Categories
Berita Eropa dan Amerika PPI Negara

Hasta Luego, Ibu Yuli Mumpuni Widarso, Dubes Indonesia Untuk Spanyol (2014-2017)

Rombongan pelajar dan masyarakat Indonesia mengiringi kepulangan Ibu Yuli ke tanah air

 

SPANYOL – Energik, Egaliter dan Terbuka. Itulah kesan kami terhadap Ibu Yuli Mumpuni Widarso yang telah menyelesaikan masa baktinya sebagai Duta Besar Indonesia untuk Spanyol tahun ini. Beramai-ramai warga negara Indonesia di Madrid, mulai dari pegawai Kedutaan Besar Indonesia (KBRI), Duta Besar negara-negara ASEAN, tenaga kerja Indonesia, sampai pelajar Indonesia di Madrid ikut melepas kepergian beliau di Bandara Internasional Barajas – Madrid pada Kamis siang pukul 13.00 waktu setempat. Tangis haru dan syahdu tak lagi terbendung dan menyelimuti suasana perpisahan dengan beliau di area check in bernomor 155-160.

Sebelumnya, acara perpisahan juga diselenggarakan oleh Kuasa Usaha AD Interim Sementara, Bapak Adi Priyanto satu hari sebelum keberangkatan Ibu Yuli.  di Ruang Satya Loka, KBRI Madrid. Pada acara tersebut, semua perwakilan menyampaikan pesan dan kesan kepada Ibu Yuli selama bertugas menjadi Duta Besar Indonesia di Madrid. Idham Badruzaman yang merupakan perwakilan dari Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) di Spanyol menyampaikan 3 pokok penting dalam sambutannya, yaitu PPI Bernaung, PPI Berkarya dan PPI Berjaya. Di awal kedatangan Ibu Yuli ke Madrid, dukungan luar biasa terus diberikan meskipun jumlah PPI tidak banyak. Hal itu memberikan dampak yang luar biasa terhadap keberlangsungan organisasi PPI dalam naungan beliau di Tanah Matador. Kemudian, dalam setiap kesempatan, PPI selalu dilibatkan sehingga tidak jarang Ibu Yuli memberikan inspirasi bagi pelajar Indonesia untuk berkarya dan berkontribusi untuk Indonesia di perantauan. PPI bisa berjaya terlepas dari keterbatasan dan kekurangan, di antaranya adalah: anggota PPI Spanyol turut aktif dalam organisasi induk PPI, yaitu PPI Amerika dan Eropa dan PPI Dunia. Selain itu, PPI Spanyol akan mencatat sejarah pada Maret 2018 dengan menyelenggarakan Konferensi Internasional pertama (setelah pendiriannya di tahun 2004) yang dihadiri oleh peserta dari lima benua dan ratusan institusi di dunia.

Pukul 13.15 waktu setempat, tampak lima Duta Besar negara-negara ASEAN telah lengkap berkumpul di bandara. Satu persatu menyalami dan memeluk Bu Yuli beberapa saat sebelum pesawat Saudi Arabia Airlines membawanya ke Jakarta. Kelima Duta Besar ini menjadi sangat dekat satu sama lain karena ASEAN Committee Madrid (ACM) di mana Ibu Yuli merupakan salah satu inisiatornya pada tahun 2014. Pasca ACM terbentuk, kelimanya sering kali mengadakan acara bersama untuk bahu-membahu mengenalkan ASEAN secara serentak. Ini barangkali satu dari banyak pencapaian Ibu Yuli sebagai Duta Besar di Spanyol.

Terkesan sangat energik, karena networking yang beliau bangun tidak hanya dalam lingkup ASEAN, mempersatukan negara-negara dengan penduduk mayoritas Muslim juga dilakukannya. Hal ini tentu senada dengan kebijakan pemerintah Indonesia secara umum, selain menjalin hubungan dengan negara-negara di Asia Tenggara dalam wadah ASEAN, Indonesia juga menjalin hubungan yang baik dengan negara-negara bermayoritas penduduk Muslim dalam wadah Organisasi Kerjasama Islam (OKI).

Sebagai seorang Duta Besar, beliau terkenal egaliter dan terbuka di mata masyarakat Indonesia di Spanyol. Tidak jarang warga negara Indonesia di Spanyol diundang dan dijamu baik di KBRI maupun di Wisma Duta Indonesia, rumah dinas beliau sebagai Duta Besar. Hal ini tentu memberikan dampak positif bagi warga negara Indonesia secara khusus, dan Keluarga Cinta Indonesia yang merupakan paguyuban warga negara Indonesia di Spanyol dapat berkembang dengan sangat baik dengan dukungan beliau.

Kami tidak berkata Adios (selamat jalan) karena kami yakin akan kembali bertemu dalam kesempatan berikutnya baik di Indonesia maupun di negara lain. Oleh karena itu, kami memilih berujar Hasta Luego (sampai jumpa lagi) Ibu Yuli. Pengabdianmu selama ini akan terus menginspirasi, memberikan manfaat dan dikenang. Hasta Luego, Ibu Yuli.**

 

Penulis: 

Idham Badruzaman adalah mahasiswa doktoral bidang Hubungan Internasional di Universitat Autónoma de Madrid, Penerima Beasiswa LPDP dan ketua PPI Spanyol periode 2012-2014.

Editor: Kartika Restu Susilo

Categories
Asia dan Oseania Berita PPI Negara

Menteri Keuangan Sri Mulyani Sempatkan Bertemu WNI Di Tokyo

Tokyo, 8 Oktober 2017. Sebelum menuju Amerika Serikat, Sri Mulyani mengunjungi KBRI Tokyo untuk bertegur sapa dengan para WNI di Jepang. Malam itu lobby KBRI Tokyo dipadati warga yang ingin bertemu Menteri Keuangan tersebut.

            Menghadiri temu sapa sebenarnya bukanlah agenda utama Sri Mulyani. Di tengah perjalanannya menuju Amerika Serikat, Menteri yang akrab disapa Bu Ani tersebut singgah di Tokyo untuk transit terlebih dahulu. Namun karena ada waktu yang cukup, maka dapat terselenggaralah pertemuan pada hari tersebut. Meski harus melanjutkan penerbangan keesokan paginya, Bu Ani tetap semangat dan antusias menyapa para hadirin.

Sebagai Menteri Keuangan, tidak bosan-bosannya Bu Ani membahas mengenai pajak pada masyarakat. Pajak sendiri diatur dalam pasal 23A UUD 1945 yang berbunyi ”Pajak dan pungutan lain yang bersifat memaksa untuk keperluan negara diatur dengan undang-undang”. Sebagai warga negara, membayar pajak adalah sebuah keniscayaan. Hal ini sejalan dengan pemikiran salah seorang filusuf ternama asal Inggris, Thomas Hobbes. Pada salah satu bukunya, Leviathan yang terbit tahun 1651, Hobbes menjelaskan hubungan antara pemerintah dan rakyatnya. Hubungan ini seperti sebuah kontrak yang bersifat mutualisme. Pemerintah berperan sebagai pelindung dan penyedia, sementara masyarakat harus mendukung pemerintah dengan cara membayar pajak. Uang hasil pajak inilah yang nantinya dikelola pemerintah untuk membangun rumah sakit, menyediakan lapangan kerja, dan lain-lain yang bernilai bagi rakyat. Hal seperti inilah yang disebut kontrak antar pemerintah dan rakyat, dan hal ini berlaku di manapun.

Sayangnya hal ini mungkin belum dipahami semua orang. Sri Mulyani sendiri mengakuinya bahwa penerimaan pajak masih rendah. Warga yang mengikuti progam tax amnesty saja tidak sampai satu juta. Lalu, terdapat sekitar 32-juta warga yang terdaftar sebagai pembayar pajak, namun yang benar-benar membayar pajak dan memiliki SPP tidak lebih dari 12-juta warga. Indonesia sempat dihebohkan juga belum lama ini oleh kabar nasabah asal Indonesia yang mentransfer dana sebesar Rp18,9-triliun ke bank Standard Chartered di Singapura. Demi menghindari hal ini, Bu Ani menyatakan sudah memberlakukan perjanjian perpajakan internasional sehingga aliran dana dalam jumlah tidak masuk akal dapat terlacak.

Sempat disinggung juga tentang hutang Indonesia yang beberapa bulan lalu panas dibahas. Dibandingkan Jepang, hutang Indonesia masih terdapat dalam kategori sehat. Hutang Jepang sendiri memang sudah terlampau besar, yakni sekitar 200% dari GDP (Gross Domestic Product). Sedangkan Indonesia masih berkisar di angka 27% GDP. Jadi, memang Indonesia tidak sedang dalam keadaan darurat hutang. Ini adalah salah satu tugas Kementerian Keuangan untuk mengatur perekonomian Indonesia agar dapat terus berkembang namun juga dengan menjaga kestabilan. Tidak boleh ada pengeluaran atau peminjaman yang berlebihan, uang yang mengalir haruslah efisien dan digunakan semaksimal mungkin.

Pada sesi tanya jawab, salah seorang hadirin menanyakan hal yang menarik untuk dibahas. “Dengan sumber daya yang melimpah, dapatkah Indonesia bergantung padanya dan menghapuskan pajak?” tanya sang hadirin. Sebenarnya bisa saja, namun negara akan terjangkit Dutch Disease jika hal ini dilaksanakan. Dutch Disease merupakan istilah ekonomi yang merujuk pada ketergantungan berlebih suatu negara, biasanya terhadap sumber daya alam, sehingga menyebabkan berkurangnya daya saing negara tersebut. Mengambil contoh dari Norwegia yang kaya akan sumber daya alam, tetapi mereka tetap mematok pajak yang tinggi bagi warganya. Dari pajak yang tinggi ini, Norwegia membangun dirinya menjadi negara yang maju, dan yang paling penting, meningkatkan daya saing manusianya. Indonesia bisa saja menggantungkan diri pada sumber daya alam. Namun jika demikian, manusianya tidak akan bertumbuh secara daya saing dan pada suatu titik, akan runtuh karena kalah bersaing.

“Presiden Jokowi sangat terbuka dengan persaingan karena hal tersebut membawa manfaat,” ujar Sri Mulyani. Di zaman yang telah berubah ini, kita juga harus fleksibel mengikuti perubahan. Salah satunya adalah dengan menempa diri demi menjadi pribadi yang lebih kompeten, karena sekarang adalah eranya persaingan. Jangan lupa juga untuk mengambil pelajaran dari negara seperti Jepang dan negara maju lainnya. Banyak hal yang dapat dipelajari agar suatu hari nanti dapat dibawa pulang dan digunakan demi kepentingan bersama.

Penulis: Theodorus Alvin

Editor: Kartika Restu Susilo

Categories
Pojok Opini PPI Dunia

Hari Guru Sedunia: Refleksi Pendidikan Indonesia dan Kesukarelawanan

Hari ini, 5 Oktober 2017, adalah Hari Guru Sedunia atau World Teacher’s Day yang sudah diperingati sejak tahun 1994. UNESCO menginisiasi Hari Guru Sedunia dengan tujuan utama untuk memberikan dukungan kepada guru-guru sedunia dan menekankan bahwa keberlangsungan masa depan ada di tangan mereka untuk mendidik generasi penerus.

Hari Guru Sedunia digagas secara global dengan dasar bahwa setiap guru di setiap negara adalah agen pendidikan bagi warga dunia. Oleh karena itu, dinilai penting untuk membuat satu hari khusus untuk merefleksi, mengapresiasi, dan mendorong peningkatan kualitas guru di dunia.

Categories
Eropa dan Amerika Upcoming Event

Simposium Amerop 2018 Coming Soon

Coming Soon!

Setelah sukses dengan acara ICONIC (International Conference of Integrated Intellectual Community) pada tahun 2016 lalu di Hamburg dengan Prof. Dr.Ing. Dr. Sc.h.c. Bacharuddin Jusuf Habibie sebagai salah satu keynote speaker, kembali kami PPI Jerman bekerja sama dengan PPI Hannover akan menyelenggarakan ICONIC pada tahun 2018 mendatang di Hannover yang bertajuk Science and Technology for Sustainable Development.

Bersamaan dengan penyelenggaraan ICONIC 2018 akan dilaksanakan Simposium PPI Amerika-Eropa tahun 2018. Simposium ini merupakan agenda rutin delegasi pelajar-pelajar Indonesia di kawasan Amerika dan Eropa untuk saling bertukar ide dan gagasan, membahas arah dan haluan yang akan dicapai melalui program kerja serta menghasilkan rekomendasi solusi dari isu-isu yang dihadapi Indonesia. Melalui panel diskusi yang bertemakan Securing Indonesia’s Energy Sovereignty: The Security – Economy – Sustainability Nexus, kegiatan ini diharapkan dapat menghasilkan output yang nyata bagi Indonesia.

Nantikan informasi selanjutnya di
Website: www.iconic.ppi-jerman.de
Facebook: Iconic PPI Jerman
Twitter: @iconicppijerman
Instagram: @iconicppijerman

Panitia ICONIC dan Simposium Amerop 2018

Categories
Berita Kajian Nuklir Komisi Energi PPI Dunia

Kunjungan PPI Dunia Ke Reaktor Nuklir Batan di Serpong Banten

Tim Kajian Nuklir PPI Dunia

Kami dari PPI Dunia membentuk tim khusus yang bertugas untuk mengkaji teknologi nuklir. Tim tersebut beranggotakan 32 orang yang terdiri dari pelajar dan alumni PPI Dunia dari berbagai latar belakang negara studi. Tim ini bertugas untuk menggali pemahaman yang utuh terkait bahaya dan potensi teknologi nuklir berdasarkan perkembangan iptek global terkini. Dalam rangka memperoleh pemahaman yang utuh seputar teknologi nuklir, tim kajian nuklir PPI Dunia menggali sedalam mungkin perkembangan dan pemanfaatan luas teknologi nuklir di berbagai negara lain tempat kami masing-masing menempuh studi. Hasil informasi yang kami peroleh kemudian kami kaji bersama dengan dibandingkan pada perkembangan dan pemanfaatan teknologi nuklir nasional.

Menurut kajian yang telah kami lakukan, berbagai kendala yang berkembang dalam perkembangan nuklir nasional banyak disebabkan karena kekurangakuratan informasi seputar nuklir yang beredar di masyarakat luas dibandingkan dengan perkembangan iptek pernukliran global terkini. Ketidaktahuan secara utuh terkait nuklir diduga menjadikan teknologi ini terhambat penerimaannya oleh masyarakat luas di tanah air.

Di sisi lain, harapan atas potensi pemanfaatan nuklir oleh para pelajar Indonesia di luar negeri cukuplah besar. Berdasarkan survey kami atas 566 pelajar Indonesia yang tersebar di 48 negara, diketahui bahwa hanya 4,5% dari responden kami yang menyatakan sama sekali tidak berminat terhadap potensi aplikasi nuklir di bidang apapun. Sementara 28.5% responden menyatakan tertarik pada teknologi nuklir di bidang energi dan 67% responden menyatakan tertarik pada pemanfaatan teknologi nuklir di bidang-bidang non-energi. Seperti pada bidang medis (radio farmaka, radio terapi), bidang lingkungan, bidang industri, bidang pertanian, infrastruktur dan bidang industry manufaktur. Dari survey tersebut juga diketahui bahwa mayoritas responden (66%) beranggapan bahwa energi nuklir paling efisien dibanding energi alternatif lain yang tersedia. Lebih jauh, 57% dari responden kami menyatakan setuju bahwa Indonesia perlu mempertimbangkan penggunaan teknologi nuklir dalam pemenuhan kebutuhan energi nasional (pembangkit listrik tenaga nuklir).

Dialog dan Kunjungan Tim Kajian Nuklir PPI Dunia Ke Instalasi Nuklir Nasional

Demi untuk memperoleh gambaran yang menyeluruh atas perkembangan teknologi nuklir nasional, pada hari rabu, 23 Agustus 2017 dari jam 09.00 hingga pukul 12.30 perwakilan tim kajian nuklir PPI Dunia beserta rombongan mengadakan kegiatan kunjungan kerja ke reaktor nuklir Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) yang berlokasi di Serpong, Banten. Peserta dikhususkan bagi para pelajar yang tengah menempuh studi di luar negeri maupun baru saja lulus. Selain itu dibuka juga beberapa kuota undangan terbatas untuk pelajar di dalam negeri melalui jalur rekomendasi dan pihak pers mitra PPI Dunia untuk keperluan peliputan kegiatan ini. Dalam kegiatan ini hadir rekan-rekan kami para mahasiswa maupun alumni dari Belanda, Rusia, China, Iran, Italia, Romania, LIPI, pihak pers, komunitas muda nuklir nasional dan rekan-rekan dari Universitas Pertahanan. Total jumlah peserta sebanyak 25 orang dipimpin oleh Dwi Rahayu dari PEMIRA Rusia yang pada kesempatan ini sekaligus berperan sebagai ketua tim kajian nuklir PPI Dunia.

Acara ini terdiri dari dialog interaktif dengan ahli nuklir BATAN, penjabaran mengenai hasil produk penelitaian nuklir dari BATAN yang sudah ada, kunjungan langsung ke reaktor  (laboratorium) nuklir serpong serta diskusi tentang pemanfaatan teknologi nuklir yang sudah dilakukan di negara lain dan yang tengah dilakukan di Indonesia.

Kunjungan kami disambut oleh Adipurwa sebagai Kepala Subbid Edukasi Publik BATAN serta tim petugas layanan informasi BATAN. Pada pertemuan tersebut disajikan sejarah perkembangan nuklir nasional. Adipurwa menjelaskan bahwa titik awal perkembangan ketenaganukliran nasional telah ada semenjak era presiden pertama Indonesia, presiden Soekarno di tahun 1954. Pada tahun tersebut presiden Soekarno membentuk Panitia Negara yang bertugas melakukan penyelidikan adanya kemungkinan sisa zat radioaktif di wilayah NKRI akibat uji coba persenjataan. Panitia Negara inilah yang kemudian menjadi cikal bakal BATAN. Perkembangan teknologi nuklir nasional terus mengalami pasang surut seiring dinamika politik yang ada. Pada kesempatan tersebut turut dijelaskan juga standar keamanan berlapis yang diterapkan di seluruh fasilitas nuklir nasional. Demi menjamin tingkat keamanannya, sistem keamanan ini distandardisasi menurut standar internasional yang rutin diinspeksi berkala oleh Badan Atom Internasional (IAEA).

Melalui kunjungan ini kami mengetahui bahwa teknologi nuklir memiliki potensi besar dalam pemenuhan kebutuhan energi nasional maupun secara strategis mendukung program-program pembangunan nasional sektor non-energi. Sebagai informasi Reaktor G.A. Siwabessy di serpong memiliki kapasitas maksimal sebesar 30 megawatt yang difungsikan sebagai reaktor riset untuk berbagai keperluan penelitian. Sampai dengan saat ini, BATAN telah mampu menghasilkan beberapa produk terkait teknologi nuklir bernilai ekonomi tinggi yang aman dan dapat dimanfaatkan oleh masyarakat luas. Turut dipaparkan juga bagaimana teknologi tersebut sudah dimanfaatkan secara luas oleh negara-negara lain seperti di Vietnam, Jepang, Pakistan, India dan Amerika dalam mendukung sektor pertanian, industri pangan dan industri kesehatan mereka.

Pemanfaatan Teknologi Nuklir Nasional Kini dan Potensi Masa Depannya

Saat ini BATAN mengelola tiga buah reaktor nuklir riset di Indonesia. Yaitu instalasi reaktor nuklir Kartini di Jogjakarta, Instalasi reaktor nuklir Triga di Bandung dan Instalasi reaktor nuklir G.A. Siwabessy di Serpong. Sebagai catatan, reaktor G.A. Siwabessy ini sendiri merupakan salah satu reaktor  nuklir riset terbesar yang ada di Asia.

Turut diuraikan juga oleh pihak BATAN potensi pemanfaatan nuklir di masa depan dari fasilitas-fasilitas nuklir yang telah dimiliki BATAN saat ini. Untuk dapat menyebarluaskan manfaat teknologi nuklir nasional yang sudah berkembang ini, maka didirikanlah PT. INUKI. PT INUKI adalah BUMN mitra usaha BATAN yang memproduksi teknologi nuklir secara komersial untuk dapat dimanfaatkan masyarakat luas.

Beberapa teknologi nuklir yang sudah terbukti dapat dimanfaatkan masyarakat Indonesia dalam bidang berikut:

  1. Riset dan studi tapak sumber energi terbarukan;
  2. Pemuliaan benih unggul tanaman pertanian;
  3. Pembuatan isotop untuk produk obat-obatan;
  4. Irradiasi gamma untuk pengawetan bahan makanan;
  5. Irradiasi untuk mendukung pembangunan infrastruktur, dll.

Menganalisa potensi besar yang dimiliki teknologi nuklir nasional, pemanfaatan luas teknologi ini di tanah air kami nilai belum cukup maksimal. Kepemimpinan nasional yang kuat dan penyebaran informasi yang utuh seputar teknologi ini ke masyarakat luas dapat menjadi solusi dari situasi ini. Program edukasi nuklir yang transparan dan mudah dipahami oleh generasi muda bangsa dapat menjadi solusi agar pemanfaatan potensi teknologi nuklir yang sudah ada tidak ditakuti secara berlebihan ataupun disalahpahami oleh masyarakat luas.

Dengan perkembangan teknologi global terbaru dan kemampuan para ilmuwan BATAN yang ada sekarang, keamanan dan potensi instalasi nuklir nasional yang ada sudah semakin baik. Perkembangan teknologi global kini juga turut menjadikan teknologi nuklir memiliki manfaat yang semakin beragam dan strategis untuk kemajuan suatu bangsa. Atas pertimbangan itu kami Tim Kajian Nuklir PPI Dunia menilai Indonesia sudah bisa mulai melirik serta mengambil manfaat nyata dari teknologi nuklir yang ada dalam konteks sektor energi maupun bidang non-energi untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakatnya.

Ke depan, kami dari pihak tim kajian nuklir PPI Dunia akan terus mendalami perkembangan potensi teknologi nuklir nasional dan global terkini serta pemanfaatannya untuk kesejahteraan luas masyarakat bangsa Indonesia. Kami tim kajian nuklir PPI Dunia mendukung agar potensi nuklir nasional di berbagai bidang dapat terus digali dan secara terukur dapat disebarluaskan pemanfaatannya sebagai bagian dari pembangunan kualitas hidup masyarakat Indonesia.

Jakarta, 30 Agustus 2017

Tim Kajian Nuklir PPI Dunia

Press release lengkap bisa diunduh dalam link berikut

Categories
Berita PPI Dunia

Hasil Rekomendasi Simposium Internasional ke-9 PPI Dunia

Simposium Internasional Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) Dunia tahun ini dihelat di University of Warwick, United Kingdom. Simposium tahunan PPI Dunia tersebut berlangsung dari tanggal 24 Juli hingga 26 Juli 2017. Simposium kali ini mengusung sebuah tema “Accelerating Indonesia’s National Potential Towards 2030”.

 

Pembukaan

Perhelatan ini dibuka dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan sambutan dari Prof. Christine Ennew, Alanda Kariza sebagai Ketua PPI UK, dan Intan Irani sebagai Koordinator PPI Dunia 2016/2017. Acara kemudian dilanjutkan dengan Keynote Speech oleh Richard Graham MP (UK Trade Envoy to Indonesia and Chairman of Indonesia All Party Parliamentary Group) yang dapat dibaca lebih lanjut di sini. Setelah pembukaan dan kata sambutan, acara dilanjutkan dengan diskusi panel.

 

Diskusi Panel

Pada hari pertama terdapat tiga sesi panel diskusi yang diawali oleh panel diskusi utama  dengan tema “How can Indonesia’s budding creative industry & entrepreneurship solidify Indonesia’s creative economy?” Panel diskusi ini dibawakan oleh Prof. Dr. T.A Fauzi Soleiman, Didiet Maulana, dan Dian Pelangi.

Kemudian dilanjutkan dengan 3 panel diskusi secara paralel, yaitu mengenai:

  1. Entrepreneurship oleh Handry Satriago, Kusumo Martanto, dan Nancy Margried
  2. Development oleh Tri Rismaharini, Hiramsyah S. Thaib, dan Budiman Sudjatmiko
  3. Literature & Publishing oleh Andrea Hirata, Khairani Barokka, dan Dewi Laila

Terakhir adalah 4 panel diskusi secara paralel yang membahas mengenai:

  1. Fashion oleh Dian Pelangi, Ria Miranda, dan Elidawati
  2. Government & Politics oleh Yanuar Nugroho, Adam Tyson, dan Arief Zulkifli
  3. Education oleh Eka Simanjuntak, George Saa, Najelaa Shihab, dan Analisa Widyaningrum
  4. Financial Services oleh Endy Dwi Tjahjono, Destry Damayanti, dan Professor Mohammed Abdel-Haq

Seminar Indonesian Scholar International Convention (ISIC)

Seluruh peserta menghadiri seminar yang dibawakan oleh public figure serta pemerintah Indonesia. Sudirman Said  yang merupakan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral menyampaikan topik “Indonesia’s Demographic Boost in 2030.” Kemudian acara dilanjutkan dengan panel diskusi utama dengan topik “How to best prepare Indonesia’s Young Generation for 2030 Demographic Boost?” yang dibawakan oleh Handry Satriago (CEO daari GE Indonesia), Dr. TGH. Muhammad Zainul Majdi, M.A (Gubernur Nusa Tenggara Barat), Dr. David Johnson (Reader in Comparative and International Education University of Oxford).

Rapat Tahunan PPI Dunia

Sebagai permusyawaratan tertinggi PPI Dunia, Simposium Internasional ini tidak hanya menjadi wadah berkumpulnya anggota delegasi dari berbagai PPI Negara untuk bersilaturahmi dan menghadiri diskusi-diskusi panel. Tetapi juga merupakan tempat untuk mahasiswa-mahasiswi Indonesia tersebut bertukar pikiran dan mengkontribusikan pengetahuan mereka untuk menghasilkan butir-butir rekomendasi Simposium Internasional PPI Dunia.

Sidang internal yang merupakan agenda utama Simposium Internasional PPI Dunia berlangsung pada tanggal 25 hingga 26 Juli 2017. Sidang yang dilaksanakan pada pukul 09.30 – 00.00 ini dihadiri oleh 27 PPI Negara. Sidang ini dibagi menjadi 8 pleno dan dipimpin oleh 3 orang pimpinan sidang, yaitu Nazlatan Ukhra Kasuba (PPI Malaysia), Muhammad Iksan Kiat (PERMIRA Rusia), dan Bahesty Zahra (PPI Iran).

Dalam sidang tersebut, telah dilakukan pengesahan amandemen AD/ART PPI Dunia yang selama ini dirancang oleh Tim Ad Hoc AD/ART PPI Dunia. Laporan Pertanggungjawaban Dewan Presidium PPI Dunia 2016/2017 juga diterima oleh para delegasi PPI Negara tanpa syarat. Setelah itu, sidang dilanjutkan dengan pembahasan rekomendasi program kerja untuk kepengurusan PPI Dunia periode selanjutnya. Para anggota delegasi PPI Negara dibagi menjadi 4 komisi dan melakukan diskusi per kelompok. Komisi-komisi tersebut adalah:

  1. Komisi Pendidikan, dipimpin oleh Pandu Utama Manggala (PPI Jepang);
  2. Komisi Sosial dan budaya, dipimpin oleh Muhammad Dhafi Iskandar (PPI Perancis);
  3. Komisi Ekonomi, dipimpin oleh Dianna Priscyla Kusuma Dewi (PPI Swiss); dan
  4. Komisi Teknologi Digital, dipimpin oleh Masduki Khamdan Muchamad (PPI Malaysia).

Setelah selesai dengan diskusi komisi, sidang pada tanggal 25 Juli 2017 tersebut ditutup. Sidang kemudian dilanjutkan pada hari selanjutnya yang membahas tentang pemilihan Dewan Presidium PPI Dunia untuk periode selanjutnya, 2017/2018. Setelah diskusi yang intens, akhirnya terpilih susunan Dewan Presidium 2017/2018 sebagai berikut:

  • Koordinator PPI Dunia 2017/2018: Pandu Utama Manggala (PPI Jepang)
  • Koordinator kawasan Amerika Eropa 2017/2018: Muhammad Iksan Kiat (PERMIRA)
  • Sekretaris kawasan Amerika Eropa 2017/2018 : Muhammad Syukron (PPI Polandia)
  • Koordinator kawasan Asia-Oceania 2017/2018 : Zulfadli (PPI Malaysia)
  • Sekretaris kawasan Asia-Oceania 2017/2018 : Ester Liana (PPI Tiongkok)
  • Koordinator kawasan Timur Tengah dan Afrika 2017/2018 : Ikhwan Ramputi (PPI Mesir)
  • Sekretaris kawasan Timur Tengah dan Afrika 2017/2018 : Bahesty Zahra (PPI Iran)

 

Dan Tuan Rumah Penyelenggara Simposium PPI Dunia Periode 2017/2018 sebagai berikut:

  • Simposium Internasional PPI Dunia 2018: PERMIRA Rusia
  • Simposium kawasan Amerika-Eropa 2018: PPI Jerman
  • Simposium kawasan Asia-Oceania 2018: PERMITHA Thailand
  • Simposium kawasan Timur Tengah-Afrika 2018: PPI Pakistan

Terakhir, sidang diakhiri dengan pengesahan hasil diskusi komisi yang dilakukan pada hari sebelumnya. PPI Dunia melahirkan gagasan untuk Indonesia.

Diskusi per komisi tersebut menghasilkan Rekomendasi Simposium Internasional PPI Dunia sebagai berikut:

 

KOMISI PENDIDIKAN

  1. Memfokuskan pada kajian isu perbaikan kualitas dan profesionalisme guru serta manajemen tata kelola pendidikan.
  2. Program konkret yang dapat dilakukan Antara lain adalah dengan mengadakan kegiatan studi banding dan pelatihan guru serta kepala sekolah dari daerah di Indonesia ke luar negeri. Mitra utama yang dapat dirangkul untuk program ini antara lain adalah Cerdas Digital, Ruang Guru dan dapat menggunakan platform Pesta Pendidikan.

 

KOMISI SOSIAL BUDAYA

  1. Mendukung program pengembangan destinasi wisata dari Kementrian Pariwisata RI, dan bekerjasama dengan sebaik-baiknya untuk memperkenalkan destinasi pariwisata di daerah-daerah Indonesia.
  2. Bekerja sama dengan Kementerian Pariwisata RI dalam penyediaan konten, jaringan promosi, serta hal-hal lainnya untuk meningkatkan kualitas acara-acara budaya yang akan dilaksanakan oleh masing-masing PPI Kota, Negara dan/atau kawasan.
  3. Bersinergi dengan komunitas lokal untuk mengadakan kegiatan budaya yang menonjolkan karakteristik dan kearifan budaya setempat. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk menjangkau komunitas lokal tersebut adalah dengan menyebarkan angket dan sayembara. PPI Dunia berkomitmen untuk menjadi mentor bagi para komunitas lokal ini mengembangkan keterampilannya.
  4. Membuat kajian advokasi isu kemanusiaan baik di tanah air maupun isu HAM di luar negeri seperti Palestina dan negara lain yang dianggap perlu, dengan merangkul berbagai kalangan dan pakar.

 

KOMISI EKONOMI

  1. Rencana aksi yang bersifat internal
    • PPI Dunia menjadi Duta pariwisata Indonesia di masing masing Negara.
    • PPI Dunia menjadi Duta ekonomi kreatif di masing masing Negara
    • PPI Dunia berusaha membangun kerjasama multidisiplin untuk mengembangkan perekonomian kreatif Indonesia
  1. Rencana aksi yang bersifat eksternal
    • Pengembangan ekonomi pariwisata di Indonesia
    • Pengembangan ekonomi syariah di Indonesia
    • Kajian terkait pembangkit listrik dan pengembangan energi terbarukan
    • Kajian terkait diversifikasi industri agar Indonesia tidak terlalu tergantung kepada ekspor sumber daya alam
    • Peningkatan kapasitas SDM Indonesia sebagai salah satu upaya optimalisasi penggunaan minyak, gas dan hasil tambang nasional

 

KOMISI TEKNOLOGI DAN DIGITAL

  1. Mengkaji kebijakan pemerintah dan komparasi studi dengan negara lain yang lebih unggul dalam pengguaan fintech, kajian ini akan dikaji dalam beberapa sub topik:
    • Regulasi E-Commerce: Kajian regulasi e-commerce sehingga dapat membangun lingkungan yang kondusif bagi para pemuda penggiat start up.
    • Security: Kajian mengenai cyber security sangat penting, terutama bagaimana cara meningkatkan kesadaran diri akan pentingnya privacy dan information security
    • Digital Currency: Penggunaan mata uang digital (bitcoin) akan semakin masif, sehingga dibutuhkan kajian untuk dapat membangun lingkungan yang sesuai dengan karakteristiknya sekaligus mencegah penyalahgunaannya.

 

Categories
Berita PPI Dunia

Konvensi dan Simposium Perhimpunan Pelajar Indonesia Dunia dibuka Dubes RI Untuk Inggris Raya

Pada hari Senin, 24 Juli 2017, Duta Besar Indonesia untuk Inggris, Republik Irlandia, dan IMO Dr. Rizal Sukma telah meresmikan acara gabungan Konvensi Internasional Sarjana Indonesia (Indonesian Scholars International Convention/ISIC) dari Perhimpunan Pelajar Indonesia-Inggris Raya (PPI-UK) dan Simposium Internasional (SI) ke-9 dari PPI-Dunia.

ISIC merupakan acara tahunan PPI-UK yang sudah berjalan selama lebih dari 15 tahun. Tahun ini, PPI-UK juga terpilih menjadi tuan rumah Simposium Internasional PPI Dunia ke sembilan yang merupakan permusyawaratan tertinggi dari organisasi mahasiswa Indonesia terbesar di luar negeri, PPI Dunia.

Dr. Rizal yang hadir di lokasi penyelenggaraan acara ISIC – Simposium Internasional PPI Dunia (ISIC-SI) 2017 di Warwick Arts Centre, University of Warwick juga mengawali kegiatan yang berlangsung hingga 27 Juli 2017. Tahun ini, PPI-UK menggabungkan dua acara besar PPI-UK dan PPI Dunia menjadi prakarsa akbar ISIC-SI 2017.

Dubes Rizal Sukma dalam sambutannya mengatakan dirinya turut bersemangat selain dia pernah menjadi bagian dari komunitas ini, juga karena sangat terkesan dengan daftar nama para pembicaranya dan topik yang dirancang dengan sangat baik. Menurutnya, mahasiswa dan sarjana PPI kini jauh lebih cekatan dan jeli dalam menggelar acara se-kaliber ini.

Penyelenggaraan ISIC-SI 2017 memulai diskusi bertema “Memacu Potensi Nasional Indonesia Menuju Tahun 2030” yang diusung dengan harapan agar dapat memberikan bekal wawasan kepada pelajar, mahasiswa serta sarjana Indonesia yang nantinya dapat membantu mereka bertarung di wilayah ilmu yang mereka geluti di kancah Internasional.

Ketua Penyelenggara ISIC-SI 2017 Samuel Leonardo yang menyandang predikat Summa Cum Laude – First class honour dari University of Oxford tahun lalu dan saat ini sedang menempuh PhD di bidang teknik kimia pada universitas yang sama ini mengatakan, “tema tersebut diangkat dalam rangka mempersiapkan diri kita menghadapi tantangan bonus demografi di tahun 2030 di mana jumlah penduduk usia produktif mencapai tingkat 70% dibanding jumlah penduduk usia non produktif.”

Panitia pelaksana ISIC-SI 2017 menyediakan berbagai kegiatan, seperti diskusi panel, workshop, konser kesenian, serta kegiatan budaya lainnya. Upaya ini diharapkan dapat membuka wawasan para mahasiswa serta sarjana Indonesia dalam memahami beragam topik seperti Wirausaha dan Awal Usaha, Kota yang Berkelanjutan, Seni dan Budaya, Politik Indonesia, Masa Depan Indonesia Sisi Finansial, dan Pembelajaran ke Depan. Gala Cultural Night yang diadakan pada hari pertama untuk mempromosikan budaya Indonesia juga mengundang soloist Indonesia, Tulus, sebagai salah satu bintang tamunya.

Anggota parlemen Inggris sebagai Utusan Inggris untuk Urusan Perdagangan dengan Indonesia dan Ketua Kelompok Lintas Partai Parlementer Inggris tentang Indonesia Richard Graham MP, hadir sebagai pembicara kunci pada hari pertama dengan menyampaikan tentang kesiapan Indonesia menjelang 2030 dalam menghadapi peningkatan demografi usia produktif.

Pada kesempatan ini, Richard mengajak agar Inggris yang merupakan negara paling global di dunia ini dan dengan London sebagai pusatnya digunakan sebagai etalase bagi Indonesia untuk menceritakan tentang Indonesia kepada dunia, “Gunakan kami,” katanya, “Kesempatan bagi para mahasiswa dan sarjana lulusan universitas di sini merupakan momen mereka, kesempatan mereka serta peluang mereka karena dunia kini lebih terbuka dibanding sebelumnya.”

Sebenarnya Indonesia memiliki banyak hal yang bisa ditawarkan dibanding sebelumnya. Mereka yang memiliki kemampuan berbahasa asing serta terampil akan mampu sukses dalam kehidupan mereka yang pada waktunya membawa Indonesia berada di panggung global, – untuk menunjukkan apa yang bisa dilakukan. Imbuhnya, “Saya sudah mengetahuinya, tetapi dunia perlu
mengetahuinya juga.”

Sementara itu, Duta Besar dan Utusan Tetap RI untuk UNESCO: Prof. Dr. T.A. Fauzi Soelaiman memberikan masukan kepada mahasiswa dan sarjana Indonesia untuk magang di Sekretariat UNESCO karena Indonesia masih kurang terwakili di sana.

Pada Breakout Sessions Simposium Internasional PPI Dunia, para pakar di bidangnya tampil sebagai pembicara di antaranya Walikota Surabaya: Tri Rismaharini pada Sesi Pembangunan, sedangkan pada Sesi Kewirausahaan tampil CEO GE Indonesia: Handry Satriago dan penulis buku ‘Laskar Pelangi,’ Andrea Hirata berbagi serba-serbi dunia Sastra.

Presiden PPI-UK, Alanda Kariza, sebagai tuan rumah mengatakan jika selama ini dunia internasional banyak mendengar soal kesenian tradisional Indonesia, kami rasa sudah saatnya untuk kita menunjukkan sisi budaya kontemporer Indonesia, apalagi di negara seperti Inggris Raya yang dikenal dengan industri kreatifnya.

Dalam sambutannya, Koordinator PPI Dunia 2016/2017, Intan Irani, juga menambahkan bahwa simposium ini memberikan peluang besar bagi mahasiswa Indonesia untuk aktif terlibat dalam proses pembangunan negara kita tercinta. Melalui acara ini, para pelajar Indonesia dapat belajar, berpikir, dan memetakan apa yang bisa mereka lakukan untuk membuat perbedaan untuk Indonesia.

Selain pemaparan materi dari 30 pembicara yang sangat kaliber, Simposium Internasional PPI Dunia juga menjadi ajang bertemunya perwakilan PPI Negara dari seluruh dunia. Dalam sidang internal PPI Dunia, telah diputuskan bahwa:

1. Laporan Pertanggungjawaban Dewan Presidium 2016/2017 diterima tanpa syarat.

2. Susunan Dewan Presidium 2017/2018:
– Koordinator PPI Dunia: Pandu Utama Manggala (PPI Jepang)

– Koordinator PPI Kawasan Amerika-Eropa: Muhammad Iksan Kiat (PERMIRA Rusia)
– Sekretaris PPI Kawasan Amerika-Eropa: Muhammad Syukron (PPI Polandia)

– Koordinator PPI Kawasan Asia-Oseania: Zulfadli (PPI Malaysia)
– Sekretaris PPI Kawasan Asia-Oseania: Ester Liana (PPI Tiongkok)

– Koordinator PPI Kawasan Timur Tengah-Afrika: Ikhwan Ramputi (PPMI Mesir)
– Sekretaris PPI Kawasan Timur Tengah-Afrika: Bahesty Zahra (PPI Iran)

Serah terima jabatan antara Koordinator PPI Dunia 2016/2017, Intan Irani, dan Koordinator PPI Dunia 2017/2018, Pandu Utama Manggala

Konvensi ISIC-SI 2017 yang berjalan selama 4 hari dari tanggal 24-27 Juli 2017 ini telah berlangsung sangat sukses. Konvensi ini diikuti lebih dari 500 mahasiswa dan sarjana Indonesia yang merepresentasi lebih dari 100 negara serta 1.500 mahasiswa dan sarjana yang sedang menuntut ilmu di seluruh pelosok dunia.

 

(PPI-UK/NZ)

Categories
Berita Eropa dan Amerika PPI Dunia

Simposium PPI Amerika-Eropa 2017 (Hari 2) – Hari Kebangkitan Nasional oleh PPI AMEROP

Washington, D.C. – Sabtu, 20 Mei 2017. Hari kedua Simposium PPI Amerika-Eropa diawali dengan upacara memperingati Hari Kebangkitan Nasional dan diakhiri dengan diskusi panel tentang “Ekonomi Digital” dari 3 narasumber berbeda.

Hari kedua Simposium PPI Amerika-Eropa 2017 jatuh bertepatan dengan Hari Kebangkitan Nasional, yaitu 20 Mei 2017. Acara dimulai dengan upacara memperingati Hari Kebangkitan Nasional dan dilanjutkan dengan pembukaan oleh Koordinator PPI Amerika-Eropa, Kreeshna Siagian, dan Sekretaris Jenderal PERMIAS Nasional, Nadi Guna Khairi. Selanjutnya, PPI Amerika-Eropa mempresentasikan program kerja mereka yang bernama “Kamar Pelajar”. Kamar Pelajar adalah sebuah wadah dimana pelajar Indonesia se Amerika dan Eropa bisa menyewakan kamarnya kepada pelajar Indonesia lainnya. Tika Diagnestya selaku PJ Kamar Pelajar menuturkan bahwa Kamar Pelajar ini tidak bertujuan untuk menyaingi wadah-wadah penyewaan akomodasi lainnya. Melainkan, diharapkan dengan menggunakan Kamar Pelajar, para pengguna bisa berkenalan dengan teman baru dan akhirnya menambah koneksi. Saat ini, Kamar Pelajar sudah berjalan dan bisa diakses di kamarpelajar.com. Pelajar Indonesia se-Amerika dan Eropa bisa segera mendaftarkan kamar mereka atau mencari penginapan terjangkau melalui website tersebut.

Presentasi Kamar Pelajar (Kiri-kanan: Andika Febrio Dwipayana – Tika Diagnestya – Marco Nainggolan)

Selanjutnya, acara dilanjutkan dengan diskusi panel oleh 3 pembicara berbeda. Pembicara pertama adalah Shahed Amanullah, co-founder Affinis Labs, salah satu start-up di negara bagian Virginia Utara. Beliau memberikan presentasi tentang “Kedewasaan sebuah bangsa di Era Digital Ekonomi”. Pembicara yang merupakan penasehat senior teknologi dalam administrasi Obama lalu ini mengatakan bahwa di era teknologi saat ini, satu hal kecil dapat membawa dampak yang sangat besar. Bahkan, hanya 1 tweet di Twitter bisa merubah banyak hal. Misalnya, saat seseorang memberikan tanggapan yang kontroversial mengenai suatu hal, dunia akan langsung menyorot topik tersebut. Hal ini mebuktikan bahwa Internet dapat menggerakan trend dunia dengan cepat. Para pemula bisnis bisa menggunakan kesempatan ini untuk menganalisa apa saja yang dibutuhkan oleh pasar dan membuat produk untuk memenuhi kebutuhan tersebut.

Shahed Amanullah

Diskusi panel selanjutnya yang bertemakan “Meningkatkan kualitas dan kuantitas suber daya manusia dalam industri ekonomi digital” dibawakan oleh Zaky Prabowo, co-founder dari WeTravel dan indorelawan.org, dan Ari Sufiati, pekerja profesional di Sillicon Valley, Cupertino, California. Zaky mengatakan bahwa evolusi teknologi dari tahun 1900 sampai 1990, sekarang sama dengan evolusi teknologi dalam 1 jam. Ini menunjukkan betapa cepatnya pergerakan informasi di era teknologi sekarang ini. Zaky memberikan beberapa tips untuk memulai sebuah perusahaan:

  1. Find something that you’re passionate about. Akan sangat mudah untuk memulai bisnis di bidang yang kita kuasai.
  2. Create a mock-up/sketch. Gambarkan atau buat draf dari model bisnis yang kamu ingin buat.
  3. Test and iterate. Tanyakan pendapat orang lain tentang model bisnis ada lalu perbaiki sesuai dengan masukan.

Ari menambahkan bahwa untuk memulai sebuah bisnis diperlukan kesempatan, networking, dan actions. Ari mengatakan bahaw kita perlu mengambil berbagai macam kesempatan yang datang dan berkenalan dengan banyak orang. Dan yang paling penting adalah untuk melakukan sebuah aksi nyata, bukan hanya bermimpi tanpa melakukan apapun.

Zaky Prabowo

 

Ari Sufiati

Kegiatan simposium pada hari kedua ini diakhiri dengan pemberian kenang-kenangan kepada narasumber dan makan malam bersama di KBRI.

(Nadhira Zhafirany)

Categories
Berita Eropa dan Amerika PPI Dunia

Simposium PPI Amerika-Eropa 2017 (Hari 1) – PPI AMEROP Fokus Bahas Ekonomi Digital

Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) se Amerika-Eropa (AMEROP) menggelar pembukaan simposium tahunan pada hari Jumat (19/5) bertempat di KBRI Washington D.C., Amerika Serikat. Berlatar belakang regulasi dan perkembangan dunia ekonomi digital Indonesia yang belum stabil, maka tema yang diangkat kali ini adalah “Kekuatan bangsa: Ekonomi Digital sebagai keunggulan bersaing Indonesia”.

Acara yang akan berlangsung hingga hari Minggu (21/5) ini dihadiri oleh Koordinator PPI Dunia Intan Irani, Koordinator PPI AMEROP 2016-2017 Kreeshna Siagian, Sekretaris Jendral PERMIAS Nasional Nadi Guna Khairi, dan Ketua Panitia Simposium PPI AMEROP Andre Yahya. Dalam sambutannya, Koordinator PPI Dunia Intan Irani mengatakan dirinya merasa bangga karena akhirnya bisa datang ke salah satu simposium kawasan di PPI Dunia. ’’Saya yakin bahwa kita bisa menjadi generasi masa depan yang membawa perubahan positif dan kreatifitas efektif demi Indonesia yang lebih baik,’’ papar Intan.

Kata sambutan oleh Bapak Ismunandar, Atase Pendidikan dan Kebudayaan KBRI Washington, D.C.

Rentetan kegiatan simposium kawasan telah dimulai sejak Maret lalu yang dimulai di Taiwan untuk Simposium kawasan Asia-Oseania, lalu di Madinah untuk kawasan Timur Tengah dan Afrika, dan kini Washington, D.C. untuk kawasan Amerika-Eropa. Satu lagi yang menjadi puncak dari kepengurusan Intan nanti adalah Simposium Internasional PPI Dunia yang akan digelar di University of Warwick, United Kingdom Juli mendatang. PPI AMEROP sendiri, terdiri dari sekitar 16.000 anggota pelajar yang tersebar 25 negara. Namun untuk simposium kali ini dihadiri oleh 26 anggota delegasi dari 15 perwakilan PPI Negara.

Koordinator PPI Amerop 2016-2017 Kreeshna Siagian juga merasa sangat optimis dengan masa depan Indonesia di tangan para pemuda yang sekarang. ’’Kalau Soekarno bilang beri aku 10 pemuda untuk mengguncang dunia, di sini sudah lebih dari 10 pemuda, maka kita benar-benar bisa mengubah dunia,’’ papar pria yang juga Ketua PPI Belgia tersebut.

Setelah selesai dengan kata sambutan, acara dilanjutkan dengan Focus Group Discussion. Para delegasi yang datang dibagi dalam 4 komisi yang berbeda, yaitu komisi Ekonomi, Sains dan Tekonlogi, Sosial dan Budaya, dan Politik dan Hukum. Dalam sesi ini, para delegasi dari tiap komisi membahas rancangan program kerja dan rekomendasi sesuai dengan tema simposium kali ini, yaitu Ekonomi Digital. Pembahasan pada hari pertama ini akan dilanjutkan pada hari ketiga yang selanjutnya akan disahkan menjadi program kerja PPI AMEROP periode selanjutnya.

Gala Dinner

Setelah pembukaan secara simbolis yang ditandai dengan pemukulan gong oleh Atase Pendidikan dan Kebudayaan KBRI Washington, D.C., Bapak Ismunandar, dan Koordinator Fungsi Penerangan Sosial dan Budaya KBRI Washington, D.C., Bapak Siuaji Raja, acara dilanjutkan dengan Gala Dinner bersama dengan panitia, anggota delegasi, dan staf KBRI Washington, D.C.

(Dinda / NZ)

 

Delegasi dan Panitia Simposium PPI Amerika-Eropa 2017

 

 

 

Categories
Berita Kajian Nuklir Komisi Energi

Kecelakaan Nuklir di Three Mile Island

Berbicara tentang kecelakaan nuklir, publik pasti masih ingat dengan peristiwa kecelakaan nuklir di Fukushima tahun 2011. Sebagai peristiwa kecelakaan nuklir terbaru di awal abad 21, gempa bumi dan Tsunami yang menyertai peristiwa tersebut tentu menjadi bumbu pekat yang cukup mengidentikkan nuklir dengan peristiwa Fukushima di alam bawah sadar masyarakat. Peristiwa tersebut mendapatkan perhatian masyarakat milenial seperti pula kecelakaan nuklir Chernobyl (Uni Soviet) di era perang dingin ataupun bom Hiroshima-Nagasaki (Jepang) di era perang dunia kedua. Di Amerika Serikat sendiri, ada 1 peristiwa kecelakaan nuklir yang jarang dibahas, khususnya oleh masyarakat Indonesia: kecelakaan nuklir di Three Mile Island.

Dalam konteks klasifikasi kecelakaan nuklir dan radiologis, lembaga International Atomic Energy Agency (IAEA) mempunyai skala dalam yang dinamakan International Nuclear and Radiological Event Scale (INES). Skala ini adalah alat yang digunakan secara konsisten dalam komunikasi publik dalam membahas signifikansi sebuah kejadian radiologis atau terkait nuklir terhadap keselamatan masyarakat. Pada Gambar 1, dapat dilihat bahwa kejadian nuklir dan radiologis dapat diklasifikasi dari level 0-7, dengan memperhitungkan dampak terhadap 3 area: 1. Dosis

radiasi terhadap masyarakat sekitar fasilitas, serta pelepasan material radioaktif yang tidak direncanakan/diinginkan dari fasilitas. 2. Perisai dan kontrol radiologis yang mampu menahan penyebaran material radioaktif dan radiasi level tinggi terkurung hanya di dalam fasilitas, serta tidak menimbulkan efek langsung ke masyarakat dan lingkungan. 3. Pertahanan berlapis yang dapat mencegah efek langsung kecelakaan nuklir ke masyarakat dan lingkungan, hanya saja fungsi-fungsi sistem penanganan tidak berfungsi sebagaimana mestinya untuk mencegah kecelakaan nuklir.

Gambar 1. International Nuclear and Radiological Event Scale (INES)

Pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) Three Mile Island (TMI) adalah fasilitas nuklir dengan 2 unit reaktor nuklir yang terletak di Harrisburg, ibukota negara bagian Pennsylvannia, Amerika Serikat. Kedua unit reaktor tersebut menggunakan teknologi air bertekanan sebagai media pendingin reaktor (Pressurized Water Reactor = PWR), yang didesain oleh perusahaan Babcock & Wilcox. Kedua reaktor tersebut dibangun dan mulai beroperasi di tahun 1970-an dan menghasilkan daya 800 MWe untuk unit 1 dan 906 MWe untuk unit 2. Pada 28 Maret 1979 dini hari, terjadi kecelakaan nuklir pada reaktor unit 2. Kegagalan fungsional pompa pendingin sekunder berujung pada kerusakan parah pada bagian inti reaktor nuklir, yang mana sebagian pelet bahan bakar nuklir meleleh karena suhu yang terlampau tinggi. Terdapat pula pelepasan sejumlah kecil gas radioaktif dari gedung pendukung (auxiliary building) yang menampung sistem pendinginan reaktor darurat. Kecelakaan nuklir ini masuk dalam kategori level 5 pada skala INES. Sebagai perbandingan, kecelakaan Chernobyl dan Fukushima masuk dalam kategori level 7.

Gambar 2. Diagram Reaktor Unit 2 Three Mile Island

Gambar 2, memberikan gambaran mengenai perangkat dan skema pembangkitan listrik reaktor nuklir unit 2 TMI. Di dalam bangunan reaktor, terdapat sistem pendinginan primer, dimana panas yang dihasilkan reaksi nuklir di inti/teras reaktor (reactor core), diambil dan dibawa oleh air bertekenan ke perangkat pembangkit uap (steam generator). Di perangkat tersebut, terjadi transfer panas dari sistem pendingin primer ke sistem pendinginan sekunder. Air sistem pendingin sekunder didorong masuk oleh pompa utama (main feedwater pump) sistem pendingin sekunder, berubah menjadi uap di perangkat pembangkit uap, kemudian memutar turbin generator untuk menghasilkan listrik. Kecelakaan nuklir ini bermula dari sebuah kegagalan fungsional (tidak diketahui apakah kegagalan mekanik atau elektrik) dari pompa utama (main feedwater pump) sistem pendingin sekunder. Tidak adanya pendingin sekunder dalam sekejap meningkatkan suhu di sistem pendingin primer. Dalam waktu 1 detik, sistem keselamatan sukses memadamkan reaktor.

Walaupun telah padam, inti/teras reaktor tetap menghasilkan panas residu, panas yang dihasilkan dari peluruhan produk fisi inti/teras reaktor, dengan besaran daya sekitar 5% dari daya total reaktor. Suhu dan tekanan reaktor meningkat. Untuk mengendalikan tekanan reaktor, katup pelepasan kendali jarak jauh (PORV) yang berada di atas bejana tekan (pressurizer) terbuka, dan mengalirkan uap dan air pendingin sistem primer keluar dari sistem pendingin menuju ke tangki (pressurized relief tank) yang berada di dasar bangunan. Katup ini akan tertutup kembali setelah tekanan reaktor kembali turun ke level tekanan normal. Sayangnya, hal itu tidak terjadi. Katup tersebut macet dalam kondisi terbuka, namun lampu instrumen di ruang operator memberikan indikasi yang membuat operator menyimpulkan bahwa katup telah tertutup. Air sistem pendingin primer terus mengalir keluar melalui katup tersebut menyebabkan kondisi Loss of Coolant Accident (LOCA).

Saat reaktor padam, pompa sistem pendinginan darurat menyala menggantikan sistem pendingin sekunder. Namun, katup saluran pada 2 dari 3 sistem pendingin darurat tersebut berada dalam keadaan tertutup, dan tidak segera disadari oleh operator reaktor. Pada kondisi seperti ini, pembangkit uap terus mendidih menyebabkan pendingin primer berekspansi sementara tekanan terus menurun karena LOCA. Operator tidak mendeteksi terjadinya LOCA dan hanya menyimpulkan bahwa inti/teras reaktor mendapatkan cukup air pendingin dari level air di bejana tekan (pressurizer). Padahal pada kenyataanya, level air di bejana tekan (pressurizer) ditopang oleh ekspansi dan pembentukan gelembung uap karena kurangnya pendinginan. Saat tekanan makin rendah dan level air di bejana tekan semakin tinggi, sesuai dengan standar operasi saat pelatihan, operator mematikan pompa pendingin primer untuk mencegah kerusakan vibrasi serta mematikan pompa pendinginan darurat untuk mencegah bejana tekan terlalu penuh dengan air dan tak terkendali. Namun ternyata tindakan tersebut menyebabkan semakin minimnya pendinginan inti reaktor, menjadi terlalu panas hingga akhirnya pelet bahan bakar rusak dan melepaskan sejumlah material radioaktif ke air pendingin primer.

Air dan uap pendingin primer yang mengalir keluar melalui katup (PORV) terkumpul di tangki di dasar bangunan. Seiring bertambahnya volume air dan uap, bertambah pula panas dan tekanan di dalam tangki tersebut hingga akhirnya pecah dan menimbulkan kebocoran tangki. Tumpahan pendingin primer yang mengandung material radioaktif tersebut mengalir dan tertampung dalam sebuah ruang tampung cairan (sump) hingga akhirnya dipompa oleh sistem ke bangunan pendukung (auxiliary building). Tangki penampung di bangunan pendukung tersebut tidak mampu menampung semua pendingin primer tersebut, sehingga tumpah di dalam bangunan tersebut.

Material radioaktif yang terlarut dalam air pendingin primer tersebut kemudian berubah menjadi gas-gas di atmosfer bangunan pendukung (auxiliary building). Sistem sirkulasi dan filtrasi di bangunan tersebut mampu menyaring sebagian besar material radioaktif seperti cesium, strontium, iodine, dan pemancar partikel alpha lainnya. Hanya saja, sistem tersebut tidak didesain untuk menahan gas mulia seperti krypton dan xenon. Karena hal itulah terdapat sejumlah kecil gas radioaktif, termasuk krypton dan xenon yang terlepas ke lingkungan di sekitar fasilitas nuklir. Gambar 3 memberikan data mengenai material radioaktif yang terlepas ke lingkungan selama terjadinya kecelakaan tersebut yang dipublikasikan oleh GPU Nuclear Corporation, perusahaan pemilik fasilitas nuklir tersebut. Gambar 3. Radioaktivitas yang terlepas ke lingkungan selama kecelakaan Three Mile Island

Sekitar waktu tengah hari, sistem pendingin dapat kembali diaktifkan, reaktor kembali stabil, dan fasilitas dalam keadaan terkendali. Tidak terjadi ledakan reaksi kimia yang menyebabkan rusaknya gedung pengungkung hingga menyebabkan penyebaran material radioaktif lebih lanjut. Namun, warga sekitar fasilitas, terutama anak-anak dan wanita, dievakuasi hingga radius 5 mil dari fasilitas.

Setelah kejadian tersebut, berbagai lembaga pemerintah seperti Nuclear Regulatory Commision (NRC), Environmental Protection Agency, Department of Health, Education and Welfare, Department of Energy, Commonwealth of Pennsylvania serta beberapa lembaga independen dan universitas melakukan studi dan investigasi mendetail mengenai konsekuensi radiologis dari kecelakaan tersebut. Kurang lebih 2 juta orang di sekitar fasilitas terpapar dosis radiasi rerata sebesar 1 milirem dari batas maksimal 100 milirem di atas paparan latar normal. Sebagai komparasi, paparan radiasi X-Ray di bagian dada akan memberikan dosis radiasi 6 milirem, dan total paparan radiasi natural di sekaitar fasilitas adalah 100-125 milirem per tahun. Dari situ, dapat disimpulkan bahwa walaupun terdapat kerusakan parah pada bahan bakar reaktor, pelepasan radioaktif tidak memberikan dampak yang berarti pada kesehatan fisik masyarakat ataupun lingkungan. Pantauan badan kesehatan Pennsylvania selama 18 tahun terhadap masyarakat juga menunjukkan tidak adanya bukti penyimpangan kesehatan di area tersebut.

Dari hasil investigasi, dapat disimpulkan bahwa penyebab kecelakaan adalah kombinasi antara kegagalan perangkat, masalah desain sistem reaktor, serta eror karyawan. Berangkat dari kejadian ini, NRC meningkatkan standar desain dan persyaratan perangkat yang tinggi dan ketat. Dibentuk pula lembaga pendidikan dan pelatihan untuk operator reaktor nuklir. Hasilnya, jumlah kejadian signfikan reaktor menurun dari 2.38 per reaktor di tahun 1986 menjadi 0.1 per reaktor di akhir tahun 1997. Kecelakaan ini menjadi pelajaran bagi regulasi keselamatan nuklir di Amerika Serikat.

Teknologi PLTN generasi pertama dan kedua sudah tidak dikembangkan lagi di dunia. Beberapa kejadian di fasilitas nuklir pada masa lalu menjadi pelajaran sangat berharga untuk masyarakat dunia, khususnya para ilmuwan nuklir yang terus berinovasi menciptakan teknologi PLTN yang aman dan dan dapat diandalkan. Sebagai contoh saat ini yang sedang dikembangkan dan dibangun di berbagai Negara adalah PLTN generasi III+ yang memiliki sistem keselamatan pasif. Sistem ini berfungsi untuk memastikan kondisi PLTN tetap aman meski dalam kondisi darurat tanpa adanya tindakan operator maupun sumber daya selama rentang waktu tertentu.

Oleh : Yanuar Ady Setiawan dan Ilham Variansyah – Tim Kajuan Nuklir PPI Dunia

(AASN)

Page 1 of 5
1 2 3 5