logo ppid

Kita tahu bahwa banyak negara di dunia ini memiliki sejuta fakta menarik. Kali ini, kita ingin mengulas tentang bagaimana sih opini sebenarnya pelajar Indonesia yang sedang kuliah di berbagai negara di luar sana dan jauh lebih familiar dengan fakta-fakta unik kerap tersebar?

Melalui program kerja 'Living Abroad', tim Pusat Informasi Umum PPI Dunia 2019/2020 tiap bulannya akan membagikan fakta unik tentang sebuah negara yang dilengkapi dengan opini mahasiswa Indonesia di negara tersebut.

Setelah artikel tentang Brunei Darussalam kemarin, kali ini negara kita akan membahas Finlandia. Sumber opini yang terpapar di artikel ini adalah Kak Fasidah Alimuddin (Mahasiswa S2 Learning, Education, and Technology di Universitas Oulu) dan Kak Amila Pramianshar (Alumni Global Management Innovation and Technology di Universitas Teknologi Lappeenranta).

  1. Karena letaknya di belahan utara dunia (dekat dengan wilayah Kutub Utara), iklim di Finlandia relatif selalu dingin.

Betul sekali, dibandingkan dengan Negara Indonesia, suhu udara di Finlandia relatif lebih dingin, terutama di Oulu yang letaknya di bagian utara Finlandia. Namun, summer heat juga terkadang menerjang Finlandia, sehingga suhunya bisa mencapai lebih dari 32oC. Terlebih lagi, sejak adanya global warming, suhu udara di Finlandia ketika musim dingin cenderung lebih 'tinggi' dari biasanya. Contohnya, suhu di bulan Januari umumnya berkisar -20oC sampai -30oC, tetapi sekarang hanya sampai -10oC. Jadi dampak pemanasan global amat sangat terasa di sini.

2. Dikenal sebagai negara dengan pendidikan terbaik di dunia.

Selain aspek otonomi belajar, banyaknya waktu untuk bermain dan mengasah keterampilan lainnya, budaya membaca di Finlandia juga meningkatkan kualitas pendidikan mereka. Seperti yang kita tahu, buku adalah jendela dunia. Banyaknya jumlah perpustakaan, ketersediaan buku, dan fasilitas yang menunjang memudahkan akses bagi masyarakat Finlandia untuk mendapatkan berbagai macam buku bacaan. Proses peminjaman buku pun sangat mudah dan tidak dipungut biaya sepeser pun. Selain itu, budaya membaca sudah dibiasakan sejak dini. Tidak jarang kami temui anak-anak membaca buku di transportasi dan sarana umum lainnya. Maka dari itu, ayo teman-teman, kita biasakan budaya membaca untuk mengasah kemampuan otak kita.

3. Negara asal ponsel merek Nokia yang dulu sempat menjadi yang ter-hits di dunia.

Sampai sekarang pun merek Nokia masih terkenal. Sebenarnya, Nokia merupakan nama sebuah kota kecil di bagian tengah Finlandia. Selain itu, merek Nokia juga terkenal di Finlandia sebagai merek ban mobil dan sepeda. Terlebih lagi, games populer 'Angry Bird' juga berasal dari Negara Finlandia.

4. Memiliki tingkat kebahagiaan penduduk paling tinggi di dunia.

Fakta yang satu ini ada benarnya dalam segi work-life balance, kebebasan berekspresi, kualitas hidup, dan kebutuhan dasar yang terpenuhi, bahkan sejak sebelum lahir. Misalnya, sekolah dan kesehatan gratis, dana bantuan anak, serta cuti berbayar untuk para orang tua yang baru mempunyai bayi. Namun, belum tentu kebahagiaan itu berarti senyum dan gembira. Tingkat depresi di sini juga sangat tinggi, sangat kontradiktif bukan? Hal ini dikeranakan musim dingin yang gelap dan lama, sehingga kurangnya sinar matahari yang dapat mengurangi tingkat depresi kita.

5. Merupakan negara yang aman dengan tingkat kriminalitas yang rendah.

Barang berharga seperti telepon genggam dan dompet tidak akan hilang walaupun tertinggal di kendaraan umum atau hanya diletakkan sealakadarnya di perpustakaan. Walau ada kasus-kasus tertentu seperti, misalnya, sebuah sepeda mahasiswa yang dibongkar dan diambil beberapa parts-nya, kejadian ini sangat langka terjadi.

7. Sauna adalah bagian dari budaya orang Finlandia (Finns).

Setiap rumah pasti memiliki sauna. Salah satu kebiasaan yang lumayan aneh, yaitu mereka bersauna tanpa busana atau naked. Tentu ini sangat berbeda dengan budaya Indonesia, dimana kita masih mengenakan bathsuit atau swimsuit. Tapi jangan khawatir, karena pada umumnya, sauna dipisah menjadi khusus wanita dan khusus pria. Tapi, ini tidak mencoret fakta unik lainnya bahwa sauna campur juga ada loh!

8. Masyarakat Finlandia sangat menghargai personal space.

Orang-orang Finlandia lumayan pendiam dan tidak suka berbasa-basi. Tidak heran jika di transportasi umum tidak ada suara sama sekali. Meskipun mereka saling kenal, mereka tidak ngobrol dengan satu sama lain, kecuali benar-benar ada hal yang ingin diperbincangkan. Sangat berbeda dengan orang Indonesia yang gemar beramah-tamah bukan?

9. Merupakan bahasa tersulit di dunia.

Menurut mahasiswa Indonesia di sana, walaupun menantang, bahasa Finlandia masih bisa dipelajari. Tapi, memang tetap ada sedikit kesulitan dengan tulisan dan cara pengucapannya karena beberapa huruf tidak ada di bahasa-bahasa manapun. Misalnya seperti hyvää yötä yang berarti selamat malam.

10. Aurora atau Northern light dan Sinter Klas.

Kedua hal ini menjadi magnet bagi para wisatawan. Lapland d Rovaniemi adalah tempat paling strategis untuk menyaksikan keindahan aurora. Selain itu, di sana juga terdapat wisata Sinter Klas yang sangat ramai dengan turis-turis di bulan November sampai Januari dikarenakan musim dingin dan suasana natalnya.

11. Negara dengan prime minister yang termuda.

Dilansir dari The Guardian, Finlandia dipimpin oleh Perdana Menteri yang paling muda di dunia. Namanya adalah Sanna Marin. Wanita berusia 34 tahun ini bekerja melayani masyarakat Finlandia sejak dilantik pada tanggal 10 Desember 2019.

Berikut adalah fakta unik dari negara Finlandia yang sudah di proofread and approved oleh Kak Fasidah Alimuddin dan Kak Amila Pramianshar. Bagi yang ingin bertanya-tanya lebih lanjut, silakan langsung menghubungi staf Pusat Informasi Kemahasiswaan PPI Dunia 2019/2020. Semoga bermanfaat!

***

Penulis Pusat Informasi Kemahasiswaan PPI Dunia 2019/2020
Editor Zhafira Aqyla S. S., staf bidang Mass Media, Pusat Komunikasi, Pusat Media dan Komunikasi PPI Dunia 2019/2020

Hari buku nasional ditetapkan setiap tanggal 17 Mei bertepatan dengan berdirinya Perpustakaan Nasional pertama kali di Indonesia pada tanggal 17 Mei 1980. Peringatan hari buku nasional juga ditujukan untuk meningkatkan minat membaca masyarakat Indonesia.

Pada hari Senin (15/5/17), PPI Dunia menghadirkan dua pelajar Indonesia masing-masing dalam diskusi dua siaran RRI Voice of Indonesia mengenai Hari Hak Asasi Manusia. Dua mahasiswi tersebut adalah Gusti Chysta Sarah (PPI Finlandia) dalam program Youth Forum dan Alanda Kariza (PPI UK) dalam program KAMU (KAmi yang Muda).

“Harus diakui bahwa minat membaca di Indonesia masih jauh di bawah minat membaca di negara lain khususnya seperti di Finlandia. Indonesia dapat belajar dari Finlandia dengan menumbuhkan minat membaca sejak usia dini karena perilaku dibentuk oleh kebiasaan yang sering dilakukan,” terang mahasiswi yang melanjutkan studinya di Finlandia tersebut.

“Pada beberapa kalangan, minat membaca kurang juga disebabkan karena ketidakmampuan memiliki buku-buku. Perpustakaan sudah cukup baik tetapi harus disempurnakan dengan menambah variasi koleksi buku dan buku yang terkini,” ungkap Chysta dalam program Youth Forum.

“Jumlah buku yang dicetak di Indonesia masih jauh lebih rendah dibandingkan negara lain. Dukungan terhadap industri buku perlu terus diperhatikan agar terus meningkat, yang secara tidak langsung dapat menumbuhkan minat membaca sekaligus minat menulis di Indonesia. Harga buku diharapkan dapat disesuaikan dengan sasaran,” ungkap mahasiswi yang melanjutkan studinya di Britania Raya tersebut.

“Akses untuk membaca buku sudah terus ditingkatkan oleh berbagai pihak. Misalnya aplikasi iJakarta yang memberikan kesempatan semua orang untuk akses buku dan pembentukan taman baca oleh beberapa komunitas. Hanya saja belum seluruh masyarakat yang mengetahui dan memanfaatkannya,” terang Alanda dalam program Kami yang Muda.

Chysta dan Alanda menyatakan bahwa minat membaca harus terus dibina sejak dini. Membaca dapat memberikan banyak informasi yang kelak berguna, baik untuk kehidupan maupun karir selanjutnya. Bagi konsumen buku, diharapkan juga meningkatkan minat membaca terutama buku karangan penulis dalam negeri yang tidak kalah bagusnya dengan buku karangan penulis internasional.

 

(CA/F)

Buku adalah jendela dunia. Tentu kalimat ini sudah tidak asing lagi terdengar di telinga kita semua. Ya, buku memang memiliki peran besar dalam kehidupan, tidak terkecuali dalam pembangunan nasional. Bahkan, pemerintah telah menetapkan 18 Mei sebagai Hari Buku Nasional. Sahabat PPI Dunia sekalian tentu penasaran kan apa saja makna Hari Buku Nasional serta serba-serbinya? Jangan lewatkan siaran PPI Dunia Senin, 8 Mei 2017 bersama Gusti Chysta Sarah Islami (PPI Finlandia) dalam Youth Forum pada pukul 10.30 WIB dan Alanda Kariza (PPI UK) dalam KAMU (Kami yang Muda) pada pukul 11.30 WIB. Tentunya hanya di Radio RRI, Voice of Indonesia!

 

Liputan Bandung— Tim Festival Luar Negeri kembali melebarkan sayapnya. Acara yang diselenggarakan untuk memberikan informasi mengenai beasiswa dan juga menjembatani mahasiswa, guru-guru, pascasarjana dan masyarakat umum untuk mengetahui tingkat kemampuan TOEFL nya ini mengangkat tema yang sangat menarik “Get Scholarship, Hold The World For Smart Education” pada hari Minggu, 26 Maret 2017 kemarin di Aula Lt.3 UPI Kampus Cibiru. Ini merupakan kerja sama departemen pendidikan BEM UPI kampus Cibiru dengan perwakilan PPI Hungaria dan PPI Finlandia serta Noble sebagai narasumbernya.

Direktur UPI Kampus Cibiru, Dr. H. Asep Herry Hernawan, M.Pd. secara resmi membuka acara yang kemudian dilanjutkan dengan seminar yang akan disampaikan oleh empat pembicara, yaitu perwakilan PPI Hongaria, Niken Larasati, S.MB.MSM, perwakilan PPI Finlandia, D.T. Alysa Bachtiar, S.Sos. M.A, Zaenal Abidin, S.Pd dan Sri Mulyatie, S.Pd. Niken Larasati, S.MB.MSM selaku perwakilan dari PPI Hongaria dalam kesempatannya banyak menjelaskan mengenai studi di negara Hongaria terkait hal-hal apa saja yang perlu dipersiapkan apabila seseorang ingin mendapatkan beasiswa di negara Hongaria, biaya hidup, keuntungan-keuntungan yang didapat ketika menjadi pelajar di negara Hongaria, sistem pendidikannya sampai kepada kebudayaan masyarakat Hongaria itu sendiri.

Hal serupa juga dijelaskan oleh Alysa Bachtiar selaku perwakilan dari PPI Finlandia, yang menjelaskan tentang studi di negara Finlandia. Mulai dari sistem pendidikannya, bagaimana caranya menghadapi culture shock sampai pada kehidupan Muslim di negara tersebut. Berbeda hal nya dengan Zaenal Abidin yang merupakan lulusan dari UPI Kampus Cibiru tersebut, yang berhasil mendapatkan beasiswa LPDP dalam negeri. Dalam kesempatannya beliau memberikan motivasi untuk mendapatkan beasiswa, memberikan pemahaman akan pentingnya bahasa Inggris serta pentingnya menyeimbangkan kehidupan akademik dan organisasi. “Orang yang diperlukan oleh negara ini adalah orang yang seimbang dalam kedua hal tersebut dalam artian bahwa manusia harus memiliki kebermanfaatan bagi manusia yang lain”, ujarnya.

Pembicara yang terakhir adalah Sri Mulyati, ia seorang founder dari Noble yaitu sebuah institusi yang bergerak di bidang tes Toefl. Beliau menjelaskan secara gamblang mengenai tips and trick dalam mengerjakan soal Toefl. Dengan adanya acara seperti ini para pemateri berharap dapat membantu para peserta seminar agar memiliki semangat yang tinggi untuk mencari beasiswa dimanapun berada serta memberi kesempatan bagi siapapun yang ingin mendapatkan beasiswa baik yang ada di dalam negeri maupun luar negeri.
Dalam acara kali ini beberapa stand dari berbagai perwakilan PPI Negara seperti dari India, Swedia, Finlandia dan Inggris juga hadir untuk memeriahkan acara seminar di UPI Kampus Cibiru ini. Acara ditutup dengan Tes TOEFL dari NOBLE yang dilaksanakan di Aula Lt.3 UPI Kampus Cibiru. (Red: Restu, Ed: Adam)

Galeri foto:

Hari Hak Asasi Manusia: Hargailah perbedaan pendapat

Hari Hak Asasi Manusia (HAM) diperingati setiap tanggal 12 Desember sebagai bentuk penghormatan terhadap proklamasi Deklarasi Universal Hak Asasi Manusia pada 10 Desember 1948 oleh Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa. Di Indonesia, pengaduan paling banyak adalah mengenai hak atas kesejahteraan, seperti sengketa kepemilikan tanah dan kepegawaian.

Pada hari Senin (12/12/16), PPI Dunia menghadirkan dua pelajar Indonesia masing-masing dalam diskusi dua siaran RRI Voice of Indonesia mengenai Hari Hak Asasi Manusia. Dua mahasiswa tersebut adalah Leroy Christian Purnama, mahasiswa International Business di Universitas Haaga-Helia, Finlandia, dalam program Youth Forum dan Patricia Iriana, mahasiswi Political & Social Cooperation and Development di Universitas Della Calabria, Italia dalam program KAMU (KAmi yang Muda).

“Edukasi adalah sesuatu kesempatan yang sangat berharga yang harus dimanfaatkan seoptimal mungkin. Tidak ada alasan untuk meninggalkan sekolah apalagi karena bully atau perkara lainnya. Bullying di sekolah sudah merupakan pepatah lama yang termasuk kasus pelanggaran HAM. Peran guru sangat penting dalam meminimalisir hal ini untuk menciptkan lingkungan sekolah yang nyaman dan kondusif,” terang Leroy,mahasiswa yang sedang melanjutkan studinya di Finlandia tersebut.

“Sebagai seorang pemuda, kita harus paham mengenai makna dan cara menjunjung tinggi Hak Asasi Manusia. Pertama kita harus tahu bagaimana cara menghargai diri sendiri dan kemudian yang paling mendasar adalah menghargai orang lain, misalnya menghargai teman yang memiliki pendapat berbeda dalam suatu hal,” tegas Leroy dalam program Youth Forum.

“Perbedaan sistem penghormatan pemerintah terhadap Hak Asasi Manusia memang lebih baik di Italia dalam konteks lebih memberikan kesempatan untuk aktualisasi diri,” lanjut Patricia, mahasiswi yang sedang melanjutkan studinya di Italia tersebut.

“Hendaknya seorang harus selalu memperhatikan toleransi terhadap hak orang lain ketika mengutarakan pendapat. Teruslah membangun dari pribadi sendiri untuk membentuk karakter yang lebih baik dan positif. Dalam bentuk pendapat berupa demonstrasi, itu lazim tetapi harus tetap didasari dengan rasa tanggung jawab dengan tidak melanggar hak asasi orang lain, dan tetap dalam satu rasa persatuan NKRI,” terang Patricia dalam program Kami yang Muda.

Baik Leroy maupun Patricia menyatakan bahwa, perkembangan dunia maya tidak terbendung dalam memberikan pengaruh positif maupun negatif terhadap hal positif dan negatif dalam cara HAM. Solusi yang paling tepat adalah edukasi agar seseorang secara individual tidak terpengaruh dengan hal-hal negatif yang disodorkan. Peran keluarga juga penting dalam menanamkan hal-hal positif dan cara menyikapi sesuatu.

Dengan ini, akan membentuk masyarakat yang bersikap cerdas dalam beropini di dunia maya.

(CA/AASN)

Voice of Indonesia: Tanggal 10 Desember setiap tahunnya diperingati sebagai Hari Hak Asasi Manusia sebagai bentuk penghormatan untuk Majelis Umum PBB yang mengadopsi dan memproklamasikan Deklarasi Universal Hak Asasi Manusia.

Jangan lewatkan diskusi menarik RRI Voice of Indonesia dengan dua pelajar Indonesia mengenai topik ini Senin, 12 Desember 2016, pukul 10.30 dan 11.30!

Hari/ Tanggal : Senin, 12 Desember 2016

Narasumber 1 : Leroy Christian Purnama

University : International Business, Universitas Haaga-Helia, Finlandia

Tema : Youth Forum (English Based)

Pukul : 10.30 WIB (3.30 UTC)

Narasumber 2 : Patricia Iriana

University : Political & Social Cooperation and Development, Universitas Della Calabria, Italia

Tema : KAMU (Kami Yang Muda) (Bahasa Indonesia Based)

Pukul : 11.30 WIB (4.30 UTC)

whatsapp-image-2016-12-11-at-4-00-23-pm

Nordic Baltic Indonesian Scholar Conference (NBISC) adalah acara konferensi tahunan yang digelar oleh Perhimpunan/Persatuan Pelajar Indonesia (PPI) yang berada di wilayah Nordik dan Baltik yaitu PPI Finlandia, PPI Denmark, PPI Swedia, PPI Norwegia dan PPI Estonia. Konferensi yang akan dilaksanakan untuk ketiga kalinya ini akan diadakan di Helsinki selama dua hari, yaitu pada tanggal 12 dan 13 November 2016 (Sabtu dan Minggu). Secara umum, konferensi ini bertujuan sebagai ajang bertemu dan berdiskusi antar para akademisi, peneliti, dan pelajar Indonesia yang berada di wilayah Nordik dan Baltik.

Sejarah:
NBISC pertama dilaksanakan pada tanggal 4 Oktober 2014 di Copenhagen oleh PPI Denmark dan diresmikan oleh Bapak Bomer Pasaribu, Duta Besar Indonesia untuk Kerajaan Denmark dan Lithuania pada masa tersebut. Secara resmi PPI Nordik Baltik terbentuk pada NBISC pertama ini.

Pada tanggal 5 Desember 2015, Nordic Baltic Indonesia Scholar Conference (NBISC) kedua digelar. Acara dibuka oleh duta besar republik Indonesia untuk Swedia, Bapak Dewa Made Juniarta Sastrawan.

Tujuan: Tujuan utama diadakannya NBISC adalah untuk memetakan sumber daya diaspora Indonesia khususnya para pelajar, akademisi, peneliti, dan profesional yang berdomisili di wilayah Nordik dan Baltik. Kegiatan ini juga menjadi ajang untuk bertemu, bersosialisasi, dan berdiskusi antar pelajar, akademisi, peneliti, dan profesional dari wilayah Nordik dan Baltik, sehingga mereka dapat bertukar pikiran dan memberikan saran untuk pembangunan Indonesia.
Sisi positif lain dari interaksi tersebut adalah memunculkan kerjasama dan memperkuat ikatan keilmuan antara akademisi Indonesia di wilayah Nordik dan Baltik yang topik penelitiannya berkaitan.

Tanggal dan Tempat:
12-13 November 2016

KBRI Helsinki

Kuusisaarentie 3 00340 Helsinki Finlandia

 

 

Untuk informasi lebih lanjut mengenai event ini, silahkan klik link di bawah ini

http://nbisc.com

Liputan Jakarta, satu langkah baru yang dilakukan oleh Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) se-Dunia adalah berdiskusi dengan perwakilan Komisi X DPR RI pada Selasa, 11 Oktober 2016 lalu. Representasi PPI Dunia diwakili oleh Koordinator PPI Dunia Intan Irani, Aulia Rifada alumni PPI Pakistan, Devi Rizal alumni PPI Finlandia, Ary Bolu alumni PPI Jerman, Pitut Pramuji Ketua PPI Taiwan, dan Ayub Anggadireja PPI Taiwan.

Mereka diterima oleh Wakil Ketua Komisi X Ferdiansyah. Lingkup Komisi X sendiri meliputi bidang pendidikan, olahraga, dan sejarah dengan rekan kerja di enam kementerian, yaitu Kementerian Pendidikan dan Kebudayaaan, Kementerian Pariwisata, Kementerian Pemuda dan Olahraga, Perpustakaan Nasional, Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Bidang Pendidikan Tinggi), serta Badan Ekonomi Kreatif. Intan sendiri menyampaikan rencana aksi PPI Dunia selama setahun ke depan. ’’Berdasarkan hasil diskusi sidang komisi pada simposium Internasional Kairo tahun ini, kami membaginya dalam tujuh rencana aksi PPI Dunia,’’ ujar Intan.

Suasana diskusi antara perwakilan PPI Dunia dengan Komisi X DPR RI.

Suasana diskusi antara perwakilan PPI Dunia dengan Komisi X DPR RI.

Tujuh aksi tersebut dibagi dalam empat komisi yang akan mengkoordinir berjalannya aksi itu. Pertama adalah Komisi Pendidikan yang di-breakdown dalam empat isu, yakni revitalisasi pembangunan 100 Sekolah Dasar (SD) di Indonesia akan bekerja sama dengan sebuah LSM di Indonesia, donasi pengumpulan koin dari seluruh PPI Dunia untuk guru di Indonesia, gerakan kelas inspirasi, dan gerakan literasi (perpustakaan) yang akan bekerja sama dengan Indonesia Mengajar (IM). Kedua dalam Komisi Ekonomi, programnya adalah peningkatan perekonomian masyarakat Indonesia di level grass root, wujudnya melalui Desa Binaan untuk petani. Saat ini masih tahap survei lokasi yang akan dijadikan desa binaan, dan nantinya akan mengajarkan e-commerce kepada para petani.

Ketiga adalah Komisi Politik yang bertahan dengan Tim kajian Papua Barat sejak 2015. ’’Proses rekrutmen anggota tambahan untuk Tim Kajian Papua Barat ini baru saja ditutup,’’ imbuhnya. Keempat adalah Komisi Agama yang menarget kajian strategis mengenai isu ekstrimisme dan radikalisme yang sedang marak terjadi di Indonesia dan juga pembentukkan tim media kerohanian dari para mahasiswa dari Timur Tengah dan Afrika Selatan. Intan juga menambahkan rencana simposium PPI Dunia setahun ke depan. ’’Ada empat simposium utama, yaitu di Taiwan untuk kawasan Asia dan Oseania, di Jeddah untuk kawasan Timur Tengah dan Afrika Selatan, dan di Italia untuk kawasan Amerika Eropa,’’ ucap Intan.

Koordinator PPI Dunia, Intan Irani (tengah) sedang menyampaikan tanggapannya.

Koordinator PPI Dunia, Intan Irani (tengah) sedang menyampaikan tanggapannya.

Satu lagi yang menjadi puncak dari kepengurusannya nanti adalah Simposium Internasional PPI Dunia yang akan digelar di Inggris tahun depan. Dalam kesempatan face to face dengan perwakilan Komisi X DPR RI ini, PPI Dunia berharap pemerintah bisa mendukung rencana aksi PPI Dunia tersebut dan juga kerjasama dengan perwakilan diaspora yang tersebar di seluruh dunia. Sebab sejauh ini, PPI kerap mengalami kendala dalam bekerja sama dengan lembaga-lembaga pemerintah atau kementerian karena minimnya akses.

Foto bersama perwakilan PPI Dunia di gedung Nusantara III, DPR RI, pada tanggal 11 Oktober lalu.

Foto bersama perwakilan PPI Dunia di gedung Nusantara III, DPR RI, pada tanggal 11 Oktober lalu.

Ferdiansyah sendiri menyampaikan beberapa saran berkaitan dengan rencana aksi PPI Dunia. Misalnya, dalam simposium 2017 nanti PPI memasukkan unsur Asean Promotion agar mendapat dukungan dari Kementerian Pariwisata. Selain itu, untuk pembangunan 100 SD sebaiknya dijelaskan lebih detail mengenai peran PPI. “Nanti kita masukkan rencana aksi kalian dalam rapat POKSI dibantu Pak Bambang Sutrisno selaku sekretaris kelompok fraksi di FPG,” ujar Ferdiansyah.

(DLA/F)

Liputan Purwokerto, 9 Oktober 2016. Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Jenderal Soedirman (BEM UNSOED) yang bekerja sama dengan PPI Dunia mengadakan acara Festival of Study Abroad (FOSA) di Graha Widyatama, Purwokerto, Jawa Tengah. Acara yang bertajuk “Reinforcing Brighter Future with Study Abroad” ini bertujuan untuk memberikan informasi perihal sekolah lanjut di luar negeri dengan beberapa informan seperti delegasi dari PPI Negara, pihak beasiswa yaitu LPDP serta diskusi mengenai studi di luar negeri dengan para alumnus dan Kementrian Luar Negeri yaitu Isman Pasha.

Acara yang berlangsung selama dua hari ini diisi oleh delapan belas delegasi negara dari PPI Italia, PPI Taiwan, PPI Perancis, PPMI Pakistan, PPI Jerman, PPI Hongaria, PPI Yaman, PPMI Mesir, PPI Britania Raya, PERMIRA Rusia, PPI Brunei Darussalam, PPI Sudan, PPI Polandia, PPI Filipina, HPMI Jordania, PERMITHA Thailand, PPI Finlandia dan PPI Estonia. Setiap peserta dari delegasi memberikan presentasi selama 15 menit mengenai negara asal mereka belajar, tips dan trik kuliah di negara asal dan mengenai beasiswa di negara tersebut. Selain itu, setiap delegasi negara mendapatkan booth untuk memperkenalkan dan memberikan informasi lebih lanjut mengenai kuliah di luar negri.

Ketua panitia dari FOSA, Putri Bilqis Oktaviani mengharapkan, peserta dari acara ini, yaitu mahasiswa dan berbagai kalangan lainnya dapat memanfaatkan kesempatan ini untuk mencari informasi tentang beasiswa terkait secara gratis. Beliau juga berharap agar peserta tidak malu bertanya untuk mendapatkan informasi mengenai kuliah di luar negeri, serta mereka dapat mempersiapkan segala kebutuhan dari jauh hari.

Peserta dari acara ini tampak antusias untuk mencari informasi mengenai kuliah di luar negeri. Ajang ini juga memperkenalkan mereka tentang negara yang tidak familiar dengan mereka namun memiliki beberapa potensi beasiswa untuk mahasiswa Indonesia melanjutkan studi baik jenjang magister ataupun doktoral.

(FA,NL/F)

Estonia, Teknologi advanced manufacture forming merupakan teknologi perangkat kemiliteran yang mulai berkembang semenjak zaman revolusi industri sampai era-milenium. Berkembangnya teknologi memberikan peluang untuk meningkatnya kwalitas perangkat kemiliteran.

Agus Pramono Pelajar asal Indonesia di Tallinn Institute of Technology Estonia saat ini sedang fokus melakukan kajian pengembangan teknologi kemiliteran ini. Candidate PhD mechanical enginering ini berpendapat, pengembangan teknologi perangkat kemiliteran mulai berevolusi ketika ditemukanya teknologi tekanan tinggi oleh ilmuwan Russia Vladimir Segal pada tahun 1980-an yang dikenal dengan Equal Channel Angular Extrusion (ECAE).

Pada tahun 1990-an Ilmuwan Russia lainnya, Ruslan Z. Valiev menyempurnakan dan menerapkannya pada industri dengan nama Equal Channel Angular Pressing (ECAP) hingga menjadi produk perangkat militer dari senjata maupun peralatan kendaraan tempur.

Teknologi ini merupakan revolusi teknologi yang telah menyempurnakan teknologi konvensional seperti proses tempa, rolling, ekstrusi maupun drawing. Sedangkan teknologi lain Self-propagating High-temperature synthesis (SHS) yang dikembangkan oleh Alexander Merzhanov untuk melengkapi teknologi pada aplikasi yang mengarah ke aplikasi senjata dan mesiu.

Military Application

Military Application

Selain untuk Aplikasi perangkat kemiliteran di Eropa perusahaan seperti Metallicum telah mengkhususkan diri dalam logam berstruktur nano. Saat ini teridentifikasi lebih dari 100 pasar khusus untuk nano-metals dalam bidang aerospace, transportasi, peralatan medis, pengolahan produk olahraga, makanan dan bahan kimia serta bahan bahan piranti elektronik.

Menurut Agus, pada penghujung akhir tahun 1999 ilmuwan Jepang Nobuhiro Tsuji mengembangkan teknologi advanced manufacture forming serupa yaitu metode Accumulative Roll Bonding (ARB), Teknologi ini lebih efektif dan efisien karena tidak membutuhkan perangkat dan cetakan yang mahal.

“Aplikasi dari teknologi ARB lebih mengarah pada spare part body tank, pesawat tempur maupun kendaraan lapis baja berkekuatan tinggi, pada eksperimen terakhirnya,” jelas Agus yang juga merupakan ketua Persatuan Pelajar Indonesia (PPI) di negara tempat Ia belajar.

Dalam temuannya Tsuji telah menggunakan bahan aluminium dan baja, hanya saja teknologi ini masih memiliki keterbatasan. Untuk menghasilkan kekuatan tinggi maka proses harus dilakukan berulang bahkan sampai puluhan kali.

Penemuan teknologi perangkat kemiliteran oleh Tsuji masih menggunakan bahan logam aluminium dan sejenisnya. Cara kerjanya dengan pengulangan roll mencapai 10 kali sedangkan untuk bahan baja industri pengulangan mencapai 16 kali.

Pada tahun 2015 Agus melalui research-nya dengan metode Repetitive Press-Roll Forming (RPRF). Cara kerja metode RPRF tidak memerlukan pengulangan hingga berulang kali.

Agus yang juga merupakan Staf Pengajar di Fakultas Teknik Metalurgi Universitas Tirtayasa Banten ini sudah banyak melakukan eksperimen tentang pengembangan teknologi mulai dari ECAE, ECAP, SHS maupun ARB.

Application of SPD

“Ide RPRF diawali dari keterbatasan proses pada eksperimen ECAP, ARB dan SHS. Untuk menghasilkan kekuatan tinggi diperlukan penekanan maupun laluan siklus ekstrusi ataupun rolling berkali-kali, dengan menggunakan multiple aksial-pressing, perangkat mesin RPRF mampu mensintesa bahan logam dan komposit,” jelas pria yang hobi bermain musik ini.

Hasil dari Rancangan alat RPRF ini telah dipresentasikan di beberapa kegiatan Persatuan Pelajar Indonesia di Eropa dan Russia, diantaranya; di Helsinki pada 24 Januari 2015 dalam Forum Berbagi Ilmu yang ditayangkan secara on-line oleh PPI Finlandia, Simposium PPI Kawasan Amerika dan Eropa di Moscow, Rusia.

Menurut Agus, Indonesia perlu menetapkan secara jelas standarisasi, spesifikasi, dan perangkat kemiliteran sesuai dengan sektor pertahanan (darat, laut dan udara). Selain itu, kecakapan personil TNI berupa keahlian dalam perangkat kemiliteran perlu dimaksimalkan lagi.

Gus Pram sapaan ketua PPI Estonia ini tidak asing bagi rekan-rekan Perhimpunan Mahasiswa Indonesia di Rusia (PERMIRA) karena disela sela kesibukannya sebagai mahasiswa doktoral dan sebagai ketua PPI di Estonia, Gus Pram cukup aktif mengisi kegiatan-kegiatan PERMIRA.

Nordic-Baltic Simposium

Nordic-Baltic Simposium

Materi terkait teknologi hasil inovasi teknologi RPRF juga pernah disampaikan pada Konferensi Persatuan Pelajar Indonesia Nordik Baltik di Stockholm yang diselenggarakan oleh PPI Swedia pada 5 Desember 2015 lalu.

Dalam pemaparannya Gus Pram berharap agar Indonesia juga menerapkan metode RPRF untuk perangkat kemiliteran di semua sektor fabrikasi pembuatan perangkat kemiliteran.

Menurutnya hasil rekomendasi yang pernah dituangkan dalam kesepakatan pelajar-pelajar Amerika-Eropa yang berupa manivesto moskow, dalam penelusuran literaturnya teknologi Advenced Manufacture Forming akan diterapkan oleh Russia dan Negara-negara anggota NATO pada perangkat ALUTSISTA yang mulai diproduksi pada tahun 2020.

“Saya berharap Indonesia bisa menjadi negara pertama yang akan menerapkan teknologi advanced manufacture forming ini,” tutup Agus. (Red.AP, Editor Dewi)

Copyright © 2021 PPI Dunia
All rights reserved
Mayapada Tower 1, Lt.19, Jl. Jend. Sudirman, Kav. 28
Jakarta Selatan 12920