Categories
Travel & Kuliner

Manali, Sisi lain India yang Bersalju: Rasakan Sensasi Dingin nya Salju Sesungguhnya!

Apa yang pertama kali terlintas di pikiran kamu ketika mendengar kata negara India? Makanan nya yang unik-unik atau budayanya yang memikat seluruh mata dunia, atau film-film Bollywood yang banyak dibintangi oleh Shah Rukh Khan? Pasti itu kan, sama aku juga kok. Tapi, pernah gak sih terlintas bahwa di India itu ada salju? Gak percaya kan? Tapi beneran ada loh.

India bagian Utara tepatnya itu memiliki musim layaknya negara di Eropa. Musim dingin sampe minus 12 Derajat sampe turun salju deh pokok nya, ada juga musim semi, musim panas dan musim gugur. Tau nggk dimana? Nama kota nya Manali dan Himachal radeh nama state-nya. Manali merupakan tempat wisata salju terkenal dan selalu menjadi tujuan utama wisatawan karena keindahan gunung salju dan lembah nya yang berkelok indah. Banyak temen-temen nggak percaya kalau sebagian wilayah India bersalju. Maklum noraknya orang tropis kalau denger salju dah pingin guling-guling terus bikin es serut hehehe. Disini ada beberapa attraction yang bisa aku bagi ke kalian untuk referensi kunjungan di Manali.

1. Arung Jeram: Kalo memang berani dan setrong banget ya, kamu bisa coba Arung jeram sungai di Manali. Bersiaplah untuk sensasi berakit di dinginnya Manali. Bahkan, pengalaman ini adalah salah satu kenangan favorit liburan di Manali. Katanya si gitu, tapi jujur kami semua orang Asia khususnya dari Indonesia gak berani, hahaha.. gak kuat coy. Tapi kamu kalo memang mau tetep bermain air di Manali, datang aja pas bulan Juni dan Juli. Hehehe.. harganya murah kok cuman 100 Ribu Rupiah atau 500 Rupees.

2. Paralayang: Disini kamu bisa menyaksikan pemandangan menakjubkan pegunungan Dhauladhar dan Sungai yang berkelok-kelok. Dan Solang Valley adalah tempat yang populer untuk menikmati paralayang. Cukup bayar 1200 Rupees atau sekitar 240 Ribu Rupiah untuk menikmati keindahan ini.


3. Solang valley: Lembah Solang terletak di antara desa Solang dan Beas Kund. Menawarkan pemandangan gletser yang indah dan pegunungan yang tertutup salju. Karena lembah ini memiliki lereng ski yang bagus, itu adalah tempat yang sempurna untuk bermain ski. Biaya ski adalah 300 Rupeesan lebih atau sekitar 60
Ribu Rupiah. Murah kan.

4. Kuil Hadimba: Kesini Gratis coy, meski tempat ini adalah salah satu tempat wisata utama di Manali bagi para pengunjung. Kalau kesini harus berenti-berenti yah pas naik tangga nya nanti sesak kayak aku dulu sampe hampir pingsan dong, soalnya suhu nya minus 6 derajat dan kamu harus naiki anak tangga banyak
banget. Dan kalo mau keatas bawa payung soalnya hujan saljunya lebet banget. Di atas kamu bisa menikmati indahnya hamparan salju, pepohonan yang tinggi dan liat yak. Tau nggak yak itu apaan? Itu loh Binatang yang mirip sapi tapi bulu nyan tebel banget. Kayak sejenis Bison si. Kalo mau naik binatang itu buat foto, kamu harus bayar uang 100 Rupees atau 20 Ribu Rupih. Terus foto deh selama 10 menit.

Mulai bulan Oktober hingga Februari adalah musim dingin dan dianggap sebagai waktu terbaik untuk mengunjungi Manali, kalo kalian suka cuaca dingin dan Januari adalah yang terbaik untuk menikmatinya. Suhu turun di bawah nol derajat Celcius. Dan musim panas di wilayah ini dimulai pada bulan Maret dan berlangsung hingga Juni. Habislah sudah cerita perjalanan aku menikmati salju pertama kalinya di dalam hidupku. Nah sekarang percaya kan kalo India punya salju yang keceh badai…

Ayo kakak, angkat saja ranselmu ke India bagian utara!

Categories
Eropa dan Amerika PPI Dunia PPI Negara Travel & Kuliner Wawasan Dunia

Winter is Coming! Berkunjung ke Northern Ireland – Surga Penggemar Game of Thrones

Follow the three-eyed raven through Northern Ireland, where crumbling castles and ancient landscapes become key Seven Kingdoms filming locations in Game of Thrones. (ireland.com)

Untuk penggila serial Game of Thrones, Irlandia Utara akan menjadi salah satu ultimate bucket list for traveling destination. Bagaimana tidak? Sembilan puluh persen lokasi syuting GoT ada di negara ini. Tempat iconic seperti Winterfell, Riverrun, Iron island atau King’s Road yang hanya ada dalam cerita bisa dikunjungi dan kita bandingkan langsung. Sebagian besar filming GoT dilakukan di Studio Paint Hall – Belfast – Northern Ireland. Di sinilah set interior untuk beberapa lokasi seperti Red Keep, The Iron Throne atau Great Sept of Baelor dan lainnya digarap secara epik sehingga tampak megah seperti yang kita lihat dalam series. Selain itu, Belfast mempunyai pemandangan alam khas Irlandia yang luar biasa bagus. Tak heran hampir semua latar alam di series GoT berada di sini.

Berfoto ala Stark Family

Awalnya, author George Martin memilih Scotland – Edinburgh sebagai lokasi utama GoT, namun ketika itu pemerintah Edinburgh menolak dan meremehkan rencana sang penulis. Alhasil, tim memilih Irlandia Utara dikarenakan kemiripan alam yang dimiliki oleh Scotland, serta banyaknya spot peninggalan bersejarah yang cocok untuk penggambilan gambar dalam cerita. Kesuksesan Game of Thrones membawa Irlandia Utara menjadi salah satu negara dengan industri perfilman yang termaju di dunia dengan jumlah investasi sebanyak 110,7 juta poundsterling. Game of Thrones juga sukses menghidupkan sektor pariwisata Northern Ireland khususnya Belfast yang saat ini menjadi tujuan wisata dunia.

George Martin berhasil membuat Game of Thrones begitu hidup termasuk bagaimana ia menggambarkan pentingnya lokasi dan teritori dalam alur cerita GoT. Karena hal ini, penggemar sejati GoT akan merasakan excitement dan goosebumps ketika menginjakkan kaki di beberapa lokasi karena akan terbayang semua scene yang terjadi disana. Sebagai contoh, Tolleymore Forest Park Belfast yang merupakan The Haunted Forest dimana White Walkers pertama kali muncul di Season 1 akan memunculkan suasana angker dan mencekam. Beberapa latar hutan dalam GoT diambil di sini termasuk ditemukannya Baby Direwolves oleh Keluarga Stark. Sedikit ke utara Belfast, terdapat jalan dengan barisan Pohon Unik menyerupai tunnel panjang – The Dark Hedges yang merupakan lokasi King’s Road yang legendaris. Latar untuk Iron Islands – House of Greyjoy diambil di Murlogh Bay, Propinsi Antrim, menunjukkan pesisir pantai berbatu yang terisolir, persis seperti di dalam cerita. Atau jika ada yang ingat scene dimana Lady Melisandre melahirkan Shadow Baby di dalam sebuah gua, tempat itu juga nyata, tepatnya di daerah Cushendun, tidak jauh dari The Dark Hedges.

Tolleymore Forest Park Belfast yang merupakan The Haunted Forest

 

Which Stark Family member are you?

Training memanah ala Brandon Stark

GoT lovers, belum afdol ke Northern Ireland kalau belum ke Winterfell.  Lokasi ini dapat dijangkau hanya dengan 75 menit menggunakan mobil ke arah selatan Belfast dan merupakan atraksi utama kota Belfast. Meskipun sebagai besar gambar yang kita lihat di dalam series merupakan hasil komputerisasi (begitupun lokasi filming yang lain), hal ini tidak mengurangi excitement para turis ketika menginjakkan kaki di tempat ini. Kastil tua dengan pintu gerbang yang besar serta menara pengintai musuh yang tinggi secara tidak langsung membuat turis sepakat bahwa lokasi ini sangat tepat untuk merepresentasikan The North, tempat Stark Family tinggal. Castle Ward-Winterfell Tours ini dikelola dengan sangat menarik. Turis akan diberikan kesempatan menggunakan kostum Ksatria Castle Black dan diberikan training memanah layaknya Brandon Stark di Season 1. Castle Ward yang merupakan lokasi Winterfell ini memiliki kawasan yang luas dan beberapa area di sekitarnya juga dimanfaatkan sebagai lokasi pengambilan adegan-adegan penting seperti, pernikahan rahasia Rob Stark, pemberontakan Theon Greyjoy, sambutan kedatangan Robert Baratheon, The Twins (Red Wedding), dan lain sebagainya. Bagi yang hobi bersepeda, pengelola menyiadakan Bicycle Tour untuk mengeksplorasi semua lokasi di sekitar Castle Ward. Cukup membuat excited bukan?

Pemerintah Belfast memanfaatkan GoT dengan serius dan menggarap industri pariwisatanya sedemikian rupa. Banyaknya pilihan paket wisata yang bisa disesuaikan dengan budget dan berbagai preferesi lainnya seperti menggunakan bus ataupun kendaraan lain untuk akses transportasi ke lokasi akan sangat memudahkan turis. Untuk informasi paket wisata tersebut bisa didapatkan via online dengan melakukan searching di Google atau bahkan bisa datang langsung ke Belfast’s Tourism Center di City Center Belfast untuk memesan paket yang diinginkan. Kisaran harga untuk paket tour GoT adalah 30 hingga 50 poundsterling, tergantung jumlah tempat yang dikunjungi dan fasilitas perjalanan. Trust me, it’s really worth your money! Biasanya, paket tour GoT di-bundle dengan destinasi wisata lain khas Irlandia Utara. Well, sebenarnya tempat-tempat tersebut masih ada kaitannya dengan GoT karena beberapa adegan juga diambil disana. Bahkan dalam perjalanan, pemandu wisata akan memberikan informasi ketika bus akan melewati tempat- tertentu terkait lokasi syuting GoT. Ketika di lokasi, tak lupa tour guide tersebut menayangkan video cuplikan adegan dalam GoT supaya turis dapat mengingat kembali kejadian – kejadian di dalam cerita untuk memunculkan imajinasi terhadap lokasi yang sedang di kunjungi.

Bagi yang ingin berpergian secara mandiri tanpa menggunakan jasa tur, informasi mengenai lokasi perfilman maupun objek wisata yang lain sudah banyak tersedia. Hanya modal googling saja, itinerary 2-3 hari bisa langsung dibuat. Bagi traveler mandiri, untuk explorasi yang maksimal, disarankan untuk menyewa mobil karena beberapa lokasi tidak terjamah transportasi umum. Informasi mengenai rental mobil bisa didapatkan via online dengan harga 20-50 poundsterling/hari, sangat cocok untuk yang ingin berpergian secara grup beranggotakan 4-5 orang. Penyedia rental juga menyediakan meeting point di airport sehingga traveler yang baru tiba di bandara bisa langsung bertamasya ria.

Carick-a-Rede Rope Bridge

Bukan penggemar GoT? Tidak usah khawatir. Meskipun sebagian besar lokasi wisata erat kaitannya dengan GoT, alam Irlandia Utara sangatlah cantik untuk dinikmati. Masih banyak pilihan tur dengan destinasi unik seperti kunjungan ke pabrik bir terkenal Guinness, melihat isi kapal Titanic di Titanic Museum, memacu adrenalin dengan melewati dua pulau yang hanya dijembatani oleh susunan untaian tali (Carick-a-Rede Rope Bridge), atau ke Giant Causeway yang merupakan pantai dengan tatanan batu unik berbentuk heksagonal, hasil letusan gunung berapi di zaman purbakala. Lelah bertamasya mengunjungi tempat wisata alam, turis dapat menikmati suasana kota Belfast dengan mengelilingi city center yang pada Desember ini sedang ada Christmast Market, semacam ‘pasar kaget’ khas UK yang hanya ada dibulan November hingga Januari. Penginapan di Belfast cukup terjangkau asalkan booking jauh-jauh hari. Portal seperti booking.com, hostelworld.com atau airbnb.com dapat memberikan banyak pilihan dalam akomodasi. Transportasi dalam kota juga sangat mendukung. Turist dapat membeli one-day bus pass seharga 6,50 poundsterling walaupun sebenarnya tidak begitu diperlukan karena atraksi di dalam city center adalah within walking distance. Mencari tempat makan halal juga cukup mudah. Salah satu contohnya adalah Chopstix yang berada persis di kawasan city center atau beberapa restoran lain yang bertemakan Timur Tengah atau India.

Giant Causeaway

So, bagi pecinta series Game of Thrones yang ingin menginjakkan kaki di Westeros, datanglah ke Northern Ireland dan rasakan ambience Seven Kingdoms yang sebenarnya. Winter is Coming!!!!

 

Profil Penulis:

Krishna Nawacandra adalah mahasiswa program MSc of Engineering, Technology, and Business Management di University of Leeds yang juga merupakan anggota PPI Leeds. Krishna bisa disapa di Instagramnya @krishnanono.

Categories
PPI Dunia Travel & Kuliner Wawasan Dunia

Melihat Dunia dan Memaknai Perjalanan Melalui Soul Travellers

Apa jadinya jika 39 penulis muda berkebangsaan Indonesia berkolaborasi menceritakan pengalaman mereka bertualang ke seluruh penjuru dunia? Jadilah sebuah antologi berjudul Soul Travellers: Turning Miles Into Memories yang sejak Agustus lalu sudah diterbitkan oleh Penerbit Grasindo!

Yang membedakan Soul Travellers dengan antologi traveling lainnya adalah setiap kontributor punya cara mereka sendiri untuk mengekspresikan makna di balik perjalanan mereka. Bukan hanya sebagai bagian cerita dari  sebuah pelesiran, namun juga pengalaman mereka saat melakukan business trip, menghadiri conference, ataupun potongan kisah saat tinggal di luar negeri. Maklum, hampir semua penulis Soul Travellers adalah anak muda Indonesia yang berkesempatan mengenyam pendidikan di luar negeri, beberapa di antaranya bahkan adalah peraih beasiswa seperti LPDP, Erasmus, maupun AAS Australia.

Adalah Andre Mokalu, awardee beasiswa Spirit Kemenkeu Bappenas yang memprakarsai penerbitan antologi ini. Andre yang juga aktif di PPI Birmingham awalnya mengajak lima temannya, sebelum akhirnya terkumpullah 39 kontributor dari berbagai latar belakang dan domisili berbeda-beda di seluruh dunia. “Pembuatan kompilasi esai ini bertujuan untuk berbagi semangat dan inspirasi kepada generasi muda Indonesia untuk travelling abroad dan finding the meaning of life sebagai proses pendewasaan”, demikian yang menjadi tujuan Andre di balik pembuatan Soul Travellers. Diakuinya juga, tantangan terbesar adalah mengakali komunikasi jarak jauh kepada teman-teman kontributor yang saat ini masih tersebar tinggalnya, mulai dari Australia yang dekat dengan Indonesia hingga Islandia yang jauh di utara sana.

Stand Soul Travellers di 4th Congress of Indonesian Diaspora 2017

Banyak teman-teman PPI Dunia yang juga menuangkan kisahnya di Soul Travellers. Sebut saja Intan Irani, Koordinator PPI Dunia 2016-2017 yang menceritakan pengalamannya mencari kedamaian bathin di India. Atau petualangan mewujudkan khayalan masa kecil mengunjungi kastil Dracula di Rumania yang dilakukan Steven Guntur yang juga Koordinator PPI Dunia 2015-2016. “Traveling adalah sebuah cara untuk mengakui kebesaran Tuhan. Bukan sekedar mengagumi ciptaan-Nya, tapi juga menyerahkan semua hal yang sudah direncanakan selama perjalanan di tangan-Nya”, kata Jeanne, koordinator travel contributor PPI Dunia yang dalam Soul Travellers menceritakan kisahnya bertemu tukang becak yang menyentuh hati di Myanmar.

Sudah dua bulan sejak penerbitannya dan Soul Travellers sudah terjual lebih dari 2000 eksemplar, lho! Hal ini membawanya menjadi nominasi untuk kategori Sampul Buku Non Fiksi Terfavorit di ajang Anugerah Pembaca Indonesia 2017 yang diselenggarakan oleh Goodreads Indonesia. Filosofi ‘Turning Miles Into Memories’ dituangkan Muhammad Fithrah, alumni STAN yang saat ini melanjutkan masternya di Universitas Brawijaya, ke dalam desain cover berbentuk otak yang terbuat dari jalan raya, menarik bukan?

Soft Launching Soul Travellers di Gramedia Central Park Jakarta, September 2017

Prof. Dr. Mardiasmo, MBA., Akt. selaku Wakil Menteri Keuangan Republik Indonesia juga ikut menuangkan testimoni untuk buku ini “Lakukan perjalanan terbaikmu untuk kembali ke negerimu, turut membangun bangsa ini dengan berbagai pengalamanmu untuk rumahmu, Indonesia”.

Soul Travellers dapat ditemukan di toko buku seluruh Indonesia serta melalui toko buku online. Seluruh hasil profit penjualan buku ini akan disumbangkan untuk Yayasan Kanker Indonesia. Bocorannya nih, bakal ada buku kedua yang berisi kisah makanan dari seluruh dunia yang rencananya akan rilis 14 Februari 2018 tahun depan. Stay tuned di Instagram @soultravellersid untuk info terbarunya ya!

Categories
Asia dan Oseania Berita Fashion PPI Negara Wawasan Dunia

Sayembara Desain Batik dari Negeri Sakura

Karya pemenang sayembara batik, Morinta Rosandini

Kanazawa, 30 September 2017, PPI Jepang, PPI Hokuriku, dan PPI Ishikawa mengadakan sayembara yang bertujuan untuk promosi batik di Jepang. Tidak hanya sayembara, diadakan juga bincang-bincang yang dihadiri para ahli batik. Diharapkan kesadaran akan berharganya batik dapat tersampaikan bagi para hadirin.

            Bertempat di Ishikawa International House, sayembara dan bincang-bincang dihadiri oleh tiga narasumber: Ibu Alinda F.M. Zain, selaku Atase Pendidikan dan Kebudayaan KBRI Tokyo; Ibu Rodia Syamwil, selaku Dewan Batik Nasional; dan  Prof. Haruya Kagami dari Kanazawa University yang pernah melakukan riset di Bali pada 1981.

Imam Tahyudin selaku Ketua Komsat Ishikawa menyampaikan sepatah kata sebagai pembuka acara tersebut. Sejak awal terselenggaranya acara ini, sayembara batik merupakan salah satu program kerja unggulan PPI Ishikawa yang pernah memenangkan penghargaan dari PPI Dunia karena dianggap sukses mempromosikan Indonesia di muka dunia. Selanjutnya, Ibu Alinda juga memberikan kata sambutan. Menurut beliau, batik sebagai salah satu contoh kekayaan warisan budaya Indonesia, tentunya harus kita lestarikan. Namun, sebagai WNI di luar negeri, kita juga harus melakukan sosialisasi agar batik dapat dikenal oleh masyarakat dunia.

Memasuki sesi bincang-bincang, kembali Ibu Alinda menekankan pentingnya pelestarian batik. Mungkin pernah terbesit di benak tentang peristiwa reog Ponorogo yang sempat diklaim oleh Malaysia tahun 2007. Demi mencegah hal seperti ini terulang kembali, sosialisasi batik sudah dilakukan oleh pemerintah seperti menerapkan hari batik setiap Jumat. Langkah seperti ini diambil untuk menanamkan pentingnya batik sebagai bagian dari identitas bangsa. Sayembara batik kali ini juga merupakan perwujudan nyata dari para pelajar Indonesia dalam menguatkan batik sebagai identitas.

Meskipun batik lekat dengan sesuatu yang resmi, pengunaannya tidak harus selalu demikian. Memang kerap kali batik dikenakan untuk acara kenegaraan ataupun acara-acara lain yang mempertemukan kita dengan tamu penting. Padahal batik dapat juga dikenakan untuk sehari-hari. Misalnya mengabungkan kemeja batik dan celana jins dapat memberikan kesan yang lebih santai tetapi tetap rapi dan sopan. Langkah-langkah seperti ini dapat kita lakukan dalam keseharian, sekaligus promosi batik kepada lingkungan sekitar kita.

Batik pertama kali diperkenalkan lewat sidang PBB tahun 2009.  Ibu Rodia menjelaskan bahwa batik sebenarnya tidak hanya terdapat di Indonesia, tetapi juga di India, Jepang, bahkan di Slovakia yang berada di bagian timur Eropa. Batik juga melewati berbagai perkembangan zaman hingga menjadi seperti  hari ini. Batik di zaman kerajaan Hindu tentunya berbeda dengan kerajaan Islam, pun berbeda pula dengan yang ditemukan di Kesultanan Yogyakarta. Hal yang paling mencolok adalah perbedaan motif.

Prof. Haruya menjelaskan pentingnya motif batik dan juga filsafat yang terkandung daripadanya. Mengambil contoh batik yang terdapat di Jepang, Prof. Haruya menjelaskan makna dari beberapa motif batik. Misalnya motif Gunung Fuji menggambarkan tempat bersemayam para dewa, tempat yang tiada duanya. Ada juga motif bahan makanan mentah yang bermakna hasil alam berlimpah. Motif yang tertuang pada kain menggambarkan keadaan dan harapan sang penggambar, serta memberikan identitas pada batik, menjadikannya sesuatu yang spesial.

Di akhir sayembara ini, para narasumber mengumumkan pemenang desain batik. Sayembara tahun ini dimenangkan oleh Morinta Rosandini, dosen Telkom University dengan judul “Kanaka Batik”. Hadiah berupa sertifikat dan uang pelatihan diserahkan langsung oleh para narasumber. Tidak lupa, pada kesempatan itu PPI Ishikawa juga meluncurkan buku “Bunga Rampai Achantus: Sejuta Cerita Dari Kanazawa”. Buku ini berisi kumpulan cerita mahasiswa yang saat ini berdomisili di Kanawawa. Harapannya buku ini dapat menjadi panduan bagi teman-teman yang berencana ke Jepang dan juga penyemangat bagi para pelajar di Jepang.

Mari kita sama-sama melestarikan batik dalam keseharian dan tidak melupakan pentingnya warisan kebudayaan Indonesia!

Penulis: Theodorus Alvin

Tokai University (Undergraduate), School of Information Science, Dept. of Human and Information Science

 

Editor: Kartika Restu Susilo

Categories
Berita Kajian Nuklir Komisi Energi PPI Dunia

Kunjungan PPI Dunia Ke Reaktor Nuklir Batan di Serpong Banten

Tim Kajian Nuklir PPI Dunia

Kami dari PPI Dunia membentuk tim khusus yang bertugas untuk mengkaji teknologi nuklir. Tim tersebut beranggotakan 32 orang yang terdiri dari pelajar dan alumni PPI Dunia dari berbagai latar belakang negara studi. Tim ini bertugas untuk menggali pemahaman yang utuh terkait bahaya dan potensi teknologi nuklir berdasarkan perkembangan iptek global terkini. Dalam rangka memperoleh pemahaman yang utuh seputar teknologi nuklir, tim kajian nuklir PPI Dunia menggali sedalam mungkin perkembangan dan pemanfaatan luas teknologi nuklir di berbagai negara lain tempat kami masing-masing menempuh studi. Hasil informasi yang kami peroleh kemudian kami kaji bersama dengan dibandingkan pada perkembangan dan pemanfaatan teknologi nuklir nasional.

Menurut kajian yang telah kami lakukan, berbagai kendala yang berkembang dalam perkembangan nuklir nasional banyak disebabkan karena kekurangakuratan informasi seputar nuklir yang beredar di masyarakat luas dibandingkan dengan perkembangan iptek pernukliran global terkini. Ketidaktahuan secara utuh terkait nuklir diduga menjadikan teknologi ini terhambat penerimaannya oleh masyarakat luas di tanah air.

Di sisi lain, harapan atas potensi pemanfaatan nuklir oleh para pelajar Indonesia di luar negeri cukuplah besar. Berdasarkan survey kami atas 566 pelajar Indonesia yang tersebar di 48 negara, diketahui bahwa hanya 4,5% dari responden kami yang menyatakan sama sekali tidak berminat terhadap potensi aplikasi nuklir di bidang apapun. Sementara 28.5% responden menyatakan tertarik pada teknologi nuklir di bidang energi dan 67% responden menyatakan tertarik pada pemanfaatan teknologi nuklir di bidang-bidang non-energi. Seperti pada bidang medis (radio farmaka, radio terapi), bidang lingkungan, bidang industri, bidang pertanian, infrastruktur dan bidang industry manufaktur. Dari survey tersebut juga diketahui bahwa mayoritas responden (66%) beranggapan bahwa energi nuklir paling efisien dibanding energi alternatif lain yang tersedia. Lebih jauh, 57% dari responden kami menyatakan setuju bahwa Indonesia perlu mempertimbangkan penggunaan teknologi nuklir dalam pemenuhan kebutuhan energi nasional (pembangkit listrik tenaga nuklir).

Dialog dan Kunjungan Tim Kajian Nuklir PPI Dunia Ke Instalasi Nuklir Nasional

Demi untuk memperoleh gambaran yang menyeluruh atas perkembangan teknologi nuklir nasional, pada hari rabu, 23 Agustus 2017 dari jam 09.00 hingga pukul 12.30 perwakilan tim kajian nuklir PPI Dunia beserta rombongan mengadakan kegiatan kunjungan kerja ke reaktor nuklir Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) yang berlokasi di Serpong, Banten. Peserta dikhususkan bagi para pelajar yang tengah menempuh studi di luar negeri maupun baru saja lulus. Selain itu dibuka juga beberapa kuota undangan terbatas untuk pelajar di dalam negeri melalui jalur rekomendasi dan pihak pers mitra PPI Dunia untuk keperluan peliputan kegiatan ini. Dalam kegiatan ini hadir rekan-rekan kami para mahasiswa maupun alumni dari Belanda, Rusia, China, Iran, Italia, Romania, LIPI, pihak pers, komunitas muda nuklir nasional dan rekan-rekan dari Universitas Pertahanan. Total jumlah peserta sebanyak 25 orang dipimpin oleh Dwi Rahayu dari PEMIRA Rusia yang pada kesempatan ini sekaligus berperan sebagai ketua tim kajian nuklir PPI Dunia.

Acara ini terdiri dari dialog interaktif dengan ahli nuklir BATAN, penjabaran mengenai hasil produk penelitaian nuklir dari BATAN yang sudah ada, kunjungan langsung ke reaktor  (laboratorium) nuklir serpong serta diskusi tentang pemanfaatan teknologi nuklir yang sudah dilakukan di negara lain dan yang tengah dilakukan di Indonesia.

Kunjungan kami disambut oleh Adipurwa sebagai Kepala Subbid Edukasi Publik BATAN serta tim petugas layanan informasi BATAN. Pada pertemuan tersebut disajikan sejarah perkembangan nuklir nasional. Adipurwa menjelaskan bahwa titik awal perkembangan ketenaganukliran nasional telah ada semenjak era presiden pertama Indonesia, presiden Soekarno di tahun 1954. Pada tahun tersebut presiden Soekarno membentuk Panitia Negara yang bertugas melakukan penyelidikan adanya kemungkinan sisa zat radioaktif di wilayah NKRI akibat uji coba persenjataan. Panitia Negara inilah yang kemudian menjadi cikal bakal BATAN. Perkembangan teknologi nuklir nasional terus mengalami pasang surut seiring dinamika politik yang ada. Pada kesempatan tersebut turut dijelaskan juga standar keamanan berlapis yang diterapkan di seluruh fasilitas nuklir nasional. Demi menjamin tingkat keamanannya, sistem keamanan ini distandardisasi menurut standar internasional yang rutin diinspeksi berkala oleh Badan Atom Internasional (IAEA).

Melalui kunjungan ini kami mengetahui bahwa teknologi nuklir memiliki potensi besar dalam pemenuhan kebutuhan energi nasional maupun secara strategis mendukung program-program pembangunan nasional sektor non-energi. Sebagai informasi Reaktor G.A. Siwabessy di serpong memiliki kapasitas maksimal sebesar 30 megawatt yang difungsikan sebagai reaktor riset untuk berbagai keperluan penelitian. Sampai dengan saat ini, BATAN telah mampu menghasilkan beberapa produk terkait teknologi nuklir bernilai ekonomi tinggi yang aman dan dapat dimanfaatkan oleh masyarakat luas. Turut dipaparkan juga bagaimana teknologi tersebut sudah dimanfaatkan secara luas oleh negara-negara lain seperti di Vietnam, Jepang, Pakistan, India dan Amerika dalam mendukung sektor pertanian, industri pangan dan industri kesehatan mereka.

Pemanfaatan Teknologi Nuklir Nasional Kini dan Potensi Masa Depannya

Saat ini BATAN mengelola tiga buah reaktor nuklir riset di Indonesia. Yaitu instalasi reaktor nuklir Kartini di Jogjakarta, Instalasi reaktor nuklir Triga di Bandung dan Instalasi reaktor nuklir G.A. Siwabessy di Serpong. Sebagai catatan, reaktor G.A. Siwabessy ini sendiri merupakan salah satu reaktor  nuklir riset terbesar yang ada di Asia.

Turut diuraikan juga oleh pihak BATAN potensi pemanfaatan nuklir di masa depan dari fasilitas-fasilitas nuklir yang telah dimiliki BATAN saat ini. Untuk dapat menyebarluaskan manfaat teknologi nuklir nasional yang sudah berkembang ini, maka didirikanlah PT. INUKI. PT INUKI adalah BUMN mitra usaha BATAN yang memproduksi teknologi nuklir secara komersial untuk dapat dimanfaatkan masyarakat luas.

Beberapa teknologi nuklir yang sudah terbukti dapat dimanfaatkan masyarakat Indonesia dalam bidang berikut:

  1. Riset dan studi tapak sumber energi terbarukan;
  2. Pemuliaan benih unggul tanaman pertanian;
  3. Pembuatan isotop untuk produk obat-obatan;
  4. Irradiasi gamma untuk pengawetan bahan makanan;
  5. Irradiasi untuk mendukung pembangunan infrastruktur, dll.

Menganalisa potensi besar yang dimiliki teknologi nuklir nasional, pemanfaatan luas teknologi ini di tanah air kami nilai belum cukup maksimal. Kepemimpinan nasional yang kuat dan penyebaran informasi yang utuh seputar teknologi ini ke masyarakat luas dapat menjadi solusi dari situasi ini. Program edukasi nuklir yang transparan dan mudah dipahami oleh generasi muda bangsa dapat menjadi solusi agar pemanfaatan potensi teknologi nuklir yang sudah ada tidak ditakuti secara berlebihan ataupun disalahpahami oleh masyarakat luas.

Dengan perkembangan teknologi global terbaru dan kemampuan para ilmuwan BATAN yang ada sekarang, keamanan dan potensi instalasi nuklir nasional yang ada sudah semakin baik. Perkembangan teknologi global kini juga turut menjadikan teknologi nuklir memiliki manfaat yang semakin beragam dan strategis untuk kemajuan suatu bangsa. Atas pertimbangan itu kami Tim Kajian Nuklir PPI Dunia menilai Indonesia sudah bisa mulai melirik serta mengambil manfaat nyata dari teknologi nuklir yang ada dalam konteks sektor energi maupun bidang non-energi untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakatnya.

Ke depan, kami dari pihak tim kajian nuklir PPI Dunia akan terus mendalami perkembangan potensi teknologi nuklir nasional dan global terkini serta pemanfaatannya untuk kesejahteraan luas masyarakat bangsa Indonesia. Kami tim kajian nuklir PPI Dunia mendukung agar potensi nuklir nasional di berbagai bidang dapat terus digali dan secara terukur dapat disebarluaskan pemanfaatannya sebagai bagian dari pembangunan kualitas hidup masyarakat Indonesia.

Jakarta, 30 Agustus 2017

Tim Kajian Nuklir PPI Dunia

Press release lengkap bisa diunduh dalam link berikut

Categories
Travel & Kuliner Wawasan Dunia

Lika-liku Ramadan Pertama Kala Merantau di India

Mysore – Tahun ini, menjadi pengalaman saya berpuasa sendirian jauh dari keluarga dan Tanah Air. Sejak akhir Juli 2016 saya harus berangkat ke India, tepatnya Kota Mysore, India Selatan, untuk menempuh S2 jurusan Mass Communication and Journalism di University of Mysore, atas sponsor pemerintah India.

Kota tempat saya tinggal sama saja dengan kota-kota di India lainnya, di mana muslim menjadi minoritas. Tentu tidak hanya muslim, karena India mengakui semua agama. Kita bisa menemui orang-orang dengan keyakinan yang tidak kita temui di Indonesia. Misalnya Baha’i, Zoroaster, hingga Yahudi.

Karena Islam menjadi minoritas, saya tidak boleh berekspektasi lebih selama menjalani Ramadan di sini. Ekspektasi dalam arti suasana yang biasa kita dapatkan di Indonesia saat bulan Ramadan.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Untungnya, rumah tempat saya tinggal cukup dekat dengan masjid, sekitar 3 kilometer. Jadi saya masih kedengaran suara azan.

Eits.. meskipun masjid, tapi saya tidak bisa pergi ke sana. Di India, masjid hanya diperkenankan untuk lelaki. Sedangkan perempuan beribadah di rumah saja.

Berdasarkan keterangan teman-teman muslim di sini sih, hal itu terkait dengan budaya masyarakat Islam di India. “Perempuan lebih baik salat di rumah karena lebih aman”. Itulah mayoritas jawaban yang saya himpun dari teman-teman muslim di sini.

Namun setelah saya telisik lebih jauh, itu karena muslim sunni India berkiblat pada mazhab Imam Hanafi. Singkatnya yang saya pahami, dalam mazhab Imam Hanafi, banyak yang lurus berpatok pada hadis yang memang salah satu isinya mengatakan perempuan hukumnya sunah untuk salat jemaah di masjid.

Rupanya itu yang menggiring pada keadaan budaya muslim di sini, di mana jarang sekali bisa menemukan perempuan salat di masjid. Bahkan pada perayaan hari-hari besar Islam.

Selain perempuan yang tidak diperkenankan salat di masjid, perempuan muslim di India selalu menggunakan abaya berwarna hitam, dengan hijab yang dililitkan di kepala. Ada yang sangat ditata dengan sangat syar’i, menggunakan burqa, hingga dililitkan apa adanya. Yang penting warnanya hitam.

Nah, kalau yang ini memang murni karena budaya. Entah apa yang mendasari perempuan muslim di sini mengenakan abaya berwarna hitam terus sehari-hari. Tapi ada juga sih yang moderat, busananya bisa warna-wani, walau jarang sekali kita bisa menemukan yang seperti itu.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Salah satu teman saya termasuk moderat. Lucunya, perjalanan ke kampus dia tetap mengenakan abaya hitam. Sesampainya di kampus, dia menggantinya dengan busana muslim berwarna-warni. Tidak hanya teman saya, saya amati beberapa pelajar muslimah lainnya juga mereka melakukan hal yang sama. Haha..

Yang penting bagaimana cara kita beribadah masih sama. Teman-teman muslim yang saya kenal, puasa dengan baik. For your information, di sini puasa hanya lebih lama satu jam dari Indonesia. Azan Magribnya sekitar pukul 19.00 waktu setempat, seiring dengan tenggelamnya matahari di India.

Dan selama Ramadan ini, saya disibukkan dengan persiapan final exam. Hal ini cukup membuat pikiran saya terdistraksi, lupa pentingnya membuat takjil, lupa memikirkan makanan enak apa untuk berbuka. Bahkan selama Ramadan ini semua masakan yang saya masak rasanya hambar (ya iyalah, masaknya pas puasa). Yang penting, puasa dan ujian lancar.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Bila rindu suasana Ramadan, saya ajak teman Indonesia ke lokasi muslim membeli samosa buat takjil. Asal tahu saja, filling samosa di India itu kalau hari-hari biasa cuma kentang dan bawang merah. Tahu kan ya, orang India mostly vegetarian.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Di kota saya, beli daging sapi pun harus blusukan dulu. Menurut teman Indonesia yang sudah lebih dulu di sini, snack seperti samosa isi daging menjadi panganan wajib yang harus diburu saat puasa. Daging apa? Macam-macam, ada filling ayam, ikan, kambing, sapi, dan salah satu yang ekstrem misalnya otak kambing, haha. Enak kok, saya sudah pernah coba.

*) Dinda Lisna Amilia adalah mahasiswa S2 jurusan Mass Communication and Journalism, University of Mysore, India; anggota Biro Pers PPI Dunia dan Divisi Humas dan Publikasi PPI India.

Categories
Asia dan Oseania PPI Negara

Warna-Warni Holi, Tanda Musim Semi Dimulai

Setiap bulan Maret, masyarakat India baik yang berada di India ataupun di luar India merayakan Festival Holi. Festival yang menandakan berakhirnya musim dingin dan dimulainya musim semi ini mampu menarik minat masyarakat luas untuk merayakannya. Turis pun ramai berdatangan ke kota-kota yang berhubungan dengan Dewa Krishna seperti Mathura, Vrindavan.

Selain di India, masyarakat Nepal, Bangladesh bahkan Indonesia juga ikut merayakan. Konjen India di Denpasar Bali setiap tahunnya juga ikut mengundang masyarakat untuk merasakan serunya ditaburi bubuk warna-warni. Nah, sebagai mahasiswa Indonesia di India apakah kami ikut merayakan? Tentu saja, meskipun ada dramanya hehe…

Holi kali ini bertepatan dengan ujian, jadi kami tidak bisa merayakan tepat di hari H. Setelah bolak-balik rapat dengan kakak kelas dan adik kelas, akhirnya kami putuskan untuk merayakan Holi di hari terakhir ujian. Kami korbankan kakak kelas untuk minta ijin ke kepala sekolah juga bapak ibu asrama.

Seperti biasanya kami hanya main tabur-tabur bubuk warna, tanpa semprotan air juga api unggun. Hemat air kakak, nanti air habis nggak bisa mandi bagaimana. Acara dimulai jam 6 sore, dipusatkan di lapangan kampus dan tentu saja dilaksanakan terpisah antara mahasiswa dan mahasiswi. Seru? Banget. Lebih seru lagi waktu antri mandi dan bersihkan warna yang masih menempel di wajah.

Sebagai pemain Holi kawakan, saya punya beberapa tips merayakan Holi secara baik dan benar yang bisa dilihat dibawah ini. Jadi semua senang dan acara perayaan Holi bisa lancar.

  1. Jangan ugal – ugalan dalam melempar warna, meskiupun nggak ada yang marah kalau kalian melempar warna tapi sebaiknya berhati-hati kalau ada anak kecil atau orang tua yang ikut main. Jangan sampai mereka kelilipan atau malah sesak nafas. Re to the pot urusannya. Dan tolong jangan oleskan bubuk warna itu ke hewan seperti anjing, kucing atau sapi yang kebetulan melintas.
  2. Save water! Meskipun memang seru kalo kita semprot air warna atau bikin teman kita basah kuyup setelah itu diolesin warna-warna mending jangan pakai air deh. Bukannya sok-sokan hemat air, tapi kalau pakai air warna yang nempel di kulit kita susah hilangnya. Trus muka kita bukannya jadi warna-warni malah jadi hitam legam. Nggak kece kan?
  3. Pakai kacamata. Lindungi mata anda, karena sesungguhnya kelilipan bubuk warna itu perihnya tiada dua. Terutama yang rawan alergi.
  4. Pakai baju putih atau warna terang lainnya. Kenapa? Baju warna putih dan warna terang lainnya bikin warnanya makin kelihatan, jadi bagus difotonya. Hehe. Dan jangan buang bajunya, cuci trus pakai lagi deh tahun depan (mak irit)
  5. Tahan nafas waktu mereka lempar atau oles bubuk warnanya. Jadi nggak bakalan batuk – batuk kena bubuknya
  6. Ambil plastik bungkus bubuk warnanya dan buang ke tempat sampah. Kebersihan adalah sebagian dari Iman bukan? Bersih pangkal sehat toh?
  7. Selesai main cepat mandi dan keramas, kalau warnanya masih nempel di kulit oleskan baby oil atau minyak kelapa. Jangan malah digosok-gosok dengan sabun, nanti iritasi.

Jadi sudah siap main Holi tahun depan?

Penulis:
Adhihayu Arcci Maharddhika, S.Pd
Bachelor of Ayurvedic Medicine and Surgery (BAMS)
Aroor Laxmi Narayana Rao Memorial Ayurvedic Medical College. Koppa.

 

Categories
Berita Eropa dan Amerika Festival Luar Negeri PPI Dunia PPI Negara

Perwakilan PPI Hungaria, PPI Finlandia dan Noble berpartisipasi bersama Departemen Pendidikan BEM UPI Kampus Cibiru dalam acara Festival Luar Negeri dan Tes TOEFL 2017

Liputan Bandung— Tim Festival Luar Negeri kembali melebarkan sayapnya. Acara yang diselenggarakan untuk memberikan informasi mengenai beasiswa dan juga menjembatani mahasiswa, guru-guru, pascasarjana dan masyarakat umum untuk mengetahui tingkat kemampuan TOEFL nya ini mengangkat tema yang sangat menarik “Get Scholarship, Hold The World For Smart Education” pada hari Minggu, 26 Maret 2017  kemarin di Aula Lt.3 UPI Kampus Cibiru. Ini merupakan kerja sama departemen pendidikan BEM UPI kampus Cibiru dengan perwakilan PPI Hungaria dan PPI Finlandia serta Noble sebagai narasumbernya.

Direktur UPI Kampus Cibiru, Dr. H. Asep Herry Hernawan, M.Pd. secara resmi membuka acara yang kemudian dilanjutkan dengan seminar yang akan disampaikan oleh empat pembicara, yaitu perwakilan PPI Hongaria, Niken Larasati, S.MB.MSM, perwakilan PPI Finlandia, D.T. Alysa Bachtiar, S.Sos. M.A, Zaenal Abidin, S.Pd dan Sri Mulyatie, S.Pd. Niken Larasati, S.MB.MSM selaku perwakilan dari PPI Hongaria dalam kesempatannya banyak menjelaskan mengenai studi di negara Hongaria terkait hal-hal apa saja yang perlu dipersiapkan apabila seseorang ingin mendapatkan beasiswa di negara Hongaria, biaya hidup, keuntungan-keuntungan yang didapat ketika menjadi pelajar di negara Hongaria, sistem pendidikannya sampai kepada kebudayaan masyarakat Hongaria itu sendiri.

Hal serupa juga dijelaskan oleh Alysa Bachtiar selaku perwakilan dari PPI Finlandia, yang menjelaskan tentang studi di negara Finlandia. Mulai dari sistem pendidikannya, bagaimana caranya menghadapi culture shock sampai pada kehidupan Muslim di negara tersebut. Berbeda hal nya dengan Zaenal Abidin yang merupakan lulusan dari UPI Kampus Cibiru tersebut, yang berhasil mendapatkan beasiswa LPDP dalam negeri. Dalam kesempatannya beliau memberikan motivasi untuk mendapatkan beasiswa, memberikan pemahaman akan pentingnya bahasa Inggris serta pentingnya menyeimbangkan kehidupan akademik dan organisasi. “Orang yang diperlukan oleh negara ini adalah orang yang seimbang dalam kedua hal tersebut dalam artian bahwa manusia harus memiliki kebermanfaatan bagi manusia yang lain”, ujarnya.

Pembicara yang terakhir adalah Sri Mulyati, ia seorang founder dari Noble yaitu sebuah institusi yang bergerak di bidang tes Toefl. Beliau menjelaskan secara gamblang mengenai tips and trick dalam mengerjakan soal Toefl. Dengan adanya acara seperti ini para pemateri berharap dapat membantu para peserta seminar agar memiliki semangat yang tinggi untuk mencari beasiswa dimanapun berada serta memberi kesempatan bagi siapapun yang ingin mendapatkan beasiswa baik yang ada di dalam negeri maupun luar negeri.
Dalam acara kali ini beberapa stand dari berbagai perwakilan PPI Negara seperti dari India, Swedia, Finlandia dan Inggris juga hadir untuk memeriahkan acara seminar di UPI Kampus Cibiru ini. Acara ditutup dengan Tes TOEFL dari NOBLE yang dilaksanakan di Aula Lt.3 UPI Kampus Cibiru. (Red: Restu, Ed: Adam)

Galeri foto:

Categories
Berita

Simposium Asiania – Taipei 2017 Hari Pertama

Hari ini, 23 Maret 2017, telah berlangsung Simposium Taipei 2017 hari pertama. Simposium hari ini dibuka oleh Kepala Kantor Dagang dan Ekonomi Indonesia di Taipei Bapak Robert James Bintaryo, didampingi Prof. Lin Tso Yu Dean Office of General Affairs National Chengchi University (NCCU), dan Pitut Pramuji, Ketua PPI Taiwan.

Acara simposium yang diselenggarakan oleh PPI Taiwan dan PPI Asia-Oseania ini dihadiri oleh delegasi PPI dari beberapa negara, yaitu Tiongkok, Thailand, Filipina, Malaysia, Australia, India, dan Korea, serta perwakilan PPI kampus di Taiwan.

Mengusung tema “Transformasi Hubungan Bilateral Indonesia-Taiwan di Bawah New South Bound Policy: Retrospeksi dan Prospek Kerjasama di Masa Mendatang,” simposium hari ini menghadirkan keynote speaker Prof. Bruce Chih- Yu Chien Negotiator Trade of Negotiations Executive Yuan,  dan Prof. Makarim Wibisono, Duta Besar RI di PBB 2004-2007 yang saat ini menjabat Koordinator Europalia.

Prof. Bruce membawakan keynote speech “The New South Bound Policy” dan Prof. Makarim membawakan keynote speech “One China Policy Conundrum: What Working Practices Can and Can Not Be Done Among Indonesia and Taiwan Relation.”

Simposium dibagi dalam tiga panel. Panel pertama membahas tentang hal yang dapat dan tidak dapat dilakukan oleh fungsionaris Indonesia dan Taiwan dalam lingkungan kerja. Hadir sebagai narasumber panel 1 Anggota Komisi 8 DPR RI Arief Suditomo, Prof. Ching-Lung Tsay, Professor Bidang Asia Study Tamkang University, dan Abdul Rosyid, Pemenang Call for Paper.

Panel kedua membahas tentang peluang dan tantangan di bidang investasi, menghadirkan Yanuar Fajari, Asisten Senior Bidang Investasi KDEI, Muhamad Lutfi Aljufri, Pemenang Call for Paper, serta Founder dan CEO Out of The Box Consultancy, Dr. Mignone Man-Jung Chan.

Panel ketiga membahas tentang perwakilan bidang pendidikan untuk memaksimalkan manfaat bagi kedua negara. Dalam panel ini hadir sebagai narasumber Julian Aldrin Pasha, Kepala Depatemen Ilmu Politik Universitas Indonesia yang merupakan mantan Juru Bicara Kepresidenan, Wilson Gustiawan, Pemenang Call for Paper, Haryanto Gunawan, Konsultan Senior Elite Study of Taiwan, dan Paramitha Ningrum, Dosen Hubungan Internasional Binus University.

 

Simposium ini didukung oleh Bank Mayapada, Taiwan Economic and Trade Office (TETO), Institute of International Relation (IIR) NCCU, dan Kantor Dagang dan Ekonomi Indonesia (KDEI) di Taipei.

Categories
Timur Tengah dan Afrika

Mahasiswa Indonesia Ikut Serta dalam KFUPM Cultural Day 2017

Liputan Dhahran – Rabu, 1 Maret 2017, KFUPM (King Fahd University of Petroleum and Minerals), Dhahran, Arab Saudi menyelenggarakan Cultural Day yang diikuti oleh Indonesia, Bosnia Herzegovina, Bangladesh, India, Sudan, Suriah, Mesir, Nigeria, Kamerun, Maladewa, Palestina dan Yaman. Ini adalah kali kedua Indonesia ikut serta dalam kegiatan KFUPM Cultural Day.

Pada acara tersebut, mahasiswa Indonesia membawa tema tentang perayaan tujuh belasan di Indonesia, juga menampilkan video infografis Indonesia serta menampilkan atraksi berupa permainan tradisional yang menarik sepertu enggrang dan bakiak. Perlombaan tersebut diikuti opleh peserta dengan antusias karena adanya interaksi dan partisipasi yang luar biasa dari para penonton selama kegiatan berlangsung.

Cultural Day 2017

Acara kemudian dilanjutkan di stand masing-masing Negara yangs udah disediakan oleh para panitia. Pada boiot session, para peserta stand berkesmpatan untuk mengenalkan kebudayaan mereka masing-masing seperti makanan  tradisional dan pakaian tradisional. Kali ini Indonesia berhasil memperkenalkan beberapa makanan tradisional ala Indonesia seperti pecel, tumpeng, bubur kacang hijau,  berbagai macam gorengan, kue kukus, sambal kacang serta dadar gulung. Para pengunjung pun sangat antusias sekali mencoba satu persatu makanan yang disediakan di dalam stand.

PPMI Dhahran sebagai wadah organisasi mahasiswa Indonesia di KFUPM menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung untuk mensukseskan acara ini, juga terima kasih kepada KBRI Riyadh, PPMI Qassim, serta semua pihak yang telah datang mengunjungi stand Indonesia pada acara kali ini. (Red: PPMI Dhahran/ Ed: Amir)

Page 1 of 3
1 2 3