logo ppid

KOREA SELATAN, 21 Oktober 2017 - KBRI dan PERPIKA kedatangan Bapak Sastra Indonesia yaitu Taufiq Ismail pada Minggu, 21 Oktober 2017. Beliau merupakan seorang penyair dan sastrawan Indonesia yang terkenal di dunia. Kedatangan Taufiq ke Hankuk University of Foreign Studies (HUFS) Korea Selatan adalah untuk menghadiri acara penerbitan kumpulan buku puisi yang berjudul Debu di Atas Debu (diterjemahkan ke dalam bahasa Korea).

 

Kesempatan emas bertemu langsung dengan Taufiq tidak disia-siakan oleh mahasiswa Indonesia yang sedang berada di Korea. Sebagian peserta berasal dari jurusan teknik yang sangat awam terhadap karya sastra. Meskipun dari latar belakang pendidikan yang berbeda, ketertarikan terhadap bidang sastra seperti membaca dan membaca masih sama. Acara dimulai pada pukul 13:30 KST di lantai 2 gedung KBRI Seoul. Acara dibuka oleh Aji Surya selaku perwakilan KBRI dan Presiden PERPIKA, Aldias Bahatmaka, yang pada kesempatan itu membawakan puisi karya Taufiq Ismail yang berjudul "Aku". Acara pun berlanjut dengan dipandu Annisa Luthfiarrahman selaku moderator.

Taufiq menceritakan asal-muasal kecintaannya terhadap puisi yang dimulai sejak kecil. Ketika itu, sang ayah yang juga merupakan seorang penulis berita strip di salah satu koran di Semarang menulis sebuah berita. Taufiq Ismail kecil yang sedang membaca berita di koran terkejut melihat tulisan ayahnya dan merasa bangga. Itulah awal mula keinginan supaya karyanya juga dimuat sehingga beliau mulai menulis cerita. Namun tulisannya masih tidak menarik. Kemudian ayahnya menyarankan untuk menulis gurindam yang akhirnya dimuat di sebuah koran lokal. Keesokan harinya, Taufiq Ismail kecil pun membawa koran yang memuat karyanya ke sekolah untuk dipamerkan. Sejak saat itu, beliau terus menulis puisi dan kecintaannya pada puisi pun meningkat.

 

Rendahnya Budaya Baca

Taufiq Ismail kemudian mengangkat topik "Budaya Membaca" di Indonesia. Beliau sangat prihatin dengan keadaan anak-anak Indonesia saat ini yang kurang membaca. Bahkan kurikulum membaca pun sudah sangat berkurang. Bila dibandingkan dengan negara lain, Indonesia sangat tertinggal dalam hal tugas membaca buku. Padahal, membaca buku itu tidak hanya sekedar membaca, tetapi juga dapat melatih kita untuk terus kreatif serta ingin tahu.

Taufiq Ismail lalu membacakan data-data mencengangkan mengenai kurangnya budaya membaca di Indonesia, bahkan di kurikulum Indonesia. Tidak memungkiri jika saat ini teknologi sudah semakin canggih sehingga buku-buku karangan Marah Roesli, Merari Siregar, Abdul Muis, Hamka, dan Sutan Takdir Alisjahbana, sulit dipahami bagi pemuda zaman kini. Bahkan jika ada tugas tentang itu, mereka hanya tinggal membuka internet untuk membaca ringkasannya. Ironisnya, esensi dari buku tersebut tidak tersampaikan. Oleh karena itulah sastrawan Indonesia termasuk Taufiq terus mengajukan proposal ke pemerintahan Indonesia agar budaya membaca terus ditingkatkan.

Pada sesi diskusi, banyak sekali yang bisa diambil sebagai pelajaran. "Apabila kamu suka menulis, dan tiba-tiba punya ide ketika sedang sibuk, jangan ditunda, tapi tulislah. Menulis bisa dimana saja. Tidak selalu harus di buku. Tulis Ide-idemu dimana saja. Jangan menunggu nanti. Biar tidak lupa,” ujar Taufik kepada hadirin. Pesan itu sederhana tapi bermakna bagi mahasiswa yang selama ini kerap berkata "nanti", padahal itu bisa merubah menjadi "tidak akan pernah" apabila mahasiswa selalu menunda ide.

Sebelum acara berakhir, Taufiq Ismail pun membacakan beberapa puisi beliau. Puisi pertama dibuat untuk Ibu Ati yang telah menemaninya berpuluh-puluh tahun lamanya. Kemudian disusul puisi tentang Ibu yang peserta mengharu biru serta beberapa puisi lainnya.

Taufiq Ismail berjuang lewat tulisannya, lewat puisinya, lewat kata-katanya. Dari sanalah beliau mengajarkan arti perjuangan, persahabatan, keluarga, cinta dan kehidupan. Pepatah mengatakan bahwa kata-kata itu ibarat pedang yang siap mengiris manusia jadi dua. Kondisi "Melek Baca" di Indonesia saat ini sudah dalam tahap sekarat. Perlu banyak ‘oksigen’ yang dinamakan kesadaran. Itulah tugas kita untuk Indonesia. Ayo sadar. Ayo membaca. Ayo menulis. Tulisan yang benar bukan membenarkan.**

 

Penulis: Prita Meilanitasari

Management of Technology Pukyong National University

Busan - Korea Selatan

 

Editor: Kartika Restu Susilo

SALAM PERHIMPUNAN!!

BEM UNIVERSITAS PADJADJARAN BANDUNG dan TIM FESTIVAL LUAR NEGERI PPI DUNIA akan bekerjasama untuk menyelenggarakan event Edufair
"Padjadjaran International Education Festival"

Hari, tanggal : Jumat, 26 Mei 2017
Waktu : 08:00 WIB - 16:00 WIB
Tempat : Bale Sawala Unpad Jatinangor

Perwakilan PPI Dunia akan menjadi keynote speakers dan meramaikan acara ini, mereka adalah:

Intan Irani Koordinator PPI Dunia 2016/2017 (PPI Italia)

Steven Guntur Koordinator PPI Dunia 2015/2016 (Permira Rusia)

Rizki Putri Hassan, Koordinator Divisi Pendanaan PPI Dunia (PPI UK)

Dan akan ada stand berbagai informasi studi dan hidup di luar negeri yang akan diramaikan oleh delegasi dari PPI Negara diantaranya:

1. PPI Polandia
2.PPI Hungaria
3.Perpika Korea Selatan
4.PPI Malaysia
5.PPI Swedia
6.PPI Spanyol
7.PPI Estonia
8.PPI Tiongkok
9.PPI Thailand
10.PPI Prancis
11.PPI Italy
12.PPI New Zealand
13.PPMI Saudi Arabia
14.PPI UK
15.PPMI Mesir
16.PPI Turki
17. PPI Jepang
18. PPI Jerman

Berita selengkapnya, follow:
IG: felarippidunia Facebook: felari ppi dunia
Web: www.ppidunia.org

Komunitas Sahabat Beasiswa chapter Malang bersinergi dengan Radio PPI Dunia menggelar Kopi Darat bertajuk “Nongkrong Asyik bareng Sobat Siar Radio PPI Dunia” pada hari Jumat, 3 Februari 2017. Tujuan acara ini tidak hanya merupakan agenda rutin bulanan, namun juga sebagai salah satu wadah untuk memfasilitasi teman-teman di kota Malang mengenai pengetahuan beasiswa dan kuliah ke luar negeri.

Acara ini dihadiri oleh Direktur Radio PPI Dunia, Sobat Siar dan Kru Radio PPI Dunia serta 35 mahasiswa dari beberapa universitas di Kota Malang yang bertempat di Kafe Food Factory, Jl Bendungan Sutami, Kota Malang. Acara ini terbagi menjadi dua sesi. Dimulai dengan sesi audiensi Radio PPI Dunia yang dijelaskan langsung oleh Direktur Radio PPI Dunia, Nouval Rezka. Radio PPI Dunia sendiri resmi mengudara pada 18 Mei 2009 ditandai dengan dilakukannya siaran langsung berantai dari Sobat Siar (SS) di Jerman, Mesir, Belanda, Rusia, Korea Selatan, Malaysia, Inggris, dan Australia. Saat ini, Radio PPI Dunia telah didukung lebih dari 300 pelajar Indonesia di seluruh dunia dengan durasi siaran 24 jam online non-stop.

Dilanjutkan dengan sesi kedua yang membahas tentang kuliah dan beasiswa di Australia, Tiongkok dan Pakistan. Narasumbernya adalah anggota Radio PPI Dunia yang tentunya tengah belajar di Negara-negara tersebut. Berdasarkan informasi dari tim penyelenggara yang mewawancarai beberapa peserta dan narasumber, salah satu peserta Dinda Tantry, mengaku begitu tertarik dengan negara Tiongkok. Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang ini menuturkan “Kan ini sesuai dengan kalimat Tuntutlah Ilmu sampai ke negeri Cina”.

Nouval Rezka, Direktur Radio PPI Dunia mengaku senang dengan acara Kopdar ini, selain sarana untuk audiensi kepada teman-teman mahasiswa tentang Radio PPI Dunia, juga sebagai sarana menularkan semangat dan berbagi informasi luar negeri dari mereka yang telah berjuang di luar negeri kepada mereka yang tengah berjuang di Indonesia. “Terimakasih sudah disambut dengan baik oleh Sahabat Beasiswa Chapter Malang, semoga terus berjalan gerakan seperti ini di Kota Malang dan kota lainnya di Indonesia”, tuturnya. (Farah, Tim Festival Luar Negeri)

 

 

Liputan Madinah – Pada hari Kamis, 26 Januari 2017, kami berkesempatan silaturrahim dengan 7 mahasiswa Indonesia yang sedang kuliah di Universitas Kuwait, Kuwait, dalam rangkaian ibadah umrah dan ziarah kota suci Madinah yang berlangsung selama 10 hari (18-28 Januari 2017) termasuk perjalanan darat dari Kuwait ke Makkah dan Madinah. Dari ketujuh mahasiswa, 6 diantaranya adalah pelajar pada program Markaz Lughah (Studi Bahasa Arab selama 1 tahun) dan satunya adalah pelajar pada program S1 Kuliyyatul Adab (Fakultas Sastra Arab).

Jumlah mahasiswa Indonesia di Universitas Kuwait saat ini, terdapat 12 mahasiswa dan mahasiswi, 7 mahasiswa di dalam program Markaz Lughah, dan 5 mahasiswa di dalam program S1 dan S2. Setiap tahunnya, melalui Kementerian Agama RI, pendaftaran untuk melanjutkan studi ke Universitas Kuwait dibuka, baik program Markaz Lughah maupun program S1. Fasilitas yang didapatkan antara lain asrama, beasiswa sebesar 100 Dinar Kuwait per bulan, makan gratis di kafetaria kampus, serta uang untuk membeli buku sebesar 100 Dinar Kuwait per semester.

Para pelajar di Markaz Lughah Universitas Kuwait bukan hanya berasal dari Indonesia, tetapi juga ada dari berbagai negara, antara lain Bosnia Herzegovina, Taiwan, Prancis, Korea Selatan, Kazakhstan, Ukraina, Jepang, Georgia, Australia, Hungaria, Turki, Gambia dan Afganistan.

Pengaktifan kembali PPI Kuwait

Menurut data dari BKPPI Timur Tengah dan Sekitarnya, PPI Kuwait sendiri merupakan salah satu anggota BKPPI itu sendiri. Setelah kami tanyakan ke beberapa pelajar Indonesia di Kuwait, salah satu faktor tidak adanya PPI beberapa tahun belakangan ini adalah sedikitnya jumlah pelajar Indonesia di Kuwait (12 orang). Sedikitnya jumlah pelajar sebenarnya tidak menjadi alasan, seperti PPI Estonia hanya ada 3 mahasiswa dan PPI Uni Emirat Arab hanya ada 3 mahasiswa (sisanya pelajar SMP dan SMA).

Pada Hari Batik Nasional tahun 2015, pelajar Indonesia di Kuwait ikut serta dalam video ucapan Selamat Hari Batik Nasional PPI Dunia di salah satu Stasiun TV Swasta Nasional. Kami berharap kedepannya, PPI Kuwait bisa hadir kembali, dengan harapan dapat mempromosikan studi di Kuwait, serta memberikan informasi beasiswa dan kegiatan mahasiswa Indonesia di Kuwait. Kami juga berharap semoga semakin banyak pelajar Indonesia yang berkesempatan melanjutkan studi ke Kuwait.

Kunjungan ke Kuwait

Pelajar juga aktif di acara KBRI

Dalam rangka memperingati HUT RI ke-71, KBRI Kuwait City mengadakan acara resepsi diplomatik pada hari Rabu, 26 Oktober 2016 di Jumeriah Hotel, yang dihadiri oleh Duta Besar RI untuk Kuwait, YM Tatang Budi Utama Razak beserta tamu undangan dari kalangan dosen, pengusaha, tokoh masyarakat Kuwait, diplomat dari sejumlah kedutaan negara-negara sahabat di Kuwait, serta masyarakat Indonesia di Kuwait yang termasuk didalamnya para mahasiswa.

5 mahasiswa Indonesia hadir di acara ini dan berkesempatan menjadi bagian penerimaan tamu. “Acaranya cukup meriah, tamu undangan yang datang juga banyak” ujar Muhammad Abdul Aziz, salah satu mahasiswa Indonesia yang hadir pada acara ini. Kuliner Indonesia juga disajikan kepada para tamu undangan “ada nasi goreng, bakwan, dan lain-lain” tambah Abdul Aziz. (Red:-/Ed: Amir)

Liputan India - Kamis, 26 Januari 2017, Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) India Komisariat New Delhi perkenalkan kuliner khas Indonesia dalam food festival yang diselenggarakan oleh International Students Association (ISA) Jawaharlal Nehru University di Gedung School of International Studies. Acara yang berlangsung dari pukul 18.00 IST sampai 23.00 IST sukses menarik banyak pengunjung meski sempat terkendala hujan dan mendung.

Dalam festival ini, PPI New Delhi menyajikan lima kuliner khas Indonesia, yaitu sate ayam, cenil, bala-bala, martabak, dan wedang bajigur. Stall (stan) PPI New Delhi yang memasang tagline “Emerald of Equator; Indonesia” ini ramai dibanjiri pengunjung yang penasaran ingin merasakan kuliner khas Indonesia. Kuliner dari berbagai negara seperti Armenia, Jepang, Korea Selatan, Thailand, Jerman, Afganistan, Uzbekistan, Ethiopia, Bangladesh, Suriah, Nepal, Tibet, Rusia, Mauritius, Kazakhstan, Turki, dan Turkmenistan juga disajikan dalam festival tahunan ini.

Nur Sa’adah, Ketua PPI Komisariat New Delhi, mengatakan, partisipasi mereka dalam ajang JNU Food Festival tahun ini merupakan pengalaman yang luar biasa dan membanggakan. “ JNU Food Festival tahun ini menjadi pengalaman yang sangat berharga dan membanggakan bagi saya pribadi dan juga PPI New Delhi. Kami menampilkan kuliner yang berbeda dari tahun kemarin yaitu cenil dan martabak. Acara ini juga mengasah kretifitas kami dalam hal memasak. Kami benar-benar mempersiapkannya sebaik mungkin, kami lakukan uji coba memasak berulang kali agar bisa menghidangkan menu Indonesia yang nikmat bagi pengunjung dari berbagai negara,“ jelas Sa’adah.

Sementara M. Rusdy Namsa, Wakil Ketua PPI India, mengomentari bahwa acara ini sangat bagus untul melatih jiwa kewirausahaan bagi teman-teman PPI New Delhi. "Acara ini sangat menarik karena selain mampu mempererat ikatan persaudaraan antarbangsa melalui promosi kuliner, juga sangat bagus untuk melatih jiwa kewirausahaan teman-teman PPI. Alhamdulillah tahun ini acara berjalan lancar atas kerja keras teman-teman ISA JNU. Stall kami juga laris diserbu pengunjung. Perjuangan dari teman-teman PPI New Delhi dan juga dukungan dari Atase Pendidikan KBRI New Delhi yang tentunya membuat semua ini terwujud," paparnya.

Acara food festival ini adalah agenda tahunan ISA yang mengakomodir perwakilan berbagai negara untuk memperkenalkan kuliner khas masing-masing sekaligus sebagai ajang mempererat persahabatan antarnegara. Tahun ini, JNU Food Festival diselenggarakan tepat pada peringatan Republic day India.

(FR/F)

PPIDUNIA.ORG, Tunisia - PPI Tunisia menghadiri undangan dari KBRI Tunisia pada Minggu (13/11), dalam acara nonton bersama film “Jihad Selfie” di Wisma Nusantara, Les Berges du Lac. Acara tersebut dihadiri langsung oleh Produser, Dede Aliah bersama timnya.

Acara diawali dengan sambutan Duta Besar LBBP RI Tunisia, Roni Prasetyo Yuliantoro. Dalam sambutannya, Duta Besar sangat mengapresiasi film ini, karena menurutnya film adalah media terbaik dalam menyampaikan pesan.

whatsapp-image-2016-11-14-at-04-38-28

Di acara ini juga Produser, Dede Aliah berterimakasih atas sambutan hangat masyarakat Indonesia di Tunisia. "Pembuatan film dokumenter ini, berawal dari kekhawatiran terhadap generasi terbaik bangsa yang banyak terpengaruh oleh gerakan radikal, khususnya ISIS. Media punya pengaruh yang sangat besar dalam perkembangan kepribadian dan psikoligi seseorang. Seperti salah satu tokoh film tersebut, Akbar", terang Dede dalam kalimat pembukanya di Wisma Dubes. Dikabarkan bahwa ada 500 WNI yang terdekteksi dalam gerakan radikal ini. Para alumni gerakan ini, menurut Ibu Dede berpotensi ketika pulang dari Syiria akan memanfaatkan momen demokrasi demi tujuan merusak keutuhan NKRI.

Lanjutnya, propaganda yang masif dan cepat ini harus dibalas dengan reaksi yang lebih terorganisir dalam penanaman pengetahuan dan pencegahan agar tidak terjadi lost generation.

Film dokumenter ini menampilkan beberapa narasumber yang berkaitan dengan ISIS. Seperti Akbar, siswa Sekolah Khatib dan Imam Mustafa Girmil di kota Kayseri, Turki. Ia terpengaruh oleh rekannya untuk masuk gerakan ini melalui media sosial. Wildan, mahasiswa cerdas asal Jogjakarta yang melancarkan aksi bom bunuh diri di Irak, hingga Yusuf mantan narapidana terorisme yang menceritakan kisahnya kembali ke kehidupan normal dan mendirikan sebuah rumah makan.

Film ini diprakarsi oleh Yayasan Prasasti Perdamaian yang didirikan oleh Noor Huda Ismail melalui sayap organisasinya Prasasti Production. Film ini telah ditayangkan dibeberapa KBRI seperti Korea Selatan, Singapura, Malaysia, Australia, Filipina dan Belanda. Kabarnya film ini juga akan ditayangkan di Kairo, Mesir. [Elmuna/AJU]

Selain terkenal dengan dunia fashion dan pertunjukannya, Korea Selatan akhir-akhir ini semakin dilirik sebagai negara tujuan studi. Perkembangan ekonomi dan teknologi Korea Selatan yang begitu pesat juga menjadi salah satu pendorong tingginya animo pelajar Indonesia untuk melanjutkan kuliah di negeri ini.

Namun, bagaimana kesempatan beasiswa, terutama untuk S1, di negeri ginseng ini? Cari tahu lebih dalam seluk beluk mendapatkan beasiswa penuh bersama Muhammad Ridwan Dzikrurrokhim, pelajar Indonesia di Seoul National University dalam "Berburu Beasiswa" pada hari Minggu, 6 November 2016 mulai pukul 21.00 WIB. Hanya di Radio PPI Dunia!

img-20161030-wa0012

Festival Luar Negeri (FLN) PPI Dunia 2016-2017 , apa yang terlintas dari pikiran sahabat bangsa saat membaca judul ini? Pameran Pendidikan? Talkshow?

Festival Luar Negeri merupakan salah satu program kerja teranyar dari PPI Dunia. Di sini, sahabat PPI Dunia akan mendapatkan tambahan wawasan mengenai kehidupan, organisasi dan informasi-informasi terkait para pelajar Indonesia di luar negeri. Dalam menjalani aktivitas ini, PPI Dunia berkolaborasi dengan universitas-universitas di Indonesia untuk menyelenggarakan seminar pendidikan, pelatihan.

Setelah sukses melakukan program perdana di Universitas Jendral Soedirman, (artikel lengkap bisa dibaca dengan mengklik link ini.) untuk memperluas sayap perjuangan memberi informasi ke seluruh negeri, dibentuklah tim khusus yang dikomandoi oleh Muhammad Ubaidillah Al Mustofa dari PPI UNI EMIRAT ARAB (PPI UEA) untuk menangani Festival Luar Negeri PPI Dunia. Tim ini beranggotakan pelajar Indonesia yang berada di berbagai negara. Mulai dari Jepang, Arab saudi, Tiongkok , Taiwan, Mesir, Korea Selatan, dan Malaysia.

 

Rapat perdana Tim FESTIVAL LUAR NEGERI PPI DUNIA, 12 Oktober 2016. Dipimpin langsung oleh Kordinator PPI Dunia 2016-2017. Rapat perdana ini membahas langsung mengenai visi dan misi PPI Dunia yang akan mengadakan road show dibeberapa Universitas di Indonesia dan memberikan informasi langsung mengenai study abroad. Road show ini akan dihadiri langsung oleh delegasi dari beberapa negara dan alumni dari PPI Dunia. . . #ppidunia #flnppidunia #felarippidunia

A post shared by Festival Luar Negeri PPI Dunia (@felarippidunia) on

 

Pelaksanaan FESTIVAL LUAR NEGERI PPI DUNIA pertama yang diselenggarakan oleh FOSA @fosa2016 di Universitas Jendral Soedirman, 8 Oktober 2016. Road show yang bertemakan "Reinforcing Brighter Future With Study Abroad" ini dihadiri oleh delegasi PPI Dunia dari 20 negara. Yuk kita pelajari dan pahami bersama bagaimana pentingnya pendidikan diluar negeri sebagai wadah yang tepat untuk membangun bangsa dan menciptakan generasi berwawasan dunia. . #ppidunia #flnppidunia #felarippidunia #ppiduniafunworld #fosaunsoed2016

A post shared by Festival Luar Negeri PPI Dunia (@felarippidunia) on

Foto bersama 20 delegasi yang hadir di FESTIVAL LUAR NEGERI PPI DUNIA yang diselenggarakan oleh FOSA @fosa2016 di Universitas Jendral Soedirman, 8 Oktober 2016. Ada beberapa both dari negara perwakilan masing-masing yang dapat dikunjungi untuk bertanya langsung atau mencari informasi mengenai study abroad. . . Bagi kalian yang melewatkan acara perdana FESTIVAL LUAR NEGERI PPI DUNIA ini, tidak perlu khawatir karena akan ada banyak acara berikutnya yang akan diadakan dibeberapa Universitas di Indonesia. . . Mari bersama bangun mimpi, bangun negeri dan ciptakan generasi yang mendunia untuk negeri. #ppidunia #flnppidunia #felarippidunia #ppiduniafunworld #fosaunsoed2016 #sahabatppi #bagimunegeri

A post shared by Festival Luar Negeri PPI Dunia (@felarippidunia) on

 

Penasaran dengan program -program kami?

Simak terus Website PPI Dunia dan Akun Instagram Resmi milik Festival Luar Negeri PPI Dunia di: https://www.instagram.com/felarippidunia/

 

Salam Perhimpunan!

Liputan Jakarta, Perwakilan PPI Dunia ikut berkontribusi dalam sebuah konferensi kebijakan internasional berjudul "Conference on Indonesian Foreign Policy 2016: Finding Indonesia's Place in The Brave New World", pada Sabtu lalu (17/9). Acara yang bertempat di The Kasablanka Hall, lantai 3 Mal Kota Kasablanka, Tebet, Jakarta Selatan ini diselenggarakan oleh Foreign Policy Community of Indonesia (FPCI) besutan Dr. Dino Patti Djalal, Wakil Menteri Luar Negeri Republik Indonesia Ke-5.

"Saya berharap, setelah mengikuti CIFP 2016, semoga kita semakin sadar bahwa bangsa Indonesia akan semakin maju dan kuat jika kita terus menjaga sikap nasionalisme yang disertai pula dengan semangat internasionalisme," ungkap Dino Patti Djalal dalam sambutannya.

Konferensi ini membahas pengaruh globalisasi terhadap dinamika perkembangan dan percepatan interaksi negara-negara di dunia sehingga berimplikasi terhadap persaingan internasional. Kegiatan yang dimulai pukul 09.00 WIB ini berisikan 20 sesi paralel dalam ruangan yang berbeda dengan menghadirkan 70 pembicara ternama baik dari dalam maupun luar negeri. Sesi yang digelar membahas kebijakan luar negeri Indonesia dalam berbagai aspek: geopolitik, maritim, perdagangan, keamanan, diaspora, pendidikan, teknologi, dan lain-lain.

Pembicara pada sesi "Connecting Indonesia's Development Needs with Global Resources". Diantaranya, Koordinator PPI Dunia Intan Irani (bangku kedua dari kiri). Sumber: Adam Dwi Baskoro

Di antara pembicaranya adalah Dr. H. Susilo Bambang Yudhoyono (Presiden Republik Indonesia ke-6), Xanana Gusmao (Presiden Timor Leste), Jend. (Purn.) Luhut Binsar Panjaitan (Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman RI ke-5), Ir. Airlangga Hartanto (Ketua Umum Asosiasi Emiten Indonesia 2005-2014), dan Rudiantara (Menteri Komunikasi dan Informatika). Prof. H. Nasarudin Umar, Imam Besar Masjid Istiqlal juga turut menjadi pembicara dalam pembahasan keagamaan. Sedangkan dalam sektor usaha yang duduk menjadi pembicara diantaranya adalah Sandiaga Uno, Shunamek (Garuda Food), Erik Meijer (Telkom/Telstra), Wishnutama (Net Mediatama), Noni Purnomo (Blue Bird Group), Nadiem Makarim (Gojek Indonesia). Para diplomat dari USA, EU, Korea Selatan, Polandia, Hungaria, RRC, dan Australia juga dilibatkan untuk menyampaikan materi politik dan hubungan internasional.

Intan Irani, Koordinator Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) Dunia menjadi salah satu pembicara pada sesi yang bertemakan "Connecting Indonesia's Development Needs with Global Resources: The World of FDI, Creative economy, Education, Technology, and Innovation". Sesi ini membahas perlunya koneksi antara pengembangan ekonomi, pendidikan, teknologi, dan inovasi Indonesia lewat globalisasi.

Ia mengungkapkan bahwa PPI Dunia merupakan sebuah perhimpunan yang menaungi 51 PPI Negara dengan visi untuk meningkatkan kualitas dan potensi diri yang berguna seutuhnya bagi Indonesia. PPI Dunia bergerak dalam tiga bidang utama: pertama, Creative Economy dengan meningkatkan human capital sebagai aset bangsa; kedua, Tourism yang mendidik duta bangsa agar bangga untuk mempromosikan dan memperkenalkan seni dan budaya Indonesia kepada dunia internasional; ketiga, Innovation and Technology yang bergerak di era informasi digital berupa online meeting, web based-seminar, dan e-education. "PPI Dunia melibatkan seluruh basis edukasi pelajar Indonesia yang tersebar di tiap negara," tegas Intan.

Perwakilan PPI Dunia yang hadir dalam kenferensi tersebut adalah koordinator PPI Dunia Intan Irani dari PPI Italia, anggota Biro Pers Adam Dwi Baskoro dari PPMI Mesir, dan alumni Permira Rusia, Subahagia Rendy. (AD/AA)

 

Galeri Kegiatan:

Presiden Republik Indonesia ke-5 Susilo Bambang Yudhoyono menjadi pembicara saat penutupan kegiatan konferensi.

Presiden Republik Indonesia ke-5 Susilo Bambang Yudhoyono menjadi pembicara saat penutupan kegiatan konferensi.

Koordinator PPI Dunia Intan Irani bersama pembicara konferensi.

Koordinator PPI Dunia Intan Irani bersama pembicara konferensi lainnya.

Perwakilan PPI Dunia yang menghadiri Konferensi Kebijakan Luar Negeri Indonesia 2016

Perwakilan PPI Dunia yang menghadiri Konferensi Kebijakan Luar Negeri Indonesia 2016.

Peserta Konferensi.

Peserta Konferensi saat pembukaan kegiatan.

Peserta konferensi pada sesi "Connecting Indonesia's Development Needs with Global Resources", salah satu pembicaranya adalah Intan Irani, Koordinator PPI Dunia.

Peserta konferensi pada sesi "Connecting Indonesia's Development Needs with Global Resources", salah satu pembicaranya adalah Intan Irani, Koordinator PPI Dunia.

Sumber gambar: Adam Dwi Baskoro

CISKA

Event yang ditunggu-tunggu akhirnya tiba!

CISAK tahun ini mengusung tema "Encouraging Knowledge Collaboration for National Resilience Towards ASEAN Economic Community" tanggal 3-4 September 2016, di Diamond Hall, Hi Seoul Youth Hostel (HSYH), Yeongdeungpo-gu, Seoul. http://hiseoulyh.com/en/location/

Dengan Keynote Speaker:

1. Prof. Dr. M Nurdin Abdullah, M.Agr. (Bupati Bantaeng)*
2. Prof. Khoirul Anwar (Asisten Profesor di JAIST, Jepang; Penemu bagian teknologi 4G)
3. Trio Adinono, Ph.D (Technopreneur, CEO of Xirka Silicon)*

Juga termasuk:

~> Workshop:
"How to Deliver a Presentation and Write a Scientific Article" bersama Johan Sukweenadhi dan Suray Agung Nugroho (3 September)

~> Special Issue Workshop:
1. "Light Management in Quantum Dot Solar Cell" oleh Havid Aqoma K (3 September)
2. "Feminism State and Motherhood Comparative Study of Indonesia and South Korea" oleh Desintha D Asriani (4 September)
3. "Machine Learning: Current Issues and Its Applications" oleh Bayu Adhi Tama (4 September)

Info lebih lanjut bisa klik:
www.cisak.perpika.kr
www.twitter.com/cisakita
www.facebook.com/cisak.perpika

Ditunggu kedatangan Teman-teman semua! 🙂

Copyright © 2021 PPI Dunia
All rights reserved
Mayapada Tower 1, Lt.19, Jl. Jend. Sudirman, Kav. 28
Jakarta Selatan 12920