logo ppid

SALAM PERHIMPUNAN!!

BEM UNIVERSITAS PADJADJARAN BANDUNG dan TIM FESTIVAL LUAR NEGERI PPI DUNIA akan bekerjasama untuk menyelenggarakan event Edufair
"Padjadjaran International Education Festival"

Hari, tanggal : Jumat, 26 Mei 2017
Waktu : 08:00 WIB - 16:00 WIB
Tempat : Bale Sawala Unpad Jatinangor

Perwakilan PPI Dunia akan menjadi keynote speakers dan meramaikan acara ini, mereka adalah:

Intan Irani Koordinator PPI Dunia 2016/2017 (PPI Italia)

Steven Guntur Koordinator PPI Dunia 2015/2016 (Permira Rusia)

Rizki Putri Hassan, Koordinator Divisi Pendanaan PPI Dunia (PPI UK)

Dan akan ada stand berbagai informasi studi dan hidup di luar negeri yang akan diramaikan oleh delegasi dari PPI Negara diantaranya:

1. PPI Polandia
2.PPI Hungaria
3.Perpika Korea Selatan
4.PPI Malaysia
5.PPI Swedia
6.PPI Spanyol
7.PPI Estonia
8.PPI Tiongkok
9.PPI Thailand
10.PPI Prancis
11.PPI Italy
12.PPI New Zealand
13.PPMI Saudi Arabia
14.PPI UK
15.PPMI Mesir
16.PPI Turki
17. PPI Jepang
18. PPI Jerman

Berita selengkapnya, follow:
IG: felarippidunia Facebook: felari ppi dunia
Web: www.ppidunia.org

Liputan Madinah – Pada hari Kamis, 26 Januari 2017, kami berkesempatan silaturrahim dengan 7 mahasiswa Indonesia yang sedang kuliah di Universitas Kuwait, Kuwait, dalam rangkaian ibadah umrah dan ziarah kota suci Madinah yang berlangsung selama 10 hari (18-28 Januari 2017) termasuk perjalanan darat dari Kuwait ke Makkah dan Madinah. Dari ketujuh mahasiswa, 6 diantaranya adalah pelajar pada program Markaz Lughah (Studi Bahasa Arab selama 1 tahun) dan satunya adalah pelajar pada program S1 Kuliyyatul Adab (Fakultas Sastra Arab).

Jumlah mahasiswa Indonesia di Universitas Kuwait saat ini, terdapat 12 mahasiswa dan mahasiswi, 7 mahasiswa di dalam program Markaz Lughah, dan 5 mahasiswa di dalam program S1 dan S2. Setiap tahunnya, melalui Kementerian Agama RI, pendaftaran untuk melanjutkan studi ke Universitas Kuwait dibuka, baik program Markaz Lughah maupun program S1. Fasilitas yang didapatkan antara lain asrama, beasiswa sebesar 100 Dinar Kuwait per bulan, makan gratis di kafetaria kampus, serta uang untuk membeli buku sebesar 100 Dinar Kuwait per semester.

Para pelajar di Markaz Lughah Universitas Kuwait bukan hanya berasal dari Indonesia, tetapi juga ada dari berbagai negara, antara lain Bosnia Herzegovina, Taiwan, Prancis, Korea Selatan, Kazakhstan, Ukraina, Jepang, Georgia, Australia, Hungaria, Turki, Gambia dan Afganistan.

Pengaktifan kembali PPI Kuwait

Menurut data dari BKPPI Timur Tengah dan Sekitarnya, PPI Kuwait sendiri merupakan salah satu anggota BKPPI itu sendiri. Setelah kami tanyakan ke beberapa pelajar Indonesia di Kuwait, salah satu faktor tidak adanya PPI beberapa tahun belakangan ini adalah sedikitnya jumlah pelajar Indonesia di Kuwait (12 orang). Sedikitnya jumlah pelajar sebenarnya tidak menjadi alasan, seperti PPI Estonia hanya ada 3 mahasiswa dan PPI Uni Emirat Arab hanya ada 3 mahasiswa (sisanya pelajar SMP dan SMA).

Pada Hari Batik Nasional tahun 2015, pelajar Indonesia di Kuwait ikut serta dalam video ucapan Selamat Hari Batik Nasional PPI Dunia di salah satu Stasiun TV Swasta Nasional. Kami berharap kedepannya, PPI Kuwait bisa hadir kembali, dengan harapan dapat mempromosikan studi di Kuwait, serta memberikan informasi beasiswa dan kegiatan mahasiswa Indonesia di Kuwait. Kami juga berharap semoga semakin banyak pelajar Indonesia yang berkesempatan melanjutkan studi ke Kuwait.

Kunjungan ke Kuwait

Pelajar juga aktif di acara KBRI

Dalam rangka memperingati HUT RI ke-71, KBRI Kuwait City mengadakan acara resepsi diplomatik pada hari Rabu, 26 Oktober 2016 di Jumeriah Hotel, yang dihadiri oleh Duta Besar RI untuk Kuwait, YM Tatang Budi Utama Razak beserta tamu undangan dari kalangan dosen, pengusaha, tokoh masyarakat Kuwait, diplomat dari sejumlah kedutaan negara-negara sahabat di Kuwait, serta masyarakat Indonesia di Kuwait yang termasuk didalamnya para mahasiswa.

5 mahasiswa Indonesia hadir di acara ini dan berkesempatan menjadi bagian penerimaan tamu. “Acaranya cukup meriah, tamu undangan yang datang juga banyak” ujar Muhammad Abdul Aziz, salah satu mahasiswa Indonesia yang hadir pada acara ini. Kuliner Indonesia juga disajikan kepada para tamu undangan “ada nasi goreng, bakwan, dan lain-lain” tambah Abdul Aziz. (Red:-/Ed: Amir)

Bogor-Minggu, 4 Desember 2016. Festival Luar Negeri PPI Dunia kerjasama dengan Sahabat Beasiswa Chapter Bogor kembali menyelenggarakan Kopdar yang ke-lima.

 

Acara yang bertemakan “Lets Study to Estonia and How to be an Oustanding Student” ini mencakup berbagai macam penjelasan dan informasi mengenai kehidupan di Estonia serta berbagai macam beasiswa yang dapat diraih untuk studi ke Estonia, seperti pertukaran beasiswa Degree Studies (Doctoral, Master dan Bachelor Degree), pertukaran pelajar, short-time mobillity, bahkan beasiswa untuk penelitian.

Narasumber yang hadir, Unggul Sagena, merupakan salah satu delegasi PPI Estonia sekaligus peraih beasiswa Master of Arts in Social Sciences (Technology Governance) (MA(TG))-Ragnar Nurkse Shool of Innovation&Governance, Tallinn University of Technology, Estonia. Unggul yang juga menjabat sebagai Ketua PPI Dunia Estonia 2012-2014 menjelaskan bahwa internet termasuk dalam Hak Asasi Manusia di Estonia. Dengan demikian, proses interview beasiswa pun sering dilakukan melalui skype. Menurut beliau, sistem interview melalui skype memberi keuntungan khusus bagi pelajar dalam hal mempersiapkan bahan wawancara. Beliau memberi contoh bilamana wawancara, pelajar dapat dengan mudah menempelkan catatan di sisi layar, sehingga saat wawancara berlangsung pelajar dapat menatap lurus ke arah kamera dengan tetap bisa melihat catatan yang sudah disiapkan.

2016-12-13-photo-00000124

Pemaparan yang sangat terperinci yang disampaikan oleh Unggul Sagena mendapatkan respon yang sangat positif dari peserta pada seminar kali ini. Pengalaman pribadi beliau yang turut diulas saat beliau memaparkan materi memberi daya tarik bagi peserta untuk mendalami tawaran studi di Estonia.

Acara Kopdar kelima ini ditutup dengan sesi tanya jawab dan foto bersama.

Tim Festival Luar Negeri PPI Dunia.

 

Jakarta - Kamis, 10 November 2016. Festival Luar Negeri - PPI Dunia bekerja sama dengan Departemen Advokasi dan Kesejahteraan Mahasiswa (Dept. Adkesma) BEM UNJ mengadakan Scholarship and Job Festival (SJF) - UNJ 2016. Dimulai dari tanggal 10-11 November 2016 untuk Edu Fair dan 14-15 November 2016 untuk Jobfair dengan durasi waktu 4 hari.

Acara talkshow dan seminar yang membahas seputar beasiswa pendidikan baik di dalam maupun di luar negeri ini bertempat di Gedung Dewi Sartika, Kampus A Universitas Negeri Jakarta (UNJ). Kegiatan ini merupakan acara yang ke-8 dalam Program Kerja Festival Luar Negeri - PPI Dunia.

Dengan mengangkat tema "Create Your Future, Build the World", acara ini menghadirkan narasumber dari beberapa delegasi negara, diantaranya adalah Intan Irani (PPI Italia) sekaligus Koodinator PPI Dunia periode 2016-2017 dan Warsono El Kiyat, selaku Departement Pendidikan PPI Polandia 2016 yang membahas mengenai pengalaman serta trik untuk menempuh pendidikan di Eropa. Selain itu, diadakan juga talkshow mengenai beasiswa LPDP oleh Tutike (Awardee LPDP Pk 27) dan Seminar SM3T (Sarjana Mendidik di Daerah Terdepan, Terluar, dan Tertinggal) oleh Jeniza (Alumni SM3T).

1

Pada acara kali ini, Tim SJF- UNJ 2016 menyediakan beberapa stand yang diisi oleh 12 perwakilan PPI Dunia dan 9 stand PPI Negara dari PPI Sudan, Polandia, Mesir, Tiongkok, Spanyol, Estonia, Yordania, Portugal, dan Taiwan serta lembaga-lembaga pendidikan lainnya. Stand ini dibuka untuk memberikan pelayanan terhadap peserta yang ingin bertanya atau sharing langsung bersama para delegasi PPI Dunia ataupun lembaga pendidikan lainnya.

Acara yang diselenggarakan di Universitas Negeri Jakarta ini tidak hanya dihadiri oleh para mahasiswa/mahasiswinya saja, melainkan terbuka untuk umum. Semangat serta kesadaran akan pentingnya pendidikan di luar negeri juga dibuktikan oleh beberapa peserta yang antusias mengunjungi setiap stand negara untuk menggali informasi sebanyak mungkin dan berbagi pengalaman bersama para delegasi PPI Dunia mengenai study abroad.

2

 

"SJF di UNJ ini telah banyak memfasilitasi pesertanya untuk menggali informasi tentang studi lanjut keluar negeri dan/atau dengan beasiswa secara lebih mendalam. Adanya perwakilan dari tiap-tiap PPI negara memberikan kesempatan pengunjung/peserta untuk memahami lebih detail tentang sistem pendidikan di negara tersebut dan peluang beasiswa yang tersedia". Jelas Warsono El Kiyat sebagai salah satu narasumber di acara SJF sekaligus perwakilan PPI Dunia yang mengisi stand PPI Polandia.

3

Festival Luar Negeri PPI Dunia menjadi wadah informasi tentang pentingnya pendidikan di luar negeri yang harus disadari demi mewujudkannya generasi bangsa yang berwawasan mendunia untuk menduniakan Tanah Air.

 

Tunggu dan hadiri acara kami berikutnya...

 

"Walaupun banyak negri ku jalani

Yang masyhur permai dikata orang

Tetapi kampung dan rumahku

Di sanalah kurasa senang

Tanahku tak kulupakan

Engkau kubanggakan"
Judul Lagu : Tanah Airku.

Lagu Ciptaan : Ibu Soed.

 

 

Oleh:
Tim FLN - PPI Dunia 2016

November 22, 2016

Nordic Baltic Indonesian Scholar Conference (NBISC) adalah acara konferensi tahunan yang digelar oleh Perhimpunan/Persatuan Pelajar Indonesia (PPI) yang berada di wilayah Nordik dan Baltik yaitu PPI Finlandia, PPI Denmark, PPI Swedia, PPI Norwegia dan PPI Estonia. Konferensi yang akan dilaksanakan untuk ketiga kalinya ini akan diadakan di Helsinki selama dua hari, yaitu pada tanggal 12 dan 13 November 2016 (Sabtu dan Minggu). Secara umum, konferensi ini bertujuan sebagai ajang bertemu dan berdiskusi antar para akademisi, peneliti, dan pelajar Indonesia yang berada di wilayah Nordik dan Baltik.

Sejarah:
NBISC pertama dilaksanakan pada tanggal 4 Oktober 2014 di Copenhagen oleh PPI Denmark dan diresmikan oleh Bapak Bomer Pasaribu, Duta Besar Indonesia untuk Kerajaan Denmark dan Lithuania pada masa tersebut. Secara resmi PPI Nordik Baltik terbentuk pada NBISC pertama ini.

Pada tanggal 5 Desember 2015, Nordic Baltic Indonesia Scholar Conference (NBISC) kedua digelar. Acara dibuka oleh duta besar republik Indonesia untuk Swedia, Bapak Dewa Made Juniarta Sastrawan.

Tujuan: Tujuan utama diadakannya NBISC adalah untuk memetakan sumber daya diaspora Indonesia khususnya para pelajar, akademisi, peneliti, dan profesional yang berdomisili di wilayah Nordik dan Baltik. Kegiatan ini juga menjadi ajang untuk bertemu, bersosialisasi, dan berdiskusi antar pelajar, akademisi, peneliti, dan profesional dari wilayah Nordik dan Baltik, sehingga mereka dapat bertukar pikiran dan memberikan saran untuk pembangunan Indonesia.
Sisi positif lain dari interaksi tersebut adalah memunculkan kerjasama dan memperkuat ikatan keilmuan antara akademisi Indonesia di wilayah Nordik dan Baltik yang topik penelitiannya berkaitan.

Tanggal dan Tempat:
12-13 November 2016

KBRI Helsinki

Kuusisaarentie 3 00340 Helsinki Finlandia

 

 

Untuk informasi lebih lanjut mengenai event ini, silahkan klik link di bawah ini

http://nbisc.com

Liputan Purwokerto, 9 Oktober 2016. Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Jenderal Soedirman (BEM UNSOED) yang bekerja sama dengan PPI Dunia mengadakan acara Festival of Study Abroad (FOSA) di Graha Widyatama, Purwokerto, Jawa Tengah. Acara yang bertajuk “Reinforcing Brighter Future with Study Abroad” ini bertujuan untuk memberikan informasi perihal sekolah lanjut di luar negeri dengan beberapa informan seperti delegasi dari PPI Negara, pihak beasiswa yaitu LPDP serta diskusi mengenai studi di luar negeri dengan para alumnus dan Kementrian Luar Negeri yaitu Isman Pasha.

Acara yang berlangsung selama dua hari ini diisi oleh delapan belas delegasi negara dari PPI Italia, PPI Taiwan, PPI Perancis, PPMI Pakistan, PPI Jerman, PPI Hongaria, PPI Yaman, PPMI Mesir, PPI Britania Raya, PERMIRA Rusia, PPI Brunei Darussalam, PPI Sudan, PPI Polandia, PPI Filipina, HPMI Jordania, PERMITHA Thailand, PPI Finlandia dan PPI Estonia. Setiap peserta dari delegasi memberikan presentasi selama 15 menit mengenai negara asal mereka belajar, tips dan trik kuliah di negara asal dan mengenai beasiswa di negara tersebut. Selain itu, setiap delegasi negara mendapatkan booth untuk memperkenalkan dan memberikan informasi lebih lanjut mengenai kuliah di luar negri.

Ketua panitia dari FOSA, Putri Bilqis Oktaviani mengharapkan, peserta dari acara ini, yaitu mahasiswa dan berbagai kalangan lainnya dapat memanfaatkan kesempatan ini untuk mencari informasi tentang beasiswa terkait secara gratis. Beliau juga berharap agar peserta tidak malu bertanya untuk mendapatkan informasi mengenai kuliah di luar negeri, serta mereka dapat mempersiapkan segala kebutuhan dari jauh hari.

Peserta dari acara ini tampak antusias untuk mencari informasi mengenai kuliah di luar negeri. Ajang ini juga memperkenalkan mereka tentang negara yang tidak familiar dengan mereka namun memiliki beberapa potensi beasiswa untuk mahasiswa Indonesia melanjutkan studi baik jenjang magister ataupun doktoral.

(FA,NL/F)

Estonia, Teknologi advanced manufacture forming merupakan teknologi perangkat kemiliteran yang mulai berkembang semenjak zaman revolusi industri sampai era-milenium. Berkembangnya teknologi memberikan peluang untuk meningkatnya kwalitas perangkat kemiliteran.

Agus Pramono Pelajar asal Indonesia di Tallinn Institute of Technology Estonia saat ini sedang fokus melakukan kajian pengembangan teknologi kemiliteran ini. Candidate PhD mechanical enginering ini berpendapat, pengembangan teknologi perangkat kemiliteran mulai berevolusi ketika ditemukanya teknologi tekanan tinggi oleh ilmuwan Russia Vladimir Segal pada tahun 1980-an yang dikenal dengan Equal Channel Angular Extrusion (ECAE).

Pada tahun 1990-an Ilmuwan Russia lainnya, Ruslan Z. Valiev menyempurnakan dan menerapkannya pada industri dengan nama Equal Channel Angular Pressing (ECAP) hingga menjadi produk perangkat militer dari senjata maupun peralatan kendaraan tempur.

Teknologi ini merupakan revolusi teknologi yang telah menyempurnakan teknologi konvensional seperti proses tempa, rolling, ekstrusi maupun drawing. Sedangkan teknologi lain Self-propagating High-temperature synthesis (SHS) yang dikembangkan oleh Alexander Merzhanov untuk melengkapi teknologi pada aplikasi yang mengarah ke aplikasi senjata dan mesiu.

Military Application

Military Application

Selain untuk Aplikasi perangkat kemiliteran di Eropa perusahaan seperti Metallicum telah mengkhususkan diri dalam logam berstruktur nano. Saat ini teridentifikasi lebih dari 100 pasar khusus untuk nano-metals dalam bidang aerospace, transportasi, peralatan medis, pengolahan produk olahraga, makanan dan bahan kimia serta bahan bahan piranti elektronik.

Menurut Agus, pada penghujung akhir tahun 1999 ilmuwan Jepang Nobuhiro Tsuji mengembangkan teknologi advanced manufacture forming serupa yaitu metode Accumulative Roll Bonding (ARB), Teknologi ini lebih efektif dan efisien karena tidak membutuhkan perangkat dan cetakan yang mahal.

“Aplikasi dari teknologi ARB lebih mengarah pada spare part body tank, pesawat tempur maupun kendaraan lapis baja berkekuatan tinggi, pada eksperimen terakhirnya,” jelas Agus yang juga merupakan ketua Persatuan Pelajar Indonesia (PPI) di negara tempat Ia belajar.

Dalam temuannya Tsuji telah menggunakan bahan aluminium dan baja, hanya saja teknologi ini masih memiliki keterbatasan. Untuk menghasilkan kekuatan tinggi maka proses harus dilakukan berulang bahkan sampai puluhan kali.

Penemuan teknologi perangkat kemiliteran oleh Tsuji masih menggunakan bahan logam aluminium dan sejenisnya. Cara kerjanya dengan pengulangan roll mencapai 10 kali sedangkan untuk bahan baja industri pengulangan mencapai 16 kali.

Pada tahun 2015 Agus melalui research-nya dengan metode Repetitive Press-Roll Forming (RPRF). Cara kerja metode RPRF tidak memerlukan pengulangan hingga berulang kali.

Agus yang juga merupakan Staf Pengajar di Fakultas Teknik Metalurgi Universitas Tirtayasa Banten ini sudah banyak melakukan eksperimen tentang pengembangan teknologi mulai dari ECAE, ECAP, SHS maupun ARB.

Application of SPD

“Ide RPRF diawali dari keterbatasan proses pada eksperimen ECAP, ARB dan SHS. Untuk menghasilkan kekuatan tinggi diperlukan penekanan maupun laluan siklus ekstrusi ataupun rolling berkali-kali, dengan menggunakan multiple aksial-pressing, perangkat mesin RPRF mampu mensintesa bahan logam dan komposit,” jelas pria yang hobi bermain musik ini.

Hasil dari Rancangan alat RPRF ini telah dipresentasikan di beberapa kegiatan Persatuan Pelajar Indonesia di Eropa dan Russia, diantaranya; di Helsinki pada 24 Januari 2015 dalam Forum Berbagi Ilmu yang ditayangkan secara on-line oleh PPI Finlandia, Simposium PPI Kawasan Amerika dan Eropa di Moscow, Rusia.

Menurut Agus, Indonesia perlu menetapkan secara jelas standarisasi, spesifikasi, dan perangkat kemiliteran sesuai dengan sektor pertahanan (darat, laut dan udara). Selain itu, kecakapan personil TNI berupa keahlian dalam perangkat kemiliteran perlu dimaksimalkan lagi.

Gus Pram sapaan ketua PPI Estonia ini tidak asing bagi rekan-rekan Perhimpunan Mahasiswa Indonesia di Rusia (PERMIRA) karena disela sela kesibukannya sebagai mahasiswa doktoral dan sebagai ketua PPI di Estonia, Gus Pram cukup aktif mengisi kegiatan-kegiatan PERMIRA.

Nordic-Baltic Simposium

Nordic-Baltic Simposium

Materi terkait teknologi hasil inovasi teknologi RPRF juga pernah disampaikan pada Konferensi Persatuan Pelajar Indonesia Nordik Baltik di Stockholm yang diselenggarakan oleh PPI Swedia pada 5 Desember 2015 lalu.

Dalam pemaparannya Gus Pram berharap agar Indonesia juga menerapkan metode RPRF untuk perangkat kemiliteran di semua sektor fabrikasi pembuatan perangkat kemiliteran.

Menurutnya hasil rekomendasi yang pernah dituangkan dalam kesepakatan pelajar-pelajar Amerika-Eropa yang berupa manivesto moskow, dalam penelusuran literaturnya teknologi Advenced Manufacture Forming akan diterapkan oleh Russia dan Negara-negara anggota NATO pada perangkat ALUTSISTA yang mulai diproduksi pada tahun 2020.

“Saya berharap Indonesia bisa menjadi negara pertama yang akan menerapkan teknologi advanced manufacture forming ini,” tutup Agus. (Red.AP, Editor Dewi)

Liputan Italia, Cosenza, 11 Mei 2016 – Indonesia patut berbangga karna putra putri terbaiknya mampu bersaing dalam kompetisi musik Filadelfia tahun ini. Indonesia diwakili oleh 6 mahasiswa yang keseluruhannya berpartisipasi dalam kategori gitar klasik.

Mereka adalah Roby Handoyo, Adi Suprayogi, Vaizal Andrians, dan Gita Puspita Asri, tergabung dalam kelompok gitar kuartet “Nocturnal”, sedangkan kelompok berikutnya, “Duo Poeticos”, terdiri dari dua mahasiswa Indonesia lain, yakni Birul Walidaini dan Bagus Mardian, yang saat ini sedang menyelesaikan studinya di Università della Calabria (UNICAL) Italia.

Dari keenam partisipan yang ikut serta dalam kompetisi yang diikuti oleh 27 negara ini, Indonesia berhasil menguasai perlombaan di kelas Chamber Music kategori D dengan membawa dua prestasi membanggakan. Juara pertama kategori ini diraih tim guitar kuartet “Nocturnal" asal Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), sedangkan peringkat ketiga, di kategori yang sama, juga berhasil diperoleh duet “Due Poeticos”. Tambahan pencapaian tim Indonesia juga disempurnakan oleh Roby Handoyo yang turun di kelas Classical Guitar kategori Solo, dengan menyabet peringkat kedua di kategori tersebut.

CALABRIA 4

Septian Hadi, selaku perwakilan delegasi, mengaku sangat puas dengan pencapaian tim Indonesia secara keseluruhan. “Dengan kondisi bahwa seluruh anggota tim hanya terdiri dari mahasiswa, dan fasilitas serta instrumen peserta dari negara lain yang jauh lebih mumpuni, prestasi delegasi tahun ini kami dapat katakan melebihi harapan. Apresiasi atas keikutsertaan dan prestasi tim Indonesia datang dari pengunjung serta para peserta lainnya. Sebagai satu – satunya tim dari Asia Tenggara, Indonesia telah menunjukkan kepiawaian dan potensinya di kancah musik klasik mancanegara,” terang koordinator hubungan eksternal & internasional Perhimpunan Pelajar Indonesia di Calabria (PPI Calabria), tersebut.

Concorso Musicale Europeo tahun ini merupakan kompetisi kali kedelapan yang diselenggarakan oleh Associazione Musicale Melody bekerja sama pemerintah Città di Filadelfia. Selain Indonesia dan Italia sebagai tuan rumah, delegasi dari Meksiko, Finlandia, Polandia, Rusia, Amerika Serikat, Serbia, Bosnia, Lituania, Latvia, Spanyol. Belanda, Prancis, Jerman, Swiss, Belgia, Jepang, Korea Selatan, Republik Rakyat Tiongkok, Ukraina, Belarusia, Yunani, Norwegia, Estonia, Kroasia, dan Slovakia juga turut ikut berpartisipasi dalam kejuaraan ini.

CALABRIA 6

Keikutsertaan Indonesia di kompetisi musik dunia selanjutnya diharapkan akan semakin serius dengan persiapan yang lebih matang. Berikut penjelasan salah seorang peserta dalam format tanya-jawab yang telah kami rangkum beserta hasil lengkap dari keikutsertaan tim Indonesia dalam Concorso Musicale Europeo 2016 :

Bagaimana kamu bisa mengikuti perlombaan ini?

Pada dasarnya kami sudah mengikuti kompetisi ini pada tahun 2013 bersama Quartet Guitar “Sforzando,” dan meraih juara yang sama yaitu juara 3 kategori Chamber Musica “Stanislao Giacomantonio” di Cosenza, Italia

Sebagai pelajar Indonesia di Italia bisa menang pertandingan internasional seperti ini bagaimana perasaan kamu?

Kami senang sekali, di sela-sela padatnya jadwal perkuliahan, kami bisa menyempatkan waktu untuk berlatih bersama. Pada hari pelaksanaan kompetisi dengan persiapan yang ada, kami dapat menyelesaikan dan mendapatkan juara 3 kategori D Chamber Music, sesuatu hal yang menurut kami "di luar ekspektasi" mengingat peserta dari berbagai negara memiliki kapasitas yang luar biasa. Kami menyambut Ini adalah "hadiah" dari jerih payah kami, karena tidak ada kata-kata yang bisa mewakili seberapa besar rasa puas dan kegembiraan kita saat itu.

Apa rencana kamu selanjutnya setelah kemenangan ini?

Kami akan tetap berlatih untuk lebih mematangkan materi dan repertoar kami, untuk lebih baik kedepannya.

Di Indonesia asal dari mana dan sudah berapa lama belajar musik di Italia? Beasiswa atau biaya sendiri? Di kampus mana?

Saat ini kami mengambil dua gelar master pada 2 institusi, yaitu :

Birul Walidaini, asal Kediri Jawa Timur. Mahasiswa tahun kedua magistrale di Universita della Calabria jurusan "History of Art" (beasiswa), selain itu juga tercatat sebagai mahasiswa tahun kedua magistrale di conservatorio di musica "Stanislao Giacomantonio" di Cosenza, Italia Jurusan Classical guitar performance (non beasiswa).

Mardian Bagus Prakosa, asal Temanggung Jawa Tengah. Mahasiswa tahun pertama magistrale di Universita della Calabria jurusan "History of Art" (Beasiswa), selain itu juga tercatat sebagai mahasiswa tahun pertama magistrale di conservatorio di musica "Stanislao Giacomantonio" di Cosenza, Italia Jurusan Classical guitar performance (non beasiswa).

Pertanyaan Panitia

1. Dari mana ide pertandingan ini muncul? apakah sudah sering di Italia membuat event pertandingan musik internasional?

Kompetisi ini adalah kali ketujuh yang rutin diadakan setiap tahun dengan dukungan dari komisi eropa. Sebagai parameter perkembangan musik klasik di dunia.

2. Ada berapa peserta yang ikut dan background peserta apakah ada yg non mahasiswa?

Tahun ini tercatat 26 negara. Tidak hanya mahasiswa musik, Melainkan juga dosen dan profesor musik.

3. Bagaimana pandangan anda tentang pelajar Indonesia di Italia khususnya palajar musik?

Luar biasa, kami kagum orang asia bisa membawakan musik eropa dengan baik dan maksimal.

CALABRIA

Hasil lengkap dari keikutsertaan tim Indonesia dalam Concorso Musicale Europeo 2016:

1. Nocturnal Guitar Quartet (UNY) - Roby Handoyo, Adi Suprayogi, Vaizal Andrians, dan Gita Puspita Asri: Juara 1 kelas Chamber Music kategori D.

2. Due Poeticos (UNICAL) – Birul Walidaini dan Bagus Mardian: Peringkat 3 kelas Chamber Music kategori D.

3. Roby Handoyo (UNY) – Peringkat 2 kelas Classical Guitar kategori Solo. (Red. IMA, Editor. Dafi)

Copyright © 2021 PPI Dunia
All rights reserved
Mayapada Tower 1, Lt.19, Jl. Jend. Sudirman, Kav. 28
Jakarta Selatan 12920