Categories
Eropa dan Amerika PPI Negara Travel & Kuliner Wawasan Dunia

OKTOBERFEST: Festival Rakyat Terbesar di Dunia

Suasana Oktoberfest

Oktoberfest, atau yang dalam bahasa lokal disebut Wiesn, merupakan festival rakyat tahunan yang orisinilnya diadakan di kota Munich, atau München (bahas Jerman) atau Minga (bahasa Bavaria). Sekarang, banyak kota lain di dunia, bukan Jerman saja, yang mengadakan acara serupa, tapi tidak sebesar dan semeriah acara aslinya. Lebih dari enam juta orang dari seluruh dunia setiap tahunnya menyambangi festival yang sudah diadakan untuk ke-184 kalinya tahun ini. Omong-omong, walaupun namanya Oktoberfest, festival yang dikunjungi sekitar lima juta pengunjung tiap tahunnya ini sebenarnya dimulai dari kisaran pertengahan September sampai awal Oktober. Jadi, kalau mau berkunjung, jangan salah tanggal ya..

 

Sejarah festival ini bermula dari pesta pernikahan pangeran Bavaria Ludwig dan putri Theresia pada tahun 1810, raja pun mengundang seluruh rakyat di Munich untuk merayakan pesta pernikahan mereka di sebuah padang rumput luas yang diberi nama seperti sang permaisuri Thereseienwiese (padang rumput Theresia). Dari situ lah kata Wiesn berasal. Sampai sekarang, festival ini masih diadakan di lokasi tersebut. Jadi, bukan seluruh kota Munich.

 

Tipikal dari Oktoberfest adalah banyak tenda bir lokal, dimana pengunjung bisa menikmati makanan khas Bavaria (Schweinhaxe, Kaiserschmarrn, Schweinebraten, dll.) dan juga bir Bavaria yang terkenal, atau disebut Helles. Berhubungan tentang bir, harga bir di Oktoberfest itu biasanya lebih mahal dari bir di bar-bar lokal, kisaran 12€ atau seratus delapan puluh ribu rupiah untuk satu liter, dan biasanya bir di Oktoberfest sedikit lebih keras dari biasanya.

 

Terus, kenapa kalau lebih mahal, orang-orang masih ke Oktoberfest dibanding ke bar-bar lokal? Karena atmosfir di dalam tenda bir itu yang unik. Suasana yang seperti itu cuma ada waktu Oktoberfest. Orang-orang dari berbagai negara bisa bernyanyi dan menari, ada band lokal yang memainkan lagu lokal atau tradisional Bavaria, para pengunjung menggunakan pakaian daerah Lederhose (celana kulit untuk pria dan wanita) atau Dirndl (gaun tradisional untuk wanita). Tapi untuk bisa merasakan itu semua, pengunjung harus rela mengantri super pagi atau berharap ada tempat kosong di tenda, karena festival ini super penuh. Menurut para pekerja disana, para pengunjung yang datang pagi-pagi ini mau mengikuti ’Oktoberfest Marathon’, alias berlari-lari mengejar bir.

Pakaian tradisional Bavaria

Kalau di dalam tenda tidak ada tempat, pengunjung bisa ke Biergarten dari lokal yang bersangkutan. Itu merupakan tempat terbuka, tidak harus taman, dimana orang juga bisa duduk-duduk santai sambil ngobrol dan minum bir. Alternatif dari itu, ada namanya Oide Wiesn. Itu merupakan suatu daerah kecil di dalam Oktoberfest, yang biasanya tidak seramai daerah lain. Harga bir juga lebih murah, tapi pengunjung butuh tiket khusus untuk masuk ke Oide Wiesn.

 

Selain minum bir bersama teman-teman dan pengunjung lain, banyak jajanan khas, serta wahana permainan yang bisa dicoba. Ada merry-go-round, Ferris wheel, roller coaster, dll. Ada kios-kios yang menjual snack ringan, kue, boneka, souvenir, dan pakaian khas tradisional Bavaria. Kalau teman-teman tertarik membeli, harganya bervariasi dari puluhan hingga ratusan Euro.

Suasana malam Oktoberfest

Festival yang lamanya dua minggu ini punya tema tiap harinya. Tergantung hari, pengunjung bisa dapat korting harga, konser, perarakan, atraksi, dll. Omong‑omong kalau kalian berpikir, semuanya harus tentang bir sewaktu Oktoberfest, semua pengunjung sebenarnya juga bisa memesan minuman non-alkohol di setiap tenda seperti softdrink, jus, dll. Jadi, kalau pergi ke Oktoberfest, tidak berart harus pulang dalam keadaan mabuk.

 

Berminat untuk mengunjungi Oktoberfest? Ada beberapa informasi penting yang harus kalian perhatikan. Yang pertama, bagaimana cara pergi ke Munich? Karena Munich adalah salah satu kota besar di Jerman dan juga jadi tujuan banyak turis, transportasi menuju ke Munich sangat gampang. Pertama, bagi kalian yang berasal dari luar Jerman atau luar Eropa, pakai pesawat adalah solusinya. Via laman pencari tiket termurah ke Munich bisa langsung kalian genggam. Kedua, bagi kalian yang berasal dari dalam Jerman atau negara dekat Jerman seperti Austria, Italia, Ceko, Polandia, Swiss dan sekitarnya, bis dan kereta bisa jadi pilihan. Kunjungi laman penyedia jasa bus seperti flixbus.com atau goeuro.com dan laman penyedia jasa kereta seperti bahn.de atau ltur.de untuk mendapatkan tiket menuju ke Munich dengan harga lebih terjangkau daripada sang burung besi. Terakhir, sebuah moda transportasi yang jarang dilirik ataupun diketahui kawan di luar Jerman, mitfahren (nebeng). Melalui laman blablacar.de kita bisa menemukan orang yang menuju ke Munich pada tanggal tertentu dengan tarif tertentu lalu tinggal kontak orang tersebut untuk nebeng. Opsi ini akan sangat baik untuk kalian yang ingin merasakan sensasi lewat Autobahn tanpa batas kecepatan dan kesempatan ngobrol langsung dengan orang lokal, walau kebanyakan harus berbahasa Jerman.

 

Setelah sampai Munich, bingung mau tinggal di mana? Jangan takut, hostel maupun hotel bertebaran di Munich, mulai dari kelas melati sampai bintang lima semua ada sesuai budget kalian. Kunjungi laman aohostels.com dan jugendherberge.de untuk menemukan penawaran tempat tinggal murah di Munich, atau hubungi kawan kawan di Munich siapa tahu bisa memberikan penginapan secara murah.

 

Sudah sampai Munich, sudah dapat tempat tinggal tapi sekarang lapar? Banyak restoran dengan berbagai jenis masakan serta harga di Munich, sesuai dengan selera kalian. Mau makanan khas Bavaria lengkap dengan birnya? Kunjungi Lowenbräukeller di Stiglmaierplatz. Mau makanan halal? Kunjungi Antep Sofrasi atau Sara Restaurant di sekitaran Hauptbahnhof. Sayang Munich tidak punya kebab yang bisa dibanggakan seperti Berlin, tapi kami punya Currywurst halal di PommesFreunde, tersedia di Karlsplatz dan Pasing, cukup bilang saja mau Wurst halal, mereka pasti mengerti. Sudah kenyang? Waktunya keliling Munich dan menikmati perjalanan menggunakan sistem transportasi umum terbaik se-Jerman. Jangan lupa, rencanakan keberangkatan sedari jauh-jauh hari karena masa Oktoberfest merupakan masa paling susah mencari tiket ke dan penginapan di Munich. Tilik laman muenchen.de untuk informasi lebih lanjut tentang Munich, dan apabila ada pertanyaan bisa kontak PPI München di facebook.com/PPI.Muenchen.

Teman-teman PPI München di event Oktoberfest

Profil Penulis:
Rifki Surya adalah seorang mahasiswa Master Chemical Engineering di TU München, yang menjadi Ketua Divisi Hubungan Masyarakat PPI München periode 2017.

Zulfikar Adlan Nadzir adalah seorang mahasiswa Master ESPACE di TU München, sedang menjadi Ketua PPI München periode 2017.

Categories
Berita Festival Luar Negeri PPI Dunia

PPI Fair 2017: Kiat, Sharing, dan Motivasi Belajar di Luar Negeri

 

PPI Fair 2017 merupakan acara kolaborasi antara BEM ITS dengan PPI Dunia. PPI atau perhimpunan pelajar Indonesia adalah perkumpulan mahasiswa Indonesia yang sedang menempuh pendidikan di luar negeri. Acara ini dilaksanakan di Teater A, kampus ITS Sukolilo. Acara ini diselenggarakan pada hari Sabtu, 30 September 2017 sejak pukul 09.00 sampai 15.00 WIB. Acara ini dihadiri oleh 110 mahasiswa dari berbagai universitas di Surabaya. PPI Fair 2017 berisikan seminar dan pembukaan stand beberapa negara, yaitu Polandia, Malaysia, Portugal, dan Sudan. Pembicara yang turut memeriahkan acara ini adalah M. Ubaidillah dari PPI UAE, Fathan Asadudin dari PPI China, dan Yoga Dwi dari PPI Taiwan. Materi yang dibawakan oleh ketiga pembicara tersebut seputar pengalaman, beasiswa, dan motivasi melanjutkan pendidikan ke luar negeri.

Mahasiswa terlihat antusias dalam mengikuti seminar, banyak mahasiswa yang sengaja bertanya kepada pembicara mengenai apa saja hal-hal yang perlu disiapkan untuk studi di luar negeri, serta rintangan yang sering dihadapi. Selain itu, mahasiswa juga antusias melihat workshop di stand-stand PPI yang tersedia. Terlebih lagi, kedatangan media partner PPI Dunia, INSPIRA, yang turut memeriahkan stand di PPI Dunia 2017. Buku-buku yang dijual oleh INSPIRA meliputi kiat-kiat mendapatkan beasiswa serta buku latihan TOEFL, TOEIC, dan TOEFL iBT yang ramai diburu oleh mahasiswa.

“Bukan masalah luar negerinya, namun ada urgensi kompetensi SDM yang harus dipenuhi. Kalau kita stay di dalam negeri, kita tidak bisa merasakan persaingan yang sebenarnya”, ujar Fathan Asadudin menjawab pertanyaan pentingnya studi di luar negeri. Selain itu Yoga Dwi menimpali, “Saya prefer melaksanakan studi di luar negeri karena banyak hal baru yang bisa dieksplorasi dan dipelajari terutama di bidang budaya dan komunikasi”. M. Ubaidillah juga menjawab pertanyaan ini dengan membahas tentang pentingnya networking, “Ketika belajar di luar negeri kita bertemu dengan masyarakat internasional, ilmu yang diberikan juga semakin beragam dari berbagai background dengan basic concern yang berbeda”, ujarnya menutup seminar PPI Fair 2017.

(dok.PPID/nurjaeni)

Categories
Berita

Mempersiapkan Generasi Muda Indonesia untuk Menghadapi Bonus Demografi 2030

Pada tahun 2030, Indonesia diprediksi akan mengalami era bonus demografi. Sebuah babak baru yang sangat menentukan dimana jumlah penduduk yang berada pada usia produktif lebih banyak dibanding penduduk yang tidak produktif. Sumber daya manusia menjadi faktor utama dalam pembangunan bangsa. Sehingga, sumber daya manusia yang terampil dan siap bersaing dalam menghadapi tantangan kedepan harus dipersiapkan dengan matang.

Koordinasi antara pemerintah pusat dan daerah dalam mengeluarkan kebijakan harus selaras dan sesuai dengan kondisi di tiap daerah. Salah satu daerah yang dapat menjadi contoh mengenai strategi menghadapi bonus demografi adalah Nusa Tenggara Barat (NTB). Dibawah kepemimpinan TGH M Zainul MajdiNTB mampu menjadi provinsi yang berhasil mengoptimalisasi potensi yang dimiliki pada sektor pertanian dan pariwisata. Dengan populasi yang mencapai 4,7 juta penduduk, 65% nya merupakan penduduk dengan usia produktif.

TGH M Zainul Majdi memaparkan kebijakan pemerintah daerah NTB dalam seminar Indonesian Scholar International Convention tanggal 26 Juli 2017 lalu di University of Warwick, Inggris. Menyadari besarnya potensi yang dimiliki, pemerintah daerah NTB merumuskan beberapa kebijakan yang fokus pada generasi muda antara lain:

  1. Melibatkan generasi muda dalam pengembangan ekonomi dengan memberikan fasilitas dan pelatihan wirausaha agar mereka memiliki kemampuan untuk menjadi entrepreneur yang mumpuni.
  2. Melibatkan para mahasiswa sebagai instruktur untuk memberikan motivasi dan sosialisasi kepada penduduk lainnya agar menjadikan pendidikan sebagai kebutuhan utama.
  3. Menciptakan 200,000 pengusaha baru dan 1000 UKM.
  4. Memberikan pengarahan pada generasi muda agar mampu menciptakan desa wisata berbasis kearifan lokal dengan mempertimbangkan aspek lingkungan, sosial dan ketertarikan pada literasi.

Sumber Daya Manusia mendapat perhatian serius dari pemerintah NTB dimana Indeks Pembangunan Manusia (HDI) di Provinsi NTB tumbuh diatas HDI nasional dan menjadikan NTB sebagai provinsi dengan pertumbuhan HDI paling cepat. Dari sisi pertumbuhan ekonomi disaat pertumbuhan ekonomi nasional mengalami penurunan pada tahun 2015, NTB mampu mengendalikan penurunan pertumbuhan ekonomi. Adapun lebih detail ada pada grafik dibawah ini.

Pertumbuhan Ekonomi

Dalam rangka menghadapi tantangan mengenai kemiskinan, tingkat literasi, angka putus sekolah, malnutrisi serta sanitasi, Pemerintah Daerah NTB menggunakan berbagai strategi dengan mengedepankan kearifan lokal, akuntabilitas dan melibatkan partisipas masyarakat. Sehingga tidak mengherankan jika NTB mendapatkan penghargaan MDGs award pada tahun 2011–2015.

Dalam menghadapi bonus demografi 2030, pemerintah NTB memfokuskan pembangunan pada generasi muda dengan mempermudah akses pendidikan, kesehatan dan penciptaan lapangan kerja baru. Diharapkan berbagai strategi yang telah dilakukan ini mampu menjawab tantangan kedepan dan menjadi contoh bagi daerah lain di Indonesia dalam rangka menghadapi bonus demografi 2030.

(Red, ulil PPI Polandia / Ed, pw)

Categories
Berita PPI Dunia

Hasil Rekomendasi Simposium Internasional ke-9 PPI Dunia

Simposium Internasional Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) Dunia tahun ini dihelat di University of Warwick, United Kingdom. Simposium tahunan PPI Dunia tersebut berlangsung dari tanggal 24 Juli hingga 26 Juli 2017. Simposium kali ini mengusung sebuah tema “Accelerating Indonesia’s National Potential Towards 2030”.

 

Pembukaan

Perhelatan ini dibuka dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan sambutan dari Prof. Christine Ennew, Alanda Kariza sebagai Ketua PPI UK, dan Intan Irani sebagai Koordinator PPI Dunia 2016/2017. Acara kemudian dilanjutkan dengan Keynote Speech oleh Richard Graham MP (UK Trade Envoy to Indonesia and Chairman of Indonesia All Party Parliamentary Group) yang dapat dibaca lebih lanjut di sini. Setelah pembukaan dan kata sambutan, acara dilanjutkan dengan diskusi panel.

 

Diskusi Panel

Pada hari pertama terdapat tiga sesi panel diskusi yang diawali oleh panel diskusi utama  dengan tema “How can Indonesia’s budding creative industry & entrepreneurship solidify Indonesia’s creative economy?” Panel diskusi ini dibawakan oleh Prof. Dr. T.A Fauzi Soleiman, Didiet Maulana, dan Dian Pelangi.

Kemudian dilanjutkan dengan 3 panel diskusi secara paralel, yaitu mengenai:

  1. Entrepreneurship oleh Handry Satriago, Kusumo Martanto, dan Nancy Margried
  2. Development oleh Tri Rismaharini, Hiramsyah S. Thaib, dan Budiman Sudjatmiko
  3. Literature & Publishing oleh Andrea Hirata, Khairani Barokka, dan Dewi Laila

Terakhir adalah 4 panel diskusi secara paralel yang membahas mengenai:

  1. Fashion oleh Dian Pelangi, Ria Miranda, dan Elidawati
  2. Government & Politics oleh Yanuar Nugroho, Adam Tyson, dan Arief Zulkifli
  3. Education oleh Eka Simanjuntak, George Saa, Najelaa Shihab, dan Analisa Widyaningrum
  4. Financial Services oleh Endy Dwi Tjahjono, Destry Damayanti, dan Professor Mohammed Abdel-Haq

Seminar Indonesian Scholar International Convention (ISIC)

Seluruh peserta menghadiri seminar yang dibawakan oleh public figure serta pemerintah Indonesia. Sudirman Said  yang merupakan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral menyampaikan topik “Indonesia’s Demographic Boost in 2030.” Kemudian acara dilanjutkan dengan panel diskusi utama dengan topik “How to best prepare Indonesia’s Young Generation for 2030 Demographic Boost?” yang dibawakan oleh Handry Satriago (CEO daari GE Indonesia), Dr. TGH. Muhammad Zainul Majdi, M.A (Gubernur Nusa Tenggara Barat), Dr. David Johnson (Reader in Comparative and International Education University of Oxford).

Rapat Tahunan PPI Dunia

Sebagai permusyawaratan tertinggi PPI Dunia, Simposium Internasional ini tidak hanya menjadi wadah berkumpulnya anggota delegasi dari berbagai PPI Negara untuk bersilaturahmi dan menghadiri diskusi-diskusi panel. Tetapi juga merupakan tempat untuk mahasiswa-mahasiswi Indonesia tersebut bertukar pikiran dan mengkontribusikan pengetahuan mereka untuk menghasilkan butir-butir rekomendasi Simposium Internasional PPI Dunia.

Sidang internal yang merupakan agenda utama Simposium Internasional PPI Dunia berlangsung pada tanggal 25 hingga 26 Juli 2017. Sidang yang dilaksanakan pada pukul 09.30 – 00.00 ini dihadiri oleh 27 PPI Negara. Sidang ini dibagi menjadi 8 pleno dan dipimpin oleh 3 orang pimpinan sidang, yaitu Nazlatan Ukhra Kasuba (PPI Malaysia), Muhammad Iksan Kiat (PERMIRA Rusia), dan Bahesty Zahra (PPI Iran).

Dalam sidang tersebut, telah dilakukan pengesahan amandemen AD/ART PPI Dunia yang selama ini dirancang oleh Tim Ad Hoc AD/ART PPI Dunia. Laporan Pertanggungjawaban Dewan Presidium PPI Dunia 2016/2017 juga diterima oleh para delegasi PPI Negara tanpa syarat. Setelah itu, sidang dilanjutkan dengan pembahasan rekomendasi program kerja untuk kepengurusan PPI Dunia periode selanjutnya. Para anggota delegasi PPI Negara dibagi menjadi 4 komisi dan melakukan diskusi per kelompok. Komisi-komisi tersebut adalah:

  1. Komisi Pendidikan, dipimpin oleh Pandu Utama Manggala (PPI Jepang);
  2. Komisi Sosial dan budaya, dipimpin oleh Muhammad Dhafi Iskandar (PPI Perancis);
  3. Komisi Ekonomi, dipimpin oleh Dianna Priscyla Kusuma Dewi (PPI Swiss); dan
  4. Komisi Teknologi Digital, dipimpin oleh Masduki Khamdan Muchamad (PPI Malaysia).

Setelah selesai dengan diskusi komisi, sidang pada tanggal 25 Juli 2017 tersebut ditutup. Sidang kemudian dilanjutkan pada hari selanjutnya yang membahas tentang pemilihan Dewan Presidium PPI Dunia untuk periode selanjutnya, 2017/2018. Setelah diskusi yang intens, akhirnya terpilih susunan Dewan Presidium 2017/2018 sebagai berikut:

  • Koordinator PPI Dunia 2017/2018: Pandu Utama Manggala (PPI Jepang)
  • Koordinator kawasan Amerika Eropa 2017/2018: Muhammad Iksan Kiat (PERMIRA)
  • Sekretaris kawasan Amerika Eropa 2017/2018 : Muhammad Syukron (PPI Polandia)
  • Koordinator kawasan Asia-Oceania 2017/2018 : Zulfadli (PPI Malaysia)
  • Sekretaris kawasan Asia-Oceania 2017/2018 : Ester Liana (PPI Tiongkok)
  • Koordinator kawasan Timur Tengah dan Afrika 2017/2018 : Ikhwan Ramputi (PPI Mesir)
  • Sekretaris kawasan Timur Tengah dan Afrika 2017/2018 : Bahesty Zahra (PPI Iran)

 

Dan Tuan Rumah Penyelenggara Simposium PPI Dunia Periode 2017/2018 sebagai berikut:

  • Simposium Internasional PPI Dunia 2018: PERMIRA Rusia
  • Simposium kawasan Amerika-Eropa 2018: PPI Jerman
  • Simposium kawasan Asia-Oceania 2018: PERMITHA Thailand
  • Simposium kawasan Timur Tengah-Afrika 2018: PPI Pakistan

Terakhir, sidang diakhiri dengan pengesahan hasil diskusi komisi yang dilakukan pada hari sebelumnya. PPI Dunia melahirkan gagasan untuk Indonesia.

Diskusi per komisi tersebut menghasilkan Rekomendasi Simposium Internasional PPI Dunia sebagai berikut:

 

KOMISI PENDIDIKAN

  1. Memfokuskan pada kajian isu perbaikan kualitas dan profesionalisme guru serta manajemen tata kelola pendidikan.
  2. Program konkret yang dapat dilakukan Antara lain adalah dengan mengadakan kegiatan studi banding dan pelatihan guru serta kepala sekolah dari daerah di Indonesia ke luar negeri. Mitra utama yang dapat dirangkul untuk program ini antara lain adalah Cerdas Digital, Ruang Guru dan dapat menggunakan platform Pesta Pendidikan.

 

KOMISI SOSIAL BUDAYA

  1. Mendukung program pengembangan destinasi wisata dari Kementrian Pariwisata RI, dan bekerjasama dengan sebaik-baiknya untuk memperkenalkan destinasi pariwisata di daerah-daerah Indonesia.
  2. Bekerja sama dengan Kementerian Pariwisata RI dalam penyediaan konten, jaringan promosi, serta hal-hal lainnya untuk meningkatkan kualitas acara-acara budaya yang akan dilaksanakan oleh masing-masing PPI Kota, Negara dan/atau kawasan.
  3. Bersinergi dengan komunitas lokal untuk mengadakan kegiatan budaya yang menonjolkan karakteristik dan kearifan budaya setempat. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk menjangkau komunitas lokal tersebut adalah dengan menyebarkan angket dan sayembara. PPI Dunia berkomitmen untuk menjadi mentor bagi para komunitas lokal ini mengembangkan keterampilannya.
  4. Membuat kajian advokasi isu kemanusiaan baik di tanah air maupun isu HAM di luar negeri seperti Palestina dan negara lain yang dianggap perlu, dengan merangkul berbagai kalangan dan pakar.

 

KOMISI EKONOMI

  1. Rencana aksi yang bersifat internal
    • PPI Dunia menjadi Duta pariwisata Indonesia di masing masing Negara.
    • PPI Dunia menjadi Duta ekonomi kreatif di masing masing Negara
    • PPI Dunia berusaha membangun kerjasama multidisiplin untuk mengembangkan perekonomian kreatif Indonesia
  1. Rencana aksi yang bersifat eksternal
    • Pengembangan ekonomi pariwisata di Indonesia
    • Pengembangan ekonomi syariah di Indonesia
    • Kajian terkait pembangkit listrik dan pengembangan energi terbarukan
    • Kajian terkait diversifikasi industri agar Indonesia tidak terlalu tergantung kepada ekspor sumber daya alam
    • Peningkatan kapasitas SDM Indonesia sebagai salah satu upaya optimalisasi penggunaan minyak, gas dan hasil tambang nasional

 

KOMISI TEKNOLOGI DAN DIGITAL

  1. Mengkaji kebijakan pemerintah dan komparasi studi dengan negara lain yang lebih unggul dalam pengguaan fintech, kajian ini akan dikaji dalam beberapa sub topik:
    • Regulasi E-Commerce: Kajian regulasi e-commerce sehingga dapat membangun lingkungan yang kondusif bagi para pemuda penggiat start up.
    • Security: Kajian mengenai cyber security sangat penting, terutama bagaimana cara meningkatkan kesadaran diri akan pentingnya privacy dan information security
    • Digital Currency: Penggunaan mata uang digital (bitcoin) akan semakin masif, sehingga dibutuhkan kajian untuk dapat membangun lingkungan yang sesuai dengan karakteristiknya sekaligus mencegah penyalahgunaannya.

 

Categories
Berita PPI Dunia

Konvensi dan Simposium Perhimpunan Pelajar Indonesia Dunia dibuka Dubes RI Untuk Inggris Raya

Pada hari Senin, 24 Juli 2017, Duta Besar Indonesia untuk Inggris, Republik Irlandia, dan IMO Dr. Rizal Sukma telah meresmikan acara gabungan Konvensi Internasional Sarjana Indonesia (Indonesian Scholars International Convention/ISIC) dari Perhimpunan Pelajar Indonesia-Inggris Raya (PPI-UK) dan Simposium Internasional (SI) ke-9 dari PPI-Dunia.

ISIC merupakan acara tahunan PPI-UK yang sudah berjalan selama lebih dari 15 tahun. Tahun ini, PPI-UK juga terpilih menjadi tuan rumah Simposium Internasional PPI Dunia ke sembilan yang merupakan permusyawaratan tertinggi dari organisasi mahasiswa Indonesia terbesar di luar negeri, PPI Dunia.

Dr. Rizal yang hadir di lokasi penyelenggaraan acara ISIC – Simposium Internasional PPI Dunia (ISIC-SI) 2017 di Warwick Arts Centre, University of Warwick juga mengawali kegiatan yang berlangsung hingga 27 Juli 2017. Tahun ini, PPI-UK menggabungkan dua acara besar PPI-UK dan PPI Dunia menjadi prakarsa akbar ISIC-SI 2017.

Dubes Rizal Sukma dalam sambutannya mengatakan dirinya turut bersemangat selain dia pernah menjadi bagian dari komunitas ini, juga karena sangat terkesan dengan daftar nama para pembicaranya dan topik yang dirancang dengan sangat baik. Menurutnya, mahasiswa dan sarjana PPI kini jauh lebih cekatan dan jeli dalam menggelar acara se-kaliber ini.

Penyelenggaraan ISIC-SI 2017 memulai diskusi bertema “Memacu Potensi Nasional Indonesia Menuju Tahun 2030” yang diusung dengan harapan agar dapat memberikan bekal wawasan kepada pelajar, mahasiswa serta sarjana Indonesia yang nantinya dapat membantu mereka bertarung di wilayah ilmu yang mereka geluti di kancah Internasional.

Ketua Penyelenggara ISIC-SI 2017 Samuel Leonardo yang menyandang predikat Summa Cum Laude – First class honour dari University of Oxford tahun lalu dan saat ini sedang menempuh PhD di bidang teknik kimia pada universitas yang sama ini mengatakan, “tema tersebut diangkat dalam rangka mempersiapkan diri kita menghadapi tantangan bonus demografi di tahun 2030 di mana jumlah penduduk usia produktif mencapai tingkat 70% dibanding jumlah penduduk usia non produktif.”

Panitia pelaksana ISIC-SI 2017 menyediakan berbagai kegiatan, seperti diskusi panel, workshop, konser kesenian, serta kegiatan budaya lainnya. Upaya ini diharapkan dapat membuka wawasan para mahasiswa serta sarjana Indonesia dalam memahami beragam topik seperti Wirausaha dan Awal Usaha, Kota yang Berkelanjutan, Seni dan Budaya, Politik Indonesia, Masa Depan Indonesia Sisi Finansial, dan Pembelajaran ke Depan. Gala Cultural Night yang diadakan pada hari pertama untuk mempromosikan budaya Indonesia juga mengundang soloist Indonesia, Tulus, sebagai salah satu bintang tamunya.

Anggota parlemen Inggris sebagai Utusan Inggris untuk Urusan Perdagangan dengan Indonesia dan Ketua Kelompok Lintas Partai Parlementer Inggris tentang Indonesia Richard Graham MP, hadir sebagai pembicara kunci pada hari pertama dengan menyampaikan tentang kesiapan Indonesia menjelang 2030 dalam menghadapi peningkatan demografi usia produktif.

Pada kesempatan ini, Richard mengajak agar Inggris yang merupakan negara paling global di dunia ini dan dengan London sebagai pusatnya digunakan sebagai etalase bagi Indonesia untuk menceritakan tentang Indonesia kepada dunia, “Gunakan kami,” katanya, “Kesempatan bagi para mahasiswa dan sarjana lulusan universitas di sini merupakan momen mereka, kesempatan mereka serta peluang mereka karena dunia kini lebih terbuka dibanding sebelumnya.”

Sebenarnya Indonesia memiliki banyak hal yang bisa ditawarkan dibanding sebelumnya. Mereka yang memiliki kemampuan berbahasa asing serta terampil akan mampu sukses dalam kehidupan mereka yang pada waktunya membawa Indonesia berada di panggung global, – untuk menunjukkan apa yang bisa dilakukan. Imbuhnya, “Saya sudah mengetahuinya, tetapi dunia perlu
mengetahuinya juga.”

Sementara itu, Duta Besar dan Utusan Tetap RI untuk UNESCO: Prof. Dr. T.A. Fauzi Soelaiman memberikan masukan kepada mahasiswa dan sarjana Indonesia untuk magang di Sekretariat UNESCO karena Indonesia masih kurang terwakili di sana.

Pada Breakout Sessions Simposium Internasional PPI Dunia, para pakar di bidangnya tampil sebagai pembicara di antaranya Walikota Surabaya: Tri Rismaharini pada Sesi Pembangunan, sedangkan pada Sesi Kewirausahaan tampil CEO GE Indonesia: Handry Satriago dan penulis buku ‘Laskar Pelangi,’ Andrea Hirata berbagi serba-serbi dunia Sastra.

Presiden PPI-UK, Alanda Kariza, sebagai tuan rumah mengatakan jika selama ini dunia internasional banyak mendengar soal kesenian tradisional Indonesia, kami rasa sudah saatnya untuk kita menunjukkan sisi budaya kontemporer Indonesia, apalagi di negara seperti Inggris Raya yang dikenal dengan industri kreatifnya.

Dalam sambutannya, Koordinator PPI Dunia 2016/2017, Intan Irani, juga menambahkan bahwa simposium ini memberikan peluang besar bagi mahasiswa Indonesia untuk aktif terlibat dalam proses pembangunan negara kita tercinta. Melalui acara ini, para pelajar Indonesia dapat belajar, berpikir, dan memetakan apa yang bisa mereka lakukan untuk membuat perbedaan untuk Indonesia.

Selain pemaparan materi dari 30 pembicara yang sangat kaliber, Simposium Internasional PPI Dunia juga menjadi ajang bertemunya perwakilan PPI Negara dari seluruh dunia. Dalam sidang internal PPI Dunia, telah diputuskan bahwa:

1. Laporan Pertanggungjawaban Dewan Presidium 2016/2017 diterima tanpa syarat.

2. Susunan Dewan Presidium 2017/2018:
– Koordinator PPI Dunia: Pandu Utama Manggala (PPI Jepang)

– Koordinator PPI Kawasan Amerika-Eropa: Muhammad Iksan Kiat (PERMIRA Rusia)
– Sekretaris PPI Kawasan Amerika-Eropa: Muhammad Syukron (PPI Polandia)

– Koordinator PPI Kawasan Asia-Oseania: Zulfadli (PPI Malaysia)
– Sekretaris PPI Kawasan Asia-Oseania: Ester Liana (PPI Tiongkok)

– Koordinator PPI Kawasan Timur Tengah-Afrika: Ikhwan Ramputi (PPMI Mesir)
– Sekretaris PPI Kawasan Timur Tengah-Afrika: Bahesty Zahra (PPI Iran)

Serah terima jabatan antara Koordinator PPI Dunia 2016/2017, Intan Irani, dan Koordinator PPI Dunia 2017/2018, Pandu Utama Manggala

Konvensi ISIC-SI 2017 yang berjalan selama 4 hari dari tanggal 24-27 Juli 2017 ini telah berlangsung sangat sukses. Konvensi ini diikuti lebih dari 500 mahasiswa dan sarjana Indonesia yang merepresentasi lebih dari 100 negara serta 1.500 mahasiswa dan sarjana yang sedang menuntut ilmu di seluruh pelosok dunia.

 

(PPI-UK/NZ)

Categories
Asia dan Oseania Eropa dan Amerika Festival Luar Negeri PPI Dunia PPI Negara Timur Tengah dan Afrika Upcoming Event

Upcoming Event: Kerjasama BEM Universitas Padjadjaran Bandung dan Tim Festival Luar Negeri PPI Dunia PPI Dunia menyelenggarakan event Edufair “Padjadjaran International Education Festival” 2017

SALAM PERHIMPUNAN!!

BEM UNIVERSITAS PADJADJARAN BANDUNG dan TIM FESTIVAL LUAR NEGERI PPI DUNIA akan bekerjasama untuk menyelenggarakan event Edufair
“Padjadjaran International Education Festival”

Hari, tanggal : Jumat, 26 Mei 2017
Waktu : 08:00 WIB – 16:00 WIB
Tempat : Bale Sawala Unpad Jatinangor

Perwakilan PPI Dunia akan menjadi keynote speakers dan meramaikan acara ini, mereka adalah:

Intan Irani Koordinator PPI Dunia 2016/2017 (PPI Italia)

Steven Guntur Koordinator PPI Dunia 2015/2016 (Permira Rusia)

Rizki Putri Hassan, Koordinator Divisi Pendanaan PPI Dunia (PPI UK)

Dan akan ada stand berbagai informasi studi dan hidup di luar negeri yang akan diramaikan oleh delegasi dari PPI Negara diantaranya:

1. PPI Polandia
2.PPI Hungaria
3.Perpika Korea Selatan
4.PPI Malaysia
5.PPI Swedia
6.PPI Spanyol
7.PPI Estonia
8.PPI Tiongkok
9.PPI Thailand
10.PPI Prancis
11.PPI Italy
12.PPI New Zealand
13.PPMI Saudi Arabia
14.PPI UK
15.PPMI Mesir
16.PPI Turki
17. PPI Jepang
18. PPI Jerman

Berita selengkapnya, follow:
IG: felarippidunia                                                                                                                                                                   Facebook: felari ppi dunia
Web: www.ppidunia.org

Categories
Berita Festival Luar Negeri PPI Dunia PPI Negara

Kerjasama Politeknik Negeri Jakarta Dengan PPI Dunia Di SEFI 2017

“You and Only You Are Responsible for Your Life Choices and Decisions” SEFI 2017

Smart Education for Indonesia (SEFI 2017) sukses digelar di lantai III, Gedung Direktorat Politeknik Negeri Jakarta pada tanggal 18 April 2017 lalu. Bertajuk “You and Only You Are Responsible for Your Life Choices and Decisions”, SEFI meyajikan sebuah acara untuk mengatasi kebimbangan yang umumnya dialami oleh mahasiswa tingkat akhir.

Acara ini terdiri dari empat sesi  acara yakni, seminar karir, pertukaran pelajar, beasiswa dan konferensi internasional.  Seminar karir diisi oleh CEO Topkarir.com, Bayu J. Widjoatmodjo. Beliau memaparkan tentang bagaimana cara membuat CV yang baik juga bagaimana cara bersikap saat wawancara kerja, tentunya sangat bermanfaat bagi mereka yang baru saja akan memasuki dunia kerja. Sesi selanjutnya yaitu pertukaran pelajar pelajar dan konferensi internasional yang dibawakan oleh Warsono El Kiyat dari PPI Polandia dan Datin Alysa Bachtiar dari PPI UK selaku perwakilan dari PPI Dunia. Sampailah pada sesi terakhir, sesi beasiswa ini diisi langsung oleh perwakilan dari sahabat beasiswa, Dr. Try Mulyani.

Meskipun SEFI baru pertama kali digelar di PNJ, namun jumlah yang hadir melebihi target. Semoga acara ini dapat membawa manfaat bagi seluruh peserta yang hadir, juga bagi para pembicara yang telah meluangkan waktunya untuk berbagi ilmu dan pengalamannya.

Sampai jumpa di acara selanjutnya!

-Farah, Tim Festival Luar Negeri PPI Dunia-

Galeri Foto:

 

Categories
Pojok Opini Suara Anak Bangsa

Diskusi Hari Reformasi dengan RRI Voice of Indonesia

Hari Peringatan Reformasi diperingati setiap tanggal 21 Mei setiap tahunnya. Dalam kesempatan ini, Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) menghadirkan, M. Ulil Albab (Wakil Ketua PPI Polandia) dalam program RRI Voice of Indonesia, Kami Yang Muda pada tanggal 22 Mei 2017 pada pukul 11.30 WIB.

Dalam program Youth Forum, Ulil berkata bahwa, “pergerakan reformasi memberikan pintu masuk Indonesia menuju ke pemerintahan yang lebih terbuka. Hanya saja, kritik dan saran seperti pada zaman sekarang dapat dilakukan lebih elegan dengan menggunakan media-media yang tersedia. Kebebasan pers terutama melalui media sosial juga ada batasnya dan harus disikapi dengan bijak.”

“Sebagai pemuda, kita dapat berkontribusi dalam membangun sistem supremasi yang lebih baik dan hasil dari produk hukum tersebut harus dihargai. Cara paling sederhana bagi pemuda untuk berkontribusi terhadap Indonesia adalah dengan sumbangan ide dan terlebih lagi ide tersebut dapat diikutkan dalam kompetisi,” lanjut mahasiswa yang sedang menempuh pendidikan di Polandia tersebut.

Menurut Ulil, harapan ke depan adalah masyarakat Indonesia tetap menyikapi nilai-nilai Pancasila dengan pikiran dan hati yang jernih. Kelak, budaya bangsa Indonesia dapat menjadi contoh bagi bangsa lain.

 

(Red CA, Ed F)

Categories
Berita Eropa dan Amerika PPI Negara

Diskusi Hari Penerbangan Indonesia dengan RRI Voice of Indonesia

Dalam memperingati hari penerbangan indonesia, PPI menghadirkan Gery Maulana Muhammad (PPI Polandia) dalam program RRI Voice of Indonesia Youth Forum pada tanggal 10 April 2017 pukul 10.30 WIB.

Dalam program Youth Forum, Gery berkata bahwa, “Penerbangan Indonesia semakin berkembang, baik teknologi maupun keamanan yang dijanjikan. Seperti yang saya lihat saat menghardiri peringatan Hari penerbangan kemarin di Bandara Halim Perdanakusuma, Indonesia.”

“Penerbangan memang bukan transportasi yang murah, tetapi pesawat terbang memberikan kesempatan bagi kalangan yang membutuhkan efisiensi waktu atau waktu yang singkat untuk mencapai tempat yang jauh,” lanjut mahasiswa yang sedang menempuh pendidikan di Polandia tersebut.

Menurut Gery, harapan ke depan adalah penerbangan Indonesia dapat berkembang dalam waktu yang cepat. Keamanan harus menjadi prioritas utama dalam industri penerbangan.

(Red, CA / Ed, pw)

Categories
Eropa dan Amerika PPI Dunia PPI Negara

Diskusi Online Forum PhD Amerika-Eropa: Implementasi Ekonomi Digital di Indonesia

Forum PhD PPI Amerika Eropa telah sukses menyelenggarakan Diskusi Online melalui channel Youtube PPI TV secara live. Acara yang diadakan pada hari Minggu 9 April 2017 pukul 21.00 WIB ini berlangsung selama hampir 2 jam. Seperti yang dilansir dari website PPI Polandia, diskusi online ini membahas mengenai implementasi ekonomi digital di Indonesia.

Pertumbuhan pengguna internet di Indonesia yang mencapai 100 juta pengguna direspon oleh pemerintah dengan dikeluarkan UU ITE tahun 2008 yang mengatur mengenai transaksi digital. Adapun untuk mempercepat penetrasi jangkauan internet di Indonesia, Dirjen Aplikasi Informatika Kemen Kominfo, Samuel  A. Pangarepan menyatakan jika pemerintah sedang menyiapkan Palapa Ring serta pembangunan jaringan-jaringan baru di 5000 titik yang mengalami blank spot di wilayah Indonesia timur.  Dengan ini diharapkan daerah juga memiliki akses internet yang sama. Mengenai kebijakan ekonomi, pemerintah juga telah membuat paket kebijakan nomor 14 yang membahas mengenai kebijakan ekonomi digital.

Dari sisi pelaku bisnis digital, CEO Localbrand, Dwimayu menyatakan jika jumlah konsumen yang besar tidak sepenuhnya berbanding dengan besarnya transaksi yang dilakukan secara online. Dari sisi produsen sendiri masih terdapat kendala mengenai merespon perubahan mode serta sistem supply chain dari pelaku usaha kecil menengah yang belum stabil.

“Keterbatasan modal juga memiliki pengaruh yang cukup besar, terlebih dengan masuknya kompetitor lain yang memiliki modal lebih besar,” ungkap Dwimayu.

Irzan selaku CEO Kata.Ai menambahkan jika banyak perusahaan besar yang punah karena kegagalan mereka untuk merespon perubahan pasar yang begitu cepat. Teknologi juga harus dipandang sebagai sarana yang memudahkan untuk menciptakan perusahaan yang lebih efektif dan efisien.

“Tantangan yang dihadapai pasar untuk wilayah Indonesia adalah perlu edukasi yang berkelanjutan kepada para pengguna internet agar mereka percaya untuk melakukan transaksi secara online. Sedangkat data mengenai revenue untuk tiap pengguna masih sangat rendah. Hal ini dikarenakan karakter orang Indonesia yang mau menggunakan layanan jika bersifat gratis. Dari sisi penegakan hukum masih harus ada upaya yang serius untuk meningkatkannya guna memberi rasa nyaman pada konsumen,” jelas Irzan.

Terdapat juga inisiasi yang dilakukan rekan-rekan PPI untuk membuat kamar pelajar PPI Amerika-Eropa. Sebuah platform layaknya AIR BNB yang memungkinkan para pelajar dari berbagai negara untuk mendapatkan tempat tinggal saat sedang berada di negara lain seperti kegiatan konferensi, liburan atau hal lainnya. Andika selaku IT Developer Kamar Pelajar memaparkan adanya kendala pada sisi ketersediaan tenaga yang melakukan pendataan karena adanya kesibukan dari masing-masing pihak. Serta kendala finansial, hal ini dikarenakan keterbatasan pihak yang terlibat dalam proyek ini.

Albertina Laurencia  menambahkan bahwa adanya era digital dapat memunculkan masyarakat informasi. Dari sisi konektivitas, Indonesia masih tertinggal dari sisi kecepatan akses. Selain itu penggunaan teknologi di sektor bisnis juga telah mendorong terjadinya pengurangan rantai saluran distribusi. Konsumen juga harus terus diedukasi agar mampu memanfaatkan teknologi, serta dari sisi produsen harus mampu menghadirkan customer experience dimana konsumen merasa terwakili melalui media online jika ingin membeli produk meski tidak bersinggungan secara fisik. (Red, ulil / Ed, pw)

https://www.youtube.com/watch?v=vlj4YEx2B0U

Page 1 of 3
1 2 3