, informasi yang diberikan PPI Dunia sangat lengkap untuk saya pribadi,” jelasnya.

Dalam kegiatan Festival Studi Luar Negeri di hadiri oleh 10 negara yaitu, Australia, Malaysia, Belanda, Finlandia, Serbia, Mesir, Brunai Darusalam, Taiwan, Sudan, dan Yordania. Dari sejumlah negara ini juga memberikan peluang beasiswa untuk pelajar seperti beasiswa LPDP dan AAS.

Sementara itu jumlah peserta pelajar yang hadir untuk mendapatkan informasi beasiswa adalah sebanyak 180 calon pelajar. Kegiatan yang dimulai pukul 10;00 Pagi dengan Talkshow dilanjutkan dengan openstand dan workshop.

Jakarta - Sabtu, 10 Januari 2015 yang lalu, Dewan Presidium PPI Dunia mengadakan kegiatan Silaturrahmi PPI Dunia bersama dengan perwakilan dari masing-masing PPI Negara. Bagi sebagian mahasiswa Indonesia, bulan Januari merupakan momen liburan yang digunakan untuk kembali ke tanah air. Maka kesempatan ini digunakan oleh PPI Dunia untuk berkumpul dan bertukar pengalaman.

Dalam silaturrahmi yang diadakan di daerah Sudirman, Jakarta, hadir perwakilan dari 9 PPI Negara seperti PPI Australia, PPI Belanda, PPI Finland, PPMI Mesir, PPI Malaysia, PPI Maroko, PERPIKA - Korea Selatan, PPI Taiwan, dan PPI Sudan. Selain berbagi pengalaman, masing-masing perwakilan juga memberi informasi terkini terkait aktifitas di masing-masing PPI Negara. Harapannya, kesempatan ini dapat memberikan masukan dan inspirasi bagi PPI Negara dalam menjalankan program kerja dan kegiatan di masing-masing negara.

silaturrahmi

Dear Sahabat PPIA,

Sebagai keberlanjutan dari Program PPIA Mengajar, Departemen Pelayanan Sosial dan Masyarakat PPIA Pusat 2014-2015 mempersembahkan PPIA Goes to Campus. Program ini diselenggarakan atas kerja sama dengan PPI Dunia dan tiga universitas di Indonesia.

PPIA Goes to Campus diselenggarakan dalam bentuk berbeda dari PPIA Mengajar sebelumnya, yaitu dalam bentuk talkshow dengan interaksi secara langsung. Kegiatan ini diselenggarakan secara berurutan pada: (1) tanggal 8 Januari 2015 di Universitas Islam Indonesia di Yogyakarta bersama Faruq Ibnul Haqi, Ketua Departemen Pensosmas PPIA Pusat; (2) tanggal 12 Januari 2015 di Universitas Negeri Jakarta bersama Ahmad Almaududy Amri, Ketua Umum PPIA Pusat sekaligus Koordinator PPI Dunia; serta (3) tanggal 13 Januari 2014 di Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jawa Timur di Surabaya bersama Achmad Room Fitrianto, Ketua Bidang I (Internal) PPIA Pusat.

ppia

Kami membuka kesempatan bagi rekan-rekan pelajar di Australia sekalian untuk menjadi pemateri PPIA Mengajar yang selanjutnya atau turut berkontribusi menghubungkan PPIA dengan institusi pendidikan/sekolah di Indonesia. Bila ada yang tertarik untuk bekerja sama dengan kami untuk melaksanakan program ini, silahkan menghubungi kami melalui alamat email kami di pensosmas@ppi-australia.org

Sampai bertemu di Yogyakarta, Jakarta dan Surabaya ya kawan-kawan..

Salam Mahasiswa!
Salam Aktif, Kreatif, dan Visioner!

Sumber: Facebook Fanpage PPIA

S__11984924

SURAT KEPUTUSAN DEWAN PRESIDIUM
PERHIMPUNAN PELAJAR INDONESIA SE-DUNIA
Nomor: 05/SK/Presidium/PPI-Dunia/X/2014

Tentang

PEMBENTUKAN TIM AD‐HOC ADVOKASI LANJUTAN KONVERSI NILAI
UNTUK PARA PELAJAR INDONESIA LULUSAN LUAR NEGERI
(“TIM AD HOC KONVERSI NILAI”)

DEWAN PRESIDIUM PPI SE-DUNIA,

MENIMBANG

  1. Bahwa PPI Dunia merupakan wadah untuk mengakomodasi dan mengoordinasikan seluruh potensi organisasi perhimpunan pelajar Indonesia di berbagai negara yang memiliki tujuan untuk meningkatkan kontribusi dan peran organisasi perhimpunan pelajar Indonesia di luar negeri dalam mendukung pembangunan Indonesia yang berkelanjutan;
  2. Bahwa adanya permasalahan tentang konversi nilai yang tidak sesuai standar oleh DIKTI untuk lulusan luar negeri menyebabkan permasalahan bagi mahasiswa dan alumni Indonesia di luar negeri;
  3. Bahwa berdasarkan diskusi dan hasil Simposium Internasional di Tokyo pada bulan September 2014 dipandang perlu untuk melanjutkan advokasi mengenai konversi nilai dimaksud.

MENGINGAT

  1. Pasal 3, Pasal 4, dan Pasal 9 Anggaran Dasar PPI Dunia;
  2. Pasal 1, Pasal 2, dan Pasal 17 Anggaran Rumah Tangga PPI Dunia;
  3. Ketetapan Dewan Presidium Sidang Simposium Internasional PPI Dunia Nomor: 04/SK/Presidium Sidang/SI PPI Dunia/IX/2014 tanggal 22 September 2014.

MEMUTUSKAN

Menetapkan:

KESATU : Mendukung sepenuhnya proses advokasi lanjutan berdasarkan hasil rekomendasi dan pengkajian konversi nilai yang dilakukan oleh “Tim Ad Hoc Konversi Nilai” sebelumnya;

KEDUA : Mendukung penyampaian hasil kajian akademis tersebut kepada pihak-pihak terkait khususnya Atdikbud, Pensosbud dan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia;

KETIGA : Meminta kepada para pihak yang membidangi masalah sistem konversi nilai lulusan luar negeri untuk menindaklanjuti sebagai masukan akademis yang konstruktif bagi pembangunan Indonesia berdasarkan hasil pemikiran dari para pelajar Indonesia di Luar Negeri;

KEEMPAT : Menugaskan PPI Belanda sebagai Koordinator Tim Ad-Hoc Konversi Nilai dalam melanjutkan kajian, pengawalan, advokasi dan sosialisasi dalam menindaklanjuti masukan tersebut bersama dengan PPI dari negara lainnya.

KELIMA : Surat Keputusan in berlaku sejak ditandatangani sampai 1 Juni 2015.

Apabila di kemudian hari terdapat kekeliruan dalam Surat Keputusan ini, maka akan diadakan perbaikan sebagaimana mestinya.

Ditetapkan di Wollongong, Australia,
Pada tanggal 24 Oktober 2014

Koordinator Dewan Presidium PPI Dunia: Ahmad Almaududy Amri

Koordinator Kawasan Asia & Oseania: Dewi Anggrayni (PPI Malaysia)

Koordinator Kawasan Eropa & Amerika: Hariadi Aji (PPI Belanda)

Koordinator Kawasan Timur Tengah & Afrika: Miftah Nafid Firdaus (HPMI Yordania)

-----------------
Lampiran

SUSUNAN TIM AD HOC
KONVERSI NILAI

Koordinator: Ardhi Putra Pratama (PPI Belanda)

Wakil: Hariadi Aji (PPI Belanda)

Sekretaris: Asni Furaida (KERIS – Serbia)

Anggota :

1. Ardi Pramana (PPI Tunisia)
2. FX Teddy Badai Samudra (PERPIKA – Korea Selatan)
3. Iman Adipurnama (PPI Taiwan)
4. Muammar Kadafi (PPI Tunisia)
5. Muhammad Faiz Aziz (PPI Malaysia)
6. Muhammad Rady Ardhi (PERMIRA – Rusia)
7. Putri Wulandari (PPI Brunei Darussalam)
8. Subkhan Ngalimun Elwardi (PPI Malaysia)
9. Sugianto Amir (PPI Tunisia)
10. Wiprasworo Jihwamuni (PPMI Pakistan)

Copyright © 2021 PPI Dunia
All rights reserved
Mayapada Tower 1, Lt.19, Jl. Jend. Sudirman, Kav. 28
Jakarta Selatan 12920