Categories
Berita PPI Negara Timur Tengah dan Afrika

HPMI Yordania Ikuti Diskusi “ASEAN and Middle East: Future Relation” 

JORDAN – Perwakilan Himpunan Pelajar dan Mahasiswa Indonesia (HPMI) Jordan mendapat kesempatan untuk hadir dalam Kuliah Umum ASEAN bertajuk “ASEAN and The Middle East: Trajectories for future relations” yang digelar oleh The Committee of The Association of Southeast Asian Nations (ASEAN), Jordan Institute of Diplomacy (JID) dan Kementerian Luar Negeri Jordan pada Selasa (21/10/2017). Acara yang diadakan di Jordan Institute of Diplomacy, Amman itu dihadiri oleh ratusan peserta dari kalangan para diplomat, pejabat pemerintahan, pebisnis, praktisi dan pelajar.

Acara dibuka dengan sambutan dari Andy Rachmianto selaku Duta Besar RI untuk Yordania dan Palestina. Kuliah umum yang disampaikan oleh eksekutif direktur Centre for Strategic and International Studies (CSIS) Jakarta dan pakar politik dari Indonesia, Dr. Philip Jusario Vermonte itu dimulai pada pukul 10.00 waktu setempat dan dilanjutkan dengan sesi tanya jawab yang dimoderatori oleh Lina Arafat, Direktur Jordan Institute of Diplomacy.

Dalam paparannya, Philip menekankan tiga hal yaitu: politik dan keamanan; ekonomi dan perdagangan; dan hubungan persahabatan. Ia mengawali dengan memaparkan berbagai modal kesamaan yang dimiliki antara regional Asia Tenggara (ASEAN) dan Timur Tengah (Middle East). Pertama, sama-sama beranggotakan negara-negara berkembang yang punya orientasi untuk memajukan negaranya. Kedua, persamaan agama sehingga bisa saling tukar pikiran dalam pengelolaan hubungan antar umat beragama. Ketiga, kebutuhan akan keamanan dalam negeri dan regional dalam menciptakan kedamaian dan dalam menghadapi radikalisme yang sedang berkembang di wilayah regional masing-masing. Terakhir, pertukaran budaya dan perdagangan yang seharusnya memudahkan interaksi antar individu di kedua regional untuk penguatan hubungan persahabatan.

Dalam aspek politik dan keamanan, beberapa hal menjadi poin utama kesamaan antara ASEAN dengan Timur Tengah. Salah satunya ialah penerapan sistem demokrasi dalam pemerintahan negara. Selain itu, telah terbentuk kerjasama bidang industri pertahanan dan keamanan dalam pengadaan alat-alat perlengkapan dan perbaikan kecanggihannya di antara anggota ASEAN dengan negara-negara Timur Tengah. Yang berikutnya perang melawan terorisme, telah terjalin kerjasama dalam bidang pemberantasan terorisme yang dilakukan antar dua negara. Singapura dengan Yordania, Malaysia dengan Turki berkolaborasi dalam perlawanan terhadap terorisme, sementara Indonesia dengan Yordania dalam hal tukar-menukar informasi intelijen dan program deradikalisasi.

“It is known that countries in both regions have established a various of cooperations related to security and the fight against terrorism,” kata Philip ketika memaparkan kerjasama antar region dalam bidang keamanan politik. “Such as the exchange of defence equipment and expertise, information and intelligence sharing, interfaith dialogues, and many more,” tambahnya.

Di sisi ekonomi, Philip menerangkan bahwa tercatat telah lama terbentuk beberapa kerjasama dan perdagangan yang berlangsung antar ASEAN dengan Gulf Cooperation Council dan ASEAN dengan Liga Arab dalam berbagai komoditi perdagangan dan paling utama terkait minyak bumi. Selain itu, tercatat di tahun 2015, negara Timur Tengah yang melakukan hubungan perdagangan dengan ASEAN paling banyak adalah UAE, Saudi Arabia, Qatar, Turki dan Kuwait. Sedangkan untuk ASEAN dengan Jordan, Indoesia yang paling besar, kemudian Thailand, Malaysia dan Singapura.

Dalam segi persahabatan antar regional, bisa saling bertukar pikiran dan budaya antar pemuda atau mahasiswa dengan mengadakan program tukar pelajar. Dalam hal ini, Indoensia salah satu negara ASEAN yang beberapa tahun ke depan akan mendapatkan bonus demografi. Usia produktif (antara 16–45 tahun) lebih banyak dari jumlah populasi penduduk Indonesia dan saat ini sedang mempersiapkan untuk menuju Kebangkitan Indonesia. Duta Besar Andy Rachmianto tidak lupa menyebutkan bahwa Indonesia sebagai bagian dari ASEAN terus membersamai Palestina dalam memperjuangkan kemerdekaan Palestina. Sebagai tambahan, Andy juga menjelaskan genosida yang terjadi di Rohingya sebagai isu penting ASEAN yang masih terus membutuhkan perhatian dan bantuan kemanusiaan dari berbagai negara. Tercatat di tahun 2015, Jordan membawa angin segar dalam persahabatan antara Jordan dengan ASEAN dan menugaskan duta besarnya untuk negara-negara ASEAN. Mesir dan Maroko juga telah melakukan kerjasama dan menjalin hubungan persahabatan dengan negara-negara anggota ASEAN dan selalu mempromosikan hubungan persahabatan dan kerjasama yang penuh kedamaian selamanya.

 

Pelajaran dari ASEAN untuk Timur Tengah

Dalam masalah blok regional, negara-negara Timur Tengah cenderung untuk menerapkan model regionalisasi seperti Uni Eropa, jika telah berkembang secara signifikan. Model tersebut terutama GCC yang telah tercapai kesepakatan besar pada tingkat kesatuan budaya yang diimplementasikan sejak 2015. Kerja sama ASEAN telah dipandu oleh prinsip kesetaraan dan tidak mengintervensi, kooperatif dalam keamanan dan tidak menggunakan kekerasan. ASEAN sering menekankan pencegahan konflik dan bukan mengedepankan militer, sehingga menghasilkan lingkungan yang damai. Piagam ASEAN pada tahun 2008 memproklamasikan “People Oriented” karena pendekatan itu untuk mengejar dan memperdalam regionalisme di Asia Tenggara. Visi ASEAN 2025 membangun sebuah dasar untuk tujuan akhir dalam menciptakan masyarakat ASEAN yang berpusat pada komunitas masyarakat ASEAN (ASEAN Community). ASEAN memiliki masyarakat sipil yang berbasis di setiap negara-negara anggota dengan bangga menggunakan simbol negara “ASEAN”. Ada semakin banyak acara dan aktivitas publik yang mengutip status  tersebut, misalnya forum pemuda ASEAN.

Pada pukul 12.00, acara ditutup setelah sesi tanya jawab selesai kemudian dilanjutkan dengan ramah tamah dan menyantap sajian khas Asia Tenggara dari Indonesia, Malaysia, Thailand dan Filipina.**

 

Pengirim: Miftah Nafid Firdaus

MA Candidate in Islamic Economic and Banking

Yarmouk University, Jordan

 

Editor: Kartika Restu Susilo

Categories
Berita PPI Negara Timur Tengah dan Afrika

HPMI Yordania Ikuti Diskusi "ASEAN and Middle East: Future Relation" 

JORDAN – Perwakilan Himpunan Pelajar dan Mahasiswa Indonesia (HPMI) Jordan mendapat kesempatan untuk hadir dalam Kuliah Umum ASEAN bertajuk “ASEAN and The Middle East: Trajectories for future relations” yang digelar oleh The Committee of The Association of Southeast Asian Nations (ASEAN), Jordan Institute of Diplomacy (JID) dan Kementerian Luar Negeri Jordan pada Selasa (21/10/2017). Acara yang diadakan di Jordan Institute of Diplomacy, Amman itu dihadiri oleh ratusan peserta dari kalangan para diplomat, pejabat pemerintahan, pebisnis, praktisi dan pelajar.

Acara dibuka dengan sambutan dari Andy Rachmianto selaku Duta Besar RI untuk Yordania dan Palestina. Kuliah umum yang disampaikan oleh eksekutif direktur Centre for Strategic and International Studies (CSIS) Jakarta dan pakar politik dari Indonesia, Dr. Philip Jusario Vermonte itu dimulai pada pukul 10.00 waktu setempat dan dilanjutkan dengan sesi tanya jawab yang dimoderatori oleh Lina Arafat, Direktur Jordan Institute of Diplomacy.

Dalam paparannya, Philip menekankan tiga hal yaitu: politik dan keamanan; ekonomi dan perdagangan; dan hubungan persahabatan. Ia mengawali dengan memaparkan berbagai modal kesamaan yang dimiliki antara regional Asia Tenggara (ASEAN) dan Timur Tengah (Middle East). Pertama, sama-sama beranggotakan negara-negara berkembang yang punya orientasi untuk memajukan negaranya. Kedua, persamaan agama sehingga bisa saling tukar pikiran dalam pengelolaan hubungan antar umat beragama. Ketiga, kebutuhan akan keamanan dalam negeri dan regional dalam menciptakan kedamaian dan dalam menghadapi radikalisme yang sedang berkembang di wilayah regional masing-masing. Terakhir, pertukaran budaya dan perdagangan yang seharusnya memudahkan interaksi antar individu di kedua regional untuk penguatan hubungan persahabatan.

Dalam aspek politik dan keamanan, beberapa hal menjadi poin utama kesamaan antara ASEAN dengan Timur Tengah. Salah satunya ialah penerapan sistem demokrasi dalam pemerintahan negara. Selain itu, telah terbentuk kerjasama bidang industri pertahanan dan keamanan dalam pengadaan alat-alat perlengkapan dan perbaikan kecanggihannya di antara anggota ASEAN dengan negara-negara Timur Tengah. Yang berikutnya perang melawan terorisme, telah terjalin kerjasama dalam bidang pemberantasan terorisme yang dilakukan antar dua negara. Singapura dengan Yordania, Malaysia dengan Turki berkolaborasi dalam perlawanan terhadap terorisme, sementara Indonesia dengan Yordania dalam hal tukar-menukar informasi intelijen dan program deradikalisasi.

“It is known that countries in both regions have established a various of cooperations related to security and the fight against terrorism,” kata Philip ketika memaparkan kerjasama antar region dalam bidang keamanan politik. “Such as the exchange of defence equipment and expertise, information and intelligence sharing, interfaith dialogues, and many more,” tambahnya.

Di sisi ekonomi, Philip menerangkan bahwa tercatat telah lama terbentuk beberapa kerjasama dan perdagangan yang berlangsung antar ASEAN dengan Gulf Cooperation Council dan ASEAN dengan Liga Arab dalam berbagai komoditi perdagangan dan paling utama terkait minyak bumi. Selain itu, tercatat di tahun 2015, negara Timur Tengah yang melakukan hubungan perdagangan dengan ASEAN paling banyak adalah UAE, Saudi Arabia, Qatar, Turki dan Kuwait. Sedangkan untuk ASEAN dengan Jordan, Indoesia yang paling besar, kemudian Thailand, Malaysia dan Singapura.

Dalam segi persahabatan antar regional, bisa saling bertukar pikiran dan budaya antar pemuda atau mahasiswa dengan mengadakan program tukar pelajar. Dalam hal ini, Indoensia salah satu negara ASEAN yang beberapa tahun ke depan akan mendapatkan bonus demografi. Usia produktif (antara 16–45 tahun) lebih banyak dari jumlah populasi penduduk Indonesia dan saat ini sedang mempersiapkan untuk menuju Kebangkitan Indonesia. Duta Besar Andy Rachmianto tidak lupa menyebutkan bahwa Indonesia sebagai bagian dari ASEAN terus membersamai Palestina dalam memperjuangkan kemerdekaan Palestina. Sebagai tambahan, Andy juga menjelaskan genosida yang terjadi di Rohingya sebagai isu penting ASEAN yang masih terus membutuhkan perhatian dan bantuan kemanusiaan dari berbagai negara. Tercatat di tahun 2015, Jordan membawa angin segar dalam persahabatan antara Jordan dengan ASEAN dan menugaskan duta besarnya untuk negara-negara ASEAN. Mesir dan Maroko juga telah melakukan kerjasama dan menjalin hubungan persahabatan dengan negara-negara anggota ASEAN dan selalu mempromosikan hubungan persahabatan dan kerjasama yang penuh kedamaian selamanya.

 

Pelajaran dari ASEAN untuk Timur Tengah

Dalam masalah blok regional, negara-negara Timur Tengah cenderung untuk menerapkan model regionalisasi seperti Uni Eropa, jika telah berkembang secara signifikan. Model tersebut terutama GCC yang telah tercapai kesepakatan besar pada tingkat kesatuan budaya yang diimplementasikan sejak 2015. Kerja sama ASEAN telah dipandu oleh prinsip kesetaraan dan tidak mengintervensi, kooperatif dalam keamanan dan tidak menggunakan kekerasan. ASEAN sering menekankan pencegahan konflik dan bukan mengedepankan militer, sehingga menghasilkan lingkungan yang damai. Piagam ASEAN pada tahun 2008 memproklamasikan “People Oriented” karena pendekatan itu untuk mengejar dan memperdalam regionalisme di Asia Tenggara. Visi ASEAN 2025 membangun sebuah dasar untuk tujuan akhir dalam menciptakan masyarakat ASEAN yang berpusat pada komunitas masyarakat ASEAN (ASEAN Community). ASEAN memiliki masyarakat sipil yang berbasis di setiap negara-negara anggota dengan bangga menggunakan simbol negara “ASEAN”. Ada semakin banyak acara dan aktivitas publik yang mengutip status  tersebut, misalnya forum pemuda ASEAN.

Pada pukul 12.00, acara ditutup setelah sesi tanya jawab selesai kemudian dilanjutkan dengan ramah tamah dan menyantap sajian khas Asia Tenggara dari Indonesia, Malaysia, Thailand dan Filipina.**

 

Pengirim: Miftah Nafid Firdaus

MA Candidate in Islamic Economic and Banking

Yarmouk University, Jordan

 

Editor: Kartika Restu Susilo

Categories
Asia dan Oseania Festival Luar Negeri PPI Negara

INDO TASTE : KREASI MASAKAN DAN SENI MAHASISWA INDONESIA- FILIPINA DI FOOD FESTIVAL KBRI 2017

MANILA, 27 Oktober 2017 – One day Exquisite Indonesian Food Festival 2017 merupakan kegiatan food festival tahunan yang diadakan oleh fungsi SOSBUD KBRI Manila.  Setiap tahunnya tidak kurang dari 2 kali perhelatan food festival diadakan dengan tujuan untuk memperkenalkan makanan Indonesia kepada orang Filipina dan orang asing yang sedang berada atau bekunjung ke Filipina.

Bidang ekonomi PPI Filipina selalu berpartisipasi dalam festival-festival yang diadakan oleh KBRI Manila. Tidak hanya berpartisipasi dalam menuangkan kreasi masakan mahasiswa tetapi ikut serta menampilkan tarian-tarian untuk  menghibur pengunjung festival. Pada food festival kali ini, stan dan peserta yang menjual berbagai makanan dan produk Indonesia tercatat 14 stan di antaranya Mayora, Sosro, Alfamart, Arema Tempe, Indonesian Diapora Network Chapter Manila, ICF, dan PPI Filipina.

Berbagai makanan Indonesia tersaji di seluruh stan yang tersedia. Makanan seperti nasi goreng dan bakso menjadi primadona festival ini. Selain itu jajanan seperti martabak, kue lumpur, pempek, risoles bakmi dan teman-temannya memeriahkan dan memuaskan lidah para pengunjung dari masyarakat Indonesia di Filipina, warga Filipina dan warga lainnya.

 

Pentas Budaya

Dalam One day Exquisite   Indonesian Food Festival 2017 yang bertempat  di Performance Hall, Mall of ASIA juga turut menampilkan berbagai hiburan lagu, tarian dan video presentasi promosi wisata Indonesia. Lagu-lagu Indonesia berkumandang di sela-sela mewahnya Mall of Asia Manila, Filipina. Video presentasi Promosi Pariwisata Indonesia tampil megah menghibur mata para pengunjung yang memadati sore itu menjelanh liburan akhir pekan.

Berbagai tarian dan hiburan disuguhkan untuk para pengunjung Mall dari sore sampai malam kegiatan Food Fest 2017.  Tarian pembuka yakni Tari Pendet Bali dibawakan oleh staf Atase Pendidikan dan Kebudayaan KBRI Manila Mary Antonette Gonzales. Tari Merak dibawakan oleh Ibu Neneng yang merupakan guru bahasa Indonesia di Manila. Tari Cendrawasih Bali juga dibawakan oleh mahasiswi bernama Ni Komang Sandini. Tarian penutup Tari Kebyar Duduk Bali dibawakan oleh I Wayan Antariksawan, Ketua PPI Filipina.

Dalam keikutsertaan kali ini PPI Filipina bersama Indo Taste PPI Filipina Cabang Adventis International Institute of  Advanced Studies menyediakan nasi goreng, nasi kuning, martabak telor, risoles, batagor, tempe, bakso, dan tahu isi. Selain itu PPI Filipina turut menginformasikan pengurus pusat baru dan informasi-informasi lain dengan menempelkan infografis di stan PPI Filipina.

Duta Besar Luar Biasa Berkuasa Penuh  (LBBP) Johny J. Lumintang turut hadir dan membuka kegiatan itu. Bapak Dubes juga ikut melihat-lihat dan mencicipi makanan-makanan yang ada.  Satu yang tidak terlupakan di setiap acara Kedutaan Manila adalah acara menari bersama Dubes dengan tarian bersama tarian maumere.  Sontak riuh suasana festival semakin menggeliat menambah meriah suasana Food Festival 2017.**

 

Editor: Kartika Restu Susilo

 

 

Categories
Berita PPI Negara Prestasi Anak Bangsa Timur Tengah dan Afrika

KKMI Libya Mendapatkan Penghargaan Sebagai Organisasi Kenegaraan Teraktif, Inovatif dan Kreatif

Selasa 24 Oktober 2017, Kesatuan Keluarga Mahasiswa Indonesia (KKMI) Libya mendapat penghargaan dari International Islamic Call College (IICC), Tripoli, sebagai organsasi kenegaraan yang teraktif, kreatif dan inovatif. Penghargaan tersebut langsung diterima oleh Presiden KKMI Libya, Alvan Satria Shidiq. Penghargaan itu diberikan di Auditorium kampus IICC, pada acara wisuda angkatan ke 40 lulusan IICC.

“Penghargaan ini kami dapatkan dari perjuangan teman-teman mahasiswa Indonesia di Libya. Dengan segala keterbatasan dan berbagai kesulitan di negara Oemar Mohktar ini, pasca jatuhnya Muammar Kaddafi 2011 lalu yang hingga saat ini masih meninggalkan bekas nan tak kunjung sembuh. Walaupun demikian, kami mahasiswa Indonesia di sini tak ingin ikut terpuruk dalam kegalauan yang melanda negeri Libya. Ibarat lilin, kami ingin menjadi penerang untuk mahasiswa lain yang berasal dari berbagai negara di kampus ini. Kami buktikan bahwa kami bisa berbuat walapun terhimpit kesulitan. Terbukti pada Febuari tahun ini, kami sukses mengadakan acara Pengenalan Budaya Indonesia yang dihadiri oleh mahasiswa dari 30 negara berbeda, pada akhirnya mendapatkan sanjungan dan pujian yang luar biasa”, demikian ungkap Alvan. “Selain itu, penghargaan ini kami dapatkan tak lepas dari dukungan dan sokongan dari Duta Besar Indonesia untuk Libya, Bapak Raudin Anwar beserta para staf KBRI yang lainnya. Peran KBRI Tripoli di sini sangat penting,  sebagai orang tua kami di Libya memberi nasehat dan arahan tentang kuliah di Libya”, tambah pemuda Minang ini.

Selain mendapatkan penghargaan untuk organisasi, beberapa orang mahasiswa yang  merupakan anggota KKMI Libya juga mendapatkan apresiasi atas prestasi mereka di bidang akademik, diantaranya Okky Afrianto, mahasiswa tahun tiga kuliyah, jurusan Bahasa Arab dan Chairul Amin Mubarak, mahasiswa tahun tiga kuliyah, jurusan Syariah, kedua-duanya mendapatkan penghargaan atas pencapaian mereka dengan nilai tertinggi di kelas masing-masing, keduanya mendapatkan nilai mumtaz.

Bapak Untung, salah seorang staf KBRI yang turut hadir menyaksikan acara wisuda dan pemberian penghargaan ini pun, merasa bangga atas apa yang telah diraih mahasiswa Indonesia di Libya. Beliau mengatakan, “semoga kedepannya prestasi mahasiswa Indonesia di Libya dapat ditingkatkan lagi”.

Hanif Ma’asy Rachman, salah seorang anggota KKMI Libya yang juga merupakan Menteri Olahraga di kepengurusan BEM kampus IICC mengatakan, “Alhamdulillah Indonesia disanjung-sanjung oleh para tamu yang hadir pada acara ini”, ungkapnya dengan senyuman lebar. “Harapan kami semoga ke depannya KKMI Libya bisa lebih eksis lagi, bukan hanya skala kampus tapi bisa mngenalkan Indonesia lebih luas lagi kepada masyarakat Libya”, tambahnya.

Wisuda ini dimulai pukul 10.00 pagi waktu Tripoli, acaranya berjalan lancar hingga selesai pada pukul 14.00 waktu Tripoli. Selain dihadiri oleh mahasiswa, para perwakilan dari kedutaan berbagai negara pun turut hadir, di antaranya perwakilan dari kedutaan Indonesia, Filipina, Sudan, Bangladesh, Turki dan beberapa negara lain dari benua Afrika.

Setelah acara ini selesai, di luar gedung sudah disambut oleh para penunggang kuda, dengan pakaian tradisional Libya. Ada tiga kuda beserta para jokinya masing-masing. Hal ini menambah semarak kegiatan wisuda kampus International Islamic Call College (IICC) tahun ini.

Penulis:Riyadi S. Harun

 

 

 

 

 

Categories
Berita Kajian Nuklir Komisi Energi

PEMANFAATAN TEKNOLOGI NUKLIR UNTUK PENGEMBANGAN PUPUK HAYATI

Sebuah teknologi yang bernama nuklir, sering dikenal orang sangat menakutkan karena mempunyai sejarah yang cukup kelam dalam perang dunia. Namun, sekarang ini teknologi nuklir tumbuh dewasa dengan menebarkan manfaat untuk kemaslahatan umat. Hal ini dibuktikan dengan beberapa temuan dan penelitian dalam berbagai bidang. Tidak hanya dalam bidang energi, teknologi nuklir juga dimanfaatkan dalam bidang non energi yang salah satunya ialah bidang pertanian. Salah satu pemanfaatan nuklir dalam bidang pertanian ialah digunakannya teknologi nuklir untuk membuat biofertilizer yang merupakan hasil kolaborasi dari Food Agriculture Organization (FAO) dengan International Atomic Energy Agency (IAEA). Kolaborasi ini menghasilkan teknologi nuklir untuk bidang pertanian, salah satunya ialah nuclear biofertilizer atau pupuk hayati dari hasil teknologi nuklir.

Kegunaan teknologi nuklir dalam pupuk hayati lebih mengarah pada cara mensterilisasi mikroba dalam bahan pembawa. Bahan pembawa sangat penting dalam memproduksi pupuk hayati karena mengandung mikroba bawaan dalam jumlah yang sangat banyak hingga 106 sel/gram bahan pembawa bahkan lebih (Enjelia, 2011). Sterilisasi dilakukan untuk mengurangi atau membunuh jumlah mikroba bawaan (indigenus). Karena itu lah sterilisasi mutlak harus dilakukan agar dapat menyortir bahan pembawa yang diinginkan. Mensterilisasi dengan iradiasi gamma dirasa lebih baik, lebih irit dan praktis dari pada dengan menggunakan autoklaf yang selama ini digunakan. Dengan menggunakan iradiasi gamma, prosesnya membuat hampir tidak ada perubahan sifat fisik dan kimia pada materialnya. Sedangkan sterilisasi menggunakan autoklaf, beberapa material dapat mengubah sifatnya sehingga berefek samping akan dapat menghasilkan zat beracun bagi strain bakteri (FNCA, 2005).

Penelitian tentang nuclear biofertilizer secara konsisten diteliti oleh banyak negara yang tergabung dalam Forum for Nuclear Cooperation Asia atau FNCA, yaitu Jepang, Australia, Bangladesh, China, Indonesia, Kazakhstan, Korea, Malaysia, Mongolia, Filipina, Thailand dan Vietnam. Pada tahun 2014, FNCA menginformasikan fakta-fakta positif atas penggunaan nuclear biofertilizer. Di China, pupuk hayati dari hasil teknologi nuklir berpengaruh pada peningkatan hasil panen. Pupuk hayati berpengaruh meningkatkan bobot segar dan bobot kering jagung hingga 91,8% dan 211,8% dibandingkan dengan kontrol. Di Mongolia, pengaruh pupuk hayati dari teknologi nuklir dengan memanfaatkan Aspergillus niger berpengaruh pada peningkatan hasil biji bunga matahari sebesar 59,8% bila dibandingkan dengan tanaman kontrol. Di provinsi Shandong, penggunaan pupuk hayati pada budidaya tomat dapat meningkatkan hasil hingga 35% dari tanaman control (FNCA, 2016).

Di Indonesia, penelitian tentang hal ini dikembangkan oleh Badan Tenaga Nuklir Nasional atau yang biasa disebut BATAN. BATAN telah meriset dan memperoleh mikroba yang membuat tanah lebih mampu menangkap nitrogen dan membuatnya menjadi subur. Mikroba itu bernama Azospirillum disterilisasi dengan radiasi sinar gamma dari Cobalt 60 yang kemudian akan menjadi suatu produk pupuk hayati dari nuklir. Hasil proyek ini dimulai sejak tahun 2001 dan sudah menghasilkan isolat unggul pupuk hayati. Pengaplikasian sudah digunakan pada berbagai komoditas pertanian seperti jagung, salada, bukis, brokoli, sawi, cabe dan keberhasilannya meningkatkan komoditas pertanian (Kompas, 2009).

Pemberian inokulan berbasis kompos teriradiasi dengan bioaktif berupa kombinasi isolat Azotobacter sp. (KDB2), Bacillus sp. (KLB5+BM5+KBN1) dan Trichoderma sp. (KLF6), dapat meningkatkan serapan hara N dan P. Penggunaan ini sebagai biofertilizer yang mampu meningkatkan tinggi tanaman sekitar 23,64%, bobot kering berangkasan tanaman 63,62%, bobot hingga 29,41%, dan produksi tongkol segar jagung manis hingga 29,35% (Mulyana dan Dadang, 2012).

Maka dari itu, peran teknologi nuklir dalam pupuk hayati ini perlu dikembangkan secara konsisten. Selain cukup efektif, metode ini juga dapat mendukung pertanian berkelanjutan, dapat mengurangi penggunaan pupuk anorganik yang merugikan lingkungan, serta dapat meningkatkan hasil produksi pertanian. Jika kombinasi riset antara bidang pertanian dengan bidang nuklir ini terus digalakkan, besar harapan kedepan akan muncul penemuan-penemuan yang lebih dari sekarang.

Hambatan yang terjadi selama ini tidak hanya dalam hal terbatasnya teknologi di Indonesia, namun juga dari segi sosial akan penerimaan nuklir di kalangan masyarakat Indonesia serta pengedukasian dikalangan petani terkait nuclear biofertilizer. Faktanya petani sampai saat ini masih menggunakan metode lama yang dianggap menguntungkan pada masa kini dan tidak untuk masa depan. Padahal cara-cara lama seperti menggunakan pupuk anorganik dapat berakibat buruk di masa yang akan datang. Penggunaan pupuk anorganik secara terus menerus dapat mengeraskan tanah, mengurangi kesuburan tanah, memperkuat pestisida, mencemari udara dan air, melepaskan gas rumah kaca sehingga dapat membahayakan kesehatan lingkungan dan manusia (Zaman et al., 2017).

Di sinilah peran pemanfaatan teknologi nuklir untuk pengembangan pupuk hayati menjadi penting. Adanya pupuk hayati dari hasil teknologi nuklir ini akan dapat memacu hasil produksi pertanian dan juga mampu mengurangi hal-hal buruk dari sector pertanian yang dapat terjadi di masa yang akan datang.

Daftar Pustaka

Enjelia. 2011. Penggunaan Sterilisasi Iradiasi Sinar Gamma Co-60 dan Mesin Berkas Elektron pada Viabilitas Inokulan dalam Bahan Pembawa (Kompos dan Gambut). Skripsi. Institut Pertanian Bogor. Available at http://repository.ipb.ac.id/bitstream/handle/123456789/46875/A11enj.pdf;jsessionid=E65EEBEC8E7DCC93645679147ECD1A70?sequence=1

FNCA. 2005. FNCA Biofertilizer Newsletter 6. Available at http://www.fnca.mext.go.jp/english/bf/news_img/nl06.pdf

FNCA. 2016. FNCA Biofertilizer Newsletter 14. Available at http://www.fnca.mext.go.jp/english/bf/news_img/nl14.pdf

Kompas. 2009. Pupuk Radiasi Nuklir Tingkatkan Produktivitas Pertanian. Available at http://sains.kompas.com/read/2009/02/23/1744399/pupuk.radiasi.nuklir.tingkatkan.produktivitas.pertanian

Mulyana, N dan Dadang Sudrajat. 2012. Formulasi Inokulan Konsorsia Mikroba Rhizosfer Berbasis Kompos Teriridiasi. Pusat Aplikasi Teknologi Isotop dan Radiasi. BATAN. Available at http://digilib.batan.go.id/ppin/katalog/file/BP_12.pdf

Zaman, S. Prosenjit. P dan Abhijit Mitra. 2017. Chemical Fertlizer. Available at https://www.researchgate.net/profile/Abhijit_Mitra3/publication/265968789_CHEMICAL_FERTILIZER_By/links/54227bb60cf238c6ea67a7b4/CHEMICAL-FERTILIZER-By.pdf

 

Oleh : MUHAMAD SYAIFUDIN

Diperiksa oleh : Erwin Fajar, M. Mahfuzh, Dwi Rahayu

Tim Kajian Nuklir PPI Dunia – Divisi Non Energi

Categories
Berita

PPI Dunia Kunjungi Anak Penderita Kanker di Bandung

Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) Dunia melakukan penyuluhan untuk orang tua pasien kanker anak di Yayasan Kasih Kanker Anak Indonesia (YKAKI) Bandung pada Senin (8/5). Dalam kunjungan tersebut, PPI Dunia yang diwakili oleh Koordinator PPI Dunia 2016/2017 Intan Irani, Koordinator PPI Dunia 2015/2016 dr Steven Guntur, dan Sekretaris PPI Dunia 2015/2016 Nila Titis yang juga lulusan Keperawatan Gawat Darurat dari Arellano University, Filipina.

Untuk Nila memberikan materi seputar perawatan anak saat kemoterapi dan radioterapi. Sedangkan Steven yang baru saja merampungkan pendidikannya di St Petersburg State Pediatric Medical University tersebut menyampaikan materi seputar bagaimana menjaga anak penderita kanker selama tinggal di rumah singgah yang masih dalam masa pengobatan. ’’Pertama yang harus dihindari adalah infeksi. Pasien kanker anak yang sedang dalam perawatan kemoterapi dan radioterapi sebaiknya dijauhkan dari orang yang sedang flu,’’ papar Steven.

Kedua, Steven mengatakan sebaiknya para orang tua yang menjaga anaknya di rumah singgah juga harus tetap menjaga kebersihan, contoh simpelnya dengan mandi rutin dan berkumur setelah makan. Ketiga, yang sangat penting yaitu menjaga nutrisi si anak. Beberapa pasien anak kanker merupakan penderita leukemia dari berbagai tipe, idealnnya harus diberikan makanan yang bergizi untuk menaikkan kadar sel darah merah dan putihnya, seperti telur, daging sapi dan ayam.

Naasnya, beberapa pengakuan orang tua hanya memberikan anaknya makan nasi dan kerupuk. ’’Saya tanya kapan terakhir makan daging, dijawab oleh salah satu dari orang tua pasien lebaran haji tahun lalu,’’ ujarnya.

Sebagai yayasan, rumah singgah kanker anak di Bandung memang hanya mengandalkan support dari donator. PPI Dunia berharap pemerintah juga bisa ikut andil untuk menyumbang. Masa penyembuhan anak dari kondisi sakit merupakan investasi Negara untuk generasinya sendiri. Terlebih, di Negara maju sekarang angka kesembuhan (survival rate) beberapa jenis kanker anak meningkat drastis beberapa tahun ini.

Dinda Lisna Amilia

Categories
Berita

Simposium Asiania – Taipei 2017 Hari Pertama

Hari ini, 23 Maret 2017, telah berlangsung Simposium Taipei 2017 hari pertama. Simposium hari ini dibuka oleh Kepala Kantor Dagang dan Ekonomi Indonesia di Taipei Bapak Robert James Bintaryo, didampingi Prof. Lin Tso Yu Dean Office of General Affairs National Chengchi University (NCCU), dan Pitut Pramuji, Ketua PPI Taiwan.

Acara simposium yang diselenggarakan oleh PPI Taiwan dan PPI Asia-Oseania ini dihadiri oleh delegasi PPI dari beberapa negara, yaitu Tiongkok, Thailand, Filipina, Malaysia, Australia, India, dan Korea, serta perwakilan PPI kampus di Taiwan.

Mengusung tema “Transformasi Hubungan Bilateral Indonesia-Taiwan di Bawah New South Bound Policy: Retrospeksi dan Prospek Kerjasama di Masa Mendatang,” simposium hari ini menghadirkan keynote speaker Prof. Bruce Chih- Yu Chien Negotiator Trade of Negotiations Executive Yuan,  dan Prof. Makarim Wibisono, Duta Besar RI di PBB 2004-2007 yang saat ini menjabat Koordinator Europalia.

Prof. Bruce membawakan keynote speech “The New South Bound Policy” dan Prof. Makarim membawakan keynote speech “One China Policy Conundrum: What Working Practices Can and Can Not Be Done Among Indonesia and Taiwan Relation.”

Simposium dibagi dalam tiga panel. Panel pertama membahas tentang hal yang dapat dan tidak dapat dilakukan oleh fungsionaris Indonesia dan Taiwan dalam lingkungan kerja. Hadir sebagai narasumber panel 1 Anggota Komisi 8 DPR RI Arief Suditomo, Prof. Ching-Lung Tsay, Professor Bidang Asia Study Tamkang University, dan Abdul Rosyid, Pemenang Call for Paper.

Panel kedua membahas tentang peluang dan tantangan di bidang investasi, menghadirkan Yanuar Fajari, Asisten Senior Bidang Investasi KDEI, Muhamad Lutfi Aljufri, Pemenang Call for Paper, serta Founder dan CEO Out of The Box Consultancy, Dr. Mignone Man-Jung Chan.

Panel ketiga membahas tentang perwakilan bidang pendidikan untuk memaksimalkan manfaat bagi kedua negara. Dalam panel ini hadir sebagai narasumber Julian Aldrin Pasha, Kepala Depatemen Ilmu Politik Universitas Indonesia yang merupakan mantan Juru Bicara Kepresidenan, Wilson Gustiawan, Pemenang Call for Paper, Haryanto Gunawan, Konsultan Senior Elite Study of Taiwan, dan Paramitha Ningrum, Dosen Hubungan Internasional Binus University.

 

Simposium ini didukung oleh Bank Mayapada, Taiwan Economic and Trade Office (TETO), Institute of International Relation (IIR) NCCU, dan Kantor Dagang dan Ekonomi Indonesia (KDEI) di Taipei.

Categories
Inspirasi Dunia

Pengalaman Beasiswa Uni Eropa, Erasmus Mundus, Program Mover 2013/2014

Sebelumnya saya pernah melamar beberapa beasiswa semenjak duduk di bangku sekolah menengah kejuruan. Tercatat lebih dari 50 program beasiswa dan sejenisnya yang pernah saya lamar, namun hanya 6 diantaranya yang menerima aplikasi beasiswa saya. Enam program beasiswa tersebut diantaranya Beasiswa Toyota dan Astra 2012, Erasmus Mundus-Mover 2013 (Uni Eropa), Dataprint 2014, Dataprint 2015, Beasiswa Pemerintah China 2016, dan Ignacy Łukasiewicz Scholarship (Pemerintah Polandia) 2016.

Pada kesempatan ini saya akan menceritakan pengalaman Beasiswa Erasmus Mundus-Mover 2013 program srata1 selama 2 semester dengan jurusan Electrical Engineering and computer Science di Lublin University of Techology, Polandia. Beasiswa Erasmus Mundus (sekarang Erasmus+)  merupakan beasiswa yang diberikan Uni Eropa untuk mahasiswa dari negara berkembang, baik mahasiswa yang sedang studi atau lulus, di universitas negeri atau swasta. Beasiswa ini bisa dilamar oleh semua mahasiswa di Indonesia meskipun universitas tempat kalian studi di Indonesia tidak mempunyai kerjasama dengan pihak Erasmus.

Beasiswa Erasmus Mundus ini merupakan kali ke dua beasiswa Uni Eropa yang saya dapatkan, setelah beasiswa Erasmus Mundus pada 2012 saya dibatalkan sepihak oleh penyedia beasiswa ketika terjadi krisis ekonomi yang melanda Eropa pada 2012. Perlu diketahui, beasiswa ini hanya menyeleksi aplikan melalui dokumen persyaratan tanpa ada psikotest dan wawancara. Jadi yang seharusnya dilakukan aplikan adalah memahami kriteria penilaian beasiswa dan memaksimalkan dokumen persyaratan. Menurut saya mengurus beasiswa ini gampang-gampang susah karena kita harus memaksimalkan dokumen yang tentunya memerlukan waktu dan tenaga yang banyak, seperti mengkonsultasikan motivation letter ke dosen yang mana waktunya tidak bisa kita tebak dan tentukan jika dosen yang bersangkutan mempunyai jadual yang full, belum lagi print dokumen dan meminta tanda tangan ke beberapa orang yang berbeda yang mengharuskan kita kesana kemari. Diperlukan niat, kesabaran, dan ketelitian yang besar memang, karena jika tidak kita bisa berhenti di tengah jalan. Hal ini pernah dialami beberapa teman yang akhirnya memilih mengundurkan diri. Belum cukup di situ, kami juga bersaing dengan aplikan di dalam dan di luar negeri karena terdapat kuota penerima beasiswa.

Terdapat beberapa persyaratan yang harus dipersiapkan, diantaranya KTM, CV (Format eropa), language certificate, letter of motivation, transkrip nilai, dokumen pendukung lain seperti sertifikat prestasi dan seminar, dll. Untuk CV bisa di download di website resminya. Saya mulai menyiapkan semuanya 6 bulan sebelum deadline. Waktu tersebut saya gunakan untuk mengurus persyaratan di dalam dan di luar kampus, berkonsultasi motivation letter ke beberapa dosen bahasa inggris, update informasi, dan lain-lain sehingga saya mempunyai waktu cukup.

Meskipun IPK saya pas-pasan, saya mencoba memaksimalkan dokumen lain sehingga untuk menarik penyeleksi, saya melampirkan keterangan prestasi yang pernah saya raih dan pengalaman organisasi. Perlu diketahui bahwa kriteria penilain beasiswa ini bukan hanya dilihat dari keaktifan di dalam kampus tapi juga di luar kampus. “Kebanyakan penerima beasiswa  adalah para aktifis kampus”, tutur Bapak Soeparto, Kepala BKLN (Biro Kerjasama Luar Negeri) UMM dalam seminar sosialisasi Beasiswa Erasmus Mundus pada 2013.

Terdapat 2 tahap seleksi. Yang pertama seleksi antara penerima dengan cadangan dan yang ditolak. Yang kedua, seleksi antara penerima dan ditolak. Proses ini memakan waktu 1 sampai 2 bulan. Setelah sekian lama menunggu, alhamdulillah akhirnya saya diterima di urutan ke dua dari 63 penerima beasiswa se-Asia. Beberapa hari kemudian saya mendapatkan Letter of Acceptance yang menyatakan saya resmi diterima beasiswa. Pada tahap aman ini saya mulai mempersiapkan dokumen-dokumen sebelum pemberangkatan seperti tiket pesawat, visa, dan lain-lain.

Pada beasiswa ini, penerima mendapatkan studi gratis selama 9 bulan, tiket pesawat pulang-pergi, living cost 1000 euro perbulan (Rp 16 juta ketika itu), asuransi kesehatan, sertifikat penerima beasiswa, transkrip nilai, dan tentunya pengalaman yang tidak terlupakan. Di sini kami belajar bersama ratusan mahasiswa dari berbagai negara, seperti Amerika, Italia, Spanyol, Polandia, Turki, Kazakhstan, Tunisia, Ukraina, Aljazair, Kamboja, dan Filipina.

Proses pengajaran kami menggunakan bahasa inggris. Kami diberi kemudahan dan perhatian yang lebih dari para pengajar.  Sebagai mahasiswa jurusan teknik informatika, saya merasakan sistem pengajaran ilmu terapan yang kami dapat jauh berbeda dari jurusan teknik informatika UMM. Perbedaannya, jika UMM menerapkan sistem 50% teori dan 50% praktek, maka di sini hanya 10% teori dan 90% praktek. Dalam hal tugas besar kebanyakan diberikan secara individu sehingga mahasiswa dituntut untuk lebih kreatif dan mandiri dalam mengerjakan tugas. Di Teknik informatika UMM kami tidak hanya diajarkan mata kuliah yang berbau IPA seperti pemrograman, namun juga diajarkan mata kuliyah yang berbau IPS seperti Pendidikan Kewarganegaraan, Kepribadian, dan Bahasa Inggris. Namun ketika itu, kami hanya diajarkan mata kuliyah yang hanya konsen dengan jurusan kami, yaitu IPA.

Di luar kelas reguler, itu kami diajar bahasa dan budaya Polandia serta Jerman selama 2 semester. Saya merasa mempelajari kedua hal ini sangat berguna terutama ketika kita berinteraksi dengan masyarakat sekitar dimana mayoritas masyarakat tidak mampu berbahasa inggris. Meskipun tidak terlalu menguasai bahasa Polandia, setidaknya saya menguasai kata-kata sehari-hari yang biasa dipakai. Saya merasakan hal ini sangat membantu dalam kehidupan sehari-hari. Selain belajar bahasa Polandia di kelas,  kami juga belajar sedikit tentang bahasa Turki, Arab, Spanyol, dan lain-lain dari mahasiswa yang berasal dari negara tersebut.

Selain kegiatan di kelas, kami mengikuti kegiatan di luar kelas yang di naungi oleh organisasi pemuda internasional ESN (Erasmus Student Network). Diantara kegiatannya adalah kegiatan sosial di panti asuhan dan olahraga di setiap senin. Pernah suatu ketika organisasi ini mengadakan kompetisi olahraga voli di akhir semester. Dan kami ambil bagian dengan mendirikan tim yang kami namai “Java United” yang berarti Persatuan Orang Jawa. Meskipun tim kami terdiri dari 2 orang jawa tapi kami juga merekrut anggota lain dari italia, Portugal, Kamboja, dan Turki. Kami masuk di babak final melawan anggota organisasi ESN. Diakhir babak alhamdulillah kami menjadi juara meskipun hanya runner up. Diakhir pertandingan kami mendapatkan penghargaan berupa sertifikat kejuaran di masing-masing tim.

Terdapat kebudayaan masyarakat Polandia yang berbeda dari kebudayaan kita. Seperti ketika seseorang ingin masuk ke kamar orang lain, setelah mengetuk pintu 3 kali seketika itu, dia bisa langsung masuk tanpa menunggu, selama pintunya tidak dikunci. Selain itu mereka menganggap bahwa tangan kanan sama seperti tangan kiri, sehingga kebiasaan memberikan sesuatu dengan menggunakan tangan kiri adalah hal yang biasa. Dalam hal perbedaan sistem transportasi, di negara ini menggunakan jalur kanan sebagai jalan kendaraan termasuk jalur kanan untuk para pejalan kaki. Transportasi umum lebih diminati daripada transportasi pribadi sehingga jarang terjadi kemacetan terlebih polusi udara, masyarakat mentaati peraturan lalu lintas, sistem “buang sampah pada tempatnya” juga berlaku di negara bekas komunis ini.

Ada beberapa pengalaman unik kami selama di Polandia. Salah satunya ketika kami bertemu masyarakat Polandia  di jalan, mereka tidak jarang menyapa kami dengan sapaan Bahasa Jepang seperti “arigato”, “konichiwa”. Kejadian ini beberapa kali terulang pada waktu dan tempat yang berbeda. Mungkin masyarakat Polandia lebih mengenal Bangsa Jepang daripada Bangsa Indonesia. Ditambah lagi kami memiliki wajah Asia meskipun menurut kita berbeda. Pengalaman unik lain adalah ketika ada teman dari negara lain yang akan pulang ke negaranya selalu kami ajak foto bersama sambil membawa bendera negaranya dan bendera kami, Indonesia. Hal ini kami lakukan agar  kita selalu saling mengingat.

Pengalaman menarik selama di Polandia adalah ketika winter atau musim salju. Pada musim ini segalanya menjadi indah. Tanah, bangunan, tanaman menjadi putih karena tertutup butiran salju. Kesempatan ini tidak kami lewatkan dengan mengabadikan gambar di beberapa tempat. Selain itu kami juga bermain skii beberapa kali. Meskipun hawa dingin menusuk tulang dan terkadang juga sampai membuat jari tangan tidak bisa bergerak, namun kami tetap menikmati suasana ini. Bagaimana tidak? Meskipun temperatur suhu minus 20 derajat cecius, kami masih asyik bermain skii hingga terkadang kami membayar harga penyewaan ekstra karena terlalu lama bermain .

Tentang makanan, setiap hari kami memasak di dapur asrama karena jarang terdapat restauran Asia. Jika adapun tentunya harganya tidak bisa dibilang murah untuk kantong mahasiswa. Makanan pokok masyarakat Polandia adalah kentang, sedangkan kita nasi, namun nasi juga dijual di sini. Setiap hari kami menanak atau menggoreng nasi dengan lauk pauk sesuai keinginan kita. Jangan harap lauk yang biasa terdapat di Indonesia seperti tempe dan bakwan ada di sini. Kita biasa makan lauk yang dijual di sini saja seperti telur, daging, ikan dan lauk umum lainnya. Dari sini kita dituntut lebih mandiri untuk melakukan apapun.

Selain Polandia kami juga menyempatkan berkunjung ke 12 negara Eropa lain. Negara tersebut adalah Jerman, Belanda, Perancis, Belgia, Spanyol, Hungaria, Czech Republic, Slovakia, Austria, Italia, Vatikan, dan Yunani. Di sini kami mendapatkan pengalaman yang tidak terlupakan. Kami berkunjung ke beberapa tempat terkenal seperti Tembok Berlin di Jerman, Kincir Angin di Belanda, Menara Eiffel di Paris, Gedung Parlemen Uni Eropa di Brussel-Belgia, Stadion Nou Camp di Barcelona-Spanyol, Gedung Parlemen Hungaria, dan Gedung Opera di  Ceko. Menariknya, kami selalu membawa dan berfoto dengan bendera Indonesia, UMM, serta organisasi kami ke setiap negara tersebut. Hal ini kami lakukan agar masyarakat internasional mengetahui bahwa identitas nama baik kita berkibar dengan gagah di bumi eropa selain itu agar mahasiswa Indonesia lebih bersemangat untuk melakukan hal yang sama, kuliah di luar negeri.  Dari kunjungan ini kami mendapatkan pengalaman yang tidak terlupakan. Selain keindahan artsitektur eropa kami juga bertemu beberapa masyarakat dengan berbagai macam latar belakang sosial, budaya, dan agama. Dari interaksi ini kami menemukan pengetahuan yang tidak kami pelajari di bangku perkuliahan. Pengalaman yang baik perlu kami tiru dan implementasikan nantinya.

Berkaitan dengan beasiswa, saya memiliki beberapa saran serta tips bagi calon pelamar, diantaranya :

  1. Diperlukan niat, kesabaran, dan usaha yang kuat. Sebagian teman yang awalnya mempunyai niat besar belajar di luar negeri merasa sibuk dengan urusannya masing-masing dan akhirnya memilih mengundurkan diri dari melamar beasiswa ini. Padahal mereka sudah melengkapi sebagian persyaratannya. Mereka merasa tidak sanggup karena mereka pikir persyaratannya terlalu rumit. Padahal kebanyakan beasiswa luar negeri yang ditawarkan memang seperti itu, membutuhkan banyak persyaratan yang harus disiapkan untuk mencari mahasiswa sesuai kriteria penyedia beasiswa, sehingga membutuhkan niat, kesabaran, serta usaha yang kuat dalam mengurusnya. Secara tidak langsung mereka menyeleksi dirinya untuk tidak diterima beasiswa. Padahal bagi penyedia beasiswa, persyaratan tersebut digunakan untuk referensi siapa diri anda, apakah Anda orang pilihan yang sesuai kriteria mereka? Untuk menjadi tidak biasa, kita harus menjadi luar biasa, luar biasa dalam niat, kesabaran, dan usaha;
  2. Bahasa Inggris adalah kebutuhan. Bahasa Inggris tentunya menjadi suatu kewajiban sebagai alat komunikasi dengan masyarakat antar negara. Kebanyakan beasiswa luar negeri mensyaratkan Bahasa Inggris sebagai bahasa yang dipakai dalam pembelajaran mata kuliah baik secara lisan maupun tulisan. Bahasa inggris lisan dipakai dalam percakapan antara dosen dan mahasiswa maupun antar mahasiswa, sedangkan tulisan biasa dipakai dalam literatur modul yang dosen berikan. Bagi Anda yang merasa Bahasa Inggrisnya masih pas-pasan, lebih baik belajar dari sekarang! Jika perlu ambil kursus! Dalam seleksi administrasi beasiswa, penyeleksi beasiswa melihat kemampuan Bahasa Inggris Anda dari sertifikat Bahasa Inggris, semisal TOEFL. Namun khusus di UMM bisa menggunakan sertifikat ESP (English for Specific Purpose) yang diterbitkan lembaga Language Center UMM, jika belum mempunyai sertifikat ESP bisa menggunakan transkrip ESP sementara;
  3. Pelajari persyaratan dan kriteria penilaian sedetail mungkin! Jika Anda mengetahui keduanya Anda akan mengetahui apa yang akan Anda lakukan. Terkadang ada informasi yang tidak Anda ketahui, seperti persyaratan passport bisa diganti dengan KTM (Kartu Tanda Mahasiswa) dan sertifikat TOEFL bisa diganti dengan transkrip ESP LC. Hal-hal tersebut memang tidak tertulis di website resminya. Maka jangan ragu untuk bertanya kepada BKLN (Biro Kerjasama Luar Negeri) maupun mahasiswa yang sudah mendapat beasiswa ini;
  4. Pergunakan waktu untuk mengurus dokumen persyaratan sebaik mungkin! Jangan mepet deadline! Penyedia tidak akan mentoleransi jika kita apply beasiswa melebihi deadline;
  5. Selalu update informasi dari BKLN dan penyedia beasiswa!;
  6. Jangan ragu untuk bertanya kepada mereka yang sudah mendapat pengalaman beasiswa!;
  7. Motivation Letter dan CV mempunyai kriteria penilaian yang  besar. Penyedia beasiswa akan membaca siapa diri kita di Motivation Letter dan CV. Sebaiknya share Motivation Letter dengan dosen bahasa inggris apapun jurusan Anda, karena mereka berkecimpung dalam dunia bahasa inggris terutama grammar!;
  8. Sertakan nilai plus yang Anda miliki seperti prestasi, pengalaman organisasi, karya tulis dan lain lain karena itu akan sangat membantu dan membedakan diri kita dengan orang lain! Sertakan surat aktif organisasi dan sertifikat prestasi! Jika tulisan Anda pernah dimuat di koran, sertakan scangambar berita koran tersebut! Jika Anda pernah menerbitkan buku atau membuat PKM, lampirkan juga gambar karya tulis tersebut!;
  9. Tawakkal, berserah diri apapun hasilnya! Kita tidak bisa mengetahui apa yang akan terjadi. Yakinlah hal itu merupakan terbaik! Meskipun nantinya kita tidak diterima pada program ini, lebih baik kita interopeksi diri. Menginteropeksi kekurangan apa yang sudah kita miliki dalam melamar beasiswa. Hal ini akan membuat kita selalu semangat mencoba kesempatan beasiswa yang akan datang maupun beasiswa lain. Yakinlah jika kita mempunyai banyak kesempatan. Jika yang satu gagal masih bisa mencoba beasiswa-beasiswa lain yang sesuai kriteria kita. Dengan semakin baiknya interopeksi yang kita lakukan, akan membuka kesempatan lebih besar untuk mendapatkan peluang lain.

Sedikit cerita yang bisa saya sampaikan. Semoga sepenggal cerita ini bermanfaat bagi yang lain. Amin. “Man jadda wa jada” , “barang siapa yang bersungguh-sungguh maka dia akan mendapatkannya”. (Red: Syukron/ Ed: Amir)

Categories
Inspirasi Dunia Suara Anak Bangsa

Berdialog tentang “Kaum Terdidik” dengan Tan Malaka di Leiden

Tan Malaka 2

Malam itu, Bibliotheken Universiteit Leiden terlihat lebih lowong dari biasanya. Maklum, sudah lewat musim ujian. Di salah satu sudut perpustakaan Universitas Leiden itu, saya bertemu dengan sesosok kakek. Ia terlihat sudah sangat tua. “Pakaiannya” terlihat lusuh. Dia bisa berbahasa Indonesia, walau dengan bahasa Indonesia Jaman dulu. Sepertinya dia masih menggunakan ejaan yang belum disempurnakan.

Dia adalah tokoh revolusioner yang cukup berpengaruh di jamannya. Sosok kontroversial. Namanya, Tan Malaka.

Saya mencoba berkenalan dengannya. Lebih tepatnya mengenalkan diri saya. Saya pun memulai percakapan. Nama saya, Ali Salmande. Saya sedang mengambil master European Law di Universiteit Leiden. Universitas yang fakultas hukumnya konon katanya terbaik se-Belanda (atau ada yang bilang se-Eropa daratan). Saya ambil program ini karena saya ingin “mengajak” masyarakat Indonesia (dan ASEAN) untuk membentuk supranational seperti Uni Eropa, dan bla bla bla.

Tan Malaka hanya tersenyum mendengar dongengan saya itu. Hingga, akhirnya, kami berdialog. Dia pun menyampaikan pesan untuk saya, dan juga anak Indonesia yang menempuh pendidikan di luar negeri. Khususnya, di negeri barat. Berikut adalah dialog saya dengan Tan Malaka, malam itu, sambil berbisik-bisik di sudut perpustakaan Leiden.

Saya:Bung, kondisi dunia pendidikan Indonesia sudah mengarah semakin baik saat ini. Beasiswa untuk anak Indonesia di luar negeri semakin banyak. Itu tentu berbanding lurus dengan terciptanya semakin banyak kaum terdidik. Bagaimana, bung, melihat fenomena ini?
Tan Malaka:Ah, biasa saja. Itu sudah ada sejak zaman saya dulu. Mereka kaum acedemici itu kadang menyebalkan.
Saya:Loh, kok? Maksudnya?
Tan Malaka:Timboelnja satoe golongan jang bangga menamai dirinja “acedimici” di Indonesia ini soedah moelai mentjoba memonopoli semoea pengetahoean jang berdasarkan ilmoe. Di Filipina dan Hindoestan, memangnja pertjobaan memonopoli itoe soedah memperlihatkan hasilnja.

Disana soedah termasoek betoel paham diantara segolongan Rakjat, bahwa oempamanja jang memimpin politik itoe mestinja satoe Mr (Baca: Mesteer in de rechten) dan memimpin ekonomi itoe mestinja satoe Dr dalam ekonomi.

Saya:Hmmmm. *berusaha terus menyimak*. Terus dampak negatifnya apa, Bung?
Tan Malaka:Kalau kita ikoeti logika sematjam itoe, djadinja, seorang leek, boekan bertitel tak boleh meraba-raba ilmoe. Selandjoetnja poela seorang Drs (jang baroe 75% atau 75,5% Dr) dalam ekonomi, mestinja takloek kepada seorang Dr dan Dr ini mestinja takloek poela pada seorang Professor dalam ekonomi.

Djadi menoeroet pikiran pasar, The men on the street, dengan logika sematjam ini kalau seorang Drs (ekonomi) oempamanja menoelis 3 boekoe, maka seorang Dr (ekonomi) mestinja sekoerangnja menoelis 4 boekoe dan satoe Professor djaoeh lebih banjak dari jang dibelakang ini.

Dilaksanakan di Indonesia ini, kalau ahli ekonomi kita jang seodah “diakoei” itoe, ialah Drs. Moh Hatta menoelis setengah loesin boekoe tentangan ekonomi, maka Dr. Samsi mestinja menoelis sekoerangnja 9 bidji dan Prof. Soenarto Kalopaking seloesin ataupoen lebih.

Saya:Ohh. Dari tiga nama yang disebut di atas, saya cuma tahu Bung Hatta. Memang faktanya bagaimana, bung?
Tan Malaka:Tidak seperti itu. Sedangkan Drs. Moh Hatta menoelis lebih setengah loesin, Dr. Samsi dan Prof. Soenario Kalopaking sedikit sekali kelihatan boeah penanja. Didoenia politik sedangkan Mr. Iwa Koesoema Soemantri oempamanja sedikit terdengar soearanja dan tjoema dalam kalangan P.B.I-nja sadja, tetapi warga negara sedjawat kita Mr. Slamet, soedah sampai soearanja ke Sri Ratoe dan seloeroeh rakjat Nederland serta doenia imperalist lainnja.
Saya:Bung, tapi kan memang ada cabang ilmu yang butuh keahlian dan pendidikan khusus. Yang tidak bisa sembarangan diserahkan kepada orang yang tidak punya latar belakang keilmuan tentang itu.
Tan Malaka:Kita membenarkan sama sekali keperloean latihan academi dalam ilmoe seperti kimiah, listrik, dan teknik. Tetapi inipoen tak berarti bahwa jang oeloeng dan berhak bersoeara dalam ilmoe sematjam itoe mestinja keloearan academi sadja. Tjoekoeplah disini diseboetkan bahwa pembikin beberapa teori jang amat berharga dalam hal listrik, dizaman listrik ini seperti Michael Faraday, tjoema keloearan sekolah sebenggol (rendah) sadja.

Thomas Edison, pendapat (inventor) listrik dioesir oleh goeroenja dari klas satoe atau doea disekolah rendah tadi poela karena ….. bodoh.

Penoeh tjontoh lain-lain dalam hal ilmoe seperti terseboet diatas: teknik, kimiah, matematika ataupoen Biology. Banjak ilmoe jang dilajani dan teori penting jang dibentoek oleh boekan academici. Sebaliknja poela banyak poela tjontoh jang memboektikan, bahwa academici itoe tjoema toekang apal sadja, toekang “tjatoet” ilmoe orang lain sadja. Semoeanja memboektikan bahwa titel itoe tjoema satoe soerat pas sadja, dalam doenia ketjerdasan, boekanlah ketjerdasan sendiri!

Apalagi dalam ilmoe masjarakat, seperti politik dan ekonomi!

Saya:Hmm, bener juga sih, bung. Saya lihat teman-teman di sini kadang juga suka memonopoli ilmu seperti yang bilang. Mahasiswa sejarah seakan memonopoli sejarah. Mahasiswa hukum merasa paling jago sendiri ketika berbicara hukum. Saya kadang-kadang juga sering meng-underestimate teman-teman dari jurusan lain ketika mereka berbicara tentang Uni Eropa. Perasaan paling paham sendiri itu kadang masih ada, walau pun saya nggak jago-jago amat sih. Buktinya, saya masih sering re-sit kok, Bung.
Tan Malaka:Nah, benar kan? Jadi, kamu kasih tahu ke teman-teman kamu yang belajar di Belanda ini ya. Tetaplah menunduk dengan ilmu yang kalian pelajari. Jangan merasa paling “sotoy” dengan ilmunya.
Saya:Loh, kok Bung ngerti “sotoy” juga? Itu kan bahasa alay.
Tan Malaka:Ya iya lah. Masa’ ya iya dong. Duren aja dibelah, bukan dibedong. Kalau kamu bertanya begitu, berarti kamu sudah memonopoli ilmu (bahasa). Bahasa alay itu bukan monopoli milik generasi kalian, saya juga bisa.
Saya:Oh oke deh kalau begitu, Bung. Maaf ya kalau saya agak underestimate. Habis tadi pas kita dialog serius, Bung pakai bahasa Indonesia edisi jadul sih. Terima kasih atas diskusinya yang mencerahkan.
Tan Malaka:Iya. Kamu sudah paham belum? Coba disimpulkan hasil diskusi kita?
Saya:Insya Allah sudah, Bung. Saya ambil ada dua kesimpulan. Pertama, para mahasiswa Indonesia di Belanda jangan memonopoli ilmu yang dipelajarinya. Kedua, mereka harus sering-sering menulis (atau menghasilkan produk yang bermanfaat) seperti bung Hatta dan bung sendiri.

Untuk yang pertama, saya sudah menyadari itu. Dan untuk yang kedua, saya sekarang sedang mulai bikin projek blog pribadi tentang www.hukumunieropa.wordpress.com, supaya kayak Bung Hatta, rajin menulis dan ilmunya bisa langsung bermanfaat untuk orang lain. Semoga bisa konsisten seperti Bung dan nggak “hangat-hangat t*i ayam”. Mohon dikunjungi dan kasih komen kalau ada waktu ya, Bung.

Tan Malaka:Iya kira-kira begitu. Oke, nanti saya cek blog kamu kalau saya ada waktu senggang.
Saya:Saya pulang dulu ya, Bung. Sudah malam. Tempat tinggal saya lumayan jauh dari perpustakaan ini. Saya juga nanti mau mampir beli kapsalon dulu di Ak Mir atau Doner Company.
Tan Malaka:Oke. Memangnya, di mana kamu tinggal?
Saya:Di Rijnkade, Bung. Dekat Hoegewoerd 49, rumah yang dulu jadi tempat dibentuknya organisasi Perhimpoenan Hindia.
Tan Malaka:Oh, organisasi yang dulu kerjanya cuma dansa-dansi itu ya. Kalian jangan ketularan mereka ya. Oke kalau gitu, sana pulang, nanti kemalaman. Oh iya, nanti kalau ketemu Bro Harry Poeze, saya titip pesan ya. Nggak usah serius-serius bingits meneliti tentang saya.
Saya:Hahaha. Siap, Bung. Saya pamit dulu ya. Assalamu’alaikum.
Tan Malaka:Wa’alaikum Salam wa Rahmatullahi wa Barakatuh.

Catatan:

Tulisan ini dibuat dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Nasional, 2 Mei 2016. Kutipan Tan Malaka yang berhuruf miring adalah asli pendapatnya, diambil dari bukunya yang bertajuk ”Thesis” (Kata Pengantarnya ditulis di Lawoe, Jawa Tengah, 10 Juni 1946). Di luar dari itu adalah dialog imajiner.

Ditulis oleh: Ali Salmande

Categories
Berita PPI Negara Timur Tengah dan Afrika

HPMI Jordan Gelar ASEAN Youth Festival

Liputan Jordan – Himpunan Pelajar dan Mahasiswa Indonesia (HPMI) Jordan untuk pertama kalinya berhasil menggelar ASEAN Youth Festival 2016, sebuah acara festival budaya Asia Tenggara yang melibatkan Singapore Students’ Association in Jordan (SIRAJ), Majelis Perwakilan Mahasiswa Malaysia Jordan (MPMMJ) dan Thailand Students Association (TSA). Acara ini diselenggarakan di Yarmouk University pada Sabtu (17/12) lalu dan dihadiri oleh ratusan pelajar dan tamu undangan.

“Secara umum, acara ini bisa dibilang cukup sukses dalam menyatukan dan mempererat semangat ASEAN melalui olahraga, seni budaya dan kuliner,” ujar Dianing Noor Amna, selaku juri ASEAN Cooking Contest dan perwakilan dari Kedutaan Besar Republik Indonesia di Jordan. Selain Dianing, sebagai tamu undangan hadir pula Teguh Wardoyo, Duta Besar Indonesia dan Junever Mahilum West, Duta Besar Filipina.

p1050616

Acara dibuka pada pukul sembilan dengan ASEAN Futsal Championship dan dilanjutkan ASEAN Cooking Contest yang diikuti oleh para pelajar dari Indonesia, Singapura, Malaysia dan Thailand. Kemenangan diraih oleh Thailand disusul Malaysia. “Saya sangat berterima kasih kepada panitia penyelenggara ASEAN Youth Festival. Event ini saya rasa sangat bagus karena berhasil memfasilitasi para pelajar se-Asia Tenggara di Jordan untuk saling menyambung silaturahmi,” tutur Nasruddin Samah, panitia perwakilan dari TSA.

p1050528 p1050598

p1050608 p1050623

 

Salah satu acara utama lainnya adalah ASEAN Art Show yang menampilkan tarian tradisional dan seni kebudayaan tiap-tiap negara. Pementasan seni yang ditampilkan adalah Tari Poco-Poco (Indonesia), Dikir Barat (Singapura), Silat (Malaysia) dan Muay Thai (Thailand). Selain itu, acara juga semakin semarak dengan adanya ASEAN Food Bazaar yang menyajikan berbagai pilihan kuliner khas Asia Tenggara. Booth kuliner Indonesia mempromosikan siomay, bakso bakar, soto ayam, rendang, risoles, stick bawang dan bubur kacang hijau.

“Harapan saya, kami pelajar Asia Tenggara di Jordan bisa kembali mewujudkan event semacam ini di tahun-tahun selanjutnya. Karena acara ini bukan hanya untuk Indonesia sebagai penyelenggara tahun ini, melainkan juga untuk seluruh negara ASEAN,” ungkap Muzakkar Zul Fuadi selaku ketua panitia ASEAN Youth Festival 2016.

(Maryam Hakim/F)

Page 1 of 2
1 2