logo ppid

POLICY BRIEF - Pasar Modal: Penguatan Domestik Investor dalam Menghadapi Potensi Krisis dan Pemulihan UMKM

Posted By 
Radityo Pangestu
 On 
August 8, 2022
PB-2022-NO-4-EKONOMI

Naskah lengkap dapat juga diunduh disini.

Silakan kutip karya ini sebagai:

Sagita R. Policy Brief: Pasar Modal: Penguatan Domestik Investor dalam Menghadapi Potensi Krisis dan Pemulihan UMKM. No. 4. 2022. htpps://ppi.id/policy-brief-pemulihan-domestik-investor-dalam-pemulihan-umkm

PENULIS
  • Riani Sagita, Ketua Komisi Ekonomi PPI Dunia, National Graduate Institute for Policy Studies (GRIPS), Tokyo, Jepang
RINGKASAN

Baru-baru ini Federal Reserve Board (FED) merilis bahwa mereka setuju untuk menaikkan tingkat suku bunga sebesar 0,75% setelah melakukan tapering off (pengurangan pembelian obligasi negara yang dilakukan sejak awal tahun 2022). Tindakan ini berdampak besar bagi negara lain, terutama negara emerging economy seperti Indonesia. Pada tahun 2013, Indonesia, Brazil, India, Afrika Selatan, dan Turki (the “Fragile Five”) mengalami dampak terburuk dari tapering off Amerika Serikat. Nilai tukar Rupiah terhadap USD turun signifikan, pasar saham dan pasar obligasi juga mengalami penurunan drastis. Namun, Indonesia dan India dapat pulih lebih cepat dibandingkan tiga negara lainnya, dimana ekonomi Indonesia dan India kembali stabil dalam jangka waktu tujuh bulan. Belajar dari pengalaman taper tantrum tahun 2013, policy brief ini memberikan rekomendasi, khususnya untuk sektor pasar modal, dalam rangka mengurangi dampak signifikan dari resesi yang mungkin terjadi, terutama dalam hal penguatan pasar keuangan domestik, dan upaya pembiayaan melalui pasar modal untuk pemulihan Usaha Kecil dan Menengah (UMKM).

REKOMENDASI

Terkait dengan penguatan pasar keuangan domestik yang erat kaitannya dengan meningkatkan investor domestik, dan upaya pembiayaan melalui pasar modal untuk pemulihan UMKM, terdapat tiga rekomendasi yang disampaikan dalam policy brief ini:

1. Meningkatkan Literasi Keuangan

  • Otoritas Jasa Keuangan, Bank Indonesia, Kementerian Keuangan dan Kementerian Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi bekerja sama untuk mengenalkan tentang keuangan dengan memasukkan pelajaran tentang ilmu keuangan ke dalam kurikulum sekolah. Hal ini penting untuk mulai mengenalkan tentang keuangan sejak dini agar anak sudah mendapatkan pembekalan untuk investasi masa depan.
  • Meningkatkan workshop / seminar tentang investasi pasar modal ke universitas-universitas. Mahasiswa adalah garis depan para calon pekerja, di mana pembekalan tentang investasi sangat penting ketika mereka sudah mulai bekerja dan mendapatkan penghasilan.
  • Meningkatkan kerja sama dengan para asosiasi industri UMKM untuk mengenalkan potensi mendapatkan dana melalui pasar modal, salah satunya melalui SCF.
  • Melakukan pendampingan intensif terhadap UMKM dalam menghimpun dana melalui pasar modal.

2. Memperluas Basis Investor Domestik

  • Diperlukan upaya pengenalan instrumen investasi pasar modal yang lebih intensif kepada masyarakat melalui seminar / workshop yang harus dilakukan oleh para lembaga keuangan khususnya yang terlibat langsung dalam pasar modal. Hal ini penting agar masyarakat semakin paham dengan instrumen investasi yang ada di pasar modal.
  • Memberikan intensif bagi angkatan kerja muda (di mana saat ini mendominasi populasi Indonesia) untuk melakukan investasi di pasar modal. Hal ini penting untuk mendorong kaum muda berinvestasi
  • Mendorong para institusi keuangan, khususnya institusi yang berkaitan dengan pasar modal, untuk memiliki program investasi bagi para pekerja. Hal ini penting agar para pekerja institusi keuangan memiliki andil dalam penguatan basis investor domestik.
  • Menciptakan lebih banyak investasi ritel, seperti obligasi ritel, yang mudah dijangkau oleh masyarakat.

3. Meningkatkan pengawasan terhadap financial technology (fintech)

Penerapan sistem teknologi pengawasan yang kredibel dan terintegrasi untuk mendapatkan kepercayaan investor dan para pelaku UMKM untuk mendapatkan dana dan melakukan transaksi melalui mekanisme SCF dengan berkolaborasi intensif dengan para pelaku dan Asosiasi terkait.

Direktorat Penelitian dan Kajian PPI Dunia

© 2022 Perhimpunan Pelajar Indonesia Dunia

Creative Commons License

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copyright © 2021 PPI Dunia
All rights reserved
Mayapada Tower 1, Lt.19, Jl. Jend. Sudirman, Kav. 28
Jakarta Selatan 12920