Categories
Berita PPI Dunia

Surat Pernyataan Sikap & Kajian Akademis Pernyataan Sikap PPI Dunia terhadap UU CIPTA Kerja

Surat Pernyataan Sikap PPI Dunia atas Undang-Undang Cipta Kerja

Paska pandemi COVID-19 melanda Tanah Air pada Maret 2020 lalu, masyarakat yang berada di bahwa garis ekonomi menegah ke bawah dikabarkan kian terpuruk. Fenomena tersebut menjadi semakin kompleks paska lonjakan kasus COVID-19 dilaporkan nyaris di berbagai wilayah Indonesia. Hal itu berdampak pada keselamatan tenaga medis. Terlebih, banyak dari pahlawan medis telah berguguran akibat fenomena tersebut.

Dalam momentum bersaman, DPR RI kemudian mengesahkan RUU Cipta Kerja menjadi UU Cipta Kerja pada 5 Oktober 2020. RUU yang sudah direncanakan sejak akhir 2019 tersebut telah menjadi bagian dari prioritas dalam Program Legislasi Naisonal tahun 2020. Gagasan mengenai Omnibus Law atau Omnibus Legislation dianggap sebagai terobosan baru dalam bidang Hukum di Indonesia. Omnibus Law akan menjadi sarana dalam melakukan deregulasi serta debirokratisasi yang tujuan utamanya adalah menghadapi begitu banyaknya berbagai peraturan yang ada di Indonesia. Seperti dari yang dikutip dari sebuah jurnal penelitian yang berjudul “Urgensi dan Analisis Yuridis Pembentukan Omnibus Law Sektor Sumber Daya Air” oleh I Wayan Bhayu Eka Pratama, menurut Glen S. Krutz, Omnibus Legislation diartikan sebagai penyatuan berbagai undang-undang dalam satu undang-undang yang besar. Sehingga, implikasinya adalah Omnibus Law tersebut akan mengatur berbagai macam bidang kehidupan yang ada.

Namun demikian, pengesahan Undang-Undang Cipta Kerja oleh DPR RI menimbulkan dinamika pada berbagai lapisan masyarakat. Salah satu alasan utama Pemerintah mendorong UU Cipta Kerja adalah untuk membuka peluang peningkatan ekonomi dengan memberikan kemudahan berusaha bagi berbagai pihak. Namun demikian, perlu disadari bahwa UU Cipta Kerja yang merupakan integrasi dari banyaknya undang-undang menimbulkan kompleksitas tersendiri bagi dari substansi, perspektif hukum, maupun dari melihat kepentingan masyarakat dan para pengusaha.

Merespon polemik atas disahkannya Undang-Undang (UU) Cipta Kerja, Perhimpunan Pelajar Indonesia Dunia (PPI Dunia) sebagai bagian dari civitas academica, membentuk tim khusus untuk melakukan kajian dan memulai menyusun kajian akademis sejak tanggal 6 Oktober 2020 atau setelah berita UU Cipta Kerja disahkan menyebar ke publik. Kajian akademis ini dibuat sebagai bentuk tanggung jawab moral PPI Dunia terhadap situasi yang berkembang serta untuk menjalankan fungsi PPI Dunia sebagaimana termaktub pada pasal 7 ayat (2) huruf c Anggaran Dasar PPI Dunia 2020 bahwa fungsi PPI Dunia meliputi fungsi penelitian dan kajian.

Selain melakukan kajian akademis, PPI Dunia juga melakukan diskusi publik dalam bentuk Focus Group Discussion (FGD) yang dilaksanakan pada 14 Oktober 2020 dengan menghadirkan narasumber yang ahli untuk memberikan pendapatnya. Para narasumber tersebut yaitu:

1. Bahlil Lahadalia
Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM)
Tema: “Memahami lebih dalam dampak UU Cipta Kerja bagi kemudahan berusaha di Indonesia;
2. Anwar Sanusi, PhD
Sekretaris Jendral Kementerian Tenaga Kerja RI
Tema: “Memahami lebih dalam UU Cipta Kerja dibidang Ketenagakerjaan”
3. Prof. Dr. M. R. Andri Gunawan Wibisana, S.H., LL.M.
Guru Besar Hukum Fakultas Hukum Universitas Indonesia
Tema: “Memahami lebih dalam dampak lingkungan hidup bagi lingkungan setelah pengesahan UU Cipta Kerja”
4. Faisal H. Basri, S.E., M.A
Ekonom Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia
Tema: “Memahami lebih dalam dampak ekonomi setelah pengesahan UU Cipta Kerja”

Berbekal RUU Cipta Kerja yang kami terima dengan nama file “5 OKT 2020 RUU Cipta Kerja – Paripurna” (terdiri dari 905 halaman) serta hasil kajian akademis yang telah dilakukan, PPI Dunia dengan ini menyampaikan beberapa pernyataan sikap sebagai berikut (masukkan link Sp dan Kajian Akademis)
Pernyataan Sikap dan Kajian Akademis yang dilakukan PPI Dunia ini merupakan kewajiban akademis PPI dalam memberikan expert opinion sebagai sumbangsih PPI Dunia terhadap peningkatkan kualitas pelayanan public dan kebijakan pemerintah yang berbasis pada kesejahteraan masyarakat.
Kami berharap Surat Pernyataan Sikap ini tidak hanya menjadi ruang aspirasi bagi Diaspora Pelajar Indonesia di Luar Negeri namun juga dapat meningkatkan awareness untuk membersamai proses penyusunan berbagai Peraturan Pemerintah yang nantinya disusun sebagai aturan turunan dari UU Cipta Kerja.

Salam hangat,
Perhimpunan Pelajar Indonesia Dunia

01-Surat-Pernyataan-Sikap-PPI-Dunia

Kajian-Akademis-PPI-Dunia-atas-UU-Cipta-Kerja

Categories
Komisi Ekonomi Pusat Kajian & Gerakan

Tinjauan Performa Ekonomi Indonesia Periode 2014-2019

Komisi Ekonomi PPI Dunia 2019/2020 menerbitkan Hasil Kajian perdana edisi Desember 2019, dengan judul “Tinjauan Performa Ekonomi Indonesia Periode 2014-2019”.

Dalam Hasil Kajian ini kami menyajikan gambaran umum terhadap perekonomian Indonesia pada periode 2014-2019. Kajian ini terdiri atas lima tulisan pendek yang berfokus pada lima topik. Tiga topik pertama berorientasi pada performa makroekonomi, fiskal dan perdagangan. Dua kajian berikutnya berfokus pada pembangunan regional melalui dana desa dan peningkatan kesejahteraan.
Kajian dapat dibaca di preview berikut ini:

Kajian-1-Desember-2019-Komisi-Ekonomi-PPI-Dunia-2019-2020

Atau dapat juga diunduh di tautan ini.
Kritik dan saran dapat dikirimkan ke e-mail komisi.ekonomi.ppidunia@gmail.com
Selamat membaca!

Salam Perhimpunan!

Categories
Asia dan Oseania PPI Negara

PPI Tiongkok Terbitkan Majalah Kajian Strategis Kawasan

Beijing (13/11/2018) Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) Tiongkok berhasil menerbitkan majalah kajian dengan tema strategis kawasan. Hasil tulisan Pusat Kajian Strategis Perhimpunan Pelajar Indonesia Tiongkok ini merupakan majalah kajian pertama yang diterbitkan oleh PPIT. Dua belas judul yang terdapat di dalamnya merupakan hasil pemikiran, analasis, maupun penelitian dari para penulisnya.

Beberapa diantaranya membahas mengenai kebijakan China dalam melaksanakan Belt and Road Initiative. Penulis membahas kesungguhan China dalam menjalankan proyek tersebut, serta tantangan dan pengaruhnya di Indonesia. Pembebasan lahan, kurangnya koordinasi, skeptis masyarakat Indonesia terhadap Tiongkok, dan hal-hal lainnya diungkapkan penulis sebagai tantangan dalam menjalankan proyek tersebut di Indonesia. Selain itu, penulis juga menjelaskan lebih jauh mengenai upaya yang dapat dilakukan untuk mengatasi tantangan yang dapat menghambat tujuan optimalisasi proyek OBOR ini.

Kompetisi dagang antara China dan Amerika Serikat juga merupakan salah satu topik yang disajikan penulis dalam majalah kajian ini. Sejumlah indikator seperti meningkatnya GDP, ekspansi pasar internasional, meningkatkatnya konsumsi energi, dan meluasnya proyek infrastuktur membuat China dianggap sebagai ancaman bagi dominasi global Amerika Serikat. Dalam tulisannya, penulis mengingatkan bahwa kondisi ini menuntut Indonesia untuk memainkan peran kunci dengan baik dalam menjaga keseimbangan kekuatan kawasan. Doktrin politik luar negeri yang telah dirumuskan membuat Indonesia diperhitungkan dalam perhelatan politik Internasional.

Kembali ke dalam negeri, topik mengenai parisiwata di desa global juga menjadi salah satu judul hasil tulisan dalam majalah ini. Penulis mengatakan bahwa kesadaran masyarakat dunia akan isu-isu iklim, pemanasan global, hingga go green telah membawa mereka pada keinginan berwisata yang berbasis perdesaan dan kembali ke alam. Hal tersebut yang menjadikan desa-desa kini dipenuhi turis asing. Keberhasilan Kota Batu, Kabupaten Banyuwangi, dan Pulau Madura dalam mendatangkan wisatawan ke wilayah mereka bukanlah kerja yang mudah. Tantangan yang harus dihadapasi demi memaksimalkan potensi wilayah menarik kunjungan wisawatan harus membutuhkan ketekunan dan ketelatenan.

Beberapa topik mengenai budaya nusantara di Negeri China, kebijakan politik China, Kemerdekaan Indonesia, dan topik lainnya juga turut mewarnai keberagaman topik di dalam majalah ini. Harapannya, para pembaca dapat memperoleh ilmu serta informasi yang dibagikan para penulis melalui tulisan-tulisan tersebut.

Nadya Mara (Pengurus Pusat PPI Tiongkok)

Untuk mendownload majalah ini, bisa melalui link berikut:

Majalah-Ilmiah