logo ppid

Yaman, kamis (20/4/2017) merupakan hari yang sangat membanggakan bagi pelajar Indonesia di Hadhramaut, Yaman. Sebab pada hari itu Universitas Al-Ahgaff kembali melantik wisudawan Fakultas Syari'ah dan Hukum yang didominasi oleh pelajar Indonesia.

Para wisudawan asal Indonesia telah membuat harum nama bangsa di kancah internasional. Tercatat dari 79 Wisudawan yang berasal dari berbagai Negara seperti Yaman,Indonesia, Somalia, Pakistan dll, 60 dari mereka berasal dari Indonesia dan beberapa Wisudawan lulus dengan predikat "mumtaz" (cumlaude).

Pelantikan wisuda yang dimulai pukul 18:30 KSA di Auditorium Universitas Al-Ahgaff kali ini terasa penuh hikmat dan meriah. Terbukti dengan begitu banyaknya undangan dan non undangan yang hadir untuk berlebur dan berlarut dalam suka cita bersama para wisudawan sekaligus mengucapkan selamat dan sukses kepada mereka.

"Saya ucapkan selamat kepada seluruh wisudawan khususnya mahasiswa Indonesia. Kami semua bangga dengan jerih payah dan perjuangan kalian sampai di titik ini. Semoga mendapatkan ilmu yang bermanfaat bagi agama, bangsa dan negara tercinta Indonesia" papar sekjen PPI Yaman Jihadul Mulk.

Guru mulia Rektor Universitas Al- Ahgaff Sayyid Prof. Abdullah bin Muhammad Baharun yang berhalangan hadir diwakili oleh wakilnya Dr. Shadiq Umar Makmun yang didampingi oleh Dekan Al-Ustadz Abdullah Awadh bin Smith MA, kendati berhalangan hadir beliau memberikan pesan dan nasehat terkhusus untuk Pelajar Indonesia melalu rekaman Singkat agar para wisudawan senantiasa beristiqamah dalam mengulang pelajaran agar tidak terbengkalai dan kembali kepada tradisi akademik yang telah lahir sejak turunnya Wahyu pertama "Iqra" dengan membaca, belajar, dan mengulangnya.

Turut hadir pada acara tersebut Dr. Muhammad Abdul Qadir Al-Aydrus selaku mantan dekan, Syeikh Muhammad Al-Khatib Mufti Tarim, Dr. Abdurrahman As-Segaf ketua dibidang ushul dan fiqh, Dr. Alwy Abdul Qadir Al-Aydrus ketua dibidang observasi dan fatwa, Al-Ustadz Abdullah Husain Al-Aydrus ketua dibidang bahasa, Al-Ustadz Arafat Al-Maqdy MA ketua dibidang Hukum, segenap civitas Universitas, sejumlah tamu undangan, mahasiswa dan pelajar dari berbagai Negara.

Berbeda dengan upacara pelantikan wisuda sebelumnya, kali ini secara simbolis para wisudawan yang diwakili oleh salah seorang wisudawan asal Indonesia sdr. Mahmud Salim menyerahkan kenang-kenangan berupa papan reklame kaligrafi yang berisikan sejarah singkat tentang universitas tercinta ini. Sontak membuat para hadirin bertepuk tangan Yang menjadi bertambah meriahnya upacara pelantikan wisudawan itu.

Dalam pidatonya dekan Fakultas Syari'ah, Dr. Abdullah Awadh bin Smith mengucapkan selamat kepada wisudawan dan berharap agar apa yang didapat oleh para wisudawan tidak berorientasi pada diri sendiri dan keuntungan semata, akan tetapi supaya bermanfaat bagi agama, bangsa dan Negara. Sementara itu Wakil rektor Universitas Al-Ahgaff mendoakan semoga para wisudawan dari berbagai negara mendapatkan seluruh kebaikan yang ada di universitas ini. "Setelah perjalanan panjang yang kalian tempuh kesabaran kalian benar benar telah teruji" tuturnya.

Acara ini juga membawa dampak positif kepada para mahasiswa maupun pelajar Indonesia yang lain, mereka termotivasi dengan apa yang telah dicapai para wisudawan. Dan acara yang berjalan dengan hikmat dan meriah ini ditutup dengan foto bersama para wisudawan,segenap jajaran dosen, dan pembesar ulama tarim. Dan ramah tamah sekitar pukul 23:00 KSA

(Red:Ahmad Rizki/AASN)

Islamabad - Ditengah padatnya jadwal kuliah, PPMI Pakistan bekerjasama dengan IKPM (Ikatan Keluarga Pondok Modern) Pakistan mengadakan kegiatan “Spring Camp” yang dilaksanakan pada tanggal 14-16 April 2017. Kegiatan yang berlangsung di Pakistan Boy Scout Association(PBSA) NHQ ini turut mengundang segenap warga PPMI Pakistan untuk berpartisipasi.

Dengan tema “Mempersatukan – Mempertemukan – Untuk Semua Golongan” kegiatan yang berlangsung selama 2 malam ini berisikan lomba-lomba yang telah ditetapkan oleh panitia. Para peserta juga dibagi dalam beberapa kelompok yang setiap kelompok berisikan 7-8 peserta. Tak ingin ketinggalan, para mahasiswa senior juga turut serta bergabung dengan menjadi pembina sekaligus juri. Sebanyak 73 peserta ikut dalam kegiatan ini.

Pada acara puncak, panitia juga menghadirkan Mr. Zaheed Mehboob (National Secretary PBSA), Mr. Abdul Manan (International Commissioner PBSA), dan Mr. Asif (International Coordinate of Solar Activities Badge). Dalam sambutannya, mereka sangat kagum akan kekompakan dan kedisiplinan para peserta serta mereka berjanji untuk turut mengundang mahasiswa indonesia dalam acara Rofer Moot (perkumpulan seluruh pramuka penegak di Pakistan) pada event mendatang.

Selain sebagai wadah untuk bersilaturahmi, Pirna Nur Rahman selaku ketua panitia berharap melalui kegiatan ini dapat menjadi ajang untuk meningkatkan kekompakan dan kerjasama antar mahasiswa. Semoga kegiatan ini dapat terulang di masa yang akan datang.

(az/aasn)

Liputan Makkah – Dalam rangkaian Simposium PPI Kawasan Timur Tengah dan Afrika 2017 yang berlangsung di Madinah pada 3-4 April 2017, Para Perwakilan PPI Negara di Kawasan Timur Tengah dan Afrika dan Fasilitator Sidang Komisi mengadakan Sidang Kawasan dan Finalisasi Sidang Komisi yang berlangsung di Hotel Grand Aseel, Makkah, pada hari Jum’at, 7 April 2017, Pukul 16.00 sampai pukul 19.00 Waktu Arab Saudi.

Sidang Kawasan dipimpin oleh Rama Rizana, Koordinator Divisi P2EKA (Pendidikan, Politik, Ekonomi, Kebudayaan & Pariwisata dan Agama) PPI Dunia, diawali tentang laporan program kerja yang telah dikerjakan PPI Kawasan selama 1 semester, kemudian membahas isu-isu terkini para pelajar Indonesia di kawasan. Diantara program kerja yang sudah berjalan antara lain Pendirian AKTA (Aliansi Keputrian Timur Tengah dan Afrika), Puskaji (Pusat Kajian Islami) kerjasama antara PPI Kawasan dengan Radio PPI Dunia, Tim Kajian Strategis dan Tim Media Kerohanian.

Adapun program kerja yang akan diadakan adalah Lomba Film Pendek se-Timur Tengah dan Afrika dengan PJ Khoiruddin dari HPMI Yordania. Pembahasan lainnya adalah penentuan Calon Koordinator PPI Kawasan Timur Tengah dan Afrika Periode 2017-2018 dan penentuan Calon Tuan Rumah Simposium PPI Kawasan Timur Tengah dan Afrika tahun 2018.

Kemudian, Pemaparan BK-PPI (Badan Kerjasama Persatuan Pelajar Indonesia) Timur Tengah dan Sekitarnya oleh Miftah Nafid Firdaus dari HPMI Yordania mengenai BK-PPI, sejarahnya dan program kerjanya. BK-PPI Timur Tengah dan Sekitarnya sendiri merupakan wadah organisasi antar PPI Negara di Kawasan Timur Tengah yang berdiri pada tahun 1964. BK-PPI memiliki sejarah dan perjuangan panjang, namun mengalami pasang surut organisasi.

8 PPI Negara yang hadir pada Sidang Kawasan ini sepakat untuk meleburkan BK-PPI Timur Tengah dan Sekitarnya dengan PPI Kawasan Timur Tengah dan Afrika tanpa melupakan sejarah dan perjalanan panjang BK-PPI. Semoga PPI Kawasan Timur Tengah dan Afrika kedepannya bisa memberikan kontribusi lebih khususnya bagi para pelajar Indonesia di Kawasan Timur Tengah dan Afrika, serta untuk Indonesia dan Dunia.

Berikut ini adalah Hasil Ketetapan Sidang:

Ketetapan Musyawarah Luar Biasa Badan Kerjasama Persatuan Pelajar Indonesia se-Timur Tengah dan Sekitarnya

tentang

Pembubaran BK-PPI se-Timur Tengah dan Sekitarnya

Bismillahirrahmanirrahim

Musyawarah Luar Biasa Badan Kerjasama Persatuan Pelajar Indonesia se-Timur Tengah dan Sekitarnya, dengan senantiasa mengharapkan rahmat dan ridho Allah subhanahu wa Ta’ala, setelah:

Menimbang:

  1. Untuk mencapai tujuan organisasi
  2. Untuk kemasalahatan anggota organisasi

Mengingat:

  1. Pasal 16 Anggaran Dasar BK-PPI se-Timur Tengah dan Sekitarnya
  2. Pasal 17 Anggaran Rumah Tangga BK-PPI se-Timur Tengah dan Sekitarnya

Memperhatikan:

Hasil Musyawarah Luar Biasa BK-PPI Timur Tengah dan Sekitarnya pada tanggal 7 April 2017 bertepatan dengan 11 Rajab 1438 H

Memutuskan:

Menetapkan:

  1. Pembubaran BK-PPI Timur Tengah dan Sekitarnya
  2. Peleburan BK-PPI Timur Tengah dan Sekitarnya dengan PPI Kawasan Timur Tengah dan Afrika
  3. Ketetapan ini berlaku sejak tanggal ditetapkan

Bi-l-llahi-l-taufiq-wa-l-hidayah

Ditetapkan di : Grand Aseel Hotel, Makkah, Arab Saudi

Pada tanggal : 7 April 2017

11 Rajab 1438

Waktu : Pukul18.00 KSA

Anggota BK-PPI Timur Tengah dan Sekitarnya

TTD

PPMI Arab Saudi

PPMI Mesir

PPI Sudan

HPMI Yordania

PPMI Pakistan

PPI Lebanon

PPI Maroko

PPI UEA

Liputan Islamabad - Sebagai salah satu program dari Departemen Inventarisasi dan Unit Usaha, PPMI Pakistan mengadakan seminar hijamah yang dilaksanakan di KBRI Islamabad, sabtu pagi (11/3). Tidak hanya mahasiswa, seminar kali ini juga dihadiri oleh staff KBRI. Seminar kali ini menghadirkan Achmad Syarif, S.Thi. selaku pembicara dari tim hijamah.

Hijamah atau yang lebih dikenal bekam merupakan pelepasan darah kotor dengan cara melukai permukaan kulit dan melakukan penghisapan melalui gelas bekam untuk mengeluarkan darah kotor. Hijamah sendiri merupakan salah satu pengobatan tradisional dan sekaligus pengobatan ala nabi Muhammad SAW. Dewasa ini pengobatan hijamah semakin dikenal di Indonesia. Hal ini dikarenakan khasiatnya yang sangat mujarab dan minim efek samping. Selain itu terdapat sebanyak 275 hadits tentang anjuran berbekam.

Terkait sejarah hijamah sendiri, Syarif menuturkan, terdapat 4 fase sejarah bekam di Indonesia : tradisional, standarisasi, penyempurnaan dan sinergisasi. Pada tahun 2010, Indonesia sendiri sudah memasuki fase sinergisasi.

Ia juga menambahkan, tentang khasiat bekam yaitu memperbaiki sistem imunisasi, melancarkan peredaran darah, memulihkan fungsi tubuh. "Reaksi negatif bisa terjadi saat berlangsungnya bekam, yaitu pening/pusing, lapar, lemas. Hal ini banyak terjadi pada pasien yang memiliki darah rendah," jelas Achmad Syarif, S.Thi.

Tak hanya warga Indonesia, dalam perjalanannya memimpin tim hijamah, ia menemui minat yang cukup besar dari warga luar negeri khususnya Pakistan. Disamping penangan tim hijamah PPMI Pakistan lebih bersih dan rapi, masalah harga juga mempengaruhi. Hijamah di luar mematok tarif yang cukup tinggi, berbeda dengan tim hijamah yang cukup mematok harga mahasiswa.

Di akhir pembicaraan, ia juga menawarkan pelatihan hijamah bagi warga Indonesia yang berminat. Hasil dari pelatihan ini akan menjadi bekal yang sangat berharga bagi warga untuk dapat mempraktekannya secara langsung baik ketika ia masih di Pakistan ataupun ketika kembali ke tanah air. (Red, az / Ed, pw)

Liputan Islamabad — Departemen Keilmuan Persatuan Pelajar dan Mahasiswa Indonesia di Pakistan (PPMI Pakistan) mengadakan teleconference bersama Ust. Shamsi Ali sebagai Imam Islamic Center di New York USA dengan tema "Dialog Interaktif: Tantangan Dakwah Islam di Amerika". Acara yang dihadiri oleh rekan-rekan mahasiswa Indonesia di Islamabad yang dilaksanakan di rumah Atase Pertahanan Sector F-6 Islamabad berjalan dengan lancar.

Kiprah Ust. Shamsi Ali di dunia dakwah yang cukup berpengalaman dan memulai kuliahnya di International Islamic Universiti Islamabad (IIUI) sangat luar biasa. Beliau menempuh pendidikan S1 dan S2 di Pakistan. Dilanjutkan dakwahnya beliau ke Jeddah hingga mengantarkan beliau ke New York USA dan melanjutkan PhD di Southern California University.

Seperti yang dilansir pada website PPMI Pakistan, beliau menyampaikan bahwa Islam di Amerika bukan lah hal yang baru, bahkan sebelum tersesatnya Columbus ke Amerika yang kala itu berniat untuk mencari pulau India yang pada saat itu suku pedalaman amerika disebut Indian karena Columbus menyangka ia telah tiba di India. Ust. Shamsi Ali memulai dakwahnya di Amerika sejak Desember 1996.

Banyak para politisi maupun penduduk yang anti-Islam berpendapat bahwa pasca tragedi 9/11 bahwa Amerika adalah kuburan bagi Islam yang artinya bahwa Islam tidak akan mungkin berkembang karena benar-benar sudah dianggap tersangka utama atas tragedi tersebut.

“Allah berfirman dalam Alquran wa makaruu wa makarallah wallahu khairul maakiriin. Setiap orang boleh punya rencana siapapun itu tetapi tetap bahwa Allah itu pembuat rencana terbaik. Persepsi yang beranggapan bahwa 11 September adalah kuburan bagi Islam ternyata berbalik, justru setelah kejadian tersebut adalah momentum dakwah islam yang tepat di Amerika,” tutur Ustadz asal Sulawesi Selatan tersebut.

Beliau menyampaikan bahwa implementasi dakwah dari yang sebagaimana Alquran katakan—QS 16:125—adalah kita harus memahami lapangan dimana kita berdakwah. Contoh menurut pengalaman beliau yang berdakwah di Amerika maka harus memahami Amerika itu apa, kondisi masyarakat, pandangan sosial serta kejiwaan dari berbagai sisi yang harus kita pahami.

Dengan memahami kondisi tersebut, maka kita akan paham dan akan menggunakan bi lisaani qoumihi yang bukan hanya dengan bahasa lisan saja meskipun sangat penting termasuk bahasa kultur, sosial politik, maupun ekonomi. Karena komunikasi yang salah akan membuat kebenaran menjadi tabu, dan akan sangat membahayakan esensi dakwah adalah mengajak dengan pendekatan persuasif. Bahkan karena komunikasi yang salah malah bukannya mengajak akan tetapi malah mengusir orang dengan mengutuk, menyalahkan, merendahkan, mengucilkan yang harus dirubah.

Di akhir sesi acara beliau menyampaikan bahwa dakwah yang paling penting pada saat ini adalah dengan menampilkan Islam. Dakwah itu bukan mengislamkan orang karena kita tidak akan mampu mengislamkan orang. Dakwah kita adalah menyampaikan Islam yang sesungguhnya dengan cara yang benar. Karena yang mengislamkan adalah Allah SWT. (Red, am / Ed, pw)

Komunitas Sahabat Beasiswa chapter Malang bersinergi dengan Radio PPI Dunia menggelar Kopi Darat bertajuk “Nongkrong Asyik bareng Sobat Siar Radio PPI Dunia” pada hari Jumat, 3 Februari 2017. Tujuan acara ini tidak hanya merupakan agenda rutin bulanan, namun juga sebagai salah satu wadah untuk memfasilitasi teman-teman di kota Malang mengenai pengetahuan beasiswa dan kuliah ke luar negeri.

Acara ini dihadiri oleh Direktur Radio PPI Dunia, Sobat Siar dan Kru Radio PPI Dunia serta 35 mahasiswa dari beberapa universitas di Kota Malang yang bertempat di Kafe Food Factory, Jl Bendungan Sutami, Kota Malang. Acara ini terbagi menjadi dua sesi. Dimulai dengan sesi audiensi Radio PPI Dunia yang dijelaskan langsung oleh Direktur Radio PPI Dunia, Nouval Rezka. Radio PPI Dunia sendiri resmi mengudara pada 18 Mei 2009 ditandai dengan dilakukannya siaran langsung berantai dari Sobat Siar (SS) di Jerman, Mesir, Belanda, Rusia, Korea Selatan, Malaysia, Inggris, dan Australia. Saat ini, Radio PPI Dunia telah didukung lebih dari 300 pelajar Indonesia di seluruh dunia dengan durasi siaran 24 jam online non-stop.

Dilanjutkan dengan sesi kedua yang membahas tentang kuliah dan beasiswa di Australia, Tiongkok dan Pakistan. Narasumbernya adalah anggota Radio PPI Dunia yang tentunya tengah belajar di Negara-negara tersebut. Berdasarkan informasi dari tim penyelenggara yang mewawancarai beberapa peserta dan narasumber, salah satu peserta Dinda Tantry, mengaku begitu tertarik dengan negara Tiongkok. Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang ini menuturkan “Kan ini sesuai dengan kalimat Tuntutlah Ilmu sampai ke negeri Cina”.

Nouval Rezka, Direktur Radio PPI Dunia mengaku senang dengan acara Kopdar ini, selain sarana untuk audiensi kepada teman-teman mahasiswa tentang Radio PPI Dunia, juga sebagai sarana menularkan semangat dan berbagi informasi luar negeri dari mereka yang telah berjuang di luar negeri kepada mereka yang tengah berjuang di Indonesia. “Terimakasih sudah disambut dengan baik oleh Sahabat Beasiswa Chapter Malang, semoga terus berjalan gerakan seperti ini di Kota Malang dan kota lainnya di Indonesia”, tuturnya. (Farah, Tim Festival Luar Negeri)

 

 

Liputan Libya - Tepat di awal tahun 2017 Kesatuan Keluarga Mahasiswa Indonesia (KKMI) Libya, mengadakan “Turnamen Tennis Meja” di Tripoli, Libya. Turnamen ini diikuti oleh mahasiswa dari berbagai negara. Ada yang dari Asia di ataranya Thailand, Vietnam, Kamboja, Malaysia, Indonesia, China, Afghanistan, Pakistan dan negara-negara Asia lainnya. Selain itu juga diikuti oleh mahasiswa dari Eropa seperti Serbia dan Kosovo, dari benua Afrika pun tak mau kalah; Senegal, Mali, dan Rwanda. Beberapa negara ini pun mengutus pemain terbaiknya. Tepatnya ada 17 negara yang ikut serta dalam turnamen ini.

Turnamen ini bertujuan untuk meningkatkan rasa sportivitas dan pesaudaran antarmahasiswa yang ada di International Of Isalmic Call College (IICC), Tripoli, Libya. Turnamen ini dibagi menjadi dua cabang; single dan double. Untuk Indonesia sendiri mengutus dua orang pemain single, Indonesia A yaitu Agus Mujib dan Indonesia B adalah Ahmad Zahabi, sementara untuk double Indonesia juga mengutus dua tim. Tim A ada Zaky Imamuddin dan Chairil Amin Mubaarak, sedangkan Tim B ada Habiburrahman dan Hambali.

Turnamen ini berlansung selama satu minggu yang diadakan di aula mahasiswa IICC. Turnamen tersebut berlansung cukup sengit, masing-masing mahasiswa dari berbagai negara itu memang sudah cukup terlatih untuk permainan tenis meja. Tepat dimulai pada 7 Januari 2017 pertandingan pertama double Indonesia B melawan Thailand. Dengan permainan yang menantang dan tegang karena kedua tim saling menunjukan perlawanan. Sayang pada akhir pertandingan Indonesia B harus menerima kekalahan dan membiarkan Thailand maju ke babak selanjutnya. Untuk single Indonesia A melawan Rwanda di sambut baik dengan kemenangan Indonesia, begitupun dengan Indonesia B juga menang melawan China.

Setelah mengikuti berbagai seleksi pertandingan akhirnya masuk pada babak perempat Final single Indonesia A vs Thailand B dan Malaysia vs Thailand A. Hasil akhir dijuarai oleh Thailand A menyusul Malaysia dan Thailand B, sedangkan untuk double yang masuk pada perempat final adalah Indonesia A vs Afghanistan dan Malaysia vs Thailand. Hasil akhir di juarai oleh Indonesia A diikuti oleh Malaysia dan Thailand.

(Alvan Satria Shidiq/F)

Aliansi Keputrian Timur Tengah dan Afrika (AKTA) sukses mengadakan launching ALS (AKTA Lintas Sekolah) di Pondok Pesantren Ummul Qura, Tangerang Selatan pada 21 Desember 2016.

AKTA Lintas Sekolah merupakan sebuah program berupa seminar online via skype khusus untuk siswi menengah atas dan sederajatnya yang bertujuan untuk memperkenalkan jalur pendidikan, beasiswa serta budaya negara di Timur Tengah dan Afrika di sekolah tertentu.

Launching ALS ini dihadiri 170 siswi PPUQ bersama 5 Pemateri dari Negara-negara di Timur Tengah yaitu Mesir, Yordania, Pakistan, Makkah dan Maroko.

Acara dimulai pada pukul 20.00 WIB dan dibuka dengan sambutan dari ketua AKTA.

Dalam sambutannya, Ketua AKTA, Rahmah Rasyidah memaparkan tujuan diadakannya ALS serta target yang ingin dicapai.
"Kami berharap, dengan adanya ALS dapat memperluas jalur adik-adik untuk melanjutkan studi sarjana di luar negeri khususnya Timur Tengah dan Afrika," tandasnya.

Program ini mendapat antusias yang sangat luar biasa dari para peserta, nampak dari pertanyaan yang mereka lontarkan kepada pemateri setiap negara.

Selain silahturahmi dengan pihak sekolah, ALS juga sukses memperkenalkan keberadaan AKTA di tengah masyarakat Indonesia.

"ALS ini keren sekali! Acara seperti ini seharusnya banyak diadakan oleh beberapa pihak karena informasi mengenai beasiswa di luar negri sangat berguna bagi kami para alumni pondok pesantren yang ingin melanjutkan studi di luar negri seperti Timur Tengah,"” ucap Alfian Almaisah salah satu santriwati yang mengikuti ALS.

"Program ini tidak akan berhenti di sini. InsyaAllah, ALS akan menjamah sekolah lain. Oleh karena itu, segera daftarkan sekolah Anda dan nantikan kunjungan kami selanjutnya!" papar Wardatun Hamra, penanggungjawab ALS mengakhiri acara.

(wardah)

Islamabad - PPMI Pakistan menggelar silaturahmi dan diskusi bersama delegasi dari Pondok Darunnajah di Aula Budaya Nusantara KBRI Islamabad, Selasa malam 6/12. Diskusi yang diikuti oleh seluruh mahasiswa dan mahasiswi beserta para staff KBRI ini bertemakan “Relevansi Sistem Dan Manajemen Pondok Pesantren Dalam Perubahan Zaman.”

Acara yang berlangsung selama tiga jam lebih ini dibuka oleh Bapak Duta Besar Iwan Suyudhie Amri. Bapak Dubes mengatakan bahwa Silaturahmi merupakan suatu berkah, karena Allah memberikan kesempatan untuk bertemu dengan Bapak-Bapak dan Ibu dari Pondok Darunnajah. Pondok ini merupakan institusi pendidikan dan telah merajut dengan institusi-institusi yang berada di luar negeri.

Dalam diskusi kali ini, menghadirkan narasumber yang kompeten dan berpengalaman yaitu: KH. Muhammad Hasan Darojat (Kepala Darunnajah International Relation Office), KH. Jamhari Abdul Jalal (Ketua Dewan Nazir sekaligus Pimpinan Pondok Darunnajah 2 Cipining, Bogor), KH. Mad Rodja Sukarta (Pimpinan Pondok Darunnajah 5 dan Pondok Darul Muttaqien, Parung) dan bertindak sebagai moderator Bapak. Muladi Mughni.

Menurut narasumber, pesantren tidak akan pernah lepas dari struktur, kultur, nilai panca jiwa dan panca bina. Sebagai umat muslim, kita harus makmur dalam keadilan dan adil dalam kemakmuran. Di akhir diskusi, Bapak Dubes juga menambahkan tentang kemerdekaan dalam kemandirian dan berpikir. Kebosanan harus dicarikan solusinya dengan memberikan penugasan dan tanggung jawab.

Di akhir acara terdapat beberapa hiburan yang ditampilkan oleh mahasiswa dan mahasiswi berupa Tarian Badindin dan Nasyid yang kemudian ditutup dengan perfotoan bersama dan doa. (Red, Berty / Ed, pw)

Catatan Hasil Diskusi oleh Dea Aulia:

Pondok Pesantren Darunnajah sangat gencar dengan MoU luar negri untuk menambah wawasan santrinya dan mempererat relasi antar luar negeri. Salah satu hasil MoU luar negri :

  1. Qatar ➡ mendapatkan dana untuk tahfidz, dan menyediakan dana untuk musabaqoh tilawatil qur'an (MHQ) sebesar 1,8 milyar.
  2. Turki ➡ bekerjasama dengan Marmara University untuk pertukaran pelajar, beasiswa, dan wawasan lebih untuk Peradaban Islam.
  3. London ➡ di salah satu universitas katolik, untuk student exchange, dan untuk mengenalkan budaya barat sebagai pengetahuan dan benteng untuk memperkokoh iman umat Islam

Sebanyak apapun cabang Pondok Pesantren Darunnajah, dan tersebar di Indonesia, tapi yang membuat kokoh adalah tetap memegang visi misi yang sama . tanah yang sedang dikelola oleh K.H Jamhari Abdul Jalal saat ini seluas 150 hektar. Dan yang membuat beda di Ponpes Darunnajah adalah menyatukan kurikulum pemerintah dan kurikulum Pesantren, yaitu kurikulum yang bisa diterima masyarakat, dan memahami apa yang dimau oleh masyarakat.

Konteks rasio penduduk bangsa harus diisi dengan keturunan generasi bangsa yang unggul. Untuk membangun Indonesia yang bermartabat, Islam harus menjadi pelopor kehidupan bangsa. Maka dari itu kami sebagai kiai harus siap untuk mensukseskan santrinya untuk menjadi pemimpin masa depan yang tangguh dalam menghadapi perkembangan akhir zaman yang cukup mengkhawatirkan. (K.H. Mad Rodja Sukarta)

Perubahan itu abadi. Keagamaan itu ada. Yang harus dijunjung itu toleransinya, jangan menuntut orang-orang seperti Kiai. Islam itu rahmatan lil alamin. Pesantren itu ada ilmu dunia dan akhirat. Karena kelak Islam akan menjadi satu dan akan mensejahterakan umat manusia.

Galeri Foto:

whatsapp-image-2016-12-08-at-12-59-39-pm-1

whatsapp-image-2016-12-08-at-12-59-05-pm

whatsapp-image-2016-12-08-at-12-59-35-pm

whatsapp-image-2016-12-08-at-12-59-50-pm

whatsapp-image-2016-12-08-at-12-59-43-pm

whatsapp-image-2016-12-08-at-12-59-47-pm-1whatsapp-image-2016-12-08-at-12-59-50-pm-1

Surabaya, 25 November 2016. Himpunan Mahasiswa Program Studi (HIMAPRO) Bahasa dan Sastra Arab UIN Sunan Ampel Surabaya dan tim Festival Luar Negeri (FLN) PPI Dunia mengadakan seminar dan expo Beasiswa Timur Tengah dan Studi Islam di Gedung Auditorium UIN Sunan Ampel Surabaya. Empat ratus peserta dari berbagai sekolah dan kampus di Indonesia menghadiri acara yang bertemakan "Menggapai Impian di Negeri Sahara; How to Get Middle East and Islamic Studies Scholarship" ini.

Pada seminar ini, narasumber dari PPI Dunia diwakilkan oleh Muhammad Mubasysyir Munir, B.Ed., Dipl. TASOL. (alumni PPMII Arab saudi), Ovindra El Rachmalisa (PPI UK), dan Radyum Ikono (Founder Sahabat Beasiswa dan Alumni PPI Jepang). Tidak hanya seminar, dalam acara ini terdapat juga expo beasiswa yang diisi oleh Sahabat Beasiswa, LPDP, Inspira, UICCI Sulaimaniyah, Mumtaza Center, PPI Sudan, PPI Lebanon, PPI Pakistan, PPI Yaman, dan PPI Yordania.

 

dsc02598

Salah satu stand di acara seminar dan expo Beasiswa Timur Tengah dan Studi Islam di Gedung Auditorium UIN Sunan Ampel Surabaya

Ketika tim Festival Luar Negeri (FLN) PPI Dunia bertanya mengenai kesan yang dirasakan kepada salah satu narasumber, Muhammad Mubasysyir Munir, beliau mengatakan bahwa acara seminar seperti ini perlu diperbanyak. Karena hal ini merupakan salah satu wujud peduli PPI Dunia dalam pendidikan nasional.

Ketika ditanyakan hal yang paling berkesan dalam kegiatan ini, beliau menjawab:

"Kaget... karena masih banyak anak-anak yang bermimpi untuk bisa belajar lanjut ke luar negeri"

Pemuda yang pernah menjadi humas PPMI Riyadh periode 2013-2015 ini melanjutkan pernyataannya:

"Dalam kegiatan seminar ini, ada peserta yang menanyakan tentang kesibukan dunia kuliah di Arab Saudi. Saat itu saya menjawab bahwa kuliah di Arab saudi sama saja dengan di Indonesia, yang berbeda adalah lingkungan dan biaya kuliahnya yang jelas"

Tim FLN pun kembali bertanya, mengapa mahasiswa Indonesia lebih baik mencoba berkuliah di Arab Saudi?

Mubasysyir berkata, "Sebagai wahana untuk bertukar budaya, di sisi lain Indonesia memerlukan pakar dalam Islamic Science".

dsc_0568

Penyelenggara seminar dan expo Beasiswa Timur Tengah dan Studi Islam di Gedung Auditorium UIN Sunan Ampel Surabaya

 

Tim FLN PPI Dunia pun tak tertinggal untuk mewawancarai Radyum Ikono, atau akrab disapa sebagai Mas Ikono. Banyak hal yang menarik dari mas Ikono, salah satunya adalah tentang pilihan beliau untuk langsung kembali berkarir di Indonesia. Ketika tim FLN PPI Dunia menanyakan alasan pilihan untuk kembali ke Indonesia kepada Alumni PPI Jepang ini, beliau menjawab:

"Saya ingin melakukan kontribusi yang lebih berimpak langsung. Di luar negeri tentunya juga bisa, tapi biarlah saya ingin mencoba pilihan yang ini".

Lalu ketika ditanyakan mengapa tertarik dalam kegiatan seminar dan expo ini, beliau berkata:

"Saya tertarik untuk menjadi berbicara karena ingin berbagi dengan adik-adik. Kalau memang ada manfaatnya, alhamdulillah."

"Belajar yang giat dan networking seluas-luasnya," pesan mas Ikono untuk sahabat semuanya.

(dilla/NZ)

 

Tim Festival Luar Negeri PPI Dunia

#FLNNOVEMBER2015

Galeri Kegiatan:

Copyright © 2021 PPI Dunia
All rights reserved
Mayapada Tower 1, Lt.19, Jl. Jend. Sudirman, Kav. 28
Jakarta Selatan 12920