Categories
Berita PPI Negara Timur Tengah dan Afrika

PPI Lebanon Selenggarakan Diskusi Kebangsaan bersama Menpora

LEBANON, 10 November 2017 – Di sela-sela kunjungan kerja di Lebanon, Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi mengisi acara Diskusi Kebangsaan bersama Mahasiswa Indonesia (PPI Lebanon) untuk memperingati Hari Pahlawan 10 November 2017.

Kunjungan itu dalam rangka menjalin hubungan dengan Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Lebanon terkait Kepemudaan dan Olahraga. Bertempat di KBRI Beirut, acara itu dihadiri para Staf KBRI Beirut dan rombongan dari Kementerian Agama yang sedang melakukan penelitian tentang Syi’ah dan Hizbut Tahrir di Lebanon.

Acara dimulai pada pukul 19.30 EET dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an. Kemudian sambutan oleh Duta Besar LBBP RI untuk Lebanon, H. Achmad Chozin Chumaidy. Dalam sambutannya beliau berpesan kepada seluruh WNI di Lebanon agar selalu berhati-hati dan waspada dikarenakan situasi politik di Lebanon semakin memanas pasca pengunduran diri PM Lebanon, Sa’ad Hariri.

Acara dilanjutkan dengan pemaparan oleh Menpora. Dalam kesempatan itu beliau menceritakan tentang pengalamannya dari menjadi santri, kuliah di UIN Sunan Ampel Surabaya, hingga masuk ke ranah politik menjadi politisi dan akhirnya menjadi menteri termuda dalam jajaran kabinet Jokowi-JK.

“Ketulusan dan keikhlasan adalah kunci dari kesuksesan hidup. Tanpa keikhlasan para pahlawan mengorbankan harta bahkan nyawa, maka bangsa ini tak kan dapat merasakan manisnya buah kemerdekaan. Jika tanpa keikhlasan dan ketulusan orang tua tercinta dan para guru, maka seorang Imam Nahrawi tidak akan dapat menjadi yang sekarang ini (menteri-red),” ujar Imam Nahrawi.

Setelah pemaparan tersebut, moderator mempersilahkan mahasiswa untuk melontarkan beberapa pertanyaan, di antaranya terkait Sea Games dan Asian Games. “Kemarin Sea Games di Malaysia, hasil Indonesia belum maksimal karena beberapa faktor. Salah satunya karena aturan di Sea Games, tuan rumah boleh menentukan cabang olahraga, artinya tuan rumah bisa memasang cabang olahraga andalan yang lebih kuat dibanding negara lain. Sedangkan di Asian Games berbeda. Tuan rumah tidak diberikan otoritas untuk menentukan cabang olahraga, tetapi sudah ditentukan oleh Olympic Commitee pada semua cabang olahraga yang akan dipertandingkan. Tuan rumah hanya dapat mengusulkan tiga cabang olahraga unggulannya,” kata Menpora.

Dalam diskusi itu, Pak Menteri selalu menyamangati dan memberi dukungan penuh kepada PPI Lebanon baik dukungan moral maupun secara dana dan administrasi.

Acara ditutup dengan foto bersama para mahasiswa dan staf KBRI Beirut. Usai acara, Menpora menyempatkan diri untuk bertanding tenis meja dengan para mahasiswa. Beliau terlihat begitu handal bermain, beberapa kali pukulan smash beliau perlihatkan.

Mahasiswa Lebanon begitu bersyukur dan terkesan atas kehadiran Menpora Imam Nahrawi di tengah-tengah mereka, para Pemuda PPI Lebanon. Semoga pengalaman dan nasehat beliau dapat diterapkan dalam kehidupan. Amiin.**

 

Penulis: PPI Lebanon

Editor: Kartika Restu Susilo

Categories
Berita PPI Negara Timur Tengah dan Afrika

Puluhan Temus dari Sembilan Negara Berkumpul di Makkah

Bertempat di Hotel Lu’lu’ah ‘Aziziyah, Makkah al-Mukarramah pada hari Kamis, 7 September 2017, seperti di tahun-tahun sebelumnya, PPMI Arab Saudi menjamu para tenaga musiman haji (TEMUSH) dari perwakilan PPI Negara di kawasan Timur Tengah & Afrika. Total ada 9 negara yang mendapatkan kuota TEMUSH di musim haji 1438 H/2017 M, yakni Lebanon (2 orang), Libya (2 orang), Mesir (45 orang), Maroko (5 orang), Sudan (12 orang), Syria (5 orang), Tunisia (2 orang), Yaman (8 orang), Yordania (4 orang).

Di pertemuan silaturrahmi tersebut, dibuka dengan sambutan dari tuan rumah, PPMI Arab Saudi, yang langsung diberikan oleh Ketua Umum PPMI Arab Saudi periode 2017-2019, Sdr. Byan Aqila Ramadhan. Selanjutnya, perwakilan masing-masing PPI negara memperkenalkan diri dan menceritakan kondisi negara tempat studi, disertai dengan diskusi tanya jawab singkat. Acara disambung dengan sharing singkat dari perwakilan PPI Dunia oleh Sdr. Rama Rizana, penjelasan tentang Aliansi Keputrian Timur Tengah & Afrika (AKTA) oleh Sdri. Rahmah Rasyidah, dan acara ditutup dengan sesi foto bersama, serta makan bareng. Sebelum sesi foto bersama, SekJend PPMI Arab Saudi 2015-2017 Sdr. Prabasworo Jihwakir, menyampaikan beberapa pesan pengingat, di antaranya mengenai wacana penambahan kuota TEMUSH Timur Tengah & Afrika dari Komisi VIII DPR RI yang perlu dikawal.

Categories
Prestasi Anak Bangsa Timur Tengah dan Afrika

Indonesia Raih Film Pendek Terbaik Dalam Ajang International Student Short Film Festival di Tunisia

Berita baik datang dari wakil Indonesia di ajang Festival Film Pendek tingkat Pelajar Internasional yang pertama di Nabeul, Tunisia. Hadzari, sebuah film pendek berdurasi 2 menit 44 detik adalah sebuah karya pemikiran audiovisual dari sineas muda, Irhamni Rofiun, yang merupakan pelajar Indonesia yang sedang menyelesaikan studi pascasarjana di Universitas Ezzitouna. Film Hadzari, yang jika diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia menjadi ‘Waspada’ berhasil menjadi yang terbaik dalam ajang tersebut, dan satu-satunya film yang diputar ketika malam penganugerahan, Minggu malam (9/7).

Film berbahasa Arab ini tidak hanya melibatkan mahasiswa Indonesia sebagai aktor utama, melainkan mengajak crew dan pemain asing dalam proses penggarapannya. Selain itu, Indonesia juga berhasil memborong banyak penghargaan, di antaranya Best Soundtrack dalam film Silat, Taufik Imron sebagai aktor favorit dalam film Hadzari, dan film Silat sebagai film favorit pilihan hadirin panitia dan peserta.

Penghargaan Film Pendek di Tunisia

Menurut pengakuan Irhamni Rofiun, yang juga menjadi sutradara dalam film Silat tersebut, ketika dirinya tiga kali maju untuk mengambil penghargaan di panggung utama, pemanggilan ketiga pemberian penghargaan sebagai sutradara dalam film Silat, ia sempat tidak percaya dan terharu sekaligus bangga karena nama Indonesia kembali harum. Sebab, menurut penuturannya, film Silat tersebut banyak melibatkan banyak orang dan pendukung, di antaranya tim dan pemain yang tergabung dalam organisasi induk PPI Tunisia, anak-anak dari staf KBRI dan Medco Energi, serta yang paling mendukung penuh adalah KBRI Tunis sebagai sponsor tunggal.

Kompetisi film pendek ini diikuti oleh 600 karya dari 125 negara dari 3 jenis kategori: Fiksi, dokumenter dan animasi. Kebanyakan mereka adalah para pelajar atau mahasiswa yang bergelut dalam dunia sinematografi dan perfilman, bahkan ada yang sudah biasa mengikuti festival film pendek di Cannes, Prancis, Toronto, USA, dll. Hanya 27 karya film pendek dari 20 negara di antaranya: Indonesia, Palestina, Turki, Syria, Aljazair, Jordania, Lebanon, Irak, Mesir, Iran, Malaysia, USA, Prancis, Italia, Spanyol, Jerman, Cina, Thailand, Norwegia dan tuan rumah Tunisia. Dan yang diundang khusus oleh panitia penyelenggara hanya 20 sineas muda dari 20 negara tersebut, mereka ditanggung sepenuhnya mulai dari akomodasi, transportasi, penginapan, makan, dll. Untuk mengikuti acara puncak di Nabeul, Tunisia sejak tanggal 6-9 Juli 2017. Kegiatan tersebut meliputi workshop film; writing scripts, shooting & directing, editing & mixing. Dan itu semua dimentori oleh para seniman dan para pakar dalam dunia sinematografi dan perfilman, serta acara hiburan lainnya.

Pengumuman Pemenang Festival Film Pendek se-Tunisia

Berikut daftar peraih penghargaan terbaik Festival Film Pendek Pelajar Internasional 2017 di Nabeul.

– The prize of the best image: Film Fino, disutradarai oleh: Estephan Khattar, Lebanon.
– The prize of the best soundtrack: Film Silat, disutradarai oleh: Irhamni Rofiun, Indonesia.
– The prize of the best editing: Film Day 79, disutradarai oleh: Wissem Al Jaafari, Palestina.
– The prize of Best Scenario: The End of The Good Days, disutradarai oleh: Bask Mehmet, Turki.
– The prize of Best Male Performance: Memood, Jerman.
– The prize of Best Female Performance: Raya Busslah, Film Red on White, Tunisia.
The prize for the best short film: Film Hadzari (Waspada), disutradarai oleh: Irhamni Rofiun, Indonesia.

Daftar di atas adalah pemenang pilihan dewan juri, adapun pilihan pemirsa (penonton: panitia, peserta) adalah:

– Film Pendek Favorit: Film Silat, disutradarai oleh Irhamni Rofiun, Indonesia.
– Aktor Favorit: Taufik Imron, Film Hadzari (Waspada), disutradarai oleh Irhamni Rofiun, Indonesia.

(Red: PPI Tunisia/ Ed: Amir)

Categories
Berita

PPI Lebanon selenggarakan peringatan Isra dan Mi’raj

Perhimpunan Pelajar Indonesia di Lebanon ( PPIL ) bekerja sama dengan KBRI Beirut telah sukses menyelenggarakan acara peringatan Isra dan miraj Nabi Muhammad Sallallahu Alaihi Wa Sallam. Acara ini berlangsung pada hari Jumat, 28 April 2017 di gedung KBRI Beirut.

Acara diawali dengan pembacaan ayat ayat suci Al-quran, dilanjutkan dengan sambutan sambutan yang disampaikan oleh ketua panitia Ahmad Mushfi, ketua PPIL H. Muhammad Ainur Rohim MA dan Bapak Meugah Suriyan Sanggamara sebagai perwakilan dari Duta Besar yang berhalangan untuk hadir . Ahmad Mushfi selaku ketua panitia dalam sambutannya menyampaikan bahwa peringatan seperti ini adalah hal penting yang mengandung nilai positif meskipun tidak pernah dicontohkan oleh Rasulullah.

Selain mahasiswa, turut hadir dalam acara tersebut para pejabat KBRI Beirut, anggota Darmawanita dan juga masyarakat Indonesia yang berdomisili di Beirut. Untuk memeriahkan acara , panitia menghadirkan grup nasyid religi dari Lebanon yang bernama “Fariq an nasyid Al islamy li at turats.”

Acara yang bertajuk “mukjizat Agung dan bukti kenabian” ini ditutup dengan rangkaian acara lainnya, yaitu pelatihan jurnalistik dan sosialisasi hasil simposium internasional di Madinah ( 2-4 April 2017) dan konferensi internasional PCINU di Belanda ( 27-29 Maret 2017 ).

H. Muhammad Ainur Rohim MA, selaku narasumber dalam pelatihan jurnalistik, memotivasi para mahasiswa untuk terus mengembangkan dunia tulis menulis di kalangan para siswa dan memanfaatkan media sosial untuk menyebarkan kebaikan dan menekan berita hoax.

Adapun forum sosialisai simposium internasional Madinah disampaikan oleh Lukmanul Hakim Lc, selaku delegasi mewakili PPI Lebanon. Dalam laporannya, mahasiswa pasca sarjana ini menyampaikan tentang prestasi yang diraih oleh PPI Lebanon dalam perhelatan internasional itu. Salah satu nya adalah terpilih menjadi salah satu penulis paper terbaik dengan judul “Islam dan perannya dalam menjaga kemajemukan bangsa “. Dalam forum tersebut para anggota PPI Lebanon juga membahas tentang kesiapan mengikuti simposium internasional PPI Dunia di London.
Acara ditutup dengan doa dan makan malam bersama.

 
(Medikom(PPIL)/AASN)

Categories
Berita PPI Negara Timur Tengah dan Afrika

Kuota TEMUS Dipangkas; PPMI Mesir, PPI Timteng, dan PPI Dunia Rapatkan Barisan

CAIRO- Kuota Tenaga Musiman (TEMUS) haji bagi Mahasiswa Timur Tengah untuk tahun ini resmi dipangkas. Kuota yang pada pada tahun lalu berjumlah 125, setelah dikurangi akibat pengurangan kuota Jamaah Haji Indonesia, tahun ini kembali dipangkas menjadi 85 kuota saja. Ketetapan ini sudah disahkan oleh komisi 8 DPR RI.
KJRI Jeddah akan mengirim surat resmi terkait jumlah kuota TEMUS per Negara kepada seluruh KBRI terkait dalam waktu dekat ini. Ahmad Dumyati Bashori selaku ketua Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi ketika ditemui langsung oleh beberapa perwakilan mahasiswa Timur-Tengah Senin (10/4) di wisma haji, Mekkah, Arab Saudi mengatakan bahwa alasan utama pemangkasan besar-besaran kuota TEMUS Mahasiswa timur tengah adalah penambahan kloter jamaah haji di Indonesia seiring dengan bertambahnya kuota jamaah haji Indonesia. Hal ini berdampak besar pada penambahan jumlah petugas pada sektor pendampingan jamaah haji di tiap kloter yang akhirnya mengambil 40 kuota Mahasiswa timur-tengah.
Menyikapi hal ini, Dewan Presidium PPI Dunia dan PPI Kawasan Timur Tengah dan Afrika dijadwalkan akan bertemu dengan Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin dan Direktur Jenderal Penyelenggara Haji dan Umroh  pada tanggal 19 April di kota Madinah untuk menyampaikan surat permohonan resmi dari PPI Dunia guna melakukan peninjauan kembali terkait keputusan yang telah ditetapkan, yang bertepatan dengan kunjungan kerja pihak kemenag ke Arab Saudi.
“Kita akan berusaha bergerak, mengusahakan yang terbaik untuk mahasiswa timur tengah melalui jalur Duta Besar di negara kawasan timur tengah (timteng) masing-masing, kita akan menyampaikan dan mengusulkan kepada bapak Duta Besar untuk megirimkan surat resmi ke Komisi 8 DPR RI agar dapat meninjau kembali keputusan ini. Untuk perwakilan PPI kawasan timteng dan Dewan Presidium PPI Dunia juga akan mengambil langkah dengan langsung menemui pihak Kemenag dan melayangkan surat secara langsung ke Komisi 8 DPR RI. Selain itu, Intan Irani selaku Koordinator PPI Dunia saat ini juga akan langsung bertemu dengan pihak Komisi 8 DPR RI di Jakarta, semoga dengan usaha ini permasalahan tentang kuota haji  bisa kembali stabil demi kemaslahatan Mahasiswa timur tengah umumnya, dan Masisir pada khususnya.” tutur Ahmad Baihaqi Maskum, Presiden PPMI Mesir periode 2016/2017.
Mahasiswa yang sedang studi di Negara-negara wilayah Timur Tengah dan Afrika seperti Arab Saudi, Mesir, Sudan, Yaman, Yordania, Lebanon, dan Maroko tiap tahunnya selalu mengirimkan tenaga musiman untuk membantu jamaah haji Indonesia. “Peran mahasiswa Timur-tengah sangat penting dalam memberikan pelayanan kepada jamaah haji Indonesia. Karena  selain sebagian besar TEMUS Mahasiswa Timteng langsung terjun kelapangan dan berhadapan dengan jamaah secara langsung, mahasiswa timteng juga punya nilai plus sendiri. Pertama, mereka menguasai bahasa Arab, baik lisan maupun tulisan. Kedua, mereka sudah terbiasa berinteraksi dengan orang-orang Arab yang memiliki karakteristik berbeda dengan orang Indonesia. Ketiga, dan yang pasti mereka masih muda dan energik. Dan perlu diketahui bahwa menjadi TEMUS dalam pelayanan ibadah haji dibutuhkan kondisi prima dan kuat. Keempat, mahasiswa adalah kaum berpendidikan yang pastinya bekerja dengan diikuti akhlak dan sifat yang baik,” tutur Abdul Ghofur Mahmudin, Presiden PPMI Mesir periode 2015-2016.
Abdul Ghofur Mahmudin juga menambahkan bahwa 4 tahun terakhir ini kuota TEMUS untuk Mahasiswa Timur-tengah cenderung selalu menurun, akan tetapi penurunan itu tidak terlalu signifikan. ”Contoh Kuota Mahasiswa Indonesia di Mesir pada tahun 2012 masih sekitar 102 orang. Tahun 2013 menurun menjadi 96 orang, dan sampai tahun kemarin menjadi 68 orang. Hal ini masih dirasa logis karena alasan berkurangnya adalah pengurangan kuota jamaah haji Indonesia. Sedangkan untuk tahun ini akan berbeda jika kuota mahasiwa timur tengah dikurangi sangat signifikan. Itu karena pertama kuota haji Indonesia normal kembali, kedua pengurangannya sangat signifikan. Bahkan hemat saya, dari yang awalnya Kuota temus Mahasiswa Tim-teng 125 menjadi 85 itu bukan pengurangan, tapi pemangkasan. Dan itu tidak logis!” sambung Abdul Ghofur Mahmudin dalam wawancaranya dengan kru Suara PPMI.
“Hubungan TEMUS mahasiswa dengan PPIH terjalin sangat baik dan harmonis. Saling membantu dan bahu membahu dalam bekerja, baik di lapangan maupun di sekretariat. Sebagai contoh, sampai saat ini saya sendiri dengan TEMUS Mahasiswa Timteng 2013 masih berkomunikasi dengan baik ke PPIH Jakarta di grup whatsapp. Begitu juga dengan TEMUS 2016 PPIH Jakarta. Itu menandakan bahwa tidak ada masalah antara TEMUS mahasiswa dengan PPIH Jakarta maupun dengan bapak-bapak di Kantor Urusan Haji (KUH) Jeddah. Dan saya berharap semoga ada jalan keluar dan solusi terbaik untuk TEMUS mahasiswa timur tengah dan khususnya Masisir (Mahasiswa Indonesia Mesir),” tutur mahasiswa asal Banten ini ketika ditanya tentang hubungan PPIH dengan TEMUS mahasiswa Timur-tengah.
Wakil Presiden PPMI Mesir, Ikhwan Hakim Rangkuti, yang menjadi perwakilan PPMI Mesir dan Mahasiswa Timur-tengah pada saat pertemuan langsung dengan ketua PPIH Arab Saudi menegaskan, bahwa selain berkhidmat membantu Jamaah Haji Indonesia dan mengimplementasikan ilmu yang didapat selama belajar di Timur-Tengah, momentum TEMUS juga memberikan manfaat tersendiri bagi Mahasiswa Timur-Tengah. “Banyak sekali dampak positif yang dirasakan oleh mahasiswa Timur-Tengah dengan adanya TEMUS ini. Pertama, dengan adanya TEMUS, mahasiswa Indonesia di Timur-Tengah sangat terbantu dalam melanjutkan studinya ke jenjang yang lebih tinggi seperti S2 dan S3, melihat akses beasiswa dari pemerintah Indonesia untuk mahasiswa Timur-Tengah sangat minim bahkan bisa dibilang nihil. Hal ini terbukti dari kebijakan pemerintah yang memotong akses penerimaan beasiswa LPDP untuk mahasiswa Timur-Tengah. Kedua, keberadaan TEMUS menjadi faktor penggerak roda organisasi mahasiswa Indonesia di Timur-Tengah, karena sudah menjadi kearifan lokal bagi siapapun yang berangkat menjadi petugas Haji dari mahasiswa Timur-Tengah untuk membayar iuran kepada organisasi-organisasi terkait seperti PPMI Mesir, atau PPI Tim-Teng lainnya guna menopang pendanaan organisasi tersebut.”

Ikhwan menambahkan bahwa bagaimanapun juga permasalahan ini harus diselesaikan secara bijak, adil, dan transparan. ”Saya berharap Menteri agama beserta jajaran bisa meninjau kembali keputusan yang telah ditetapkan dan bisa menambah kuota TEMUS dari yang sebelumnya berjumlah 125 (tahun 2016) ke angka yang lebih banyak lagi atau minimal bertahan pada angka 125, karena sangat tidak bijak ketika mengurangi kuota menjadi 85 di saat bertambahnya kuota jamaah haji dari angka 168.800 menjadi 221.000. Poin penting yang menjadi perhatian dan catatan kami agar ke depannya pihak kementerian agama melibatkan perwakilan PPI Dunia dalam merumuskan suatu kebajikan baru, khususnya dalam penetapan kuota TEMUS untuk mahasiswa Tim-teng agar keputusan yang diambil tidak terkesan bersifat politis dan sepihak,” jelas Wakil Presiden PPMI Mesir yang berasal dari Jakarta ini.

(Kamal Ihsan/NZ)

Categories
Berita Timur Tengah dan Afrika

Peleburan BK-PPI Timteng dan Sekitarnya dengan PPI Kawasan Timteng dan Afrika

Liputan Makkah – Dalam rangkaian Simposium PPI Kawasan Timur Tengah dan Afrika 2017 yang berlangsung di Madinah pada 3-4 April 2017, Para Perwakilan PPI Negara di Kawasan Timur Tengah dan Afrika dan Fasilitator Sidang Komisi mengadakan Sidang Kawasan dan Finalisasi Sidang Komisi yang berlangsung di Hotel Grand Aseel, Makkah, pada hari Jum’at, 7 April 2017, Pukul 16.00 sampai pukul 19.00 Waktu Arab Saudi.

Sidang Kawasan dipimpin oleh Rama Rizana, Koordinator Divisi P2EKA (Pendidikan, Politik, Ekonomi, Kebudayaan & Pariwisata dan Agama) PPI Dunia, diawali tentang laporan program kerja yang telah dikerjakan PPI Kawasan selama 1 semester, kemudian membahas isu-isu terkini para pelajar Indonesia di kawasan. Diantara program kerja yang sudah berjalan antara lain Pendirian AKTA (Aliansi Keputrian Timur Tengah dan Afrika), Puskaji (Pusat Kajian Islami) kerjasama antara PPI Kawasan dengan Radio PPI Dunia, Tim Kajian Strategis dan Tim Media Kerohanian.

Adapun program kerja yang akan diadakan adalah Lomba Film Pendek se-Timur Tengah dan Afrika dengan PJ Khoiruddin dari HPMI Yordania. Pembahasan lainnya adalah penentuan Calon Koordinator PPI Kawasan Timur Tengah dan Afrika Periode 2017-2018 dan penentuan Calon Tuan Rumah Simposium PPI Kawasan Timur Tengah dan Afrika tahun 2018.

Kemudian, Pemaparan BK-PPI (Badan Kerjasama Persatuan Pelajar Indonesia) Timur Tengah dan Sekitarnya oleh Miftah Nafid Firdaus dari HPMI Yordania mengenai BK-PPI, sejarahnya dan program kerjanya. BK-PPI Timur Tengah dan Sekitarnya sendiri merupakan wadah organisasi antar PPI Negara di Kawasan Timur Tengah yang berdiri pada tahun 1964. BK-PPI memiliki sejarah dan perjuangan panjang, namun mengalami pasang surut organisasi.

8 PPI Negara yang hadir pada Sidang Kawasan ini sepakat untuk meleburkan BK-PPI Timur Tengah dan Sekitarnya dengan PPI Kawasan Timur Tengah dan Afrika tanpa melupakan sejarah dan perjalanan panjang BK-PPI. Semoga PPI Kawasan Timur Tengah dan Afrika kedepannya bisa memberikan kontribusi lebih khususnya bagi para pelajar Indonesia di Kawasan Timur Tengah dan Afrika, serta untuk Indonesia dan Dunia.

Berikut ini adalah Hasil Ketetapan Sidang:

Ketetapan Musyawarah Luar Biasa Badan Kerjasama Persatuan Pelajar Indonesia se-Timur Tengah dan Sekitarnya

tentang

Pembubaran BK-PPI se-Timur Tengah dan Sekitarnya

Bismillahirrahmanirrahim

Musyawarah Luar Biasa Badan Kerjasama Persatuan Pelajar Indonesia se-Timur Tengah dan Sekitarnya, dengan senantiasa mengharapkan rahmat dan ridho Allah subhanahu wa Ta’ala, setelah:

Menimbang:

  1. Untuk mencapai tujuan organisasi
  2. Untuk kemasalahatan anggota organisasi

Mengingat:

  1. Pasal 16 Anggaran Dasar BK-PPI se-Timur Tengah dan Sekitarnya
  2. Pasal 17 Anggaran Rumah Tangga BK-PPI se-Timur Tengah dan Sekitarnya

Memperhatikan:

Hasil Musyawarah Luar Biasa BK-PPI Timur Tengah dan Sekitarnya pada tanggal 7 April 2017 bertepatan dengan 11 Rajab 1438 H

Memutuskan:

Menetapkan:

  1. Pembubaran BK-PPI Timur Tengah dan Sekitarnya
  2. Peleburan BK-PPI Timur Tengah dan Sekitarnya dengan PPI Kawasan Timur Tengah dan Afrika
  3. Ketetapan ini berlaku sejak tanggal ditetapkan

Bi-l-llahi-l-taufiq-wa-l-hidayah

Ditetapkan di  : Grand Aseel Hotel, Makkah, Arab Saudi

Pada tanggal    : 7 April 2017

11 Rajab 1438

Waktu             : Pukul18.00 KSA

Anggota BK-PPI Timur Tengah dan Sekitarnya

TTD

PPMI Arab Saudi

PPMI Mesir

PPI Sudan

HPMI Yordania

PPMI Pakistan

PPI Lebanon

PPI Maroko

PPI UEA

Categories
Pojok Opini Suara Anak Bangsa Timur Tengah dan Afrika

Karya Tulis: Islam dan Perannya – Simposium PPI Timtengka 2017

PPI Lebanon sebagai salah satu delegasi Simposium PPI Timur Tengah – Afrika 2017 di Madinah menunjukkan partisipasinya melalui sebuah karya tulis ilmiah

Karya tulis ini disusun dalam rangka memenuhi “ Call for paper“ yang diselenggarakan oleh panitia Simposium PPI Timur Tengah – Afrika di Madinah, Arab Saudi 3-4 april 2017 dengan tema “Revitalisasi Simpul Kebangsaan di tengah Kemajemukan“.

Karya yang ditulis oleh mahasiwa pascasarjana di Global University of Beirut, Lukmanul Hakim, ini terdiri dari 22 halaman yang berisi tentang islam dan perannya dalam menjaga kemajemukan bangsa Indonesia.

Pesan yang ingin disampaikan dalam paper ini adalah bahwa keragaman merupakan sunatullah yang tidak bisa dipisahkan dari kehidupan bangsa indonesia, bangsa yang kaya akan ras, budaya, bahasa, suku, dan agama. Karena itu, bangsa Indonesia memiliki potensi yang sangat besar untuk menjadi prototype bangsa majemuk yang mampu mengelola keragaman dan memelihara keharmonisan, bila semuanya dapat ditangani dengan tepat. Kiranya cita-cita inilah yang senantiasa dipelihara dan dikembangkan dari semua elemen bangsa Indonesia.

Untuk membaca karya tulis ini, silahkan klik di sini

Categories
Timur Tengah dan Afrika

DISKUSI MAHASISWA PPI LEBANON, PERSIAPAN MENGHADAPI SIMPOSIUM KAWASAN

Satu agenda penting Perhimpunan Pelajar Indonesia di Lebanon periode 2016-2017 kembali terlaksana. Kegiatan tersebut adalah kegiatan diskusi mahasiswa dan presentasi paper untuk memenuhi Call for Paper dalam rangka persiapan menghadapi simposium PPI kawasan Timur tengah dan Afrika pada awal April 2017 mendatang di Madinah, KSA. Acara ini berlangsung pada Ahad, 19 Maret 2017 dan diawali dengan pelaksanaan sholat ghoib berjamaah dan pembacaan surat Yasin dan tahlil untuk almarhum bapak KH. Ahmad Hasyim Muzadi. Dalam kegiatan tersebut ketua PPI Lebanon, Ustadz H. Muhammad Ainur Rohim, bertindak sebagai imam sholat yang sekaligus menjadi moderator pada saat diskusi.

Pemaparan materi diskusi
Diskusi PPI Lebanon
Sholat Ghoib PPI Lebanon

Respon positif begitu tampak dari Kedutaan Besar Republik Indonesia di Lebanon, karena acara ini juga dihadiri langsung oleh bapak Duta Besar RI untuk Lebanon Bapak H. Ahmad Chozin Chumaidy dan bapak Imad Yousri selaku pelaksana fungsi Pensosbud dan beberapa pegawai kedutaan lainnya. Diskusi kali ini berjalan cukup baik, banyak masukan hingga saran dari para peserta diskusi yang kemudian ditanggapi oleh pemateri dengan sangat baik juga dan disimpulkan oleh moderator. Alhamdulillah kegiatan ini berjalan dengan cukup lancar walaupun terdapat beberapa kendala teknis dalam waktu pelaksanaannya di lapangan.

(Red: PPI Lebanon/ Ed: Amir)

Categories
Berita Timur Tengah dan Afrika

Kerja Sama dengan Pasukan Garuda, PPI Lebanon Terbitkan Jurnal Desember

Liputan Lebanon – Berada di negeri yang rentan konflik tidak menjadikan mahasiswa Indonesia di Lebanon berhenti berkarya. Justru keadaan yang tidak biasa ini memacu para mahasiswa untuk berinovasi dan berkreatifitas. Untuk menutup tahun 2016 PPIL melalui divisi media dan komunikasi berhasil menerbitkan jurnal yang berjudul “Spiritualitas Para Panglima Perang.”
“Momennya tepat, di samping untuk menutup tahun 2016, jurnal ini juga bisa dijadikan referensi tentang keberadaan UNIFIL di Lebanon ditinjau dari sisi yang mungkin belum diketahui banyak orang,” kata Lukmanul Hakim, penulis jurnal yang juga mahasiswa di Global University of Beirut program magister ini.
Keberadaan penulis sebagai salah satu mahasiswa Indonesia di Lebanon memberikan keuntungan tersendiri. Karena hal itu memberikan kemudahan untuk melakukan observasi lingkungan, yaitu melihat secara langsung aktivitas para pasukan perdamaian dunia (UNIFIL) yang jarang diketahui oleh khalayak umum.
Selain itu juga dilakukan wawancara dengan perwira dan staf pembinaan rohani agama Islam di setiap pangkalan pasukan Garuda TNI UNIFIL juga menjadi instrumen penelitian yang sangat urgen dalam jurnal ini.
UNIFIL adalah akronim dari United Nations Interim Force in Lebanon, sebuah tahapan organisasi misi yang dibentuk oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa, pada tanggal 19 Maret 1978 setelah pecah perang saudara di Lebanon dan konflik dengan Israel
PBB memberi mandat kepada 42 negara termasuk Indonesia untuk mengirimkan tentara terbaiknya dalam melaksanakan tugas misi perdamaian di Lebanon.

 

(Medikom PPIL/F)

Categories
PPI Negara Timur Tengah dan Afrika

Seminar BNPT di Beirut, Lebanon

Liputan Lebanon – Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Beirut bekerja sama dengan (Badan Nasional Penanggulangan Terorisme) BNPT telah menyelenggarakan seminar dan sosialisasi perlindungan warga negara Indonesia dari ancaman terorisme dan radikalisme dengan  melibatkan seluruh anggota Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) Lebanon.

Acara yang diadakan di gedung KBRI Beirut pada 6 Desember 2016 dihadiri oleh Petrus Reinhard Golose, Deputi Kerja Sama Internasional di BNPT dan Yuniar Ludfi, Direktur Koordinasi dan Perangkat Hukum Internasional BNPT. Hadir juga dalam acara tersebut Duta Besar RI untuk Lebanon H. A. Chozin Chumaidi beserta istri dan seluruh pejabat KBRI.

“Terorisme adalah sebuah kata yang netral dan tidak terikat oleh agama atau kelompok tertentu ,” kata Petrus dalam seminar tersebut.

Foto bersama saat seminar BNPT di Beirut, Lebanon.
Foto bersama saat seminar BNPT di Beirut, Lebanon.

Ia juga menambahkan, terorisme berawal dari paham takfiri, yaitu memvonis kafir terhadap orang di luar kelompok mereka sehingga hal itu memicu kekerasan fisik.

Para mahasiswa sangat antusias dalam mengikuti acara tersebut.  Hal ini dibuktikan dengan banyaknya pertanyaan serta saran yang ditujukan kepada narasumber yang akhirnya membuka diskusi. Acara ditutup dengan makam malam bersama dan ramah tamah.

 

(Lukmanul Hakim/Farhanah)

Page 1 of 2
1 2