Categories
Eropa dan Amerika PPI Dunia PPI Negara Travel & Kuliner Wawasan Dunia

Russia Travel Guide: Jelang Simposium Internasional PPI Dunia 2018

Dalam rangka memeriahkan Simposium Internasional PPI Dunia pada tanggal 22-27 Juli 2018 di Moskow, PERMIRA Rusia merilis booklet ‘Guideline Travel in Russia’ sebagai panduan saat mengunjungi negara yang menjadi tuan rumah event tersebut. Di booklet ini membahas banyak tempat wisata di kota Moskow dan Saint-Peterburg yang merupakan kota terbesar kedua di Rusia. Selain itu ada juga info kuliner khas Rusia serta tips penting lainnya.

 

Selengkapnya dapat diunduh di sini.

 

Categories
Eropa dan Amerika PPI Dunia PPI Negara Seni & Olahraga Travel & Kuliner Wawasan Dunia

Menikmati Museum-Museum Sepak Bola di Spanyol

Kemeriahan Piala Dunia 2018 mendorong saya untuk berbagi pengalaman ‘football traveling’ di museum-museum sepak bola di Spanyol. Siapa tahu rekan-rekan sekalian berminat untuk berkunjung dan menikmati sejarah sepak bola di negeri Raja Felipe ini.

Salah satu klub sepak bola terkaya, tersukses, paling terkenal dan ter- ter- lainnya di dunia adalah FC Barcelona. Anda mungkin menikmati kota ini dengan mengunjungi Sagrada Familia, katedral mahakarya arsitek terkenal, Antoni Gaudi. Juga dengan menikmati berjalan-jalan di Passeig de Gracia atau Plaza Catalunya sekaligus berbelanja produk-produk bermerk ternama. Namun, Anda wajib berkunjung ke museum FC Barcelona meskipun tidak terlalu ngefans dengan sepak bola.

Pengunjung berfoto di sudut Camp Nou

Di museum Barcelona, yang paling membuat kagum adalah betapa pintarnya manajemen klub sepak bola Barcelona mengemas passion manusia terhadap sepak bola menjadi sebuah experience yang luar biasa. Begitu menjejakkan kaki di ruangan pertama museum, nuansa heroik para legenda hidup Barça sudah terasa. Ratusan trofi yang pernah dimenangi klub Catalan tersebut sejak tahun 1900-an tersimpan rapi di susunan rak-rak dengan pintu kaca. Enam trofi yang dimenangi sekaligus pada tahun 2009 disimpan terpisah, menandakan betapa spesialnya tahun tersebut karena merupakan prestasi monumental yang sukar diulangi oleh klub sepak bola mana pun.

Dengan tur berlabel ‘The Camp Nou Experience’ seharga 25 euro, Anda juga bisa melihat-lihat ke dalam ruang ganti Lionel Messi dan kawan-kawan, berfoto di pinggir hijaunya rumput lapangan atau bahkan duduk-duduk di tribun Camp Nou. Singkatnya, Anda bisa membayangkan sensasi berada di 90.000 ribu lebih penonton di stadion ini sendiri yang merupakan stadion dengan kapasitas terbanyak di Eropa.

Museum FC Barcelona bukan satu-satunya arena pertunjukan sepak bola akbar di Spanyol. Tentu saja kita tak boleh melupakan Real Madrid, klub penguasa Eropa dalam tiga tahun terakhir. Di Stadion Santiago Bernabéu, harga  untuk tiket museum klub terbesar di dunia tersebut juga mirip-mirip dengan Barcelona, sekitar 20-25 euro.

Stadion Santiago Bernabéu di Madrid

Real Madrid dan Barcelona memang bersaing dalam urusan sport-tourism mereka. Museum Real Madrid juga merupakan tempat yang wajib dikunjungi oleh penggila sepak bola, terutama karena sejarah panjang klub sepak bola nomor satu Spanyol tersebut.

Selama berpuluh-puluh tahun, Real Madrid memenangi trofi demi trofi bergengsi dan menguasai dunia dengan para jugador  zaman dulu mereka, seperti Alfredo di Stefano dan Ferenc Puskas.

Isi lemari Real Madrid sudah penuh sesak dengan gelar juara domestik plus 5 trofi Piala Champions yang mereka dominasi dari tahun 1956 sampai 1960. Maka, jika berkeliling di dalam museum Real Madrid, yang terlihat adalah parade kesuksesan selama bertahun-tahun. Piala dari tahun 1950-an sampai abad ke-21 menghiasi seluruh ruangan.

Real Madrid juga selalu menjadi salah satu pelaku utama gemerlapnya panggung sepak bola Eropa zaman modern dengan gelimang harta dan pemain-pemain kelas dunia yang seolah sangat gampangnya mereka gaet. Stadion Santiago Bernabéu selalu dipenuhi pemain-pemain sekaliber Ronaldo Luis Nazario da Lima, Luis Figo, Zinedine Zidane, David Beckham, Ruud Van Nistelrooy, hingga nama-nama beken masa kini seperti Cristiano Ronaldo, Kaka, dan Mesut Oezil.

Ruang ganti pemain di stadion Mestalla

Jika Anda bosan dengan dua klub tersebut, museum klub-klub seperti Atletico Madrid, Valencia dan Sevilla bisa menjadi alternatif. Saya cukup terkesan dengan museum di stadion Mestalla, Valencia dan Ramon Sanchez Pizjuan, Sevilla. Harga tiket masuknya pun tak semahal dua klub raksasa di atas. Harga tiket ‘Mestalla Forever’ hanya 11 euro, sangat murah untuk sebuah tur yang sudah tersertifikasi ‘recommended’ oleh Trip Advisor. Harga ini kurang lebih sama dengan tur stadion Ramon Sanchez Pizjuan milik Sevilla (10 Euro).

Stadion Ramon Sanchez Pizjuan di Sevilla

Sedangkan tur Atletico Madrid cukup berambisi bisa menyaingi pelayanan tur Real Madrid, klub sekotanya. Setelah diambil alih investor dari Cina, Wanda Group, derajat Atletico Madrid jauh terangkat jika melihat kandang baru mereka. Stadion berkapasitas 67 ribu penonton yang diberi nama Wanda Metropolitano ini telah memperoleh predikat bergengsi sebagai stadion berbintang empat UEFA. Predikat ini setara dengan beberapa stadion terkenal lain, seperti Allianz Arena di Muenchen dan Amsterdam Arena.

Singkat kata, berkunjung ke museum sepak bola di Spanyol adalah salah satu cara pas untuk memahami kultur masyarakat negara tersebut. Kapan-kapan, saya akan berbagi pengalaman menonton langsung laga sepak bola di negeri ini.

 

Profil Penulis:

Mahir Pradana adalah wakil ketua PPI Spanyol 2018/2019 yang juga penulis buku memoir sepak bola berjudul ‘Home & Away’ dan kolumnis di Football Tribe Indonesia. Mahir bisa disapa di akun Instagramnya @maheerprad.

Categories
PPI Negara Timur Tengah dan Afrika Travel & Kuliner Wawasan Dunia

Berumrah dari Timur Arab Saudi

Sebagian besar (calon) mahasiswa yang berkeinginan untuk melanjutkan sekolah di Arab Saudi bisa dibilang mempunyai cita-cita yang sama, yakni bisa beribadah di dua kota suci umat Islam (Makkah & Madinah). Pun begitu dengan yang terjadi di sebuah kampus di Provinsi Timur (Eastern Province) yang bernama King Fahd University of Petroleum and Minerals (KFUPM). Terletak di bagian paling timur Arab Saudi, menjadi cerita tersendiri jika ingin menunaikan umrah. Prosesi pelaksanaan umrah dilakukan di Makkah yang terletak di bagian barat Arab Saudi. Kurang lebih 1300 km jarak yang membentang dari kota Dammam/Khobar yang menjadi titik keberangkatan mahasiswa KFUPM jika ingin melakukan umrah ke kota Makkah.

Untuk mencapai kota Makkah dalam hal ini untuk berumrah bisa ditempuh dengan beberapa cara. Pertama, yang sering digunakan adalah mengikuti jadwal travel umrah yang disebut hamla. Biasanya umrah dilakukan akhir pekan, berangkat Kamis sore (sekitar jam 5 sore) tiba di Makkah sekitar jam 8-9 pagi, dan berangkat kembali ke Khobar Sabtu siang, dengan biaya kisaran 100-150 riyal tergantung paket yang dipilih (Makkah saja atau dengan Madinah, dan dengan atau tanpa penginapan).

Kedua, adalah menggunakan bus, seperti SAPTCO, sebuah perusahaan transportasi antar kota dari pemerintah Arab Saudi. Jadwal bus dari Dammam ke kota Makkah adalah 3x sehari dengan waktu tempuh mencapai 20 jam. Keuntungan yang bisa digunakan oleh pelajar/mahasiswa di Arab Saudi ialah bisa mendapatkan potongan harga tiket, yakni sebesar 50%, jadi beli tiket pulang-pergi dengan harga tiket sekali berangkat, yakni untuk rute Dammam-Makkah sebesar 210 riyal, dengan cukup menunjukkan surat keterangan mahasiswa aktif dari kampus.

Sujud menghadap Kabah

Adapun cara ketiga adalah dengan menggunakan moda transportasi pesawat terbang yang lebih cepat waktu perjalanan ditempuh sekitar 2-2.5 jam dari King Fahd International Airport (KFIA), Dammam ke King Abdulaziz Internasional Airport (KAIA), Jeddah. Lalu dari Jeddah bisa menggunakan taksi ke terminal bus Makkah, atau bisa langsung naik taksi omprengan yang bisa mengantarkan langsung ke dekat Masjidil Haram. Biaya tiket pesawat biasanya berkisar antara 300-500 riyal, dan untuk taksi kisaran 50-100 riyal dan bus dari Jeddah ke Makkah 20 riyal, dengan waktu tempuh perjalanan 1-1.5 jam.

Untuk akomodasi sendiri bisa memilih banyak opsi, seperti yang lebih ramah di kantong mahasiswa adalah mencari penginapan yang digunakan untuk mandi, bertukar pakaian, dan menaruh barang sementara, dengan tarif 50-100 riyal yang bisa digunakan untuk 3-5 orang. Opsi lain yang bisa diambil jika bepergian dengan hamla, adalah dengan menaruh tas di dalam bagasi bis dan cukup membawa tas kecil berisi pakaian ganti, dan selebihnya menunggu di sekitaran area Masjidil Haram saja, sehingga tidak mengeluarkan biaya akomodasi.

Urusan makanan, tiap cari bepergian, tentu saja berbeda biaya yang harus dikeluarkan, karena bergantung lama waktu perjalanan. Jika menggunakan hamla atau bus, biasanya ada 2 kali pemberhentian, tergantung waktu keberangkatan yang dipilih (pagi/siang/sore/malam). Bus akan berhenti di setiap waktu sholat dan juga saat tiba di daerah miqat untuk melakukan ihram. Miqat dari arah Timur Arab Saudi adalah Qarnul Manazil atau As-Sail yang berjarak sekitar 85 km dari Masjidil Haram. Untuk biaya makan selama perjalanan maupun di Makkah, kisaran 15-25 riyal untuk porsi yang bisa dihabiskan oleh 2-4 orang.

Jadi, jika dikalkulasikan kisaran biaya yang dihabiskan dalam sekali perjalanan umrah dari Provinsi Timur Arab Saudi (dalam hal ini dengan menggunakan bus atau hamla) adalah 150-250 riyal atau setara dengan 550 ribu-900 ribu rupiah tergantung kebutuhan dan gaya hidup saat perjalanan (pilihan makanan, porsi makan).

 

Profil Penulis:

Rama Rizana adalah mahasiswa magister untuk konsentrasi Transportation Engineering King Fahd University of Petroleum and Minerals (KFUPM), Dhahran, Arab Saudi. Saat ini menjabat sebagai wakil koordinator Pusat Kajian Gerakan PPI Dunia periode 2017/2018. Rama dapat disapa di akun Instagramnya @ramarizana.

 

 

Categories
Asia dan Oseania PPI Dunia PPI Negara Travel & Kuliner Wawasan Dunia

Mengintip Megahnya Masjid SOAS, Ikon Brunei Darussalam

Negara Islam dengan Kesultanan sebagai ciri khasnya. Kedamaian dan ketentraman yang dijanjikan kepada masyarakatnya menjadikan negara ini sebagai inspirasi  bagi negara-negara lainnya dalam pembentukan masyarakat negara. Negara yang tidak luas namun besar kecintaannya pada sang Khalik ini mempunyai masjid-masjid yang dibangun megah nan indah dan  termasuk simbol utama negara ini, simbol umat muslim yang juga menjadi seni nyata dalam pembangunan Islam di zaman modern saat ini. Salah satu masjid tersebut adalah Masjid Sultan Omar Ali Saifuddin.

Negara yang masih berumpun satu dengan negara Indonesia juga Malaysia ini mempunyai banyak kesamaan dengan negara-negara tetanggan kita yang mana masih bisa menemukan musim panas yang terik juga musim hujan yang terkadang membuat genangan air meluap.  Masyarakat yang ada juga tidak jauh berbeda dari segi rupa dan fisik dibanding  negara-negara Asia lainnya. Hanya saja mungkin terdapat beberapa perbedaan bahasa dan dialek yang digunakan. Dari segi budaya pun hampir sama. Hanya saja negara ini masih kental dan lekat dengan budaya-budaya lokal yang ada.

Masjid Sultan Omar Ali Saifuddin

Dikenal dengan nama Masjid SOAS (Masjid Sultan Omar Ali Saifuddin), bertempat di pusat ibukota Brunei Darussalam, Bandar Seri Begawan. Masjid ini tidak pernah sepi dari pengunjung, baik dari orang Brunei sendiri  maupun orang luar negara, bahkan pengunjung non-muslim. Mereka berbondong-bondong datang dengan tujuan yang berbeda-beda. Baik itu untuk sekedar melihat pemandangan sekeliling masjid, berfoto bersama maupun sengaja datang untuk beri’tikaf. Terkhusus bagi mereka yang non-muslim, dikehendaki menutup pakaian mereka dengan pakaian yang telah disediakan didalam masjid.

Letaknya yang sangat strategis, dan adanya transportasi yang tidak sedikit juga berbagai jenis penginapan dan makanan khas negara-negara terkenal sudah tersedia di sekitarnya merupakan alasan terkuat bagi para wisatawan luar negara  yang dtang berkunjung.

Ditambah lagi dengan adanya halaman luas yang dihias dengan berbagai macam pepohonan juga bunga-bunga indah sekeliling masjid ini. Siapa yang tidak terpana dibuatnya, ketika kita dapat menikmati dua keindahan alam dalam satu waktu?! Bukan hanya itu, masjid yang namanya diambil dari nama Sultan ke-3 yang pernah memimpin ini juga dibuat dari lapisan emas asli pada kubah utamanya serta dikelilingi dengan menara-menara masjid yang  bahan bakunya tidak biasa, yaitu batu marmer asli. Di bagian belakang masjid juga dibangun jembatan yang bersambung langsung dengan Sungai Kampong Ayer yang ada di negara ini. Replika perahu (Barj Mahligai Sultan) yang bersambung dengan masjid tersebut juga merupakan keunikan sendiri bagi masjid ini. Dimana yang dahulu hanya bisa dinikmati keindahannya ketika dalam pementasan tilawah qur’an saja, saat ini setiap orang dalam keadan apapun bisa menikmatinya.

Ketua PPI Brunei berlatar Masjid SOAS.

Saya, sebagai pelajar Indonesia yang berada di negara ini dibuatnya tidak pernah merasa bosan untuk terus berkunjung ke masjid yang letaknya tidak terlalu jauh dari tempat dimana saya tinggal saat ini. Baik karena ingin sekedar datang untuk menikmati keindahan masjid ini, maupun karena tuntutan. Apakah tuntutan yang saya maksud disini? Apakah ini sesuatu yang negatif? Tidak tentunya. Tuntutan ini bermaksud sebagai tempat awal pengenalan orang-orang luar seperti saya tentang Negara ini, karena terkadang sayapun ikut mengajak orang-orang baru berkunjung kesana. Karena bagi saya, dia yang datang ke Negara ini belum sempurna rasanya jika ia belum  mengunjungi masjid ini dan Masjid Jami’ Asr’ Haji Hassanal Bolkiah. Dan tidak sedikit orang yang telah pergi bersama saya untuk menikmati keindahan Masjid Omar Ali Saifuddin ini bersama, baik orang itu merupakan pelajar baru Indonesia atau dari negara-negara lain juga wisatawan asing yang sengaja hendak berkunjung.

Salah satu proker PPI Brunei

Dari karenanya untuk mempermudah jalannya kunjungan daripada orang luar, dibentuk sebuah aktivitas kunjungan di bawah naungan PPI (Perhimpunan Pelajar Indonesia) yang saat ini langsung  di bawah tanggung jawab organisasi. Karena itu bagi siapa yang mungkin berminat untuk mengunjungi masjid ini juga tempat-tempat wisata lainnya bisa menghubungi langsung di Instagram @ppibruneidarussalam.

Profil Penulis:

Siti Bilqis Firdausy adalah mahasiswa tahun keempat jurusan Bahasa Arab di University Islam Sultan Syarif Ali. Bilqis juga aktif di PPI Brunei Darussalam sebagai Koordinator Departemen Pendidikan dan Keilmuan. Bilqis bisa disapa di akun Instagram @firdausy_bilqis

 

 

Categories
PPI Dunia PPI Negara Timur Tengah dan Afrika Travel & Kuliner Wawasan Dunia

Gema Ramadhan di Langit Persia

Mungkin sebagian dari kalian sudah tidak asing lagi jika menghabiskan bulan penuh berkah Ramadhan di Kota Madinah atau Mekkah, Tetapi apakah kalian sudah pernah menghabiskan Ramadhan di negeri para mula lainnya seperti Iran? Letak geografisnya memang sama-sama di Timur Tengah akan tetapi kenyataannya budaya dan tradisi di Iran cukup berbeda.

Iran terletak di Asia Barat Daya, berdekatan dengan Teluk Oman, Teluk Persia, dan Laut Kaspian antara Pakistan dan Irak. Sistem pemerintahan di Iran menerapkan kedaulatan Islam. Karena itulah sebagian besar penduduk Iran menganut agama Islam serta Iran juga masuk urutan ke-17 di dunia sebagai salah satu saksi atas perubahan dan dimulainya peradaban dunia dan penyebaran agama.  Kemahiran masyarakat Persia dalam berperang di zaman itu tidak diragukan lagi hingga menyisakan banyak kisah kolosal, tempat, serta kerajinan budaya yang tertinggal sebagai saksi dan jejak sejarah yang dijadikan kebanggaan masyarakat sekitar. Hal ini juga sebagai salah satu daya tarik tersendiri bagi wisatawan asing untuk berkunjung ke negara Iran hingga saat ini.

Memulai suasana puasa di Mashhad, Iran. Sebelumnya, Mashhad merupakan salah satu kota pariwisata urutan keempat di Iran setelah urutan pertama sampai urutan ketiga di tempati oleh Isfahan, Tabriz dan Shiraz. Berbeda dengan ketiga kota teratas yang menawarkan budaya serta arsitektur tempat peninggalan bersejarah, Mashhad menawarkan suasana yang tak kalah menarik dengan hal di atas. Mashhad terkenal dengan perjalanan dan pengalaman spiritual dengan adanya tempat beribadah Imam Reza Holy Shrine sebagai satu icon kota Mashhad. Biasanya setiap tahun di Imam Reza Holy Shrine diadakan berbagai macam kegiatan spiritual di bulan Ramadhan yang diikuti baik penduduk sekitar maupun luar, seperti itikaf, buka puasa bersama, serta tadarusan Qur’an dan tafsir Qur’an.

Suasana itikaf

Itikaf adalah ritual ibadah yang mengharuskan seseorang untuk berdiam diri atau bertafakkur di masjid agung selama tiga hari atau lebih dalam keadaan berpuasa. Ritual ini sering dilakukan di bulan Rajab, Sya’ban, dan Ramadhan. Memasuki bulan Ramadhan, masjid-mesjid agung di Iran salah satunya di kota Mashhad yaitu Masjid  Goharshad, Imam Reza Holy Shrine, mengadakan itikaf. Selama itikaf berjalan mereka sudah disediakan fasilitas seperti Qur’an dan buku-buku doa, makanan sahur dan iftar, serta ada kegiatan muhasabah diri yang diisi oleh seorang syeikh.

Zulbiyah dan Bumiyeh

Tak jauh berbeda dengan budaya Indonesia yang menyediakan takjil di berbagai masjid, di Iran pun melakukan hal yang sama, ditambah lagi puasa di Iran terbilang cukup lama  dengan durasi 18 jam menahan haus dan lapar belum lagi di musim panas, dikarenakan itu Iran menawarkan makanan seperti, kurma, bamiyeh, zoolbiyah, shir berenj, teh, gulab, dan buah-buahan. Takjil yang sekiranya membuat tubuh kita selalu stabil. Ada yang menarik dari menu buka puasa di Iran salah satunya zulbiyah dan bumiyeh, manisan ini merupakan salah satu ciri khas dari negara Iran. Biasanya dikeluarkan hanya pada saat bulan puasa. Bentuknya bulat manis terbuat dari tepung gandum dan tepung beras.

Al-Qur’an diturunkan di malam Lailatul qadr maka di bulan suci Ramadhan ini penduduk mengadakan tadarusan bersama, biasanya dilakukan di malam hari dari jam 10 malam hingga menjelang sahur jam 3 pagi tetapi sebagian tempat ada juga yang mengadakan di pagi hari. Namun, tidak terasa Irannya jika tidak mencoba tadarus di Masjid Goharshad yang tidak hanya membaca Al-Qur’an saja namun ada berupa munajat-munajat di tengah-tengahnya.

Tadarusan di Masjid Goharshad
Masjid Goharshad
Choi Sholawati

Satu lagi yang tak kalah menarik di bulan puasa yang berbeda di negara-negara lain, yang cuma bisa di dapatkan di Iran dan sekitarnya. Namanya Choi Sholawati. Choi yang berarti teh dan Sholawat yang bermakna bershalawat. Tradisi ini sudah lama dan ada sejak beberapa tahun silam, ini sangat menarik, mereka menawarkan teh secara cuma-cuma dan  biasanya bisa kita temui di jalan-jalan raya atau di tempat keramaian lainnya. Kenapa dinamakan Choi Shalawati karena kita hanya perlu membayarnya dengan bershalawat. Biasanya stand-stand ini ada pada hari peringatan tertentu saja, seperti wiladah, syahadah dan bulan puasa.

Itulah beberapa pengalaman dan kegiatan yang bermanfaat yang bisa kita lakukan selama berada di negara Iran. Selain bisa mendapatkan makna spiritualnya, kita juga bisa mendapatkan pengalaman menarik lainnya.

 

Profil Penulis:

Abidah Pulana adalah mahasiswi S1 Kalam Almustafa International University, Maktab Narges Mashhad, yang juga merupakan staff Departemen Humas dan Broadcasting IPI Iran. Abidah dapat disapa di akun Instagram @pulanabidah

 

Categories
Eropa dan Amerika PPI Dunia PPI Negara Travel & Kuliner Wawasan Dunia

Travel Guide Hannover

Pada tahun 2018 ini, PPI Jerman mendapatkan kehormatan untuk menjadi tuan rumah Simposium Amerika-Eropa yang diselenggarakan berbarengan dengan International Conference of Integrated Intellectual Community (ICONIC) 2018. Kedua acara ini dilaksanakan pada tanggal 27-29 April 2018 di Hannover, Jerman. Untuk menyambut para tamu, panitia ICONIC-SAE bersama PPI Hannover mengeluarkan booklet panduan wisata bagi kawan-kawan yang ingin berkeliling tempat-tempat menarik di Hannover.

Booklet panduan wisata Hannover dapat diunduh di bawah ini.

 

 

Profil Penulis:

Booklet oleh Panitia ICONIC-SAE bersama PPI Hannover

 

Categories
Asia dan Oseania PPI Dunia PPI Negara Travel & Kuliner Wawasan Dunia

Hanami di Negeri Sakura!

Sakura (桜;さくら), yang mana dalam Bahasa Inggris biasa disebut Cherry Blossom, merupakan bunga dari pohon berjenis Prunus serrulata. Jenis pohon ini tumbuh di beberapa negara di belahan bumi utara seperti Jepang, Korea, Taiwan, Iran dan bahkan di Afganistan. Jepang yang merupakan negara dengan julukan “Negeri Sakura” ini adalah negara yang di setiap kotanya selalu dipenuhi oleh bunga Sakura di musim semi. Nyaris tidak ada satu tempat pun di Jepang yang tidak ditumbuhi bunga Sakura setelah berakhirnya musim dingin. Mungkin inilah yang menyebabkan mengapa Jepang dijuluki sebagai Negeri Sakura. Sakura yang identik dengan bunga berwarna merah muda ini ternyata memiliki banyak jenis, dan yang paling populer adalah White Cherry Blossoms atau dalam Bahasa Jepang disebut Somei Yoshino.

Bunga Sakura sendiri merupakan bunga yang tidak bertahan lama dalam kondisi cuaca yang tidak stabil. Oleh karena itu, mekarnya bunga Sakura selalu menjadi sorotan penting masyarakat Jepang pada umumnya. Saat tiba musim semi, tayangan berita di Jepang berbondong-bondong memberikan penjelasan serta prediksi mekarnya bunga tersebut di setiap sudut negara Jepang lengkap dengan tanggal kemungkinan bunga ini mekar. Sekitar kurang lebih satu minggu Sakura hanya bisa bertahan. Setelah angin yang cukup kencang atau hujan lebat, bunga cantik ini akan gugur secara cepat. Hmm, cantik sih tapi tidak kuat diterpa hujan dan angin ya.

Mekarnya Sakura disambut sangat hangat oleh masyarakat Jepang dengan adanya Hanami. Mungkin bagi kalian yang mengagumi negara Jepang, tidak asing lagi mendengar kata Hanami. Ya, Hanami merupakan tradisi duduk makan bersama di bawah pohon Sakura sembari menikmati bunga yang mekar di musim semi ini. Hanami (花見;はなみ) berasal dari kata Hana (花;はな) yang berarti bunga dan Mi (見;み) berasal dari kata Mimasu yang artinya melihat. Tradisi ini sudah dijalani dari sejak periode Nara (710-794) yang mana sejak periode tersebut bunga yang pertama kali di lihat adalah Ume atau bunga dari pohon Plum. Awal mula periode Heian (794-1185), barulah masyarakat Jepang menaruh perhatian terhadap bunga Sakura.

Sejarah Hanami sendiri hingga saat ini masih banyak bersimpangan dan belum diketahui pastinya. Salah satu stasiun TV di Jepang pernah mengatakan bahwa tradisi makan dan menikmati Sakura di bawah pohonnya ada sejak zaman dimana salah seorang Raja terdahulu yang sedang melakukan perjalanan, kagum melihat bunga Sakura, dan membuatnya ingin berhenti untuk menikmati keindahan Sakura berlama-lama. Di tahun berikutnya, Raja tersebut kembali untuk melakukan Hanami. Kebiasaan tersebut hingga saat ini diikuti oleh masyarakat Jepang setiap musim semi tiba. Yang menjadi alasan masyarakat Jepang melakukan Hanami adalah karena zaman dulu mereka ingin berekreasi setelah sepanjang musim dingin mereka harus berdiam di rumah. Oleh karena itu, mereka sangat menyambut musim semi yang dianggap menjanjikan kehangatan dan keceriaan bagi masyarakat Jepang.

 

Kapan Puncak Bunga Sakura Mekar?

Bagi kalian yang ingin menikmati Sakura, tentunya kalian tidak ingin melewati mekarnya bunga tersebut ketika datang ke Jepang. Hal ini dirasakan oleh semua turis asing yang datang ke Jepang saat musim semi. Mereka berharap Sakura menjadi hal yang bisa mereka temui dan nikmati. Pada dasarnya Sakura mekar pada pertengahan April selama kurang lebih satu minggu. Tapi, untuk kalian yang datang ke Jepang lebih awal, kalian bisa mencari bunga tersebut di daerah Okinawa yang suhunya lebih hangat dari kota lain di Jepang. Selain Sakura, di Okinawa sendiri terkenal pantai yang menyediakan keindahan bagi siapapun yang menikmatinya. Nah sebaliknya, bagi kalian yang datang diantara bulan Mei-Juni, masih ada kesempatan melihat Sakura yaitu di daerah Hokkaido yang suhunya lebih dingin dari kota atau provinsi lainnnya. Tahun ini sendiri, Sakura mekar lebih awal yaitu pada akhir Maret untuk daerah Kinki (Osaka, Kyoto, Kobe, Nara, Wakayama) dan sekitarnya. Mungkin perubahan suhu bumi yang tidak seperti biasanya menjadi penyebab hal tersebut.

Cara Travelling Murah di Musim Sakura

Sakura merupakan satu hal yang dinanti banyak orang yang berkunjung ke Jepang. Tak heran, kalau musim semi merupakan puncak dimana banyak orang dari berbagai negara menghabiskan waktu di Jepang. Ini membuat Jepang harus kewalahan menerima turis asing sehingga hotel-hotel harus menaikkan harga penginapan dan rata-rata full terisi oleh para turis menjelang musim bunga Sakura. Selain hotel, tiket pesawat pun biasanya melonjak tinggi berkali-kali lipat. Untuk menghindari itu semua, ada beberapa hal yang bisa kalian lakukan diantaranya:

  1. Pesan tiket pesawat jauh-jauh hari sebelum keberangkatan. Hal ini sangat penting, karena kalian tidak akan bisa mendapat tiket dengan harga normal ketika musim semi tiba. Bila memang sudah bulat untuk melihat bunga Sakura, khusus pada musim ini, ada baiknya membeli tiket pesawat satu tahun sebelum kerberangkatan.
  2. Cari penginapan selain hotel dan Ryoukan (penginapan dengan gaya Jepang). Keduanya merupakan hal yang harus dihindari ketika trip pada musim Bunga Sakura, karena harganya akan melonjak tinggi apalagi untuk Ryoukan yang banyak digemari oleh para turis di setiap musimnya.
  3. Gunakan jasa perusahaan tour. Menggunakan jasa perusahaan tour terkadang bisa membuat kita harus lebih banyak mengeluarkan biaya perjalanan. Namun, untuk musim Sakura ini, terkadang banyak perusahaan tour yang menawarkan promo-promo musim Sakura. Mungkin bisa lebih murah karena mereka memesan semuanya jauh-jauh hari untuk kemudian paketnya dijual kepada wisatawan. Di sini, kalian harus memperhitungkan secara detail pengeluaran apabila seluruh perjalanan diurus sendiri dan saat menggunakan perusahaan tour.
  4. Gunakan Japan Rail (JR) Pass. Apa itu JR Pass? JR Pass merupakan tiket transportasi Jepang yang bisa kalian beli di perusahaan-perusahaan tour. Harganya variatif tergantung berapa lama kalian akan menggunakannya selama di Jepang. JR Pass ini bisa dipakai untuk semua transportasi JR (tidak untuk Subway dan perusahaan selain JR) termasuk Shinkansen. Bagi kalian yang ingin menikmati kereta dengan kecepatan 320km/h, kalian bisa gunakan Shinkansen sepuasnya menjelajahi Jepang dengan JR Pass dan pastinya ini lebih murah. Karena, jika kalian tidak menggunakan JR Pass, satu kali perjalanan bisa memakan biaya sekitar 14.450 Yen atau sekitar 1,8 juta Rupiah. Sementara harga JR Pass sendiri sekitar 29.110 Yen atau 3,7 juta Rupiah untuk tujuh hari dan bisa dipakai sepuasnya. Lebih murah bukan?

 

Spots terbaik yang wajib dikunjungi saat Hanami

Ada beberapa tempat wisata yang wajib dikunjungi untuk menikmati bunga Sakura di Jepang. Akan tetapi, tempat-tempat ini akan sangat ramai dikunjungi dari pagi sampai sore hari. Maka dari itu, bagi kalian yang ingin merasakan Hanami sembari menikmati bento (makanan bekal Jepang) di bawah pohon Sakura, kalian bisa datang pagi membawa tikar atau alas lainnya. Sambil bercanda ria bersama sahabat, bernyanyi dan bermain games. Berikut adalah tempat yang menjadi rekomendasi untuk melihat bunga Sakura:

  1. Osaka Castle (Osaka)

Osaka Castle merupakan tempat yang menjadi tujuan para wisatawan lokal maupun asing untuk menikmati Bunga Sakura dengan berbagai macam jenis. Tempat ini juga merupakan tempat yang paling banyak digunakan untuk Hanami dibawah pohon Sakura. Untuk bisa sampai di Osaka Castle, kalian bisa menempuh perjalanan sekitar sebelas menit dari Stasiun Osaka.

 

 

 

  1. Sakuranomiya (Osaka)

Dari namanya saja sudah terdengar “Sakura”. Sakuranomiya merupakan salah satu tempat di Osaka yang dapat ditempuh menggunakan kereta sekitar empat menit dari stasiun Osaka dimana dipenuhi oleh Bunga Sakura berwarna merah muda yang berderet di pinggir sungai. Bersepeda dipinggir sungai sambil menikmati Bunga Sakura di sini merupakan salah satu pilihan terbaik.

  1. Maruyama Park (Kyoto)

Sakura tidak hanya bisa dinikmati ketika pagi dan siang hari saja, tetap juga malam hari. Maruyama Park ini menyajikan pertunjukkan light up pohon Sakura dimalam hari. Bisa menjadi pemandangan atau foto unik bagi kalian yang tertarik. Perjalanan menuju Maruyama Park bisa ditempuh sekitar lima belas menit dari Bus Stop di Stasiun Kyoto menggunakan bus nomor 206.

  1. Ueno Onshi Park (Tokyo)

Bagi kalian yang sedang berada di Tokyo, Ueno Onshi Park menjadi pilihan yang tepat untuk melakukan Hanami bersama keluarga atau kawan-kawan. Perjalanan menuju Ueno Onshi Park bisa ditempuh sekitar delapan menit dari stasiun Tokyo.

 

Para pencinta travelling, ada baiknya kalian mencoba berwisata Hanami ini. Selain menjadi pengalaman yang menyenangkan dan unik, kalian juga bisa merasakan kehangatan dan kegembiraan di musim semi dengan ditemani bunga-bunga Sakura yang bermekaran. Dijamin deh disetiap sudut kota di Jepang akan sangat indah untuk dipandang ataupun difoto pada musim semi. Juga jangan lupa perhitungan yang tepat dalam budget. Selamat menikmati Hanami!

 

 

Profil Penulis:

Imawati Harun Ruhyana merupakan mahasiswi tingkat akhir di Osaka University of Economics and Law jurusan Global Business dan merupakan Koordinator Kantor Komunikasi Kawasan Asia-Oseania PPI Dunia. Tidak ada blog khusus yang dapat dikunjungi, tetapi kalian bisa menikmati  foto-foto di Jepang melalui instagram penulis @imawatihruhyana atau @tinggaldijepang untuk segala hal berkenaan dengan Negeri Sakura mulai dari makanan, alam dan lainnya. Serta facebook di Imawati H. Ruhyana.

Categories
PPI Dunia PPI Negara Timur Tengah dan Afrika Travel & Kuliner Wawasan Dunia

Berpetualang ke Negeri Mesir

Mesir? Yakin mau traveling ke Mesir? Udah yakinin aja! Langsung caw besok ye…

Eh, tapi tunggu dulu sih. Dulu WNI bisa menggunakan Visa On Arrival, jadi sampai Bandara Internasional Kairo kalian bisa langsung beli visa dan masuk Mesir. Karena situasi politik dan hal lainnya, sekarang kalian harus mengajukan visa terlebih dahulu ke kedutaan Mesir di Indonesia dengan harga visa 30 USD. Proses ini akan lama, tapi kalau mau cepat kalian bisa menggunakan jasa travel.

Nah, sekarang kalian bisa nentuin mau pergi ke mana di Mesir. Di sini ada beberapa saran tempat yang pastinya wokeh buat dikunjungi. Kalau Kairo pasti kalian sudah banyak mendengar tentangnya, kan? Nah, kali ini kami akan membahas tentang Gunung Sinai dan Pantai Dahab.      

 

Gunung Sinai

Gunung Sinai terletak di Semenanjung Sinai, Mesir. Merupakan salah satu tempat bersejarah di mana, disebutkan dalam Alquran, Nabi Musa ‘Alaihissalam menerima wahyu dari Allah Subhanahu wa Ta’ala. Gunung Sinai juga menjadi tempat bersejarah bagi kaum Yahudi maupun Nasrani, karena banyak peninggalan-peninggalan kuno yang diperkirakan ada sejak zaman Nabi Musa AS.

Menuju Gunung Sinai membutuhkan waktu sekitar 10 jam dari kota Kairo. Karena tidak ada bus yang menuju ke sana, kalian bisa menyewa mobil atau meminta travel agent untuk menyediakan transportasi dan guide. Banyak juga orang Indonesia dan travel agent Indonesia yang menyewakan mobil untuk berkeliling Mesir.

Mahasiswi Indonesia sukses mendaki Gunung Sinai

Biasanya orang yang akan berangkat ke Sinai dari Kairo akan mulai jam tujuh atau delapan pagi, dan akan sampai sekitar jam enam sore. Ada dua tempat wajib yang harus kalian kunjungi di tengah jalan menuju gunung Sinai, yaitu: 1) Benteng Berlief, yang dulunya adalah benteng bekas Israel ketika hendak menjajah mesir, 2) Uyun Musa atau mata air Musa, yang dulunya merupakan 12 mata air yang berasal dari sebuah batu yang dipecahkan Nabi Musa AS dengan tongkatnya untuk memberi minum 12 suku kaumnya.

Untuk hotel, kalian bisa langsung menuju hotel Wadi Muqaddas dengan biaya 100 le ketika sampai di sana. Untuk makan, kalian bisa mencari makanan khas Sinai yaitu ayam bakar Sinai dengan harga sekitar 80 le seporsinya di sekitar hotel. Atau, kalian bisa membawa bekal makanan Indonesia dari Kairo. Banyak restoran Indonesia yang menyediakan jasa katering.  

Umumnya, para pendaki mulai mendaki sekitar pukul satu malam. Dibutuhkan waktu kurang lebih lima jam untuk mencapai puncak Gunung Sinai, jadi kalian bisa menikmati sunrise ketika sampai di puncak nanti. Harga tiket masuk Gunung Sinai sebesar 5 le untuk student dan 25 le untuk tourist.

Tepat di kaki Gunung Sinai kalian akan mendapati biara Saint Catherine yang konon dibangun pada tahun 530 Masehi. Pada musim dingin kalian harus mempersiapkan pakaian yang cukup tebal karena tak jarang terdapat salju. Untuk musim panas hanya berbekal satu jaket pun tidak masalah.

Tinggi Gunung Sinai kurang lebih 2.285 meter  di atas permukaan laut. Medan yang ditempuh pun terbilang curam karena sepanjang perjalanan kalian hanya akan menjumpai bebatuan, tidak ada pohon ataupun rumput (maklum, Mesir hehe). Di perjalanan terdapat 4 pos yang bisa dijadikan tempat beristirahat untuk sekedar minum shay (teh), ataupun memesan Indomie. Di puncak Gunung Sinai juga terdapat gereja yang bersebelahan dengan masjid.

Setelah kalian puas berfoto dengan sunrise di puncak, kalian akan turun (ya pastilah, yakali naik lagi). Setelah itu kalian bisa saja pulang langsung ke Kairo, cuman sebenarnya kurang mantab kalau kalian tidak pergi ke Pantai Dahab, ya mantab lah masa gak pula, itung itung sekali dayung dua pulau terlampaui. Oh iya, perjalanan dari Sinai ke Dahab itu sekitar dua jam.

 

 

Dahab

Dahab merupakan suatu desa yang terletak di pantai tenggara Semenanjung Sinai di Mesir. Perjalanan menuju Dahab ditempuh sekitar dua jam dari Gunung Sinai. Dahab terkenal dengan banyaknya wisata yang ditawarkan, seperti: safari, diving, snorkeling, glass boat, red canyon, dan lainnya. Kesan pertama yang ditemukan ketika sampai di Dahab ialah tempatnya yang begitu tenang dan jauh dari hiruk pikuk keramaian kota. Dahab juga memiliki pemandangan yang indah karena dikelilingi oleh pantai dan pegunungan.

Untuk hotel di Dahab kalian bisa langsung mencari hotel Octopus atau Yasmin. Keduanya memiliki harga yang sama, yaitu 150 le permalam. Untuk kalian yang ingin safari dengan ATV (quad bike) atau diving, snorkeling, kalian bisa bilang ke resepsinonis hotel.

Untuk makanan, kalian bisa temukan banyak restoran Mesir di dekat hotel atau bisa juga menyewa dapur di hotel dan masak sesuka hati kalian di situ. Umumnya, makanan yang dijual ialah seafood karena Dahab berada di dekat pantai.

 

 

 

LUXOR dan ASWAN

Mau tau apa yang lebih mengagumkan daripada piramida atau museum Tahrir ? Luxor dan Aswan jawabannya. Tidak lengkap rasanya kalau pengagum Mesir kuno tidak pergi ke Luxor dan Aswan.

Luxor, atau Al Aqsar, adalah sebuah kota modern yang terletak di kedua tepi timur dan barat Sungai Nile di Mesir bagian utara. Dibangun di bekas lokasi Thebes, ibu kota Mesir kuno yang terkenal (2052 SM). Raja-raja Firaun memerintah di sini, menciptakan peradaban yang belum pernah dilihat dunia sebelumnya.

Tanah-tanah padang pasir bagian baratnya yang pada masa lalu dikenal sebagai “kota kematian” ialah tempat di mana semua penerus Dewa Amun dimakamkan bersama kekayaan yang dapat dibawa ke kehidupan abadi (menurut kepercayaan mereka). Menyimpan catatan koleksi seni dan catatan arkeologis Mesir purba yang berlimpah, sebagian bahkan dirunut kembali sampai 3000 SM. Penggalian terakhir dilakukan di atas makam Fir’aun kecil, Tutankhamun, yang penuh dengan perhiasan emas, patung dan surat berharga.

Kota Luxor bukan kota yang indah seperti Maldives dengan pantainya atau Indonesia dengan gunung dan hutannya. Namun, ketika kalian menginjakkan kaki di Luxor dan melihat kuil-kuil para raja mesir kuno dari zaman tahun 2000an SM, kalian seakan ditarik kembali ke tahun SM. Dijamin kalian akan merasakan decak kagum yang sangat!

Ada beberapa cara kalian bisa pergi ke Luxor. Yang pertama, dengan kereta api. Karena Mesir masih dalam tahap PDKT dengan teknologi milenial sekarang ini, kalian hanya bisa membeli tiket kereta di stasiun Ramses. Harga kereta mulai dari 57 le sampai dengan 500 le, tergantung kelas kereta api. Kalian bisa lihat harga, kelas kereta, dan jadwalnya dengan cara men-download aplikasi Rail Egypt di Playstore. Jarak yang ditempuh sekitar 11 jam.

Yang kedua, dengan pesawat. Harga tiket pesawat kisaran 500-800 le. Kalian bisa membeli dari kios-kios agen tiket terdekat. Jarak yang ditempuh dengan pesawat ke Luxor hanya satu jam saja.

Yang ketiga yaitu dengan mobil. Kalian bisa menyewanya dari rental mobil terdekat dari hotel. Atau, kalau kalian tidak mau ribet karena mungkin akan diminta berkas bermacam macam jika menyewanya dari orang Mesir, kalian bisa menyewanya dari rental orang Indonesia di kawasan Hay Asyir dan Hay Sabi’. Harganya pun termasuk murah.

Yang terakhir adalah dengan bis. Kalian bisa membeli tiketnya lewat www.go-bus.com atau secara langsung di Ramses Station. Harga yang ditawarkan pun berbeda dari 125-285 le, tergantung dengan kelasnya. Waktu yang dibutuhkan sekitar 10 jam, lebih cepat daripada kereta api.

Disarankan untuk naik transportasi malam hari untuk menghemat biaya. Untuk hotel di Luxor kalian bisa langsung menuju hotel Emalio dengan harga $15 permalam. Atau kalian bisa mencari nya di Google atau ketika sampai Luxor nanti.

Kota Luxor untuk tempat wisata terbagi menjadi dua, Luxor barat dengan Luxor timur. Untuk Luxor timur kalian akan disuguhi dua temple yang sangat indah, yaitu Karnak Temple dengan Luxor Temple.

Apa itu Luxor Temple dan Karnak Temple? Siapa yang membuatnya? Dibina tahun berapa? Kalian bisa cari di Google ya, kalau ditulis di sini kebanyakan nanti, dan kalian pasti males bacanya, haha. Jika kalian ingin pergi ke Luxor Temple dari Karnak Temple atau sebaliknya, kalian bisa naik angkutan umum bentuknya seperti angkot dengan harga 1,5 le.

Luxor Temple

Di sekitar sungai Nile ada semacam perahu layar yang bernama Falluca. Kalian bisa menikmati senja dari atas perahu ditemani dengan sejuknya angin sore. Tempat Falluca ini terletak di belakang Luxor Temple. Biasanya mereka meminta bayaran per jam, sekitar 20 le per jam dan per orang. Pintar-pintar saja nawar, kalian bisa dapat harga yang lebih murah, haha.

Falluca

Oh iya, untuk makanan kalian bisa membeli bahan makanan di pasar Luxor. Kalian bisa tanya resepsionis hotel lokasinya. Lalu kalian bisa memasak di dapur hotel.

Atau kalian males masak? Kalian bisa ke restoran Hati Harif, yang letaknya di depan stasiun kereta api. Harganya murah dan menunya enak-enak. Recommended banget sih.

Untuk Luxor barat, untuk sekedar pindah lokasi kalian bisa naik perahu umum untuk penyebrangan. Tempatnya berdekatan dengan perahu-perahu Falluca. Apabila ingin explore Luxor barat, disarankan untuk menyewa kendaraan karena angkutan umum di Luxor barat tidak sebanyak di Luxot timur. Jika kalian lebih dari lima orang, sewa saja HIACE. Minta saja kepada resepsionis hotel, biasanya kalian akan ditawari sharing dengan turis atau pribadi saja. Atau jika kalian kurang dari lima orang, maka lebih baik kalian stop salah satu taksi dan deal harga dengan mereka.

Di Luxor barat ada empat tempat. Valley of The King (bukan Via Vallen ya), Hatsepsut Temple, Madinet Habu, dan Colossi of Memnon. Ada juga tempat naik balon udara di Luxor barat, dekat dengan Colossi of Memnon. Biasa balon udara naik pukul 5 pagi, jadi kalian harus berada di lokasi sebelum pukul 5 pagi. Dan pesannya harus minimal satu hari sebelum hari H. Harganya pun berbeda-beda. Paling mahal biasa di bulan Desember, Januari, Februari. Kalau kalian tidak ada budget, kalian bisa pergi ke tempatnya dan numpang foto-foto saja, yaa karena mejeng foto adalah sebagian proses naik. Haha.

Sebenar-benarnya hari di Luxor itu pas, tidak terlalu cepat dan juga tidak terlalu lama. Sebenarnya kurang lengkap kalau kalian menempuh perjalanan sekitar 11 jam dan kalian tidak pergi ke Aswan juga. Kotanya pun sama indahnya dengan Luxor dan jaraknya hanya 3 jam perjalanan. Hitung-hitung sekali dayung dua pulau terlampaui, ya kan?

Aswan adalah kota bagian selatan Mesir yang berjarak 904 km dari Kairo. Kota Aswan dibelah oleh sungai Nile dengan pemandangan serba alami. Cocok dikunjungi di kala musim dingin.

Dalam bahasa Mesir kuno, kata Aswan dikenal dengan nama Suno. Namun, ketika Islam datang ke Mesir, muslimin menamakannya Aswan. Untuk ke Aswan dari Luxor kalian bisa menggunakan kereta api dengan harga 10 le – 60 le. Atau angkutan umum antar kota bisa kalian temui di stasiun angkutan umum antar kota dengan biaya 35 le. Bisa juga dengan bus yang biasa terlihat tak jauh dari stasiun kereta api. Atau dengan transportasi high class seperti pesawat dan kapal yang menyusuri sungai Nile dari Luxor hingga Aswan. Dijamin kalian akan terlena dengan keindahan sungai Nile dan juga pemandangan tak tergantikan. Sayangnya, kalian harus merogoh kantong kalian lebih dalam karena kisaran harga untuk pergi dengan kapal itu sekitar $200.

Jika kalian hanya ingin ke Aswan saja dari Kairo kalian bisa membeli tiket bus atau kereta api dari stasiun Ramses Kairo. Untuk penginapan di Aswan kalian bisa pergi ke Basma hotel dengan harga $13 permalam. Lokasi nya pun dekat dengan pasar Aswan dan restoran-restoran Mesir. Dan Insya Allah makanannya cocok untuk lidah asia kita.

Untuk explore Aswan, ada beberapa tempat recommended, yaitu: Philae Temple, High Dam, Nubian Village, Ferial Garden, Nubian  useum, dan Abu Simble. Kalian hanya butuh transportasi khusus untuk ke Philae Temple, High Dam dan Abu Simble saja karena transportasi umum susah ditemui untuk ke sana.

Untuk ke Nubian village kalian harus pergi dengan perahu dan memakan waktu sekitar 45 menit dengan harga 20 le per orang per jam. Biasanya, kalian hanya akan diberi waktu 1 jam untuk explore Nubian Village oleh supir perahu. Waktu yang paling enak untuk pergi yaitu sekitar jam 10 pagi karena penduduk Nubian masih terlelap di bawah jam 10 pagi. Ketika sore tiba kalian bisa memilih dua cara menikmati senja di Aswan, yaitu dengan berada di atas air alias naik Falluca dengan biaya 20 le per orang dan per jam, atau dengan melihat semua aktivitas sungai Nile dari atas alias dari Ferial Garden karena tempatnya yang tinggi seperti bukit. Dijamin kalian akan melihat ‘best view ever’ in Aswan deh!

Abu Simble

Nah, ada sedikit yang menarik dari Abu Simble. Abu Simble adalah sebuah kota kecil bernuansa khas Mesir kuno. Berjarak sekitar 3 jam dari Aswan, Abu Simble adalah kota yang berbatasan dengan Sudan. Memasuki kota ini seakan kita ditarik kembali ke masa kedigdayaan Firaun ketika berkuasa. Terbukti semua orang pasti berdecak kagum ketika memasuki kompleks Abu Simble. Saran dari penulis: Kalian jangan sampai tidak pergi ke Abu Simble. Jangan sampai pokoknya!

Sekian ringkasan tempat menarik yang perlu kalian kunjungi di Mesir, ya. Untuk info lebih tentang Mesir kalian langsung aja kepoin ig @ppmimesir, guys. Banyak banget info yang pasti bakal kalian dapat nantinya.

Thankiw udah baca tulisan gue, ya

Qalam Eka Maulana (@faikalamaul), Akhmad Zaini Arifin (@zain_jumro)

Seluruh foto adalah dokumentasi pribadi dari penulis dan rekan lain.

 

Categories
PPI Dunia PPI Negara Timur Tengah dan Afrika Travel & Kuliner Wawasan Dunia

Guideline Traveling in Pakistan: Lahore Historical Trip

Dalam rangka memeriahkan Simposium PPI Timur Tengah-Afrika pada tanggal 1-4 Maret 2018 di Islamabad, PPI Pakistan merilis booklet ‘Guideline Travel in Pakistan’ sebagai panduan saat mengunjungi negara yang menjadi tuan rumah event tersebut. Khusus di booklet ini lebih banyak dibahas mengenai One Day Lahore Historical Trip yang juga termasuk dalam agenda pada Simposium Timtengka 2018. Tempat bersejarah yang masuk di dalam buku panduan ini antara lain Jahangir Tomb, Shah Badsahi Masjid, dan Wagah Border.

 

Selengkapnya dapat diunduh di sini.

 

Profil Penulis:

Booklet: Asyraf adalah mahasiswa aktif di fakultas syariah dan hukum tingkat akhir, yang juga merupakan anggota PPI Pakistan. Di samping hobi traveling juga suka menulis diary perjalanannya di Pakistan. Asyraf dapat disapa di akun Instagramnya @asyraf_ainsi2.

Artikel: Jeanne Svensky Ligte adalah mahasiswa Erasmus program European Master in Logistics and Supply Chain Management di Technische Hochschule Wildau di Jerman. Merupakan anggota PPI Spanyol sekaligus koordinator travel contributor PPI Dunia.

Categories
Berita PPI Negara Timur Tengah dan Afrika

Putri Kyai PM Gontor Raih Magister Ushul Fikih di Universitas Al-Azhar

 

KAIRO  – Dhoriefah Niswah El Fidaa mendapatkan hasil yudisium Jayyid Jiddan setelah menjalani sidang gelar magister dalam Ushul Fikih yang berjudul Studi Literatur Kitab  Anwaar al-Afkaar fii Takmilah Idhooah al-Anwaar“. Kitab tersebut merupakan karya al-‘Allāmah Aminuddin Isa Bin Ismail Bin Khosruusyaah al-Aaqsorooii (wafat pada tahun 727 H). Sidang dilaksanakan di Auditorium Fakultas Syari’ah Islamiyah wal Qānun pada Selasa 27 Februari 2018.

Dalam tesisnya, Putri dari KH. Hasan Abdullah Sahal itu membahas permasalahan kitab Ushul Fikih abad 8 H tersebut. Sidang dari awal  hingga pembahasan Bayaan Asbaab al-Syaraai’ itu berlangsung alot selama 5 jam. Dhoriefah Niswah El Fidaa diuji langsung oleh para Guru Besar universitas Islam yang terkenal dengan manhaj Azhary  (manhaj yang memadukan antara Aqidah Sunni Asy-‘Ary – Al-Maturidi, Fikih Empat Madzhab dan Tasawuf) tersebut. Majelis sidang  terdiri atas: Prof Dr. Mustafa Farg Muhammad Fayyad, Guru Besar Kuliah Studi Islam dan Bahasa Arab Putri Universitas Al-Azhar di Kafr As-Syekh; Prof. Dr.  Ahmad Mukhtar Mahmud Hasan,  Guru Besar Studi Islam dan Bahasa Arab  Putri Universitas Al-Azhar Kairo; serta Prof. Dr. Turkiyah Mustafa As-Syirbini, Guru Besar Studi Islam dan Bahasa Arab Putri Universitas Al-Azhar Kairo.

Sidang dihadiri oleh  KH. Hasan Abdullah Sahal, pemimpin Pondok Modern Gontor sebagai orang tua; Dr. Usman Syihab, MA, Atdikbud KBRI Kairo; civitas akademika Universitas Al-Azhar; para senior Masisir (Mahasiswa Indonesia di Mesir); serta mahasiswa dari IKPM  (Ikatan Keluarga Pondok Modern) Gontor.

 

Penulis: Abdul Fatah Amrullah

Tim Medsos Kantor Komunikasi PPI Dunia 17-18 dan Pemimpin Umum Informatika ICMI Kairo 17-18

 

Editor: Kartika Restu Susilo

Page 1 of 53
1 2 3 53