Categories
Berita PPI Negara

Diskusi Sastra di Korea: Sastra dan Peranannya di Indonesia

KOREA SELATAN, 21 Oktober 2017 – KBRI dan PERPIKA kedatangan Bapak Sastra Indonesia yaitu Taufiq Ismail pada Minggu, 21 Oktober 2017. Beliau merupakan seorang penyair dan sastrawan Indonesia yang terkenal di dunia. Kedatangan Taufiq ke Hankuk University of Foreign Studies (HUFS)  Korea Selatan adalah untuk menghadiri acara penerbitan kumpulan buku puisi yang berjudul Debu di Atas Debu (diterjemahkan ke dalam bahasa Korea).

 

Kesempatan emas bertemu langsung dengan Taufiq tidak disia-siakan oleh mahasiswa Indonesia yang sedang berada di Korea. Sebagian peserta berasal dari jurusan teknik yang sangat awam terhadap karya sastra. Meskipun dari latar belakang pendidikan yang berbeda, ketertarikan terhadap bidang sastra seperti membaca dan membaca masih sama. Acara dimulai pada pukul 13:30 KST di lantai 2 gedung KBRI Seoul. Acara dibuka oleh Aji Surya selaku perwakilan KBRI dan Presiden PERPIKA, Aldias Bahatmaka, yang pada kesempatan itu membawakan puisi karya Taufiq Ismail yang berjudul “Aku”. Acara pun berlanjut dengan dipandu Annisa Luthfiarrahman selaku moderator.

Taufiq menceritakan asal-muasal kecintaannya terhadap puisi yang dimulai sejak kecil. Ketika itu, sang ayah yang juga merupakan seorang penulis berita strip di salah satu koran di Semarang menulis sebuah berita. Taufiq Ismail kecil yang sedang membaca berita di koran terkejut melihat tulisan ayahnya dan merasa bangga. Itulah awal mula keinginan supaya karyanya juga dimuat sehingga beliau mulai menulis cerita. Namun tulisannya masih tidak menarik. Kemudian ayahnya menyarankan untuk menulis gurindam yang akhirnya dimuat di sebuah koran lokal. Keesokan harinya, Taufiq Ismail kecil pun membawa koran yang memuat karyanya ke sekolah untuk dipamerkan. Sejak saat itu, beliau terus menulis puisi dan kecintaannya pada puisi pun meningkat.

 

Rendahnya Budaya Baca

Taufiq Ismail kemudian mengangkat topik “Budaya Membaca” di Indonesia. Beliau sangat prihatin dengan keadaan anak-anak Indonesia saat ini yang kurang membaca. Bahkan kurikulum membaca pun sudah sangat berkurang. Bila dibandingkan dengan negara lain, Indonesia sangat tertinggal dalam hal tugas membaca buku. Padahal, membaca buku itu tidak hanya sekedar membaca, tetapi juga dapat melatih kita untuk terus kreatif serta ingin tahu.

Taufiq Ismail lalu membacakan data-data mencengangkan mengenai kurangnya budaya membaca di Indonesia, bahkan di kurikulum Indonesia. Tidak memungkiri jika saat ini teknologi sudah semakin canggih sehingga buku-buku karangan Marah Roesli, Merari Siregar, Abdul Muis, Hamka, dan Sutan Takdir Alisjahbana, sulit dipahami bagi pemuda zaman kini. Bahkan jika ada tugas tentang itu, mereka hanya tinggal membuka internet untuk membaca ringkasannya. Ironisnya, esensi dari buku tersebut tidak tersampaikan. Oleh karena itulah sastrawan Indonesia termasuk Taufiq terus mengajukan proposal ke pemerintahan Indonesia agar budaya membaca terus ditingkatkan.

Pada sesi diskusi, banyak sekali yang bisa diambil sebagai pelajaran. “Apabila kamu suka menulis, dan tiba-tiba punya ide ketika sedang sibuk, jangan ditunda, tapi tulislah. Menulis bisa dimana saja. Tidak selalu harus di buku. Tulis Ide-idemu dimana saja. Jangan menunggu nanti. Biar tidak lupa,” ujar Taufik kepada hadirin. Pesan itu sederhana tapi bermakna bagi mahasiswa yang selama ini kerap berkata “nanti”, padahal itu bisa merubah menjadi “tidak akan pernah” apabila mahasiswa selalu menunda ide.

Sebelum acara berakhir, Taufiq Ismail pun membacakan beberapa puisi beliau. Puisi pertama dibuat untuk Ibu Ati yang telah menemaninya berpuluh-puluh tahun lamanya. Kemudian disusul puisi tentang Ibu yang peserta mengharu biru serta beberapa puisi lainnya.

Taufiq Ismail berjuang lewat tulisannya, lewat puisinya, lewat kata-katanya. Dari sanalah beliau mengajarkan arti perjuangan, persahabatan, keluarga, cinta dan kehidupan. Pepatah mengatakan bahwa kata-kata itu ibarat pedang yang siap mengiris manusia jadi dua. Kondisi “Melek Baca” di Indonesia saat ini sudah dalam tahap sekarat. Perlu banyak ‘oksigen’ yang dinamakan kesadaran. Itulah tugas kita untuk Indonesia. Ayo sadar. Ayo membaca. Ayo menulis. Tulisan yang benar bukan membenarkan.**

 

Penulis: Prita Meilanitasari

Management of Technology Pukyong National University 

Busan – Korea Selatan

 

Editor: Kartika Restu Susilo

Categories
Asia dan Oseania Berita Festival Luar Negeri PPI Negara Seni & Olahraga

Melihat Meriahnya Pameran Budaya Indonesia di Harbin, China

PPI Tiongkong, Harbin (9/17) – Perhimpunan Mahasiswa Indonesia Tiongkok (PPIT) Harbin kembali ikut serta dalam acara mahasiswa yang bertajuk Festival Budaya Internasional. Pagelaran itu diselenggarakan di kampus Harbin Engineering University (HEU), Harbin, China.

Sejak pagi panitia sudah mempersiapkan materi yang akan ditampilkan saat acara, mulai dari properti, bahan makan, kain hingga snack khas Indonesia yang siap disuguhkan kepada pengunjung yang hadir.

Acara yang dimulai sekitar pukul 10.00 pagi (waktu Harbin) itu mendapat sambutan yang sangat meriah dari pengunjung yang hadir. Begitu pula dengan stand negara Indonesia yang sangat ramai dikunjungi. Sejak stand baru dibuka, para pengunjung antusias mencoba makanan khas Indonesia, bermain alat musik seperti angklung dan bertanya mengenai Indonesia.

Pada acara itu, setiap negara seperti Indonesia, Inggris, US, Korea, Jepang, Thailand, Vietnam, Mongolia, Rusia dan beberapa negara lainnya diberikan kesempatan untuk menyuguhkan tarian khas negaranya diiringi alunan musik yang menambah kemeriahan festival tahun ini.

Acara Festival Budaya Internasional dihadiri lebih dari 1.000 pengunjung yang datang sejak pagi hingga selesai acara.  Ini merupakan salah satu kegiatan yang diikuti PPIT Harbin yang secara rutin diadakan di beberapa kampus besar Harbin. Hal ini menjadi wadah yang bagus untuk mengenalkan seni dan budaya Indonesia kepada masyarakat di luar negeri, sekaligus promosi pariwisata Indonesia di mata masyarakat internasional.

Selain itu juga, melalui kepanitiaan,  kegiatan itu juga sebagai wadah untuk merekatkan solidaritas mahasiswa Indonesia yang sedang belajar di Harbin.

 

Penulis : Putra Wanda (Pengurus Pusat PPI Tiongkok)

Mahasiswa Doctoral di HUST, Harbin, China

 

Editor: Kartika Restu Susilo

 

 

 

 

Categories
Inspirasi Dunia

Mau Lanjut Study di China dengan Scholarship, Ini tipsnya….

Tahukah anda, China menjadi salah satu tujuan utama study bagi mahasiswa Indonesia dan bahkan negara-negara maju di dunia seperti South Korea, USA, Japan and European Countries. Tercatat jumlah mahasiswa International di China sekitar 442,773 di 2016, dan meningkat 11.4% setiap tahunnya.

Halaman Depan Tsinghua University, Beijing

Saat ini banyak perguruan tinggi di China yang sudah memiliki reputasi dunia seperti Tsinghua University, Peking University hingga Shanghai Jiaotong University. Mahasiswa yang belajar di China kebanyakan mengambil jurusan Science, Engineering, Medicine, Chinese Language and Economy untuk strata Master and Ph.D.

Sebuah study yang dilakukan oleh USNEWS menunjukkan ranking perguruan tinggi dunia berdasarkan bidang ilmu menunjukkan Perguruan Tnggi di Negeri Tirai Bambu mendominasi ranking 1-100 Dunia. Ini tidak lepas dari kualitas pendidikan dan research yang dihasilkan Universitas.

Best Global Universities for Engineering

 

Chinese Government Scholarships merupakan beasiswa bagi mahasiswa internasional untuk strata S2 dan S3 yang akan melanjutkan studi di China. Setiap tahunnya beasiswa CGS dibuka pada awal tahun dan seleksinya diikuti oleh calon mahasiswa yang berasal dari seluruh penjuru Dunia.

Melalui artikel ini kami akan memberikan info-info penting yang sering ditanyakan oleh calon-calon peserta pengajuan beasiswa Chinese Governemnt Scholarships.

 

Beberapa hal yang sering ditanyakan yang sering kali ditanyakan oleh caon-calon pelamar beasiswa CGS.

1.Apa saja persyaratan dan persiapan untuk mendapatkan beasiswa CGS

Jawaban.

Persyaratan yang mesti diperhatikan yang biasanya tidak tampak tapi sangat dibutuhkan dalam apply beasiswa CGS yaitu. Pertama siapkan niat dan mental yang kuat. Karena kalian akan melamar beasiswa ke luar negeri . So, hal pertama yang perlu disiapkan mental yang kuat. Kedua, kesabaran yang ekstra. Ketiga, yang gak kalah penting siapkan motivasi yang kuat untuk menuntut ilmu ke luar negeri yang notabene bakalan mandiri semandiri mandirinya tanpa ada sanak saudara dan teman-teman lama. Dan lagi siapkan motivasi kalian untuk bener-bener siap menuntut ilmu sesuai jurusan atau disiplin ilmu yang kalian pilih. Motivasi ini juga diwujudkan dengan menulis motivation letter di dalam study plan kalian. Ok, next. Persyaratan yang paling penting yaitu sehat wal afiat yang dibuktikan dengan surat dokter dan bukti hasil lab medical check up yang telah di laporkan di dalam foreign physical examination form.

2.Apa saja berkas-berkas yang dibutuhkan untuk apply beasiswa CGS

Jawaban.

Berkas-berkas persyaratan itu meliputi:

  • 2 (satu) fotocopy application form. Form dapat diunduh dari http://www.csc.edu.cn  Laihua/noticeen.html  atau http://www.campuschina.org/noticeen.html
  • 2 (satu) fotocopy surat rekomendasi dari pimpinan atau professor di Indonesia (Important)..
  • 1 (satu) ijasah dan transkrip akademis yang dilegalisir dan di terjemahkan (sworn Translator).
  • Tulis sebuah Strong Study Plan di Tiongkok (Important).
  • 1 (satu) fotocopy surat kesehatan yang dikeluarkan oleh rumah sakit pemerintah (asli harus dibawa oleh peserta apabila lulus) dengan format sesuai foreign physical examination form.
  • Fotokopi passport yang masih aktif
  • TOEFL/IELTS yang masih berlaku
  1. Apakah diperlukan tes kemampuan bahasa sepertiHSK, TOEFL baik IBT / ITP, IELTS, TOEIC, dll. untuk apply beasisaa CGS?

Jawaban!

Persyaratan yang paling dibutuhkan yaitu untuk kelas tujuan berbahasa pengantar mandarin yaitu hasil tes HSK level 4 untuk S1/S2/S3 namun beberapa kampus mengisyaratkan untuk HSK 5. Tetapi hal itu tidak mutlak dibutuhkan yaa, karena jika kalian belum menguasai bahasa mandarin atau belum memiliki sertifikat HSK maka kalian diharuskan menjalani kelas persiapan bahasa mandarin selama satu tahun diluar masa study kalian. Hal itu tidak berlaku bagi yang mengambil kelas dengan English taught. Untuk itu ada sebagian universitas yang menekankan adanya tes bahasa seperti TOEFL/TOEIC dan IELTS. Untuk itu persiapkan saja siapkan sertifikat tersebut

 

4.Biaya apa saja yang tercover oleh beasiswa CGS?

Jawaban.

Biaya biaya yg tercover oleh beasiswa CGS yaitu meliputi.

  • Biaya study (tuition).
  • Biaya tempat tinggal (lodging).
  • Asuransi kesehatan (health insurance)
  • Biaya hidup (living allowance) yang besarannya terggantung jenjang study. Untuk S1 = 2.500 RMB, S2 = 3.000 RMB, dan S3 = 3.500 RMB/month.

5.Biaya apa saja yang tidak tercover oleh beasiswa CGS?

Jawaban.

Sedangkan biaya-biaya yang mesti dipersipan jika peserta lulus yaitu meliputi:

  • Biaya pembuatan visa China untuk pelajar.
  • Biaya tiket penerbangan ke kota tujuan di China.
  • Biaya medical check up.
    Medical Check Up, untuk medical check up yang diperlukan meliputi ECG, sifilis, tes bebas HIV, scan thorax, mata, dan telinga. EKG biasanya biayanya Rp. 60.000,00. Tes Sifilis, HIV dan general body check up RP 159.000,00. Untuk Mata Rp 20.000,00, terakhir biaya untuk scan thorax RP 60.000,00. Total sekitar Rp. 299.000,00.

6.Bagaimana tempat tinggal selama study disana?

Jawaban.

Biasanya universitas telah menyipkan asrama tersendiri yang dikhususkan untuk internasional students yang terpisah dengan asrama/dorm untuk pelajar/mahasiswa dari China. Jika kamu tidak mau tinggal di dorm/asrama maka pihak kampus akan memberikan biaya untuk menyewa apartment.

7.Bagi yang muslim, apakah mudah menemukan makanan yang halal?

Jawaban.

Tidak sulit untuk mencari restoran-restoran halal di China, restoran tersebut biasanya dikelolah oleh Muslim Hui dari Xinjiang yang mayoritas beragama muslim. Dan, setiap universitas pasti menyediakan kantin-kantin halal yang juga di kelola oleh Muslim Hui asal Xinjiang.

8.Jurusan kuliah apa saja yang tersedia untuk apply beasiswa CGS?

Jawaban.

Semua disiplin ilmu dan semua major tersedia di China, namun agak sulit untuk menemukan kelas yang berbasis English taught, maka harus bisa menilik website kampus tujuan terlebih dahulu, atau bisa di cek di http://www.csc.edu.cn/studyinchina/universitysearchen.aspx .

9.Bagaimana proses seleksi penyaringannya?

Jawaban.

Proses penyaringannya yaitu melalui proses seleksi administrasi. Dan beberapa kali proses penyaringan yang semuanya dilakukan oleh DIKTI selaku penyeleksi peserta beasiswa CGS untuk jalur kedutaan dan DIKTI, untuk jalur MOFCOM, AUN, dan Universitas ditujukan ke agency/institusi masing-masing sesuai kode Agency.

10.Bagaimana penggunaan bahasa di China, terlebih untuk kamu yang belom/tidak bisa berbahasa mandarin?

Jawaban.

Kamu akan kuliah dan hidup di China untuk waktu yang tidak sebentar, maka bahasa yang digunakan adalah mandarin. Sangat sedikit sekali orang-orang China yang bisa berbahasa Inggris dengan fluently, kecuali di bandara yaa, so, setidaknya kalian harus mempersiapkan kemampuan berbahasa mandarin kalian seenggak-enggaknya untuk hal bargain dan untuk tanya arah. Bagi kalian yang harus memasuki kelas dengan berbasis Chinese taught, dan kalian belum memiliki sertifikat HSK dengan level-level yang sudah ditentuka maka kalian diharuskan mengikuti kelas persipan bahasa. Kelas persiapan bahasa ini berlangsung selama 1 tahun diluar masa study kalian. So, 1 tahun periapan bahasa ditambah 3 atau 4 tahun masa study tergantung jenjang yang kalian ambil. Jika di tahun pertama kalian belom/tidak lolos tes HSK dengan level yang sudah ditentukan tersebut kalian wajib mengulangi lagi kelas persiapan bahasa satu tahun lagi dan mengakibatkan kalian harus mengambil masa study 2 tahun untuk jenjang S2, begitu seterusnya.

 

11.Jika lulus, apa sajakah yang perlu dipersiapkan?

Jawaban.

Jika kalian dinyatakan lolos (Menerima Letter of Offer dan form JW) yang perlu dipersiapkan:

  • Tiket pesawat dari Indonesia ke China untuk menuju universitas tujuan yang tersebar di seluruh kota-kota besar di China.
  • Biaya pengurusan residance permit per tahunnya biayanya 400 RMB.
  • Biaya medical check up ulang di China. Untuk ini ada kampus yang menekankan medical check up ulang secara keseluruhan atau hanya sebagian tergantung ketentuan masing-masing kampus. Siapkan saja biaya sebesar 800 RMB.
  • Biaya deposit untuk asrama, biasanya diutuhkan 200-500 RMB, dan akan dikembalikan nanti setelah lulus.
  • Obat-obatan dan P3K.
  • Makanan-makanan dan bumbu-bumbu khas Indonesia, persiapan jika lidah kalian tidak cocok dengan makanan China.

12.Jika lulus, perlengkapan apa yang perlu dibawa ke China, mengingat daerah China bagian utara sangat berbeda dengan China bagian selatan.

Jawaban.

Negara China itu luas sekali, jangan tertipu dengan peta China. Iklim China bagian utara sangat dingin sekali jika dipandingkan dengan China bagian selatan. Di China bagian selatan malah masih beriklim tropis yang sangat panas seperti iklim di Indonesia pada umumnya panas dan kering. Hal ini bertolak belakang untuk China bagian utara, di China bagian utara seperti Harbin di musim dingin suhu bisa jeblok hinga -30, dan di musim panas hanya berkisar 15 derajad celcius. Jadi kika kalian mendapatkan univeritas di China bagian utara, admin sarankan bawa beberapa jaket musim dingin yang tebal dan beberapa baju yang hangat untuk menjaga tubuh tetap hangat. Jika kalian mendapat universitas di China bagian selatan seperti kota Guangzhou kalian tidak perlu repot mempersiapkan pakaian khusus. Karena kota Gunagzhou beriklim tropis seperti Indonesia.

 

13.Bahasa apa yang digunakan sebagai pengantar Kuliah?

Jawaban

Bahasa pengantar selama kuliah bisa dipilih menggunakan English atau Mandarin (Bisa dipilih pada saat register dan disesuaikan dengan kampusnya). Pemilihan Bahasa akan menentukan waktu perkuliahan misalnya jika menggunakan pengantar English maka Master selama 3 tahun, jika menggunakan bahasa Mandarin Master akan dambil selama 4 tahun (1 tahun pertama belajar bahasa)

Selama kuliah, PhD Students di China diwajibkan menulis Jurnal dengan High International Reputation (in English) yang terindex SCI (Science CItation Index) dan Index of Engineering atau jurnal yang masuk dalam index Thomson-Reuters (Pemeringkat jurnal dunia paling credible), Jumlah papernya tergantung Universitas (2-3 International Journal) sebelum menyelesaikan PhD. jadi kemampuan Writing English yang baik sangat diperlukan selama kuliah.

Parade mahasiswa international di China

(Red: Putra, Putri, Annisa/ Ed: Amir)

Categories
Berita Kajian Nuklir Komisi Energi

PEMANFAATAN TEKNOLOGI NUKLIR UNTUK PENGEMBANGAN PUPUK HAYATI

Sebuah teknologi yang bernama nuklir, sering dikenal orang sangat menakutkan karena mempunyai sejarah yang cukup kelam dalam perang dunia. Namun, sekarang ini teknologi nuklir tumbuh dewasa dengan menebarkan manfaat untuk kemaslahatan umat. Hal ini dibuktikan dengan beberapa temuan dan penelitian dalam berbagai bidang. Tidak hanya dalam bidang energi, teknologi nuklir juga dimanfaatkan dalam bidang non energi yang salah satunya ialah bidang pertanian. Salah satu pemanfaatan nuklir dalam bidang pertanian ialah digunakannya teknologi nuklir untuk membuat biofertilizer yang merupakan hasil kolaborasi dari Food Agriculture Organization (FAO) dengan International Atomic Energy Agency (IAEA). Kolaborasi ini menghasilkan teknologi nuklir untuk bidang pertanian, salah satunya ialah nuclear biofertilizer atau pupuk hayati dari hasil teknologi nuklir.

Kegunaan teknologi nuklir dalam pupuk hayati lebih mengarah pada cara mensterilisasi mikroba dalam bahan pembawa. Bahan pembawa sangat penting dalam memproduksi pupuk hayati karena mengandung mikroba bawaan dalam jumlah yang sangat banyak hingga 106 sel/gram bahan pembawa bahkan lebih (Enjelia, 2011). Sterilisasi dilakukan untuk mengurangi atau membunuh jumlah mikroba bawaan (indigenus). Karena itu lah sterilisasi mutlak harus dilakukan agar dapat menyortir bahan pembawa yang diinginkan. Mensterilisasi dengan iradiasi gamma dirasa lebih baik, lebih irit dan praktis dari pada dengan menggunakan autoklaf yang selama ini digunakan. Dengan menggunakan iradiasi gamma, prosesnya membuat hampir tidak ada perubahan sifat fisik dan kimia pada materialnya. Sedangkan sterilisasi menggunakan autoklaf, beberapa material dapat mengubah sifatnya sehingga berefek samping akan dapat menghasilkan zat beracun bagi strain bakteri (FNCA, 2005).

Penelitian tentang nuclear biofertilizer secara konsisten diteliti oleh banyak negara yang tergabung dalam Forum for Nuclear Cooperation Asia atau FNCA, yaitu Jepang, Australia, Bangladesh, China, Indonesia, Kazakhstan, Korea, Malaysia, Mongolia, Filipina, Thailand dan Vietnam. Pada tahun 2014, FNCA menginformasikan fakta-fakta positif atas penggunaan nuclear biofertilizer. Di China, pupuk hayati dari hasil teknologi nuklir berpengaruh pada peningkatan hasil panen. Pupuk hayati berpengaruh meningkatkan bobot segar dan bobot kering jagung hingga 91,8% dan 211,8% dibandingkan dengan kontrol. Di Mongolia, pengaruh pupuk hayati dari teknologi nuklir dengan memanfaatkan Aspergillus niger berpengaruh pada peningkatan hasil biji bunga matahari sebesar 59,8% bila dibandingkan dengan tanaman kontrol. Di provinsi Shandong, penggunaan pupuk hayati pada budidaya tomat dapat meningkatkan hasil hingga 35% dari tanaman control (FNCA, 2016).

Di Indonesia, penelitian tentang hal ini dikembangkan oleh Badan Tenaga Nuklir Nasional atau yang biasa disebut BATAN. BATAN telah meriset dan memperoleh mikroba yang membuat tanah lebih mampu menangkap nitrogen dan membuatnya menjadi subur. Mikroba itu bernama Azospirillum disterilisasi dengan radiasi sinar gamma dari Cobalt 60 yang kemudian akan menjadi suatu produk pupuk hayati dari nuklir. Hasil proyek ini dimulai sejak tahun 2001 dan sudah menghasilkan isolat unggul pupuk hayati. Pengaplikasian sudah digunakan pada berbagai komoditas pertanian seperti jagung, salada, bukis, brokoli, sawi, cabe dan keberhasilannya meningkatkan komoditas pertanian (Kompas, 2009).

Pemberian inokulan berbasis kompos teriradiasi dengan bioaktif berupa kombinasi isolat Azotobacter sp. (KDB2), Bacillus sp. (KLB5+BM5+KBN1) dan Trichoderma sp. (KLF6), dapat meningkatkan serapan hara N dan P. Penggunaan ini sebagai biofertilizer yang mampu meningkatkan tinggi tanaman sekitar 23,64%, bobot kering berangkasan tanaman 63,62%, bobot hingga 29,41%, dan produksi tongkol segar jagung manis hingga 29,35% (Mulyana dan Dadang, 2012).

Maka dari itu, peran teknologi nuklir dalam pupuk hayati ini perlu dikembangkan secara konsisten. Selain cukup efektif, metode ini juga dapat mendukung pertanian berkelanjutan, dapat mengurangi penggunaan pupuk anorganik yang merugikan lingkungan, serta dapat meningkatkan hasil produksi pertanian. Jika kombinasi riset antara bidang pertanian dengan bidang nuklir ini terus digalakkan, besar harapan kedepan akan muncul penemuan-penemuan yang lebih dari sekarang.

Hambatan yang terjadi selama ini tidak hanya dalam hal terbatasnya teknologi di Indonesia, namun juga dari segi sosial akan penerimaan nuklir di kalangan masyarakat Indonesia serta pengedukasian dikalangan petani terkait nuclear biofertilizer. Faktanya petani sampai saat ini masih menggunakan metode lama yang dianggap menguntungkan pada masa kini dan tidak untuk masa depan. Padahal cara-cara lama seperti menggunakan pupuk anorganik dapat berakibat buruk di masa yang akan datang. Penggunaan pupuk anorganik secara terus menerus dapat mengeraskan tanah, mengurangi kesuburan tanah, memperkuat pestisida, mencemari udara dan air, melepaskan gas rumah kaca sehingga dapat membahayakan kesehatan lingkungan dan manusia (Zaman et al., 2017).

Di sinilah peran pemanfaatan teknologi nuklir untuk pengembangan pupuk hayati menjadi penting. Adanya pupuk hayati dari hasil teknologi nuklir ini akan dapat memacu hasil produksi pertanian dan juga mampu mengurangi hal-hal buruk dari sector pertanian yang dapat terjadi di masa yang akan datang.

Daftar Pustaka

Enjelia. 2011. Penggunaan Sterilisasi Iradiasi Sinar Gamma Co-60 dan Mesin Berkas Elektron pada Viabilitas Inokulan dalam Bahan Pembawa (Kompos dan Gambut). Skripsi. Institut Pertanian Bogor. Available at http://repository.ipb.ac.id/bitstream/handle/123456789/46875/A11enj.pdf;jsessionid=E65EEBEC8E7DCC93645679147ECD1A70?sequence=1

FNCA. 2005. FNCA Biofertilizer Newsletter 6. Available at http://www.fnca.mext.go.jp/english/bf/news_img/nl06.pdf

FNCA. 2016. FNCA Biofertilizer Newsletter 14. Available at http://www.fnca.mext.go.jp/english/bf/news_img/nl14.pdf

Kompas. 2009. Pupuk Radiasi Nuklir Tingkatkan Produktivitas Pertanian. Available at http://sains.kompas.com/read/2009/02/23/1744399/pupuk.radiasi.nuklir.tingkatkan.produktivitas.pertanian

Mulyana, N dan Dadang Sudrajat. 2012. Formulasi Inokulan Konsorsia Mikroba Rhizosfer Berbasis Kompos Teriridiasi. Pusat Aplikasi Teknologi Isotop dan Radiasi. BATAN. Available at http://digilib.batan.go.id/ppin/katalog/file/BP_12.pdf

Zaman, S. Prosenjit. P dan Abhijit Mitra. 2017. Chemical Fertlizer. Available at https://www.researchgate.net/profile/Abhijit_Mitra3/publication/265968789_CHEMICAL_FERTILIZER_By/links/54227bb60cf238c6ea67a7b4/CHEMICAL-FERTILIZER-By.pdf

 

Oleh : MUHAMAD SYAIFUDIN

Diperiksa oleh : Erwin Fajar, M. Mahfuzh, Dwi Rahayu

Tim Kajian Nuklir PPI Dunia – Divisi Non Energi

Categories
Asia dan Oseania Berita

Pameran Budaya Indonesia di Harbin University of Science and Technology (HUST), China

(20/17) Harbin, China –  Beberapa waktu yang lalu PPI Tiongkok (Harbin) turut serta pada acara Festival Budaya International yang diikuti oleh berbagai negara di dunia. Acara yang dihadiri oleh ratusan mahasiswa lokal dan internasional tersebut dijadikan ajang untuk mempromosikan Seni dan Pariwisata Indonesia di China.

Acara diadakan untuk memperkenalkan budaya dan tradisi suatu negara yang dibawakan oleh setiap pelajar internasional. Acara ini diikuti oleh berbagai pelajar mancanegara seperti Rusia, Korea, Vietnam, Pakistan, Afghanistan, Ukraina, Thailand, Vietnam dan juga Indonesia yang berada di Harbin.

Acara dilaksanakan di HUST bagian selatan dan dimulai pada pukul 13.00 waktu setempat, pengenalan budaya ini dimulai dengan membawakan sebuah presentasi berisi budaya daerah dari negara tersebut, seperti baju tradisional, makanan daerah, dan juga kebiasaan negara mereka. Kemudian dilanjutkan dengan penampilan pentas seni dari tiap negara.

Dari pelajar Indonesia, presentasi publik Indonesia dibawakan oleh Natalinda Nainggolan.  Presentasi ini berisi lokasi geografis Indonesia, dan juga ragam budaya yang dimiliki Indonesia, keragaman satwa liar, pariwisata, dan hubungan bilateral antara Indonesia dan Tiongkok. Banyak audiens yang terpukau melihat kekayaan seni, budaya dan alam Indonesia, banyak diantara mereka sangat tertarik untuk berkunjung ke Indonesia di masa yang akan datang.

Pada pentas budaya antar negara, pelajar Indonesia membawakan lagu daerah, seperti Manuk Dadali, Ampar-Ampar Pisang, dan Yamko Rambe Yamko. Pentas ini dibawakan oleh Clara Tabitha, Jeremia William Chandra, dan Albert Witopo. Ratusan peserta yang hadir di Hall Acara memberikan sambutan yang meriah pada saat lagu ini dinyanyikan.

Acara ini membuat kita saling mengenal budaya negara luar yang dibawakan dengan cara menarik, sehingga kita menjadi lebih tertarik untuk mengetahui budaya negara lain, tidak hanya budaya Tiongkok dan Indonesia.

Acara yang mengusung konsep “Wonderful Indonesia Campaign” ini telah berhasil mendekatkan Indonesia di kalangan mahasiswa China dan Internasional ujar Putra Wanda selaku Koordinator Acara bagi Indonesia.

(Red, hengky / Ed pw)

Galeri Foto:

Categories
Asia dan Oseania Eropa dan Amerika Festival Luar Negeri PPI Dunia PPI Negara Timur Tengah dan Afrika Upcoming Event

Upcoming Event: Kerjasama BEM Universitas Padjadjaran Bandung dan Tim Festival Luar Negeri PPI Dunia PPI Dunia menyelenggarakan event Edufair “Padjadjaran International Education Festival” 2017

SALAM PERHIMPUNAN!!

BEM UNIVERSITAS PADJADJARAN BANDUNG dan TIM FESTIVAL LUAR NEGERI PPI DUNIA akan bekerjasama untuk menyelenggarakan event Edufair
“Padjadjaran International Education Festival”

Hari, tanggal : Jumat, 26 Mei 2017
Waktu : 08:00 WIB – 16:00 WIB
Tempat : Bale Sawala Unpad Jatinangor

Perwakilan PPI Dunia akan menjadi keynote speakers dan meramaikan acara ini, mereka adalah:

Intan Irani Koordinator PPI Dunia 2016/2017 (PPI Italia)

Steven Guntur Koordinator PPI Dunia 2015/2016 (Permira Rusia)

Rizki Putri Hassan, Koordinator Divisi Pendanaan PPI Dunia (PPI UK)

Dan akan ada stand berbagai informasi studi dan hidup di luar negeri yang akan diramaikan oleh delegasi dari PPI Negara diantaranya:

1. PPI Polandia
2.PPI Hungaria
3.Perpika Korea Selatan
4.PPI Malaysia
5.PPI Swedia
6.PPI Spanyol
7.PPI Estonia
8.PPI Tiongkok
9.PPI Thailand
10.PPI Prancis
11.PPI Italy
12.PPI New Zealand
13.PPMI Saudi Arabia
14.PPI UK
15.PPMI Mesir
16.PPI Turki
17. PPI Jepang
18. PPI Jerman

Berita selengkapnya, follow:
IG: felarippidunia                                                                                                                                                                   Facebook: felari ppi dunia
Web: www.ppidunia.org

Categories
Berita Festival Luar Negeri PPI Dunia PPI Negara

Kolaborasi sukses SEF Universitas Gunadarma dengan PPI Dunia

Sabtu, 6 Mei 2017 lalu, Sharia Economic Forum (SEF) Universitas Gunadarma bekerja sama dengan Tim Festival Luar Negeri PPI Dunia sukses mengadakan Seminar Nasional Youth Development: Scholarship, career, and entrepreneurship. Acara ini bertajuk “Learning and Doing: Preparing Yourself for a bright future”, diadakan di Auditorium D462, Universitas Gunadarma, Depok.

Acara ini dipandu oleh Fauziah, dilanjutkan dengan tilawah Al Qur’an oleh Hilmi Febriansyah dan sari tilawah yang dibawakan dalam berbagai bahasa oleh Iren Karina (Korea), Annisa Lestari (Inggris), Fitra Amelia (Indonesia). Sangat menarik, bukan?

Acara selanjutnya yaitu sambutan oleh Ketua Sharia Economic Forum (SEF) periode 2016-2017, Qodhyan Fatahillah dan dilanjutkan dengan Ibu Nur Azifah, SE., Msi selaku Sekretariat Dosen Prodi Ekonomi Islam Universitas Gunadarma yang secara langsung membuka acara ini secara resmi.

Moderator dalam acara ini yakni Ibu Risa SE., MM selaku dosen di Universitas Gundarma. Pembicara pertama mengupas tentang bagaimana mengenali diri sedini mungkin, guna membantu individu menemukan dan mengatur semua ketrampilan, minat dan nilai-nilai yang diperlukan untuk menjelajahi dunia kerja, yang dibawakan langsung oleh Bapak Jossie Suryadinata selaku Country HR Director Teleperformance Indonesia. Pembicara yang kedua adalah Bapak Steven Guntur, mantan Koordinator PPI Dunia 2015/2016 yang memaparkan tentang kiat-kiat menaklukan beasiswa luar negeri dan kegiatan-kegiatan yang telah diselenggarakan oleh PPI Dunia. Kemudian dilanjutkan dengan salah satu peneliti dari Institute for Development of Economics and Finance (INDEF), Bapak Bhima Yudhistira, membahas mengenai peran mahasiswa dalam bidang research.

Seusai pemaparan oleh ketia pembicara tersebut, sesi selanjutnya adalah diskusi dan tanya jawab peserta kepada pembicara. Kemudian dilanjutkan dengan penyerahan plakat kepada seluruh pembicara oleh saudara Qodhyan.

Bapak Steven Guntur menyatakan bahwa acara ini sungguh bermanfaat untuk meningkatkan kualitas diri agar memiliki daya saing global dan memiliki bekal untuk mewujudkan cita-cita Indonesia.

Sampai jumpa di acara selanjutnya,

-Farah, Tim Festival Luar Negeri PPI Dunia-

Galeri Foto:

 

Categories
Berita

Simposium Asiania – Taipei 2017 Hari Pertama

Hari ini, 23 Maret 2017, telah berlangsung Simposium Taipei 2017 hari pertama. Simposium hari ini dibuka oleh Kepala Kantor Dagang dan Ekonomi Indonesia di Taipei Bapak Robert James Bintaryo, didampingi Prof. Lin Tso Yu Dean Office of General Affairs National Chengchi University (NCCU), dan Pitut Pramuji, Ketua PPI Taiwan.

Acara simposium yang diselenggarakan oleh PPI Taiwan dan PPI Asia-Oseania ini dihadiri oleh delegasi PPI dari beberapa negara, yaitu Tiongkok, Thailand, Filipina, Malaysia, Australia, India, dan Korea, serta perwakilan PPI kampus di Taiwan.

Mengusung tema “Transformasi Hubungan Bilateral Indonesia-Taiwan di Bawah New South Bound Policy: Retrospeksi dan Prospek Kerjasama di Masa Mendatang,” simposium hari ini menghadirkan keynote speaker Prof. Bruce Chih- Yu Chien Negotiator Trade of Negotiations Executive Yuan,  dan Prof. Makarim Wibisono, Duta Besar RI di PBB 2004-2007 yang saat ini menjabat Koordinator Europalia.

Prof. Bruce membawakan keynote speech “The New South Bound Policy” dan Prof. Makarim membawakan keynote speech “One China Policy Conundrum: What Working Practices Can and Can Not Be Done Among Indonesia and Taiwan Relation.”

Simposium dibagi dalam tiga panel. Panel pertama membahas tentang hal yang dapat dan tidak dapat dilakukan oleh fungsionaris Indonesia dan Taiwan dalam lingkungan kerja. Hadir sebagai narasumber panel 1 Anggota Komisi 8 DPR RI Arief Suditomo, Prof. Ching-Lung Tsay, Professor Bidang Asia Study Tamkang University, dan Abdul Rosyid, Pemenang Call for Paper.

Panel kedua membahas tentang peluang dan tantangan di bidang investasi, menghadirkan Yanuar Fajari, Asisten Senior Bidang Investasi KDEI, Muhamad Lutfi Aljufri, Pemenang Call for Paper, serta Founder dan CEO Out of The Box Consultancy, Dr. Mignone Man-Jung Chan.

Panel ketiga membahas tentang perwakilan bidang pendidikan untuk memaksimalkan manfaat bagi kedua negara. Dalam panel ini hadir sebagai narasumber Julian Aldrin Pasha, Kepala Depatemen Ilmu Politik Universitas Indonesia yang merupakan mantan Juru Bicara Kepresidenan, Wilson Gustiawan, Pemenang Call for Paper, Haryanto Gunawan, Konsultan Senior Elite Study of Taiwan, dan Paramitha Ningrum, Dosen Hubungan Internasional Binus University.

 

Simposium ini didukung oleh Bank Mayapada, Taiwan Economic and Trade Office (TETO), Institute of International Relation (IIR) NCCU, dan Kantor Dagang dan Ekonomi Indonesia (KDEI) di Taipei.

Categories
Berita

Indonesia di Parade Chingay 2017

Liputan Singapura – Tim Indonesia kembali membawakan kebudayaan dan kesenian tradisional daerah pada Parade tahunan Chingay 2017 di Singapura. Acara ini diadakan pada hari Jumat dan Sabtu, 10-11 Februari 2017 di F1 Pit Building, Singapura.

Tim Indonesia yang terdiri dari Tim Klaten & Solo, SMA Presiden Jakarta, Universitas Negeri Medan, Institut Seni Indonesia Denpasar, Boyolali, SMA Al-Azhar dan pelajar Indonesia di Singapore Institute of Management (InSIM) mewakili Kontingen Indonesia. Pada parade kali ini bertemakan “Pesona Kencana Nusantara” dengan kesenian yang ditampilkan adalah kesenian Kuda Lumping, Adat Batak dan Bali.  Parade Chingay kini merupakan salah satu parade kesenian dan kebudayaan terbesar di Asia dan digelar setiap tahunnya di Singapura yang berlokasikan di F1 Pit Building Singapore, yaitu di tempat yang pernah diselenggarakannya Race Formula 1.  Perwakilan Indonesia di Parade Chingay kali ini diketuai oleh Atase Pendidikan Kebudayaan KBRI Singapura yaitu Ibu Aisyah Endah Palupi.

Parade Chingay yang kali ini juga memperingati 50 tahun hubungan diplomatik antara Indonesia dan Singapura. Setiap tahunnya Parade ini diikuti dari berbagai negara di Asia selain dari Indonesia yakni, Singapura sebagai tuan rumah, Malaysia, China, Korea, Kamboja dan Jepang. Lebih lanjut, Tim Publisitas – PPI Singapura ikut memeriahkan parade Chingay 2017 dengan mendapat kehormatan diberi kesempatan oleh Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Singapura untuk ikut mendesain banner, umbul-umbul dan wayang untuk mewakili Kontingen Indonesia membawakan parade kesenian dan kebudayaan dipembukaan acara ini. (Red, Bryan / Ed, PW)

Galeri Foto:

Credit Photo: Facebook Atase Pendidikan Kebudayaan (Singapura)

Credit Photo: Facebook Atase Pendidikan Kebudayaan (Singapura)

Credit Photo: Facebook Atase Pendidikan Kebudayaan (Singapura)

 

Categories
Festival Luar Negeri

Komunitas Sahabat Beasiswa Chapter Malang Sukses Gelar Kopdar Bahas Kuliah Tiga Negara Bersama Radio PPI Dunia

Komunitas Sahabat Beasiswa chapter Malang bersinergi dengan Radio PPI Dunia menggelar Kopi Darat bertajuk “Nongkrong Asyik bareng Sobat Siar Radio PPI Dunia” pada hari Jumat, 3 Februari 2017. Tujuan acara ini tidak hanya merupakan  agenda rutin bulanan, namun juga sebagai salah satu wadah untuk memfasilitasi teman-teman di kota Malang mengenai pengetahuan beasiswa dan kuliah ke luar negeri.

Acara ini dihadiri oleh Direktur Radio PPI Dunia, Sobat Siar dan Kru Radio PPI Dunia serta 35 mahasiswa dari beberapa universitas di Kota Malang yang bertempat di Kafe Food Factory, Jl Bendungan Sutami, Kota Malang. Acara ini terbagi menjadi dua sesi. Dimulai dengan sesi audiensi Radio PPI Dunia yang dijelaskan langsung oleh Direktur Radio PPI Dunia, Nouval Rezka. Radio PPI Dunia sendiri resmi mengudara pada 18 Mei 2009 ditandai dengan dilakukannya siaran langsung berantai dari Sobat Siar (SS) di Jerman, Mesir, Belanda, Rusia, Korea Selatan, Malaysia, Inggris, dan Australia. Saat ini, Radio PPI Dunia telah didukung lebih dari 300 pelajar Indonesia di seluruh dunia dengan durasi siaran 24 jam online non-stop.

Dilanjutkan dengan sesi kedua yang membahas tentang kuliah dan beasiswa di  Australia, Tiongkok dan Pakistan. Narasumbernya adalah anggota Radio PPI Dunia yang tentunya tengah belajar di Negara-negara tersebut. Berdasarkan informasi dari tim penyelenggara yang mewawancarai beberapa peserta dan narasumber, salah satu peserta Dinda Tantry, mengaku begitu tertarik dengan negara Tiongkok. Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang ini menuturkan “Kan ini sesuai dengan kalimat Tuntutlah Ilmu sampai ke negeri Cina”.

Nouval Rezka, Direktur Radio PPI Dunia mengaku senang dengan acara Kopdar ini, selain sarana untuk audiensi kepada teman-teman mahasiswa tentang Radio PPI Dunia, juga sebagai sarana menularkan semangat dan berbagi informasi luar negeri dari mereka yang telah berjuang di luar negeri kepada mereka yang tengah berjuang di Indonesia. “Terimakasih sudah disambut dengan baik oleh Sahabat Beasiswa Chapter Malang, semoga terus berjalan gerakan seperti ini di Kota Malang dan kota lainnya di Indonesia”, tuturnya.  (Farah, Tim Festival Luar Negeri)

 

 

Page 1 of 3
1 2 3