ICONIC dan Simposium PPI Amerop 2018 di Jerman

Published by editor_nadhira on

Suasana Pembukaan ICONIC 2018

Pada 26-29 April 2018 lalu, PPI Jerman bersama dengan PPI Amerika-Eropa menyelenggarakan dua acara secara beriringan, yaitu The International Conference of Integrated Intellectual Community (ICONIC) 2018 dan OISAA America-European Regional Symposium (Simposium PPI Amerop). Kegiatan yang diselenggarakan di Leibniz Universität Hannover dan DJH Braunschweig, Jerman ini merupakan wadah bagi para pelajar, akademisi, dan praktisi untuk berdiskusi. Sebagai hasil dari rangkaian kegiatan ini, para delegasi PPI Amerika-Eropa menerbitkan surat rekomendasi yang diharapkan dapat menjadi wujud sumbangsih bagi pembangunan negeri.

Dalam rangkaian kegiatan ini, ICONIC 2018 mengusung tema “Science and Technology for Sustainable Development”, sedangkan kegiatan OISAA America-European Regional Symposium (Simposium PPI Amerop) 2018 mengusung tema “Securing Indonesia’s Energy Sovereignty: The Security – Economy – Sustainability Nexus”. Kedua kegiatan ini terselenggara berkat kerjasama dengan beberapa pihak, yaitu Kementrian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi, Atase Pendidikan dan Kebudayaan KBRI Berlin, serta KJRI Hamburg sebagai Supporting Partner. Selain itu, kegiatan juga terselenggara atas dukungan dari Bank Mandiri, Telkom Indonesia, ITPC Hamburg, Techniker Krankenkasse, Tectona Teak, Tehbotol Sosro, Printhies, Turkish Airlines dan Khayangan Resort & Resto sebagai Sponsor, serta Radio PPI Dunia, RRI, Good News from Indonesia, Kompas, dan PPI Dunia sebagai Media Partner. Pihak panitia acara juga menjalin kerjasama dengan Social Science Research Network (SSRN), yang menjadi publishing platform dari karya ilmiah yang lolos seleksi dan dipresentasikan di konferensi ini.

Suasana Sidang PPI Amerika-Eropa 2018

Foto bersama setelah pembukaan Sidang PPI Amerika Eropa 2018

Kegiatan diawali pada hari Kamis, 26 April 2018 di DJH Braunschweig dengan rangkaian acara Simposium di Jugendherberge Braunschweig yang diikuti oleh 32 delegasi dari 17 negara di benua Amerika dan Eropa. Dalam kesempatan ini, banyak sekali yang dibahas oleh para peserta Simposium seperti pembahasan Laporan Pertanggungjawaban Pengurus, memilih Host Simposium tahun 2019, Pemilu Koordinator PPI Amerika-Eropa periode 2018/2019, serta Focus Group Discussion. Simposium PPI Amerika Eropa 2018 kali ini menghasilkan beberapa rekomendasi mengenai pembangunan bangsa di bidang energi, yang tertuang dalam  SK Dewan Presidium PPI Dunia 22/SK/Presidium/PPI-Dunia/IV/2018. Pada intinya rekomendasi ini mencakup 3 sub-pokok bahasan, yaitu bidang ekonomi energi, kebijakan dan ketahanan energi, serta teknologi energi dan mencakup kurang lebih 30 butir pasal rekomendasi.

Prof. Juliana Sutanto menyampaikan keynote beliau mengenai smart parks

Bpk. Sandhy Widyasthana menyampaikan keynote beliau mengenai situasi start up di Indonesia

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan acara konferensi ICONIC yang dimulai pada hari Sabtu, 28 April 2018 di Audimax Leibniz Universität Hannover. Terdapat kurang lebih 250 peserta secara keseluruhan, dengan 49 karya ilmiah yang lolos seleksi dari 300 abstrak yang diterima. Konfrensi ICONIC kali ini dibuka dengan sambutan dari Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh Republik Indonesia untuk Republik Federal Jerman, Arif Havas Oegroseno LL. M dan disemarakkan oleh beberapa narasumber diantara lain: Dr. Muhammad Dimyati, Direktur Jenderal Penguatan Riset dan Pengembangan Kemenristekdikti; Dipl.-Ing. Toto Suharto, Managing Director PT BOSCH Indonesia; Dr. Siswo Pramono, Kepala Badan Pengembangan dan Kebijakan Kementrian Luar Negeri; Prof. Ir. Tutuka Ariadji M.Sc. Ph.D., Ketua Ikatan Ahli Teknik Minyak Indonesia; Dr. rer. biol. bum. Boya Nugraha, Peneliti di Medisichine Hochschule Hannover; Prof. Dr.-Ing. Azhar Zam, Peneliti University of Basel; Prof. Juliana Sutanto, Profesor dari University of Lancaster; serta Sandhy Widyasthana, Portfolio Director MDI Venture Indonesia.

Berbagai informasi penting disampaikan oleh narasumber, mulai dari pentingnya sumbangsih ilmuwan Indonesia untuk proyek-proyek pembangunan berkelanjutan di tanah air, peran penelitian dan pengembangan dalam bidang energi dalam mendukung revolusi industry 4.0, tantangan dan peluang Industri di era 4.0 di Indonesia utamanya bidang manufaktur, diplomasi kelapa sawit indonesia, public health, teknologi robotik dalam pengobatan, smart parks, ekosistem start up Indonesia, serta kebijakan energi di Indonesia.

Peserta Simposium PPI Amerika-Eropa dengan Prof. Ir. Tutuka Ariadji M.Sc. Ph.D.

Kegiatan ditutup pada hari Sabtu, 28 April 2018 dengan pembacaan surat rekomendasi yang disusun oleh para delegasi PPI Amerika-Eropa sebagai produk akhir simposium, pengumuman Doorprize, serta penyeharan penghargaan karya-karya ilmiah terbaik di ICONIC 2018 (dimana mencakup Best Paper, Best Presentation, dan Most Innovative Idea), serta foto bersama. Karya tulis terbaik dalam ICONIC 2018 diantaranya adalah: (1) “Inappropriate Detailing Impact Towards Ductility of High Rise Reinforced Concrete Moment Frames Building in High Seismicity Area” karya Dennisa S.D. Purba, (2) “The Role of Islamic Financial Technology (FinTech) Start-up in Improving Financial Inclusion in Indonesia Case : Angsur” karya Hafiz B. Hermansyah, serta (3) “Smart Wet Injection Phantom Using Electrolyte Switch and Capacitive Sensor System for Dental Local Anesthesia Training” karya Eltrin Khotimah, Swastiana Eka Yunita, dan Adien Gumilang.

Penganugerahan pemenang kepada para penulis paper terbaik

Kegiatan ini telah sukses memberikan wadah untuk berdiskusi dan membangun koneksi bagi mahasiswa, peneliti, akademisi, maupun praktisi di Jerman. Kedepannya, diharapkan kegiatan ini dapat menjadi awal dari sumbangsih besar bagi perkembangan dan pembangunan Indonesia.

 

 


0 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.