logo ppid

POLICY BRIEF - Sinkronisasi Hulu Dan Hilir Dalam Proses Akselerasi Ekonomi Kreatif di Indonesia

Posted By 
Radityo Pangestu
 On 
August 8, 2022
PB-2022-NO-6

Naskah lengkap dapat juga diunduh disini.

Silakan kutip karya ini sebagai:

Radikal YU & Dwi S. Policy Brief: Sinkronisasi Hulu Dan Hilir Dalam Proses Akselerasi Ekonomi Kreatif Di Indonesia. No. 6. 2022. htpps://ppi.id/policy-brief-sinkronisasi-hulu-hilir-ekonomi-kreatif

PENULIS
  • Radikal Yuda Utama, Wakil Ketua Komisi Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Australian National University, Australia
  • Dwi Sugiharti, Ketua Komisi Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, James Cook University, Australia
RINGKASAN

Sebagai negara yang sangat kaya akan sumber daya alam, Indonesia seharusnya mampu memenuhi seluruh kebutuhan untuk masyarakatnya. Namun, pada kenyataannya masih banyak masyarakat Indonesia yang berada di garis kemiskinan. Bahkan, banyak produk luar negeri yang beredar luas di negara kita. Oleh karena itu, Indonesia perlu mengembangkan perekonomian, terutama di bidang kreatif dengan menghasilkan produk-produk sendiri. Ekonomi kreatif terbukti memberikan sejumlah dampak positif, seperti: (1) membuka lapangan pekerjaan baru bagi masyarakat Indonesia; (2) mengurangi pertumbuhan angka pengangguran; (3) menciptakan masyarakat Indonesia yang kreatif dan inovatif; (4) kompetisi aktivitas dunia bisnis yang lebih sehat; dan (5) meningkatkan inovasi pelaku ekonomi kreatif di berbagai sektor. Policy brief ini dibuat dengan harapan dapat memberikan kontribusi berupa rekomendasi untuk mengakselerasi perkembangan ekonomi kreatif di Indonesia.

REKOMENDASI

Pertama, rekomendasi hulu di mana kami menyimpulkan bahwa untuk memajukan ekonomi kreatif di Indonesia secara fundamental, maka dibutuhkan:

  1. Artikulasi sistem pendidikan dimulai dari sekolah, universitas, penyedia training / sertifikasi, dan pemasok bakat yang mampu menghubungkan keterampilan dengan kebutuhan industri;
  2. Penyediaan insentif fiskal dan pendanaan untuk pembinaan Penelitian dan Pengembangan di industri kreatif; dan
  3. Penguatan aspek-aspek filosofis ekonomi kreatif yang bernilai sosial, budaya, dan sejarah untuk melahirkan nilai manfaat selain komersial.

Kedua, rekomendasi hilir yang dapat dilakukan untuk mempercepat dan mengoptimalkan kontribusi ekonomi kreatif dalam jangka waktu 3-5 tahun ke depan. Dalam hal ini kami merekomendasikan stakeholder terkait untuk fokus pada area:

  1. Perlindungan yang kuat terhadap kekayaan intelektual, penyediaan hak cipta, dan tindakan cepat dalam penanganan pelanggaran;
  2. Inklusivitas teknologi pembayaran dan keuangan sampai kepada industri mikro dan kecil;
  3. Bantuan dana dan permodalan bagi pelaku industri yang potensial;
  4. Pelatihan aspek teknologi dan pemasaran;
  5. Ekosistem pendukung berupa kolaborasi antara pemerintah lokal, pelaku ekraf, universitas, dan supplier lokal;
  6. Infrastruktur dasar bagi operasional industri 4.0; dan
  7. Memperbaiki akses modal untuk peningkatan volume produksi.

Direktorat Penelitian dan Kajian PPI Dunia

© 2022 Perhimpunan Pelajar Indonesia Dunia

Creative Commons License

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copyright © 2021 PPI Dunia
All rights reserved
Mayapada Tower 1, Lt.19, Jl. Jend. Sudirman, Kav. 28
Jakarta Selatan 12920