Categories
PPI Dunia PPI Negara Timur Tengah dan Afrika Travel & Kuliner Wawasan Dunia

Berpetualang ke Negeri Mesir

Mesir? Yakin mau traveling ke Mesir? Udah yakinin aja! Langsung caw besok ye…

Eh, tapi tunggu dulu sih. Dulu WNI bisa menggunakan Visa On Arrival, jadi sampai Bandara Internasional Kairo kalian bisa langsung beli visa dan masuk Mesir. Karena situasi politik dan hal lainnya, sekarang kalian harus mengajukan visa terlebih dahulu ke kedutaan Mesir di Indonesia dengan harga visa 30 USD. Proses ini akan lama, tapi kalau mau cepat kalian bisa menggunakan jasa travel.

Nah, sekarang kalian bisa nentuin mau pergi ke mana di Mesir. Di sini ada beberapa saran tempat yang pastinya wokeh buat dikunjungi. Kalau Kairo pasti kalian sudah banyak mendengar tentangnya, kan? Nah, kali ini kami akan membahas tentang Gunung Sinai dan Pantai Dahab.      

 

Gunung Sinai

Gunung Sinai terletak di Semenanjung Sinai, Mesir. Merupakan salah satu tempat bersejarah di mana, disebutkan dalam Alquran, Nabi Musa ‘Alaihissalam menerima wahyu dari Allah Subhanahu wa Ta’ala. Gunung Sinai juga menjadi tempat bersejarah bagi kaum Yahudi maupun Nasrani, karena banyak peninggalan-peninggalan kuno yang diperkirakan ada sejak zaman Nabi Musa AS.

Menuju Gunung Sinai membutuhkan waktu sekitar 10 jam dari kota Kairo. Karena tidak ada bus yang menuju ke sana, kalian bisa menyewa mobil atau meminta travel agent untuk menyediakan transportasi dan guide. Banyak juga orang Indonesia dan travel agent Indonesia yang menyewakan mobil untuk berkeliling Mesir.

Mahasiswi Indonesia sukses mendaki Gunung Sinai

Biasanya orang yang akan berangkat ke Sinai dari Kairo akan mulai jam tujuh atau delapan pagi, dan akan sampai sekitar jam enam sore. Ada dua tempat wajib yang harus kalian kunjungi di tengah jalan menuju gunung Sinai, yaitu: 1) Benteng Berlief, yang dulunya adalah benteng bekas Israel ketika hendak menjajah mesir, 2) Uyun Musa atau mata air Musa, yang dulunya merupakan 12 mata air yang berasal dari sebuah batu yang dipecahkan Nabi Musa AS dengan tongkatnya untuk memberi minum 12 suku kaumnya.

Untuk hotel, kalian bisa langsung menuju hotel Wadi Muqaddas dengan biaya 100 le ketika sampai di sana. Untuk makan, kalian bisa mencari makanan khas Sinai yaitu ayam bakar Sinai dengan harga sekitar 80 le seporsinya di sekitar hotel. Atau, kalian bisa membawa bekal makanan Indonesia dari Kairo. Banyak restoran Indonesia yang menyediakan jasa katering.  

Umumnya, para pendaki mulai mendaki sekitar pukul satu malam. Dibutuhkan waktu kurang lebih lima jam untuk mencapai puncak Gunung Sinai, jadi kalian bisa menikmati sunrise ketika sampai di puncak nanti. Harga tiket masuk Gunung Sinai sebesar 5 le untuk student dan 25 le untuk tourist.

Tepat di kaki Gunung Sinai kalian akan mendapati biara Saint Catherine yang konon dibangun pada tahun 530 Masehi. Pada musim dingin kalian harus mempersiapkan pakaian yang cukup tebal karena tak jarang terdapat salju. Untuk musim panas hanya berbekal satu jaket pun tidak masalah.

Tinggi Gunung Sinai kurang lebih 2.285 meter  di atas permukaan laut. Medan yang ditempuh pun terbilang curam karena sepanjang perjalanan kalian hanya akan menjumpai bebatuan, tidak ada pohon ataupun rumput (maklum, Mesir hehe). Di perjalanan terdapat 4 pos yang bisa dijadikan tempat beristirahat untuk sekedar minum shay (teh), ataupun memesan Indomie. Di puncak Gunung Sinai juga terdapat gereja yang bersebelahan dengan masjid.

Setelah kalian puas berfoto dengan sunrise di puncak, kalian akan turun (ya pastilah, yakali naik lagi). Setelah itu kalian bisa saja pulang langsung ke Kairo, cuman sebenarnya kurang mantab kalau kalian tidak pergi ke Pantai Dahab, ya mantab lah masa gak pula, itung itung sekali dayung dua pulau terlampaui. Oh iya, perjalanan dari Sinai ke Dahab itu sekitar dua jam.

 

 

Dahab

Dahab merupakan suatu desa yang terletak di pantai tenggara Semenanjung Sinai di Mesir. Perjalanan menuju Dahab ditempuh sekitar dua jam dari Gunung Sinai. Dahab terkenal dengan banyaknya wisata yang ditawarkan, seperti: safari, diving, snorkeling, glass boat, red canyon, dan lainnya. Kesan pertama yang ditemukan ketika sampai di Dahab ialah tempatnya yang begitu tenang dan jauh dari hiruk pikuk keramaian kota. Dahab juga memiliki pemandangan yang indah karena dikelilingi oleh pantai dan pegunungan.

Untuk hotel di Dahab kalian bisa langsung mencari hotel Octopus atau Yasmin. Keduanya memiliki harga yang sama, yaitu 150 le permalam. Untuk kalian yang ingin safari dengan ATV (quad bike) atau diving, snorkeling, kalian bisa bilang ke resepsinonis hotel.

Untuk makanan, kalian bisa temukan banyak restoran Mesir di dekat hotel atau bisa juga menyewa dapur di hotel dan masak sesuka hati kalian di situ. Umumnya, makanan yang dijual ialah seafood karena Dahab berada di dekat pantai.

 

 

 

LUXOR dan ASWAN

Mau tau apa yang lebih mengagumkan daripada piramida atau museum Tahrir ? Luxor dan Aswan jawabannya. Tidak lengkap rasanya kalau pengagum Mesir kuno tidak pergi ke Luxor dan Aswan.

Luxor, atau Al Aqsar, adalah sebuah kota modern yang terletak di kedua tepi timur dan barat Sungai Nile di Mesir bagian utara. Dibangun di bekas lokasi Thebes, ibu kota Mesir kuno yang terkenal (2052 SM). Raja-raja Firaun memerintah di sini, menciptakan peradaban yang belum pernah dilihat dunia sebelumnya.

Tanah-tanah padang pasir bagian baratnya yang pada masa lalu dikenal sebagai “kota kematian” ialah tempat di mana semua penerus Dewa Amun dimakamkan bersama kekayaan yang dapat dibawa ke kehidupan abadi (menurut kepercayaan mereka). Menyimpan catatan koleksi seni dan catatan arkeologis Mesir purba yang berlimpah, sebagian bahkan dirunut kembali sampai 3000 SM. Penggalian terakhir dilakukan di atas makam Fir’aun kecil, Tutankhamun, yang penuh dengan perhiasan emas, patung dan surat berharga.

Kota Luxor bukan kota yang indah seperti Maldives dengan pantainya atau Indonesia dengan gunung dan hutannya. Namun, ketika kalian menginjakkan kaki di Luxor dan melihat kuil-kuil para raja mesir kuno dari zaman tahun 2000an SM, kalian seakan ditarik kembali ke tahun SM. Dijamin kalian akan merasakan decak kagum yang sangat!

Ada beberapa cara kalian bisa pergi ke Luxor. Yang pertama, dengan kereta api. Karena Mesir masih dalam tahap PDKT dengan teknologi milenial sekarang ini, kalian hanya bisa membeli tiket kereta di stasiun Ramses. Harga kereta mulai dari 57 le sampai dengan 500 le, tergantung kelas kereta api. Kalian bisa lihat harga, kelas kereta, dan jadwalnya dengan cara men-download aplikasi Rail Egypt di Playstore. Jarak yang ditempuh sekitar 11 jam.

Yang kedua, dengan pesawat. Harga tiket pesawat kisaran 500-800 le. Kalian bisa membeli dari kios-kios agen tiket terdekat. Jarak yang ditempuh dengan pesawat ke Luxor hanya satu jam saja.

Yang ketiga yaitu dengan mobil. Kalian bisa menyewanya dari rental mobil terdekat dari hotel. Atau, kalau kalian tidak mau ribet karena mungkin akan diminta berkas bermacam macam jika menyewanya dari orang Mesir, kalian bisa menyewanya dari rental orang Indonesia di kawasan Hay Asyir dan Hay Sabi’. Harganya pun termasuk murah.

Yang terakhir adalah dengan bis. Kalian bisa membeli tiketnya lewat www.go-bus.com atau secara langsung di Ramses Station. Harga yang ditawarkan pun berbeda dari 125-285 le, tergantung dengan kelasnya. Waktu yang dibutuhkan sekitar 10 jam, lebih cepat daripada kereta api.

Disarankan untuk naik transportasi malam hari untuk menghemat biaya. Untuk hotel di Luxor kalian bisa langsung menuju hotel Emalio dengan harga $15 permalam. Atau kalian bisa mencari nya di Google atau ketika sampai Luxor nanti.

Kota Luxor untuk tempat wisata terbagi menjadi dua, Luxor barat dengan Luxor timur. Untuk Luxor timur kalian akan disuguhi dua temple yang sangat indah, yaitu Karnak Temple dengan Luxor Temple.

Apa itu Luxor Temple dan Karnak Temple? Siapa yang membuatnya? Dibina tahun berapa? Kalian bisa cari di Google ya, kalau ditulis di sini kebanyakan nanti, dan kalian pasti males bacanya, haha. Jika kalian ingin pergi ke Luxor Temple dari Karnak Temple atau sebaliknya, kalian bisa naik angkutan umum bentuknya seperti angkot dengan harga 1,5 le.

Luxor Temple

Di sekitar sungai Nile ada semacam perahu layar yang bernama Falluca. Kalian bisa menikmati senja dari atas perahu ditemani dengan sejuknya angin sore. Tempat Falluca ini terletak di belakang Luxor Temple. Biasanya mereka meminta bayaran per jam, sekitar 20 le per jam dan per orang. Pintar-pintar saja nawar, kalian bisa dapat harga yang lebih murah, haha.

Falluca

Oh iya, untuk makanan kalian bisa membeli bahan makanan di pasar Luxor. Kalian bisa tanya resepsionis hotel lokasinya. Lalu kalian bisa memasak di dapur hotel.

Atau kalian males masak? Kalian bisa ke restoran Hati Harif, yang letaknya di depan stasiun kereta api. Harganya murah dan menunya enak-enak. Recommended banget sih.

Untuk Luxor barat, untuk sekedar pindah lokasi kalian bisa naik perahu umum untuk penyebrangan. Tempatnya berdekatan dengan perahu-perahu Falluca. Apabila ingin explore Luxor barat, disarankan untuk menyewa kendaraan karena angkutan umum di Luxor barat tidak sebanyak di Luxot timur. Jika kalian lebih dari lima orang, sewa saja HIACE. Minta saja kepada resepsionis hotel, biasanya kalian akan ditawari sharing dengan turis atau pribadi saja. Atau jika kalian kurang dari lima orang, maka lebih baik kalian stop salah satu taksi dan deal harga dengan mereka.

Di Luxor barat ada empat tempat. Valley of The King (bukan Via Vallen ya), Hatsepsut Temple, Madinet Habu, dan Colossi of Memnon. Ada juga tempat naik balon udara di Luxor barat, dekat dengan Colossi of Memnon. Biasa balon udara naik pukul 5 pagi, jadi kalian harus berada di lokasi sebelum pukul 5 pagi. Dan pesannya harus minimal satu hari sebelum hari H. Harganya pun berbeda-beda. Paling mahal biasa di bulan Desember, Januari, Februari. Kalau kalian tidak ada budget, kalian bisa pergi ke tempatnya dan numpang foto-foto saja, yaa karena mejeng foto adalah sebagian proses naik. Haha.

Sebenar-benarnya hari di Luxor itu pas, tidak terlalu cepat dan juga tidak terlalu lama. Sebenarnya kurang lengkap kalau kalian menempuh perjalanan sekitar 11 jam dan kalian tidak pergi ke Aswan juga. Kotanya pun sama indahnya dengan Luxor dan jaraknya hanya 3 jam perjalanan. Hitung-hitung sekali dayung dua pulau terlampaui, ya kan?

Aswan adalah kota bagian selatan Mesir yang berjarak 904 km dari Kairo. Kota Aswan dibelah oleh sungai Nile dengan pemandangan serba alami. Cocok dikunjungi di kala musim dingin.

Dalam bahasa Mesir kuno, kata Aswan dikenal dengan nama Suno. Namun, ketika Islam datang ke Mesir, muslimin menamakannya Aswan. Untuk ke Aswan dari Luxor kalian bisa menggunakan kereta api dengan harga 10 le – 60 le. Atau angkutan umum antar kota bisa kalian temui di stasiun angkutan umum antar kota dengan biaya 35 le. Bisa juga dengan bus yang biasa terlihat tak jauh dari stasiun kereta api. Atau dengan transportasi high class seperti pesawat dan kapal yang menyusuri sungai Nile dari Luxor hingga Aswan. Dijamin kalian akan terlena dengan keindahan sungai Nile dan juga pemandangan tak tergantikan. Sayangnya, kalian harus merogoh kantong kalian lebih dalam karena kisaran harga untuk pergi dengan kapal itu sekitar $200.

Jika kalian hanya ingin ke Aswan saja dari Kairo kalian bisa membeli tiket bus atau kereta api dari stasiun Ramses Kairo. Untuk penginapan di Aswan kalian bisa pergi ke Basma hotel dengan harga $13 permalam. Lokasi nya pun dekat dengan pasar Aswan dan restoran-restoran Mesir. Dan Insya Allah makanannya cocok untuk lidah asia kita.

Untuk explore Aswan, ada beberapa tempat recommended, yaitu: Philae Temple, High Dam, Nubian Village, Ferial Garden, Nubian  useum, dan Abu Simble. Kalian hanya butuh transportasi khusus untuk ke Philae Temple, High Dam dan Abu Simble saja karena transportasi umum susah ditemui untuk ke sana.

Untuk ke Nubian village kalian harus pergi dengan perahu dan memakan waktu sekitar 45 menit dengan harga 20 le per orang per jam. Biasanya, kalian hanya akan diberi waktu 1 jam untuk explore Nubian Village oleh supir perahu. Waktu yang paling enak untuk pergi yaitu sekitar jam 10 pagi karena penduduk Nubian masih terlelap di bawah jam 10 pagi. Ketika sore tiba kalian bisa memilih dua cara menikmati senja di Aswan, yaitu dengan berada di atas air alias naik Falluca dengan biaya 20 le per orang dan per jam, atau dengan melihat semua aktivitas sungai Nile dari atas alias dari Ferial Garden karena tempatnya yang tinggi seperti bukit. Dijamin kalian akan melihat ‘best view ever’ in Aswan deh!

Abu Simble

Nah, ada sedikit yang menarik dari Abu Simble. Abu Simble adalah sebuah kota kecil bernuansa khas Mesir kuno. Berjarak sekitar 3 jam dari Aswan, Abu Simble adalah kota yang berbatasan dengan Sudan. Memasuki kota ini seakan kita ditarik kembali ke masa kedigdayaan Firaun ketika berkuasa. Terbukti semua orang pasti berdecak kagum ketika memasuki kompleks Abu Simble. Saran dari penulis: Kalian jangan sampai tidak pergi ke Abu Simble. Jangan sampai pokoknya!

Sekian ringkasan tempat menarik yang perlu kalian kunjungi di Mesir, ya. Untuk info lebih tentang Mesir kalian langsung aja kepoin ig @ppmimesir, guys. Banyak banget info yang pasti bakal kalian dapat nantinya.

Thankiw udah baca tulisan gue, ya

Qalam Eka Maulana (@faikalamaul), Akhmad Zaini Arifin (@zain_jumro)

Seluruh foto adalah dokumentasi pribadi dari penulis dan rekan lain.

 

Categories
Berita Festival Luar Negeri PPI Negara Timur Tengah dan Afrika

Mahasiswa Indonesia Sukses Selenggarakan Festival Budaya Se-Asia di Mesir

MESIR, 18 November 2017 – Kreasi anak bangsa dalam kancah internasional memang tidak ada habisnya. Kali ini mahasiswa Indonesia yang tergabung dalam Perhimpunan Pelajar Mahasiswa Indonesia (PPMI) Mesir menyelenggarakan perhelatan budaya akbar yang dinamakan Asian Culture Festival (ACF). Acara yang diselenggarakan pada Sabtu, 18 November 2017 di Gedung Sholah Kamil kota Kairo itu adalah hasil kerjasama organisasi mahasiswa dari 9 negara, yakni Indonesia, Malaysia, Singapura, Fhilipina, Pakistan, Afghanistan, Bangladesh dan Krygyztan.

Festival yang bertajuk Diversity in Spirit Unity itu dihadiri oleh pejabat Kedutaan besar dari beberapa negara, termasuk sejumlah petinggi Universitas Al Azhar. “Perbedaan adalah kekuatan bagi kita, sebagaimana dengan tema acara ini Diversity In Spirit Unity yang berarti keragaman adalah kekuatan bagi kita untuk bersatu. Kita Indonesia juga negara yang beragam, namun kita disatukan oleh keragaman tersebut, dibuktikan dengan semboyan kita Bhineka Tunggal Ika,” ujar Atase Pendidikan dan Kebudayaan KBRI Cairo Dr. Usman Syihab dalam acara pembukaan.

Acara yang berlangsung meriah dan dihadiri oleh mahasiswa internasional itu menampilkan berbagai kesenian dan budaya dari 9 negara di Asia. Penonton yang hadir tak jarang memberikan tepuk tangan atas penampilan unik dan menarik dari sejumlah negara. Mulai dari penampilan nasyid yang dibawakan oleh Malaysia, lalu tarian yang dibawakan oleh Afghanistan serta atraksi ekstrem Tapak Suci yang dipamerkan oleh mahasiswa Indonesia. Tidak ketinggalan beberapa delegasi pun memutarkan video sebagai perkenalan negara mereka.

 

Tak hanya itu, di luar gedung Sholah Kamil juga terdapat bazaar dan stand dari negara yang berpartisipasi. Para pengunjung memanfaatkan momen ini untuk berfoto dengan stand yang dipenuhi souvenir berbagai negara. Menariknya stand milik mahasiswa Krygyztan bersedia meminjamkan jubah dan topi khas negara mereka kepada para pengunjung agar bisa berfoto. Tak heran stand itu jadi rebutan banyak pengunjung.

Selain membawa pernak pernik khas negara, sebagian delegasi memanfaatkan momen ini untuk menjual berbagai souvenir dan makanan khas negara mereka seperti Indonesia, Malaysia, Singapura dan Afghanistan. Di antara makanan yang dijual, nasi Padang berhasil jadi makanan favorit bagi delegasi dan pengunjung. Terbukti, setelah 3 jam acara dimulai nasi Padang langsung ludes diserbu para pengunjung acara. Sementara stand mahasiswa Aghanistan menyediakan makanan khas negara mereka secara cuma-cuma, di antaranya makanan khas Afghanistan yang rasanya sama seperti bihun.

Selaku inisiator dan pelaksana acara Asian Culture Festival, PPMI Mesir dibanjiri pujian dari pejabat negara lain. Hal itu diakui oleh Pangeran Arsyad Ihsan Nulhaq selaku Presiden PPMI Mesir. “Insya Allah acara ini akan kita pertahankan setiap tahunnya, tidak hanya untuk mahasiswa Asia namun juga untuk Dunia,” tutur Pangeran,  mahasiswa asal Jakarta yang berdarah Minang.

Acara ditutup dengan penampilan Parodi Bisu dari Mahasiswa Bangladesh yang sukse smembuat penonton tertawa. Setelah itu para delegasi bersalam salaman dan mengadakan sesi foto bareng sebelum meninggalkan lokasi acara.

Festival yang baru pertama kali diselenggarakan itu diharapkan dapat memperkuat hubungan silaturahmi Antar Mahasiswa Al Azhar yang berasal dari benua Asia termasuk ajang untuk saling mengenal satu sama lain. Ajang ini juga menjadi sarana bagi mahasiswa Indonesia untuk berkenalan dengan saudara sesama muslim dari negara di benua Asia lain. Bukan tidak mungkin, di masa depan para mahasiswa ini akan menjadi pemimpin di negara masing-masing. Hubungan silaturrahmi yang mulai dipupuk dari sekarang akan membantu mereka untuk bekerja sama dalam berbagai bidang.**

 

Penulis : Tareq Albana

Islamic Theology, Universitas Al Azhar Kairo

PPMI Mesir

 

Editor: Kartika Restu Susilo

Categories
Berita PPI Negara Timur Tengah dan Afrika

HPMI Yordania Ikuti Diskusi “ASEAN and Middle East: Future Relation” 

JORDAN – Perwakilan Himpunan Pelajar dan Mahasiswa Indonesia (HPMI) Jordan mendapat kesempatan untuk hadir dalam Kuliah Umum ASEAN bertajuk “ASEAN and The Middle East: Trajectories for future relations” yang digelar oleh The Committee of The Association of Southeast Asian Nations (ASEAN), Jordan Institute of Diplomacy (JID) dan Kementerian Luar Negeri Jordan pada Selasa (21/10/2017). Acara yang diadakan di Jordan Institute of Diplomacy, Amman itu dihadiri oleh ratusan peserta dari kalangan para diplomat, pejabat pemerintahan, pebisnis, praktisi dan pelajar.

Acara dibuka dengan sambutan dari Andy Rachmianto selaku Duta Besar RI untuk Yordania dan Palestina. Kuliah umum yang disampaikan oleh eksekutif direktur Centre for Strategic and International Studies (CSIS) Jakarta dan pakar politik dari Indonesia, Dr. Philip Jusario Vermonte itu dimulai pada pukul 10.00 waktu setempat dan dilanjutkan dengan sesi tanya jawab yang dimoderatori oleh Lina Arafat, Direktur Jordan Institute of Diplomacy.

Dalam paparannya, Philip menekankan tiga hal yaitu: politik dan keamanan; ekonomi dan perdagangan; dan hubungan persahabatan. Ia mengawali dengan memaparkan berbagai modal kesamaan yang dimiliki antara regional Asia Tenggara (ASEAN) dan Timur Tengah (Middle East). Pertama, sama-sama beranggotakan negara-negara berkembang yang punya orientasi untuk memajukan negaranya. Kedua, persamaan agama sehingga bisa saling tukar pikiran dalam pengelolaan hubungan antar umat beragama. Ketiga, kebutuhan akan keamanan dalam negeri dan regional dalam menciptakan kedamaian dan dalam menghadapi radikalisme yang sedang berkembang di wilayah regional masing-masing. Terakhir, pertukaran budaya dan perdagangan yang seharusnya memudahkan interaksi antar individu di kedua regional untuk penguatan hubungan persahabatan.

Dalam aspek politik dan keamanan, beberapa hal menjadi poin utama kesamaan antara ASEAN dengan Timur Tengah. Salah satunya ialah penerapan sistem demokrasi dalam pemerintahan negara. Selain itu, telah terbentuk kerjasama bidang industri pertahanan dan keamanan dalam pengadaan alat-alat perlengkapan dan perbaikan kecanggihannya di antara anggota ASEAN dengan negara-negara Timur Tengah. Yang berikutnya perang melawan terorisme, telah terjalin kerjasama dalam bidang pemberantasan terorisme yang dilakukan antar dua negara. Singapura dengan Yordania, Malaysia dengan Turki berkolaborasi dalam perlawanan terhadap terorisme, sementara Indonesia dengan Yordania dalam hal tukar-menukar informasi intelijen dan program deradikalisasi.

“It is known that countries in both regions have established a various of cooperations related to security and the fight against terrorism,” kata Philip ketika memaparkan kerjasama antar region dalam bidang keamanan politik. “Such as the exchange of defence equipment and expertise, information and intelligence sharing, interfaith dialogues, and many more,” tambahnya.

Di sisi ekonomi, Philip menerangkan bahwa tercatat telah lama terbentuk beberapa kerjasama dan perdagangan yang berlangsung antar ASEAN dengan Gulf Cooperation Council dan ASEAN dengan Liga Arab dalam berbagai komoditi perdagangan dan paling utama terkait minyak bumi. Selain itu, tercatat di tahun 2015, negara Timur Tengah yang melakukan hubungan perdagangan dengan ASEAN paling banyak adalah UAE, Saudi Arabia, Qatar, Turki dan Kuwait. Sedangkan untuk ASEAN dengan Jordan, Indoesia yang paling besar, kemudian Thailand, Malaysia dan Singapura.

Dalam segi persahabatan antar regional, bisa saling bertukar pikiran dan budaya antar pemuda atau mahasiswa dengan mengadakan program tukar pelajar. Dalam hal ini, Indoensia salah satu negara ASEAN yang beberapa tahun ke depan akan mendapatkan bonus demografi. Usia produktif (antara 16–45 tahun) lebih banyak dari jumlah populasi penduduk Indonesia dan saat ini sedang mempersiapkan untuk menuju Kebangkitan Indonesia. Duta Besar Andy Rachmianto tidak lupa menyebutkan bahwa Indonesia sebagai bagian dari ASEAN terus membersamai Palestina dalam memperjuangkan kemerdekaan Palestina. Sebagai tambahan, Andy juga menjelaskan genosida yang terjadi di Rohingya sebagai isu penting ASEAN yang masih terus membutuhkan perhatian dan bantuan kemanusiaan dari berbagai negara. Tercatat di tahun 2015, Jordan membawa angin segar dalam persahabatan antara Jordan dengan ASEAN dan menugaskan duta besarnya untuk negara-negara ASEAN. Mesir dan Maroko juga telah melakukan kerjasama dan menjalin hubungan persahabatan dengan negara-negara anggota ASEAN dan selalu mempromosikan hubungan persahabatan dan kerjasama yang penuh kedamaian selamanya.

 

Pelajaran dari ASEAN untuk Timur Tengah

Dalam masalah blok regional, negara-negara Timur Tengah cenderung untuk menerapkan model regionalisasi seperti Uni Eropa, jika telah berkembang secara signifikan. Model tersebut terutama GCC yang telah tercapai kesepakatan besar pada tingkat kesatuan budaya yang diimplementasikan sejak 2015. Kerja sama ASEAN telah dipandu oleh prinsip kesetaraan dan tidak mengintervensi, kooperatif dalam keamanan dan tidak menggunakan kekerasan. ASEAN sering menekankan pencegahan konflik dan bukan mengedepankan militer, sehingga menghasilkan lingkungan yang damai. Piagam ASEAN pada tahun 2008 memproklamasikan “People Oriented” karena pendekatan itu untuk mengejar dan memperdalam regionalisme di Asia Tenggara. Visi ASEAN 2025 membangun sebuah dasar untuk tujuan akhir dalam menciptakan masyarakat ASEAN yang berpusat pada komunitas masyarakat ASEAN (ASEAN Community). ASEAN memiliki masyarakat sipil yang berbasis di setiap negara-negara anggota dengan bangga menggunakan simbol negara “ASEAN”. Ada semakin banyak acara dan aktivitas publik yang mengutip status  tersebut, misalnya forum pemuda ASEAN.

Pada pukul 12.00, acara ditutup setelah sesi tanya jawab selesai kemudian dilanjutkan dengan ramah tamah dan menyantap sajian khas Asia Tenggara dari Indonesia, Malaysia, Thailand dan Filipina.**

 

Pengirim: Miftah Nafid Firdaus

MA Candidate in Islamic Economic and Banking

Yarmouk University, Jordan

 

Editor: Kartika Restu Susilo

Categories
Berita PPI Negara Timur Tengah dan Afrika

HPMI Yordania Ikuti Diskusi "ASEAN and Middle East: Future Relation" 

JORDAN – Perwakilan Himpunan Pelajar dan Mahasiswa Indonesia (HPMI) Jordan mendapat kesempatan untuk hadir dalam Kuliah Umum ASEAN bertajuk “ASEAN and The Middle East: Trajectories for future relations” yang digelar oleh The Committee of The Association of Southeast Asian Nations (ASEAN), Jordan Institute of Diplomacy (JID) dan Kementerian Luar Negeri Jordan pada Selasa (21/10/2017). Acara yang diadakan di Jordan Institute of Diplomacy, Amman itu dihadiri oleh ratusan peserta dari kalangan para diplomat, pejabat pemerintahan, pebisnis, praktisi dan pelajar.

Acara dibuka dengan sambutan dari Andy Rachmianto selaku Duta Besar RI untuk Yordania dan Palestina. Kuliah umum yang disampaikan oleh eksekutif direktur Centre for Strategic and International Studies (CSIS) Jakarta dan pakar politik dari Indonesia, Dr. Philip Jusario Vermonte itu dimulai pada pukul 10.00 waktu setempat dan dilanjutkan dengan sesi tanya jawab yang dimoderatori oleh Lina Arafat, Direktur Jordan Institute of Diplomacy.

Dalam paparannya, Philip menekankan tiga hal yaitu: politik dan keamanan; ekonomi dan perdagangan; dan hubungan persahabatan. Ia mengawali dengan memaparkan berbagai modal kesamaan yang dimiliki antara regional Asia Tenggara (ASEAN) dan Timur Tengah (Middle East). Pertama, sama-sama beranggotakan negara-negara berkembang yang punya orientasi untuk memajukan negaranya. Kedua, persamaan agama sehingga bisa saling tukar pikiran dalam pengelolaan hubungan antar umat beragama. Ketiga, kebutuhan akan keamanan dalam negeri dan regional dalam menciptakan kedamaian dan dalam menghadapi radikalisme yang sedang berkembang di wilayah regional masing-masing. Terakhir, pertukaran budaya dan perdagangan yang seharusnya memudahkan interaksi antar individu di kedua regional untuk penguatan hubungan persahabatan.

Dalam aspek politik dan keamanan, beberapa hal menjadi poin utama kesamaan antara ASEAN dengan Timur Tengah. Salah satunya ialah penerapan sistem demokrasi dalam pemerintahan negara. Selain itu, telah terbentuk kerjasama bidang industri pertahanan dan keamanan dalam pengadaan alat-alat perlengkapan dan perbaikan kecanggihannya di antara anggota ASEAN dengan negara-negara Timur Tengah. Yang berikutnya perang melawan terorisme, telah terjalin kerjasama dalam bidang pemberantasan terorisme yang dilakukan antar dua negara. Singapura dengan Yordania, Malaysia dengan Turki berkolaborasi dalam perlawanan terhadap terorisme, sementara Indonesia dengan Yordania dalam hal tukar-menukar informasi intelijen dan program deradikalisasi.

“It is known that countries in both regions have established a various of cooperations related to security and the fight against terrorism,” kata Philip ketika memaparkan kerjasama antar region dalam bidang keamanan politik. “Such as the exchange of defence equipment and expertise, information and intelligence sharing, interfaith dialogues, and many more,” tambahnya.

Di sisi ekonomi, Philip menerangkan bahwa tercatat telah lama terbentuk beberapa kerjasama dan perdagangan yang berlangsung antar ASEAN dengan Gulf Cooperation Council dan ASEAN dengan Liga Arab dalam berbagai komoditi perdagangan dan paling utama terkait minyak bumi. Selain itu, tercatat di tahun 2015, negara Timur Tengah yang melakukan hubungan perdagangan dengan ASEAN paling banyak adalah UAE, Saudi Arabia, Qatar, Turki dan Kuwait. Sedangkan untuk ASEAN dengan Jordan, Indoesia yang paling besar, kemudian Thailand, Malaysia dan Singapura.

Dalam segi persahabatan antar regional, bisa saling bertukar pikiran dan budaya antar pemuda atau mahasiswa dengan mengadakan program tukar pelajar. Dalam hal ini, Indoensia salah satu negara ASEAN yang beberapa tahun ke depan akan mendapatkan bonus demografi. Usia produktif (antara 16–45 tahun) lebih banyak dari jumlah populasi penduduk Indonesia dan saat ini sedang mempersiapkan untuk menuju Kebangkitan Indonesia. Duta Besar Andy Rachmianto tidak lupa menyebutkan bahwa Indonesia sebagai bagian dari ASEAN terus membersamai Palestina dalam memperjuangkan kemerdekaan Palestina. Sebagai tambahan, Andy juga menjelaskan genosida yang terjadi di Rohingya sebagai isu penting ASEAN yang masih terus membutuhkan perhatian dan bantuan kemanusiaan dari berbagai negara. Tercatat di tahun 2015, Jordan membawa angin segar dalam persahabatan antara Jordan dengan ASEAN dan menugaskan duta besarnya untuk negara-negara ASEAN. Mesir dan Maroko juga telah melakukan kerjasama dan menjalin hubungan persahabatan dengan negara-negara anggota ASEAN dan selalu mempromosikan hubungan persahabatan dan kerjasama yang penuh kedamaian selamanya.

 

Pelajaran dari ASEAN untuk Timur Tengah

Dalam masalah blok regional, negara-negara Timur Tengah cenderung untuk menerapkan model regionalisasi seperti Uni Eropa, jika telah berkembang secara signifikan. Model tersebut terutama GCC yang telah tercapai kesepakatan besar pada tingkat kesatuan budaya yang diimplementasikan sejak 2015. Kerja sama ASEAN telah dipandu oleh prinsip kesetaraan dan tidak mengintervensi, kooperatif dalam keamanan dan tidak menggunakan kekerasan. ASEAN sering menekankan pencegahan konflik dan bukan mengedepankan militer, sehingga menghasilkan lingkungan yang damai. Piagam ASEAN pada tahun 2008 memproklamasikan “People Oriented” karena pendekatan itu untuk mengejar dan memperdalam regionalisme di Asia Tenggara. Visi ASEAN 2025 membangun sebuah dasar untuk tujuan akhir dalam menciptakan masyarakat ASEAN yang berpusat pada komunitas masyarakat ASEAN (ASEAN Community). ASEAN memiliki masyarakat sipil yang berbasis di setiap negara-negara anggota dengan bangga menggunakan simbol negara “ASEAN”. Ada semakin banyak acara dan aktivitas publik yang mengutip status  tersebut, misalnya forum pemuda ASEAN.

Pada pukul 12.00, acara ditutup setelah sesi tanya jawab selesai kemudian dilanjutkan dengan ramah tamah dan menyantap sajian khas Asia Tenggara dari Indonesia, Malaysia, Thailand dan Filipina.**

 

Pengirim: Miftah Nafid Firdaus

MA Candidate in Islamic Economic and Banking

Yarmouk University, Jordan

 

Editor: Kartika Restu Susilo

Categories
Asia dan Oseania Berita

All About Academic Campaign “Menembus Batas untuk Menggapai Untaian Mimpi”

Berbicara tentang cara meraih beasiswa banyak sekali tips dan trik yang dapat dipelajari bagi para mahasiswa, baik beasiswa dalam negeri maupun luar negeri. Namun bagaimana usaha seseorang untuk meraihnya adalah suatu hal yang harus diperhatikan jika sungguh-sungguh ingin menjadi salah satu bagian dari mahasiswa yang beruntung untuk berkesempatan meraih beasiswa. Sabtu, 7 Oktober 2017 BEM FEB UNS telah melangsungkan salah satu agenda dari rangkaian acara ECONOMIC WEEKS 2017 yang selalu dinanti-nanti para mahasiswa UNS yaitu sebuah seminar yang menghadirkan para peraih beasiswa yang mengisnpirasi. All About Academic Campaign adalah salah satu program kerja Kementrian Dalam Negeri yang bertujuan mengedukasi dan memberikan informasi seputar dunia beasiswa. Seminar Beasiswa ini diselenggarakan di Aula FEB UNS yang juga turut dihadiri jajaran dekanat FEB UNS.

 

Seminar beasiswa kali ini mengusung tema “Menembus Batas untuk Menggapai Untaian Mimpi” yang mengupas tentang bagaimana sebagai seorang mahasiswa mengoptimalkan usaha mereka untuk menembus batas nyaman demi mencapai cita-cita sukses meraih beasiswa. Para peraih beasiswa yang diundang dalam seminar beasiswa ini adalah Muhammad Abdullah ‘Azzam ( Mawapress FEB UNS 2016, peraih Beasiswa Aktivis Nusatara Dompet Dhuafa, Beasiswa PPA, dan peraih Beasiswa Unggulan Supersemar), Putu Gede Oka Mahendra ( Mawapres FK 2014, penerima beasiswa PPA, dan Beasiswa EGC), dan M Imdad Azizy (Secretary General PPMI Mesir 2016 dan Leader of Symposium International PPI Dunia 2016) dengan dipandu oleh seorang moderator yang pernah menjabat sebagai Presiden BEM FEB UNS tahun 2015 yaitu Christina Indrawati, S.E.

 

Dalam rangkaian acara seminar beasiswa ini Muhammad Abdullah ‘Azzam menjelaskan bahwa jika ingin menjadi mahasiswa yang terbaik, harus menjadi kartu AS dengan arti harus memiliki IPK tinggi, aktif di berbagai kegiatan dan dapat diandalkan sehingga lebih mudah berusaha meraih beasiswa. Tak lupa para pembicara memaparkan berkas-berkas apa saja yang harus dipersiapkan para pemburu beasiswa untuk memenuhi persyaratan administrasi pengajuan beasiswa. Mereka juga mengingkatkan bahwa motivasi sangat diperlukan dalam meraih beasiswa. Putu Gede Oka Mahendra menjabarkan tentang pentingnya memiliki motivasi untuk mewujudkan segala mimpi yang selalu kita angan-angankan. Selain itu Imdad Aziz juga turut memberikan tips sukses meraih beasiswa luar negeri yaitu dengan mengubah mindset, traveling, dan memupuk nasionalisme. Karena jika beruntung mendapatkan beasiswa ke luar negeri maka kita akan dihadapkan pada atmosfer kehidupan yang berbeda dengan nagara asal kita. Maka dari itu memupuk rasa nasionalisme juga penting.

 

Seiring berjalannya seminar beasiswa turut dihadirkan pula stand-stand beasiswa yang dapat dikunjungi peserta seminar untuk mengetahui lebih lanjut tentang beasiswa yang dapat diikuti selama di perguruan tinggi dengan menghadirkan stand beasiswa Bank Indonesia, Beswan Djarum, Lazis, Bakti Nusa, dan PPI. Sampai berakhirnya acara seminar beasiswa kali ini, antusisame peserta sangat tinggi tampak dari berbagai pertanyaan yang diajukan dan euforia peserta seminar mengunjungi stand-stand beasiswa yang berdiri di halaman Aula FEB UNS. Dengan hadirnya All About Academic Campaign ini diharapkan mampu memberikan ilmu mengenai beasiswa beasiswa yang dapat diraih oleh mahasiswa UNS untuk menggapai cita-citanya.

 

Penulis: tim felari@ppidunia.org

Editor: Kartika Restu Susilo

Categories
Berita PPI Dunia PPI Negara

Perginya Dua Putra Bangsa

Innalillahi wa innailaihi raajiun. Kabar duka datang dari belahan bumi Eropa. Telah meninggal dunia sahabat kita Syahrie Anggara pada usia 24 tahun. Mahasiswa pascasarjana University of Leicester, Inggris itu mengalami kecelakaan fatal di Courmayeur dalam perjalanannya menuju Mont Blanc, Italia pada 14 September 2017. Saat ditemukan oleh regu penyelamat, Syahrie mengalami hipotermia parah dengan suhu tubuh 24 °C. Almarhum menerima perawatan intensif di rumah sakit Molinette, Turin, Italia sebelum akhirnya meninggal dunia pada 22 September 2017. Rencananya, jenazah akan dikebumikan di tanah kelahirannya, Bengkulu.

Categories
Berita

Pelajar Indonesia di Mesir Berpulang

Inna lillahi wa inna ilaihi rajiun.

Hari ini 2 (dua) mahasiswa Indonesia meninggal di perantauan. Setelah SYAHRIE ANGGARA (PPI UK), kini QISTOS HADI PURNAMA (PPMI Mesir).

Segenap keluarga PPI Dunia mengucapkan turut berduka cita atas wafatnya saudara Qistos Hadi Purnama pada Jum’at, 22 September 20017, pukul 2 sore waktu Kairo di RS.Banha University karena sakit yang diderita.

Almarhum adalah pelajar Fakultas Bahasa Arab Universitas Azhar, Kairo. Semoga Almarhum diterima disisi Allah SWT dengan diampuni segala kesalahan dan dosanya. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan. Amin.

Categories
Berita PPI Negara Timur Tengah dan Afrika

Puluhan Temus dari Sembilan Negara Berkumpul di Makkah

Bertempat di Hotel Lu’lu’ah ‘Aziziyah, Makkah al-Mukarramah pada hari Kamis, 7 September 2017, seperti di tahun-tahun sebelumnya, PPMI Arab Saudi menjamu para tenaga musiman haji (TEMUSH) dari perwakilan PPI Negara di kawasan Timur Tengah & Afrika. Total ada 9 negara yang mendapatkan kuota TEMUSH di musim haji 1438 H/2017 M, yakni Lebanon (2 orang), Libya (2 orang), Mesir (45 orang), Maroko (5 orang), Sudan (12 orang), Syria (5 orang), Tunisia (2 orang), Yaman (8 orang), Yordania (4 orang).

Di pertemuan silaturrahmi tersebut, dibuka dengan sambutan dari tuan rumah, PPMI Arab Saudi, yang langsung diberikan oleh Ketua Umum PPMI Arab Saudi periode 2017-2019, Sdr. Byan Aqila Ramadhan. Selanjutnya, perwakilan masing-masing PPI negara memperkenalkan diri dan menceritakan kondisi negara tempat studi, disertai dengan diskusi tanya jawab singkat. Acara disambung dengan sharing singkat dari perwakilan PPI Dunia oleh Sdr. Rama Rizana, penjelasan tentang Aliansi Keputrian Timur Tengah & Afrika (AKTA) oleh Sdri. Rahmah Rasyidah, dan acara ditutup dengan sesi foto bersama, serta makan bareng. Sebelum sesi foto bersama, SekJend PPMI Arab Saudi 2015-2017 Sdr. Prabasworo Jihwakir, menyampaikan beberapa pesan pengingat, di antaranya mengenai wacana penambahan kuota TEMUSH Timur Tengah & Afrika dari Komisi VIII DPR RI yang perlu dikawal.

Categories
Berita PPI Dunia

Hasil Rekomendasi Simposium Internasional ke-9 PPI Dunia

Simposium Internasional Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) Dunia tahun ini dihelat di University of Warwick, United Kingdom. Simposium tahunan PPI Dunia tersebut berlangsung dari tanggal 24 Juli hingga 26 Juli 2017. Simposium kali ini mengusung sebuah tema “Accelerating Indonesia’s National Potential Towards 2030”.

 

Pembukaan

Perhelatan ini dibuka dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan sambutan dari Prof. Christine Ennew, Alanda Kariza sebagai Ketua PPI UK, dan Intan Irani sebagai Koordinator PPI Dunia 2016/2017. Acara kemudian dilanjutkan dengan Keynote Speech oleh Richard Graham MP (UK Trade Envoy to Indonesia and Chairman of Indonesia All Party Parliamentary Group) yang dapat dibaca lebih lanjut di sini. Setelah pembukaan dan kata sambutan, acara dilanjutkan dengan diskusi panel.

 

Diskusi Panel

Pada hari pertama terdapat tiga sesi panel diskusi yang diawali oleh panel diskusi utama  dengan tema “How can Indonesia’s budding creative industry & entrepreneurship solidify Indonesia’s creative economy?” Panel diskusi ini dibawakan oleh Prof. Dr. T.A Fauzi Soleiman, Didiet Maulana, dan Dian Pelangi.

Kemudian dilanjutkan dengan 3 panel diskusi secara paralel, yaitu mengenai:

  1. Entrepreneurship oleh Handry Satriago, Kusumo Martanto, dan Nancy Margried
  2. Development oleh Tri Rismaharini, Hiramsyah S. Thaib, dan Budiman Sudjatmiko
  3. Literature & Publishing oleh Andrea Hirata, Khairani Barokka, dan Dewi Laila

Terakhir adalah 4 panel diskusi secara paralel yang membahas mengenai:

  1. Fashion oleh Dian Pelangi, Ria Miranda, dan Elidawati
  2. Government & Politics oleh Yanuar Nugroho, Adam Tyson, dan Arief Zulkifli
  3. Education oleh Eka Simanjuntak, George Saa, Najelaa Shihab, dan Analisa Widyaningrum
  4. Financial Services oleh Endy Dwi Tjahjono, Destry Damayanti, dan Professor Mohammed Abdel-Haq

Seminar Indonesian Scholar International Convention (ISIC)

Seluruh peserta menghadiri seminar yang dibawakan oleh public figure serta pemerintah Indonesia. Sudirman Said  yang merupakan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral menyampaikan topik “Indonesia’s Demographic Boost in 2030.” Kemudian acara dilanjutkan dengan panel diskusi utama dengan topik “How to best prepare Indonesia’s Young Generation for 2030 Demographic Boost?” yang dibawakan oleh Handry Satriago (CEO daari GE Indonesia), Dr. TGH. Muhammad Zainul Majdi, M.A (Gubernur Nusa Tenggara Barat), Dr. David Johnson (Reader in Comparative and International Education University of Oxford).

Rapat Tahunan PPI Dunia

Sebagai permusyawaratan tertinggi PPI Dunia, Simposium Internasional ini tidak hanya menjadi wadah berkumpulnya anggota delegasi dari berbagai PPI Negara untuk bersilaturahmi dan menghadiri diskusi-diskusi panel. Tetapi juga merupakan tempat untuk mahasiswa-mahasiswi Indonesia tersebut bertukar pikiran dan mengkontribusikan pengetahuan mereka untuk menghasilkan butir-butir rekomendasi Simposium Internasional PPI Dunia.

Sidang internal yang merupakan agenda utama Simposium Internasional PPI Dunia berlangsung pada tanggal 25 hingga 26 Juli 2017. Sidang yang dilaksanakan pada pukul 09.30 – 00.00 ini dihadiri oleh 27 PPI Negara. Sidang ini dibagi menjadi 8 pleno dan dipimpin oleh 3 orang pimpinan sidang, yaitu Nazlatan Ukhra Kasuba (PPI Malaysia), Muhammad Iksan Kiat (PERMIRA Rusia), dan Bahesty Zahra (PPI Iran).

Dalam sidang tersebut, telah dilakukan pengesahan amandemen AD/ART PPI Dunia yang selama ini dirancang oleh Tim Ad Hoc AD/ART PPI Dunia. Laporan Pertanggungjawaban Dewan Presidium PPI Dunia 2016/2017 juga diterima oleh para delegasi PPI Negara tanpa syarat. Setelah itu, sidang dilanjutkan dengan pembahasan rekomendasi program kerja untuk kepengurusan PPI Dunia periode selanjutnya. Para anggota delegasi PPI Negara dibagi menjadi 4 komisi dan melakukan diskusi per kelompok. Komisi-komisi tersebut adalah:

  1. Komisi Pendidikan, dipimpin oleh Pandu Utama Manggala (PPI Jepang);
  2. Komisi Sosial dan budaya, dipimpin oleh Muhammad Dhafi Iskandar (PPI Perancis);
  3. Komisi Ekonomi, dipimpin oleh Dianna Priscyla Kusuma Dewi (PPI Swiss); dan
  4. Komisi Teknologi Digital, dipimpin oleh Masduki Khamdan Muchamad (PPI Malaysia).

Setelah selesai dengan diskusi komisi, sidang pada tanggal 25 Juli 2017 tersebut ditutup. Sidang kemudian dilanjutkan pada hari selanjutnya yang membahas tentang pemilihan Dewan Presidium PPI Dunia untuk periode selanjutnya, 2017/2018. Setelah diskusi yang intens, akhirnya terpilih susunan Dewan Presidium 2017/2018 sebagai berikut:

  • Koordinator PPI Dunia 2017/2018: Pandu Utama Manggala (PPI Jepang)
  • Koordinator kawasan Amerika Eropa 2017/2018: Muhammad Iksan Kiat (PERMIRA)
  • Sekretaris kawasan Amerika Eropa 2017/2018 : Muhammad Syukron (PPI Polandia)
  • Koordinator kawasan Asia-Oceania 2017/2018 : Zulfadli (PPI Malaysia)
  • Sekretaris kawasan Asia-Oceania 2017/2018 : Ester Liana (PPI Tiongkok)
  • Koordinator kawasan Timur Tengah dan Afrika 2017/2018 : Ikhwan Ramputi (PPI Mesir)
  • Sekretaris kawasan Timur Tengah dan Afrika 2017/2018 : Bahesty Zahra (PPI Iran)

 

Dan Tuan Rumah Penyelenggara Simposium PPI Dunia Periode 2017/2018 sebagai berikut:

  • Simposium Internasional PPI Dunia 2018: PERMIRA Rusia
  • Simposium kawasan Amerika-Eropa 2018: PPI Jerman
  • Simposium kawasan Asia-Oceania 2018: PERMITHA Thailand
  • Simposium kawasan Timur Tengah-Afrika 2018: PPI Pakistan

Terakhir, sidang diakhiri dengan pengesahan hasil diskusi komisi yang dilakukan pada hari sebelumnya. PPI Dunia melahirkan gagasan untuk Indonesia.

Diskusi per komisi tersebut menghasilkan Rekomendasi Simposium Internasional PPI Dunia sebagai berikut:

 

KOMISI PENDIDIKAN

  1. Memfokuskan pada kajian isu perbaikan kualitas dan profesionalisme guru serta manajemen tata kelola pendidikan.
  2. Program konkret yang dapat dilakukan Antara lain adalah dengan mengadakan kegiatan studi banding dan pelatihan guru serta kepala sekolah dari daerah di Indonesia ke luar negeri. Mitra utama yang dapat dirangkul untuk program ini antara lain adalah Cerdas Digital, Ruang Guru dan dapat menggunakan platform Pesta Pendidikan.

 

KOMISI SOSIAL BUDAYA

  1. Mendukung program pengembangan destinasi wisata dari Kementrian Pariwisata RI, dan bekerjasama dengan sebaik-baiknya untuk memperkenalkan destinasi pariwisata di daerah-daerah Indonesia.
  2. Bekerja sama dengan Kementerian Pariwisata RI dalam penyediaan konten, jaringan promosi, serta hal-hal lainnya untuk meningkatkan kualitas acara-acara budaya yang akan dilaksanakan oleh masing-masing PPI Kota, Negara dan/atau kawasan.
  3. Bersinergi dengan komunitas lokal untuk mengadakan kegiatan budaya yang menonjolkan karakteristik dan kearifan budaya setempat. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk menjangkau komunitas lokal tersebut adalah dengan menyebarkan angket dan sayembara. PPI Dunia berkomitmen untuk menjadi mentor bagi para komunitas lokal ini mengembangkan keterampilannya.
  4. Membuat kajian advokasi isu kemanusiaan baik di tanah air maupun isu HAM di luar negeri seperti Palestina dan negara lain yang dianggap perlu, dengan merangkul berbagai kalangan dan pakar.

 

KOMISI EKONOMI

  1. Rencana aksi yang bersifat internal
    • PPI Dunia menjadi Duta pariwisata Indonesia di masing masing Negara.
    • PPI Dunia menjadi Duta ekonomi kreatif di masing masing Negara
    • PPI Dunia berusaha membangun kerjasama multidisiplin untuk mengembangkan perekonomian kreatif Indonesia
  1. Rencana aksi yang bersifat eksternal
    • Pengembangan ekonomi pariwisata di Indonesia
    • Pengembangan ekonomi syariah di Indonesia
    • Kajian terkait pembangkit listrik dan pengembangan energi terbarukan
    • Kajian terkait diversifikasi industri agar Indonesia tidak terlalu tergantung kepada ekspor sumber daya alam
    • Peningkatan kapasitas SDM Indonesia sebagai salah satu upaya optimalisasi penggunaan minyak, gas dan hasil tambang nasional

 

KOMISI TEKNOLOGI DAN DIGITAL

  1. Mengkaji kebijakan pemerintah dan komparasi studi dengan negara lain yang lebih unggul dalam pengguaan fintech, kajian ini akan dikaji dalam beberapa sub topik:
    • Regulasi E-Commerce: Kajian regulasi e-commerce sehingga dapat membangun lingkungan yang kondusif bagi para pemuda penggiat start up.
    • Security: Kajian mengenai cyber security sangat penting, terutama bagaimana cara meningkatkan kesadaran diri akan pentingnya privacy dan information security
    • Digital Currency: Penggunaan mata uang digital (bitcoin) akan semakin masif, sehingga dibutuhkan kajian untuk dapat membangun lingkungan yang sesuai dengan karakteristiknya sekaligus mencegah penyalahgunaannya.

 

Categories
Berita PPI Dunia

Konvensi dan Simposium Perhimpunan Pelajar Indonesia Dunia dibuka Dubes RI Untuk Inggris Raya

Pada hari Senin, 24 Juli 2017, Duta Besar Indonesia untuk Inggris, Republik Irlandia, dan IMO Dr. Rizal Sukma telah meresmikan acara gabungan Konvensi Internasional Sarjana Indonesia (Indonesian Scholars International Convention/ISIC) dari Perhimpunan Pelajar Indonesia-Inggris Raya (PPI-UK) dan Simposium Internasional (SI) ke-9 dari PPI-Dunia.

ISIC merupakan acara tahunan PPI-UK yang sudah berjalan selama lebih dari 15 tahun. Tahun ini, PPI-UK juga terpilih menjadi tuan rumah Simposium Internasional PPI Dunia ke sembilan yang merupakan permusyawaratan tertinggi dari organisasi mahasiswa Indonesia terbesar di luar negeri, PPI Dunia.

Dr. Rizal yang hadir di lokasi penyelenggaraan acara ISIC – Simposium Internasional PPI Dunia (ISIC-SI) 2017 di Warwick Arts Centre, University of Warwick juga mengawali kegiatan yang berlangsung hingga 27 Juli 2017. Tahun ini, PPI-UK menggabungkan dua acara besar PPI-UK dan PPI Dunia menjadi prakarsa akbar ISIC-SI 2017.

Dubes Rizal Sukma dalam sambutannya mengatakan dirinya turut bersemangat selain dia pernah menjadi bagian dari komunitas ini, juga karena sangat terkesan dengan daftar nama para pembicaranya dan topik yang dirancang dengan sangat baik. Menurutnya, mahasiswa dan sarjana PPI kini jauh lebih cekatan dan jeli dalam menggelar acara se-kaliber ini.

Penyelenggaraan ISIC-SI 2017 memulai diskusi bertema “Memacu Potensi Nasional Indonesia Menuju Tahun 2030” yang diusung dengan harapan agar dapat memberikan bekal wawasan kepada pelajar, mahasiswa serta sarjana Indonesia yang nantinya dapat membantu mereka bertarung di wilayah ilmu yang mereka geluti di kancah Internasional.

Ketua Penyelenggara ISIC-SI 2017 Samuel Leonardo yang menyandang predikat Summa Cum Laude – First class honour dari University of Oxford tahun lalu dan saat ini sedang menempuh PhD di bidang teknik kimia pada universitas yang sama ini mengatakan, “tema tersebut diangkat dalam rangka mempersiapkan diri kita menghadapi tantangan bonus demografi di tahun 2030 di mana jumlah penduduk usia produktif mencapai tingkat 70% dibanding jumlah penduduk usia non produktif.”

Panitia pelaksana ISIC-SI 2017 menyediakan berbagai kegiatan, seperti diskusi panel, workshop, konser kesenian, serta kegiatan budaya lainnya. Upaya ini diharapkan dapat membuka wawasan para mahasiswa serta sarjana Indonesia dalam memahami beragam topik seperti Wirausaha dan Awal Usaha, Kota yang Berkelanjutan, Seni dan Budaya, Politik Indonesia, Masa Depan Indonesia Sisi Finansial, dan Pembelajaran ke Depan. Gala Cultural Night yang diadakan pada hari pertama untuk mempromosikan budaya Indonesia juga mengundang soloist Indonesia, Tulus, sebagai salah satu bintang tamunya.

Anggota parlemen Inggris sebagai Utusan Inggris untuk Urusan Perdagangan dengan Indonesia dan Ketua Kelompok Lintas Partai Parlementer Inggris tentang Indonesia Richard Graham MP, hadir sebagai pembicara kunci pada hari pertama dengan menyampaikan tentang kesiapan Indonesia menjelang 2030 dalam menghadapi peningkatan demografi usia produktif.

Pada kesempatan ini, Richard mengajak agar Inggris yang merupakan negara paling global di dunia ini dan dengan London sebagai pusatnya digunakan sebagai etalase bagi Indonesia untuk menceritakan tentang Indonesia kepada dunia, “Gunakan kami,” katanya, “Kesempatan bagi para mahasiswa dan sarjana lulusan universitas di sini merupakan momen mereka, kesempatan mereka serta peluang mereka karena dunia kini lebih terbuka dibanding sebelumnya.”

Sebenarnya Indonesia memiliki banyak hal yang bisa ditawarkan dibanding sebelumnya. Mereka yang memiliki kemampuan berbahasa asing serta terampil akan mampu sukses dalam kehidupan mereka yang pada waktunya membawa Indonesia berada di panggung global, – untuk menunjukkan apa yang bisa dilakukan. Imbuhnya, “Saya sudah mengetahuinya, tetapi dunia perlu
mengetahuinya juga.”

Sementara itu, Duta Besar dan Utusan Tetap RI untuk UNESCO: Prof. Dr. T.A. Fauzi Soelaiman memberikan masukan kepada mahasiswa dan sarjana Indonesia untuk magang di Sekretariat UNESCO karena Indonesia masih kurang terwakili di sana.

Pada Breakout Sessions Simposium Internasional PPI Dunia, para pakar di bidangnya tampil sebagai pembicara di antaranya Walikota Surabaya: Tri Rismaharini pada Sesi Pembangunan, sedangkan pada Sesi Kewirausahaan tampil CEO GE Indonesia: Handry Satriago dan penulis buku ‘Laskar Pelangi,’ Andrea Hirata berbagi serba-serbi dunia Sastra.

Presiden PPI-UK, Alanda Kariza, sebagai tuan rumah mengatakan jika selama ini dunia internasional banyak mendengar soal kesenian tradisional Indonesia, kami rasa sudah saatnya untuk kita menunjukkan sisi budaya kontemporer Indonesia, apalagi di negara seperti Inggris Raya yang dikenal dengan industri kreatifnya.

Dalam sambutannya, Koordinator PPI Dunia 2016/2017, Intan Irani, juga menambahkan bahwa simposium ini memberikan peluang besar bagi mahasiswa Indonesia untuk aktif terlibat dalam proses pembangunan negara kita tercinta. Melalui acara ini, para pelajar Indonesia dapat belajar, berpikir, dan memetakan apa yang bisa mereka lakukan untuk membuat perbedaan untuk Indonesia.

Selain pemaparan materi dari 30 pembicara yang sangat kaliber, Simposium Internasional PPI Dunia juga menjadi ajang bertemunya perwakilan PPI Negara dari seluruh dunia. Dalam sidang internal PPI Dunia, telah diputuskan bahwa:

1. Laporan Pertanggungjawaban Dewan Presidium 2016/2017 diterima tanpa syarat.

2. Susunan Dewan Presidium 2017/2018:
– Koordinator PPI Dunia: Pandu Utama Manggala (PPI Jepang)

– Koordinator PPI Kawasan Amerika-Eropa: Muhammad Iksan Kiat (PERMIRA Rusia)
– Sekretaris PPI Kawasan Amerika-Eropa: Muhammad Syukron (PPI Polandia)

– Koordinator PPI Kawasan Asia-Oseania: Zulfadli (PPI Malaysia)
– Sekretaris PPI Kawasan Asia-Oseania: Ester Liana (PPI Tiongkok)

– Koordinator PPI Kawasan Timur Tengah-Afrika: Ikhwan Ramputi (PPMI Mesir)
– Sekretaris PPI Kawasan Timur Tengah-Afrika: Bahesty Zahra (PPI Iran)

Serah terima jabatan antara Koordinator PPI Dunia 2016/2017, Intan Irani, dan Koordinator PPI Dunia 2017/2018, Pandu Utama Manggala

Konvensi ISIC-SI 2017 yang berjalan selama 4 hari dari tanggal 24-27 Juli 2017 ini telah berlangsung sangat sukses. Konvensi ini diikuti lebih dari 500 mahasiswa dan sarjana Indonesia yang merepresentasi lebih dari 100 negara serta 1.500 mahasiswa dan sarjana yang sedang menuntut ilmu di seluruh pelosok dunia.

 

(PPI-UK/NZ)

Page 1 of 5
1 2 3 5