Categories
Eropa dan Amerika PPI Dunia PPI Negara Travel & Kuliner Wawasan Dunia

Cerita Cinta Dari Verona

“What’s in a name? That which we call a rose by any other name would smell as sweet.”

William Shakespeare, Romeo and Juliet

 

Adalah Verona, suatu kota di utara Italia, tepatnya di Region Venneto.  Satu kota  kecil nan cantik yang menyimpan cerita cinta dari abad pertengahan yang di tuliskan kembali  dalam bentuk tragedi teatrikal oleh William Shakespeare dengan judul Romeo and Juliet atau Romeo e Giulietta dalam bahasa Italia.

Verona dari atas bukit

Kisah cinta dua remaja yang berasal dari dua keluarga yang bertikai di Verona pada zamannya  harus berakhir tragis karena keduanya tewas dengan meminum racun. Dari cerita cinta klasik yang di-endorse oleh Shakespeare inilah kota Verona didatangi banyak pengunjung. Seandainya kejadian yang sama terjadi saat ini di Italia mungkin akan langsung dilakukan penyelidikan dugaan keterlibatan keluarga mafia. Sementara kalau kejadian itu terjadi di Jakarta pada saat ini, paling–paling hanya akan masuk koran Poskota atau Lampu Hijau lengkap dengan jenis racunnya, apakah itu insektisida jenis obat nyamuk, cairan pembersih lantai ataupun cukrik.

Untuk mendatangi kota asal cerita Romeo dan Julliete ini bisa di tempuh dari Milan ataupun Bologna dengan menggunakan kereta regional (semacam kereta KRL)  dengan waktu tempuh sekitar 1 jam 20 menit, tiket dan jadwal kereta bisa dilihat di sini www.trenitalia.com, pilih tujuan Verona Porta Nuova.  Teman-teman tidak perlu membeli tiket bus lagi untuk berkeliling kota, siapkan saja kaki yang kuat dan koyo untuk mengobati kaki pegal atau kram setelah keliling kota.  

Arena

Masuk ke kota Verona akan di sambut oleh Arena, sebuah amphitheater yang dibangun zaman Romawi dan masih digunakan sampai sekarang untuk pertunjukan opera dan musik dengan harga tiket opera mulai dari 25 EUR. Seperti halnya kota-kota Italia dengan tata kota berbentuk lingkaran dengan alun-alun sebagai pusat kota (centro), maka Verona juga demikian. Pusat kotanya ada di Piazza Delle Erbe yang biasanya ada macam-macam festival dan pasar  dadakan tergantung musimnya. Di Piazza Delle Erbe ini ada Torre Dei Lamberti, sebuah menara  yang terbuat dari bata merah yang di atasnya terdapat jam dinding ukuran raksasa.

Di Piazza delle Erbe ini banyak terdapat restoran, pizzeria dan kafe. Ada pula toilet umum yang cukup besar dan bersih. Mungkin karena banyaknya turis pemerintah setempat  berinisiatif membangun fasilitas toilet umum. Dari Piazza delle Erbe ini  sudah terlihat  tanda-tanda petunjuk arah untuk menuju ke rumahnya Juliet (Casa di Giulieta) dan rumahnya Romeo (Casa di Romeo).

Rumah Juliet

Di rumah Juliet akan ditemui dinding yang penuh coretan nama–nama pasangan, selain coretan ada juga yang menempelkan stiker dan post-it note.  Di sebelah dinding coretan ada pagar  dengan gembok warna–warni yang tertulis nama-nama pasangan, ceritanya biar cintanya abadi, layaknya cinta Romeo dan Juliet.

Atraksi utama dari rumah Juliete adalah patung Juliet yang terletak di halaman.  Entah mengadopsi kepercayaan pagan dari mana, tradisi pengunjung  yang ke sini adalah foto sambil memegang payudara patung Juliet. Sungguh bukan objek wisata yg baik untuk anak-anak di bawah umur.

Kalau ada duit berlebih bisalah masuk ke dalam rumah Juliet dengan membayar sekitar 6 EUR.  Di dalam rumah Juliet bisa masuk ke kamar tidur Juliet sambil foto-foto di balkon biar lebih menghayati romansa cinta mereka, karenanya banyak pasangan yang foto–foto di balkon ini. Jadi untuk para jomblo atau yang habis di tinggal pacar, saya sarankan jangan masuk ke rumah Juliet, berat kamu tidak akan sanggup, daripada memancing huru–hara karena hati yang merana lebih baik cari spot-spot foto yang instagramable  saja di seantero Verona.

Patung Juliet

Tidak sampai 500 meter dari rumah Juliete ada rumah Romeo. Ternyata si Romeo dan Juliet hidup satu RT, tidak heran mereka bisa bertemu dan saling jatuh cinta, satu kegiatan karang taruna ternyata dulunya. Rumahnya Romeo tidak sedramatis rumah Juliet, hanya sebuah gedung ala medieval yang terbuat dari batu bata  dan tidak ada patung Romeo juga. Suatu bukti bahwa wanita lebih laris untuk dikomersilkan daripada laki-laki.   

Kalau mau lebih menghayati  cerita Romeo dan Juliet perjalanan bisa di lanjutkan ke makamnya Juliete (Tomba di Giulieta)  yang berjarak satu kilometer lebih dari rumah Romeo, mungkin teman-teman ada yang ingin ziarah kubur ke makamnya Juliete dan mendoakan agar arwah almarhumah diterima di sisi Tuhan.

Untuk mendapatkan foto–foto yang Instagramable bisa melipir ke Castelvechio (jembatan tua) dan menyeberangi sungai menyusuri bagian kota yang lain lalu foto–foto di atas bukit atau pinggiran sungai. Datanglah saat musim semi, saat bunga-bunga mawar bermekaran maka akan terasa romantisme medieval-nya.

Sebelum ke Verona jangan lupa cek ramalan cuaca dulu, karena sewaktu saya ke Verona ternyata hujan seharian, foto-fotonya jadi kurang maksimal. Terakhir saya sarankan dandan yang cakep karena orang–orang di Verona banyak yang good looking dengan gaya fesyen yang clean, elegan dan tidak flashy.  Siapa tahu pas lagi jalan bisa kenalan sama yang good looking di Verona, mungkin seseorang dari keturunan keluarga Capulete atau dari keluarga Montague.   

 

Profil Penulis:

Primaditya Riesta, atau Ita adalah MBA candidate di Bologna Business School. Anggota PPI Emilia Romagna. Tulisannya terdapat di Kompasiana dan juga blog pribadinya itaitay.blogspot.it. Berniat jadi entrepreneur dan penulis full-time. Bisa disapa di Instagram @ita_itay.

Categories
Eropa dan Amerika PPI Negara Travel & Kuliner Wawasan Dunia

OKTOBERFEST: Festival Rakyat Terbesar di Dunia

Suasana Oktoberfest

Oktoberfest, atau yang dalam bahasa lokal disebut Wiesn, merupakan festival rakyat tahunan yang orisinilnya diadakan di kota Munich, atau München (bahas Jerman) atau Minga (bahasa Bavaria). Sekarang, banyak kota lain di dunia, bukan Jerman saja, yang mengadakan acara serupa, tapi tidak sebesar dan semeriah acara aslinya. Lebih dari enam juta orang dari seluruh dunia setiap tahunnya menyambangi festival yang sudah diadakan untuk ke-184 kalinya tahun ini. Omong-omong, walaupun namanya Oktoberfest, festival yang dikunjungi sekitar lima juta pengunjung tiap tahunnya ini sebenarnya dimulai dari kisaran pertengahan September sampai awal Oktober. Jadi, kalau mau berkunjung, jangan salah tanggal ya..

 

Sejarah festival ini bermula dari pesta pernikahan pangeran Bavaria Ludwig dan putri Theresia pada tahun 1810, raja pun mengundang seluruh rakyat di Munich untuk merayakan pesta pernikahan mereka di sebuah padang rumput luas yang diberi nama seperti sang permaisuri Thereseienwiese (padang rumput Theresia). Dari situ lah kata Wiesn berasal. Sampai sekarang, festival ini masih diadakan di lokasi tersebut. Jadi, bukan seluruh kota Munich.

 

Tipikal dari Oktoberfest adalah banyak tenda bir lokal, dimana pengunjung bisa menikmati makanan khas Bavaria (Schweinhaxe, Kaiserschmarrn, Schweinebraten, dll.) dan juga bir Bavaria yang terkenal, atau disebut Helles. Berhubungan tentang bir, harga bir di Oktoberfest itu biasanya lebih mahal dari bir di bar-bar lokal, kisaran 12€ atau seratus delapan puluh ribu rupiah untuk satu liter, dan biasanya bir di Oktoberfest sedikit lebih keras dari biasanya.

 

Terus, kenapa kalau lebih mahal, orang-orang masih ke Oktoberfest dibanding ke bar-bar lokal? Karena atmosfir di dalam tenda bir itu yang unik. Suasana yang seperti itu cuma ada waktu Oktoberfest. Orang-orang dari berbagai negara bisa bernyanyi dan menari, ada band lokal yang memainkan lagu lokal atau tradisional Bavaria, para pengunjung menggunakan pakaian daerah Lederhose (celana kulit untuk pria dan wanita) atau Dirndl (gaun tradisional untuk wanita). Tapi untuk bisa merasakan itu semua, pengunjung harus rela mengantri super pagi atau berharap ada tempat kosong di tenda, karena festival ini super penuh. Menurut para pekerja disana, para pengunjung yang datang pagi-pagi ini mau mengikuti ’Oktoberfest Marathon’, alias berlari-lari mengejar bir.

Pakaian tradisional Bavaria

Kalau di dalam tenda tidak ada tempat, pengunjung bisa ke Biergarten dari lokal yang bersangkutan. Itu merupakan tempat terbuka, tidak harus taman, dimana orang juga bisa duduk-duduk santai sambil ngobrol dan minum bir. Alternatif dari itu, ada namanya Oide Wiesn. Itu merupakan suatu daerah kecil di dalam Oktoberfest, yang biasanya tidak seramai daerah lain. Harga bir juga lebih murah, tapi pengunjung butuh tiket khusus untuk masuk ke Oide Wiesn.

 

Selain minum bir bersama teman-teman dan pengunjung lain, banyak jajanan khas, serta wahana permainan yang bisa dicoba. Ada merry-go-round, Ferris wheel, roller coaster, dll. Ada kios-kios yang menjual snack ringan, kue, boneka, souvenir, dan pakaian khas tradisional Bavaria. Kalau teman-teman tertarik membeli, harganya bervariasi dari puluhan hingga ratusan Euro.

Suasana malam Oktoberfest

Festival yang lamanya dua minggu ini punya tema tiap harinya. Tergantung hari, pengunjung bisa dapat korting harga, konser, perarakan, atraksi, dll. Omong‑omong kalau kalian berpikir, semuanya harus tentang bir sewaktu Oktoberfest, semua pengunjung sebenarnya juga bisa memesan minuman non-alkohol di setiap tenda seperti softdrink, jus, dll. Jadi, kalau pergi ke Oktoberfest, tidak berart harus pulang dalam keadaan mabuk.

 

Berminat untuk mengunjungi Oktoberfest? Ada beberapa informasi penting yang harus kalian perhatikan. Yang pertama, bagaimana cara pergi ke Munich? Karena Munich adalah salah satu kota besar di Jerman dan juga jadi tujuan banyak turis, transportasi menuju ke Munich sangat gampang. Pertama, bagi kalian yang berasal dari luar Jerman atau luar Eropa, pakai pesawat adalah solusinya. Via laman pencari tiket termurah ke Munich bisa langsung kalian genggam. Kedua, bagi kalian yang berasal dari dalam Jerman atau negara dekat Jerman seperti Austria, Italia, Ceko, Polandia, Swiss dan sekitarnya, bis dan kereta bisa jadi pilihan. Kunjungi laman penyedia jasa bus seperti flixbus.com atau goeuro.com dan laman penyedia jasa kereta seperti bahn.de atau ltur.de untuk mendapatkan tiket menuju ke Munich dengan harga lebih terjangkau daripada sang burung besi. Terakhir, sebuah moda transportasi yang jarang dilirik ataupun diketahui kawan di luar Jerman, mitfahren (nebeng). Melalui laman blablacar.de kita bisa menemukan orang yang menuju ke Munich pada tanggal tertentu dengan tarif tertentu lalu tinggal kontak orang tersebut untuk nebeng. Opsi ini akan sangat baik untuk kalian yang ingin merasakan sensasi lewat Autobahn tanpa batas kecepatan dan kesempatan ngobrol langsung dengan orang lokal, walau kebanyakan harus berbahasa Jerman.

 

Setelah sampai Munich, bingung mau tinggal di mana? Jangan takut, hostel maupun hotel bertebaran di Munich, mulai dari kelas melati sampai bintang lima semua ada sesuai budget kalian. Kunjungi laman aohostels.com dan jugendherberge.de untuk menemukan penawaran tempat tinggal murah di Munich, atau hubungi kawan kawan di Munich siapa tahu bisa memberikan penginapan secara murah.

 

Sudah sampai Munich, sudah dapat tempat tinggal tapi sekarang lapar? Banyak restoran dengan berbagai jenis masakan serta harga di Munich, sesuai dengan selera kalian. Mau makanan khas Bavaria lengkap dengan birnya? Kunjungi Lowenbräukeller di Stiglmaierplatz. Mau makanan halal? Kunjungi Antep Sofrasi atau Sara Restaurant di sekitaran Hauptbahnhof. Sayang Munich tidak punya kebab yang bisa dibanggakan seperti Berlin, tapi kami punya Currywurst halal di PommesFreunde, tersedia di Karlsplatz dan Pasing, cukup bilang saja mau Wurst halal, mereka pasti mengerti. Sudah kenyang? Waktunya keliling Munich dan menikmati perjalanan menggunakan sistem transportasi umum terbaik se-Jerman. Jangan lupa, rencanakan keberangkatan sedari jauh-jauh hari karena masa Oktoberfest merupakan masa paling susah mencari tiket ke dan penginapan di Munich. Tilik laman muenchen.de untuk informasi lebih lanjut tentang Munich, dan apabila ada pertanyaan bisa kontak PPI München di facebook.com/PPI.Muenchen.

Teman-teman PPI München di event Oktoberfest

Profil Penulis:
Rifki Surya adalah seorang mahasiswa Master Chemical Engineering di TU München, yang menjadi Ketua Divisi Hubungan Masyarakat PPI München periode 2017.

Zulfikar Adlan Nadzir adalah seorang mahasiswa Master ESPACE di TU München, sedang menjadi Ketua PPI München periode 2017.

Categories
Berita PPI Dunia PPI Negara

Perginya Dua Putra Bangsa

Innalillahi wa innailaihi raajiun. Kabar duka datang dari belahan bumi Eropa. Telah meninggal dunia sahabat kita Syahrie Anggara pada usia 24 tahun. Mahasiswa pascasarjana University of Leicester, Inggris itu mengalami kecelakaan fatal di Courmayeur dalam perjalanannya menuju Mont Blanc, Italia pada 14 September 2017. Saat ditemukan oleh regu penyelamat, Syahrie mengalami hipotermia parah dengan suhu tubuh 24 °C. Almarhum menerima perawatan intensif di rumah sakit Molinette, Turin, Italia sebelum akhirnya meninggal dunia pada 22 September 2017. Rencananya, jenazah akan dikebumikan di tanah kelahirannya, Bengkulu.

Categories
Berita Kajian Nuklir Komisi Energi PPI Dunia

Kunjungan PPI Dunia Ke Reaktor Nuklir Batan di Serpong Banten

Tim Kajian Nuklir PPI Dunia

Kami dari PPI Dunia membentuk tim khusus yang bertugas untuk mengkaji teknologi nuklir. Tim tersebut beranggotakan 32 orang yang terdiri dari pelajar dan alumni PPI Dunia dari berbagai latar belakang negara studi. Tim ini bertugas untuk menggali pemahaman yang utuh terkait bahaya dan potensi teknologi nuklir berdasarkan perkembangan iptek global terkini. Dalam rangka memperoleh pemahaman yang utuh seputar teknologi nuklir, tim kajian nuklir PPI Dunia menggali sedalam mungkin perkembangan dan pemanfaatan luas teknologi nuklir di berbagai negara lain tempat kami masing-masing menempuh studi. Hasil informasi yang kami peroleh kemudian kami kaji bersama dengan dibandingkan pada perkembangan dan pemanfaatan teknologi nuklir nasional.

Menurut kajian yang telah kami lakukan, berbagai kendala yang berkembang dalam perkembangan nuklir nasional banyak disebabkan karena kekurangakuratan informasi seputar nuklir yang beredar di masyarakat luas dibandingkan dengan perkembangan iptek pernukliran global terkini. Ketidaktahuan secara utuh terkait nuklir diduga menjadikan teknologi ini terhambat penerimaannya oleh masyarakat luas di tanah air.

Di sisi lain, harapan atas potensi pemanfaatan nuklir oleh para pelajar Indonesia di luar negeri cukuplah besar. Berdasarkan survey kami atas 566 pelajar Indonesia yang tersebar di 48 negara, diketahui bahwa hanya 4,5% dari responden kami yang menyatakan sama sekali tidak berminat terhadap potensi aplikasi nuklir di bidang apapun. Sementara 28.5% responden menyatakan tertarik pada teknologi nuklir di bidang energi dan 67% responden menyatakan tertarik pada pemanfaatan teknologi nuklir di bidang-bidang non-energi. Seperti pada bidang medis (radio farmaka, radio terapi), bidang lingkungan, bidang industri, bidang pertanian, infrastruktur dan bidang industry manufaktur. Dari survey tersebut juga diketahui bahwa mayoritas responden (66%) beranggapan bahwa energi nuklir paling efisien dibanding energi alternatif lain yang tersedia. Lebih jauh, 57% dari responden kami menyatakan setuju bahwa Indonesia perlu mempertimbangkan penggunaan teknologi nuklir dalam pemenuhan kebutuhan energi nasional (pembangkit listrik tenaga nuklir).

Dialog dan Kunjungan Tim Kajian Nuklir PPI Dunia Ke Instalasi Nuklir Nasional

Demi untuk memperoleh gambaran yang menyeluruh atas perkembangan teknologi nuklir nasional, pada hari rabu, 23 Agustus 2017 dari jam 09.00 hingga pukul 12.30 perwakilan tim kajian nuklir PPI Dunia beserta rombongan mengadakan kegiatan kunjungan kerja ke reaktor nuklir Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) yang berlokasi di Serpong, Banten. Peserta dikhususkan bagi para pelajar yang tengah menempuh studi di luar negeri maupun baru saja lulus. Selain itu dibuka juga beberapa kuota undangan terbatas untuk pelajar di dalam negeri melalui jalur rekomendasi dan pihak pers mitra PPI Dunia untuk keperluan peliputan kegiatan ini. Dalam kegiatan ini hadir rekan-rekan kami para mahasiswa maupun alumni dari Belanda, Rusia, China, Iran, Italia, Romania, LIPI, pihak pers, komunitas muda nuklir nasional dan rekan-rekan dari Universitas Pertahanan. Total jumlah peserta sebanyak 25 orang dipimpin oleh Dwi Rahayu dari PEMIRA Rusia yang pada kesempatan ini sekaligus berperan sebagai ketua tim kajian nuklir PPI Dunia.

Acara ini terdiri dari dialog interaktif dengan ahli nuklir BATAN, penjabaran mengenai hasil produk penelitaian nuklir dari BATAN yang sudah ada, kunjungan langsung ke reaktor  (laboratorium) nuklir serpong serta diskusi tentang pemanfaatan teknologi nuklir yang sudah dilakukan di negara lain dan yang tengah dilakukan di Indonesia.

Kunjungan kami disambut oleh Adipurwa sebagai Kepala Subbid Edukasi Publik BATAN serta tim petugas layanan informasi BATAN. Pada pertemuan tersebut disajikan sejarah perkembangan nuklir nasional. Adipurwa menjelaskan bahwa titik awal perkembangan ketenaganukliran nasional telah ada semenjak era presiden pertama Indonesia, presiden Soekarno di tahun 1954. Pada tahun tersebut presiden Soekarno membentuk Panitia Negara yang bertugas melakukan penyelidikan adanya kemungkinan sisa zat radioaktif di wilayah NKRI akibat uji coba persenjataan. Panitia Negara inilah yang kemudian menjadi cikal bakal BATAN. Perkembangan teknologi nuklir nasional terus mengalami pasang surut seiring dinamika politik yang ada. Pada kesempatan tersebut turut dijelaskan juga standar keamanan berlapis yang diterapkan di seluruh fasilitas nuklir nasional. Demi menjamin tingkat keamanannya, sistem keamanan ini distandardisasi menurut standar internasional yang rutin diinspeksi berkala oleh Badan Atom Internasional (IAEA).

Melalui kunjungan ini kami mengetahui bahwa teknologi nuklir memiliki potensi besar dalam pemenuhan kebutuhan energi nasional maupun secara strategis mendukung program-program pembangunan nasional sektor non-energi. Sebagai informasi Reaktor G.A. Siwabessy di serpong memiliki kapasitas maksimal sebesar 30 megawatt yang difungsikan sebagai reaktor riset untuk berbagai keperluan penelitian. Sampai dengan saat ini, BATAN telah mampu menghasilkan beberapa produk terkait teknologi nuklir bernilai ekonomi tinggi yang aman dan dapat dimanfaatkan oleh masyarakat luas. Turut dipaparkan juga bagaimana teknologi tersebut sudah dimanfaatkan secara luas oleh negara-negara lain seperti di Vietnam, Jepang, Pakistan, India dan Amerika dalam mendukung sektor pertanian, industri pangan dan industri kesehatan mereka.

Pemanfaatan Teknologi Nuklir Nasional Kini dan Potensi Masa Depannya

Saat ini BATAN mengelola tiga buah reaktor nuklir riset di Indonesia. Yaitu instalasi reaktor nuklir Kartini di Jogjakarta, Instalasi reaktor nuklir Triga di Bandung dan Instalasi reaktor nuklir G.A. Siwabessy di Serpong. Sebagai catatan, reaktor G.A. Siwabessy ini sendiri merupakan salah satu reaktor  nuklir riset terbesar yang ada di Asia.

Turut diuraikan juga oleh pihak BATAN potensi pemanfaatan nuklir di masa depan dari fasilitas-fasilitas nuklir yang telah dimiliki BATAN saat ini. Untuk dapat menyebarluaskan manfaat teknologi nuklir nasional yang sudah berkembang ini, maka didirikanlah PT. INUKI. PT INUKI adalah BUMN mitra usaha BATAN yang memproduksi teknologi nuklir secara komersial untuk dapat dimanfaatkan masyarakat luas.

Beberapa teknologi nuklir yang sudah terbukti dapat dimanfaatkan masyarakat Indonesia dalam bidang berikut:

  1. Riset dan studi tapak sumber energi terbarukan;
  2. Pemuliaan benih unggul tanaman pertanian;
  3. Pembuatan isotop untuk produk obat-obatan;
  4. Irradiasi gamma untuk pengawetan bahan makanan;
  5. Irradiasi untuk mendukung pembangunan infrastruktur, dll.

Menganalisa potensi besar yang dimiliki teknologi nuklir nasional, pemanfaatan luas teknologi ini di tanah air kami nilai belum cukup maksimal. Kepemimpinan nasional yang kuat dan penyebaran informasi yang utuh seputar teknologi ini ke masyarakat luas dapat menjadi solusi dari situasi ini. Program edukasi nuklir yang transparan dan mudah dipahami oleh generasi muda bangsa dapat menjadi solusi agar pemanfaatan potensi teknologi nuklir yang sudah ada tidak ditakuti secara berlebihan ataupun disalahpahami oleh masyarakat luas.

Dengan perkembangan teknologi global terbaru dan kemampuan para ilmuwan BATAN yang ada sekarang, keamanan dan potensi instalasi nuklir nasional yang ada sudah semakin baik. Perkembangan teknologi global kini juga turut menjadikan teknologi nuklir memiliki manfaat yang semakin beragam dan strategis untuk kemajuan suatu bangsa. Atas pertimbangan itu kami Tim Kajian Nuklir PPI Dunia menilai Indonesia sudah bisa mulai melirik serta mengambil manfaat nyata dari teknologi nuklir yang ada dalam konteks sektor energi maupun bidang non-energi untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakatnya.

Ke depan, kami dari pihak tim kajian nuklir PPI Dunia akan terus mendalami perkembangan potensi teknologi nuklir nasional dan global terkini serta pemanfaatannya untuk kesejahteraan luas masyarakat bangsa Indonesia. Kami tim kajian nuklir PPI Dunia mendukung agar potensi nuklir nasional di berbagai bidang dapat terus digali dan secara terukur dapat disebarluaskan pemanfaatannya sebagai bagian dari pembangunan kualitas hidup masyarakat Indonesia.

Jakarta, 30 Agustus 2017

Tim Kajian Nuklir PPI Dunia

Press release lengkap bisa diunduh dalam link berikut

Categories
Prestasi Anak Bangsa Timur Tengah dan Afrika

Indonesia Raih Film Pendek Terbaik Dalam Ajang International Student Short Film Festival di Tunisia

Berita baik datang dari wakil Indonesia di ajang Festival Film Pendek tingkat Pelajar Internasional yang pertama di Nabeul, Tunisia. Hadzari, sebuah film pendek berdurasi 2 menit 44 detik adalah sebuah karya pemikiran audiovisual dari sineas muda, Irhamni Rofiun, yang merupakan pelajar Indonesia yang sedang menyelesaikan studi pascasarjana di Universitas Ezzitouna. Film Hadzari, yang jika diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia menjadi ‘Waspada’ berhasil menjadi yang terbaik dalam ajang tersebut, dan satu-satunya film yang diputar ketika malam penganugerahan, Minggu malam (9/7).

Film berbahasa Arab ini tidak hanya melibatkan mahasiswa Indonesia sebagai aktor utama, melainkan mengajak crew dan pemain asing dalam proses penggarapannya. Selain itu, Indonesia juga berhasil memborong banyak penghargaan, di antaranya Best Soundtrack dalam film Silat, Taufik Imron sebagai aktor favorit dalam film Hadzari, dan film Silat sebagai film favorit pilihan hadirin panitia dan peserta.

Penghargaan Film Pendek di Tunisia

Menurut pengakuan Irhamni Rofiun, yang juga menjadi sutradara dalam film Silat tersebut, ketika dirinya tiga kali maju untuk mengambil penghargaan di panggung utama, pemanggilan ketiga pemberian penghargaan sebagai sutradara dalam film Silat, ia sempat tidak percaya dan terharu sekaligus bangga karena nama Indonesia kembali harum. Sebab, menurut penuturannya, film Silat tersebut banyak melibatkan banyak orang dan pendukung, di antaranya tim dan pemain yang tergabung dalam organisasi induk PPI Tunisia, anak-anak dari staf KBRI dan Medco Energi, serta yang paling mendukung penuh adalah KBRI Tunis sebagai sponsor tunggal.

Kompetisi film pendek ini diikuti oleh 600 karya dari 125 negara dari 3 jenis kategori: Fiksi, dokumenter dan animasi. Kebanyakan mereka adalah para pelajar atau mahasiswa yang bergelut dalam dunia sinematografi dan perfilman, bahkan ada yang sudah biasa mengikuti festival film pendek di Cannes, Prancis, Toronto, USA, dll. Hanya 27 karya film pendek dari 20 negara di antaranya: Indonesia, Palestina, Turki, Syria, Aljazair, Jordania, Lebanon, Irak, Mesir, Iran, Malaysia, USA, Prancis, Italia, Spanyol, Jerman, Cina, Thailand, Norwegia dan tuan rumah Tunisia. Dan yang diundang khusus oleh panitia penyelenggara hanya 20 sineas muda dari 20 negara tersebut, mereka ditanggung sepenuhnya mulai dari akomodasi, transportasi, penginapan, makan, dll. Untuk mengikuti acara puncak di Nabeul, Tunisia sejak tanggal 6-9 Juli 2017. Kegiatan tersebut meliputi workshop film; writing scripts, shooting & directing, editing & mixing. Dan itu semua dimentori oleh para seniman dan para pakar dalam dunia sinematografi dan perfilman, serta acara hiburan lainnya.

Pengumuman Pemenang Festival Film Pendek se-Tunisia

Berikut daftar peraih penghargaan terbaik Festival Film Pendek Pelajar Internasional 2017 di Nabeul.

– The prize of the best image: Film Fino, disutradarai oleh: Estephan Khattar, Lebanon.
– The prize of the best soundtrack: Film Silat, disutradarai oleh: Irhamni Rofiun, Indonesia.
– The prize of the best editing: Film Day 79, disutradarai oleh: Wissem Al Jaafari, Palestina.
– The prize of Best Scenario: The End of The Good Days, disutradarai oleh: Bask Mehmet, Turki.
– The prize of Best Male Performance: Memood, Jerman.
– The prize of Best Female Performance: Raya Busslah, Film Red on White, Tunisia.
The prize for the best short film: Film Hadzari (Waspada), disutradarai oleh: Irhamni Rofiun, Indonesia.

Daftar di atas adalah pemenang pilihan dewan juri, adapun pilihan pemirsa (penonton: panitia, peserta) adalah:

– Film Pendek Favorit: Film Silat, disutradarai oleh Irhamni Rofiun, Indonesia.
– Aktor Favorit: Taufik Imron, Film Hadzari (Waspada), disutradarai oleh Irhamni Rofiun, Indonesia.

(Red: PPI Tunisia/ Ed: Amir)

Categories
Berita PPI Dunia

PPI Dunia dalam Kongres Diaspora Indonesia ke-4

Koordinator PPI Dunia, Intan Irani, akan bergabung dalam “The 4th Congress of Indonesian Diaspora”

Intan Irani adalah seorang Arsitek dan pernah bekerja di kantor Arsitektur dan Design International, WATG di London. Selama di Indonesia, Intan menjadi Arsitek di Mulia Group. Intan menempuh Bachelor degree di Arsitektur UNPAR dan sekarang masih menyelesaikan studi Master Architecture Engineering-nya di Politecnico di Milano, Italy. Di tahun 2015, bersama tim studio Arsitektur-nya, Intan mendapat penghargaan “karya special project” untuk konseptual desain Museum Diocesano di Milan. Selain fokus pada pendidikan dan karyanya di bidang arsitektur, Intan juga berpengalaman di dunia organisasi.
Intan menjadi Presiden Perhimpunan Pelajar Indonesia di Italia (PPI Italia) pada tahun 2015-2016. Saat ini Intan mengemban amanah menjadi Koordinator Perhimpunan Pelajar Indonesia se-Dunia (PPI Dunia) 2016-2017 dan menjadi Koordinator perempuan pertama untuk PPI Dunia.

Ikuti 4th Congress of Indonesian Diaspora (#CID4) untuk bisa bertemu dengan Intan Irani dan menggali ilmu dari Diaspora Indonesia sukses ini.

Untuk informasi lebih lanjut, ikuti lini massa kami di:
www.instagram.com/diasporari
www.twitter.com/diasporari
www.facebook.com/diaspora.ri.1
www.cid4.info
www.diasporaindonesia.org

Categories
Asia dan Oseania Eropa dan Amerika Festival Luar Negeri PPI Dunia PPI Negara Timur Tengah dan Afrika Upcoming Event

Upcoming Event: Kerjasama BEM Universitas Padjadjaran Bandung dan Tim Festival Luar Negeri PPI Dunia PPI Dunia menyelenggarakan event Edufair “Padjadjaran International Education Festival” 2017

SALAM PERHIMPUNAN!!

BEM UNIVERSITAS PADJADJARAN BANDUNG dan TIM FESTIVAL LUAR NEGERI PPI DUNIA akan bekerjasama untuk menyelenggarakan event Edufair
“Padjadjaran International Education Festival”

Hari, tanggal : Jumat, 26 Mei 2017
Waktu : 08:00 WIB – 16:00 WIB
Tempat : Bale Sawala Unpad Jatinangor

Perwakilan PPI Dunia akan menjadi keynote speakers dan meramaikan acara ini, mereka adalah:

Intan Irani Koordinator PPI Dunia 2016/2017 (PPI Italia)

Steven Guntur Koordinator PPI Dunia 2015/2016 (Permira Rusia)

Rizki Putri Hassan, Koordinator Divisi Pendanaan PPI Dunia (PPI UK)

Dan akan ada stand berbagai informasi studi dan hidup di luar negeri yang akan diramaikan oleh delegasi dari PPI Negara diantaranya:

1. PPI Polandia
2.PPI Hungaria
3.Perpika Korea Selatan
4.PPI Malaysia
5.PPI Swedia
6.PPI Spanyol
7.PPI Estonia
8.PPI Tiongkok
9.PPI Thailand
10.PPI Prancis
11.PPI Italy
12.PPI New Zealand
13.PPMI Saudi Arabia
14.PPI UK
15.PPMI Mesir
16.PPI Turki
17. PPI Jepang
18. PPI Jerman

Berita selengkapnya, follow:
IG: felarippidunia                                                                                                                                                                   Facebook: felari ppi dunia
Web: www.ppidunia.org

Categories
Berita Eropa dan Amerika Festival Luar Negeri PPI Dunia PPI Negara

PPI Dunia Goes to Campus IPB dalam Seminar “Act now and Let’s GO!” Bersama Sahabat Beasiswa Chapter Bogor

Liputan Bogor – Sahabat Beasiswa Chapter Bogor berkolaborasi dengan Kementrian Pendidikan, Keilmuwan, dan Prestasi BEM KM IPB 2017 kembali menghadirkan seminar yang mengusung tema “Act Now and Let’s GO!”. Acara yang berlangsung pada hari Sabtu, 4 Maret 2017 ini digagas untuk dapat meningkatkan motivasi peserta dalam mengenyam pendidikan internasional dan memfasilitasi peserta untuk mendapatkan informasi-informasi beasiswa dan program pendidikan internasional.

Tampak antusias peserta dalam menghadiri seminar.

Acara yang diawali dengan pembukaan dan peresmian oleh Ryan Hidayatullah, selaku ketua pelaksana dari acara Seminar ISEE (International Scholaship and Education Expo) ini mendapat antusias yang sangat besar dari para peserta dengan jumlah peserta yang hadir sebanyak 174 orang. Acara yang berlangsung sangat meriah ini juga sukses menghadirkan 6 pembicara yang berasal dari PPI Dunia, PPI Jerman, PPI Italia, hingga alumni-alumni IPB yang berhasil melanjutkan studi di luar negeri. Mereka adalah Intan Irani (Koordinator PPI Dunia 2017), La Ode Mutakhir Bolu (DAAD Stibet & Ketua PPI Jerman), Rizkia Darmawan (Wakil ketua PPI Jerman 2017)  Annisa Hasanah (Awardee Erasmus Uni Eropa & Penulis buku ‘Student Traveler’), Riska Pujiati (Awardee beasiswa unggulan dikti) dan Edwine Setia Purnama (Awardee Erasmus Mundus).  Selain itu, acara juga dihadiri langsung oleh Founder Sahabat Beasiswa yaitu Radyum Ikono dan dimoderatori langsung oleh Presiden Mahasiswa (Panji Laksono) dan Wakil Presiden Mahasiswa (Fahrizal Amir) BEM KM 2017.

Acara yang terdiri dari dua sesi ini diawali dengan pemaparan tentang Perhimpunan Pelajar Indonesia Dunia (PPI-Dunia) yang langsung dibawakan oleh Intan Irani selaku Koordinator PPI Dunia 2017. “PPI adalah wadah organisasi yang menaungi seluruh pelajar Indonesia yang sedang menempuh pendidikan di luar negeri”,  tukas Intan. Kemudian Rizkia Darmawan melanjutkan dengan pemaparan gamblangnya terkait PPI Jerman dan Annisa Hasanah yang mengulas tentang asiknya berpetualang menjelajahi 29 negara.

Sesi foto bersama pembicara yang hadir dalam acara ini.

Di sesi berikutnya ada Ary Bolu, Riska Pujiati dan Edwine Setia Purnama yang memberikan suguhan hangat kepada pada peserta terkait informasi beasiswa di Jerman, tips and trick untuk para Scholarship Hunters dan tentunya mereka juga menceritakan pengalaman-pengalaman mereka saat berlajar di negara tempat dimana Presiden ke-3 Indonesia Bapak BJ Habibie juga pernah menuntut ilmu disana. “KAMI BISA, KAMU PASTI BISA” tutur para pembicara di akhir pemaparan yang tentunya kembali membangkitkan dan membakar semangat juang para Scholarship hunters Bogor untuk terus melangkah dalam meraih cita-cita demi masa depan Indonesia yang lebih baik.

Terlihat antusiasme yang sangat luar biasa dari para peserta pada saat diberi kesempatan untuk bertanya kepada masing-masing pemateri. Pertanyaan yang dilontarkan pun bervariasi terkait beasiswa, PPI Dunia dan kehidupan di luar negeri. Selain itu mahasiswa IPB juga memberikan suguhan berupa hiburan-hiburan menarik yang sengaja dihadirkan untuk menambah keseruan suasana seminar ini. (red;Restu,ed;Adam)

Galeri Foto:

Categories
Inspirasi Dunia

Pengalaman Beasiswa Uni Eropa, Erasmus Mundus, Program Mover 2013/2014

Sebelumnya saya pernah melamar beberapa beasiswa semenjak duduk di bangku sekolah menengah kejuruan. Tercatat lebih dari 50 program beasiswa dan sejenisnya yang pernah saya lamar, namun hanya 6 diantaranya yang menerima aplikasi beasiswa saya. Enam program beasiswa tersebut diantaranya Beasiswa Toyota dan Astra 2012, Erasmus Mundus-Mover 2013 (Uni Eropa), Dataprint 2014, Dataprint 2015, Beasiswa Pemerintah China 2016, dan Ignacy Łukasiewicz Scholarship (Pemerintah Polandia) 2016.

Pada kesempatan ini saya akan menceritakan pengalaman Beasiswa Erasmus Mundus-Mover 2013 program srata1 selama 2 semester dengan jurusan Electrical Engineering and computer Science di Lublin University of Techology, Polandia. Beasiswa Erasmus Mundus (sekarang Erasmus+)  merupakan beasiswa yang diberikan Uni Eropa untuk mahasiswa dari negara berkembang, baik mahasiswa yang sedang studi atau lulus, di universitas negeri atau swasta. Beasiswa ini bisa dilamar oleh semua mahasiswa di Indonesia meskipun universitas tempat kalian studi di Indonesia tidak mempunyai kerjasama dengan pihak Erasmus.

Beasiswa Erasmus Mundus ini merupakan kali ke dua beasiswa Uni Eropa yang saya dapatkan, setelah beasiswa Erasmus Mundus pada 2012 saya dibatalkan sepihak oleh penyedia beasiswa ketika terjadi krisis ekonomi yang melanda Eropa pada 2012. Perlu diketahui, beasiswa ini hanya menyeleksi aplikan melalui dokumen persyaratan tanpa ada psikotest dan wawancara. Jadi yang seharusnya dilakukan aplikan adalah memahami kriteria penilaian beasiswa dan memaksimalkan dokumen persyaratan. Menurut saya mengurus beasiswa ini gampang-gampang susah karena kita harus memaksimalkan dokumen yang tentunya memerlukan waktu dan tenaga yang banyak, seperti mengkonsultasikan motivation letter ke dosen yang mana waktunya tidak bisa kita tebak dan tentukan jika dosen yang bersangkutan mempunyai jadual yang full, belum lagi print dokumen dan meminta tanda tangan ke beberapa orang yang berbeda yang mengharuskan kita kesana kemari. Diperlukan niat, kesabaran, dan ketelitian yang besar memang, karena jika tidak kita bisa berhenti di tengah jalan. Hal ini pernah dialami beberapa teman yang akhirnya memilih mengundurkan diri. Belum cukup di situ, kami juga bersaing dengan aplikan di dalam dan di luar negeri karena terdapat kuota penerima beasiswa.

Terdapat beberapa persyaratan yang harus dipersiapkan, diantaranya KTM, CV (Format eropa), language certificate, letter of motivation, transkrip nilai, dokumen pendukung lain seperti sertifikat prestasi dan seminar, dll. Untuk CV bisa di download di website resminya. Saya mulai menyiapkan semuanya 6 bulan sebelum deadline. Waktu tersebut saya gunakan untuk mengurus persyaratan di dalam dan di luar kampus, berkonsultasi motivation letter ke beberapa dosen bahasa inggris, update informasi, dan lain-lain sehingga saya mempunyai waktu cukup.

Meskipun IPK saya pas-pasan, saya mencoba memaksimalkan dokumen lain sehingga untuk menarik penyeleksi, saya melampirkan keterangan prestasi yang pernah saya raih dan pengalaman organisasi. Perlu diketahui bahwa kriteria penilain beasiswa ini bukan hanya dilihat dari keaktifan di dalam kampus tapi juga di luar kampus. “Kebanyakan penerima beasiswa  adalah para aktifis kampus”, tutur Bapak Soeparto, Kepala BKLN (Biro Kerjasama Luar Negeri) UMM dalam seminar sosialisasi Beasiswa Erasmus Mundus pada 2013.

Terdapat 2 tahap seleksi. Yang pertama seleksi antara penerima dengan cadangan dan yang ditolak. Yang kedua, seleksi antara penerima dan ditolak. Proses ini memakan waktu 1 sampai 2 bulan. Setelah sekian lama menunggu, alhamdulillah akhirnya saya diterima di urutan ke dua dari 63 penerima beasiswa se-Asia. Beberapa hari kemudian saya mendapatkan Letter of Acceptance yang menyatakan saya resmi diterima beasiswa. Pada tahap aman ini saya mulai mempersiapkan dokumen-dokumen sebelum pemberangkatan seperti tiket pesawat, visa, dan lain-lain.

Pada beasiswa ini, penerima mendapatkan studi gratis selama 9 bulan, tiket pesawat pulang-pergi, living cost 1000 euro perbulan (Rp 16 juta ketika itu), asuransi kesehatan, sertifikat penerima beasiswa, transkrip nilai, dan tentunya pengalaman yang tidak terlupakan. Di sini kami belajar bersama ratusan mahasiswa dari berbagai negara, seperti Amerika, Italia, Spanyol, Polandia, Turki, Kazakhstan, Tunisia, Ukraina, Aljazair, Kamboja, dan Filipina.

Proses pengajaran kami menggunakan bahasa inggris. Kami diberi kemudahan dan perhatian yang lebih dari para pengajar.  Sebagai mahasiswa jurusan teknik informatika, saya merasakan sistem pengajaran ilmu terapan yang kami dapat jauh berbeda dari jurusan teknik informatika UMM. Perbedaannya, jika UMM menerapkan sistem 50% teori dan 50% praktek, maka di sini hanya 10% teori dan 90% praktek. Dalam hal tugas besar kebanyakan diberikan secara individu sehingga mahasiswa dituntut untuk lebih kreatif dan mandiri dalam mengerjakan tugas. Di Teknik informatika UMM kami tidak hanya diajarkan mata kuliah yang berbau IPA seperti pemrograman, namun juga diajarkan mata kuliyah yang berbau IPS seperti Pendidikan Kewarganegaraan, Kepribadian, dan Bahasa Inggris. Namun ketika itu, kami hanya diajarkan mata kuliyah yang hanya konsen dengan jurusan kami, yaitu IPA.

Di luar kelas reguler, itu kami diajar bahasa dan budaya Polandia serta Jerman selama 2 semester. Saya merasa mempelajari kedua hal ini sangat berguna terutama ketika kita berinteraksi dengan masyarakat sekitar dimana mayoritas masyarakat tidak mampu berbahasa inggris. Meskipun tidak terlalu menguasai bahasa Polandia, setidaknya saya menguasai kata-kata sehari-hari yang biasa dipakai. Saya merasakan hal ini sangat membantu dalam kehidupan sehari-hari. Selain belajar bahasa Polandia di kelas,  kami juga belajar sedikit tentang bahasa Turki, Arab, Spanyol, dan lain-lain dari mahasiswa yang berasal dari negara tersebut.

Selain kegiatan di kelas, kami mengikuti kegiatan di luar kelas yang di naungi oleh organisasi pemuda internasional ESN (Erasmus Student Network). Diantara kegiatannya adalah kegiatan sosial di panti asuhan dan olahraga di setiap senin. Pernah suatu ketika organisasi ini mengadakan kompetisi olahraga voli di akhir semester. Dan kami ambil bagian dengan mendirikan tim yang kami namai “Java United” yang berarti Persatuan Orang Jawa. Meskipun tim kami terdiri dari 2 orang jawa tapi kami juga merekrut anggota lain dari italia, Portugal, Kamboja, dan Turki. Kami masuk di babak final melawan anggota organisasi ESN. Diakhir babak alhamdulillah kami menjadi juara meskipun hanya runner up. Diakhir pertandingan kami mendapatkan penghargaan berupa sertifikat kejuaran di masing-masing tim.

Terdapat kebudayaan masyarakat Polandia yang berbeda dari kebudayaan kita. Seperti ketika seseorang ingin masuk ke kamar orang lain, setelah mengetuk pintu 3 kali seketika itu, dia bisa langsung masuk tanpa menunggu, selama pintunya tidak dikunci. Selain itu mereka menganggap bahwa tangan kanan sama seperti tangan kiri, sehingga kebiasaan memberikan sesuatu dengan menggunakan tangan kiri adalah hal yang biasa. Dalam hal perbedaan sistem transportasi, di negara ini menggunakan jalur kanan sebagai jalan kendaraan termasuk jalur kanan untuk para pejalan kaki. Transportasi umum lebih diminati daripada transportasi pribadi sehingga jarang terjadi kemacetan terlebih polusi udara, masyarakat mentaati peraturan lalu lintas, sistem “buang sampah pada tempatnya” juga berlaku di negara bekas komunis ini.

Ada beberapa pengalaman unik kami selama di Polandia. Salah satunya ketika kami bertemu masyarakat Polandia  di jalan, mereka tidak jarang menyapa kami dengan sapaan Bahasa Jepang seperti “arigato”, “konichiwa”. Kejadian ini beberapa kali terulang pada waktu dan tempat yang berbeda. Mungkin masyarakat Polandia lebih mengenal Bangsa Jepang daripada Bangsa Indonesia. Ditambah lagi kami memiliki wajah Asia meskipun menurut kita berbeda. Pengalaman unik lain adalah ketika ada teman dari negara lain yang akan pulang ke negaranya selalu kami ajak foto bersama sambil membawa bendera negaranya dan bendera kami, Indonesia. Hal ini kami lakukan agar  kita selalu saling mengingat.

Pengalaman menarik selama di Polandia adalah ketika winter atau musim salju. Pada musim ini segalanya menjadi indah. Tanah, bangunan, tanaman menjadi putih karena tertutup butiran salju. Kesempatan ini tidak kami lewatkan dengan mengabadikan gambar di beberapa tempat. Selain itu kami juga bermain skii beberapa kali. Meskipun hawa dingin menusuk tulang dan terkadang juga sampai membuat jari tangan tidak bisa bergerak, namun kami tetap menikmati suasana ini. Bagaimana tidak? Meskipun temperatur suhu minus 20 derajat cecius, kami masih asyik bermain skii hingga terkadang kami membayar harga penyewaan ekstra karena terlalu lama bermain .

Tentang makanan, setiap hari kami memasak di dapur asrama karena jarang terdapat restauran Asia. Jika adapun tentunya harganya tidak bisa dibilang murah untuk kantong mahasiswa. Makanan pokok masyarakat Polandia adalah kentang, sedangkan kita nasi, namun nasi juga dijual di sini. Setiap hari kami menanak atau menggoreng nasi dengan lauk pauk sesuai keinginan kita. Jangan harap lauk yang biasa terdapat di Indonesia seperti tempe dan bakwan ada di sini. Kita biasa makan lauk yang dijual di sini saja seperti telur, daging, ikan dan lauk umum lainnya. Dari sini kita dituntut lebih mandiri untuk melakukan apapun.

Selain Polandia kami juga menyempatkan berkunjung ke 12 negara Eropa lain. Negara tersebut adalah Jerman, Belanda, Perancis, Belgia, Spanyol, Hungaria, Czech Republic, Slovakia, Austria, Italia, Vatikan, dan Yunani. Di sini kami mendapatkan pengalaman yang tidak terlupakan. Kami berkunjung ke beberapa tempat terkenal seperti Tembok Berlin di Jerman, Kincir Angin di Belanda, Menara Eiffel di Paris, Gedung Parlemen Uni Eropa di Brussel-Belgia, Stadion Nou Camp di Barcelona-Spanyol, Gedung Parlemen Hungaria, dan Gedung Opera di  Ceko. Menariknya, kami selalu membawa dan berfoto dengan bendera Indonesia, UMM, serta organisasi kami ke setiap negara tersebut. Hal ini kami lakukan agar masyarakat internasional mengetahui bahwa identitas nama baik kita berkibar dengan gagah di bumi eropa selain itu agar mahasiswa Indonesia lebih bersemangat untuk melakukan hal yang sama, kuliah di luar negeri.  Dari kunjungan ini kami mendapatkan pengalaman yang tidak terlupakan. Selain keindahan artsitektur eropa kami juga bertemu beberapa masyarakat dengan berbagai macam latar belakang sosial, budaya, dan agama. Dari interaksi ini kami menemukan pengetahuan yang tidak kami pelajari di bangku perkuliahan. Pengalaman yang baik perlu kami tiru dan implementasikan nantinya.

Berkaitan dengan beasiswa, saya memiliki beberapa saran serta tips bagi calon pelamar, diantaranya :

  1. Diperlukan niat, kesabaran, dan usaha yang kuat. Sebagian teman yang awalnya mempunyai niat besar belajar di luar negeri merasa sibuk dengan urusannya masing-masing dan akhirnya memilih mengundurkan diri dari melamar beasiswa ini. Padahal mereka sudah melengkapi sebagian persyaratannya. Mereka merasa tidak sanggup karena mereka pikir persyaratannya terlalu rumit. Padahal kebanyakan beasiswa luar negeri yang ditawarkan memang seperti itu, membutuhkan banyak persyaratan yang harus disiapkan untuk mencari mahasiswa sesuai kriteria penyedia beasiswa, sehingga membutuhkan niat, kesabaran, serta usaha yang kuat dalam mengurusnya. Secara tidak langsung mereka menyeleksi dirinya untuk tidak diterima beasiswa. Padahal bagi penyedia beasiswa, persyaratan tersebut digunakan untuk referensi siapa diri anda, apakah Anda orang pilihan yang sesuai kriteria mereka? Untuk menjadi tidak biasa, kita harus menjadi luar biasa, luar biasa dalam niat, kesabaran, dan usaha;
  2. Bahasa Inggris adalah kebutuhan. Bahasa Inggris tentunya menjadi suatu kewajiban sebagai alat komunikasi dengan masyarakat antar negara. Kebanyakan beasiswa luar negeri mensyaratkan Bahasa Inggris sebagai bahasa yang dipakai dalam pembelajaran mata kuliah baik secara lisan maupun tulisan. Bahasa inggris lisan dipakai dalam percakapan antara dosen dan mahasiswa maupun antar mahasiswa, sedangkan tulisan biasa dipakai dalam literatur modul yang dosen berikan. Bagi Anda yang merasa Bahasa Inggrisnya masih pas-pasan, lebih baik belajar dari sekarang! Jika perlu ambil kursus! Dalam seleksi administrasi beasiswa, penyeleksi beasiswa melihat kemampuan Bahasa Inggris Anda dari sertifikat Bahasa Inggris, semisal TOEFL. Namun khusus di UMM bisa menggunakan sertifikat ESP (English for Specific Purpose) yang diterbitkan lembaga Language Center UMM, jika belum mempunyai sertifikat ESP bisa menggunakan transkrip ESP sementara;
  3. Pelajari persyaratan dan kriteria penilaian sedetail mungkin! Jika Anda mengetahui keduanya Anda akan mengetahui apa yang akan Anda lakukan. Terkadang ada informasi yang tidak Anda ketahui, seperti persyaratan passport bisa diganti dengan KTM (Kartu Tanda Mahasiswa) dan sertifikat TOEFL bisa diganti dengan transkrip ESP LC. Hal-hal tersebut memang tidak tertulis di website resminya. Maka jangan ragu untuk bertanya kepada BKLN (Biro Kerjasama Luar Negeri) maupun mahasiswa yang sudah mendapat beasiswa ini;
  4. Pergunakan waktu untuk mengurus dokumen persyaratan sebaik mungkin! Jangan mepet deadline! Penyedia tidak akan mentoleransi jika kita apply beasiswa melebihi deadline;
  5. Selalu update informasi dari BKLN dan penyedia beasiswa!;
  6. Jangan ragu untuk bertanya kepada mereka yang sudah mendapat pengalaman beasiswa!;
  7. Motivation Letter dan CV mempunyai kriteria penilaian yang  besar. Penyedia beasiswa akan membaca siapa diri kita di Motivation Letter dan CV. Sebaiknya share Motivation Letter dengan dosen bahasa inggris apapun jurusan Anda, karena mereka berkecimpung dalam dunia bahasa inggris terutama grammar!;
  8. Sertakan nilai plus yang Anda miliki seperti prestasi, pengalaman organisasi, karya tulis dan lain lain karena itu akan sangat membantu dan membedakan diri kita dengan orang lain! Sertakan surat aktif organisasi dan sertifikat prestasi! Jika tulisan Anda pernah dimuat di koran, sertakan scangambar berita koran tersebut! Jika Anda pernah menerbitkan buku atau membuat PKM, lampirkan juga gambar karya tulis tersebut!;
  9. Tawakkal, berserah diri apapun hasilnya! Kita tidak bisa mengetahui apa yang akan terjadi. Yakinlah hal itu merupakan terbaik! Meskipun nantinya kita tidak diterima pada program ini, lebih baik kita interopeksi diri. Menginteropeksi kekurangan apa yang sudah kita miliki dalam melamar beasiswa. Hal ini akan membuat kita selalu semangat mencoba kesempatan beasiswa yang akan datang maupun beasiswa lain. Yakinlah jika kita mempunyai banyak kesempatan. Jika yang satu gagal masih bisa mencoba beasiswa-beasiswa lain yang sesuai kriteria kita. Dengan semakin baiknya interopeksi yang kita lakukan, akan membuka kesempatan lebih besar untuk mendapatkan peluang lain.

Sedikit cerita yang bisa saya sampaikan. Semoga sepenggal cerita ini bermanfaat bagi yang lain. Amin. “Man jadda wa jada” , “barang siapa yang bersungguh-sungguh maka dia akan mendapatkannya”. (Red: Syukron/ Ed: Amir)

Categories
Inspirasi Dunia Suara Anak Bangsa

Bekerja Bisa Sambil Belajar

Ditulis oleh: Andreas Jakayudha

Aditya Halim (25), seorang putra Indonesia, menginspirasi mahasiswa-mahasiswa di Eindhoven khususnya untuk tetap melanjutkan pendidikan. Ia percaya, bahwa pendidikan merupakan kesempatan yang penting untuk diambil. Semangat itu diwujudkan melalui proses pendidikan magisternya yang dilakukan sembari bekerja.

Tahun 2012 Adit, panggilan akrab Aditya Halim, lulus sebagai sarjana teknik elektronika dari sebuah hogeschool di Eindhoven. Tetapi, keinginan menempuh pendidikan pasca-sarjana mendorongnya untuk melanjutkan pendidikannya di sebuah universiteit.

“Sebenarnya setelah lulus dan bekerja saja sudah cukup. Kerja di sini enak, ada batasan antara kebebasan dan kesempatan belajar dari kolega-kolega. Perusahaan tempat saya bekerja juga sudah termasuk lumayan. “ kata Adit bulan Mei lalu.

Bagi dia, kesempatan tidak datang setiap saat. Dimulai saat internship di NXP, ia mulai menyatakan ketertarikannya dengan perusahaan itu. “Jika bekerja di sini, jangan ragu-ragu untuk menyatakan kalau kamu tertarik dengan pekerjaanmu. Orang-orang di sini sangat mengapresiasi dan akan berusaha mendukung, kok.”

Berawal dari internshipnya, kini, Adit kini mendapat pekerjaan di perusahaan yang sama. Ia mengajukan ketertarikannya untuk menempuh pendidikan pasca-sarjana kepada atasannya untuk meningkatkan pengalamannya dalam bekerja. Alhasil, ia mendapat sponsor dari tempat kerjanya untuk melanjutkan master di TU/e secara gratis.

Menantang diri sendiri

Kuliah sekaligus bekerja memiliki keasyikan tersendiri bagi Adit. Contohnya, di waktu istirahat kerja atau saat pekerjaan sedang sedikit, ada pelajaran kuliah menanti dipelajari. “Ya, punya kesibukan saja, saat senggang bisa belajar materi kuliah” katanya.

Ketika sudah mendapat sponsor dari perusahaan, ada tantangan tersendiri untuk tetap bekerja sekaligus berfokus pada pelajaran kuliah. Mengambil kelas sehari sepekan, tentu banyak materi yang juga harus dipelajari sendiri. Ia menganjurkan bagi teman-teman yang juga ingin mengambil master selagi bekerja untuk memperbanyak self-study karena tidak semua materi diajarkan di kelas. Disini, mahasiswa diharapkan untuk mengetahui kapasitas dirinya masing-masing dan memiliki kesadaran akan perlunya belajar.

Memilih Belanda

Seperti mahasiswa Fontys pada umumnya, Adit juga berasal dari agen yang sama. Memang sejak lama sudah direncanakan ingin kuliah ke luar negeri. Biasanya, Belanda tidak jadi tujuan utama kuliah yang umum. Kebanyakan akan menyebut Britania Raya, Singapura, Australia, ataupun Malaysia.

Harga dan kesempatan waktu itu membuat Adit menjatuhkan pilihannya pada Electrical Engineering di Fontys Eindhoven. Dengan pertimbangan regio Eindhoven juga merupakan daerah industri. Menurutnya, jika kuliah teknik di kota-kota lain, kota utama yang menjadi lahan pekerjaan bagi para teknisi, ya Eindhoven.

Menjadi mahasiswa Belanda juga membuka kesempatan untuknya menjelajahi daerah Schengen Convention Area. Ini juga akhirnya menjadi salah satu hobi Adit, jalan-jalan. Saat musim dingin tiba, merupakan hari bermain ski yang asyik di Italia. Mungkin nanti yang suka main ski di Italia bisa pergi bersama-sama. Di musim panas, Adit memilih berkebun dengan lahan seadanya yang bisa dimanfaatkan di halaman rumah.

Pesan dan pandangan

Menjadi pekerja di sini perlu pintar-pintar. Tidak hanya bekerja, tetapi juga dalam pergaulan. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan.

Memilih perusahaan magang, tidak kalah pentingnya dengan memilih pekerjaan, atau minimal memiliki kesempatan untuk bekerja di sana setelah lulus. Pilihan Adit pada perusahaan ini juga menimbang statistik perolehan kesempatan menjadi karyawan tetap cukup besar.

Menunjukkan yang terbaik juga merupakan kunci sukses menurut Adit. Hal ini ia tunjukkan terutama bagi lulusan Fontys. “Karena Fontys berbasis applied sciences seharusnya kita lebih terampil mengerjakan hal-hal praktis dan tunjukkan yang terbaik yang kamu bisa lakukan”. Melakukan yang terbaik juga memperbesar kemungkinan perusahaan bersedia menjadi sponsor pendidikan magister.

Jangan segan untuk menyatakan ketertarikan. Ada beberapa sifat malu-malu yang kadang dijumpai pada orang Indonesia khususnya. Bermaksud untuk membangun, Adit secara pribadi menyemangati pembaca untuk tidak ragu menyatakan ketertarikan terhadap pekerjaan ataupun perusahaan tempat pembaca melakukan internship.

Power distance yang kecil antara atasan dan bawahan membuat bekerja di Belanda memiliki ciri khas tersendiri. Adit menyarankan untuk memiliki karakter yang kuat dan lebih berani menyatakan pendapat. Memiliki pendapat sendiri dalam sebuah persoalan juga merupakan hal yang penting.

Terakhir, ketika ingin dihormati pendapatnya, hargailah juga pendapat orang lain. Di samping trik berkolega, Adit juga menekankan pentingnya belajar bahasa Belanda. Hal ini akan sangat mempermudah tidak hanya komunikasi, tetapi, orang lokal pun akan merasa dihargai keberadaannya. Karena bagaimanapun, kita tinggal di negara yang penduduknya mayoritas berbahasa Belanda.

Page 1 of 3
1 2 3