logo ppid

Campus Day Sumedang bersinergi dengan PPI Dunia menggelar acara tahunan dengan tema kasundaan dan tagline “Jembar Mekar Madangan” pada hari Minggu, 12 Februari 2012. Acara ini digagas untuk membentuk jiwa generasi muda menjadi generasi kosmopolitan yang senantiasa berkembang dalam kemajuan zaman dan membuka diri untuk menjadi generasi penerang bagi bangsa dan negara. Campus Day Sumedang sendiri merupakan event edukasi tahunan terbesar di Kabupaten Sumedang yang telah dilaksanakan 6 kali berturut-turut sejak tahun 2011.

Acara tahun ini hadir dengan 3 event besar, yaitu Try Out SBMPTN, Sumedang Leader Summit, dan Sumedang Education Fair. Sumedang Education Fair 2017 sendiri berisikan acara-acara seperti pemberian informasi mengenai perguruan tinggi di seluruh Indonesia, pemberian informasi beasiswa dalam dan luar negeri, serta kegiatan festival seni. Kegiatan yang diadakan di Gedung Negara Kab. Sumedang ini berhasil menarik minat para pelajar dan mahasiswa di Kabupaten Sumedang dengan bukti jumlah peserta yang hadir melebihi 1300 orang.

Dikutip dari hasil wawancara tim penyelenggara, Aldy Setiawan selaku Wakil Ketua Pelaksana acara menuturkan Kami sangat berbangga hati dan mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada instansi PPI Dunia yang telah menyempatkan diri untuk hadir dan memperkenalkan PPI Dunia pada event ini. Semoga kedepannya, kami bisa terus bekerja sama dan menjalin komunikasi yang baik untuk turut memperkenalkan tentang study abroad secara continue dikalangan pelajar.

Kerjasama dan kolaborasi dengan PPI Dunia yang baru pertama kali dilaksanakan di Sumedang ini mendapat antusias yang sangat besar dari para peserta yang merupakan siswa-siswi SMA dan juga mahasiswa. Acara ini juga dihadiri oleh beberapa perwakilan PPI Dunia yaitu Bagus Ari Haryo (PKetua PPI Tiongkok sekaligus Koordinator PPI Kawasan Asia dan Oseania), Niken Larasati (PPI Hungaria), Ajam Jamhur (PPI Sudan) dan Rizki Putri Rezna Hassan (PPI UK, Koordinator Divisi Pendanaan PPI Dunia).

Bagus Ari Haryo mengungkapkan, Terima kasih telah mengundang instansi PPI Dunia. Terutama ketika kami mempresentasikan PPI Dunia, terlihat sangat besar antusiasme dari para peserta yang hadir. Semoga dengan adanya PPI Dunia bisa menginspirasi adik-adik semua yang ingin melanjutkan pendidikan di luar negeri.

Adanya acara ini memberikan pemahaman lebih kepada peserta yang hadir bahwa Study Abroadadalah hal yang sangat memungkinkan. Hadirnya PPI Dunia dalam event ini memberikan respons positif dari para peserta, terbukti dari berbagai apresiasi dan kesan positif yang ditinggalkan oleh para peserta.

Arina Fani Pramudia sebagai salah satu peserta yang hadir mengungkapkan dulu pengen banget kuliah di luar negeri, sekalian kuliah dan cari pengalaman. Tapi sepertinya sulit sekali (untuk kuliah di luar negeri). Tetapi setelah mendengarkan presentasi dan penjelasan dari kakak-kakak PPI Dunia, saya jadi paham kalau kuliah di luar negeri itu sangat memungkinkan asalkan kita siap dan tidak berhenti untuk belajartuturnya. (Restu, Tim Festival Luar Negeri/NZ)

Komunitas Sahabat Beasiswa chapter Malang bersinergi dengan Radio PPI Dunia menggelar Kopi Darat bertajuk “Nongkrong Asyik bareng Sobat Siar Radio PPI Dunia” pada hari Jumat, 3 Februari 2017. Tujuan acara ini tidak hanya merupakan agenda rutin bulanan, namun juga sebagai salah satu wadah untuk memfasilitasi teman-teman di kota Malang mengenai pengetahuan beasiswa dan kuliah ke luar negeri.

Acara ini dihadiri oleh Direktur Radio PPI Dunia, Sobat Siar dan Kru Radio PPI Dunia serta 35 mahasiswa dari beberapa universitas di Kota Malang yang bertempat di Kafe Food Factory, Jl Bendungan Sutami, Kota Malang. Acara ini terbagi menjadi dua sesi. Dimulai dengan sesi audiensi Radio PPI Dunia yang dijelaskan langsung oleh Direktur Radio PPI Dunia, Nouval Rezka. Radio PPI Dunia sendiri resmi mengudara pada 18 Mei 2009 ditandai dengan dilakukannya siaran langsung berantai dari Sobat Siar (SS) di Jerman, Mesir, Belanda, Rusia, Korea Selatan, Malaysia, Inggris, dan Australia. Saat ini, Radio PPI Dunia telah didukung lebih dari 300 pelajar Indonesia di seluruh dunia dengan durasi siaran 24 jam online non-stop.

Dilanjutkan dengan sesi kedua yang membahas tentang kuliah dan beasiswa di Australia, Tiongkok dan Pakistan. Narasumbernya adalah anggota Radio PPI Dunia yang tentunya tengah belajar di Negara-negara tersebut. Berdasarkan informasi dari tim penyelenggara yang mewawancarai beberapa peserta dan narasumber, salah satu peserta Dinda Tantry, mengaku begitu tertarik dengan negara Tiongkok. Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang ini menuturkan “Kan ini sesuai dengan kalimat Tuntutlah Ilmu sampai ke negeri Cina”.

Nouval Rezka, Direktur Radio PPI Dunia mengaku senang dengan acara Kopdar ini, selain sarana untuk audiensi kepada teman-teman mahasiswa tentang Radio PPI Dunia, juga sebagai sarana menularkan semangat dan berbagi informasi luar negeri dari mereka yang telah berjuang di luar negeri kepada mereka yang tengah berjuang di Indonesia. “Terimakasih sudah disambut dengan baik oleh Sahabat Beasiswa Chapter Malang, semoga terus berjalan gerakan seperti ini di Kota Malang dan kota lainnya di Indonesia”, tuturnya. (Farah, Tim Festival Luar Negeri)

 

 

Malang, Senin, 7 November 2016. Pada acara International Scholarship Seminar and Agriculture Competition yang ke 6, International Association of Student in Agricultural and Related Science Local Committee University of Brawijaya (IAAS LC UB) mengundang tim Festival Luar Negeri (FLN) PPI Dunia untuk mewarnai acara berskala internasional ini.

Mengusung tema "Break your limit through scholarship", 4 delegasi dari PPI Dunia membagikan kisah inspiratif mengenai perjuangan kuliah di luar negeri kepada seluruh peserta. Mereka adalah Widhi Dyah Sawitri (PPI Jepang, Korda Kansai), Taufiq Effendi (PPI Australia, awardee Australian Development Scholarship), Tony Dwi Susanto (PPI Australia, awardee Australia Leadership Award) dan Muhammad Dhafi Iskandar (Koordinator PPI Dunia regional Eropa dan Amerika, periode 2012-2013).

Potongan Poster 6th International Scholarship Seminar

Hal menarik dari kegiatan Internasional Scholarship seminar di Universitas brawijaya ini adalah, peserta tidak hanya mendengarkan kisah inspiratif mengenai perjuangan belajar di luar negeri, namun dapat berinteraksi langsung dengan narasumber di Stand yang tersedia setelah acara Talkshow.

Suasana Seminar ISS IAAS LC UB

"Hal yang menginspirasi dalam acara kali ini adalah semangat mencari tahu tentang sekolah di luar negeri tidak hanya dikuasi oleh peserta yang berusia muda, namun juga peserta yang telah berusia lanjut," ujar Muhammad Dhafi Iskandar yang akrab dipanggil Dhafi ketika diminta untuk menceritakan pengalamannya saat menjadi narasumber.

Dhafi pun berpesan untuk para pelajar di Indonesia. "Untuk berhasil melanjutkan kuliah di luar negeri, tumbuhkanlah selalu rasa ingin tahu. Karena hal ini akan bermanfaat baik untuk saat ini dan di masa depan. Bila ditolak dalam proses mengajukan aplikasi, baik itu aplikasi beasiswa ataupun pendaftaran sekolah di luar negeri, jangan menyerah. Jadikan momen tersebut sebagai momen evaluasi dan perbaikan diri."

 

Ayo, terus ikuti kegiatan Festival Luar negeri PPI Dunia.

Masa Muda Masa yang berapi-api

-Rhoma Irama-

Galeri Kegiatan International Scholarship Seminar Universitas Brawijaya:

 

Oleh :

Tim FLN PPI Dunia

Dalam rangka menyambut Hari Guru Nasional, PPI Dunia berkerjasama dengan BEM FIP Universitas Jakarta (UNJ) mengadakan Festival Pendidikan. Dalam acara yang dilaksanakan pada hari Kamis, 3 November 2016 di aula Maftuchah Yusuf Gedung Dewi Sartika, narasumber dari PPI Dunia mengajak peserta untuk berani melanjutkan kuliah di luar negeri.

Dalam acara festival pendidikan ini, tim FLN PPI Dunia diwakili oleh Rizki Putri Rezna Hassan (PPI UK) dan Nadi Guna Khairi (Sekjen PERMIAS (USA) 2015-2017). Talkshow dimulai oleh Rizki Putri Rezna Hassan dengan memperkenalkan kegiatan PPI Dunia kepada seluruh peserta Festival Pendidikan.

Setelah memperkenalkan aktivitas PPI Dunia, Rizki berbagi motivasi, informasi, dan pengalaman beliau selama belajar di luar negeri. Empat poin alasan untuk belajar diluar negeri dijabarkan dengan menarik oleh Rizki.

BEM FIP UNJ menyampaikan bahwa poin pertama yang dijabarkan oleh Rizki adalah self development. Pada point ini, Rizki mengatakan bahwa "great things never come from comfort zone". Disadari atau tidak, saat kita memaksakan diri untuk keluar dari zona nyaman, maka potensi diri kita akan terbangun. Selanjutnya, dengan berkuliah di luar negeri, soft skill yang kita miliki akan berkembang dan membuat diri kita menjadi lebih fleksibel, toleran, percaya diri, dan mandiri.

Kemudian, Rizki menekankan bahwa berkuliah diluar negeri berarti kita akan mendapatkan more opportunites. Ada banyak kesempatan karir di luar negeri dengan beragam bidang studi dan profesi yang spesifik dan berbeda dengan kondisi di dalam negeri. Terakhir, belajar di negara asing akan menjadi sebuah adventure tersendiri untuk kita. Sisi menyenangkan kuliah di luar negeri adalah menikmati kuliner dan objek-objek wisata terkenal seperti keajaiban dunia secara langsung serta dapat menikmati berbagai fasilitas yang lengkap dan murah.

Peserta Festival Pendidikan 2016

Peserta Festival Pendidikan 2016

Setelah Rizki menyampaikan informasi dan motivasi mengenai pengalamannya di luar negeri, Nadi Guna Khairi, yang kini sedang menempuh pendidikan di University of Redland, Los Angeles, berbagi pengalaman dirinya sebagai self funded student di negeri paman sam. Di Amerika, Nadi tidak hanya belajar namun juga bekerja. Nadi menyampaikan bahwa bekerja di luar negeri membuat kita harus pandai membagi waktu antara waktu belajar dan waktu bekerja. Kelebihan dalam melakukan kerja sambil belajar di luar negeri adalah bertambahnya relasi dan tabungan pengalaman di masa depan.

Sekjen PERMIAS USA ini juga menyatakan bahwa dengan berkuliah di luar negeri, kita akan berkontribusi kepada negara Indonesia sebagai ambassador yang mempromosikan pariwisata dan budaya di Indonesia kepada masyarakat di luar negeri. Nadi Guna Khairi mengatakan bahwa, “Tuntutlah ilmu sampai ke negeri Cina! Maka, jangan takut untuk keluar negeri! Kejarlah pendidikan sampai ke negara impian!”

Suasana Talkshow Festival Pendidikan UNJ Suasana Talkshow Festival Pendidikan UNJ

Suasana Talkshow Festival Pendidikan UNJ
Suasana Talkshow Festival Pendidikan UNJ

Rangkaian acara festival pendidikan selesai pukul 16.00 WIB yang ditutup dengan foto bersama seluruh panitia Festival Pendidikan 2016.

"er is geen slechter raadgeefster dan de vrees!"
Tak ada pedoman yang lebih celaka daripada ketakutan!!!!!!
-pepatah belanda-

Untuk pendidikan Indonesia yang lebih baik!

 

Galeri Kegiatan :

Sumber Gambar :

BEM FIP UNJ

oleh :

TIM FLN PPI Dunia

Copyright © 2021 PPI Dunia
All rights reserved
Mayapada Tower 1, Lt.19, Jl. Jend. Sudirman, Kav. 28
Jakarta Selatan 12920