Categories
PPI Dunia PPI Negara Timur Tengah dan Afrika Travel & Kuliner Wawasan Dunia

Guideline Traveling in Pakistan: Lahore Historical Trip

Dalam rangka memeriahkan Simposium PPI Timur Tengah-Afrika pada tanggal 1-4 Maret 2018 di Islamabad, PPI Pakistan merilis booklet ‘Guideline Travel in Pakistan’ sebagai panduan saat mengunjungi negara yang menjadi tuan rumah event tersebut. Khusus di booklet ini lebih banyak dibahas mengenai One Day Lahore Historical Trip yang juga termasuk dalam agenda pada Simposium Timtengka 2018. Tempat bersejarah yang masuk di dalam buku panduan ini antara lain Jahangir Tomb, Shah Badsahi Masjid, dan Wagah Border.

 

Selengkapnya dapat diunduh di sini.

 

Profil Penulis:

Booklet: Asyraf adalah mahasiswa aktif di fakultas syariah dan hukum tingkat akhir, yang juga merupakan anggota PPI Pakistan. Di samping hobi traveling juga suka menulis diary perjalanannya di Pakistan. Asyraf dapat disapa di akun Instagramnya @asyraf_ainsi2.

Artikel: Jeanne Svensky Ligte adalah mahasiswa Erasmus program European Master in Logistics and Supply Chain Management di Technische Hochschule Wildau di Jerman. Merupakan anggota PPI Spanyol sekaligus koordinator travel contributor PPI Dunia.

Categories
Berita Festival Luar Negeri PPI Negara Timur Tengah dan Afrika

Mahasiswa Indonesia Sukses Selenggarakan Festival Budaya Se-Asia di Mesir

MESIR, 18 November 2017 – Kreasi anak bangsa dalam kancah internasional memang tidak ada habisnya. Kali ini mahasiswa Indonesia yang tergabung dalam Perhimpunan Pelajar Mahasiswa Indonesia (PPMI) Mesir menyelenggarakan perhelatan budaya akbar yang dinamakan Asian Culture Festival (ACF). Acara yang diselenggarakan pada Sabtu, 18 November 2017 di Gedung Sholah Kamil kota Kairo itu adalah hasil kerjasama organisasi mahasiswa dari 9 negara, yakni Indonesia, Malaysia, Singapura, Fhilipina, Pakistan, Afghanistan, Bangladesh dan Krygyztan.

Festival yang bertajuk Diversity in Spirit Unity itu dihadiri oleh pejabat Kedutaan besar dari beberapa negara, termasuk sejumlah petinggi Universitas Al Azhar. “Perbedaan adalah kekuatan bagi kita, sebagaimana dengan tema acara ini Diversity In Spirit Unity yang berarti keragaman adalah kekuatan bagi kita untuk bersatu. Kita Indonesia juga negara yang beragam, namun kita disatukan oleh keragaman tersebut, dibuktikan dengan semboyan kita Bhineka Tunggal Ika,” ujar Atase Pendidikan dan Kebudayaan KBRI Cairo Dr. Usman Syihab dalam acara pembukaan.

Acara yang berlangsung meriah dan dihadiri oleh mahasiswa internasional itu menampilkan berbagai kesenian dan budaya dari 9 negara di Asia. Penonton yang hadir tak jarang memberikan tepuk tangan atas penampilan unik dan menarik dari sejumlah negara. Mulai dari penampilan nasyid yang dibawakan oleh Malaysia, lalu tarian yang dibawakan oleh Afghanistan serta atraksi ekstrem Tapak Suci yang dipamerkan oleh mahasiswa Indonesia. Tidak ketinggalan beberapa delegasi pun memutarkan video sebagai perkenalan negara mereka.

 

Tak hanya itu, di luar gedung Sholah Kamil juga terdapat bazaar dan stand dari negara yang berpartisipasi. Para pengunjung memanfaatkan momen ini untuk berfoto dengan stand yang dipenuhi souvenir berbagai negara. Menariknya stand milik mahasiswa Krygyztan bersedia meminjamkan jubah dan topi khas negara mereka kepada para pengunjung agar bisa berfoto. Tak heran stand itu jadi rebutan banyak pengunjung.

Selain membawa pernak pernik khas negara, sebagian delegasi memanfaatkan momen ini untuk menjual berbagai souvenir dan makanan khas negara mereka seperti Indonesia, Malaysia, Singapura dan Afghanistan. Di antara makanan yang dijual, nasi Padang berhasil jadi makanan favorit bagi delegasi dan pengunjung. Terbukti, setelah 3 jam acara dimulai nasi Padang langsung ludes diserbu para pengunjung acara. Sementara stand mahasiswa Aghanistan menyediakan makanan khas negara mereka secara cuma-cuma, di antaranya makanan khas Afghanistan yang rasanya sama seperti bihun.

Selaku inisiator dan pelaksana acara Asian Culture Festival, PPMI Mesir dibanjiri pujian dari pejabat negara lain. Hal itu diakui oleh Pangeran Arsyad Ihsan Nulhaq selaku Presiden PPMI Mesir. “Insya Allah acara ini akan kita pertahankan setiap tahunnya, tidak hanya untuk mahasiswa Asia namun juga untuk Dunia,” tutur Pangeran,  mahasiswa asal Jakarta yang berdarah Minang.

Acara ditutup dengan penampilan Parodi Bisu dari Mahasiswa Bangladesh yang sukse smembuat penonton tertawa. Setelah itu para delegasi bersalam salaman dan mengadakan sesi foto bareng sebelum meninggalkan lokasi acara.

Festival yang baru pertama kali diselenggarakan itu diharapkan dapat memperkuat hubungan silaturahmi Antar Mahasiswa Al Azhar yang berasal dari benua Asia termasuk ajang untuk saling mengenal satu sama lain. Ajang ini juga menjadi sarana bagi mahasiswa Indonesia untuk berkenalan dengan saudara sesama muslim dari negara di benua Asia lain. Bukan tidak mungkin, di masa depan para mahasiswa ini akan menjadi pemimpin di negara masing-masing. Hubungan silaturrahmi yang mulai dipupuk dari sekarang akan membantu mereka untuk bekerja sama dalam berbagai bidang.**

 

Penulis : Tareq Albana

Islamic Theology, Universitas Al Azhar Kairo

PPMI Mesir

 

Editor: Kartika Restu Susilo

Categories
Berita Kajian Nuklir Komisi Energi PPI Dunia

Kunjungan PPI Dunia Ke Reaktor Nuklir Batan di Serpong Banten

Tim Kajian Nuklir PPI Dunia

Kami dari PPI Dunia membentuk tim khusus yang bertugas untuk mengkaji teknologi nuklir. Tim tersebut beranggotakan 32 orang yang terdiri dari pelajar dan alumni PPI Dunia dari berbagai latar belakang negara studi. Tim ini bertugas untuk menggali pemahaman yang utuh terkait bahaya dan potensi teknologi nuklir berdasarkan perkembangan iptek global terkini. Dalam rangka memperoleh pemahaman yang utuh seputar teknologi nuklir, tim kajian nuklir PPI Dunia menggali sedalam mungkin perkembangan dan pemanfaatan luas teknologi nuklir di berbagai negara lain tempat kami masing-masing menempuh studi. Hasil informasi yang kami peroleh kemudian kami kaji bersama dengan dibandingkan pada perkembangan dan pemanfaatan teknologi nuklir nasional.

Menurut kajian yang telah kami lakukan, berbagai kendala yang berkembang dalam perkembangan nuklir nasional banyak disebabkan karena kekurangakuratan informasi seputar nuklir yang beredar di masyarakat luas dibandingkan dengan perkembangan iptek pernukliran global terkini. Ketidaktahuan secara utuh terkait nuklir diduga menjadikan teknologi ini terhambat penerimaannya oleh masyarakat luas di tanah air.

Di sisi lain, harapan atas potensi pemanfaatan nuklir oleh para pelajar Indonesia di luar negeri cukuplah besar. Berdasarkan survey kami atas 566 pelajar Indonesia yang tersebar di 48 negara, diketahui bahwa hanya 4,5% dari responden kami yang menyatakan sama sekali tidak berminat terhadap potensi aplikasi nuklir di bidang apapun. Sementara 28.5% responden menyatakan tertarik pada teknologi nuklir di bidang energi dan 67% responden menyatakan tertarik pada pemanfaatan teknologi nuklir di bidang-bidang non-energi. Seperti pada bidang medis (radio farmaka, radio terapi), bidang lingkungan, bidang industri, bidang pertanian, infrastruktur dan bidang industry manufaktur. Dari survey tersebut juga diketahui bahwa mayoritas responden (66%) beranggapan bahwa energi nuklir paling efisien dibanding energi alternatif lain yang tersedia. Lebih jauh, 57% dari responden kami menyatakan setuju bahwa Indonesia perlu mempertimbangkan penggunaan teknologi nuklir dalam pemenuhan kebutuhan energi nasional (pembangkit listrik tenaga nuklir).

Dialog dan Kunjungan Tim Kajian Nuklir PPI Dunia Ke Instalasi Nuklir Nasional

Demi untuk memperoleh gambaran yang menyeluruh atas perkembangan teknologi nuklir nasional, pada hari rabu, 23 Agustus 2017 dari jam 09.00 hingga pukul 12.30 perwakilan tim kajian nuklir PPI Dunia beserta rombongan mengadakan kegiatan kunjungan kerja ke reaktor nuklir Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) yang berlokasi di Serpong, Banten. Peserta dikhususkan bagi para pelajar yang tengah menempuh studi di luar negeri maupun baru saja lulus. Selain itu dibuka juga beberapa kuota undangan terbatas untuk pelajar di dalam negeri melalui jalur rekomendasi dan pihak pers mitra PPI Dunia untuk keperluan peliputan kegiatan ini. Dalam kegiatan ini hadir rekan-rekan kami para mahasiswa maupun alumni dari Belanda, Rusia, China, Iran, Italia, Romania, LIPI, pihak pers, komunitas muda nuklir nasional dan rekan-rekan dari Universitas Pertahanan. Total jumlah peserta sebanyak 25 orang dipimpin oleh Dwi Rahayu dari PEMIRA Rusia yang pada kesempatan ini sekaligus berperan sebagai ketua tim kajian nuklir PPI Dunia.

Acara ini terdiri dari dialog interaktif dengan ahli nuklir BATAN, penjabaran mengenai hasil produk penelitaian nuklir dari BATAN yang sudah ada, kunjungan langsung ke reaktor  (laboratorium) nuklir serpong serta diskusi tentang pemanfaatan teknologi nuklir yang sudah dilakukan di negara lain dan yang tengah dilakukan di Indonesia.

Kunjungan kami disambut oleh Adipurwa sebagai Kepala Subbid Edukasi Publik BATAN serta tim petugas layanan informasi BATAN. Pada pertemuan tersebut disajikan sejarah perkembangan nuklir nasional. Adipurwa menjelaskan bahwa titik awal perkembangan ketenaganukliran nasional telah ada semenjak era presiden pertama Indonesia, presiden Soekarno di tahun 1954. Pada tahun tersebut presiden Soekarno membentuk Panitia Negara yang bertugas melakukan penyelidikan adanya kemungkinan sisa zat radioaktif di wilayah NKRI akibat uji coba persenjataan. Panitia Negara inilah yang kemudian menjadi cikal bakal BATAN. Perkembangan teknologi nuklir nasional terus mengalami pasang surut seiring dinamika politik yang ada. Pada kesempatan tersebut turut dijelaskan juga standar keamanan berlapis yang diterapkan di seluruh fasilitas nuklir nasional. Demi menjamin tingkat keamanannya, sistem keamanan ini distandardisasi menurut standar internasional yang rutin diinspeksi berkala oleh Badan Atom Internasional (IAEA).

Melalui kunjungan ini kami mengetahui bahwa teknologi nuklir memiliki potensi besar dalam pemenuhan kebutuhan energi nasional maupun secara strategis mendukung program-program pembangunan nasional sektor non-energi. Sebagai informasi Reaktor G.A. Siwabessy di serpong memiliki kapasitas maksimal sebesar 30 megawatt yang difungsikan sebagai reaktor riset untuk berbagai keperluan penelitian. Sampai dengan saat ini, BATAN telah mampu menghasilkan beberapa produk terkait teknologi nuklir bernilai ekonomi tinggi yang aman dan dapat dimanfaatkan oleh masyarakat luas. Turut dipaparkan juga bagaimana teknologi tersebut sudah dimanfaatkan secara luas oleh negara-negara lain seperti di Vietnam, Jepang, Pakistan, India dan Amerika dalam mendukung sektor pertanian, industri pangan dan industri kesehatan mereka.

Pemanfaatan Teknologi Nuklir Nasional Kini dan Potensi Masa Depannya

Saat ini BATAN mengelola tiga buah reaktor nuklir riset di Indonesia. Yaitu instalasi reaktor nuklir Kartini di Jogjakarta, Instalasi reaktor nuklir Triga di Bandung dan Instalasi reaktor nuklir G.A. Siwabessy di Serpong. Sebagai catatan, reaktor G.A. Siwabessy ini sendiri merupakan salah satu reaktor  nuklir riset terbesar yang ada di Asia.

Turut diuraikan juga oleh pihak BATAN potensi pemanfaatan nuklir di masa depan dari fasilitas-fasilitas nuklir yang telah dimiliki BATAN saat ini. Untuk dapat menyebarluaskan manfaat teknologi nuklir nasional yang sudah berkembang ini, maka didirikanlah PT. INUKI. PT INUKI adalah BUMN mitra usaha BATAN yang memproduksi teknologi nuklir secara komersial untuk dapat dimanfaatkan masyarakat luas.

Beberapa teknologi nuklir yang sudah terbukti dapat dimanfaatkan masyarakat Indonesia dalam bidang berikut:

  1. Riset dan studi tapak sumber energi terbarukan;
  2. Pemuliaan benih unggul tanaman pertanian;
  3. Pembuatan isotop untuk produk obat-obatan;
  4. Irradiasi gamma untuk pengawetan bahan makanan;
  5. Irradiasi untuk mendukung pembangunan infrastruktur, dll.

Menganalisa potensi besar yang dimiliki teknologi nuklir nasional, pemanfaatan luas teknologi ini di tanah air kami nilai belum cukup maksimal. Kepemimpinan nasional yang kuat dan penyebaran informasi yang utuh seputar teknologi ini ke masyarakat luas dapat menjadi solusi dari situasi ini. Program edukasi nuklir yang transparan dan mudah dipahami oleh generasi muda bangsa dapat menjadi solusi agar pemanfaatan potensi teknologi nuklir yang sudah ada tidak ditakuti secara berlebihan ataupun disalahpahami oleh masyarakat luas.

Dengan perkembangan teknologi global terbaru dan kemampuan para ilmuwan BATAN yang ada sekarang, keamanan dan potensi instalasi nuklir nasional yang ada sudah semakin baik. Perkembangan teknologi global kini juga turut menjadikan teknologi nuklir memiliki manfaat yang semakin beragam dan strategis untuk kemajuan suatu bangsa. Atas pertimbangan itu kami Tim Kajian Nuklir PPI Dunia menilai Indonesia sudah bisa mulai melirik serta mengambil manfaat nyata dari teknologi nuklir yang ada dalam konteks sektor energi maupun bidang non-energi untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakatnya.

Ke depan, kami dari pihak tim kajian nuklir PPI Dunia akan terus mendalami perkembangan potensi teknologi nuklir nasional dan global terkini serta pemanfaatannya untuk kesejahteraan luas masyarakat bangsa Indonesia. Kami tim kajian nuklir PPI Dunia mendukung agar potensi nuklir nasional di berbagai bidang dapat terus digali dan secara terukur dapat disebarluaskan pemanfaatannya sebagai bagian dari pembangunan kualitas hidup masyarakat Indonesia.

Jakarta, 30 Agustus 2017

Tim Kajian Nuklir PPI Dunia

Press release lengkap bisa diunduh dalam link berikut

Categories
Berita PPI Dunia

Hasil Rekomendasi Simposium Internasional ke-9 PPI Dunia

Simposium Internasional Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) Dunia tahun ini dihelat di University of Warwick, United Kingdom. Simposium tahunan PPI Dunia tersebut berlangsung dari tanggal 24 Juli hingga 26 Juli 2017. Simposium kali ini mengusung sebuah tema “Accelerating Indonesia’s National Potential Towards 2030”.

 

Pembukaan

Perhelatan ini dibuka dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan sambutan dari Prof. Christine Ennew, Alanda Kariza sebagai Ketua PPI UK, dan Intan Irani sebagai Koordinator PPI Dunia 2016/2017. Acara kemudian dilanjutkan dengan Keynote Speech oleh Richard Graham MP (UK Trade Envoy to Indonesia and Chairman of Indonesia All Party Parliamentary Group) yang dapat dibaca lebih lanjut di sini. Setelah pembukaan dan kata sambutan, acara dilanjutkan dengan diskusi panel.

 

Diskusi Panel

Pada hari pertama terdapat tiga sesi panel diskusi yang diawali oleh panel diskusi utama  dengan tema “How can Indonesia’s budding creative industry & entrepreneurship solidify Indonesia’s creative economy?” Panel diskusi ini dibawakan oleh Prof. Dr. T.A Fauzi Soleiman, Didiet Maulana, dan Dian Pelangi.

Kemudian dilanjutkan dengan 3 panel diskusi secara paralel, yaitu mengenai:

  1. Entrepreneurship oleh Handry Satriago, Kusumo Martanto, dan Nancy Margried
  2. Development oleh Tri Rismaharini, Hiramsyah S. Thaib, dan Budiman Sudjatmiko
  3. Literature & Publishing oleh Andrea Hirata, Khairani Barokka, dan Dewi Laila

Terakhir adalah 4 panel diskusi secara paralel yang membahas mengenai:

  1. Fashion oleh Dian Pelangi, Ria Miranda, dan Elidawati
  2. Government & Politics oleh Yanuar Nugroho, Adam Tyson, dan Arief Zulkifli
  3. Education oleh Eka Simanjuntak, George Saa, Najelaa Shihab, dan Analisa Widyaningrum
  4. Financial Services oleh Endy Dwi Tjahjono, Destry Damayanti, dan Professor Mohammed Abdel-Haq

Seminar Indonesian Scholar International Convention (ISIC)

Seluruh peserta menghadiri seminar yang dibawakan oleh public figure serta pemerintah Indonesia. Sudirman Said  yang merupakan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral menyampaikan topik “Indonesia’s Demographic Boost in 2030.” Kemudian acara dilanjutkan dengan panel diskusi utama dengan topik “How to best prepare Indonesia’s Young Generation for 2030 Demographic Boost?” yang dibawakan oleh Handry Satriago (CEO daari GE Indonesia), Dr. TGH. Muhammad Zainul Majdi, M.A (Gubernur Nusa Tenggara Barat), Dr. David Johnson (Reader in Comparative and International Education University of Oxford).

Rapat Tahunan PPI Dunia

Sebagai permusyawaratan tertinggi PPI Dunia, Simposium Internasional ini tidak hanya menjadi wadah berkumpulnya anggota delegasi dari berbagai PPI Negara untuk bersilaturahmi dan menghadiri diskusi-diskusi panel. Tetapi juga merupakan tempat untuk mahasiswa-mahasiswi Indonesia tersebut bertukar pikiran dan mengkontribusikan pengetahuan mereka untuk menghasilkan butir-butir rekomendasi Simposium Internasional PPI Dunia.

Sidang internal yang merupakan agenda utama Simposium Internasional PPI Dunia berlangsung pada tanggal 25 hingga 26 Juli 2017. Sidang yang dilaksanakan pada pukul 09.30 – 00.00 ini dihadiri oleh 27 PPI Negara. Sidang ini dibagi menjadi 8 pleno dan dipimpin oleh 3 orang pimpinan sidang, yaitu Nazlatan Ukhra Kasuba (PPI Malaysia), Muhammad Iksan Kiat (PERMIRA Rusia), dan Bahesty Zahra (PPI Iran).

Dalam sidang tersebut, telah dilakukan pengesahan amandemen AD/ART PPI Dunia yang selama ini dirancang oleh Tim Ad Hoc AD/ART PPI Dunia. Laporan Pertanggungjawaban Dewan Presidium PPI Dunia 2016/2017 juga diterima oleh para delegasi PPI Negara tanpa syarat. Setelah itu, sidang dilanjutkan dengan pembahasan rekomendasi program kerja untuk kepengurusan PPI Dunia periode selanjutnya. Para anggota delegasi PPI Negara dibagi menjadi 4 komisi dan melakukan diskusi per kelompok. Komisi-komisi tersebut adalah:

  1. Komisi Pendidikan, dipimpin oleh Pandu Utama Manggala (PPI Jepang);
  2. Komisi Sosial dan budaya, dipimpin oleh Muhammad Dhafi Iskandar (PPI Perancis);
  3. Komisi Ekonomi, dipimpin oleh Dianna Priscyla Kusuma Dewi (PPI Swiss); dan
  4. Komisi Teknologi Digital, dipimpin oleh Masduki Khamdan Muchamad (PPI Malaysia).

Setelah selesai dengan diskusi komisi, sidang pada tanggal 25 Juli 2017 tersebut ditutup. Sidang kemudian dilanjutkan pada hari selanjutnya yang membahas tentang pemilihan Dewan Presidium PPI Dunia untuk periode selanjutnya, 2017/2018. Setelah diskusi yang intens, akhirnya terpilih susunan Dewan Presidium 2017/2018 sebagai berikut:

  • Koordinator PPI Dunia 2017/2018: Pandu Utama Manggala (PPI Jepang)
  • Koordinator kawasan Amerika Eropa 2017/2018: Muhammad Iksan Kiat (PERMIRA)
  • Sekretaris kawasan Amerika Eropa 2017/2018 : Muhammad Syukron (PPI Polandia)
  • Koordinator kawasan Asia-Oceania 2017/2018 : Zulfadli (PPI Malaysia)
  • Sekretaris kawasan Asia-Oceania 2017/2018 : Ester Liana (PPI Tiongkok)
  • Koordinator kawasan Timur Tengah dan Afrika 2017/2018 : Ikhwan Ramputi (PPI Mesir)
  • Sekretaris kawasan Timur Tengah dan Afrika 2017/2018 : Bahesty Zahra (PPI Iran)

 

Dan Tuan Rumah Penyelenggara Simposium PPI Dunia Periode 2017/2018 sebagai berikut:

  • Simposium Internasional PPI Dunia 2018: PERMIRA Rusia
  • Simposium kawasan Amerika-Eropa 2018: PPI Jerman
  • Simposium kawasan Asia-Oceania 2018: PERMITHA Thailand
  • Simposium kawasan Timur Tengah-Afrika 2018: PPI Pakistan

Terakhir, sidang diakhiri dengan pengesahan hasil diskusi komisi yang dilakukan pada hari sebelumnya. PPI Dunia melahirkan gagasan untuk Indonesia.

Diskusi per komisi tersebut menghasilkan Rekomendasi Simposium Internasional PPI Dunia sebagai berikut:

 

KOMISI PENDIDIKAN

  1. Memfokuskan pada kajian isu perbaikan kualitas dan profesionalisme guru serta manajemen tata kelola pendidikan.
  2. Program konkret yang dapat dilakukan Antara lain adalah dengan mengadakan kegiatan studi banding dan pelatihan guru serta kepala sekolah dari daerah di Indonesia ke luar negeri. Mitra utama yang dapat dirangkul untuk program ini antara lain adalah Cerdas Digital, Ruang Guru dan dapat menggunakan platform Pesta Pendidikan.

 

KOMISI SOSIAL BUDAYA

  1. Mendukung program pengembangan destinasi wisata dari Kementrian Pariwisata RI, dan bekerjasama dengan sebaik-baiknya untuk memperkenalkan destinasi pariwisata di daerah-daerah Indonesia.
  2. Bekerja sama dengan Kementerian Pariwisata RI dalam penyediaan konten, jaringan promosi, serta hal-hal lainnya untuk meningkatkan kualitas acara-acara budaya yang akan dilaksanakan oleh masing-masing PPI Kota, Negara dan/atau kawasan.
  3. Bersinergi dengan komunitas lokal untuk mengadakan kegiatan budaya yang menonjolkan karakteristik dan kearifan budaya setempat. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk menjangkau komunitas lokal tersebut adalah dengan menyebarkan angket dan sayembara. PPI Dunia berkomitmen untuk menjadi mentor bagi para komunitas lokal ini mengembangkan keterampilannya.
  4. Membuat kajian advokasi isu kemanusiaan baik di tanah air maupun isu HAM di luar negeri seperti Palestina dan negara lain yang dianggap perlu, dengan merangkul berbagai kalangan dan pakar.

 

KOMISI EKONOMI

  1. Rencana aksi yang bersifat internal
    • PPI Dunia menjadi Duta pariwisata Indonesia di masing masing Negara.
    • PPI Dunia menjadi Duta ekonomi kreatif di masing masing Negara
    • PPI Dunia berusaha membangun kerjasama multidisiplin untuk mengembangkan perekonomian kreatif Indonesia
  1. Rencana aksi yang bersifat eksternal
    • Pengembangan ekonomi pariwisata di Indonesia
    • Pengembangan ekonomi syariah di Indonesia
    • Kajian terkait pembangkit listrik dan pengembangan energi terbarukan
    • Kajian terkait diversifikasi industri agar Indonesia tidak terlalu tergantung kepada ekspor sumber daya alam
    • Peningkatan kapasitas SDM Indonesia sebagai salah satu upaya optimalisasi penggunaan minyak, gas dan hasil tambang nasional

 

KOMISI TEKNOLOGI DAN DIGITAL

  1. Mengkaji kebijakan pemerintah dan komparasi studi dengan negara lain yang lebih unggul dalam pengguaan fintech, kajian ini akan dikaji dalam beberapa sub topik:
    • Regulasi E-Commerce: Kajian regulasi e-commerce sehingga dapat membangun lingkungan yang kondusif bagi para pemuda penggiat start up.
    • Security: Kajian mengenai cyber security sangat penting, terutama bagaimana cara meningkatkan kesadaran diri akan pentingnya privacy dan information security
    • Digital Currency: Penggunaan mata uang digital (bitcoin) akan semakin masif, sehingga dibutuhkan kajian untuk dapat membangun lingkungan yang sesuai dengan karakteristiknya sekaligus mencegah penyalahgunaannya.

 

Categories
Asia dan Oseania

Yang Pertama: Wisuda oleh Mahasiswa Indonesia Lulusan IIUI (International Islamic University Islamabad)

Wisuda merupakan hal yang lumrah dirayakan di Indonesia bagi seluruh mahasiswa S1 yang telah menyelesaikan skripsinya, mahasiswa S2 yang telah menyelesaikan tesisnya, dan mahasiswa S3 yang telah menyelesaikan disertasinya. Namun, di International Islamic University Islamabad (IIUI), acara wisuda hanya diadakan setiap lima  tahun sekali. Hal ini tentu saja sangat disayangkan bagi mahasiswa asing yang berkuliah di IIUI dan tidak bisa menghadiri pagelaran wisuda. Tidak ada penyerahan plakat, medali, atau foto bersama para pembesar universitas yang menjadi salah satu bukti jerih payah usaha menuntut ilmu selama di universitas. Hanya selembar ijasah lah yang bisa membuktikan jika kita benar-benar telah menyelesaikan study kita.

Kelulusan Mahasiswa IIUI, Pakistan

Maka dari itu, banyak asosiasi pelajar asing yang mengadakan acara wisuda sendiri dengan menghadirkan beberapa pembesar kampus, guru-guru, serta mengundang beberapa mahasiswaa lainnya. Seperti halnya asosiasi pelajar Cina dan Thailand yang mengadakan acara wisuda bagi pelajar mereka yang telah menyelesaikan studynya di IIUI sebelum ujian akhir menjelang. Karena tahun ini banyak mahasiswa Indonesia yang juga telah menyelesaikan studynya di jenjang S1 maupun S2, para para calon wisudawan berinisiatif untung menggelar acara wisuda. Ini merupakan hal yang baru dan belum pernah dilakukan sepanjang sejarah mahasiswa Indonesia di Pakistan.

Sebagai seorang pioneer tentu banyak hal yang harus dipersiapkan. Dana, tempat, regulasi acara, dekorasi, undangan, dan berbagai macam hal lainnya termasuk medali dan plakat serta perlengkapan busana para wisudawan. Perkumpulan dilakukan berkali-kali di sela-sela padatnya acara mahasiswa Indonesia. Dari konsep acara yang sebelumnya kurang matang, pengajuan proposal ke KBRI, hingga akhirnya perkumpulan final panitia acara wisuda.

Penyerahan plakat kelulusan

 

Kemarin, hari Jum’at tanggal 7 Juli 2017 seluruh panitia dan para calon wisudawan berkumpul untuk terakhir kalinya untuk acara gladi bersih serta merapikan seluruh atribut dekorasi. Sejak pukul dua siang seluruh panitia dan calon wisudawan berkumpul bahu membahu melengkapi seluruh keperluan yang ada. Tanpa terasa matahari telah tenggelam dan malam menjemput. Seluruh panitia dan calon wisudawan mengakhiri seluruh pekerjaan dengan harapan di dalam hati acara esok akan sukses besar.

Lalu bagaimanakah acara wisuda hari ini? Acara yang baru pertama kali diadakan mahasiswa Indonesia di Islamabad bisa dibilang sukses besar. Alhamdulillah. Acara diawali dengan tabuhan marawis dari teman-teman PCI-NU Pakistan. Setelah itu para wisudawan masuk dengan sangat apik diringi dengan instrumen yang diperdengarkan di seluruh aula. Pembawaan MC yang sangat profesional menambah nilai plus acara. Saat wisudawan dipanggil satu per satu ke atas panggung, menerima medali, sertifikat, serta plakat, seluruh hadirin tenggelam dalam rasa haru. Mewanti-wanti diri mereka bahwa kelak merekalah yang akan berada di atas panggung. Tersenyum dengan bangga atas jerih payah selama ini.

Acara besar ini dihadiri oleh wakil president kampus IIUI, Prof. Dr. Bashir Khan dan jajaran KBRI seperti bagian sosial budaya,  Bapak Budiarto Kurniawan beserta istri; Istri Duta Besar dan ketua DWP, Ibu Rita Amrie; Atase pertahanan, Bapak Kolonel Putut Witjaksono Hadi beserta istri; asisten Atase Pertahanan Bapak Mayor Deden Ganjar Maulana beserta istri; bagian Politik, bapak Acik Munasik istri; serta beberapa diplomat lainnya. Acara ini juga dihadiri oleh mahasiswa Indonesia serta beberapa mahasiswa baik mahasiswa asing maupun lokal yang turut memeriahkan jalannya acara.

Suksesnya acara juga dilengkapi dengan dekorasi yang terbilang luar biasa. Paper floral yang sedang hit sebagai dekorasi di Indonesia maupun di negara barat lainnya berhasil diaplikasin oleh tim dekorasi. Tidak hanya itu, tim dekorasi juga menyediakan photobooth yang apik dari coretan-coretan kapur di atas papan dan tentunya tidak lupa dilengkapi dengan clip art lucu yang sesuai dengan tema wisuda. Dan yang terakhir tentu saja banner resmi yang telah disediakan oleh tim desaign  untuk sesi foto resmi.

Prosesi wisuda mahasiswa Indonesia di IIUI

Memang kami berada sangat jauh dari kampung halaman kami. Kami tidak pernah mengharapkan kehadiran orang tua kami di acara berhaga yang mungkin menjadi yang terakhir bagi kami di negeri Ali Jinnah ini. Namun kami sangat bersyukur kami memiliki sahabat-sahabat yang siap siaga bahu membahu membantu mewujudkan keinginan kami. Sahabat yang melengkapi dalam suka duka dan menemani kami melangkah di jalan yang tidak bisa dibilang mulus ini. Tidak lengkap rasanya acara wisuda tanpa kehadiran mereka yang tersayang, namun kami cukup puas dengan kehadiran kalian yang selalu ada di sini.

Ini adalah acara yang pertama kali, dan semoga kelak bisa menjadi panutan untuk dikemudian hari meski tidak bisa dipungkiri ada cacat di sana-sini. Hari ini, Sabtu 8 Juli 2017, kamilah yang berdiri di sini dengan senyum merekah menyonsong masa depan. Percayalah, berapa tahun pun yang akan kalian habiskan, kelak kalian yang akan berdiri di sini, merasakan betapa hebatnya hari ini.

Terima kasih atas segalanya, teman-teman kami, negara Pakistan, serta IIUI tempat kami menuntut ilmu. Do’akan kami semoga ilmu yang kami dapat bisa bermanfaat bagi nusa, bangsa, dan agama yang kelak dapat menciptakan bibit-bibit unggul penerus bangsa. (Red: DPP Pakistan/ Ed: Amir)

Categories
Asia dan Oseania Berita

Pameran Budaya Indonesia di Harbin University of Science and Technology (HUST), China

(20/17) Harbin, China –  Beberapa waktu yang lalu PPI Tiongkok (Harbin) turut serta pada acara Festival Budaya International yang diikuti oleh berbagai negara di dunia. Acara yang dihadiri oleh ratusan mahasiswa lokal dan internasional tersebut dijadikan ajang untuk mempromosikan Seni dan Pariwisata Indonesia di China.

Acara diadakan untuk memperkenalkan budaya dan tradisi suatu negara yang dibawakan oleh setiap pelajar internasional. Acara ini diikuti oleh berbagai pelajar mancanegara seperti Rusia, Korea, Vietnam, Pakistan, Afghanistan, Ukraina, Thailand, Vietnam dan juga Indonesia yang berada di Harbin.

Acara dilaksanakan di HUST bagian selatan dan dimulai pada pukul 13.00 waktu setempat, pengenalan budaya ini dimulai dengan membawakan sebuah presentasi berisi budaya daerah dari negara tersebut, seperti baju tradisional, makanan daerah, dan juga kebiasaan negara mereka. Kemudian dilanjutkan dengan penampilan pentas seni dari tiap negara.

Dari pelajar Indonesia, presentasi publik Indonesia dibawakan oleh Natalinda Nainggolan.  Presentasi ini berisi lokasi geografis Indonesia, dan juga ragam budaya yang dimiliki Indonesia, keragaman satwa liar, pariwisata, dan hubungan bilateral antara Indonesia dan Tiongkok. Banyak audiens yang terpukau melihat kekayaan seni, budaya dan alam Indonesia, banyak diantara mereka sangat tertarik untuk berkunjung ke Indonesia di masa yang akan datang.

Pada pentas budaya antar negara, pelajar Indonesia membawakan lagu daerah, seperti Manuk Dadali, Ampar-Ampar Pisang, dan Yamko Rambe Yamko. Pentas ini dibawakan oleh Clara Tabitha, Jeremia William Chandra, dan Albert Witopo. Ratusan peserta yang hadir di Hall Acara memberikan sambutan yang meriah pada saat lagu ini dinyanyikan.

Acara ini membuat kita saling mengenal budaya negara luar yang dibawakan dengan cara menarik, sehingga kita menjadi lebih tertarik untuk mengetahui budaya negara lain, tidak hanya budaya Tiongkok dan Indonesia.

Acara yang mengusung konsep “Wonderful Indonesia Campaign” ini telah berhasil mendekatkan Indonesia di kalangan mahasiswa China dan Internasional ujar Putra Wanda selaku Koordinator Acara bagi Indonesia.

(Red, hengky / Ed pw)

Galeri Foto:

Categories
Berita PPI Negara Timur Tengah dan Afrika

Buka Puasa Bersama Pelajar Indonesia di Pakistan dan Thailand Student Association

Liputan Islamabad – Berasal dari rumpun yang sama, membuat tali persaudaraan antar pelajar Indonesia dan pelajar Thailand di Pakistan menjadi sangat erat. Jalinanan persaudaraan ini sudah ada jauh ketika pelajar Indonesia dan Thailand pertama kali menginjakkan kaki di Pakistan. Ketika jumlah pelajar Indonesia di Pakistan mengalami krisis, pelajar Thailand lah yang membantu administrasi mahasiswi baru dari Indonesia. Begitu juga sebaliknya. Ketika pelajar Thailand masih sedikit, pelajar Indonesia banyak membantu mereka dalam masalah administrasi dan penyesuaian diri di negeri Ali Jinnah ini.

Jalinan persaudaraan ini terus dijaga salah satunya dengan membuat program-program kerjasama antar dua perkumpulan pelajar ini. Misalnya, antar mahasiswa Indonesia dan Thailand kerap kali diadakan pertandingan persahabatan di bidang futsal maupun sepak bola. Sedangakan di female campus, mahasiswi Indonesia dan Thailand memiliki program diskusi mingguan dan beberapa program-program isidentil lainnya.

Di bulan suci ini, Persatuan Pelajar dan Mahasiswa Indonesia tidak menyianyiakan kesempatan untuk mempererat jalinan silahrturahmi dengan Thailand Student Association, yaitu dengan mengadakan acara Buka Puasa Bersama. Acara diadakan hari Selasa, tanggal 20 Juni 2017 yang bertepatan dengan tanggal 25 Ramadhan 1438 H. Acara diadakan di rumah salah satu home staff  KBRI Islamabad yang berada di sektor F10/3.

Sekitar pukul enam petang seluruh mahasiswa dan mahasiswi bergegas menuju lokasi yang telah disepakati. Meski awan petang dan hujan mungkin akan segara turun, namun semangat untuk menghadiri buka bersama tidaklah pupus. Setengah jam sebelum adzan maghrib berkumandang, yaitu pukul 19.21 PKT, seluruh mahasiswa telah duduk rapi di tempat. Berbagai macam gorengan seperti bakwan dan martabak telur dilengkapi dengan sambalnya, berbagai macam minuman mulai dari es campur, teh hangat, minuman bersoda, maupun air putih sebagai hidangan tajil tersedia di depan mata kami. Menggoda iman di detik-detik terakhir menjelang maghrib.

Adzan maghrib berkumandang, diiringi dengan doa berbuka puasa, seluruh mahasiswa sigap mengambil takjil yang sedari tadi telah diincar. Dalam hitungan menit, takjil yang beraneka ragam ludes tak bersisa. Setelah berbuka, seluruh mahasiswa berbondong-bondong mengambil wudhu untuk kemudian menunaikan shalat berjama’ah. Usai shalat, mahasiswa mulai memakan makanan inti berupa nasi kotak. Ayam goreng besarta sambal, lalapan, sayur, dan tak lupa kerupuk  yang merupakan isi dari nasi kotak, menambah selera makan mahasiswa yang telah berjuang berpuasa selama kurang lebih 16 jam di tengah cuaca terik 41 derajat.

Di akhir acara, tak lupa kami mengabadikan momen ini. Mahasiswi berbondon-bondong menaiki tangga menuju balkon lantai dua tempat banner acara di pasang. Para mahasiswa berbaris rapi di depan gerbang rumah. Dari bawah, fotgrafer memotret momen tersebut. Untuk kelak dikenang hingga generasi selanjutnya.

Inilah sebuah momen yang sederhana namun penuh arti. Siapa yang menyangka jika dari hubungan kecil yang kita jalin ini, akan menghasilkan sebuah kerja sama yang lebih besar lagi?

“Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu, dari seorang laki-laki dan seorang perempuan, dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku, supaya kamu saling kenal-mengenal. (QS.49:13)

Categories
Travel & Kuliner Wawasan Dunia

Ramadan Istimewa di Masjid Indonesia Tokyo yang Baru Dibuka

Tokyo – Alhamdulillah, bagi warga muslim Indonesia di Tokyo dan sekitarnya, Ramadan kali ini menjadi semakin hangat dan istimewa. Hal itu dikarenakan keberadaan hasil perjuangan 18 tahun pembangunan Masjid Indonesia pertama di Tokyo berbuah manis.

Tepatnya 26 Mei 2017, Jumat sore hari jelang memasuki Ramadan, masjid Indonesia Tokyo diresmikan oleh Duta Besar Indonesia untuk Jepang Bapak Arifin Tasrif. Akhirnya, kami di sini dapat melaksanakan ibadah salat fardhu dan iktikaf di Masjid Indonesia Tokyo. Suasana haru pun dirasakan saat itu, tak luput dari kami hingga ada yang berurai air mata hingga pekikan takbir berucap syukur.

Dengan adanya Masjid Indonesia, kehangatan diantara warga muslim Indonesia kian terasa. Ada tempat berkumpul dalam beribadah, ada wadah untuk menyapa sesama muslim Indonesia yang berjumlah sekitar 5.000 orang di Tokyo dan sekitarnya. Tak hanya itu, fungsi Masjid Indonesia ini pun dirasakan oleh muslim lainnya seperti dari Bangladesh, Pakistan, Turki, Malaysia dan warga muslim Jepang itu sendiri.

Buka puasa bersama di Masjid Indonesia Tokyo (Arif Aditiya)

Ramadan di Jepang tentu berbeda dengan Indonesia. Subuhnya berkisar pukul 02.39 dan waktu Magribnya mendekati pukul 19.00 malam. Sekitar 17 jam lamanya warga muslim di Jepang melaksanakan puasa di musim panas kali ini.

Keluarga Masyarakat Islam Indonesia (KMII) Jepang yang merupakan wadah berupa organisasi dakwah Islam di Jepang yang dimotori oleh masyarakat Islam Indonesia yang tinggal di Tokyo dan sekitarnya menyelenggarakan rangkaian kegiatan untuk mengisi Ramadan 1438 H. Kegiatan itu seperti buka puasa bersama, salat dan kajian Tarawih, workshop tematik,

Tabligh Akbar tiap Ahad, iktikaf, Pesantren Kilat, Ramadhan Ceria for Kids, A Day : Islamic Culture Festival for Japanese, hingga rangkaian Salat Idul Fitri dan gelaran Open House oleh KBRI Tokyo.

Tak lupa, Panitia Ramadan juga menerima zakat fitrah dan mal dan menyalurkannya kepada yang berhak menerimanya. Kegiatan Tabligh Akbar setiap Ahad, menjadi istimewa yang dinanti setiap pekannya. Di tengah rutinitas harian, kegiatan ini laksana oase di padang pasir.

Tabligh Akbar yang diadakan KMII di Tokyo selama Ramadan di Masjid Indonesia Tokyo yang baru dibuka pada Mei 2017 lalu (Arif Aditiya)

Selain tema beragam yang menarik, momen yang ditunggu yakni pada saat berbuka bersama teman, kerabat atau keluarga menjadi sangat spesial, apalagi menu takjil dan hidangan serba spesial ala Indonesia tersaji apik oleh ibu-ibu Kemuslimahan KMII Jepang. Jumlah yang hadir bisa mencapai 500 orang. Mereka datang dari Tokyo dan luar Tokyo, bahkan ada yang bermalam sebelumnya untuk menghadiri acara ini. Indahnya kebersamaan ini sangat dirasakan.

Kegiatan Ramadan merupakan kegiatan tahunan KMII Jepang yang didukung oleh seluruh komunitas warga muslim Indonesia di Jepang baik para pekerja, pelajar, pekerja magang, dan perawat. Hal ini dapat terlihat dari narasumber yang tidak hanya mengisi di Tokyo, namun juga mengisi ke berbagai daerah di sekitar Tokyo dan luar Tokyo seperti Chiba, Gunma, dan bahkan Fukuoka.

Ramadhan 1438 Hijriyah mempunyai tema “Meniti Surga bersama Keluarga” menghadirkan 4 (empat) narasumber dari Indonesia yaitu ustaz Adi Hidayat, ustaz Maman Surahman, ustaz Hepi Andi Bastoni, dan ustaz Irfan Syauqi. Selain mengisi kajian harian dan Tabligh Akbar, para ustaz juga mengisi workshop tematik dengan tema yang berkaitan dengan keluarga seperti workshop pranikah, cara Nabi mendidik anak dalam keluarga hingga bagaimana mengelola keuangan keluarga.

Ustaz Adi Hidayat mengisi Tabligh Akbar di Masjid Indonesia Tokyo (Arif Aditiya)

Pada pekan pertama lalu, narasumber kami ustaz Adi Hidayat -yang juga pada Ramadan kali ini sebagai narasumber di kolom #TanyaUstazAdi detikRamadan- sempat berkunjung ke beberapa Islamic Center di Tokyo seperti Islamic Arabic Institute, Yuai Islamic International School, serta bertemu dengan anggota Dewan Syariah Islam Tokyo. Hal ini menegaskan bahwa KMII Jepang terus menjembatani dakwah Islam di negeri Sakura kepada seluruh muslim tidak hanya bagi muslim

Indonesia.

Pada Ahad 4 Juni lalu, Wakil Presiden Jusuf Kalla di tengah kunjungan kerjanya di Tokyo menyempatkan untuk dapat salat Tarawih bersama kami di Masjid Indonesia Tokyo. Dalam kesempatan itu, Pak Jusuf Kalla memberikan tausiahnya dan harapannya agar Masjid Indonesia ke depannya dapat menjadi sarana membangun kemampuan umat yang positif. Kami berharap rangkaian kegiatan Ramadan ini menjadikan semakin istimewa bagi segenap masyarakat muslim Indonesia di Jepang.

Wapres Jusuf Kalla yang mampir ke Masjid Indonesia Tokyo yang baru dibuka (Arif Aditiya)

Secara umum, Ramadan di Jepang sangat dirasakan, terlebih jika kita berada di Tokyo, hampir semua masjid yang menyediakan berbuka puasa dan menu halal tersedia di beberapa restoran .

Penulis: Arif Aditiya, Ketua Panitia Ramadhan 1438 H – KMII Jepang, Mahasiswa S2 Civil Engineering The University of Tokyo dan Anggota Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) Jepang

*) Artikel ini terselenggara atas kerja sama antara Perhimpunan Pelajar Indonesia se-Dunia (PPI Dunia) dan detikcom

 

Categories
Berita PPI Negara Timur Tengah dan Afrika

Peran PPMI Pakistan dalam International Rawal Expo 2017

Liputan Rawalpindi – Seperti yang telah dilansir oleh Republika.co.id, untuk kesekian kalinya KBRI Islamabad bekerjasama dengan PPMI Pakistan turut berpartisipasi dalam salah satu kegiatan International yaitu pameran perdagangan yang dilaksanakan oleh komunitas bisnis Rawalpindhi Chamber of Commerce and Industry (RCCI).

Acara yang bertajuk “International Rawal Expo 2017” ini diselenggaakan di Topi Rakh-Rawalpindhi selama lima hari, terhitung sejak tanggal 10-14 Mei 2017 acara dibuka dengan beberapa penampilan dari berbagai daerah di Pakistan, tak ketinggalan, Indonesia turut menampilkan tari Medley Nusantara dan Hadrah (musik sufi Nusantara) untuk mempromosikan Indonesian Culture.

Indonesian Culture yang ditampilkan oleh para mahasiswa-mahasiswi Indonesia ini mendapatkan sambutan yang meriah oleh para pengunjung, bahkan Ms. Marriyum Aurangzeb selaku Menteri Penerangan Pakistan merasa kagum melihat keunikan penampilan Indonesia. “Penampilan kalian begitu bagus!” ucap salah satu pengunjung stand Indonesia seusai acara pembukaan tersebut.

Selain mengirimkan dua tim kesenian (Hadrah dan Tari), PPMI Pakistan juga mengirimkan tiga mahasiswa untuk menjaga stand serta  mempromosikan budaya dan produk Indonesia. Berbagai pengunjung berdatangan dari beberapa negara seperti Sri lanka, Iran, dan Tajikistan, tidak cukup hanya melontarkan berbagai pertanyaan, beberapa pengunjung bahkan tertarik untuk membeli beberapa produk olahan Indonesia seperti sandal batik, kipas batik, topi batik dan berbagai produk lainnya. Acara pun berakhir dengan ditutupnya stand yang menuai  kekaguman akan keramahan serta hospitality dari stand Indonesia. (Red, taufiq / Ed, pw)

Categories
Berita

Seminar Kemahasiswaan PPMI Pakistan

Memasuki era pasar bebas dalam kawasan ASEAN, PPMI Pakistan mengadakan seminar kemahasiswaan bertajuk “Persiapan Mahasiswa Indonesia di luar negeri dalam mengahadapi Masyarakat Ekonomi Asean” yang bertempat di aula Budaya Nusantara KBRI Islamabad, bersama Duta Besar LBBP Republik Indonesia untuk Pakistan Iwan Suyudhie Amri dan juga Guntur Sugiyarto selaku Principle Economist, Asean Development Bank sebagai narasumber ahli dalam bidang ekonomi dan politik, Sabtu (29/4/2017).

Mengawali acara, bapak duta besar memberikan sambutan sekaligus memaparkan pengenalan masyarakat ekonomi asean secara umum. Beliau mengatakan Dengan populasi 620 juta orang, ASEAN merupakan pasar ke-3 terbesar di dunia dan juga ekonomi terbesar ke-7. Di Asia sendiri, ASEAN menempati urutan ke-3. Begitupula tingkat dan kesenjangan kemiskinan menunjukan angka penurunan dan masyarakat kelas menengah meningkat yang artinya ASEAN secara garis besar menunjukan suatu keberhasilan dalam koperasi ekonomi.

Selain itu, Bapak Guntur menambahkan bahwa Cina sekarang sudah tidak cukup lagi menampung rumah produksi. Diperkirakan, rumah produksi ini akan berpindah ke negara-negara ASEAN seperti Laos, Kamboja dan Myanmar. Indonesia yang memiliki tanah yang begitu luas dan sumberdaya yang melimpah memiliki potensi yang sangat besar untuk meningkatkan Gross Domestic Product dan perekonomian.

Akan tetapi, Indonesia masih tertinggal dengan negara-negara ASEAN lainnya dari tingkat pendidikan dan usia produktif kerja. Hal ini yang menjadi tantangan tersendiri bagi pemerintah untuk semakin meningkatkan sumber daya insaninya. Tentu masih ada harapan untuk tenaga kerja Indonesia meningkatkan skill mobility agar mampu bersaing dalam era globalisasi ini. Di akhir acara beberapa mahasiswa unjuk gigi dengan menampilkan beberapa lagu. Tak ingin ketinggalan, PCI NU Pakistan juga menampilkan tim rebana yang baru dibentuk.

(FAA/AASN)

Page 1 of 3
1 2 3