logo ppid

Berkenaan dengan adanya wacana dan usulan dari mahasiswa Indonesia di luar negeri mengenai pentingnya penyetaraan nilai akademik dari perguruan tinggi di luar negeri terhadap sistem penilaian akademik di dalam neger, PPI Dunia membentuk tim Ad Hoc Konversi Nilai yang bertujuan untuk melakukan kajian, koordinasi, sosialisasi, dan tindak lanjut hasil kajian akademis dan rekomendasinya. Masa kerja tim Ad Hoc ini adalah 2 Mei 2014 hingga 31 Agustus 2014. Adapun keanggotaan dari Tim Ad Hoc ini adalah PPI Belanda, PPI Tunisia, dan PPI Malaysia.

Setelah dikeluarkannya Surat Keputusan Dewan Presidium Perhimpunan Pelajar Indonesia Se-Dunia Nomor 03/SK/Presidium/PPI-Dunia/V/2014, tim ad hoc segera melakukan koordinasi internal dengan menunjuk anggota individu dari masing-masing PPI Anggota tim ad hoc. Adapun nama-namanya sebagai berikut:

  1. Willy Sakareza (PPI Belanda)
  2. M. Luthfi Nurfakhri (PPI Belanda)
  3. Arip Muttaqien (PPI Belanda)
  4. Dwi Yuliantoro (PERMIAS)
  5. Gushairi (PPI Malaysia)
  6. Stevadi Zaki Halim (PPI Malaysia)
  7. Ardi Pramana (PPI Tunisia)
  8. Mukhlis Lubis (PPI Tunisia)
  9. Sugianto Amir (PPI Tunisia)

Koordinasi internal dilakukan selama 3 pekan, dan pada 25 Mei 2014 dilakukan rapat perdana melalui skype. Hasil sementara dari rapat perdana tersebut adalah adanya rapat kedua agar dapat berkoordinasi dengan kehadiran anggota dalam jumlah lebih banyak dan rencana pengadministrasian data-data yang diperoleh selama kajian melalui dropbox. Selain itu juga disepakati bahwa setiap anggota tim akan menjadi koordinator pendataan sistem penilaian akademik di masing-masing kawasan tempat anggota tim berlokasi.

Selanjutnya, selain data sistem penilaian di masing-masing negara, tim ad hoc berupaya untuk berkomunikasi dengan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan sebagai salah satu pemangku kepentingan dalam proses penyetaraan nilai akademik.

Hingga pada tanggal 5 Agustus 2014, Tim Ad Hoc yang diwakili oleh PPI Belanda dan didampingi oleh Koordinator Kawasan Amerika & Eropa, mendapatkan kesempatan untuk bertemu dengan Bapak Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi dan Ibu Direktur Pembelajaran dan Kemahasiswaan Ditjen DIKTI di ruang rapat Dirjen DIKTI. Dari pertemuan tersebut diperoleh informasi sebagai berikut:

  1. Dirjen DIKTI memiliki harapan agar sistem penilaian akademik di Indonesia pun dapat diakui secara internasional dan sistem penilaian akademik di luar negeri juga dapat menyesuaikan dengan sistem penilaian akademik di Indonesia;
  2. DIKTI tidak memiliki kewenangan untuk melakukan standarisasi dan/atau penyetaraan nilai akademik. Hal ini diperkuat dengan adanya sistem penilaian akademik yang juga berbeda di antara perguruan tinggi di dalam negeri;
  3. DIKTI mengarahkan agar penyetaraan dan/atau standarisasi kompetensi lulusan perguruan tinggi di dalam dan luar negeri yang menjadi topik atau tujuan utama;
  4. DIKTI membuka diri untuk menerima rubrik atau kriteria dari masing-masing negara atau universitas di luar negeri dalam melakukan penilaian. Hal ini dikarenakan sistem penilaian di masing-masing negara dan di masing-masing universitas di satu negara, juga berbeda;
  5. Mengenai adanya keluhan atau kejadian dimana nilai akademik dari perguruan tinggi di luar negeri disetarakan secara tidak resmi dalam hal aplikasi karir di institusi pemerintah atau perguruan tinggi negeri, DIKTI menyarankan untuk berkomunikasi dengan Badan Kepegawaian Negara atau Panitia Penerimaan di masing-masing institusi.
  6. DIKTI telah menyarankan kepada institusi-institusi terkait untuk tidak lagi menggunakan syarat nilai akhir akademik sebagai acuan utama dalam proses seleksi kerja melainkan menggunakan tes kompetensi.

[Tokyo, Jepang] Simposium Internasional merupakan salah satu agenda tahunan PPI Dunia yang bertujuan untuk membahas keorganisasian dan evaluasi kegiatan PPI Dunia, berbagi ide, serta merumuskan solusi baik berupa gagasan maupun tindakan konkrit dari para pelajar Indonesia yang terpencar di berbagai negara lintas benua.

Pada September 2014 ini, Perhimpunan Pelajar Indonesia Dunia (PPI Dunia) kembali akan menyelenggarakan Simposium Internasional yang akan dilaksanakan pada tanggal 20-23 September 2014 di Tokyo Institute of Technology, Tokyo, Jepang. Bekerja sama dengan PPI Jepang, Simposium Internasional 2014 akan mengusung tema: “Menggagas Kontribusi Generasi Muda Indonesia untuk Dunia”.

Simposium Internasional 2014 akan menghadirkan pembicara-pembicara ahli dari berbagai bidang di antaranya pendidikan, politik dan pemerintahan, pembangunan ekonomi, pemberdayaan masyarakat, dan kewirausahaan, serta sains, teknologi, dan inovasi yang diharapkan dapat memberikan motivasi positif bagi para pelajar Indonesia untuk memberikan karya nyata dalam berbagai aspek. Berkumpulnya para pelajar Indonesia pada SI PPI Dunia 2014 ini diharapkan dapat memberikan sumbangsih bagi kemajuan Indonesia pada khususnya, dunia pada umumnya, baik merujuk pada kearifan lokal negara studi masing-masing, bidang keilmuan, dan lainnya serta menyampaikan gagasan-gagasan solutif bagi kemajuan Indonesia.

Sumber: PPI Jepang

RMOL. Di tengah serangan penjajah zionis Israel, rumah sakit di Gaza semakin mengalami berbagai kesulitan. Di rumah sakit ini, tidak ada lagi obat dan bahan bakar untuk menyalakan listrik.

Selama ini, rumah sakit Gaza memang hanya punya staf dan pasien. Dan akibat serangan Israel, kini begitu banyak pasien yang ditangani dengan minus obat-obatan.

Karena itulah, Lembaga Sosial Perhimpuan Pelajar Indonesia (PPI) Dunia ikut tergerak untuk ikut menggalang dana dan membantu warga Gaza. Dalam menggalang dana ini, Lembaga Sosial PPI Dunia bekerjasama dengan KNRP dan Sahabat Al-Aqsha.

Bagi siapa pun yang menyumbang, terutama bagi pelajar Indonesia di luar negeri maupun yang sekarang sudah menjadi alumni PPI dunia, bisa mengirimkan dana melalui Rek BSM 7068558365 a.n LS PPI DUNIA.

"Alhamdulillah baru tadi malam kami mulai membuka penggalan dana sudah terkumpul 20jt," kata Direktur Lembaga Sosial PPI Dunia, Muhammad Dhiya, dalam keterangan beberapa saat lalu (Sabtu, 12/7).

Dhiya menambahkan, sekitar 23 persen korban serangan Israel ini adalah anak-anak dan 18 persen persen adalah wanita. Sementara itu, puluhan rumah hancur total dan juga menewaskan keluarga di dalamnya, seperti rumah di Hamad, Beit Hanoun yang menewaskan tiga generasi di dalamnya. [ysa]

Sumber: RMOL

Dalam rangka memperingati lahirnya Pancasila tanggal 1 Juni, Jogja Leadership Forum (JLF) bekerjasama dengan Perhimpunan Pelajar Indonesia se-Dunia (PPI Dunia) mempersembahkan dialog kepemimpinan interaktif lewat Google Hangout. Dialog ini dilaksanakan pada:

Hari, tanggal : Minggu, 1 Juni 2014
Waktu : 10.00 – 14.00 WIB
Tema : Dari Dunia untuk Indonesia

Dengan menghadirkan 11 Pembicara dari Perwakilan PPI di 10 Negara (Australia, India, Jepang, Jerman, Korea Selatan, Malaysia, Pakistan, Taiwan, Tiongkok dan Tunisia)

Moderator: I Made Andi Arsana

Topik Diskusi: Pendidikan, Kesehatan, Perempuan dan anak, Demografi, Ketenagakerjaan, Politik, Pluralisme, Perekonomian, Perkembangan Teknologi Informasi, dan Kawasan Perdagangan Bebas

SI 2014

[PPI Jepang, Tokyo] Perhimpunan Pelajar Indonesia atau biasa disingkat dengan PPI merupakan wadah perkumpulan pelajar Indonesia yang sedang menuntut ilmu di luar Indonesia. Bentuk kolaborasi antar PPI yang ada di berbagai negara ini dihimpun dalam satu organisasi besar bernama PPI Dunia. PPI Dunia sendiri memiliki agenda tahunan yang dikemas dalam bentuk Simposium Internasional (SI) PPI Dunia yang bertujuan untuk membahas keorganisasian dan evaluasi kegiatan PPI Dunia, berbagi ide, serta merumuskan solusi baik berupa gagasan maupun tindakan konkrit untuk Indonesia. Setelah tahun lalu SI PPI Dunia diselenggarakan di Thailand, tahun ini PPI Jepang berkesempatan menjadi tuan rumah SI PPI Dunia yang akan diselenggarakan pada bulan September di Tokyo. Untuk merealisasikan kegiatan ini, telah dibentuk kepanitiaan khusus SI PPI Dunia yang secara struktural berada langsung di bawah kepengurusan PPI Jepang.

Pertemuan perdana dan ramah tamah seluruh panitia SI PPI Dunia 2014 telah dilaksanakan pada tanggal 21 Maret 2014 lalu di gedung Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Tokyo. Pertemuan ini dihadiri pula oleh Atase Pendidikan KBRI Tokyo Dr. Iqbal Djawad dan Ketua Umum PPI Jepang, Teuku Muhammad Roffi yang berbagi pengalamannya sebagai peserta SI PPI Dunia sebelumnya di India dan Thailand.

Di awal pertemuan Dr. Iqbal Djawad memberikan motivasi terkait peran pelajar Indonesia bagi dunia. Salah satu poin penting yang beliau sampaikan adalah peran penting mahasiswa Indonesia di luar negeri yang sering dilupakan, yaitu kontribusi dari mahasiswa Indonesia untuk dunia. Dalam pertemuan ini juga panitia sepakat untuk menggelar SI PPI Dunia 2014 dengan memperkenalkan budaya dan kearifan lokal negara Jepang guna menularkan nilai-nilai positif yang dapat dipadukan dengan nilai-nilai luhur nusantara. Berkaitan dengan tema yang akan diusung pada SI PPI Dunia 2014 ini yaitu “Menggagas Kontribusi Generasi Muda Indonesia untuk Dunia”, diharapkan SI PPI Dunia 2014 ini dapat menghasilkan produk konkrit baik berupa rekomendasi, gagasan, ataupun karya yang dapat menjadikan Indonesia lebih bermartabat di mata dunia.

Kepanitiaan ini sendiri merupakan momentum penting bagi PPI Jepang sebagai ajang untuk mensinergikan anggota-anggota PPI Jepang yang tersebar di berbagai universitas dan berbagai daerah di Jepang dalam satu kepanitiaan besar. Berkumpulnya para pelajar Indonesia dalam ajang SI PPI Dunia 2014 diharapkan nantinya dapat memberikan sumbangsih bagi kemajuan Indonesia pada khususnya, dunia pada umumnya, baik merujuk pada kearifan lokal negara studi masing-masing, bidang keilmuan, soft skill, dan lainnya serta menyampaikan gagasan-gagasan solutif bagi kemajuan Indonesia dan dunia. [PPI Jepang]

Sumber: Website PPI Jepang

sinabung 2

 

REPUBLIKA.CO.ID, KABANJAHE -- Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) sedunia telah dan sedang melakukan penggalangan bantuan untuk korban bencana erupsi Gunung Sinabung. Jumat (21/3) lalu, Direktur Lembaga Sosial PPI Dunia, Muhammad Dhiya, Direktur Lembaga Pers PPI Dunia, Mustaqim Effendi, crew media pers PPI Dunia Nurul Chasanah, beserta relawan Kabanjahe datang ke tujuh lokasi posko bencana erupsi Gunung Sinabung.

Adapun kegiatan yang dilakukan adalah menyalurkan bantuan berupa sandang yang diberikan pada tujuh posko, diantaranya : posko mesjid agung jl mariam ginting, posko Lap Futsal, posko Gereja Advent, posko Islamic Center, posko GBKP (Gereja Batak Karo Protestan), posko GBKP cabang, posko GPDI dan perbaikan seng untuk di Desa Namanteran.

Bantuan yang diberikan merupakan kontribusi dari Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) negara. diantaranya PPI Tunisia, PPMI Sudan, PPI Turki, PPI Maroko, PPI Rusia / PERMIRA, dan PPI Australia. Dalam siaran pernya yang diterima ROL, Ahad (23/3), bantuan yang lain akan menyusul dari PPI negara di seluruh Dunia.

Menurut Muhammad Dhiya, kondisi korban Sinabung harus mendapat perhatian yang serius. Sampai hari ini para korban bencana masih berada di pengungsian. Sekitar 15 ribu jiwa masih berada di 32 titik pengungsian. Untuk masyarakat yang berada dibawah radius 3 K.M. sangat memerlukan relokasi. Karena sampai hari ini belum ada kejelasan tentang relokasi mereka.

Perlu diketahui, bencana erupsi Gunung Sinabung dimulai sejak September 2013 dan sampai hari ini masih berstatus level empat (awas). Lembaga sosial PPI Dunia mengimbau partisipasi seluruh element masyarakat Indonesia baik dalam dan luar negeri untuk peduli terhadap kondisi bencana Indonesia. Lembaga sosial PPI Dunia akan terus menjalankan peran dan fungsinya untuk peduli terhadap permasalahan kemanusiaan dan salah satunya adalah bencana.

Sumber: Republika Online

PPI Dunia telah bekerjasama dengan berbagai lembaga untuk mendukung dan memperluas kontribusi untuk Indonesia, seperti:

Simposium Internasional PPI Dunia 2013 (SI PPI Dunia 2013) yang diadakan pada 28 - 30 November 2013 di Thammasat University, Bangkok (Thailand), merupakan simposium internasional ke-8 yang diadakan oleh Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) Dunia bekerjasama dengan Perhimpunan Mahasiswa Indonesia di Thailand (PERMITHA). Acara ini mengambil tema Peran Pelajar Indonesia dalam Membangun Keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

5

Hari pertama merupakan acara simposium dengan pembahasan mengenai 3 hal yaitu pendidikan dan penelitian, ekonomi dan politik, serta sosial dan budaya di dalam negeri. Adapun para pembicara yang hadir, antara lain: Anies Baswedan (Rektor Paramadina), Teguh Santosa (Media Partner), Prabowo Subianto (Ketua Umum Ikatan Pencak Silat Seluruh Indonesia), Ahyudin (President of ACT), Abraham Samad (KPK); KMRT Roy Suryo Notodiprojo (MENPORA); Bambang Hary Iswanto Tanoesoedibjo (Direktur MNC); Marsekal TNI (Purn), dan Joko Suyanto (Menkopolhukam).

SI PPI Dunia Acara dihadiri oleh perwakilan delegasi mahasiswa dari 46 negara, perwakilan badan otonom PPI Dunia, perwakilan BEM, mahasiswa internasional Thailand dan MITI Klaster Mahasiswa.

PPI

RMOL. Lembaga Sosial Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) Dunia memastikan bahwa kegiatan menggalang dana dan bantuan untuk Mesir murni sebagai aktivitas kemanusiaan.

"Dan lebih dominan membantu warga negara Indonesia di Mesir," kata Direktur Lembaga Sosial PPI Dunia, Muhammad Dhiya, dalam keterangan beberapa saat lalu (Sabtu, 24/8).

Menggalang bantuan dan dana untuk Mesir bukanlah satu-satunya kegiatan Lembaga Sosial Dunia. Lembaga yang selalu bekerjasa dengan lembaga-lembaga yang terdaftar resmi di Indonesia ini juga sudah menggalang bantuan untuk Palestina dan warga korban banjir di Jakarta.

"Lain lagi aktivitas per masing-masing PPI Negara yang terus memberikan bantuan untuk korban gempa dan bencana alam lainnya di Indonesia maupun luar negeri," ungkap Dhiya, sambil mengatakan bahwa organisasi ini terus konsen dalam upaya-upaya kemanusiaan, baik dalam negeri maupun luar negeri.

Dhiya menambahkan bahwa salah lembaga resmi yang selama ini suka digandengnya adalah Aksi Cepat Tanggap (ACT). [ysa]

Sumber: RMOL

Sumber: KERIS Serbia

Sumber: KERIS Serbia

[Istanbul, Turki] Simposium PPI Eropa Amerika yang berlangsung dari tanggal 17-19 Mei 2013 di Fatih University, Istanbul, mengambil tema “ Mengoptimalkan Peran Demokrasi dan Kemajuan Ekonomi Indonesia Sebagai Modal Menjadi Bangsa yang Besar”, menjadi awal dari gerakan Pelajar Indonesia yang sedang menempuh pendidikan di Eropa dan Amerika untuk menyumbangkan pemikiran dan kerja nyatanya demi kemajuan bangsa Indonesia.

Pada hari pertama, hadir Bapak Mentri Pemberdayaan Aparatur Negara, Ir. H. Azwar Abubakar, MM yang tampil sebagai keynote speaker dalam pembukaan simposium kali ini. Dengan retorikanya yang sangat menggugah menambah semangat para peserta untuk tidak melewatkan jalannya simposium hingga akhir penutup.

Setelah pembukaan acara dilanjutkan dengan Rapat Delegasi dari seluruh PPI Eropa dan Amerika. Kali ini dihadiri oleh PPI Swedia, PPI Austria, PPI UK, PPI Prancis, PPI Serbia, PPI Spanyol, PPI Portugal dan tentunya PPI Turki sebagai penyelenggara acara. Selain itu, hadir juga tamu kita dari PPI Oman.

Keseluruhan acara ini membahas tentang hal apakah sebenarnya yang bisa diberikan untuk Indonesia dalam bentuk nyata. Selama ini sudah terlalu banyak aspirasi-aspirasi dari seluruh mahasiswa Indonesia baik yang bersekolah didalam maupun luar negeri, hanya terbungkus rapi sebagai sebuah aspirasi tanpa bisa teraplikasi.

Di sinilah dibahas tentang rancangan kerja yang dibagi menjadi tiga komisi, yaitu:

  1. Komisi Demokrasi dan Kepemimpinan.
  2. Komisi Sains dan Teknologi dan
  3. Komisi Ekonomi dan Kewirausahaan.

Simposium tersebut diikuti dengan penuh antusias oleh setiap peserta dan berlangsung secara tertib, mulai dari Sidang Pendahuluan, sidang pemembahasan tata tertib dan pemilihan dewan sidang, Sidang Pleno serta Sidang Komisi, sidang pembahasan rancangan kerja nyata dan aplikasi berdasarkan komisi-komisi yang telah dibagi. Acara berlanjut ke pembacaan hasil dari Sidang Komisi yang nantinya akan menjadi Road Map PPI Eropa Amerika. Hingga pada malam harinya acara diakhiri dengan Sidang Paripurna, sidang penentu kemanakah kegiatan ini akan berlanjut.

Atas kesepakatan Dewan Sidang dan Delegasi, rencana awal yang tadinya akan melahirkan Piagam Istanbul, diubah menjadi Draft Istanbul dengan pertimbangan banyaknya Delegasi dari PPI Negara Eropa Amerika yang tidak hadir.

Hari kedua, simposium dilanjutkan dengan kuliah umum yang dibagi menjadi 2 sesi. Sesi petama diawali dengan Sesi Demokrasi dan Kepemimpinan yang di sampaikan oleh Bapak Menteri Pemberdayagunaan Aparatur Negara, Ir. H. Azwar Abubakar, MM. yang betema State Running Governmen ke Society Running Government Menuju Indonesia 2025 : Peran Kementrian PAN-RB dalam Menata RB.

Selanjutnya sesi kedua adalah Sesi Sains dan Teknologi dari Perwakilan Menpora Prof. Richardus Eko Indrajit dengan tema: “Youth, Technology and Nation” Balancing the Competitive Advantage of Indonesia. Sesi Ekonomi dan Kewirausahaan dari Direktur Utama Penerbit PT. Yudhisthira bapak Edfian Noerdin, SE.MM dan ditutup oleh bapak Asmoro Hadiyanto dari perwakilan Dompet Duafa.

Pada hari kedua ini juga, dibacakan isi dari Draft Istanbul yang ditandatangani oleh seluruh delegasi. Berikut isi dari Draft Istanbul tersebut:

Draft Istanbul

Berkat rahmat Tuhan Yang Maha Esa, kami perwakilan PPI Kawasan Eropa dan Amerika,
berkumpul di Istanbul, Turki untuk menyumbangkan pemikiran dan peranan bagi bangsa
Menerapkan praktik demokrasi dan kepemimpinan yang bertanggung jawab untuk
menciptakan bangsa yang lebih maju, berintegritas, dan bermartabat.

Meningkatkan peran bangsa Indonesia di dalam pergaulan internasional melalui pemanfaatan
Ilmu pengetahuan dan teknologi serta sumber daya manusia yang berkualitas untuk
Mencerdaskan dan meningkatkan daya saing bangsa Indonesia.

Mempersiapkan Indonesia menuju kemandirian ekonomi bangsa yang bersaing dan berdaya
Dengan itikad baik, siap mendukung dan mewujudkan kemajuan bangsa Indonesia melalui
roadmap PPI Kawasan Eropa & Amerika sebagaimana terlampir.

Dibuat di Istanbul, Turki, pada tanggal 18 Mei 2013.

Atas nama perwakilan PPI Kawasan Eropa & Amerika, PPI Prancis, PPI United Kingdom, PPI Austria, PPI Swedia, PPI Turki, PPI Serbia, PPI Spanyol dan PPI Portugal.

ROADMAP KOMISI DEMOKRASI DAN KEPEMIMPINAN

  1. Membuat video/tulisan mengenai isu kepemimpinan dan demokrasi di Negara Eropa Amerika dan membagikannya kepada pelajar dan guru di Indonesia (bekerja sama dengan Indonesia mengajar)
  2. Menyelenggarakan teleconference terkait dengan isu demokrasi dan kepemimpinan dengan tokoh pemimpin, baik di Indonesia maupun Eropa Amerika.
  3. Menyusun acuan pembuatan PPI baru.

ROADMAP KOMISI EKONOMI DAN KEWIRAUSAHAAN

1. Membuat Platform Knowledge Management (website, twitter/ media social)
2. Menyusun Paduan Berbisnis di Luar Negeri

3. Membuat Resume dan Profil Pengusaha Indonesia di Eropa Amerika
4. Menyediakan Data Mengenai Usaha di Negara X Terkait di Bidang Kewirausahaan
5. Menyusun Business Directory Indonesia
6. Membangun dan Mensinergikan Hubungan Antar Berbagai Pihak dalam Bidang Kewirausahaan dengan PPI Eropa Amerika ( Misalkan hubungan investor dengan calon wirausaha, hubungan antara pengusaha-pengusaha Indonesia di Negara-negara)
7. Membuat Forum Kajian Bidang Ekonomi dan Kewirausahaan.

ROADMAP KOMISI SAINS DAN TEKNOLOGI

  1. Membuat Website Intergerasi dengan Komisi Lain
  2. Membuat Repository Karya Ilmiah dan di Publish di Website
  3. Meningkatkan Kerja Sama dalam Penyebaran Informasi Kegiatan Bidang Sains dan Teknologi PPI Eropa Amerika
  4. Menulis Artikel / Video Sains dan Teknologi (Populer)
  5. Menyediakan Dana Hibah Bagi Aplikasi Sains dan Teknologi di Indonesia yang Bertujuan Untuk Pemberdayaan Masyarakat Indonesia.

Pada akhirnya harus diakui bahwa, kegiatan Simposium seperti ini adalah ajang yang sangat baik untuk mengerahkan seluruh potensi Pelajar Indonesia dalam membahas sumbangan-sumbangan nyata untuk menciptakan Indonesia yang mandiri disetiap bidang. Sebagaimana kita ketahui bahwa faktor penggerak kemamajuan sebuah bangsa berada di tangan para pemudanya. Kini saatnya kita sebagai pemuda Bangsa Indonesia harus turut serta memajukkan Negara Pertiwi dengan kerja-kerja yang nyata dan berkelanjutan. Hidup Indonesia.

Sumber: Adhari, PPI Adana - Turki dan Laporan PPI Prancis

Copyright © 2021 PPI Dunia
All rights reserved
Mayapada Tower 1, Lt.19, Jl. Jend. Sudirman, Kav. 28
Jakarta Selatan 12920