Categories
Eropa dan Amerika PPI Dunia PPI Negara Travel & Kuliner Wawasan Dunia

Travel Guide Hannover

Pada tahun 2018 ini, PPI Jerman mendapatkan kehormatan untuk menjadi tuan rumah Simposium Amerika-Eropa yang diselenggarakan berbarengan dengan International Conference of Integrated Intellectual Community (ICONIC) 2018. Kedua acara ini dilaksanakan pada tanggal 27-29 April 2018 di Hannover, Jerman. Untuk menyambut para tamu, panitia ICONIC-SAE bersama PPI Hannover mengeluarkan booklet panduan wisata bagi kawan-kawan yang ingin berkeliling tempat-tempat menarik di Hannover.

Booklet panduan wisata Hannover dapat diunduh di bawah ini.

 

 

Profil Penulis:

Booklet oleh Panitia ICONIC-SAE bersama PPI Hannover

 

Categories
Eropa dan Amerika PPI Negara Travel & Kuliner Wawasan Dunia

OKTOBERFEST: Festival Rakyat Terbesar di Dunia

Suasana Oktoberfest

Oktoberfest, atau yang dalam bahasa lokal disebut Wiesn, merupakan festival rakyat tahunan yang orisinilnya diadakan di kota Munich, atau München (bahas Jerman) atau Minga (bahasa Bavaria). Sekarang, banyak kota lain di dunia, bukan Jerman saja, yang mengadakan acara serupa, tapi tidak sebesar dan semeriah acara aslinya. Lebih dari enam juta orang dari seluruh dunia setiap tahunnya menyambangi festival yang sudah diadakan untuk ke-184 kalinya tahun ini. Omong-omong, walaupun namanya Oktoberfest, festival yang dikunjungi sekitar lima juta pengunjung tiap tahunnya ini sebenarnya dimulai dari kisaran pertengahan September sampai awal Oktober. Jadi, kalau mau berkunjung, jangan salah tanggal ya..

 

Sejarah festival ini bermula dari pesta pernikahan pangeran Bavaria Ludwig dan putri Theresia pada tahun 1810, raja pun mengundang seluruh rakyat di Munich untuk merayakan pesta pernikahan mereka di sebuah padang rumput luas yang diberi nama seperti sang permaisuri Thereseienwiese (padang rumput Theresia). Dari situ lah kata Wiesn berasal. Sampai sekarang, festival ini masih diadakan di lokasi tersebut. Jadi, bukan seluruh kota Munich.

 

Tipikal dari Oktoberfest adalah banyak tenda bir lokal, dimana pengunjung bisa menikmati makanan khas Bavaria (Schweinhaxe, Kaiserschmarrn, Schweinebraten, dll.) dan juga bir Bavaria yang terkenal, atau disebut Helles. Berhubungan tentang bir, harga bir di Oktoberfest itu biasanya lebih mahal dari bir di bar-bar lokal, kisaran 12€ atau seratus delapan puluh ribu rupiah untuk satu liter, dan biasanya bir di Oktoberfest sedikit lebih keras dari biasanya.

 

Terus, kenapa kalau lebih mahal, orang-orang masih ke Oktoberfest dibanding ke bar-bar lokal? Karena atmosfir di dalam tenda bir itu yang unik. Suasana yang seperti itu cuma ada waktu Oktoberfest. Orang-orang dari berbagai negara bisa bernyanyi dan menari, ada band lokal yang memainkan lagu lokal atau tradisional Bavaria, para pengunjung menggunakan pakaian daerah Lederhose (celana kulit untuk pria dan wanita) atau Dirndl (gaun tradisional untuk wanita). Tapi untuk bisa merasakan itu semua, pengunjung harus rela mengantri super pagi atau berharap ada tempat kosong di tenda, karena festival ini super penuh. Menurut para pekerja disana, para pengunjung yang datang pagi-pagi ini mau mengikuti ’Oktoberfest Marathon’, alias berlari-lari mengejar bir.

Pakaian tradisional Bavaria

Kalau di dalam tenda tidak ada tempat, pengunjung bisa ke Biergarten dari lokal yang bersangkutan. Itu merupakan tempat terbuka, tidak harus taman, dimana orang juga bisa duduk-duduk santai sambil ngobrol dan minum bir. Alternatif dari itu, ada namanya Oide Wiesn. Itu merupakan suatu daerah kecil di dalam Oktoberfest, yang biasanya tidak seramai daerah lain. Harga bir juga lebih murah, tapi pengunjung butuh tiket khusus untuk masuk ke Oide Wiesn.

 

Selain minum bir bersama teman-teman dan pengunjung lain, banyak jajanan khas, serta wahana permainan yang bisa dicoba. Ada merry-go-round, Ferris wheel, roller coaster, dll. Ada kios-kios yang menjual snack ringan, kue, boneka, souvenir, dan pakaian khas tradisional Bavaria. Kalau teman-teman tertarik membeli, harganya bervariasi dari puluhan hingga ratusan Euro.

Suasana malam Oktoberfest

Festival yang lamanya dua minggu ini punya tema tiap harinya. Tergantung hari, pengunjung bisa dapat korting harga, konser, perarakan, atraksi, dll. Omong‑omong kalau kalian berpikir, semuanya harus tentang bir sewaktu Oktoberfest, semua pengunjung sebenarnya juga bisa memesan minuman non-alkohol di setiap tenda seperti softdrink, jus, dll. Jadi, kalau pergi ke Oktoberfest, tidak berart harus pulang dalam keadaan mabuk.

 

Berminat untuk mengunjungi Oktoberfest? Ada beberapa informasi penting yang harus kalian perhatikan. Yang pertama, bagaimana cara pergi ke Munich? Karena Munich adalah salah satu kota besar di Jerman dan juga jadi tujuan banyak turis, transportasi menuju ke Munich sangat gampang. Pertama, bagi kalian yang berasal dari luar Jerman atau luar Eropa, pakai pesawat adalah solusinya. Via laman pencari tiket termurah ke Munich bisa langsung kalian genggam. Kedua, bagi kalian yang berasal dari dalam Jerman atau negara dekat Jerman seperti Austria, Italia, Ceko, Polandia, Swiss dan sekitarnya, bis dan kereta bisa jadi pilihan. Kunjungi laman penyedia jasa bus seperti flixbus.com atau goeuro.com dan laman penyedia jasa kereta seperti bahn.de atau ltur.de untuk mendapatkan tiket menuju ke Munich dengan harga lebih terjangkau daripada sang burung besi. Terakhir, sebuah moda transportasi yang jarang dilirik ataupun diketahui kawan di luar Jerman, mitfahren (nebeng). Melalui laman blablacar.de kita bisa menemukan orang yang menuju ke Munich pada tanggal tertentu dengan tarif tertentu lalu tinggal kontak orang tersebut untuk nebeng. Opsi ini akan sangat baik untuk kalian yang ingin merasakan sensasi lewat Autobahn tanpa batas kecepatan dan kesempatan ngobrol langsung dengan orang lokal, walau kebanyakan harus berbahasa Jerman.

 

Setelah sampai Munich, bingung mau tinggal di mana? Jangan takut, hostel maupun hotel bertebaran di Munich, mulai dari kelas melati sampai bintang lima semua ada sesuai budget kalian. Kunjungi laman aohostels.com dan jugendherberge.de untuk menemukan penawaran tempat tinggal murah di Munich, atau hubungi kawan kawan di Munich siapa tahu bisa memberikan penginapan secara murah.

 

Sudah sampai Munich, sudah dapat tempat tinggal tapi sekarang lapar? Banyak restoran dengan berbagai jenis masakan serta harga di Munich, sesuai dengan selera kalian. Mau makanan khas Bavaria lengkap dengan birnya? Kunjungi Lowenbräukeller di Stiglmaierplatz. Mau makanan halal? Kunjungi Antep Sofrasi atau Sara Restaurant di sekitaran Hauptbahnhof. Sayang Munich tidak punya kebab yang bisa dibanggakan seperti Berlin, tapi kami punya Currywurst halal di PommesFreunde, tersedia di Karlsplatz dan Pasing, cukup bilang saja mau Wurst halal, mereka pasti mengerti. Sudah kenyang? Waktunya keliling Munich dan menikmati perjalanan menggunakan sistem transportasi umum terbaik se-Jerman. Jangan lupa, rencanakan keberangkatan sedari jauh-jauh hari karena masa Oktoberfest merupakan masa paling susah mencari tiket ke dan penginapan di Munich. Tilik laman muenchen.de untuk informasi lebih lanjut tentang Munich, dan apabila ada pertanyaan bisa kontak PPI München di facebook.com/PPI.Muenchen.

Teman-teman PPI München di event Oktoberfest

Profil Penulis:
Rifki Surya adalah seorang mahasiswa Master Chemical Engineering di TU München, yang menjadi Ketua Divisi Hubungan Masyarakat PPI München periode 2017.

Zulfikar Adlan Nadzir adalah seorang mahasiswa Master ESPACE di TU München, sedang menjadi Ketua PPI München periode 2017.

Categories
Eropa dan Amerika Upcoming Event

Simposium Amerop 2018 Coming Soon

Coming Soon!

Setelah sukses dengan acara ICONIC (International Conference of Integrated Intellectual Community) pada tahun 2016 lalu di Hamburg dengan Prof. Dr.Ing. Dr. Sc.h.c. Bacharuddin Jusuf Habibie sebagai salah satu keynote speaker, kembali kami PPI Jerman bekerja sama dengan PPI Hannover akan menyelenggarakan ICONIC pada tahun 2018 mendatang di Hannover yang bertajuk Science and Technology for Sustainable Development.

Bersamaan dengan penyelenggaraan ICONIC 2018 akan dilaksanakan Simposium PPI Amerika-Eropa tahun 2018. Simposium ini merupakan agenda rutin delegasi pelajar-pelajar Indonesia di kawasan Amerika dan Eropa untuk saling bertukar ide dan gagasan, membahas arah dan haluan yang akan dicapai melalui program kerja serta menghasilkan rekomendasi solusi dari isu-isu yang dihadapi Indonesia. Melalui panel diskusi yang bertemakan Securing Indonesia’s Energy Sovereignty: The Security – Economy – Sustainability Nexus, kegiatan ini diharapkan dapat menghasilkan output yang nyata bagi Indonesia.

Nantikan informasi selanjutnya di
Website: www.iconic.ppi-jerman.de
Facebook: Iconic PPI Jerman
Twitter: @iconicppijerman
Instagram: @iconicppijerman

Panitia ICONIC dan Simposium Amerop 2018

Categories
Berita PPI Dunia

Hasil Rekomendasi Simposium Internasional ke-9 PPI Dunia

Simposium Internasional Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) Dunia tahun ini dihelat di University of Warwick, United Kingdom. Simposium tahunan PPI Dunia tersebut berlangsung dari tanggal 24 Juli hingga 26 Juli 2017. Simposium kali ini mengusung sebuah tema “Accelerating Indonesia’s National Potential Towards 2030”.

 

Pembukaan

Perhelatan ini dibuka dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan sambutan dari Prof. Christine Ennew, Alanda Kariza sebagai Ketua PPI UK, dan Intan Irani sebagai Koordinator PPI Dunia 2016/2017. Acara kemudian dilanjutkan dengan Keynote Speech oleh Richard Graham MP (UK Trade Envoy to Indonesia and Chairman of Indonesia All Party Parliamentary Group) yang dapat dibaca lebih lanjut di sini. Setelah pembukaan dan kata sambutan, acara dilanjutkan dengan diskusi panel.

 

Diskusi Panel

Pada hari pertama terdapat tiga sesi panel diskusi yang diawali oleh panel diskusi utama  dengan tema “How can Indonesia’s budding creative industry & entrepreneurship solidify Indonesia’s creative economy?” Panel diskusi ini dibawakan oleh Prof. Dr. T.A Fauzi Soleiman, Didiet Maulana, dan Dian Pelangi.

Kemudian dilanjutkan dengan 3 panel diskusi secara paralel, yaitu mengenai:

  1. Entrepreneurship oleh Handry Satriago, Kusumo Martanto, dan Nancy Margried
  2. Development oleh Tri Rismaharini, Hiramsyah S. Thaib, dan Budiman Sudjatmiko
  3. Literature & Publishing oleh Andrea Hirata, Khairani Barokka, dan Dewi Laila

Terakhir adalah 4 panel diskusi secara paralel yang membahas mengenai:

  1. Fashion oleh Dian Pelangi, Ria Miranda, dan Elidawati
  2. Government & Politics oleh Yanuar Nugroho, Adam Tyson, dan Arief Zulkifli
  3. Education oleh Eka Simanjuntak, George Saa, Najelaa Shihab, dan Analisa Widyaningrum
  4. Financial Services oleh Endy Dwi Tjahjono, Destry Damayanti, dan Professor Mohammed Abdel-Haq

Seminar Indonesian Scholar International Convention (ISIC)

Seluruh peserta menghadiri seminar yang dibawakan oleh public figure serta pemerintah Indonesia. Sudirman Said  yang merupakan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral menyampaikan topik “Indonesia’s Demographic Boost in 2030.” Kemudian acara dilanjutkan dengan panel diskusi utama dengan topik “How to best prepare Indonesia’s Young Generation for 2030 Demographic Boost?” yang dibawakan oleh Handry Satriago (CEO daari GE Indonesia), Dr. TGH. Muhammad Zainul Majdi, M.A (Gubernur Nusa Tenggara Barat), Dr. David Johnson (Reader in Comparative and International Education University of Oxford).

Rapat Tahunan PPI Dunia

Sebagai permusyawaratan tertinggi PPI Dunia, Simposium Internasional ini tidak hanya menjadi wadah berkumpulnya anggota delegasi dari berbagai PPI Negara untuk bersilaturahmi dan menghadiri diskusi-diskusi panel. Tetapi juga merupakan tempat untuk mahasiswa-mahasiswi Indonesia tersebut bertukar pikiran dan mengkontribusikan pengetahuan mereka untuk menghasilkan butir-butir rekomendasi Simposium Internasional PPI Dunia.

Sidang internal yang merupakan agenda utama Simposium Internasional PPI Dunia berlangsung pada tanggal 25 hingga 26 Juli 2017. Sidang yang dilaksanakan pada pukul 09.30 – 00.00 ini dihadiri oleh 27 PPI Negara. Sidang ini dibagi menjadi 8 pleno dan dipimpin oleh 3 orang pimpinan sidang, yaitu Nazlatan Ukhra Kasuba (PPI Malaysia), Muhammad Iksan Kiat (PERMIRA Rusia), dan Bahesty Zahra (PPI Iran).

Dalam sidang tersebut, telah dilakukan pengesahan amandemen AD/ART PPI Dunia yang selama ini dirancang oleh Tim Ad Hoc AD/ART PPI Dunia. Laporan Pertanggungjawaban Dewan Presidium PPI Dunia 2016/2017 juga diterima oleh para delegasi PPI Negara tanpa syarat. Setelah itu, sidang dilanjutkan dengan pembahasan rekomendasi program kerja untuk kepengurusan PPI Dunia periode selanjutnya. Para anggota delegasi PPI Negara dibagi menjadi 4 komisi dan melakukan diskusi per kelompok. Komisi-komisi tersebut adalah:

  1. Komisi Pendidikan, dipimpin oleh Pandu Utama Manggala (PPI Jepang);
  2. Komisi Sosial dan budaya, dipimpin oleh Muhammad Dhafi Iskandar (PPI Perancis);
  3. Komisi Ekonomi, dipimpin oleh Dianna Priscyla Kusuma Dewi (PPI Swiss); dan
  4. Komisi Teknologi Digital, dipimpin oleh Masduki Khamdan Muchamad (PPI Malaysia).

Setelah selesai dengan diskusi komisi, sidang pada tanggal 25 Juli 2017 tersebut ditutup. Sidang kemudian dilanjutkan pada hari selanjutnya yang membahas tentang pemilihan Dewan Presidium PPI Dunia untuk periode selanjutnya, 2017/2018. Setelah diskusi yang intens, akhirnya terpilih susunan Dewan Presidium 2017/2018 sebagai berikut:

  • Koordinator PPI Dunia 2017/2018: Pandu Utama Manggala (PPI Jepang)
  • Koordinator kawasan Amerika Eropa 2017/2018: Muhammad Iksan Kiat (PERMIRA)
  • Sekretaris kawasan Amerika Eropa 2017/2018 : Muhammad Syukron (PPI Polandia)
  • Koordinator kawasan Asia-Oceania 2017/2018 : Zulfadli (PPI Malaysia)
  • Sekretaris kawasan Asia-Oceania 2017/2018 : Ester Liana (PPI Tiongkok)
  • Koordinator kawasan Timur Tengah dan Afrika 2017/2018 : Ikhwan Ramputi (PPI Mesir)
  • Sekretaris kawasan Timur Tengah dan Afrika 2017/2018 : Bahesty Zahra (PPI Iran)

 

Dan Tuan Rumah Penyelenggara Simposium PPI Dunia Periode 2017/2018 sebagai berikut:

  • Simposium Internasional PPI Dunia 2018: PERMIRA Rusia
  • Simposium kawasan Amerika-Eropa 2018: PPI Jerman
  • Simposium kawasan Asia-Oceania 2018: PERMITHA Thailand
  • Simposium kawasan Timur Tengah-Afrika 2018: PPI Pakistan

Terakhir, sidang diakhiri dengan pengesahan hasil diskusi komisi yang dilakukan pada hari sebelumnya. PPI Dunia melahirkan gagasan untuk Indonesia.

Diskusi per komisi tersebut menghasilkan Rekomendasi Simposium Internasional PPI Dunia sebagai berikut:

 

KOMISI PENDIDIKAN

  1. Memfokuskan pada kajian isu perbaikan kualitas dan profesionalisme guru serta manajemen tata kelola pendidikan.
  2. Program konkret yang dapat dilakukan Antara lain adalah dengan mengadakan kegiatan studi banding dan pelatihan guru serta kepala sekolah dari daerah di Indonesia ke luar negeri. Mitra utama yang dapat dirangkul untuk program ini antara lain adalah Cerdas Digital, Ruang Guru dan dapat menggunakan platform Pesta Pendidikan.

 

KOMISI SOSIAL BUDAYA

  1. Mendukung program pengembangan destinasi wisata dari Kementrian Pariwisata RI, dan bekerjasama dengan sebaik-baiknya untuk memperkenalkan destinasi pariwisata di daerah-daerah Indonesia.
  2. Bekerja sama dengan Kementerian Pariwisata RI dalam penyediaan konten, jaringan promosi, serta hal-hal lainnya untuk meningkatkan kualitas acara-acara budaya yang akan dilaksanakan oleh masing-masing PPI Kota, Negara dan/atau kawasan.
  3. Bersinergi dengan komunitas lokal untuk mengadakan kegiatan budaya yang menonjolkan karakteristik dan kearifan budaya setempat. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk menjangkau komunitas lokal tersebut adalah dengan menyebarkan angket dan sayembara. PPI Dunia berkomitmen untuk menjadi mentor bagi para komunitas lokal ini mengembangkan keterampilannya.
  4. Membuat kajian advokasi isu kemanusiaan baik di tanah air maupun isu HAM di luar negeri seperti Palestina dan negara lain yang dianggap perlu, dengan merangkul berbagai kalangan dan pakar.

 

KOMISI EKONOMI

  1. Rencana aksi yang bersifat internal
    • PPI Dunia menjadi Duta pariwisata Indonesia di masing masing Negara.
    • PPI Dunia menjadi Duta ekonomi kreatif di masing masing Negara
    • PPI Dunia berusaha membangun kerjasama multidisiplin untuk mengembangkan perekonomian kreatif Indonesia
  1. Rencana aksi yang bersifat eksternal
    • Pengembangan ekonomi pariwisata di Indonesia
    • Pengembangan ekonomi syariah di Indonesia
    • Kajian terkait pembangkit listrik dan pengembangan energi terbarukan
    • Kajian terkait diversifikasi industri agar Indonesia tidak terlalu tergantung kepada ekspor sumber daya alam
    • Peningkatan kapasitas SDM Indonesia sebagai salah satu upaya optimalisasi penggunaan minyak, gas dan hasil tambang nasional

 

KOMISI TEKNOLOGI DAN DIGITAL

  1. Mengkaji kebijakan pemerintah dan komparasi studi dengan negara lain yang lebih unggul dalam pengguaan fintech, kajian ini akan dikaji dalam beberapa sub topik:
    • Regulasi E-Commerce: Kajian regulasi e-commerce sehingga dapat membangun lingkungan yang kondusif bagi para pemuda penggiat start up.
    • Security: Kajian mengenai cyber security sangat penting, terutama bagaimana cara meningkatkan kesadaran diri akan pentingnya privacy dan information security
    • Digital Currency: Penggunaan mata uang digital (bitcoin) akan semakin masif, sehingga dibutuhkan kajian untuk dapat membangun lingkungan yang sesuai dengan karakteristiknya sekaligus mencegah penyalahgunaannya.

 

Categories
Prestasi Anak Bangsa Timur Tengah dan Afrika

Indonesia Raih Film Pendek Terbaik Dalam Ajang International Student Short Film Festival di Tunisia

Berita baik datang dari wakil Indonesia di ajang Festival Film Pendek tingkat Pelajar Internasional yang pertama di Nabeul, Tunisia. Hadzari, sebuah film pendek berdurasi 2 menit 44 detik adalah sebuah karya pemikiran audiovisual dari sineas muda, Irhamni Rofiun, yang merupakan pelajar Indonesia yang sedang menyelesaikan studi pascasarjana di Universitas Ezzitouna. Film Hadzari, yang jika diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia menjadi ‘Waspada’ berhasil menjadi yang terbaik dalam ajang tersebut, dan satu-satunya film yang diputar ketika malam penganugerahan, Minggu malam (9/7).

Film berbahasa Arab ini tidak hanya melibatkan mahasiswa Indonesia sebagai aktor utama, melainkan mengajak crew dan pemain asing dalam proses penggarapannya. Selain itu, Indonesia juga berhasil memborong banyak penghargaan, di antaranya Best Soundtrack dalam film Silat, Taufik Imron sebagai aktor favorit dalam film Hadzari, dan film Silat sebagai film favorit pilihan hadirin panitia dan peserta.

Penghargaan Film Pendek di Tunisia

Menurut pengakuan Irhamni Rofiun, yang juga menjadi sutradara dalam film Silat tersebut, ketika dirinya tiga kali maju untuk mengambil penghargaan di panggung utama, pemanggilan ketiga pemberian penghargaan sebagai sutradara dalam film Silat, ia sempat tidak percaya dan terharu sekaligus bangga karena nama Indonesia kembali harum. Sebab, menurut penuturannya, film Silat tersebut banyak melibatkan banyak orang dan pendukung, di antaranya tim dan pemain yang tergabung dalam organisasi induk PPI Tunisia, anak-anak dari staf KBRI dan Medco Energi, serta yang paling mendukung penuh adalah KBRI Tunis sebagai sponsor tunggal.

Kompetisi film pendek ini diikuti oleh 600 karya dari 125 negara dari 3 jenis kategori: Fiksi, dokumenter dan animasi. Kebanyakan mereka adalah para pelajar atau mahasiswa yang bergelut dalam dunia sinematografi dan perfilman, bahkan ada yang sudah biasa mengikuti festival film pendek di Cannes, Prancis, Toronto, USA, dll. Hanya 27 karya film pendek dari 20 negara di antaranya: Indonesia, Palestina, Turki, Syria, Aljazair, Jordania, Lebanon, Irak, Mesir, Iran, Malaysia, USA, Prancis, Italia, Spanyol, Jerman, Cina, Thailand, Norwegia dan tuan rumah Tunisia. Dan yang diundang khusus oleh panitia penyelenggara hanya 20 sineas muda dari 20 negara tersebut, mereka ditanggung sepenuhnya mulai dari akomodasi, transportasi, penginapan, makan, dll. Untuk mengikuti acara puncak di Nabeul, Tunisia sejak tanggal 6-9 Juli 2017. Kegiatan tersebut meliputi workshop film; writing scripts, shooting & directing, editing & mixing. Dan itu semua dimentori oleh para seniman dan para pakar dalam dunia sinematografi dan perfilman, serta acara hiburan lainnya.

Pengumuman Pemenang Festival Film Pendek se-Tunisia

Berikut daftar peraih penghargaan terbaik Festival Film Pendek Pelajar Internasional 2017 di Nabeul.

– The prize of the best image: Film Fino, disutradarai oleh: Estephan Khattar, Lebanon.
– The prize of the best soundtrack: Film Silat, disutradarai oleh: Irhamni Rofiun, Indonesia.
– The prize of the best editing: Film Day 79, disutradarai oleh: Wissem Al Jaafari, Palestina.
– The prize of Best Scenario: The End of The Good Days, disutradarai oleh: Bask Mehmet, Turki.
– The prize of Best Male Performance: Memood, Jerman.
– The prize of Best Female Performance: Raya Busslah, Film Red on White, Tunisia.
The prize for the best short film: Film Hadzari (Waspada), disutradarai oleh: Irhamni Rofiun, Indonesia.

Daftar di atas adalah pemenang pilihan dewan juri, adapun pilihan pemirsa (penonton: panitia, peserta) adalah:

– Film Pendek Favorit: Film Silat, disutradarai oleh Irhamni Rofiun, Indonesia.
– Aktor Favorit: Taufik Imron, Film Hadzari (Waspada), disutradarai oleh Irhamni Rofiun, Indonesia.

(Red: PPI Tunisia/ Ed: Amir)

Categories
Inspirasi Dunia Suara Anak Bangsa

Master di tanah Britania: membuka mata, membuka wawasan, demi negeri

Tanah Britania, sejak April 2014 menjadi tujuan saya sebagai rumah kedua. Saya menyebut kuliah di Inggris itu paket lengkap. Lengkap dari segi kualitas pendidikan, pilihan jurusan, fasilitas, dan hiburannya. Perguruan tinggi tertua di dunia banyak didominasi oleh negara ini. Dipastikan saya ingin menimba ilmu langsung dari sumurnya atau sumbernya. Ketika itu, saya menemukan kesulitan mencari program studi yang sesuai dengan spesifik minat saya, namun untungnya saya menemukan di salah satu Universitas di Inggris yang memiliki profesor di bidang minat tersebut. Itulah alasan paling utama saya bersedia tidak pulang 1 tahun dan membiayai kuliah dari kantong sendiri. Pelajar setelah tahun 2012 memang jauh lebih beruntung dengan adanya beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) yang memberikan kesempatan lebih untuk teman-teman. Pada kesempatan ini saya ingin berbagi kepada teman-teman yang sudah memiliki rencana namun belum ada bayangan mengenai pengalaman hidup, pengalaman studi, serta pengalaman lainnya selama berada di sana. Mudah-mudahan dapat memberikan gambaran.

Saya menikmati banyaknya komunitas orang Indonesia di Inggris. Awalnya saya hanya tahu satu orang teman SMA yang sedang berkuliah di Manchester saat saya masih menyiapkan keberangkatan. Melalui dia saya mendapat banyak sekali informasi. Selain itu keberadaan PPI UK sangat membantu proses belajar. Di minggu awal saya sampai di Manchester sangat jarang berpapasan dengan orang Indonesia sewaktu itu. Akan tetapi setelah mengikuti acara yang diselenggarakan PPI Greater Manchester (GM), perasaan kangen seketika berkurang. Ternyata orang Indonesia di kota Manchester tidaklah sedikit. Disambut dengan ‘bahasa rumah’ (Bahasa Indonesia), kehangatan wajah Indonesia, dan makanan khas Indonesia pada pertemuan PPI GM sangat mengobati homesick.

Setelah sebulan proses adaptasi sudah terlewati dan melewati fase homesick awal, saya mulai penasaran untuk lebih banyak bermain dengan teman-teman lokal dan internasional. Pertama dengan teman satu flat yang terdiri atas multi bangsa, Cina, Inggris dan Jamaika. Meskipun dikarenakan kesibukan masing-masing yang mengharuskan kami hanya bisa mengobrol saat bertemu di dapur, saya sempatkan untuk mengobrol dan belajar masak dari masing-masing sesuai menu negara asal mereka. Saya pun mengusulkan agar kita saling berbagi informasi mengenai diri masing-masing agar bisa lebih mengenal, dari hal yang ditakuti sampai kesukaan sehingga suasana mulai cair dan bisa saling bertoleransi. Kami pun saling bekerja sama dalam membersihkan dapur sehingga saya banyak belajar dengan teman yang sangat higienis dalam bersih-bersih. Terbiasa dalam kultur rumah tangga Indonesia yang memiliki asisten rumah tangga saya kagum dengan Romana (anak lokal) yang sudah cekatan mengerjakan pekerjaan rumah. Dengan biaya asisten rumah tangga yang sangat mahal, anak lokal sudah terbiasa dengan pekerjaan rumah termasuk memasak.

Selain itu, didorong oleh rasa kangen dengan masakan Indonesia, kebanyakan pelajar memang mendadak jadi koki. Mulai berani mencoba beragam resep nusantara lalu menjadikan teman satu flat sebagai tester. Oleh karenanya, selain menjadi tambah mandiri mengatur diri sendiri, bekal yang saya dapat setelah sekolah ke luar negeri adalah mendadak bisa masak lho, percaya deh 😉
Di samping kaya akan pengalaman tinggal sendiri yang berwarna-warni, saya merasakan pengalaman belajar yang seru dan menantang. Standar kualitas fasilitas pendidikan yang modern, saya merasakan fasilitas perpustakaan dan ruang belajar yang nyaman, khas arsitektur Inggris. Pengajar pun professional dan terlatih mengajar mahasiswa internasional. Kesempatan kerja kelompok dengan teman dari negara yang berbeda memberikan tantangan tersendiri. Hasil kesimpulan saya setelah mencoba dengan teman dari kultur berbeda, kultur negara terkadang mempengaruhi perilaku seseorang. Tetapi secara keseluruhan perilaku seseorang ditentukan oleh watak orang tersebut sendiri. Memang kita terkadang bisa menggunakan stereotype bahwa teman dari Jerman lebih tepat waktu dari teman negara lain, tetapi semaunya tergantung orangnya. Ada teman yang rajin dan tidak sedikit yang kurang rajin. Ada yang enak buat kerjasama kelompok ada yang kurang. Semua tergantung motivasi masing-masing.

Selain soal tinggal mandiri dan belajar, ada hal yang paling jadi incaran pelajar internasioanal di Inggris yaitu jalan-jalan dan nonton bola. Waktu jalan-jalan memang harus diatur dengan sangat cepat dan bijak. Baru sehari di sana, saya dari Manchester langsung ke London untuk jalan-jalan dan mengurus surat lapor di keduataan. Kemudian ke Liverpool dan yang jelas stadium di Manchester sendiri. Kebetulan saya suka bola.

Setelah itu, kita bisa menjadwalkan liburan setiap akhir pekan. Dengan adanya libur panjang satu bulan di bulan Desember untuk Natal dan Paskah di akhir bulan April hingga Mei, pelajar di Inggris bisa lebih lega jadwal jalan-jalannya dibanding pelajar di Eropa daratan lainnya. Saya menyempatkan untuk ‘menyeberang’ ke Eropa Daratan yakni Belanda, Jerman, dan Berlin menemui teman lama yang sedang sekolah di sana. Kebetulan perjalanan saya adalah single trip. Saya terbang sendirian dari Manchester ke Amsterdam dan dijemput teman di sana. Saya sekali-kali ingin merasakan serunya jalan-jalan sendiri mumpung masih single. Setelah selesai pengumpulan disertasi saya memanfaatkan waktu untuk ke utara Inggris ke Scotlandia dan jalan-jalan hingga ujung utara. Dikarenakan sudah homesick berat saya memutuskan pulang dan membatalkan beberapa perjalanan ke Eropa daratan dengan teman-teman. Saran saya jika ingin jalan-jalan ke suatu tempat segera lakukan, karena terkadang kita bisa tidak sempat lagi. Tapi saat itu tempat-tempat prioritas yang ingin saya kunjungi sudah terpenuhi semua 

Di ujung perjalanan, saat kuliah keluar kita dengan mudah akrab dengan teman-teman baru. Dikarenakan sama-sama merantau dan jauh dari keluarga, saya merasakan sangat sedih ketika harus berpisah dengan teman satu flat dan teman seprogram studi. Satu tahun terkadang terasa lambat saat kita terjangkit homesick, sebaliknya terasa sangat cepat ketika sudah tiba-tiba farewell dengan teman-teman di sana. Kami saling berpelukan dan berharap bisa bertemu lagi di belahan dunia lain. Saling mengajak satu sama lain datang ke negara masing-masing dan siap menjadi pemandu wisata.

Saya menyempatkan pulang sebentar pasca pengumpulan disertasi (tesis S2) di akhir September 2013, kemudian kembali lagi untuk menghadiri wisuda di bulan Desember 2013. Setelah menyelesaikan seluruh agenda, saya pulang kembali ke Indonesia dengan sebuah harapan. Ilmu yang telah saya dapatkan dapat bermanfaat untuk teman-teman sekitar dan bangsa nantinya. Saya berharap semakin banyak teman-teman yang berkesempatan merasakan pendidikan yang lebih tinggi dan pengalaman hidup yang lebih berwarna serta merasakan indahnya ciptaan Tuhan YME di belahan dunia lain. Kelebihan dari bersekolah di luar negeri memang membuka wawasan seluas-luasnya dengan menjadikan kita mandiri, lebih dewasa, lebih berani, dan lebih toleransi terhadap budaya atau kepercayaan lain. Kita jauh lebih paham budaya negara lain secara global. Berkunjung ke negara lain membuat saya bisa membandingkan negeri sendiri dengan negara maju lain. Saya semakin sadar potensi negara kita, baik dari segi potensi alam dan budaya. Kita tidak kalah, dan saya yakin dengan bertambahnya pelajar kita per tahun menuntut ilmu ke luar semakin banyak lulusan master dan doktor. Semakin banyak transfer ilmu ke pelajar Indonesia yang dapat meningkatkan kompetensi pemuda kita sehingga mudah-mudahan bangsa kita bisa semakin maju dan semakin besar, demi Indonesia Raya…

Larastri Kumaralalita
Master of Science (Msc) in Management and Information Systems,
Institute for Development Policy and Management (IDPM)
University of Manchester, Manchester, UK

sumber : http://ppiuk.org/master-di-tanah-britania-membuka-mata-membuka-wawasan-demi-negeri/

Categories
Asia dan Oseania Eropa dan Amerika Festival Luar Negeri PPI Dunia PPI Negara Timur Tengah dan Afrika Upcoming Event

Upcoming Event: Kerjasama BEM Universitas Padjadjaran Bandung dan Tim Festival Luar Negeri PPI Dunia PPI Dunia menyelenggarakan event Edufair “Padjadjaran International Education Festival” 2017

SALAM PERHIMPUNAN!!

BEM UNIVERSITAS PADJADJARAN BANDUNG dan TIM FESTIVAL LUAR NEGERI PPI DUNIA akan bekerjasama untuk menyelenggarakan event Edufair
“Padjadjaran International Education Festival”

Hari, tanggal : Jumat, 26 Mei 2017
Waktu : 08:00 WIB – 16:00 WIB
Tempat : Bale Sawala Unpad Jatinangor

Perwakilan PPI Dunia akan menjadi keynote speakers dan meramaikan acara ini, mereka adalah:

Intan Irani Koordinator PPI Dunia 2016/2017 (PPI Italia)

Steven Guntur Koordinator PPI Dunia 2015/2016 (Permira Rusia)

Rizki Putri Hassan, Koordinator Divisi Pendanaan PPI Dunia (PPI UK)

Dan akan ada stand berbagai informasi studi dan hidup di luar negeri yang akan diramaikan oleh delegasi dari PPI Negara diantaranya:

1. PPI Polandia
2.PPI Hungaria
3.Perpika Korea Selatan
4.PPI Malaysia
5.PPI Swedia
6.PPI Spanyol
7.PPI Estonia
8.PPI Tiongkok
9.PPI Thailand
10.PPI Prancis
11.PPI Italy
12.PPI New Zealand
13.PPMI Saudi Arabia
14.PPI UK
15.PPMI Mesir
16.PPI Turki
17. PPI Jepang
18. PPI Jerman

Berita selengkapnya, follow:
IG: felarippidunia                                                                                                                                                                   Facebook: felari ppi dunia
Web: www.ppidunia.org

Categories
Berita Kajian Nuklir Komisi Energi

Masa Depan Energi Nuklir: Desain dan Faktor Keselamatan Reaktor Berbasiskan Bahan Bakar TRISO

Pendahuluan

Pertambahan jumlah penduduk dan meningkatnya kehidupan masyarakat menyebabkan meningkatnya kebutuhan akan energi terutama energi listrik. Indonesia sendiri merupakan salah satu negara yang masih bergantung pada energi fosil untuk memenuhi kebutuhan listriknya. Menurut BPPT pada kajian Outlook Energi Indonesia 2016 [1], kebutuhan listrik Indonesia pada tahun 2050 akan meningkat hingga 6.9 kali lipat dibandingkan tahun 2015. Apabila digunakan kebijakan dan pertumbuhan yang sama maka energi fosil pada tahun 2050 masih akan mendominasi untuk pembangkitan listrik dengan persentase 61% untuk sumber batu bara. Permasalahan untuk batu bara adalah harga dan biaya lingkungan yang tinggi. World Bank memproyeksikan bahwa pada tahun 2050 harga batu bara akan meningkat 1.8 kali lipat dibandingkan pada tahun 2015 [2]. Walaupun peningkatan harga tidak terlalu tinggi, namun penggunaan batu bara akan meningkatkan gas rumah kaca yang berakibat buruk bagi lingkungan. Oleh karena itu dibutuhkan sumber energi alternatif yang masif apabila subtitusi batu bara diinginkan.

Energi nuklir merupakan sumber energi yang tepat untuk menyubtitusi batu bara karena dapat menghasilkan energi listrik dalam jumlah yang besar dan juga ramah lingkungan. Secara teori uranium mengandung energi sebesar 24.5 juta kWh/kg dimana fast breeder reactor dapat merealisasikan sebesar 6.67 juta kWh/kg. Peningkatan efesiensi dari suatu reaktor akan meningkatkan energi yang dapat direalisasikan. Sebagai perbandingan, batu bara hanya mampu menghasilkan energi sekitar 8 kWh/kg. Oleh karena itu, teknologi nuklir terus dikembangkan oleh berbagai pihak karena berpotensi sebagai sumber energi listrik skala besar di masa depan. Saat ini, perkembangan reaktor nuklir sudah sampai pada generasi ke-4 dengan beberapa desain yang disetujui berdasarkan sistem pendinginnya. Beberapa desain yang disetujui adalah Sodium-cooled Fast Reactor (SFR), Supercritical Water-cooled Reactor (SCWR), Molten Salt Reactor (MSR), dan Very High Temperature Reactor (VHTR). Dari berbagai desain tersebut, VHTR keunggulan berupa efisiensi yang tinggi (hingga 50%), temperatur operasional yang tinggi sehingga memungkinkan pemanfaatan energi panas untuk keperluan industri, dan potensi pemanfaatan thorium sebagai bahan bakar. Tingkat keamaan yang tinggi dari VHTR diusung oleh desain bahan bakar yang unik yaitu menggunakan desain tristructural-isotropic (TRISO). Lingkup bahasan artikel ini berfokus pada pemanfaatan desain TRISO pada VHTR dengan bahasan-bahasan pokok seperti pembahasan desain bahan bakar, mekanisme proteksi, serta faktor keselamatan yang disematkan.

Konsep Desain TRISO 

TRISO dikembangkan pertama kali di Jerman sebagai bahan bakar Pebble Bed Reactor dan High Temperature Reactor berbahan bakar thorium yang keduanya merupakan VHTR. Konsep TRISO dinilai potensial sehingga terus dikembangkan dan digunakan dalam desain reaktor nuklir masa depan [3]. Sesuai dengan namanya, tristructural-isotropic, TRISO merupakan desain dimana bahan bakar dilapis dengan tiga struktur lapisan dengan arah radial dan berbentuk bola guna mendapatkan sifat yang seragam (isotropic). Ketiga lapisan tersebut adalah inner pyrolitic carbon (IPyC), silicon carbide (SiC), dan outer pyrolitic carbon (OPyC). Adapun dalam pengaplikasiannya, bahan bakar TRISO juga dilapisi oleh porous carbon buffer yang memisahkan antara ketiga lapisan tersebut dengan bahan bakar. Ilustrasi dari struktur TRISO dapat dilihat pada Gambar 1.

Fuel kernel merupakan inti dari bahan bakar TRISO yang merupakan oksida, karbida, atau oksikarbida bahan bakar nuklir seperti uranium, plutonium, thorium, ataupun transuranic elements (TRU). Inti tersebut akan dilapisi oleh lapisan karbon berpori yang berfungsi sebagai penahan perubahan dimensi yang disebabkan oleh tekanan dari inti akibat penumpukan gas dan rekoil dari pecahan reaksi fisi. Setelah itu, terdapat lapisan IPyC yang merupakan lapisan padat dari carbon. Lapisan ini berfungsi sebagai pelindung inti dari gas korosif yang digunakan untuk mendeposisi SiC. Lapisan selanjutnya adalah lapisan SiC dimana lapisan ini merupakan lapisan utama yang berfungsi sebagai penahan tekanan dan penghalang difusi untuk mencegah terlepasnya gas dan metallic fission product (FPs). Walaupun SiC merupakan material yang mampu mempertahankan kekuatannya hingga temperature tinggi (~1400oC), penggantian SiC dengan ZrC dianggap sebagai salah satu potensi yang layak untuk dikembangkan [5,6]. Lapisan terluar merupakan OPyC, lapisan karbon padat yang berfungsi sebagai bonding surface untuk pelapisan lebih lanjut [7]. PyC, baik inner maupun outer, dapat berfungsi untuk mengurangi tegangan tarik yang diterima oleh lapisan SiC.

Gambar 2. Dua desain elemen (prismatic dan pebble) dengan bahan bakar TRISO [8].

Hingga saat ini, terdapat dua bentuk elemen yang digunakan sebagai bahan bakar dengan konsep TRISO yaitu prismatic dan pebble. Penggunaan kedua elemen tersebut ditentukan oleh desain reaktor yang akan digunakan. Pada desain prismatic, partikel TRISO dikompaksi memanjang sedangkan pada desain pebble dibenamkan pada kulit grafit berbentuk bola seukuran bola tenis. Pembentukan elemen tersebut bertujuan untuk meningkatkan kepadatan dari partikel TRISO sehingga temperature dan efisiensi reaktor secara keseluruhan dapat ditingkatkan. Skema partikel TRISO yang disusun dengan model prismatic dan pebble ditunjukkan dengan Gambar 2.

Teknologi Kinerja Bahan Bakar dan Mekanisme Proteksi Very High Temperature Reactor (VHTR) umumnya menggunakan gas sebagai pendingin reaktor yang biasanya adalah gas helium. Penggunaan gas sebagai pendingin menjadikan VHTR sering disebut dengan High Temperature Gas-cooled Reactor (HTGR). Desain reaktor ini menggunakan dua elemen bahan bakar TRISO, prismatic dan pebble, yang sudah dijelaskan sebelumnya. Dua elemen TRISO ini digunakan sebagai bahan bakar dengan desain reaktor khusus seperti desain Pebble Bed Modular Reactor (PBMR) untuk elemen pebble dan High Temperature Test Reactor (HTTR) untuk elemen prismatic. Di dalam PMBR sedikitnya terdapat 360,000 uranium pebble yang mengandung sekitar 9 mg uranium yang diperkaya rendah dengan jumlah 10.000-15.000 partikel TRISO. Pebble Bed Modular Reactor mempunyai beberapa karakteristik berupa [9]:

  1.  Secara alamiah dapat dikatakan aman karena secara fisik tidak memungkinkan terjadi peluluhan dan tidak akan terjadi kecelakaan akibat kerusakan pada bahan bakar.
  2.  Masih berkapasitas kecil, berkisar antara 100-200 MW yang dapat dihasilkan dari desain saat ini.
  3.  Sistem pengisian bahan bakar online (online refueling) menjadi keuntungan utama karena dapat menghindari waktu down untuk pengisian bahan bakar (refueling outages). PBMR secara terus-menerus dapat mengganti bahan bakar yang sudah terpakai dengan bahan bakar baru.

HTTR merupakan reaktor yang dioperasikan oleh Japan Atomic Energy Agency sebagai reaktor untuk riset. Dalam persyaratan disain keselamatan untuk bahan bakar HTTR, ditetapkan bahwa fraksi kegagalan fabrikasi harus kurang dari 0.2%. Untuk pengoperasian HTTR yang aman, pengukuran keandalan aktivitas pendingin yang terus-menerus sangat diperlukan untuk mengevaluasi kinerja bahan bakar dan radiologis sistem reaktor selama kondisi operasi normal. Salah satu cara untuk mengevaluasi kinerja bahan bakar adalah dengan mengukur Release-to-Birth rate (R/B) yang merupakan ukuran dari kemampuan dari partikel TRISO untuk menahan hasil reaksi fisi agar tidak terlepas keluar. Kemampuan tersebut ditentukan oleh kualitas lapisan pada partikel TRISO. Gambar 3 menunjukkan rasio R/B untuk 88Kr selama operasi reaktor ini. Nilai Terukur R/B kurang dari 1.2×10-8, empat orde lebih rendah dari batas desain untuk operasi normal (10-4), sehingga sesuai dengan 0,2% kegagalan pada bahan bakar. Dengan data tersebut, dapat disimpulkan bahwa bahan bakar HTTR memiliki kualitas yang sangat baik selama operasi suhu tinggi untuk jangka panjang [10]. Selain itu, temperatur operasional HTTR yang cukup tinggi memungkinkan pemanfaatan energi panas reaktor untuk keperluan industri seperti produksi hidrogen menggunakan siklus sulfur-iodine.

Gambar 3. Release-to-birth rate ratio pada 88Kr selama pengoperasian HTTR [10].

Selain mengevaluasi TRISO dari sudut pandang reaktor, evaluasi dari sisi material pelapisnya juga dilakukan. Terdapat dua tipe pelapis untuk partikel TRISO yang dinilai potensial yaitu SiC dan ZrC.

  1. SiC-TRISO Untuk mengetahui perilaku bahan bakar pada penambahan burn-up seperti sistem VHTR, uji iradiasi dilakukan dengan menggunakan bahan bakar dengan tingkat burn-up yang tinggi, dengan reaksi fluorin neutron cepat yang lebih tinggi daripada bahan bakar HTTR. Melalui uji iradiasi ini dapat diketahui agar mekanisme kegagalan yang diduga dalam kondisi burn-up yang tinggi adalah kegagalan mekanis yang terjadi pada lapisan SiC dan/atau peningkatan tekanan internal yang berlebihan dengan adanya percepatan iradiasi.
  2. ZrC-TRISO ZrC adalah salah satu karbida logam transisi, yang memiliki karakteristik: kompatibilitas yang baik dengan struktur logam, titik lebur yang tinggi dan stabilitas termodinamika yang baik, dan ketahanan terhadap keausan. ZrC memiliki titik leleh berkisar 3420℃, tetapi titik leleh dapat turun menjadi 2850℃ ketika berinteraksi dengan karbon (PyC) yang digunakan sebagai pelapis TRISO. Keunggulan utama ZrC dibandingkan SiC adalah kemampuan bertahan pada temperature yang lebih tinggi. Hasil uji pemanasan pasca iradiasi, partikel bahan bakar berlapis ZrC tidak mengalami kegagalan hingga ~6000 detik ketika diuji pada suhu 2400℃, sementara hampir 100% partikel bahan bakar berlapis SiC mengalami kegagalan seketika pada suhu 2400℃. Hal ini disebabkan oleh stabilitas thermal dari lapisan ZrC dan stabilitas kimia dari produk fisi metalik ZrC pada uji pemanasan pasca iradiasi.

Penyusutan akibat proses iradiasi pada IPyC dapat menyebabkan retak parsial pada lapisan SiC atau pelepasan lapisan SiC dari IPyC. Retak parsial dapat terjadi apabila perbedaan tegangan radial antara lapisan IPyC dan SiC melebihi kekuatan lapisan IPyC. Pada model kegagalan ini, ikatan lapisan IPyC/SiC sangat kuat sedangkan apabila kekuatan ikatan IPyC/SiC rendah maka pelepasan ikatan dapat terjadi. Pada iradiasi partikel TRISO, temperatur akan meningkat dan dapat menyebabkan perbedaan temperatur (temperature gradient) yang tinggi. Perbedaan temperatur yang tinggi ini dapat menyebabkan kernel pada partikel TRISO berpindah tempat sehingga mengakibatkan kegagalan pada sistem lapisan IPyC-SiC-OpyC. Fenomena ini disebut sebagai kernel migration yang dapat disebabkan oleh difusi gas CO dari kernel ke arah luar partikel. Gas CO dapat menumpuk dan beraksi menghasilkan gas CO2 dan karbon yang berfasa padat. Seiring waktu, karbon padat terbentuk di sisi dingin lapisan buffer dan mendorong kernel untuk berpindah ke sisi panas partikel TRISO, seperti yang ditunjukkan pada Gambar 4.

Gambar 4. Kernel migration, yang terjadi akibat gradiasi suhu dan menyebabkan tegangan thermal yang cukup signifikan [11].

Partikel TRISO yang digunakan dalam PBMR mengandung produk fisi radioaktif di dalamnya. Produk fisi gas bersama dengan karbon monoksida terjebak dalam partikel dan mengalami proses tekanan operasi yang signifikan dari reaksi fisi pada reaktor inti. Kegagalan pada partikel yang diberikan tekanan secara seragam biasanya terjadi pada bagian partikel yang mengalami kerusakan/ketidaksempurnaan sehingga tegangan dapat terkonsentrasi. Secara teoritis, partikel yang difabrikasi tanpa cacat harus mempunyai fracture strength mendekati 40 GPa [12]. Dengan kerusakan/ketidaksempurnaan partikel, kekuatan partikel sepenuhnya tergantung pada ketangguhan retak material dan kegagalan terjadi dimana intensitas tegangan lokal mencapai atau melebihi nilai ketangguhan patah partikel [13]. Walaupun kegagalan biasanya terjadi karena tegangan tarik, pengujian tekan dapat mensimulasikan tegangan tarik sesuai dengan Gambar 5. Pengujian tekan tidak memerlukan persiapan sehingga menguntungkan terutama bila pengujian harus dilakukan pada partikel setelah iradiasi. Tekanan gas internal karena iradiasi akan menyebabkan tegangan sisa yang akan menambah atau mengurangi tegangan yang diterapkan dengan pengujian kompresi sehingga mempengaruhi beban terukur pada proses pengujian. Pengaruh tersebut akan mencerminkan kemampuan partikel ketika pembakaran terjadi.

Gambar 5. Skema yang menggambarkan mekanisme tegangan tarik longitudinal akibat beban kompresi pada partikel TRISO, T: tension, C: compression [13].

Jika kekuatan partikel diukur dengan faktor creep rupture (perambatan retak akibat beban konstan) maka perhitungan laju creep dapat menentukan kinerja dari bahan bakar. Demikian juga, perhitungan tegangan terperinci sangat diperlukan untuk memodelkan dan mengukur kinerja bahan bakar yang dibatasi oleh retakan melalui celah karena tekanan. Partikel bahan bakar TRISO telah diamati secara eksperimental untuk memiliki beberapa kemungkinan mode kegagalan, yang dikategorikan pada efek satu dimensi (1D) atau tiga dimensi (3D). Mekanisme kegagalan 1D atau 3D yang dominan untuk partikel bahan bakar TRISO melibatkan kegagalan pada bejana tekan, dimana lapisan retakan pada SiC yang dihasilkan dari tegangan tarik yang melebihi kekuatan fraktur material.

Adapun pengamatan eksperimental menunjukkan bahwa reaksi kimia SiC oleh elemen seperti paladium (Pd) dapat menipiskan lapisan pada partikel. Tingkat penipisan dikatakan rendah namun bisa sangat berarti untuk lingkungan dengan tekanan tinggi atau waktu iradiasi yang cukup lama. Tingkat reaksi kimia ini telah terbukti meningkat dengan adanya kerusakan/ketidaksempurnaan pada partikel seperti retakan pada lapisan IPyC atau pemisahan lapisan IPyC/SiC. Pemodelan difusi produk fisi yang akurat memungkinkan perkiraan tingkat penipisan SiC karena reaksi kimia oleh Pd atau elemen lainnya. Perlu dicatat bahwa, mekanisme kegagalan yang telah dibahas mewakili mode kegagalan yang dominan untuk partikel bahan bakar TRISO.

Faktor Keselamatan 

Faktor keamanan PBMR pada halnya didasarkan pada dua prinsip yang terdapat pada elemen TRISO. Yang pertama adalah densitas daya reaktor yang sangat rendah, yang berarti bahwa jumlah energi dan panas yang dihasilkan secara volumetrik rendah dan adanya proses mekanisme alami seperti perpindahan panas konduksi dan radiasi yang akan menghilangkan panas meskipun tidak ada pendinginan konveksi yang tersedia. Keamanan ini didukung oleh karbon yang digunakan dalam elemen bahan bakar yang memiliki heat capacity tinggi dan high temperature stability. Prinsip kedua adalah bahwa silikon karbida, yang membentuk proteksi penahan pada partikel TRISO perlu memiliki kualitas yang cukup sehingga dapat mempertahankan produk fisi. Selain itu, pendingin helium yang digunakan memiliki fasa tunggal yang inert yang memiliki reaktivitas rendah dan tidak dapat menjadi radioaktif. Ukuran optimum untuk PBMR disimpulkan sekitar 250 MWth termal untuk memungkinkan konstruksi yang cepat dan modular guna menjaga fitur keselamatan. Desain ini tidak memerlukan sistem pendinginan bahan bakar darurat yang mahal dan rumit karena bahan bakar tidak akan meleleh.

Sebagai pembanding dengan reaktor yang ada di Chernobyl. Untungnya, desain pebble sangat berbeda dari pada desain Chernobyl karena tidak mengandung air yang dapat menyebabkan ledakan uap maupun zirkonium yang dapat terbakar di udara pada suhu tinggi. PBMR juga tidak memungkinkan untuk dapat mencapai suhu tinggi yang dapat mencairkan bahan bakar. Masalah utama pada desain PBMR adalah jumlah udara yang tersedia untuk inti dari rongga reaktor sehingga dibentuk lah cerobong asap agar aliran udara masuk ke dalam inti dengan lebih mudah [9].

Karena PBMR dirancang untuk suhu yang lebih tinggi, reaktor dirancang agar dapat secara pasif mengurangi tingkat daya yang aman dalam skenario kecelakaan. Ini adalah fitur keselamatan pasif utama dari PBMR, dan hal ini yang membuat desain pebble unik dibanding reaktor air ringan konvensional yang memerlukan kontrol keselamatan aktif. Reaktor dengan bahan dasar pebble tidak akan menyebabkan semua mesin pendukungnya gagal, dan reaktor tidak akan retak, meleleh, meledak atau mengeluarkan limbah berbahaya ke lingkungan. Pada kasus yang ekstrim, reaktor hanya akan beratahan pada suhu idle. Dalam keadaan tersebut, bejana reaktor memancarkan panas, namun bejana dan bahan bakar tetap utuh dan tidak rusak. Penanggulangannya cukup mudah hanya dengan memperbaiki mesin dan melepas bahan bakar. Fitur keselamatan ini telah diuji (dan didokumentasikan) dengan reaktor AVR di Jerman. Pengujian dilakukan dengan cara melepas semua batang kontrol ditambah dengan memberhentikan aliran pendingin. Setelah itu, sampel bahan bakar diambil dan diperiksa untuk kerusakan dan tidak ada satupun yang mengalami kerusakan.

Dengan perkembangan teknologi nuklir yang pesat terutama dalam faktor keamaan maka sudah semestinya Indonesia mempertimbangkan secara serius untuk memanfaatkan energi nuklir. Pembangkit listrik tenaga batu bara sudah tidak memungkinkan lagi untuk dipergunakan di masa mendatang bukan hanya karena permasalahan harga tetapi permasalahan lingkungan yang ditimbulkan akibat pembakaran batu bara. Di lain sisi, pemanfaatan energy terbarukan seperti turbin angin, turbin air, dan sel surya tidak mampu menyediakan energi yang stabil dalam jumlah yang banyak.

Disusun oleh : Arifin Septiadi dan Rando Tungga Dewa

Diperiksa oleh : Dwi Rahayu dan Feri Wibisono

TIM KAJIAN NUKLIR – PPI DUNIA

Categories
Pojok Opini Suara Anak Bangsa

Diskusi Film Indonesia dengan RRI Voice of Indonesia

Film Indonesia telah menunjukkan kebangkitan dan pertumbuhan jumlah produksi yang menggembirakan. Dalam kesempatan ini, Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) menghadirkan, Antonius (PPI Singapura) dan Merry Ajeng (PPI Jerman), masing-masing dalam program RRI Voice of Indonesia Youth Forum dan Kami Yang Muda pada tanggal 27 Maret 2017 masing-masing pada pukul 10.30 WIB dan 11.30 WIB.

Dalam program Youth Forum, Antonius mengatakan, “film Indonesia akhir-akhir ini sudah mulai berkembang, khususnya pada film laga yang bahkan diterima di mata internasional. Kelebihan dari Film Indonesia adalah pembuat film dapat mengenalkan budaya Indonesia yang kental dan kesan moral yang ditonjolkan. Tetap perlu ada perkembangan kualitas teknik penggarapan film dan kualitas akting. Sebagai penonton Indonesia, juga perlu lebih menghargai karya film dalam negeri yang disajikan.”

“Kebijakan sensor film seperti sensor kekerasan sebenarnya masih kontroversial. Penonton perlu mengerti mengenai perkembangan film bahkan anak-anak, di sinilah peran orang tua penting dalam membuat anak-anak mengerti makna dari tontonan yang disajikan,” lanjut mahasiswa yang sedang menempuh pendidikan di Singapura tersebut.

Dalam program Kami Yang Muda, Merry berkata bahwa, “salah satu film Indonesia, The Raid, telah berhasil menjadi pembuka infiltrasi film Indonesia ke dunia internasional. Di Jerman, ada setidaknya 2 film Indonesia yang ditayangkan setiap tahunnya.”

“Dukungan pemerintah terhadap film Indonesia sudah sangat baik dengan hadirnya beberapa tokoh politik dalam premier beberapa film di Indonesia. Untuk para pemuda diharapkan ke depannya lebih berani mengeksplor keindahan alam Indonesia dalam film,” ujar mahasiswi yang sedang menempuh pendidikan di Jerman tersebut.

Menurut Antonius dan Merry, harapan ke depan adalah Indonesia dapat lebih meningkatkan kualitas film yang disajikan, baik itu film layar lebar, sinetron, atau film pendek. Insan perfilman Indonesia diharapkan lebih berani dengan kreativitas mereka untuk membuat gebrakan baru dalam dunia film. Untuk para penonton, diharapkan lebih menghargai dan mencintai hasil karya film orisinal, terutama film dalam negeri. Maju terus perfilman Indonesia!

 

(Red CA, Ed F)

Categories
Berita Eropa dan Amerika Festival Luar Negeri PPI Dunia PPI Negara

PPI Dunia Goes to Campus IPB dalam Seminar “Act now and Let’s GO!” Bersama Sahabat Beasiswa Chapter Bogor

Liputan Bogor – Sahabat Beasiswa Chapter Bogor berkolaborasi dengan Kementrian Pendidikan, Keilmuwan, dan Prestasi BEM KM IPB 2017 kembali menghadirkan seminar yang mengusung tema “Act Now and Let’s GO!”. Acara yang berlangsung pada hari Sabtu, 4 Maret 2017 ini digagas untuk dapat meningkatkan motivasi peserta dalam mengenyam pendidikan internasional dan memfasilitasi peserta untuk mendapatkan informasi-informasi beasiswa dan program pendidikan internasional.

Tampak antusias peserta dalam menghadiri seminar.

Acara yang diawali dengan pembukaan dan peresmian oleh Ryan Hidayatullah, selaku ketua pelaksana dari acara Seminar ISEE (International Scholaship and Education Expo) ini mendapat antusias yang sangat besar dari para peserta dengan jumlah peserta yang hadir sebanyak 174 orang. Acara yang berlangsung sangat meriah ini juga sukses menghadirkan 6 pembicara yang berasal dari PPI Dunia, PPI Jerman, PPI Italia, hingga alumni-alumni IPB yang berhasil melanjutkan studi di luar negeri. Mereka adalah Intan Irani (Koordinator PPI Dunia 2017), La Ode Mutakhir Bolu (DAAD Stibet & Ketua PPI Jerman), Rizkia Darmawan (Wakil ketua PPI Jerman 2017)  Annisa Hasanah (Awardee Erasmus Uni Eropa & Penulis buku ‘Student Traveler’), Riska Pujiati (Awardee beasiswa unggulan dikti) dan Edwine Setia Purnama (Awardee Erasmus Mundus).  Selain itu, acara juga dihadiri langsung oleh Founder Sahabat Beasiswa yaitu Radyum Ikono dan dimoderatori langsung oleh Presiden Mahasiswa (Panji Laksono) dan Wakil Presiden Mahasiswa (Fahrizal Amir) BEM KM 2017.

Acara yang terdiri dari dua sesi ini diawali dengan pemaparan tentang Perhimpunan Pelajar Indonesia Dunia (PPI-Dunia) yang langsung dibawakan oleh Intan Irani selaku Koordinator PPI Dunia 2017. “PPI adalah wadah organisasi yang menaungi seluruh pelajar Indonesia yang sedang menempuh pendidikan di luar negeri”,  tukas Intan. Kemudian Rizkia Darmawan melanjutkan dengan pemaparan gamblangnya terkait PPI Jerman dan Annisa Hasanah yang mengulas tentang asiknya berpetualang menjelajahi 29 negara.

Sesi foto bersama pembicara yang hadir dalam acara ini.

Di sesi berikutnya ada Ary Bolu, Riska Pujiati dan Edwine Setia Purnama yang memberikan suguhan hangat kepada pada peserta terkait informasi beasiswa di Jerman, tips and trick untuk para Scholarship Hunters dan tentunya mereka juga menceritakan pengalaman-pengalaman mereka saat berlajar di negara tempat dimana Presiden ke-3 Indonesia Bapak BJ Habibie juga pernah menuntut ilmu disana. “KAMI BISA, KAMU PASTI BISA” tutur para pembicara di akhir pemaparan yang tentunya kembali membangkitkan dan membakar semangat juang para Scholarship hunters Bogor untuk terus melangkah dalam meraih cita-cita demi masa depan Indonesia yang lebih baik.

Terlihat antusiasme yang sangat luar biasa dari para peserta pada saat diberi kesempatan untuk bertanya kepada masing-masing pemateri. Pertanyaan yang dilontarkan pun bervariasi terkait beasiswa, PPI Dunia dan kehidupan di luar negeri. Selain itu mahasiswa IPB juga memberikan suguhan berupa hiburan-hiburan menarik yang sengaja dihadirkan untuk menambah keseruan suasana seminar ini. (red;Restu,ed;Adam)

Galeri Foto:

Page 1 of 3
1 2 3