logo ppid
Gusti Kanjeng Ratu Bendara (Ketua BPD AKU DIY/Pemateri I) dan Faris Apriyadi (PPI Malaysia/Moderator) dalam sesi foto bersama

Jakarta- Sektor pariwisata menjadi kekuatan roda ekonomi Indonesia, baik ekonomi berskala kecil maupun besar. Namun, jumlah wisatawan di Indonesia mengalami penurunan setelah pandemi Covid-19 melanda Indonesia. Berangkat dari sana, PPI Dunia melalui Direktorat Festival Luar Negeri (FELARI) mengadakan webinar bertajuk “Revitalisasi Ekonomi Pasca Pandemi melalui Sektor Pariwisata di Indonesia” pada hari Sabtu (15/1/2022).

“Webinar ini bertujuan untuk melihat seberapa besar potensi Pariwisata Indonesia dalam merevitalisasi ekonomi pasca pandemi Covid-19, setelah adanya penurunan 50% dari jumlah wisatawan di sektor Pariwisata Indonesia.” ujar Faruq Ibnul Haqi dalam sambutannya.

Selain itu, ia pun menambahkan bahwa PPI Dunia berupaya untuk aktif membantu kebangkitan sektor ekonomi di Indonesia, “Inovasi, adaptasi dan kolaborasi adalah kunci utama dalam bertahan dan bangkit dari kondisi keterpurukan akibat covid-19. Maka bidang pariwisata juga perlu untuk ikut beradaptasi di bidang terkait,” tambah Faruq.

Selaku narasumber, Gusti Kanjeng Ratu Bendara, Ketua Badan Promosi Pariwisata Daerah Istimewa Yogyakarta (BPD DIY) menyampaikan, ekonomi dalam negeri, khususnya UMKM, mengalami penurunan drastis imbas turunnya angka wisatawan di sektor pariwisata.

“UMKM merupakan salah satu sektor yang mengalami dampak terbesar dari turunnya angka wisatawan. Jika sektor pariwisata mengalami penurunan sebanyak 50%, sektor UMKM mengalami penurunan sebesar 70%. Penguatan ekonomi di daerah oleh pemerintah, khususnya pada desa wisata merupakan salah satu kunci untuk terjadinya revitalisasi ekonomi di Indonesia pasca pandemi covid-19,” imbuh Ketua BPD DIY.

Ia menyebut, salah satu faktor terbesar dalam penurunan angka wisatawan adalah regulasi yang belum efektif dari pemerintah. Belum lagi, pemerintah belum mampu memberikan solusi yang sesuai dengan kondisi yang terjadi di daerah. “Regulasi yang diberlakukan dalam skala nasional masih melihat kondisi yang terjadi di Jakarta, padahal regulasi yang diberlakukan belum tentu sesuai dengan apa yang dibutuhkan untuk menangani masalah yang terjadi di daerah” jelas Ratu.

Kendati demikian, DIY sudah mengalami peningkatan sebanyak 60% dari jumlah wisatawan sebelum pandemi. Kenaikan ini karena adanya pelonggaran regulasi sehingga wisatawan domestik mulai berkunjung kembali ke Yogyakarta.

Pada sesi berikutnya, Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Diponegoro (FEB UNDIP) Prof. Dr. Suharnomo, S.E., M.Si. bertindak sebagai narasumber kedua webinar ini. Ia menjelaskan bagaimana peran pariwisata dalam pembangunan ekonomi di Indonesia. Mencakup korelasi antara pariwisata dan perekonomian, ekonomi pariwisata dan efektifitasnya jika diterapkan di era pasca pandemi, dampak pandemi pada perekonomian di sektor pariwisata, dan revitalisasi ekonomi pasca pandemi dalam peninjauan dari sektor pariwisata.

“Ekonomi dan pariwisata itu membutuhkan pergerakan dan adaptasi. Selama ini, pemerintah telah menerapkan beberapa regulasi yang mulai menjadi kebiasaan baru selama pandemi. Namun, tetap harus terus melihat kondisi yang terjadi dalam negeri, khususnya dalam segi pariwisata. Kebijakan yang diterapkan pemerintah selain terus bergerak dan beradaptasi, tentu harus memperhatikan dan mengedepankan desain yang less-economy dan less-contact untuk mengurangi kemungkinan terburuk yang akan terjadi,” ujar Prof. Suharmono.

Setiap kebijakan pemerintah akan berdampak dalam perkembangan ekonomi, khususnya di sektor pariwisata. Menurut Prof. Suharmono, perubahan sektor pariwisata memerlukan peran pemerintah dalam menjaga dan memfasilitasi perubahan sektor pariwisata agar dapat bertahan. Dukungan tersebut berupa perbaikan infrastruktur pendukung dan kemudahan berusaha dalam bentuk insentif.

Berlanjut ke sesi ketiga. Wakil Presiden Indonesian Islamic Business Forum (IIBF), Sutrisno   membahas UMKM Pariwisata. Ia menjelaskan, UMKM adalah tulang punggung perekonomian Indonesia. “Pelaku UMKM di negara kita menyumbang 61,07% dari PDP Indonesia dan jumlahnya sangat besar, yaitu 64,2 juta atau 97% dari pelaku usaha yang ada di Indonesia.” ujar Sutrisno.

Sutrisno berharap pemerintah memberlakukan regulasi yang jelas dan berpihak kepada UMKM. Terlebih, dalam situasi pandemi sekarang ini, dengan regulasi ketat dan rumitnya prosedur untuk bepergian ke luar negeri, akan berimbas meningkatnya jumlah pengunjung domestik ke objek wisata tanah air. “Tentunya pariwisata dalam negeri akan terus tumbuh selama pemerintah terus berpihak kepada UMKM dan membuat aturan baku yang jelas.” terang Sutrisno.

Dalam kesempatan ini Sutrisno turut menyampaikan apresiasi kepada PPI Dunia, khususnya Direktorat FELARI yang berinisiatif mengadakan webinar ini. “Saya salut kepada teman-teman PPI Dunia yang mengadakan acara ini. Saya yakin melalui acara ini akan mampu meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap dunia pariwisata Indonesia,” tutupnya. (Asyraf Muntazhar/BPMI PPID)

Pangkal Pinang – Peningkatan kasus penyebaran Covid-19 di beberapa negara menjadikan pandemi semakin berkepanjangan. Di Indonesia sendiri, kasus penyebaran Covid-19 meningkat drastis sejak pertengahan bulan Juli 2021. Hal tersebut yang memaksa pemerintah untuk melakukan Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di sejumlah wilayah khususnya Jawa-Bali.

Satgas PT BIMA juga meningkatkan kewaspadaan dan memaksimalkan pantauan kesehatan pada seluruh karyawan di kantor pusat dan 17 site cabang dengan membagikan vitamin juga suplemen kesehatan. Tidak hanya itu, untuk bisa berkontribusi dalam pencegahan penyebaran Covid-19 secara luas, PT BIMA menggandeng Perhimpunan Pelajar Indonesia Dunia (PPI Dunia) untuk dapat menyalurkan 350 paket isoman berupa obat-obatan dan vitamin kepada pasien isoman kota Pangkal Pinang, Bangka Belitung, Indonesia.

Pembagian paket isoman didistribusikan secara langsung melalui Dinas Kesehatan kota Pangkal Pinang kepada 9 puskesmas yang ada di kota Pangkal Pinang, selebihnya telah tercatat oleh Dinas Kesehatan setempat bahwa lebih dari 500 pasien positif Covid-19 sedang menjalani isoman di wilayah Pangkal Pinang.

PPI Dunia telah menggandeng organisasi setempat, yaitu HMI, GMKI, PMII. Selain itu, PPI Dunia menjalin kerja sama dengan Dinas Kesehatan untuk memastikan paket tersebut dapat terdistribusi tepat sasaran.

“Dinas Kesehatan menyambut kegiatan ini dengan antusias dan menyalurkan data warga Pangkal Pinang yang sedang dalam masa isolasi mandiri,”  ujar Azka selaku sekretaris program PARAMA PPI Dunia dalam saluran komunikasi. Kepala Biro Tata Kelola PT BIMA berharap kegiatan ini dapat diterima dan memberikan dampak yang baik pada sistem imunitas warga di masa pandemi. Juga peningkatan kolaborasi yang baik dari berbagai sisi sosial, pendidikan dan masyarakat, mengingat implementasi nilai inti AKHLAK yang harus selalu diterapkan agar tercipta sinergi harmonis dengan seluruh stakeholder.

“Kerja sama ini dilakukan sebagai bentuk dukungan atas upaya penekanan terhadap tingginya kasus positif Covid-19 juga komitmen perusahaan untuk dapat memberikan manfaat terhadap lingkungan,” jelas Donny Arif Kurniawan, Kepala Biro Tata Kelola Perusahaan PT BIMA. Kegiatan ini tentunya mengacu pada nilai Harmonis dalam nilai inti AKHLAK Kementerian BUMN. (AN/BTKP)

Sesi foto bersama peserta webinar (PPID)

Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) Dunia menggelar webinar yang mengangkat tema “Pelatihan Seputar Kesekretariatan : Mandiri, Aktif, dan Dinamis (Pesan Manis 2.0)” sebagai bentuk upaya peningkatan SDM bagi seluruh anggota KSK, maupun delegasi PPI Negara dan delegasi BEM universitas di Indonesia.

Webinar ini diadakan selama 2 hari lamanya, yaitu pada tanggal 11-12 Desember 2021. Dengan menghadirkan 2 pemateri di hari pertama, yaitu Noerhaliza Putri F selaku KaBid Kesekretariatan Eksternal PPI Dunia 2021-2022 dan Fakhridho SBP Susilo, S.H., MPP selaku Dewan Pengawas PPI Dunia 2021-2022.

Pembekalan materi di hari pertama tentang “Sistematisasi Kesekretariatan PPI Dunia” mencangkup Alur Produk & Pedoman Kesekretariatan PPID 2021-2022 yang dipaparkan secara jelas dan merinci oleh Noerhaliza. ” Data Awareness” termasuk Management pengelolaan data disampaikan oleh Fakhridho.  Juga disampaikan didalamnya, mengenai aspek penting dalam keorganisasian. “Dalam lingkup PPID atau PPI Negara ada 3 aspek yang saling berkaitan, yaitu Internal, Eksternal, dan Hukum,” tegas Fakhridho.

Pada sesi selanjutnya di hari kedua, pihak panitia membuka peluang audiensi kepada pendengar yang lebih luas. Setelah hanya mengikutsertakan anggota kepengurusan PPI Dunia dan para delegasi PPI Negara pada sesi pertama, webinar sesi kedua turut mengikutsertakan peserta lainnya yang berasal dari BEM universitas se-Indonesia.

Webinar sesi kedua ini diisi oleh 3 narasumber dengan 2 materi yang berbeda. Materi pertama mengangkat tema “How to be an Effective (and attractive) Secretary” dengan pembahasan tentang berbagai hal di dunia kesekretariatan profesional. Wadir Bidang Non-Akademik, Akademik Sekretaris dan Manajemen Don Bosco, Veronica Mieke Marini, dan Head of Market Development Bursa Efek Indonesia, Nur Rachma Handayanie didapuk untuk menjadi narasumber materi pertama ini. Secara spesifik dan gamblang, kedua narasumber berpengalaman ini menerangkan berbagai poin penting berkenaan dengan tema yang diusung di webinar hari kedua ini.

Pada paparannya, kedua narasumber ini banyak membagikan ilmu dan pengalaman mereka dalam dunia kesekretariatan. Di antara poin penting yang disampaikan adalah meliputi tips dan trik menjadi sekretaris profesional, bagaimana menulis notulasi dengan cepat, manajemen pengelolaan waktu, manajemen format data, efektifitas penulisan baku berdasarkan EYD dan KBBI, dan sebagainya.

Webinar kemudian dilanjutkan dengan kuis berhadiah bagi para peserta sebelum dilanjutkan kepada pembahasan materi kedua. Materi kedua pada sesi ini mengambil tema “Pelatihan Penggunaan Vlookup untuk Pengerjaan Data Besar yang Lebih Efisien dan Efektif”. Bendahara Umum PPI Dunia 2021-2022, Khoirul Umam Hasbiy bertindak sebagai narasumber di sesi ini.

Dalam paparannya, selain menjelaskan materi pokok yang berkenaan dengan teori penggunaan vlookup dalam pengerjaan data, Khoirul Umam juga mengadakan demo penggunaan vlookup dan disimak oleh seluruh peserta webinar.

Penulis: Fina Septia, Asyraf Muntazhar (anggota sub-bidang redaktur berita kegiatan PPI Dunia)

Foto bersama Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir dan Jajaran bersama dengan Koordinator PPI Dunia Cendikia Apik 2021-2022, Faruq Ibnul Haqi.

Jakarta - Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) Dunia  berkolaborasi dengan Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan Forum Human Capital Indonesia (FHCI) meluncurkan program Indonesia Global Talent Internship (IGTI) 2021. Program ini merupakan bentuk inisiatif kolaborasi dan pintu gerbang bagi para pelajar Indonesia di luar negeri khususnya yang sedang menempuh S2 dan S3 untuk berkesempatan berkontribusi langsung di 44 proyek strategis yang tersebar di 7 perusahaan BUMN.

“Mewakili seluruh pelajar Indonesia di luar negeri sangat mengapresiasi Kementerian BUMN yang telah mendengarkan aspirasi para pelajar untuk diberikan kesempatan magang di perusahaan BUMN,” ujar Faruq Ibnul Haqi selaku Koordinator PPI Dunia periode 2021/2022 dalam pidato sambutannya.

“PPI Dunia pada periode ini juga berfokus pada Human Capital Development yang nantinya diharapkan turut serta dalam pembangunan bangsa melalui Kementerian BUMN,” jelas Faruq.

“Program IGTI ini adalah yang pertama kali dalam sejarah PPI Dunia. Ini adalah wujud kerjasama pentahelix antara PPI Dunia dengan Kementerian BUMN untuk memaksimalkan talenta-talenta muda yang ada di luar negeri untuk turut serta dalam membangun bangsa” ujar Kandidat Doktor dari University of South Australia, Adelaide.

Koordinator PPI Dunia ke-11 ini juga menambahkan bahwa program IGTI ini sebagai wujud link and match potensi pengembangan riset di luar negeri agar bisa dikontribusikan bagi Indonesia dalam rangka membersamai Indonesia Emas 2045.

Menteri BUMN Erick Thohir juga mengajak para pelajar di mancangera untu mengambil kesempatan emas ini. “Semoga dengan program ini, dapat meningkatkan minat para pelajar Indonesia di luar negeri untuk kembali dan berkontribusi ke Indonesia setelah menyelesaikan studinya,” ungkap Erick.

“Saya menyambut baik program ini, karena program ini sangat baik dan relevan karena perlu kita sadari, bahwa disrupsi yang sekarang ini terjadi disebabkan oleh digitalisasi dan anak muda. Ibarat kita ingin menang perang, kita harus memiliki tim yang mengerti apa yang kita hadapi. Inilah pentingnya keberpihakan untuk memberikan kesempatan kepada kepemimpinan muda,” ujar Menteri BUMN, Erick Thohir.

Erick Thohir juga menambahkan, ada dua hal yang krusial yaitu optimisme yang luar biasa dan kegundahan pada generasi muda. Oleh karena itu diperlukan kapabilitas, bekerja dengan sungguh-sungguh dan terus belajar. Dengan bonus demografi mengingatkan BUMN untuk terus berkembang dan melakukan tranformasi serta menyiapkan future leadership dan melakukan perbaikan distrupsi, ungkap Erick Thohir.

Erick Thohir menegaskan diakhir keynote-nya, agar program ini berlanjut dan berkesinambungan agar kita tidak mengulangi kesalahan yang dilakukan oleh negara-negara di Amerika Latin, yang lupa berinvestasi ada anak muda dan research and development. Selain itu, juga lupa merubah business model untuk menghadapi distrupsi.

Forum Human Capital Indonesia (FHCI) sebagai mitra Kementrian BUMN juga menyampaikan apresiasi tinggi kepada Kementrian BUMN dan PPI Dunia. “Momentum ini merupakan kesempatan untuk memperluas pengalaman berkarya dan mengenal budaya lingkungan kerja di BUMN dengan talenta global yang dimiliki oleh para pelajar Indonesia di luar negeri.” ujar Alexandra Askandar selaku Ketua Umum FHCI.

Selain itu, perwakilan dari PPI Negara dan PPI Dunia Kawasan pun telah berbincang langsung dengan Ketua FHCI dan Deputi BUMN mengenai tanggapan para pelajar mengenai program ini. “Para pelajar Indonesia di Taiwan sangat mengapresiasi program ini dan menunjukkan ketertarikan yang luar biasa untuk berkontribusi langsung dalam perusahaan BUMN sesuai dengan displin ilmu yang dimiliki,” jelas Adi perwakilan dari PPI Dunia Kawasan Asia-Oseania.

Di akhir acara, perwakilan dari beberapa perusahaan BUMN melakukan mentoring dan menjelaskan beberapa proyek dan bidang ilmu yang dibutuhkan agar para pelajar Indonesia luar negeri yang tertarik mengikuti program ini dapat memilih proyek dan riset yang sesuai dengan bidang ilmu yang dimiliki dan kebutuhan perusahaan BUMN saat ini. Adapun 7 perusahaan tersebut adalah PT Pertamina, PT Telkom Indonesia, PT PLN, PT Biofarma, PT Bank Tabungan Negara, PT Perkebunan Nusantara III, dan MIND ID.

Oleh: Ahsana Nur Amalia, Kepala Sub-Bidang Redaktur Berita Kegiatan PPI Dunia

Penandatanganan MoU IGTI antara Kementerian BUMN RI dan PPI Dunia.
Sesi foto bersama para peserta daring

Pandemi memang masih ada, namun berbuat kebaikan harus tetap terjalan. Kegiatan PRUSA telah sukses dilaksanakan selama dua hari berturut-turut, Pada kali ini, PRUSA memakai konsep hybrid, yaitu terjalan secara online ataupun offline. Setelah melakukan survei, Desa Sarwodadi lah yang terpilih menjadi desa binaan kali ini.

Pada Webinar PRUSA 3.0 juga telah sukses dilaksanakan selama 2 hari berturut-turut dengan mengangkat 2 topik yang berbeda yaitu Prospek Investasi Pertanian 4.0 antara Indonesia dan Turki pada hari pertama dan Menuju Desa Mandiri Kreatif dengan Bank sampah pada hari kedua.

Pada hari pertama acara dimulai dengan pembukaan oleh MC dan dilanjutkan dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an dan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya dan lagu Istiklal Marsi. Dilanjutkan dengan sambutan ketua pelaksana, ketua PPI Bursa, dan yang tidak dilupakan sambutan oleh Bapak Lalu Muhammad Iqbal selaku duta besar Indonesia di Turki. Setelah sambutan-sambutan dilontarkan, telah ditampilkan juga penampilan seni budaya Turki yang dibawakan oleh Dursun Bedel, lalu setelah itu dilanjutkan dengan sedikit pengenalan tentang PRUSA dan mulai memasuki sesi pertama yaitu penyampaian materi oleh Erol Öztamur selaku staf Menteri Pertanian dan Kehutanan di Turki dan Budi Sarwono selaku Bupati Kabupaten Banjarnegara. Penyampaian materi dilanjut dengan diskusi dua arah dengan penonton juga yang turut bertanya mengenai topik yang dibahas. Setelah dilaksanakannya sesi diskusi, diadakan foto bersama sekaligus penutupan untuk hari pertama.

Pada hari kedua acara kembali dibuka dengan sambutan oleh MC, pembacaan ayat suci Al- Qur’an dan dilanjutkan dengan menyanyikan Indonesia Raya. Lalu acara dibuka juga dengan sambutan oleh Deliya Rizki Athifah selaku ketua pelaksana, Bapak Imam As’ari selaku Konsulat Jenderal RI di Turki dan Bapak Budi Sampurno selaku Kepala Desa Sarwodadi, Banjarnegara. Sebelum memasuki sesi pemateri, para audiens dibuat kagum oleh Savra Panca yang tampil membawakan seni budaya Angklung, lalu memasuki topik hari kedua yaitu Menuju Desa Mandiri Kreatif dengan Bank Sampah oleh Ibu Nina Nuraniyah selaku pembicara. Di sesi kali ini kita membahas bagaimana cara mengolah sampah daur ulang dan dilanjutkan dengan sesi tanya jawab dengan audiens. Hari kedua ditutup dengan penampilan video aftermovie PRUSA dan sesi foto bersama.

Beberapa minggu setelah kegiatan online selesai, kami tim PRUSA beserta tim dari pembicara bank sampah, Ibu Nina Nuraniyah juga berkunjung kembali ke Desa Sarwodadi untuk memberikan hasil donasi yang telah dikumpulkan dan memberikan edukasi kepada warga seputar bank sampah yang diharapkan dapat dipraktekan kedepannya.

Sudah lewat sebulan dari acara PRUSA 3.0, hasil donasi sudah diserahkan kepada desa, bank sampah pun turut berjalan sesuai harapan, yaitu BASADI atau Bank Sampah Sarwodadi. Semoga PRUSA kedepannya akan tetap membantu dalam memberikan manfaat kepada desa- desa yang ada di Indonesia.

(PRUSA)

-

Untuk informasi lebih lanjut, silakan hubungi Deliya Rizki Athifah (+62 856 9445 4312)

Raga Awandayu Prakasa V.G (+62 812 8089 6066)

Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) Dunia Cendikia Apik sebagai badan koordinasi para Pelajar Indonesia dari 60 Negara terus berupaya dan berusaha untuk menebar manfaat bagi seluruh pihak. Selain dengan terus berinovasi dengan program-program baru dalam setiap kesempatannya, PPI Dunia Cendikia Apik juga turut mengadopsi dan mengembangkan program produktif berkelanjutan yang telah dicanangkan sejak kepengurusan sebelumnya. 

Pada kepengurusan sebelumnya, Direktorat Pergerakan dan Pengabdian Masyarakat (PPM) PPI Dunia telah meluncurkan program Bisindo Asik (BISIK) sebagai platform inklusif peduli teman tuli dan teman dengar, dengan mengadakan kelas intensif pembelajaran bahasa isyarat.

Dalam peluncuran kegiatan pertamanya pada periode 2021-2022, BISIK PPI Dunia kali ini mendapat dukungan penuh dan juga kerjasama aktif dari Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Komunitas Mahasiswa Terapi (KOMITE) Politeknik Kesejahteraan Sosial Bandung. 

Poster Talkshow "Disabilitas Berdaya Tanpa Batas" PPI Dunia pada tanggal 4 Desember 2021.

Turut serta memperingati hari disabilitas internasional yang jatuh pada tanggal 3 Desember 2021 mendatang, BISIK PPI Dunia berkolaborasi bersama Poltekesos Bandung akan mengadakan acara 'Online Campaign dan Talkshow: Disabilitas Berdaya Tanpa Batas' pada awal Desember 2021 di media sosial.

Acara Talkshow sebagai puncak kegiatan yang akan dilaksanakan pada 4 Desember 2021 secara daring memakai sistem diskusi interaktif antara narasumber dan peserta.

Tak kalah menarik, tiga narasumber yang turut meramaikan acara Talkshow ini pun berasal dari kalangan disabilitas yang telah mencapai kesuksesan mereka, seperti Jaka Anom Ahmad Yusuf / Blindman Jack (stand up comedian), Dian David Mickael Jacobs (atlet para tenis meja Indonesia), Mochamad Nur Ramadhani, drg., M.Sc. (dokter gigi dan byonic dentist difabel), ditambah dengan kehadiran Rini Hartini Rinda Andayani, M.Pd, Ph.D sebagai pekerja sosial kajian disabilitas.

Harapannya, acara Online Campaign dan Talkshow yang gratis dan terbuka untuk umum ini dapat menjadi salah satu pintu relasi berkepanjangan antara PPI Dunia dan Poltekesos Bandung, juga dapat membangkitkan kesadaran kolektif terkait pentingnya perhatian masyarakat kepada penyandang disabilitas.

Gerakan peduli disabilitas serta pembangkitan masyarakat inklusif merupakan salah satu tujuan program kerja PPI Dunia periode ini, terkhusus di sub bidang Masyarakat Inklusif Direktorat PPM PPI Dunia. Berbagai acara yang tak kalah menarik untuk ditunggu diantaranya; kelas bahasa isyarat BISIK, Inclusive Infographics, PPI Edufest X PPM, dan Career Counselling Teman Difabel.

Informasi mengenai kegiatan menarik Direktorat PPM secara keseluruhan dapat diakses di akun instagram: @ppm_ppid.

Oleh: Faramuthya Syifaussyauqiyya.

Sesi foto bersama Narasumber Coaching Clinic dan Peserta Webinar setelah acara berlangsung

Sabtu (6/10) dan Minggu (7/10) PPI Dunia mengadakan Webinar Coaching Clinic bersama para pemateri yang ahli dibidangnya. Webinar ini terdiri dari 2 sesi yang diadakan selama 2 hari dengan mengangkat tema “Pelatihan Pembuatan Outline Buku dan Opini di Media Massa”.

Dalam sesi pertama (6/10) ini diisi oleh 2 narasumber dari BRIN (Badan Riset dan Inovasi Nasional) yakni Martinus Helmiawan, S.Hum. selaku Penata Penerbitan Ilmiah Ahli Pertamadan Sarwendah Puspita Sari S.Hum. selaku Pranata Humas Ahli Pertama.

Faruq Ibnul Haqi, PhD(c) selaku Koordinator PPID menyampaikan bahwa webinar ini sebagai bentuk pengembangan SDM bagi para kader PPIDunia Cendikia Apik dalam bidang kepenulisan.

“Harapannya mampu menuangkan ide, menyebarluaskan gagasan, mentransfer gagasan ke ruang publik, dibaca dan mampu mempengaruhi publik,” ujarnya dalam opening speech kali ini.

Dalam webinar sesi pertama ini, turut disampaikan beberapa poin penting yang dibawakan oleh para pemateri, sebagai bentuk mentoring dalam Coaching Clinic kali ini. Presentasi Jenis-jenis Terbitan Ilmiah, Jenis-jenis Publikasi Ilmiah berdasarkan Fungsinya, Seluk beluk proses menulis (keuntungan, kegagalan serta tahapan menulis buku), dan juga Format dan Sistematika bunga rampai.

Para peserta juga disuguhkan beberapa contoh karya termasuk buku terbitan PPID yang bersumber dari pemikiran para anggota PPID Cendikia Apik yang dikemas dalam buku “Indonesia Emas Berkelanjutan 2045” .

Rangkaian Coaching Clinic ini kemudian berlanjut ke sesi berikutnya pada Minggu (7/10) dengan pembahasan Penulisan Opini Media Massa. Direktur Eksekutif Area Survei Indonesia sekaligus penulis opini di beberapa media massa nasional, Ali Rif’an, M.Si didapuk menjadi narasumber dalam acaraini. Dalam paparannya, Ali Rif’an mengajak para Pelajar Indonesia di luar negeri untuk terus menempa kemampuan berpikir kritisnya dengan mengirimkan tulisan di berbagai media massa nasional.

Dalam sesi kedua ini pula, Ali Rif’an secara gamblang membagikan pengalamannya selama bergelut dalam dunia kepenulisan. Pada akhir paparannya, Ali Rif’an turut mengimbau kepada seluruh Pelajar Indonesia untuk terus memanfaatkan media penulisans ebagai media marketing diri kita untuk disuguhkan kepada masyarakat luas.

Selain Ali Rif’an,Wakil Direktur Direktorat Penelitian dan Kajian PPI Dunia, David Firnando Silalahi turut menyampaikan paparannya terkait dunia kepenulisan pada sesi ini, berikut dengan tips dan trik menulis opini untuk berbagai media massa nasional.

Seluruh rangkaian Coaching Clinic yang diadakan oleh PPI Dunia Cendikia Apik ini berlangsung aktif dan penuh dengan dialog. Melalui pelatihan ini, PPID Cendikia Apik berharap agar para peserta dapat mendapatkan informasi dan pemahaman yang lebih matang dalam hal kepenulisan, khususnya dalam pembuatan buku atau karya opini.

Penulis: Fina Septia, Asyraf Muntazhar (Redaktur Sub Bidang Berita Kegiatan PPI Dunia)

Dalam rangka memeriahkan Simposium Internasional PPI Dunia pada tanggal 22-27 Juli 2018 di Moskow, PERMIRA Rusia merilis booklet 'Guideline Travel in Russia' sebagai panduan saat mengunjungi negara yang menjadi tuan rumah event tersebut. Di booklet ini membahas banyak tempat wisata di kota Moskow dan Saint-Peterburg yang merupakan kota terbesar kedua di Rusia. Selain itu ada juga info kuliner khas Rusia serta tips penting lainnya.

 

Selengkapnya dapat diunduh di sini.

 

Kemeriahan Piala Dunia 2018 mendorong saya untuk berbagi pengalaman ‘football traveling’ di museum-museum sepak bola di Spanyol. Siapa tahu rekan-rekan sekalian berminat untuk berkunjung dan menikmati sejarah sepak bola di negeri Raja Felipe ini.

Salah satu klub sepak bola terkaya, tersukses, paling terkenal dan ter- ter- lainnya di dunia adalah FC Barcelona. Anda mungkin menikmati kota ini dengan mengunjungi Sagrada Familia, katedral mahakarya arsitek terkenal, Antoni Gaudi. Juga dengan menikmati berjalan-jalan di Passeig de Gracia atau Plaza Catalunya sekaligus berbelanja produk-produk bermerk ternama. Namun, Anda wajib berkunjung ke museum FC Barcelona meskipun tidak terlalu ngefans dengan sepak bola.

Pengunjung berfoto di sudut Camp Nou

Di museum Barcelona, yang paling membuat kagum adalah betapa pintarnya manajemen klub sepak bola Barcelona mengemas passion manusia terhadap sepak bola menjadi sebuah experience yang luar biasa. Begitu menjejakkan kaki di ruangan pertama museum, nuansa heroik para legenda hidup Barça sudah terasa. Ratusan trofi yang pernah dimenangi klub Catalan tersebut sejak tahun 1900-an tersimpan rapi di susunan rak-rak dengan pintu kaca. Enam trofi yang dimenangi sekaligus pada tahun 2009 disimpan terpisah, menandakan betapa spesialnya tahun tersebut karena merupakan prestasi monumental yang sukar diulangi oleh klub sepak bola mana pun.

Dengan tur berlabel ‘The Camp Nou Experience’ seharga 25 euro, Anda juga bisa melihat-lihat ke dalam ruang ganti Lionel Messi dan kawan-kawan, berfoto di pinggir hijaunya rumput lapangan atau bahkan duduk-duduk di tribun Camp Nou. Singkatnya, Anda bisa membayangkan sensasi berada di 90.000 ribu lebih penonton di stadion ini sendiri yang merupakan stadion dengan kapasitas terbanyak di Eropa.

Museum FC Barcelona bukan satu-satunya arena pertunjukan sepak bola akbar di Spanyol. Tentu saja kita tak boleh melupakan Real Madrid, klub penguasa Eropa dalam tiga tahun terakhir. Di Stadion Santiago Bernabéu, harga untuk tiket museum klub terbesar di dunia tersebut juga mirip-mirip dengan Barcelona, sekitar 20-25 euro.

Stadion Santiago Bernabéu di Madrid

Real Madrid dan Barcelona memang bersaing dalam urusan sport-tourism mereka. Museum Real Madrid juga merupakan tempat yang wajib dikunjungi oleh penggila sepak bola, terutama karena sejarah panjang klub sepak bola nomor satu Spanyol tersebut.

Selama berpuluh-puluh tahun, Real Madrid memenangi trofi demi trofi bergengsi dan menguasai dunia dengan para jugador zaman dulu mereka, seperti Alfredo di Stefano dan Ferenc Puskas.

Isi lemari Real Madrid sudah penuh sesak dengan gelar juara domestik plus 5 trofi Piala Champions yang mereka dominasi dari tahun 1956 sampai 1960. Maka, jika berkeliling di dalam museum Real Madrid, yang terlihat adalah parade kesuksesan selama bertahun-tahun. Piala dari tahun 1950-an sampai abad ke-21 menghiasi seluruh ruangan.

Real Madrid juga selalu menjadi salah satu pelaku utama gemerlapnya panggung sepak bola Eropa zaman modern dengan gelimang harta dan pemain-pemain kelas dunia yang seolah sangat gampangnya mereka gaet. Stadion Santiago Bernabéu selalu dipenuhi pemain-pemain sekaliber Ronaldo Luis Nazario da Lima, Luis Figo, Zinedine Zidane, David Beckham, Ruud Van Nistelrooy, hingga nama-nama beken masa kini seperti Cristiano Ronaldo, Kaka, dan Mesut Oezil.

Ruang ganti pemain di stadion Mestalla

Jika Anda bosan dengan dua klub tersebut, museum klub-klub seperti Atletico Madrid, Valencia dan Sevilla bisa menjadi alternatif. Saya cukup terkesan dengan museum di stadion Mestalla, Valencia dan Ramon Sanchez Pizjuan, Sevilla. Harga tiket masuknya pun tak semahal dua klub raksasa di atas. Harga tiket ‘Mestalla Forever’ hanya 11 euro, sangat murah untuk sebuah tur yang sudah tersertifikasi ‘recommended’ oleh Trip Advisor. Harga ini kurang lebih sama dengan tur stadion Ramon Sanchez Pizjuan milik Sevilla (10 Euro).

Stadion Ramon Sanchez Pizjuan di Sevilla

Sedangkan tur Atletico Madrid cukup berambisi bisa menyaingi pelayanan tur Real Madrid, klub sekotanya. Setelah diambil alih investor dari Cina, Wanda Group, derajat Atletico Madrid jauh terangkat jika melihat kandang baru mereka. Stadion berkapasitas 67 ribu penonton yang diberi nama Wanda Metropolitano ini telah memperoleh predikat bergengsi sebagai stadion berbintang empat UEFA. Predikat ini setara dengan beberapa stadion terkenal lain, seperti Allianz Arena di Muenchen dan Amsterdam Arena.

Singkat kata, berkunjung ke museum sepak bola di Spanyol adalah salah satu cara pas untuk memahami kultur masyarakat negara tersebut. Kapan-kapan, saya akan berbagi pengalaman menonton langsung laga sepak bola di negeri ini.

 

Profil Penulis:

Mahir Pradana adalah wakil ketua PPI Spanyol 2018/2019 yang juga penulis buku memoir sepak bola berjudul ‘Home & Away’ dan kolumnis di Football Tribe Indonesia. Mahir bisa disapa di akun Instagramnya @maheerprad.

Sebagian besar (calon) mahasiswa yang berkeinginan untuk melanjutkan sekolah di Arab Saudi bisa dibilang mempunyai cita-cita yang sama, yakni bisa beribadah di dua kota suci umat Islam (Makkah & Madinah). Pun begitu dengan yang terjadi di sebuah kampus di Provinsi Timur (Eastern Province) yang bernama King Fahd University of Petroleum and Minerals (KFUPM). Terletak di bagian paling timur Arab Saudi, menjadi cerita tersendiri jika ingin menunaikan umrah. Prosesi pelaksanaan umrah dilakukan di Makkah yang terletak di bagian barat Arab Saudi. Kurang lebih 1300 km jarak yang membentang dari kota Dammam/Khobar yang menjadi titik keberangkatan mahasiswa KFUPM jika ingin melakukan umrah ke kota Makkah.

Untuk mencapai kota Makkah dalam hal ini untuk berumrah bisa ditempuh dengan beberapa cara. Pertama, yang sering digunakan adalah mengikuti jadwal travel umrah yang disebut hamla. Biasanya umrah dilakukan akhir pekan, berangkat Kamis sore (sekitar jam 5 sore) tiba di Makkah sekitar jam 8-9 pagi, dan berangkat kembali ke Khobar Sabtu siang, dengan biaya kisaran 100-150 riyal tergantung paket yang dipilih (Makkah saja atau dengan Madinah, dan dengan atau tanpa penginapan).

Kedua, adalah menggunakan bus, seperti SAPTCO, sebuah perusahaan transportasi antar kota dari pemerintah Arab Saudi. Jadwal bus dari Dammam ke kota Makkah adalah 3x sehari dengan waktu tempuh mencapai 20 jam. Keuntungan yang bisa digunakan oleh pelajar/mahasiswa di Arab Saudi ialah bisa mendapatkan potongan harga tiket, yakni sebesar 50%, jadi beli tiket pulang-pergi dengan harga tiket sekali berangkat, yakni untuk rute Dammam-Makkah sebesar 210 riyal, dengan cukup menunjukkan surat keterangan mahasiswa aktif dari kampus.

Sujud menghadap Kabah

Adapun cara ketiga adalah dengan menggunakan moda transportasi pesawat terbang yang lebih cepat waktu perjalanan ditempuh sekitar 2-2.5 jam dari King Fahd International Airport (KFIA), Dammam ke King Abdulaziz Internasional Airport (KAIA), Jeddah. Lalu dari Jeddah bisa menggunakan taksi ke terminal bus Makkah, atau bisa langsung naik taksi omprengan yang bisa mengantarkan langsung ke dekat Masjidil Haram. Biaya tiket pesawat biasanya berkisar antara 300-500 riyal, dan untuk taksi kisaran 50-100 riyal dan bus dari Jeddah ke Makkah 20 riyal, dengan waktu tempuh perjalanan 1-1.5 jam.

Untuk akomodasi sendiri bisa memilih banyak opsi, seperti yang lebih ramah di kantong mahasiswa adalah mencari penginapan yang digunakan untuk mandi, bertukar pakaian, dan menaruh barang sementara, dengan tarif 50-100 riyal yang bisa digunakan untuk 3-5 orang. Opsi lain yang bisa diambil jika bepergian dengan hamla, adalah dengan menaruh tas di dalam bagasi bis dan cukup membawa tas kecil berisi pakaian ganti, dan selebihnya menunggu di sekitaran area Masjidil Haram saja, sehingga tidak mengeluarkan biaya akomodasi.

Urusan makanan, tiap cari bepergian, tentu saja berbeda biaya yang harus dikeluarkan, karena bergantung lama waktu perjalanan. Jika menggunakan hamla atau bus, biasanya ada 2 kali pemberhentian, tergantung waktu keberangkatan yang dipilih (pagi/siang/sore/malam). Bus akan berhenti di setiap waktu sholat dan juga saat tiba di daerah miqat untuk melakukan ihram. Miqat dari arah Timur Arab Saudi adalah Qarnul Manazil atau As-Sail yang berjarak sekitar 85 km dari Masjidil Haram. Untuk biaya makan selama perjalanan maupun di Makkah, kisaran 15-25 riyal untuk porsi yang bisa dihabiskan oleh 2-4 orang.

Jadi, jika dikalkulasikan kisaran biaya yang dihabiskan dalam sekali perjalanan umrah dari Provinsi Timur Arab Saudi (dalam hal ini dengan menggunakan bus atau hamla) adalah 150-250 riyal atau setara dengan 550 ribu-900 ribu rupiah tergantung kebutuhan dan gaya hidup saat perjalanan (pilihan makanan, porsi makan).

 

Profil Penulis:

Rama Rizana adalah mahasiswa magister untuk konsentrasi Transportation Engineering King Fahd University of Petroleum and Minerals (KFUPM), Dhahran, Arab Saudi. Saat ini menjabat sebagai wakil koordinator Pusat Kajian Gerakan PPI Dunia periode 2017/2018. Rama dapat disapa di akun Instagramnya @ramarizana.

 

 

Copyright © 2021 PPI Dunia
All rights reserved
Mayapada Tower 1, Lt.19, Jl. Jend. Sudirman, Kav. 28
Jakarta Selatan 12920