logo ppid

POLICY BRIEF - Membangun Jaringan Multilateral untuk Pertahanan dan Keamanan Biologi

Posted By 
Radityo Pangestu
 On 
August 10, 2022
PB-2022-NO-11-KESEHATAN-revisi

Naskah lengkap dapat juga diunduh disini.

Silakan kutip karya ini sebagai:

Kembuan GJ, dkk. Policy Brief: Membangun Jaringan Multilateral untuk Pertahanan dan Keamanan Biologi. No. 11. 2022. htpps://ppi.id/policy-brief-jaringan-multilateral-untuk-pertahanan-keamanan-biologi

PENULIS
  • Gabriele Jessica Kembuan, Ketua Komisi Kesehatan PPI Dunia, Harvard Medical School, Amerika Serikat
  • Yoko Brigitte Wang, Wakil Ketua Komisi Kesehatan PPI Dunia, University of Adelaide, Australia
  • Anthony P. Sunjaya, Wakil Direktur Penelitian dan Kajian Bidang Kesehatan dan Ekonomi PPI Dunia, University of New South Wales, Australia
RINGKASAN

Pandemi baru-baru ini telah menggarisbawahi pentingnya kewaspadaan dan penguatan sistem terhadap penyakit menular. Potensi terjadinya perang biologis juga tidak dapat diremehkan. Kesiapan laboratorium global saat ini masih sangat terbatas, dibarengi dengan masih tidak adanya kesepakatan global mengenai non-proliferasi senjata biologis dan pembagian data riset biologis secara damai. Kami mengusulkan sejumlah inisiatif kebijakan untuk G20 untuk mengatasi tantangan ini, yang melibatkan penciptaan perjanjian multilateral, anggaran, dan pembentukan badan pertahanan biologi global; dan pembuatan jaringan pertahanan biologi global dengan "titik" pengambilan sampel yang terbagi rata; perjanjian berbagi data yang aman di antara laboratorium; dan peningkatan pelatihan personel yang terlibat.

REKOMENDASI

1. Menetapkan pendekatan multilateral untuk pertahanan biologi melalui:

  • Memperbarui perjanjian yang mengikat secara hukum mengenai non-proliferasi senjata biologis
  • Mendirikan badan khusus untuk keamanan dan pertahanan biologi global

2. Mendukung pembangunan dan pemeliharaan infrastruktur keamanan biologi nasional, regional, dan global untuk memastikan akses yang adil terhadap fasilitas dan perlindungan keamanan biologi bagi semua negara, khususnya bagi LMICs, melalui:

  • Membangun sistem yang memungkinkan pengambilan sampel provinsi secara teratur dan pengurutan genomik untuk memantau penyakit dengan potensi epidemi atau pandemi.
  • Meningkatkan kapasitas inti peneliti dan personel laboratorium dengan menciptakan dan memberikan pelatihan prasyarat yang dikodifikasikan secara global mengenai keamanan hayati dan keamanan data.
  • Merumuskan panduan yang mengatur pelaporan dan pengelolaan data surveilans penyakit dan genomik yang menawarkan sistem yang aman, setara, dan transparan untuk mendorong berbagi data.

3. Keberlanjutan:

  • Memprakarsai aliansi keamanan biologi untuk menyediakan tata kelola global, untuk meningkatkan kesetaraan dan keberlanjutan keamanan biologi dan pengawasan penyakit di tingkat global.
  • Penciptaan anggaran kolektif yang didedikasikan untuk mengawasi implementasi perjanjian Keamanan Kesehatan Global melalui badan Keamanan Kesehatan Global.
  • Merekomendasikan metrik pelaporan dan evaluasi yang lebih sesuai melalui kolaborasi antara Global Utara dan Selatan
Disclaimer:

Naskah ini merupakan versi terjemahan dari karya orisinil penulis berjudul "Constant Surveillance: Establishing a Global Action Plan for Biodefence and Biosecurity" (in-press) yang dipresentasikan pada kegiatan Group of 20 (G20) Think 20 Taskforce on Global Health Security and COVID-19.

Direktorat Penelitian dan Kajian PPI Dunia

© 2022 Perhimpunan Pelajar Indonesia Dunia

Creative Commons License

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Copyright © 2021 PPI Dunia
All rights reserved
Mayapada Tower 1, Lt.19, Jl. Jend. Sudirman, Kav. 28
Jakarta Selatan 12920